media154

Just another WordPress.com site

Main menu
Skip to content
    

Home ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 2 ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 3 PROFIL

Tentang Pembelajaran Inovatif
BAB I PENDAHULUAN

Saat ini kita dapat melihat beberapa masalah yang dihadapi siswa disekolah khususnya di SMA tentang pembelajaran matematika yang begitu sulit untuk dimengerti, mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak dari siswa menganggap bahwa matematika itu tidak menyenangkan, matematika adalah sebuah “Hantu disiang hari” yang sangat menakutkan. Salah satu penyebab yang membuat pelajaran matematika begitu sulit dimengerti oleh siswa adalah bahwa pelajaran matematika yang mereka terima ketika belajar disekolah, kurang begitu menarik, kebanyakan materi yang disampaikan oleh guru jauh dari permasalahan seharisehari dalam kehidupan nyata, sehingga terkesan matematika hanyalah abstrak belaka. Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan mengapa matematika sulit dimengerti oleh siswa, khususnya siswa SMA. Citra matematika dimata siswa menjadi tidak baik, mereka lebih tertarik kepada pelajaran yang umumnya memuat materi yang menarik, yang sesuai dengan kehidupan nyata. Sehingga peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar menjadi sangat kurang, mereka tidak lagi aktif, namun hanya mendengar apa yang dijelaskan oleh guru didepan papan tulis, dan belum tentu apa yang mereka dengar, bisa mereka pahami. Untuk memperbaiki citra matematika dimata siswa menjadi matematika yang menyenangkan, matematika yang bersahabat, matematika yang kontekstual, matematika yang aktif, matematika yang kreatif, matematika yang inovatif, matematika yang efektif, maka tugas guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika, harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan, bisa membawa siswa untuk dapat mengerti dan memahami matematika dengan cara yang menyenangkan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. “Learning is fun” merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas,

maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. keterbatasan pilihan.perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. praktek-praktek baru. Pengertian baru disini mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitife). Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. dan kinestetik. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya pada proses pembelajaran akan lebih fokus. Menurut hasil penelitian. sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Secara garis besar. pembelajaran inovatif dapat digambarkan sebagai berikut: . kemungkinan kegagalan. auditory atau kemampuan mendengar. dan tentu saja rasa bosan. Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. BAB II PEMBAHASAN Rogers dan Shoemaker (1971) mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru. melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh peserta didik dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh peserta didik. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan. atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau peserta didik. apalagi untuk siswa didik yang mengikuti program akselerasi yang waktu belajarnya relatif lebih cepat dibanding dengan siswa didik yang duduk di kelas reguler . sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

7. Pembelajaran ini diharapkan dapat hasil belajar siswa agar menjadi lebih baik. Intinya pembelajaran harus terencana terkendali menurut rencana pembelajaran yang dibuat guru pada awal semester. Pembelajaan ini dilaksanakan untuk memperbaharui proses pembelajaran agar menjadi lebih baik. misalnya bahan ajar dll. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Kurikulum KTSP sekarang lebih menekankan pada prosesnya. termasuk cara belajar kelompok. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Selain itu pembelajaran konvensional menurut banyak penelitian tidak sesuai lagi dengan peserta didik sekarang. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. 2. mengingat konsep pembelajaran sekarang apapun metode dan alat pembelajarannya mengacu pada siswa sebagai subyek pembelajaran. bukan hasilnya. Adapun keunggulan pembelajaran inovatif sebagai berikut: 1. Kelemahan pembelajaran inovatif sebagai berikut: 1. 6. Pembelajaran inovatif salah satu bagian dari PAIKEM. menyenangkan. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 4. 2. Tetapi pembelajaran sekarang bukan itu intinya. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. 2. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. untuk mengungkapkan gagasannya. 5. yaitu dengan bukti fisik nilai siswa. khususnya dunia kerja. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ 4. Pembelajaran inovatif ini tidak lepas dari rencana pembelajaran yang harus sesuai dengan silabus dan RPPnya. 5. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. dan cocok bagi siswa 3. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Ini lebih baik dari pada peningkatan hasil yang . Pembelajaran konvensional boleh dikatakan hampir tidak pernah dilaksanakan. disosialisasikan pada penataran atau pelatihan guru yaitu pembelajaran berorientasikan PAIKEM. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk diterapkan pada pembelajaran ini. Dalam dunia pendidikan model pembelajaran selalu berkembang salah satunya adalah pembelajaran inovatif. Maka perlu adanya pembelajaran model baru yang sekarang sedang banyak dilakukan. artinya bagaimana agar siswa yang semula tidak tahu menjadi mengerti. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Pembelajaran ini cenderung pada penekanan alat bantu atau segmensegmen pendukung pembelajaran.1. 3. Berpikir dan bertindak kreatif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik.

pendidikan indonesia yang baik hanya akan menjadi mimpi. Terpenting. Intinya pembelajaran harus terencana terkendali menurut rencana pembelajaran yang dibuat guru pada awal semester. Bagaimana mekanisme pelaksanaan pembelajaran inovatif itu? . pendidikan indonesia yang baik hanya akan menjadi mimpi. Kurikulum KTSP sekarang lebih menekankan pada prosesnya. bukan hasilnya. Maka perlu adanya pembelajaran model baru yang sekarang sedang banyak dilakukan. Pembelajaran ini cenderung pada penekanan alat bantu atau segmen-segmen pendukung pembelajaran. disosialisasikan pada penataran atau pelatihan guru yaitu pembelajaran berorientasikan PAIKEM.dimanipulatif. Pembelajaran ini diharapkan dapat hasil belajar siswa agar menjadi lebih baik. LAMPIRAN HASIL WAWANCARA DENGAN GURU MATEMATIKA SMA NEGERI 1 JATISRONO 1. Terpenting. Tetapi pembelajaran sekarang bukan itu intinya. selama angka-angka masih menjadi indikator. 3. Pernahkah guru tersebut melaksanakan pembelajaran matematika yang sifatnya inovatif? Jawab : Pernah. selama angka-angka masih menjadi indikator. artinya bagaimana agar siswa yang semula tidak tahu menjadi mengerti. Pembelajaran konvensional boleh dikatakan hampir tidak pernah dilaksanakan. mengingat sekarang konsep pembelajaran sekarang apapun metode dan alat pembelajarannya mengacu pada siswa sebagai subyek pembelajaran. BAB III KESIMPULAN Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Pembelajaran inovatif ini tidak lepas dari rencana pembelajaran yang harus sesuai dengan silabus dan RPPnya. 2. Apa latar belakang pembelajaran inovatif ini dilaksanakan? Jawab : Pembelajaran konvensional menurut banyak penelitian tidak sesuai lagi dengan peserta didik sekarang. bahkan pembelajaran konvensional boleh dikatakan hampir tidak pernah dilaksanakan. misalnya bahan ajar dll. Pembelajaran inovatif salah satu bagian dari PAIKEM. yaitu dengan bukti fisik nilai siswa. mengingat konsep pembelajaran sekarang apapun metode dan alat pembelajarannya mengacu pada siswa sebagai subyek pembelajaran. Ini lebih baik dari pada peningkatan hasil yang dimanipulatif.

Jawab : Mekanisme pembelajaran tidak lepas dari rencana pembelajaran yang harus sesuai dengan silabus dan RPPnya. DAFTAR PUSTAKA Wena. Ini lebih baik dari pada peningkatan hasil yang dimanipulatif. Cari Hari Ini April 2012 . 4. selama angka-angka masih menjadi indikator. Made.jadi jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sesuai dengan RPP.. pendidikan indonesia yang baik hanya mimpi. bukan hasilnya. artinya bagaimana agar siswa yang semula tidak tau menjadi mengerti. 2009. Bumi Aksara: Jakarta Uno. 2009. Bumi Aksara: Jakarta Share this:    Twitter Facebook Leave a Reply Enter your comment here. Terpenting. Hamzah. Intinya pembelajaran harus terencana terkendali menurut rencana pembelajaran yang dibuat guru pada awal semester. Kurikulum KTSP sekarang lebih menekankan pada prosesnya.. Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran. dengan bukti fisik nilai siswa. Bagaimana hasil dari pelaksanaan pembelajaran inovatif itu? Jawab : Hasilnya menjadi lebih baik. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Tetapi pembelajaran sekarang bukan itu intinya.

Follow .com.M « Nov T W T F S S 1 2 9 1 6 2 3 3 0 4 7 2 5 3 1 0 1 8 2 6 1 1 9 2 7 4 1 2 1 0 2 8 5 1 3 2 1 2 9 6 1 4 2 2 2 7 1 5 2 8 1 Artikelku     ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB o Ilmu Pengetahuan dan Pendekatan Ilmiah o Kebudayaan Jawa Tengah o Kelemahan dan Kelebihan Suatu Artikel Internet o Problem Solving o Tentang Pembelajaran Inovatif ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 2 o PBL ( Problem Based Learning ) o Penerapan PBL (Problem Based Learning) Dalam Soal o Pengembangan Soal o RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) o Tentang Bangun Ruang ARTIKEL INTERNET DESAIN DAN WEB 3 o CTL ( Contextual Teaching Learning ) o RME ( Realistic Mathematic Education ) o Strategi Pembelajaran Active Learning PROFIL Topics  Uncategorized Blog at WordPress. | Theme: Rusty Grunge by Chris Wallace.

Enter your Powered by WordPress.com .Follow “media154” Get every new post delivered to your Inbox.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful