P. 1
Alat Ukur (Mengukur Tahanan Dalam Generator)

Alat Ukur (Mengukur Tahanan Dalam Generator)

|Views: 415|Likes:

More info:

Published by: Danuar Trianur Rohman on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM ALAT UKUR DAN PENGUKURAN

Pengukuran Tahanan Dalam Generator Fungsi dan Respon Frekuensi Voltmeter AC

Oleh

Danuar Trianur Rohman 091331039
Tanggal Percobaan : Kamis, 14 Januari 2010 Partner : Abdul Baits Fauziyyah Kelas : 1TCB (091331033) (091331045)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2009 - 2010

Pengukuran Tahanan Dalam Generator Fungsi dan Respon Frekuensi Voltmeter AC

I. Tujuan
 Mengukur tahanan dalam generator fungsi dengan rangkaian pengganti  Mengetahui respon voltmeter AC terhadap frekuensi tegangan

II. Alat dan Bahan
1. Osiloskop 2. Power supply 3. Generator fungsi 4. Voltmeter 5. Potensiometer 6. Proto board 7. Jumper 8. Kabel – kabel penghubung

III. Langkah Percobaan
1. Mengukur tahanan dalam generator fungsi a. Membuat rangkaian seperti berikut ini :
Function Generator Rd VL
AC

I V0

b. Mengatur tegangan pada osiloskop (Vi) sebesar 2 Vpp.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran

1

c. Menghubungkan generator fungsi dengan input rangkaian, lalu menghubungkan generator fungsi dengan potensiometer. d. Mengatur skala potensiometer sampai menunjukan bahwaV0 = ½ Vi. e. Membaca berapa besar penunjukan skala pada potensiometer, besarnya rangkaian pengganti pada potensiometer akan sama dengan besarnya rangkaian dalam pada generator fungsi. f. Mencatat hasilnya pada tabel.

2. Mengukur Vrms a. Mengatur tegangan pada osiloskop (Vi) sebesar 2 Vpp. b. Menghubungkan generator fungsi dengan input rangkaian, lalu menghubungkan generator fungsi dengan potensiometer, seperti berikut ini:

Function Generator

Osiloskop

Voltmeter AC

c. Mengatur besarnya frekuensi pada generator fungsi sebesar 50 Hz. d. Mengukur besarnya V dengan menggunakan voltmeter. Ini menunjukan besarnya Vrms. e. Mengubah besarnya frekuensi pada generator fungsi menjadi 100, 200, 500, 1 K, 2 K, 10 K, dan 20 K dengan menggunakan cara yang sama.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran

2

IV. Data Pengamatan
Percobaan 1 : Rd = 0,6 KΩ RL = 0,514 KΩ Percobaan 2 : Frekuensi (Hz) 50 100 200 500 1K 2K 5K 10 K 20 K Analisa Pada percobaan pertama yaitu membandingkan tahanan dalam pada Generator Fungsi (Rd) dengan Rl. Pada percobaan 1, nilai RL dari pengaturan potensiometer agar didapat V0 = ½ Vi adalah sebesar 514 Ω. Sedangkan nilai tahanan dalam Rd yang tertera pada generator fungsi adalah 600 Ω. Banyak faktor yang mempengaruhi nilai tahanan dalam. Pada percobaan kedua yaitu Respon Frekuensi Voltmeter AC (Digital) dapat dianalisis bahwa semakin besar frekuensi pada function generator maka semakin kecil Vrmsnya sedangkan Vppnya selalu sama yaitu 2 volt. Pada percobaan 1, nilai RL dari pengaturan potensiometer agar didapat V0 = ½ Vi adalah sebesar 514 Ω. Sedangkan nilai tahanan dalam Rd yang tertera pada generator fungsi adalah 600 Ω. Jadi besarnya persen perbedaan antara RL dan Rd adalah : Vpp 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Vrms (volt) 0,713 0,712 0,712 0,709 0,701 0,676 0,555 0,373 0,197

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran

3

VII. Kesimpulan
Besarnya nilai tahanan dalam pada generator fungsi sama dengan besarnya rangkaian pengganti. Perubahan nilai frekuensi memberikan respon pada pengukuran Vrrns oleh voltmeterAC. Semakin besar frekuensi yang diberikan semakin kecil penunjukan nilai Vrms pada voltmeter. Hal ini disebabkan karena voltmeter tidak bisa mengikuti kecepatan frekuensi yang semakin besar, namun besarnya nilai penurunannya tidak stabil.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran

4

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->