Mata Kuliah geologi Teknik Sifat Mekanik pada batuan Posted by mazrylkudo on February 23, 2012 in Materi Kuliah http

://geologi08.wordpress.com/2012/02/23/mata-kuliah-geologi-teknik-sifat-mekanik-pada-batuan/

SIFAT MEKANIK BATUAN

Sifat-sifat mekanik batuan meliputi : ->strength batuan, ->drillabilitas batuan, ->hardness batuan, ->abrasivitas batuan, ->tekanan batuan dan ->elastisitas batuan.

1. Strength Batuan Arthur menyatakan bahwa strength pada batuan merupakan faktor yang sangat penting untuk penentuan laju pemboran. Strength pada batuan adalah kemampuan batuan untuk mengikat komponen-komponennya bersama-sama. Jadi dengan kata lain apabila suatu batuan diberikan tekanan yang lebih besar dari kekuatan batuan tersebut, maka komponen-komponennya akan terpisah-pisah atau dapat dikatakan hancur. Lebih lanjut lagi, criteria kehancuran batuan diakibatkan oleh adanya : Stress (tegangan) dan Strain (regangan). Tegangan dan regangan ini terjadi apabila ada suatu gaya yang dikenakan pada batuan tersebut. Goodman, menyatakan variasi beban yang diberikan pada suatu batuan mengakibatkan kehancuran batuan. Terdapat empat jenis kerusakan batuan yang umum, yaitu :

1.1. Flexure Failure Flexure failure terjadi karena adanya beban pada potongan batuan akibat gaya berat yang ditanggungnya, karena adanya ruang pori formasi dibawahnya.

merupakan ketahanan mineral batuan terhadap goresan. E = energi mekanik yang dibutuhkan. Hardness Hardness atau kekerasan dari batuan. rpm V = volume batuan yang dihasilkan. Drillabilitas batuan dapat ditentukan melalui data pemboran (drilling record). lbf r = jari-jari pahat. Shear Failure Shear failure. 3.1.3. 1. 2. ft/hr N = kecepatan putar. Direct Tension Failure Direct tension failure. Skala kekerasan yang sering digunakan untuk mendriskripsikan batuan diberikan oleh Mohs. kerusakan yang terjadi akibat geseran pada suatu bidang perlapisan karena adanya suatu ruang pori pada formasi dibawahnya. drillabilitas batuan dapat ditentukan dengan menggunakan roller cone bit. Crushing dan Tensile Failure Crushing dan tensile failure merupakan kerusakan batuan yang terjadi akibat gerusan suatu benda atau tekanan sehingga membentuk suatu bidang retakan. SKALA KEKERASAN MOHS . in3 Selanjutnya dengan pengembangan model pemboran. kerusakan terjadi searah dengan bidang geser dari suatu perlapisan.2.4. in R = laju pemboran. lb-in W = weigth on bit. Drillabilitas Drillabilitas batuan (rock drillability) merupakan ukuran kemudahan batuan untuk dibor. yang dinyatakan dalam satuan besarnya volume batuan yang bisa dibor pada setiap unit energi yang diberikan pada batuan tersebut. 1.

5. yaitu : 1. Hard rock (keras) : limestone dan dolomite yang padat. Medium rock (sedang) : beberapa shale.1. Fluorite 5. limestone dan dolomite yang porous. Talk 2. serta limestone lebih abrasif dari batu pasir atau shale. Diamond Gatlin. pasir yang tersemen padat/keras dan chert. Corondum 10. Gypsum 3. seperti juga torsi dan daya tekan pada pahat. shale yang lunak dan batuan pasir yang unconsolidated atau kurang tersemen. Calcite 4. 2. Orthoclase Feldspar 7. 3. Abrasivitas Merupakan sifat menggores dan mengikis dari batuan. sehingga sering menyebabkan keausan pada gigi pahat dan diameter pahat. Apatite 6. Quartz 8. batu pasir lebih abrasif daripada shale. pada umumnya batuan beku mempunyai tingkat abrasivitas sedang sampai tinggi. 4. Tekanan Pada Batuan . menyatakan batuan diklasifikasikan dalam tiga kelompok. Ukuran dan bentuk dari partikel batuan menyebabkan berbagai tipe keausan. pasir yang terkonsolidasi dan gypsum. Topaz 9. Setiap batuan mempunyai sifat abrasivitas yang berbeda-beda. Soft rock (lunak) : clay yang lunak.

Porositas n = { (Ww-Wo) / (Ww-Ws) } x 100 % 9. Void Ratio : e = n / ( 1 – n ) . b. 6. Internal Stress yang berasal dari desakan fluida yang terkandung di dalam pori-pori batuan (tekanan hidrostatik fluida formasi).Merupakan tekanan-tekanan yang bekerja pada batuan formasi. Bobot isi jenuh ( saturated density ) = Ws / ( Ww – Ws ) 4. Tekanan-tekanan tersebut harus diperhatikan dalam kegiatan pemboran. Bobot isi asli ( Natural Density ) = Wn / ( Ww – Ws ) 2. True Specific gravity = [ Wo / (Wo-Ws) ] / bobot isi air 6. batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami tekanan : a. Derajat Kejenuhan = {(Wn-Wo) / (Ww-Wo)} x 100 % 8. Eksternal Stress yang berasal dari pembebanan batuan yang ada di atasnya (tekanan overburden). Kadar air asli = [ (Wn-Wo) / Wo ] x 100 % 7. SIFAT –SIFAT FISIK BATUAN 1. Apparent Specific gravity = (Bobot isi kering / bobot isi air ) 5. Elastisitas Elastisitas dalah sifat elastis atau kelenturan dari suatu batuan. Secara umum. Karena berpengaruh dalam cepat-lambatnya laju penembusan batuan formasi. Bobot isi kering ( dry density ) = Wo / ( Ww – Ws ) 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful