P. 1
Operasi Teknik Kimia

Operasi Teknik Kimia

|Views: 957|Likes:
Published by Nindi Arelya

More info:

Published by: Nindi Arelya on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2014

pdf

text

original

Operasi Teknik Kimia (Mekanika Fluida

)
1.1 Mekanika Fluida Mekanika adalah ilmu yang mempelajari gerak dan gaya. Sehingga mekanika Fluida adalah ilmu yang mempelajari gaya dan gerak fluida. apakah yang dimaksud dengan fluida itu sendiri? dalam kehidupan sehari-hari kita telah mengetahui sejumlah zat/benda yang digolongkan sebagai fluida, misalkan : udara, air, bensin, minyak pelumas, susu dan lain-lain. Sedangkan benda atau zat yang jelas-jelas tidak dapat digolongkan sebagai fluida misalnya : baja,berlian,karet,kertas,dan lain-lain, yang semuanya termasuk zat padat. Selain itu juga terdapat benda yang wujudnya berada diantara fluida dan padatan misalnya : jelly, selai kacang, pasta gigi, dan lain-lain. Gagasan tentang tegangan geser dapat digunkan untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan fluida. Dengan membandingkan tegangan tarik dengan tegangan tekan, kita dengan mudah dapat memahami apa yang dimaksud dengan tegangan geser. 1.2 Hukum-Hukum yang menjadi dasar Mekanika Fluida Mekanika fluida didasarkan pada empat hukum dasar, yaitu : A. Hukum kekekalan massa/prinsif konservasi massa B. Hukum pertama termodinamika (Hukum kekekalan energi) C. Hukum kedua termodinamika D. Hukum Newton tentang gerak, F = ma 1.3 Zat Cair dan Gas Menurut wujud fluida dikelompokan dalam dua kelompok yaitu cair dan gas. Pada tingkat molekul, keduanya memiliki sifat yang berbeda. Cairan memiliki molekul-molekul yang saling berdekatan satu dengan lainnya dan diikat oleh gaya tarik menarik yang cukup besar. Sedangkan pada gas, molekulmolekul relatif saling berjauhan jaraknya. 1.4 Sifat-Sifat Fisik Fluida A. Densitas Densitas,adalah massa persatuan volume B. Specific Gravity Definisi Specifik Gravity : SG = Densitas per densitas air pada temperatur dan tekanan tertentu C. Viskositas kita mengenalnya viskositas dengan kekentalan zat cair. Arti khusus viskositas itu sendiri apa sih? ukuran ketahanan suatu fluida untuk mengalir atau berubah bentuk. Viskositas tidak dapat diamati apabila fluida dalam keadaan diam. D. Viskositas Kinematis Dalam banyak hal terkadang viskositas dinyatakan sebagai hubungan antara Viskositas dibagi dengan densitas. E. Tegangan Permukaan Gaya-gaya yang timbul dipermukaan zat cair untuk mempertahankan bentuknya apabila memperoleh gaya dari luar disebut dengan tegangan permukaan.

F. Tekanan Tekanan suatu fluida didefinisikan sebagai gaya fluida yang bekerja pada arah tegak-lurus pada suatu satuan luas permukaan. G. Gaya,massa,dan berat.

yang dihitung dari saat filtrat mulai mengalir. yaitu cake yang terbentuk dan media penyaring. Cake Filtration Pada proses cake filtration. hambatan terhadap aliran fluida meningkat bersama bertambahnya waktu operasi. n = konstanta Dalam clarification filtration n berharga 2. telah dibahas pada bagian sebelumnya. Standar blocking adalah mekanisme yang umum dalam clarifying filter. Direct sieving jarang dijumpai. V = volume filtrat yang terkumpul k1. cairan melalui dua hambatan secara seri. n = 0. dengan n = 3/2. tergantung pada mekanisme pengumpulan partikel. Operasi teknik kimia (Filtrasi) Filtrasi 3. yang disebut dengan intermediate blocking. yang berlaku bagi constant-pressure filtration. dan n pada persamaan (1) dan (2) berharga 2. dimana hambatan/tahanan terhadap aliran fluida konstan besarnya. penting hanya pada saat awal tahap operasi. dengan laju penyumbatan tersebut konstan. Hilang tekan keseluruhan pada suatu saat adalah penjumlahan dari hilang tekan pada medium dan cake. Hilang Tekan Pada Filter Cake Gambar penampang melintang media penyaring dan cake yang memperlihatkan gradien tekanan tesebut memperlihatkan diagram aliran yang melalui cake dan medium penyaring pada saat t. Berat adalah Gaya yang disebabkan oleh gaya gravitasi. hal yang dapat terjadi adalah laju alir fluida semakin lama semakin berkurang atau hilang tekan semakin bertambah.1 Prinsip Dasar Filtrasi Filtrasi merupakan sebuah contoh khusus dari suatu aliran fluida yang melalui media berpori. Luas permukaan filter adalah A dan pada saat itu ketebalan cake adalah Lc. Besarnya slope garis lurus tersebut adalah Ks dan intersept 1/qo. hal ini disebut dengan standard blocking. q = dV/t. hilang tekan semakin lama akan semakin besar. Hambatan media penyaring.Gaya adalah dorongan/pendorong yang dapat menyebabkan benda bergerak dari suatu tempat ketempat yang lain. Pada constant-pressure filtration hilang tekan dijaga agar konstan dan laju alir semakin lama semakin berkurang. pb tekanan pada titik keluaran. Persamaan umum bagi constant-pressure filtration diturunkan oleh Herman dan Bredee (1935). Hambatan cake belum terdapat pada saat awal operasi. Sedangkan bagi cake filtation. Jika pa adalah tekanan pada titik umpan masuk.2. dan p’ tekanan pada lapis batas antara cake dan medium. 3/2. yang lebih sering ditemui adalah partikel menyumbat sebagian pori media sehingga menyebabkan secara perlahan berkurangnya ukuran pori-pori media . Dalam filtrasi. atau 1. Clarification Bila partikel padat yang akan dipisahkan menyumbat pori-pori media. Selama proses filtrasi berlangsung. karena tersumbatnya media penyaring atau karena terbentuknya filter cake. dan akan meningkat pada saat proses telah berjalan. Sedangkan pada constant-rate filtration. Terkadang selama peralihan antara clarification dan pembentukan cake terdapat perioda dimana n = 1.yang berjarak L dari medium - . Massa adalah Ukuran jumlah suatu materi. maka mekanisme tersebut disebut direct sieving. Lapisan tipis cake yang terbentuk memiliki tebal dL . 3. Dengan n = 1 integrasi persamaan (1) memberikan persamaan berikut. laju alir volumetrik yang melalui filter q0 = laju alir pada t = 0 Ks = konstanta yang nilainya sebanding dengan Plot t/V terhadap t akan linier bila mengikuti mekanisme standard blocking.

menghubungkan u dengan V. merupakan fungsi dari hilang tekan. pengeringan. . Persamaan Empiris Bagi Hambatan Cake (cake Resistance) Variasi perubahan harga d terhadap dp dapat ditentukan berdasarkan percobaan yang dilakukan pada tekanan tetap. bervariasi terhadap hilang tekan. d bukan merupakn fungsi dari hilang tekan dan kedudukan dalam cake.Tahan medium penyaring Rm terdapat dalam persamaan karena tidak seluruh cake terambil oleh mekanisme pelepasan dan terbawa kembali dalam proses berikutnya.2 sampai 0. Biasanya nilai s berkisar antara 0. Floc yang terbentuk dapat berubah dan rusak susunannya oleh gaya yang bekerja pada cake tersebut. persamaan bagi fltrasi diskontinyu pada tekanan tetap dapat digunakan pada filtrasi kontinyu ini. Rm dapat diabaikan.Hambatan medium penyaring. pencucian. Dalam filter kontinu. Umumnya harga d akan bertambah seiring dengan meningkatnya dp. Dalam filter bed. Umumnya slurry merupakan campuran dari agglomerat. Bila d bukan merupakan fungsi dp. nilainya nol untuk sludge incompresible dan berharga positif untuk sludge yang compresible. Rm. 3. untuk menghitung hilang tekan dapat digunakan persamaan. sp/vp bervariasi di tiap lapisannya. Dalam prakteknya.dan tekanan pada titik ini adalah p. Karena itu tidak dapat begitu saja digunakan. Sehingga dengan sejumlah modifikasi. dan pelepasan cake . selanjutnya cake yang terbentuk diambil. umur pakai. Namun umumnya Rm dianggap konstan selama operasi berlangsung. misalnya pada rotary – drum filter. umpan. Karena filtrat harus melalui keseluruhan cake.8. dan besarnya d. dan kebersihan dari filter medium tersebut. Harga d pada compresible cake bervariasi di tiap kedudukan. Bila filter dicuci setelah cake diambil. atau floc/gumpalan yang terdiri dari kumpulan partikel yang sangat kecil hingga hambatan cake akan lebih tergantung pada sifat dari floc dibandingkan pada geometri partikel. kecepatan cukup rendah sehingga pola aliran dapat dianggap laminer.3. Filter seperti tersebut di atas disebut sebagai compresible cake.u (kecepatan linier filtrat) dan mc (massa total padatan dalam cake) dapat diganti menjadi fungsi V (volume total filtrat yang terkumpul saat t). filtrat. Floc yang terkumpul pada bagian terdepan dari cake akan membentuk jalinan saluran yang rumit sehingga akan kurang tepat bila digunakan. pengaruh kedudukan dan waktu terhadap d biasanya dapat diabaikan. Nilai rata-rata d dapat diperoleh dari serangkaian percobaan bagi material yang akan di saring.tidak dapat digunakan dalam rentang hilang tekan yang berbeda dari rentang hilang tekan yang digunakan dalam percobaan untuk mendapatkan harga d0 dan s. Bagi cake yang sangat compresible. dan juga terhadap waktu. harga d meningkat dengan cepat seiring dengan bertambahnya dp. dengan memvariasikan hilang tekan. Jika c adalah massa partikel yang terkumpul dalam filter per satuan volume filtrat. Hilang tekan sepanjang filter selama pembentukan cake. Bagi incompresible cake atau cake yang tak termampatkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyaringan terdiri dari sekumpulan tahap yang berlangsung secara berurutan pembentukan cake. V/A sama besarnya untuk seluruh lapisan dan u bukan merupakan fungsi dari L. Kebanyakan cake yang ditemui dalam industri tidaklah terdiri dari partikel yang rigid. Filtrasi Kontinyu. dan neraca massa menghubungkan mc dan V. Konstanta s disebut sebagai koefisien kompresibilitas. Sebagai contoh. Karenanya. dianggap konstan. dan kain penyaring selanjutnya dicuci. k3. Lapisan ini terdiri dari unggun tipis partikel padat. maka cake yang terbentuk termasuk kedalam incompresible cake. dan cake bergerak dalam laju yang konstan. Hambatan Media Penyaring Hambatan pada medium penyaring (filter-medium resistance)dengan dimensi dari Rm adalah L1. kain penyaring pada suatu saat memasuki tempat penampung slurry. dengan d0 dan s adalah konstanta empiris.

tidaklah tepat menggunakan persamaan (3. lebih sesuai bila digunakan persamaan (3. 4. Difusi Yaitu proses perpindahan massa suatu zat dalam suatu pelarut dari bagian yang berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. dll. ekstraksi. Awalnya. McAdams menulis buku The Principles of Chemical Engineering dan menjelaskan berbagai industri kimia yang mengikuti hukum-hukum fisika yang sama. adsorpsi. refrigerasi. filtrasi lebih sering berlangsung pada kondisi laju konstan. termasuk perpindahan fluida. Bila kecepatan mencapai harga diatas titik kritis tertentu. 2. 2. Sedangkan bila harga d tidak konstan. dll. termasuk pencairan gas. filtrasi. Konsep Transfer Massa. unit operasi adalah suatu tahapan dasar dalam suatu proses. dari persamaan terlihat bahwa laju alir filtrat berbanding terbalik dengan akar kuadrat viskositas dan waktu siklus. Bila waktu siklus pendek. William H. kondensasi. Ini disebabkan karena cake yang terbentuk pada permukaan drum lebih tipis dibandingkan cake yang terbentuk pada kecepatan drum yang rendah. Proses aliran fluida. Pada tahun 1923. distilasi. Secara umum laju filtrasi meningkat seiring dengan meningkatnya laju putaran drum dan berkurangnya waktu siklus. dll. Osmosis Yaitu proses perpindahan massa suatu zat dalam suatu pelarut dari bagian berkonsentrasi rendah kebagian berkonsentrasi tinggi. Mereka menyimpulkan proses-proses yang .30). 6. pencadaran (screening) dan pengayakan (sieving). fluidisasi padatan. Unit operasi teknik kimia : 1.Pada operasi ini. laju filtrasi tidak akan meningkat terhadap kecepatan tetapi akan konstan. dll. Proses mekanis. pengeringan. dll. Filtrasi Laju Konstan (Constant-Rate Filtration) Dalam sejumlah kasus. Hal ini dapat terjadi bila slurry diumpankan menuju filter dengan menggunakan pompa positive displacement.29). diasumsikan cake bersifat incompresible sehingga KV dan C konstan. 3. Lewis dan William H. Proses perpindahan panas. Aplikasi Transfer massa dan Transfer Panas secara simultan dalam Industri Proses perpindahan massa terbagi dua : 1. Bila Rm diabaikan. termasuk evaporasi. termasuk transportasi padatan. Warren K. 5.Persamaan medium penyaring Rm dapat digunakan baik pada continuous vacuum filter atau pada continuous pressure filter. industri kimia yang berbeda dianggap sebagai proses industri yang berbeda dengan prinsip-prinsip yang berbeda pula. Operasi Teknik Kimia ( Unit Operation ) Dalam teknik kimia dan bidang-bidang terkait. Proses termodinamis. Walker. dan cake cenderung menjadi basah sehingga sukar untuk diambil. Hal ini sudah dibuktikan dengan serangkaian percobaan pada keadaan cake yang terbentuk cukup tipis dan waktu siklus yang lama. termasuk absorpsi gas.

ensiklopedia bebas Efek Bernoulli dalam mekanika fluida Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang mempelajari fluida (yang dapat berupa cairan dan gas). Plastisitas: menjelaskan material yang secara permanen Reologi: studi terdeformasi setelah diberi material yang tegangan dengan besar memiliki karakteristik tertentu. Kombinasi (misalnya pencampuran) 2. Reaksi (misalnya reaksi kimia) Sumber : mass transfer operation : Robert E. Setiap unit operasi mengikuti hukum fisika yang sama dan dapat digunakan pada semua industri kimia. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan diam sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak.serupa ini ke dalam unit operasi. Mekanika solid: studi fisika dari material kontinu dengan bentuk tertentu. Unit operasi menjadi prinsip dasar dalam bidang teknik kimia. Pemisahan (misalnya distilasi) 3. seperti yang diilustrasikan pada tabel berikut. Elastisitas: menjelaskan material yang kembali ke bentuk awal setelah diberi tegangan. Unit-unit operasi juga dapat dikelompokkan menjadi: 1. solid dan fluida.Treybal Mekanika fluida Dari Wikipedia bahasa Indonesia. [Hubungan dengan mekanika kontinum Mekanika fluida biasanya dianggap subdisiplin dari mekanika kontinum. Fluida non-Newtonian Mekanika kontinum: studi fisika dari material kontinu Mekanika fluida: studi fisika dari material kontinu yang bentuknya mengikuti bentuk wadahnya. Fluida Newtonian . Mekanika fluida dapat dibagi menjadi fluida statik dan fluida dinamik.

Hipotesis kontinum pada dasarnya hanyalah pendekatan. Masalah akurasi ini biasa dipecahkan menggunakan mekanika statistik. [sunting] Hipotesis kontinum Fluida disusun oleh molekul-molekul yang bertabrakan satu sama lain. sebuah fluida adalah suatu substansi yang tidak mampu menahan tekanan tangensial. Jika suatu fluida bersifat viskos dan alirannya ditampung dalam suatu cara (seperti dalam pipa). properti seperti densitas. Angka Knudsen didefinisikan sebagai rasio dari rata-rata panjang jalur bebas molekular terhadap suatu skala panjang fisik representatif tertentu. hipotesis kontinum menghasilkan hasil yang sangat akurat. Selain itu. maka gaya geser antara fluida dengan batas sistem akan memberikan resultan kecepatan nol pada batas fluida. mekanika fluida membuat beberapa asumsi dasar berkaitan dengan studi yang dilakukan. Cairan kadang-kadang dapat dimodelkan sebagai fluida inkompresibel sementara semua gas tidak bisa. Properti tiap titik diasumsikan berbeda dan dirata-ratakan dalam REV. Dengan kata lain. Asumsi-asumsi ini kemudian diterjemahkan ke dalam persamaan-persamaan matematis yang harus dipenuhi bila asumsiasumsi yang telah dibuat berlaku. asumsi hipotesis kontinum dapat memberikan hasil dengan tingkat akurasi yang tidak diinginkan. asumsi kontinum menganggap fluida bersifat kontinu. Untuk fluida yang viskos. kenyataan bahwa fluida terdiri dari molekul diskrit diabaikan. angka Knudsen permasalahan harus dievaluasi. Skala panjang ini dapat berupa radius suatu benda dalam suatu fluida. bila kondisi benar. Dengan cara ini. angka Knudsen adalah berapa kali panjang diameter suatu partikel akan bergerak sebelum menabrak partikel lain. dan kecepatan dianggap terdefinisi pada titik-titik yang sangat kecil yang mendefinisikan REV (‘’Reference Element of Volume’’) pada orde geometris jarak antara molekul-molekul yang berlawanan di fluida. Hal ini menyebabkan fluida pada keadaan diamnya berbentuk mengikuti bentuk wadahnya. Terkadang gas juga dapat diasumsikan bersifat tidak viskos. Maksudnya adalah densitas dari fluida tidak berubah ketika diberi tekanan. . Secara sederhana. Namun demikian. Untuk menentukan perlu menggunakan dinamika fluida konvensial atau mekanika statistik. Namun demikian. Mekanika fluida mengasumsikan bahwa semua fluida mengikuti:    Hukum kekekalan massa Hukum kekekalan momentum Hipotesis kontinum. tekanan. jika batas sistemnya tidak berpori. akan lebih bermanfaat (dan realistis) bila diasumsikan suatu fluida bersifat inkompresibel. Asumsi Dasar Seperti halnya model matematika pada umumnya. kadang-kadang viskositas dari suatu fluida dapat diasumsikan bernilai nol (fluida tidak viskos). yang dijelaskan di bagian selanjutnya.Dalam pandangan secara mekanis. Kadang. maka aliran pada batas sistemnya mempunyai kecepatan nol. Sebagai akibatnya. temperatur.

seperti sistem udara global seperti El Niño atau daya angkat udara pada sayap. Sebagai contoh.[sunting] Persamaan Navier-Stokes Persamaan Navier-Stokes (dinamakan dari Claude-Louis Navier dan George Gabriel Stokes) adalah serangkaian persamaan yang menjelaskan pergerakan dari suatu fluida seperti cairan dan gas. Kasus-kasus ini biasanya melibatkan aliran nonturbulen dan tunak (aliran yang tidak berubah terhadap waktu) yang memiliki nilai bilangan Reynold kecil. f adalah vektor gaya benda. Persamaan-persamaan ini menyatakan bahwa perubahan dalam momentum (percepatan) partikel-partikel fluida bergantung hanya kepada gaya viskos internal (mirip dengan gaya friksi) dan gaya viskos tekanan eksternal yang bekerja pada fluida. Oleh karena itu. adalah derivatif substantif (dikenal juga dengan istilah derivatif dari material)    adalah vektor kecepatan. . hanya kasus-kasus aliran sederhana yang dapat dipecahkan dengan cara ini. dan adalah tensor yang menyatakan gaya-gaya permukaan yang bekerja pada partikel fluida. Kasus-kasus mekanika fluida yang membutuhkan penyelesaian berbantuan komputer dipelajari dalam bidang ilmu tersendiri yaitu mekanika fluida komputasional Bentuk umum persamaan Bentuk umum persamaan Navier-Stokes untuk kekekalan momentum adalah : di mana  ρ adalah densitas fluida. Persamaan Navier-Stokes memiliki bentuk persamaan diferensial yang menerangkan pergerakan dari suatu fluida. Secara praktis. perlu digunakan ilmu kalkulus. Untuk mendapatkan hasil dari suatu permasalahan fisika menggunakan persamaan NavierStokes. Persaman seperti ini menggambarkan hubungan laju perubahan suatu variabel terhadap variabel lain. persamaan Navier-Stokes menjelaskan kesetimbangan gaya-gaya yang bekerja pada fluida. Untuk kasus-kasus yang kompleks. persamaan Navier-Stokes untuk suatu fluida ideal dengan viskositas bernilai nol akan menghasilkan hubungan yang proposional antara percepatan (laju perubahan kecepatan) dan derivatif tekanan internal. penyelesaian persamaan Navier-Stokes hingga saat ini hanya mampu diperoleh dengan bantuan komputer.

bila fluida non-Newtonian diaduk. Definisi ini memiliki arti bahwa fluida newtonian akan mengalir terus tanpa dipengaruhi gaya-gaya yang bekerja pada fluida. non-Newtonian Sebuah Fluida Newtonian (dinamakan dari Isaac Newton) didefinisikan sebagai fluida yang tegangan gesernya berbanding lurus secara linier dengan gradien kecepatan pada arah tegak lurus dengan bidang geser. Persamaan yang dapat diselesaikan diperoleh dengan menambahkan persamaan kekekalan massa dan batas-batas kondisi ke dalam persamaan di atas. Ada banyak tipe fluida non-Newtonian yang kesemuanya memiliki properti tertentu yang berubah pada keadaan tertentu. Peristiwa lain yang terjadi saat fluida non-Newtonian diaduk adalah penurunan viskositas yang menyebabkan fluida tampak "lebih tipis" (dapat dilihat pada cat). Sebagai contoh. dan τ adalah tegangan tangensial (tegangan geser). Fluida Newtonian vs. air adalah fluida Newtonian karena air memiliki properti fluida sekalipun pada keadaan diaduk. (dalam tiga dimensi) memiliki bentuk persamaan: di mana   σ adalah tegangan normal.adalah tensor yang simetris kecuali bila fluida tersusun dari derajat kebebasan yang berputar seperti vorteks. masih belum memadai untuk menghasilkan hasil penyelesaian masalah. Dengan persamaan ini saja. Lubang ini akan terisi seiring dengan berjalannya waktu. satu persamaan untuk tiap dimensi. Persamaan di atas sebenarnya merupakan sekumpulan tiga persamaan. Persamaan yang menggambarkan perlakuan fluida Newtonian adalah: di mana τ adalah tegangan geser yang dihasilkan oleh fluida μ adalah viskositas fluida-sebuah konstanta proporsionalitas . Sebaliknya. akan tersisa suatu "lubang". Secara umum. Persamaan pada fluida Newtonian Konstanta yang menghubungkan tegangan geser dan gradien kecepatan secara linier dikenal dengan istilah viskositas. Sifat seperti ini dapat teramati pada material-material seperti puding.

persamaan yang menggambarkan tegangan geser (dalam koordinat kartesian) adalah di mana τij adalah tegangan geser pada bidang ith dengan arah jth vi adalah kecepatan pada arah ith xj adalah koordinat berarah jth Jika suatu fluida tidak memenuhi hubungan ini.adalah gradien kecepatan yang tegak lurus dengan arah geseran Viskositas pada fluida Newtonian secara definisi hanya bergantung pada temperatur dan tekanan dan tidak bergantung pada gaya-gaya yang bekerja pada fluida. fluida ini disebut fluida non-Newtonian. Jika fluida bersifat inkompresibel dan viskositas bernilai tetap di seluruh bagian fluida. v .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->