Cara Merawat Jenazah dari Memandikan sampai dengan Memakmkan

Yahya Trison Islami (06) XI IPA 2

Kata pengantar Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Dalam makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan. Makalah ini merupakan hasil laporan dari saya. Terima kasih atas partisipasi anda untuk membaca makalah ini. Kami berharap makalah kami bias bermanfaat lebih untuk anda. Baik dalam isi ataupun dalam tata bahasa. 2 . Dalam makalah ini saya akan membahas perawatan jenasah dari memandikan sampai dengan memakamkannya. Yang telah memberikan rahmatnya. Sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penutup 3 .Daftar isi : 1. Isi 3. Pendahuluan 2. Kesimpulan 4.

b. Bahkan mungkin zaman sekarang tidak tahu bagaimana caranya melakukan hal tersebut. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara memakmkan jenazah? 4 . Latar belakang Banyaknya orang zaman sekarang yang tidak mengetahui cara merawat jenazah dari memandikan sampai dengan memakamkan jenazah. Padahal hal ini sangat penting bagi kehidupan kita kelak saat saudara. Bagaimana cara memandikan jenazah? 2. ataupun orang terdekat kita sudah dipanggil ke sisi Allah SWT.Bab 1 : Pendahuluan Di zaman sekarang ini banyak orang yang sudah tidak mengetahui bagaimana cara untuk merawat jenazah dari memandikannya sampai dengan memakamkannya. Tujuan Agar orang yang membaca makalah ini dapat mengetahui secara umum bagaimana merawat jenazah dari memandikan sampai dengan memakamkan. teman. a. Orang – orang lebih mementingkan keuangan mereka dan lain – lain. c.

Waris ashabah yang dimaksud adalah: 1. Cucu laki-laki dan sebawahnya 5. yang paling utama memandikannya adalah perempuan yang masih memiliki hubungan kerabat dan ikatan mahram dengannya. Anak dari saudara laki-laki seayah 9. kerabat lai-laki yang lain. kapur barus. Saudara ayah seayah Bagi mayit perempuan. atau mayit adalah anak kecil yang belum menimbulkan syahwat. maka mayit cukup ditayamumi dengan ditutup semua anggota tubuhnya selain anggota tayamum. handuk. Anak laki-laki 4. sabun. air bersih dan sebagainya.bab 2 : isi I. dan yang mentayamumi harus memakai alas tangan. Bila tidak ditemukan orang yang boleh memandikan. sampo. kaos tangan. dalam artian: 5 . Saudara laki-laki seayah 7. b. suami-istri. Memandikan Seperangkat peralatan yang harus disiapkan sebelum memandikan mayit adalah daun kelor (Jawa: widara). Ayah 2. istri. kecuali apabila masih ada ikatan mahrom. Saudara ayah kandung 10. Orang yang memandikan harus sejenis Maksudnya bila mayitnya laki-laki yang memandikan harus laki-laki begitu pula apabila mayitnya perempuan. ibu dan saudara perempuan. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses memandikan mayit adalah: a. Orang yang memandikan dan yang membantunya memiliki sifat amanah. Urutan orang yang lebih utama memandikan mayit laki-laki adalah ahli waris ashabah lakilaki. Saudara laki-laki kandung 6. Anak dari saudara laki-laki kandung 8. orang laki-laki lain. seperti anak perempuan. Kakek dan seatasnya 3.

dan diletakkan agak jauh dari mayit. 5. Etika Memandikan 1. 6. Abu Dawud dan Tirmidzi) Tempat Memandikan Prosesi memandikan dilaksanakan pada tempat yang memenuhi kriteria berikut: 1. 2. (رواهُ أحبُو داود والتِّرمذى‬ ّ ْ ‫ُ ُ ُ ْ ح ح ح ْ ُ ْ وُ ف ْ ح ْ ح ح ِ ْ ح ح ْ ح ُ ح ح‬ “Sebutkanlah kebaikan-kebaikan orang yang mati diantaramu dan jagalah kejelekankejelekannya. Bila tidak memungkinkan atau mengalami kesulitan. Menggunakan tempat air yang besar. Disunahkan menutup wajah mayit mulai awal sampai selesai memandikan. maka boleh memakai air hangat. Wajib memakai alas tangan saat menyentuh aurat mayit. Sebaliknya. 2. kecuali orang yang memandikan dan orang yang membantunya. Seperti untuk memastikan bahwa air yang disiramkan sudah merata. Ditaburi wewangian untuk mencegah bau yang keluar dari tubuh mayit. Haram melihat aurat mayit. atau untuk menghilangkan kotoran yang bisa mencegah sampainya air pada kulit. Apabila ia memberikan suatu kegembiraan yang tampak dari mayit. dan sunah memakainya ketika menyentuh selainnya.1. karena lebih bisa menguatkan daya tahan tubuh mayit. tertutup dan tidak ada orang yang masuk.” (HR. seperti di atas dipan atau di pangku oleh tiga atau empat orang dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. 2. 7. Disunahkan pula memakai air dingin yang tawar. kecuali untuk kesempurnaan memandikan. Kemampuan dalam memandikan mayit tidak diragukan lagi. jika ia melihat hal-hal buruk dari diri mayit. maka beritanya dapat dipercaya. maka cukup menutup auratnya saja. 4. Sepi. 6 . Nabi Muhammad saw bersabda: ِِ ِ ِ )‫أُذْكروا َمحاسن موتحاكم حك ُّوا عن مساويهم. maka ia mampu merahasiakannya. Hal ini untuk mencegah mayit dari percikan air. Mayit dimandikan dalam keadaan tertutup semua anggota tubuhnya. 3. Mayit dibaringkan dan diletakkan di tempat yang agak tinggi. kecuali jika cuaca dingin.

Batas Kesempurnaan Memandikan mayit dianggap sempurna apabila melaksanakan hal-hal sebagai berikut: a) Mendudukkan mayit dengan posisi agak condong ke belakang. 2.Tata-cara Memandikan 1. menurut Ibnu Hajar. Batas Minimal Memandikan mayit sudah dianggap cukup apabila sudah melaksanakan hal-hal sebagai berikut: a) Menghilangkan najis yang ada pada tubuh mayit. maka langsung dikafani dan dimakamkan tanpa dishalati. 7 . bagian yang tidak terbasuh tersebut bisa diganti dengan tayamum sedangkan najisnya berhukum ma’fu. dengan meletakkan ibu jari pada tengkuk mayit. termasuk juga bagian farji tsayyib (kemaluan wanita yang sudah tidak perawan) yang tampak saat duduk. semisal najis di bawah kuncup. b) Menyiramkan air secara merata pada anggota tubuh mayit. Namun. dan punggung mayit disanggah dengan lutut. dan tangan kanan untuk mengusap tangan kirinya. atau bagian dalam alat kelamin laki-laki yang belum dikhitan. b) Pundak mayit disanggah tangan kanan. 2) Menepukkan kedua telapak tangan pada debu yang digunakan untuk mengusap kedua tangan mayit. setelah mayit tersebut dimandikan. tangan kiri untuk mengusap tangan kanan mayit. Adapun cara mentayamumkan mayit adalah sebagai berikut: 1) Menepukkan kedua tangan pada debu disertai dengan niat sebagai berikut: ِ ِِ ٰ ِ ِ ِ .‫نحويْت التَّيحمم عن َتت قح ْلفة ىذا الْميِّت/ ىذه الْميِّتحة‬ ‫ح‬ ‫ح ُ ُّ ح ح ْ حْ ح ٰ ح ح‬ Atau bisa juga dengan membaca: ِ ِ ِ ٰ ‫ِ ٰ ِِ ِ ح‬ ‫نحويْت التَّيحمم الستِبحاحة الصالحة عن ىذا الْميِّت/ ىذه الْميِّتحةِ هللِ تحعال‬ ‫ح‬ ‫ح ُ ُّ ح ْ ح َّ ح ْ ٰ ح ح‬ Niat ini harus terus berlangsung (istidamah) sampai kedua telapak tangan orang tersebut mengusap wajah mayit. Catatan: Bila terdapat najis yang sulit dihilangkan. maka menurut Imam Romli.

e) Membersihkan gigi dan kedua lubang hidung mayit. Saat basuhan terakhir ini. Adapun rukun dan kesunahannya sama persis dengan wudlunya orang hidup. Dengan catatan. saat berkumur disunahkan tidak membuka mulut mayit agar airnya tidak masuk ke dalam perut.c) Perut mayit dipijat dengan tangan kiri secara perlahan. mulai tengkuk. Hanya saja. f) Mewudlukan mayit. kemudian dimiringkan ke kiri. dengan posisi agak dimiringkan. supaya kotoran yang ada pada perutnya bisa keluar. maka wajib diambil dan dikubur bersamanya. dengan jari telunjuk tangan kiri yang beralaskan kain basah yang tidak digunakan untuk membersihkan qubul dan dubur. Begitu pula bagian sebelah kirinya. j) Mengguyur bagian belakang tubuh mayit sebelah kanan. Hal ini apabila tidak terdapat hajat untuk membukanya. dengan memakai air yang telah dicampur daun kelor atau sabun. punggung sampai telapak kaki. agar tidak ada rambut yang rontok. untuk membersihkan sisa-sisa daun kelor. l) Mengguyur seluruh tubuh mayit dengan air yang dicampur sedikit kapur barus. d) Mayit diletakkan kembali ke posisi terlentang. h) Menyisir rambut dan jenggot mayit yang tebal secara pelan-pelan. Bila ada rambut atau jenggot yang rontok. saat meninggal mayit tidak dalam keadaan ihram. sunah membaca niat: ِ ِ ِ ٰ‫ِ ح‬ ‫نحويْت الْغُسل ِلٰذا الْميِّت/ ىذهِ الْميِّتحةِ هللِ تحعال‬ ‫ٰ ح‬ ‫ح ُ ْح ح ح‬ Atau ِ ِ ِ ‫نحويْت الْغُسل الستِبحاحة الصالحةِ علحْيو/ علحْي ها‬ ‫ح ُ ْ ح ْ ح َّ ح ح ح‬ 8 . i) Mengguyur bagian depan tubuh mayit sebelah kanan. sabun. mulai leher sampai telepak kaki. Adapun niatnya adalah: ِ ٰ ‫ِ ِ ِِ ِ ح‬ ‫نحويْت الْوضوءح الْمسنُون ِلٰذا الْميِّت/ ِلٰذه الْميِّتحةِ هللِ تحعال‬ ‫ح‬ ‫ح ُ ُ ُْ ح ْ ْ ح ح ح‬ g) Mengguyurkan air ke kepala dan jenggot mayit dengan memakai air yang telah dicampur daun kelor atau sampo. dan sampo pada tubuh mayit. Begitu pula bagian sebelah kirinya. dengan menggunakan sisir yang longgar gigirnya. k) Mengguyur seluruh tubuh mayit dengan menggunakan air yang jernih.

b) Lebar Seukuran tubuh mayit ditambah tempat yang sekiranya cukup untuk orang yang menaruh mayit. b) Ukuran 1) Batas minimal Batas minimal liang kubur adalah membuat lubang yang dapat mencegah keluarnya bau mayit serta dapat mencegah dari binatang buas.II. liang kubur. Pemakaman Mayit 1. 2) Batas kesempurnaan Batas kesempurnaan liang kubur adalah membuat liang dengan ukuran sebagai berikut: a) Panjang Sepanjang mayit ditambah tempat yang cukup untuk orang yang menaruh mayit. Persiapan Sebelum mayit diberangkatkan ke pemakaman. Liang Kubur a) Bentuk Dalam kitab kuning dikenal dua jenis liang kubur: 1) Liang cempuri Yakni liang kubur yang bagian tengahnya digali sekiranya cukup untuk menaruh mayit. 2. c) Dalam 9 . 2) Liang lahat Yakni liang kubur yang sisi sebelah baratnya digali sekiranya cukup untuk menaruh mayit. semua peralatan pemakaman harus sudah siap. Model ini untuk tanah yang gembur. Model ini untuk tanah yang keras. Pada dasarnya liang ini lebih utama daripada liang cempuri.

keranda diletakkan pada arah posisi peletakkan kaki mayit. Jenazah dikeluarkan dari keranda. kemudian meletakkan pipinya pada bantalan tanah liat yang telah ada. 4. 11. Dan bagi orang yang meletakkan disunahkan membaca: ِ ِِ ‫ِ ِ ح‬ . 8. 10 . 13. Bagi orang yang menerima mayit disunahkan membaca do’a: ِِ ِ ِْ . Bagian atas mayit ditutup dengan papan atau bambu sampai rapat. Membuat gundukan setinggi satu jengkal dan memasang dua batu nisan. orang kedua bagian lambung. orang pertama menerima bagian kepala. 2.ِ‫اللّٰهم افْ تحح أحبْواب السماء لِروحو، وأحكرم مْنزلحوُ، ووسع لحوُ ِِف قحْبه‬ ْ ْ ِّ ‫ُ َّ ْ ح ح َّ ح ُ ْ ح ْ ِْ ح ِ ح ح‬ 5. Adapun lafadznya sama dengan lafadz adzan dan iqamah dalam shalat. 10. satu lurus dengan kepala dan satunya lagi lurus dengan kaki mayit. dan orang ketiga bagian kaki. 12. terutama bagian atas.ِ‫بِاسم اهلل وع ٰلى ملَّة رسول اهلل‬ ْ ُْ ‫ح‬ ‫ح‬ 6. 7. Mengganjal bagian punggungnya dengan gumpalan tanah atau batu bata agar mayit tetap dalam posisi miring menghadap kiblat.Setinggi postur tubuh manusia ditambah satu hasta. 9. Jenazah diserahkan pada orang yang yang sudah bersiap-siap dalam liang untuk menguburnya. Memberi bantalan tanah liat pada bagian kepala. Prosesi Pemakaman Dalam praktek pemakaman mayit dalam dapat dilakukan prosesi sebagai berikut: 1. Hal ini dilakukan oleh tiga orang. Kemudian mayit diletakkan di liang kubur dan dihadapkan ke arah qiblat dengan posisi miring pada lambung sebelah kanan. dimulai dari kepalanya. Membuka simpul. lalu diangkat dengan posisi agak miring dan wajah jenazah menghadap qiblat secara pelan-pelan. 3. Salah satu pengiring mengumandangkan adzan dan iqamah di dalam liang kubur. kemudian liang kubur ditimbun dengan tanah. Sesampainya mayit di tempat pemakaman. Menyandarkan wajah dan kaki pada dinding bagian dalam liang.

sebelum ditimbun dengan tanah. 17. 16. Adapun do’anya adalah: ِ ْ َّ ِ‫ِ ح ح‬ ‫اللّٰهم اغف ْر لحوُ، وار حْوُ، اللّٰهم ثحبِّْتوُ عْند السؤل‬ َّ ُ ‫ح َْح‬ ُ ُ 20. Kesunahan mentalqin ini hanya berlaku bagi mayit dewasa dan tidak gila. Adapun pembagiannya sebagai berikut: 11 . Selanjutnya. sebab Allah dan RasulNya telah bersaksi bahwa orang tersebut nantinya akan masuk surga. atau sebab pada waktu akan meninggal dia telah melihat surga. sedangkan para hadirin dalam posisi berdiri. 15. Menaburkan bunga. Setelah liang kubur ditutup.ُ‫مْن ها خلحقنحاكم، اللّٰهم لحقْنوُ عْند الْمسأحلحة حجتحو‬ َّ ‫ِ ح ح ْ ُ ْ ُ َّ ِّ ِ ح ح ْ ِ ح‬ b) Do'a pada taburan kedua: ِ ِ ِ َّ ‫وفِْي ها نُعِْيدكم، اللّٰهم افْ تحح أحبْواب السماحء لِروحو‬ ُْ ‫ح ح ُ ُ ْ ُ َّ ْ ح ح‬ c) Do'a pada taburan ketiga: ِ َّ ِ ِ . memberi minyak wangi dan memercikan air di atas makam. Mati Syahid Disebut syahid. salah satu pihak keluarga atau orang ahli ibadah melakukan prosesi talqin mayit. Mulaqin mulai membaca bacaan talqin sebanyak tiga kali.14. Adapun contoh bacaan talqin adalah: ،ُ‫يحافُالحن ابْن فُالحنحةح، يحافُالحن ابْن فُالحنحةح، يحافُالحن ابْن فُالحنحةح، اُذْكر ماخرجت علحْيو من الدنْياح َهادةُ أحن الحِٰل وح ِالَّ اهلل‬ ْ ‫ُ ْ ح ح ح ْ ح ح ِ ِ ح ُّ ح ح ح‬ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ٍ َّ ِ ِ ِ ِ .‫وأحن َمحمدا عْبدهُ ورسولُوُ، وأحنَّك رضْيت بِاهلل ربِّا، وبِاْإلسالحِم ديْنًا، وِِبُحمد نحبِيِّا، وبِالْقرأحن ِماما‬ ‫ح َّ ُ َّ ً ح ُ ح ح ُ ْ ح ح ح ح‬ ِْ ‫ح ح‬ ً ‫ح ُْ ح‬ ‫ح ح‬ 18. para pengiring disunahkan mengambil tiga genggam tanah bekas galian kemudian menaburkannya ke dalam liang kubur. para hadirin pulang. a) Pada taburan pertama membaca: .‫ومْن ها ُنْرجكم تحارة أُخ ٰرى، اللّٰهم جاحف اْألحرض عن جْنبح ْيو‬ ْ ً‫ح ح ُ ِ ُ ُ ْ ح‬ ُ ‫ْ ح حْ ح‬ 19. Mulaqin duduk dengan posisi menghadap muka kepala mayit. Setelah selesai talqin pihak keluarga dan para hadirin tinggal sebentar untuk mendo’akan mayit. Setelah selesai berdo’a secukupnya.

Syahid akhirat. Sebagaimana keterangan yang telah lalu.1. 3. kebakaran. Syahid dunia. 2. yakni orang yang mati dalam peperangan dengan niat mencari kehidupan dunia. kebanjiran dan sebagainya. tidak diperbolehkan untuk dimandikan dan dishalati. yakni orang yang meninggal dalam peperangan dengan niat untuk menegakkan agama Allah swt. Bagi syahid yang masuk kriteria pertama. 12 . dan kedua. yakni orang yang meninggal sebab semisal mencari ilmu. Syahid dunia-akhirat.

13 . seperti Haram melihat aurat mayit. kecuali untuk kesempurnaan memandikan. Namun bukan hanya itu yang harus di perhatikan tempat pemandian juga harus diperhatikan.wajib memakai alas tangan. disunahkan pula memakai air dingin yang tawar. seperti tempat untuk memandikan harus sepi dan tertutup. liang kubur. disunahkan menutup wajah mayit. mayit dibaringkan dan diletakkan di tempat yang agak tinggi.Bab 3 : Kesimpulan Dari semua penjelasan di atas terdapat hal – hal penting yang harus dipehatikan dalam memandikan jenazah seperti orang yang memandikan harus sejenis. tempatnya juga harus diberi wewangian. liang kubur juga harus diperhatikan. menggunakan tempat air yang besar. Memandikan jenazah juga memiliki etika tertentu. Dan masih banyak lagi. apakah seluruh alat. karena bentuk dari liang kubur harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang dipakai. dll sudah siap. Memakamkan juga banyak yang harus diperhatikan seperti persiapannya. orang yang memandikan juga harus dapat dipercaya. mayit dimandikan dalam keadaan tertutup. Prosesi pemakaman juga harus berurutan tidak boleh melangkahi urutan yang lain.

Namun masih banyak yang harus di perbaiki dalam percobaan ataupun makalah kami. kami mohon maaf sebesar – besarnya. Sekirany apabila ada pembahasan atau teori – teori yang kurang dimengerti. 14 .bab 4 : penutup Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi. yang menjadi pokok bahasan pada makalah ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful