P. 1
5 Contoh Masalah Kebijakan Publik

5 Contoh Masalah Kebijakan Publik

|Views: 6,502|Likes:
Published by Reza Nurvita

More info:

Published by: Reza Nurvita on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

5 Contoh Masalah Kebijakan Publik

Indonesia politik Tweet This Bookmark this on Delicious

Oleh : TRI ANUNG ANINDITA 1001 1202 52 ILMU PEMERINTAHAN FISIP UNIVERSITAS RIAU Kebijakan publik adalah kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebagai otoritas yang pembuat kebijakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu di masyarakat di mana dalam penyusunannya melalui berbagai tahapan. Sebuah kebijakan yang diambil oleh pemerintah awalnya tidak serta merta langsung diagendakan menjadi sebuah kebijakan public. Ada tahap-tahap sebuah masalah atau issue itu pada akhirnya diagendakan oleh pemerintah untuk diambil kebijakannya. Pemerintah melihat apakah masalah itu menyebar luas di masyarakat, bahkan sampai membuat gaduh masyarakat, sehingga pemerintah perlu mengambil tindakan berupa kebijakan mengenai masalah tersebut agar tidak terjadi kekacauan di masyarakat. Berikut saya berikan 5 contoh kasus yang akhirnya menjadi kebijakan public. 1. Kasus Prita Mulyasari Kasus ini bermula ketika seorang ibu bernama Prita curhat melalui jejaring social facebook mengenai pelayanan Rumah Sakit Omni Internasional yang tidak memadai di Tengerang. Dia mengeluarkan unek-uneknya atau kejengkelannya terhadap pelayanan RS yang dianggapnya tidak professional. Curhatan Prita diketahui oleh media, sehingga mereka mengekspos hal ini dalam penerbitan beritanya. Ada yang melalui surat kabar, internet dan TV yang nyatanyatanya disaksikan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Akibatnya hamper semua orang membicarakan kasus ini sepanjang waktu, kemudian muncul Pro dan Kontra terhadap Prita di masyarakat. Ada pihak yang mendukung Prita dan ada pihak yang tidak suka kepada Prita. Di pihak lain RS Omni Internasional menggugat Prita secara Perdata dan Pidana sehingga dia sempat dipenjara karena melakukan pencemaran nama baik. Hal ini menjadi mengkhawatirkan di dalam masyarakat karena banyak yang berbeda argumen sehingga ditakutkan akan ada pihak-pihak yang memancing terjadinya keributan Pada akhirnya pemerintah mengagendakan kasus Prita sebagai kasus yang harus diselesaikan dengan segera, karena bisa mengganggu stabilitas nasional. Mulanya Pemerintah berusaha memfasilitasi mediasi antara Prita dengan pihak RS, namun tidak menemui jalan keluar. Sehingga kasus ini akhirnya diselesaikan di ranah hukum. 2. Kasus Darsem Siapa rakyat Indonesia yang tidak tahu Darsem ? dia-lah seorang WNI yang bekerja sebagai TKW di Arab Saudi yang akan menjalani hukum pancung akibat membunuh majikannya sendiri. Awalnya berita ini menjadi pembicaraan karena menyangkut nyawa sesorang, ditambah lagi dia akan dihukum mati di negara orang. Hampir seluruh media di tanah air memberitakan kasus ini. Dalam beberapa hari saja pemberitaan dan pembicaraan mengenai Darsem semakin banyak di dengar. Hal ini juga dikarenakan

sebelumnya juga ada TKW Indonesia yang telah dipancung pemerintah Arab Saudi yaitu Sumiati. Penyebab dipancungnya Sumiati sama dengan Darsem yaitu membunuh majikan. Muncul keprihatinan masyarakat Indonesia terhadap Darsem, sebagai salah satu pahlawan devisa negara dia banyak dibela oleh masyarakat, bahkan ada gerakan sejuta koin untuk Darsem yang dipelopori oleh masyarakat sebagai bentuk keprihatinan. Melihat bahwa kasus Darsem ini menjadi hot topic di masyarakat, apalagi ini menyangkut nyawa seorang WNI di luar negeri, maka pemerintah harus mengambil kebijakan. Setelah mengadakan perundingan, akhirnya Pemerintah melalui menteri luar negeri Martin Natalegawa dan juga Dubes RI di Arab Saudi menebus Darsem dengan sejumlah uang agar bebas dari hukuman pancung. Darsem akhirnya pulang ke tanah air. 3. Kasus Manohara Tersebar issue mengenai penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh sang pangeran Kelantan, Malaysia terhadap istrinya Manohara Odelia Pinot yang merupakan wanita asal Indonesia. Munculnya kasus ini menjadi tranding topic dalam setiap pemberitaan media massa tanah air. Dikarenakan ini menyangkut kehormatan seorang istri yang merupakan perempuan asli Indonesia. Di samping itu, hal ini juga memunculkan kembali rivalitas yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia yang selama ini memang selalu berkonflik, terlebih lagi KDRT ini dilakukan oleh sang pangeran Kelantan terhadap istrinya seorang warga negara Indonesia. Akibat pemberitaan ini, masyarakat menjadi simpati terhadap Manohara, apalagi mendengar langsung curhatan Ibunda Manohara di salah satu stasiun TV Nasional. Dalam curhatannya, ibunda Manohara sangat berharap kepada pemerintah agar bisa menyelesaikan kasus ini dan membawa Manohara kembali pulang ke tanah air. Mau tidak mau kasus ini menjadi urusan pemerintah karena ini menyangkut tugas negara yaitu memberikan perlindungan pada setiap warga negara yang ada di luar negeri. Pada akhirnya Pemerintah Indonesia dan Malaysia melakukan mediasi untuk penyelesaian kasus ini. Hasil mediasi memutuskan bahwa Manohara bisa pulang ke tanah air. 4. Kasus Nazaruddin Kasus ini bermula ketika tertangkapnya Sesmenpora Wafid Muharam yang disuap oleh pengusaha pemenang tender pembangunan wisma atlet Palembang. Nama Nazaruddin pun terlibat karena berusaha menyuap Wafid melalui Mindo Rosalina Manulang agar tutup mulut. Namun kasus ini terus berlanjut dan ditangani oleh KPK Sebagai seorang anggota Komisi III DPR RI, apalagi sebagai seorang bendahara partai penguasa saat ini, pemberitaan Nazaruddin sangat cepat. Seluruh media memberitakan hal ini sepanjang hari. Kemudian mereka juga menelusuri kebenaran kabar ini. Namun belum sempat dimintai keterangan oleh penegak hukum, Nazaruddin sudah kabur ke luar negeri. Kaburnya Nazzaruddin membuat seluruh masyarakat mendesak dan menuntut pemerintah agar kasus ini dibongkar habis sampai ke akarakarnya, karena masyarakat sudah bosan dengan oknum pejabat yang korup. Takut akan aksi demo dari mahasiswa yang menuntut kasus ini secepatnya diusut, Pemerintah akhipnya mengirimkan red noticekepada Interpol agar menangkap

Melihat bahwa situasi semakin genting dan tidak kondusif kalau-kalau terjadi demo besar-besaran terhadap pemerintah. dan sms lain yang berkonsep melakukan registrasi. Kasus ini hampir dibicarakan oleh semua orang sepanjang hari. dan Polri. MANAJEMEN ISSUE & KRISIS SERTA HUBUNGANNYA DENGAN BIDANG PR 1. Ervan. primbon. Hingga muncullah aksi demo-demo agar operator jaringan mengembalikan pulsa mereka yang telah disedot. KPK.A. S. pemerintah membentuk tim penjemput Nazaruddin yang terdiri dari bagian imigrasi. Pada minggu pertama dan kedua perkuliahan “Manajemen Krisis PR” ini. Kasus Sedot Pulsa Kasus ini bermula ketika maraknya penipuan yang berkedok sms minta isikan pulsa. Pada akhirnya Pelarian Nazaruddin berakhir di Kolombia. Definisi Manajemen Issue . Mengetahui bahwa Nazaruddin tertangkap di Kolombia. maka pemerintah melalui menteri komunikasi dan informasi Tifatul Sembiring mengambil kebijakan untuk menghentikan layanan sms premium seperti penawaran konten-konten broadcast. mahasiswa diharapkan akan dapat mengetahui serta memahami tentang issues management (manajemen issue) dan hubungannya dengan bidang Public Relations serta reputasi organisasi/perusahaan.Si. M.. dll dengan waktu yang ditentukan kemudian. Awalnya masyarakat menganggap hal ini biasa saja karena hanya sedikit mulanya yang tertipu. Hingga saat ini proses hukumnya masih berjalan 5. KRISIS & KONFLIK (2 SKS) MINGGU I Dosen: Ratna S. Hal ini dilakukan agar kepercayaan masyarakat kembali tercipta MATA KULIAH: MANAJEMEN ISU.S. Namun akhir-akhir ini hamper 30 % pengguna telepon seluler melaporkan bahwa pulsanya disedot oleh operator yang bersangkutan.Nazaruddin. pop screen. dia ditangkap Interpol Kolombia di salah satu bandara. I.

Pengertian Issue Kita tidak akan mudah memahami terminologi “Manajemen Issue” di atas tanpa mengetahui apa yang sebenarnya dimaksud dengan issue (bukan terjemahan dari gossip/ rumour). Smith.” Chase & Jones menggambarkan “issue” sebagai ‘sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya’ (‘an unsettled matter which is ready for decision’). Ia juga berkata bahwa isi newsletter-nya akan menggiring pembacanya pada revisi dasar atas praktek-praktek yang berbiaya tinggi dan tak sesuai dari jajaran staff manajemen tradisional. Howard Chase pada tanggal 15 April 1976 dalam newsletter-nya “Corporate Public Issues and Their Management” Volume 1 No. 1995) 2. menganalisa dan mengelola berbagai issue yang muncul ke permukaan (dalam suatu masyarakat populis yang mengalami perubahan tanpa henti) serta bereaksi terhadap berbagai issue tersebut SEBELUM issue-issue tersebut diketahui oleh masyarakat luas.’ (Regester & Larkin. yakni pelanggan/konsumen. Di tahun 1992 pada acara “Public Relations Colloquium” yang disponsori oleh firma public relations dari Nuffer. 2003:42). 2003:38). Tucker. sebuah “issue“ dapat didefinisikan sebagai ‘sebuah titik konflik antara sebuah organisasi dengan satu atau lebih publiknya’ (‘a point of conflict between an organization and one or more of its audicences’). baik internal maupun eksternal. 1997:173). . sebuah issue muncul “sebagai suatu konsekuensi atas beberapa tindakan yang dilakukan. kasus pengadilan sipil atau kriminal. (Wongsonagoro. Hainsworth dan Meng. atau dapat menjadi masalah kebijakan publik melalui tindakan legislative atau perundangan. masyarakat dan para pemegang saham”. (Caywood. menciptakan kesempatan-kesempatan serta mengelola imej sebagai sebuah aset organisasi bagi manfaat keduanya. menyebutkan bahwa tujuan-tujuan manajemen issueadalah untuk memperkenalkan dan memvalidasikan suatu penetrasi dalam desain dan praktek manajemen korporat dengan tujuan untuk setidaknya mengelola issue publik korporat sebaik atau bahkan lebih baik dibandingkan manajemen tradisional dari operasional yang hanya memikirkan keuntungan saja. Chase mendefinisikan “Manajemen Issue” sebagai ‘sebuah alat yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi. Newsletter tersebut. Selain itu. San Diego State University dan Northwestern University’s Medill Scholl of Journalism. Pakar lain mengatakan bahwa dalam bentuk dasarnya. organisasi itu sendiri serta stakeholder utamanya. apapun iklim ekonomi dan politik yang tengah berlangsung. karyawan. mereka juga mengartikannya sebagai “suatu usaha aktif untuk ikut serta mempengaruhi dan membentuk persepsi/pandangan/opini dan sikap masyarakat yang mempunyai dampak terhadap perusahaan”. Bersama rekannya. mengidentifikasi hal-hal atau masalah yang patut dikhawatirkan dan melakukan usaha-usaha ke arah perbaikan”. atau diusulkan untuk dilakukan. (Caywood. Inc. mengurangi resiko. 1. Barry Jones.Terminologi “issues management” pertama kali dipublikasikan oleh W. oleh satu atau beberapa pihak yang dapat menghasilkan negosiasi dan penyesuaian sektor swasta. Menurut dua pakar di AS. 1997:173) Para pakar PR Indonesia mengartikan manajemen issue sebagai “fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap masyarakat. sekelompok praktisi PR mengembangkan sebuah definisi yang beorientasi pada tujuan: “Manajemen issue adalah proses manajemen yang tujuannya membantu melindungi pasar. (Regester & Larkin. Ditambahkannya bahwa pada masa ini hanya ada satu manajemen dengan satu tujuan: bertahan hidup dan kembali pada kapital yang cukup untuk memelihara produktivitas. sekarang sering disebut CPI.

perkembangan yang kompetitif. nilai atau kebijakan yang dapat diperdebatkan’ (‘a contestable question of fact. sebuah organisasi/perusahaan hingga sebuah negara. Dari berbagai definisi di atas. antisipatoris serta terencana yang dirancang untuk mempengaruhi perkembangan sebuah issue sebelum issue tersebut berkembang ke tahap yang membutuhkan manajemen krisis. Pengendalian dan pengelolaan issue serta krisis menjadi sebuah bidang khusus yang harus ditangani humas karena pada saat seperti ini reputasi perusahaan berada dalam taruhan. . Definisi sederhana lainnya menurut Regester & Larkin (2003:42) bahwa sebuah “issue“ merepresentasikan ‘suatu kesenjangan antara praktek korporat dengan harapan-harapan para stakeholder’ (‘a gap between corporate practice and stakeholder expectations’). Dan bila si praktisi humas tidak melakukan tindakan cepat untuk mengantisipasi berita tersebut. Sifat manajemen issue ini adalah proaktif karena manajemen issue adalah sebuah proses yang proaktif. Sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya berita yang menjadi topik hangat adalah berita yang mengandung suatu masalah yang kontroversial ataupun hal-hal buruk yang sedang menimpa seorang tokoh. terlihatlah bahwa pengertian “issue” menjurus pada adanya masalah dalam suatu organisasi yang membutuhkan penanganan. baik di dalam maupun di luar organisasi. industri media massa menjadi semakin beragam dan persaingan di antara mereka menjadi semakin ketat dalam memperoleh berita yang sensasional. riset yang dipublikasikan. yang jika dibiarkan akan mempunyai efek yang signifikan pada fungsi atau kinerja organisasi tersebut atau pada target-target organisasi tersebut di masa mendatang. Saat seperti inilah yang menjadi tanda atau gejala munculnya sebuah krisis. 3. Contoh-contoh yang menyebabkan perlunya manajemen issue termasuk prospektif bagi perundang-undangan yang baru. Bayangkan bila Anda bekerja sebagai praktisi humas di sebuah perusahaan obat dan mendapati laporan media yang menghubungkan salah satu produk unggulan perusahaan Anda dengan kematian sejumlah konsumen produk tersebut. value or policy’).Sementara Heath & Nelson (1986) mendefinisikan “issue” sebagai ‘suatu pertanyaan tentang fakta. semakin giat para wartawan menggali topik tersebut dan mengejar-ngejar para nara sumber. Terutama bila issue yang muncul tersebut memiliki dampak tertentu (biasanya dampak yang buruk) pada masyarakat luas. sebuah perubahan dalam kinerja atau kegiatan organisasi itu sendiri atau individu maupun kelompok yang terkait dengan organisasi tersebut. Cara menangani issue tersebut yang pada akhirnya memunculkan teori dan proses “manajemen issue”. sebuah issueyang timbul ke permukaan adalah suatu kondisi atau peristiwa. Reaksi manajemen issue yang efektif berdasarkan pada dua aturan kunci: identifikasi awal dan reaksi yang terorganisir dalam mempengaruhi proses kebijakan publik. Manajemen Issue & Krisis serta Hubungannya dengan Bidang PR Seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan kata lain. besar kemungkinan perusahaannya akan benar-benar menghadapi krisis yang dapat menghancurkan perusahaan. Yang harus diingat adalah bahwa mengelola issue seharusnya tidak dianggap sebagai kegiatan defensif. Semakin hangat topik tersebut dibicarakan publik. suatu opini atau klaim yang didukung oleh media ataupun saluran lainnya.

terutama keluarga mereka yang menjadi korban. menempatkan perusahaan/organisasi dalam sorotan negatif serta mengurangi independensi perusahaan melalui peningkatan peraturan. Perhatikan definisi PR atau humas yang terbaru dari IPR (the Institute of Public Relations) di Inggris berikut ini: “PR berkaitan dengan reputasi – hasil dari apa yang kita lakukan. . menghemat keuangan serta membangun hubungan-hubungan yang penting. Dan yang harus terus diingat adalah bahwa reputasi ini sangat rapuh serta dapat hancur seketika akibat kata-kata atau tindakan yang tidak mencerminkan simpati atas suatu realita. kegagalan dalam menerapkan manajemen issue akan membawa perusahaan pada erosi pangsa pasarnya. apa yang kita katakan dan apa yang dikatakan orang lain tentang kita. PENTINGNYA MANAJEMEN ISSUE SERTA HUBUNGANNYA DENGAN REPUTASI ORGANISASI/PERUSAHAAN Bila kita lanjutkan kasus di atas. Masyarakat menunggu tindakan konkrit dari pihak manajemen perusahaan. Adalah tugas dan tanggungjawab humas untuk merespon tuntutan publik tersebut. berdampak pada reputasinya. maka reputasi perusahaan yang telah dibentuk dan diperlihara oleh si praktisi humas selama bertahun-tahun dapat hancur seketika. Sebaliknya.II. Riset akademis dan contoh-contoh studi kasus praktis menunjukkan bahwa penggunaan yang efektif atas teknik-teknik manajemen issue akan meningkatkan pangsa pasar. si praktisi humas harus menyadari bahwa dengan pemberitaan yang makin sering di media massa akan menempatkan perusahaannya dalam penilaian publik. Dan jika krisis benar terjadi di perusahaan tersebut. yakni para pelanggan. Contoh yang paling nyata adalah Gerald Ratner. Akibat ucapannya yang dianggap meremehkan publik utama perusahaannya. berarti mereka tengah mempertaruhkan reputasi perusahaannya dalam situasi yang berbahaya. pemilik perusahaan perhiasan Ratners di Inggris yang menyebut produk yang dijual perusahaannya sebagai “sampah”. Kembali pada kasus perusahaan obat.” Dan berikut ini: “Praktik PR adalah disiplin ilmu yang memelihara reputasi dengan tujuan untuk mendapatkan kesepahaman dan dukungan serta untuk mempengaruhi opini serta perilaku. menderita kerugian. Dan bila issue ini tidak segera ditangani dengan baik. memperbaiki reputasi perusahaan/organisasi.” Jelaslah bahwa tujuan utama dari segenap kegiatan PR dari suatu organisasi adalah membentuk reputasi organisasi tersebut dan memeliharanya agar mendapatkan kesepahaman dan dukungan dari publik yang ditujunya. serta mempengaruhi opini dan perilaku mereka terhadap organisasi. Sehingga jelaslah pentingnya manajemen issue bagi pemeliharaan reputasi perusahaan yang sudah susah payah dibentuk dan oleh si praktisi humas dan pihak manajemen perusahaan selama ini. maka potensinya akan besar sekali untuk menjadi krisis. reputasi perusahaannya hancur sehingga kedudukannya sebagai CEO harus diganti dan bahkan juga nama perusahaannya. ketika sang praktisi humas dan pihak manajemen perusahaan membiarkan issue yang diangkat oleh sebuah media tersebut berkembang.

asosiasi karyawan. sumber daya. 2003:47). Karena itulah. Dalam sebuah model yang dikembangkan oleh Hainsworth & Meng (Regester & Larkin. Sedangkan trend (tren) menurut Howard Chase adalah perubahan yang terdeteksi yang mendahului issue. semakin mungkin organisasi tersebut dapat mengatasi konflik serta meminimalisir implikasi biaya demi keuntungannya. TAHAPAN ISSUE DAN HUBUNGANNYA DENGAN KRISIS Menurut Hainsworth (Regester & Larkin. teknologis serta nilai dan gaya hidup. sebuah issue diciptakan sebagai sebuah ide yang memiliki dampak potensial pada beberapa organisasi atau publik yang mengakibatkan tindakan yang menyebabkan peningkatan kesadaran dan/atau reaksi pada bagian dari organisasi atau publik lainnya. internasional. issue biasanya berkembang dalam cara yang dapat diprediksi. Jadi. Menurut Hainsworth. ketika issue siap diambil keputusannya. media massa dan kelompok penekan/kelompok yang berkepentingan. pemerintah. SIKLUS KEHIDUPAN ISSUE . proses ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terdiri dari empat tahap berikut: sumber. respon organisasi dapat menjadi penting. Meng mengkategorikan issue kepada beberapa tipe: demografis. lingkungan. organisasi dan resolusi. memahami siklus perkembangan issue sangat penting. Pengaruh mereka pada organisasi bervariasi dari mengontrol operasi perusahaan hingga membentuk koalisi internal dan eksternal untuk meningkatkan pengaruh potensial mereka atas sebuah issue. mediasi. semakin dini suatu issue yang relevan diidentifikasi dan dikelola dalam rangka respon organisasional yang sistematis. masyarakat umum. 2003: 48). Max Meng mengidentifikasi enam kelompok atau publik yang mungkin membuat issue: partner. Karena evolusi atau perkembangan sebuah issue sering menghasilkan kebijakan publik.III. sikap publik. ekonomis. bersumber dari tren atau peristiwa yang berkembang melalui suatu rangkaian tingkatan yang dapat diidentifikasi serta tidak berbeda dari siklus perkembangan sebuah produk. pemerintah.

1985). ekonomi dan sosial. Biasanya tren teridentifikasi di kalangan akademisi atau para pakar yang berpartisipasi dalam kelompok kerja. Pada setiap tahap dari evolusi. tekanan pada organisasi meningkat untuk segera merespon akibat peningkatan kepentingan issue. TAHAP 1 – Sumber: Issue Potensial “Sebuah issue muncul ke permukaan ketika sebuah organisasi atau kelompok merasa berkepentingan terhadap suatu masalah (atau kesempatan) yang terlihat seperti konsekuensi perkembangan tren politik atau undang-undang. Dari sudut pandang manajemen. .Sumber: Hainsworth & Meng Dalam gambar “Siklus Kehidupan Issue” di atas. organisasi. industri atau kelompok lain. sumbu horizontal merepresentasikan ragam tahapan perkembangan issue. tren harus diidentifikasi sebagai asal kemunculan issue. situasi atau peristiwa yang berpotensi memiliki dampak serta membutuhkan respon dari sebuah institusi. (Crabble & Vibert. sumbu vertikal mereprentasikan tingkat tekanan yang dikenakan pada sebuah organisasi dengan mengembangkan suatu issue. unit kebijakan dan perencanaan yang mungkin menyadari beberapa masalah.

profesi dan lainnya dengan opini. Faktor dominan dalam perkembangan issue dalam fase ini adalah liputan media. Tahap ini sangat penting karena memiliki efek mempercepat perkembangan issue. peraturan perundangan dan sosial dalam rangka mengidentifikasi issuetahap 2 serta mulai memformulasikan rencana tindakan untuk mengelola issue tersebut. Awalnya. walaupun beberapa ahli sudah mulai menyadari kehadiran issue tersebut. Kesadaran dan perhatian pada pihak suatu kelompok menyebabkan keputusan mereka untuk “melakukan sesuatu”. Di sini garis sudah tergambar dan konflik mulai timbul. sulit untuk menentukan apakah issue tersebut penting atau tidak. Bagaimanapun juga. Meski sulit untuk mengetahui apakah issue tersebut tak berkembang atau justru meningkat intensitasnya. Dalam banyak kasus. issue berkembang menjadi sebuah issue publik yang dapat menjadi bagian dari proses kebijakan publik. masih relatif mudah bagi organisasi untuk ikut campur dan memainkan peranan proaktif dalam pencegahan atau pengeksploitasian perkembangan issue tersebut. Sebelum issue mencapai tahap berikutnya. nilai atau kepentingan yang dapat diperbandingkan. Tahap pemunculan issue ini mengindikasikan peningkatan bertahap pada tingkat tekanan terhadap organisasi tersebut untuk menerima issue.Issue mulai menguat ketika suatu organisasi/kelompok berencana untuk melakukan sesuatu yang memiliki konsekuensi bagi orang atau kelompok lain. Ketika momentum terbentuk di dalam media massa. TAHAP 3 – Organisasi: Issue yang Tengah Berlangsung dan Issue Krisis . Jadi yang kita lihat dalam tahap awal ini adalah kondisi/peristiwa nyata yang mempunyai potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang penting. Bagaimanapun juga tipe issue yang ada dalam fase ini biasanya belum terlihat oleh para pakar atau perhatian publik. hal ini terjadi di dalam media spesialis yang relevan dari kelompok-kelompok yang berkepentingan. Karena itu sangat penting bagi perusahaan yang menjadi target untuk melakukan monitor yang reguler dan efektif terhadap lingkungan bisnis. TAHAP 2 – Mediasi dan Penguatan Suara: Issue yang Muncul ke Permukaan Ketika beberapa kelompok muncul dan garis telah tergambar. industri. dan kadangkadang issue tersebut dibiarkan menguap begitu saja karena manajemen lebih memperhatikan masalah lain yang dianggap lebih penting. Pada tahap perkembangan issue ini. mereka yang terlibat kadang-kadang mencoba untuk menarik perhatian media sebagai alat untuk mempercepat perkembangan issue. peningkatan ini adalah hasil dari kegiatan oleh satu atau beberapa kelompok ketika mereka mulai mendorong atau melegitimasi issue. Liputan ini akan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan sebagai penyebab issue berkembang. suatu proses mediasi dan penguatan suara hadir di antara para individu dan kelompok yang mungkin memiliki pandangan sama dan mungkin diharapkan untuk bereaksi dalam cara yang sama. umumnya mereka yang terlibat merasa sedikit sulit mengenali bahwa sebuah konflik mungkin timbul. Pada tahap 1. namun pihak manajemen seharusnya tidak berdiam diri saja. beberapa kelompok atau individu secara umum mulai menetapkan suatu target kredibilitas tertentu dalam perhatian mereka serta mencari dukungan dari para pembentuk opini yang dapat terlibat pada tingkatan tertentu dalam masalah tersebut. Pada poin ini.

saling berhubungan dengan baik. Dalam proses kebijakan publik. ia akan mencapai ketinggian dari tekanan yang memaksa sebuah organisasi untuk menerimanya tanpa persiapan. baik resolusi yang dapat diterima menurut kepentingan mereka atau setidaknya yang dapat meminimalkan kerusakan potensial. sehingga mengakibatkan perubahan kebijakan publik bahwa setiap tanker pengangkut minyak mentah yang melewati laut harus dirancang memiliki dua badan kapal. Seringkali mereka adalah kelompok-kelompok yang terdiri dari para individu dengan tingkat komitmen beragam yang menghadapi suatu problem yang sama. A. atau mereka bisa sangat terorganisir. menyadari bahwa problem tersebut hadir dan mereka bersatu dengan beberapa cara untuk melakukan sesuatu terhadap problem tersebut. baik melalui perubahan peraturan perundangan atau ketetapan. Selanjutnya. masyarakat atau para kelompok ini harus dilihat sebagai sesuatu yang dinamis.S. Pihak-pihak berbeda yang terlibat menyadari pentingnya issue tersebut dan sebagai respon. TAHAP 4 – Resolusi: Issue Laten Sekali issue mendapatkan perhatian publik secara resmi dan memasuki proses kebijakan. Objek dari proses kebijakan publik adalah pemaksaan atas pembatasan yang tidak dikondisikan kepada seluruh pihak terhadap konflik tersebut. Contohnya adalah ketika Exxon Corporation di tahun 1989 menumpahkan minyak mentah di perairan dekat California. Kelompok-kelompok ini tidak statis dan tingkat organisasi mereka. Jadi sekali issue telah menjalani siklus penuh. serta didanai oleh suatu komitmen yang intens dan fokus. Akhirnya. pendanaan serta pengetahuan akan medianya sangat beragam. sebuah issue yang dibiarkan saja atau terlambat diidentifikasi sehingga terlanjur berkembang dan mencapai siklus yang penuh akan berubah menjadi krisis. menekan institusi peraturan perundangan agar turut terlibat. usaha untuk meredakan konflik menjadi lebih lama serta mahal. konflik mencapai tingkat yang terlihat oleh publik yang akhirnya mendorong issue tersebut ke dalam proses kebijakan publik. hampir tidak ada waktu ketika issue berubah dari status “tengah berlangsung” menjadi “krisis” untuk mencapai institusi formal seperti otoritas peraturan perundangan yang memiliki kekuasaan untuk ikut campur dan memaksakan batasan terhadap organisasi/industri tersebut sebagai cara untuk meredakan situasi. Mereka mungkin adalah jaringan informal yang terdiri dari orang-orang yang berbagi informasi melalui internet dalam mencari resolusi atas suatu konflik. . Posisi-posisi menguat. perhatian publik yang meningkat memotivasi para pemimpin berpengaruh untuk menjadi bagian dari konflik yang timbul dan tekanan terhadap institusi terkait untuk mencari resolusi atas konflik tersebut pun meningkat. Pada fase “tengah berlangsung”. issue telah berkembang dan menunjukkan potensi penuh terhadap mereka yang terlibat. Seperti yang digambarkan oleh diagram siklus issue. Ketika kelompok-kelompok ini menggerakkan sudut pandang dan tujuan mereka serta mencari cara mengkomunikasikan posisi mereka. Menjadi sulit untuk mengubah issue karena ia sudah menjadi permanen dan menyebar dengan intensitas yang meninggi. baik untuk keuntungan atau untuk kerugian mereka.Mediasi membawa tingkatan beragam terhadap organisasi. Beberapa kelompok mulai mencari resolusi atas konflik tersebut.

mengevaluasi dampak mereka dan menempatkan prioritas. Hal yang sama dapat dikatakan terhadap bisnis yang menggunakan pemonitoran issue untuk mengukur lingkungan kebijakan publik. Para praktisi humas harus sensitif terhadap kekuatan kebijakan publik dan membantu dalam perencanaan perusahaan serta dalam pembentukan etika bisnis. dengan sebuah fokus utama yakni memperhatikan hubungan dengan para stakeholder-nya: a. “Getting the house in order” Artinya adalah memeriksa permintaan untuk mendapatkan komitmen yang layak atas masalah-masalah tanggungjawab sosial perusahaan.IV. mereka dapat meningkatkan kemungkinan kesuksesan kampanye komunikasi mereka. Fungsi-fungsi ini harus ada secara konstan dan terintegrasi serta terfokus pada tugas utama yakni membantu organisasi. para . menganalisa dan mengkomunikasikan. Jika perusahaan bisa terlibat sebelum issue meluas. 2003:44-46) menyatakan bahwa fungsi-fungsi yang dibutuhkan bagi manajemen issue adalah pengidentifikasian berbagai issue dan tren. tapi perubahan kebijakan publiklah yang memegang peranan. Kompleksitas yang lebih tinggi telah digunakan dalam usaha untuk memproses sistem manajemen informasi yang strategis. Pertahanan yang kuat dan penyerangan yang cerdas Manajemen issue menawarkan landasan. alat dan dorongan agar terlibat dalam diskusi issue kebijakan publik sedini mungkin. Sebagai tambahan terhadap polling pengumpulan pendapat langsung dan survey. memonitor. Kunci dari tugas-tugas tersebut adalah merencanakan. melalui manajemennya. karena informasi seperti itu dapat menawarkan kesempatan bisnis. Heath & Cousino mengidentifikasikan empat kebutuhan fungsi umum agar sebuah perusahaan dapat memaksimalkan posisinya serta memelihara lingkungan kebijakan publiknya secara positif. b. membenarkan pembatasan atau perubahan atas kegiatan bisnis serta mengarahkan standar bagi operasi perusahaan. Perencanaan dan operasi yang cerdas Bila para ahli manajemen issue cakap dalam menangkap perubahan penting di lingkungan kebijakan publik. c. maka informasi itu harus diintegrasikan ke dalam rencana bisnis strategis dan strategi manajemen korporat. LANGKAH-LANGKAH PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ISSUE 1. Mengeksplorasi landasan Apa yang dipercaya perusahaan sebagai karakter dari pasar mungkin adalah untuk mempengaruhi rencana bisnis strategis mereka. Esensi menjadi organisasi yang bertanggungjawab dalam dunia modern ini adalah dengan bergerak dari menangani permintaan-permintaan eksternal hingga bagaimana memenuhi permintaan-permintaan tersebut sebaik-baiknya dalam konteks teknis dan ekonomis perusahaan. menetapkan posisi suatu perusahaan. Fungsi yang dibutuhkan Manajemen Issue US Public Affairs Council (Regester & Larkin. Riset di AS menemukan bahwa kekuatan pasar tidak menentukan nasib perusahaan. d. merancang tindakan dan respon dari perusahaan untuk membantu mendapatkan posisi tersebut serta mengimplementasikan rencana.

daerah. Menganalisa situasi saat ini akan menentukan intensitasissue yang tengah berlangsung. penting Faktor seperti tingkat dampak serta kemungkinan bahwa issue akan berkembang dalam periode waktu yang dapat diprediksi juga harus dipertimbangkan.pakar menggunakan teknik ilmiah sosial untuk menawarkan cara melihat bagaimana issue dapat diidentifikasi. 2001) a. Tujuannya adalah menentukan asal issue tersebut yang seringkali sulit karena biasanya issue tidak muncul hanya dari satu sumber saja. perusahaan akan dapat menentukan issue apa yang akan dimonitor dan dianalisa ketika mereka memproses rencana kebijakan publik dan strategis mereka. agak terkontrol. struktur organisasi dan politisnya serta karakter dari analisa issue kebijakan publik. industri. teknologis Sumber Respon: sistem bisnis. Chase. nasional. Setelah itu. tahap kedua dimulai. ekonomis. 2003:59-60. Pengalaman organisasi di masa lampau dan saat ini baik internal maupun eksternal juga harus disertakan. sebaiknya diadakan riset kualitatif dan kuantitatif. Riset aplikasi tentang hubungan issue terhadap perusahaan harus ditargetkan pada para pembentuk opini dan penanggungjawab media. Pengecekan terhadap posisi perusahaan pada saat ini serta kekuatan dan kelemahannya dalam memposisikan diri untuk berperan dalam pembentukanissue akan membantu untuk memberikan fokus yang jelas bagi tahap perencanaan tindakan. Tahap riset dan analisa awal ini akan membantu mengidentifikasi apa yang dikatakan oleh para individu dan kelompok berpengaruh tentang issue-issue dan memberikan ide yang jelas pada manajemen tentang asal serta perkembangan issue-issue tersebut. b. Issueissue tersebut dapat diklasifikasikan berdasarkan: Jenis: sosial. Kunci menjadikan kegiatan ini efektif adalah pemahaman kultur perusahaan. departemen Geografi: internasional. terkontrol Kepentingan: segera. Proses ini membutuhkan lebih dari sekedar survey pendapat publik yang diadakan secara periodik. 1984:38-68. Untuk itu. Harrison. 2. anak perusahaan. dimonitor dan dianalisa. politis. Identifikasi Issue: Tujuan utama identifikasi issue adalah untuk menempatkan prioritas awal atas berbagai issue yang mulai muncul. Analisis Issue: Setelah issue yang muncul diidentifikasi dan diprioritaskan. lokal Jarak terhadap kontrol: tak terkontrol. Model Proses Manajemen Issue dari Chase & Jones (Regester & Larkin. regional. perusahaan. .

Pemrograman Tindakan terhadap Issue: Setelah memilih satu dari ketiga pendekatan di atas untuk merespon setiap issue. organisasi harus memutuskan kebijakan yang mendukung perubahan yang diinginkan untuk masuk ke tahap keempat. e. Keengganan untuk berubah ini jarang menyisakan ruang bagi kompromi terhadap masalah legislatif. Terdapat tiga pilihan untuk menghadapi perubahan tersebut sebagai berikut: 1) Strategi Perubahan Reaktif: Mengacu pada keengganan suatu organisasi untuk berubah dengan penekanan pada melanjutkan sikap lama. Tahap ini membutuhkan koordinasi sumber-sumber untuk menyediakan dukungan maksimal agar tujuan dan target dapat tercapai. seperti yang diperlihatkan gambar di bawah ini: . Pilihan Strategi Perubahan Issue: Tahap yang melibatkan pembuatan keputusan-keputusan dasar tentang respon organisasi.c. 3) Strategi Respon Dinamis: Mengantisipasi dan mengusahakan untuk membentuk arah keputusan kebijakan publik dengan menentukan bagaimana berkampanye melawanissue akan dilakukan. Evaluasi Hasil: Akhirnya. semakin sedikit pilihan yang tersedia dan semakin mahal biayanya. Pendekatan ini berlandaskan pada perencanaan untuk mengantisipasi perubahan serta menawarkan dialog konstruktif untuk menemukan sebuah bentuk kompromi atau akomodasi. Regester& Larkin (2003:60-61) mengingatkan bahwa semakin lama issue bertahan. d. Pendekatan ini menjadikan organisasi sebagai pelopor pendukung perubahan. 2) Strategi Perubahan Adaptif: Menyarankan pada keterbukaan terhadap perubahan serta kesadaran bahwa hal ini tidak bisa dihindari. contohnya dengan berusaha untuk menunda keputusan kebijakan publik yang tidak bisa dihindari. dibutuhkan riset untuk mengevaluasi hasil program yang didapat (actual) dibandingkan dengan hasil program yang diinginkan.

B i a y a Waktu Issue Pilihan Biaya .

. b.3. 2003:99-102): a. penekanan dalam tim manajemen adalah pada mendengarkan dan mempelajari. mengalokasikan sumber serta mengarahkan implementasi program. Mereka yang terlibat harus terjaga. Tanggungjawab khusus harus dibagikan.Berikut adalah karakteristik contoh gugus tugas: Senioritas untuk mengambil keputusan. Fase Eksplorasi: Tahap ini mengindikasikan urgensi yang meningkat terhadap pentingnya issue. Suatu gugus tugas dapat dibentuk untuk memudahkan alokasi tanggungjawab. Pengendalian dan Pengelolaan Issue Proses tambahan bagi model manajemen issue dalam Modul 1 (siklus issue dari Hainsworth & Meng) dapat dipetakan untuk menggambarkan peran pembuatan keputusan manajemen pada setiap fase (Regester & Larkin. Latar belakang informasi dan riset harus digunakan selengkapnya serta mengadakan pemonitoran infrastruktur. rendah hati. kesadaran organisasi ditingkatkan dan proses analisa serta pembentukan opini dimulai. Fase Kesadaran: dipetakan pada tahap 1 dari siklus issue – issue potensial. Di sini. terbuka. penasaran serta tertantang.

Fase Penyelesaian: Tahap ini adalah periode relaksasi yang harus menurunkan tingkat keterlibatan manajemen senior. Fase Implementasi: Tahap ini melibatkan pengambilan langkah-langkah yang sesuai untuk membuat keputusan manajemen dilaksanakan. Fase Modifikasi: Pengukuran dan evaluasi dari tindakan yang tengah dijalankan serta hasilnya.Ukuran disiplin direpresentasikan dan akses yang sesuai atas informasi untuk tujuan pengambilan keputusan. e. TPM iea nrn gha kaj ate . Tim manajemen harus mengukur dan memutuskan secara objektif terhadap beberapa alternatif yang diperlihatkan seraya mendorong pemikiran yang luas dan kreatifitas dalam memformulasikan suatu rencana tindakan. sehingga penyesuaian atau perbaikan terhadap rencana tindakan dapat dibuat. respon yang lamban serta kebocoran informasi yang sensitif. Kemampuan untuk mengkombinasikan keahlian analitis dan kreatif dengan tindakan serta pengambilan keputusan yang terfokus dan cepat. Fase Pembuatan Keputusan: Pada tahap ini perusahaan harus mempertimbangkan tindakan. d. Akses yang mudah untuk mengatur rapat serta ‘jaringan’ informasi. fleksibilitas dan informalitas dalam metode bekerja. Meminimalisir arus kertas untuk menghindari birokrasi. c. Kegiatan kunci melibatkan delegasi yang sesuai dan menjamin implementasi atas perubahan yang dihasilkan manajemen dalam organisasi. f. Kesadaran yang lebih luas atas issue tersebut di dalam perusahaan ditingkatkan pada tahap ini dan analisis serta proses pembentukan opini dimulai.

tim ae nn Waktu a b c d e f .

juga dapat membantu mengeksploitasi kesempatan atau melindungi kebijakan organisasi ketika terdapat potensi bagi perubahan sosial yang penting. Tekanan-tekanan dari pasar yang dinamis. c. 2003:102-112). Database tersebut dibentuk berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: . kita dapat menempatkan prioritas dan mengambil keputusan tentang berapa lama dan berapa besar sumber daya yang diperlukan untuk mengatasi issue-issue tersebut. kinerja keuangan. berdasarkan kerangka pendekatan dalam proses terdahulu merupakan titik awal vital. Hal ini harus mencakup apa yang terjadi bila issue dibiarkan. serta pengukuran bagaimana khalayak kunci mungkin terkena dampak oleh issue tersebut. lihatlah pada kesempatan-kesempatan serta ancaman terhadap serangkaian skenario yang berbeda. Mengantisipasi issue dan menetapkan prioritas Membentuk gugus tugas internal. Sesi pertukaran pikiran dan analisadatabase harus memfokuskan pada penjawaban pertanyaan-pertanyaan berikut: Siapa kompetitor langsung dan tak langsung serta faktor sosial atau regulasi apa yang harus kita hadapi? Perubahan apa yang harus kita antisipasi dalam pasar serta dalam lingkungan politis dan sosial yang lebih luas 12 bulan mendatang dan masa-masa ke depan? Faktor-faktor apa yang mungkin berdampak pada cara kita bekerja? Peristiwa khusus apa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak pada kemampuan kita untuk memelihara dan mengembangkan pasar kita? Sekali issue-issue ini dapat teridentifikasi. reputasi perusahaan serta prospektif bagi regulasi atau bahkan pengadilan.Manajemen issue yang efektif dapat membantu membangun manfaat dan penjualan yang kompetitif. Merekomendasikan posisi organisasi terhadap issue Analisa dari langkah sebelumnya harus menyediakan database untuk mengembangkan suatu posisi yang direncanakan untuk menciptakan dukungan mayoritas terbesar dari para individu atau kelompok-kelompok yang terkena dampak. menetapkan sebuah rencana lima langkah untuk membantu mencanangkan sebuah sistem manajemen issue yang telah berhasil dipraktekkan di lapangan: a. Juga harus ada ringkasan kemana arah issue mungkin berkembang. terutama dalam pasar yang baru. b. memulai atau merencanakan berbagai issue penting. kegiatan kompetitor serta ketersediaan sumber daya dapat menyulitkan dalam mengantisipasi. Menganalisa Issue Kembangkan analisa issue yang singkat dan formal. Hal ini akan memberikan pada manajemen pandangan yang luas atas issue serta efeknya pada sejumlah area seperti penempatan posisi produk di pasar. Kerry Tucker & Bill Trumpfheller (Regester & Larkin.

konsumen dan kelompok-kelompok berkepentingan serta media massa yang sudah mendapatkan informasi. Akhirnya. serta kriteria untuk menyeleksi mereka termasuk: Siapa yang dimintai nasehat/saran oleh anggota kelompok target kita atas issue tersebut? Siapa yang akan dipercayai oleh komunitas (konsumen. target. . pesan. pelanggan) dan masyarakat luas atas issue tersebut? Siapa yang mempunyai kredibilitas paling baik untuk memperbaiki posisi kita terhadap issue tersebut? Siapa yang mungkin terbuka terhadap posisi kita atas issue tersebut? e. Memperbaiki sikap khusus yang berhubungan dengan posisi perusahaan akan membawa perkembangan pada sisa proses perencanaan. evaluasi kemajuan harus dimasukkan ke dalam rencana untuk menjamin bahwa target-target kunci dipenuhi. Mengidentifikasikan kelompok dan pembentuk opini yang dapat memperbaiki posisi kita Kelompok-kelompok dan para individu ini akan terlihat melalui pertanyaan berikut: Siapa yang membuat keputusan atas issue tersebut? Siapa yang mungkin mendukung posisi kita? Siapa yang mungkin tidak akan mendukung posisi kita? Siapa yang dapat menjadi target kita untuk membuat perubahan terbesar dalam memperbaiki posisi kita? Jika mungkin. Mengidentifikasi sikap yang dikehendaki Hal ini merupakan poin yang sering gagal diperhatikan. riset harus dilaksanakan untuk memvalidasikan asumsi yang dibuat tentang kelompok-kelompok selama tahap analisa. yakni: strategi komunikasi dan pemasaran. arah issue tergambarkan serta penyesuaianpenyesuaian dibuat jika memungkinkan. diikuti oleh industri berpengaruh atau asosiasi karyawan.Siapa yang terkena dampak? Bagaimana kelompok atau para individu yang terkena dampak ini memandang issue tersebut? Apa kemungkinan posisi dan kecenderungan sikap mereka? Apa informasi/data yang dapat kita kumpulkan untuk mendukung kasus kita? d. alokasi sumber daya serta anggaran. taktik. Para pembentuk opini. dapat menjadi pendukung kuat dalam berurusan dengan khalayak yang bervariasi. tujuan.

mengumpulkan dan memeriksa kembali data/riset yang relevan. perubahan regulasi serta inisiatif untuk posisi perusahaan yang positif. penting untuk membuat dan menyimpan database teknis dan ilmiah tentang berbagai informasi yang terkait. 3) Juara issue: Salah satu cara mengelola kebutuhan bagi pengumpulan dan analisis data adalah dengan menugaskan tiap issue kepada seseorang di dalam organisasi yang berpengalaman sesuai. Menjaga pendekatan yang fleksibel dan kreatif untuk mempertimbangkan ukuran perlawanan. . Berpikir secara positif dan proaktif secara menyeluruh. para “juara issue”. contohnya keamanan jangka panjang sebuah obat. sangat mudah terjebak menggunakan strategi defensive sehingga kehilangan kesempatan untuk mengamankan atau memperoleh kesempatan dukungan dari pra pembentuk opini. frekuensi pengecekan keamanan rutin serta peristiwa aktual yang terjadi pada fasilitas manufaktur.Implementasi kegiatan-kegiatan berikut ini sedini mungkin baik untuk memperoleh inisiatif dan perlindungan terhadap berbagai perkembangan yang tidak diharapkan: 1) Pembentukan gugus tugas: Identifikasikan gugus tugas yang berpengalaman/berasal dari sumber yang sesuai untuk menggambarkan serta mengelola strategi respon terhadapissue. Menilai kegiatan kompetitor/regulasi secara konstan serta merujuk pada pengalaman praktis yang sama dari perusahaan-perusahaan lain sebagai petunjuk pendekatan. keamanan publik atau lingkungan. 5) Database riset: Dalam sektor industri dimana ada potensi bagi resiko terhadap kesehatan. Pakar-pakar internal ini. kejarlah bisnis serta media massa yang lebih luas. latar belakang perusahaan/produk/servis. media serta publik. perlengkapan contoh presentasi. Memperoleh dan memonitor publikasi rekanan/publikasi para pakar yang relevan sedini mungkin untuk penilaian dan tindakan yang dibutuhkan. ketatnya sistem pemonitoran higienis dalam pemrosesan makanan. 2) Pertukaran pikiran dan analisa yang cerdas: Memonitor. Q&A. harus bertindak sebagai sumber informasi yang bisa dipercaya untuk membantu gugus tugas dan manajemen lain dalam perencanaan serta koordinasi aktivitas-aktivitas terkait. dan lain-lain. kontak referensi dan database riset. 4) Materi latar belakang untui briefing: Siapkan informasi latar belakang yang relevan dengan pemosisian organisasi yang diinginkan seperti pesan-pesan kunci.

dan lain-lain. Kelompokkelompok di atas berkomunikasi secara formal dan informal bersamaan. 8) Program informasi/pendidikan: Membangun dukungan pada lapisan paling bawah melalui pengorganisasian rapat komunitas. korespondensi. atur atau berikan data pada rapat-rapat serta diskusi meja bundar jika memungkinkan. dan lain-lain. pensponsoran program-program pendidikan serta riset. undangan untuk menghadiri simposium. Kegiatan yang serupa dapat dipertimbangkan bagi kelompok-kelompok pelanggan dan pemasok. Cobalah untuk menilai persepsi/opini mereka atas issue-issue potensial dengan mengklasifikasikan mereka ke dalam kelompok positif/netral/negatif. Pertimbangkan penggunaan taktik seperti pensponsoran riset dan publikasi. nasional dan internasional o Kelompok-kelompok lokal dan kelompok-kelompok penekan/berkepentingan lainnya Lakukan hubungan melalui kontak dan briefing informal. sehingga penting untuk memahami relasi di antara mereka serta potensi bagi agenda-agenda umum atas issue yang terkait dengan pemosisian organisasi. . 6) Manajemen hubungan: Membangun kesamaan dini melalui pengembangan dan pengelolaan hubungan berpengaruh dengan: o Para akademisi pendukung serta pembentuk opini lainnya o Wartawan yang terpelajar o Otoritas regulasi o Asosiasi industri dan karyawan o Unit-unit kebijakan o Kelompok politis pada tingkat lokal. roadshow serta penyediaan pelatihan/bantuan pendidikan untuk mendorong pemahaman dan minat yang lebih efektif. distribusi informasi. 7) Pengembangan pembentuk opini: Kontak dan bangun hubungan dengan para pembentuk opini potensial suportif yang bisa menjadi pendukung independent dan berpengaruh terhadap pemosisian perusahaan yang diinginkan.penggunaan pakar audit keamanan dan penilaian dampak independen untuk mendorong teknik praktek terbaik agar meminimalkan resiko kebocoran kimiawi atau minyak.

briefingdan lokakarya media. klasifikasikan ke dalam sikap editorial yang positif/netral/negatif dengan menggunakan ongoing basis dan segera ikuti dengan pernyataan penting.9) Masalah regulasi: Persiapkan diri untuk merespon secara proaktif terhadap pertanyaan-pertanyaan peraturan potensial yang terkait dengan kinerja organisasi. 11) Pendekatan “glocal”: Bertindak secara lokal namun berpikir secara global dalam mengelola issue. Ed. S. ‘Managing Issues & Influencing Public Policy’. 1984. Gregory.Sc. surat kepada publikasi spesialis. Public relations Review. Howard. U. The Handbook of Strategic Public Relations & Integrated Communications. Melatih juru bicara yang sesuai. mengeluarkan pernyataan pers. menjamin ketersediaan juru bicara. Vibert. 2001.S.E. W. produk & servis.. S. Summer 1985. Monitor liputan editorial dan jurnalis individual atau publikasi bagi kepentingan tertentu. Vineyard Publishing.A. Chase.. M. artikel bylined. Anne. Strategic Public Relations: A Practical Guide to Success – 2nd Edition.. DAFTAR REFERENSI Caywood.L. Issue Management: origins of the future. Crable. teknis dan pemasaran. 12) Membuat checklist untuk mempermudah perencanaan program manajemen issue. . Terjemahan Dewi Damayanti.S. bahkan pembentuk opini independen yang mendukung jika memungkinkan. akan dapat melintasi perbatasan nasional serta mulai secara cepat di negara-negara lain ketika agenda politis lokal atau kompetitor dapat menyebabkan ancaman-ancaman baru.d. Siapkan respon dan kembangkan informasi terkini yang relevan yang dapat dikirimkan secra teratur kepada otoritas yang sesuai. perusahaan.A: McGraw-Hill. Clarke L. Organisasikan program rapat untuk membangun hubungan serta menetralkan pelaporan tak menyenangkan yang potensial.: Issue Actions Publications Inc. U. Pertimbangkan implikasi bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang serupa... 10) Manajemen media: Bekerja sama dengan berbagai media massa (spesialis atau umum pada tingkat nasional/ regional/internasional) secara proaktif dengan membangun kontak. Harrison.S. untuk memutuskan apakah pendekatan koalisi mungkin lebih efektif. R. 2004. Jakarta: Penerbit Erlangga. juga industri secara keseluruhan. 1997. Kim. Perencanaan dan Manajemen Kampanye Public Relations. Ph. Harus menyadari ketika dampak sebuah issue terjadi di suatu pasar.

“Crisis Management & Issues Management” (The Basics of Public Relations). Kasali.Heath.. John. Judy Larkin. Manajemen Hubungan Masyarakat. Nelson. Regester.. Strategic Communications Management: Making Public Relations Work. R. Manajemen Public Relations: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: IPM Public Relations.. Michael. New Delhi: Crest Publishing House. Laura Mazur. Putra.A. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Jakarta: PT. 1999. 24 Juni 1995. Newbury Park: 1986. 1995. Wongsonagoro. White. Maria. R. Issue Management. Pusaka Utama Grafiti. Rhenald. . Risk Issues and Crisis Management in Public Relations. 2003. I Gusti Ngurah. Great Britain: Addison-Wesley Publishers Ltd. 2003.L.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->