MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SATUAN PENGUKURAN PANJANG, LUAS DAN VOLUM MELALUI PERMAINAN PADA SISWA KELAS III

SMP NUSANTARA TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2005/2006
SKRIPSI Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama : NIM : Program Studi : Jurusan : SITI ROFIAH 4102904148 Pendidikan Matematika Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan kemampuan pemahaman konsep satuan pengukuran panjang, luas, volum bangun ruang pada siswa kelas III SMP Nusantara Tuntang, Kabupaten Semarang, melalui metode permainan. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar guru dalam pembelajaran yang meliputi aspek keterampilan membuka pelajaran, keterampilan menggunakan metode pembelajaran, keterampilan menggunakan teknik bertanya, keterampilan mengelola kelas dan keterampilan menutup pelajaran. Penelitian dilaksanakan di kelas III SMP Nusantara Tuntang, Kabupaten Semarang dengan materi pembelajarannya adalah satuan pengukuran panjang, luas dan volum pada semester I tahun 2005/2006. Guru matematika dan siswa kelas III SMP Nusantara Tuntang sebagai subyek penelitian. Sedangkan guru matematika yang mengajar di kelas I bertugas sebagai pengamat. Penelitian ini menggunakan 3 siklus. Penelitian diawali dengan menyusun rencana tindakan, mempersiapkan alat bantu permainan dan instrumen penelitian lainnya. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran disajikan dalam bentuk hasil diskusi dengan pengamat, sedang keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dilaksanakan melalui tes kelompok dan individu. Hasil refleksi setiap siklus digunakan sebagai dasar perencanaan tindakan siklus berikutnya. Melalui diskusi antara penulis dan pengamat dihasilkan beberapa pemecahan masalah berkaitan dengan cara penyajian guru dan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran dengan metode permainan. Secara umum penelitian ini berdampak positif terhadap pemahaman konsep satuan pengukuran panjang, luas dan volum pada siswa SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2005/2006. Hal ini terlihat pada daya serap rata-rata siswa 88,78%, ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 97,56% > 85% dan kemampuan mengajar guru termasuk baik dengan skor 3,11. Penulis menyarankan kepada rekan sejawat agar guru matematika dapat melatih diri dalam penerapan Action Research di sekolah tempat bertugas secara berkelanjutan dan berkesinambungan untuk peningkatan mutu pendidikan. Selain itu guru aktif menghimpun berbagai pengalaman yang pernah ditemui dan mencatatnya untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa.

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Meningkatkan Pemahaman Konsep Satuan Pengukuran Panjang, Luas dan Volum melalui Permainan pada Siswa Kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006. Telah dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Hari Tanggal : : Panitia Ujian Ketua, Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S, M.S NIP. 130781011 Pembimbing Utama,

Drs. Supriyono, M.Si NIP. 130815345 Ketua Penguji,

Dra. Kusni, M.Si NIP. 130515748 Pembimbing Pendamping,

Drs. St. Budi Waluyo NIP. 132046848 Anggota Penguji,

Isnarto, S.Pd, M.Si NIP. 132092853

Isnarto, S.Pd, M.Si NIP. 132092853 Anggota Penguji,

Dra. Sunarmi, M.Si NIP.

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
• Berpikir hari ini, berbuatlah untuk esok hari, berdoa dan berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan tanpa terikat dengan gengsi.

Ada hikmah dibalik kesulitan yang dialami dan Allah selalu memberi yang terbaik karena Dia Maha Mengetahui.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan dan sesuah kesulitan itu pasti ada kemudahan” (Qs. Al Insyirah: 5 & 6)

PERSEMBAHAN : 1. Suami tercinta.

2. Anak-anakku tersayang :
Harfi Muna Hapsari Listya Hastiti

-

iv

M. Bapak dan ibu Dosen Jurusan Matematika FMIP Universitas Negeri Semarang yang telah memberi bekal ilmu pengetahuan. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Meningkatkan Pemahaman Konsep Satuan Pengukuran Panjang. 4. 5. Keahlian Pendidikan Matematika Dasar MIPA Universitas Negeri Semarang.T. Dra.Si.Si yang telah membimbing dan mengarahkan dengan teliti dan penuh kesabaran sehingga skripsi dapat selesai dengan baik dan sesuai rencana. Supriyono. 2. Dr. Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya. Kusni. Luas dan Volum melalui Permainan pada Siswa Kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006. MM.” Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan studi Strata 1 yang merupakan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada jurusan Matematika. H. v . Penulis sadar sepenuhnya. Rektor Universitas Negeri Semarang. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. M.Si. Drs. Kasmadi Imam S. 3. Drs.A. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. bahwa tanpa peran serta dan bantuan dari berbagai pihak maka skripsi ini tidak akan pernah terwujud. SH. M.

Agustus 2006 Penulis vi . Rekan-rekan seperjuangan di Jurusan Matematika FMIP di Semarang Center C atas kerjasamanya. Rekan-rekan guru SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang yang telah membantu dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Suami dan anak-anakku tercinta yang telah memberikan dorongan baik moril maupun materiil sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Kekurangan dalam penelitian ini semoga menjadikan pelajaran dan pengalaman bagi para peneliti.6. Semarang. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini. 9. khususnya bagi dunia pendidikan. 8. 7. Penulis juga berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat.

............... Kerangka Berpikir..................................................... DAFTAR LAMPIRAN...... E....................DAFTAR ISI Halaman JUDUL ....................... B.................................................................. ABSTRAK ............................................................ Manfaat Penelitian....................... Tujuan Khusus.......................... C........................... Latar Belakang Masalah .................................................... 2............................................... Tujuan Umum...................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN......................... C............. DAFTAR ISI...................... HALAMAN PENGESAHAN................................................................................................................................................... Sistematika Penelitian...................................................................................................... 1................................................................................. Tujuan Penelitian..................... Kajian Teoritik . KATA PENGANTAR ...................................... D................................ HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................ B. BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN.................................... Hipotesis Tindakan ............................................................................ vii ...................................................................................... A................................................................. Rumusan Masalah......................... A..............................................................................

1........................... Siklus II ..................................... C........................................ B........ DAFTAR PUSTAKA ... D....... Hasil Penelitian Siklus II. Persiapan Penelitian ........................................ 2.. 1................... Hasil Penelitian Siklus III ..................................................................................................................................................................................................................... 3......................................................BAB III METODE PENELITIAN .......................... Indikator Keberhasilan ... Siklus I ............. A.................................... Siklus III........................................................................................... viii ........... BAB V PENUTUP............................................................................................. Instrumen .. Siklus II ....................... Kesimpulan ............................ Pembahasan Siklus I ............................................ 1....... Pembahasan Siklus II .......................................................................................................................... 2................ Hasil Penelitian Siklus III ........................ A.......................... Hasil Penelitian Siklus I .... Setting Penelitian ............ BAB IV LAPORAN PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA........................................................................... E....................................... Siklus III...... 2............ B...................... A........................ Siklus I ................ C......................... B................................ Saran ............. Siklus Penelitian....................................... 1............................................................................................................................................................................................................................................................................................. 2....................

. : ANALISIS HASIL ULANGAN TES TERTULIS INDIVIDUAL PADA SIKLUS I .....DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS I .......................... : LEMBAR KERJA KELOMPOK (LKK 1) PERTEMUAN PERTAMA SIKLUS II .................................................................................................................. Lampiran 11 : LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (LPKBM) SIKLUS II .............................................................................................................................................................................................................................. Lampiran 10 : ANALISA HASIL ULANGAN LKK 1I PADA SIKLUS II........ Lampiran 8 : ANALISIS HASIL ULANGAN LKK 1 PADA SIKLUS II................................................................................................................................................ : SOAL SIKLUS I..................................... Lampiran 4 : LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR PENGAJAR (LPKBM) SIKLUS I .............. Lampiran 9 : LEMBAR KERJA KELOMPOK PERTEMUAN KEDUA SIKLUS II......................... Lampiran 5 : LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN DASAR GURU SIKLUS III ...................... ix .......... Lampiran 6 Lampiran 7 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS II............ Lampiran 12 : LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN DASAR GURU SIKLUS II .....

..................... Lampiran 15 : ANALISIS HASIL ULANGAN TES TERTULIS INDIVIDUAL PADA SIKLUS III... x ..................................................... Lampiran 19 : LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN DASAR GURU SIKLUS III .................................... Lampiran 14 : TES TERTULIS PADA PERTEMUAN KEDUA SIKLUS III (DIKERJAKAN SECARA INDIVIDU) ...... Lampiran 17 : ANALISIS HASIL ULANGAN TES TERTULIS KELOMPOK PADA SIKLUS III ............. Lampiran 20 : FORMAT PEDOMAN TANYA JAWAB ............................................................................... Lampiran 16 : TES TERTULIS PADA PERTEMUAN PERTAMA SIKLUS III (DIKERJAKAN SECARA KELOMPOK) ............. Lampiran 18 : LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (LPKBM) SIKLUS III .............................Lampiran 13 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS III ................................................... Lampiran 21 : HASIL DISKUSI......................

xi .

bernalar. untuk membantu pemahaman siswa dalam mata pelajaran matematika guru hendaknya memilih sarana yang sederhana dan mudah didapat di daerah (Depdikbud. tidak menarik serta membosankan. diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan sains dan teknologi. 1994). dimana arus teknologi dan informasi yang berjalan dewasa ini sangat cepat seiring dengan globalisasi yang melanda dunia. Menurut GBPP Matematika SLTP. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan kurikulum SLTP 1994 salah satu isinya adalah mata pelajaran matematika. Berbagai usaha menuju pembaharuan dan perbaikan dalam pendidikan yang dilakukan di Indonesia merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Penyempurnaan dalam kurikulum sebagai tuntutan perubahan jaman yang semakin maju. tidak menyenangkan. Salah satu usaha itu adalah perubahan menuju ke arah kesempurnaan kurikulum dalam pendidikan. Kondisi mental siswa 1 . pelajaran yang sulit dan tidak aktual. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu penopang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun dibalik peranan dan manfaat matematika masih ada yang menganggap sebagai ilmu yang tidak menarik. Kenyataan ini menimbulkan keengganan para siswa untuk mempelajari pelajaran matematika secara maksimal karena sebagian besar dari siswa sudah memiliki anggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit. Matematika adalah suatu materi ajar cara berpikir.1 BAB I PENDAHULUAN A.

memahami konsep. sehingga lemahnya kemampuan daya serap siswa untuk memahami konsep satuan pengukuran panjang. Transformasi pengetahuan dari guru ke siswa. kegiatan belajar mengajar (KBM) hendaknya dipadukan dengan kegiatan bermain. karena telah disesuaikan dengan keadaan lingkungan setempat (lingkungan sosial dan budaya). tidak harus serupa persis. luas dan volum mempengaruhi hasil nilai pelajaran matematika. Jika guru mampu meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep . Oleh karena itu. bermain merupakan bagian dari kehidupan mereka yang dapt memberi rasa senang dan menunjang ketidakmampuan siswa mengungkapkan fakta. Bagi siswa terutama pada kelas-kelas heterogen. Melalui pelajaran matematika diharapkan tercipta suatu hubungan yang hamonis dan dapat menciptakan situasi yang merangsang siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Pada siswa kelas III masih banyak ditemui masalah di antaranya kurang mampu dalam memahami konsep satuan pengukuran panjang.2 semacam ini akan menurunkan minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika. luas dan volum bangun ruang. artinya mempunyai kemampuan intelektual berbeda-beda (bervariasi) atau yang dikenal Mixed Ability. dalam bentuk belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar pada satuan pengukuran panjang. menerapkan konsep dan siswa tidak berani bertanya. luas dan volum bangun ruang. Pada suatu kelas umumnya heterogen. mengaitkan konsep lama dan pemahaman baru. sehingga proses belajar mengajar (PBM) dapat dicapai secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan.

. B. 4. luas dan volum bangun ruang. luas dan volum pada siswa kelas II SMP Nusantara Tuntang. Lemahnya kemampuan siswa dalam menerapkan rumus satuan pengukuran panjang. maka masalah yang muncul sebagai berikut : 1. 2. Tujuan Penelitian Meningkatkan kemampuan konsep satuan pengukuran panjang.3 abstrak matematika. Rendahnya kemampuan siswa untuk memahami konsep abstrak. Ketidakmampuan siswa mengungkapkan fakta satuan pengukuran panjang. misalnya prestasi belajar menurun dan nilai matematika rendah. luas dan volum bangun ruang. Lemahnya kemampuan siswa mengaitkan konsep lama dan pengalaman baru pada satuan pengukuran panjang. 3. luas dan volum bangun ruang. Kabupaten Semarang melalui metode permainan. satuan pengukuran panjang. luas dan volum bangun ruang. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut di atas. berbagai kemungkinan akan muncul. maka permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah kemampuan konsep satuan pengukuran panjang. luas dan volum bangun ruang pada siswa kelas III SMP Nusantara Tuntang. Dengan memperhatikan masalah yang ada seperti tersebut di atas. Kabupaten Semarang Tahun 2005/2006 dapat ditingkatkan melalui permainan?” C.

Manfaat Penelitian Hasil dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yang berarti bagi: 1. Siswa a. b. Memudahkan siswa dalam mengukur satuan pengukuran panjang. Meningkatkan mutu pendidikan pada mata pelajaran matematika. Bagi pengembangan kurikulum Memberi petunjuk dan arahan untuk merencanakan. melaksanakan PBM matematika agar dapat menigkatkan kualitas mengajar. Sekolah a. Memperbanyak koleksi alat bantu pelajaran/alat peraga. 2. dan menciptakan pengaruh baik pada lingkungan sekolah. 5. 3. luas dan volum bangun ruang. 4. c.4 D. . Guru Memperbaiki kinerja guru. b. Bagi khasanah ilmu pengetahuan Membantu dalam kehidupan sehari-hari dan mata pelajaran lain yang selalu diajarkan di sekolah tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi. luas dan volum bangun ruang dari besar kecil atau sebaliknya. Siswa tidak takut untuk bertanya. mengorganisasikan. Mengatasi siswa yang mengalami kesulitan belajar pada satuan pengukuran panjang.

moto dan persembahan. BAB IV. siklus II dan siklus III serta pembahasannya. BAB III. membuat metode-metode yang digunakan dalam peneltiian ini. 6. BAB I.5 E. . manfaat penelitian dan sistematika penelitian. 4. berisi tentang kesimpulan dan saran. 2. berisi hasil penelitian dari data penelitian yang didapatkan dari siklus I. 3. daftar isi dan daftar lampiran. pengesahan. 5. 7. memberikan gambaran mengenai latar belakang permasalahan dalam penelitian ini. berisi kajian teoritis yang merupakan teori untuk membantu memecahkan permasalahan dalam penelitian ini dan hipotesis tindakan. Bagian akhir dalam skripsi ini memuat daftar pustaka. biodata peneliti dan instrumen penelitian. tujuan penelitian. siklus penelitian dan instrumen. abstrak. rumusan masalah. Bagian awal skripsi ini memuat judul. persiapan penelitian. Sistematika Penelitian Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : 1. BAB V. kata pengantar. BAB II. Metode ini antara lain meliputi : setting penelitian.

kecermatan dan ketepatan (efektifitas). semi konkret. 4. tipe berpikir dibagi menjadi 4 tahap. 2. 3. Tahap berpikir konkret. Kajian Teoritik Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip matematika yang disajikan dalam bentuk konkret akan dapat dipahami dengan baik (Erman. semi abstrak dan abstrak sangat cocok pada pengukuran panjang.6 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Tahap berpikir semi abstrak. 6 . Menurut hemat peneliti bahwa pembelajaran matematika dengan tahap berpikir konkret. memberi tanggapan dan mencatat penalarannya secara sistematis. 1992:176). luas. Menurut Russefendi (1979:86). karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir dari segi kelogisan. dengan mengajukan pertanyaan. volum bangun ruang. Salah satu materi dalam pelajaran matematika yang merupakan pemahaman konsep adalah satuan pengukuran panjang. Hal ini mengandung arti bahwa penguasaan tiap-tiap konsep atau pinsip merupakan suatu faktor yang sangat penting untuk membantu guru mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam proses belajar mengajar (PBM) matematika. yaitu: 1. luas dan volum bangun ruang. Tahap berpikir semi konkret. Tahap berpikir abstrak.

Beberapa pengertian yang harus dimengerti dalam penelitian ini : 1. 2. Mengatur moral. Dengan bermain anak bisa mengembangkan semua potensi yang ada pada dirinya. mengukur. (b) satuan tambahan. . 1957:12). luas dan volum bangun ruang siswa harus melalui praktik atau latihan dengan membuat alat peraga untuk mengembangkan kemampuan menghitung. Hal ini mengandung arti bahwa dalam proses belajar mengajar (PBM) pada panjang (keliling). ekspresinya. nilai sosial-emosi. Satuan Pengukuran Setiap besaran memiliki satuan pengukuran yang berbeda. (c) satuan turunan. Melalui permainan siswa dapat menyalurkan energi serta mempunyai kesempatan tertawa dan bebas bercanda. disingkat “SI”. belajar adalah proses dimana tingkat laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan (Houward L. mencari hubungan dan mengkomunikasikan. Satuan baku berlaku diseluruh dunia.7 Houward LK. sehingga tanpa disadari telah mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Pengukuran Pengukuran adalah membandingkan antara besaran dan satuan. yaitu (a) satuan dasar. Bermain bagi anak adalah kebutuhan. Pada pengukuran selalu terdapat dua unsur. Ley. yaitu bilangan pengukuran dan satuan pengukuran. Menurut SI satuan-satuan itu terdiri dari 2 macam satuan. King. mengamati. Sistem satuan yang merupakan kesepakatan di antara negara-negara di dunia dinamakan sistem satuan internasional.

Kerangka Berpikir Sebagian siswa masih mempunyai pandangan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.763. 6. Satuan baku sistem metrik untuk volum adalah meter kubik (m3). Permainan Main adalah melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu). Jarak satu meter ditentukan berdasarkan “meter standar” yang panjangnya ditetapkan.650. Luas suatu bangun tertutup adalah ukuran daerah datarnya. 5.73 kali panjang gelombang cahaya yang dihasilkan gas krypton – 86. sarat dengan rumus dan hafalan. Ukuran bangun ruang disebut volum. Satuan Volum Volum disebut juga isi. sehingga mengakibatkan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan. Peneliti sebagai guru memandang perlu menerapkan kegiatan pembelajaran yang dapat memotivasi belajar siswa dan meningkatkan . 4. Satuan baku dari luas adalah meter persegi (m2). Satuan panjang disebut meter. Sedangkan permainan adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain. Satu meter = 1. B. Satuan Luas Luas yang dimaksud adalah luas daerah. Satuan Panjang Panjang merupakan besaran.8 3.

C. hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah “Melalui metode permainan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada konsep satuan pengukuran panjang. luas dan volum bangun ruang .” .9 pemahaman siswa khususnya pada konsep satuan pengukuran panjang. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori di atas. luas dan volum. Dengan melakukan kegiatan di luar kelas dalam bentuk permainan sehingga dapat mengubah suasana belajar siswa untuk menghindari kesan bahwa mata pelajaran matematika hanya menghafal rumus yang membosankan.

setiap siklusnya ada 4 tahap yakni perencanaan. Setting Penelitian 1. Subyek Penelitian Murid kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang dan guru matematika SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang. 2. Lokasi penelitian SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang. maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut : a. b. B. A. luas dan volum 10 . Tanya jawab yang digunakan untuk memperoleh data obyek tak langsung dari pemahaman konsep pengukuran satuan panjang. luas dan volum bangun ruang serta penampilan guru. Kegiatan yang diteliti Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan lompat kelereng. pengamatan dan refleksi. Persiapan Penelitian Prosedur Pengumpulan Data Merujuk dari tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. tindakan. 3. Pengamatan untuk memperoleh data obyek secara langsung dari pengamatan tentang pemahaman konsep pengukuran satuan panjang.10 BAB III METODE PENELITIAN Pelaksanaan penelitian tindakan dilaksanakan pada kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang dan dilaksanakan dalam 3 siklus.

Ulangan yang dipergunakan untuk kemampuan penerapan konsep pengukuran panjang. luas. c.11 bangun ruang serta tanggapan siswa tentang penerapan metode permainan. Hasil diskusi kelompok meliputi : 1) Rencana pembelajaran (RP) satuan pengukuran panjang. Siklus I Perencanaan : Tahap ini diawali dengan diskusi antara peneliti dengan teman sejawat yang merupakan kolaborator dari SMP Nusantara Tuntang. cara pengukuran dari besar ke kecil atau sebaliknya pada satuan pengukuran panjang. luas dan volum bangun ruang dari besar ke kecil atau sebaliknya. luas dan volum bangun ruang. volum bangun ruang. lisan (tanya jawab) dan tertulis. C. Siklus Penelitian 1. 3) Pedoman bertanya untuk mengetahui pemahaman siswa tentang satuan pengukuran panjang. . Rencana Tindakan : Peneliti melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tentang pengenalan besaran. satuan. luas dan volum bangun ruang dengan metode ceramah disertai cerita tentang penerapannya dalam permainan. yaitu hasil lembar kerja kelompok. 2) Rencana observasi beberapa catatan lapangan.

12 Rencana Pengamatan : Peneliti melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 3. 4. Membuat alat peraga bangun ruang yang ada hubungannya dengan bangun datar dengan kertas manila. 1) Mengukur benda-benda yang ada di sekitar. . Menyusun Rencana Pembelajaran (RP) untuk siklus II. pengamat memantau pelaksanaan KBM dan mencatat hal-hal yang perlu untuk didiskusikan berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan pelaksanaan KBM. 5. luas dan volum bangun ruang. dilanjutkan pada siklus berikutnya. Siklus II Perencanaan : 1. Membuat perangkat instrumen. Membuat urutan satuan sesuai dengan satuan panjang. 2. luas dan volum bangun ruang jika pada siklus I kurang berhasil. Dilaksanakan di luar kelas. luas dan volum bangun ruang. Rencana Refleksi : Mendikusikan dengan pengamat tentang data pemahaman siswa mengenai konsep satuan pengukuran panjang. 2. Rencana Tindakan Melakukan pembelajaran sesuai rencana dengan menggunakan metode permainan “lompat kelereng” untuk menghitung pengukuran pada satuan panjang. Membuat soal lembar kerja kelompok.

sehingga mencerminkan keharmonisan dalam lingkungan belajar. a. Dalam kegiatan belajar mengajar dibuat kelompok berdasarkan kelompok sosial atas dasar kecocokan di antara siswa. persegi panjang. Keliling dengan satuan cm dan mm. sebagai pengajar dan peneliti dibantu oleh seorang guru dari mata pelajaran yang sama bertugas mengamati siswa. lingkaran. luas ke satuan cm dan mm. mengamati guru dan wawancara kepada siswa. segitiga. luas dan volumnya. 3) Membuat alat peraga bangun-bangun datar. 4) Dihitung keliling. Rencana Refleksi Data-data yang diperlukan untuk melakukan refleksi diambil berdasarkan: . Luas dengan satuan cm2 dan mm2 c. Rencana Pengamatan : Penelitian tindakan ini dilaksanakan di kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. b. Volum dengan satuan cm3 dan mm3. memeriksa hasil tes. Setelah itu digabungkan menjadi sebuah bangun ruang dan volum dalam satuan cm3 ke mm3.13 2) Menentukan ukuran satuan panjang.

Kemudian dilakukan tanya jawab kepada siswa tentang pemahaman materi dan metode pembelajaran dengan metode permainan. 2) Bangun ruang untuk mencari keliling. 2) Membagi siswa dalam kelompok 3) Mempersiapkan perangkat tes tertulis secara individu Rencana Tindakan : Peneliti melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). 3. kemudian diperbaiki untuk diimplementasikan pada siklus berikutnya. luas dan volum dengan satuan berbeda dari besar ke kecil atau sebaliknya. pandai dan disiplin untuk pengambilan data siklus-siklus berikutnya. 3) Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi. Hasilnya dievaluasi. Demikian seterusnya sehingga materi satuan pengukuran panjang. . Siklus III Perencanaan : 1) Mempersiapkan perangkat tes tertulis secara kelompok. dianalisis.14 1) Hasil kerja setiap kelompok 2) Pemahaman konsep 3) Melihat/menentukan siswa yang kreatif. berupa tes tertulis secara kelompok dan individu mengenai : 1) Bangun datar untuk mencari keliling dan luas dengan satuan berbeda. luas dan volum bangun ruang lebih dipahami.

3) Menyimpulkan kelemahan-kelemahan pembelajaran dengan metode permainan. Tetapi jika secara kualitas ketuntasan yang dicapai siswa kurang dari 80% dilakukan siklus II dan seterusnya sehingga tercapai ketuntasan minimal 80%. maka penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Demikian seterusnya sehingga tujuan pembelajaran dianggap tuntas. . Rencana Refleksi Hasil diskusi dan analisis data pada siklus I dan siklus II digunakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran pada kelas III. 2) Menganalisis hasil observasi dan tanya jawab. kemudian diarahkan/diperbaiki untuk diimplementasikan sehingga tuntas. dianalisis. Adapun banyak siklus ditentukan oleh ketuntasan tercapainya tujuan pembelajaran.15 Rencana Pengamatan Hasil penelitian dievaluasi. Rambu-rambu evaluasi : 1) Menentukan daya serap siswa. yaitu apabila dalam satu konsep secara klasikal siswa mencapai ketuntasan minimal 85%. Kegiatan siklus-siklus setelah siklus pertama merupakan perbaikan pada siklus selanjutnya. 4) Menentukan langkah-langkah alternatif perbaikan dengan berdasarkan kelemahan-kelemahan yang ada.

5. 3.5. Instrumen Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa : 1. 2. Pedoman tanya jawab. Penelitian ini dikatakan berhasil jika : 1. . Observasi.16 D. 4. Indikator Keberhasilan Sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan dapat dilihat dari meningkatnya pemahaman siswa pada konsep satuan pengukuran panjang. luas dan volum yang ditunjukkan oleh daya serap rata-rata siswa. Ketuntasan kelas ≥ 80% dengan ketuntasan individu ≥6. E. 2. Rata-rata nilai siswa ≥ 6. Ulangan. Pembuatan alat peraga.

a. Tahap Pelaksanaan (Acting/Implementing) Tahap ini merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah disusun pada diskusi. 17 . peneliti melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Siklus I pada kelas III dilaksanakan di dalam kelas. Tahap Perencanaan (Planning) Tahap ini diawali dengan diskusi antara peneliti dengan teman sejawat yang merupakan kolaborator dari SMP Nusantara Tuntang. Hasil diskusi meliputi : 1) Rencana Pembelajaran (RP) satuan ukuran panjang. Hasil Penelitian Siklus I Pada Siklus I merupakan pembelajaran satuan pengukuran panjang luas dan volum bangun ruang dengan menggunakan metode ceramah dan aplikasinya disampaikan secara lisan. luas. b. 2) Rencana observasi beberapa catatan lapangan. Pelaksanaan penelitian pada kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang. volum bangun ruang. luas dan volum bangun ruang dari besar ke kecil atau sebaliknya. Siklus I 1.17 BAB IV LAPORAN PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA A. 3) Pedoman bertanya untuk mengetahui pemahaman siswa tentang satuan pengukuran panjang.

m2. b. yaitu : km2.18 Adapun yang kami laporkan di sini adalah hasil penelitian pada kelas III. hm. cm dan mm. Perbedaan satuan pengukuran panjang. luas dan volum pada bangun ruang. cm3 dan mm3. Contoh-contoh bangun datar dan bangun ruang yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. guna mengambil kesimpulan dari jawaban siswa. Satuan Pengukuran: 1) Panjang. Guru menanyakan hal-hal berikut : a. b. c. Cara menghitung dalam pengukuran satuan pada besaran luas dan volum dari besar ke kecil atau sebaliknya. Pendahuluan Dimulai dengan mengingatkan kepada siswa mengenai satuan pengukuran panjang. . luas dan meningkat ke volum pada bangun ruang. dam3. dam2. yaitu : km. yaitu setiap satu kali melangkah dibagi 10. 2) Luas. yaitu : km3. SMP Nusantara Tuntang sebanyak 32 siswa. 1. m3. cm2 dan mm2 3) Volum. hm2. m. Besaran: 1) Besaran Panjang a) Dari besar ke kecil. a. yaitu setiap satu kali melangkah dikalikan 10 b) Dari kecil ke besar. Jawaban siswa bervariasi. yang disampaikan secara lisan. hm3. dam.

dsb. yaitu setiap satu kali melangkah dibagi 1000. b) Dari kecil ke besar. balok. guru m engajukan pertanyaan sesuai dengan . b) Dari kecil ke besar. 2. limas. yaitu setiap satu kali melangkah dikalikan 100. b. tahapannya sebagai berikut : a. Menggambar beberapa bangun datar: persegi. segitiga. c. jajaran genjang dan lain sebagainya. yaitu setiap kali melangkah dikalikan 100. 3) Volum a) Dari besar ke kecil. Pembahasan Siklus I Pada akhir pembelajaran. c. Cara menghitung dan mengukurnya. yaitu setiap satu kali melangkah dibagi 100. Pada perkembangan pembelajaran satuan panjang. Contoh-contoh bangun datar dan bangun ruang Bangun datar yaitu : persegi. lingkaran. bola. Menjelaskan pengukuran satuan panjang (keliling) dan luas. Bangun ruang yaitu : kubus. segitiga dan lingkaran. layanglayang. persegi panjang. tabung. persegi panjang.19 2) Luas a) Dari besar ke kecil. luas dan volum bangun ruang. 2.

Hasil selengkapnya bisa dilihat pada lampiran 3.14% dan ketuntasan belajar 90. Membuat urutan satuan sesuai dengan satuan panjang. a. guru menyiapkan alat bantu (kertas manila.20 perencanaan yang harus dijawab siswa di kelas. . Tahap perencanaan tindakan (planning) 1. yaitu pembelajaran pemahaman satuan ukuran panjang. Sedangkan kemampuan mengajar guru pada Siklus I cukup baik dengan skor rata-rata 2. B. Membuat soal lembar kerja kelompok b. Menyusun Rencana Pembelajaran (RP) untuk siklus II 2.63%. Daya serap siswa baik. Dilaksanakan di luar kelas (outdoor mathematics) hasil penelitian yang kami laporkan siklus II.23 hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5. Siklus II 1. masih berkelanjutan yaitu pada kelas III. berupa lembar soal dan dikumpulkan. 4. Membuat dua alat peraga bangun ruang yang ada hubungannya dengan bangun datar dengan kertas manila. Hasil Penelitian Siklus II Siklus II merupakan tindakan pemecahan masalah dari siklus I. luas dan volum bangun ruang. rata-rata 74. Pada tahap pendahuluan. dengan menggunakan metode permainan. 3. Tahap pelaksanaan tindakan 1. luas dan volum bangun ruang. yang jumlahnya 32 siswa. Membuat perangkat instrumen 5.

gunting) pelaksanaan pembelajaran di luar kelas (outdoor mathematics). Contoh 1 : 1) 3 km = 3. Besaran Panjang Luas Volum km km km 2 3 Satuan hm dam hm dam hm dam 3 2 2 3 m m m 2 3 dm dm dm 2 3 cm mm cm2 mm2 cm mm 3 3 Banyak Kelereng 1 2 3 Satuan pengukuran panjang. Panjang : setiap melompat mengambil satu kelereng dimulai dari angka satuan dan banyaknya angka di belakang koma dihitung hutang jadi langsung dikembalikan. beberapa gambar bangun ruang. Guru memberi contoh permainan lompat kelereng untuk menentukan satuan panjang. luas dan volum bangun ruang dari besar ke kecil. jangka.21 lem. gunting dan membuat kelompok berdasarkan hubungan sosial (teman akrab). penggaris.000 km O Satuan Jumlah Kelereng Besaran km m Panjang hm l O dam l O m l dm cm mm . luas dan volum bangun ruang dari besar ke kecil atau sebaliknya. pensil. tali. Siswa juga menyiapkan alat bantu yang diperlukan (buku. meteran. 2.

22 2) 13 dm = 1300 mm 3) 0.000.3 km2 km2 mm Luas = 130.3 km = 300 m Luas : setiap melompat mengambil dua kelereng dimulai dari angka satuan dan banyaknya di belakang koma dihitung hutang langsung dikembalikan Contoh 2 : 1) 3 km2 = 3.000 m3 OOO Satuan Jumlah Kelereng Besaran km3 mmm Luas hm3 lll OOO dam3 lll OOO m3 lll dm3 cm3 mm3 .000m2 OO Satuan Jumlah Kelereng Besaran 2) 13 dm2 3) 0.300 mm2 Volum : setiap melompat mengambil tiga kelereng dimulai dari angka satuan dan banyaknya angka di belakang koma dihitung hutang langsung dikembalikan Contoh 3 : 1) 3 km3 = 3.000.000.000 m2 hm2 ll OO dam2 ll OO m2 ll dm2 cm2 mm2 4) 0.000 mm2 = 300.13 dm2 = 1.

3 km = 0.23 2) 13 dm3 3) 0. Contoh 5 : 1) 3 m2 = 0.000.13 dm3 = 130.000003 km2 OO Satuan Jumlah Kelereng Besaran km2 ll Luas OO hm2 ll OO dam2 ll m2 mm dm2 mm cm2 mm mm2 mm .0005 km Luas : Setiap melompat mengambil dua kelereng tetapi hutang.015 km 3) 0. jadi pakai koma di belakang angka nol terakhir melompat.000. Contoh 4 : 1) 3 m = 0.000 mm3 Panjang : setiap melompat mengambil satu kelereng tetapi hutang.000 m3 4) 0.3 km3 = 13.000.003 km O Satuan Jumlah Kelereng Besaran km l Panjang O hm l O dam l m m dm m cm m mm m 2) 13 mm = 0.000 mm3 = 300. Jadi pakai koma di belakang angka nol terakhir melompat.

5. Guru membagi kelompok. Contoh 6 : 1) 3 m3 = 0.3 m3 km3 lll Luas = 0.000000003 km3 OOO OOO Satuan Jumlah Kelereng Besaran 2) 13 mm3 3) 0. diserahkan kepada siswa berdasarkan hubungan sosial (kecocokan antara siswa).24 2) 13 mm2 3) 0.3 km2 = 0.0000003 km2 Volum : Setiap melompat mengambil tiga kelereng tetapi hutang jadi pakai koma di belakang angka nol terakhir melompat. 4. permainan lompat kelereng menggunakan lembar . Proses belajar mengajar (PBM) pada siklus II dilaksanakan di luar kelas (out door mathematics). Siswa diberikan tugas untuk mengerjakan secara kelompok melalui kerja. terbentuk 4 (empat) kelompok.0013 dm2 = 0.000000000 km3 hm3 lll OOO dam3 lll m3 mmm dm3 mmm cm3 mmm mm3 mmm 3.000013 dm3 = 0.

sehingga secara tidak langsung terjadi interaksi antara guru. Pembahasan Siklus II Pada siklus II pertemuan pertama. Secara umum pemahaman siswa mengenai konsep satuan pengukuran mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan siklus I. dan lingkungan. Siklus III 1. membantu dan bertanya jawab dengan siswa. siswa. Hasil Penelitian Siklus III Siklus III pertemuan pertama dilaksanakan tes tertentu secara kelompok.25 2.64. guru/peneliti selalu mengarahkan. dalam bentuk soal tertulis yang harus dikerjakan dengan kelompok.24. dalam mengajarkan LKK I. Sedangkan kemampuan guru mengajar pada siklus II cukup baik dengan skor 2. maka diulang lagi dengan LKK 2 pada pertemuan kedua. tidak ada kekompakan dalam kelompok adan ada yang masih kurang paham.76% dan ketuntasan belajar mencapai 90. 1) Pada akhir pembelajaran. Pemahaman siswa pada siklus II termasuk kategori baik dan mengalami peningkatan untuk daya serap rata-rata mencapai skor 75. Siklus III pertemuan kedua dilaksanakan tes tertulis secara . C. guru memberi angket sesuai rencana penelitian dengan didampingi kolaborator 2) Karena LKK I dalam bekerjanya kurang efisien dalam penggunaan waktu. 3) Karena cara kerja siswa dalam mengerjakan LKK I kurang berhasil.

Pelaksanaan pengamatan bersamaan dengan pembelajaran Pada siklus III pertemuan I. Baik keliling (lingkaran). persegi panjang. a.26 sendiri-sendiri (individu). luas dan volum Kemampuan siswa membuat bangun-bangun Cukup datar (persegi. 1) Hasil pengamatan pada pertemuan I A B C D E Kemampuan siswa mengukur Baik Kemampuan siswa menghitung pengukuran Cukup keliling. luas dan volum Kemampuan siswa menjelaskan konsep dengan Cukup kata-kata Kemampuan siswa menemukan rumus keliling Cukup Kemampuan siswa menerapkan rumus dalam Kurang satuan pengukuran 2) Hasil kerja siswa terhadap tugas yang diberikan A Mengukur tinggi pohon. lebar jendela. segitiga dan lingkaran) Kemampuan siswa membuat 2 bangun ruang Kurang B C D E . panjang. guru/peneliti sekaligus observasi dan hasilnya berupa catatan lapangan dan pengamatan atau pelaksanaan tindakan yang ditimbulkan oleh siswa. luas dan Cukup volum dari besar ke kecil atau sebaliknya Kemampuan siswa menerapkan rumus pada Cukup satuan panjang. pohon (benda yang ada di sekitar) Menghitung satuan ukuran panjang.

(3) Melalui permainan siswa mampu menerapkan kosnep satuan panjang. siswa berani bertanya. Pelaksanaan penelitian pada siklus III pertemuan kedua merupakan tindakan penyempurnaan dan penambahan pada pertemuan pertama. luas dan volum bangun ruang. tidak malu pada teman. (2) Melalui permainan lompat kelereng siswa memahami konsep abstrak satuan panjang. 1) Adapun hasil pengamatan pada pertemuan kedua A B C D E Kemampuan siswa mengukur Baik Kemampuan siswa menghitung pengukuran Cukup keliling.27 b. siswa mengisi angket yang terdiri dari 5 indikator. luas dan volum ke dalam rumus dan menghitung dalam satuan pengukuran besar dan kecil atau sebaliknya. tidak takut pada guru. . (4) Melalui permainan. luas dan volum Kemampuan siswa menjelaskan konsep dengan Cukup kata-kata Kemampuan siswa menemukan rumus keliling Cukup Kemampuan siswa menerapkan rumus dalam Cukup satuan pengukuran 2) Pada akhir pembelajaran. luas dan volum bangun ruang. Ke-5 indiktor tersebut adalah sebagai berikut : (1) Melalui permainan lompat kelereng siswa mampu mengungkapkan fakta satuan panjang.

28 (5) Melalui permainan lompat kelereng siswa dapat menjelaskan kepada orang lain mengenai satuan pengukuran panjang.8% 56.2% 18. Hasil yang diperoleh : Indikator 1 2 3 4 5 Keterangan : SS S KS TS : sangat setuju : setuju : kurang setuju : tidak setuju SS 15.9% 9.3% 3) Setelah selesai kegiatan pembelajaran. Pembahasan Siklus III Pada siklus II pertemuan 1. maka dalam memilih responden.5% 12.2% KS 12. anakanak masih bingung.6% 8.5% 46. membantu . banyak sekali kekurangannya.5% 9.3% 21.8% 6.6% 31.0% 46. Wawancara ini sebagai cek silang sebagian dariangket yang diambil dari siswa. Guru/peneliti masih banyak mengarahkan. luas dan volum bangun ruang.7% S 37. diambil yang mewakili karakteristik siswa pada kelas III SMP Nusantara Tuntang Kabupaten Semarang. tidak ada kekompakan dalam kelompok.5% 9.8% 62. 2. guru memanggil beberapa siswa sebagai sampel untuk diwawancarai.2% TS 12.7% 15. Disebabkan karena terbatasnya waktu.

Pada siklus III kemampuan mengajar guru baik dengan skor 3. .29 dan mengontrol untuk melihat seberapa jauh tingkat pemahaman siswa. mengarahkan jawaban siswa yang salah.11. Hasil yang diperoleh siswa baik. Dari refleksi terhadap tindakan hasil observasi dan analisa angket diperoleh hasil bahwa metode permainan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami konsep satuan pengukuran panjang. bagaimana dengan belajar seperti ini? Kesimpulan jawaban dari mereka sangat menyenangkan. mempunyai kesempatan untuk tertawa. Setiap kelompok dibiarkan melakukan perencanaan dan melakukan pekerjaan (LKK). senang dibebaskan untuk mengatur. Hasil selengkapnya dapat dilihat di lampiran 17. Guru/peneliti bertanya pada setiap kelompok.5%. menjawab pertanyaan siswa. bercanda dan menjadi aktif. serta membuat laporan secara tertulis dan hasil perencanaan tentang bangun datar dan ruang. luas dan volum. Diberikan tes pada siklus III berupa tes tertulis. Setelah selesai kegiatan pembelajaran. guru memberikan tes tertulis secara kelompok.55% dan ketuntasan belajar 92. bangun dtar dan bangun ruang. anakanak bebas bertanya kepada guru maupun teman yang kurang jelas. Adapun hasil wawancara sebagian besar siswa lebih senang menggunakan metode permainan. dengan daya serap siswa rata-rata 81. membuat alat bantu (peraga). tidak tegang.

luas dan volum bangun ruang sangat membantu siswa dalam mengukur satuan dari besar ke kecil atau sebaliknya. 30 . Pelaksanaan action research dengan menerapkan permainan dalam pembelajaran hendaknya terus berlanjut agar pembelajaran lebih bervariasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (action research) pada SMP Nusantara Tuntang Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Diharapkan semua guru matematika dapat melatih diri dalam penerapan action research di sekolah tempat bertugas. SARAN 1. luas dan volum yang dilaksanakan di kelas III dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. 3. untuk mata pelajaran matematika mengenai satuan pengukuran panjang.30 BAB V PENUTUP A. Dengan menggunakan metode permainan di luar kelas (outdoor mathematics) dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) satuan pengukuran panjang. Diharapkan guru aktif menghimpun berbagai pengalaman yang pernah ditemui dan mencatatnya untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa. 2. B.

Peningkatan Pemahaman Konsep Satuan Pengukuran Panjang. 1994. Kardiawarman dan Tisno Hadisubroto. 1979. 1998.. Jakarta: BP3GSD Depdikbud. Jakarta: Proyek Pembangunan Guru Sekolah Menengah. GBPP Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. _________.. T. Handayani. Dasar-dasar Matematika Modern untuk Guru.. dkk. Warih. Bandung: Tarsito. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen Direktora Pendidikan Lanjutan Pertama. ET. Raka Joni. Jakarta: Erlangga.31 DAFTAR PUSTAKA _________. 1994. Luas dan Volum melalui Permainan. 31 . Pasal 20. Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). 2002. 1999. Wawasan dan Konsep Dasar Penelitian Tindakan. Ikhsan Waseso. Ruseffendi. Matematika untuk SLTP. Adinawan. Departemen Pendidikan Nasional. Suplemen GBPP Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 1994. Cholik. Depdikbud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful