BAB I

Experiencial Learning. Cooperative Learning. learning-oriented). Collaborative Learning. Beberapa karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. siswa diharapkan terbiasa menggunakan pendekatan mendalam (deep approach) dan pendekatan strategis (strategic approach) dalam belajar. Problem Based Learning. Lebih jauh. serta kolaboratif dan kooperatif. Keterlibatan siswa secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran. Karakteristik penting dari setiap pendekatan tersebut diintegrasikan sehingga menghasilkan satu model yang memungkinkan siswa mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk yang bersumber dari pemahaman mereka terhadap konsep yang sedang dikaji. kreatif. Makalah ini akan membahas tentang suatu inovasi model pembelajaran yang kreatif dan produktif. Pendekatan tersebut antara lain: belajar aktif. Model Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.BAB II TEKNIK EVALUASI MODEL PEMBELAJARAN YANG KREATIF DAN PRODUKTIF A. Pendahuluan Pada dasarnya upaya-upaya perbaikan dan penerapan program-program pembelajaran inovatif yang di antaranya merupakan penerapan konsep-konsep: Pembelajaran Siswa Aktif. konstruktif. atau belajar hafalan (rote learning) yang masih dominan di kalangan para siswa dewasa ini. Multiple Intellegence. 1. Keterlibatan ini difasilitasi melalui pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi dari konsep bidang ilmu yang sedang dikaji serta menafsirkan hasil ekplorasi tersebut. Holistic Education. Contextual Learning. bukan sekedar belajar mengingat informasi atau belajar untuk lulus saja. Yang terakhir itu sering disebut dengan pendekatan permukaan (surface approach). Accelerated Learning. untuk memberikan pengalaman belajar yang menantang dan sekaligus menyenangkan. Siswa diberi kebebasan untuk menjelajahi berbagai sumber yang relevan dengan topik/konsep/masalah yang . Mastery Learning. dan Constructivism dilakukan mengarah kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centred.

Siswa diberi kesempatan untuk bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama. baik untuk topik-topik yang bersifat abstraks maupun yang bersifat konkret. 3. antusias. diskusi. 2003). kreativitas dapat ditumbuhkan dengan menciptakan suasana kelas yang memungkinkan siswa dan guru merasa bebas mengkaji dan mengeksplorasi topik-topik penting kurikulum. dan untuk mempertahankan sudut pandangnya dengan menggunakan argumentasi yang relevan. dalam Black. siswa didorong untuk membangun makna dari pengalamannya. atau percobaan. serta percaya diri (Erwin Segal. Eksplorasi ini akan memungkinkan siswa melakukan interaksi dengan lingkungan dan pengalamannya sendiri. seperti observasi. serta re-kreasi dan pemajangan hasil merupakan arena interaksi yang memperkaya pengalaman. sebagai media untuk mengkonstruksi pengetahuan. Hal-hal ini merupakan salah satu realisasi hakikat konstruktivisme dalam pembelajaran. sehingga pemahamannya terhadap fenomena yang sedang dikaji menjadi meningkat. Dengan mengacu kepada karakteristik tersebut. Kebersamaan. berdedikasi tinggi. Dengan karakteristik seperti itu. Di samping itu. 2. Dalam konteks pembelajaran. kemudian mengejar pendapat siswa tentang idea-idea besar dari berbagai perspektif. baik dalam eksplorasi. Pada dasarnya. tetapi dibentuk sendiri oleh siswa berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang terjadi ketika melakukan eksplorasi serta interpretasi. 2003). untuk menjadi kreatif. interpretasi. sehingga mereka merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara kreatif. Dengan perkataan lain. Di samping itu. Siswa didorong untuk menemukan/mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara. dan re-kreasi. model pembelajaran kreatif dan produktif diasumsikan mampu memotivasi siswa dalam melaksanakan berbagai kegiatan. seseorang harus bekerja keras. 4. interpretasi. model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang studi. .sedang dikaji. siswa didorong untuk memunculkan berbagai sudut pandang terhadap topik/konsep/masalah yang sama. Guru mengajukan pertanyaan yang membuat siswa berpikir keras. Dengan cara ini. Guru juga mendorong siswa untuk menunjukkan/ mendemonstrasikan pemahamannya tentang topik-topik penting dalam kurikulum menurut caranya sendiri (Black. Kesempatan ini diberikan melalui kegiatan eksplorasi. konsep tidak ditransfer oleh guru kepada siswa. siswa juga mendapat kesempatan untuk membantu temannya dalam menyelesaikan satu tugas.

yang pada tulisan ini model pembelajaran yang dipakai adalah model pembelajaran kreatif dan produktif. C. konsep. Berbagai bidang baik konkrit atau abstrak seperti Sastra. Bahasa. yaitu: orientasi. IPA. melalui model pembelajaran kreatif dan produktif diharapkan dapat dibentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif.Jika model pembelajaran kreatif dan produktif ini dilakukan apa sebenarnya tujuan model pembelajaran ini? Materi apa saja yang dapat disampaikan mengunakan model pembelajaran ini? bagaimana kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan? Bagaimana seharusnya evaluasi dilakukan? Pertanyaan tersebut akan diungkapkan dalam makalah ini dalam rangka menentukan teknik evaluasi dalam model pembelajaran yang inovatif. konsep. Dari segi dampak pengiring (nurturant effects). serta kemampuan mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut. Kegiatan Pembelajaran Pada dasarnya. serta bekerja sama. sebagai berikut. 2. eksplorasi. jika kesempatan untuk mencapai/menghayati berbagai kemampuan tersebut memang benar-benar disediakan secara memadai. dengan berpegang pada hakikat setiap langkah. kemampuan menerapan konsep / memecahkan masalah. Hal itu akan tercapai. atau masalah tertentu. dll dapat menggunakan model pembelajaran ini. interpretasi. IPS. Tujuan (Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring) Dampak instruksional yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini antara lain: 1. kegiatan pembelajaran dibagi menjadi empat langkah. Materi Materi yang sesuai disajikan dengan model kreatif dan produktif merupakan materi yang menuntut pemahaman yang tinggi terhadap nilai. Matematika. Tentu saja dampak pengiring hanya mungkin terbentuk. dan re-kreasi. . Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para guru. B. 3. D. yang semuanya merupakan tujuan pembelajaran jangka panjang. jika model pembelajaran ini diterapkan secara benar dan memadai. pemahaman terhadap suatu nilai. bertanggung jawab. atau masalah aktual di masyarakat serta keterampilan menerapkan pemahaman tersebut dalam bentuk karya nyata.

sedangkan eksplorasi yang singkat dapat dilakukan pada jam pelajaran. siswa melakukan eksplorasi terhadap masalah/konsep yang akan dikaji. Orientasi Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran. diskusi. tanya jawab. diharapkan semua siswa sudah memahami konsep/ topik/masalah yang dikaji. Negosiasi tentang aspek-aspek tersebut dapat terjadi antara guru dan siswa. langkah. serta penilaian yang akan diterapkan. jika hal itu memang diperlukan. Eksplorasi yang memerlukan waktu lama dilakukan di luar jam pelajaran. Interpretasi Dalam tahap interpretasi.1. seperti membaca. panduan singkat sebaiknya disiapkan oleh guru. melakukan observasi. Pada akhir tahap interpretasi. siswa ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu yang mencerminkan pemahamannya terhadap konsep/ topik/masalah yang dikaji menurut kreasinya masing-masing. Re. 3. melakukan percobaan. setiap kelompok menyajikan hasil pemahamannya tersebut di depan kelas dengan caranya masing-masing. Jika eksplorasi dilakukan oleh kelompok. Eskplorasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kegiatan ini dapat dilakukan baik secara individual maupun kelompok. . meskipun persiapannya sudah dilakukan oleh siswa di luar jam tatap muka. Eksplorasi Pada tahap ini. Guru mengkomunikasikan tujuan. browsing lewat internet. wawancara. kegiatan pembelajaran diawali dengan orientasi untuk mengkomunikasikan dan menyepakati tugas dan langkah pembelajaran.Kreasi Dalam tahap re-kreasi. 4. atau bahkan berupa percobaan kembali. hasil akhir yang diharapkan dari siswa. menonton satu pertunjukan. Waktu untuk eksplorasi disesuaikan dengan luasnya bidang yang harus dieksplorasi. namun pada akhir orientasi diharapkan sudah terjadi kesepakatan antara guru dan siswa. materi. Pada kesempatan ini siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang langkah/cara kerja serta hasil penilaian. 2. waktu. Interpretasi sebaiknya dilakukan pada jam tatap muka. diikuti oleh tanggapan dari siswa lain. hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan analisis. Agar eksplorasi menjadi terarah. dan sebagainya.

menghipotesakan penyelesaian masalah yang akhirnya mampu menyelesaikan atau membuktikan . serta penyelesaian masalah. dipajang. menyimpan sesuatu informasi yang memberikan informasi tentang pemahaman konsep 2. Penilaian dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan mengidentifikasi konflik kognitif yang dimiliki siswa sehingga perlu remidi. kemampuan dan pencapaian siswa termasuk didalamnya pemahaman konsep. menginformasikan kepada guru untuk digunakan didalam pembelajaran sehingga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Menganalisis. Kiteria penilaian dapat disepakati bersama pada waktu orientasi. mengidentifikasi asumsi-asumsi. kemauan untuk bekerja sama dan memikul tanggung jawab bersama. kemampuan berpikir kritis dan logis dalam memberikan pandangan/ argumentasi. merupakan contoh aspek-aspek yang dapat dinilai selama proses pembelajaran. hasil eksplorasi. dan mengembangkan ide sebagai informasi tentang penalaran (pengetahuan strategi) 3. Evaluasi pada akhir pembelajaran adalah evaluasi terhadap produk kreatif yang dihasilkan siswa. dihilangkan atau bahkan diganti. menginformasikan kekuatan atau kelemahan siswa tentang pengetahuan dan strateginya. Selain itu penilaian juga untuk mengidentifikasi strategi belajar siswa yang paling bisa berhasil. penalaran dan berkomunikasi.Re-kreasi dapat dilakukan secara individual atau kelompok sesuai dengan pilihan siswa. Kesungguhan mengerjakan tugas. mensintesis. Evaluasi Evaluasi belajar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. mendengar. merefleksi. atau ditindaklanjuti. Dengan demikian evaluasi yang dapat menunjukkan prestasi siswa merupakan proses terus menerus mencari fakta sehingga dapat diambil kesimpulan bagaimana prestasi yang menggambarkan kekuatan. Hasil penilaian tentang prestasi siswa seharusnya dapat memberikan informasi tentang kompetensi siswa antara lain kemampuan: 1. Hasil rekreasi merupakan produk kreatif dapat dipresentasikan. Mengaplikasikan proses berpikir logik seperti: mendefinisikan suatu bentuk. E. Membaca. Selama proses pembelajaran. evaluasi dilakukan dengan mengamati sikap dan kemampuan berpikir siswa.

Elegansi. Fleksibilitas. Indikasinya adalah berapa banyak solusi atau berapa cara menyelesaikan masalah yang yang dapat dihasilkan oleh siswa. Dapat memberikan kesimpulan yang valid tentang hasil belajar 6. Siswa mampu menjelaskan keterkaitan konsep-konsep/prinsip sehingga diindikasikan adanya jaringan konsep dalam benak siswa yang kaya akan hubungan-hubungan. Siswa dapat menemukan ide-ide yang fleksibel. Dapat mendorong ekuilibrasi dalam proses adaptasi suatu informasi 4. Dapat meningkatkan proses pembelajaran 3. Kelancaran. Menyampikan informasi atau pemahamannya secara tulisan atau lisan 5. Indikasinya adalah ada siswa yang menyatakan ide dengan ambigu. Untuk menilai apa yang telah dipelajari siswa diperlukan karakteristik penilaian (Sawada. . yaitu: 1. 2. nampaklah bahwa penilaian itu memang seharusnya terintegrasi dalam pembelajaran. Jika seseorang atau kelompok siswa sampai ke suatu ide yang unik atau pemahaman yang dalam atau tingkat kesignifikanannya tinggi harus dinilai tinggi. 2. Pemahaman konseptual. 4. 2001) yang diantaranya adalah: 1. Merefleksikan pemahaman konsep yang diketahui dan dapat dikerjakan siswa. Keaslian. Siswa dalam berpikir menunjukkan seberapa tinggi derajat keaslian ide-ide yang dikemukakan siswa . 5. jelas dan tepat. Proses berpikir siswa menunjukkan derajat keunggulan dalam ide yang dikemukakan. sehingga suatu unit pengetahuan konseptual tidak terisolasi dari informasi lain atau adanya keterpaduan konsep. 1997: Kilpatrick.4. Siswa lancar dalam menyelesaikan masalah. indikasinya adalah berapa banyak ide yang berbeda yang ditemukan siswa. dkk. sedang yang lain menyatakan ide yang sederhana. Merupakan proses yang koheren (NCTM. 3. Merupakan proses terbuka 5. Bekerja mandiri.2000). Dari keenam standar tersebut diperlukan kriteria penilaian agar bisa dijabarkan lebih lanjut. namun juga berkolaborasi dengan sesama temannya untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok Dari kelima komponen tersebut. Penilaian yang menyatu dalam pembelajaran memerlukan 6 standar penilaian.

kebermaknaan. dan menyelesaikan tugas. dan menjustifikasi. Siswa diindikasi cenderung atau terbiasa dalam melihat ilmu sebagai kegunaan. Dalam pemahaman prosedural tersebut. sehingga penilaian terhadap hasil dan proses belajar diharapkan optimal. menyatakan. mendiskusikan. . 7. Dari instrumen penilaian yang tersusun seperti uraian diatas. Penilaian komprehensif memerlukan instrumen penilaian yang mengacu pada 9 kriteria penilaian (tidak harus memuat semuanya). atau menulis (Baroody. dan adil. Dalam penalaran akan nampak kemampuan mengaitkan konsep dan aplikasinya dalam pemahaman lanjutan atau penyelesaian masalah atau menganalogikan dan ini terkait di dalam komunikasi. mendengarkan. Siswa yang penalarannya adaptif diindikasikan dengan siswa dalam bekerjanya mampu berpikir logik. dan portofolio. akurat. merefleksi. proyek. menyelesaikan masalah. tes penampilan. 9. dan kedua terdiri dari algoritma atau aturan untuk menyelesaikan tugas. Penalaran yang adaptif. Dengan 9 kriteria penilaian tersebut tentu saja diperlukan instrumen yang sekiranya dapat mengungkapkan antara lain kemampuan memahami konsep. penalaran dan komunikasi. dan menunjukkan proses mendapat hasil tersebut. Siswa mampu menunjukkan dua vagian yang berbeda. 8. Siswa kompeten dalam strategi diindikasikan dengan kemampuan memformulasikan. Dalam komunikasi atau penyelesaian masalah tentu tidak terlepas dari penalaran yang pelaksanaannya: merepresentasikan. yang pertama tersusun sebagai bahasa formal atau sistem representasi simbol. indikasi kriteria memuat bagaimana hasilnya. 1993).6. diharapkan guru dapat menetapkan keputusan terhadap kemampuan atau kompetensi siswa. Kompeten dalam strategi. menjelaskan. membaca. Instrumen yang digunakan untuk penjaringan/monitoring proses belajar siswa dapat berbentuk tes/ujian tulis/lisan. menjelaskan hasil tersebut. Pemahaman prosedural. pasangan keyakinan yang mantap dan efektifitas dalam dirinya. Disposisi produktif.

mungkin memerlukan waktu untuk dapat secara berangsur-angsur mengubah kebiasaan tersebut. Teknik evaluasi yang dilakukan dalam model ini adalah penilaian komprehensif yang dilakukan secara kontinu dan terpadu dalam pembelajaran. sehingga dapat ditetapkan prestasi belajar siswa. Model inif memerlukan waktu yang cukup panjang dan fleksibel. Terlepas dari kelemahannya. ketidaksiapan siswa dapat diatasi dengan menyediakan panduan yang.BAB III Penutup Model pembelajaran kreatif dan produktif tidak terlepas dari kelemahan di samping kekuatan yang dimilikinya. Jika kelemahan dapat diminimalkan. meskipun untuk topik-topik tertentu. Sementara itu. waktu yang diperlukan mungkin cukup dua kali tatap muka ditambah dengan kegiatan terstruktur dan mandiri. Ketidaksiapan guru untuk mengelola pembelajaran seperti ini dapat diatasi dengan pelatihan yang kemudian disertai dengan kemauan yang kuat untuk mencobakannya. model pembelajaran kreatif dan produktif mempunyai kekuatan seperti yang sudah dideskripsikan dalam dampak instruksional dan dampak pengiring. . petunjuk tentang sumber yang dapat dieksplorasi. Sebagai operasionalisasinya penilaian dapat diaplikasikan kedalam cara bagaimana siswa menyelesaikan suatu masalah. memuat cara kerja yang jelas. antara lain. Kendala lain adalah waktu. sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Kelemahan tersebut. maka kekuatan model ini akan membuahkan proses dan hasil belajar yang dapat memacu kreativitas. serta deskripsi tentang hasil akhir yang diharapkan. terkait dengan kesiapan guru dan siswa untuk terlibat dalam suatu model pembelajaran yang memang sangat berbeda dari pembelajaran tradisional. antara lain. Guru yang terbiasa membelajarkan semua materi.

Reston: NCTM . Developing Lesson Plans. and Comunication.. New York: Macmilan Depdiknas. Aj... 1993.... DA(ed).. Sawada T. 1992.. Jakarta: Dirjen Dikti Direktorat Ketenagaan Grouws.. New York: Macmillan Hudoyo.. Kapita Selekta Pembelajarn Matematilka. Malang: FMIPA UM . Handbook of Reasearch on Mathematic Teaching and Learning... Reasoning. 2005.... H. 2005.. Problem Solving.. Pengembangan Penilaian Kognitif dalam Meningkatkan Prestasi Siswa.. Peningkatan Kualitas Pembelajaran.. 1997. Yogyakarta: Jurusan P Matematika UNY. 2005.Sumber Bacaan Baroody.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful