BAB I PENDAHULUAN Sektor perbenihan merupakan salah satu pendukung utama dalam program pembangunan pertanian yang diarahkan pada peningkatan ketahanan pangan, nilai tambah, daya saing usaha pertanian, dan kesejahteraan petani. Program pembangunan pertanian akan tercapai dengan dukungan di mana salah satunya adalah terpenuhinya benih secara kuantitas dan kualitas. Benih sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hasil produksi. Oleh karena itu, penerapan teknologi inovatif dari semua pihak (pemerintah dan swasta) untuk perbanyakan cepat benih kelas penjenis (G) 0 kentang sangat diharapkan sehingga kebutuhan benih yang berkualitas secara regional dan nasional senantiasa tersedia sepanjang tahun. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aeroponik Aeroponik sendiri berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponos yang berarti budidaya, jadi aeroponik adalah budidaya tanaman dengan melalui system pengkabutan. Teknologi penanaman dengan teknik aeroponik merupakan teknologi bercocok tanam sayuran yang sudah mulai banyak dilakukan oleh para pecinta tanaman. Sistem aeroponik dalam budidaya tanaman kentang dilakukan di dalam screen house dengan menggunakan bak yang terbuat dari fiberglass dan ditutup dengan menggunakan styroform, sehingga tanaman akan terbebas dari serangan hama dan penyakit karena bahan tanaman berupa stek mikro berasal dari hasil perbanyakan kultur jaringan di laboratorium yang sudah steril. Aeroponik selain dapat menghasilkan kualitas bibit kentang yang baik juga banyak dan dapat menghemat lahan. Pada sistem ini, hara diserap atau diaplikasikan langsung melalui akar, sehingga perlu prororsi yang optimal terserap Nutrisi yang diberikan baik dari unsur makro (N, P, K, Mg, Ca,, S) maupun mikro (Mn, Mo, Cu, Fe, B, Zn). Hasil produksi sayuran yang ditanam dengan menggunakan teknologi ini sekarang ini sudah mulai banyak ditemukan di berbagai pasar swalayan di kotakota besar. Meskipun harganya selangit, namun sayuran ini selalu ludes dibeli konsumen. Alasan konsumen tetap memburu produk ini, disamping rasa sayuran yang renyah dan tidak pahit, tampilan atau penampakannya cukup sempurna (tidak ada lubang bekas hama) serta mempunyai nilai gizi yang tinggi karena diberi nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Teknik aeroponik ini umumnya dimanfaatkan untuk pertanaman sayuran daun. Namun, untuk tanaman yang lebih besar misalnya kentang digunakan alat yang sedikit berbeda. 2.2 Aeroponik Kentang Kentang (Solanum tuberosum. L) merupakan komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia, karena sebagai sumber karbohidrat yang kaya protein untuk menunjang program diversifikasi pangan. Sekarang ini industri makanan yang bersumber dari kentang semakin berkembang, sehingga kebutuhan akan kentang meningkat. Seiring dengan meningkatnya permintaan kentang konsumsi, maka kebutuhan benih kentang juga akan meningkat sehingga tehnik perbanyakan benih kentang secara cepat dengan teknologi penanaman secara aeroponik sangat diperlukan sesuai dengan permintaan akan benih yang sangat meningkat. Tanaman Kentang menghendaki iklim yang ideal dengan suhu rata-rata harian 18-24°C, dengan kelembapan 70 – 90%, sedangkan sinar matahari 15 s/d 18°C. kombinasi suhu rendah dengan penyinaran matahari yang relative pendek dapat berpengaruh baik terhadap pembentukan dan perkembangan umbi kentang. Sistem Aeroponik satu tipe dengan hidroponik, yaitu mengoptimalkan penggunaan air, hanya saja kalau aeroponik memberdayakannya dengan melalui udara (pengkabutan), oleh karenanya air pada system aeroponik berisi larutan nutrisi (hara) yang disemprotkan kepada akar tanaman yang menggantung. BAB III PEMBAHASAN 3.1 Tehnik Budidaya Perbanyakan Bibit Kentang G0 dengan System Aeroponik 1. Persiapan Lahan/Bangunan Rumah Kassa (Scren house) Screen house dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari bambu atau kayu, dengan beratapkan plastic UV dan berdindingkan kain kasa, sedangkan untukkontruksi bangunan disesuaikan dengan kondisi lahan. Pembuatan instalasi untuk pertanaman dengan menggunakan bak yang terbuat dari fiberglas atau plastic lainnya yang atasnya ditutup dengan menggunakan sterofom yang terlebih dahulu sudah di lubangi. Untuk jarak lubang tanam disesuaikan dengan kebutuhan, bisa menggunakan jarak antar lubang 10 x 10 cm, 15 x 10 cm, 15 x 15 cm, 15 x 20 cm. sedangkan didalam bak tersebut terdapat saluran instalasi yang terbuat dari selang PE 16 mm dan diatas selang tersebut terdapat sprinkler denga jarak antar sprinkler 60 – 80 cm. Proses pengkabutannya diawali dengan penyiapan tempat (drum 1000 ltr) yang diisi larutan hara (nutrisi), selanjutnya dialirkan ke selang PE dengan bantuan mesin pompa air, sehingga larutan tersebut akan keluar melalui sprinkler menyerupai kabut. 2. Persiapan Bibit kentang Bibit yang digunakan yaitu hasil dari perbanyakan di kultur jaringan dan masih dalam bentuk planlet kemudian di aklimatisasi dengan menggunakan media tanaman arang sekam, selanjutnya dilakukan penyetekan, yang bertujuan untuk perbanyak tanaman dan selanjutnya dilakukan pembumbungan. Media yang digunakan yaitu media kompos yang terlebih dahulu sudah disterilkan. Setelah tanaman berumur 3 minggu setelah di bumbung atau telah memiliki 5 – 7 helai daun, maka tanaman tersebut sudah bisa di pindah ke lahan pertanaman aeroponik (screen house). 3. Penanaman Terlebih dahulu dilakukan sortasi tanaman, selanjutnya tanaman tersebut dibuka medianya dengan hati-hati agar akar tanaman tidak putus kemudian dimasukan kedalam larutan fungisida yang bertujuan untuk mencegah dari penyakit tanaman. Lalu masukan tanaman kentang tadi ke dalam lubang styroform dan ditutup dengan menggunakan rockwoll atau busa yang bertujuan selain untuk menyangga batang tanaman kentang juga sebagai pelindung batang dari sinar matahari agar tidak terbakar. Nutrisi (larutan hara) dialirkan melalui sprinkler secara otomatis selama 18 jam dalam 1 hari. 4. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman kentang pada system aeroponik antara lain :       Mengecek sprinkler agar larutan hara (Nutrisi) yang disemprotkan berjalan lancar; Menyetek daun kentang yang sudah menguning dan membersihkan permukaan styroform dari daun-daun kentang yang sudah mengering; Pemberian ajir agar tanaman kentang tidak roboh; Mengecek suhu dan kelembaban dengan menggunakan thermohygro meter; Mengecek kepekatan larutan hara dengan menggunakan EC dan pH meter. Pemupukan tambahan dilakukan 1 kali dalam seminggu sedangkan pupuk yang digunakan sesuai dengan kondisi tanaman. 5. Pengendalian Hama dan Penyakit; Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan apabila tanaman tersebut terindikasi oleh serangan hama dan penyakit. 6. Pemanenan Panen dilakukan setelah tanaman kentang berumur 3 bulan setelah tanaman atau telah nampak tanda-tanda panen yaitu hamper seluruh daun kentang pertumbuhannnya menurun. BAB IV PENUTUP Teknik aeroponik merupakan teknologi modern dengan peralatan dan bahan yang cukup mahal dan memerlukan biaya cukup tinggi, tetapi untuk investasi jangka panjang teknik ini dapat diperhitungkan sesuai dengan program perencanaan dalam memproduksi benih. Tersedianya benih berkualitas dan bersertifikat akan mempengaruhi peningkatan produktivitas lebih dari rerata produksi secara nasional yaitu 16,94 t/ha (sebagian besar petani masih menggunakan benih tidak berkualitas atau generasinya tidak jelas), sehingga produktivitasnya rendah ( <10 t/ha). Dukungan prasarana dan prasarana prosesing benih kentang dari Pemerintah memberikan peluang bagi sektor produsen benih swasta untuk berperan dalam kegiatan produksi benih. Upaya untuk mengoptimalkan dan mengefiensikan teknologi aeroponik dapat dilakukan dengan berbagai cara :  Bak tanam dari fiberglass dapat diganti dengan bak papan, container bamboo, bak dari bata, buleng ikan, atau bak plastic yang memenuhi persyarakat panjang 4m, lebar 1m, dan tinggi 0,70 m.    Tutup bak Styrofoam dapat diganti dengan susunan papan tipis ukuran 1 x 1 m atau menggunakan anyaman bambu dan anyaman bilik bambu. Rumah kasa dapat disederhanakan, menggunakan bahan dari bambu, atap plastic UV dan kedap serangga. Mesin pengalir air dan nutrisi dapat diatur waktunya sehingga tidak boros dalam penggunaan listrik DAFTAR PUSTAKA Anonymous.2012.http://bandung.detik.com/read/2009/05/29/094250/1139107/684/m enanam-kentang-di-udara-dengan-aeroponik. Diakses tanggal 6 Maret 2012 Anonymous.2012.http://blogs.unpad.ac.id/arsyadhafidbindiab/2010/06/02/teknikaeroponik-terobosan-perbanyakan-cepat-benih/. Diakses tanggal 6 Maret 2012 Anonymous.2012.http://kecamatanpangalengan.wordpress.com/2010/06/23/teknikaeroponik-terobosan-perbanyakan-cepat-benih/. Diakses tanggal 6 Maret 2012 Anonymous.2012.http://kentangbenih.blogspot.com/. Diakses tanggal 6 Maret 2012 Anonymous.2012.http://obstetriginekolog\i.com/gambar/aeroponik+balitsa+usia+kenta ng+60+hst.html. Diakses tanggal 6 Maret 2012
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful