DISTRIBUSI MENURUT EKONOMI ISLAM

ِ ِْ ّ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ‫بسم ال الرحمن الرحيم‬

PENDAHULUAN Memahami sistem ekonomi Islam secara utuh dan komprehensif, selain memerlukan pemahaman tentang Islam juga memerlukan pemahaman yang memadai tentang pengetahuan ekonomi umum mutakhir. Keterbatasan dalam pemahaman Islam akan berakibat pada tidak dipahaminya sistem ekonomi Islam secara utuh dan menyeluruh, mulai dari aspek fundamental ideologis sampai pemahaman konsep serta aplikasi praktis. Akibatnya tidak jarang pemahaman yang muncul, hanya menganggap bahwa sistem ekonomi Islam tidak berbeda dengan sistem ekonomi umum yang selama ini ada hanya minus sistem ribawi ditambah dengan zis (zakat, infak, sedekah) juga disertai adanya prinsip-prinsip akhlak yang diperlukan dalam kegiatan ekonomi. Akibatnya muncul anggapan sistem ekonomi Islam hanya berisi garis-garis besar tentang ekonomi saja, tetapi tentang rinciannya tidak ada. Karenanya untuk memahami sistem ekonomi Islam selain memerlukan pemahaman tentang Islam secara utuh, juga memerlukan pemahaman tentang pengetahuan ekonomi umum mutakhir. Pemahaman Islam diperlukan untuk memahami prinsip-prinsi ekonomi Islam secara utuh, yang merupakan bagian dari sistem Islam keseluruhan. Atau dengan kata lain agar falsafah, tujuan dan strategi operasional dari sistem ekonomi Islam dapat dipahami secara komprehensip. Dengan demikian tidak lagi ada anggapan bahwa sistem ekonomi Islam tidak memiliki landasan filosofis, politis, maupun strategis.

1

PEMBAHASAN 1. MAKNA DISTRIBUSI DAN TUJUANNYA A. Makna Distribusi dan Urgensinya Adapun makna distribusi dalam ekonomi islam sangatlah luas, yaitu mencakup pengaturan kepemilikan unsur-unsur produksi dan sumber-sumber kekayaan. Dimana islam memperbolehkan kepemilikan umum dan kepemilikan khusus, dan meletakkan masing-masingnya kaidah-kaidah untuk mendapatkan dan mempergunakannya, dan kaidah – kaidah untuk warisan, hibah dan wasiat. Sebagaimana ekonomi Islam juga memiliki politik dalam distibusi pemasukan, baik antar unsur – unsur produksi maupun antara individu masyarakat dan kelompok – kelompoknya, disamping pengembalian distribusi dalam system jaminan sosial yang disampaikan dalam ajaran islam. Karena memperhatikan bahayanya pendistribusian harta yang bukan pada haknya dan terjadinya penyelewengan distribusi pada jalannya yang benar ini, maka islam mengutamakan tema distribusi dengan perhatian besar yang nampak dalam beberapa fenomena, dimana yang terpenting adalah sebagai berikut : 1) Banyaknya nash Al Quran dan hadist Nabawi yang mencakup tema distribusi dengan menjelaskan system

manajemennya, himbauan komitmen dan cara-caranya yang terbaik dan memperingatkan penyimpangan dari system yang benar. 2) Syariat islam tidak hanya menetapkan prinsip – prinsip umum bagi distribusi dan pengembalian distribusi, namun

2

juga merincikan dengan jelas dan lugas cara pendistribusian harta dan sumber-sumbernya. 3) Banyaknya dan komperhensifnya system dan cara

distribusi yang ditegakkan dalam islam, baik dengan cara pengharusan (wajib) maupun yang secara suka rela (sunnah) 4) Al Qur’an menyebutkan secara tekstual dan eksplisit tentang tujuan peringatan perbedaan di dalam kekayaan, dan mengantisipasi pemusatan harta dalam kalangan minoritas. Dapat kita lihat pada Firman Allah QS Al-Hasyr: 7







   

  



                           

 

3

anak-anak yatim. dan bertakwalah kepada Allah. Tujuan Distribusi Dalam Ekonomi Islam Ekonomi Islam datang dengan system distribusi yang merealisasikan beragam tujuan yang mencakup berbagai bidang kehidupan. Berikut ini hal yang terpenting kedalam tujuan tersebut adalah : Pertama : Tujuan Dakwah 4 . Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. dan mengikuti politik terbaik dalam merealisasikan tujuan – tujuan tersebut. apa yang diberikan Rasul kepadamu. Dimana tujuan distribusi dalam ekonomi islam di kelompokkan kepada tujuan dakwah. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Maka terimalah. kaum kerabat. dan apa yang dilarangnya bagimu.” B. pendidikan. sosial dan ekonomi. dan adil dalam pendistribusian. Secara umum dapat kami katakana bahwa system distribusi ekonomi dalam ekonomi islam mempunyai andil bersama system dan politik syariah lainnya-dalam merealisasikan beberapa tujuan umum syariat islam. Maka tinggalkanlah. untuk rasul. perkataannya. yaitu adil dalam hukum.” 5) Dalam fikih ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu. tema distribusi mendapat porsi besar yakni yang dalam dijelaskan dalam “ kepemimpinannya. Sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kalian dua hal yang akan selalu kalian dalam kebaikan selama kalian komitmen kepada keduanya.“ Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah. supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu.

Diantaranaya contoh yang paling jelas adalah bagian muallaf di dalam zakat.Yang dimaksud dakwah disini adalah dakwah kepada islam dan menyatukan hati kepadanya.” Kedua : Tujuan Pendidikan 5 . Pada sisi lain. atau orang islam yang di harapkan kuat keislamannya. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orangorang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada' dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. Sebagaimana system distribusi dalam ghanimah dakwah yang jelas. Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). Sebab Allah berfirman pada Firman Allah QS Ali Imran: 140 dan fa’i juga memiliki tujuan                            “Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka. dimana muallaf itu adakalnya orang kafir yang diharapkan keislamannya atau dicegah keburukannya. bahwa pemberian zakat kepada muallaf juga memiliki dampak dakwah terhadap orang yang menunaikan zakat itu sendiri.

Secara umum. 6 . dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. seperti suka memberi. dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. seperti kikir. loba dan mementingkan diri sendiri (egois).Di antara tujuan pendidikan dalam distribusi adalah seperti yang di sebutkan dalam firman Allah QS At-Taubah : 103                    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. b) Mensucikan dari akhlak tercela. dimana yang terpenting adalah sebagai berikut : a) Pendidikan terhadap akhlak terpuji. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. berderma dan mengutamakan orang lain.” [658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda [659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka. bahwa distribusi dalam perspektif ekonomi islam dapat mewujudkan beberapa tujuan pendidikan.

Ketiga : Tujuan Sosial Tujuan sosial terpenting dalam distribusi adalah sebagai berikut : 1. dan menghidupkan prinsip solidaritas di dalam masyarakat muslim. orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya Karena memelihara diri dari minta-minta. Memenuhi kebutuhan kelompok yang membutuhkan. mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. Menguatkan ikatan cinta dan kasih sayang diantara individu dan kelompok di dalam masyarakat 7 . mereka tidak dapat (berusaha) di bumi. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah).” 2. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya. Dapat di lihat pada Firman Allah QS Al Baqarah:273                                 “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah.

baik infak wajib maupun sunnah. dan bertambahnya tingkat kriminalitas yang berdampak pada ketidak tentraman. Keempat : Tujuan Ekonomi Distribusi dalam ekonomi islam mempunyai tujuan – tujuan ekonomi yang penting. 4. 2. Pendistribusian sumber –sumber kekayaan Pendistribusian pemasukan diantara unsure – unsure Pendistribusian diantara kelompok masyarakat yang dan keadialan dalam pendistribusian diantara produksi generasi yang sekarang dan generasi yang akan datang.3. karena harta ketika menginfakkan sebagian hartanya kepada orang lain. Mengikis sebab – sebab kebencian dalam masyarakat. maka demikian itu akan mendorongnya untuk menginvestasikan hartanya sehingga tidak akan habis karena zakat. dimana akan berdampak pada terealisasinya keamanan dan ketentraman masyarakat. Keadilan dalam distribusi mencakup a) b) c) ada. Pada sisi lain. sebagai contoh bahwa distribusi yang tidak adil dalam pemasukan dan kekayaan akan berdampak adanya kelompok dan daerah miskin. bahwa system 8 . Memberdayakan sumber daya manusia yang menganggur dengan terpenuhi kebutuhannya tentang harta atau persiapan yang lazim untuk melaksanakannya dengan melakukan kegiatan ekonomi. dimana yang terpenting diantaranya dapat kami sebutkan sperti berikut ini : 1. pemilik Pengembangan harta dan pembersihannya.

Karena itu Allah menjadikan dalam zakat bagian bagi orang-orang yang berhutang dan bagian bagi hamba sahaya. namun juga berkaitan dengan cara pendistribusiannya di antara individu masyarakat. Karena itu kajian tentang cara distribusi yang dapat merealisasikan tingkat kesejahteraan ekonomi terbaik bagi umat adalah suatu keharusan dan keniscayaan. seperti utang yang membebani pundak orang – orang yang berhutang atau hamba sahaya yang terikat untuk merdeka. di mana tingkat kesejahteraan ekonomi berkaitan dengan tingkat konsumsi. Dapat kita lihat pada QS Al-Baqarah : 265                     9 . Sedangkan tingkat konsumsi tidak hanya berkaitan dengan bentuk pemasukan saja. Andil dalam merealisasikan kesejahteraan ekonomi.distribusi dalam ekonomi islam dapat menghilangkan faktor – faktor yang menghambat seseorang dari andil dalam kegiatan ekonomi . 3.

spences menulis dalam bukunya contemporary economics: “ Kapitalisme merupakan sebuah sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat (individu) atas alat-alat produksi dan distribusi dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif ”. Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Milton H. dan harta. Sedangkan sosialis lebih melihat kepada kerja sebai basic dari distribusi pendapatan. oleh sebab itu. pendapatan. Konsep dasar kapitalis dalam permasalahan distribusi adalah kepemilikan private (pribadi). sebagai bentuk pelatihan kepadanya.        “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya Karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka. Makanya permasalahan yang timbul adalah adanya perbedaan mencolok pada kepemilikan. Briton menyebutkan bahwa “ sosiolisme dapat diartikan sebagai bentuk perekonomian di 10 . C. jika hujan lebat tidak menyiraminya.” Yang artinya dapat dimaknakan bahwasanya orang – orang yang membelanjakan hartanya karena keridhoaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka kepada iman dan ibadah – ibadah yang lain. Maka hujan gerimis (pun memadai). seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat. Setiap kepemilikan hanya bias dilahirkan dari buah kerja seseorang. dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat. DISTRIBUSI PENDAPATAN. adanya perbedaan dalam kepemilikan tidak disebabkan oleh kepemilikan pribadi tapi lebih kepada adanya perbedaan pada kapabilitas dan bakat setiap orang. sehingga setiap manusia terus tetap bertakwa kepada Allah SWT.

upaya untuk mengeliminasi kesenjangan antar pendapatan umat adalah sebuah keharusan. mempromosikan “greatest good for greatest number of people” dengan “good” atau “utility” diharmonisasikan dengan pengertian halal haram. b) Sebagaimana leberitarian dan Marxism. Dalam aturan main syariah akan ditemukan sejumlah instrumen yang mewajibkan seorang muslim untuk mendistribusikan kekayaannya sebagai akibat melakukan kesalahan (dosa). Sedangkan kecukupan dalam standar hidup yang baik (nisab) adalah hal yang paling mendasari dalam system distribusi – redistribusi kekayaan. kebutuhan memang menjadi alasan untuk mencapai pendapatan minimum. setelah itu baru dikaitkan dengan kerja dan kepemilikan pribadi. signifikansi dan batasan-batasan tertentu tertentu. dan menasionalisasikan industri-industri besar dan strategis yang menyangkut hidup orang banyak ”. di antaranya: a) Sebagaimana utilitarianisme. 11 . Dalam Islam. Harus dipahami bahwa islam tidak menjadikan complete income equality untuk semua umat sebagai tujuan utama dan paling akhir dari system distribusi dan pembangunan ekonomi. pertobatan dan penebusan dosa adalah salah satu hal yang mendasari diterapkannya proses redistribusi pendapatan. peruntungan manusia dan peningkatan untility manusia adalah tujuan utama dari tujuan pembangunan ekonomi. Proses redistribusi pendapatan dala Islam mengamini banyak hal yang berkaitan dengan moral endogeneity.mana pemerintah paling kurang bertindak sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga masyarakat. Namun demikian.

Pengertian shadaqoh di sini bukan berarti sedekah dalam konteks pengertian baghasa Indonesia. 12 . konsumsi. maka haruslah dipahami bahwa seluruh proses aktifitas ekonomi di dalamnya. harus dilandasi legalitas halal haram mulai dari: produktivitas. karena walaupun pada realitasnya distribusi adalah proses transfer kekayaan searah. Distribusi pendapatan dapat konteks rumah tangga akan sangat terkait dengan terminology shadaqoh. 1. Nafaqah: Kewajiban tanpa syarat dengan menyediakan semua kebutuhan pada orang-orang terdekat. Aktivitas yang terkait dengan aspek hokum tersebut kemudian menjadi muara bagaimana seorang muslim melaksanakan proses distribusi pendapatannya. Zakat: Kewajiban seorang muslim untuk menyisihkan sebagian harta miliknya. untuk didistribusikan kepada kelompok tertentu (delapan asnaf).hak kepemilikan. transaksi dan investasi. Karena shadaqoh dalam konteks terminologi Al-Qur’an dapat dipahami dalam dua aspek. yaitu Pertama : Instrumen shadaqoh wajibah (wajib dan khusus dikenakan bagi orang muslim) adalah: 1. Kondisi seperti ini hampir bias dipastikan berlaku di setiap komunitas. 2.c) Sistem redistribusi diarahkan untuk berlaku sebagai factor pengurang dari adanya pihak yang merasa dalam keadaan merugi atau gagal. Distribusi Pendapatan Dalam Rumah Tangga Mengingat nilai-nilai Islam merupakan fakror endogen dalam rumah tangga seorang muslim. d) Mekanisme redistribusi berlaku secara istimewa. namun pada hakikatnya tidak demikian.

6. Musaadah: Memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami musibah. Jiwar: Bantuan yang diberikan berkaitan dengan urusan bertetangga. Ketiga: Instrumen term had/ hudud (hukuman) 1. Aqiqah: Memotong seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki yang baru lahir. 2. 13 . 3. 5. 7. 4. Infaq: Sedekah yang dapat diberikan kepada pihak lain jika kondisi keuangan rumah tangga muslim sudah berada di atas nisab. Diyafah: Kegiatan memberikan jamuan atas tamu yang dating. Kedua : Instrumen shodaqoh nafilah (sunah dan khusus dikenakan bagi orang muslim) adalah: 1. Udhiyah: Qurban binatang ternak pada saat hari tasyrik perayaan Idhul Adha. asset yang diwakafkan bisa dalam bentuk asset materi kebendaan ataupun asset keuangan.3. Warisan: pembagian asset kepemilikan kepada orang yang ditinggalkan setelah meninggal dunia. misal melakukan hubungan suami istri pada siang hari pada bulan Ramadhan. Kafarat: Tembusan terhadap dosa yang dilakukan oleh seorang muslim. Wakaf: Memberi bantuan atas kepemilikannya untuk kesejahteraan masyarakat umum.

Nudzur: perbuatan untuk menafkahkan atas pengorbanan sebagian harata yang dimilikinya untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. sudah genap satu tahun kepemilikan dan potensi pruduktif. pada dasarnya dapat disesuaikan dengan daur hidup pencarian kekayaan manusia secara umum. Apakah asset itu di atas nisab. Setiap instrumen yang ditawarkan Islam dalam memecahkan permasalahan ketidaksetaraan pendapatan (inequality income) antar rumah tangga. Accumulation Phase (Fase Akumulasi).2. yang harus diprioritaskan adalah distribusi melalui instrumen zakat. Dari kepemilikan aset yang dimiliki. yaitu tahap awal sampai pertengahan karier. Namun harus dilihat terlebih dahulu karakter dari sisa asset tersebut. ada 3 yaitu: 1. ajaran Islam memberikan sejumlah persyaratan (karakteristik khusus) pada aset wajib zakat. 2. yaitu: Pertama. Bahkan berkaitan dengan kewajiban zakat. Keopemilikan sempurna. ajaran Islam dalam mendistribusikan pendapatan rumah tangga mengenal skala prioritas yang ketat. Pada fase ini individu mencoba meningkatkan asetnya (kekayaan) untuk dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek. 14 . Berbeda dengan ajaran ekonomi mana pun. atas keberhasilan pencapaian sesuatu yang menjadikan keinginannya. 3. dendanya setara dengan seekor kambing. dan dahulikan membayar hutang. Kemudian dari sisa aset yang ada. Dam/diyat: tebusan atas tidak dilakukannya suatu syarat dalam pelaksanaan ibadah. 3. pertama yang harus di distribusikan (dikeluarkan) dari jumlah seluruh asset adalah kebutuhan keluarga. seperti tidak melaksanakan puasa tiga hari pada saat melaksanakan ibadah haji.

Mereka yang ada di fase ini dapat meninvestasikan dananya untuk tujuan jangka panjang. kewajiban untuk memberikan nafkah keluarga akan berkurang. Fase ini secara umum dimulai pada saaat individu memasuki masa pension.Secara umum. Ketiga. pendapatan bersih dari individu dalam fase ini tidaklah besar. Spending Phase.. Pada fase ini. seiring dengan semakin dewasanya anak yang menjadi tanggungan. Kebutuhan akan biaya hidup harian mereka peroleh dari investasi yang mereka lakukan lakukan pada dua fase sebelumnya. Kedua. Untuk itu. Distribusi Pendapatan Dalam Negara Prinsip prinsip ekonomi yang dibangun di atas nilai moral Islam mencanangkan kepentingan distribusi pendapatan secara adil. Consolidation Phase (fase Konsolidasi). diantaranya: penjaminan level minimum kehidupan bangsa bagi mereka yang berpendapatan di bawah kemampuan. Individu yang berada dalam fase ini biasanya telah melalui pertengahan perjalanan kariernya. Dalam fase ini biasanya pendapatan melebihi pengeluaran. ekonomi rumah tangga dapat menfokuskan pengeluarannya khusus untuk meningkatkan produktivitasnya dana memenuhi kebutuhannya. Untuk itu. individu dapat melakukan kewajiban zakat dan instrument-intrumen lainnya yang lebih terkait kepada perayaan rasa syukur. Negara wajib bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan materi bagi 15 . 2. Para sarjana muslim banyak membicarakan objektivitas perekonomian berbasis Islam pada level Negara terkait dengan. pada setiap kelebihan asetnya.

seperti anggaran pendapatan dan belanja Negara. Dalam negara Islam. Pengelolaan Sumber Daya Dalam pengelolaan sumberdaya yang tersedia. dan lain sebagainya. pemerintah (Negara) harus mampu mendistribusikan secara baik atas pemanfaatan tanah/lahan dan industri. a.ligkungan social maupun individu dengan pemafaatan sebesar-besarnya atas sumber daya yang tersedia. kehidupan. Kemudian dilanjutkan dengan model ekonomi politik dalam pengambilan keputusan dan kebikjakan pemerintah yang berdampak secara langsung dan tidak langsung kepada distribusi pendapatan. Semua keistimewaan tersebut harus diarahkan untuk memenuhi kepentingan public dan pembebasan kemiskinan. kesetaraan. Ajaran Islam memberikan otoritas kepada pemerintah dalam menentukan kebijakan penggunaan lahan untuk kepentingan Negara dan publik (hak hima). kebijaksanaan fiskal merupakan salah satu perangkat untuk mencapai tujuan syariah yang dijelaskan Imam al-Ghazali termasuk meningkatkan kesejahteraan dengan tetap menjaga keimanan. kekayaan dan kepemilikan. kebijakan fiskal dan moneter dengan basis hipotesis kepda ketidaksempurnaan pasaran teori-teori. pembangunan social ekonomi. kaum Muslimin cukup berpengalaman dalam menerapkan beberapa instrumen sebagai kebijakan fiskal. penarikan pajak. intelektualitas. Karena itu negara wajib mengeluarkan kebijakan yang mengupayakan stabilitas ekonomi. distribusi tanah (hak iqta) kepada sector swasta. dan keistimewaan non monetary lainnya yang legalitasnya dikembalikan kepada aturan syari’ah. yang diselenggarakan pada lembaga baitul maal (national treasury). 16 . yang berkaitan dengan moral hazard dan adverse selection. subsidi. Pada masa kenabian dan kekhalifahan setelahnya. ketenagakerjaan.

Sadaqah. tanah kharaj. Dalam sistem ekonomi pasar tidak ada ‘sektor sukarela’ • Zakat Konsep fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha untuk mempertemukan pihak surplus Muslim dengan pihak defisit Muslim. Sementara Infaq.Dari berbagai macam instrumen. pajak diterapkan atas individu (jizyah dan pajak khusus Muslim). Pada saat perekonomi. yang membedakannya dari sistem ekonomi pasar. Dengan demikian ZISWA merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam kebijakan fiskal. sadaqah.an sedang krisis yang membawa dampak terhadap keuangan negara karena sumber-sumber penerimaan terutama pajak merosot seiring dengan merosotnya aktivitas ekonomimaka kewajibankewajiban tersebut beralih kepada kaum Muslimin. Semisal krisis ekonomi yang menyebabkan warga negara jatuh miskin otomatis mereka tidak dikenai beban pajak baik jizyah maupun pajak atas orang Islam. dan ushur (cukai) atas barang impor dari negara yang mengenakan cukai terhadap pedagang kaum Muslimin. wakaf dan lain-lain (ZISWA). Zakat merupakan kewajiban untuk mengeluarkan sebagian pendapatan atau harta seseorang yang telah memenuhi syarat syariah Islam guna diberikan kepada berbagai unsur masyarakat yang telah ditetapkan dalam syariah Islam. Wakaf merupakan pengeluaran ‘sukarela’ yang juga sangat dianjurkan dalam Islam. infaq dan waqaf. sebaliknya mereka akan disantuni negara dengan biaya yang diambil dari orang-orang Muslim yang kaya. Unsur-unsur tersebut ada yang bersifat wajib seperti zakat dan ada pula yang bersifat sukarela seperti sadaqah. Pembagian dalam kegiatan ‘wajib’ dan ‘sukarela’ ini khas di dalam sistem ekonomi Islam. Hal ini dengan harapan terjadi proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus dan deficit 17 . Dalam Islam kita kenal adanya konsep zakat. infaq. sehingga tidak memberikan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat.

460. maka nisabnya adalah penghasilan minimal perbulan yang membuat seseorang menjadi wajib zakat (muzakki).000 sudah merupakan wajib zakat (muzakki) dan zakatnya dikeluarkan pada saat menerima gaji. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kegiatan berzakat dalam Islam. yaitu pada zakat pertanian dan pada zakat emas dan perak. 18 . tahun 2004). Sebagian besar perhitungan yang telah dilakukan hanya sebatas pada perhitungan potensi minimal. Angka terkecil yang diperoleh dari beberapa perhitungan yang telah dilakukan. Untuk menentukan nisab. yaitu 5 wasaq atau senilai 653 kg gabah kering/gandum atau 522 kg beras (pada tahun 2004 senilai Rp 1. Nisab adalah angka minimal aset yang terkena kewajiban zakat. penulis menyandarkan pada pendapat Didin Hafidhuddin yang mengatakan bahwa zakat profesi dapat dianalogikan pada dua hal sekaligus. Dalam konteks zakat penghasilan. Panduan Zakat Praktis.Muslim atau bahkan menjadikan kelompok yang deficit (mustahik) menjadi surplus (muzzaki).1 triliun (informasi dari Dewan Syariah Dompet Dhuafa. Dari sudut nisab dianalogikan pada zakat pertanian. adalah sebesar Rp. 5. Artinya seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1. perhitungan-perhitungan potensi zakat yang ada saat ini masih bersifat perkiraan yang kasar. Perintah berzakat sering muncul berdampingan sesudah perintah mendirikan shalat. Di sisi lain realisasi pengumpulan zakat masih jauh dari potensi yang ada. Hingga saat ini belum ada penelitian yang secara spesifik menghitung potensi masing-masing jenis zakat.000). Dalam Qur’an diperkirakan terdapat 30 ayat yang berkaitan dengan perintah untuk mengeluarkan zakat.460.

perbulannya. Adapun data yang tercatat pada Departemen Agama. dengan potensi zakat penghasilan yang nilainya sekitar Rp 12. Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau yayasan amal lainnya.025. terdapat 16.460.460.119.274. Sementara dari jumlah total penghasilan tenaga kerja di Indonesia yang sebesar Rp. Realisasi zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat muslim di Indonesia belum dapat diketahui secara pasti. 19 . mengingat tradisi masyarakat kita dalam membayarkan zakatnya banyak yang secara langsung dibayarkan kepada mustahik.000.merupakan jumlah total penghasilan tenaga kerja yang berpenghasilan lebih besar dari Rp.91% atau 15. Bila dibandingkan dengan APBN 2004.913. 1.847. terdapat 43% atau Rp.962.3 triliun.620. 5. berdasarkan data tahun 2004.7 triliun. potensi di atas sungguh sangat bermakna.3 triliun itu.072 orang yang memiliki penghasilan lebih besar dari Rp..302.000.-.990.722.perbulannya.5% masyarakat muslim yang menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat (BAZ). Dengan asumsi rasio penduduk jumlah muslim (88%) sama dengan rasio tenaga kerja muslim di Indonesia..160. 557. dan sub sektor kesehatan sebesar Rp.040 orang. Pembiayaan untuk pembangunan pada sub sektor kesejahteraan sosial “hanya” sebesar Rp. 1. Artinya.. banyak hal dapat dilakukan asalkan masih dalam koridor delapan asnaf (golongan) yang berhak menerima dana zakat.3 miliar. maka diperoleh hasil bahwa dari jumlah total tenaga kerja di Indonesia yang berjumlah 93.Setelah dilakukan analisis data untuk tahun 2004.190. 1. 1. realisasi zakat tahun 2004 sebesar Rp 199. Dari hasil survei PIRAC 2004 hanya sebesar 12.289. maka diketahui zakat penghasilan/profesi yang dapat digali dari tenaga kerja muslim di Indonesia dalam satu tahun adalah sebesar Rp.104. 12.954.

dan distribusi. yaitu: • Katabah. Kompetisi Pasar dan Redistribusi Sistem Perspektif teori menyatakan bahwa pasar adalah salah satu mekanisme yang bisa dijalankan oleh manusia untuk mengatasi problem-problem ekonomi yang terdiri atas: produksi. petugas untuk menarik. menghitung zakat. petugas untuk menaksir.6 persen dari potensi. Pada zaman Rasululah. • Hasabah. • Qasamah.Jika dibandingkankan antara realisasi zakat yang terhimpun pada berbagai lembaga pengelola zakat dengan potensi zakat profesi. Sebagai contoh klasik dari kondisi market 20 . petugas untuk menyalurkan zakat kepada mustahik. ternyata realisasinya hanya sekitar 1. konsumsi. mekanisme pasar menekan seminimal mungkin mungkin peranan pemerintah (command economics). • Jubah. • Kahazanah. b. petugas untuk menghimpun dan memelihara harta zakat. sistem manajemen zakat yang dilakukan oleh amil dibagi menjadi beberapa bagian. dalam arti ada kondisi-kondisi yang menghalangi kompetisi yang fair terjadi atau distribusi yang tidak normal atau dengan kata lain mengupayakan tidak terjadinya market failure. mengambil zakat dari para muzakki. Dari kacamata ekonomi pasar Islam. Pembenaran atas diperbolehkan pemerintah masuk sebagai pelaku pasar (intervensi) hanyalah jika pasar tidak dalam keadaan sempurna. Ini bisa dipahami. karena apabila dibandingkan dengan zaman Rasulullah maka ada beberapa sistem manajemen yang tidak dilakukan oleh pengelola zakat pada saat ini. Keberatan terbesar terdapat mekanisme pasar adalah bahwa pasar tak lebih sebagai instrument bagi kelas yang berkuasa (invector) untuk mengukuhkan dominasinya terhadap kelas yang tertindas (labor). petugas untuk mencatat para wajib zakat.

ajaran islam menjelaskan bahwa selain mengupayakan mekanisme pasar yang berada dalam frame hala-haram. (termasuk pencemaran dan kerusakan lingkungan). Dalam kajian ekonomi konvensional. Sedang di pihak lain. selama aktivitas ini hanya dalam perencanaan dan orientasi hanya kepada Allah SWT. (Kesalehan) lebih dari itu reward akan diberikan kepada aktivitas tersebut 21 . teori keadilan perataan pendapatan berdiri diaas empat hal. c. masuknya pemerintah adalah untuk menjamin fairness dan keadilan. prinsip-prinsip efesiensi. Dalam masalah yang lebih singkat. Selain itu kebijakan ekonomi politik islam melayani kesejahteraan materi dan kebutuhan spiritual. Model kebijakan politik ekonomi islam bersifat statis dan berkembang pada waktu yang bersamaan. eksternalitas. Kebijakan ini akan sangat memperhatikan setiap aktivitas ekonomi individu maupun kelompok. yaitu: prinsip-prinsip kebutuhan dasar. Model Ekonomi Politik (As-Siyasah Al-Iqtishodiyah) Para ekonom muslim sudah mengilustrasikan secara jelas bahwa ajaran islam memiliki orientasi dan model kebijakan ekonomi tersendiri. ajaran islam juga menganut keyakinan adanya tanggung jawab personal terhadap kesejahteraan orang lain serta batas batas kesejahteraan yang seharusnya dinikmati pelaku pasar susuai dengan aturan syari’ah.failure antara lain: barang publik. Untuk hal tersebut instrument dikedepankan adalah zakat yang didisrtibusikan secara produktif. kepastian institusional serta masalah dalam distribusi. prinsipprinsip eequity yang menghabiskan proposional dan tanggung jawab social dan prinsipprinsip yang yang menggantungkan permasalahan keadilan atas dasar hasil evaluasi keadaan dan situasi yang berlaku. biaya transaksi. asymetrik information.

dalam kesempatan lain “Tidak beriman pada-Ku. tanah kharaj. Dalam islam tidak dikenal adanya konflik antara materi dan jiwa. orang yang tidur dalam keadaan kenyang. maka Allahberlepas diri dari mereka”. pajak diterapkan atas individu (jizyah dan pajak khusus muslim). sementara ia tahu tetangganya kelaparan. kaum muslimin cukup berpengalaman dalam menerapkan beberapa instrument dalam kebijakan fiscal yang diselenggarakan pada baithul maal. sehingga tidak memberikan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat. dan usyur (cukai) atas barang impor dari Negara yang mengenakan cukai terhadap pedagang kaum muslimin. Selanjutnya Hidayatullah Muttaqien (2004) mengasumsikan bahwa baitul maal masih mempunyai dua instrument dari dua sumber pemasukan Negara untuk semakin mempertajam distribusi harta ditengah – tengah masyarakat. dan tidak ada pemisahan antara ekonomi dan Negara.” (Hadis Qudsi) Pada masa kenabian dan kekhalifahan setelahnya. lebih dan kurang kami mohon maaf. Yang banyak kami ambil dari sumber-sumber buku-buku Islam dengan mencantumkan banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits nabi SAW beserta pendapatpendapat dari beberapa ulama Islam. PENUTUP Demikianlah makalah bertemakan dan berjudul “Distribusi Menurut Ekonomi Islam” ini disampaikan. Wassalaammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Majelis Ulama Indonesia) Dalam sejarah islam aspek ekonomi politik yang dilakukan oleh khalifah adalah dalam rangkamengurusi dan melayani umat. Dari berbagai macam instrument. (Lihat Fatwa Dewan Syariah Nasional. Dapat kita lihat pada hadist nabi Muhammad SAW : “Jika Pada suatu pagi di suatu kampung terdapat seseorang yang kelaparan. sehingga titik berat pemecahan permasalahan ekomnomi adalah bagaimana menciptakan suatu mekanisme distribusi ekonomi yang adil. yaitu instrument Pos Penyimpanan Asset dari Public Property ( Kepemilikan Umum) dan Pos Penyimpanan Asset Zakat. 22 .sebesar kemamfaatannya terhadap seluruh komunitas secara umum. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita khususnya umat muslim yang terus mencari ilmu tentunya dengan keridhoan Allah SWT.

indonesia.faithfreedom. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi. Jakarta: Kencana Prenada Group.phpbb24. Majelis Ulama Indonesia (http://www.com/viewtopic. Fiqih Ekonomi Umar Bin Al Khatab.php?t=116) Syeh Yusuf Qardawi http://masjid. E.org/forum/viewtopic. M.khilafah1924.com/viewtopic.DAFTAR PUSTAKA DR.php?option=com_content&task=view&id=353&Ite mid=47 23 .phpbb24. Pengenalan Eksekutif Ilmu Ekonomi Islam.org/index.php?p=213490&) (http://masjid. Jakarta : Khalifa (Pustaka Al-Kautsar Group). 2006 Nasution. 2006 Fatwa Dewan Syariah Nasional .php?t=116) http://www.

LAMPIRAN 1 DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA ______________________________________________________________ FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 15/DSN-MUI/IX/2000 Tentang PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH ِ ِْ ّ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ 24 .

dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.” 2. Mengingat : 1. Hadis Nabi riwayat Tirmizi dari ‘Amr bin ‘Auf: ّ َ َ ْ َ ً َ َ َ ّ َ ً ْ ُ ّ ِ َ ِ ِْ ُ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ ْ ّ َ ‫الصلح جائز بين المسلمين إل صلحا حرم حلل أو أحل‬ ْ َ ً ‫َ َ ً َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ََ ُ ُ ِ ِ ْ ِ ّ َ ْ ً َ ّ َ َل‬ ‫حراما والمسلمون على شروطهم إل شرطا حرم ح َل أو‬ . yakni bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (ra’su al-mal) dan biaya-biaya pengelolaan dana.‫لضرر ولضرار‬ َ َِ ََ َََ َ 25 .Dewan Syari’ah Nasional setelah Menimbang : a. dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. al-Baqarah [2]: 282: …‫يآأيها الذين آمنوا إذا تداينتم بدين إلى أجل مسمى فاكتبوه‬ ُ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ ُ ٍ َ َ َِ ٍ ْ َ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ “Hai orang yang beriman! Jika kamu melakukan transaksi hutangpiutang untuk jangka waktu yang ditentukan. Hadis Nabi riwayat Ibnu Majah dari ‘Ubadah bin Shamit. bahwa kedua prinsip tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha dalam Lembaga Keuangan Syari'ah (LKS). b.” 3. yakni bagi hasil yang dihitung dari total pendapatan setelah dikurangi modal (ra’su al-mal) pengelolaan dana. DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang prinsip pembagian hasil usaha dalam LKS untuk dijadikan pedoman. sesuai dengan prinsip ajaran Islam. bahwa pembagian hasil usaha di antara para pihak (mitra) dalam suatu bentuk usaha kerjasama boleh didasarkan pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing). tuliskanlah…. Firman Allah QS. bahwa agar para pihak yang berkepentingan memperoleh kepastian tentang prinsip mana yang boleh digunakan dalam LKS. dan boleh pula didasarkan pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing). riwayat Ahmad dari Ibnu ‘Abbas.” 4. Firman Allah QS. al-Ma’idah [5]: 1: … ‫يآأيها الذين آمنوا أوفوا بالعقود‬ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ ْ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ “Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu…. dan Malik dari Yahya: .‫أحل حراما‬ ً ََ ََّ “Perdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. c.

Kedua : Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak. b.‫الصل في المعاملت الباحة إل أن يدل دليل على تحريمها‬ َ ِ ْ ِ ْ َ ََ ٌ ْ َِ ّ ُ َ ْ َ ّ ِ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Pada dasarnya." Memperhatikan : a. Ketiga 26 ./16 September 2000. : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan. LKS boleh menggunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing) maupun Bagi Untung (Profit Sharing) dalam pembagian hasil usaha dengan mitra (nasabah)-nya. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada hari Sabtu./10 Juni 2000. 3. Kaidah fiqh: . Pada dasarnya. pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing). MEMUTUSKAN Menetapkan Pertama : FATWA TENTANG PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH : Ketentuan Umum 1.“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” 5. 17 Jumadil Akhir 1421 H.” . Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional bersama dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia pada hari Sabtu. segala bentuk mu’amalat boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. saat ini. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah). 2. akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih harus disepakati dalam akad. di sana terdapat hukum Allah.‫أينما وجدت المصلحة فثم حكم ال‬ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ُ َ َْ َ ْ ِ َ ِ ُ َ َ ْ َ “Di mana terdapat kemaslahatan. maka penyele-saiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. tanggal 7 Rabi'ul Awwal 1421 H.

DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA Ketua. Din Syamsuddin LAMPIRAN 2 DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA ______________________________________________________________ FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 14/DSN-MUI/IX/2000 Tentang SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH 27 . Sekretaris. M. K. H.M.A.H. 16 September 2000 M. Sahal Mahfudh Dr.Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 17 Jumadil Akhir 1421 H.

‫لضرر ولضرار‬ َ َِ ََ َََ َ 28 ..” 3. dan Malik dari Yahya: . sesuai dengan prinsip ajaran Islam. yakni “prinsip akuntansi yang mengharuskan pengakuan biaya dan pendapatan pada saat terjadinya” dan Accrual Basis. dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.. riwayat Ahmad dari Ibnu ‘Abbas. yaitu Cash Basis. Firman Allah QS. al-Baqarah [2]: 282: Mengingat …‫يآأيها الذين آمنوا إذا تداينتم بدين إلى أجل مسمى فاكتبوه‬ ُ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ ُ ٍ َ َ َِ ٍ ْ َ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ “Hai orang yang beriman! Jika kamu melakukan transaksi hutangpiutang untuk jangka waktu yang ditentukan.” 4. bahwa kedua sistem tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha dalam Lembaga Keuangan Syari'ah (LKS). : 1.ِ ِْ ّ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ Dewan Syari’ah Nasional setelah Menimbang : a. dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Hadis Nabi riwayat Ibnu Majah dari ‘Ubadah bin Shamit. Firman Allah QS. b. yakni “prinsip akuntansi yang membolehkan pengakuan biaya dan pendapatan didistribusikan pada beberapa periode”.‫والمسلمون على شروطهم إل شرطا حرم حلل أو أحل حراما‬ ً َ َ ّ َ َ ْ َ ً َ َ َ ّ َ ً ْ َ ّ ِ ْ ِ ِ ُ ُ ََ َ ُ ِْ ُ ْ َ “Perdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. bahwa dalam sistem pencatatan dan pelaporan (akuntansi) keuangan dikenal ada dua sistem. bahwa agar para pihak yang berkepentingan memperoleh kepastian tentang sistem mana yang akan digunakan dalam LKS. DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang sistem pencatatan dan pelaporan keuangan dalam LKS untuk dijadikan pedoman oleh LKS. tuliskanlah. al-Ma’idah [5]: 1: … ‫ياأيها الذين آمنوا أوفوا بالعقود‬ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ ْ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ “Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu…. c. Hadis Nabi riwayat Tirmizi dari ‘Amr bin ‘Auf: ‫الصلح جائز بين المسلمين إل صلحا حرم حلل أو أحل حراما‬ ً َ َ ّ َ َ ْ َ ً َ َ َ ّ َ ً ْ ُ ّ ِ َ ِ ِْ ُ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ ْ ّ َ .” 2.

akan tetapi./10 Juni 2000. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah). LKS boleh menggunakan sistem Accrual Basis maupun Cash Basis dalam administrasi keuangan. : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan. akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya. maka penyele-saiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada hari Sabtu. segala bentuk mu’amalat boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. 2. di sana terdapat hukum Allah. tanggal 7 Rabi'ul Awwal 1421 H. Kedua : Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak. 3. Ketiga 29 .‫أينما وجدت المصلحة فثم حكم ال‬ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ُ َ َْ َ ْ ِ َ ِ ُ َ َ ْ َ “Di mana terdapat kemaslahatan. Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam akad.“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain. b. dalam distribusi hasil usaha hendaknya ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar terjadi (Cash Basis).” . MEMUTUSKAN Menetapkan Pertama : FATWA TENTANG SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH : Ketentuan Umum 1./16 September 2000.” 5.‫الصل فى المعاملت الباحة إل أن يدل دليل على تحريمها‬ َ ِ ْ ِ ْ َ ََ ٌ ْ َِ ّ ُ َ ْ َ ّ ِ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Pada dasarnya. 17 Jumadil Akhir 1421 H. Pada prinsipnya." Memperhatikan : a. dalam pencatatan sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional bersama dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia pada hari Sabtu. Kaidah fiqh: .

M. Sekretaris. H.A. 16 September 2000 M.H. Din Syamsuddin Makalah Ayat dan Hadis Ekonomi Distribusi menurut Ekonomi Islam 30 . Sahal Mahfudh Dr. DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA Ketua.Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 17 Jumadil Akhir 1421 H.M. K.

AZHARY HUSNI (0806484055) ELVIRA (0806XXXXXX) Angkatan XVI PROGRAM STUDI TIMUR TENGAH DAN ISLAM KEKHUSUSAN EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS INDONESIA JAKARTA 2009 31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful