BIOTEKNOLOGI DAN HUKUM LINGKUNGAN INTERNASIONAL

:
BIOTEKNOLOGI DAN HUKUM LINGKUNGAN INTERNASIONAL: MEMPERSIAPKAN KETENTUAN HUKUM NASIONAL ? Oleh : Andreas Pramudianto Catatan : Tulisan ini beberapa teman sempat liat...ditulis sejak tahun 1992 dan ngga pernah dipublikasikan di manapun....habis ngga sempet dipeberbaiki......Hal yang perlu diperbaharui adalah bahanbahan menjelang dan sesudah ratifikasi Indonesia atas Protokol Cartagena ...Data ini belum masuk...Jadi udah kuno kali ya ?? Semua orang boleh ambil tulisan ini asal jgn lupa sebutkan sumbernya..Ok..

ABSTRAK Peran Bioteknologi akan terus meningkat dengan pesat menjelang abad 21. Karena itu bioteknologi akan menjadi bagian dari industri masa depan yang memiliki prospek yang cerah. Namun dibalik potensi yang menjanjikan keuntungan, perlu diwaspadai dampak negatif yang timbul. Persoalan bioteknologi yang berkaitan dengan hukum lingkungan diantaranya adalah Hak Milik Intelektual (Intelectual Property Right), Genetically Modifide Organism (GMO), Ecolabel, isu-isu keanekaragaman hayati (Biodeversity Issues), Pengetahuan Penduduk Asli (Indigenous People Knowledge), Keamanan Hayati (biosafety) dll. Sementara itu perangkat hukum dan kelembagaan baik di tingkat nasional maupun internasional masih lemah. Oleh sebab itu perlu dipersiapkan kerangka hukum nasional yang memadai dalam di masa mendatang , agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

PENDAHULUAN Ketika Kapal Tanker Exxon Valdez menumpahkan minyaknya di Prince William Sound, Alaska pada tanggal 24 Maret 1989, dimulailah suatu upaya menanggulangi pencemaran minyak dengan menggunakan produk bioteknologi dengan cara teknologi bioremediasi. Teknologi bioremediasi ini memakai sejenis mikroba yang mampu menyerap minyak. Dari hasil penelitian, mikroba ini ternyata dapat mengurangi tumpahan minyak jauh lebih cepat jika dibandingkan penanggulangan tumpahan minyak lainnya. Penelitian terhadap mikroba yang mampu menyerap minyak ini merupakan salah satu perkem¬bangan dari kemajuan bioteknologi. Akhir akhir ini kemajuan bioteknologi sedemikian pesatn¬ya dan diunggulkan sebagai teknologi yang mampu memecahkan beberapa persoalan persoalan lingkungan dan pembangunan dewasa ini. Menurut Shiva (1994) penerapan bioteknologi juga menawarkan banyak keuntungan bagi

industri primer seperti pertanian, pertambangan ; industri sekunder seperti kimia obat obatan, pangan bahkan industri tersier seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, konsultasi. Karena itu bioteknologi sangat potensial dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan industri suatu negara. Kemajuan yang pesat ini tidak terlepas dari perkembangan ilmu biologi yang diantaranya rekayasa genetika (genetic enginering) yang telah menjadi ujung tombak industri bioteknologi. Kemampuan rekayasa genetika diantaranya adalah memproduksi virus yang bertindak sebagai insektisida, memproduksi enzim dan antibodi, produksi bakteri yang dapat menyerap minyak, tanaman yang tahan penyakit, tomat yang disi¬sipkan serat ikan yang mampu tahan lama dll. Tidak seperti bioteknologi lama, yang masih menekankan penggunakan teknik fermentasi dan teknik pemuliaan, biotek¬nologi modern ini jauh lebih berkembang melalui modifikasi bahan bahan genetik seperti penggunaan hewan percobaan seperti ikan dan jenis jenis mamalia tertentu untuk direkayasa secara genetik dengan cara rekombinasi DNA (rDNA) untuk menemukan "kehidupan baru". Dalam beberapa hal teknologi fermentasi tetap dipakai dalam bioteknologi baru dengan cara rekayasa genetika mikro-organisme untuk memproduksi produk produk baru dalam bidang kimia dan biologi seperti enzim, virus dll. Karena itu bioteknologi kini menjadi pencipta kehidupan baru dan mulai dikomersialisasikan dengan campur tangan banyak perusahaan multinasional. Perusahaan Multinasional yang menguasai bioteknologi ini berada di negara negara maju dan hasil penemuannya dilindungi oleh hak paten. Tentu saja bagi perusahaan multinasional yang memiliki dana yang kuat untuk Research and Development (R&D) menganggap keuntungan bioteknologi sangat besar. Selain menunjang konsep industri masa depan, juga menjadikan berbagai bentuk kehidupan baru yang dapat dikomersialisasikan. Namun demikian timbul juga dampak yang merugikan seperti dampak negatif dari manipulasi gen gen tertentu, pencemaran terhadap spesies-spesies asli, pelepasan organisme hasil rekayasa genetika atau yang dikenal sebagai Genetically Modified Organism (GMO) dll. Dalam beberapa tahun mendatang nampaknya perkembangan industri bioteknologi meningkat dengan pesat, namun dampak terhadap lingkun¬gan hidup masih belum diketahui secara pasti mengingat hal ini masih tergolong baru. Di lain pihak berbagai perangkat hukum dan kelembagaan yang menangani masalah bioteknologi masih sangat terbatas. Peraturan hukum internasional serta lembaga internasional yang khusus mengatur masalah bioteknologi juga belum memadai. Sementara itu hukum nasional di berbagai negara masih menerapkan kebijakan yang berbeda-beda. Perbedaan ini akibat dari adanya arus informasi yang menyangkut masalah bioteknologi masih sangat terbatas diterima oleh sebagian besar negara-negara berkembang.

LATAR BELAKANG PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI Genetic Enginering, Recombinant DNA Tecnologies, Molecular Technique, Gene Manipula¬tion, Transgenetic adalah beberapa istilah populer yang dipakai dalam bidang bioteknologi modern saat ini. Bioteknologi modern telah dicoba didefinisikan oleh beberapa ahli dan lembaga internasional. Kim (1994) mencoba mendefinisi¬kan sebagai industri yang menggunakan rekombinan DNA dan sel fusion. Selain itu Kantor Bantuan Teknik Konggres (Office of the Techical Assistance of the US Conggres) menggunakan istilah bioteknologi yang menunjuk pada teknik-teknik bioprosesing baru. (Kim:1994) Sedangkan Dictionary Environment and Development (Crump:1991) mendifinisikan : "Bioteknologi is the application of biological organisme, systems and processes to industrial

biokimia. obat obatan dll. Melalui pemanfaatan sistem biologi diharapkan menghasilkan berbagai produk barang dan jasa yang berguna bagi manusia. Dari definisi diatas dinyatakan bahwa bioteknologi merupakan penerapan secara menyeluruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap penggunaan secara langsung ataupun tidak langsung terhadap seluruh bentuk kehidupan. Bidang biologi yang digunakan diantaranya mikrobiologi. Ragi ternyata menjadi komponen penting untuk produk bioteknologi pada waktu itu. mendefinisikan Bioteknologi sebagai : “Toute application scientifique et technologique l`utilitasion directe ou indirecte des organismes vivants. Pada tahun 1857 dan 1876 dari hasil penelitian permulaan Louis Pasteur berhasil membuktikan kesanggupan mikroorganisme melakukan . hormon pertumbuhan dalam jumlah besar dll. Abad 17 Antony Van Leeuwenhoek telah menemukan mikroskop dan melihat adanya mikroorganisme untuk pertamakalinya. Pratiwi Sudharmono (1986) mendefinisikan bioteknologi sebagai : “Suatu upaya pemanfaatan sistem biologi untuk menghasilkan barang dan jasa bagi kepentingan manusia”. Bioteknologi sebenarnya merupakan kegiatan yang berlangsung sejak jaman dahulu. enzim dll. Manusia pada jaman purba telah mencoba mengawinkan beberapa jenis tumbuhan untuk makanan.processes. Sedangkan Strategie De La Biodiversite (1992) yang dikeluarkan pemerintah Kanada. biologi molekular. vitamin. Penggunaan ragi untuk roti sudah dikembangkan oleh bangsa Mesir dengan membuat adonan kue asam. ou des derives de ceux-ci. Melalui Rekombinan DNA dapat dihasilkan antara lain insulin manusia. Hal ini akan berbeda dengan definisi tradisionil yang masih menekankan pada teknik fermentasi dan pemuliaan. keju. vinegar . Demikian juga dengan penggunaan cuka. Organisme hidup merupakan bahan penting bagi industri seperti makanan. dans leur forme naturelle ou modifiee”. tempe. Penggunaan Mikroorganisme pada industri modern adalah untuk menghasilkan antibiotik. Sedangkan Hari Hartiko dalam Krishnayanti dan Jhamtani (1995) mendefinisikan : “ Bioteknologi adalah teknologi yang memanfaatkan mahluk hidup (agen hayati) yang telah direkayasa untuk menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kesejahteraan manusia” Dalam definisi ini rekayasa genetika terhadap mahluk hidup termasuk diantaranya rekombinan DNA (r-DNA). zoology. Sedangkan Mikroorganisme telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai penghasil industri bir. roti dll. ilmu genetika.en entier ou partie. Karena itu ia menyatakan bahwa teknik rekombinasi DNA merupakan tulang punggung pengembangan bioteknologi baru. susu. Sedangkan di beberapa negara Asia seperti Indonesia tape. anggur di negara negara Eropa. dll. vaksin hepatitis B." Dalam definisi ini berkaitan dengan kemampuan organisme hidup dan microorganisme yang menjadi bagian dari industri penghasil barang dan jasa. Dr. Ini menunjukkan betapa luasnya penerapan bioteknologi karena dapat menggunakan berbagai teknik dan cara untuk merekayasa seluruh bentuk kehidupan. Pembuatan bir sudah dikenal kurang lebih 6000 tahun SM pada masa bangsa Somaria dan Babilon. kecap adalah produk bioteknologi lama.

hewan atau kehidupan lainnya. (Smith:1994)(Shiva:1994)(Krishnayanti & Jhamtani:1995) Namun ternyata hasil penelitian tersebut memerlukan suatu pengujian dilapangan agar lebih efektif dari sekedar menggunakan cara simulasi laboratorium. Akibat dari uji lapangan ini kita belum mengetahui dampak apa yang akan timbul terhadap diperkenalkannya GMO ke dalam lingkungan. Industri bioteknologi baru kini lebih berkembang pesat. Industri bioteknologi diatas masih merupakan industri bioteknologi lama. .fermentasi. Antibiotika dan vaksin merupakan hasil industri obat yang menggunakan teknologi fermentasi. Penemuan ini juga tak lepas dari model pendekatan breeding programmes (program program pemuliaan) tanaman dan hewan yang merupakan hasil pekerjaan Charles Darwin dan George Mendel melalui prin¬sip heriditas dipertengahan abad 19. Kemudian virus virus yang dapat bertindak sebagai serangga. Bakteri ini bisa digunakan dalam mengurangi terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh minyak. yang beberapa tahun kemudian ditemukan struktur DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) oleh J. Pada tahun 1930 Warren Weaver dan Max Mason telah melakukan pene¬litian mengenai soal heriditas dan kehidupan sebagai proses kimia . Dengan disetujuinya Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati ( United Nations Convention on Biological Diversity) yang akhirnya memenuhi syarat ratifikasi untuk berlaku penuh (enter into force) pada tanggal 29 Desember 1994 maka. tanaman jagung yang tahan penyakit serta tomat yang mampu bertahan hingga berminggu minggu dll. or derivatives thereof to make or modify products or processes for specific use”. Dari hasil penemuan DNA yang berbentuk double helical structure dan merupakan molekul kode kehidupan genetik ini ternyata banyak memberi pengetahuan seluruh rahasia keturun¬an. Dari hasil penelitian ini ia berhasil mendapat julukan Bapak Bioteknologi. namun rahasia kehidupan yang merupa¬kan ciri suatu mahluk hidup masih belum diketahui sampai ditemukannya strutur DNA ini. Watson dan Francis Chick di tahun 1953. Konvensi ini mendefinisikan bioteknologi sbb: “Biotechnology means any technological application that uses biological systems. living organism. Walaupun di kemudian hari interbreeding of species (pemuliaan antar spesies) sudah mulai dikembangkan. Dengan DNA dapat ditentukan karakteristik keturunan suatu generasi tanaman.D. berkaitan dengan konsep bioteknologi pasal 2 konvensi ini (Biodeversity Convention) nampakn¬ya lebih maju dalam mendefinisikan bioteknologi. Karena itu proses tersebut merupakan suatu kegiatan yang akan memiliki potensi berbahaya bagi resiko lingkungan. (Smith: 1993) Teknologi fermentasi merupakan industri bioteknologi lama yang masih tetap digunakan pada saat sekarang ini. Bioteknologi baru memiliki prinsip yang berbeda dengan bioteknologi lama dimana bioteknologi baru mampu mengubah perilaku dan kemampuan mahluk hidup sehingga dapat diperintahkan untuk memproduksi sesuatu yang diperlukan. (Bioteknologi adalah setiap penerapan teknologi yang menggunakan sistem sistem hayati. Keuntungan hasil rekayasa bioteknologi sekarang ini diantaranya adalah memproduksi bakteri yang mampu menyerap minyak. Maka dalam peristiwa uji ke dalam lapangan ini akan dikenal adanya Genetically Modified Organism (GMO) yaitu suatu organisme hasil rekayasa genetika yang belum sempurna tapi sudah di lepas ke alam. Inilah yang dikenal dengan nama bioteknologi dengan prinsip baru. Penemuan selanjutnya adalah mengem¬bangkan pemotongan DNA yang memuat sandi tertentu ke mahluk hidup lainnya disebut re¬kayasa genetika (genetic enginering). Namun kemungkinan adanya resiko terhadap tercemarnya lingkungan hidup serta gangguan terhadap kesehatan manusia sangat besar.

masalah pencemaran minyak mulai dapat diatasi walaupun tidak menyeluruh. Masih banyak manfaat lainnya serta keuntungannya dengan penggunaan bioteknologi. Selain itu berbagai bioremediasi menjadi alat untuk mengurangi pencemaran karena mampu menjadi bahan biologis yang ramah terhadap lingkungan (environmental friendly). Namun demikian bioteknologi juga memiliki resiko yang cukup tinggi. padi. Hasil pemuliaan ini bertujuan diantaranya mendapatkan keunggulan tertentu seperti tahan terhadap penyakit. kesehatan dan lingkungan. Di bidang Pertanian. virus atau jamur tertentu yang dikembangkan melalui bioteknologi ternyata dapat bertindak sebagai pemusnah bagi insektisida yang mengganggu tanaman. bioteknologi banyak digunakan.) Demikian juga disebutkan dalam alinea terakhir pasal ini dinyatakan bahwa istilah teknologi menca¬kup juga bioteknologi (Technology includes biotechnology). Resiko timbulnya industri bioteknologi umumnya terjadi pada manusia dan lingkungan alam. Casst dan Devine yang banyak dipakai di bagian selatan Amerika Serikat merupakan hasil dari industri berskala besar dalam pengembangan mikroherbisida melalui bioteknologi. Keuntungan yang nyata adalah berkaitan dengan upaya penin¬gkatan produksi serta mutu yang dihasilkan. Teorinya masing masing sel individu memiliki potensi untuk dapat dimasuki semua tipe sel yang diberikan suatu organisme. (Mannion 1992). Selain itu bioteknologi juga menciptakan jenis jenis unggul yang kemudian dipakai secara monokultur. kelapa merupakan komoditi penting bagi industri bioteknologi. Dalam bidang Pertanian. Dalam pengembangan produksi mikroherbisida merk dagang Collego. Di bidang Kesehatan. Pestisida hasil industri bioteknologi yang dibuat untuk tujuan melawan hama penyakit pada tanaman ternyata menimbulkan dampak negatif yaitu meningkatnya racun pada tanaman dan membuat kebal hama penyakit. program pemuliaan tanaman yang sudah lama dikenal khususnya untuk jenis jenis tanaman tertentu. Penemuan berbagai jenis enzim sebagai bahan dasar obat obatan sangat menguntungkan dunia kedokteran. PENERAPAN BIOTEKNOLOGI BAGI KEPENTINGAN MANUSIA Industri bioteknologi banyak menguntungkan manusia jika dimanfaatkan secara tepat. Dibidang lingkungan hidup. Dalam beberapa bidang seper¬ti pertanian. Manfaat bioteknologi yang disebutkan diatas merupakan sebagian kecil dari contoh yang ada. Akibatnya jika . memiliki buah yang baik dll. berbagai penyakit diupayakan memiliki pengobatannya. menyebabkan bioteknologi dapat menimbulkan dampak yang berbahaya. Selain itu pengembangan bioteknologi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan umat manusia. Mikroba hasil bioteknologi yang mampu menyerap minyak ternyata sangat membantu dalam kasus terjadinya pencemaran minyak. Ketidak jelasan serta belum mampunya ilmu pengetahuan untuk mengetahui dan mengatasi resiko yang terja¬di. Tomat. Konvensi ini semakin memperjelas status bioteknologi sebagai suatu teknologi yang membutuhkan ketrampilan teknik tertentu seperti mulai dari teknik merekayasa gen hingga mengkombinasi kembali struktur DNA (Recombinant DNA). tembakau. Selain itu banyak bakteri juga memperoduksi bahan kimia anti jamur. peningkatan produksi pestisida sering tidak disadari akan menimbulkan bahaya yang berkepan¬jangan. untuk membuat atau memodifikasikan produk produk atau proses proses untuk peng¬gunaan khusus.mahluk hidup atau deriv¬ativnya. dengan ditemukannya obat obatan hasil bioteknologi. kentang. Dalam upaya mengontrol hama penyakit beberapa jenis bakteria.

trout dan salmon yang telah direkayasa dengan sejumlah gen manusia. Kecenderungan komersialisasi. sapi dan tikus akan menimbulkan bahaya pencemaran bagi spesies asli. Satu tahun kemudian penawaran saham perusahaan Cetus telah memecahkan rekor dalam jumlah uang terbesar yang dikumpulkan pada penawaran pertama ($ 125 Juta). hewan serta tumbuhan jika yang tersebar adalah jenis virus yang masih baru. Hal ini menjadikan industri bioteknologi menjanjikan keuntungan masa depan. Alam adalah salah satu penyedia (penyuplai) industri ini. Sehingga dari konsep diatas maka keanekaragaman hayati menjadi sangat erat dengan industri bioteknologi yang dapat memanfaatkan segala bentuk kehidupan untuk perkembangan industri ini. Contoh yang nyata adalah meningkatnya penjualan harga saham di Wall Street atas perusahaan Genetech yang mencapai rekor tertinggi di tahun 1980. (Shiva :1994) Dibidang Kesehatan. Sebagai contoh adalah dilepaskannya jenis ikan mas. Dengan adanya industri bioteknologi baru. Berbagai jenis tumbuhan serta hewan yang memiliki nilai interristink kini menjadi sasaran komoditi bagi perusahaan perusahaan multinasional. berbagai obat obatan hasil rekayasa genetika dapat juga menimbulkan kekebalan pada penyakit tertentu. Negara negara seperti Brazil. Kosta Rika yang dijuluki negara “mega biodeversity” ini kaya akan keanekaragaman hayati dan plasma nuftah (genplasm) yang banyak dipakai untuk industri bioteknologi. produksi besar-besaran hasil bioteknologi. Indonesia. Selain itu keanekaragaman hayati juga terancam. (Krishnayanti &Jhamtani :1995).timbul hama.. Sebagai salah satu industri masa depan. (Krishnayanti & Jhamtani:1995) Masih banyak dampak negatif lainnya dari adanya industri bioteknologi. telah memecahkan rekor dalam jumlah uang terbesar yang dikumpulkan pada penawaran pertama ($ 125 Juta). Masuknya spesies spesies tanaman baru baik yang melalui hasil pemuliaan di dalam negeri maupun ekspor impor dapat menghancurkan tanaman asli. Di bidang lingkungan hidup. terhadap suatu produk hasil bioteknologi yang dilepas ke alam kemudian menimbulkan mutasi gen terhadap jenis-jenis spesies asli maka akan sangat berbahaya. (Smith:1994) Di lain pihak suplai industri ini banyak berasal dari negara negara dunia ketiga. Perusahaan ini ternyata banyak membiayai proyek proyek penelitian bioteknologi di berbagai universitas serta badan badan penelitian di seluruh dunia. lemahnya pengawasan serta kurangnya informasi dan hal lainnya masih menjadi kendala yang harus dihadapi. Mengenai GMO yang dicoba di luar laboratorium juga akan membahayakan kesehatan manusia. Isu menipisnya keanekaragaman hayati dan perlunya konservasi menjadi persoalan yang peka antara negara indus¬tri dan negara maju. BIOTEKNOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI Industri Bioteknologi mendasarkan pada bahan bahan yang diperoleh dari alam. Negara negara maju melalui perusahaan multinasionalnya menganggap bahwa . maka segala kehidupan di bumi ini yang memiliki keanekaragaman kehidupan akan menjadi bagian dari industri ini. Sebagai contoh adalah kerjasama antara Univeristy of Califor¬nia dengan perusahaan bioteknologi yaitu Lucky Biotech yang menghasilkan tanaman transgenetik yang dimodifikasi untk mengha¬silkan thaumatin dan monelin. maka dengan cepat dapat mematikan jutaan tanaman. Ketidak mampuan manusia untuk memprediksi hasil yang didapat dari GMO adalah merupakan masalah yang dihadapi pada saat ini. Permasalahan yang terjadi selama ini adalah industri bioteknologi banyak dikuasai oleh perusa¬han perusahaan swasta yang diantaranya adalah perusahaan multinasional. lele. bioteknologi menjadi pelopor atas penggunaan bahan bahan alam. Hasil hasil dari penelitian ini kemudian dipatenkan dan dikomersialisasikan.

data data popula¬si. (Gray 1993 dalam Shiva:1993). ramuan obat obatan tidak memiliki nilai jual yang tinggi karena tidak memiliki hak paten. Kini harus dibuka peluang untuk melakukan kerjasama global antara negara negara maju yang banyak menguasai bioteknologi dengan negara negara berkembang yang umumnya memiliki keanekaragaman hayati. Karena itu pembagian keuntungan yang adil serta kerjasama di bidang informasi seperti kebutuhan clearing house mechanism dan alih teknologi (transfer of technology) mulai menjadi bahan perundingan baru. (Khrisnayanti Ika N & Hira Jamthani:1995). Tapi suatu bahaya yang akan mempengaruhi keanekaragaman hayati adalah GMO. Kasus WISTAR menjadi populer ketika perusahaan ini mengadakan percobaan rekayasa genetika pada ternak di Argentina. Kasus nyata adalah tumbu¬han katempfe dan serendipity berry yang digunakan oleh masyarakat Afrika Barat dan Tengah telah ditransgenetik dan dipatenkan oleh perusahaan multinasional Lucky Biotec. Persoalan menjadi semakin rumit ketika campur tangan perusahaan multinasional untuk mematenkan produk bioteknologi tradisional yang dimiliki masyarakat lokal. Hal ini akan mempengaruhi kehidupan beberapa jenis flora dan fauna asli. (Shiva:1993) Dari adanya pengetahuan dan data keanekaragaman hayati maka bioteknologi mulai berperan penting dalam pengelolaan sumberdaya yang ada. Selain itu peran bioteknologi dapat membantu proses pemuliaan. Negara negara dunia ketiga secara ekonomis memiliki kekayaan akan keanekaragaman hayati tidak mampu berbuat banyak karena kurangnya informasi dan terbatasnya teknologi modern seperti yang dimiliki negara negara maju. telah bekerjasama dengan pemerintah Costarica dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui Instituto National de Biodeversidad (INBio) melalui pembagian yang adil dan saling menguntungkan. kedokteran dan industri bernilai milyaran dolar setiap tahun. Namun kerjasama ini harus saling mengun¬tungkan dengan pembagian yang adil. peningkatan produktivitas dan menjadikan organisme sebagai suatu bahan baku. Kasus-kasus lain akan menyusul seperti upaya perusahaanperusahaan multinasional untuk mengumpulkan berbagai jenis jamu-jamu di Asia yang dimungkinkan untuk dapat memperoleh hak paten. Tapi tidak sesenpun masyarakat Uru-eu-wau-wau mendapat ganti rugi ataupun diberi royalti atas pengetahuan tradisionalnya. Komisi Dunia Mengenai Lingkungan dan Pembangunan (World Commission Environment and Development) melaporkan bahwa keragaman genetik dan bahan plasma nuftah spesies-spesies telah memberikan sumbangan pada pertanian. Berbagai percobaan terhadap organisme rekombinan serta GMO dan pemasaran produk bioteknologi yang belum memiliki jaminan aman telah menjadi ancaman baru. Kasus pengetahuan masyarakat Uru-eu-wau-wau di Brasil yang mengetahui tanaman “tiki uba” sangat berkhasiat sebagai obat anti pembekuan darah (anti-koagulan) telah dimanfaatkan secara komersial oleh Perusahaan obat Monsato dan sedang diajukan hak patennya.pengetahuan serta hasil hasil bioteknologi tradisional seperti jamu. (Sumantri : 1988) Karena itu keanekaragaman hayati harus digunakan secara berkelanjutan (Use Sustainable) dengan mem¬perhatikan generasi mendatang (future generation). Akibatnya adalah beberapa jenis ternak dan peternakanya terkena percobaan . Contohnya adalah berbagai hasil bioteknologi sederhana yang pada mulanya dikuasi oleh masyarakat tardisional di negara negara berkembang kini banyak dipatenkan. Keanekeragaman hayati mulai terancam dengan adanya industri ini mengingat industri bioteknologi membutuhkan banyak bahan baku dalam proses produksinya. Sebagai contoh suatu perusahaan multinasional negara maju yaitu Merck and Company Inc. Penerapan bioteknologi dapat mendorong konservasi in situ maupun ex situ. kualitas plasma nuftah yang ada dll. Adanya konservasi ini juga merupakan dasar pengetahuan mengenai jumlah populasi.

.. Kasus lain adalah rekayasa genetika terhadap jenis jenis ikan seperti ikan mas.. akses dan alih teknologi harus memberikan perlindungan pada hak tersebut.. Sementara itu perundingan mengenai Protokol Keamanan Hayati (Biosafety Protocol) juga menjadi bahan perdebatan yang hangat khususnya dalam berbagai Pertemuan Para Pihak Konvensi (COP) dan pertemuan lainnya.Dalam kasus teknologi yang harus mendapatkan paten dan hak milik intelektual lainnya. Pasal 16 Konvensi ini juga menegaskan pentingnya akses dan alih teknologi di bidang bioteknologi. Maka jika ikan ikan mutan tersebut kawin dengan jenis ikan asli maka terjadi pence¬maran spesies... rekayasa genetik (genetic enginering).. Pasal ini menyatakan : “Para Pihak menyadari bahwa ke dalam teknologi termasuk juga bioteknologi dan keduanya akses dan alih teknologi antara-negara para pihak adalah unsur penting untuk mencapai tujuan dari Konvensi ini.... untuk membuat atau memodifikasikan produk produk atau proses proses untuk penggunaan khusus. mahluk hidup atau derivativnya.. KONDISI HUKUM DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL DIBIDANG BIOTEKNOLO¬GI Prinsip 4 Deklarasi Stockhlom (Stockhlom Declaration on Human Environment 1972) menyatakan : “Manusia bertanggung jawab untuk menyelamatkan dan mengelola secara bijaksana warisan margasatwa dan habitatnya yang kini terancam oleh kombinasi faktor-faktor yang bertentangan..(Berita Dunia Ketiga: 1994) Pengaturan global mengenai masalah ini mulai mendesak dan nampaknya telah berhasil dengan diberlakukannya Konvensi Keanekaragaman Hayati 1992.” Perlindungan ini nampaknya juga harus saling menguntungkan seperti dinyatakan dalam Pasal 16 (5) : .. Paling tidak prinsip ini telah memberikan pedoman bagi pembentukan pengaturan yang berkaitan dengan masalah bioteknologi..virus tsb.. Mengenai hal ini bidang hukum internasional telah maju selangkah dengan diberlaku¬kannya Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati 1992 (United Nations Biodeversity Convention 1992) yang mencantumkan ketentuan mengenai masalah bioteknologi. salmon guna meningktkan per¬tumbuhan dan reproduksi ikan ikan tersebut..... manupulasi gen (gene manupulation) yang disalahgunakan pemanfaatannya. Hanya saja deklarasi ini tidak menyebutkan secara tegas. namun pernyataan “kombinasi faktor-faktor yang bertentangan” telah menunjukkan adanya perhatian terhadap perkembangan bioteknologi yang diantaranya teknologi rekombinan DNA (r-DNA).....” Mengenai masalah hak milik intelektual di bidang bioteknologi Pasal 16 (2) menyatakan : “..” Prinsip dalam Deklarasi diatas ternyata telah menyebutkan adanya ancaman dari penyalahgunaan bentuk teknologi baru yaitu bioteknologi... lele. Pasal 2 mendefinisikan bioteknologi ialah penerapan teknologi yang menggunakan sistem sistem hayati.

Hal ini membutuhkan beberapa pengaturan untuk persoalan baru seperti keselamatan hayati (biosafety) yang belum terdapat dalam konvensi ini. Masalah bioteknologi ini telah terprogram dalam Agenda 21 Bagian 2 Bab 16. Meningkatkan perlindungan lingkungan. Mengembangkan mekanisme yang memungkinkan untuk mengembangkan dan menerapkan bioteknologi yang berwawasan lingkungan. yang mungkin mempunyai akibat merugikan terhadap konser¬vasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan keanekaragaman hayati) Usulan protokol ini dinamakan Biosafety Protokol atau Protokol Keamanan Hayati yang sejak Pertemuan Para Pihak I (COP I) di Nassau. recognizing that patents and other intellectual property rights may have an influence on the implementation of this convention. penanganan dan pemanfataan secara aman terhadap organisme termodifikasi hasil bioteknologi. Kelima program ini sangat berkaitan erat dengan bab-bab lainnya seperti : Bab 14 : Pertanian : Mengembangkan pertanian secara berkelanjutan dan pembangunan desa Bab 15 : Keanekaragaman Sumberdaya Hayati : Pelestarian keanekaragaman hayati Bab 19: Bahan Kimia Beracun : Pengelolaan lingkungan bahan kimia beracun yang berwawasan lingkungan.” (“Negara-negara penandatangan dengan menyadari bahwa paten dan hak milik intelektual akan memberikan pengaruh pada pelaksanaan dari konvensi ini . 5. 4. November 1995 dan COP III di Buenos Aries. Karena itu beberapa pihak mulai mengu¬sulkan adanya suatu protokol berdasarkan pasal 19 Konvensi Keanekaragaman Hayati 1992. Namun demikian ternyata perkembangan bioteknologi sangat pesat. Program bioteknologi ini meliputi 5 bidang program yaitu : 1. akan bekerjasama atas dasar hukum nasional dan hukum internasional agar dapat menjamin hak-hak tersebut atas dasar saling menguntungkan dan tidak berlawanan dari tujuan konvensi ini”). mencakup khususnya persetujuan yang diinformasikan lebih dahulu di bidang pengalihan. advance informed agreement. Meningkatkan ketersediaan pangan dan bahan mentah yang dapat diperbaharui. 2. 3. shall cooperate in this regard subject to national legislation and international law in oreder to ensure that such rights are supportive of and do not run counter its objectives. . Meningkatkan kesehatan manusia. Meningkatkan keamanan dan mengembangkan mekanisme kerjasama internasional. Pasal 19 (3) menyatakan : "The Parties shall consider the need for and modalities of a protocol setting out appropriate procedures including inparticular. (Para pihak wajib mempertimbangkan kebutuhan akan protokol dan model modelnya yang menentukan prosedur yang sesuai. in the field of the safe trans¬fer. termasuk mencegah lalu lintas internasional yang ilegal dari produk berbahaya dan beracun. Argentina.“The Contracting Parties. handling and use of any living modified organisme resulting from biotechnology that may have adverse effect on the conservation and sutainable use of biological diversity". Bahama sudah dibahas dan masih menjadi bahan perdebatan pada COP II di Jakarta.

Pada tahun 1984 UNIDO mendirikan International Center for Genetic Enginering and Biotechnology (ICGEB) di New Delhi (India) . Akhirnya pada tanggal 1 Maret 1995 Parlemen Eropa menolak draft directive ini dengan perbandingan suara 240 menolak. 92/146 tahun 1992 mengenai pengaturan atas pemberitahuan dan pengabsahan pelepasan secara sengaja suatu GMO untuk tujuan penelitian dan komersial. GMO serta bioteknologi untuk tujuan tujuan komersial. Liechtenstein. Penolakan atas draf ini menunjukan kebijakan negara-negara Eropa yang menentang adanya konsep tentang pematenan bentuk-bentuk kehidupan. yang diadopsi Resolusi FAO No. 90/220 tahun 1990 berisi mengenai pengaturan GMO yang berhubungan dengan penggunaan mikroba mikroba dalam sistem tertutup. Sejauh ini peraturan yang dikeluarkan oleh Masyarakat Eropa masih dapat¬ dikatakan merupakan kerangka hukum yang memadai dan terharmonisasi dalam lingkup internasional re¬gional. Code of Conduct for Plant Germplasm Collecting and Transfer (1993). Selain ini juga banyak persoalan persoalan baru diatur oleh peraturan ini seperti masalah hak patent. PBB melalui UNIDO juga telah menyusun International Biosafety Guidelines and Code of Conduct for the Rellease of Gennetically Engginering Microorganisme and Plant. UNESCO bekerjasama dengan UNEP juga mendirikan Microbiological Research Centres (MIRCENs) yang didirikan di beberapa tempat seperti Bangkok. Lembaga yang tak kalah pentingnya adalah FAO yang telah mengeluarkan International Convention Transgenetic and Plant. Tahun 1992 dikeluarkan lagi Council Decesion No. Masyarakat Eropa (kini : European Union) juga mengeluarkan ketentuan hukum yang merupakan petunjuk khusus bagi industri bioteknologi dan batasan batasan penerapannya dalam lingkup regional Eropa yaitu melalui Council Directive No 90/219 yang berisi pengaturan GMO dan Council Directive No. Pada sekitar tahun 1980-an FAO membentuk Comission on Plant Genetic Resources. 8/93.Agricultural and Environmental Application of Organisms Derived by Recombinant DNA Techniques. Recombinant DNA Safety Consideration Safety Considerations for Industrial.Dalam beberapa peraturan regional yang masih bersifat soft law negara negara maju yang tergabung dalam OECD tahun 1986 pernah mengeluarkan guideline yang dinamakan OECD. Yunani. Italy. Jepang yang bertujuan untuk mengumpulkan data berbagai koleksi mikrorganisme. Tahun 1992 dikeluarkan juga Safety¬ Considerations for Biotechnology yang diantaranya berisi penilaian keamanan terhadap test GMO. Sedangkan mengenai dampak dari kegiatan yang mempengaruhi lingkungan. Nairobi dll. Senegal. Pada tahun 1988 diusulkan kembali suatu draft directive mengenai paten terhadap mahluk hidup yang setelah 7 tahun menjadi perdebatan sengit. Ketentuan semuanya ini hanya berlaku untuk negara negara anggota OECD. November 1993. dimana konvensi internasional ini juga mengatur mengenai GMO. Konvensi Eropa ini berkaitan erat dengan suatu soft law yang dikeluarkan oleh Komisi Eropa yaitu Directive 86/609 on the Protection of Animal used experimental and other Scientific Purpose. Finlandia. World Data Center for Microorganisme (WDC) dibentuk di Riken. International Undertaking on Plant Genetic Resources (1983). Mengenai masalah paten terhadap mikroorganisme sebenarnya pernah disetujui Perjanjian Budapest atau yang dikenal dengan nama Budapest Treaty on the International Recognition of the Deposit of Microorganism for the Purpose of Patent Procedure tanggal 28 Aprl 1971. Luxembourg dan Belanda telah menandatangani International Convention on Civil Liability for Damage Resulting from Activities Dangerous to Environment. negara-negara seperti Cyprus. 188 menyetujui dan 23 abstain. Namun khusus mengenai penggunaan terhadap hewan hewan untuk percobaan ME lebih maju dengan telah ditandatanganinya European Convention for the Prorection of Vertebrat Animals Used for Experimental and Other Scientific Purpose tahun 1986 di kota Strasbourg (Perancis). Selain itu dikenal juga adanya Good Development Principles (GDP).

Sementara itu mengenai masalah hak milik intelektual (Intelectual Property Right) yang telah menjadi perdebatan sengit di FAO. GATT maupun badan-badan internasional serta dalam setiap pertemuan mengenai hak paten atas sumber-sumber genetik. hewan serta proses-proses hayati sudah merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan. International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI). Jaringan Kerja telah dibentuk oleh berbagai LSM diantaranya International Baby Food Action Network. WIPO. Crucible Club. Code of Ethic for Foreign Biological Sample Collectors and Contract Guidelines (1992) dan Melaka Accord (1994). Karena itu semua penemuan bioteknologi layak untuk mendapatkan perlindungan paten. Environmental Law Center of IUCN. The Agreement on Trade Related Aspects of Intelectual Property (TRIPS) yang merupakan salah satu hasil dari Deklarasi Marakash 1984 mengenai WTO. WIPO telah membentuk Komite Ahli tentang Penemuan Bioteknologi dan Hak Cipta Industri. Health Action International. Sementara itu lembaga profesi internasional telah mengajukan beberapa usulan yang berbentuk soft law seperti : 1. (Hobelink:1987) Tentu saja dokumen ini menjadi bahan perdebatan di WIPO. Pada pertemuannya di tahun 1986 menghasilkan suatu dokumen yang menyatakan bahwa undangundang nasional tertentu yang tidak memberikan perlindungan hak paten pada tanaman. International Agricultural Research Center (IARC). International Rice Reserach Institute (IRRI). 5.Board of Cartagena Accord-Peruvian Environmental Law Association telah menghasilkan Acces to Genetic Resources of the Andean Pact. Pecticide Action Network. International Organization of Consumers Unions (IOCU) telah menyetujui suatu deklarasi yang berisi peran bioteknologi yang berorientasi kemasyarakatan yang dikenal dengan Bogeve Declaration 1987. Botany 2000 Herbarium Curation yang mengeluarkan Code of Ethics for Foreign Collectors of Biological Sample (1990) 2. Sementara itu beberapa usulan produk hukum dari NGO antara lain (Kate:1995) : 1. dll. Ada beberapa LSM yang aktif di bidang bioteknologi seperti : GRAIN (Genetic Resources Action International). 3. Comunity International Property Rights telah mengajukan International Property Right Legislation yang berhubungan dengan penyediaan sumber-sumber genetik dan pengaturan hak para pemulia dan hak petani.. RAFI (Rural Advacement Foundation International).dan Trieste (Italy). Lembaga internasional lain yang aktif berhubungan dengan masalah bioteknologi antara lain Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) yang dibentuk tahun 1974 dan merupakan kepanjangan Consultatiteve Group on International Agriculture Research (CGIAR). ASOMPS (Asian Symposium on Medical Plant. CAB (Coallition Againsts Biopiracy). Committee for Responsible Genetic dan masih banyak lagi.Seeds Action Network. The Human Genome Organization (HUGO) dan masih banyak lagi. menjadi arena perdebatan hangat karena mengatur hak paten atas bentuk-bentuk kehidupan. Third World Network telah mengajukan Model Draft Community Intelectual Rights Act yang . Spices and Other Natural Product) telah menyetujui Manila Declaration concerning Ethical Utilization of Biological Resources. 4. International Network on the Social Impact of Biotechnology. The American Society of Pharmacognosy mengeluarkan Proffesional Ethics in Economic Botany : A Preliminary Draft of Guidelines (1992).The Third World Network. Juga dalam the Union for the Protection of New Varietes of Plant (UPOV) tahun 1991 mengatur berbagai hal menyangkut paten atas beberapa benih tanaman. Geneetisches Netzwerk. 2.

(Shiva:1994) Dan ini sesuai dengan teori yang berlaku pada waktu itu bahwa tidak ada bentuk kehidupan yang boleh dipatenkan. dimana Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat memberikan patent pertama bagi hewan hidup khususnya mamalia. NGO-NGO serta lembagalembaga lainnya dalam pengembangan bioteknologi yang aman dan berwawasan lingkungan seperti yang diamanatkan dalam Agenda 21 Bagian 2 Bab 16 yaitu pengelolaan bioteknologi yang berwawasan lingkungan (Environmentally Sound Management of Biotechnology). serta penemuan produksi monoklon antibodi pertama oleh Kohler di tahun 1975 adalah hasil-hasil penemuan yang diajukan hak patennya. BEBERAPA KASUS HUKUM DI BIDANG BIOTEKNOLOGI Sebenarnya masalah paten di bidang bioteknologi bukanlah merupakan hal yang baru. Hasil penemuan Louis Pasteur di bidang bioteknologi pertama pada tahun 1873 telah lama dipatenkan di Amerika Serikat (US Patent No. Chakarabarty sendiri menyatakan bahwa ia hanya "membolak balik suatu gen" dan tidak menciptakan kehidupan. 447. US303. Namun ternyata pengadilan Amerika Serikat telah salah menafsirkan dan juga adanya kelemahan Undang undang Patent AS pada waktu itu yang tidak mencakup tanaman dan hewan sehingga tanpa disadari oleh pengadilan telah membolehkan kepemilikan atas bahan biolo¬gis yang telah diubah. UNESCO International /WIPO pada tahun 1985 mengajukan Model Provisions for National Laws on Protection of Expressions of Folkore Against Illicit Exploitation and Other Prejudicial Action dimana diatur mengenai perlindungan atas akses genetik tradisional. Sidang pengadilan yang berlangsung cukup lama hingga akhirnya pada tahun 1980. Alasan Mahkamah Agung Amerika Serikat adalah dipertimbangkannya mikroorganisme yang direkayasa oleh Chakrabarty bukan suatu produk alam (product of nature) melainkan hasil temuan Chakrabarty. Registry of Innovation yang mengijinkan masayarakat untuk mendaftarkan ide-idenya. Selanjutnya beberapa kasus penting lainnya dalam masalah paten dibidang industri bioteknologi. Model pere¬kayasaan genetika dalam hal ini dilakukan dengan cara mengambil plasmida dari tiga jenis bakteri yang kemudian ditanamkan ke dalam jenis bakteria keempat. perolehan akses serta perlindungan patennya dll.D.mengatur mengenai kriteria-kriteria baru mengenai klaim atas hak paten. 3. Penolakan ini menyebabkan Chakrabarty mengajukan gugatan ke pengadilan. 141. Tapi Kantor Patent Amerika Serikat menolak permohonan Chakrabarty dengan alasan bahwa bentuk bentuk kehi¬dupan tidak dapat dipatentkan. Bermula pada tanggal 12 April 1988 permohonan paten Profesor Phillip Leder dari Harvard University . Permohonan Patent yang diajukan berupa bakteri Pseudomonas yang telah direkayasa secara genetik. Amerika Serikat pernah memutuskan beberapa perkara diantaranya mengenai jaminan hak paten atas bakteri yang dapat menyerap minyak bumi dalam kasus Diamond v. David G & Daniel : 1993) Kasus ini bermula dari seorang karyawan General Electric yaitu Ananda Mohan Chakrabarty yang mengajukan permohonan patent pada Kantor Patent Amerika Serikat pada tahun 1971. (19800. Chakrabarty. Kasus yang kedua adalah The Harvard Mouse Patent. Watson dan Francis Crick di tahun 1953. Sedangkan hak paten atas hewan pertama kali diajukan dalam kasus Ex Partie Allen mengenai pematenan atas jenis kerang yang hidup di Pasifik. penemuan model pengikatan gen oleh Stanley Cohen dan Herbert Boyer di sekitar tahun 1973. oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat permohonan Chakabarty dikabulkan. (Scalise. Dengan demikian patent dapat diberikan untuk Chakrabarty. Masih banyak peran yang dimainkan berbagai badan internasional. hubungannya dengan nilai dan praktek budaya penduduk asli (Indegenous People) . Penemuan struktur DNA oleh J.072).

Di lain pihak hak lisensi ini kemudian dipegang oleh Du Pont suatu perusahaan multinasional yang mendanai proyek tersebut. Afrika Selatan.866. . Selandia Baru. Gugatan ini diajukan atas permintaan pendapat tokoh-tokoh dan permohonan permo¬honan dari masyarakat. Untuk itu perlu dibuat produk hukum baru dibidang bioteknologi yang bersifat nasional. Selanjutnya European Patent Office (PTO) pada tanggal 7 Juni 1995 menjamin paten Bt pada perusahaan Mycogen. Kasus-kasus ini kini semakin gencar seiring dengan berbagai penemuan di bidang bioteknologi. Di awal tahun 1995 tanggal 10 Januari . Keberatan organisasi ini adalah peraturan yang dikeluarkan oleh PTO pada tanggal 7 April 1987 yang menyatakan bahwa hewan hewan terma¬suk dalam obyek paten. Selain itu paten terhadap hewan mengancam berbagai ketentuan hukum yang mengatur perlindungan hewan. Bentuk paten ini merupakan paten terhadap suatu spesies dari mikroba seperti kelanjutan dari kasus Diamond v. Pengadilan ternyata mengalahkan gugatan Animal Legal Defense Fund dengan alasan tidak memiliki legal standing (ius standi). Phillip Leder maka Du Pont selaku perusahaan yang mendanai proyek penelitian ini berhak memiliki patent atas spesies hewan manapun yang garis nuftahnya direkayasa agar mengandung sejumlah gen gen penyebab kanker. Kasus ini bermula dari meningkatnya penggunaan hewan sebagai bahan perco¬baan dalam industri bioteknologi. Gugatan diajukan pada Pengadilan Negeri dengan alasan bahwa PTO telah melakukan pelanggaran prosedural. Dengan adanya jaminan ini maka Mycogen telah mengajukan gugatan terhadap Monsanto atas penggunaan metode biotechnologi Bt.US Patent and Trade Mark Office mengeluarkan suatu paten terhadap metoda dalam memodifikasi Bacillus Thuringiensis (Bt) untuk perusahaan bioteknologi Mycogen yang berpusat di California. Chakrabarty walaupun dalam model yang berbeda.dikabulkan oleh Kantor Patent dan Merka Dagang AS (PTO) dengan Nomor 4. Kasus ini menimbulkan peningkatan persaingan berbagai perusahaan bioteknologi untuk menga¬jukan paten pada mahluk hidup. Taiwan yang menggunakan metode sama atas modifikasi Bt. Organisasi ini memiliki aktivitas untuk kepentingan kepentingan hak hewan dan kesejahteraannya. BIOTEKNOLOGI DALAM HUKUM NASIONAL INDONESIA Di Indonesia perangkat hukum di bidang bioteknologi selama ini masih tersebar dan bersifat sektoral.736. Dengan dikabulkannya permohonan patent Prof. Dengan demikian maka Dupont adalah satu satunya pemilik patent tersebut sehingga bila ada pihak lain yang melakukan hal sama harus mendapat ijin terlebih dahulu. Namun pengadilan menegas¬kan kembali bahwa suatu jaminan patent terhadap mahluk hidup selama adanya campur tangan manusia dalam pengembangan proses yang mana subjek patent tersebut tidak ditemukan di alam. Masih banyak kasus-kasus lainnya yang menyangkut hak paten atas bentuk-bentuk kehidupan. Jepang. Kalifornia. Profesor Philip telah melakukan penelitian yang cukup lama sehingga tercipta tikus transgenetik yang mengan¬dung bermacam macam gen mahluk hidup lain termasuk manusia yang berguna dalam perco¬baan penyakit kanker. China. Klaim hak paten atas penemuan ini juga sedang diajukan di beberapa negara seperti Australia. Kasus hukum lain adalah Animal Legal Defense Fund v. Kasus ini ternyata menimbulkan kontroversi dan memperkuat posisi manipulasi genetik dalam memperbaiki kehidupan hewan. Ukrania dan Argentina masih ditunda. Kanada. Dengan demikian pengadilan menolak Animal Legal Defense fund sebagai suatu forum untuk mempertimbangkan etika dan moral mengenai pematenan terhadap mahluk hidup. Korea Selatan. Sementara itu klaim yang diajukan di beberapa negara lain seperti Federasi Rusia. Quigg yang diputuskan pada tanggal 30 April 1991. Animal Legal Defense Fund adalah organisasi non profit yang bermarkas di San Rafael.

.. Dalam .. Dalam hal ini berkaitan dengan dampak penting terhadap lingkungan Peraturan Pemerintah No.. Pasal-pasal dalam UU No.. Pengaturan ini umumnya menyangkut berbagai masalah seperti definisi. Selain itu resiko dari tanaman hasil rekayasa genetika yang belum diketahui harus dicegah sedini mungkin demi perlindungan atas sumberdaya dan lingkungan hidup Indonesia. budidaya tanaman...." Kalimat ini akan menjadi lebih penting mengingat ketentuan hukum nasional Indonesia belum mengatur persoalan GMO sebagai salah satu aspek bioteknologi..Walaupun demikian status pengaturan bidang bioteknologi mulai nampak jelas dengan diratifikasinya Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati melalui Undang undang No.... Pasal 8 (g). Pasal 16 dan Pasal 19.. f. akses dan alih teknologi... jenis hewan dan jasad renik g.... Dalam hal masyarakat tradisionil yang memiliki model-model bioteknologi tradisional seperti pembuatan jamu..." Kegiatan terhadap bioteknologi seperti pelepasan GMO akan mempengaruhi lingkungan sosial dan budaya... sumberdaya alam lainnya dan/lingkungan hidup.. b. 5/1994 yang secara tegas mengatur masalah bioteknologi ialah Pasal 2. Introduksi jenis tumbuh tumbuhan.. Dengan adanya pengaturan ini telah menjadi jelas bahwa pemerintah Indonesia berupaya mengembangkan bioteknologi yang aman dan melarang adanya uji coba GMO yang dilakukan pihak lain.. Tanaman hasil rekayasa genetika ini akan dapat mengakibatkan rusaknya atau tercemarnya spesies tanaman asli sehingga sepatutnya dilarang untuk diedarkan.. d.. Ada peraturan lainnya yang berupa Undang-undang atau Peraturan Pelaksana (PP) secara tidak langsung mengatur beberapa aspek di bidang bioteknologi. menyatakan : "Usaha atau kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup meliputi : a. kerjasama internasional dan perlunya pengaturan lebih lanjut melalui suatu protokol. Proses dan kegiatan yang hasilnya mempengaruhi lingkungan sosial budaya e. GMO.. c. obat-obatan tardisional maka pendirian suatu industri bioteknologi modern tidak boleh merugikan masyarakat tersebut dengan mengkomersialisasikan model-model bioteknologi lama melalui cara mematenkan produk-produk tersebut. f.. 5 tahun 1994. 51 tahun 1993 tentang AMDAL Pasal 2 ayat (1) butir d. g... Dalam bagian pertimbangan persetujuan pengesahan konvensi bagian Penjelasan Umum sub Bab Manfaat Konvensi Butir 6 yang menyatakan : "bahwa salah satu manfaat pengesahan konvensi ini adalah pengembangan dan penanganan bioteknologi agar Indonesia tidak dijadikan ajang uji coba pelepasan GMO oleh negara negara lain. Dalam UU no 12 tahun 1992 tentang sistem Budidaya Pertanian Pasal 16 yang menyatakan : "Pemerintah melarang pengadaan.." Pasal ini dapat diterapkan pada jenis tanaman tertentu hasil rekayasa genetika yang merugikan.... peredaran dan penanaman benih tanaman tertentu yang merugikan masyarakat.. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati.

Penemuan tentang proses atau hasil produksi yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaanya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 17 Tahun 1985 mengenai Ratifikasi Konvensi Hukum Laut 1982 Bab XII tentang Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Laut. d. Juga suatu hasil penelitian yang memperkenalkan jenis hewan atau tumbuhan baru hasil rekayasa genetika haruslah diwaspadai karena akan menimbulkan dampak penting bagi kesehatan manusia serta lingkungan hidup. pengobatan dan pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan hewan. c. sapi dan tikus. Penemuan tentang jenis atau varietas baru tanaman atau hewan atau tentang proses apapun yang dapat digunakan bagi pembiakan tanaman atas hewan beserta hasilnya. Undang-undang No.” . perawatan. Bagian I Ketentuan Umum Pasal 196 tentang Penggunaan Teknologi-teknologi atau memasukkan jenis-jenis asing atau jenis baru . Pelepasan mahluk hidup hasil rekayasa genetika jika tidak terkendali akan dapat mencemari spesies asli bahkan dapat menimbulkan kepunahan jika spesies tersebut memiliki jumlah yang terbatas. Bioteknologi dikategorikan sebagai teknologi jenis baru dapat mengakibatkan timbulnya pencemaran di laut melalui masuknya jenis-jenis spesies baru hasil rekayasa genetika. Berkaitan dengan memperkenalkan jenis baru hasil teknologi. Penemuan tentang metoda pemeriksaan. tetapi tidak menjangkau produk apapun yang digunakan atau berkaitan dengan metoda tersebut. termasuk hasil produksi berupa bahan yang dibuat melalui proses kimia dengan tujuan untuk membuat makanan dan minuman guna dikonsumsi manusia dan atau hewan.penjelasan PP ini Pasal 2 (1) bagian f menyatakan : “Introduksi suatu jenis tumbuh-tumbuhan baru atau jasad renik (mikro-organisme) yang dapat menimbulkan jenis penyakit baru terhadap tanaman. Dalam prakteknya hal ini dapat terjadi seperti upaya yang dilakukan baru-baru ini terhadap jenis ikan salmon yang direkayasa dengan sejumlah gen manusia. Demikian juga halnya dengan pembuatan bahan hayati dan non hayati melalui proses bioteknologi dapat menimbulkan dampak penting bagi kehidupan masyarakat. hingga dapat mengakibatkan perubahan-perubahan penting dan merugikan pada lingkungan laut “. mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan laut sebagai akibat penggunaan teknologi-teknologi yang ada dibawah yurisdiksi atau pengawasan mereka. Penemuan tentang proses atau hasil produksi makanan dan minuman. introduksi suatu jenis hewan baru dapat mempengaruhi kehidupan hewan yang telah ada”. b. Mengenai masalah hak paten terhadap penemuan di bidang bioteknologi telah diatur Undangundang No 6 Tahun 1989 tentang Paten bagian kedua tentang penemuan yang tidak dapat diberikan paten dan yang ditunda Pasal 7 yang menyatakan : “Paten tidak dapat diberikan untuk : a.menyatakan : “ Negara-negara harus mengambil tindakan segala tindakan untuk mencegah. ketertian umum atau kesusilaan. Jika ikan salmon hasil rekayasa genetika dilepas ke lautan maka akan menimbulkan perubahan penting dan merugikan lingkungan laut yaitu dapat mencemari jenis-jenis ikan alami. atau memasukkan dengan sengaja atu tidak jenis-jenis asing atau jenis baru ke dalam bagian tertentu lingkungan laut.

pengembangan dan pemanfaatan metode rekayasa genetika dalam kegiatan atau proses produksi pangan. peruntukan. serta pengaturannya ditentukan oleh pemerintah. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup passal 8 (1) memberikan dasar pada ketentuan yang menyatakan : “Sumberdaya alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Sedangkan peraturan yang berada dibawahnya yaitu Keputusan Presiden (Keppres) masih dalam proses. penggunaan. serta menetapkan persyaratan bagi pengujian pangan yang dihasilkan dari proses rekayasa genetika. Hal ini tercantum di dalam passal 13 yang menyatakan :“ (1) Setiap orang yang memproduksi pangan atau menggunakan bahan baku.Dari pasal diatas untuk jenis-jenis tertentu khususnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak hasil penemuan bioteknologi tidak dapat dikenakan hak paten.” Pengaturan selanjutnya akan diatur melalui Peraturan Pemerintah. Namun demikian hingga kini peraturan pemerintah ini belum ada. pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan kembali sumberdaya alam termasuk sumberdaya genetika. Untuk menindaklanjuti secara teknis di bidang pertanian. Untuk penemuanpenemuan atas varietas tanaman atau hewan tertentu seperti tanaman pangan atau hewan potong juga tidak diberikan paten dengan alasan bahwa jenis-jenis tersebut sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam salah satu ketentuannya yaitu passel 1 menyatakan : “Rekayasa genetika pangan adalah suatu proses yang melibatkan pemindahan gen (pembawa sifat) dari suatu jenis hayati ke jenis hayati lain yang berbeda atau sama untuk mendapatkan jenis baru yang mampu menghasilkan produk pangan yang lebih unggul. bahan tambahan pangan. termasuk sumberdaya genetika. 7 Tahun 1997 tentang Pangan. Undang-undang No.” Dalam upaya memproduksi pangan yang menggunakan proses rekayasa genetika. Departemen Pertanian telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian . maka diharuskan memeriksa keamanan pangan (food safety) sebelum diedarkan yang syarat pengujiannya ditetapkan oleh pemerintah. (2) Pemerintah menetapkan persyaratan dan prinsip penelitian. Dalam masalah pangan diatur oleh Undang-undang No. (c) mengatur perbuatan hukum dan hubungan hukum antara orang dan/atau subyek hukum lainnya serta perbuatan hukum terhadap sumberdaya alam dan sumberdaya buatan.” Sedangkan tugas melaksanakan passal 8 (1). Dalam Undang-undang ini dikenal adanya istilah rekayasa genetika pangan. dan atau bahan bantu lain dalam kegiatan atau proses produksi pangan yang dihasilkan dari proses rekayasa genetika wajib terlebih dahulu memeriksakan keamanan pangan bagi kesehatan manusia sebelum diedarkan. pemerintah diberi wewenang yang tercantum dalam ayat 2 b dan c yang menyatakan : “ (b) mengatur penyediaan.” Berkaitan dengan persoalan lingkungan hidup dan hubungannya dengan bioteknologi khususnya sumberdaya genetika.

Dibawah ini ada beberapa lembaga yang mengkaji bidang-bidang bioteknologi di Indonesia diantaranya : NO NAMA LEMBAGA BIDANG KAJIAN 1 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) Bioteknologi Industri 2. kedokteran. eritromisin. hewan. SK Menteri ini telah memiliki perangkat kelembagaan yaitu Komisi Keamanan Hayati dan Tim Teknis Keamanan Hayati. Pusat Antar Universitas (PAU) IPB Bioteknologi Pertanian 6. hak dan kewajiban. pemantauan dan pelaporan serta ketentuan peralihan dan penutup. Terdapat daftar formulir yang dicantumkan dalam lampiran SK Menteri ini seperti formulir Surat Permohonan Pemanfaatan Produk Bioteknologi Pertanian hasil Rekayasa Genetika.Nomor 856/Kpts/HK. Lembaga Biologi Molekular Eijkman UI dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bioteknologi Pertanian 3. industri juga bidang-bidang lainnya seperti bidang kesehatan. Pusat Antar Universitas (PAU) ITB Bioteknologi Industri 8. bioteknologi. Sebenarnya perangkat kelembagaan di bidang bioteknologi secara nasional telah dikembangkan sejak adanya Panitia Nasional Pengembangan Bioteknologi yang dibentuk kurang lebih 10 tahun yang lalu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi (LIPI) Bioteknologi Pertanian 5. Selain mengkaji bidang pertanian. Pada tahun 1989 dibentuk lembaga yang resmi menangani bioteknologi di beberapa instansi yang dikenal dengan nama Pusat Keunggulan Pengembangan Bioteknologi. formulir penilaian Permohonan Pemanfaatan Produk Bioteknologi Pertanian hasil Rekayasa Genetika dan beberapa formulir lainnya. tanaman dan jasad renik transgenetik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor. ITB dan UGM melalui Pusat Antar Universitas (PAU) juga mengembangkan Bioteknologi melalui bidang kajian tertentu. Sebagai contoh adalah produksi Vitamin B-12. Selain itu terdapat ketentuan mengenai jenis-jenis produk bioteknologi. Bidang kajian yang digarap pusat ini merupakan yang terlengkap di Indonesia. syarat dan tata cara pemanfaatan. Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi PUSPIPTEK Kajian menyeluruh Sumber : Dari berbagai sumber BEBERAPA PRINSIP MENUJU HUKUM BIOTEKNOLOGI NASIONAL Dengan melihat situasi diatas. Lembaga Biologi Molekular Eijkman UI Bioteknologi Kedokteran 4. Pusat Antar Universitas (PAU) UGM Bioteknologi Kesehatan 7. Hal ini . Dalam SK Menteri ini diatur mengenai berbagai hal seperti definisi produk bioteknologi pertanian. keamananhayati. penisilin dan sefalosporin C juga akan dikembangkan dalam skala besar di Pusat ini. Beberapa universitas seperti IPB. Beberapa instansi yang ditunjuk oleh Panitia Nasional Pengembangan Bioteknologi untuk menjadi Pusat Keunggulan Pengembangan Bioteknologi adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.330/9/1997 tentang Ketentuan Keamanan Hayati Produk Bioteknologi Pertanian hasil Rekayasa Genetika. Baru-baru ini Pusat Pengkajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong telah mendirikan Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian. maka bioteknologi perlu ditata dalam konsep yang lebih jelas dengan perlunya memperkuat perangkat kelembagaan dan hukum secara nasional. DNA. genom.

etika. budaya . Prinsip Kebebasan Akses Informasi & Teknologi 23. Prinsip Pertukaran informasi 8. Prinsip Perolehan akses 12. Hak serta Kewajiban bagi yang terlibat. perorangan). Prinsip Pemberitahuan 3. Prinsip Perlindungan Lingkungan 6. Ketentuan umum dan batasan serta definisi yang digunakan. Sebagai contoh adalah Prior Informed Consent Principle yang mirip dengan Prinsip Persetujuan Berdasarkan Informasi yang telah menjadi prinsip hukum umum dengan diterapkannya dalam Konvensi Basel 1989. Prinsip Timbal Balik dan Saling Menguntungkan Prinsip-prinsip diatas masih bersifat mendasar dan memerlukan penjelasan lebih lanjut. Prinsip Pengukuran dan Pemantauan 13. Prinsip Pelestarian berkelanjutan 11. badan-badan internasional dan nasional. Prinsip Hak Atas Lingkungan Hidup yang sehat 9. Prinsip Pencegahan Dini 2. LSM. Dampak sosial ekonomi. Prinsip Pemanfaatan adil dan berkelanjutan 15. Selain itu prinsip diatas hanya merupakan pedoman namun akan sangat berarti untuk dipertimbangkan sebagai prinsip hukum umum (general principle of law). lembaga penelitian. Prinsip Pertukaran informasi 10. Kelembagaan yang akan dibentuk. Prinsip Tanggung Jawab Mutlak 7.penting mengingat prospek yang cerah di masa depan serta mencegah dan meminimisasikan halhal yang belum pasti dari dampak negatif akan perkembangan bioteknologi. Pengaturan nasional ini harus juga mendukung pengembangan potensi bioteknologi dalam negeri. Pertimbangan Lingkungan termasuk prosedur AMDAL. Pengaturan mengenai kerjasama (baik antar industri. Prinsip Pencemar harus membayar 17. Industri bioteknologi asing yang masuk ke Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan genetik. Prinsip Kerjasama 14. Prosedur pengaturan yang berkaitan dengan . Prinsip Pemulihan pencemaran 16. Secara tehnis ada beberapa prinsip yang dapat dipakai dalam pengembangan hukum bioteknologi nasional diantaranya : 1. Jenis/Obyek bioteknologi. Pengaturan mengenai bagi hasil. Prinsip Keadilan Antar Generasi 20. Prinsip Pengembangan Alih Teknologi 21. harus segera diatur melalui perangkat hukum yang berlaku secara nasional. Prinsip tanggung jawab yang akan dipakai (Strict Liability/Absolut Liability/Liability Based on Fault atau jenis lainnya seperti product liability dll). Prinsip Integrasi 19. Prinsip AMDAL 5. Prinsip Persetujuan berdasarkan informasi 22. kesehatan. masyarakat lokal/adat. Prinsip Pemberian informasi 4. Beberapa komponen lain yang perlu dipertimbangkan bagi pengembangan hukum bioteknologi seperti Masalah Pertimbangan-pertimbangan (Considerans) dan dasar hukum. Menghadapi sistem perdagangan bebas yang akan datang upaya melindungi sumber-sumber kekayaan genetik nasional yang dipergunakan dalam industri bioteknologi harus segera dilakukan. Prinsip Persamaan hak 18. instansi pemerintah.

justru bukan menjadi kendala bagi pertumbuhan industri bioteknologi itu sendiri. Bentuk pemanfaatan yang diperbolehkan dan yang dilarang. kedokteran/kesehatan dan industri. aman terhadap kesehatan atau ramah lingkungan (environmental friendly ) serta terjamin legalitasnya yaitu hak kepemilikan intelektual. harus memiliki kriteria yang bersifat umum diantaranya kualitas yang baik. selain bahan baku. Pengaturan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Selain itu masih banyak kriteria lainnya yang terkadang di masing-masing negara memiliki kebijakan tersendiri. Ketentuan Pidana. Ketentuan ganti rugi dan rehabilitasi. Prosedur Beracara di pengadilan dan masih banyak lagi. Ketentuan Lainnya. Hukum bioteknologi (biotechnology law) yang diharapkan dapat dikembangkan. Pengaturan impor dan ekspor termasuk dampak lintas batas. Penggunaan akses yang diperbolehkan dan yang dirahasiakan. Apalagi dalam masa menjelang perdagangan bebas dimana suatu negara akan dituntut memiliki produk-produk yang mampu bersaing di pasar global. Namun perlu diperhatikan bahwa bahan baku yang ada harus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Ketentuan Penutup. Tapi pengaturannya dapat mencerminkan adanya dukungan serta jaminan keamanan bagi para pihak yang terlibat dalam bidang bioteknologi. Prosedur Hak Patent. ada beberapa faktor pendukung lainnya yang cukup penting. Dalam industri bioteknologi. Dalam menghadapi berbagai produk bioteknologi yang akan “membanjiri” pasar dalam negeri. dana. Perlindungan hasil hasil penemuan. Bioteknologi sebagai salah satu ilmu yang mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan. Kewajiban alih teknologi. Akhirnya. PENUTUP DAN REKOMENDASI Perlunya pengembangan bioteknologi ini tidak terlepas dari tuntutan era perdagangan bebas yang akan dilaksanakan dalam awal abad 21. Penghargaan akan Pengetahuan Masyarakat Lokal termasuk royalti terhadap penemu. Penyebaran informasi seperti adanya Clearing House Mecanisme. Ketentuan Peralihan.bidang pertanian. Prosedur GMO termasuk mekanisme pengujiannya. sumberdaya manusia. Prosedur penyelesaian sengketa . Untuk mengelola industri bioteknologi yang aman dan terjamin kesinambungannya. harus mampu menjadi teknologi andalan mengingat kekayaan Indonesia akan sumber-sumber genetik. Analisa dan pengelolaan resiko yang akan timbul. Partisipasi dan peran masyara¬kat. Dalam pemanfaatan ini dibutuhkan dana serta sumberdaya manusia yang berkualitas agar dapat tercapai tujuannnya. Dalam era reformasi ini kebutuhan akan bioteknologi khususnya yang menyangkut upaya penyediaan pangan akan semakin penting. Kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia diharapkan dapat bermanfaat secara maksimal dengan melalui penerapan bioteknologi. Indonesia harus mempersiapkan peraturan yang jelas dan tegas. Pengaturan sektoral. Diantaranya adalah perangkat hukum dan kelembagaan yang akan semakin penting sebagai sarana yang menjamin legalitas serta pemasaran produk bioteknologi yang terjamin kualitas dan keamanannya. penulisan ini hanya sekedar usulan sebagai bahan pertimbangan perlu atau tidak perlunya dibuat hukum yang mengatur masalah bioteknologi secara khusus. Selain itu proses alih teknologi dan pengawasan terhadap peran perusahaan multinasional yang bergerak dibidang bioteknologi harus dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak berakibat larinya perusahaan multinasional tsb. Hubungan dengan peraturan perundangan lainnya. Perlindungan terhadap konsumen. Penggunaan label terhadap produk. Pengaturan mengenai keamanan hayati. Prosedur kepemilikan. Diharapkan usulan ini akan semakin penting di masa mendatang apalagi di era reformasi hukum . suatu produk yang dihasilkan paling tidak jika ingin bersaing dalam pasar internasional.

.yang sedang bergulir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful