P. 1
Sejarah logika

Sejarah logika

|Views: 208|Likes:
Published by Aprillia Meldiani

More info:

Published by: Aprillia Meldiani on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2015

pdf

text

original

LOGIKA ARISTOTLE (384-322 SM

)
(Sejarah, Pengertian dan Model Konstruksinya) =======================================

Achmad Khudori Soleh**

Logika Aristoteles mempunyai pengaruh sangat besar dalam sejarah intelektual umat manusia. Buku-buku pegangan tentang logika -tradisional-- sebagian besar diisi dengan logika ini, dan tidak ada satupun jenis pengetahuan yang tidak bersentuhan logika yang ditemukan Aristoteles ini, sehingga Immanuel Kant (1724-1804 M) pernah menyatakan bahwa selama 20 abad lebih, logika Aristoteles tidak tergoyahkan dan ia tetap menjadi tonggak dan pondasi pengetahuan ilmiah manusia.1 Tulisan ini membahas pengertian logika, objek pembahasan dan model konstruksinya, ditambah uraian tentang riwayat hidup Aristoteles sendiri, kondisi sosial yang melingkupi, sejarah perkembangan logikanya, kemudian ditutup dengan tanggapan tentangnya.

A. Riwayat Hidup. Aristoteles lahir di Stageria semenanjung Kalkidike, Trasia, Yunani Utara (Balkan), tahun 384 SM. Ayahnya bernama Machaon, seorang dokter istana pada raja Macedonia, Amyntas II. Semasa kecil ia diasuh ayahnya sendiri dan mendapat pelajaran tentang teknik bedah, sehingga Aristoteles mempunyai perhatian yang sangat besar pada ilmu alam, terutama biologi.2Perhatiannya pada ilmu-ilmu empiris, yakni ilmu
** Disampaikan dalam seminar kelas mata kuliah “Filsafat Barat Klasik-Tengah” pada program S-3, Pps IAIN Sunan Kalijaga, Yogya, tanggal 01 Maret 2000, dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Amin Abdullah.
** 1

Lorens Bagus, Kamus Filsafat, (Jakarta, Gramedia, 1996), 530.

Muhamamd Hatta, Alam Pikiran Yunani, Jakarta, UI Press, 1986), 115. Kecenderungan Aristoteles pada ilmu-ilmu empiris ini perlu dicatat karena ini rupanya memberikan pengaruh pada model filsafatnya sehingga berbeda dengan Plato, gurunya, yang idealis. Menurut Aristoteles, pengalaman bukan pengetahuan bayangan, bukan gambaran dari idea seperti yang diajarkan Plato. Pengetahuan adalah keadaan riil itu
2

2
Khudori/Logika Aristo/2008-08-12

biologi, tidak berubah meski ia telah menjadi seorang filosof, apalagi pada masa kekuasaan Aleksander Agung (w. 336-323 SM), karena raja yang pernah jadi muridnya ini memberikan bantuan yang besar dengan memerintahkan para pemburu, penangkap unggas, dan nelayan didaerah kekuasaannya untuk melaporkan hal-hal yang menarik dalam sudut ilmiah kepada Aristoteles. Menurut Harold,3Aristoteles mempelajari tidak kurang dari 500 jenis binatang dan mengklasifikasikan dalam sistem yang rapi. Sistem klasifikasi yang di praktekkan ini sangat berpengaruh pada pemikiran biologi berikutnya dan tidak tertandingi sampai zaman renaisans. Setelah ayahnya meninggal, pada usia 18 tahun, Aristoteles pergi ke Athena untuk belajar di Akademia, Plato (427- 347 SM). Selama 20 tahun ia belajar dan bergaul dengan Plato. Menurut Hatta,4 disini Aristoteles banyak membaca buku, mengumpulkan dan menyusun bibliotik yang kemudian di anggap sebagai bibliotik pertama di Athena. Plato sangat menghargai usaha muridnya ini sehingga menamakan rumahnya dengan “rumah pembaca”. Disamping belajar filsafat pada Plato, Aristoteles juga belajar pengetahuan lain diluar Akademia. Antara lain, belajar matematika dan astronomi pada Eudoxos dan Kalippos, serta retorika pada Isokrates dan Demosthenes. Dengan modal pengetahuan yang cukup komplet dan utuh tersebut ditambah kecerdasan yang luar bisa, maka selama di Akademia ini Aristoteles mampu menulis beberapa karya di samping mengajar anggota-anggota Akademia yang lebih muda, tentang mata kuliah logika dan retorika.5

sendiri, meski diakui bahwa pengetahuan tersebut merupakan makna atau pengertian dari yang riil, karena makna atau pengertian tersebut sama sekali tidak lepas dari kondisi riil. Harold H. Titus, Persoalan-Persoalan Filsafat, terj. HM. Rasjidi, (Jakarta, Bulan Bintang, 1984), 256; Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogya, Kanisius, 1999), 156. Di perkirakan binatang dan benda-benda yang menarik dalam bidang biologi dan zoologi ini dipajang dalam sebuah rungan semacam musium.
3 4

M. Hatta, Alam Pikiran Yunani, 115. Ibid, 116. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, 154.

5

Selama 7 tahun Aristoteles mengajar calon raja besar ini.3 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Setelah Plato meninggal. Xenokrates pergi karena kecewa bahwa ia ternyata tidak menjadi pemimpin Akademia sepeninggalan Plato. tetapi tidak menetap di Akademia yang saat itu telah dipimpin oleh Xenokrates. raja Macedonia. Sejarah Filsafat Yunani. Lihat Hatta. karena merasa pemikirannya telah berbeda jauh dari ajaran Akademia.6Disini Aristoteles mengajar dan menikah dengan Pythias. kuliah malam hari. Namun. ceramah sambil berjalan mondar-mandir. tentang filsafat. tahun 323 SM. 156. Hatta. dan setelah Alexandros dilantik sebagai raja. Sementara itu. Alam Pikiran Yunani. Setelah beberapa lama ditempat pelarian. Bertens. Disini. yakni karena Speusippos menyetarakan filsafat dengan matematika. tidak lama kemudian ia terpaksa harus menyelamatkan diri karena Assos diserbu tentara Persia. 6 7 Ibid. 154. Dengan bantuan dari Macedonia. Aristoteles meninggalkan Akademia karena berselisih dengan Speusippos. Aristoteles bersama Xenokrates pergi meninggalkan Athena menuju Assos. anak Amyntas II. Bertens. penguasa wilayah tersebut yang juga murid Plato. sehingga pemikirannya sering dinamai dengan paripatetik (jalan-jalan). kemenakan Hermeias. sekitar tahun 342 SM. Lihat Bertens. Sejarah Filsafat Yunani.7 Aristoteles kemudian kembali ke Athena setelah itu. 117. karena tempatnya yang dekat dengan halaman yang digunakan untuk persembahan dewa Apollo Lykeios. padahal ia murid senior dan merasa lebih cerdas dan pintar daripada Speusippos. Aristoteles di undang Philippos. 155. Menurut Bertens. dengan dukungan raja Aleksander Agung. khusus untuk orang yang benar-benar ingin menunutut ilmu. Pertama. yang mengakibatkan gerakan anti Menurut Bertens. ia lalu mendirikan sekolah sendiri yang dinamakan Lykeion. tidak hanya menyangkut filsafat tetapi juga retorika. disinilah Aristoteles menekuni minatnya tentang ilmu biologi. untuk mengajar Alexandros (Aleksander Agung). disamping filsafat. 8 . berbeda dengan Sokrates (469-399 SM) dan Plato yang mengajar dengan cara dialok. pengganti Plato. untuk masyarakat umum. Sejarah Filsafat Yunani. Ia memberi dua macam kuliah. 118. ia menulis buku untuk raja agung ini. Aristoteles mengajar dengan cara kuliah. sampai kematian Aleksander Agung. kuliah yang diberikan pagi hari. 116.8 Selama 12 tahun Aristoteles mengajar di Lykeion. zoologi dan ilmu-ilmu empiris lainnya. yakni “Perihal Monarki” dan “Tentang Pendirian Perantauan”. bersifat ilmiah dan filosofis. Alam Pikiran Yunani. Kedua.

273-5. Analyica priora (analitika yang lebih dahulu).9 Namun. 9 Bertens. serta retorika dan poetika. 1998). filsafat alam. Dari sisi sosial politik. De Interpretatione (tentang penafsiran). 119.10 B. Harun Hadiwijono. Alam Pikiran Yunani. gerakan untuk melepaskan Athena dari kekuasaan Macedonia. (Yogya. metafisika. Keduanya dihukum mati karena gagasangagasannya di anggap sebagai bid`ah.11 Polis ini merupakan Bertens. 10 Polis ini timbul sebagai suatu bentuk kemasyarakatan baru pada abad 8 atau 7 SM. suatu negara kota atau kesatuan beberapa desa dimana semua masyarakat ambil bagian dalam pengambilan keputusan. Frans Magnis Suseno. 1. Kondisi kematian Sokrates dan alasan pelarian Aristoteles ini terulang kembali pada masa-masa berikutnya. Ia dituduh menyebarkan faham “atheis”. Categoriae (kategori-kategori). Sejarah Filsafat Yunani. Ibid. 1946). Analytica posteriora (analitika yang kemudian). Sari Sejarah Filsafat Barat. psikhologi. (Yogya. Lihat pula. Karya-karyanya tentang logika. Ia melarikan diri dengan alasan agar rakyat Athena tidak berdosa dua kali terhadap filsafat (alusi terhadap nasib Sokrates). meliputi logika. setelah menyerahkan kepemimpinan Lykeion ke tangan muridnya. antara lain. sehingga memaksanya melarikan diri ke Khalkis. setahun kemudian ia jatuh sakit dan meninggal di tempat pelarian pada usia 63 tahun. Analitika adalah nama yang dipakai Aristoteles untuk logika. Wilayah polis ini tidak besar. 160-3. 27.4 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Macedonia. Kanisius. (London. Hatta. yakni diri al-Hamadani (1098-1131 M) penggagas “cinta iblis” dan Suhrawardi (1154-1192 M) penggagas epistimologi illuminatif (isyraqi) dalam filsafat Islam. etika. sehingga mereka tidak diperintah oleh raja atau penguasa yang mempunyai kekuasaan mutlak. Kanisius. masyarakat Yunani saat itu hidup dalam lingkungan polis. Kondisi Sosial. 45. Theophrastos. tempat asal ibunya. Lihat juga Frederick Copleston. 13 Tokoh Etika. 1996). Topica dan De sophisticis elenchis (tentang cara berargumentasi kaum sofis). Aristoteles meninggalkan banyak tulisan. suatu polis yang 11 . I. Menurut Plato. A History of Philosophy. Aristoteles hidup dalam lingkungan masyarakat Yunani yang kondusif untuk berfikir kritis dan logis. dan cepat berkembang sehingga tidak lama di negeri Yunani sudah terdapat ratusan negara kota semacam ini. biologi. Search Press. politik dan ekonomi. menghina dewadewa.

Suasana seperti ini. sehingga masyarakat suatu polis hidup sesuai dengan hukum yang disepakati bersama dan tidak diperintah secara sewenang-wenang. semua warga negara berhak mengambil bagian. Bertens. politik dan religius. mempunyai hukum sendiri. otonomi. dewan harian (bule) dan badan-badan pengadilan (dikasteria). sehingga mereka bisa disebut demokrasi.12 setidaknya ada tiga ciri tentang negara kota atau polis ini. Menurut Bertens. Ketiga. yang penting adalah bagaimana menyakinkan khalayak ramai dengan kemahiran bahasa dan argumentasi yang cerdik.kemudian melahirkan ilmu retorika dan mengilhami Aristoteles untuk menciptakan suatu logika sistematis.5 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 pusat segala keaktifan dalam bidang ekonomi. sangat kondusif bagi perkembangan suatu sikap ilmiah. pikiran dan akalbudi. Dalam susunan polis sebagai dijelaskan. Athena mencapai puncak dalam bentuk pemerintahan ini. 26. Dari sisi pemikiran. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Yunani menjadi terbuka dan segala informasi dapat disebarkan dengan cepat. sehingga segala pendapat akan segera menemui kritiknya. Sejarah Filsafat Yunani. bahasa menjadi sesuatu yang penting. Kedua. sosial. Dalam sidang umum. mandiri dalam bidang ekonomi sehingga tidak tergantung pada negara lain. masyarakat Yunani menempatkan logos (bahasa dan pemikiran logis) dalam kedudukan yang sangat istimewa. 25. Pertama. Inilah yang --menurut Bertens-. merdeka dalam bidang politik. Pada abad ke-5 dan ke-4 SM. 13 .13 Ini merupakan konsekuensi logis dari susunan polis yang terbuka. Kamus Filsafat. Lorens Bagus. Segala peristiwa yang menyangkut interes umum dibicarakan dan didiskusikan bersama. karena keputusan-keputusan dalam sidang umum dan sidang pengadilan diambil atas dasar diskusi. Lembaga-lembaga yang terpenting dalam bidang ini adalah sidang umum (ekklesia). swasembada. 12 Ibid. dimana disana diselidiki peraturan-peraturan ideal tidak lebih dari 5000 orang. Lihat. 543. Logos berarti ucapan. pembicaraan. Dengan kenyataan bahwa kekuasaan negara tidak dipegang oleh satu orang dan semua harus tunduk pada hukum yang disepakati. maka urusan negara menjadi urusan umum. Dalam diskusi dan debat. tidak termasuk anak-anak dan wanita. tidak disangkal. Yang dimaksud disini adalah penalaran yang tepat atau pembicaraan yang lurus dengan argumen yang benar.

6 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 yang berlaku untuk membuat argumentasi dan syarat-syarat bagi pengetahuan ilmiah pada umumnya. 27. 1989). karena dengan mencari suatu keseluruhan yang sistematis. Pengantar Filsafat Islam.16 Pernyataan ini. berbeda dengan watak tradisi Arab. khusus dalam peradaban Yunani. bersifat filosofis.15 apa yang di maksud dengan akal (berfikir) dalam tradisi Yunani lebih merupakan pemikiran yang berkaitan dengan upaya mencari sebab dari segala sesuatu. peradaban Yunani juga dimulai dari mitosmitos. . Takwin al-Aql al-Arabi. disana ada usaha untuk menyusun mitos secara sistematis. (Beirut. 12-13. disini tampak sifat rasional dan kritis bangsa Yunani. 19.17 14 Bertens. Lebih jelas tentang ini lihat Oliver Leman. terj. Artinya. berarti ada keinginan untuk mengerti hubungan mitos yang satu dengan lainnya dan menyingkirkan mitos yang tidak dapat dicocokkan dengan mitos lain. harus pula diperhatikan bahwa watak budaya Yunani sendiri memang berfikir kritis dan logis. yang mengartikan akal (berfikir) sebagai sebuah tindakan atau penjelasan bagaimana seseorang harus berbuat (bayani). Rajawali. Sebagaimana yang terjadi pada peradaban lain. kumpulan mitos dari Hesiodos (750 SM) dan kumpulan mitos karangan Pherekydes dari Syros (550 SM). (Jakarta. Amin Abdullah. Markaz al-Saqafah al-Arabi. Alam Pikiran Yunani. setidaknya bisa dibuktikan ketika para pemikir Yunani mempertanyakan kebenaran mitos-mitos yang ada disekitar mereka. Sejarah Filsafat Yunani. 15 Dalam perbandingan antara pola pikir Yunani yang logis-filosofis dengan Arab yang bayani ini. ada diskusi yang terkenal yang terjadi antara Abu Said al-Syirafi (893979 M) yang mewakili pemikiran Arab dengan Abu Bisyr Matta (870-940 M) yang mewakili pemikiran Yunani. 1991). Namun. Salah satu usaha ini adalah Theogonia. misalnya. 29-30. Al-Jabiri. Menurut al-Jabiri. Sejarah Filsafat Yunani.14 Disamping itu. 16 17 Bertens. 2-3. Lihat pula Hatta.

Disini Bakker membanding corak pemikiran Arab dengan Yunani. di praktekkan dan di kembangkan demi ilmu pengetahuan itu sendiri. sehingga pola pikir Yunani memang lebih logis dan filosofis dibanding Arab. dengan menyatakan bahwa pemikiran Arab bersifat dualistis. pertama kali oleh Cicero. ia tidak lagi di praktekkan sebagai ilmu praktis belaka melainkan telah berubah sebagai pengetahuan yang benar-benar ilmiah. sehingga ia selalu mendorong kreativias dan penemuan baru. ilmu ukur dan astronomi dari kebudayaan Timur dipelajari.7 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Disamping itu. 167. C. Perjalanan Logika Aristoteles. Ibid. dialektika Zeno dan Elia dan dialektika Plato. menurut Bakker. Sejarah Filsafat dalam Islam. Di tangan orang-orang Yunani ini. diskontinu dan dialogis. sementara corak utama dari cara berfikir Yunani adalah sintetis. ilmu pasti. (106-43 SM) tetapi dalam arti seni berdebat. misalnya. 20-21. dunia dan akherat. 18 19 Bertens. Karena itu. kontinu dan analogis. Sejarah Filsafat Yunani. 520. kemudian oleh Alexander dari Aphrodisius (w. Hanya saja harus diakui bahwa Aristoteleslah yang berhasil merumuskan dan memberikan uraiannya secara sistematis. 20 . Begitu seterunya. Aristoteles sendiri menggunakan istilah “analitika” untuk penyelidikan argumentasi yang bertitik tolak dari Bakker.18 pemikiran Yunani memang bersifat sintetis. antara punya dan tidak punya terdapat steresis (privatio) dan kesempurnaan sesuatu bisa dipartisipir oleh adanya yang kurang sempurna secara analogis. 1986). sementara dalam tradisi Yunani justru berusaha merangkum perbedaan dan pertentangan tersebut dengan memberi ‘perantara’.19 sehingga ia berubah dan menjelma sebagai ilmu yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. dan seterusnya.20 Istilah “logika” justru digunakan oleh orang lain. bukan untuk mencari keuntungan (disterestedly). kontinu dan analogis. Kamus Filsafat. antara ada dan tiada terdapat yang mungkin. tetapi Aristoteles sendiri sebenarnya tidak pernah menyebutkan istilah “logika”. 200 M) dalam arti yang sesungguhnya sebagaimana makna yang ada sekarang. Dalam tradisi Arab dibedakan secara tegas dan tanpa kenal perantara antara Tuhan dan makhluk. Lorens Bagus. Misalnya. Logika justru berakar pada pembuktian-pembuktian geometri kaum Pyithagorian. Hal ini bukan berarti pada masa sebelum Aristoteles belum ada logika. (Yogya. Meski logika ditemukan dan dinisbatkan pada Aristoteles. Kanisius. 9. ketika ilmu ukur dan ilmu hitung dari Mesir dan Babilonia masuk Yunani. Arab dan non Arab.

Uraian lebih lengkap tentang ini. History of The Arabs. Aliran ini menyibukan diri dengan analisis bahasa dan klasifikasi kekeliruankekeliruan. Bersamaan dengan itu. 62. The Encyclopedia of Philosophy. Muhsin Mahdi. Haraan. 520. yakni salah satu anggapan yang dianut oleh para pelawan Parminedes. (Bandung. visi utama mazhab ini adalah menyelaraskan antara filsafat dan agama. 241-2. Lihat pula Lorens Bagus. Kamus Filsafat. kemudian menunjukkan bahwa dari hipotesis tersebut harus ditarik kesimpulankesimpulan yang mustahil. dalam jurnal al-Hikmah. Ternyata hipotesis semula tersebut tidak benar. (New York. di kota Antioch. Dengan metode ini Zeno membuktikan bahwa adanya ruang kosong. 24 . lihat Paul Edwards (edit). adalah mazhab Athenian (Helenistik) yang mengajarkan filsafat neoplatinik. Hitti. Mesir.menaruh minat pada pengembangan sesuatu yang mirip Menurut Aristoteles. 21 Harus dikatakan disini bahwa meski logika Aristoteles dan filsafat Yunani sangat berpengaruh dalam sejarah intelektual manusia. Edessa dan Qinnesrin (wilayah Syiria utara).24 Mazhab paripatetik ini bersaing dengan mazhab logika Magarian-Stoa yang --karena lebih dekat pada dialektika Zeno (336-265 SM) dari Elia-. The MacMillan Company. (New York. 1967). dan itu berarti bahwa kebalikannya yang harus dianggap benar. suatu perihal argumentasi yang didasarkan atas hipotesis atau pengandaian. 63-64.22 Sepeninggalan Aristoteles. edisi 4. Zeno memakai aturan dialektika ini untuk membangun argumentasinya. Caranya. dan dengan istilah “dialektika” untuk penyelidikan argumentasi yang bertitik tolak dari hipotesis atau putusan yang belum pasti kebenarannya. Macmillan Press. IV. disamping logika Megarian-Stoa dan Epicurean. Menurut Muhsin. dialektika ditemukan oleh Zeno (336-265 SM). 1986). pemikiran-pemikirannya yang kemudian dikenal dengan istilah paripatetik. antara lain. Februari. 520-525. pluralitas dan gerak adalah sama-sama mustahil. Bersamaan dengan lahirnya logika di Yunani. 1992). juga lahir logika di Cina yang dasar-dasarnya diberikan oleh Mo Tzu (468-376 SM). ia mengemukakan suatu hipotesis. disamping Plato (427-347 SM). tetapi ia bukan satu-satunya logika yang pernah lahir di dunia.8 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 putusan yang benar. lahir pula logika di India yang disebut dengan logika Nyaya. Silogisme Nyaya yang berkembang bersama dengan agama Hindu ini tidak hanya menuntut tiga proposisi tetapi lima.21 Analitika dan dialektika ini merupakan cabang dari ilmu yang sekarang disebut dengan “logika”. Al-Farabi dan Fondasi Filsafat Islam. 22 23 Philip K. Lawannya. Sejarah Filsafat Yunani. dan sentral analitika Aristoteles adalah “silogisme”. yang dikenal dengan mazhab Iskandariyah. di Nisibis dan Ras`aina (wilayah dataran tinggi Iraq)23 dan di Iskandariyah. suatu mazhab yang mengajarkan logika dan filsafat Aristoteles. seorang reformis Confucu. Lihat Bertens.dipelajari dan dikembangkan.

dan puncaknya Logika Megarian-Stoa adalah sintesa antara pemikiran Megarian dan Stoics. 45. 25 Bagus. Sumargono.. I. Hanya saja.. logika Aristoteles masuk dalam dunia Islam. pada abad ke-7. sementara logika Stoa dirintis oleh Zeno (336-265 SM) dari Elia. suatu bentuk logika yang menganggap bahwa semua koneksi logis berawal secara empiris. Lihat Paul Edwards (edit). lewat proses penterjemahan. 54. seperti tulisan Galen (129-199 M). The Encyclopedia of Philosophy. tokoh yang terkenal adalah Botheus (480-524 M) yang tidak jarang menyerang mazhab Stoa. Alexander (w. Sari Sejarah Filsafat Barat. 519.9 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 dengan kalkulus proposisional. Athenian. The Encyclopedia of Philosophy.27 Dari mazhab Iskandariyah. Dengan berkosentrasi pada hubunganhubungan yang bertipe “jika. Logika Megarian sendiri dibangun oleh Euclides (430-360 SM) dari Megara. Spekulasinya tentang cara eksistensi spesies dan genus sangat berpengaruh pada diskusi -diskusi tentang universalia (konsep-konsep universal) abad pertengahan.maka”. 1992). yang dari situ kemudian dideduksikan menjadi sebuah kesimpulan yang lebih speksifik. Plotinus sendiri adalah orang Mesir yang kemudian menetap dan meninggal di Roma. yang berarti berdasarkan induksi dan analogi. (Yogya. Tiara Wacana. yang rasional dan diakui kebenaran. Lihat Bernard Delfgaaw. Banyak tulisan yang mendukung atau menyerang mazhab lain selama kurun ini. al-Razi (865-925 M). Aristoteles tidak memperdulikan proses penyimpulan dari data empiris kepada pernyataan umum. Paul Edwards (edit). 1996). 26 Ibid.25 Selain itu. Lihat Harun Hadiwijono. dan Porphyry (232-301 M). Sejarah Ringkas Filsafat Barat. Kanisius. 200 M) dari Aphrodisius. Difihak Aristotelian. 27 . Ia hanya tahu dan menggunakan pernyataan yang sudah jadi. mazhab paripatetik juga bersaing dengan logika Epicurean. Logika Epicurian didirikan oleh Epicuros (341-271 SM). 518-19..26 Persaingan diantara aliran atau mazhab logika ini terus berlanjut sampai abad-abad berikutnya. para pengikut mazhab Megarian-Stoa menggarap bentuk-bentuk penalaran yang sahih untuk hubungan-hubungan ini. (Yogya.. Dalam Islam sendiri. kemudian Ibn Rawandi (lahir 825 M). 520. IV. IV. Kamus Filsafat. kajian-kajian filsafat Yunani di Syiria dan Iraq.atau”. logika Aristoteles pertama kali di perkenalkan dan dipakai oleh al-Kindi (806-875 M). terj. Porphyry adalah murid Plotinus (204-270 M) yang setia dan yang mengumpulkan buku-buku karya Plotinus. 520. seorang tokoh filsafat dari Athena dan banyak dipengaruhi pemikiran Demokritos (460-370 SM). “atau . Pemikiran Aristoteles sebenarnya juga berasal dari sistem induksi karena statemen-statemen yang digunakan sebagai premis mayor dalam silogisme diambil dari data-data empiris atau data-data rasional.

Yogya. Desember 1992). IAIN Sunan Kalijaga.menyatakan bahwa 28 Lorens Bagus. 29 Referensi lain lihat pula Ach. Gagasan Ibn Sina ini kemudian menjadi bahan diskusi yang hangat masa-masa sesudahnya. Di tangan Ibn Sina ini logika Aristoteles telah bercampur dengan neoplatonis dan kosmologi Plotinus. (3) dari Ibn Ruysd tentang rekonstruksi silogisme modal Aristoteles. Ada beberapa kontribusi yang berikan tokoh muslim. The Encyclopedia of Philosophy. logika Aristoteles dan filsafat Yunani pada umumnya mengalami kemunduran dan tidak lagi berkembang secara baik dalam pemikiran Islam karena serangan alGhazali (1058-1111 M) dan dianggap tidak bisa mengatasi segala persoalan oleh Suhrawardi (1154-1192 M). makalah seminar kuliah Sejarah Peradaban Barat. IV. . 71-72. tanggal 08 Nopember 1999.10 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 pada al-Farabi (870-950 M) dan Ibn Sina (980-1037 M). yang itu berarti tidak akan ada absurditas yang bisa diketahui. Pendekatan Rasional Suhrawardi Tehadap Problem Ilmu Pengetahuan. misalnya. lihat Paul Edwards. meski ia dibela oleh Ibn Rusyd (1126-1198 M). lihat Mehdi Aminrazavi. Uraian lebih luas tentang ini. Pergumulan Pemikiran Yunani dan Arab Islam. Setelah itu. tidak diakui dan diserang oleh. ad infinitum. (1) dari alFarabi tentang silogisme induksi dan doktrin kesatuan masa depan. Tentang kritik Suhrawardi pada logika Aristoteles. Kamus Filsafat. pada abad-abad berikutnya setelah periode Arab-Islam. Antara lain. logika atau silogisme tidak bisa menyingkap seluruh kebenaran dan realitas yang mendasari semesta. 525-27. pada Pps.28logika berurusan dengan faham-faham abstrak. Jelasnya. Peter Ramus (1515-1572 M) dan Francis Bacon (1561-1626 M) dengan menyatakan bahwa logika Aristoteles tidak bisa menjadi alat untuk penemuan ilmiah. (3) prinsip logika atau silogisme yang menyatakan bahwa atribut sesuatu harus didefinisikan oleh atribut yang lain akan menggiring pada proses tanpa akhir. edisi 7. 522. (2) ada eksistensi diluar pikiran yang bisa dicapai nalar tetapi tidak bisa dijelaskan logika. logika Aristoteles juga mengalami nasib sama. Khudori Soleh. dalam jurnal Al-Hikmah. setidaknya ada tiga prinsip yang menjadi kekurangan logika Aristoteles. (2) dari Ibn Sina tentang proposisi kondisional dan proposisi temporal. seperti soal warna. Menurut Ibn Sina.29 Di dunia Barat sendiri. yang merupakan pengertian kedua dari tanda-tanda alamiah yang dianggap sebagai pengertian pertama. (Bandung. (1) bahwa ada kebenaran-kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh rasio atau didekati lewat logika. Lebih lengkap tentang kritik Syhrawardi ini. tetapi ia berhasil menentukan tempat bagi logika.30 Juga oleh Leibniz (1596-1650 M) yang --meski tetap menghormati Aristoteles-.

Pengantar Filsafat. 130. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. r dan seterusnya digunakan untuk mewakili proposisi-proposisi. menurut Bernard Delfgaauw. 1997). Tentang Bacon. Sumargono. 521. Frege (18481925 M) yang dikenal dengan istilah kalkulus proposional. dan bahasa universal (characteristica universal). 535. Lihat Paul Edwards (edit). lihat tulisannya. 1992). q. IV. Lihat Paul Edwards.11 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 tidak semua argumen dapat dimasukkan dalam logika silogisme Aristoteles. Tetapi menurut Verhaak. Pengaruhnya yang pokok terletak pada kegiatannya yang sering mengecam dan memberi garis besar pada pedoman-pedoman yang kemudian berpengaruh besar pada filsafat Inggris dikemudian hari. Tiara Wacana. spirit logika modern telah diberikan oleh Leibniz. seni penemuan (arts combinatoria) lebih fundamental daripada logika. seseorang harus memperhatikan konsekuensi-konsekuensi praktis yang bakal timbul dari kebenaran konsepsi tersebut”. Peirce menyatakan. Namun. di turunkanlah rumusanrumusan atau dalil-dalil dengan memperlihatkan langkah-langkah yang sah yang mungkin diambil dalam memanipulasi proposisi-proposisi dengan konektif-konektif. The Encyclopedia of Philosophy. Tentang Peirce. S. terj. 30 31 Lorens Bagus. 95-105.31 Logika Aristoteles akhirnya benar-benar “selesai” setelah ditemukan logika yang lebih canggih. 525. Yayasan Obor. Gramedia. logika modern.32 Ramus berusaha melawan logika Aristoteles dengan membuat logika sendiri. Ibid. lihat C. dan dengan definisi-definisi serta tabel kebenaran. Filsafat Ilmu Pengetahuan. dengan tata bahasa dan aturan prosedurnya yang dibangun secara filosofis akan lebih bisa membuat seseorang bergerak bebas keseluruh bidang pengetahuan. Verhaak. sehingga dengan logika Ramus. Peirce (1839-1914 M) dan G. (Jakarta. yang dasardasarnya di tetapkan oleh CS. Kamus Filsafat. menurut Louis Kattsoff. 108. . karena Bacon sendiri tidak mengetahui apa yang telah dicapai oleh masanya. Pierce tentang bagaimana seseorang harus menjelaskan gagasannya. Lihat Bernard. di mana huruf-huruf p. Konektifkonektif fungsional kebenaran dilambangkan dengan berbagai cara. 32 Uraian CS. ia sesungguhnya tidak menambah apapun pada perkembangan ilmu pengetahuan. menurut Edwards. “Untuk memastikan makna apa yang terkandung dalam pikiran. Uraian lebih lengkap tentang pokok-pokok pikiran Bacon sendiri. 1995). (Jakarta. “Bagaimana Menjelaskan Gagasan Kita” dalam Qadir (peny). ia termasuk juga sebagai salah satu peletak dasar pragmatisme. The Encyclopedia of Philosophy. Sejarah Ringkas Filsafat Barat. 537. (Yogya.karena memang merupakan kalkulus proposisi-proposisi. 137145. Menurutnya. Lihat Kattsoff. IV. Bacon bisa disebut sebagai perintis empiris dan positivisme.

14. karena itu. keputusan dan kesimpulan) dan menurut hubungannya yang niscaya dan timbal balik (khusus hukum-hukum logika). 520. penalaran induktif atau logika induktif. logika yang disebut logic (Inggris). Jelasnya.12 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 D. 519. Jika kesimpulan berasal dari premis-premis secara niscaya.35 33 Lorens Bagus. minimal ada dua pengertian yang bisa diberikan. Lihat juga Poedjawijatna. Pengertian. objek logika adalah menjawab persoalan bagaimana manusia bisa berfikir sebagaimana mestinya. Logika adalah studi dan penerapan aturan-aturan penarikan kesimpulan pada argumen atau pada sistem pikiran. penalaran deduksi atau logika deduksi. menurut struktur internalnya. maka proses ini di sebut induksi. logika bukan bagian dari psikhologis. Jika kesimpulan berasal dari premis-premis dengan derajat kemungkinan. 35 . (Jakarta. Kedua. Secara bahasa. 34 Lorens Bagus. 528. Dalam logika. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Alexander (w. Penalaran bertolak dari satu atau lebih pernyataan yang di sebut premis ke suatu pernyataan selanjutnya yang disebut kesimpulan. serta bentuk dan pola pikiran yang masuk akal atau sah. isi-isi pikiran dipelajari dalam dirinya sendiri. Remaja Karya. proses ini di sebut deduksi. (Bandung. Objek dan Posisi Logika. sebaliknya di lihat dari sudut hubungan-hubungan yang ada di antara ide-ide itu sendiri yang dapat dipertalikan dalam pengertian yang sama dengan banyak individu. logica (Latin) dan logike atau logikos (Yunani) adalah ucapan atau akal budi yang berfungsi baik.34 Objek dan lingkup kerja logika. 1989). pasti. Pertama. Ibid. teratur dan dapat dimengerti. Karena itu. menurut bentuk-bentuknya (seperti konsep. 4. Lihat pula Poespoprodjo. 200 M) dari Aphrodisius. 1992). Kamus Filsafat.33 Menurut istilah. Logika Ilmu Menalar. logika adalah studi tentang aturan-aturan mengenai penalaran yang tepat. Kamus Filsafat. Pemikiran disini tidak di pandang sebagai suatu sifat atau aktivitas subjek dalam pengertian psikhologis. Aneka Cipta. logika adalah teori mengenai syarat-syarat penalaran yang sah. Logika Filsafat Berfikir. adalah hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran.

maka dengan silogisme atau aturan logis. 145 dan seterusnya. Dalam klasifikasi ilmu pengetahuan yang dibuat Aristoteles. (3) pengungkapan atas gambaran yang ada dalam pikiran tersebut lewat bahasa atau kata. Al-Farabi membagi ilmu-ilmu dalam lima bagian: bahasa. Logika Aristoteles dibangun diatas konsepsi intelektual yang direkam dari kondisi empiris atau benda-benda eksternal yang ditangkap indera. Menurut Aristoteles. Pengetahuan praktis meliputi etika dan politik. Jelasnya. 529. metafisika. dan matematika. fisika. Jika dalam pikiran seseorang telah terbentuk konsep-konsep kebenaran. kenyataan empiris yang ditangkap indera. Pendapat ini tetap dipakai kaum Aristotelian sampai abad-abad pertengahan. 168. 1997). (Beirut. logika. logika adalah suatu alat (organon) agar seseorang bisa mem-praktekkan ilmu pengetahuan. Kamus Filsafat. Gagasan atau konsepsi dari alam riil yang direkam indera kemudian diolah dan disusun secara sistematis menurut aturan logis untuk mengungkap gagasan dan kebenaran lain yang lebih tinggi daripada apa yang dicapai indera. seorang tokoh Aristotelian dari kalangan muslim. Disini tidak ada tempat bagi logika. Mizan. melainkan direkam dari alam nyata. 1991). produktif dan teoritis. Sejarah Filsafat Yunani. Hierarki Ilmu.37 Lorens Bagus. Prinsip kerja dari gagasan ini adalah (1) adanya benda-benda alam yang bisa diindera. ada tiga golongan ilmu pengetahuan: pengetahuan praktis. al-Markaz al-Saqafi al-Arabi.13 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Meski demikian. akan di temukan kebenaran atau gagasan lain yang tidak dikenal sebelumnya. Bunyah al-Aql al-Arabi. gagasan-gagasan atau konsepsi yang ada dalam pikiran tidak diambil dari alam ide sebagaimana disampaikan Plato. Lihat Osman Bakar. memisahkan logika dan bahasa dari keilmuan-keilmuan yang lain dalam klasifikasi yang dibuatnya. misalnya. Menurut Aristoteles. (2) terjadinya gambaran atau persepsi dalam pikiran. Ilmu pengetahuan produktif menyangkut pengetahuan yang sanggup menghasilkan suatu karya (teknik dan kesenian). 36 37 Al-Jabiri. sementara pengetahuan teoritis mencakup tiga bidang: fisika.36 logika tidak termasuk ilmu pengetahuan sendiri tetapi mendahuluinya sebagai persiapan untuk berfikir dengan cara ilmiah. (Bandung. logika bukan bagian dari filsafat. . E. 421. Konstruksi Logika Aristoteles. Al-Farabi. Bertens. matematika dan metafisika.

38 Dengan konsep ini. Kamus Filsafat. 198. 123. Aristoteles membagi dalam 10 bagian yang disebut kategori. sehingga apa yang di sebut dengan “idea” atau essensi menjadi “tidak pasti” karena juga di pengaruhi oleh kekuatan akal yang merepresentasikan. sedang Aristoteles berkonsentrasi pada ilmu-ilmu induktif.14 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Tentang penentuan apa yang ada yang ditangkap pikiran lewat indera. tetapi dalam benda-benda konkrit. sementara Plato. 1985). Diluar itu semua tidak ada apapun.39 Dari data empiris yang di akui kebenarannya disusun konsepsi intelektual dan suatu kebenaran. 395. (8) keadaan. Menurut Aristoteles. kategori adalah seperangkat pernyataan yang mampu mengklasifikan semua pernyataan lain. 38 Dalam sejarah filsafat. Dalam pandangan Aristoteles. bukan benda sesungguhnya. Apa yang ada (being) dan yang aktual bukan yang di dalam otak. (Jakarta. alam idea (essensi) adalah sesuatu yang “menjadi” bukan sesuatu yang “ada”. 39 . Diatas kategori yang sepuluh ini seseorang menyusun pengertian atau logika. Aristoteles berarti membangun paradigma pemikiran yang berasal dari “bawah”. Dardiri. maka alam ide adalah “bayangan” alam riil. dan dari kebenaran serta konsepsi intelektual ini --dengan aturan silogisme-. di dalam ide atau pikiran. semata hanya representasi akal terhadap benda-benda konkrit yang ditangkap indera. sedang apa yang ada dalam akal pikiran. gurunya dikenal sebagai rasionali. Aristoteles memang dikenal sebagai salah seorang tokoh empirisme. dalam persoalan hubungan antara alam riil dan ide. (3) kuwalitas atau sifat. Konsekuensinya. Hatta. yakni (1) substansi.di turunkan atau ditemukan kebenaran dan konsepsi baru yang lebih tinggi atau belum ditemukan sebelumnya. Filsafat dan Logika. Humaniora. Artinya. (7) sikap atau status. Ia ada secara immanen dalam benda-benda konkrit yang bentuknya (form) kemudian ditangkap oleh intelengia atau pikiran. Kamus Filsafat. Begitu seterusnya sehingga dari data-data empiris ini seseorang bisa naik dan menemukan ide tertinggi. (10) menderita atau pasif.40 Lorens Bagus. Alam Filsafat Yunani. Plato lebih kerasan dengan matematika dan dialektika. (9) kerja atau aktif. (2) kuwantitas atau jumlah. (5) tempat (6) waktu. 41. Rajawali. empiris. meski yang dimaksud adalah benda ghaib. termasuk pengetahuan. melainkan hanya sebutan belaka. (4) relasi atau hubungan. Lihat Lorens Bagus. realitas yang sesungguhnya adalah benda-benda konkrit yang dapat ditangkap indera tersebut. berbeda dengan benda-benda konkrit itu sendiri.

I.41 sumber ilmu pengetahuan adalah akal atau rasio karena dialah yang merupakan wujud yang sesungguhnya (bieng). berpusat dan berpuncak pada apa yang disebut dengan silogisme. bukan kenyataan empiris. 1997). sehingga benar tidaknya dipengaruhi oleh kenyataan atau objektif benda melainkan oleh ide atau pikiran. Copleston. 377.15 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Paradigma pemikiran Aristoteles ini berseberangan dengan paradigma pemikiran gurunya. A History of Philosophy. Silogisme adalah argumentasi yang terdiri atas tiga proposisi. Sari Sejarah Filsafat Barat. (Yogya. Kanisius. Setiap proposisi dapat dibedakan atas dua unsur: (1) tentang apa sesuatu dikatakan yang disebut “subjek”. Menurut Plato. 48. I. A History of Philosophy. dalam kaitan antara alam indera dan ide. dan disana mereka menerima bekal konsep tentang kebenaran dan kenyataan. Menurut Plato. I. Sejarah Fislafat Yunani. F. terj. A History of Philosophy. Tata Kerja Logika. Namun. Pengantar Filsafat. Pengetahuan pada dasarnya adalah pengenalan kembali ide-ide yang pernah diperoleh manusia sebelum mereka dilahirkan. sebagaimana disinggung. Bertens. (2) apa yang di katakan yang disebut “predikat”. 372 43 . 139. Kunci memahami silogisme adalah term yang dipakai dalam putusan pertama maupun kedua. S. Argumentasi silogisme menurunkan proposisi ketiga dari dua proposisi yang sudah diketahui. 40 Copleston. Louis Kasstoff. Dari alam ide yang merupakan wujud hakiki (being) kemudian “turun” dalam bentuk alam indera. Sari Sejarah Filsafat. Logika Aristoteles. meski tidak mengingkari pentingnya pengalaman dan kondisi empiris. pengalaman atau data-data empiris hanya dipandang sebagai sejenis perangsang pikiran.43 Copleston. 38-9. 1996). Plato. Sumargono. (Yogya. Tiara Wacana. I.42 sebelum kelahirannya di dunia. yang terbangun dari “atas”. 41 42 Harun Hadiwijono. 372. alam indera atau dunia bukanlah kenyataan yang sesungguhnya melainkan hanya bayangan dari alam ide. Konsekuensinya. manusia telah mengalami preeksistensi di dunia ide. Harun Hawijono. 169.

yaitu bahwa selain secara at in self benar adanya. immortalitas (keabadian jiwa) dan kehendak bebas. tidak teruji secara rasional. Hatta. ia juga telah teruji secara rasional. (4) opini-opini yang diterima (maqbulat). Suatu premis bisa dianggap menyakinkan bila memenuhi tiga syarat. 44 45 Osman Bakar. tidak sampai derajat menyakinkan. Premis dianggap mendekati keyakinan jika hanya mengacu kepada dua kriteria pertama. Kamus Filsafat. opini yang umum diterima Osman Bakar. Silogisme analitika (demonstratif) adalah silogisme yang tersusun atas premis-premis yang benar. khususnya tiga bagian yang terakhir. Proposisi yang umumnya diterima (masyhurat) menduduki peringkat kedua. Artinya.44 membagi materi premis-premis silogisme ini dalam empat bentuk. Lorens Bagus. 106. sehingga memunculkan hierarki tingkat hasil silogisme. 124. ada yang mencapai tingkat menyakinkan. Dalam hal ini ada tiga postulat dalam pemikiran Kant. (2) kepercayaan bahwa sesuatu itu tidak mungkin merupakan sesuatu yang lain selain darinya. seorang tokoh terkemuka logika Aristotelian dari kalangan muslim. (1) kepercayaan bahwa sesuatu (premis) itu berada atau tidak dalam kondisi spesifik. Pembagian al-Farabi tentang premis-premis ini. postulat adalah praandaian-praandaian dasar yang sifatnya tidak dapat dibuktikan tapi mutlak di perlukan dan praktis. 87. Keempat macam premis ini tidak sama tingkat kepercayaannya.16 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Silogisme sendiri terdiri atas dua bentuk: silogisme analitika yang dalam epistemologi Islam dikenal dengan istilah (burhani atau demonstratif) dan silogisme dialektika atau jadali. karena ia dinilai memenuhi tiga kriteria premis yang menyakinkan. (1) pengetahuan primer. Premis yang benar adalah premis yang memberi keyakinan. Alam Pikiran Yunani. Hierarki Ilmu. mendekati keyakinan dan percaya begitu saja. (3) kepercayaan bahwa kepercayaan kedua tidak mungkin sebaliknya. hampir sama dengan apa yang disampaikan Immanuel Kant (1724-1804) dengan istilah “postulat”.45 Proposisi pengetahuan primer menduduki peringkat pertama dan teratas dalam hierarki materi silogisme. Lihat. Menurut Kant. Hierarki Ilmu. . menyakinkan. 106. primer dan memang diperlukan. tingkat mendekati keyakinan. sedang yang dipercaya belaka mempersyaratkan kriteria pertama diantara tiga kriteria yang diberikan. Al-Farabi. karena ia dianggap hanya mempunyai dua sifat pertama dalam tiga kriteria yang dipersyaratkan. (2) pengetahuan indera (mahsusat). eksistensi Tuhan. (3) opini-opini yang umumnya diterima (masyhurat). Proposisi yang umumnya diterima tidak mempunyai sifat ketiga.

Poedjawijatno.46 Silogisme analitika atau demonstratif yang disebut juga sebagai silogisme kategoris menggunakan pengetahuan primer ini sebagai premis-premisnya. 1996). melainkan bahwa ia telah disepakati (konsensus atau ijma’) secara umum. Pertimbangan pertama dalam menerima opini yang umumnya diterima bukan atas dasar kebenarannya. Materi premis silogisme dialektik berupa opini-opini yang secara umum diterima (masyhurat). tidak sampai derajat menyakinkan seperti dalam silogisme analitika. dialektik (silogisme hipotesis) dan retorik. salah satu premis utamanya telah dibuang 46 Osman Bakar. sedang retorik untuk masyarakat awam. sehingga dalam hal ini. Ibid. 47 Uraian lebih lengkap tentang tata aturan silogisme. lihat. Kamus Filsafat. Ibn Rusyd yang juga memberikan tiga metode penggalian ilmu. Selain itu. Ia berada di bawah pengetahuan analitika. Pustaka Firdaus. Remaja Karya. opini-opini yang bertentangan satu sama lain boleh jadi diterima sekaligus. Lorens Bagus. pengetahuan hasil metode dialektik tersebut masih lebih unggul dibanding pengetahuan hasil retorik dan puitik. 5667. dan tidak ada silogisme yang menyimpulkan sebaliknya. Kaitan Filsafat dengan Syariat. demonstratif (silogisme kategorik). Poespoprodjo. (Bandung.48 Meski demikian. juga bisa dari jenis-jenis pengetahuan indera dengan syarat bahwa objek-objek pengetahuan indera tersebut harus senantiasa sama (konstans) saat diamati.17 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 tidak pernah dikaji kembali apakah ia memang demikian. Karena itu. dimanapun dan kapanpun. pembagiannya dan contohcontoh masing-masing. sebab dalam metode retorik. nilai pengetahuan yang dihasilkan dari silogisme dialektika tidak bisa menyamai pengetahuan yang dihasilkan dari metode silogisme analitika. menyatakan bahwa hasil pengatahuan demontratif untuk konsumsi kalangan elite. Lihat Ibn Rusyd. . seperti dalam kasus fiqh. Logika Filsafat Berfikir. (Jakarta. ibid. 153-164. pengetahuan dialektik untuk kalangan tengah. 48 Sejalan dengan pernyataan diatas.47 Silogisme dialektik atau disbeut juga silogisme hipotesis adalah bentuk silogisme yang tersusun atas premis-premis yang hanya bertarap mendekati keyakinan. 1989). yang ini biasanya diakui atas dasar keimanan atau kesaksian orang lain. tidak dikaji kemungkinan-kemungkinan sebaliknya. tanpa di uji secara rasional. 78-82. Logika Ilmu Menalar. 1000-1006.

dan 49 Osman Bakar. tanpa ada penyelidikan lebih lanjut apakah yang diterima tersebut memang demikian adanya atau justru malah sebaliknya. sesungguhnya. opini maqbulat hanya menduduki peringkat “dipercaya saja” karena ia tidak diakui secara umum. Ketiga. logika Aristoteles juga dikritik dan tidak diakui di Barat. dalam konteks yang lebih luas. premis yang digunakan dalam metode retorik biasanya hanya berputar pada opini-opini yang diterima (maqbulat). Penutup. Disamping itu. meski diakui sebagai aturan berfikir yang paling berpengaruh. perjalanan logika Aristoteles. hanya sampai pada abad-abad pertengahan. karena diserang al-Ghazali dan dikritik Suhrawardi. dari sisi sejarah. Seperti yang terjadi pada premis pada opini yang umumnya diterima (masyhurat). bahkan hanya diterima oleh individu atau sekelompok kecil orang. Pertama. Dalam akhir makalah ini ada beberapa hal yang patut disampaikan. Setelah mengalami kemunduran dalam pemikiran filsafat Islam. kelahiran logika Aristoteles -termasuk juga logika Yunani yang lain -.postulat yang menduduki peringkat paling rendah diantara empat postulat yang diberikan al-Farabi. dimana segala persoalan didiskusikan bersama secara bebas. sehingga dituntut adanya kecakapan berfikir dan berargumentasi dalam rangka mempengaruhi orang lain. logika Aristoteles dan filsafat Yunani pada umumnya bukan satu-satunya sistem berfikir yang ada di dunia. Pembuangan premis utama retorik ini dikarenakan tujuan penting retorik bukan untuk mencapai keyakinan rasional tetapi semata untuk menyakinkan pendengar agar mereka mempercayai apa yang disampaikan dengan membuat jiwanya puas dan sependapat dengan argumen-argumen tersebut. yaitu logika Nyaya di India dan logika Mo Tse di Cina. Masih ada sistem berfikir lain yang juga besar dan cukup berpengaruh.18 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 sehingga keputusan yang dihasilkan tidak menyakinkan. . salah satu dari --meminjam istilah Kant-. Hierarkhi Ilmu. untuk tidak mengatakan tidak bisa diterima oleh aturan berfikir rasional. Kedua.49 G.tidak lepas dari pengaruh kondisi sosial politik Yunani saat itu yang terbuka. 108.

Paling tidak. ini merupakan antitesis atau koreksi atas doktrin Plato tentang transendensi essensi. doktrin Aristoteles tentang immanensi essensi. meski konsepsi Plato tentang essensi itu sendiri akhirnya juga diambil oleh Aristoteles yang dimasukkan dalam 10 kategorinya. Dengan demikian. para sarjana muslim kiranya tidak bisa begitu saja kembali pada filsafat Islam abad pertengahan yang Aristotelian. karena ia ternyata juga mengandung kelemahan. Perlu dipikirkan logika dan epistemologi baru. dalam kaitannya dengan usaha kebangkitan Islam saat ini. epistemologi alternatif yang lebih bisa mengerti dan mengatasi persoalan dunia modern dan masyarakat muslim. Dari 10 kategori ini logika Aristoteles kemudian menyusun abstraksi-abstraksi lewat aturan yang di sebut dengan silogisme. Keenam. tetapi ia juga mengandung kelemahan. Konsep tentang substansi ini diambil dari Plato. dalam pandangan logika Aristoteles adalah abstraksi-abstraksi pikiran dari hasil tangkapannya tentang substansi dan kategori-kategori. yakni substansi. logika modern. Artinya. Kelima. sumber berfikir logika Aristoteles adalah apa yang disebut 10 kategori. meski logika Aristoteles pernah mengantarkan filsafat Islam pada masa keemasan. yang itu membuat kita harus berfikir ulang jika berkeinginan untuk menggunakan logika ini dalam proyek kebangkitan islam. pengetahuan. yakni bahwa essensi bersemayam dalam benda-benda dimana benda-benda konkrit itulah yang dianggap sebagai realitas sesungguhnya. memberikan kontribusi yang penting bagi perkembangan filsafat alam. sebagaimana yang pernah dilakukan Barat dahulu setelah melihat kekurangan logika Aristoteles. Juga tidak harus mengadopsi logika dan epistemologi Barat secara membabi buta. yang terdiri atas 1 substansi dan 9 aksidensi. yakni menimbulkan kegersangan ruhani karena sifatnya yang positivistik. Keempat. jika terpaksa mengambil. yang kemudian mengantarkan Barat kepada kemajuan. juga pernah sangat berpengaruh dalam sejarah intelektual manusia sampai abad pertengahan. . yang bisa dilakukan hanya dari sisi spirit dan semangatnya belaka.19 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 mereka menelorkan sistem berfikir sendiri yang lebih bagus. gurunya. dari sisi filsafat.

] 5. 3. 4. Silogisme ternyata telah cenderung mengiring penganutnya pada cara berfikir hitam putih. berarti telah menyederhanakan dan bahkan membatasi keberagaman serta keluasan realitas. tidak semua keadaan atau argumentasi bisa diungkap lewat silogisme sebagaimana kritik yang di sampaikan Leibniz. sebagaimana yang terjadi dalam model pikiran teologi atau ilmu kalam yang memang banyak menggunakan logika ini. Prinsip logika Aristoteles yang menyatakan bahwa atribut sesuatu harus didefinisikan oleh atribut yang lain akan menggiring pada proses tanpa akhir. seperti jiwa dan konsep mental. Itu berarti tidak akan ada absurditas yang bisa di ketahui. maka sia-sialah usaha silogisme tersebut karena sesuatu yang tidak ada tidak akan melahirkan sesuatu yang baru. Kenyataannya. secara tidak langsung. maka apa yang disebut kesimpulan sebenarnya telah tercantum secara implisit pada pernyataan umum yang disebut premis mayor. tetapi ada juga realitas yang diluar itu. Artinya. 2. jika belum ada. Kebenaran hanya ada fihaknya sendiri. dengan prinsip bahwa kesimpulan yang khusus harus dideduksikan dari pernyataan yang umum. seperti dikatakan Suhrawardi. realitas tidak hanya pada apa yang konkrit. disini ada kebenarankebenaran lain yang tidak bisa didekati dengan silogisme. Sejalan dengan no. Silogisme tidak bisa menjelaskan atau menyimpulkan eksistensi empiris diluar pikiran seperti soal warna. pemikiran teologi menjadi sangat keras dan mudah menimbulkan konflek. tidak menghasilkan pengetahuan baru.20 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 1. Akibatnya. Logika Aristoteles sesungguhnya tidak memberikan apa-apa. yang tertangkap indera. ----------------- . Prinsip silogisme Aristoteles yang lebih mengutamakan sesuatu yang rasional dan kebenaran yang empiris. ad infinitum. benar salah. Ini termasuk kritik pada logika Aristoteles yang di sampaikan John Stuart Mill (1806-1873 M) dan Bacon [. karena tidak mengenal kebenaran pada fihak lain. 3. Artinya.

Pengantar Filsafat. Markaz al-Saqafah al-Arabi. Gramedia. Yogya. Pustaka Firdaus. Bakar. 1985. (Yogya. Tiara Wacana. Lorens. Bernard. Takwin al-Aql al-Arabi. 1996 Hatta. Sejarah Ringkas Filsafat Barat. 1986 Bertens. 1999. Delfgaaw. Sari Sejarah Filsafat Barat. I. Jakarta. A History of Philosophy. “Pendekatan Rasional Suhrawardi Terhadap Problem Ilmu Pengetahuan”. dalam jurnal Al-Hikmah. Jakarta. Sumargono. Muhamamd. Mizan. Filsafat dan Logika. Desember 1992 Bagus. Sumargono. Philip K. Frederick. Jakarta. Search Press. terj. History of The Arabs. 1996 Jabiri. 1986 Ibn Rusyd. Kattsoff. Kanisius. New York. The Encyclopedia of Philosophy. 1991 -------. Paul (edit). Yogya. 1967 Hadiwijono. Copleston. Bunyah al-Aql al-Arabi.21 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 DAFTAR PUSTAKA Aminrazavi. 1996. terj. Jakarta. Beirut. Hierarki Ilmu. Kamus Filsafat. Osman. Sejarah Filsafat dalam Islam. 1. Kanisius. Macmillan Press. London. Kaitan Filsafat dengan Syariat. Humaniora. edisi 7. 1946 Dardiri. Sejarah Filsafat Yunani. Rajawali. Bandung. IV. 1991. Beirut. Mehdi. Kanisius. 1992. UI Press. Bandung. Yogya. 1986 Hitti. Yogya. Tiara Wacana. 1997. al-Markaz al-Saqafi al-Arabi. The MacMillan Company. . Alam Pikiran Yunani. S. Harun. New York. Bakker. 1992 Edwards.

makalah seminar kuliah Sejarah Peradaban Barat. Persoalan-Persoalan Filsafat. (Jakarta. IAIN Sunan Kalijaga. 1984 Verhaak. Amin Abdullah. Jakarta. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogya. Pergumulan Pemikiran Yunani dan Arab Islam. 1989 Suseno. Logika Filsafat Berfikir. Leman. Bandung. pada Pps. 1992 Pierce. Muhsin. Februari. Jakarta. 1998 Titus. 1995 Poedjawijatna. Pengantar Filsafat Islam. HM. tanggal 08 Nopember 1999. Aneka Cipta. Jakarta. Frans Magnis. dalam jurnal alHikmah.22 Khudori/Logika Aristo/2008-08-12 Khudori Soleh. 1997 -----////----- . terj. Gramedia. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Bandung. 13 Tokoh Etika. Harold H. Ach. Yogya. 1992 Poespoprodjo. Oliver. edisi 4. Kanisius. “Bagaimana Menjelaskan Gagasan Kita” dalam Qadir (peny). Remaja Karya. terj. 1989 Mahdi. Bulan Bintang. Rajawali. Rasjidi. “Al-Farabi dan Fondasi Filsafat Islam”. Logika Ilmu Menalar. Jakarta. Yayasan Obor.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->