 Mendiskripsikan Ciri Umum Tumbuhan Paku 1.

Paku-pakuan merupakan golongan tumbuhan yang benar-benar telah berkormus (mempunyai akar, batang dan daun). 2. Paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. 3. Kurang lebih 550 juta tahun yang lalu (zaman karbon) hutan paku raksasa mendominasi permukaan bumi. 4. Semua anggota divisi paku-pakuan memiliki 4 struktur penting yang tidak terdapat pada ganggang tingkat tinggi dan terkompleks sekalipun, yaitu  lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat di sekeliling organ reproduksi,  embrio multiseluler. Yang terdapat dalam arkegonia,  kutikula pada bagian luar membungkus epidermis  sistem transfor internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah, sistem ini sama baiknya seperti pengorganisasian transfor air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi. 5. Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora. 6. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. 7. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel. 8. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik. 9. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina. 10. Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri. 11. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. 12. Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.  Mengklasifikasikan Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku di klasifikasikan berdasarkan ciri tubuhnya menjadi 4 subdivisi, yaitu paku purba (psilopsida), paku kawat (lycopsida), paku ekor kuda (spenopsida), dan paku sejati (pteropsida). 1. Paku purba (psolipsida) Sebagian besar paku purba merupakan tumbuhan paku yang telah punah. Diperkirakan paku purba yang hisup saat ini hanya tinggal 10 sampai 13 spesies dari dua genus saja. Paku purba ini hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan ada yang tidak memiliki daun sejati. Paku purba yang memiliki daun umumnya berukuran kecil atau makrofil dan berbentuik sisik. Batang paku purba bercabang dikotom dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 meter. Paku ini memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku ini mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan kumpulan sporangium yang terdapat di nsepanjang cabang batang. Sporofil menghasilkan satu jenis spora saja (homospora). Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur

untuk mendapatkan nutrisis.Asipidium filix-mas .Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) e.Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d.Asplenium nidus (paku sarang burung) .Gleichenia linearis f. Sebagai pupuk hijau : . .Lycopodium clavatum c. Sebagai tanaman hiasan : . Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga : .Platycerium nidus (paku tanduk rusa) . Contohnya adalah Rhynia (paku purba tidak berdaun) danm psilotum (paku purba berdaun kecil). Sebagai sayuran : .Selaginella wildenowii (paku rane) b.Lycopodium cernuum. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : . 2.Adiantum cuneatum (suplir) . Paku kawat (Lycopsida) Ø Manfaat tumbuhan paku a.Marsilea crenata (semanggi) . Sebagai bahan penghasil obat-obatan : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful