P. 1
PEMBAHASAN wastu deskripsi

PEMBAHASAN wastu deskripsi

|Views: 186|Likes:
Published by Mahlizar

More info:

Published by: Mahlizar on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2015

pdf

text

original

PEMBAHASAN Pengujian deskripsi merupakan penilaian sensorik yang berdasarkan sifatsifat sensorik yang lebih kompleks, meliputi banyak

sifat sensorik. Dalam pengujian deskripsi banyak sifat sensorik dinilai dan dianalisis sebagai keseluruhan. Jadi sifat-sifat sensorik itu menyusun mutu sensorik, tetapi tidak semua sifat sensorik itu cukup relevan terhadap atau peka sebagai pengukur mutu. Pengujian deskripsi ini dilakukan untuk membedakan berbagai jenis makanan dengan menentukan perbedaan atribut mutunya, yaitu kerenyahan, rasa manis, rasa asin, rasa pati, rasa pahit dan rasa susu. Beda dengan pengujian segitiga adalah, pada percobaan deskripsi ini lebih (banyak) ditekankan pada pengujian rasa, sedangkan pada pengujian segitiga, selain pengujian rasa, dilakukan juga pengamatan terhadap warna produk. Cara menganalisis pengujian deskripsi dapat dilakukan dengan cara data yang diperoleh dari panelis/ kelompok dirata-ratakan terlebih dahulu sebelum ploting pada grafik majemuk (Soekarto, 1990). Pada uji deskripsi, grafik majemuk berfungsi untuk menyatakan tingkatan nilai mutu suatu produk. Grafik majemuk disusun secara radial dengan sudut antara dua garis sama besar. Masing-masing garis menyatakan himpunan nilai mutu suatu produk. Dengan adanya garfik ini, maka nilai mutu dan tingkat keseragaman mutu suatu produk dapat terjaga. Karena semakin dekat nilai atribut terhadap titik pusat maka nilai mutu dari suatu produk semakin rendah, tetapi jika semakin jauh dari titik pusat dan mendekati ujung garis maka nilai mutu dari suatu produk semakin tinggi. Perbedaan parameter masing-masing bahan disebabkan oleh berbagai

faktor, salah satunya keadaan psikologis sang panelis, apakah dalam keadaan sehat atau sedang sakit. Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi adalah proses pengolahan, penyimpanan, bahan tambahan yang digunakan, seperti penambahan gula, susu, garam, dan beberapa bahan tambahan lainnya serta kandungan bahanbahan yang digunakan dalam suatu produk. Biskuit merupakan produk bakeri kering yag dibuat dengan cara memanggang adonan yang terbuat dari tepung terigu dengan atau tanpa subtitusinya, minyak/lemak, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain

2 5.dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. 1. No 1 1.4 Salmoneela sp Negatif/25g 7. rasa manis awal dan akhir. Semua nilai ini didapat dari nilai rata-rata yang didapat dari penilaian 5 orang panelis.4 Raksa (Hg) mg/kg Maks.5 Staphylococus aureus Koloni/g Maks. Untuk rasa manis 1. 0.7 Kapang /khamir Koloni/g Maks.1 Timbal (Pb) mg/kg Maks. 0.3 1.2 Cadmium (Cd) mg/kg Maks. 5 Asam lemak bebas (dihitung % b/b Maks. Atribut mutu yang diuji pada percobaan kali ini adalah mengenai warna. kerenyahan. Berikut adalah tabel SNI biskuit : Keadaan Aroma Khas. 5 Protein (N x 6.4. www. Atribut mutu tersebut diuji dengan cara penilaian organoleptik.25) % b/b Maks.6. Untuk roti unibis tingkat kerenyahannya memiliki nilai rata-rata 5 dari 5 orang panelis. rasa asin 3. rasa berpati. 0. manis awal 2 dan manis akhir 1. normal Rasa Khas.2 1.5 7 Cemaran Mikroba : 7. 1 x 102 7.6 Bacillus cereus Koloni/g Maks. rasa susu 1.1 Angka Lempeng Total Koloni/g Maks.BSN. dan asin.2 Coliform AMP/g 20 7.3 Timah (Sn) mg/kg Maks.1 1.0 sebagai asam oleat) 5 Cemaran logam : 5.4.05 6 Cemaran Arsen (As) mg/kg Maks.4 2 3 4 Jenis Uji Satuan Persyaratan .5 5.4.com Pada hasil pengamatan dapat dilihat bahwa deskripsi oleh masing-masing panelis jelas berbeda. Standar mutu biskuit diatur dalam SNI 2973:2011.3 Escheria coli AMP/g <3 7. 1 x 104 (ALT) 7. 2 x 104 Sumber : BADAN STANDARDISASI NASIONAL – BSN. 1 x 104 7. Normal Warna Normal Tekstur Renyah Kadar Air % b/b Maks. rasa susu. rasa pati 2. rasa pahit 1. 0.0 5. 40. .

rasa susu 4.8.2 dari 5 orang panelis. manis awal 4 dan manis akhir 4.6. Biskuit roma memiliki nilai organoleptik yang lebih tinggi dari biskuit unibis. rasa pahit 1. rasa asin 2. manis awal 6 dan manis akhir 4. Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan-bahan tambahan yang membuat biskuit ini memilik nilai oragnoleptik yang tinngi. rasa pati 3. Untuk rasa manis 4. biskuit roma memiliki nilai organoleptik yang tinggi. Dari semua jenis biskuit yang diuji. rasa pati 3.8. rasa pahit 3. roti unibis memiliki nilai yang lebih tinggi dari kedua sampel yang digunakan. Dari grafik majemuk.Sedangkan untuk biskuit roma tingkat kerenyahannya memiliki nilai ratarata 5.6. rasa asin 1.0 dibandingkan dengan biskuit unibis dan biskuit ATB.6. Sedangkan untuk biskuit marie susu (ATB) tingkat kerenyahannya memiliki nilai rata-rata 5. .4. biskuit roma memiliki nilai atribut mutu yang lebih jauh dari titik 0.6. Untuk rasa manis 4. rasa susu 3.8. Tetapi untuk rasa asin.

manis awal dan manis akhir. 3. salah satunya keadaan psikologis sang panelis. Perbedaan parameter masing-masing bahan disebabkan oleh berbagai faktor. 6. Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan-bahan tambahan yang membuat biskuit ini memilik nilai oragnoleptik yang tinngi. . tetapi jika semakin jauh dari titik pusat dan mendekati ujung garis maka nilai mutu dari suatu produk semakin tinggi. apakah dalam keadaan sehat atau sedang sakit. rasa manis. Dari semua jenis biskuit yang diuji. Atribut mutu yang digunakan dalam uji deskripsi dengan contoh sampel biskuit yaitu kerenyahan. keseluruhan nilai atribut biskuit ditransformasikan pada satu grafik sehingga dapat dilihat dengan jelas perbedaan yang terdapat dalam setiap biskuit yang diuji 5. biskuit roma memiliki nilai organoleptik yang tinggi. Setiap biskuit mempunyai bentuk grafik dan nilai yang berbeda. Semakin dekat nilai atribut terhadap titik pusat maka nilai mutu dari suatu produk semakin rendah. rasa susu. rasa pahit. 2. rasa asin. rasa pati. 4. meliputi berbagai jenis sifat sensorik yang menggambarkan keseluruhan sifat komoditi tersebut. Uji deskripsi adalah penilaian yang diberikan secara sensorik berdasarkan sifat-sifat sensorik yang lebih kompleks.KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan kali ini adalah sebagai berikut : 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->