SINTAKSIS BAHASA INDONESIA SINTAKSIS BAHASA INDONESIA

Oleh: Firdawati, S.Pd. Istilah sintaksis berasal dari bahasa Yunani (Sun + tattein) yang berarti mengatur bersamasama. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Jadi frasa adalah objek kajian sintaksis terkecil dan kalimat adalah objek kajian sintaksis terbesar. 1. Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Perhatikan contoh-contoh berikut. 1. 2. 3. 4. bayi sehat pisang goreng baru datang sedang membaca

Satuan bahasa bayi sehat, pisang goreng, baru datang, dan sedang membaca adalah frasa karena satuan bahasa itu tidak membentuk hubungan subjek dan predikat. Widjono (2007:140) membedakan frasa berdasarkan kelas katanya yaitu frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, frasa adverbia, frasa numeralia, frasa interogativa koordinatif, frasa demonstrativa koordinatif, dan frasa preposisional koordinatif. Berikut ini dijelaskan satu persatu jenis frasa. 1.1. Frasa verbal

Frasa verbal adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata kerja. Frasa verbal terdiri dari tiga macam seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1.1. Frasa verbal modifikatif (pewatas) yang dibedakan menjadi.

1.1.1.1. Pewatas belakang, seperti contoh berikut ini. 1. Ia bekerja keras sepanjang hari. 2. Orang itu bekerja cepat setiap hari. 1.1.1.2. Pewatas depan, seperti contoh berikut ini. 1. Kami akan menyanyikan lagu kebangsaan.

1. Frasa verbal apositif yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan. Setelah pindah. kini menjadi grosir. Usaha Pak Ali.2. 1. 1. Frasa nominal modifikatif (mewatasi).3. Frasa adjektival apositif seperti contoh berikut ini. Contohnya seperti berikut ini. diterbitkan oleh Universitas. dia aman tentram di rumah barunya.1. Mereka mencuci dan menjemur pakaiannya.3. 1. 1. 2. 1. Srikandi cantik. 1. Mereka pasti menyukai makanan itu. ayu rupawan. akan menjadi pusat pemerintahan kota Padang. 1.1.3. 2. Kita pergi atau menunggu ayah.2. misalnya rumah mungil. Frasa Nominal Frasa nominal adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. 1. 1. lebih. . Frasa adjektival modifikatif (membatasi). 1. tempat tinggal saya.2. harus. 2. contohnya adalah sebagai berikut. bulan pertama.2. 2.3. dapat. dan sangat. Frasa adjektival mempunyai tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1. Contohnya adalah sebagai berikut. kurang. paling. Tampan nian kekasih barumu. diperistri oleh Arjuna.2. Skripsi yang berkualitas. contohnya adalah sebagai berikut. Aie Pacah. Dia menginginkan pria yang tegap kekar untuk menjadi suaminya. mereka sudah mulai bertengkar. berdagang kain. hari minggu.2. 2. Frasa adjektival koordinatif (menggabungkan). 1.2. Hebat benar kelakuannya. 1. 2. Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka. Frasa verbal koordinatif yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung dan atau atau.1. terpuji dan terbaik. Frasa Adjektival Frasa adjektival adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata sifat atau keadaan sebagai inti (yang diterangkan) dengan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan seperti agak. seperti contoh berikut ini. Pada bulan pertama setelah menikah. Frasa nominal dibagi menjadi tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini.

Frasa nominal apositif. Frasa Pronominal Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Frasa pronominal modifikatif. Frasa adverbial yang bersifat modifikatif (mewatasi). 1. 1. 1.5. 1. 1. Frasa adverbial Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat. Saya dan dia sudah lama tidak bertegur sapa. Kami semua dimarahi guru karena meribut.1. 1. Frasa pronominal apositif. hampir baik. Kami. Mereka berdua minta izin karena mengikuti perlombaan. Aku dan kau suka dancow. Contohnya seperti berikut ini.2. contohnya seperti berikut ini. 1. dan pandai sekali. Anton.3.1. contohnya seperti berikut.3. contohnya seperti berikut ini. sudah hampir punah.1. .4. mahasiswa teladan itu. 1. 2. Frasa pronominal koordinatif. 1. Contoh dalam kalimat seperti berikut ini. burung langka dari Irian itu. menyatakan perang terhadap korupsi. Jarak rumah ke kantornya lebih kurang dua kilometer.5. Frasa adverbial yang bersifat koordinatif (tidak saling menerangkan). misalnya hak dan kewajiban. 1. Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat. dunia akhirat. kurang pandai. kini menjadi dosen di Universitasnya. Frasa pronominal terdiri dari tiga jenis yaitu seperti berikut ini.3. 1. 2.2. contohnya seperti berikut. Burung Cendrawasih. Kemampuan siswa saya dalam mengarang berada pada kategori hampir baik. contohnya seperti berikut.4. 1.4. 1. bangsa Indonesia. Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan). 1.2.5. 2. 1. 2. lahir bathin. Frasa adverbial dibagi dua jenis yaitu. 2.3. misalnya sangat pandai. serta adil dan makmur. Seorang PNS harus memahami hak dan kewajiban sebagai aparatur negara. Dia kurang pandai bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.5.

Contohnya seperti berikut. entah empat kali dia sudah meminjam uang saya. Mahasiswa. Frasa Proposional Koordinatif Frasa proposional koordinatif dibentuk dari kata depan dan tidak saling menerangkan. oleh dan untuk anggota. 1. Entah tiga. Klausa Klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif (Keraf. Frasa Numeralia Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan.7. Orang itu menyumbang pembangunan jalan dua juta rupiah. Frasa Demonstrativa koordinatif Frasa demonstrativa koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang tidak saling menerangkan. 1. 2009:13) menjelaskan bahwa yang membedakan klausa dan kalimat adalah . Contohnya seperti berikut ini. 1. contohnya seperti di bawah ini.9.6. Jawaban apa atau siapa merupakan ciri subjek kalimat. 2. 1.8. (Manaf. 1. 1.2. 1. contohnya seperti di bawah ini. Contohnya seperti berikut ini.1. para pemuda. Klausa berpotensi menjadi kalimat. 1. siap menjadi pasukan anti korupsi. Lima atau enam orang bertopeng melintasi kegelapan pada gang itu. 1. Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban. 2. Frasa numeralia modifikatif. Saya bekerja di sana atau di sini sama saja. 2. Perjalanan kami dari dan ke Bandung memerlukan waktu enam jam. 2. Saya memakai baju ini atau itu tidak masalah. Jawaban mengapa atau bagaimana merupakan pertanda jawaban prediket. Frasa Introgativa koordinatif Frasa introgativa koordinatif adalah frasa yang berintikan pada kata tanya. 2. Koperasi dari. 1. 1984:138).6. Frasa numeralia koordinatif. 2.6. Frasa numeralia terdiri dari dua jenis yaitu. 1.2.

Contohnya sebagai berikut. Intonasi final itu dapat berupa intonasi berita.3. terdiri dari tiga klausa atau lebih.2. Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal. 2. 1. Contohnya sebagai berikut. Contohnya seperti berikut ini. Orang itu pindah ke Jakarta setelah suaminya bekerja di Bank Indonesia. Klausa kedua adiknya bermain catur. tanya. 2. sedangkan klausa tidak diakhiri intonasi final.intonasi final di akhir satuan bahasa itu. setiap klausa memiliki kedudukan yang sama. Kalimat majemuk koordinatif dibangun dengan dua klausa atau lebih yang tidak saling menerangkan. 1) 2) 3) Dia pindah ke Jakarta (klausa utama) Setelah ayahnya meninggal (klausa sematan) Ibunya kawin lagi (klausa sematan) 1. Ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi. Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi. Kalimat diakhiri dengan intonasi final. Widjono (2007:143) membedakan klausa sebagai berikut. dan adiknya bermain catur. (Kalimat majemuk setara) . Klausa kalimat majemuk setara Dalam kalimat majemuk setara (koordinatif). Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat. Rima membaca kompas.1. perintah. Klausa orang itu pindah ke Jakarta sebagai klausa utama (lazim disebut induk kalimat) dan klausa kedua suaminya bekerja di Bank Indonesia merupakan klausa sematan (lazim disebut anak kalimat). (Kalimat majemuk bertingkat) 2. dan kagum. Kalimat di atas terdiri dari tiga klausa yaitu. Klausa pertama Rima membaca kompas. Klausa kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat dibangun dengan klausa yang berfungsi menerangkan klausa lainnya. Keduanya tidak saling menerangkan. 2.

Wujud fungsi sintaksis adalah subjek (S).1. prediket. 2009:34).). yaitu objek. (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal. Mengandung satuan makna. prediket intransitif dapat disertai pelengkap.1. Dalam bahasa tulis. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. atau titik koma (. 4. Sekurang-kurangnya terdiri dari atas subjek dan prediket.3. objek (O). 5. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. dan intonasi kagum. yaitu intonasi berita.). Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Tidak semua kalimat harus mengandung semua fungsi sintaksis itu.). 3. dan keterangan (ket). tanda tanya (?). titik dua (:). Mengandung pikiran yang utuh. Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. atau gabungan frasa dengan frasa. 3. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih. dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (. kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. 2. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. diselingi atau tidak diselingi tanda koma (. tanya. pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. Fungsi sintaksis dalam kalimat Fungsi sintaksis pada hakikatnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf.2. yaitu prediket. atau tanda seru (!). yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket. Ciri-ciri subjek adalah sebagai berikut: . kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya. Predikat transitif disertai objek. 7. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain. Dalam bahasa lisan. atau tanda seru. Ciri-ciri kalimat Widjono (2007:147) menjelaskan ciri-ciri kalimat sebagai berikut. pelengkap (Pel. 3. intonasi perintah. Mengandung urutan logis.). baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit. 3. kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket.2. 1. atau pesan yang jelas. objek. 6. sedangkan unsur lainnya. tanda tanya. Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146). ide. prediket (P). gabungan kata dengan frasa. diselingi atau tidak diselingi oleh kesenyapan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final.

2. berupa kata atau frasa benda (nomina) dapat diserta kata ini atau itu. 5. Adik bermain. P Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. S P Adik adalah pokok kalimat bermain adalah yang menjelaskan pokok kalimat. pada. Adik bermain. kepada.1. untuk. dalam kalimat susun biasa.2. Ibu memasak. S P Ibu adalah pokok kalimat memasak adalah yang menjelaskan pokok kalimat. jawaban apa atau siapa. Prediket mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Ibu memasak. tidak didahului preposisi di. 1. 3. dan lain-lain. 3. bagi. 1. 2. prediket umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. dapat didahului oleh kata bahwa. dalam. 7. 1. 6. S 3. 4. 2. Hubungan predikat dan pokok kalimat dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah ini. dapat disertai pewatas yang. Hubungan subjek dan prediket dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah ini. prediket berada langsung di belakang subjek. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan. S P 1. .

berupa nomina atau frasa nominal seperti contoh berikut. Adik memakai tas baru. dalam kalimat susun biasa (S-P) prediket berintonasi lebih rendah. berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif) seperti contoh berikut. S P O Tas baru adalah frasa nominal 1. S P O 1. prediket dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) atau bagaimana (pokok kalimat). . 1. Ayah membaca koran. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Guru membacakan pengumuman. Ibu memarahi kakak. S P O menerangkan adalah verba transitif. Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. Dosen menerangkan materi. S P O Koran adalah nomina. 5.3.4.2. 3. 1. prediket merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah. 1. Objek dapat dikenali dengan melihat verba transitif pengisi predikat yang mendahuluinya seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini. 1. Ibu menyuapi adik. 1. S P O Menyuapi adalah verba transitif. 6.

pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks ber dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks di. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi.atau ter-. Bu Minah menjual sayur di pasar pagi. Kemiripan antara objek dan pelengkap dapat dilihat pada contoh berikut. S P O 1. Bu Minah berjualan sayur di pasar pagi. 1. S P O ket. Bu Minah berdagang sayur di pasar pagi. Kepala sekolah mengundang wali murid. Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1.S P O 1. seperti contoh berikut. S P O 1. P Pel. S P pel.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat. Pelengkap (pel. ket. objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. 1. 1. 1.2. S 3. S P O 1. Kepala sekolah mengundangnya.4. seperti contoh berikut. mengkhususkan objek. dapat diganti enklitik –nya. . Ani membaca buku. seperti contoh berikut. Buku dibaca Ani. 1. 1. dan melengkapi struktur kalimat. ku atau –mu.

1. S 1. seperti contoh berikut. Ayah membelikan adik mainan. 1. pelengkap merupakan fungsi kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba dwitransitif pengisi predikat seperti contoh berikut. pelengkap terletak langsung di belakang predikat. 1. 1. seperti contoh berikut. Kemerdekaan adalah hak semua bangsa. 1. 1. merupakan. 1. pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya. S P O Pel. S P O Pel. S P Pel. jika tidak ada objek. dan menjadi. 1. 1. S P Pel. Pak Ali berdagang buku bekas.S 1. P Pel. pelengkap merupakan unsur kalimat yang kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verba adalah. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. P Pel. 1. ialah. pelengkap berada di belakang objek. 1. Buku dibaca Ani. membelikan adalah verba dwitransitif. dalam kalimat. Budi menjadi siswa teladan. seperti pada contoh berikut. 1. 1. P Pel. Ibu membelikan Rani jilbab. S 1. . Ket.

1. satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif seperti contoh berikut. S P O Ket. Keterangan P Pel. Ayah menonton TV tadi pagi. 1. . Keterangan sebagai unsur tambahan dalam kalimat dapat dilihat pada contoh berikut.1. seperti contoh berikut. Pancasila merupakan dasar negara. Dasar negara dirupakan pancasila (?) 3. Pak Samad berdagang rempah. 1. S P O Ket. S P Pel. Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. waktu Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. 1. S P O Ibu memanggilnya. umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. S 1. tempat 1.5. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambahan dalam kalimat. 1. Ibu membeli kue di pasar. 1. S 1. Ibu memanggil adik.2. P O Pak Samad berdagangnya (?) 1.

tempat 1. Ket. Ali datang kemarin. S P O Ket. seperti contoh berikut. Keterangan tempat dimarkahi oleh preposisi di. 1. waktu Manaf (2009:51) membedakan keterangan berdasarkan maknanya seperti dijelaskan berikut. keterangan diisi oleh adverbia. 1. cara S P O 1. Saya membeli buku di Gramedia. Ibu berangkat kemarin sore. Irfan bermain bola di lapangan. seperti contoh berikut. Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu. S P Ket. tempat 1. S P O 1. Dia membuka bungkusan itu dengan hati-hati. S P Ket. tempat 1. cara 1. 1. Saya membeli buku. dari (di) dalam. Keterangan waktu . Keterangan tempat Keterangan tempat adalah keterangan yang mengandung makna tempat. S P O Ket. dan klausa terikat. Ayah pulang dari kantor. S P O Ket. waktu 1.1. keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat. 1. seperti contoh berikut. frasa adjektival. ke. S P Ket. frasa adverbial. adjektiva.

Keterangan waktu dimarkahi oleh preposisi pada. Keterangan tujuan . Ibu menghaluskan bumbu dengan blender.Keterangan waktu adalah keterangan yang mengandung makna waktu. nanti. 1. secara. sepanjang. Keterangan cara Keterangan cara adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya. cara 1. se-. alat 1. S P O Ket. 1. dengan jalan. Selain itu ada keterangan waktu yang tidak diawali oleh preposisi. Dia menderita sepanjang hidupnya. Keterangan alat Keterangan alat adalah keterangan yang mengandung makna alat. selama. Keterangan alat dalam kalimat seperti contoh berikut. S P Ket. bermakna cara dalam melakukan kegiatan tertentu. S P O Ket. Dia akan datang pada hari ini. Dia memasuki rumah kosong itu dengan hati-hati. sesudah. S P O Ket. waktu 1. kemarin. dengan cara. dalam. S P Ket. Pemakaian keterangan cara dalam kalimat seperti contoh berikut. alat 1. S P Ket. Kue itu dibuat tanpa cetakan. Keterangan cara dimarkahi oleh preposisi dengan. sebelum. misalnya sekarang. cara 1. besok. 1. waktu 1. tanpa. Habib mengendarai sepedanya dengan pelan-pelan. Keterangan waktu dalam kalimat seperti contoh berikut. Keterangan alat dimarkahi oleh preposisi dengan dan tanpa.

tujuan 1. S P Pel Ket. Orang itu pindah bersama anak isterinya. Suara orang itu keras bagaikan halilintar. seperti contoh berikut. tujuan 1. seperti contoh berikut ini. bersama.Keterangan tujuan adalah keterangan yang dalam hubungan antar unsurnya mengandung makna tujuan. supaya. Penyerta 1. Arif giat belajar agar naik kelas. demi. Mahasiswa pergi studi banding bersama dosen. Keterangan tujuan dimarkahi oleh preposisi agar. untuk. Keterangan perbandingan dimarkahi oleh preposisi seperti. Dia gelisah seperti cacing kepanasan. 1. Adonan itu diaduk supaya cepat kembang. S P Ket. Keterangan penyerta dimarkahi oleh preposisi dengan. S P Ket. Keterangan penyerta Keterangan penyerta adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya yang membentuk makna penyerta. 1. Perbandingan 1. S P Ket. S P Ket. 1. Sebagian besar rumah rusak karena gempa. beserta seperti yang terdapat dibawah ini. Keterangan sebab dimarkahi oleh konjungtor sebab dan karena. penyerta 1. bagaikan. Pemakaian keterangan tujuan dalam kalimat seperti contoh berikut. S P Ket. . Keterangan sebab Keterangan sebab adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna sebab. Keterangan perbandingan Keterangan perbandingan adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna perbandingan. Perbandingan 1. bagi. 1. laksana.

Keterangan syarat dimarkahi oleh konjungtor jika dan apabila. S P Ket. Hutan lindung ditebang akibatnya sering terjadi tanah longsor. Ket. Keterangan akibat Keterangan akibat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna akibat. Keterangan syarat Keterangan syarat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna syarat. Ket. Keterangan pengandaian Keterangan pengandaian adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna pengandaian. Andaikan bulan bisa ngomong. seperti contoh berikut ini. Pengandaian S P 1. Dia sering berbohong sehingga temannya tidak percaya kepadanya. Akibat 10. Rakyat semakin menderita karena harga beras semakin naik. S P Ket. 1. rakyat akan sejahtera. Ket. seandainya dan andaikan. 1. dia tidak akan bohong. sebab 1. Syarat S P 11. pengandaian S P O . Akibat Ket. S P 1. S P Ket. sebab 1. seperti contoh berikut ini. Keterangan akibat dimarkahi oleh konjungtor sehingga dan akibatnya. 1.S P Ket. saya akan membantu orang miskin. Jika para pemimpin Indonesia jujur. Syarat 1. seperti contoh berikut ini. Keterangan pengandaian dimarkahi oleh konjungtor andaikata. Saya akan datang jika dia mengundang saya. Seandainya saya orang kaya.

Widjono HS. Ket. Mahasiswa yang indeks prestasinya paling tinggi mendapat Ket. 1. Padang: Sukabina Press. Jakarta: Rineka Cipta. Abdul. Tata Bahasa Indonesia. Saat ini sedang melanjutkan studi pada Pascasarjana Universitas Negeri Padang. P O P Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMPN 32 Padang. Keraf. . 2009. seperti contoh berikut ini. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Linguistik Umum.12. Keterangan atibutif dimarkahi oleh konjungtor yang. Atributif (S) DAFTAR PUSTAKA Chaer. Flores: Nusa Indah. Sintaksis: Teori dan Terapannya dalam Bahasa Indonesia. 1984. O 1. 2003. 2007. Manaf. Gorys. Ngusman Abdul. Guru yang berbaju hijau itu adalah wali kelas saya. Keterangan atributif Keterangan atributif adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna penjelasan dari suatu nomina. Jakarta: Grasindo. Atributif (S) beasiswa.

pengolahan/seleksi untuk mencapai keberaturan dan keserasian sebagai satu kesatuan bahasa bentuk. mendisiplinkan. gaya visual Mis : dalam sign-system ada kesamaan penggunaan sistem visual. lay out surat kabar harian meski isinya beda tiap terbit namun keberaturan lay out yang sinambung membina rubrikasi bagi pembaca Dalam aspek sintaktik keberaturan dan keseragaman sebuah desain diatur dalam teori konstanta dan variabel : KONSTANTA : unsur VARIABEL : unsur yang membedakan yang menyamakan . sistem visual. menyeragamkan.Sintaktik berasal dari bahasa Yunani “Suttatein” yang artinya mengatur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful