TUGAS SEJARAH ARTIKEL ASAL USUL MANUSIA PURBA

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 1. Anggit Aprindrian Prehamukti 2. Fuad Bagus Kurniawan 3. Nur Endah Rusyanti 4. Renanda Adi Nugraha (03) (16) (26) (27)

X.3

yaitu dengan cara mempelajari benda-benda peninggalannya yang biasa disebut dengan artefak. Bentuk fisik dari makhluk itu ada yang sebagian menyerupai kera. Penemuan fosil manusia purba di Indonesia terdapat pada lapisan pleistosen. Sekitar abad ke19 para sarjana dari luar meneliti manusia purba di Indonesia. beberapa meter dari situ ditemukan sebuah geraham lagi dan sebuah tulang paha kiri. erectus = berjalan tegak). ditemukan sebuah geraham dan bagian atas tengkorak. Sarjana pertama yang meneliti manusia purba di Indonesia ialah Eugene Dubois seorang dokter dari Belanda. Bahkan Indonesia dapat dikatakan mewakili penemuan manusia purba di daratan Asia. baik binatang maupun manusia. Dia pertama kali mengadakan penelitian di gua-gua di Sumatera Barat. fosil yang ditemukan di Trinil merupakan makhluk di antara manusia dan kera. Pada tahun 1892. dan jika makhluk ini manusia harus diakui bahwa tingkatnya lebih rendah dari manusia (Homo Sapiens). tentu lebih tinggi tingkatnya dari jenis kera. Kemudian pada tahun berikutnya kira-kira 40 km dari tempat penemuan pertama. Adapun untuk mengetahui bagaimana kehidupan manusia purba pada saat itu. maka E. Dubois pertama-tama menemukan sebagian rahang. Oleh karena bentuk yang demikian. Pada tahun 1890. hampir sama dengan manusia purba yang ditemukan di negara-negara lainnya di dunia. Dubois menemukan fosil yang ia beri nama Pithecanthropus Erectus di dekat Trinil. Dalam penyelidikan ini. Salah satu jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia hampir memiliki kesamaan dengan yang ditemukan di Peking Cina. ia tidak menemukan kerangka manusia.Dubois memperkirakan isi atau volume otaknya. yang hidup pada zaman purba yang usianya sekitar ratusan atau ribuan tahun. sedangkan jenis kera yang tertinggi hanya 600 cc. Volume otak dari fosil yang ditemukan itu. Dubois memberi nama Pithecanthropus Erectus artinya manusia-kera yang berjalan tegak (pithekos = kera. Kemudian dia mengalihkan penelitiannya di Pulau Jawa. yaitu jenis Pithecanthropus Erectus. anthropus = manusia. dan ada yang menyerupai manusia. Daerah penemuan manusia purba di Indonesia tersebar di beberapa tempat. diperkirakan 900 cc. Manusia biasa memiliki volume otak lebih dari 1000 cc. Untuk membedakan apakah fosil itu. sebuah desa di Pinggir Bengawan Solo. fosil manusia atau kera. . E. E. E. Jadi. Penelitian tentang manusia purba di Indonesia telah lama dilakukan. khususnya di Jawa. Manusia purba yang ditemukan di Indonesia memiliki usia yang sudah tua. Fosil adalah tulang belulang. Jika makhluk ini kera. Indonesia termasuk salah satu negara tempat ditemukannya manusia purba. Penemuan manusia purba di Indonesia dapat dilakukan berdasarkan fosil-fosil yang telah ditemukan.Asal-Usul Manusia Indonesia Darimanakah asal-usul manusia Indonesia? Untuk menjawab tentang asal-usul manusia Indonesia ada banyak teori yang menjelaskannya. tak jauh dari Ngawi (Madiun).

India pada tahun 1878. Soekmono. Charles Darwin dalam bukunya The Descent of Man (1871) mengatakan. orangutan dan siamang lebih dekat hubungannya dengan manusia dibanding gorila dan simpanse. Keberhasilan kedua adalah ditemukannya fosil “java man” atau Pithecanthropus Erectus. Alasan ketiga. Menurut Dubois. binatang yang paling mirip dengan manusia ialah kera besar. Dubois percaya bahwa evolusi manusia berasal dari daerah tropika. pada umumnya mereka tinggal di daerah geografi yang sama dengan asal nenek moyangnya. bahwa pencarian missing link dalam mempelajari evolusi manusia penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Ingat! Pada masa itu Indonesia masih berada dalam kekuasaan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ketiga dasar teori tersebut selain digunakan sebagai acuan akademik sekaligus untuk meyakinkan pemerintah kolonial Belanda.Gambar 6. maka terbuka kemungkinan penemuan fosil selanjutnya di Jawa. maka Dubois memulai usaha pencariannya. Dubois mengikuti perkembangan penemuan fosil rahang atas dari sejenis kera seperti manusia yang ditemukan di Bukit Siwalik. Perhatikanlah tiga landasan teori yang dikemukakan oleh Dubois. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya rambut pada tubuh manusia purba yang hanya dapat ditoleransi di daerah tropika yang hangat. seperti halnya dengan Darwin. manusia lebih dekat dengan kera besar di Afrika seperti gorila dan simpanse. Pertama. Dalam hal ini Dubois berbeda dengan Darwin. Sehingga nenek moyang kera besar diduga mempunyai hubungan kekerabatan (kinship) yang dekat dengan manusia. Dubois mencatat bahwa dalam dunia binatang. ia percaya bahwa Asia Tenggara merupakan asal-usul manusia karena di sana ada orangutan dan siamang. Dari segi biologi. Kedua.4 Pithecanthropus Erectus sebagaimana direkonstruksi oleh Dubois (Sumber: Sejarah Kebudayaan Indonesia. Dubois memulai pencariannya dengan berlandaskan pada tiga teori. halaman 27) Sebelum menemukan fosil tempurung kepala (cranium) dan tulang paha tengah (femur). Berlandaskan ketiga dasar teori tersebut dan setelah mendapat dukungan dari pemerintah Hindia Belanda. juga didukung oleh beberapa ahli seperti Wallace dan Lyell. sekarang lebih dikenal . Kalau di India ditemukan fosil semacam itu.

Salah satu kelemahan teori Dubois adalah di missing link. Menurut Dubois volume otak fosil “java man” sekitar 700 cc. Penggalian yang dilakukan oleh Selenka memang tidak berhasil menemukan fosil manusia. Pada tahun-tahun selanjutnya. Dalam lapisan pleistosen bawah terdapat pula Homo Mojokertensis. di antaranya bekas-bekas Pithecanthropus lainnya. Pada tahun 1936 Koenigswald menemukan fosil tengkorak anak-anak di dekat Mojokerto. 263 (1994). Akan tetapi upaya penggaliannya telah berhasil menemukan fosil-fosil hewan dan tumbuh-tumbuhan yang dapat memberikan dukungan untuk menggambarkan lingkungan hidup manusia Pithecanthropus. Penemuan fosil manusia purba yang telah dilakukan oleh Dubois pada akhirnya mendorong penemuan-penemuan selanjutnya yang dilakukan oleh para peneliti lainnya. dan dinamakan Pithecanthropus Robustus.000 sampai 750.350 cc.H. diperkirakan usia anak tersebut belum melebihi 5 tahun. von Koenigswald banyak menemukan bekas-bekas manusia prasejarah. dilakukan upaya penyelidikan dan penggalian yang dipimpin oleh Selenka di daerah Trinil (Jawa Timur). Walau begitu. volume otaknya sekitar 400 cc. Jenis Pithecanthropus memiliki tengkorak yang tonjolan keningnya tebal. tetapi von Koenigswald menyebutnya Homo Mojokertensis. ada juga kegagalan Dubois yang dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan menjadi bermakna. “Java man” terlalu pandai untuk mengisi missing link kera-manusia. diduga umur fosil tersebut sekitar 1 juta tahun. kemudian disebut pula Pithecanthropus Mojokertensis. Dubois terdapat pada lapisan Trinil. Pithecanthropus lainnya ada yang di pleistosen tengah dan ada yang di pleistosen bawah. ia lebih tepat disebut manusia purba. yang menyebutkan mata rantai keramanusia telah terjawab dengan ditemukannya “java man”. Teori tersebut runtuh karena volume otak “java man” berdasarkan penghitungan yang lebih akurat adalah sekitar 900 cc. Pithecanthropus Erectus penemuan E.R von Koenigswald mengadakan penelitian dari tahun 1936 sampai 1941 di daerah sepanjang Lembah Sungai Solo. simpanse misalnya. Di plestosen bawah terdapat fosil manusia purba yang lebih besar dan kuat tubuhnya daripada Pithecanthropus Erectus. Berdasarkan analisis para ahli dari Berkeley dengan menggunakan metode mutakhir argon-40/argon-39 (laser-incremental heating analysis). juga di Cina dan Tanzania ternyata jauh lebih tua sekitar 500. Selain itu. ada kesalahan teori Dubois mengenai volume otak yang meningkat 2 kali lipat sebanding dengan peningkatan ukuran tubuh. di atasnya terletak lapisan Trinil (pleistosen tengah) dan paling atas ialah lapisan Ngandong (pleistosen atas). Hasil pengukuran yang melibatkan tim peneliti dari Indonesia itu. Berdasarkan atas fauna (dunia hewan).000 tahun dibanding temuannya. . Pada tahun 1907-1908. yaitu lapisan Jetis (pleistosen bawah). Dari gigi tengkorak tersebut.dengan nama Homo Erectus di Trinil (Jawa Timur). Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol. G. banyak pula didapatkan fosil-fosil binatang menyusui. Di samping itu. Mojokerto (Jawa Timur). pernah dipublikasi dalam majalah ilmiah bergengsi Science vol. Pendapat itu keliru karena penemuan-penemuan selanjutnya fosil manusia purba di Sangiran (Jawa Tengah). Saat ini Homo Erectus dipercaya merupakan salah satu kerabat dekat manusia modern (Homo Sapiens). Kemungkinan tengkorak tersebut merupakan tengkorak anak dari Pithecanthropus Erectus. Pada setiap lapisan itu ditemukan jenis manusia purba. von Koeningswald membagi diluvium Lembah Sungai Solo (pada umumnya diluvium Indonesia) menjadi tiga lapisan. jadi dalam lapisan pleistosen tengah. Sebagai pembanding pada kera besar yang ada sekarang. kurang lebih setengah dari volume otak manusia modern yang sekitar 1.

Diperkirakan mereka hidup berturut-turut sekitar 800. binatang-binatang buruannya setelah dikuliti lalu dibakar. Von Koeningswald menilai hasil temuannya ini merupakan fosil dari makhluk yang lebih tinggi tingkatannya daripada Pithecanthropus Erectus.Mereka hidup antara 2 setengah sampai 1 setengah juta tahun yang lalu. Mereka telah mengenal penguburan pada saat meninggal. von Koeningwald di dekat Sangiran Lembah Sungai Solo juga. Sedangkan di Eropa fosil manusia Pithecanthropus ditemukan di Jerman. tidak ada lagi tulang rahang dan giginya. Diperkirakan hidup pada 2 juta sampai satu juta tahun yang lalu.000 – 500. Mereka telah membuat alat-alat dari batu maupun tulang. sehingga makanan dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu. Kediri. dengan berat badan kira-kira 30 – 150 kg. mulutnya masih menonjol. Walaupun masakannya masih sangat sederhana. . Pithecanthropus ditemukan di daerah Cina. dan ada yang tewas dimakan binatang buas. Makhluk ini oleh von Koeningswald disebut Homo Soloensis (manusia dari Solo). bahkan sudah dapat dikatakan sebagai manusia. Umbian-umbian merupakan jenis makanan dengan cara dimasak. karena bentuk tubuhnya yang lebih besar. Perancis. Di Benua Afrika. bernenek moyang Homo Soloensis dan nantinya menurunkan bangsa-bangsa asli di Australia. tetapi ada beberapa yang dapat memberikan informasi bagi penelitiannya. Manusia ini hidup antara 25. manusia jenis Pithecanthropus juga ditemukan di belahan dunia lainnya. mereka selalu hidup secara berkelompok. Sebagian mereka masih tinggal di padang terbuka. Sebagian dari jumlah itu telah hancur. tetapi banyak pula sifat keranya. tetapi ini menunjukkan adanya kemajuan dalam cara berpikir mereka dibandingkan dengan jenis manusia purba sebelumnya. Bentuk tengkorak ini berlainan dengan tengkorak penduduk asli bangsa Indonesia. Von Koeningwald menganggap makhluk ini lebih tua daripada Pithecanthropus. Untuk berburu mereka tidak hanya mengejar dan menangkap binatang buruannya. yaitu manusia purba yang sudah sempurna mirip dengan manusia. Menurut von Koenigswald. Oleh karenanya. Tabon (Filipina). Tempat-tempat temuan yang lain ialah di Serawak (Malaysia Timur). tetapi banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli benua Australia sekarang. Hidupnya dengan memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Geraham-gerahamnya menunjukkan corak-corak kemanusiaan. yang belum mengenal cara penguburan. Pada semua tengkorak itu.000 sampai dengan 40. Di Asia Tenggara juga terdapat jenis ini. Pithecanthropus masih hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Selain di Indonesia. Jenis manusia purba ini tinggi tubuhnya antara 130 – 210 cm. Pada tahun 1941. Von Koenigswald dan Wedenreich kembali menemukan sebelas fosil tengkorak pada tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong Lembah Bengawan Solo.000 tahun yang lalu. Berbeda dengan jenis manusia purba sebelumnya. Di Asia. Menurut Dubois. Tidak ada dagunya. fosil jenis manusia Pithecanthropus ditemukan di daerah Tanzania. Mukanya lebar dengan hidung yang masih lebar. Homo ini dibandingkan jenis sebelumnya sudah mengalami kemajuan. Pada tahun 1899 ditemukan sebuah tengkorak di dekat Wajak sebuah desa yang tak jauh dari Tulungagung. Makanannya telah dimasak. Homo Wajakensis seperti juga Homo Solensis berasal dari lapisan bumi pleistosin atas dan mungkin sekali sudah termasuk jenis Homo Sapiens. Dahinya masih menonjol. Homo Wajakensis termasuk dalam golongan bangsa Australoide. Mereka belum pandai memasak. Tengkorak ini ini disebut Homo Wajakensis. Kenya dan Aljazair.000 tahun yang lalu. di Cina Selatan ditemukan Pithecanthropus Lautianensis dan di Cina Utara ditemukan Pithecanthropus Pekinensis. Makhluk ini ia beri nama Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar). menemukan sebagian tulang rahang bawah yang jauh lebih besar dan kuat dari rahang Pithecanthropus. juga di Cina Selatan. walaupun tidak seperti Pithecanthropus.

Pada tahun 1952 penelitian dimulai. Setelah masa penjajahan Belanda selesai. Artefak artefak tersebut memiliki banyak persamaan dengan yang ditemukan di Asia. Sebuah tengkorak kecil dari seorang wanita. Kern Bahasa bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia. penelitian manusia purba dilanjutkan oleh orang Indonesia sendiri. yakni bahasa Austronesia. Apabila menilik peta Indonesia yang terbentuk pada masa glasial. Berdasarkan uraian di atas. sebuah rahang bawah. Van Heine Gedern Bangsa Indonesia berasal dari Asia. diperkirakan manusia Wajak ini bermigrasi ke Australia dengan menggunakan jembatan penghubung. Di Australia Utara ditemukan fosil yang serupa dengan manusia jenis Homo Wajakensis yang terdapat di Indonesia. Dia memulai penyelidikannya di daerah Sangiran. Prof. dan Hongaria. Penelitian ini terutama dilakukan oleh dokter dan geolog yang kebetulan harus meneliti lapisan-lapisan tanah. 4. Akan tetapi. HOLOSEN Homo Sapiens PLESTOSENatas (lapisan dan fauna Homo WajakensisHomo Soloensis Ngandong) PLESTOSENtengah (Lapisan dan fauna Pithecanthropus Erectus Trinil) PLEISTOSENbawah (lapisan dan fauna Jetis) Pithecanthropus Erectus Pithecanthropus Mojokertensis Meganthropus Paleojavanicus Pendapat Mengenai Kehidupan Awal Manusia Indonesia 1. 3. 2. Kren menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa. Seorang dokter dari UGM yang mengkhususkan dirinya pada penyelidikan tersebut adalah Prof. penyebaran penemuan manusia purba di Indonesia dapat digambarkan dalam bagan di bawah ini. Polenesia. dan sebuah rahang atas dari manusia purba yang ditemukan di Australia itu sangat mirip dengan manusia Wajak. Mohammad Yamin Bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Penelitian ini kemudian meluas ke Bengawan Solo. Teuku Jacob. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil fosil dan artefak artefak tertua dalam jumlah banyak yang ditemukan di daerah Indonesia. memperlihatkan bahwa pulau Jawa bersatu dengan daratan Asia dan bukan dengan Australia. Prof. Pendapat ini didukung oleh artefak artefak yang ditemukan. sehingga akhirnya sampai di daratan Australia. Dr. Diduga mereka telah memiliki keterampilan untuk membuat perahu serta mengarungi sungai dan lautan. Oleh karena itu. Mikronesia memiliki akar bahasa yang sama. H. Max Muller . Dr. penemuan fosil manusia Pithecanthropus yang terbanyak yaitu di daerah Indonesia dan Cina. Melanisia.Yunani.

Bangsa Melayu ini kemudian bercampur dengan bangsa Mongol yang disebut bangsa proto melayu dan deutro melayu. Kroom Bahwa masyarakat awal Indonesia berasal dari Cina Tengah karena di daerah Cina Tengah banyak terdapat sumber sungai besar. Tahap Logam Awal di Sumatra Pada dataran pasemah di daerah sumatra selatan banyak ditemukan kubur batu dari tradisi megalitikum. . Tahap Logam Awal Di Jawa Di pulau jawa terdapat banyak situs – situs peninggalan dari tahap logam awal. alasan Muller tidak didukung oleh alasan yang jelas. Mungkin Max Muller menarik kesimpulan dari pendapat pendapat para ahlinya. Mayundar Bangsa Indonesia yang berbahasa Austronesia berasal dari India. Mereka menyebar ke kawasan Indonesia sekitar 2. Teori ini didukung oleh penelitian bahwa bahasa Austria merupakan bahasa muda di India bagian timur. terutama dalam hubungannya dengan kubur peti batu atau sarkofagus. Ali Bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan.000 SM sampai 1500 SM. Prof. 8. 5. Pendapat ini dipengaruhi oleh pendapat Mens yang berpendapat bahwa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa bangsa lebih kuat sehingga mereka berpindah ke seletan. Bangunan megalitikum persemah sangat menakjubkan dan telah menarik perhatian sejak tahun 1950-an. Dr . Willem Smith Willem Smith melihat asal usul bangsa Indonesia dari penggunaan bahasa orang Indonesia. termasuk Indonesia. Moh. Dr. Bali. Hogen Bangsa yang mendiami daerah pesisir melayu berasal dari daerah Sumatra. Perkembangan Budaya Logam di Indonesia Pesatnya perkembangan tekhnologi perunggu di wilayah Indinesia di ikuti dengan kemunculan pusat – pusat pembuatan benda – benda dari logam. sebelah selatan yaitu tanah Jawa. 9. Tahap Logam Awal Di Bali b. a. Namun. Situs – situs jawa lainnya yang menghasilkan benda – benda budaya tahap logam awal terdapat di daerah lewiliyang dekat bogor jawa barat dan di daerah pejaten sebelah selatan jakarta. 7. Drs.Bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia Tenggara. sebelah barat Madagaskar. c. 10. lalu menyebar ke wilayah Indocina terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Bandes Bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa bangsa pada daerah yang membentang dari utara pulau Formosa. 6. Cina. sebelah timur sampai ke tepi pantai barat Amerika.

yaitu sadar untuk apa segala sesuatu itu dilakukan atau diperbuat. Tahap Logam Awal Di Sulawesi Perkembangan logam pada tahap awal di daerah sulawesi mengalami perkembangan yang cukup pesat. peralatan untuk mengumpulkan makanan atau meramu. Tahap Logam Awal Di Sumba Tradisi penguburan di sumba. nusa tenggara barat pada masa logam awal telah melibatkan berbagai benda – benda dari logam. manusia sudah pula mengenal dan mengolahbiji-biji besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkannya. f. Dengan demikian. tetapi sayangnya benda-benda dari besi berhasil ditemukan oleh para ahli. karena besi dapat lapuk dan hancur. karena benda – benda logam ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak pada sarkofagus. Bejana – bejana tembikar berukuran kecil di tempatkan di dalam atau di sekitar tempayan beserta manik – manik gelang dan benda – benda logam lainnya sebagai benda bekal kubur yang paling umum. di daerah maluku utara berhasil ditemukan sisa – sisa penguburan dalam tempayan yang berhasil di gali dari goa uattamdi di pulau kayoa. . a.. Sementara itu. Tahap Logam Awal Dikepulauan Talaud Dan Maluku Utara Penguuran di dalam tempayan berhasil ditemukan oleh para ahli di goa laang kecil baedane (pulau selebabu dalam kawasan kepulauan talaud). Pada tempayan – tempayan tersebut banyak ditemukan benda – benda logam sebagai bekal kubur. Di samping itu. Pada goa – goa di daerah Sulawesi Selatan ditemukan kubur tempayan. Hasil-Hasil Budaya Manusia Purba Di Indonesia Kebudayaan adalah sebuah hasil pemikiran manusia yang dilakukan dengan sadar. d.Perkembangan benda – benda logam awal di pulau bali terkait dengan bekal kubur. kebudayaan material manusia mengalami perkembangan dari awal manusia mengenal kebudayaan sampai kepada tingkat-tingkat kehidupan selanjutnya. Seperti peralatan berburu. Sementara itu. di daerah sulawesi tengah juga ditemukan jenis – jenis tempayan kubur. e. Kebudayaan material atau kebendaan Manusia mulai mengenal kebudayaan material (benda) ketika mereka kenal pada awalnya berupa alat-alat yang dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebudayaah yang dibuat oleh manusia bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga sifat kebudayaan anusia dapat dibedakan atas kebudayaan yang bersifat material atau kebendaan dan kebudayaan yang bersifat rohani.

membinasakan seisi alam semesta ini. Melalui perkembangan pola pikir manusia. Tuhan yang menciptakan. Hal ini diketahui melalui penemuan kuburan. Manusia mulai menyadari dan merasakan adanyak ekuatan yang maha dahsyat atau maha besar di luar dirinya sendiri.b. dinamisme dan mononisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai roh atau jiwa. . selanjutnya berkembang kepercayaan yang bersifat animisme. manusia mulai menyadari keberadaan hidupnya yang berada di tengah – tengah alam semesta. memelihara. Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai kekuatan gaib dan mononisme merupakan suatu kepercayaan terhadap tuhan yang Maha Esa. menghidupkan. Kebudayaan rohani Kebudayaan rohani mulai muncul dalam kehidupan manusia sejak manusia mengenal sistem kepercayaan dalam hidupnya. Kekuatan itulah yang kemudian diketahui berasal dari kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Munculnya sistem kepercayaan dalam kehidupan manusia telah berlangsung sejak kehidupan manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Bahkan kekuatan itu senantiasa ada sepanjang masa. Dari kepercayaan itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful