P. 1
Pengendalian penyakit moler

Pengendalian penyakit moler

|Views: 3,340|Likes:

More info:

Published by: MasAnang Atau MasYayan on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

Hasil sidik ragam intensitas penyakit moler pada tanaman bawang

merah diambil dari rerata 10 sampel tanaman dari 15 tanaman pada tiap

ulangannya. Pada faktor perlakuan yang diteliti, dari pengamatan pertama

(umur 14 hari setelah tanam) menunjukkan tidak ada beda nyata, namun

pengaruh perendaman terhadap intensitas penyakit moler mulai terlihat pada

umur 21 hari setelah tanam sampai dengan umur 49 hari setelah tanam

sehingga menunjukkan ada beda nyata antara perlakuan A dengan perlakuan

lainnya (Lampiran 11 dan 12). Hasil rerata pengamatan intensitas penyakit

dapat dilihat pada Tabel 1.

28

Tabel 1. Rerata intensitas penyakit moler pada umur 14, 21, 28, 35, 42 dan
49 hari setelah tanam.

Umur

Lama Perendaman

Kontrol

10 Menit

20 Menit 30 Menit

14 hari

3,240a

2,373a

2,785a

2,930a

21 hari

4,870a

3,735ab

4,133bc

4,688c

28 hari

5,203a

3,735ab

4,238bc

4,515c

35 hari

5,280a

4,245ab

4,515bc

4,870c

42 hari

5,363a

4,613b

4,710b

4,870b

49 hari

5,515a

4,613b

4,710b

4,870b

Jumlah

29,471

23,314

25,091

26,743

Rata-rata

4,912

3,886

4,182

4,457

Keterangan : Angka-angka yang ada dalam tabel adalah rerata hasil dari
transformasi Arc.Sin

. Rerata yang diikuti oleh
huruf yang sama pada baris yang sama menunjukkan tidak ada
beda nyata menurut Uji F taraf 5 % dan angka yang diikuti
dengan huruf yang tidak sama dalam baris yang sama
menunjukkan ada beda nyata menurut DMRT taraf 5%.

Gambar 4. Grafik intensitas penyakit Fusarium oxysporum f. sp. cepae pada
bawang merah varietas Kuning.

Jika dilihat dari grafik dapat dilihat bahwa intensitas penyakit pada kontrol

sangat tinggi dari umur 14 hari setelah tanam hingga umur 49 hari setelah

tanam daripada perlakuan yang diberikan isolat Fusarium oxysporum f. sp.

cepae avirulen. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian isolat Fusarium

29

oxysporum f. sp. cepae avirulen yang diberikan pada perlakuan B, C, dan D

dapat menekan penyakit moler.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->