P. 1
Teori Belajar Kognitif Sosial Bandura

Teori Belajar Kognitif Sosial Bandura

|Views: 261|Likes:
Published by Zulfa Rizkia

More info:

Published by: Zulfa Rizkia on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL ( BANDURA ) UNTUK PEMBELAJARAN

 TEORI KOGNITIF SOSIAL BANDURA

Teori kognitif sosial menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku memainkan peranan penting dalam pembelajaran. Bandura mengembangkan model determinisme respirokal yang terdiri dari tiga faktor utama : perilaku, person / kognitif dan lingkungan yang mana ketiganya saling mempengaruhi. Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person ( kognitif ) memainkan peranan penting yang mana ia tekankan pada self – efficacy, yakni keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif.  PEMBELAJARAN OBSERVASIONAL Pembelajaran ini disebut juga imitasi atau modeling, yaitu pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain. Hal ini dituangkan dalam penelitian yang dilakukan Bandura pada penelitian studi boneka bobo klasik yang menjelaskan bagaimana pembelajaran dapat dilakukan hanya dengan mengamati model yang bukan sebgai penguat atau penghukum. Eksperimen ini juga mengilustrasikan perbedaan antara pembelajaran dan kinerja ( performance ). Penjelasan pada slide.
 Model Kontemporer Observasional Bandura.

Bandura memfokuskan pada proses spesifik yang terlibat dalam pembelajaran observasioanal, dimana proses itu ialah atensi ( perhatian ), retensi, produksi, dan motivasi.  Atensi  Memperhatikan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh model.  Dipengaruhi oleh sejumlah karakteristik, misal nya orang nya hangat, kuat dan ramah akan lebih diperhatikan ketimbang orang yang dingin, lemah dan kaku.

 Murid lebih mungkin melihat model berstatus tinggi ketimbang model berstatus rendah.  Retensi  Bagaimana murid mengkodekan dan menyimpan informasi dalam ingatan memori sehingga informasi itu dapat diambil kembali.  Produksi  Ketidakmampuan dan keterbatasan yang dimilki anak murid dalam modeling, dapat dilakukan dengan cara belajar, berlatih, dan berusaha yang dapat membantu murid untuk meningkatkan kinerja motor mereka.  Motivasi  Penguat tidak selalu oberservasional terjadi.

dibutuhkan

agar

pembelajaran

Jika anak tidak termotivasi berperilaku, ada 3 jenis penguat, yaitu : memberi imbalan pada model, memberi imbalan pada anak, memerintahkan anak untuk membuat pernyataan untuk memperkuat diri

 1. 2. 3. 4. 5.

Menggunakan Pembelajaran Observasional Secara efektif. Pikirkan tentang model tipe apa yang akan Anda hadirkan untuk murid. Tunjukkan dan ajari perilaku baru. Pikirkan cara menggunakan teman sebaya sebagai model yang efektif. Pikirkan cara agar mentor dapat digunakan sebagai model. Cari tamu kelas yang akan memberikan model yang baik bagi murid anda. 6. Pertimbangkan model yang dilihat anak dari televisi, video, dan komputer.

PENDEKATAN PERILAKU KOGNITIF DAN REGULASI DIRI

Adalah penekanan pada bagaimana murid dapat memonitor, mengelola, dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melalui faktor eksternal, pendekatan ini lebih dikenal dengan modifikasi perilaku kognitif. Salah satu pendekatan ini adalah metode instruksi diri, yaitu sebuah tehnik perilaku kognitif yang dimaksudkan guna mengajari individu untuk memodifikasi perilaku mereka sendiri. Dalam banyak kasus strategi nya adalah mengganti pernyataan negatif dengan pernyataan positif. Berbicara positif kepada diri sendiri dapat membantu guru dan murid mewujudkan potensi penuh mereka. Penjelasan ada di slide.
 PEMBELAJARAN REGULASI DIRI

Ialah pembelajaran yang memunculkan dan memonitor diri sendiri pikiran, perasaan dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan. Apa karakteristik daripada regulasi diri ? pelajar regulasi diri untuk tujuan : 1. Memperluas pengetahuan 2. Menyadari keadaan emosi mereka dan punya strategi mengelola emosinya. 3. Secara periodik memonitor kemajuan ke arah tujuan nya. 4. Menyesuaikan atau memperbaiki strategi berdasarkan kemajuan yang mereka buat. 5. Mengevaluasi halangan yang mungkin muncul dan melakukan adaptasi yang diperlukan. Perkembangan regulasi diri dipengaruhi oleh banyak faktor , diantara nya modeling dan self – efficacy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->