BAB I SISTEM SARAF Sistem saraf adalah serangkian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama

jaringan saraf. Dalam mekanisme sistim saraf,lingkungan internal dan stimulus eksternal dipantau dan diatur. Kemampuan khusus seperti iritabilitas atau sensitivitas terhadap stimulus dan konduktivitas atau kemampuan untuk mentransmisi suatu respon terhadap stimulus,diatur oleh sistem saraf oleh tiga cara: 1. Input sensorik. Sistem saraf menerima sensasi atau stimulus melalui reseptor, yang terletak ditubuh baik eksternal ( reseptor somatik ) maupun internal ( reseptor viseral ) 2. Aktivitas integratif. Reseptor merubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di sepanjang serabut saraf ke medulla spinalis dan otak, yang kemudian akan menginterprestasi dan mengintegrasi stimulus,sehigga 3. Output motorik. Impuls dari otak dan medulla spinalis memperoleh respon yang sesuai dari otot dan kelenjar tubuh,yang disebut sebagai efektor Sistem saraf dibagi menjadi yaitu: 1. Sistem saraf pusat ( SSP ) Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi oleh tulang kranium dan kanal vertebral 2. Sistem saraf perifer Meliputi seluruh jaringan saraf lain dalam tubuh. Sistem ini terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor dan efektor. Secara fungsional sistem saraf perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen a. Saraf aferen (sensorik) Mentransmisi informasi dari reseptor sensorik ke SSP b. Saraf eferen (motorik) Mentransmisi informasi dari SSP ke otot dan kelenjar. Sistem eferen dari siatem saraf perifer memiliki dua subdivisi yaitu: respon terhadap informasi bisa terjadi

1

i. somatik (volunter) Berkaitan dengan perubahan lingkungan eksternal dan pembentukan respon motorik volunter pada otot rangka ii. otonom (involunter) Mengendalikan seluruh respon involunter pada otot polos,otot jantung,dan kelenjar dengan cara mentransmisikan impuls saraf melalui dua jalar 1. Saraf simpatis Berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalis 2. Saraf parasimpatis. Berasal dari area otak dan sakral pada medulla spinalis Sebagian besar organ internal dibawah kendali otonom memiliki persarafan simpatis dan parasimpatis SEL-SEL PADA SISTEM SARAF Sel Saraf disebut dengan neuron - neuron adalah unit fungsional sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan perpanjangan sitoplasma. 1. Badan sel atau perikarion Suatu neuron mengendalikan metabolisme keseluruh neuron. Bagian ini dari komponen berikut : a. Satu nukleus tunggal, nukleolus yang menonjol dan organel lain seperti badan golgi dan mitokondria,tetapi nukleus ini tidak memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi. b. Badan nissl, terdiri dari retikulum endoplasmik dan ribosom-ribosom bebas serta berperan dalan sintesis protein c. Neurofibril yaitu neurofilamen dan neurotubulus yang dapat diliat melalui mikroskop cahaya. 2. Dendrit Adalah perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek, berfungsi untuk menghantarkan impulke sel tubuh.Permukaan dendrit penuh dengan spina dendrit yang dikhususkan untuk berhubungan dengan neuron lain. Neurofibril dan badan nissl memenjang kedalam dendrit 3. Akson Adalah suatu prosesus tunggal,yang lebih tipis dan lebih panjang dari dendrit. Fungsi menghantarkan impuls menjauhi badan sel ke neuron lain, ke sel lain ( sel otot atau kelenjar ) atau ke badan sel neuron yang menjadi asal akson. Akson berasal dari badan sel pada hillock akson,yaitu daerah yang tidak mengandung badan nissl

2

Panjang akson kurang dari 1mm sampai 1 m lebih,dibagian ujung nya sebuah akson dapat bercabang banyak. Percabangan akhir memiliki suatu pembesaran yang disebut kenop sinap,terminal presinaptik atau terminal bouton. Sisi percabangan ( kolateral ), yang berujung pada akhir yang sama dengan pembesaran,dapat terjadi disisi distal. Semua akson dalam sistem saraf perifer dibungkus oleh lapisan Schwann disebut neurilema yang dihasilkan oleh sel-sel schwann. Akson dalam SSP tidak memiliki lapisan neurilema,sehingga tidak dapat beregenerasi. Neuron tidak dapat membelah scara mitosis,tetapi serabut dapat beregenerasi jika badan selnya masih utuh. Jika akson mengalami kerusakan berat,maka neurilema ( lapisan sel schwann ) yang melapisinya melakukan pembelahan mitosis unuk menutup luka. bila bagian distal akson rusak ,bagian akson menjadi: a. Neuron sensorik ( aferen ) Menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit,organ indera, atau suatu organ internal ke SSP b. Neuron motorik Menyampaikan impuls dari SSP ke efektor c. Interneuron ( neuron yang berhubungan ) ditemukan seluruhnya dalam SSP. Neuron ini menghubungkan neuron sensorik dan motorik atau menyampaikan informasi ke interneuron lain Berdasarkan struktural dan jumlah prosesusnya, neuron diklasifikasika menjadi tiga jenis : a. Neuron multipolar Memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih. Sebagian besar neuron motorik,yang ditemukan dalam otak dan medulla spinalis masuk dalam golongan ini. b. Neuron bipolar Memiliki satu akson dan satu dendrit,neuron ini ditemukan pada organ indera seperti mata,telinga dan hidung c. Neuron unipolar yang terdekan badan sel akan membuat percabangan baru. Berdasarkan fungsionalnya dan arah transmisi impulsnya, neuron diklasifikasikan

3

Memiliki satu prosesus kemudaian bercabang dua dekan badan sel, satu cabang menuju ke perifer dan cabang yang lain menuju SSP, neuron ini ditemukan pada semua neuron sensorik ( aferen ) pada ganglia spinal SEL PENUNJANG Sel penunjang tambahan pada SSP yang berfungsi sebagai jaringan ikat disebut sel neuroglia , yang biasa disebut glia, Sel glia tidak seperti neuron,sel glia dapat bermitosis selama rentang kehidupannya dan bertanggung jawab atas terjadinya tumor sistem saraf . Jenis-jenis sel neuroglia a) Astrosit Sel berbentuk bintang yang memiliki sejumlah prosesus ( tonjolan ) panjang, sebagian besar melekat pada dinding kapiler darah. Fungsinya sebagai penompang struktural dan mengatur transpor materi di antara darah dan neuron dan sebagai barier darah otak. Astrosit fibrosa ditemukan pada substansia putih otak dan medulla spinalis, astrosit protoplasma ditemukan pada substansia abu-abu b) Oligodendrosit ( oligodendroglia ) Bentuknya menyerupai astrosit tetapi badan selnya kecil dan jumlah prosesusnya lebih sedikit dan lebih pendek. Fungsinya untuk melapisi akson pada SSP c) Mikroglia Sel glia berukuran kecil dan prosesusnya lebih sedikit dari jenis sel glia lain,ditemukan dekan neuron dan pembuluh darah. Fungsinya sebagai fagositik d) Sel ependemal Membentuk membran epitelial yang melapisi rongga serebral ( otak ) dan rongga medulla spinalis Kelompok neuron 1. Nukleus adalah kumpulan badan sel neuron yang terletak didalam SSP 2. Ganglion adalh kumpulan badan sel neuron yang terletak di bagian luar SSP dalam saraf perifer 3. Saraf adalah kumpulan prosesus sel saraf ( serabut ) yang terletak di luar SSP. Serabut ini disatukan dan ditunjang oleh jariungan ikat,yang membawa pembuluh darah dan pembuluh limfatik.

4

Ruangan antara satu neuron dan neuron berikutnya (atau organ efektor ) dikenal dengan nama celah sinaptik. Epineurium Lapisan terluar. Sinap merupakan satu-satunya tempat di mana suatu impuls dapat lewat dari satu neuron ke neuron lain atau efektor. Secara otomatis. Zat kimia ini dilepas dari akson terminal melalui eksositosis dan juga diabsorpsi untuk di daur ulang. Tempat-tempat neuron mengadakan kontak dengan neuron lain atau dengan organ-organ efektor disebut Sinap . Neurotransmiter merupakan zat kimia yang disintesis dalam neuron dan disimpan dalam gelombung sinaptik pada ujung akson. setiap neuron melepaskan satu transmiter. Neurotrasmiter merupakan cara komunikasi antar neuron. Impuls bersifat listrik disepanjang neuron dan bersifat kimia diantara neuron. Komisura Pita serabut saraf yang menghubungkan sisi-sisi yang berlawanan pada otak atau medulla spinalis IMPULS SARAF Neuron menyalurkan sinyal-sinyal saraf ( impuls ) keseluruh tubuh. Perineurum Melapisi sekelompok serabut saraf yang menyatu dalam berkas c.a. Saraf gabungan Sebagian besar saraf perifer adalah saraf gabungan. Neuron yang membawa impuls saraf dari sinap diswebut neuron postsinsptik. Zat-zat ini 5 . saraf ini mengandung serabut aferen dan eferen 5. Neuron yang menghantarkan impuls saraf menuju ke sinap disebut neuron prasinaptik. Traktus Kumpulan serabut saraf dalam otak atau medula spinalis yang memiliki origo dan tujuan yang sama 6.neuronneuron tersebut tidak bersambungan satu dengan yang lain.melapisi beberapa kelompok serabut saraf yang membentuk saraf atau batang saraf 4. Endoneurium Melapisi serabut saraf secara keseluruhan b.

menyebabkan perubahan permeabilitas sel neuron. tergantung dari neuron dan transmiter tersebut. asetilkolin.dopamin.maka terjadi pelepasan neurotransmiter oleh gelombung sinaptik dengan eksositosis kadalam celah sinaptik ( efektor ). 6 . Apakah rangsangan akan timbul atau tidak ditentukan oleh keseimbangan impuls eksitasi dan inhibisi yang diterima oleh neuron pada saat itu dari semua hubungan sinaptik yang dimilikinya. asam gama amonobutiran ( GABA ) dan glisin. sehingga neuron menjadi lebih kurang dapat menyalurkan impuls. Tranmiter ini melekatkan diri pada reseptor neuron postsinaptik atau membran efektor dan dapat menimbulkan atau tidak dapat menimbulkan rangsangan pada membran postsinaptik. Bila adanya rangsangan pada saraf. Contoh neurotransmiter antara lain adalah norefinefrin.

dan dura meter 1. 2. Pia mater Lapisan terdalam yang halus dan tipis. Metabolisme otak merupakan proses kontinu. Lapisan meningeal 7 . Lapisan araknoid Terletak pada bagian eksternal dari pia mater dan mengandung sedikit pembuluh darah a. Vili araknoid Menonjol ke dalam sinus vena ( dural ) dura mater 3. Bila aliran darah berhenti selam 10 detik saja. pembuluh darah. Otak menerima 20% dari curah jantung dan memerlukan sekitar 20% pemakian oksigen tubuh dan sekitar 400kilokalori setiap harinya.tanpa ada masa istirahat.serta melekat erat pada otak. Lapisan meningel terdiri dari pia mater. Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam seluruh tubuh manusia dan terutama berasal dari proses metabolisme oksidasi glukosa. Lapisan periosteal Lapisan terluar dari dura mater yang melekat pada permukaan dalam tulang kranium dan berlanjut sebagai periostium yang membatasi kanalis vertebralis dengan medulla spinalis b. Ruangan subaraknoid Memisahkan lapisan araknoid dari pia mater dan mengandung cairan serebrospinalis. Jaringan otak sangat rentan akan kebutuhan osigen dan glukose melalui aliran darah. b. serta jaringan penghubung seperti selaput yang mempertahankan posisi araknoid terhadap pia mater dibawahnya.lapisan araknoid.maka kesadaran sudah akan menurun dan penghentian beberapa menit sudah dapat menimbulkan kerusakan ireversibel. Dura mater Lapiasan terluar dan tebal. Lapisan ini mengandung banyak pembuluh darah untuk mensuplai jaringan saraf.BAB II OTAK Otak manusia kira-kira 2% dari berat badan orang dewasa.terdiri dari dua lapisan a. LAPISAN PELINDUNG Otak terdiri rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut meninges.

yaitu jarum berongga diinsersi ke dalam ruang subaraknoid di antara lengkung saraf vertebra lumbal ke tiga dan ke empat.oksigan. c. Disini terletak 8 .karbondioksida. Sebagian besar cairan serebrospinal direabsorpsi ke dalam darah melalui struktur khusus yang dinamakan villi araknoidalis kedalam sinus vena pada dura mater dan kembali ke aliran darah tempat asal produksi cairan tersebut. Lapisan melanjutkan diri sebagai dura mater spinal.elektrolit.maka cairan serebrospinal akan bersirkulasi sekitar otak dan medulla spinalis. Secara klinis cairan serebrospinal dapat diambil untuk pemeriksaan melalui prosudur pungsi lumbal . Setelah mencapai ruang subaraknoid. Ruang epidural Ruang antara periosteal luar dan lapisan meningeal dalam pada dura mater di daerah medulla spinalis CAIRAN SEREBROSPINALIS Cairan serebrospinal mengelilingi ruang subaraknoid di sekitar otak dan medulla spinalis. SEREBRUM Serebrum merupakan otak yang paling besar dan paling menonjol.lalu keluar menuju sistem vaskular. Cairan ini juga mengisi ventrikel dalam otak. glukose. Ruang subdural Memisahkan dura mater dari araknoid pada daerah kranial dan medulla spinalis. Cairan serebrospinal berfungsi sebagai bantalan untuk jaringan lunak otak dan medulla spinalis.juga sebagai media pertukaran nutrien dan zat buangan antara darah dan otak serta medulla spinalis. Cairan bergerak dari ventrikel lateral melalui foramen interventrikuler ( foramen munro ) menuju ventrikel ketiga otak. Cairan serebrospinal dihasilkan oleh pleksus koroid yaitu jaring-jaring kapiler berbentuk bunga kol yang menonjol dari pia mater ke dalam dua ventrikel otak.Merupakan membran tebal yang meliputi otak dan menyusup di antara jaringan otak sebagai penyokong dan pelindung. Cairan serebrospinal menyerupai plasma darah dan cairan intersisial (air. beberapa lekosit ( terutama limfosit ) dan sedikit protein. d.kemudian mengalir melalui akuaduktus serebral ( Sylvius ) menuju ventrikel keempat cairan mengalir melalui tiga lubang langit-langit ventrikel keempat kemudan bersirkulasi melalui ruang subaraknoid.

Area asossiasi perlu untuk integrasi dan tingkah laku dan intelektual lebih tinggi 1.sulkus lateralis memisakan lobus temporalis dibawah dari lobus frontalis dan lobus paretalis diatas. Merupakan area motorik primer terdapat dalam girus presentralis. Bagian dalam dari subtasia grisia disebut subtansia alba ( putih) merupakan inti dari hemisfer.juga mengatur proses penalaran. parietalis. bertanggung jawab akan gerakan terlatih misalnya menulis. Area primer adalah daerah di mana terjadi persepsi atau gerakan. Kortek frontalis a. Susunan seperti ini memungkinkan permukaan otak menjadi luas yang terkandung dalam tengkorak yang sempit. Kortek premotorik ( anterior girus presentralis ).dan sebagian besar berkaitan dengan bagian tubuh yang berlawanan. dan bagian luar dari medula spinalis. Pusat aktivitas sensorik dan motorik pada masing-masing hemisfer dirangkap dua. temporalis dan oksipitalis. disini neuron mengendalikan kontrasi volunter otot rangka b. ingatan dan intelegensia. Konsep fungsional Kortek serebri Kortek serebri atau subtansia grisea dari serebrum mempunyai banyak lipatan yang disebut giri (girus. Hemisfer serebri kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri dan hemisfer kiri mengatur bagian tubug sebelah kanan. Kedua hemisfer ini dihubungkan oleh suatu pita disebut korpus kolosom. ini disebut pengendalian kontralateral.pusat-pusat saraf yang mengatur semua kegiatan sensorik dan motorik. 9 . Lobus frontalis dengan lobus parietalis dipisahkan dengan sulkus sentralis. Sulkus pareto-oksipitalis memisahkan lobus oksipitalis dengan lobus parietalis. Area fungsional kortek serebri Kortek serebri mempunyai area primer (motorik dan sensorik ) dan area asosiasi untuk mencapai fungsi. Celah-celah atau lekukan yang disebut sulki ( sulkus ) terbentuk dari lipatan-lipatan tersebut dan membagi setiap hemisfer menjadi daerah-daerah tertentu yang dikenal sebagai lobus prontalis. Bagian luar hemisfer terdiri dari subtabsia grisea ( abu-abu ) yang disebut sebagai kortek serebri. mengetik dan mengemudi. Serebrum dibagi menjadi hemisfer kenan dan hemisfer kiri oleh suatu lekuk atau celah yang disebut Fisura longitudinalis mayor.tunggal ). dan merupakan bagian dalam dari medulla spinalis.

c. Lobus temporalis a. 4.informasi pengliatan menjadi berarti 5.3. sentuhan dan proprioseptik b. Inferior girus postsentralis ( area pengecapan ). DIENSEFALON Diensefalon adalah istilah yang digunakan antara otak terletak diantara serebrum dan otak tengah serta bersembunyi dibalik hemisfer serebral.bentuk dan suhu berkaitan dengan pengalaman sensorik dimasa lalu. Area asosiasi visual. menerima informasi dari retina mata dan menyadari sensasi warna. c. berkaitan dalam persepsi rasa. Lobus oksipitalis Area sensorik visual.penilaian dan pandangan kemasa depan . beberpa fungsi ingatan. Fungsi utamanya melakukan kegiatan intelektual kompleks. Area sensorik auditori. 2. Diensefalon terdiri dari: Talamus 10 . Lobus parietalis ( area asosiasi somatik ) berkaitan dengan interprestasi bentuk dan tekstur suatu objek dan keterkaitan bagian-bagian tubuh secara posisional misalnya mengidentifikasi mata uang dalam tangan tanpa melihat. terletak disisi anterior area premotorik pada tepi bawahnya. suhu.kecuali pada sisi basal. menerima inpuls saraf yang berkaitan dengan pendengaran b.berat. neuron menerima informasi sensorik umum yang berkaitan dengan nyeri. Area ini memungkinkan hanya terdapat pada satu hemisfer saja ( biasanya sebelah kiri ) bertanggung jawab akan kemampuan wicara.ide-ide pikiran yang kreatif. Area asosiasi auditori. Kortek parietalis a. Area Broca. kortek prefrontalis ( area asosiasi ) Merupakan area-area yang berkaitan dengan kepribadian. c. Bagian terdiri dari seluruh struktur yang berada di sekitar ventrikel ketiga. berperan untuk menginterpretasi pengalaman auditori artinya penting untuk memahami bahasa ucap dan kata-kata (area Wernicke ) terletak pada lobus temporalis superior. Girus postsentralis ( area sensorik primer ). rasa tanggung jawab untuk melakukan tindakan dan sikap yang dapat diterima oleh masyarakat.

Fungsi i.masing-masing menonjol keluar untuk membentuk sisi dinding ventrikel ketiga. Struktur i. Semua jaras sensorik utama ( kecuali olfaktorius) membentuk sinap dengan nukleus talamus dalam perjalanannya menuju kortek serebri. Suatu massa berukuran kecil disebut badan pineal yang mungkin memiliki fungsi endokrin. formasio retikularis batang otak. Hipotalamus Terletak disisi bawah talamus dan membentuk dasar serta bagian bawah sisi dinding ventrikel ketiga.a.selera makan. Mempunyai kompleks nukleus yang saling berhubungan dengan kortek serebri ipsilateral. iii. beberapa jaras eferen motoirik yang keluar dari serebrum juga bersinap dengan neuron talamus. Memproduksi hormon yang mengatur pelepasan atau inhibisi hormon kelenjar hipofise. ganglia basalis. Sistem limbic 11 . Sebagai pusat otak untuk emosi seperti kesenangan. seperti pengaturan frekuensi jantung. nyeri. Bagian anterior menyelubungi kiasma optik ( merupakan persilangan pada saraf optik ) ii. Berperan penting dalam pengendalian aktivitas sistem saraf otonom yang melakukan fungsi penting untuk kehidupan. ii.serebelum dan dengan berbagai komples nukler subkortikal seperti yang ada dalam hipotalamus. Talamus merupakan stasiun relai yang penting dalam otak dan juga merupakan pengintegrasi subkortikal yang penting. menjulur dari ujung posterior epitalamus. a.suhu tubuh. Terdiri dari dua massa oval yang besar. kegembiraan dan kemarahan. Bagian tengah hipotalamus terdiri dari infundibulum ( batang ) kelenjar hipofise posterior tempat melekatnya kelenjar hipofise. sehingga mempengaruhi seluruh sistem endokrin Epitalamus Membentuk langit-langit tipis ventrikel ketiga. b. b. keseimbangan air.tekanan darah.saluran pencernaan dan aktivitas seksual.

Pons mengandung saraf kranial V. Bagian subkortikal mencakup amigdala. Pons merupakan mata rantai penghubung yang penting pada jaras kortikoserebral yang menyatukan hemisfer serebri dan serebelum. pernafasan. Pons Artinya jembatan. Jadi sistem limbik menyatakn suatu struktur cicin kortikal dan subkortikal pembatas yang mengelilingi korpus kalosum (struktur serebrum dan diensefalon ) yang terlibat dalam aktivitas emosional dan terutama aktivitas perilaku tidak sadar. a. pons dan mensensefalon ( otak tengah ). berperan sebagai reflek pengliatan dan koordinasi gerak pengliatan. Struktur 12 . vasokonstriktor. Dibatang otak berjalan jaras-jaras naik-turun. Batang otak merupakan pusat rilai dan reflek dari SSP. Struktur kortikal utama adalah girus singgulli dan girus hipokampus dan hipokampus. Medulla oblongata mangandung empat nukleus saraf kranial yaitu IX. IV dan V ( sebagian ). bersin. yang menghubungkan kedua hemisfer serebelum . menelan. traktus dan bulbus olfatorius. Mengandung saraf kranial III. dan VII. SEREBELUM ( otak kecil ) Terletak di sisi inferior pon dan merupakan bagian terbesar kedua dari otak. batuk.Istilah sistem limbik bearti batas atau tepi. refleks pendengaran. Mensensefalon ( otak tengah ) Merupakan bagian pendek dari batang otak yang letaknya diatas pons. pengeluaran air liur dan muntah. X. Medulla oblongata Merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung. serta menghubungkan mensensefalon di sebelah atas dengan medulla oblongata dibawah. Bagian-bagian batang otak dari bawah keatas adalah medulla oblongata. VI. Bagian bawah pon berperan dalam pengaturan pernafasan. XI dan XII. BATANG OTAK Kearah bawah batang otak berlanjut sebagai medulla spinalis dan katas berhubungan dengan pusat-pusat otak yang lebih tinggi.

pendukulus serebeli inferior menghubungkan dengan medulla oblongata.Serebelum terdiri dari bagian sentral ( tengah ) vermis dan dua hemisfer lateral. serta merubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan BAB III MEDULA SPINALIS 13 . b. Fungsi Fungsi utamanya adalah sebagai pusat reflek yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot. Pendukulus serebeli superior berhubungan dengan mensensefalon. pendunkulus serebeli media menghubungkan kedua hemisfer otak. Serebelum dihubungkan dengan batang otak oleh tiga berkas serabut yang dinamakan pendunkulus.

radik posterior atau dorsal ( sensorik ) dan radik anterior atau ventral (motorik ) 5. ganglia basalis atau yang timbul 14 . Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh subtansia grisea yang menyerupai huruf H kapital. Sel kornu ventralis atau lower motor neuron biasanya dinamakan jaras akhir bersama karena setiap gerakan. bagian ini mengandung neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke efektor ( otot ). 2. Tiga puluh satu pasang saraf spinal yang keluar dari kanalis vertebralis melalui foramina interventebralis ( lubang pada tulang vertebral ) 4. Bagian dalam medula spinalis terdiri dari sebuah inti subtansia grisea ( abu-abu ) dan diselubungi oleh subtansia alba ( putih ).Medulla spinalis adalah Korda jaringan saraf yang terbungkus dalam kolumna vertebra yang memanjang dari medulla batang otak sampai ke area vertebralumbal pertama. medulla spinalis mempunyai fungsi yaitu 1. Kedua kaki huruf H yang menjulur kebagian depan tubuh disebut kornu anterior atau kornu ventralis. diameter ini biasanya berukuran sebesar jari kelingking 2. Mentransmisikan impuls saraf ke dan dari otak melalui jaras ( traktus ) asenden dan desenden Medulla spinalis memiliki struktur yaitu 1. subtansia grisea ( abuabu ) merupakan tempat integrasi refleks-refleks spinal. Dibungkus oleh seleput yaitu dura mater ( selaput luar ). Walaupun diameter ini bervariasi . Medulla spinalis mengendalikan berbagai aktivitas reflek dalam tubuh 2. Kornu ventralis terutama terdiri dari badan sel dan dendrit. Medulla spinalis berbentuk silinder berongga dan agak pipih. baik yang berasal dari kortek serebral. sedangkan kedua kaki belakang dinamakan kornu posterior atau kornu dorsalis a. Subtansia alba berfungsi sebagai jaras konduksi impuls aferen dan eferen antara berbagai tingkat medulla spinalis. Dua pembesaran pada lumbal dan servikal. tempat keluarnya saraf spinal besar yang menyarafi lengan dan tungkai 3. 3. Araknoid ( selaput jaringan ) dan pia mater ( Selaput dalam ) Medulla spinalis memiliki struktur interna yaitu 1. Saraf spinal melekat pada permukaan lateral medulla spinalis dengan perantaraan dua radik.

Melalui traktus-traktus ini impus aferen dari saraf spinal dapat mencapai otak dan impuls eferen yang berasal dari pusat motorik dalam otak dapat diteruskan ke sel-sel kornu ventralis medulla spinalis sehingga dapat memodifikasi gerakan. Akson memasuki medula spinalis. 4. yang akan menuju ke SSP sesudah bersinap dengan serabut sensorik dari saraf-saraf sensorik. Traktus dapat berjalan naik ( asenden ) turun (desenden ) Traktus asenden ( sensorik ) Membawa informasi dari tubuh ke otak. berasenden untuk bersinap dengan nukluei grasilis dan kuneatus di medulla oblonggata bagian bawah (neuron II ). Pada daerah toraks dan lumbal antara kornu anterio dan posterior mengandung sistem saraf perifer. Fungsinya traktus ini menyampaikan informasi mengenai sentuhan. Traktus merupakan seikat serabut dengan asal. Terminasinya berada pada area somestatik kortek serebral.ventralis dan lateralis. Traktus spinosereberal ventral Impuls dari reseptor kinestetik ( kesadaran akan posisi tubuh ) pada otot dan tendon memasuki medulla spinalis melalui radiks dorsal ( neural I ) dan bersinap dalm kornu 15 . Akson menyilang ke sisi yang berlawanan dan bersinap dalam talamus lateral ( neuron III ).Subtansia alba dibagi menjadi tiga yaitu kolumna dorsalis. tujuan dan fungsi yang sama. baik yang berjalan naik atau turun. Kornu dorsalis mengandung badan sel dan dendrit yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. harus di terjemahkan menjadi suatu kegiatan atau tindakan melalui struktur tersebut b. bagian penting traktus asenden ini (sensorik ) meliputi : 1. vibrasi. 2. tekanan. Bagian ini mengandung badan sel neuron otonom TRAKTUS MEDULLA SPINALIS Subtansia alba bertindak sebagai pengantar traktus-traktus yang panjang. posisi tubuh. dan gerakan sendi dari kulit. Dalam setiap kolumna ini terdapat pita berbentuk serabut yang disebut dengan traktus. persendian dan tendon otot. Fasikulus grasilis dan fasikulus kuneatus ( kolumna dorsalis ) Impuls dari sentuhan dan reseptor peraba masuk kemedulla spinalis melalui radik dorsalis ( neuron I ).secara refleks dari reseptor sensorik.

suhu dan nyeri. Fungsinya menghantar impuls untuk koordinasi dan ketetapan gerak volunter b. Fungsinya membawa informasi mengenai sentuhan. Akason berujung dalam area somestatik kortek serebrl. Akson menyilang kesisi yang berlawanan dan berasenden untuk bersinap dalam talamus ( neuron III ). memanjang sampai ke kornu posteroir untuk bersinap langsung atau melalui interneuron dengan neuron bagian bawah ( neuron II ) dalam kornu anterior.berasenden di sisi yang sama menuju kortek serebelar. keseimbangan dan arah gerakan ). Traktus desenden ( motorik ) Membawa impuls motorik dari otak ke medulla spinalis dan saraf spinal menuju tubuh. Traktus piramidal Merupakan bagian yang serabut-serabutnya menyatu dalam medula oblongata membentuk piramis a. Traktus kortikospinal ventral Neuron I berasal dari sel piramidal pada area motorik kortek serebral dan berdesenden sampai medulla spinalis. Traktus spinoserebelar dorsal Impuls dari traktus ini memiliki awal dan akhir yang sama dengan impuls dari traktus spinoserebelar ventrikel. 4. Fungsi traktus motorik meliputi : 1. Fungsinya membawa informasi mengenai gerak dan posisis seluruh anggota gerak 3. Akson berasenden di sisi yang sama atau berlawanan dan berterminasi pada korteks serebelar. Akson berterminasi pada lempeng ujung motorik otot rangka. Traktus spinotalami ventral Impuls dari reseptor taktil pada kulit masuk ke medulla spinalis melalui radik dorsal ( neuron I ) dan bersinap dalam kornu posterior di sisi yang sama ( neuron II ). walau demikian akson pada neuron II dalam kornu posterior. Fungsinya membawa informasi mengenai propriosepsi bawah sadar ( kesadaran akan posis tubuh. Akson saraf berdesenden kemedulla. Di sini akson menyilang ke sisi yang berlawanan tempat sebelum 16 . Traktus kortikospinal lateral Neuron I berasal dari area motorik kortek serebral.posterior ( neuron III ).

Impuls memberikan semacam pengaruh fasilitas pada ekstensor tungkai dan flesor lengan serta memberikan suatu pengaruh inhibisi yang berkaitan dengan postur dan tonus otot. Traktus rubrospinal Berasal dari nukleus merah otak tengah. secara langsung maupun melalui interneuron dengan neuron II dalam kornu anterior. Traktus olivospinal yang berasal dari olive inferior medula dan traktus tektospinal yang berasal dari bagian tektum otak tengah. GERAK REFLEKS Gerak reflek adalah suatu gerakan yang terjadi secara tiba-tiba diluar kesadaran kita. Gerak reflek merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh dan terjadi jauh lebih cepat dari gerakan sadar. Traktus ini tidak berdesenden ke bawah area serviks. a. 2. Untuk terjadi gerak reflek dibutuhkan struktur sebagai berikut : Serabut saraf sensorik yang menghantarkan implus dari reseptor sensorik menuju sel-sel ganglion radiks posterior dan selanjutnya serabut sel-sel akan meneruskan implus-implus menuju subtansia pada kornu posterior medulla spinalis. Impuls mempertahankan tonus otot dalam aktivitas refleks. Traktus ini berkaitan dengan pengendalian otot-otot kepala dan leher. untuk 17 . Traktus vestilospinal lateral Berasal dari nukleus vestibular lateral dalam medula ( neuron I ) Dan berdesenden pada sisi yang sama untuk berujung ( neuron II ) dalam kornu anterior medulla spinalis. d. Traktus retokulospinal Berasal dari formasi retikularis ( neuron I ) dan berujung (neuron II) pada sisi yang sama di neuron motorik bagian bawah dalam kornu anterior medulla spinalis.bersinap. Kemudian serabut tersebut bersinap di subtansia grisea.misalnya menutup mata saat terkena debu. c. b. juga termasuk jenis traktus ekstrapiramidal yang berhubungan dengan postur dan tonus otot. Fungsinya memiliki fungsi yang sama dengan traktus kortikospinal lateral. Traktus vestibulospinal medial Berasal dari nukleus vestibular medial dalam medulla dan menyilang kesisi yang berlawanan untuk berakhir pada kornu anterior. Traktus ektrapiramidal Serabut dalam sistem ini berasal dari pusat lain misalnya nuklei motorik dalam kortek serebral dan area subkortikal kortek di otak.

meneruskan implus saraf ke kornu anterior. Organ motorik melaksanakan gerakan karena rangsangan oleh implus saraf motorik BAB IV SARAF OTONOM Sistem saraf otonom adalah sistem motorik dan sensorik. sistem motorik ( eferen ) menginervasi organ-organ viseral seperti jantung.saluran 18 . Sel saraf motorik menerima implus dan menghantar implus-implus ini melalui serabut motorik.pembuluh darah.

Sistem saraf otonom ini dikendalikan oleh pusat dalam hipotalamus. Serabut preganglionik menjalar menuju ganglion terdekat pada rantai ganglion simpatis paraverterbral. medula dan kortek serebral serta pusat tambahan pada formasio retikular batang otak.kelenjar-kelenjar serta otot polos.tekanan darah. Serabut preganglionik lewat menuju ganglion yang bersangkutan dan berjalan keatas atau kebawah sepanjang trunkus simpatis untuk bersinap di ganglion lain. Secara anatoimis sistem sistem simpatis dan parasimpatis berbeda. sebagian besar organ yang diinervasi oleh sistem saraf otonom ini menerima inervasi ganda dari sistem saraf yang berasal dari kedua sistim saraf otonom ( simpatis dan parasimpatis). 3.saraf ini akan mengambil salah satu dari ketiga jalur berikut ganglion simpatis ( tunkus simpatis ) 2.pencernaan. Serabut preganglionik melewati ganglionnya sendiri menuju ganglion lain untuk bersinap diluar ganglionnya seperti ganglion seliaka. akasonya serabut preganglionik keluar melalui radik ventral bersama dengan serabut eferen somatik. Sistem Simpatis Sistem simpatis memiliki satu neuron yang preganglonik pendek dan postganglionik yang panjang. badan sel neuron preganglionik terletak pada kornu lateral substansi grisea dalm sengmen toraks dan lumbal bagian atas medulla spinalis. satu kelompok serabut pengecualia bahkan melewati ganglion seliaka dan tidak bersinap sampai mencapai medulla : 1. Saat serabut preganglionik mencapai ganglion. kedua terletak diperifer yang disebut dengan postganglionik. yang terletak sepanjang kedua sisi kolumna vertebra. Sistem sensoriknya ( aferen ) menyampaikan rasa nyeri atau rasa kenyang dan pesan-pesan yang berkaitan dengan frekwensi jantung.demikan juga halnya fungsi kedua sistem ini berbeda mereka adalah antagonis ( bekerja secara berlawanan ). Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua yaitu sistem simpatis dan sistem parasimpatis. Kedua sistem saraf otonom ini memiliki dua neuron yaitu neuron pertama terletak di SSP yang disebut dengan neuron preganglionik. Serabut preganglionik dapat bersinap langsung dengan neuron postganglionik dalam 19 . dan pernapasan yang dibawa ke SSP disepanjang jalur yang sama dengan jalur serabut motorik viseral pada sistem saraf otonom.

Serat-serat yang mensekresi asetilkolin disebut serat kolinergik. efektor pada kulit ( kelenjar keringat. VII.transmiter ini mula-mula harus berikatan dulu dengan reseptor yang sangat spesifik pada sel-sel efektor. Badan sel neuron preganglionik terletak dalam nuklei batang otak dan keluar melalui N III. Didalam sistem saraf simpatis dan parasimpatis semua neuron preganglionik bersifat kolinergik.serat saraf postganglionik simpatis yang kekelenjar keringat. bila bahan asetelkolin atau bahan seperti asetilkolin diberikan pada ganglia. Sistem Parasimpatis Sistem parasimpatis memiliki neuron preganglionik panjang yang menjulur mendekati organ yang diinervasi dan memiliki serabut postganglionik pendek. walaupun tidak seluruhnya demikian sebab serat. viseral abdomen serta pelvis. dan pembuluh darh kutan ) tadak menerima inervasi parasimpatis.suprarenalis. S3 dan S4 medulla spinalis dan keluar melalui radiks ventral.otot arektor pili. Neurotransmiter Sistem saraf Otonom Serat saraf simpatis dan parasimpatis mensekresikan salah satu dari kedua bahan transmiter sinap yaitu asetilkolin dan norepinefrin. X dan XI. Oleh karena itu. Dengan demikian. Semua atau hampir semua neuron postganglionik parasimpatis bersifat kolinergik. Sedangkan serabut yang beasal dari regia sakral membentuk saraf splanknik pelvis dan menginervasi sistem urunarius.norefinefrin atau epinefrin disekresi pada ujung saraf otonom untuk dapat merangsang organ efektor. Serabut parasimpatis yang berasal dari kranial meninervasi mata. maka akan merangsang neuron postganglionik simpatis dan parasimpatis. serta bagian-bagian dari usus besar bawah. Sebelum transmiter asetilkolin. struktur pada kepala. juga dalam substansia grisea leteral pada sengmen sakral S2. IX. Sistem parasimpatis ini tidak menjalar dalam ramus dorsal dan ramus ventral saraf spinal. Reseptor muskarinik 20 . Neuron postganglionok terletak dalam ganglia terminal yang terdapat tepat diluar atau didalam dinding organ yang terinervasi. serat-serat yang mensekresi norepinefrin disebut serat adrenergik. sebaliknya sebagian besar neuron postganglionik simpaits bersifat adrenergik. Asetilkolin mengaktifkan dua macam reseptor yakni reseptor muskarinik dan reseptor nikotinik. otot-oto piloerektor dan beberapa pembuluh darah bersifat kolinergik.

Norepinefrin dan epinefrin. Epinefrin merangsang kedua reseptor ini hampir sama kuatnya. Sistem parasimpatis bekerja berlawanan dengan sistem simpatis. Reseptor nikotinik dijumpai disinap antara neuron preganglionik dan postganglionik dari sistem simpatis dan parasimpatis. Norepinefrin terutama merangsang reseptor alfa dan kurang kuat merangsang reseptor beta. yang berasal dari medulla spinalis dan ganglia serta reseptor sensorik yang berhubungan. Selanjutnya reseptor beta dibagi menjadi reseptor beta1 dan reseptor beta2. saraf spinal. keduanya disekresikan kedalam darah oleh medulla adrenal. 21 . BAB V SISTEM SARAF PERIFER Sistem ini terdiri dari jaringan saraf yang berada dibagian luar otak dan medulla spinalis. Efek fisiologis sistem simpatis dan parasimpatis Pada dasarnya fungsi dari sistem simpatis adalah untuk memobilisasi energi dalam situasi yang membuat stres melalui peningkatan frekuensi jantung. reseptor ini juga terdapat pada ujung saraf otonom di dalam membran otot skeletal. Norepinefrin mengaktifkan reseptor alfa dan reseptor beta. tekanan darah. Efek sistem ini bekerja dibawah sadar untuk mempertahankan lingkungan internal dan homeostasis.( M ) dijumpai disemua sel efektor yang dirangsang oleh neuron postganglionik dari sistem saraf parasimpatis. konsentrasi gula darah dan aliran darah ke otot rangka. mempunyai pengaruh perangsangan yang berbeda pada reseptor alfa dan beta.sistem ini merubah dan menyimpan energi melalui penurunan frekuensi jantung dan tekanan darah serta stimulasi saluran pencernaan untuk proses makanan. Sistem ini juga mencakup saraf kranial yang berasal dari otak.

reflek muntah. fungsi Mengangkat kelopak mata atas.reflek muntah. Saraf optik ( II ) Adalah saraf sensorik.fungsinya gerakan mata kebawah dan ke dalam e. Saraf fasialis ( VII ) Adalah saraf motorik. fungsinya untuk ekspresi wajah h. Saraf okulomotorius ( III ) Adalah saraf motorik. saraf kranial meliputi a. sensorik faring. laring. Pada lidah posterior memberikan rasa pahit j. fungsinya sebagai pengliatan c. Saraf olfaktori ( I ) Adalah saraf sensorik.laring untuk menelan. Saraf vestibulokoklearis ( VII ) Adalah saraf sensorik.kontriksi pupil dan sebagian besar gerakan ektraokuler d.visera leher. fungsinys untuk mengunyah dan gerak rahang kelateral g. fungsi untuk penciuman b. Saraf trigeminus ( V ) Adalah saraf motorik. Saraf glosofaringeus ( I X ) Adalah saraf motorik dan sensorik. Saraf abdusen ( VI ) Adalah saraf motorik.fungsinya deviasi mata kelateral f. fungsinya pada faring untuk menelan dan reflek muntah dan fungsinya pada parotis untuk sekresi salaiva. Saraf vagus ( X ) Adalah saraf motorik dan sensorik. fungsinya pada faring.1. Saraf kranial Dua belas pasang saraf kranial yang tersusun dari angka romawi.torak dan abdomen k. Saraf asesorius ( XI ) : 22 .fungsinya untuk keseimbangan i.visera abdomen.muncul dari berbagai batang otak. Saraf kranial tersusun dari serabut saraf sensorik dan motorik. Saraf troklearis ( IV) Adalah saraf motorik.

Saraf torak.kulit kepala. Saraf terpenting adalah saraf frenik yang menyarafi diaframa. regia panggul dan tungkai bawah. dua radiks bergabung membentuk satu saraf spinal. saraf ini menyarafi ekstrimitas atas iii. fungsinya menggerakan lidah 2. terbentuk dari empat saraf servikal C1 samapai C4. saraf ini tidak membentuk pleksus tetapi keluar dari ruang interkostalis. Saraf lumbal. kulit dada dan abdomen iv.12 pasang ( T1 sampai T2 ) c. 5 pasang ( S1 sampai S5 ) e. 5 pasang ( L1 sampai L5 ) d. 1 pasang Pada semua saraf spinal kecuali bagian torakal. yang menyarafi otot paha anterior. Pleksus lumbal berasal dari segmen T12 sampai L4. Saraf hipoglosus ( XII ) Adalah saraf motorik.paha dan genitalia eksterna. dengan demikian terbentuk Pleksus : i. Saraf-saraf ini menyarafi otot-otot abdomen bagian atas. Saraf spinal Tiga puluh satu pasang saraf spinal berawal dari korda melalui radik dorsalis (posterior ) dan ventral (anterior). Semua saraf tersebut adalah saraf gabungan (motorik dan sensorik ). Pleksus brakial terbentuk dari C5 sampai T1 atau T2.Adalah saraf motorik. Pada bagian distal radiks dorsl ganglion. Saraf sakral.otot leher serta dada. yang menyarafi leher. delapan pasang ( C1 sampai C8 ) b. fungsinya untuk menggerakan bahu l. Saraf servikal. Saraf spinal diberi nama dan angka sesuai dengan regia kolumna vertebralis tempat munculnya saraf tersebut a. 23 . ii. Saraf terbesar adalah saraf femoral. Pleksus servikal. membawa informasi kekorda melalui neuron aferen dan meninggalkan korda melalui sarar aferen. saraf ini menyarafi otot dinding abdomen. saraf-saraf spinal bagian ventral ini saling terjalin sehingga membentuk jalinan saraf yang disebut pleksus. Saraf torakal T3 sampai T11. Saraf koksiks.

bokong. tingkat kesadaran yang umumnya dikembangkan dengan Glasgow Coma Scala (GCS) • Refleks membuka mata (E) 4 : Membuka secara spontan 24 . saraf ini menyarafi anggota gerak bawah. Pleksus koksigealis terbentuk dari S4 samapi koksigealis. saraf ini menyarafi regia koksigeas. Fungsi Cerebral Keadaan umum. BAB VI PEMERIKSAAN NEUROLOGI 1.v. dan regia perineal. vi. Pleksus sakral terbentuk dari L4 sampai S4.

bereaksi secara motorik / verbal kemudian terlenan lagi. GCS-nya 3 (1-1-1). GCS tidak bisa dipakai untuk menilai tingkat kesadaran pada anak berumur kurang dari 5 tahun. Penderita yang sadar = Compos mentis pasti GCS-nya 15 (4-5-6). misal kedua mata bengkak sedang V dan M normal. penulisannya 4 – X – 6. hanya mengerang 1 : Tidak keluar suara • Refleks motorik (M) 6 : Melakukan perintah dengan benar 5 : Mengenali nyeri lokal tapi tidak melakukaan perintah dengan benar 4 : Dapat menghindari rangsangan dengan tangan fleksi 3 : Hanya dapat melakukan fleksi 2 : Hanya dapat melakukan ekstensi 1 : Tidak ada gerakan Cara penulisannya berurutan E-V-M sesuai nilai yang didapatkan. Atau bila tetra parese sedang E an V normal. 3 : Kata-kata baik tapi kalimat tidak baik 2 : Kata-kata tidak dapat dimengerti. 25 .3 : Membuka dengan rangsangan suara 2 : Membuka dengan rangsangan nyeri 1 : Tidak ada respon • Refleks verbal (V) 5 : Orientasi baik 4 : Kata baik. pendengaran dengan suara keras dan penglihatan kuat. penulisannya X – 5 – 6. sedang penderita koma dalam. Gelisah atau tenang. Verbalisasi mungkin terjadi tapi terbatas pada satu atau dua kata saja. Bila salah satu reaksi tidak bisa dinilai. tapi isi percakapan membingungkan. kalimat baik. menjawab secara refleks terhadap rangsangan nyeri. penulisannya 4 – 5 – X. Stupor : gerakan spontan. Bila ada trakheastomi sedang E dan M normal. Derajat kesadaran : Sadar : Dapat berorientasi dan berkomunikasi Somnolens : dapat digugah dengan berbagai stimulasi. Non verbal dengan menggunakan kepala.

IV : Trochlearis (gerakan mata ke bawah dan ke dalam): sama seperti N. refleks pupil dan inspeksi kelopak mata. acuh tak acuh. palpebra. gangguan intelektual. interpretasi dan komunikasi.III : Okulomorius (gerakam kelopak mata ke atas. Fungsi nervus cranialis Cara pemeriksaan nervus cranialis : a. tidak bicara dan pandangan hampa Gangguan fungsi cerebral meliputi : Gangguan komunikasi. kontriksi pupil. dan periksa lapang pandang c. waktu Bingung/confused:disorientasi fikirannya.I : Olfaktorius (daya penciuman) : Pasiem memejamkan mata. disuruh membedakaan bau yang dirasakaan (kopi. tempat dan waktu). refleks kornea dan refleks kedip): Delerium : mental dan motorik kacau. d.V : Trigeminal (gerakan mengunyah. N.dll) b. alkohol.II : Optikus (Tajam penglihatan): dengan snelen card. N. N. tembakau. terhadap tempat. orientasi (orang. N. Cenderung orang dan mengantuk. funduscope. menggerkan konjungtiva. sensasi wajah. ada halusinasi dn bergerak sesuai dengan kekacauan 26 . lidah dan gigi.III e.Semi koma : tidak terdapat respon verbal. reaksi rangsangan kasar dan ada yang menghindar (contoh mnghindri tusukan) Koma : tidak bereaksi terhadap stimulus Kualitas kesadaran : Compos mentis : bereaksi secara adekuat Abstensia drowsy/kesadaran tumpul : tidak tidur dan tidak begitu waspada. N. memori. Perhatian terhadap sekeliling berkurang. 2. gerakan otot mata): Tes putaran bola mata. Apatis : tidak tidur. gangguan perilaku dan gangguan emosi Pengkajian status mental / kesadaran meliputi : GCS.

N. Menjulurkan lidah untuk membedakan gula dengan garam h. N.menggerakan rahang ke semua sisi. disuruh mengucap “ah…!” k. suruh pasien meutar kepala dan lakukan tahanan dan suruh pasien melawan tahan. menyentuh permukaan kornea dengan kapas f.X : Vagus (refleks muntah dan menelan) : menyentuh pharing posterior. N. N. N. gerakan sendi. Suruh pasien menekan pipi bagian dalam lalu tekan dari luar. bersiul. dan perintahkan pasien melawan tekanan tadi. kekakuan.XII : Hipoglosus (gerakan lidah): pasien suruh menjulurkan lidah dan menggrakan dari sisi ke sisi. Reaksi nyeri dilakukan dengan benda tumpul. sensasi rasa 2/3 anterior lidah ): senyum. sentuh dengan kapas pada dahi dan pipi. kelemahan Kekuatan : fleksi. melawan gerakan. mengerutkan dahi.XI : Accesorius (gerakan otot trapezius dan sternocleidomastoideus) palpasi dan catat kekuatan otot trapezius.VI : Abducend (deviasi mata ke lateral) : sama sperti N. N.III g. menutup kelopak mata dengan tahanan. Fungsi motorik a. pasien menelan ludah/air. Otot Ukuran : atropi / hipertropi Tonus : kekejangan.IX : Glosofaringeus (sensasi rasa 1/3 posterio lidah ): membedakan rasa mansi dan asam ( gula dan garam) j. Palpasi dan catat kekuatan otot sternocleidomastoideus. Derajat kekuatan motorik : 5 : Kekuatan penuh untuk dapat melakukan aktifitas 4 : Ada gerakan tapi tidak penuh 27 . mengangkat alis mata. Reaksi suhu dilakukan dengan air panas dan dingin. 3. psien memejamkan mata. N.VIII : Vestibulocochlearis (pendengaran dan keseimbangan ) : test Webber dan Rinne i.VII : Facialis (gerakan otot wajah. suruh pasien mengangkat bahu dan lakukan tahanan sambil pasien melawan tahanan tersebut. ekstensi. l.

Sikap. Gerak. Fungsi sensorik Test : Nyeri. Gait (keseimbangan) : dengan Romberg’s test 4.3 : Ada kekuatan bergerak untuk melawan gravitas bumi 2 : Ada kemampuan bergerak tapi tidak dapat melawan gravitasi bumi. Refleks a. intra umbilikal dari lateral ke medial Respon : kontraksi dinding perut • Refleks cremaster Cara : goresan pada kulit paha sebelah medial dari atas ke bawah Respon : elevasi testes ipsilateral • Refleks gluteal Cara : goresan atau tusukan pada daerah gluteal Respon : gerakan reflektorik otot gluteal ipsilateral b. Refleks superficial • Refleks dinding perut : Cara : goresan dinding perut daerah epigastrik. 5. supra umbilikal.Raba halus. posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi Respon : ekstensi lengan bawah pada sendi siku • Refleks Periosto radialis 28 . 1 : Hanya ada kontraksi 0 : tidak ada kontraksi sama sekali b.biceps brachii. Refleks tendon / periosteum • Refleks Biceps (BPR): Cara : ketukan pada jari pemeriksa yang ditempatkan pada tendon m.Tekan.Getar. umbilikal. posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku. Suhu. Respon : fleksi lengan pada sendi siku • Refleks Triceps (TPR) Cara : ketukan pada tendon otot triceps. Refered pain.

Respon : kontraksi reflektorik otot betis selama stimulus berlangsung c.Cara : ketukan pada periosteum ujung distal os radial.quadrisep femoris selama stimulus berlangsung • Refleks Klonus kaki Cara : dorsofleksikan kki secara maksimal. Respon : pronasi tangan akibat kontraksi m.quadrisep femoris • Refleks Achilles (APR) Cara : ketukan pada tendon achilles Respon : plantar fleksi kaki krena kontraksi m. Refleks patologis • Babinsky Cara : penggoresan telapak kaki bagian lateral dari posterior ke anterior Respon : ekstensi ibu jari kaki dan pengembangan jari kaki lainnya • Chadock Cara : penggoresan kulit dorsum pedis bagian lateral sekitar maleolus lateralis dari posterior ke anterior Respon : seperti babinsky 29 . posisi tungkai fleksi di sendi lutut. posisi lengan setengah fleksi dan sedikit pronasi Respon : fleksi lengan bawah di sendi siku dan supinasi krena kontraksi m.pronator quadratus • Refleks Patela (KPR) Cara : ketukan pada tendon patella Respon : plantar fleksi kaki karena kontraksi m.gastroenemius • Refleks Klonus lutut Cara : pegang dan dorong os patella ke arah distal Respon : kontraksi reflektorik m. posisi lengan setengah fleksi dan antara pronasi supinasi.brachiradialis • Refleks Periostoulnaris Cara : ketukan pada periosteum prosesus styloid ilna.

• Oppenheim Cara : pengurutan krista anterior tibia dari proksiml ke distal Respon : seperti babinsky • Gordon Cara : penekanan betis secara keras Respon : seperti babinsky • Schaefer Cara : memencet tendon achilles secara keras Respon : seperti babinsky • Gonda Cara : penekukan (plantar fleksi) maksimal jari kaki ke-4 Respon : seperti babinsky • Stransky Cara : penekukan (lateral) jari kaki ke-5 Respon : seperti babinsky • Rossolimo Cara : pengetukan pada telapak kaki Respon : fleksi jari-jari kaki pada sendi interfalangeal • Mendel-Beckhterew Cara : pengetukan dorsum pedis pada daerah os coboideum Respon : seperti rossolimo • Hoffman Cara : goresan pada kuku jari tengah pasien Respon : ibu jari. sikap lengen diluruskan dengan bgian ventral menghadap ke atas Respon : tidak terjadi fleksi di sendi siku 30 . telunjuk dan jari lainnya fleksi • Trommer Cara : colekan pada ujung jari tengah pasien\ Respon : seperti hoffman • Leri Cara : fleksi maksimal tangan pada pergelangan tangan.

menyebut.• Mayer Cara : fleksi maksimal jari tengah pasien ke arah telapk tangan Respon : tidak terjadi oposisi ibu jari d. 31 . Disorientasi kiri-kanan: ketidakmampuan mengenal sisi tubuh baik tubuh sendiri maupun orang lain. lidah dn rahang bawah seolah-olah menyusu • Snout refleks Cara : ketukan pada bibir atas Respon : kontrksi otot-otot disekitar bibir / di bawah hidung • Grasps refleks Cara : penekanan / penekanan jari pemeriksa pada telapak tangan pasien Respon : tangan pasien mengepal • Palmo-mental refleks Cara : goresan ujung pena terhadap kulit telapak tangan bagian thenar Respon : kontaksi otot mentalis dan orbikularis oris (ipsi lateral) Selain pemeriksaan tersebut di atas juga ada beberapa pemeriksaan lain seperti : Pemeriksaan fungsi luhur: 1. memilih dan membedakan jarijari. 6. Acalculia : kesukaran dalam melakukan penghitungan aritmatika sederhana. Refleks primitif • Sucking refleks Cara : sentuhan pada bibir Respon : gerakan bibir. Alexia : ketidakmampuan mengenal bahasa tertulis 3. 5. Agraphia : ketidakmampuan untuk menulis kata-kata 4. Apraxia : hilangnya kemampuan untuk melakukan gerakan volunter atas perintah 2. baik punya sendiri maupun orang lain terutama jari tengah. Fingeragnosia: kesukaran dalam mengenal.

biokemistri dan farmakologi sistem saraf baik pusat maupun tepi. Untuk memahami penyakit tersebut perlu dikuasai anatomi. fisiologi.BAB VII GANGGUAN SISTEM SARAF TEPI Pendahuluan Penyakit Saraf dan Otot adalah merupakan bagian dari penyakit saraf yang disebabkan terganggunya fungsi saraf tepi atau otot. Susunan Saraf Pusat terdiri dari Otak dan Medula Spinalis sedangkan Susunan Saraf Tepi terdiri dari sel saraf dan serabut-serabutnya yang dapat berasal dari 32 .

n. oftalmikus 4. n glossofaringeus 10. n. proses keganasan. sehingga dikenal pleksus servikotorakales (gabungan radiks C1-8 dan T1) dan pleksus lumbosakrales (gabungan radiks L1-5 dan S1-5). fasialis 8. n. trigeminus 6. Adanya nodus Ranvier memungkinkan hantaran listrik meloncat sehingga lebih cepat sampai ke efektor (serabut saraf eferen). n. n. inflamasi (radang). hipoglosus Saraf Tepi yang termasuk saraf spinales kebanyakan bergabung menjadi satu sehingga dikenal sebagai nervi servikales. Untuk mempercepat hantaran impuls yang berupa muatan listrik dari proksimal ke distal serabut saraf (akson) mempunyai selubung yang disebut mielin. vagus 11. dan nervi sakrales.n. vestibulocochlearis 9. n. abduscens 7. optikus 3. atau 33 . nervi torakales. n. trokhlearis 5. n. olfaktorius 2. Saraf Tepi yang termasuk saraf kepala meliputi 1. Gabungan saraf tepi semacam ini disebut juga pleksus. nervi lumbales. n. Patomekanisme Gangguan faal pada saraf tepi dapat berasal dari gangguan biokemistri seperti terganggunya keseimbangan air dan elektrolit.otak seperti saraf kepala (saraf kranialis) atau medula spinalis seperti radiks dan nervi spinales.n. accessorius 12. trauma dan lain sebagainya. Mielin diproduksi oleh sel Schwann yang membalut akson dan pada titik tertentu mempunyai takik yang disebut nodus Ranvier.

Pencegahan penyakit ini adalah dengan melaksanakan vaksinasi polio di masyarakat. atau pada mielin (mielinolisis) dan kombinasi keduanya dapat saja terjadi. Sesuai namanya bagian yang terkena sebenarnya adalah mielum bagian anterior yang disebut juga kornu anterior sehingga lesi yang ditimbulkan berupa kelumpuhan tipe perifer karena inti sel saraf di kornu anterior mengalami nekrosis. ada juga serabut saraf yang kecil dan pendek tidak bermielin dan saling menghubungkan sesama sel saraf di otak. dimana sel-sel sistim imun menyerang selubung myelin saraf tepi. Saraf tepi menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan bagian tubuh lain. Kerusakan pada saraf tepi akan menimbulkan gangguan hantaran sinyal sebagai akibatnya otot akan berkurang kekuatannya. Hindari menggunakan terapi suntik pada penderita yang panas saat epidemi polio sedang berjangkit (outbreak) karena akan memicu lebih banyak sel saraf yang mati. GUILLAIN BARE SYNDROME Guillain-Barre syndrome (GBS) adalah suatu penyakit otoimun yang bersifat akut.Tidak ada terapi khusus pada polio sehingga terapi pada penyakit ini lebih bersifat suportif. 34 . operasi dan vaksinasi. tidak demikian halnya bila pada mielin lebih besar kemungkinan cepat kembali seperti semula. Pada penyakit saraf tepi kerusakan dapat terjadi pada akson. Otot yang atrofi menjadi kecil dan ekstremitas memerlukan bantuan alat untuk dapat berfungsi kembali. disebut aksonopati. POLIOMIELITIS ANTERIOR AKUTA Salah satu diantara penyakit saraf tepi yang populer adalah polio yang nama selengkapnya adalah poliomielitis anterior akuta. Akibatnya adalah serabut saraf yang terkena terutama aksonnya tidak berfungsi lagi dan otot yang dipersarafi lama kelamaan (dan proses berlangsung cepat) menjadi atrofi.sebaliknya dari reseptor lebih cepat sampai ke sentral (serabut saraf aferen). penyebab sebenarnya penyakit ini belum diketahui tetapi dapat dipicu oleh infeksi. Pada gangguan di akson. Tidak semua serabut saraf bermielin. Kehati-hatian ini juga menjadi penting karena makin banyaknya kegiatan sueing di tengah masyarakat. Sebenarnya jarang ditemukan. proses kesembuhan berlangsung lama.

Akson sendiri adalah perpanjangan sel saraf yang menjulur sampai ke bagian tubuh yang akan di persarafi oleh saraf tersebut. Pemberian imunoglobulin menolong. kemudian menjadi stabil dan membaik dengan perawatan yang baik pula.000 penduduk. Penyakit ini mengancam nyawa bila otot pernafasan diserang. Keadaan yang parah akan berlangsung beberapa pekan. Dengan pengobatan yang segera dengan penggantian plasma maka diharapkan kesembuhan segera terjadi. Epidemiologi Insidens 1 atau 2 orang per 100. Patomekanisme Untuk memahami terjadinya GBS dapat diuraikan sebagai berikut: Serabut saraf terdiri dari lembaran myelin yang membungkus akson.[6] Seringkali parah dan menunjukkan kelumpuhan memanjat mula-mula kaki dan tungkai kemudian lengan dan tangan juga terkena tidak terkecuali otot pernafasan dan wajah. Sebagian besar pasen dapat pulih normal kembali. Pada keadaan seperti ini diperlukan respirator. Pengobatan biasanya dilakukan dengan obat-obatan dan penggantian plasma (plasma exchange). Untuk dapat menggerakkan anggota tubuh seperti lengan dan tungkai maka dari otak sel otak tersebut akan menjulurkan bagian sel otak yang 35 . Pada keadaan yang parah terjadi kelumpuhan total.Gejala pertama biasanya adalah panas atau demam yang dapat tinggi atau sedang dan pada hari ketiga diikuti oleh kelemahan dan kesemutan (gringgingen) di kedua tungkai. Dan jangan dilupakan pengobatan penunjang seperti pemberian neurotropik vitamin. Misalnya N. GBS juga menjadi penyebab kelumpuhan yang tidak disebabkan oleh cedera di dunia.Otak adalah kumpulan sel-sel otak yang banyak sekali jumlahnya. Ada pula perbaikan yang memakan waktu sangat lama hingga beberapa tahun. tetapi bila tidak diberi keterangan lain maka yang dimaksud adalah GBS dalam bentuk umum. Karena merupakan lesi saraf tepi makan refleks tendon akan menghilang. Ischiadicus yang mempersarafi otot-oto tungkai (AA). Kemudian gejala ini akan memanjat keatas. Ischiadicus mempunyai kelompokl sel saraf yang terletak di cornu anterior medula spinali segmen lumbal dan kumpulan aksonnya membentuk saraf N. Ada beberapa jenis GBS. Penyakit ini termasuk kelompok penyakit neuropati perifer.

rasa. Akson akan terus berjalan sepanjang tubuh dan mencapai organ yang ditujunya (AA). Otak mempunyai banyak lekuk untuk menghemat ruang yang akan mampu menampung 200 milyar sel otak yang terdiri dari sel otak neuron dan sel glia (AA). Juga berperan dalam daya ingat (AA). rasa. nafas dan tekanan darah. Hemisfer serebri sebelah kiri erat tugasnya dengan tugas menghitung dan bicara bahasa sedangkan hemisfer sebelah kanan erat tugasnya dengan seni dan ketrampilan ruang. di kedua belah otak. Struktur Dalam Otak Berfungsi untuk emosi dan daya ingat/memori. makan dan tidur. Hippocampus mengirimkan ingatan untuk disimpan di tempat yang disediakan di otak dan dapat di panggil kembali bila dibutuhkan (AA). Thalamus bekerja sebagai pintu gerbang pesan yang masuk antara otak dan medulla spinalis. Sel Saraf 36 . daya ingat jangka pendek dan gerakan. menyelesaikan masalah. dan suara. • Lobus oksipitalis memproses bayangan yang masuk melalui mata dan menghubungkan dengan memori yang tersimpan • Lobus temporalis memproses informasi yang masuk melalui penghiduan/penciuman. mengorganisasikan. Batang Otak bertugas menghubungkan otak dengan medulla spinalis mengawasi fungsi kehidupan yang vital seperti detak jantung.disebut akson. dan otot untuk koordinasi gerak. Di daerah ini pula terletak kendali tidur dan kesadaran (AA). Kerusakan menimbulkan intention tremor tubuh bergetar ketika akan mengambil sesuatu. Serebelum terletak dibawah otak belakang oksipital. Dikenal sebagai system limbic terdiri dari pasangan-pasangan. • Lobus parietalis menginterpretasikan informasi sensorik. dan sentuhan. perencanaan. Hipothalamus mengontrol emosi dan mengatur suhu. Otak terdiri dari dua belahan yang disebut hemisfer. • Lobus frontalis mengontrol fikiran. Tugasnya menyelaraskan informasi sensor dari mata. telinga. suhu.

Neurotransmitters Neuron berhubungan dengan sel lain melalui impuls elektrik yang mendorong neurotransmitter lepas dari ujung sel saraf. menyerang motorik yaitu pada nodes of Ranvier dan banyak (prevalen) di China dan Mexico. Dendrit membawa impuls dari luar kea rah sel dan neurite membawa impuls dari sel kea rah luar. perasaan dan kemampuan untuk berkomunikasi (AA). • Acute inflammatory demyelinating polyneuropathy (AIDP) gangguan terutama terjadi • Miller Fisher syndrome (MFS) adalah jenis yang jarang karena berupa kelumpuhan yang menurun dari atas ke bawah jadi kebalikan dari GBS. Misalnya tangan menyentuh setrika panas maka seketika tangan akan ditarik karena informasi panas dibawa ke otak dan otak memerintahkan untuk menarik tangan dari setrika.Sel Saraf memiliki dua tipe cabang yaitu neurite atau akson dan dendrite. GBS myelin dari Klasifikasi yaitu: sel. • Acute motor axonal neuropathy (AMAN). Sering terjadi pada 37 . Semuanya ini memungkinkan terjadinya gerakan. Pada GBS terjadi gangguan pada saraf tepi sehingga kekuatan kedua tungkai dan ekstremitas Terdapat berupa enam kerusakan selubung dapat jenis saraf terkena. Antibodi Anti-GQ1b sering dijumpai pada 90% kasus. Sel saraf saling berhubungan dengan sesame sel saraf melalui dendrite tersebut sehingga tercipta komunikasi yang efeisien dan cepat sekali (AA).Neurotransmiter lepas ke sinaps suatu celah antara dua sel saraf dan menempel ke reseptor di sel penerima. Mula-mula otot mata yang terserang sehingga terjadi trias ophthalmoplegia. Susunan Saraf Tepi Saraf tepi adalah semua saraf di tubuh keluar dari otak dan medulla spinalis. ataxia. Bekerja sebagai penghantar antara otak dan anggota tubuh. dan areflexia. pikiran.[8] atau Chinese Paralytic Syndrome. Merupakan serangan auto-immune pada axoplasm saraf tepi. Proses ini terjadi berulang antara neuron ke neuron. Ini hanya beberapa milidetik (AA).

Kematian disebabkan pembesaran jantung dan disritmia. Al-Din et al. Dan bisa pula berganti dengan diare. keringnya rongga hidung dan mukosa mulut. Gejala dan Tanda (Signs and symptoms) Penyakit GBS ditandai dengan gangguan kelemahan yang bersifat simetris. malas. hyperreflexia or Babinski’s sign (Bickerstaff.musim tertentu dan penyembuhan lebih cepat. Konstipasi juga dapat terjadi yang tidak hilang dengan laksan. menjadi indikasi bahwa kedua penyakit ini mempunyai kesamaan. Yang paling sering adalah pusing bila berdiri. Penyembuhan lambat dan inkomplit. Perjalanan penyakit monofasik atau sering relaps. Penyakit berlanjut keatas dalam waktu beberapa jam atau hari dan kemudian otot wajah 38 . Meski pada fase awal terlihat parah prognosis baik. gatal. fatigue. Fotofobia. 1957. gangguan berkeringat dan kekurangan air mata. dan gangguan kencing. mata kabur. • Acute motor sensory axonal neuropathy (AMSAN) serupa dengan AMAN hanya juga disertai serangan pada serabut saraf sensorik dengan kerusakan aksonal. mual dan muntah sering terjadi dan disfagia.1982). gangguan gastrointestinal dan kencing dan gangguan berkeringat. Pasen biasanya mengeluh kedua tungkai terasa berat dan merasakan seperti ada beban dan perasaan gringgingen serta tebal. Ada juga rasa disestesia (numbness atau tingling). jenis lain dari Guillain-Barré syndrome. Sebagian pasen BBE mempunyai hubungan dengan axonal Guillain-Barré syndrome. lalu diikuti gangguan otonomik seperti pusing bila berdiri. nyeri perut. Antibody Anti-GD3 banyak dijumpai pada AMAN. ataxia. Gangguan patologi terutama di batang otak. sakit kepala. Diagnosis dengan MRI. Seperti AMAN juga disebabkan serangan oto imun terhadap aksoplasma saraf tepi. midbrain. Ditandai oleh acute onset ophthalmoplegia. • Acute panautonomic neuropathy imerupakan jenis yang jarang dari GBS sering disertai ensefalopati dengan mortalitas yang tinggi. Gejala awal biasanya lelah dan lemas seperti lethargy. dan medulla. mata kering. dan menurunnya kemauan. Pada pasen akan terdapat anti-GD1a antibodi[9].. gangguan kesadaran. diare. • Bickerstaff’s brainstem encephalitis (BBE). pons. Pada awalnya menyerang kedua tungkai dan kemudian berangsur-angsur naik ke lengan.

Gangguan pemberian SIADH dapat terjadi akibat pemberian air dan garam secara intravena yang tidak tepat. Hilangnya sensasi nyeri dan suhu biasanya ringan. Pada kasus yang ringan akson mungkin tidak terlalu terganggu dan penyembuhan kembali cepat berlangsung dengan remielinasi. Sedangkan infeksi penyebab paling sering adalah bakteri Campylobacter jejuni. Target sebenarnya dari antigen tersebut diduga adalah gangliosides. Disebut juga kelumpuhan tipe bulbar dan menimbulkan oropharyngeal dysphagia. Gejalanya serupa dengan progressive inflammatory neuropathy.[12] Semua bentuk Guillain-Barré syndrome merupakan akibat respons immune terhadap antigen asing (seperti infeksi) yang menjadi salah sasaran. Hilangnya sensorik biasanya berupa sensasi proprioception (rassa posisi) dan areflexia (hilangnya refleks tendo) tanda khas GBS. Kelemahan otot wajah dapat terjadi tapi otot mata jarang terkena. dengan kesulitan menelan mengisap air liur dan sulit bernafas. Penyebab paralisi akut Guillain-Barré Syndrome dapat dihubungkan dengan faktor blokade sodium channel di cairan spinal (cerebrospinal fluid (CSF)). Akibat serangan oto imun terhadap saraf tepi adalah kerusakan mielin selaput pembungkus saraf dan gangguan hantaran saraf. Tetapi bersifat sementara. Rasanya seperti nyeri orang yang kelelahan.[13] Namun demikian 60% kasus tidak diketahui kuman penyebabnya. suatu bahan alami yang terdapat dalam junlah besar dalam saraf manusia. Nyeri ini biasanya hilang sendiri dan dapat diobati dengan analgesic biasa.sehingga menimbulkan kelumpuhan otot dan gangguan otonomik dan sensorik. Sebaliknya pada kasus yang parah terjadi kerusakan akson dan penyembuhan 39 . Dan semsasi nyeri bahkan bertambah pada otot yang terkena. dimana diduga dapat berupa virus influenza atau semacam reaksi imun terhadap virus influenza. hipotensi orthostatik dan aritmia jantung. Gangguan kandung kencing dapat terjadi pula pada kasus yang parah. Sebagian besar pasen perlu perawatan rumah sakit (MRS) dan sekitar 30% perlu bantuan ventilator [11]. Demam jarang ada dan bila ada harus dipikirkan kemungkinan suatu sebab yang lain. Pada keadaan yang berat hilangnya fungsi otonom dapat terjadi berupa tekanan darah yang naik dan turun berfluktuasi. Sering kali saraf otak bagian bawah terkena.dan lengan mulai lemah. Bila gangguan kandung kencing berlebihan perlu dipertimbangkan kelainan medulla spinalis. Bila otot wajah dan otot mata terkena maka kemungkinan besar kasus tersebut adalah Sindroma Miller-Fisher (varian Miller-Fisher).

• Cairan spinal (cerebrospinal fluid)Disosiasi albumino sitologis sering dijumpai berupa albumin tinggi tetapi jumlah sel tetap. menerima laporan 4 kasus dari 46.Pemeriksaan Electromyography (EMG) dan nerve conduction study (NCS) dapat menunjukkan latensi yang memanjang dan perlambatan hantaran atau blok hantaran dan potensial aksi kompleks pada kasus demielinating. Diagnosis Diagnosis GBS ditegakkan dengan adanya kelumpuhan yang akut. peran vaksin pada kasus tersebut tetap tidak jelas.[16] Namun. areflexia. Cairan spinal diperoleh dari pungsi lumbal dan pemeriksaan elektromiografi (EMG) berupa tes hantaran saraf pada otot yang lumpuh. tidak ada demam saat kelumpuhan. yang menyebabkan kerusakan otak dan medulla spinalis. karena GBS mempunyai insidens yang rendah di masyarakat. tanpa disertai kenaikan jumlah sel (pleositosis).Guillain–Barré Syndrome tidak seperti multiple sclerosis (MS) dan penyakit ALS (Lou Gehrig’s disease (ALS). Vaksin Influenza. • Elektrodiagnosis. VAERS reporting system. Pada pemberian vaksin yang terakhir 6 Oktober hingga 24 November. 2009. 40 . Dua puluh lima orang diantaranya meninggal akibat komplikasi gangguan paru yang parah dan menyebabkan vaksinasinya dihentikan.2 million dosis vaksin yang diberikan.berlangsung lama. dan hasil pemeriksaan cairan spinal. Diperkirakan 80% kasus GBS terhadi kehilangan mielinof sedangkan pada yang dua puluh persen kehilangan akson. GBS dapat terjadi meskipun jarang sebagai akibat efek samping pemberian vaksin influenza. [15] Ada laporan sehubungan dengan vaksinasi swine flu (flu babi) maka 500 orang terkena GBS pada saat tahun 1976. Ada dugaan kejadian tersebut berhubungan dengan kontaminasi bakteri pada vaksin tersebut.S. Bila dijumpai sel meningkat maka diagnosis GBS perlu dipertimbangkan. Protein naik hingga 100–1000 mg/dL. hasil penelitian Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) dengan frekuensi 1 per sejuta vaksin. the U. Pada kerusakan akson dapat amplitude menurun tanpa perlambatan hantaran. CDC.

Gangguan saraf fasial dan saraf otak lain. titer anti-GM1 tinggi. porphyria dengan nyeri abdomen. botulism dengan hilangnya refleks pupil yang cepat. atau arsen. diphtheria dengan disfungsi oropharyngeal yang cepat. Monitor semua fungsi vital. kekuatan ekstremitas atas lemah. poliomyelitis dengan demam dan tanda meningeal. dan mielitis anterior. 41 . simetris kedua tungkai atau disertai lengan akibat neuropati. Lyme disease polyradiculitis dan kelumpuhan karena gigitan kutu (tick-borne).riwayat diare sebelumnya. meningitis. Pasang intubasi pada pasen dengan kapasitas vital menurun (vital capacity (VC) <20 ml/kg). Tidak ada demam Perubahan temuan cairan spinal (CSF). Faktor Eksklusi sebab-sebab lain. Penyakit berlangsung lebih dari 4 pekan. Guillain-Barre syndrome. keracunan bahan hemlock. Hati-hati dengan gagal nafas yang disebabkan kelumpuhan otot nafas. Managemen Pada umumnya suportif. Areflexia. astrositoma spinal. Keracunan dengan organofosfat. Virus West Nile dapat menimbulkan penyakit neurologis yang fatal seperti ensefalitis. CMV polyradiculitis pada pasen dengan immunokompromis. thallium. adanya kelumpuhan otot nafas. Pendukung • Kelumpuhan yang relative simetris dan adanya nyeri atau rasa tebak pada tungkai yang terkena. miastenia gravis. Elektrodiagnostik ada tanda demielinasi Diagnosis Banding • acute myelopathies dengan chronic back pain dan sphincter dysfunction. Penyakit Motor Neuron.Kriteria Diagnosis Utama • Kelumpuhan yang progresif.. Kelumpuhan karena virus West Nile. vasculitis neuropatia. neuropatia pada penyakit kritis. kejang. psikosis. Negative Inspiratory Force (NIF) 40 tahun. Gangguan sensori ringan. Ensefalomielitis Mialgik Parah/Sindroma Fatig Kronik.

gangguan koordinasi dan kelemahan pada otot sampai kelumpuhan. berbicara. Multiple schlerosis (MS=Sklerosis Ganda atau disseminated sclerosis) MS merupakan penyakit saraf kronis yang mempengaruhi sistem saraf pusat. sehingga dapat menyebabkan gangguan organ seperti: rasa sakit.BAB VIII GANGGUAN SISTEM SARAF PUSAT Sistem saraf manusia dapat mengalami gangguan kerja berupa penyakit atau kelainan lainnya. masalah penglihatan. Contoh penyakit pada sistem saraf manusia: 1. 42 . depresi.

Infeksi Otak & Medula Spinalis Meningitis Kronis Infeksi Virus Abses Otak Empiema Subdural Infeksi Parasit Pada Otak & Medula Spinalis 43 . Stroke Stroke Iskemik Perdarahan Intrakranial Serangan Iskemik Sesaat Hemorrhagic Stroke Intracerebral Hemorrhage Subarachnoid Hemorrhage 4. Pusing dan Vertigo Vertigo Pusing (Pening) Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo)/BPPV 5. Kelainan Saraf Kranial Neuralgia Trigeminal (tic douloureux) Neuralgia Glossofaringeal Bell's Palsy Paralisa Bell Conjugate Gaze Palsy Diffuse Axonal Injury Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm) Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders) Internuclear Ophthalmoplegia Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerakan Mata Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf oculomotor) Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf Trochlear) Kelumpuhan syaraf cranial ke-6 (syaraf abducens) 6. Sakit Kepala Sakit Kepala Tension Sakit Kepala Migren Sakit Kepala Cluster 3.2.

dan Hemiballismus 9. Athetosis. Kelainan Gerak Mioklonus multifokal Sindroma Tourette Penyakit Huntington (korea Huntington) Distonia Tremor Kram Kecegukan (Hiccups) Korea & Atetosis Penyakit Parkinson Kelumpuhan Supranuklear Progresif Sindroma Shy-Drager Kelainan Koordinasi Ataksia (ataxia) Parkinsonism Multiple System Atrophy Gerenyet (Tics) Chorea.- Cavernous Sinus Thrombosis 7. Gangguan Tidur Hipersomnia Narkolepsi Insomnia (kesulitan tidur) Sindroma Tidur Apneu Parasomnia 8. Penyakit Medula Spinalis Cedera Medula Spinalis Akibat Kecelakaan Kompresi Medula Spinalis Spondilosis Servikalis Kista Medula Spinalis & Otak Mielitis Transversus Akut Gangguan Aliran Darah Ke Medula Spinalis Hematoma Spinalis Kelainan Akar Saraf Medula Spinalis Ruptur Diskus Vertebralis Hereditary Spastic Paraparesis (HSP) Syrinx 44 .

Gangguan Kesadaran . Nyeri Nyeri Herniated nucleus pulposus (slipped disk) Sciatica Nyeri Punggung Bawah 11. Hidrocephalus 45 . Kelainan Panca Indra Kelainan Penciuman & Pengecapan 17.Stupor & Koma 15. Cedera Kepala Cedera Kepala Tengkorak Retak Luka Memar dan Goresan pada Otak Gegar Otak 13. Gangguan Mental Delirium Demensia Alzheimer 16.- Tropical Spastic Paraparesis/HTLV-1 yang Berhubungan dengan Myelopathy Degenerasi Kombinasi Subakut 10. Kejang Kejang Epilepsi 12. Tumor Pada Sistem Saraf Tumor Otak Tumor Medula Spinalis Neurofibromatosis Sindroma Paraneoplastik Kerusakan Sistem Saraf Karena Penyinaran 14.

Patofisiologi untuk keperawatan. J. 2006. Akibatnya. dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan gangguan organ tubuh. Jakarta 46 . Bandung Lumbantobing. Jakarta Tambayong. J.Tanda hidrocephalus berupa pembengkakan kepala karena kelebihan cairan yang ada di sekitar otak. Cetakan I. 2000. 2001. EGC. Yrama Widya. Jakarta Syaifuddin. 2008. Cetakan I. Balai penerbit FK UI. EGC. Jakarta Tambayong. Daftar pustaka Irianto K. 2001. Anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan. Neurologi klinik pemeriksaan fisik dan mental. EGC. Cetakan V. Edisi 3. Anatomi&fisiologi untuk keperawatan. Struktur dan fungsi tubuh manusia untuk paramedis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful