PERAN ADVOKAT DALAM PROSES PERADILAN PIDANA

PRESENTASI PROPOSAL SKRIPSI
Nama : LILIK RIYADI NIM:2007-20-041

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2011

Sistem Peradilan Pidana {Criminal Justice Sistem) secara singkat dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam masyakat untuk menanggulangi kejahatan agar hal tersebut tetap berada dalam batas-batas toleransi masyarakat. Gambaran ini hanya salah satu dari tujuan Sistem Peradilan Pidana secara universal sehingga cakupan tugas Sistem Peradilan Pidana memang luas Penasehat hukum menurut Pasal 1 butir 13 KUHAP adalah seseorang yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh atau berdasar undang-undang untuk memberi bantuan hukum. lawyer. procereur.LATAR BELAKANG Bekerjanya hukum pidana beserta hukum acara pidana dalam upaya penanggulangan kejahatan secara operasional bekerja lewat suatu sistem yang disebut Sistem Peradilan Pidana (Criminal Justice Sistem). pokrol. penggunaan istilah advokat dalam penyebutan pembela sebagaimana diatur dalam KUHAP tidak merubah kewajiban advokat. pengacara. . Advokat memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan kepada tersangka/terdakwa dalam Sistem Peradilan Pidana. Di dalam Sistem Peradilan Pidana. Istilah penasihat hukum adalah istilah yang terdapat dalam KUHAP. pembela. advokat. Sebelumnya dikenal istilah-istilah.

Kendala-kendala apa yang muncul pada peran advokat dalam proses peradilan pidana dan bagaimana upaya mengatasi kendala-kendala tersebut sehingga peran advokat optimal? .Perumusan Masalah 1.Bagaimanakah peran advokat dalam proses peradilan pidana 2.

. peraturan tentang syarat-syarat tentang orang yang dapat dipidana dan aturan tentang pemidanaan: mengatur kepada siapa dan bagaimana pidana itu dapat dijatuhkan. upaya hukum. penyitaan. putusan pengadilan. Hukum Acara Pidana Menurut Simon sebagaimana dikutip oleh Andi Hamzah. Dalam KUHAP tidak dijelaskan mengenai pengertian hukum acara pidana. hanya berisi definisi-definisi beberapa bagian hukum acara pidana seperti penyidikan. mengadili. penggeledahan.Tinjauan Pustaka A. dan Iain-Iain (Pasal 1 KUHAP). penahanan. jadi berisi acara pidana. penangkapan. Hukum pidana material atau hukum pidana itu berisi petunjuk dan uraian tentang delik. Sedangkan hukum pidana formal mengatur bagaimana negara melalui alat-alatnya melaksanakan haknya untuk memidana dan menjatuhkan pidana. penuntutan. praperadilan.Proses Peradilan Pidana Andi Hamzah (2005: 15) Proses peradilan pidana di Indonesia di atur dalam Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana yang memuat ketentuanketentuan tentang hukum acara pidana di Indonesia. disebut juga dengan hukum pidana formal untuk membedakannya dengan hukum pidana material.

. pokrol dan sebagainya Pengertian advokat menurut Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum. ADVOKAT Taufik dkk (2004: 21) Istilah advokat adalah istilah yang terdapat dalam KUHAP. pembela. advokad.B. baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini disebutkan dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 bahwa Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etiK proiesi dan peraturan perundang-undangan. Sebelumnya dikenal istilah-istilah. procereur. pengacara. lawyer.

b)Pasal 34.1) Kedudukan Hukum Advokat Berkaitan dengan pemberian bantuan hukum ini diatur dalam undang-undang dasar 1945 misalnya: a)Pasal 27 ayat 1. menyatakan bahwa "Fakir miskin dan anakterlantar merupakan tanggung jawab negara" . menegaskan bahwa. "Setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintah itu dengan tidak ada kecualinya".

hukum dan keadilan. d)Pasal 71 yang mengatur tentang pengawasan hubungan penasehat hukum dan klien. Penasehat Hukum membantu melancarkan penyelesaian perkara dengan menjunjung tinggi pancasila. 14 Tahun 1970 tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman bab VII Bantuan Hukum a)Pasal 35: "Setiap orang yang tersangkut perkara berhak memperoleh bantuan hukum" b)Pasal 36: "Dalam perkara pidana seorang tersangka terutama sejak saat dilakukan penangkapan dan atau penahanan berhak menghubungi danmeminta bantuan Penashat Hukum" c)Pasal 37:"Dalam memberi bantuan hukum tersebut pada pasal 36 diatas.72. sebagai berikut: a)Pasal 1: "Penasehat hukum adalah seorang yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh atau berdasr undang-undang untuk memberi bantuan hukum“ b)Pasal 69:"Penasehat hukum berhak menghubungi tersangka sejak saat ditangkap atau ditahan pada semua tingkat pemeriksaan menurut tatacara yagn ditentukan dalam undang-undang ini“ c)Kemudian pasal 70. 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana Bab I dan Bab VII Bantuan Hukum. Undang-undang No. . dan 73 yang tnengatur hubungan penasehat hukum dengan klien.Undang-undang No.

Namun demikian. peran dan fungsi para penegak hukum ini berbeda satu sama lain. tetapi lebih merupakan profesi. . uraian tugas. karena ia bukan pejabat negara sebagai pelaksana hukum seperti halnya polisi. Tugas advokat bukanlah merupakan pekerjaan. jaksa dan hakim. Karena profesi advokat tidak sekedar bersifat ekonomis untuk mencari nafkah. tetapi mempunyai nilai sosial yang lebih tinggi di dalam masyarakat. Tugas Advokat Advokat sebagai penegak hukum menjalankan peran dan fungsinya secara mandiri untuk mewakili kepentingan masyarakat (klien) dan tidak terpengaruh kekuasaan negara (yudikatif dan eksekutif).2) Tugas dan Fungsi Advokat UU Advokat dinyatakan bahwa advokat adalah penegak hukum yang memiliki kedudukan setara dengan penegak hukum lainya (hakim. meskipun sama-sama sebagai penegak hukum. jaksa dan polisi). Tugas advokat adalah membela kepentingan masyarakat (public defender) dan kliennya. a.

yakni Kode Etik Advokat Indonesia. I) Memelihara persatuan dan kesatuan advokat agar sesuai dengan maksud dan tujuan organisasi advokat. c)Melaksanakan Kode Etik Advokat. g)Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan advokat terhadapmasyarakat dengan cara belajar terus menerus ( continuous legal education) untuk memperluas wawasan dan ilmu hukum. Setiap advokat harus selalu menjaga dan menjunjung tinggi citra profesinya agar tidak merugikan kebebasan. i) Mencegah penyalahgunaan keahlian dan pengetahuan yang merugikan masyarakat dengan cara mengawasi pelaksanaan etika profesi advokat. konsultasi hukum (legal consultation). e)Menjunjung tinggi serta mengutamakan idealisme (nilai keadilan. maupun secara internasiona. kemandirian. m) Memberikan pelayanan hukum (legal services). derajat dan martabat seorang advokat k) Menjaga hubungan baik dengan klien maupun dengan teman sejawat. j) Memelihara kepribadian advokat karena profesi advokat merupakan profesi yagn terhaormat (officium nobile). kebebasan. informasi hukum [legal information) dan menyusun kontrak-kontrak [legal drafting) n) Membela kepentingan klien [ligitasi) dan mewakili klien di muka pengadilan (legal representation). pendapat hukum (legal opinion). derajat dan martabat advokat. kebenaran dan moralitas). h) Menangani perkara-perkara sesuai dengan kode etik advokat baik secara nasional. b)Memperjuangkan hak asasi manusia. keadilan dan kebenaran. o) Memberikan bantu an hukum dengan Cuma-Cuma kepada masyarkaat yang lemah dan tidak mampu (melaksanakan pro bono publico . f)Melindungi dan memelihara kemandirian.Fungsi Advokat a)Sebagai pengawal konstitusi dan hak asasi manusia. nasehat hukum [legal advice). d)Memegang teguh sumpah advokat dalam rangka menegakkan hukum.

profesi advokat memiliki peran penting dalam upaya penegakan hukum. Setiap proses hukum. . baik pidana perdata tata usaha negara.3) Peran Advokat dalam Proses Peradilan Pidana Ketentuan Pasal 5 Ayat (1) UU Advokat memberikan status kepada Advokat sebagai penegak hukum yang mempuyai kedudukan setara dengan pengak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Dengan demikian. advokat dapat berperan besar dengan memutus mata rantai praktik mafia peradilan yang terjadi. Dalam upaya pemberantasan korupsi. selalu melibatkan profesi advokat yang kedudukannya setara dengan penegak hukum lainnya. bahkan tata negara. Kedudukan tersebut memerlukan suatu organisasi yang merupakan satu-satunya wadah profesi Advokat sebagaimana dimaksu dalam Pasal 28 Ayat (1) UU Advokat. yaitu "Organisasi Advokat merupakan satu-satunya wasdah profesi Advokat yang bebas dan mandiri yang dibentuk sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kualitas profesi Advokat". terutama praktik mafia peradilan.

Sebagaimana ketentuannya dalam pasal 1 (2) yang berbunyi: " Jasa hukum adalah jasa yagn diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum. mewakili. mewakili. mendampingi. bantuan hukum. menjalankan kuasa.4) Etika Advokat dalam Penegakkan Hukum Semenjak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 sebelum adanya Judicial Review bantuan hukum Cuma-Cuma hanya dapat diberikan oleh advokat saja. menjalankan kuasa. bantuan hukum. mendampingi. membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien" Semenjak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 sebelum adanya Judicial Review bantuan hukum Cuma-Cuma hanya dapat diberikan oleh advokat saja. membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien" . Sebagaimana ketentuannya dalam pasal 1 (2) yang berbunyi: " Jasa hukum adalah jasa yagn diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum.

yaitu dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor8Tahun 1981tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mengutamakan prinsip "Due Process of Law" dengan memberikan perlindungan hukum yang jelas terhadap tersangka dan terdakwa Bantuan hukum merupakan hak dari setiap warga negara yang tersangkut dalam setiap perkara pidana untuk dapat mengadakan persiapan bagi pembelaannya.5) Bantuan Hukum Bantuan hukum adalah jasa memberi bantuan hukum dengan bertindak baik sebagai pembela dari seseorang yang tersangkut dalam perkara pidana maupun sebagai kuasa dalam perkara perdata atau tata usaha negara di muka pengadilan dan atau memberi nasehat hukum di luar pengadilan Winarta (2007) Pemerintah Indonesia telah melaksanakan dan mewujudkan suatu negara hukum dalam praktik beracara dalam perkara pidana. maupun mendapat pengarahan tentang jalan yang akan ditempuhnya dalam menegakkan haknya sebagai tersangka dan terdakwa. Di samping itu bantuan hukum dalam proses perkara pidana adalah selaras dengan prinsip negara hukum. sehingga dengan demikian tersangka atau lerdakwa patut diberi kesempatan untuk berhubungan dengan orang (ahli hukum) yang dapat memberikan bantuan hukum sejak tersangka dan atau terdakwa ditangkap atau ditahan pada semua tingkat pemeriksaan. .

Tujuan Penelitian l)Untuk mengetahui peran advokat dalam proses peradilan pidana. . 2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang munculpada peran advokat dalam proses peradilan pidana dan Bagaimana upaya mengatasi kendala-kendala tersebut sehingga peran advokat optimal.

Menurut Ronny Hanitijo Soemitro.Metode Penelitian A. penelitian yuridis sosiologis adalah penelitian yang mengidentifikasikan dan mengkonsepsikan hukum sebagaiinstitusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang mempola . Metode Pendekatan Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis.

Metode deskriptif. memuat Soerjono Soekanto adalah untuk memberikan data-data seteliti mungkin tentang manusia. Spesifikasi Penelitian Spesifikasi penelitian ini adalah penelitian yang deskriptif analisis. menghubungkan. keadaan atau gejala-gejala lainnya. maksudnya adalah untuk mempertegas hipotesa-hipotesa agar dapat membantu mempeiskuat teori-teori baru. Dengan demikan analisis dalam penuiisap ini adalah mengelopokkan. .B. membandingkan dan memberi makna segala hal yang berhubungan dengan peran advokat dalam proses peradilan pidana.

diperoleh reponden sampel sebagai berikut: a)Hakim PN Kudus. . d)4 (empat) orang Advokat di Kabupaten Kudus. f)2 (dua) orang terdakwa. Dengan teknik penentuan sampel tersebut di atas. Metode Penentuan Sampel Dalam penelitian ini. maka untuk lebih memfokuskan penelitian dilakukan teknik penentuan sampel yang dilakukan dengan cara non random sampling atau penentuan sampel secara terpilih. e)2 (dua) orang tersangka. c)Kasat Reskrim Pokes Kudus. Oleh karena luasnya populasi yang diteliti. populasinya adalah semua yang berkaitan dengan peran Advokat dalam proses peradilan pidana.C. b)Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kudus. Dalam hal ini pemilihan didasarkan pada keterlibatan dengan peran Advokat dalam proses peradilan pidana.

Metode Pengumpulan Data Dalam hal ini data yang dikumpulkan berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. b)Bahan Jnukum sekunder. yang diambil dari tulisan atau artikel yang relevan dengan judul . a)Bahan hukum primer: Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara pidana.D. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Metode Pengolahan dan Penyajian Data Data yang telah terkumpul melalui kegiatan pengumpulan data belum memberikan arti apa-apa bagi tujuan penelitian. meneliti data yang diperoleh untuk menjamin apakah data dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan kenyataan. sehingga diperlukan usaha unluk mengolahnya.E. Proses yang dilakukan adalah dengan memeriksa. Penelitian belum dapat ditarik kesimpulan bagi tujuan penelitiannya sebab data itu masih merupakan bahan mentah. Setelah data diolah dan dirasa cukup maka selanjutnya disajikan dalam bentuk uraian-uraian kalimat yang mudah dipahami .

yaitu data yang telah diperoleh akan disusun secara sistematis. logis dan yuridis.F. maka selanjutnya diperiksa kembali data yang telah diterima terutama mengenai konsistensi jawaban dari keragaman data yang telah diterima. . Setelah memperoleh data yang lengkap dari responden di lapangan. dari bahan dan data tersebut selanjutnya dilakukan analissis terhadap penerapan undang-undang yang berkaitan dengan peran advokat dalam proses peradilan pidana.Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif. sehingga dapat memudahkan dalam mengimplementasikan data dan dalam memahami hasil analisisnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful