P. 1
Evaluasi pendidikan

Evaluasi pendidikan

|Views: 29|Likes:

More info:

Published by: Syarif Ibn Syamsuddin on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2012

pdf

text

original

Evaluasi pendidikan

http://elearning.unesa.ac.id/myblog/antok-saivul-huda/definisi-tujuan-dan-fungsi-evaluasi-kurikulum

Definisi, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Kurikulum
Senin 28 Nov 2011 02:28 AM Antok Saivul Huda

A. Definisi, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Kurikulum 1. Definisi Evaluasi Kurikulum Pemahaman mengenai pengertian evaluasi kurikulum dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian kurikulum yang bervariasi menurut para pakar kurikulum. Oleh karena itu penulis mencoba menjabarkan definisi dari evaluasi dan definisi dari kurikulum secara per kata sehingga lebih mudah untuk memahami evaluasi kurikulum.Pengertian evaluasi menurut joint committee, 1981 ialah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna beberapa obyek. Purwanto dan Atwi Suparman, 1999 mendefinisikan evaluasi adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliabel untuk membuat keputusan tentang suatu program. Rutman and Mowbray 1983 mendefinisikan evaluasi adalah penggunaan metode ilmiah untuk menilai implementasi dan outcomes suatu program yang berguna untuk proses membuat keputusan. Chelimsky 1989 mendefinisikan evaluasi adalah suatu metode penelitian yang sistematis untuk menilai rancangan, implementasi dan efektifitas suatu program. Dari definisi evaluasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi adalah penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan, implementasi dan efektifitas suatu program.1Sedangkan pengertian kurikulum adalah : Worthen & Sanders, 1987 : 41-49 Evaluasi adalah proses pengumpulan informasi untuk membantu mengambil keputusan dan di dalamnya terdapat perbedaan mengenai siapa yang dimaksudkan dengan pengambilan keputusan Tyler (1949) Evaluasi kurikulum adalah upaya untuk menentukan tingkat perubahan yang terjadi pada hasil belajar (behavior). Orint, M. (1993) Evaluasi kurikulum adalah memberikan pertimbangan berdasarkan kriteria yang disepakati dan data yang diperoleh dari lapangan. Cronbach (1980) Evaluasi kurikulum adalah proses pemeriksaan sistematis terhadap peristiwa yang terjadi pada waktu suatu kurikulum dilaksanakan dan akibat dari pelaksanaan pengembangan kurikulum tersebut. Meyer (1989) Evaluasi kurikulum sebagai suatu usaha untuk memahami apa yang terjadi dalam pelaksanaan dan dampak dari kurikulum. Longstreet dan Shane (1993) Evaluasi kurikulum adalah pemberian pertimbangan untuk mencapai kesuksesan.

Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang. Evaluasi kurikulum ini dapat mencakup keseluruhan kurikulum atau masing-masing komponen kurikulum seperti tujuan.Sedangkan menurut Harsono (2005). menganalisis dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau diganti. Dalam bahasa latin. Tujuan Evaluasi Kurikulum Tujuan evaluasi kurikulum adalah : 1. kurikulum berarti track atau jalur pacu. sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. atau metode pembelajaran yang ada dalam kurikulum tersebut. Sedangkan fokus evaluasi intrinsic evaluationseperti evaluasi sarana prasarana penunjang kurikulum. Fokus evaluasi kurikulum dapat dilakukan pada outcome dari kurikulum tersebut (outcomes based evaluation) dan juga dapat pada komponen kurikulum tersebut (intrinsic evaluation). Atau evaluasi kurikulum adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliable untuk membuat keputusan tentang kurikulum yang sedang berjalan atau telah dijalankan. evaluasi sumber daya manusia untuk menunjang kurikulum dan karakteristik mahasiswa yang menjalankan kurikulum tersebut. isi.e.Mawid Marsan (2004 : 41) Evaluasi kurikulum adalah sebagai usaha sistematis mengumpulkan informasi mengenai suatu kurikulum untuk diguanakan sebagai pertimbangan mengenai nilai dan arti dari kurikulum dalam suatu konteks tertentu.Menentukan efektivitas suatu kurikulum/program pembelajaran 2. Dari pengertian evaluasi dan kurikulum di atas maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi kurikulum adalah penelitian yang sistematik tentang manfaat. kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi. Sedangkan penelitian memiliki tujuan yang lebih luas dari evaluasi yaitu menggumpulkan.Menentukan masukan untuk memperbaiki program . Grayson (1978) kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out.Secara sederhana evaluasi kurikulum dapat disamakan dengan penelitian karena evaluasi kurikulum menggunakan penelitian yang sistematik. Pertanyaan yang muncul pada jenis evaluasi ini adalah “apakah kurikulum telah mencapai tujuan yang harus dicapainya?” dan “bagaimanakah pengaruh kurikulum terhadap suatu pencapaian yang diinginkan?”.Menentukan tingkat keberhasilan pencapaian hasil belajar peserta didik 4. Perbedaan antara evaluasi dan penelitian terletak pada tujuannya. menerapkan prosedur ilmiah dan metode penelitian. Outcomes based evaluation merupakan fokus evaluasi kurikulum yang paling sering dilakukan.Menentukan keunggulan dan kelemahan kurikulum/program pembelajaran 3. kesesuaian efektifitas dan efisiensi dari kurikulum yang diterapkan. menganalisis dan menyajikan data untuk menguji teori atau membuat teori baru. Evaluasi bertujuan untuk menggumpulkan.comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. 2. sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.

5. tujuan. adalah : Menurut Tyler : Untuk memperbaiki kurikulum (melalui hasil belajar  evaluasi produk) Menurut Cronbach : Untuk memperbaiki kurikulum dan memberi penghargaan Menurut Scriven : Untuk mengurangi kekurangan-kekurangan yang ada. pemegang profesi. Oleh karena itu. Mereka bekerja dalam memperjuangkan status hukum untuk evaluasi kurikulum. proses pendidikan dan hasil pendidikan yang ditetapkan dalam UU No. pendekatan. Fungsi Evaluasi Kurikulum Fungsi Evaluasi kurikulum. filosofis. Pengukuran & Tes . 20 tahun 2003. pendekatan. waktu dan tenaga untuk melaksanakan suatu kegiatan evaluasi dibandingkan berpikir mengenai aspek. tidak mengherankan jika banyak dari mereka yang juga menjadi anggota profesi evaluasi. dan model evaluasi kurikulum. Evaluasi Sebagai Kebijakan Publik Bidang kebijakan publik terutama berkenaan dengan upaya hukum para akademisi. dan melaksanakan evaluasi di lapangan. Evaluasi Sebagai Kajian Akademik Bidang kajian akedemik adalah bidang yang banyak di geluti oleh para akademisi di perguruan tinggi. D. bekerja. dan pengembangan model. Keberadaan ketentuan-ketentuan legal yang berkenan dengan kewajiban menggunakan evaluasi untuk suatu pertanggung jawaban publik dari suatu upaya pengembangan kurikulum adalah produk yang dihasilkan oleh mereka yang bekerja untuk kurikulum sebagai kebijakan publik. prosedur. Mereka membahas berbagai aspek filosofis. Scriven membedakan evaluasi kurikulum dalam 2 fungsi yakni Fungsi Formatif dan Fungsi Sumatif Fungsi Formatif : dilaksanakan apabila kegiatan evaluasi diarahkan untuk memperbaiki bagian tertentu dari kurikulum yang sedang dikembangkan Fungsi Sumatif : dilaksanakan apabila kurikulum telah dianggap selesai pengembangannya (evaluasi terhadap hasil kurikulum) B.Mendeskripsikan kondisi pelaksanaan kurikulum 6. Terkadang mereka lebih banyak mencurahkan perhatian. Mereka membahas itu dalam ruang-ruang kuliah yang menjadi wilayah kerja mereka tetapi tidak jarang dari mereka menjadi pelaksana evaluasi kurikulum dan terlibat dengan berbagai hal yang berkaitan dengan koefesien evaluasi kurikulum. Lahirnya berbagai ketentuan mengenai evaluasi satuan pendidikan. C. misalnya adalah salah satu contoh produk hukum yang menempatkan evaluasi sebagai suati kebijakan publik. prosedur. teoritis. Mereka sangat terikat dengan etika profesi dalam melakukan tugasnya. Evaluasi. Evaluasi Sebagai Profesi Bidang profesi evaluasi kurikulum adalah bidang yang digeluti oleh para evalutor yang berpikir. dan pengambil keputusan untuk memperjuangkan kebijakan mengenai ebaluasi kurikulum. E. teoritis. model dan etika evaluasi. Mereka adalah juga kelompok orang yang melakukan pemikiran mengenai filosofi.Menetapkan keterkaitan antarkomponen kurikulum 3.

Didasarkan pada teori pengukuran psikometrik melalui tes Evaluasi adalah proses pemberian pertimbangan mengenai nilai dan arti dari sesuatu yang dipertimbangkan F.Biasanya dilakukan b. terbatas. waktu.hasilnya dinyatakan dalam bentuk angka memenuhi perangkat khusus kriteria dan yang ketat. Evaluasi & Penelitian Perbandingan Antara Evaluasi dengan Penelitian Aspek Tujuan Menentukan kelemahan Evaluasi keunggulan dan Penelitian Menemukan kebenaran Fokus Kajian Untuk fenomena masa sekarang Tak terbatas pada masa sekarang tetapi juga untuk masa mendatang Pemanfaatan Untuk waktu yang terbatas dengan keberlakuan suatu kurikulum atau program Tidak sepenuhnya bebas karena pemakai jasa evaluasi ikut menentukan tujuan. pola jawaban yang dirancang harus b. dan terkadang metodologi evaluasi Berdasarkan minat (interest) evaluator dan pemakai jasa Untuk waktu yang tak terbatas selama fenomena yang dikaji masih ada Kemandirian Kebebasan penuh ada pada peneliti walaupun terkadang ada pengaruh dari penyandang dana Sifat Pekerjaan Berdasarkan minat peneliti Pengertian Evaluasi dan Evaluasi Pendidikan . Pengukuran adalah suatu set aturan mengenai pemberian angka terhadap hasil suatu kegiatan pengukuran : a.Tes adalah suatu alat pengumpulan data yang dirancang secara khusus: a.aspek yang di tes c.

dalam bahasa Indonesia berarti. penilaian. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Prinsip-Prinsip Evaluasi 1. Akar katanya adalah value. 1981: 374) mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. Wysong 1974 (Gibson. 2007: 91) mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program. 2. suatu tindakan atau kegiatan atau suatu proses menetukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan. dalam bahasa Indonesia berarti. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. Brown (1977): evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Gibson dan Mitchell 1981 (Uman. Edwind Wandt dan Gerald W. maka Evaluasi Pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai. Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. 1981: 374) mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan. Brown itu untuk memberikan definisi tentang Evaluasi Pendidikan. nilai. Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi . atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.13JAN Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation. al-qimah. dalam bahasa Arab. saya mengambil kesimpulan bahwa evaluasi pendidikan adalah penilaian terhadap kinerja pendidikan yang telah berjalan guna memperoleh informasi yang nantinya akan digunakan untuk memperbaiki hal-hal yang memang perlu diperbaiki pada kinerja pendidikan. al-taqdir. Atau singkatnya: evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan. Menurut definisi ini. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menetukan nilai dari sesuatu. Berbicara tentang pengertian evaluasi pendidikan. Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 (Gibson. dalam bahasa Arab. di tanah air kita. Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan.

com/2012/02/14/pengertian-evaluasi-pengukuran-dan-penilaiandalam-dunia-pendidikan/ PENGERTIAN EVALUASI. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. waktu dan fasilitas lainnya. Memerlukan adanya kriteria pengukuran 3. PENGUKURAN. Kegiatan evaluasi bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. akan dapat dicapai dengan hasil yang sebaik-baiknya. Terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan. Terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan putusan. 3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Prioritas kegiatan dan subjek yang dilayani. mencakup kemampuan pengertian atau penambahan tenaga.2. penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya guna dan berhasil guna. A. Personel yang terlibat. Bekasi: Azzam Media. Referensi Sudijono.wordpress. http://navelmangelep. Manajemen Bimbingan dan Konseling. dengan tujuan yang hendak dicapai. U. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar pendidikan secara komprehensif 4. Terbukanya kemungkinan untuk dapat dilakukannya usaha perbaikan. 5. Pengantar Evaluasi Pendidikan. 2. Implementasi Evaluasi Pendidikan 1. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. (2007). Suherman. 4. sehingga tujuan yang dicita-citakan. Jenis kegiatan dan pelaksanaannya. Pembiayaan. 3. DAN PENILAIAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN 14FEB . Keputusan itu sendiri dapat berkenaan dengan: 1. 2. (2007).

Penilaian. B. Pengukuran. sering kali kita membandingkan terlebih dahulu durian yang ada sebelum membelinya.A. dan Evaluasi Untuk memahami pengertian evaluasi. pengukuran. pengukuran dan penilaian kita dapat memahaminya lewat contoh berikut : 1. penilaian dan evaluasi merupakan kegiatan yang bersifat hierarki. Dari kedua contoh diatas maka dapat kita simpulkan bahwa kita selalu melakukan penilaian sebelum menentukan pilihan untuk memilih suatu objek/benda. Pada contoh pertama kita akan memilih pensil . 2. maka otomatis kita akan cenderung memilih pensil yang panjang karena akan bisa lebih lama digunakan. dan penilaian bahkan masih banyak orang yang lebih cenderung mengartikan ketiga kata tersebut dengan suatu pengertian yang sama. jenisnya ataupun tampak tangkai yang ada pada durian tersebut untuk mengetahui durian manakah yang baik dan layak dibeli. Secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. melihat bentuknya. Biasanya kita akan mencium. Kadang kala sebelum kita membeli durian di pasar. Artinya ketiga kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan secara berurutan. Kecuali memang ada kriteria lain sehingga kita memilih sebaliknya. banyak orang belum memahami secara tepat arti kata evaluasi.yang satu panjang dan yang satu lebih pendek dan kita diminta untuk memilihnya. Pengertian Pengukuran. Apabila ada seseorang yang memberikan kepada kita 2 pensil yang berbeda ukuran . karena aktifitas mengukur biasanya sudah termasuk didalamnya. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari sebenarnya kita sering membuat suatu kegiatan evaluasi dan selalu menggunakan prinsip mengukur dan menilai. Peristiwa menjual dan membeli di pasar. Namun.

Sedangkan pada contoh yang kedua kita akan menentukan durian mana yang akan kita beli berdasarkan bau. kita memilih durian yang terbaik lewat bau. dan sebagainya) dan ukuran perkiraan yakni berdasarkan pengalaman. Hal itu juga diawali dengan proses pengukuran dimana kita membanding-bandingkan beberapa durian yang ada sekalipun tidak menggunakan alat ukur yang paten tetapi berdasarkan pengalaman. Sehingga kita dapat memperkirakan mana durian yang manis. dan evaluasi sebagai berikut :    C. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan. jengkal. Dalam contoh 1 diatas. yakni ukuran baku (meter. dan sebagainya). Berdasarkan contoh diatas dapat kita simpulkan pengertian pengukuran. penilaian. and providing useful information for judging decision alternatives”. kilogram. obtaining. Barulah kita melakukan penilaian mana durian yang terbaik berdasarkan ukuran yang kita tetapkan yang akan dibeli. dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai “The process of delineating. Menurut Stufflebeam. takaran. jika kita mempunyai pengaris. maupun jenisnya. Dalam contoh yang ke 2. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan bersifat kuantitatif. Sementara itu menurut Calongesi (1995) evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai . tampak tangkai. kita harus melakukan pengukuran terlebih dahulu. ukuran tidak baku (depa. Untuk mengadakan penilaian. Echols dan Hasan Shadily: 1983). dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. jenis. maka untuk menentukan pensil mana yang lebih panjang maka kita akan mengukur kedua pensil tersebut dengan menggunakan pengaris kemudian kita akan melakukan penilaian dengan membandingkan ukuran panjang dari masing-masing penggaris sehingga pada akhirnya kita dapat mengatakan bahwa “Yang ini panjang” dan “Yang ini pendek” lalu yang panjanglah yang kita ambil. memperoleh. bentuk. Dari hal ini kita dapat mengetahui bahwa dalam proses penilaian kita menggunakan 3 ukuran. ataupun tampak tangkai dari durian yang dijual tersebut. langkah. Sedangkan Evaluasi adalah kegiatan yang meliputi pengukuran dan penilaian Evaluasi dalam Pendidikan Secara harafiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M.yang lebih panjang dari pada pensil yang pendek karena pensil yang lebih panjang dapat kita gunakan lebih lama. Kita tidak dapat mengadakan evaluasi sebelum melakukan aktivitas mengukur dan menilai. Evaluasi menurut Kumano (2001) merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen. Penilaian adalah kegiatan mengambil keputusan untuk menentukan sesuatu berdasarkan kriteria baik buruk dan bersifat kualitatif. Langkah – langkah mengukur kemudian menilai sesuatu sebelum kita mengambilnya itulah yang dinamakan mengadakan evaluasi yakni mengukur dan menilai.

Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. atau kepercayaan konsumen. baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. memperoleh. Arikunto (2003) mengungkapkan bahwa evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan program pendidikan. evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik. sementara itu evaluasi sumatif merupakan upaya menilai manfaat program dan mengambil keputusan (Lehman. Tayibnapis (2000) dalam hal ini lebih meninjau pengertian evaluasi program dalam konteks tujuan yaitu sebagai proses menilai sampai sejauhmana tujuan pendidikan dapat dicapai. D. atau kapasitas. Dengan demikian.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan. Proses ini seharusnya cukup dimengerti orang walau misalnya definisinya tidak dimengerti. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. seperti tingkat ketidakpastian. Pengukuran dalam pendidikan Pengukuran adalah penentuan besaran. 2002). . Selain dari itu. Sejalan dengan pengertian tersebut. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Pengukuran adalah proses pemberian angka-angka atau label kepada unit analisis untuk merepresentasikan atribut-atribut konsep.berdasarkan hasil pengukuran. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. dimensi. Zainul dan Nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar. E. 1990). Penilaian Dalam Pendidikan Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Evaluasi formatif dinyatakan sebagai upaya untuk memperoleh feedback perbaikan program. Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa (Purwanto. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai. Berdasarkan tujuannya. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. terdapat pengertian evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. Hal ini karena antara lain kita sering kali melakukan pengukuran.

Sedangkan menilai adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. 2001). Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan pengertian pengukuran (measurement) sebagai kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Senada dengan pendapat tersebut.1996). Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif. dan merasakan. Penilaian dan Pengukuran Berdasarkan pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Pengukuran adalah membandingkan hasil tes dengan standar yang ditetapkan.  . bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. mengamati kinerja mereka.Menurut Cangelosi (1995) yang dimaksud dengan pengukuran (Measurement) adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Menurut Zainul dan Nasution (2001) pengukuran memiliki dua karakteristik utama yaitu: 1) penggunaan angka atau skala tertentu. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pendapat yang menyatakan bahwa pengukuran merupakan pemberian angka terhadap suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki oleh seseorang. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Measurement (pengukuran) merupakan proses yang mendeskripsikan performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (system angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka (Alwasilah et al. Agar lebih jelas perbedaannya maka perlu dispesifikasi lagi untuk pengertian masing-masing :   Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai. Pengukuran bersifat kuantitatif. Secara lebih ringkas. dan menggunakan indera mereka seperti melihat. Dalam hal ini yang diukur bukan peserta didik tersebut. kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran. mendengar apa yang mereka katakan. mencium. berkesinambungan. DAFTAR PUSTAKA Alwasilah. Jakarta: Ministry of Education and Culture.Penilaian bersifat kualitatif. Perbedaan Evaluasi. (1996). akan tetapi karakteristik atau atributnya. Glossary of educational Assessment Term. Dalam dunia pendidikan. Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. 2) menurut suatu aturan atau formula tertentu. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar. et al. mendengar. F. yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Aturan atau formulasi tersebut harus disepakati secara umum oleh para ahli (Zainul & Nasution. menyentuh. pengukuran dalam bidang pendidikan berarti mengukur atribut atau karakteristik peserta didik tertentu. atau suatu obyek tertentu yang mengacu pada aturan dan formulasi yang jelas. Dengan demikian.

Bila kita ingin mengevaaluasi kemajuan belajar siswa maka pertama-tama kita identifikasi dan kita definisikan tujuan-tujuan instruksional pengajaran dan barulah kita kembangkan alat evaluasinya. Innotech Publications-Vol 20 No. Prinsip-prinsip itu antara lain: a. Teknik evaluasi teknik evaluasi yang dipilih sesuai dengan tujuan evaluasi. Special Presentation Conveyed in The International Seminar on Educational Innovation and Technology Manila. Student-Centered Classroom Assessment.Arikunto. Bandung : ITB Kumano. Lehmann.J. The Systems Approach to Education. b. Jakarta: Bumi Aksara Calongesi. Y. Kepastian dan kejelasan. (2000). F. Kemampuan yang diharapkan tersebut sebelumnya sudah ditetapkan secara operational. Japan: Shizuoka University. Hendaklah diingat bahwa tidak ada teknik evaluasi yang cocok untuk semua ke¬perluan dalam pendidikanl Tiap-tiap tujuan (pendidikan) yang ingin di¬capai dikembangkan tekmk evaluasi . Dengan demikian efektifitas alat evaluasi tergantung pada deskripsi yang jelas apa yang akan kita evaluasi. Evaluasi Program Pendidikan. Evaluasi akan dapat dilaksanakan apabila tujuan evaluasi tidak dirumuskan dulu secara jelas da¬lam. S & Jabar. 9:14 am Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR. J. R. (1990). 1995. Authentic Assessment and Portfolio Assessment-Its Theory and Practice. maka komponen-komponen intelegensi itu harus dirumuskan dengan jelas dan kemampuan belajar yang dicapai dirumuskan dengan tepat selanjutnya dikembangkan test sebagai alat evaluasi. PENGUKURAN (MEASUREMENT). Pada umumnya alat evaluasi dalam pendidikan terutama pengajaran berupa test. 05. Jakarta: Dirjen Dikti. Kalau kita akan mengevaluasi tingkat intelegensi siswa. (1994). H. 2004. Stiggins.com/2010/01/13/prinsip-prinsip-evaluasi-dalam-pembelajaran/ PRINSIP-PRINSIP EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN Januari 13. Dalam proses evaluasi maka kepastian dan kejelasan yang akan dievaluasi menduduki urutan pertama. Selanjutnya juga ditetapkan patokan pengukuran hingga dapat diperoleh penilaian (value judgement). Kare¬na itu dalam evaluasi diperlukan prinsip-prinsip sebagai petunjuk agar dalam pelaksanaan evaluasi dapat lebih efektif. Dengan demikian keberhasilan evaluasi lebih banyak ditentukan kepada kemampuan guru (evaluator) dalam merumuskan/mendefinisikan dengan jelas aspek-aspek individual ke dalam proses pendidikan. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. Jakarta: Rineka Cipta Zainul & Nasution. http://wakhinuddin.S. TES PRINSIP-PRINSIP EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN Wakhinuddin S Evaluasi adalah suatu proses. (2001). Test ini mencerminkan karakteristik aspek yang akan di¬ukur. Pendidikan. 2001.Y. definisi yang operational. Evaluasi Program. yakni proses menentukan sampai berapa jauh kemampuan yang dapat dicapai oleh siswa dalam proses belajar mengajar. New York : Macmillan College Publishing Company Tayibnapis. 2010. Penilaian Hasil belajar.wordpress.

catatan catatan harian dan sebagainya. Bob Houston seorang ahli evaluasi di Amerika Serikat (Texas) menyarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih I obyektif dalam evaluasi. bukan tujuan. Atas dasar pengertian tersebut di atas maka kebijakan-kebi¬jakan pendidikan yang akan diambil dirumuskan dulu dengan jelas sebelumnya dipilih prosedur evaluasi yang digunakan dengan demikian. Inilah yang disebut sampling error dalam evaluasi. Jangan sam¬pai terbalik. Hasil evaluasi yang diperoleh tanpa tujuan tertentu akan membuang waktu dan uang. Evaluasi adalah alat. hanya mengukur sebaglan (sampel) saja dari suatu kompleksitas yang seharusnya diukur. Test obyektif tidak luput dari guessing. Kecocokan antara tujuan evaluasi dan teknik yang diguna¬kan perlu dijadikan pertimbangan utama. Tidak adalah teknik evaluasi tunggal yang mampu mengukur tingkat kemampuan siswa dalam belajar. tidak luput dari “error of measurement”. meskipun hanya dalam satu pertemuan jam pelajar¬an. Sebab dalam kenyataannya tiap-tiap teknik evaluasi mempunyai ke¬terbatasan-keterbatasan tersendiri. Maka dapat terjadi salah satu aspek yang sifatnya menonjol yang dimi liki siswa tidak termasuk dalam sampel pe¬ngukuran. sedangtest essai subyektivitas penilai masuk di dalamnya. apakah akan dapat mengubah / mengembang¬kan sikapnya apabila menghadapi situasi yang nyata dan sebagainya. Karena itu dalam laporan hasil evaluasi. c. Kepala Sekolah. Evaluator menyadari bahwa dalam pengukuran yang dilaksanakan. Komprehensif. but. Atas dasar kesadaran ini. Evaluasi harus didasarkan pula data kualitatif siswa yang diperoleh dari observasi guru. maka dituntut untuk lebih hati-hati dalam kebijakan-kebijakan yang diambil setelah melaksanakan evaluasi. Sumber kesalahan (error) yang lain terletak pada alat/instrument yang diguriakan dalam proses evaluasi. baru dari tujuan ini dikembangkan teknik yang akan di¬gunakan dan selanjutnya disusun test sebagai alat evaluasi. Tetapi hanya memberikan informasi sedikit dari siswa tentang apakah ia benar-benar mengerti tentang materi tersee. lebih-Iebih bila aspek yang diukur sifatnya komplek. e. maka variasi teknik tidak hanya dikembangkan dalam bentuk pengukuran kuantitas saja. evaluator perlu melaporkan adanya kesalahan pengukuran ini. untung-untungan. Kesadaran adanya kesalahan pengukuran. d.tersendiri yang cocok dengan tuju¬an tersebut. lagi pula pengukuran dilakukan hanya pada saat tertentu saja. Maka dari itu yang perlu dirumuskan lebih dahulu ialah tujuan evaluasi. bahkan merugi¬kan anak didik. Dalam skoring sebagai data kuantitatif yang diharapkan dapat mencerminkan objektivitas. Evaluasi yang komprehensif memerlukan tehnik bervariasi. . Penyusunan alat evaluasi tidak mudah. apakah sudah dapat mengembangkan ketrampilan berfikirnya. sebab tanpa diketahui tujuan evaluasi data-yang diperoleh akan sia-sia. Evaluator menyadari sepenuhnya bahwa tiap-tiap teknik evaluasi digunakan sesuai dengan tujuan evaluasi. Atas dasar prinsip inilah maka seyogyanya dalam proses belajar-me¬ngajar. Lebih-lebih pada test subyektif yang penilaiannya lebih banyak tergan¬tung pada subyektivitas evaluatornya. Pengukuran dengan test. untuk mengukur kemampuan belajar siswa digunakan teknik evaluasi yang bervariasi. kesalahan pengukuran dapat ditunjukkan dengan koefisien kesalahan pengukuran. main terka. Evaluator harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam tek¬nik evaluasi yang digunakan. Test obyektif misalnya akan mem¬berikan bukti obyektif tentang tingkat kemampuan siswa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->