P. 1
Asal usul manusia

Asal usul manusia

|Views: 397|Likes:
Published by Dewi Denuno

More info:

Published by: Dewi Denuno on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

TUGAS SEJARAH ARTIKEL ASAL USUL MANUSIA PURBA

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 1. Anggit Aprindrian Prehamukti 2. Fuad Bagus Kurniawan 3. Nur Endah Rusyanti 4. Renanda Adi Nugraha (03) (16) (26) (27)

X.3

Sekitar abad ke19 para sarjana dari luar meneliti manusia purba di Indonesia. Indonesia termasuk salah satu negara tempat ditemukannya manusia purba. dan ada yang menyerupai manusia. Untuk membedakan apakah fosil itu. yaitu dengan cara mempelajari benda-benda peninggalannya yang biasa disebut dengan artefak. ia tidak menemukan kerangka manusia. beberapa meter dari situ ditemukan sebuah geraham lagi dan sebuah tulang paha kiri. Sarjana pertama yang meneliti manusia purba di Indonesia ialah Eugene Dubois seorang dokter dari Belanda. Fosil adalah tulang belulang. Kemudian pada tahun berikutnya kira-kira 40 km dari tempat penemuan pertama. baik binatang maupun manusia. yang hidup pada zaman purba yang usianya sekitar ratusan atau ribuan tahun. E. E. Penelitian tentang manusia purba di Indonesia telah lama dilakukan. Dia pertama kali mengadakan penelitian di gua-gua di Sumatera Barat. tak jauh dari Ngawi (Madiun). yaitu jenis Pithecanthropus Erectus. sebuah desa di Pinggir Bengawan Solo. Pada tahun 1892. ditemukan sebuah geraham dan bagian atas tengkorak. tentu lebih tinggi tingkatnya dari jenis kera. . Penemuan manusia purba di Indonesia dapat dilakukan berdasarkan fosil-fosil yang telah ditemukan. fosil manusia atau kera. Penemuan fosil manusia purba di Indonesia terdapat pada lapisan pleistosen. dan jika makhluk ini manusia harus diakui bahwa tingkatnya lebih rendah dari manusia (Homo Sapiens). Dubois pertama-tama menemukan sebagian rahang. hampir sama dengan manusia purba yang ditemukan di negara-negara lainnya di dunia. Daerah penemuan manusia purba di Indonesia tersebar di beberapa tempat. Kemudian dia mengalihkan penelitiannya di Pulau Jawa.Dubois memperkirakan isi atau volume otaknya. Jadi. Manusia purba yang ditemukan di Indonesia memiliki usia yang sudah tua. sedangkan jenis kera yang tertinggi hanya 600 cc. erectus = berjalan tegak). Pada tahun 1890. Bentuk fisik dari makhluk itu ada yang sebagian menyerupai kera. Salah satu jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia hampir memiliki kesamaan dengan yang ditemukan di Peking Cina. Manusia biasa memiliki volume otak lebih dari 1000 cc. Oleh karena bentuk yang demikian. khususnya di Jawa.Asal-Usul Manusia Indonesia Darimanakah asal-usul manusia Indonesia? Untuk menjawab tentang asal-usul manusia Indonesia ada banyak teori yang menjelaskannya. Dubois memberi nama Pithecanthropus Erectus artinya manusia-kera yang berjalan tegak (pithekos = kera. fosil yang ditemukan di Trinil merupakan makhluk di antara manusia dan kera. Adapun untuk mengetahui bagaimana kehidupan manusia purba pada saat itu. E. diperkirakan 900 cc. Dubois menemukan fosil yang ia beri nama Pithecanthropus Erectus di dekat Trinil. Jika makhluk ini kera. Dalam penyelidikan ini. maka E. Bahkan Indonesia dapat dikatakan mewakili penemuan manusia purba di daratan Asia. Volume otak dari fosil yang ditemukan itu. anthropus = manusia.

Menurut Dubois. bahwa pencarian missing link dalam mempelajari evolusi manusia penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Pertama. India pada tahun 1878. pada umumnya mereka tinggal di daerah geografi yang sama dengan asal nenek moyangnya. maka Dubois memulai usaha pencariannya. Dubois percaya bahwa evolusi manusia berasal dari daerah tropika. Kalau di India ditemukan fosil semacam itu. Berlandaskan ketiga dasar teori tersebut dan setelah mendapat dukungan dari pemerintah Hindia Belanda. Ketiga dasar teori tersebut selain digunakan sebagai acuan akademik sekaligus untuk meyakinkan pemerintah kolonial Belanda. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya rambut pada tubuh manusia purba yang hanya dapat ditoleransi di daerah tropika yang hangat. Charles Darwin dalam bukunya The Descent of Man (1871) mengatakan. juga didukung oleh beberapa ahli seperti Wallace dan Lyell. seperti halnya dengan Darwin. Kedua. sekarang lebih dikenal . Dalam hal ini Dubois berbeda dengan Darwin. ia percaya bahwa Asia Tenggara merupakan asal-usul manusia karena di sana ada orangutan dan siamang.4 Pithecanthropus Erectus sebagaimana direkonstruksi oleh Dubois (Sumber: Sejarah Kebudayaan Indonesia. Dubois mencatat bahwa dalam dunia binatang. Dubois mengikuti perkembangan penemuan fosil rahang atas dari sejenis kera seperti manusia yang ditemukan di Bukit Siwalik. manusia lebih dekat dengan kera besar di Afrika seperti gorila dan simpanse. halaman 27) Sebelum menemukan fosil tempurung kepala (cranium) dan tulang paha tengah (femur). Soekmono. Perhatikanlah tiga landasan teori yang dikemukakan oleh Dubois. Sehingga nenek moyang kera besar diduga mempunyai hubungan kekerabatan (kinship) yang dekat dengan manusia. Dubois memulai pencariannya dengan berlandaskan pada tiga teori. Alasan ketiga.Gambar 6. Ingat! Pada masa itu Indonesia masih berada dalam kekuasaan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Dari segi biologi. binatang yang paling mirip dengan manusia ialah kera besar. maka terbuka kemungkinan penemuan fosil selanjutnya di Jawa. Keberhasilan kedua adalah ditemukannya fosil “java man” atau Pithecanthropus Erectus. orangutan dan siamang lebih dekat hubungannya dengan manusia dibanding gorila dan simpanse.

dan dinamakan Pithecanthropus Robustus. diduga umur fosil tersebut sekitar 1 juta tahun. Berdasarkan analisis para ahli dari Berkeley dengan menggunakan metode mutakhir argon-40/argon-39 (laser-incremental heating analysis). di antaranya bekas-bekas Pithecanthropus lainnya. Walau begitu. ada juga kegagalan Dubois yang dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan menjadi bermakna. Sebagai pembanding pada kera besar yang ada sekarang. tetapi von Koenigswald menyebutnya Homo Mojokertensis. Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol. volume otaknya sekitar 400 cc. ada kesalahan teori Dubois mengenai volume otak yang meningkat 2 kali lipat sebanding dengan peningkatan ukuran tubuh. kurang lebih setengah dari volume otak manusia modern yang sekitar 1. Dubois terdapat pada lapisan Trinil. “Java man” terlalu pandai untuk mengisi missing link kera-manusia. Dalam lapisan pleistosen bawah terdapat pula Homo Mojokertensis. Penggalian yang dilakukan oleh Selenka memang tidak berhasil menemukan fosil manusia. pernah dipublikasi dalam majalah ilmiah bergengsi Science vol. juga di Cina dan Tanzania ternyata jauh lebih tua sekitar 500. 263 (1994).H. Jenis Pithecanthropus memiliki tengkorak yang tonjolan keningnya tebal. kemudian disebut pula Pithecanthropus Mojokertensis. Berdasarkan atas fauna (dunia hewan). Pada tahun 1936 Koenigswald menemukan fosil tengkorak anak-anak di dekat Mojokerto. G. di atasnya terletak lapisan Trinil (pleistosen tengah) dan paling atas ialah lapisan Ngandong (pleistosen atas). dilakukan upaya penyelidikan dan penggalian yang dipimpin oleh Selenka di daerah Trinil (Jawa Timur).000 tahun dibanding temuannya. diperkirakan usia anak tersebut belum melebihi 5 tahun. Mojokerto (Jawa Timur). Salah satu kelemahan teori Dubois adalah di missing link. . Teori tersebut runtuh karena volume otak “java man” berdasarkan penghitungan yang lebih akurat adalah sekitar 900 cc. Pithecanthropus Erectus penemuan E. von Koeningswald membagi diluvium Lembah Sungai Solo (pada umumnya diluvium Indonesia) menjadi tiga lapisan. Pithecanthropus lainnya ada yang di pleistosen tengah dan ada yang di pleistosen bawah. Dari gigi tengkorak tersebut. Di plestosen bawah terdapat fosil manusia purba yang lebih besar dan kuat tubuhnya daripada Pithecanthropus Erectus.R von Koenigswald mengadakan penelitian dari tahun 1936 sampai 1941 di daerah sepanjang Lembah Sungai Solo. Pada tahun-tahun selanjutnya. Kemungkinan tengkorak tersebut merupakan tengkorak anak dari Pithecanthropus Erectus. Pada tahun 1907-1908. Selain itu. Di samping itu. Pendapat itu keliru karena penemuan-penemuan selanjutnya fosil manusia purba di Sangiran (Jawa Tengah).000 sampai 750. yaitu lapisan Jetis (pleistosen bawah).350 cc. Pada setiap lapisan itu ditemukan jenis manusia purba. yang menyebutkan mata rantai keramanusia telah terjawab dengan ditemukannya “java man”. simpanse misalnya. jadi dalam lapisan pleistosen tengah. Saat ini Homo Erectus dipercaya merupakan salah satu kerabat dekat manusia modern (Homo Sapiens).dengan nama Homo Erectus di Trinil (Jawa Timur). Hasil pengukuran yang melibatkan tim peneliti dari Indonesia itu. Akan tetapi upaya penggaliannya telah berhasil menemukan fosil-fosil hewan dan tumbuh-tumbuhan yang dapat memberikan dukungan untuk menggambarkan lingkungan hidup manusia Pithecanthropus. Menurut Dubois volume otak fosil “java man” sekitar 700 cc. banyak pula didapatkan fosil-fosil binatang menyusui. Penemuan fosil manusia purba yang telah dilakukan oleh Dubois pada akhirnya mendorong penemuan-penemuan selanjutnya yang dilakukan oleh para peneliti lainnya. von Koenigswald banyak menemukan bekas-bekas manusia prasejarah. ia lebih tepat disebut manusia purba.

mulutnya masih menonjol. Mukanya lebar dengan hidung yang masih lebar. Menurut Dubois. Homo Wajakensis seperti juga Homo Solensis berasal dari lapisan bumi pleistosin atas dan mungkin sekali sudah termasuk jenis Homo Sapiens. juga di Cina Selatan. Kediri. Walaupun masakannya masih sangat sederhana. Perancis. dan ada yang tewas dimakan binatang buas. Tengkorak ini ini disebut Homo Wajakensis.000 sampai dengan 40. Untuk berburu mereka tidak hanya mengejar dan menangkap binatang buruannya.000 tahun yang lalu. bernenek moyang Homo Soloensis dan nantinya menurunkan bangsa-bangsa asli di Australia. tetapi banyak pula sifat keranya. Makhluk ini ia beri nama Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar). Homo ini dibandingkan jenis sebelumnya sudah mengalami kemajuan. Selain di Indonesia. mereka selalu hidup secara berkelompok. menemukan sebagian tulang rahang bawah yang jauh lebih besar dan kuat dari rahang Pithecanthropus. Oleh karenanya. Homo Wajakensis termasuk dalam golongan bangsa Australoide. Pada tahun 1941. Tempat-tempat temuan yang lain ialah di Serawak (Malaysia Timur). karena bentuk tubuhnya yang lebih besar. Menurut von Koenigswald. Di Asia. Di Asia Tenggara juga terdapat jenis ini.000 – 500. Geraham-gerahamnya menunjukkan corak-corak kemanusiaan. Von Koeningswald menilai hasil temuannya ini merupakan fosil dari makhluk yang lebih tinggi tingkatannya daripada Pithecanthropus Erectus. Sebagian dari jumlah itu telah hancur. von Koeningwald di dekat Sangiran Lembah Sungai Solo juga. binatang-binatang buruannya setelah dikuliti lalu dibakar. yaitu manusia purba yang sudah sempurna mirip dengan manusia. Makhluk ini oleh von Koeningswald disebut Homo Soloensis (manusia dari Solo). tetapi banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli benua Australia sekarang. yang belum mengenal cara penguburan. Mereka telah mengenal penguburan pada saat meninggal. Pada semua tengkorak itu. . Von Koeningwald menganggap makhluk ini lebih tua daripada Pithecanthropus. walaupun tidak seperti Pithecanthropus. Manusia ini hidup antara 25. Di Benua Afrika. tetapi ada beberapa yang dapat memberikan informasi bagi penelitiannya. tetapi ini menunjukkan adanya kemajuan dalam cara berpikir mereka dibandingkan dengan jenis manusia purba sebelumnya. fosil jenis manusia Pithecanthropus ditemukan di daerah Tanzania. Pithecanthropus masih hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Von Koenigswald dan Wedenreich kembali menemukan sebelas fosil tengkorak pada tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong Lembah Bengawan Solo. Sebagian mereka masih tinggal di padang terbuka. Mereka belum pandai memasak. Hidupnya dengan memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. sehingga makanan dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu. Umbian-umbian merupakan jenis makanan dengan cara dimasak. Tabon (Filipina). Sedangkan di Eropa fosil manusia Pithecanthropus ditemukan di Jerman. Kenya dan Aljazair. Pithecanthropus ditemukan di daerah Cina. Tidak ada dagunya. bahkan sudah dapat dikatakan sebagai manusia. tidak ada lagi tulang rahang dan giginya. Mereka telah membuat alat-alat dari batu maupun tulang.Mereka hidup antara 2 setengah sampai 1 setengah juta tahun yang lalu. dengan berat badan kira-kira 30 – 150 kg. Jenis manusia purba ini tinggi tubuhnya antara 130 – 210 cm. Bentuk tengkorak ini berlainan dengan tengkorak penduduk asli bangsa Indonesia. Makanannya telah dimasak. Diperkirakan mereka hidup berturut-turut sekitar 800. Berbeda dengan jenis manusia purba sebelumnya. Diperkirakan hidup pada 2 juta sampai satu juta tahun yang lalu.000 tahun yang lalu. Pada tahun 1899 ditemukan sebuah tengkorak di dekat Wajak sebuah desa yang tak jauh dari Tulungagung. di Cina Selatan ditemukan Pithecanthropus Lautianensis dan di Cina Utara ditemukan Pithecanthropus Pekinensis. manusia jenis Pithecanthropus juga ditemukan di belahan dunia lainnya. Dahinya masih menonjol.

Pendapat ini didukung oleh artefak artefak yang ditemukan. 3. diperkirakan manusia Wajak ini bermigrasi ke Australia dengan menggunakan jembatan penghubung. Penelitian ini kemudian meluas ke Bengawan Solo. Mohammad Yamin Bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Berdasarkan uraian di atas. memperlihatkan bahwa pulau Jawa bersatu dengan daratan Asia dan bukan dengan Australia. Diduga mereka telah memiliki keterampilan untuk membuat perahu serta mengarungi sungai dan lautan. H. Van Heine Gedern Bangsa Indonesia berasal dari Asia. Prof. HOLOSEN Homo Sapiens PLESTOSENatas (lapisan dan fauna Homo WajakensisHomo Soloensis Ngandong) PLESTOSENtengah (Lapisan dan fauna Pithecanthropus Erectus Trinil) PLEISTOSENbawah (lapisan dan fauna Jetis) Pithecanthropus Erectus Pithecanthropus Mojokertensis Meganthropus Paleojavanicus Pendapat Mengenai Kehidupan Awal Manusia Indonesia 1. Polenesia. penelitian manusia purba dilanjutkan oleh orang Indonesia sendiri. Max Muller . Pada tahun 1952 penelitian dimulai. 4. Sebuah tengkorak kecil dari seorang wanita. Apabila menilik peta Indonesia yang terbentuk pada masa glasial. 2. Mikronesia memiliki akar bahasa yang sama. Kern Bahasa bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia. Dr. Oleh karena itu. Dr. Dia memulai penyelidikannya di daerah Sangiran. Setelah masa penjajahan Belanda selesai. Melanisia. penyebaran penemuan manusia purba di Indonesia dapat digambarkan dalam bagan di bawah ini. Penelitian ini terutama dilakukan oleh dokter dan geolog yang kebetulan harus meneliti lapisan-lapisan tanah. Prof. Kren menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa. yakni bahasa Austronesia. Seorang dokter dari UGM yang mengkhususkan dirinya pada penyelidikan tersebut adalah Prof. penemuan fosil manusia Pithecanthropus yang terbanyak yaitu di daerah Indonesia dan Cina. sehingga akhirnya sampai di daratan Australia. sebuah rahang bawah. dan Hongaria. Akan tetapi.Yunani. Di Australia Utara ditemukan fosil yang serupa dengan manusia jenis Homo Wajakensis yang terdapat di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil fosil dan artefak artefak tertua dalam jumlah banyak yang ditemukan di daerah Indonesia. dan sebuah rahang atas dari manusia purba yang ditemukan di Australia itu sangat mirip dengan manusia Wajak. Artefak artefak tersebut memiliki banyak persamaan dengan yang ditemukan di Asia. Teuku Jacob.

Prof. Hogen Bangsa yang mendiami daerah pesisir melayu berasal dari daerah Sumatra. Mungkin Max Muller menarik kesimpulan dari pendapat pendapat para ahlinya. 8. c. 5. Situs – situs jawa lainnya yang menghasilkan benda – benda budaya tahap logam awal terdapat di daerah lewiliyang dekat bogor jawa barat dan di daerah pejaten sebelah selatan jakarta. sebelah timur sampai ke tepi pantai barat Amerika. Perkembangan Budaya Logam di Indonesia Pesatnya perkembangan tekhnologi perunggu di wilayah Indinesia di ikuti dengan kemunculan pusat – pusat pembuatan benda – benda dari logam. Dr. Cina. Tahap Logam Awal Di Jawa Di pulau jawa terdapat banyak situs – situs peninggalan dari tahap logam awal. Dr . Pendapat ini dipengaruhi oleh pendapat Mens yang berpendapat bahwa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa bangsa lebih kuat sehingga mereka berpindah ke seletan. terutama dalam hubungannya dengan kubur peti batu atau sarkofagus. 9. 10. Moh. lalu menyebar ke wilayah Indocina terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Mayundar Bangsa Indonesia yang berbahasa Austronesia berasal dari India. 6. Mereka menyebar ke kawasan Indonesia sekitar 2. Bali. Tahap Logam Awal di Sumatra Pada dataran pasemah di daerah sumatra selatan banyak ditemukan kubur batu dari tradisi megalitikum. Teori ini didukung oleh penelitian bahwa bahasa Austria merupakan bahasa muda di India bagian timur. Willem Smith Willem Smith melihat asal usul bangsa Indonesia dari penggunaan bahasa orang Indonesia. 7.000 SM sampai 1500 SM. Bangsa Melayu ini kemudian bercampur dengan bangsa Mongol yang disebut bangsa proto melayu dan deutro melayu. a. Bandes Bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa bangsa pada daerah yang membentang dari utara pulau Formosa. Ali Bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan. Tahap Logam Awal Di Bali b. sebelah selatan yaitu tanah Jawa. alasan Muller tidak didukung oleh alasan yang jelas. Bangunan megalitikum persemah sangat menakjubkan dan telah menarik perhatian sejak tahun 1950-an. sebelah barat Madagaskar. termasuk Indonesia. Namun.Bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia Tenggara. Kroom Bahwa masyarakat awal Indonesia berasal dari Cina Tengah karena di daerah Cina Tengah banyak terdapat sumber sungai besar. . Drs.

peralatan untuk mengumpulkan makanan atau meramu. tetapi sayangnya benda-benda dari besi berhasil ditemukan oleh para ahli. Tahap Logam Awal Di Sumba Tradisi penguburan di sumba. Tahap Logam Awal Di Sulawesi Perkembangan logam pada tahap awal di daerah sulawesi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pada goa – goa di daerah Sulawesi Selatan ditemukan kubur tempayan. f. Sementara itu. d. Dengan demikian. . kebudayaan material manusia mengalami perkembangan dari awal manusia mengenal kebudayaan sampai kepada tingkat-tingkat kehidupan selanjutnya. Sementara itu. manusia sudah pula mengenal dan mengolahbiji-biji besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkannya. e. yaitu sadar untuk apa segala sesuatu itu dilakukan atau diperbuat. di daerah sulawesi tengah juga ditemukan jenis – jenis tempayan kubur. Di samping itu. nusa tenggara barat pada masa logam awal telah melibatkan berbagai benda – benda dari logam. Tahap Logam Awal Dikepulauan Talaud Dan Maluku Utara Penguuran di dalam tempayan berhasil ditemukan oleh para ahli di goa laang kecil baedane (pulau selebabu dalam kawasan kepulauan talaud). Pada tempayan – tempayan tersebut banyak ditemukan benda – benda logam sebagai bekal kubur. di daerah maluku utara berhasil ditemukan sisa – sisa penguburan dalam tempayan yang berhasil di gali dari goa uattamdi di pulau kayoa. Kebudayaan material atau kebendaan Manusia mulai mengenal kebudayaan material (benda) ketika mereka kenal pada awalnya berupa alat-alat yang dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. a. Seperti peralatan berburu. karena besi dapat lapuk dan hancur.Perkembangan benda – benda logam awal di pulau bali terkait dengan bekal kubur. Hasil-Hasil Budaya Manusia Purba Di Indonesia Kebudayaan adalah sebuah hasil pemikiran manusia yang dilakukan dengan sadar. karena benda – benda logam ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak pada sarkofagus. Bejana – bejana tembikar berukuran kecil di tempatkan di dalam atau di sekitar tempayan beserta manik – manik gelang dan benda – benda logam lainnya sebagai benda bekal kubur yang paling umum.. Kebudayaah yang dibuat oleh manusia bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga sifat kebudayaan anusia dapat dibedakan atas kebudayaan yang bersifat material atau kebendaan dan kebudayaan yang bersifat rohani.

selanjutnya berkembang kepercayaan yang bersifat animisme. manusia mulai menyadari keberadaan hidupnya yang berada di tengah – tengah alam semesta. Kekuatan itulah yang kemudian diketahui berasal dari kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia mulai menyadari dan merasakan adanyak ekuatan yang maha dahsyat atau maha besar di luar dirinya sendiri.b. Tuhan yang menciptakan. Animisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai roh atau jiwa. memelihara. membinasakan seisi alam semesta ini. Bahkan kekuatan itu senantiasa ada sepanjang masa. Hal ini diketahui melalui penemuan kuburan. Dari kepercayaan itu. Munculnya sistem kepercayaan dalam kehidupan manusia telah berlangsung sejak kehidupan manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. . Melalui perkembangan pola pikir manusia. Kebudayaan rohani Kebudayaan rohani mulai muncul dalam kehidupan manusia sejak manusia mengenal sistem kepercayaan dalam hidupnya. dinamisme dan mononisme. Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai kekuatan gaib dan mononisme merupakan suatu kepercayaan terhadap tuhan yang Maha Esa. menghidupkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->