P. 1
MODEL2 PEMBELAJARAN INOFATIF

MODEL2 PEMBELAJARAN INOFATIF

|Views: 72|Likes:
Published by Åriès Bàm's

More info:

Published by: Åriès Bàm's on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

media154

Just another WordPress.com site

Main menu
Skip to content
    

Home ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 2 ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 3 PROFIL

Tentang Pembelajaran Inovatif
BAB I PENDAHULUAN

Saat ini kita dapat melihat beberapa masalah yang dihadapi siswa disekolah khususnya di SMA tentang pembelajaran matematika yang begitu sulit untuk dimengerti, mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak dari siswa menganggap bahwa matematika itu tidak menyenangkan, matematika adalah sebuah “Hantu disiang hari” yang sangat menakutkan. Salah satu penyebab yang membuat pelajaran matematika begitu sulit dimengerti oleh siswa adalah bahwa pelajaran matematika yang mereka terima ketika belajar disekolah, kurang begitu menarik, kebanyakan materi yang disampaikan oleh guru jauh dari permasalahan seharisehari dalam kehidupan nyata, sehingga terkesan matematika hanyalah abstrak belaka. Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan mengapa matematika sulit dimengerti oleh siswa, khususnya siswa SMA. Citra matematika dimata siswa menjadi tidak baik, mereka lebih tertarik kepada pelajaran yang umumnya memuat materi yang menarik, yang sesuai dengan kehidupan nyata. Sehingga peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar menjadi sangat kurang, mereka tidak lagi aktif, namun hanya mendengar apa yang dijelaskan oleh guru didepan papan tulis, dan belum tentu apa yang mereka dengar, bisa mereka pahami. Untuk memperbaiki citra matematika dimata siswa menjadi matematika yang menyenangkan, matematika yang bersahabat, matematika yang kontekstual, matematika yang aktif, matematika yang kreatif, matematika yang inovatif, matematika yang efektif, maka tugas guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika, harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan, bisa membawa siswa untuk dapat mengerti dan memahami matematika dengan cara yang menyenangkan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. “Learning is fun” merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas,

Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar. apalagi untuk siswa didik yang mengikuti program akselerasi yang waktu belajarnya relatif lebih cepat dibanding dengan siswa didik yang duduk di kelas reguler . maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya pada proses pembelajaran akan lebih fokus. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan tentu saja rasa bosan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. auditory atau kemampuan mendengar. pembelajaran inovatif dapat digambarkan sebagai berikut: . dan kinestetik. kemungkinan kegagalan. Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan. sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Pengertian baru disini mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitife). Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menurut hasil penelitian. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau peserta didik. praktek-praktek baru. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. keterbatasan pilihan. BAB II PEMBAHASAN Rogers dan Shoemaker (1971) mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Secara garis besar. melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh peserta didik dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh peserta didik. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar.

disosialisasikan pada penataran atau pelatihan guru yaitu pembelajaran berorientasikan PAIKEM. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. bukan hasilnya. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 2. Pembelajaan ini dilaksanakan untuk memperbaharui proses pembelajaran agar menjadi lebih baik. mengingat konsep pembelajaran sekarang apapun metode dan alat pembelajarannya mengacu pada siswa sebagai subyek pembelajaran. 2. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Tetapi pembelajaran sekarang bukan itu intinya. Berpikir dan bertindak kreatif. artinya bagaimana agar siswa yang semula tidak tahu menjadi mengerti. Intinya pembelajaran harus terencana terkendali menurut rencana pembelajaran yang dibuat guru pada awal semester. menyenangkan. dan cocok bagi siswa 3. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Pembelajaran ini cenderung pada penekanan alat bantu atau segmensegmen pendukung pembelajaran. Ini lebih baik dari pada peningkatan hasil yang . Dalam dunia pendidikan model pembelajaran selalu berkembang salah satunya adalah pembelajaran inovatif. 5. 5. khususnya dunia kerja. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Pembelajaran ini diharapkan dapat hasil belajar siswa agar menjadi lebih baik. 6. 7. termasuk cara belajar kelompok. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk diterapkan pada pembelajaran ini. Kurikulum KTSP sekarang lebih menekankan pada prosesnya. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 3. Pembelajaran inovatif ini tidak lepas dari rencana pembelajaran yang harus sesuai dengan silabus dan RPPnya. untuk mengungkapkan gagasannya. Kelemahan pembelajaran inovatif sebagai berikut: 1. Adapun keunggulan pembelajaran inovatif sebagai berikut: 1. yaitu dengan bukti fisik nilai siswa. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Maka perlu adanya pembelajaran model baru yang sekarang sedang banyak dilakukan. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. misalnya bahan ajar dll. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Selain itu pembelajaran konvensional menurut banyak penelitian tidak sesuai lagi dengan peserta didik sekarang. 2. 4. Pembelajaran inovatif salah satu bagian dari PAIKEM. Pembelajaran konvensional boleh dikatakan hampir tidak pernah dilaksanakan.

BAB III KESIMPULAN Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Terpenting. selama angka-angka masih menjadi indikator. mengingat sekarang konsep pembelajaran sekarang apapun metode dan alat pembelajarannya mengacu pada siswa sebagai subyek pembelajaran. artinya bagaimana agar siswa yang semula tidak tahu menjadi mengerti. pendidikan indonesia yang baik hanya akan menjadi mimpi. mengingat konsep pembelajaran sekarang apapun metode dan alat pembelajarannya mengacu pada siswa sebagai subyek pembelajaran. Bagaimana mekanisme pelaksanaan pembelajaran inovatif itu? . Pembelajaran inovatif ini tidak lepas dari rencana pembelajaran yang harus sesuai dengan silabus dan RPPnya. bahkan pembelajaran konvensional boleh dikatakan hampir tidak pernah dilaksanakan. selama angka-angka masih menjadi indikator. Maka perlu adanya pembelajaran model baru yang sekarang sedang banyak dilakukan. Pernahkah guru tersebut melaksanakan pembelajaran matematika yang sifatnya inovatif? Jawab : Pernah. Tetapi pembelajaran sekarang bukan itu intinya. Pembelajaran ini cenderung pada penekanan alat bantu atau segmen-segmen pendukung pembelajaran. bukan hasilnya. disosialisasikan pada penataran atau pelatihan guru yaitu pembelajaran berorientasikan PAIKEM. Ini lebih baik dari pada peningkatan hasil yang dimanipulatif. 2. Pembelajaran konvensional boleh dikatakan hampir tidak pernah dilaksanakan. Terpenting. Pembelajaran ini diharapkan dapat hasil belajar siswa agar menjadi lebih baik.dimanipulatif. Pembelajaran inovatif salah satu bagian dari PAIKEM. misalnya bahan ajar dll. yaitu dengan bukti fisik nilai siswa. pendidikan indonesia yang baik hanya akan menjadi mimpi. 3. Kurikulum KTSP sekarang lebih menekankan pada prosesnya. Apa latar belakang pembelajaran inovatif ini dilaksanakan? Jawab : Pembelajaran konvensional menurut banyak penelitian tidak sesuai lagi dengan peserta didik sekarang. LAMPIRAN HASIL WAWANCARA DENGAN GURU MATEMATIKA SMA NEGERI 1 JATISRONO 1. Intinya pembelajaran harus terencana terkendali menurut rencana pembelajaran yang dibuat guru pada awal semester.

. artinya bagaimana agar siswa yang semula tidak tau menjadi mengerti. dengan bukti fisik nilai siswa. Hamzah. DAFTAR PUSTAKA Wena. Bagaimana hasil dari pelaksanaan pembelajaran inovatif itu? Jawab : Hasilnya menjadi lebih baik. 2009.jadi jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sesuai dengan RPP. Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Tetapi pembelajaran sekarang bukan itu intinya.. Intinya pembelajaran harus terencana terkendali menurut rencana pembelajaran yang dibuat guru pada awal semester. Ini lebih baik dari pada peningkatan hasil yang dimanipulatif. Made. selama angka-angka masih menjadi indikator. 4. 2009. Kurikulum KTSP sekarang lebih menekankan pada prosesnya. bukan hasilnya. Terpenting. Bumi Aksara: Jakarta Uno. Cari Hari Ini April 2012 .Jawab : Mekanisme pembelajaran tidak lepas dari rencana pembelajaran yang harus sesuai dengan silabus dan RPPnya. pendidikan indonesia yang baik hanya mimpi. Bumi Aksara: Jakarta Share this:    Twitter Facebook Leave a Reply Enter your comment here.

Follow .com.M « Nov T W T F S S 1 2 9 1 6 2 3 3 0 4 7 2 5 3 1 0 1 8 2 6 1 1 9 2 7 4 1 2 1 0 2 8 5 1 3 2 1 2 9 6 1 4 2 2 2 7 1 5 2 8 1 Artikelku     ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB o Ilmu Pengetahuan dan Pendekatan Ilmiah o Kebudayaan Jawa Tengah o Kelemahan dan Kelebihan Suatu Artikel Internet o Problem Solving o Tentang Pembelajaran Inovatif ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 2 o PBL ( Problem Based Learning ) o Penerapan PBL (Problem Based Learning) Dalam Soal o Pengembangan Soal o RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) o Tentang Bangun Ruang ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 3 o CTL ( Contextual Teaching Learning ) o RME ( Realistic Mathematic Education ) o Strategi Pembelajaran Active Learning PROFIL Topics  Uncategorized Blog at WordPress. | Theme: Rusty Grunge by Chris Wallace.

Enter your Powered by WordPress.com .Follow “media154” Get every new post delivered to your Inbox.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->