RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu

: SMA NEGERI : Kimia : XI/2 : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

II.

Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.

III. Indikator A. Kognitif

:

1) Produk : 1. 2. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry. 3. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya. 4. 5. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.

6.

Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.

7.

Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari beberapa larutan asam dan larutan basa yang konsentrasinya sama.

8.

Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb).

9.

Menghitung pH larutan asam atau basa yang diketahui konsentrasinya.

10. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan. 2) Proses : Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menentukan pH larutan. B. Psikomotor Melakukan percobaan “Menguji Larutan Asam dan Larutan Basa dengan Menggunakan Berbagai Indikator” C. Afektif 1. Karakter : percaya diri, jujur, kerja keras, toleransi, bekerja sama, rasa ingin tahu, menghargai pendapat, dan tanggung jawab. 2. Keterampilan social : berorientasi tugas dan hasil, berpendapat atau menyumbangkan ide, berkomunikasi lingkungan. dengan baik dan peduli

IV. Tujuan Pembelajaran : A. Kognitif 1) Produk : Berdasarkan hasil percobaan, siswa dapat:

serta sifat biologi dalam menganalisis pencemaran air (BOD dan COD).Siswa mampu menjelaskan sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator. siswa dapat : 1. 9. atau larutan basa dari data 2) Proses : Diberikan alat dan bahan. Bronsted Lowry dan Lewis. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb). Berdasarkan hasil pemaparan (penjelasan) materi. 7. 8. Menghitung pH larutan asam konsentrasinya. Menggunakan prinsip ikatan koordinasi untuk menyatakan reaksi asam-basa menurut Lewis. serta penugasan mandiri agar siswa dapat: 1. 3. 2. Menunjukkan keunggulan dan kelemahan teori asam basa Arrhenius dan Bronsted Lowry. sifat fisis. LKS SMA. Menjelaskan pengertian asam basa menurut Arrhenius. 6. 4. 5. Mengamati trayek perubahan warna berbagai indikator asam-basa dan memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal. Menerapkan konsep pH. . Menyimpulkan hubungan antara besarnya harga pH terhadap kekuatan asam atau kekuatan basa. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.

Menunjukkan keunggulan dan kelemahan teori asam-basa Arrhenius dan Bronsted-Lowry. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis 6. 5. Mengamati trayek perubahan warna berbagai indikator asam-basa dan memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal. serta dapat melakukan setiap prosedur percobaan dengan teliti. atau larutan basa dari data . Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry. Psikomotor Terlibat dalam proses percobaan tentang menguji larutan asam dan larutan basa dengan menggunakan berbagai indicator. 3. Menghitung pH larutan asam konsentrasinya 12. serta sifat biologi dalam menganalisis pencemaran air (BOD dan COD). 4. sifat fisis. Menerapkan konsep pH. siswa diharapkan terampil menggunakan alat percobaan. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.2. Menyimpulkan hubungan antara besarnya harga pH terhadap kekuatan asam atau kekuatan basa 9. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb). Menjelaskan sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indicator 8. 11. 10. Menggunakan prinsip ikatan koordinasi untuk menyatakan reaksi asam-basa menurut Lewis 7. B.

berkomunikasi dengan baik. 2. berpendapat atau menyumbangkan ide.(aq) B. Afektif 1. kerja keras. Karakter : Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa.(aq) + H+ (aq) Basa Contoh : NaOH (aq) → Na+ (aq) + OH. minimal siswa memperlihatkan kemajuan dalam menunjukkan perilaku berorientasi tugas dan hasil. toleransi.C. bekerja sama. menghargai pendapat. rasa ingin tahu. Teori Asam-Basa Bronsted Lowry Asam Basa : donor proton : akseptor proton Contoh : NH4+ (aq) + H2O (l) → NH3 (aq) + H3O+ (aq) Asam C. jujur. tanggung jawab. dan peduli lingkungan. Teori Asam-Basa Arrhenius Asam : zat yang dalam air melepaskan ion H+ : zat yang dalam air melepaskan ion OHContoh : CH3COOH (aq) → CH3COO. minimal siswa memperlihatkan kemajuan dalam menunjukkan perilaku karakter percaya diri. : Teori asam-basa A. V. Keterampilan Sosial : Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa. Materi Ajar 1. Teori Asam-Basa Lewis Asam Basa : akseptor pasangan electron : donor pasangan electron Basa .

kuning kuning .0 5.biru kuning – merah kuning – biru tidak berwarna – merah kuning – merah merah . 12.8 8. diperlukan indicator.8 6.4 4.0 Perubahan Warna dari pH Rendah ke pH Tinggi merah . 6.0 – 9. Indikator Asam Basa Daerah pH Perubahan Warna 1. 4.6 8. 3.0 – 4.6 3.biru merah . 11.2 – 6. 7.biru No.2 .0 5. Nama Indikator 1. 9.1 – 12.6 7.3 – 10. Kekuatan asam dan kekuatan basa dapat diketahui dari harga pH larutan.1 10. 2.kuning kuning .ungu kuning .Contoh : 2.0 – 7.biru merah . Sifat larutan asam dan basa Berkenaan dengan teori asam-basa.2 – 4.2. Beberapa contoh indikator ditunjukkan dalam tabel berikut.5 – 8. pH Larutan Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa.8 – 5. 5. sifat larutan yang penting adalah kekuatan asam dan kekuatan basa.4 3. A. Timol biru Bromfenol biru Metil oranye Bromkresol hijau Metil merah Bromkresol ungu Bromtimol biru Kresol merah Kresol biru Fenolftalein Alizarin kuning Lakmus . 8. 10.8 – 6. Suatu indicator akan berwarna tertentu pada pH tertentu.8 3.kuning kuning .0 – 8.

semakin basa larutan. Larutan yang mengandung ion H+ dengan konsentrasi 10-9 M adalah larutan basa.log [OH-] pH = 14 . pH adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman suatu larutan. hubungan antara Kw.dalam larutan adalah pOH = . Larutan asam [H+] > 10-7 M Larutan basa [H+] < 10-7 M Larutan netral [H+] = 10-7 M Contohnya larutan yang mengandung ion H+ dengan konsentrasi 10-4 M adalah larutan asam. Hubungan [H+]. konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH-. pH merupakan singkatan dari power of hydrogen dan memiliki nilai 0 sampai 14. [OH-] dapat dituliskan sebagai berikut: [H+] = [OH-] = √ . Semakin tinggi konsentrasi ion H+ dalam larutan. semakin asam larutan. pH = . Oleh karena itu. Konsep pH A.log [H+] Jika pH digunakan untuk menyatakan konsentrasi ion H+ dalam larutan. [OH-].3. maka cara untuk menyatakan konsentrasi ion OH. yaitu konsentrasi ion H+ di dalam larutan tersebut. semakin rendah konsentrasi ion H+ dalam larutan. H+ dan OHIon H+ merupakan ion yang menunjukkan adanya sifat asam dalam suatu larutan. Sebaliknya. [H+]. Dan Kw Dalam air murni. Konsentrasi H+ dapat dijadikan salah satu ukuran untuk menentukan keasaman atau kebasaan suatu larutan.pOH B.

KOH. dan pKw. 0<α<1 Elektrolit kuat : zat elektrolit yang mempunyai derajat ionisasi besar (mendekati 1). dan Kw juga dapat menghasilkan hubungan pH. H2S. H2CO3. maka derajat ionisasinya= 0. pOH. nilai Kw akan selalu tetap jika diukur pada temperature yang sama. Ba(OH)2. Jadi. : NH3 Elektrolit lemah : zat yang derajat ionisasinya kecil (mendekati 0). Derajat Ionisasi Derajat ionisasi (α) adalah perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat mula-mula. maka derajat ionisasinya = 1. pKw = pH + pOH 4. dan HClO4 : NaOH. HNO3. A. persamaan di atas menjadi [H+] = [OH-] = √ - Nilai Kw tidak akan berubah meskipun konsentrasi ion [H+] atau konsentrasi ion [OH-] ditambah atau dikurangi.Pada temperatur 25oC. [OH-]. dan HCN. H2SO4. Contoh : Asam Basa . dan Ca(OH)2 : CH3COOH. Jika zat mengion sempurna. Kekuatan Asam Kekuatan asam dan basa akan dinyatakan dalam besaran derajat ionisasi dan tetapan kesetimbagnan ionisasinya. Jika zat tidak ada yang mengion. Hubungan [H+]. Contoh : Asam Basa : HCl.

Nama Asam Asam Asetat Asam Benzoat Asam format Fenol Asam sianida Asam fluorida Rumus Kimia CH3COOH C6H5COOH HCOOH C6H5OH HCN HF Ka 1. 6. semakin besar Ka semakin kuat asam. Hubungan tetapan ionisasi basa dengan derajat ionisasi basa adalah sebagai berikut. 4. dan sebaliknya. 3.5 x 10-5 1. [ [ ][ ] ] Harga Ka mencerminkan kekuatan asam. semakin besar harga Kb-nya. 5.9 x 10-10 6. No 1. 5. maka derajat ionisasi (α) akan semakin besar.B. Hubungan Tetapan Ionisasi Asam (Ka) dengan Derajat Ionisasi (α) Hubungan kuantitatif antara derajat ionisasi dengan tetapan asam adalah √ Oleh karena Ka merupakan suatu tetapan.8 x 10-4 1. Kekuatan Basa Tetapan ionisasi basa (Kb) merupakan ukuran kekuatan basa. semakin kuat basa.3 x 10-10 4. 2. Tetapan Ionisasi Asam (Ka) Tetapan kesetimbangan untuk ionisasi asam disebut tetapan ionisasi asam (Ka).8 x 10-5 6. maka jika kemolaran (M) semakin kecil. .8 x 10-4 C.

Asam Kuat Larutan asam kuat merupakan elektrolit kuat. Menghitung pH Larutan A. yaitu: . Asam valensi tiga terionisasi dalam tiga tahap. [H+] = √ atau [H+] = M . Asam Lemah Perbedaan antara asam lemah dengan asam kuat adalah asam lemah tidak terionisasi sempurna jika dilarutkan dalam air. [H+] = M x valensi asam ii. Contoh: Ionisasi asam sulfat terjadi dalam dua tahap. Larutan Asam i. Asam Polivalen Asam polivalen adalah asam yang memiliki valensi lebih dari satu. α iii. Asam polivalen terionisasi secara bertahap. Asam valensi dua terionisasi dalam dua tahap. kita perlu mengetahui konsentrasi asam tersebut.√ 6. pH asam lemah tidak dapat dihitung jika hanya konsentrasi ion H+ yang diketahui. Oleh karena itu. Dalam menentukan pH larutan asam kuat. Konsentrasi ion H+ dalam larutan asam lemah dapat dikaitkan dengan tetapan ionisasi asam (Ka) atau derajat ionisasi asam (α). Asam kuat akan terionisasi sempurna jika dilarutkan dalam air.

. yang tersusun atas karbon hasil peruraian tumbuhan-tumbuhan yang mati. dan kalium yang merupakan zat gizi yang penting untuk pertumbuhan tanaman-tanaman dan perkembangan kehidupan air. Aplikasi konsep pH dalam pencemaran A. Larutan Basa i. [OH-] = √ atau [OH-] = M . Air laut mengandung natrium klorida dalam jumlah besar dan garam-garam lainnya. Air tanah mengandung garam-garam terlarut. pH larutan basa kuat dapat ditentukan jika konsentrasi basa diketahui. pH larutan basa lemah dapat ditentukan jika tetapan ionisasi basa (Ka) atau derajat ionisasi basa (α) diketahui. air sungai juga mengandung senyawa-senyawa organic. Selain mengandung sejumlah kecil garam-garam aluminium. Basa Lemah Seperti halnya asam lemah. α 7.Tahap 1 Tahap 2 : H2SO4 (aq) → H+(aq) + HSO4(aq) : HSO4(aq) → H+(aq) + [H+] = √ (aq) B. Larutan basa kuat akan terionisasi sempurna jika dilarutkan dalam air. Air Alam Air alam bukanlah air murni. [OH-] = M x valensi basa ii. Bahkan. air hujan mengandung karbon dioksida terlarut yang menjadikan air hujan bersifat sedikit asam. Basa Kuat Larutan basa kuat merupakan elektrolit kuat. kalsium.

dan industry. Air limbah mengandung bakteri berbahaya dan zat-zat kimia beracun. Parameter Kualitas Air i. lahan pertanian atau perkebunan. Zat pencemar air lainnya adalah sampah yang berasal dari rumah. Air hujan dapat membawa sisa-sisa pupuk dan pestisida. Air limbah merupakan air pembuangan yang berasal dari rumah dan industry. air tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum. Akibatnya.B. Zat-Zat Pencemar Air Zat pencemar air yang sangat perlu diperhatikan adalah air limbah. Tanaman algae yang telah mati dan terurai akan menghabiskan oksigen terlarut. Nitrat sulit dihilangkan melalui proses pengolahan air. Nitrat berbahaya karena dapat menurunkan kemampuan darah dalam menyerap oksigen dan dicurigai sebagai salah satu penyebab penyakit kanker. sehingga sungai atau danau di sekitar lahan pertanian atau perkebunan akan tercemar. Ketika sampah dibuang ke sungai. untuk berenang atau untuk pemancingan. Kandungan Zat Padat . Detergen yang berasal dari pencucian pakaian dan logam-logam beracun yang berasal dari limbah industry juga merupakan zat pencemar air yang berbahaya. C. Peristiwa ini disebut eutrofikasi. Sisa-sisa pupuk juga dapat meningkatkan kadar fosfat dan nitrat air sungai. sampah tersebut akan terurai dan hasil peruraiannya akan mencemari air. Pupuk dan pestisida digunakan di lahan pertanian dan perkebunan. sehingga makhluk hidup sungai atau danau lainnya akan mati. Pencemaran ini akan memicu pertumbuhan algae. Air akan tercemar oleh ikan yang mati dan tanaman-tanaman yang membusuk.

tanaman laut.5 bersih.Kandungan zat padat dalam air dapat dibedakan menjadi padatan terlarut (TDS = Total Dissolved Solid) dan padatan tidak terlarut atau padatan tersuspensi (TSS = Total Suspended Solid). iii. Bakteri yang membutuhkan oksigen adalah bakteri aerob. BOD dan COD Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (BOD = Biological Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan (mengoksidasi) hampir semua zat organic yang terlarut dan sebagian zat organic yang tersuspensi dalam air yang dapat terbiodegradasi. Oksigen Terlarut Oksigen terlarut (DO = Dissolved Oxygen) adalah banyaknya oksigen yang terkandung dalam air. iv.5. Air bersih mengandung kurang lebih 10 ppm oksigen terlarut jika diukur pada temperature kamar. antara lain ikan. kita memerlukan parameter kualitas air lainnya untuk menganggap air dengan pH 6. dan bakteri.5-8. Oleh karena itu. Parameter pH saja tidak cukup dalam menentukan bersih atau tidaknya air. Padatan terlarut adalah padatan yang dapat melewati kertas saring. Oksigen terlarut dibutuhkan makhluk hidup di dalam air. udang. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses oksifasi senyawa organic oleh bakteri aerobic adalah kandungan zat padat. Bakteri aerob menguraikan sampah organic dengan menggunakan oksigen terlarut. ii. sedangkan padatan tersuspensi adalah padatan yang tidak dapat melewati kertas saring. .5-8. pH Air dapat dianggap bersih jika pH air tersebut berada pada kisaran 6.

diskusi dan penugasan . BOD yang kecil menunjukkan sedikitnya zat organic yang terkandung dalam air limbah. 2. pengolahan air limbah dengan metode lumpur aktif banyak diterapkan oleh berbagai industry. COD merupakan gambaran banyaknya kandungan zat-zat organic yang dapat dioksidasi secara kimiawi. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan mengurangi BOD air limbah. Prinsip penetapan BOD didasarkan atas oksidasi zat organic oleh oksigen dalam air. Bakteri tertentu dapat bertahan hidup dalam air yang memiliki jangkau pH tertentu. Pada umumnya. Saat ini. Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD = Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organic yang terdapat dalam satu liter air. 3. Oksidasi dapat berlangsung karena adanya bakteri aerobic. Jumlah zat organic yang ada dalam air diukur melalui jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengoksidasi zat organic tersebut. Pendekatan Model Metode : : Konstruktivisme : Pembelajaran langsung : Ceramah. Metode Pembelajaran 1. di mana oksidator K2Cr2O7 (kalium dikromat) digunakan sebagai sumber oksigen. Jumlah oksigen yang tidak mencukupi akan memperlambat terjadinya oksidasi senyawa organic. praktikum. VI. dan pH air. demonstrasi.jumlah oksigen terlarut.

Larutan NH4OH encer m. Indikator metil merah e. Indikator metil biru f. Indikator Brontimol biru g. Larutan NaOH encer k. Waktu 15 menit . Indikator Fenolftalein h. Air suling n.VII. Proses Belajar Mengajar A. Indikator metil orange d. Air kapur VIII. Larutan Ca(OH)2 encer l. Mengawali kegiatan dengan berdo’a. Kertas lakmus merah c. Pipet tetes b. Air leding q. Pendahuluan Langkah-Langkah   Salam pembuka. Alat Percobaan : a. Sari buah jeruk nipis p. Larutan H2SO4 encer j. Larutan HCl encer i. Cuka o. Bahan Percobaan : a. Kertas lakmus biru b. Plat tetes IX.

berorientasi tugas dan hasil. Bronsted Lowry dan Lewis?  Motivasi Untuk menumbuhkan karakter : percaya diri. rasa ingin tahu. pembagian kelompok telah dilakukan sehari sebelum pertemuan dilakukan. menghargai pendapat. masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk menanggapi . berkomunikasi dan peduli lingkungan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Bagaimana teori asam dan basa menurut Arrhenius. toleransi. B. bekerja sama.  Mempresentasikan hasil diskusi berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.Langkah  Eksplorasi  Merancang dan melakukan percobaan untuk Waktu 65 menit mengidentifikasi larutan yang bersifat asam dan basa (nilai yang ditanamkan : percaya diri. Siswa sudah duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing. rasa ingin tahu. berpendapat atau menyumbangkan ide.  Apersepsi  Menyampaikan tujuan pembelajaran. Inti Langkah . menghargai pendapat. kerja keras.  Diskusi singkat tentang larutan asam basa. bekerja sama. tanggung jawab). tanggung jawab. kerja keras. jujur. Memeriksa kehadiran siswa. jujur. toleransi.

tanggung . berpendapat atau menyumbangkan ide. menghargai pendapat. dari guru kepada murid dan murid kepada guru (nilai yang ditanamkan : rasa ingin tahu.  Membuka kembali forum diskusi tentang materi yang disampaikan. dan berkomunikasi). berkomunikasi dan peduli lingkungan).  Membuka forum diskusi tentang materi yang disampaikan.  Guru menjelaskan tentang sifat larutan asam dan basa (nilai yang ditanamkan : rasa ingin tahu.hasil diskusi dari kelompok penyaji (nilai yang ditanamkan : berorientasi tugas dan hasil. berpendapat atau menyumbangkan ide. berpendapat atau menyumbangkan ide.  Guru menjelaskan tentang aplikasi konsep pH dalam pencemaran (nilai yang ditanamkan : rasa ingin jawab).  Guru menjelaskan tentang konsep pH (nilai yang ditanamkan : rasa ingin tahu. tahu. berpendapat atau menyumbangkan ide. dan berkomunikasi). tanggung jawab). menghargai pendapat. tanggung jawab).  Membuka kembali forum diskusi tentang materi yang disampaikan. dari guru kepada murid dan murid kepada guru (nilai yang ditanamkan : rasa ingin tahu. dari guru kepada murid dan murid kepada guru (nilai yang ditanamkan : rasa ingin tahu. menghargai pendapat.

dan berkomunikasi). C.  Meminta siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan (nilai yang ditanamkan : percaya diri. serta berorientasi tugas dan hasil). tanggung jawab.  Konfirmasi  Menyampaikan hasil jawaban secara umum dari hasil latihan individu siswa dan membuka forum diskusi singkat untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan materi yang masih belum atau kurang dipahami siswa (nilai yang ditanamkan : jujur. tanggung jawab. berkomunikasi. kerja keras.Langkah Waktu  Guru menyimpulkan keseluruhan materi yang telah 10 menit disampaikan dikaitkan dengan hasil percobaan dan . berkomunikasi. Penutup Langkah . dan menghargai pendapat). berpendapat atau menyumbangkan ide. tanggung jawab. berpendapat atau menyumbangkan ide. jujur.  Menjelaskan kembali secara singkat hal-hal yang belum dipahami siswa. rasa ingin tahu. dan berorientasi tugas dan hasil). kerja keras.  Elaborasi  Memberikan latihan individu mengenai semua materi tentang larutan asam dan basa yang telah disampaikan (nilai yang ditanamkan : jujur.

kerja keras. jujur. Kimia untuk SMA Kelas XI. menghargai pendapat.forum diskusi. Sumber Pelajaran : Purba. Rahardjo. Kimia Berbasis Eksperimen 2. Penilaian Hasil Belajar Teknik Instrumen : tertulis dan lisan : pilihan ganda. Taufiq. X. Aspek psikomotor 3. XI. uraian dan performans (kinerja dan sikap) 1. Sentot Budi. Jakarta : Widya Utama. Michael. 2008. tugas merupakan tugas individu berupa pilihan ganda dan uraian (essay) (nilai yang ditanamkan: percaya diri. Solo : Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. toleransi. 2007. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI. Aspek kognitif 2. Jakarta : Erlangga. Aspek afektif (terlampir) (terlampir) (terlampir) . rasa ingin tahu.  Memberi tugas akhir (PR) sebagai refleksi dari materi yang sudah disampaikan. Suryana. tanggung jawab serta berorientasi tugas dan hasil). Agus dan Purawisastra. 2006.

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! (individu) . Hasil Pengamatan F. Alat dan Bahan D. Kesimpulan G. Cara Kerja E.LEMBAR KERJA SISWA Perubahan Warna Indikator Asam Basa A. Dasar Teori C. Tujuan B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful