P. 1
internal audit 2

internal audit 2

|Views: 207|Likes:
Published by boybey

More info:

Published by: boybey on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2015

pdf

text

original

Kontrol

• Lilis Damiarti 0932502271 • Nurlaila 0932501117 • Rahma Wulandari 0932501083 • Rania Balkis 0932502057 • Switta Arya Susanti 0932502016

Pentingnya Kontrol bagi Auditor Internal • Kontrol sebagai kata kerja berarti ‘memaksakan’. Kontrol memastikan bahwa ada hal-hal yang dikerjakan atau tidak dikerjakan. • Kontrol sebagai kata benda berarti sarana fisik untuk mewujudkan’pemaksaan’ tersebut. Setiap kegiatan dalam organisasi memiliki dua tingkatan yang berada dalam dua sistem. Yaitu: 1. Sistem operasi. 2. Sistem kontrol.

Standar 2120-Kontrol
Kegiatan audit internal haruslah membantu organisasi menerapkan kontrol yang efektif dengan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi serta mendorong perbaikan yang menerus. Auditor internal harus mengevaluasi target operasi dan ekspektasi yang ditetapkan dan harus menentukan apakah standar operasi tersebut dapat diterima dan dicapai

Pemeriksaan dan Pelaporan atas Kontrol
Practice Avisory 2120.A1-1, “ Pemeriksaan dan Pelaporan atas Proses Kontrol.” memberikan lebih banyak rincian dalam hal penentuan kecukupan dan efektivitas proses kontrol serta tanggung jawab kepala ekskutif audit untuk melaporkan informasi tentang penilaian auditor internal ke manajemen senior dan komite audit. Prractice Advisory memberikan rincian mengenai pekerjaan kepala eksekutif audit, yaitu: • Membuat rencana audit untuk mengumpulkan bahan bukti yang memadai. • Mempertimbangkan pekerjaan yang relevan yang bisa dilakukan orang lain. • Mengevaluasi ukuran kerja dari dua sudut pandang: - Kecukupan kontrol untuk organisasi secara

• Mengevaluasi ukuran kerja dari dua sudut pandang: - Kecukupan kontrol untuk organisasi secara keseluruhan. - Tercukupnya berbagai transaksi dan jenis proses bisnis. Laporan haruslah jelas, ringkas, informatif, dan dapat dipahami yaitu mempertimbangkan pembaca yang menjadi sasaran laporan. Laporan harus mencakup rekomendasi lainnya agar laporan menjadi berguna.

Pendefinisian Kontrol
• Definisi Awal • Definisi untuk Akuntan Publik • Definisi Auditor Internal

Model-model Kontrol Internal Konsep kontrol internal : • Menetapkan definisi yang sama untuk kelompok yang berbeda • Memberikan definisi standar yang bisa digunakan perusahaan sebagai perbandingan dengan sistem kontrolnya Tujuan Kontrol Internal • Efektivitas dan efisiensi operasi • Keandalan informasi keuangan • Ketaatan terhadap hukum & peraturan yang berlaku • Pengamanan aktiva • Mencapai tujuan dasar usaha & operasional

Model Committee Of Sponsoring Organization (Coso)
 Penelitian COSO mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, pihak manajemen, dan mereka yang berada di bawah arahan keduanya, untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian dicapai dengan pertimbangan hal-hal berikut :
– Efektifitas dan efisiensi operasional organisasi – Keandalan pelaporan keuangan – Kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku

Model Committee Of Sponsoring Organization (Coso)  Lima komponen model pengendalian internal COSO yang saling berhubungan : 1 Lingkungan pengendalian 2 Aktivitas pengendalian 3 Penilaian resiko 4 Informasi dan komunikasi 5 Pengawasan (Monitoring) Menghilangkan Probabilitas Bukan Kemungkinan Kontrol Auditor internal harus menyadari bahwa tidak ada sistem kontrol yang akan menghilangkan kemungkinan terjadinya kesalahan karena Kontrol internal dipengaruhi oleh manusia dan sistem kontrol internal terdiri atas manusia dan prosedur.

Model Model Criteria of Control Board of The Canadian Institute of Chartered Accountants (Coco) Mencakup empat komponen :  Tujuan  Komitmen  Kemampuan  Pengawasan & Pembelajaran Auditabilitas Sistem dan Studi Kontrol Sistem kontrol internal organisasi  Sarana yang diciptakan untuk memberi keyakinan yang wajar bahwa semua sasaran & tujuan organisasi dicapai secara efisien, efektif dan ekonomis.

Pemaparan Tiga Konsep Dasar  Keyakinan yang wajar diperoleh jika terdapat kontrol yang efeltif dari segi biaya.  Tujuan didefinisikan sebagai sebuah pernyataan pencapaian yang diinginkan organisasi.  Sasaran merupakan target-target khusus yang harus bisa didefinisikan, diukur, dicapai dan konsisten dengan tujuan Komponen-komponen sistem kontrol intern mencakup: 1. Lingkungan kontrol 2. Sistem manual dan terotomatisasi 3. Prosedur-prosedur kontrol

Kontrol Preventif, Detektif dan Korektif
• Kontrol Preventif Kontrol yang diterapkan untuk mencegah hasil-hasil yang tidak diharapkan sebelum terjadi. Kontrol Detektif Kontrol yang dirancang untuk mendeteksi kesalahan dan ketidakteraturan. Kontrol Korektif Kontrol yang dirancang untuk memperbaiki hal- hal yang tidak diharapkan atau untuk memastikan hal tersebut tidak terulang.

Manfaat Kontrol
Kontrol dapat membantu manajer. Pendapat yang berkembang saat ini menyatakan bahwa kontrol haruslah menjadi sarana positif untuk membantu manajer mencapai tujuan dan sasaran. Filosofi manajemen modern memandang kontrol sebagai bantuan, bukan penyempitan ruang gerak. Filosofi tersebut memandang kontrol sebagai sebuah sarana mengintegrasikan pribadi-pribadi dan tujuan perusahaan untuk membantu karyawan mencapai sasarannya.

Sistem Kontrol
sistem tertutup (closed system) tidak berinteraksi dengan lingkungan; sistem terbuka (open system) memiliki interaksi.

Pentingnya Kontrol
Kontrol menjadi penting bagi organisasiorganisasi besar. Manajer tidak dapat mengawasi secara pribadi segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Jadi mereka harus mendelegasikan kewenangannya kebawahan yang berfungsi sebagai wakilnya. Bawahan tersebut akan diberi tanggung jawab untuk melaksanakan tugasnya. Seiring dengan pemberian tanggung jawab muncul pula akuntabilitas, yang membutuhkan bahan bukti bahwa tugas yang dibebankan telah diselesaikan. Bukti tersebut biasanya dalam bentuk laporan yang membandingkan hasil aktual dengan yang direncanakan. Inilah yang

Standar-standar Operasi
Standar-standar operasi bisa jadi merupakan elemen-elemen kunci dalam proses kontrol. Standar menentukan jenis kinerja yang diharapkan. Standar berperan dalam dua hal yaitu 1.Menentukan tujuan yang akan dicapai 2.Menjadi dasar pengukuran.

Standar-standar Kontrol Internal
1. Standar-standar Umum meliputi: • Keyakinan yang wajar • Perilaku yang mendukung • Integritas dan Kompetensi • Tujuan Kontrol • Pengawasan Kontrol 2. Standar-standar Rinci meliputi: • Dokumentasi • Otorisasi dan Pelaksanaan Transaksi dan Kejadian • Pencatatan Transaksi dan Kejadian dengan Layak dan Tepat Waktu • Pembagian Tugas • Pengawasan • Akses dan

Karakteristik-karakteristik Kontrol
Auditor internal dapat mengevaluasi sistem kontrol dengan menentukan kesesuaiannya dengan kriteria yang diterapkan. Sebuah sistem yang dapat diterima memiliki ciri-ciri sebagai berikut : •Tepat waktu. •Ekonomis. •Akuntabilitas. •Penerepan. •Fleksibilitas. •Menentukan penyebab. •Kelayakan. •Masalah-Masalah dengan kontrol.

Sarana untuk mencapai Kontrol
Beberapa sarana operasional yang dapat digunakan manajer untuk mengendalikan fungsi didalam perusahaan adalah: •Organisasi •Kebijakan •Prosedur •Personalia •Akuntansi •Penganggaran •Pelaporan

Organisasi
Organisasi (organization), sebagai sarana kontrol, merupakan struktur peran yang disetujui untuk orangorang di dalam perusahaan dapat mencapai tujuannya secara efisien dan ekonomis.

Kebijakan-kebijakan
Suatu kebijakan (policy) adalah pernyataan prinsip yang membutuhkan, menjadi pedoman, atau membatasi tindakan. Kebijakan harus mengikuti prinsip-prinsip tertentu : • Kebijakan harus dinyatakan dengan jelas secara tertulis, disusun secara sistematis dalam bentuk buku pegangan, manual, atau jenis publikasi lainnya, dan disetujui dengan semestinya. • Kebijakan haruslah dikomunikasikan secara sistematis ke semua pegawai dan

Prosedur-prosedur
Prosedur (procedur) adalah sarana yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Prinsip yang diterapkan untuk prosedur. Sebagai tambahan : • Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan dan kesalahan, prosedur harus dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga pekerjaan seorang karyawan secara otomatis diperiksa oleh karyawan lain yang melaksanakan tugas lain secara terpisah dan independen. Dalam menentukan luas pemeriksaan internal secara otomatis yang harus diterapkan dalam sistem kontrol, faktor-faktor seperti tingkat risiko, biaya prosedur preventif, ketersediaan karyawan, dampak operasional, dan kemungkinan untuk dikerjakan harus

Personalia
Orang-orang yang dipekerjakan atau ditugaskan harus memiliki kualifikasi untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Bentuk kontrol terbaik di samping kinerja masingmasing individu adalah supervisi. Jadi, standar supervisi yang tinggi harus ditetapkan. Praktik-praktik berikut ini bisa membantu meningkatkan kontrol: • Karyawan baru harus dilihat kejujuran dan keandalannya dalam melakukan pekerjaan. • Karyawan harus diberi pelatihan dan kursuskursus yang memberikan kesempatan meningkatkan kemampuan diri dan membuat

Akuntansi
Akuntansi (accounting) merupakan sarana yang sangat penting untuk kontrol keuangan pada aktivitas dan sumber daya. Akuntansi membentuk kerangka kerja yang bisa disesuaikan dengan pemberian tanggung jawab. Lebih lanjut, akuntansi merupakan “penjaga gawang” keuangan dalam organisasi. Masalahnya terletak pada hal – hal apa saja yang harus dijaga. Berikut ini beberapa prinsip – prinsip dasar untuk system akuntansi: • Akuntasi harus sesuai dengan kebutuhan manajer guna pengambilan keputusan yang rasional, bukan sesuai dengan apa yang ditulis dibuku – buku teks atau daftar periksa. • Akuntansi harus didasarkan pada lini tanggung

Penganggaran
Anggaran (budget) adalah sebuah pernyataan hasil – hasil yang diharapkan yang dinyatakan dalam bentuk numerik. Sebagai sebuah kontrol, anggaran menetapkan standar masuk sumber daya dan hal-hal yang harus dicapai sebagai keluaran dan hasil. • Orang – orang yang bertanggung jawab untuk memenuhi target anggaran haruslah berpartisipasi dalam penyiapannya. • Orang – orang yang bertanggung jawab untuk memenuhi target anggaran harus dilengkapi dengan informasi yang memadai yang membandingkan anggaran dengan kejadian – kejadian aktual dan memberikan alasan – alasan untuk penyimpangan yang signifikan.

Pelaporan
Pada kebanyakan organisasi, manejemen berfungsi dan membuat keputusan berdasarkan laporan yang diterima. Oleh karena itu, laporan haruslah tepat waktu, akurat, dan ekonomis. Berikut ini beberapa prinsip untuk menetapkan system pelaporan (reporting) internal yang memuaskan: • Laporan harus dibuat sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. • Individu – individu atau unit – unit harus diminta melaporkan hal – hal yang menjadi tanggung jawabnya. • Laporan harus sesederhana mungkin, dan konsisten dengan sifat subjek yang menjadi masalah. Laporan harus berisi informasi yang melayani kebutuhan pengguna. Klasifikasi dan terminologi umum harus

Dampak Regulasi terhadap Kontrol Terjadinya PerubahanFCPA untuk Besar Dampak paling besar dari

perusahaan-perusahaan domestic di Amerika tidak terletak pada adanya pelanggaran korupsi oleh pegawai asing, melainkan pada peraturan penyimpanan catatan pada organisasi-organisasi Amerika Serikat. Sehubungan dengan hali ini, maka judul Undang-undang tersebut tidak cocok. Secara Umum dikatakan bahwa control akuntansi internal harus dipeiksa dan jika kelemahan material ditemukan, control harus diperkuat atau ditambah. Sogokan atau praktikpraktik tidak pantas lainnya harus dihentikan, dan dana untuk menyogok atau melakukan tindakan-tindakan tercela lainnya tidak boleh disediakan.  

Hukum Kanada
Aturan yang termasuk dalam foreign Corrupt Practise Act tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Sebagai contoh, Undang-undang Korporasi Bisnis Kanada(Canadian Business Corporations Act) memberikan aturan yang sama seperti halnya yang berlaku di Amerika Serikat. Seksi 20(2) dari Canadian Act menyatakan bahwa,” Sebuah perusahaan harus menyiapkan dan menjaga catatan akuntansi yang memadai,” dan Seksi 22(2) menyatakan bahwa,” Sebuah perusahaan dan agen-agennya harus mengambil tindakan-tindakan pencegahan yang wajar untuk : Mencegah kerugian atau kerusakan dari, Mencegah pemalsuan jurnal dalam, dan Memfasilitasi pendeteksian dan perbaikan ketidakakuratan dalam catatan dan pendaftaran yang disyaratkan oleh Undang-undang ini.”
 

Peran Auditor Internal
Auditor internal bisa sangat membantu manajemen dengan mengevaluasi system control dan menunjukkan kelemahan-kelemahan dalam control internal. Tetapi harus diingat bahwa auditor internal membantu manajemen; bukan berperan sebagai manajer itu sendiri.Perbedaan ini memunculkan keberatan mengenai control akuntansi internal sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Amerika Serikat dan Kanada.

Laporan Auditor Internal tentang Kontrol Internal
Laporan harus merinci tujuan, dan lingkup pemeriksaan dan harus akurat, objektif, jelas, singkat,konstruktif,lengkap,dan tepat waktu. Laporan juga harus merinci kekuatan dan kelemahan filosofi dan fungsi control internal.juga harus mengungkapkan ketidaktaatan dengan standar. Bahan-bahan penyusunan laporan berasal dari control selfassessment yang dilakukan oleh manajemen pada berbgai tingkatan dan dari pegawai nonmanajerial yang bisa memberikan lebih banyak fakta untuk dimasukkan ke dalam laporan. Pihak yang menerima laporan ringkas adalah komite audit organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Selanjutnya kepala eksekutif audit akan

 

Pendekatan Siklus untuk Kontrol Akuntansi Internal
Pendekatan siklus menyarankan 3 langkah: • Klasifikasi transaksi-transaksi sesuai siklusnya; • Tentukan kriteria(standar) control internal yang cocok untuk transaski sesuai tujuan yang akan dicapai dan • Bandingkan prosedur dan teknik control yang ada serta hasil dengan kriterianya.

 

Auditor selalu memerhatikan kejadian-kejadian yang menyebabkan control dikurangi atau diubah demi mencapai efisiensi yang lebih tinggi sehingga meningkatkan kinerja pegawai atau organisasi. Tetapi, kita saat ini berada pada masa ketika pengaturan organisasi merupakan

Dampak Pengaturan Organisasi terhadap Kontrol Internal  

Pengurangan KontrolOrganisasi Virtual
Dengan perampingan dan pengaturan organisasi, manajemen sebenarnya telah mempertanyakan konsep kontrol tradisional pada aspek-aspek operasi yang memiliki banyak kontrol tradisional. Aspek-aspek ini mencakup utang usaha, persediaan, piutang usaha, pengangkutan, dan penjualan. Konsep baru didasarkan memberikan organisasi fungsinya. ini, yang disebut “organisasi virtual”, pada asas saling percaya dan tanggung jawab dan akuntabilitas ke yang paling baik menjalankan

Audit Kontrol
Tujuan audit kontrol adalah untuk menentukan bahwa : 1. Kontrol memang diterapkan 2. Kontrol secara struktural memang wajar 3. Kontrol dirancang untuk mencapai tujuan manajemen khusus atau untuk mencapai ketaatan dengan persyaratan yang ditentukan, atau untuk memastikan akurasi dan kelayakan transaksi 4. Kontrol memang digunakan 5. Kontrol secara efisien melayani tujuan tersebut. 6. Kontrol bersifat efektif; dan 7. Manajemen menggunakan keluaran yang dihasilkan sistem kontrol.

Auditing COSO
Audit internal yang dirancang untuk mempertimbangkan konsep kontrol COSO yang baru menjadi lebih rumit dibandingkan audit kontrol internal yang tradisional. Karena kebanyakan meningkatnya kesulitan muncul dari kebutuhan untuk mempertimbangkan kontrol lunak yang melekat pada filosofi COSO dan juga lebih banyak pendekatan

Aspek Audit Risiko Kontrol
Risiko kontrol (control risk) merupakan elemen yang substansial dari daerah risiko yang luas. Risiko kontrol adalah kemungkinan bahwa kontrol yang telah ditetapkan tidak bisa mendeteksi adanya penyimpangan.

Kontrol-kontrol Operasi Internal
Kontrol, Kriteria, dan Tujuan
Auditor internal harus memiliki keahlian dalam hal kontrol operasi sebagaimana keahlian yang dimiliki dalam kontrol akuntansi atau keuangan. Tidak ada kriteria atau standar yang telah ditetapkan untuk prosedur dan teknik kontrol yang tepat. Hal ini bisa menjadi peluang bagi auditor internal untuk menunjukkan kemampuan profesionalnya dengan merekomendasikan kriteria dan kontrol yang tepat dan mencapai kesepakatan dengan klien.

Fungsi dan Kontrol Manajemen Dalam setiap empat fungsi manajemen, kriteria kinerja yang dapat diterima memang dibutuhkan, yang jika dipenuhi, akan memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan akan tercapai. Kontrol yang Berlebihan Satu hal yang menakutkan setelah adanya US Foreign Corrupt Practices Act tahun 1977 adalah kemungkinan adanya kontrol yang berlebihan, tidak berguna, dan atau memakan banyak biaya. Jika timbul kesulitan, kadang-kadang kita cenderung menyelesaikannya dengan uang. Akan tetapi, terlalu banyak kontrol sama buruknya dengan terlalu sedikit. Kontrol yang mahal dapat melumpuhkan kinerja dan inisiatif. Proteksi

Mengapa Kontrol Tidak Berjalan
Kontrol, meskipun dibuat dengan cermat, tidak selalu mencapai tujuan yang diinginkan. Meskipun kontrol dirancang untuk membantu manajer melakukan pekerjaannya dengan lebih baik, banyak manajer melakukan pekerjaannya dengan lebih baik, banyak manajer memandang kontrol sebagai ancaman, sebuah tantangan yang

• • • •

Aldag dan Stearns mengidentifikasi empat reaksi terhadap sistem kontrol: Dianggap sebagai permainan Dianggap objek sabotase Informasi yang tidak akurat Ilusi kontrol

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->