P. 1
4. Peluang Dan Tantangan Pengalihan Pbb p2 Dan Bphtb

4. Peluang Dan Tantangan Pengalihan Pbb p2 Dan Bphtb

|Views: 444|Likes:
Published by Anggiat Siahaan

More info:

Published by: Anggiat Siahaan on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

Peluang dan Tantangan Pengalihan PBB P2 dan BPHTB...

36

Masih Perlukah Pengajuan Banding dengan Pembayaran 50%? .. 50

n oneSlan ax eVlew
TAX FOCUS
Faktur Pajak dalam UU PPN Baru Menanti Kejelasan Saat Pembuatan Faktur Pajak 12

6

TAX PAYER PROFILE
Putra Priyadi: Tolong Ringankan Pajak Bagi Pengusaha Muda 20

MY TAX ADVISOR
Fasilitas PPh untuk UMKM 22

TAX COURT
Pencatatan Tidak Benar, Timbul Sengketa

46

ISSN 1829-5096

9

111111111111111111111111
771829 509609

.6 Menanti Kejelasan Saat Pembuatan Faktur Pajak..44 TAX COURT Pencatatan Tidak Benar.. ONCE UPON A TAX IN TWO WEEKS ...70 TAX BLITZ Anwar Fuady: Kesadaran Membayar Pajak Sudah Lebih Baik.4 TAX FOCUS Faktur Pajak dalam UU PPN Baru.......26 INTAXMEZO Indomie.Sama Saja Melanggar HAM. sebagai bahan rujukan sebelum tenggang waktu persiapan berakhir.. penulis mencoba menjabarkan berbagai peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh aparatur pemerintah daerah.36 TAX FOR IDIOTS Gengsi Pakai'SS:.. Tentunya pemerintah daerah harus segera bersiap diri agar dapat menerapkannya dengan baik.50 LOOK WHO'S TAXING Hussein Kartasasmita: Membatasi Usia Konsultan Pajak.Indonesian Tax Review EDITAXORIAL Eksternalitas Retroaktif Biaya Promosi.... Korbannya yang jelas adalah Wajib Pajak. Melalui tulisan ini..20 MY TAX ADVISOR 36 The Untaxable Fasilitas PPh untuk UMKM 22 Pajaknya Si Penulis Cerpen 24 Peluang dan Tantangan Pengallhan PSB P2 dan BPHTB Seiring berlakunya UU PDRDyang baru...Telor-Kornet ..1 TAX MAIL .Untuk itu ketentuan mana yang harus diikuti oleh Wajib Pajak? EXECUTAX SUMMARY ... Hal ini terjadi dalam kasus pengajuan banding ke Pengadilan Pajak... Selama ini Wajib Pajak bimbang saat ingin memenuhi persyaratan banding karena ada pertentangan antara UU Pengadilan Pajak dengan UU KUP.46 TAX BUG Masih Perlukah Pengajuan Banding dengan Pembayaran 50%?.. sudah pasti akan menimbulkan masalah dalam praktiknya di lapangan.Timbul Sengketa .62 TAX COLUMN Solihin Makmur Alam: Efektivitas Tax Holiday Bagi Penanaman Modal Asing Langsung .....68 SO Tax Bug Masih Perlukah PengaJuan Banding dengan Pembayaran 50%7 Ketika sebuah aturan bertabrakan dengan aturan lainnya.12 TAXPAYER PROFILE Putra Priyadi: Tolong Ringankan Pajak Bagi Pengusaha Muda .79 .. maka PBBkhusus sektor perdesaan dan perkotaan dan BPHTB dialihkan menjadi pajak daerah.78 CAFETAXRIA Zakat Vs 5PT 1770 55..27 TAX UNTAXABLE Penerapan Transfer Pricing di Indonesia .28 Peluang dan Tantangan Pengalihan PBBP2 dan BPHTB ..

Iuangdan tantangan yang arus dihadapi oleh aparatur merintah daerah. yaitu UU Nomor 18 Tahun 1997. Tentunya merintah daerah harus ra bersiap diri agar dapat erapkannya dengan baik. maka PBBkhusus tor perdesaan dan perkotaan an BPHTBdialihkan menjadi ajak daerah.Peluang dan Tantangan Penualiban PBB P2 danBPHTB Oleh: Heru Supriyanto Widyaiswara Pusdiklat Pajak.yang secara resmi berlaku pada tanggal 1Januari 2010. elalui tulisan ini. BPHTBdiatur dalam Bagian Ketujuh Belas pada bab yang sarna. Departemen Keuangan iring berlakunya UU PDRD g baru. edioSeptember 2009 lalu. Sebagai informasi. Penggantian UU ini dipicu karena adanya sejumlah perubahan yang fundamental dalam hal pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah. Kehadiran UU PDRD terse but akan menggantikan UU PDRD yang lama. pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 ten tang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD). selama ini PBB dan BPHTB merupakan pajak pusat.Menyusul. dalam UU PDRD yang baru PBBPerdesaan dan Perkotaan (PBB P2) termaktub dalam Bab II Bagian Keenam Belas. M . penulis encoba menjabarkan berbagai . Salah satunya adalah dialihkannya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) khusus sektor perdesaan dan perkotaan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)menjadi pajak daerah. sebagai han rUjukan sebelum ggang waktu persiapan akhir. Lebih lanjut.

Akibatnya. . sebagian besar dari mereka tidak ingin menerima pengalihan ini. BPHTB Tak Bisa Dipungut Jika menyitir bunyi Pasal185 UU PDRD. Migas (minyak dan gas bumi) sudah tidak bisa lagi diandalkan sebagai sumber pendapatan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika demikian halnya.maka sejak 1 Januari 2010 pemerintah kabupaten/kota sudah diperbolehkan untuk menerima pengalihan PBB P2 dan BPHTB. bukanlah hal mudah dalam memprediksi/ menargetkan berapa pajak yang akan diperoleh sebuah kabupaten/kota.Peningkatan ini terjadi karena: a. Cara seperti ini sebenarnya lebih disukai oleh banyak pemerintah kabupaten/kota (pemerintah daerah). b. UU Nomor 12Tahun 1994 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 1985tentang Pajak Bumi dan Bangunan dan UU Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2000. Reformasi birokrasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) telah berhasil membentuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang merupakan peleburan dari KPp. telah menetapkan bahwa PBB dan BPHTBtergolong sebagai pajak pusat. mengingat sifat Objek BPHTB yang spesifik. sebaliknya kini sebagai negara yang mengimpor minyak bumi. b. Walaupun berstatus sebagai pajak pusat. Singkat kata. Dihapuskannya pengenaan BPHTB untuk waris.bukanlah hal mudah dalam memprediksi/menargetkan kabupaten/kota. penerimaan pajak tersebut secaramayoritas diserahkankembali kepada daerah kabupaten/kota. mengingat Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor minyak bumi. memang bisa dirasakan mengganggu konsentrasi Ditjen Pajak sebagai tulang punggung pemenuhan APBN. jawabannya adalah karena adanya beberapa kenyataan. antara lain: a. NJOP Tak Ada. c. hibah wasiat dan hak pengelolaan (UU PDRD) akan menghapus PP Nomor 111Tahun 2000 dan PP Nomor 112Tahun 2000). Dengan demikian. sedangkan untuk hibah wasiat satu derajat dan waris diberikan NPOPTKP sekurang-kurangnya Rp300 juta. Sebaliknya. keberadaan PBB dengan sejumlah permasalahan dan tidak diimbangi dengan jumlah penerimaannya. tergantung pada volume transaksi perolehan hak atas tanah yang sangat sulit untuk diprediksi setiap tahunnya. Jika diamati. tergantung pada volume transaksi perolehan hak atas tanah yang sangat sulit untuk diprediksi setiap tahunnya. Penerimaan daerah kabupaten/kota bisa mengalami peningkatan/penurunan akibat adanya pengalihan PBB P2 dan BPHTB. Mayoritas negara maju menyerahkan urusan Pajak Properti (jika di Indonesia adalah PBB) menjadi urusan pemerintah daerah. pajak menempati posisi strategis dalamAPBN. Pemerintah daerah tinggal menerima dana bagi hasilnya dari pemerintah pusat. Diperlukan persiapan-persiapan yang matang sampai . Tentu karena pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk memungut pajak tersebut.Kantor Pelayanan PBB(KPPBB). sumber pendapatan bagi APBN bergeser dari penerimaan migas kepada penerimaan pajak. NPOPTKPsekurang-kurangnya Rp60 juta.Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak. pertanyaan yang muncul adalah mengapa pemerintah pusat lebih suka untuk mengalihkan PBBP2 dan BPHTBmenjadi pajak daerah? Menurut penulis. Penerimaan PBBP2 dan BPHTB akan sepenuhnya menjadi bagian kabupaten/kota. Memang. NJOPTKP sekurang-kurangnya RplO juta b.. sehingga pembentukan KPP Pratama ini merupakan cara cerdas membuat biaya pemungutan PBB menjadi lebih efisien. berapa sifat pajak yang akan diperoleh sebuah mengingat Objek BPHTB yang spesifik. pemerintah pusat tentu menyadari bahwa tidak semua daerah siap dengan perubahan ini.Namun.Latar Belakang Pengalihan Seperti disinggung di awal.. penurunan penerimaan dapat saja terjadi akibat: a.

yaitu LTO(large tax payer office/Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar).Selain itu. Semen tara itu. Terkait masa persiapan ini. belum juga diterbitkan. bagi kabupaten/kota yang mungkin merasa potensi PBB P2 kurang memadai sehingga memutuskan untuk tidak memungut. mungkin saja ingin secepatnya menerima pengalihan pajak terse but. Padahal. bagi pemerintah kabupaten/kota yang sudah matang tingkat persiapannya. Yang patut disayangkan. KPP Pratama juga telah mengubah paradigma lama menjadi paradigma bamPetugas pajak takutmelanggar peraturan sehingga korupsi dapat diminimalkan dan pelayanan kepada Wajib Pajak semakin baik. maka PBB P2 masih akan menjadi pajak pusat sampai dengan 31 Desember 2013.ada baiknya jika terlebih dulu dibuat simulasi penerimaan PBB P2 dan BPHTB dengan menggunakan data yang selama ini sudah ada pada KPPPratama. kebijakan NJOPTKP minimal RplO juta dan NPOPTKP minimal Rp60 juta dan Rp300 juta akan menyebabkan hilangnya potensi pajak. Hal yang Daerah? Perlu diketahui Pemerintah Dalam rangka menerima pengalihan PBB P2 dan BPHTB.Artinya. sehingga NilaiJual Objek Pajak (NJOP)PBBP2 juga tidak ada lagLJika NJOP tidak ada. Dari sinilah berkembang ke arah yang lebih luas lagi. pemenuhan hak Wajib Pajak sampai dengan sengketa dengan Wajib Pajak di Pengadilan Pajak. Mengapa? Sebab. yaitu: a. Salah satu rekomendasi International Monetary Fund (IMF) pada tahun 1997 agar Indonesia keluar dari krisis ekonomi adalah dibentuknya kantor pajak bam. Jakarta. sesudah tanggal tersebut. keputusan ini akan membawa konsekuensi serius pacta BPHTB. Salah satu hasil nyata dari reformasi birokrasi terse but khususnya di kubu Ditjen Pajak adalah terbentuknya KPP Pratama. maka UU PBByang mengatur ten tang PBBP2 tidak berlaku lagi. Sedang. pemerintah mendelegasikan Menteri Keuangan bersama dengan Menteri Dalam Negeri untuk mengatur tahapan pengalihan PBBP2 dan BPHTB. Selain berhasil menerapkan administrasi modern. ada baiknya segera mempersiapkan perangkatnya dan bila perlu dapat melakukan kegiatan pengamatan (studi banding) terhadap kabupaten/kota yang telah mengambil alih terlebih dulu. suka atau tidak suka. maka BPHTBtidak dapat dipungut! Selain itu. Namun demikian. sebelum memutuskan untuk tidak memungut PBB. Sedangkan. pemerintah daerah hams menerima pengalihan PBBP2 beserta selumh aspeknya. pemerintah memberikan tenggang waktu sampai dengan 31Desember 2013. dapat penulis kelompokkan menjadi lima bagian. pemerintah juga memberikan tenggang waktu kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan segal a kelengkapan guna mendukung kebijakan bam terse but. Hal . mulai dari pengiriman Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) sampai dengan penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Temtang (SPPT). Untuk itu pemerintah hams bempaya untuk menyusun agar prosedur pemungutan pajak menjadi efektif. Peraturan tersebut tentu akan menjadi trigger (pemicu) bagi pemerintah kabupaten/kota untuk segera menerima pengalihan pajak tersebut. bagi pihak (pemerintah daerah. BPHTB dialihkan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak berlakunya UU PDRD. yakni pada 31 Desember 2010.maka ada banyak hal yang hams diketahui dan dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Seperti yang diatur dalam Pasal 182 UU PDRD. red) yang belum siap. sampai dengan saat tulisan ini ditumnkan. Pemenuhan Hak dan Kewajiban Wajib Pajak Mengatur pemenuhan hak dan kewajiban Wajib Pajak mempakan salah satu tugas yang hams dilakukan pemerintah. Apabila pemungutan PBBP2 dirasakan tidak menguntungkan. peraturan pelaksana yang akan mengatur lebih lanjut ten tang tahapan pengalihan PBB P2 dan BPHTB sesuai dengan Pasal 182 tersebut. Hal-hal yang hams diketahui dan dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota yang secara garis besar.Oleh karena itu. yaitu reformasi birokrasi di tubuh Departemen Keuangan (Depkeu). maka harga transaksi dan nilai pasar tidak dapat dibandingkan dengan NJOP' Jika tidak bisa dibandingkan. maka UU PDRD yang bam memperbolehkan Pemda untuk tidak melakukan pemungutan PBB P2 (sudah dijelaskan di atas).pemerintah daerah benar-benar siap untuk menerapkan kebijakan pengalihan ini.

hibah wasiat dan lain-lain. tambak ikan.ini berarti. pemmahan. perlu ditekankan bahwa semua pelayanan yang diberikan tidak dipungut biaya alias gratis. mko. Administrasi PBB P2 dan Pengelolaan BPHTB Sebelum menerima kebijakan pengalihan ini. peluang dikenakannya BPHTB lebih tinggi untuk waris. pemerintah daerah minimal bisa mengimbangi performa dari KPP Pratama. jalan tol. kampus. areal pembudidayaan ikan/ kerang mutiara. Artinya. permohonan tentang penerbitan SPPT bam kini dijanjikan selesai dalam waktu 1(satu)hari kerja dengan catatan seluruh berkas adalah lengkap dengan syarat tidak membutuhkan inspeksi ke alamat objek pajak.lapangan golf. areal penangkapan ikan di laut. Dengan adanya pengalihan PBBP2 dan BPHTB menjadi pajak daerah. pelabuhan laut. toko. tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Semestinya. b. restoran. telah memaksa Ditjen Pajak untuk menciptakan aturan/SOP (standard operating procedure) bam ataupun menyempurnakan SOP yang telah ada. pabrik. embangkit listrik p tenaga panas bumi/PLTP. sistem administrasi modern perpajakan yang diterapkan oleh Ditjen Pajak. bendungan PLTA. Pertanyaannya. Profesi Penilai dibutuhkan untuk menghitung NJOP khususnya objek khusus dan objek non standar contohnya. SPBU. pusat perbelanjaan/ mall. Satu hal lagi. Semoga pemerintah kabupaten/kota juga mampu menciptakan SOP dengan kualitas minimal sarna dengan yang sebelumnya. pelabuhan udara. Penilaian properti yang dilakukan oleh tenaga penilai tidak semata .mampukah kabupaten/kota memberikan pelayanan prima pacta WajibPajak sebagaimana layanan yang telah diberikan oleh KPPPratama? Menjawab hal tersebut. hotel. apartemen. sebaiknya pemerintah kabupaten/kota melakukan sosialisasiterlebih dulu Tidak hanya mengenai alamat kantor yang bam. pertanian dan lain-lain. Salah satunya dibutuhkan SDM untuk penilai (appraiser IvaI uer) dan opera tor console. gedung bioskop. menara seluler. sarna saja artinya dengan memindahkan birokrasi. pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama Sebagaicontoh. Lebih penting lagi. Dalam proses administrasi dan pengelolaan PBB P2 ini tentu diperlukan sumber daya manusia (SDM)yang mumpuni. tapi juga perlu diimbangi sosialisasi tentang Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Di mana dalam ketentuannya ditetapkan minimal Rp60 juta per WajibPajak dan Rp300 juta untuk hibah wasiat satu derajat dan waris. pemerintah daerah hams mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat (Wajib Pajak PBBdan BPHTB)sebagaimana yang telah diberikan oleh KPPPratama. mmah sakit.

Caranya adalah dengan menggunakan penilaian massal. Kemudian. KPPBBKota X Dua. Diharapkan jangan berlebihan dalam memberikan punishment terhadap mereka. Akibatnya sering terjadi salah penerapan undang-undang. KPPBBKota X Tiga dan seterusnya. kepala desa dan camat. yaitu suatu metode penilaian yang sistema tis untuk sejumlah objek pajak yang dilakukan pada saat tertentu secara bersamaan dengan menggunakan suatu prosedur standar. jika terpaksa dilakukan pemekaran kantor. asuransi. terutama untuk kota besar semacam Jakarta. objek pajak khusus maupun objek pajak yang bernilai tinggi (NJOP-nya lebih dari Rp1 miliar). perbankan. satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal untuk mencetak penilai adalah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Universitas Gadjah Mada pada Program Pasca Sarjana (S-2). tidak mengetahui hakikat Surat Tagihan BPHTB(STB). tidak memahami NPOPTKp. Oleh karena itu. Medan. dalam pendirian/pembentukan kantorkantor baru. Pemahaman Metode Penilaian Objek PBB Lebih lanjut. Misalnya tidak memahami apa yang menjadi objek.ditujukan untuk menentukan NJOP'tetapi dapat juga untuk tujuan yang lain. perangkat lain yang juga diperlukan dalam pengalihan PBB P2 dan BPHTB adalah Kantor Pelayanan PBB (KP PBB). jerih payah mereka hendaknya dihargai sewajarnya. Bandung. pembebasan lahan dan lainlain. Namun sayang sekali. . peleburan usaha.Surat Ketetapan BPHTBKurang Bayar (SKBKB) an Surat Keterangan BPHTBKurang Bayar d Tambahan (SKBKBT).tidak memahami filosofi waris sehingga dikenakan BPHTB yang memberatkan Wajib Pajak. c. b. seorang penilai harus mampu melakukan pemetaan. Artinya. Sekarang. d. Yogyakarta.bukannya PajakPerolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PPHTB) ataupun BeaPerolehan Bumi dan Bangunan (BPBB). Hal ini ditujukan untuk memperluas cakupan pelayanan dan cakupan penggalian potensi. proses pendistribusian SPPTkepada Wajib Pajak sering melibatkan peran serta aparat mulai dari RT. maka pemerintah kabupaten/kota pun sebaiknya mengadopsi KPPPratama. pemekaran usaha. Walaupun UU BPHTB sudah berumur hampir 12 tahun. tukar guling. RW. sampai hari ini.sudah seharusnya para pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten/kota mengetahui perbedaan antara bea dan pajak. tetapi cenderung kepada nama kecamatan. maka dibentuklah KPPBBKota X Satu. pembebasan tanah yang adil. nama KPPBBadalah sesuai dengan nama kabupaten ataupun kota. Semarang. yang biasanya disebut dengan Computer Assisted Valuation (CAV). Pemahaman BPHTB tentang Karakter PBB P2 dan Sebagailangkah awal untuk menerima pengalihan PBBP2 dan BPHTB. dari tingkat konvensional sampai dengan pembuatan peta digital. Selain melakukan kegiatan penilaian. tentunya dengan mempertimbangkan biaya yang harus disediakan. tidak sedikit petugas pajak yang salah memahami dan menerapkannya. serta perbedaan antara bumi dan hak atas tanah. Palembang dan kota lainnya. Tidak sedikit pula masyarakat yang belum mengerti mengapa dinamakan PBBbukannya Bea Bumi dan Bangunan (BBB)ataupun Pajak Hak atas Tanah dan Bangunan (PHTB). Penilaian Massal Dibutuhkan cara yang cepat untuk menilai Objek PBB yang berjumlah ribuan bahkan jutaan.Juga. Jerih payah para pejabat seperti notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). pejabat lelang. antara lain: a.nama KPPPratama tidaklagi berdasarkan nama kabupaten ataupun kota.Bila dulu. Dalam menilai Objek PBB. Tidak hanya SDM. Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Pasal 24 UU BPHTBataupun Pasal 91 UU PDRD. misalnya KP PBBKota X. Penilaian Individual Adalah suatu cara penilaian terhadap Objek PBB dengan cara memperhitungkan semua karakteristik dari setiap Objek PBB. bahkan nama kelurahan.mengapa dinamakan BPHTB. Kegiatan penilaian individu diterapkan untuk objek pajak non standar. misalnya menilai aset daerah. Surabaya. badan pertanahan dan pejabat di pengadilan juga semestinya jangan dilupakan. digunakan 2 (dua) metode penilaian. penggabungan usaha.

Dengan demikian. Sementara itu. pada Pasal2 UU BPHTB(ataupun Pasal 8S ayat (2) UU PDRD)penulis menyebutnya sebagai . penagihan dan pidana. Pada dasarnya. Mengapa? Karena NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak) pemberian hak bam adalah nilai pasar. pengalihan PBBP2 dan BPHTBbetakibat juga pada pemindahan sengketa pajak ke kabupaten/kota. Contohnya. perlu adanya kerja sarna dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN)untuk menjelaskannya.akan menimbulkan salah persepsi yang dapat memicu munculnya sengketa.objek eksplisit. . prod uk/ . Contohnya. Objek ini sangatlah jelas. keterlambatan penerbitan Surat Keputusan Pemberian Hak (SKPH) untuk hak atas tanah akan berakibat pada makin tingginya BPHTB yang harus dibayar oleh pemegang hak atas tanah tersebut. Kehutanan dan Pertambangan (PBBP3) misalnya perkebunan dengan luas sekurang-kurangnya 2 (dua) hektar dalam hal tertentu bisa dituntut sebagai PBBP2. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Pengalihan PBB P2 dan BPHTB hams tetap memerhatikan proses keberatan yang lama prosesnya sampai 12 bulan. mengingat BPHTB sering menyerempet kepada ranahBPN. Solusinya adalah perlu koordinasi yang lebih baik lagi dengan BPN sebagai pihak yang menerbitkan SKPH. Contohnya PBB sektor Perkebunan. akan dipaksa membayar lagi manakala ia tidak bisa menunjukkan bukti pembayarannya (Surat Tanda Terima Setoran). sampai hari ini pun peraturan penjelas terse but tidak pernah ada. Pemahaman peraturan PBBP2 dan BPHTBlainnya adalah seputar pemahaman aturan sengketa pajak. Hal ini tentu akan memudahkan dalam proses penindakan terhadap daluarsa penetapan. misalnya Wajib Pajak yang sudah membayar PBB. objek implisit (Pasal8S ayat (4) humf d UU PDRD) masih remang-remang. sekolah swasta komersil atas nama yayasan. tepatnya adalah sengketa antara Wajib Pajak dengan Dirjen Pajak. dalam keberatan pajak terkandung sebuah sengketa. jika tidak diketahui maka NPOP adalah NJOP PBB.Dikenakan atau tidaknya objek terse but. Contoh lainnya adalah kuburan komersil. Artinya semakin lama. keterlambatan penerbitan Surat Keputusan Pemberian Hak (SKPH)untuk hak atas tanah akan berakibat pada makin tingginya BPHTB yang hams dibayar oleh pemegang hak atas tanah tersebut. Objek implisit akan menjadi terang benderang manakala peraturan yang menjelaskannya ada dan diketahui oleh masyarakat secara luas. untuk memahami secara benar UU PDRDkhususnya bagian Ketujuh Belas. Satu lagi. pengalihan PBB P2 dan BPHTB tentunya dialihkan juga tentang data Objek dan Subjek PBB P2 dan BPHTB. sengketa tersebut akan terbawa ke Pengadilan Pajak.pengalihan PBBP2 don BPHTB ini seharusnya mampu menciptakan suasana yang kondusif bagi masuknya arus modal ke kabupaten/kota. Pemahaman seputar produk/keluaran PBBjuga sepatutnya menjadi perhatian. tetapi dijelaskan hanya dengan dua kata yaitu cukup jelas. Lebih lanjut. perlu pemahaman yang sarna antara Ditjen Pajak dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan objek apa saja yang tergolong PBBP2 atau PBBP3. dan lain-lain. pengalihan PBBP2 dan BPHTBini seharusnya mampu menciptakan suasana yang kondusif bagi masuknya ams modal ke kabupaten/ kota. pembetulan yang jangka waktunya sampai dengan daluarsa. Tetapi sayang. mmah sakit komersil atas nama Institusi Pelayanan Sosial Masyarakat (lPSM). tampaknya pemerintah kabupaten/kota perlu memahami peraturan dengan baik dan benar. Contoh yang paling sederhana adalah jangan sampai terjadi pembayaran ganda. Tidak tertutup kemungkinan. Peraturan yang kurang jelas. maka NJOP makin tinggi.Sebaliknya. Oleh karena itu...Ada juga isi dari UU PDRD yang harusnya dijelaskan secara panjang lebar. Pasalnya.maka hams dilakukan penafsiran secara historis (merujuk kembali kepada UU Nomor 21 Tahun 1997 tentang BPHTB sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2000).

Hal ini sernata-rnata ditujukan untuk rnengetahui nilai asetnya sebagai bagian awal dari Manajernen Aset Daerah yang lebih luas lagi. yang dapat rnenyebabkan berkurangnya pernbayaran BPHTBdan ini adalah legal/sah. segala harnbatan dianggap sebagai tantangan dan segala kekurangan rnenjadi peluang • .sehingga segala rnacarn urusan BPHTB diserahkan kepada para pejabat sebagairnana diatur dalarn Pasal 24 UU BPHTB (Pasal 91 UU Nornor 28 Tahun 2009). e. Narnun. Hal Krusial Lainnya perlu dikenakan PBB. tentunya dengan syarat rnernpunyai sifat fisik. Untuk rnengantisipasi kejadian terse but. Dalarn hal ini. Alangkah baiknya jika NJOP bisa rnenjadi single value for multi purpose (SVMP). dan tidak Penutup Bagairnanapun juga. peraturan rnernbolehkan kegiatan pendataan Objek dan Subjek PBB dilakukan oleh pihak ketiga (swasta). fasilitas. sebagian besar rnasyarakat juga enggan untuk rnengetahui BPHTB. rnaka perlu kerja sarna dengan pihak broker properti. Tentu pernerintah kabupaten/kota pasti rnarnpu rnernaksa pihak broker properti untuk rnelaporkan data-data terse but. Contoh lain adalah koordinasi dengan pernerintah kabupaten/kota yang wilayahnya berbatasan satu dengan yang lain sehingga NJOP burni di daerah yang saling berbatasan adalah sarna. Selain itu. Padahal SPPTadalah surat yang digunakan untuk rnernberitahukan besarnya PBB P2 yang terutang kepada Wajib Pajak. Ditjen Pajak rnernerlukan kerja sarna dengan berbagai instansi baik pernerintah ataupun swasta. ada baiknya jika SPPTnihil tetap diterbitkan. Tetapi sayang. Harapan dari publikasi NJOP burni adalah agar tercipta transparansi pernbentukan NJOP serta rneningkatkan peranan rnasyarakat dalarn pernbentukan NJ0P.Oleh karena itu. Misalnya. ontoh sederhana C adalah jika untuk kepentingan PBB. agar dapat tercipta NJOP yang rnendekati nilai pasar. prinsip hatihati dan waspada harus selalu dikedepankan agar kesalahan yang selarna ini terjadi tidak akan terulang kernbali. Hal ini pun dapat diberlakukan kepada pengernbang properti. Berbeda dengan notaris/PPAT yang selalu rnernberikan laporan setiap bulannya. Seyogyanya. Mernang. tetapi rnanakala ditujukan untuk tujuan ganti rugi. SPPT PBB atas objek yang digunakan untuk penyelenggaraan pernerintahan seharusnya diterbitkan.rnisalnya Surat Pernberitahuan Pajak Terutang (SPPT)sering dianggap rnasyarakat sebagai bukti pernilikan hak atas tanah. rnasyarakat rnenginginkan NJOP yang rendah. Lebih jauh lagi adalah bahwa rnasyarakat tidak tahu bahwa sebetulnya ada kondisi-kondisi tertentu (rnisalnya pengurangan) yang telah diatur dalarn undangun dang dan peraturan Menteri Keuangan.keluaran PBB. Bahasan selanjutnya adalah selarna ini NJOP selalu digunakan untuk kepentingan PBB. rnutu/kualitas produk/output yang dihasilkan pihak ketiga tidak lebih baik dari produk/outputyang dihasilkan oleh fungsional penilai PBB.langkah terbaik yang seharusnya diternpuh para pernerintah daerah dalarn rnenyikapi kebijakan baru ini adalah segera rnernbenahi dan rnelengkapi segala kekurangan yang ada. Anggapan ini sernakin dipertegas oleh BPN yang rnasih rnensyaratkan SPPT sebagai salah satu bagian dalarn proses pendaftaran tanah.tetapi juga dapat digunakan untuk segala tujuan. rnaka rnasyarakat tidak rnau rnenggunakan NJOP karena dianggap terlalu rendah nilainya. Ditjen Pajak sudah rnerintis jalan untuk rnernpublikasikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)burni rnelalui internet. Mengingat sarnpai hari ini tidak ada kewajiban bagi broker properti untuk rnelaporkan data listing dan data transaksi usahanya. aksesibilitas yang sarna/serupa. bukan tidak rnungkin jika NJOP tidak hanya digunakan untuk kepentingan PBB. Dewasa ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->