P. 1
TRAVO

TRAVO

|Views: 70|Likes:

More info:

Published by: Leli MoLiadht MontecarLo on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2012

pdf

text

original

ELEKTRONIKA JENIS – JENIS TRANSFORMATOR Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Elektronika Yang Dibimbing oleh Bapak I Made

Iriawan, S.T. M.Eng

Disusun Oleh :

Lailiatul Fitriani (110533430603)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA MARET 2012

Prinsip kerja tansformator Tranformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik (Hukum Faraday). Fluks magnetik yang timbul tersebut dapat dinyatakan dengan garis-garis gaya magnetik. 1. maka transformator lebih efisien dan membutuhkan perawatan yang jauh lebih sederhana dibandingkan generator. Jadi kumparan primer selalu menerima tegangan dari sutu sumber dan menghasilkan GGL induksi pada kumparam sekunder.TRANSFORMATOR Transformator atau travo adalah alat yang berfungsi untuk mengubah tegangan listrik arus bolak-balik (AC). Tegangan AC uyang dihubungkan dengan kumparan primr disebut dengan tegangan primer (VP). Travo terdiri dari kumparan primer dan sekunder serta inti besi lunak. Gambar transformator . Garisgaris gaya magnetik ini memotong lilitan-lilitan kumparan sekunder dan menghasilkan GGL induksi yang disebut tegangan sekunder (VS). kita harus menurunkan tegangan 220 V tersebut menjadi 110 V. Karena kumparan transformator selalu dalam keadaan diam saat beroperasi. menimbulkan fluks magnetik yang berubah-ubah pada inti besi. Misalkan tegangan suplai PLN di rumah kita adalh 220 V. Kumparan primer adalah kumparan yang dihubungkan dengan tegangan sumber. Sedangkan kumparan sekunder adalah kumparan yang dihubungkan dengan beban. Jika kita ingin menggunakan suatu peralatan listrik yang bertegagan 110 V. tidak berputar seperti halnya generator.

maka dapat dicermati pada gambar dibawah ini. Inti besi lunak dibuat dari pelat yang berlapis-lapis untuk mengurangi daya yang hilang karena arus pusar. ditunjukkan pada fluks magnet bocornya.2. Transformator terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang diisolasi (terpisah) secara listrik dan dililitkan pada inti besi lunak. Bagan fluks magnetic bocor pada pasangan kumparan Hasil diatas untuk mengurangi fluks magnet bocor pada pasangan kumparan digunakan pasangan kumparan seperti gambar diatas. Secara lebih lengkap bisa dicermati pada gambar 2. Bagian fluks magnetic bocor tampak bahwa pada pasangan kumparan terdapat fluks magnetic bocor disisi primer dan sekunder. Kumparan sekunder dililitkan pada kaki inti besi yang sama (kaki yang tengah).[1] Gambar 2. dengan lilitan kumparan sekunder terletak diatas lilitan kumparan primer. Jenis-jenis transformator Berkaitan dengan topic yang dikaji yakni kegunaan transformator adalah alat untuk mengubah tegangan arus bolak balik menjadi lebih tinggi atau rendah. Gambar 3. Kumparan primer dan sekunder dililitkan pada kaki inti besi yang terpisah. Hubungan primer dan sekunder .

sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan.Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah[2]: δΦ = Є x δt (1) Dan untuk rumus GGL induksi yang terjadi dililitan sekunder adalah Є = N δΦ/δt (2) Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama. Step-Up Gambar 4. Step-down Gambar 5. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. . Skema transformator step-down Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. Lambang transformator step-up Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui. sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. 2. Jenis-jenis transformator adalah [3]: 1. hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder. terutama dalam adaptor AC-DC.Is (5) Dengan kata lain. maka δΦ/δt = Vp/Np = Vs/Ns (3) Dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat Vp/Np = Vs/Ns (4) Sedemikian sehingga Vp.Ip = Vs.

Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Transformator Isolasi Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. 5. sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer. sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer.5 kali). sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Autotransformator Gambar 6. Dalam transformator ini. Untuk penerapan audio. memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah. dengan sadapan tengah. Skema transformator Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik.3. autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1. Autotransformator Variabel Gambar 7. . Selain itu. transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. 4. Tetapi pada beberapa desain. Skema Autotransformator Variabel Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah.

Transformator Tiga Fase Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. fluks magnet berhenti berubah. transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh. Transformator Pulsa Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. 7. . Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ). Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu.6. yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet.

kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output. Lambang Transformator Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Prinsip Kerja Transformator Komponen Transformator (trafo) Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input.[5] .[4] Gambar 8. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder. Bagian-Bagian Transformator Gambar 9.III. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).

Hubungan antara tegangan primer. dan jumlah lilitan sekunder Hubungan antara tegangan primer. tegangan sekunder. tegangan sekunder. Skema transformator kumparan primer dan kumparan sekunder terhadap medan magnet Pada skema transformator diatas.Gambar 10. ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya. dan jumlah lilitan sekunder. dapat dinyatakan dalam persamaan[6]: Vp/Vs = Np/Ns (6) Vp = tegangan primer (volt) Vs = tegangan sekunder (volt) Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan sekunder . jumlah lilitan primer. jumlah lilitan primer. Gambar 11.

2.[8] . Vs ~ 1/Np (7) Sehingga dapat dituliskan: Vs = Ns/Np x Vp (8) Penggunaan transformator Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolakbalik 12 volt.Simbol Transformator Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu[7]: 1. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV. 3. gardu listrik dan sebagainya. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt. Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah: 1. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). komputer. 2. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah. mesin foto kopi. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns). Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP). Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).

Kesimpulan Kesimpulan dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa energy dipindahkan dari kumparan primer ke kumparan sekunder oleh magnetisasi dalam inti.IV. NOTASI Vı tegangan primer (ggl induksi V2 tegangan sekunder (ggl induksi) Nı jumlah lilitan primer N2 jumlah lilitan sekunder .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->