P. 1
Kemdiknas SCDRR Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Gempa Bumi SMP

Kemdiknas SCDRR Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Gempa Bumi SMP

|Views: 1,814|Likes:
Published by djuniprist

More info:

Published by: djuniprist on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

Keberagaman bentuk muka bumi disebabkan oleh kekuatan besar yang bekerja
pada bumi yang disebut Tenaga Geologi. Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan
atas dua macam, yaitu Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen. Tenaga Endogen ialah
tenaga yang berasal dari dalam bumi dan mempunyai sifat membangun. Tenaga
Endogen digolongkan menjadi Tektonisme, Vulkanisme dan Seisme.

Tenaga Tektonik (Tektonisme) adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
mengakibatkan terjadinya pergeseran dan perubahan letak lapisan batuan, baik
secara horizontal (gerak orogenetik) maupun secara vertikal (gerak epirogenetik).

Gerak Orogenetik (Orogenesa). Gerak pembentukkan gunung meliputi daerah yang
sempit dan dalam waktu yang relatif singkat. Gerak itu dapat menimbulkan,

Lipatan
Patahan
Retakan

Gerak Epirogenetik (Orogenesa)

Gerak naik atau turun dari permukaan bumi, meliputi daerah yang luas dan
berlangsung lambat. Gerak epirogenetik dibedakan menjadi,

Gerak Epirogenetik Positif, bila permukaan bumi turun atau seolah-olah
permukaan air laut naik.

Gerak Epirogenetik Negatif, bila permukaan bumi naik atau seolah-olah
permukaan air laut turun.

Gempa Bumi (Seisme), adalah pergeseran lapisan batuan yang menyebabkan
terjadinya getaran yang hebat. Gempa bumi pada umumnya dapat merusak

Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Gempa Bumi untuk SMP/MTs

109

permukaan bumi. Gempa adalah getaran bumi yang terasa di permukaan, akibat
terjadinya pelepasan energi yang cepat, karena adanya pergeseran pada kerak
bumi. Kondisi daerah pragempa, di sebagian kerak bumi terdapat retakan berupa
sesar / patahan. Apabila, terjadi penimbunan energi sepanjang bidang sesar.
Mendapat tekanan Setelah tertimbun relatif lama, akumulasi energi cukup kuat
untuk mengeser bidang sesar, menghasilkan pusat gempa. Energi terlepas secara
cepat sebagai gelombang gempa yang menjalar ke segala arah.

Berdasarkan penyebabnya, gempa dibedakan menjadi:

1. Gempa Tektonik (gempa dislokasi)
Terjadi karena pergeseran letak lapisan kulit bumi (gempa dislokasi). Gempa
ini sering menimbulkan bencana yang cukup besar, karena efeknya pada
wilayah yang cukup luas.
Sesar aktif bergerak sedikit demi sedikit kear-
ah yng saling berlawanan Pada tahap ini terjadi
akumulasi energi elastis.

Pada tahap ini mulai terjadi deformasi sesar,
karena energi elastis makin besar.

Pada tahap ini terjadi pelepasan energi secara
mendadak sehingga terjadi peristiwa yang dis-
ebut gempa bumi tektonik.

Pada tahap ini sesar kembali mencapai tingkat
kese-imbangannya kembali. Pergeseran ini kian
lama menimbulkan energi-energi stress yang
sewaktu waktu terjadi pelepasan energi yang
mendadak. Peristiwa inilah yang disebut gempa
tektonik yaitu peristiwa pelepasan energi secara
tiba-tiba di dalam batuan sepanjang sesar atau
patahan seperti terlihat dalam gambar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->