P. 1
Makalah Psikologi Kesehatan Remaja

Makalah Psikologi Kesehatan Remaja

|Views: 766|Likes:
Published by Kartika Amiruddin

More info:

Published by: Kartika Amiruddin on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembangunan Nasional pada hakikatnya bertujuan untuk menumbuhkan sikap dan tekad kemandirian manusia dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin yang lebih selaras. Untuk mencapai tujuan tersebut, bangsa Indonesia telah melakukan berbagai upaya salah satunya adalah upaya dalam pembangunan kesehatan. Salah satu sasaran pembangunan kesehatan adalah mewujudkan generasi muda yang sehat sebagai sumber daya manusia yang produktif dan mampu berperan serta secara aktif dalam Pembangunan Nasional. Upaya untuk mewujdkan hal tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas psikologi kesehatan remaja. Selama ini perhatian masyarakat hanya tertuju pada upaya peningkatan fisik dan kurang memperhatikan non-fisik, yang juga merupakan factor penentu dalam menetukan keberhasilan seorang remaja di kemudian hari. Faktor mental emosional yang tidak diperhatikan menyebabkan seorang remaja hanya sehat fisiknya, namun secara psikologis rentan terhadap stress dan tekanna hidup. Remaja yang demikian akan mudah mengalami masalah psikologi kesehatan. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Oleh karena itu disebut juga sebagai masa pancaroba yang penuh gejolak dan keadaan tak menentu. Tak dapat dipungkiri bahwa lingkungan sangat berperan aktif dalam proses perkembangan psikologi remaja. Agar dapat meningkatkan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan psikologi kesehatan remaja, maka orang tua dan masyarakat perlu meningkatkan pengetahuannya tentang lingkungan yang kondusif bagi psikologi kesehatan remaja, meliputi: lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat sehingga akan tercipta remaja yang tangguh dan berkualitas; sehat fisik, mental, serta social; dan mempunyai kepribadian yang tangguh dan bermoral tinggi.
Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja”

1

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas. Bagaimana pengaruh lingkungan terhadapa psikologi kesehatan remaja ? Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 2 . Apa yang dimaksud dengan psikologi kesehatan remaja ? 2. maka makalah ini mengangkat permasalahan sebagai berikut: 1.B.

Psikologi Kesehatan Remaja Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan. pada dasarnya semua kesukaran dan persoalan yang muncul pada fase perkembangan remaja ini dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. dan perjuangannya secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasi mereka pada level orang-orang dewasa. jika orangtua. remaja dengan guru bahkan dikalangan remaja itu sendiri. Fase perkembangan remaja ini berlangsung cukup lama kurang lebih 11 tahun. guru dan masyarakat. Persoalan paling signifikan yang sering dihadapi remaja sehari-hari sehingga menyulitkannya untuk beradaptasi dengan lingkungannya adalah hubungan remaja dengan orang yang lebih dewasa. Dimana dapat kita lihat seringkali terjadi pertentangan antara remaja dengan orangtua. perkembangan kesehatan mental remaja dan mampu meningkatkan kepercayaan diri remaja. mulai usia 11-19 tahun pada wanita dan 12-20 tahun pada pria. Fase perkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan adalah karena dalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa. Dapat dipastikan bahwa seseorang yang sedang dalam keadaan transisi atau peralihan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain seringkali mengalami gejolak dan goncangan yang terkadang dapat berakibat buruk bahkan fatal (menyebabkan kematian). Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 3 . 2001) Namun. Kesulitan dan persoalan yang muncul pada fase remaja ini bukan hanya muncul pada diri remaja itu sendiri melainkan juga pada orangtua. terutama sang ayah.(Syah.BAB II PEMBAHASAN A. Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara singkat dapat dijelaskan bahwa keberadaan remaja yang ada di antara dua persimpangan fase perkembanganlah (fase interim) yang membuat fase remaja penuh dengan kesukaran dan persoalan. guru dan masyarakat mampu memahami perkembangan jiwa.

dapat juga mengajarkan adaptasi atau penyesuaian diri yang sehat pada remaja. Strategi ini selain dapat menciptakan iklim kepercayaan antara orangtua dan anak. dan sering menunjukkan sikap menantang otoritas orangtuanya. “Dimana kamu semalam?”. “Dengan siapa kamu pergi?”. dan merencanakan masa depannya. Pertanyaanpertanyaan tersebut pada dasarnya ditujukan oleh orangtua adalah karena kepedulian orangtua terhadap keberadaan dan keselamatan anak remajanya. Menurut pandangan para ahli psikologi keluarga atau orangtua yang baik adalah orangtua yang mampu memperkenalkan kebutuhan remaja berikut tantangan-tantangannya untuk bisa bebas kemudian membantu dan mensupportnya secara maksimal dan memberikan kesempatan serta sarana-sarana yang mengarah kepada kebebasan. Namun. proses pemahaman ini tidak terjadi secara cepat. Hal ini sangat membantu perkembangan. Perilaku mengalihkan masalah yang dihadapi dengan mengkonsumsi minuman beralkohol banyak Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 4 . namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. dan keseimbangan jiwa remaja.Seringkali orangtua mencampuri urusan-urusan pribadi anaknya yang sudah remaja dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. 2001) Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat tertangani secara baik. “Apa yang kamu tonton?” dan lain sebagainya. Selanjutnya para pakar psikologi menyarankan strategi yang paling bagus dan cocok dengan remaja adalah strategi menghormati kecenderungannya untuk bebas merdeka tanpa mengabaikan perhatian orangtua kepada mereka. bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Namun ditelinga dan dipersepsi anak pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti introgasi seorang polisi terhadap seorang criminal yang berhasil ditangkap. Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkan sifat kekanakkanakan. mengambil keputusan. kematangan. perlu kesabaran dan ketulusan orangtua di dalam membimbing dan mengarahkan anak remajanya. Selain itu remaja juga diberi dorongan untuk memikul tanggung jawab. mereka lebih konformitas pada kelompoknya dan mulai melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orangtuanya. (Mahfuzh. Remaja yang salah penyesuaian dirinya terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak realistis. Sejalan dengan perkembangan sosialnya.

seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental. bahkan sampai mencapai tingkat ketergantungan penyalahgunaan obat terlarang dan zat adiktif. dan sejenisnya. seperti berkendaraan secara ugal-ugalan. adalah umum dilakukan oleh remaja. serta penyuluhan tentang pencegahan terhadap HIV/AIDS. masalah bunuh diri dikalangan remaja berada pada tingkat yang memprihatinkan. Salah satu Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 5 . seperti Amerika. berarti kesehatan mental masyarakat makin rendah. sedangkan di lain pihak ia mulai memikirkan kehidupan secara mandiri dan terlepas dari pengawasan orang tua dan sekolah. Jepang. Berkaitan dengan pelepasan tangung jawab. penyuluhan tentang kehidupan berumah tangga. melakukan tindakan kekerasan. seperti sekolah. kabur dari rumah. dan berbagai pelanggaran hukum. Kesehatan mental masyarakat pada dasarnya tercermin dari segi-segi kesehatan mental remaja. meningkatnya angka delinkuensi. Selandia Baru. bunuh diri remaja. dalam bentuk program-program khusus. Pengaruh Lingkungan Terhadap Psikologi Kesehatan Remaja Perilaku remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan.dilakukan oleh kelompok remaja.Usaha bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukan dikalangan remaja. hidup secara sehat dan pencegahan penggunaan zat-zat adiktif. Di satu pihak. B. Perilaku tersebut misalnya keterlibatan remaja dalam perkelahian antar sesame. Makin tinggi angka delikuensi. Hal lain yang menjadi persoalan penting dikalangan remaja disemua negara adalah. remaja mempunyai keinginan kuat untuk mengadakan interaksi sosial dalam upaya untuk mendapatkan kepercayaan dari lingkungan. Sedangkan dinegara berkembang seperti Indonesia. perilaku tidak sehat remaja yang beresiko kecelakaan juga banyak dilakukan remaja. atau program-program yang dibuat khusus untuk kelompok remaja. dikalangan remaja juga sering dijumpai banyak usaha untuk bunuh diri. penggunaan obat dan ketergantungan pada zat adiktif. dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lain seperti programprogram kemasyarakatan. Program kesehatan mental remaja ini dapat dilakukan melalui institusi-institusi formal remaja. di Negara-negara maju.

dan orang dewasa lainnya) sangat besar. maka dapat timbul proses identifikasi yang salah. (2) Sikap orang tua yang permisif (serba boleh. 1. Untuk mencapai hubungan pola sosialisasi dewasa. Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 6 . membentuk kelompok sosial baru. merasa tidak berharga. selalu menuruti kehendak anak. dan nilai-nilai baru dalam memilih teman. di antaranya sebagai berikut (1) Sikap orang tua yang otoriter (mau menang sendiri. selalu memanjakan) akan menumbuhkan sikap ketergantungan dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan social di luar keluarga. Ia akan berkembang menjadi penakut. Usia 4-5 tahun dianggap sebagai titik awal proses identifikasi diri menurut jenis kelamin sehingga peran ibu dan ayah atau orang tua pengganti (nenek. juga harus menyesuaikan diri dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah.bagian perkembangan masa remaja yang tersulit adalah penyesuaian terhadap lingkungan sosial. sehingga proses sosialisasi menjadi terganggu. Pola Asuh Keluarga Proses sosialisasi sangat dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga. remaja harus membuat banyak penyesuaian baru. tidak pernah melarang. tidak memiliki rasa percaya diri. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan interpersonal yang awalnya berlum pernah ada. Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Lingkungan keluarga yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa remaja adalah sebagai berikut a. kakek. Ia harus mempertimbangkan pengaruh kelompok sebaya. perubahan dalam perilaku sosial. semua perintah harus diikuti tanpa memperhatikan pendapat dan kemauan anak) akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadian remaja. selalu mengatur. Apabilah proses identifikasi ini tidak berjalan dengan lancar.

dapat mempengaruhi perkembangan jiwa remaja. Pendidikan moral dalam keluarga adalah upaya menanamkan nilai-nilai akhlak atau budi pekerti kepada anak di rumah. (4) Sikap orang tua yang berambisi dan terlalu menurut anak-anaknya akan mengakibatkan anak cenderung mengalami frustasi. serta mau mendengarkan dan menghargai pendapat anak. Keluarga yang tidak lengkap. Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 7 . Kondisi ini akan menimbulkan keseimbangan antara perkembangan individu dan social. Pengertian budi pekerti mengandung nilainilai akhlak atau budi pekerti kepada anak di rumah. misalnya karena perceraian dan kematian. Remaja yang taat norma agama akan terhindar atau mampu bertahan terhadap pengaruh buruk di lingkungan. Sebaliknya. akan menumbuhkan persaingan tidak sehat dan saling curiga antar saudara. serta mau mengikuti keberadaan anak sebagai individu dan makhluk social. b. Kondisi keluarga Hubungan orang tua yang harmonis akan menumbuhkan kehidupan emosional yang optimal terhadap perkembangan kepribadian anak. akan mengikuti keberadaan anak sebagai individu dan makhluk sosiologi. sehingga anak akan memperoleh suatu kondisi mental yang sehat. Pengertian budi pekerti mengandung nilai-nilai berikut ini (1) Keagamaan Pendidikan agama diharapkan dapat menumbuhkan sikap anak yang mampu menjauhi hal-hal yang dilarang dan melaksanakan perintah yang dianjurkan. (5) Orang tua yang demokratis. orang tua yang sering bertengkar akan menghambat komunikasi dalam keluarga dan anak akan “melarikan diri” dari keluarga.(3) Sikap orang tua yang selalu membandingkan anak-anaknya. atau keluarga dengan keadaan ekonomi yang kurang. dan mersa tidak berharga. Menanamkan norma agama dianggap sangat besar perannya terutama dalam menghadapi situasi globalisasi yang berakibat pada bergesernya nilai kehidupan. takut gagal.

minuman keras dan merokok. menghargai orang lain. dan komunikasi efektif antar anggota keluarga. kerja sama. saling menghayati. yaitu dalam hal: (1) Kedisiplinan Sekolah yang tertib dan teratur akan membangkitkan sikap dan perilaku disiplin pada siswa. a. Lingkungan Sekolah Pengaruh yang cukup kuat dalam perkembangan remaja adalah lingkungan sekolah. dan sebagainya. kemandirian. Suasana sekolah sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa remaja. sarana pendidikan. misalnya sopan santun. Baik buruknya suasana sekolah sangat tergantung pada kepemimpinan kepala sekolah. Penanaman nilai-nilai budi pekerti dalam keluarga dapat dilakukan melalui keteladanan orang tua atau orang dewasa lainnya. Umumnya orang tua menaruh harapan yang besar pada pendidikan di sekolah. misalnya keberanian. Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 8 . Oleh karena itu. maka akan berakibat buruk terhadap perkembanga psikologi kesehatan remaja 2. suasana sekolah yang kacau dan disiplin yang longgar.(2) Kesusilaan Meliputi nilai-nilai yang berkaitan dengan orang lain. rasa malu. membaca buku dan menonton DVD porno. Sebaliknya apabilah keluarga tidak peduli terhadap hal ini. dan sebagainya. kejujuran. dan disiplin sekolah tersebut. Suasana Sekolah Persyaratan terciptanya lingkungan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar adalah suasana sekolah. dalam memilih sekolah orang tua perlu memperhatikan hal sebagai berikut. (3) Kepribadian Memilki nilai dalam kaitan pengembangan diri. bacaan yang sehat. tenggang rasa. komitmen guru. Sebaliknya. misalnya membiarkan anak tanpa komunikasi dan memperoleh nilai di luar moral agama dan social. bergaul bebas. pemberian tugas. saling menghormati.

maka sulit mengharapkan perkembangan jiwa siswa yang berkembang secara optimal. sikap empati. kebebasan seksual. (3) Pengendalian diri Suasana bebas di sekolah dapat mendorong siswa berbuat sesukanya tanpa rasa segan terhadap guru. (4) Bimbingan belajar Di sekolah. remaja menghadapi beratnya tuntutan guru. Dalam proses belajar mengajar guru tidak sekedar mengalirakan ilmu pengetahuan yang tertkandung dalam kurikulum tertulis. Apabilah guru tidak peduli terhadap hal tersebut. baik selama berada di sekolah maupaun di rumah. Oleh karena itu perlu dikembangkan kegiatan ekstrakulikuler dengan bimbingan guru. siswa menjadi nakal dan brutal. Apabilah guru pembimbing sebagai konselor sekolah tidak berperan. mau mendengarkan orang lain. Akibatnya. bakat dan hobi siswa. misalnya penyalahgunaan NAPZA. Lingkungan Teman Sebaya Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 9 . dan padatnya kurikulum. Suasana sekolah yang kacau akan menimbulkan hal-hal yang kurang sehat bagi remaja. dan sikap lain yang dapat membuahkan kecerdasan emosional. prestasi belajar menurun dan selanjutnya diikuti dengan perilaku yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. maka siswa tidak memperoleh bimbingan yang sewajarnya unruk meyalurkan minat. misalnya kerja sama. 3. tidak memilki sikap menghormati. perkelahian.maka siswanya berisiko berbuat semaunya dan terbiasa dengan hidup tidak tertib. cenderung brutal. Hal ini akan mengakibatkan siswa sulit untuk dikendalikan. (2) Kebiasaan belajar Suasana sekolah yang tidak mendukung kegiatan belajar mengajar akan berpengaruh terhadap menurunnya minat dan kebiasaan belajar. tetapi juga memberikan nilai yang terkandung di dalamnya. tindakan criminal lainnya. menghargai. dan agresif. sehingga dpat menimbulkan beban mental. misalnya sebagai kompensasi kekurangannya di bidang akademik. Dalam hal ini peran wali kelas dan guru pembimbing sangat berarti. orang tua.

Inilah letak berbahayanya bagi perkembangan jiwa remaja. zat adiktif lainnya.Remaja lebih banyak berada di luar rumah bersama dengan teman sebayanya. perilaku. Jadi dapat dimengerti bahwa sikap. Namun. yaitu dunia tempat remaja dapat melakukan sosialisasi di mana nilai yang ditetapkan oleh oaring dewasa. jika remaja mengenakan model pakaian yang sama dengan pakaian anggota yang populer. naka kesempatan baginya untuk dapat diterima oleh kelompok untuk menjadi lebih besar. pembicaraan. Kelompok sebaya memberikan lingkungan. dan gaya hidupnya merupakan perilaku dan gaya hidup kelompoknya. pikiran. melainkan oleh teman seusianya. Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa tolak ukur peranan seseorang dalam masyarakat adalah kebendaan dan kedudukan. Akan lebih bahaya apabilah kelompok sebaya ini cenderung tertutup. Disini ia dinilai oleh teman sebayanya tanpa memedulikan sanksi-sanksi dunia dewasa. Sosial budaya Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 10 . sedangkan yang buruk harus dihindari. maka remaja cenderung mengikuti tanpa memedulikan akibatnya. 4. apabila nilai yang dikembangkan dalam kelompok sebaya adalah nilai yang negatif. dan perilaku teman sebaya lebih besar pengaruhnya daripada keluarga. a. Sikap. Misalnya. Denikian pula bila anggota kelompok mencoba minum alcohol. Sesuai dengan aspek rohaniah dan jasmaniah yang ada pada manusia. minat. penampilan. maka sebaiknya kedua nilai yang merupakan pasangan tadi diserasikan. Nilai yang baik harus diikuti dan dianut. kenyataan dewasa ini menunjukkan bahwa nilai materi mendapat tekanan lebih besar daripada nilai non-materi atau spiritual. di mana setiap anggota tidak dapat terlepas dari kelompoknya dan harus mengikuti nilai yang dikembangkan oleh pimpinan kelompok. remaja berusaha menemukan konsep dirinya. manusia dibimbing oleh nilai-nilai pandangan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. rokok. Di dalam kelompok sebaya. Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupannya. Berikut ini adalah komponen lingkungan masyarakat. Apabilah manusia ingin hidup secara damai di masyarakat. maka manusia dibimbing oleh pasangan nilai materi dan non materi.

yang dapat megakibatkan terjadinya konflik kejiwaan pada sebagian remaja. Komunikasi dalam keluarga yang bias menumbuhkan saling pengertian. Hubungan antarkeluarga menjadi semakin minim. tetapi remaja lebih rugi karena menikmati program yang kurang mendidik. b. misalnya tayangan kekerasan dan kehidupan seksual. Selain membawa kegembiraan yang menyenangkan serta wawasan yang lebih luas. Nilai yang dominan dalam budaya anak muda adalah keunggulan dalam olahraga. Dalam era globalisasi. Kemajuan media elektronik yang sangat melanda saat ini membuat remaja menyerbu DVD dan internet yang dipenehu dengan tayangan dan berita yang kurang mendidik. Bagi remaja yang sedang dalam mencari identitas dan penyusaian social. Kemajuan teknologi yang luar biasa juga membawa kesedihan. Bagi remaja. disenangi teman. dan perasaan aman kepada remaja. Betapa tidak. dunia menjadi semakin sempit. pengingkaran. akan terjadi pergesaran nilai kehidupan. senang hura-hura.Dala era globalisasi . kasih saying. pengakuan akan hak asasi manusia mulai memasyarakat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap pesatnya informasi. yang ditandai oleh kamajuan yang pesat di bidang teknologi informasi. kasih saying. tetapi mereka juga mempunyai keinginan untuk mandiri berbeda dengan tolak ukur orang dewasa. dan sebagainya. Tidak sekadar kehilangan waktu luang berharga. Dikhawatirkan nilai yang diserap itu akan memengaruhi Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 11 . persetujuan. dan kerja sama menjadi surut. Mereka membuat kebudayaannya sendiri yang berbeda dari kebudayaan masyarakat pada umumnya. media massa dimanfaatkan sebagai pengisi waktu luang untuk lebih banyak meresapi nilai kehidupan yang tidak sesuai dengan kehidupan yang ada. situasi ini merupakan titik kritis. senang pesta. dukungan. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi dapat langsung diketahui oleh penghuni bumi. Kebudayaan memberikan pedoman arah. Budaya local dan budaya nasional akan tertembus oleh bahaya universal. Kebudayaan yang menyimpang inilah yang dikenal sebagai budaya anak muda (young culture). karena hubungan antarmanusia bergeser menjadi hubungan antarmesin. Media massa Abad ini adalah abad informasi. tidak dianggap pengecut. Dengan demikian.

Sesuai dengan perkembangan heteroseksualitasnya.perilaku dan gaya hidupnya sehari-hari. remaja manikmati media cetak dan cenderung ke arah media cetak yang berisikan informasi seputar kehidupan seksual. Keingintahuan tentang seksual merupakan pendorong bagi remaja untuk memanfaatkan media informasi. Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 12 .

agar nantinya dapat tercipta remaja yang sehat secara psikologis. Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 13 . bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya. Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkan sifat kekanak-kanakan. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat tertangani secara baik. namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Fase perkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan karena dalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa. Oleh karena itu melalui makalah ini disarankan kepada pembaca agar lebih mengetahui tentang lingkungan yang kondusif bagi perkembengan pertumbuhan psikologis kesehatan remaja. teman sebaya dan masyarkat Remaja yang salah penyesuaian dirinya terhadap lingkungan terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak realistis. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan psikologi remaja sangat di dukung dan dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia berada. Saran Lingkungan yang kurang kondusif dapat menyebabkan remaja mengalami pertumbuhan psikologi yang kurang sehat bahkan menyimpang dari norma-norma dan adat istiadat. Kesimpulan Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan. dan sering menunjukkan sikap menantang otoritas orangtuanya.BAB III PENUTUP A. Dengan demikian lingkungan yang tepat tentu akan menciptakan remaja yang sehat secara psikologi. sekolah. B. mereka lebih konformitas pada kelompoknya dan mulai melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orangtuanya. baik lingkungan keluarga.

com/2008/12/kesehatan-mental-remaja.blogspot. http://dr-psikologi.html Diakses pada tanggal 11 April 2012 Kartika Amiruddin “Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Psikologi Kesehatan Remaja” 14 . Jakarta: Salemba Medika. 2010.DAFTAR PUSTAKA Tim Penulis Poltekes Depkes Jakarta I. Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->