P. 1
Hasil Laporan Pengamatan Jaringan Tumbuhan

Hasil Laporan Pengamatan Jaringan Tumbuhan

3.0

|Views: 4,765|Likes:
Published by Febian Hazmi

More info:

Published by: Febian Hazmi on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.

T karena atas karunia, rahmat dan hidayah-Nya, maka laporan penelitian ini dapat kami selesaikan dalam rangka pemenuhan tugas biologi. Laporan ilmiah ini merupakan tugas dari mata pelajaran biologi mengenai jaringan tumbuhan. Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tumbuhan memiliki jaringan dengan fungsi-fungsi tertentu, ada yang berfungsi untuk regenerasi sel, pertumbuhan, pengangkutan makanan, proteksi, dan sebagainya. Selain melakukan fungsi-fungsi yang telah disebutkan tadi, jaringan tumbuhan juga dapat dimanfaatkan untuk perkembangbiakan tanaman yang disebut dengan kultur jaringan. Untuk itu, kami melakukan pengamatan tentang jaringan tumbuhan untuk mengetahui lebih dalam dan luas yang kemudian kami tuangkan ke dalam laporan ini. Dalam laporan ini dijelaskan mengenai jenis-jenis jaringan tumbuhan, karakteristiknya, maupun hal-hal lain yang berkaitan. Selain itu dalam penelitian dilakukan dengan mikroskop untuk melihat jaringan tumbuhan dan bagiannya yang bersifat mikroskopis sehingga terlihat perbedaan antara jenis jaringan tumbuhan yang satu dengan jenis jaringan tumbuhan yang lain. Demikianlah laporan ini, semoga apa yang kami amati dan laporkan dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan untuk kita semua. Terutama untuk menggali lebih dalam kekayaan hayati yang ada di sekitar kita.

1. bentuk. dan Rhoe discolor.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Rumusan Masalah a. bambu jepang. 1. Apa saja bagian – bagian tubuh dari jaringan pada bagian tumbuhan yang di amati? 1. bagian dan struktur dari jaringan pada bagian tumbuhan yang . xylem dan floem ini memiliki ciri dan funsi khusus dalam proses pengangkutan pada tumbuhan. Dengan dilakukannya pengamatan maka diharapkan nantinya dapat diketahui bagaimana bentuk – bentuk jaringan tumbuhan beserta bagiannya secara rinci. Dalam tumbuhan terdapat jaringan pengankut yang tersusun atas xylem dan floem. Bagaimanakah bentuk floem pada tumbuhan? c. dan fungsi khusus. pacar air. Bagaimanakah bentuk xylem pada tumbuhan? b. Bagaimana struktur anatomi dan morfologi jaringan pada bagian tumbuhan yang di amati? d.1 Latar Belakang Masalah Tumbuhan yang merupakan organisme multiseluler tersusun atas berbagai jaringan yang beragam. Untuk mengetahui bagaimana anatomi dan morfologi dari jaringan-jaringan penyusun tumbuhan maka diadakanlah pengamatan terhadap beberapa tumbuhan seperti bayam. serta dapat mengetahui dan memahami struktur jaringan pada bagian tumbuhan tersebut.4 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat memahami dan mengetahui secara langsung bagaimana bentuk. Jaringan-jaringan tersebut masing-masing memiliki ciri.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengamati bentuk xylem dan floem juga jaringan tumbuhan pada bagian tumbuhan yang diamati.

1.  Batang bambu jepang memiliki kambium.  Akar pacar air tidak memiliki floem.  Batang pacar air tidak memiliki kambium.  Epidermis rhoe discolor tidak memiliki stomata. .diamati. Serta dapat xylem dan floem juga jenis jaringan tumbuhan yang diamati berdasarkan ciri-ciri khusus yang telah ditetapkan melaui pengamatan. Dapat mengetahui bentuk dari xylem dan floem.5 Hipotesis  Batang bayam tidak memiliki kambium.

sedangkan jaringan dewasa adalah Jaringan yang sel-selnya secara umum tidak dapat mengalami pembelahan. tidak termasuk alga hijau.  .000 jenis tumbuhan lumut.000 spesies organisme termasuk di dalamnya. terna. Dari jumlah itu. serta sejumlah alga hijau. contohnya kambium. Jaringan pada tumbuhan berdasarkan kemampuan membelahnya dibagi menjadi dua. Meristem Sekunder Jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer yang sel-selnya mengalami diferensiasi namun masih memiliki kemampuan membelah. Tercatat sekitar 350. Meristem Primer Jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa dan masih membelah diri. Jaringan meristem terdiri atas sel yng memiliki ciri-ciri sel berukuran kecil. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. memiliki dinding sel dan plastida. tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam Regnum Plantae. Di dalamnya masuk semua organisme yang sangat biasa dikenal orang seperti pepohonan. Berdasarkan asal pembentukannya. rerumputan. tumbuhan tersusun atas berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus dan ciri-ciri tertentu. Sel-sel meristem primer bagian apikal (daerah yang paling ujung) atau disebut juga meristem apikal.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18. yaitu:   Promeristem Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. dan menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi atau bertambah dalam. Karena letaknya yang berada pada meristem lateral. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. vakuola berukuran kecil dan kaya akan sitoplasma. 258. serta selny berbentuk kuboid atau prismatis. meristem sekunder menyebabkan tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder yakni bertambah lebarnya lingkar batang. memiliki nukleus yang relatif besar. Jaringan meristem adalah jaringan yang selselnya mengalami pembelahan secar aktif. Meristem sekunder umumnya ditemukan pada meristem lateral. Dibalik keragamannya. lumut. paku-pakuan. jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. berdinding tipis.Bab II Kajian Teori atau Tinjauan Kepustakaan Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang dapat memasak sendiri makanannya. semak. yakni Jaringan Meristem (Embrional) dan Jaringan Dewasa. Umumnya jaringan ini ditemukan pada ujung batang dan ujung akar yang mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. tidak bergerak secara aktif.

namun dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis. Meristem apikal selalu menghasilkan pemanjangan akar dan batang pada tumbuhan. yaitu pada akar. Pertumbuhan sekunder merupakan proses penebalan pada akar dan batang. Jaringan dewasa adalah jaringan yang bersifat non-merismatik. Pertumbuhan yang diawali oleh meristem apikal dikenal sebagai pertumbuhan primer. Sebenarnya. akan dihasilkan tunas apikal yang akan berkembang menjadi cabang samping. Jaringan epidermis berfungsi sebagai proteksi terhadap proses penguapan. yaitu tidak tumbuh dan berkembang lagi. yaitu: Meristem Apikal Meristem yang selalu terdapat di ujung akar dan batang tumbuhan. Jaringan yang berasal dari meristem interkalar disebut juga jaringan primer. Pertumbuhan sel yang dilakukan oleh meristem interkalar menyebabkan munculnya bunga. Meristem Interkalar Meristem yang terletak di antara jaringan meristem primer dewasa. Jaringan Epidermis Jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan. tumbuhan juga tersusun atas jaringan dewasa. Meristem Lateral Meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder. Dalam proses pemanjangan meristem apikal. daun. daun. Jaringan ini dibentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem. Ciri-ciri jaringan epidermis tumbuhan:  Terdiri atas sel hidup  Berbentuk persegi panjang  Selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel  Tidak memiliki klorofil kecuali sel-sel penjaga pada stomata  Mampu membentuk derivat jaringan epidermis  Dinding sel jaringan yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan. baik meristem primer maupun meristem sekunder.   Berdasarkan letaknya pada tumbuhan. dan hilangnya zat makanan. Menurut fungsinya. jaringan meristem interkalar merupakan bagian meristem apikal yang terpisah dari bagian utama meristem apikal dan tertinggal ketika meristem tersebut tumbuh. perubahan suhu. jaringan permanen dapat dibedakan menjadi lima. . Selain jaringan meristem. batang. dan bunga. Jaringan dewasa juga merupakan jaringan yang terspesialisasi. jaringan meristem dibedakan menjadi tiga. kerusakan mekanik. yaitu: 1. Spesialisasi jaringan tumbuhan merupakan pengkhususan sel-sel tumbuhan untuk mendukung fungsi sel tertentu. dan jaringan yang berasal dari meristem apikal disebut jaringan primer. Meristem ini umumnya terletak di tepi batang sehingga sering disebut juga sebagai kambium.

Jaringan Parenkim tersusun atas sel yang berbentuk balok. inti sel dekat dengan dasar sel. yaitu: .  Stomata Stomata merupakan modifikasi epidermis yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas pada daun. Fungsi Parenkim memperkuat kedudukan jaringan lain dan tempat melekatnya jaringan lain. Membantu penyerbukan bunga g. Velamen berfungsi sebagai alat penyimpan air. Jaringan Parenkim dikelompokan dibagi menjadi beberapa jenis Parenkim. 2. Membantu penyebaran biji e.Beberapa jaringan epidermis bermodifikasi sesuai fungsinya masing-masing. Berdasarkan fungsinya.  Lentisel Lentisel merupakan modifikasi epidermis yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas pada batang.  Kutikula Kutikula merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan menyimpan air. Alat “memanjat”  Spina Spina merupakan alat tambahan pada epidermis sel tumbuhan dibagian batang tumbuhan. berklorofil dan besar. Jaringan Parenkim Jaringan Parenkim merupakan jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua bagian tumbuhan.  Trikomata (bulu-bulu) Berfungsi: a. Spina terbagi menjadi dua. Mengurangi penguapan b. Meneruskan rangsangan c. ada ruang antar sel.Spina palsu: merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dibawah epidermis yaitu pada korteks batang. Spina palsu misalnya duri pada batang mawar. Spina asli misalnya spina pada bunga kertas (Bougainvillea) . serta bersifat embrional atau merismatis. Mengurangi gangguan dari manusia dan hewan d. selnya hidup.Spina asli: merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dari dalam stele batang. yaitu: . Kutikula tersusun atas beberapa sel yang lebih besar daripada sel epidermis.  Velamen Velamen merupakan lapisan sel mati dibagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung tumbuhan anggrek disebut epidermis ganda. Jaringan parenkim memiliki ciri-ciri: vakuola yang banyak. Membantu perkecambahan biji f.

.  Sklerenkim Terletak pada tanaman tua. tidak ada nukleus. tidak ada ruang antar sel. bersifat lentur. juga karena sel-selnya telah mengalami spesialisasi. Fungsinya untuk menyokong tumbuhan tua.  Kolenkim Terletak pada batang tanaman muda dan jarang ada di akar. Fungsinya untuk penguat tumbuhan muda dan herba. tidak ada ruang antar sel.  Parenkim Air Jaringan Parenkim yang mampu menyimpan air misalnya pada tumbuhan xerofit. Fungsi Jaringan Penyokong antara lain: menguatkan tegaknya batang dan daun. Strukturnya: memanjang kearah poros. Jaringan ini juga disebut sebagai jaringan penguat karena memiliki dinding sel yang tebal dan kuat. tidak ada vakuola. berlignin. berdinding sel tebal. Jaringan Penyokong Jaringan Penyokong merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. misalnya pada ubi dan rimpang. protoplasma mati (tidak aktif).  Parenkim Penimbun Jaringan Parenkim yang menyimpan cadangan makanan karena vakuolanya yang besar. Strukturnya: dinding sel tebal. Contohnya: kaktus  Parenkim Pengangkut Jaringan Parenkim yang ada disekitar xylem dan floem untuk mengangkut air dan zat makanan. Jaringan Penyokong terdiri dari Jaringan Kolenkim dan Jaringan Sklerenkim. memperkuat Jaringan Parenkim yang menyimpan udara serta melindungi berkas pengangkut. melindungi biji atau embrio. punya noktah untuk menyuplai makanan. misalnya: tumbuhan hijau berkloroplas. 3.  Parenkim Penutup Luka Jaringan Parenkim yang memiliki kemampuan regenerasi dengan cara menjadi embrional kembali.  Parenkim Penyimpan Udara Jaringan Parenkim yang dapat menyimpan udara karena adanya ruang antar sel yang besar. terdiri dari sel mati. penebalan disudut-sudut (tidak merata). Parenkim Asimilasi Jaringan Parenkim tempat pembuatan zat-zat pembuatan melalui proses fotosintesis. terdiri dari sel hidup.

yaitu:  Xylem (pembuluh kayu) Merupakan Jaringan Pengangkut yang berfungsi menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun. Floem dicirikan dengan adanya komponen pembuluh tapis dan sel pengiring.  Floem (pembuluh tapis) Merupakan Jaringan Pengangkut yang berfungsi menyalurkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan. Berfungsi untuk melindungi jaringan lain yang berada dibawahnya dari kekeringan dan gangguan mekanik. Tersusun dari parenkim xylem dan serabut xylem serta trakeid dan komponen pembuluh. Jaringan Pengangkut Jaringan Pengangkut merupakan jaringan yang mengangkut air dan unsur hara serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian tumbuhan ke bagian lain. Jaringan Pengangkut dibagi menjadi dua kelompok. Sel gabus bentuknya memanjang dengan dinding bergabus. Jaringan Gabus Jaringan Gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. Tersusun dari sel-sel yang berbentuk piramid. .4. 5. Berdasarkan fungsinya.

Rhoe discolor. Pacar Air.     3.         Bahan Penelitian Bayam. Biologi SMAN 3 TANGERANG SELATAN. Instrumen Penelitian Mikroskop cahaya Kaca objek Kaca penutup Gelas Kimia Pipet tetes Silet Tissue atau lap Alat tulis .BAB III METODOLOGI PENGAMATAN 3. 3.1. Bambu Jepang.3.2. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu : Kamis – 12 April 2012 Tempat : Lab.

. 12. 9. 11. batang pacar air . Bahan dan alat yang akan digunakan dipersiapkan secara rapi dan benar. 6. Semua bagian tumbuhan yang telah disayat diamati secara bergantian. Hasil yang terlihat pada mikroskop digambar diatas kertas hvs untuk dijadikan sumber data penelitian. Sampel jamur tadi ditaruh dibawah lensa mikroskop cahaya. Kaca objek dan kaca penutup disiapkan. 5. 4. semua alat dan bahan dibersihkan dengan lap atau tissue. Setelah pengamatan selesai. 10. Sampel bagian-bagian tumbuhan ditaruh diatas kaca objek yang sudah ditetesi air dan ditutup dengan kaca penutup secara perlahan agar tidak ada gelembung udara. 14. 7. Batang bayam. 8. Masing-masing tumbuhan dipisahkan.4. Air diambil dengan menggunakan pipet untuk membasahi kaca objek. Cara Kerja 1. Kaca objek dan kaca penutup dibersihkan dan dikembalikan ke tempat sebelumnya. batang bambu jepang. Epidermis Rhoe discolor dan stomata Rhoe discolor disayat secara longitudinal.3. Jumlah cahaya dan perbesaran diatur sedemikian rupa sehingga objek terlihat dengan baik. 3. 2.akar Rhoe discolor disayat secara melintang. 13. Sampah hasil penelitian dibuang agar laboratorium kembali bersih.

BAB IV HASIL PENELITIAN 1. Batang Bambu Jepang Hasil yang terlihat pada mikroskop cahaya saat pengamatan adalah bambu jepang tidak memiliki kambium. 2. . Batang Bayam Hasil yang terlihat pada mikrosop cahaya saat pengamatan adalah bayam tidak memiliki kambium.

3. juga memiliki empulur ditengahnya. Akar Pacar Air Akar pacar air memiliki xylem dan floem untuk proses pengangkutan. 5. Batang Pacar Air Hasil yang terlihat pada mikroskop cahaya saat pengamatan adalah batang pacar air tidak memiliki kambium. 4. Epidermis Rhoe discolor .

terdapat stomata yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Stomata Rhoe discolor Rhoe discolor memiliki stomata yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. 6. .Pada bagian epidermis tanaman Rhoe discolor.

BAB V KESIMPULAN .

Daftar Pustaka .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->