Oksigen

Sejarah Selama beberapa abad, para ahli kadang-kadang menyadari bahwa udara terdiri lebih dari satu komponen. Sifat oksigen dan nitrogen sebagai komponen udara mengarah pada pengembangan teori flogiston pada proses pembakaran, yang sering terpikir oleh para ahli kimia selama satu abad. Oksigen telah dibuat oleh beberapa ahli, termasuk Bayen dan Borch, tetapi mereka tidak tahu cara mengumpulkannya. Mereka juga tidak mempelajari sifat-sifatnya dan tidak mengenali oksigen sebagai unsur dasar. Seorang ahli bernama Priestley dipuji karena penemuannya, meski Scheele juga menemukan oksigen secara bebas. Dulu, bobot atom oksigen digunakan sebagai standar pembanding untuk unsur yang lain, hingga pada tahun 1961, ketika IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) menggunakan atom karbon 12 sebagai standar pembanding yang baru. Sumber Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak yang ditemukan berlimpah di matahari, dan memainkan peranan dalam siklus karbon-nitrogen, yahkni proses yang diduga menjadi sumber energi di matahari dan bintang-bintang. Oksigen dalam kondisi tereksitasi memberikan warna merah terang dan kuning-hijau pada Aurora Borealis. Oksigen merupakan unsur gas, menyusun 21% volume atmosfer dan diperoleh dengan pencairan dan penyulingan bertingkat. Atmosfer Mars mengandung oksigen sekitar 0.15%. dalam bentuk unsur dan senyawa, oksigen mencapai kandungan 49.2% berat pada lapisan kerak bumi. Sekitar dua pertiga tubuh manusia dan sembilan persepuluh air adalah oksigen. Di laboratorium, oksigen bisa dibuat dengan elektrolisis air atau dengan memanaskan KClO3 dengan MnO2 sebagai katalis. Sifat-sifat Oksigen tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Dalam bentuk cair dan padat, oksigen berwarna biru pucat dan merupakan paramagnetik yang kuat. Bentuk lain Ozon (O3). Merupakan senyawa yang sangat aktif, dihasilkan dari pelepasan muatan elektris (kilat) atau penyinaran sinar Ultraviolet terhadap oksigen. Keberadaan ozon di atmosfer (dengan jumlah yang sebanding dengan ketebalan lapisan 3 mm dengan kondisi tekanan dan suhu yang luar biasa) mencegah sinar Ultraviolet yang berbahaya dari matahari sebelum mencapai permukaan. Pencemaran udara di atmosfer dapat merusak lapisan ozon ini. Ozon bersifat racun dan tidak boleh terpapar dengan ozon melebihi kadar 0.2 mg/m# (8 jam kerja rata-rata-40 jam per minggu). Ozon yang masih pekat memiliki warna hitam kebiru-biruan dan ozon padat berwarna hitam ungu. Senyawa Oksigen, yang sangat reaktif, adalah komponen ratusan ribu senyawa organik dan dapat bergabung dengan kebanyakan unsur. Kegunaan Tanaman dan hewan sangat tergantung pada oksigen untuk bernafas. Rumah sakit sering menulis resep oksigen untuk pasien dengan penyakit pernafasan ringan. Isotop Oksigen memiliki 9 isotop. Oksigen alami adalah campuran dari 3 isotop Oksigen berbobot aatom 18 yang terdapat di alam bersifat stabil dan tersedia untuk keperluan komersial, seperti dalam air (H2O dengan kandungan isotop 18 sebanyak 15%). Konsumsi oksigen komersial di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 20 juta ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat. Penggunaan oksigen pada tungku peleburan baja merupakan penggunaan tertinggi. Jumlah yang banyak juga diperlukan pada proses pembuatan gas ammonia, metanol, etilen oksida dan pengelasan oksi-asetilen. Pemisahan udara (destilasi) menghasilkan gas dengan kemurnian 99%, sedangkan elektrolisis hanya 1% Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa[1] dan unsur paling melimpah di kerak Bumi.[2] Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi..[3]

ganggang. dll. yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. seperti protein.Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup. karbohidrat. plastik. Oksigen secara industri dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair. oksigen singlet umumnya dihasilkan dari air selama fotosintesis. dan sebagai penyokong kehidupan pada pesawat terbang. Ikatan ini memiliki orde ikatan dua dan sering dijelaskan secara sederhana sebagai ikatan ganda[6] ataupun sebagai kombinasi satu ikatan dua elektron dengan dua ikatan tiga elektron. adalah nama molekul oksigen O2 yang kesemuaan spin elektronnya berpasangan. Oksigen cair akan tertarik kepada magnet. Secara alami. ia juga digunakan sebagai propelan roket. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. jembatan oksigen cair akan terbentuk di antara dua kutub magnet kuat.5 milyar tahun yang lalu. dan lemak. dan tekstil. .[7] Oksigen triplet merupakan keadaan dasar molekul O2.[14] Karotenoid pada organisme yang berfotosintesis (kemungkinan juga ada pada hewan) memainkan peran yang penting dalam menyerap oksigen singlet dan mengubahnya menjadi berkeadaan dasar tak tereksitasi sebelum ia menyebabkan kerusakan pada jaringan. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang. gigi. sehingga ikatan oksigen diatomik adalah lebih lemah daripada ikatan rangkap tiga nitrogen.[5] yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal.[12] Ia juga dihasilkan di troposfer melalui fotolisis ozon oleh sinar berpanjang gelombang pendek. dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara. kapal selam. molekul O2 bersifat paramagnetik oleh karena spin momen magnetik elektron tak berpasangan molekul tersebut dan energi pertukaran negatif antara molekul O2 yang bersebelahan. Karakteristik Struktur Pada temperatur dan tekanan standar. ataupun elektrolisis air. Lapisan ozon pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet.[9] Kedua orbital ini dikelompokkan sebagai antiikat (melemahkan orde ikatan dari tiga menjadi dua). namun pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari asbut. dan penyelaman.[13] dan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sumber oksigen aktif. dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup.[15] Ozon merupakan gas langka pada bumi yang dapat ditemukan di stratosfer. sedemikiannya pada percobaan laboratorium. untuk terapi oksigen. di mana dua atom oksigen secara kimiawi berikatan dengan konfigurasi elektron triplet spin. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. dan tumbuhan selama fotosintesis.[10][11] Oksigen singlet.[8] Dalam bentuk triplet yang normal. Oksigen beracun bagi organisme anaerob. mengandung oksigen. penerbangan luar angkasa. Ia lebih reaktif terhadap molekul organik pada umumnya. oksigen berupa gas tak berwarna dan tak berasa dengan rumus kimia O2. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air oleh sianobakteri.[4] Terdapat pula alotrop oksigen lainnya. yaitu ozon (O3).[8] Konfigurasi elektron molekul ini memiliki dua elektron tak berpasangan yang menduduki dua orbital molekul yang berdegenerasi. Oksigen digunakan dalam produksi baja. O2 kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1777. dan tulang hewan.

[30] Isotop radioaktif sisanya memiliki umur paruh yang lebih pendek daripada 27 detik.[24][25] Pada suhu 25 °C dan 1 atm udara. bandingkan dengan rasio atmosferik yang sekitar 1:4.24 detik dan 14O dengan umur paruh 70. yang paling stabil adalah 15O dengan umur paruh 122. dengan 16O merupakan yang paling melimpah (99. lapisan ozon yang berada di atmosfer berfungsi sebagai perisai radiasi yang melindungi planet.31 °F). manakala dalam air laut mengandung sekitar 4.[19][20] dan diasumsikan terdapat pada salah satu enam fase oksigen padat. dengan menekan O2 sampai dengan 20 GPa.[27] Baik oksigen cair dan oksigen padat berwarna biru langit.[18] Molekul metastabil tetraoksigen (O4) ditemukan pada tahun 2001. Oksigen merupakan zat yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Trioksigen (O3). konsentrasi oksigen dalam air adalah 14. Kelarutan oksigen dalam air bergantung pada suhu.[5] Namun.79 °C. Pada suhu 0 °C. Ditemukan pula pada tahun 1998 bahwa pada suhu yang sangat rendah. dan mayoritas memiliki umur paruh kurang dari 83 milidetik.[26] Pada suhu 5 °C. manakala pada suhu 20 °C oksigen yang larut adalah sekitar 7.2 mL (45% lebih) per liter untuk air laut. dan 18O. Oksigen cair dengan kadar kemurnian yang tinggi biasanya didapatkan dengan distilasi bertingkat udara cair. Ia memiliki panjang ikat 121 pm dan energi ikat 498 kJ·mol-1.Alotrop Alotrop oksigen elementer yang umumnya ditemukan di bumi adalah dioksigen O2.[23] Sifat fisik Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen.[30] . membuatnya menjadi isotop yang paling umum pada zona pembakaran hidrogen bintang. menggunakan nitrogen cair dengan pendingin.[30] Kebanyakan 16O di disintesis pada akhir proses fusi helium pada bintang.[16] Altrop oksigen ini digunakan oleh makhluk hidup dalam respirasi sel dan merupakan komponen utama atmosfer bumi. dikenal sebagai ozon.[31] 17O utamanya dihasilkan dari pembakaran hidrogen menjadi helium semasa siklus CNO. fase ini menjadi superkonduktor. Oksigen mengembun pada 90.04 mililiter (mL) oksigen per liter. dan membeku pada 54. ozon merupakan polutan udara yang dibentuk dari produk sampingan pembakaran otomobil.20 K (−182.[19][20] Fase logam oksigen ditemukan pada tahun 1990 ketika oksigen padat ditekan sampai di atas 96 GPa[22]. 17O.6 mg·L−1. menghasilkan nitrogen. dekat permukaan bumi.[30] Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih ringan dari 16O adalah penangkapan elektron. −361.[31] Kebanyakan 18O diproduksi ketika 14N (berasal dari pembakaran CNO) menangkap inti 4He.95 °C. menjadikannya bentuk isotop yang paling umum di zona kaya helium bintang. −297.[31] Empat belas radioisotop telah berhasil dikarakterisasi.[21] Gerombol ini berpotensi sebagai oksidator yang lebih kuat daripada O2 maupun O3.[30] Isotop oksigen dapat berkisar dari yang bernomor massa 12 sampai dengan 28.82 °F). air tawar mengandung 6. sedangkan modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih berat daripada 18O adalah peluruhan beta.[17] Ozon diproduksi di atmosfer bumi ketika O2 bergabung dengan oksigen atomik yang dihasilkan dari pemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet (UV). Hal ini dibuktikan pada tahun 2006.[29] Isotop Oksigen yang dapat ditemukan secara alami adalah 16O. namun ada juga beberapa yang dihasilkan pada proses pembakaran neon.[5] Oleh karena ozon menyerap gelombang UV dengan sangat kuat. dan dapat digunakan dalam bahan bakar roket. kelarutannya bertambah menjadi 9.36 K (−218. menghasilkan fluorin.0 mL (50% lebih banyak daripada 25 °C) per liter untuk air murni dan 7.6 mg·L−1. Air mengandung sekitar satu molekul O2 untuk setiap dua molekul N2.762%).[28] Oksigen cair juga dapat dihasilkan dari pengembunan udara.95 mL per liter. Hal ini dikarenakan oleh penyerapan warna merah. merupakan alotrop oksigen yang sangat reaktif dan dapat merusak jaringan paru-paru.606 detik. dan ditemukan struktur gerombol rombohedral O8.

Dengan laju fotosintesis sekarang ini. 2) O2 dihasilkan.7 milyar tahun lalu. Lautan di sekitar kutub bumi dapat menyokong kehidupan laut yang lebih banyak oleh karena kandungan oksigen yang lebih tinggi. menduduki 21. sehingga organisme aerob mendominasi biosfer bumi. laut.6 milyar tahun yang lalu). Namun. Sejak permulaan era Kambrium 540 juta tahun yang lalu.1% O2 berdasarkan volume dan Venus yang bahkan memiliki kadar konsentrasi yang lebih rendah.1% massa (sekitar 1015 ton) atmosfer. O2 yang berada di planet-planet selain bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul beratom oksigen. Namun. namun diserap oleh permukaan tanah dan pembentukan lapisan ozon. misalnya karbon dioksida. 4-5) gas O2 mulai berakumulasi Gas oksigen bebas hampir tidak terdapat pada atmosfer bumi sebelum munculnya arkaea dan bakteri fotosintetik. membentuk formasi pita besi (Banded iron formation). oksigen bersamaan dengan besi yang larut dalam samudera. kadar O2 berfluktuasi antara 15% sampai 30% berdasarkan volume. Oksigen mulai melepaskan diri dari samudera 2.[47] .2% massa kerak bumi[2] dan merupakan komponen utama dalam samudera (88. kadar O2 atmosfer mencapai maksimum dengan 35% berdasarkan volume. respirasi sel yang menggunakan O2 mengijinkan organisme aerob untuk memproduksi lebih banyak ATP daripada organisme anaerob. namun diserap samudera dan batuan dasar laut.9% massa Matahari adalah oksigen.4 milyar tahun yang lalu. Oksigen bebas juga terdapat dalam air sebagai larutan.7 milyar tahun lalu. Bandingkan dengan Mars yang hanya memiliki 0. oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer.8% berdasarkan massa). 3) O2 mulai melepaskan diri dari samuder. dan tanah bumi.[35] Penumpukan oksigen di atmosfer Peningkatan kadar O2 di atmosfer bumi: 1) tiada O2 yang dihasilkan.Keberadaan Menurut massanya.[34] Air yang terkena polusi dapat mengurangi jumlah O2 dalam air tersebut. setelah hidrogen dan helium. diperlukan sekitar 2. meliputi pembakaran 7 milyar ton bahan bakar fosil per tahun hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap penurunan kadar oksigen di atmosfer.[44] Keberadaan oksigen dalam jumlah besar di atmosfer dan samudera kemungkinan membuat kebanyakan organisme anaerob hampir punah semasa bencana oksigen sekitar 2. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam semesta. Aktivitas manusia. Oksigen bebas pertama kali muncul dalam kadar yang signifikan semasa masa Paleoproterozoikum (antara 2. dan mencapai 10% kadar sekarang sekitar 1. Peningkatan kelarutan O2 pada temperatur yang rendah memiliki implikasi yang besar pada kehidupan laut. Pertama-tama.000 tahun untuk memproduksi ulang seluruh O2 yang ada di atmosfer sekarang.[32][3][33] Bumi memiliki ketidaklaziman pada atmosfernya dibandingkan planet-planet lainnya dalam sistem tata surya karena ia memiliki konsentrasi gas oksigen yang tinggi di atmosfernya. Para ilmuwan menaksir kualitas air dengan mengukur kebutuhan oksigen biologis atau jumlah O2 yang diperlukan untuk mengembalikan konsentrasi oksigen dalam air itu seperti semula.0% volume dan 23.[3] Oksigen mengisi sekitar 49.5 sampai dengan 1.[46] Pada akhir masa Karbon.[46] mengijinkan serangga dan amfibi tumbuh lebih besar daripada ukuran sekarang.[45] Fotosintesis dan respirasi seluler O2 mengijinkan berevolusinya sel eukariota dan akhirnya berevolusi menjadi organisme multisel seperti tumbuhan dan hewan. udara.[1] Sekitar 0.[3] Gas oksigen merupakan komponen paling umum kedua dalam atmosfer bumi.

Selain itu. Becher pada tahun 1667.[24] Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh prevalensi filosofi pembakaran dan korosi yang dikenal sebagai teori flogiston. logam tersebut akan menjadi lebih ringan). kebanyakan objek tampaknya menjadi lebih ringan dan sepertinya kehilangan sesuatu selama proses pembakaran tersebut. J. +1 (dioksigen difluorida). percobaan mereka semuanya menghasilkan oksigen. dan +2 (oksigen difluorida).[65][66] . J.[49] Fakta bahwa materi seperti kayu sebenarnya bertambah berat dalam proses pembakaran tertutup oleh gaya apung yang dimiliki oleh produk pembakaran yang berupa gas tersebut.[63] Senyawa oksigen dengan keadaan oksidasi lainnya sangat jarang ditemukan. Atom hidrogen secara kovalen berikatan dengan oksigen. sedangkan bahan-bahan yang tidak mudah terbakar dan berkorosi (misalnya besi). fakta bahwa logam akan bertambah berat ketika berkarat menjadi petunjuk awal bahwa teori flogiston tidaklah benar (yang mana menurut teori flogiston. dan Pierre Bayen. Dalam percobaan Robert Hooke. Senyawa oksida dan senyawa anorganik lainnya Air (H2O) adalah oksida hidrogen dan merupakan senyawa oksigen yang paling dikenal. Salah satunya adalah flogiston.[64] Ikatan hidrogen antar molekul air ini menjaga kedua molekul 15% lebih dekat daripada yang diperkirakan apabila hanya memperhitungkan gaya Van der Waals.3 kJ·mol−1 per atom hidrogen). Senyawa oksigen Air (H2O) adalah senyawa oksigen yang paling dikenal. mengandung sangat sedikit flogiston.[49] Bahan-bahan yang terbakar dengan hebat dan meninggalkan sedikit residu (misalnya kayu dan batu bara). dan dimodifikasi oleh kimiawan Georg Ernst Stahl pada tahun 1731. Sebenarnya pun. Keadaan oksidasi okesigen adalah -2 untuk hampir semua senyawa oksigen yang diketahui. namun tiada satupun dari mereka yang mengenalinya sebagai unsur. Teori flogiston dikemukakan oleh alkimiawan Jerman. Keadaan oksidasi -1 ditemukan pada beberapa senyawa seperti peroksida. -1/3 (ozonida). Mikhail Lomonosov. yakni -1/2 (superoksida). Ole Borch. sedangkan bagian yang tersisa setelah terbakar merupakan bentuk asli materi tersebut. 0 (asam hipofluorit). Tiada eksperimen kuantitatif yang pernah dilakukan untuk menguji keabsahan teori flogiston ini.[52] Teori flogiston menyatakan bahwa semua bahan yang dapat terbakar terbuat dari dua bagian komponen. dianggap memiliki kadar flogiston yang sangat tinggi. +1/2 (dioksigenil). Udara tidak memiliki peranan dalam teori flogiston. atom hidrogen juga berinteraksi dengan atom oksigen dari molekul air lainnya (sekitar 23.Sejarah Teori flogiston Stahl membantu mengembangkan dan mempopulerkan teori flogiston. melainkan teori ini hanya didasarkan pada pengamatan bahwa ketika sesuatu terbakar. yang dilepaskan ketika bahan tersebut dibakar.

Sebagai contohnya. Penentuan jari-jari atom . terdapat pula beberapa unsur yang secara spontan akan membentuk oksida pada suhu dan tekanan standar. Sifat Periodik Unsur Sifat yang berubah secara beraturan menurut kenaikan nomor atom dari kiri ke kanan dalam satu periode dan dari atas ke bawah dalam satu golongan disebut sifat periodik. Pada kerak bumi pula dapat ditemukan berbagai senyawa oksida. Lapisan oksida ini akan mencegah korosi lebih lanjut. Jari-jari atom secara lazim ditentukan dengan mengukur jarak dua inti atom yang identik yang terikat secara kovalen. oksida aluminium (aluminium oksida Al2O3 yang ditemukan pada bauksit dan korundum). afinitas electron dan keelektronegatifan. Perkaratan besi merupakan salah satu contohnya.05. Jari-jari Atom Jari-jari atom adalah jarak elektron di kulit terluar dari inti atom. dan oksida besi (besi(III) oksida Fe2O3) yang ditemukan pada hematit dan karat logam. FeO (wustit) sebenarnya berumus Fe1 − xO. Sifat periodik meliputi jari-jari atom.jari kovalen adalah setengah jarak antara inti dua atom identik yang terikat secara kovalen.Senyawa oksida seperti besi oksida atau karat terbentuk ketika oksigen bereaksi dengan unsur lainnya. energi ionisasi. yaitu karbon dioksida (CO2). dengan x biasanya sekitar 0. Oleh karena elektronegativitasnya. Namun. kita dapat menemukan sejumlah kecil oksida karbon. jari. Beberapa senyawa oksida logam transisi ditemukan secara alami sebagai senyawa non-stoikiometris. yakni oksida silikon (Silika SO2) yang ditemukan pada granit dan pasir. Jari-jari atom sulit untuk ditentukan apabila unsur berdiri sendiri tanpa bersenyawa dengan unsur lain.[67] Di atmosfer pula. Pada penentuan jari-jari atom ini. Permukaan logam seperti aluminium dan titanium teroksidasi dengan keberadaan udara dan membuat permukaan logam tersebut tertutupi oleh lapisan tipis oksida. oksigen akan membentuk ikatan kimia dengan hampir semua unsur lainnya pada suhu tinggi dan menghasilkan senyawa oksida.

Kekuatan gaya tarik yang semakin meningkat menyebabkan jari-jari atom semakin kecil. Hal ini terjadi karena dari atas ke bawah jumlah kulit bertambah sehingga jari-jari atom juga bertambah. Karena jumlah proton bertambah maka muatan inti juga bertambah yang mengakibatkan gaya tarik menarik antara inti dengan elektron pada kulit terluar semakin kuat. Sehingga untuk unsur dalam satu periode. Jari-jari atom unsur Unsur-unsur dalam satu periode (dari kiri ke kanan) berjumlah kulit sama tetapi jumlah proton bertambah sehingga jari-jari atom juga berubah.Hubungan jari-jari atom gengan nomor atom Kurva hubungan jari-jari atom dengan nomor atom memperlihatkan bahwa jari-jari atom dalam satu golongan akan semakin besar dari atas ke bawah. jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan. Jari-jari ion digambarkan sebagai berikut: .

Nomor atom dan jari-jari atom mempengaruhi besarnya energi ionisasi. Sedagkan dalam satu periode. Energi ionisasi Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom . Semakin besar jari-jari atom maka gaya tarik antara inti dengan elektron pada kulit terluar semakin lemah. energi ionisasi semakin kecil dari atas ke bawah. Hal ini berarti elektron pada kulit terluar semakin mudah lepas dan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron tersebut semakin kecil. energi ionisasi semakin besar dari kiri ke kanan.Perbandingan jari-jari atom dengan jari-jari ion Energi Ionisasi Energi minimum yang dibutuhkan untuk melepas elektron atom netral dalam wujud gas pada kulit terluar dan terikat paling lemah disebut energi ionisasi. Hal ini disebabkan dari kiri ke kanan muatan iti semakin besar yang mengakibatkan gaya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin besar sehingga dibutuhkan energi yang besar pula untuk melepaskan elektron pada kulit terluar. Akibatnya. dalam satu golongan.

semakin positif. Keelektronegatifan Keelektronegatifan ada-lah skala yang dapat menjelaskan kecenderungan atom suatu unsur untuk menarik elektron menuju kepadanya dalam suatu ikatan. Penyerapan energi menyebabkan ion yang terbentuk bersifat tidak stabil. energi diserap. 6 dan 7 Gambar menunjukkan bahwa atom unsur golongan 2A dan 8A mempunyai afinitas elektron yang berharga positif. energi dilepaskan. Fenomena ini menyebabkan jari-jari atom semakin kecil. Energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron keua disebut energi ionisasi kedua dan tentu saja diperlukan energi yang lebih besar. 3. Hal ini mengindikasikan bahwa unsur golongan 2A dan 8A sulit menerima elektron. Keelektronegatifan secara umum. dari kiri ke kanan semakin negatif dan dalam satu golongan dari atas ke bawah. Ion negatif yang terbentuk akibat proses tersebut bersifat stabil. energi ionisasi semakin besar. Atom suatu unsur dapat melepaskan elektronnya lebih dari satu buah. Hal sebaliknya terjadi untuk unsur golongan 1A yang berada di dasar kurva yang menunjukkan bahwa energi ionisasinya kecil. dari atas ke bawah keelekrnegatifan semakin berkurang. Afinitas elektron dapat berharga positif dan negatif. 2. Hal sebaliknya terjadi apabila dalam proses penangkapan satu elektron. dalam satu periode. dari kiri ke kanan semakin bertambah dan dalam satu golongan. afinitas elektron makin besar dan makin negatif dan akibatnya kecenderungan untuk menarik elektron semakin besar.Kurva tersebut menunjukkan unsur golongan 8A berada di puncak grafik yang mengindikasikan bahwa energi ionisasinya besar. 4. Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa afinitas elektron. Energi ionisasi semakin besar apabila makin banyak elektron yang dilepaskan oleh suatu atom. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur golongan halogen karena unsur golongan ini paling mudah menangkap elektron. Afinitas elektron golongan 1. dari kiri ke kanan. Afinitas elektron berharga negatif apabila dalam proses penangkapan satu elektron. 5. Hal ini dapat dimengerti karena dalam satu periode. Afinitas Elektron Afinitas elektron merupakan enegi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila terjadi penangkapan satu elektron yang ditempatkan pada kulit terluarnya dan atom menjadi ion negatif. dalam satu periode. . muatan inti atom semakin bertambah yang mengakibatkan gaya tarik antara inti atom dengan elektron terluar juga semakin bertambah. Semakin negatif harga afinitas lektron suatu atom unsur maka ion yang ter bentuk semakin stabil.

meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menetralkan zat-zat beracun dalam aliran darah. 7. Stabilitas gas mulia menyebabkan gas mulia sukar untuk menarik dan melepas elektron. Menstabilkan tekanan darah. 3. . Keelektronegatifan skala pauling memberikan nilai keelektronegatifan untuk gas mulia sebesar nol. 2. 6. Banyak penyakit diera modern ini yang disebabkan kekurangan oksigen. Dengan oksigen akan mampu meregenerasi sel. untuk membelah. 4. Mengurangi racun dalam darah. Sifat periodik unsur Oksigen merupakan kunci segala kehidupan. Mempercantik kulit dan mencegah penuaan dini. Setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan oksigen. Meningkatkan metabolisme. Meningkatkan daya ingat dan kecerdasan otak. Mencegah kanker. untuk bertumbuh dan untuk sel tetap hidup. Manfaat oksigen: 1. 5. asthma. Mencegah stress dan gugup 8. Memperkuat jantung dan sistem kekebalan tubuh. membantu memperbesar daya absorsi vitamin dan nutrisi. Ini adalah masalah serius dunia.Elektronegatifitas Keelektronegatifan skala Pauling Terlihat dari gambar bahwa untuk unsur gas mulia tidak mempunyai harga keelektronegatifan karena konfigurasi elektronnya yang stabil. dan berbagai penyakit.

Ini digunakan untuk mensintesis ATP via fotofosforilasi. O2 berdifusi melalui membran paru-paru dan dibawa oleh sel darah merah. sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan. O2.[39] Dalam keadaan istirahai. Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi. secara sederhana: C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + 2880 kJ·mol-1 Pada vetebrata.[32] Namun. manusia dewasa menghirup 1.[40] Dioksigen molekuler. sangatlah penting untuk respirasi sel organisme aerob.. misalnya ion superoksida (O2−) dan hidrogen peroksida (H2O2). superoksida.[32] Spesi oksigen yang reaktif. mengubah warnanya dari merah kebiruan menjadi merah cerah. oksigen bebas dihasilkan dari fotolisis air selama fotosintesis oksigenik. dan oksigen singlet untuk menghancurkan mikroba. adalah produk sampingan penggunaan oksigen dalam tubuh organisme.[32] Satu liter darah dapat melarutkan 200 cc O2. Oksigen digunakan di mitokondria untuk membantu menghasilkan adenosina trifosfat (ATP) selama fosforilasi oksidatif.4 gram oksigen per menit. Spesi oksigen reaktif juga memainkan peran yang penting pada respon hipersensitif tumbuhan melawan serangan patogen. Hemoglobin mengikat O2. [43] .[42] Jumlah ini setara dengan 6 milyar ton oksigen yang dihirup oleh seluruh manusia per tahun.[36] Persamaan kimia yang sederhana untuk fotosintesis adalah:[37] 6CO2 + 6H2O + foton → C6H12O6 + 6O2 Evolusi oksigen fotolitik terjadi di membran tilakoid organisme dan memerlukan energi empat foton. namun hasilnya merupakan pembentukan gradien proton di seluruh permukaan tilakod.[41][17] Terdapat pula hewan lainnya yang menggunakan hemosianin (hewan moluska dan beberapa antropoda) ataupun hemeritrin (laba-laba dan lobster).[38] Terdapat banyak langkah proses yang terlibat. bagian sistem kekebalan organisme tingkat tinggi pula menghasilkan peroksida.8 sampai 2.Peranan biologis Fotosintesis dan respirasi Fotosintesis menghasilkan O2 Di alam. Reaksi respirasi aerob ini secara garis besar merupakan kebalikan dari fotosintesis.[39] O2 yang dihasilkan sebagai produk sampingan kemudian dilepaskan ke atmosfer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful