Meryem Shifa Paramitha 406413404476 UTS Ekonomi Syariah

1. Perilaku ekonomi islam adalah perilaku yang rasional Perilaku ekonomi yang islam adalah perilaku yang rasional. Kenapa disebut perilaku yang rasional? Karena semua kegiatannya yaitu untuk mencapai tujuan, yaitu untuk mencapai maslahah. Hal ini terbukti dengan semua kegiatan ekonomi yang berdasarkan ekonomi islam dilakukan untuk mencapai dan memelihara keejahteraannya. Imlikasai dari semua ini ada pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan berdasarkan hukum agama yang mengarahkan menjadi pemikiran yang rasional. Tujuannya bukan hanya kepuasan di dunia tapi juga kesejahteraan di akhirat. Semua aktivitas tersebut, yang memiliki maslahah bagi umat manusia, disebut kebutuhan. Dan semua kebutuhan ini harus dipenuhi. Pada tingkat pendapatan tertentu, pemikiran konsumen islam dan non islam berbeda, karena konsumen islam memiliki alokasi untuk hal-hal yang

menyangkut akhirat, akan mengonsumsi barang lebih sedikit daripada nonmuslim. Hal yang membatasinya adalah konsep maslahah tersebut diatas. Tidak semua barang/jasa yang memberikan kepuasan/utility mengandung maslahah

didalamnya, sehingga tidak semua barang/jasa dapat dan layak dikonsumsi oleh umat islam. Dari sinilah dapat dilihat implikasi dari pemikiran ekonomi yang rasional. Umat islam akan lebih rasional cara berpikirnya baik dalam segi konsumsi, produksi, distribusi dll. Karena mereka memiliki pedoman atas pencapaian tujuan untuk semua kegiatan tersebut. Islam memberikan arahan yang sangat indah dengan memperkenalkan konsep israf (berlebih-lebih) dalam membelanjakan harta dan tabzir. Islam memperingatkan agen ekonomi agar jangan sampai terlena dalam berlombalomba mencari harta (at-takaatsur). Islam membentuk jiwa dan pribadi yang beriman, bertakwa, bersyukur, dan menerima. Pola hidup konsumtivisme seperti diatas tidak pantas dan tidak selayaknya dilakukan oleh pribadi yang beriman dan bertakwa. Satu-satunya gaya hidup yang cocok adalah simple living (hidup

sederhana) dalam pengertian yang benar secara syar’i. Setidaknya terdapat tiga kebutuhan pokok :

Pertama, kebutuhan primer yakni nafkah-nafkah pokok bagi manusia yang dapat mewujudkan lima tujuan syariat (yakni memelihara jiwa, akal, agama, keturunan, dan kehormatan). Tanpa kebutuhan primer kehidupan manusia tidak akan berlangsung. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal, kesehatan, rasa aman, pengetahuan, dan pernikahan.

Kedua, kebutuhan sekunder yakni kebutuhan manusia untuk memudahkan kehidupan, agar terhindar dari kesulitan. Kebutuhan ini tidak perlu dipenuhi sebelum kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini pun masih berkaitan dengan lima tujuan syariat itu tadi.

Ketiga, kebutuhan pelengkap, yaitu kebutuhan yang dapat menciptakan kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan ini tergantung pada bagaimana pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder serta berkaitan dengan lima tujuan syariat. Islam mengharamkan segala pembelanjaan yang tidak mendatangkan

manfaat, baik manfaat materiil maupun spiritual. Islam mengajarkan kepada kita sikap pertengahan dalam mengeluarkan harta, tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Sikap berlebihan akan merusak jiwa, harta, dan masyarakat. Sementara kikir adalah satu sikap hidup yang dapat menahan dan membekukan harta. Dalam QS.al-Furqaan ayat 67 Allah berfirman : Dan orang- orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebih- lebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah- tengah antara yang demikian. Atau dalam QS.al-Israa ayat 29 : “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkan karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal”.

2. a. Makna Falah

Falah adalah kesejahteraan holistik dan seimbanng antara dimensi materialspiritual, individu-sosial, dunia-akhirat. Falah bisa terwujud apabila terpenuhi keseimbangan sehingga tercipta maslahah. Maslahah merupakan segala bentuk keadaan baik material maupun non material yang mampu meningkatkan kedudukan manusia sebagai makhluk yang paling mulia.

b. Unsur-unsur Falah Tujuan hidup manusia adalah mencapai kesejahteraan/Falah. Dalam

pencapaian ini ada dua unsur: A. Untuk mengabdikan dirinya hanya kepada Allah SWT. yaitu dengan berpegang teguh kepada: 1. Tauhid Uluhiah (Tauhid Ibadah) Menyembah, beribadat, meminta perlindungan dan kebahagiaan hanya kepada Allah SWT. yang merupakan kedaulatan mutlak (Absolute Sovereignty), dan tidak bersekutu denganNya. [“Dan Dia-lah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi” (43:84)] . Tiada Tuhan selain Dia; bukan dewa-dewi, para malaikat, bukit-bukau, gunungganang, matahari bulan dan bintang, wang ringgit, segala isme-isme ideologi politik dan ekonomi ciptaan manusia, malah bukan juga pemerintah; tetapi Dia Allah yang hanya satu, yang Maha-Esa. 2. Tauhid Asma’ Wa Sifaat (Tauhid Nama dan Sifat) Allah memiliki segala sifat dan nama yang sempurna dan terhindar daripada-Nya segala sifat yang tidak layak bagi-Nya. Dengan pengetahuan dan penghayatan secara mendalam tentang sifat-sifat Allah SWT., manusia akan dapat membersihkan jiwa, roh, kepercayaan, moral dan tindak tanduknya; yang mana akan membawa kepada pembentukan keperibadian manusia yang mulia. 3. Tauhid Rububiah (Tauhid Perbuatan Allah)

wanitawanita.. [“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. adalah sangat tidak wajar manusia itu melaksanakan hukumhukum dan undang-undang ciptaan manusia sendiri (undang-undang Thaghut) selain daripada Syariat (hukum-hukum dan peraturan. Allah yang memelihara dan mengatur seluruh alam. maupun anak-anak yang semuanya berdoa: {Ya Tuhan kami. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik” (6:57)] Justeru itu. Itulah dia Hak Asasi Manusia yang sejatinya. hukum-hukum dan peraturan-peraturan Allah jualah yang merupakan hukum yang paling baik. yang paling sesuai untuk makhluknya. atau dalam ertikata lain untuk mengembalikan manusia kepada Fitrah Semulajadinya. Oleh kerana Allah adalah pencipta Alam Semesta termasuk manusia. Itulah dia Tauhid Hakimiah yang merupakan lanjutan daripada Tauhid Rububiah tadi. Allah sahaja yang menciptakan alam ini. Tidakkah tindakan ini diumpamakan penyembahan patung atau berhala yang diciptakan oleh tangan kita sendiri? [“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan . 1. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (5:44)] B. Allah yang menghidupkan dan mematikan. melalui Rasul-RasulNya.a. dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (25:2)] b.peraturan) yang telah ditetapkan Allah SWT. [“Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. maka Dialah yang paling mengetahui hakikat makhluknya. Sebagai Khalifah Allah (Pengganti Allah) di muka bumi ini: Untuk memerdekakan manusia daripada segala ikatan dan halangan untuk beribadah hanya kepada Allah SWT. Oleh yang demikian. Allah yang menurunkan rezeki dan hujan. [“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki.

terpaksa mencari nafkah siang dan malam untuk keluarga dan dirinya sehingga tidak mempunyai masa yang selesa untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk mengatur dan menggunapakai segala isi bumi ini bagi kemudahan dan kesenangan manusia itu sendiri. Sosio-Politik Dengan penguatkuasaan pemerintah Taghut. Manusia selalunya abai untuk menyelidiki ilmu yang telah diberikan Tuhan. · Diri sendiri kejahilan tentang Ilmu Tauhid samaada ia merupakan Tauhid Uluhiah. Tauhid Asma’ Wa Sifaat. dipermainkan oleh godaan syaitan Sosio-Ekonomi Manusia itu dalam belenggu kemelaratan dan kesengsaraan hidup. manusia terpaksa mengikuti hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang diciptakan oleh manusia selain daripada hukum-hukum dan peraturan-peraturan Allah SWT. 2. lemah jiwa dan raga b. itu terbahagi secara kasarnya kepada beberapa sumber di antaranya: a. dan berilah kami penolong dari sisi Engkau}” (4:75)]. ilmu yang berbentuk sunnatullah (Laws of . Manusia itu zalim terhadap dirinya sendiri kerana kufur terhadap nikmat yang telah diberi Tuhan [14:34].berilah kami pelindung dari sisi Engkau. c. bukan untuk kepentingan manusia sejagat baik yang berupa jasmaniah mahupun rohaniahnya. Hukumhukum dan peraturan-peraturan Taghut ciptaan manusia itu memang diciptakan untuk kepentingan yang menciptakannya atau yang memerintahnya. maupun Tauhid Rububiah/Tauhid Hukumiah. Ikatan dan halangan untuk manusia beribadah hanya kepada Allah SWT.

c. Produkproduk perbankan syariah secara garis besar dibagi dua yaitu yang bersifat profit motive dan yang bersifat social motive. perdagangan. dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. misal pada perbankan syariah yaitu Produk-produk keuangan/perbankan yang disusun mencitrakan tujuan ekonomi syariah yang telah ditetapkan. Orientasi kegiatan perdagangan dan investasi ditujukan pada hal-hal yang halal dan thayyib. Harta dalam ekonomi syariah memiliki peran yang efektif dalam memfasilitasi kegiatan investasi.  Implikasi falah pada perekonomian makro.Nature) dan merumuskan ilmu-ilmu itu serta menghayatinya sebagai pembangunan sains dan teknologi demi untuk kemudahan dan kesenangan manusia sejagat. Manusia apabila dapat memenuhi Hak Asasinya atau dapat memerdekakan dirinya daripada segala cengkaman ikatan dan halangan untuk beribadah hanya kepada Allah SWT. itulah apa yang dinamakan Tamaddun Sejati dan itulah Kejayaan Mutlak – FALAH. di samping dapat mengeksploitasikan isi bumi ini dengan paling baik untuk kemudahan dan kesenangan hidup manusia sejagat. Esensi pembatasan bentuk transaksi yang mengandung maysir melarang lembaga untuk terlibat dalam transaksi keuangan yang tidak memiliki kaitan yang jelas dengan sektor riil. Ekonomi syariah menekankan kebersamaan dalam memperoleh manfaat (sharing economics). 4. Keduanya memiliki keterkaitan dan saling mendukung terutama sekali dalam . 3. 2. Semua kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan sesuai dengan islam. Implikasi Falah dalam Aspek mikro dan makro  Implikasi falah pada perekonomian mikro sebagai berikut: 1.

yaitu: 1. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah.melayani usaha mikro dan kecil. Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya. Tegaknya keadilan dalam masyarakat.Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang menunjukan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Dan pengembangan perbankan syariah didasarkan pada tujuan yang lebih luas dimana perbankan syariah dapat memiliki akses ke arah sinergi yang lebih luas dengan lembagalembaga keuangan syariah non bank lainnya. Karena kerja membawa pada keampunan. karena Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu”. Bekerja merupakan suatu kewajiban karena Allah swt memerintahkannya. Sedangkan tujuan ekonomi islam yaitu Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam system Islam mengarah pada tercapainya kebaikan.(HR. tujuannya adalah membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat. kesejahteraan. Demikian pula dalam hal ekonomi. serta menghapuskan kejahatan. . sebagaimana sabada Rasulullah Muhammad saw: “Barang siapa diwaktu sorenya kelelahan karena kerja tangannya. bekerjalah kamu. keutamaan. Seorang fuqaha asal Mesir bernama Prof.Thabrani dan Baihaqi).  3. 2. Tujuan Ekonomi Islam Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. maka di waktu sore itu ia mendapat ampunan”. kesengsaraan. sebagaimana firman-Nya dalam surat At Taubah ayat 105: “Dan katakanlah.

Pandangan ini menghasilkan . IQRA Bandung. Bahwa harta pada hakikatnya adalah milik Allah (Qs. 1983).3. Harta yang dimiliki manusia. pertama. Konsep Kepemilikan (al-Milkiyah) Islam memiliki pandangan yang khas tentang harta. Penjelasan tiga sektor Menurut An Nabhani dalam bukunya An-Nizam Al-Iqtishadi Fi Al-Islami. Artinya negara-negara maju memperoleh kekayaan yang mereka nikmati dari tindakan mereka merampas dan menguras harta negaranegara lain dan kecenderungan ini merupakan faktor pendorong kapitalisme (Berger. misalnya. distribusi kekayaan di antara masyarakat (tauzi'u altsarwah bayna al-naas): I. pemanfaatan kepemilikan (al tasharuf fil al-milkiyah).harus selalu didasarkan pada aturan-aturan Allah SWT. Atas dasar ini. maka cara untuk mendapatkan kepemilikan sepeda motor tersebut harus didasarkan pada aturan-aturan Allah SWT. Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya). konsep kepemilikan (al-milkiyah). Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjad puncak sasaran di atas mencakup lima jaminan dasar:      keselamatan keyakinan agama ( al din) kesalamatan jiwa (al nafs) keselamatan akal (al aql) keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl) keselamatan harta benda (al mal) 4. Tiga sektor perekonomian islam a. Peter L. Kedua. kepemilikan atas suatu barang yang artinya ada proses perpindahan kepemilikan. 24: 33). atau dengan cara-cara lain yang dibenarkan oleh hukum Islam.Piramida Pengorbanan Manusia: satu jawaban diantara sosialisme dan kapitalisme. system ekonomi Islam ditegakkan di atas tiga asas utama. atau diberi hadiah. Pandangan di atas berbeda dengan paham kapitalisme. Ketiga. sesungguhnya merupakan pemberian dari Allah (Qs. Seseorang tatkala hendak memiliki sepeda motor. dengan membeli. 57: 7).. Kata rizq artinya pemberian (a'tha). yang menganggap harta milik adalah pencurian yang muncul dari pernyataan klasik Proudhon.

sebuah aksioma harta adalah milik manusia. Islam juga berbeda dengan sosialisme. Dalam hal kepemilikan terhadap harta. Kepemilikan adalah izin dari Syaari (Allah SWT) untuk menguasa dzat dan mnafaat suatu benda. Begitu pula. Prinsip ini. (b) kepemilikan umum (milkiyah amah) dan (c) kepemilikan negara (milkiyah daulah). dapat menghancurkan dominasi ekonomi oleh satu atau beberapa kelompok manusia. meskipun cara tersebut bertentangan dengan norma dan etika masyarakat. namun akibat yang ditimbulkan justru lebih mengerikan. Manusia bebas menentukan cara mendapatkan dan memanfaatkan harta. Karena kepemilikan individu tidak diakui. dengan cara apapun. tidak mungkin melebihi tingkat produksi individual rakyat negara Kapitalis. Tidak ada gairah kerja lagi pada individu-individu sosialis. Dari pandangan ini muncul pula falsafah hurriyatu al-tamalluk (kebebasan kepemilikan). Akhirnya. kepemilikan (milkiyah) dibagi menjadi tiga macam. yakni: (a) kepemilikan individu (milkiyah fardiyah). dan pembatasan mutlak. bebas mendapatakan dengan cara apapun. dan bebas pula memanfaatkannya. suatu hal yang sangat manusiawi. bahkan tidak nampak sekali. Sosialisme telah mematikan 'kreativitas manusia'. Jadi Islam memiliki berbeda dengan Kapitalisme. Husain Abdullah. maka manusia bebas untuk mengupayakannya. timbullah penurunan drastic produktivitas masyarakat. Menurut Dr. yang tidak mengakui kepemilikan individu. atau bahkan dengan aturan Islam. semula diyakini. Islam hanya mengatur cara memiliki barang dan jasa serta cara pemanfaatan pemilikan tersebut. Islam tidak mengenal kebebasan kepemilikan. yang tidak mengatur kuantitas (jumlah) dan cara perolehan harta serta pemanfaatannya. yang merupakan bagian dari hak asasi manusia. Pada hakikatnya. Tidaklah aneh bila produksi pertanian kolektif RRC. . Islam berbeda dengan Sosialisme yang menjadikan negara mengatur kepemilikan harta. Seseorang hanya diberi barang dan jasa terbatas yang diperlukan dan dia bekerja sebatas yang dia bisa. maka motif-motif pencapaian ekonomi yang bersifat pribadi menjadi lemah. sebagaimana sistem Kapitalisme. Motifmotif internal yang bersifat individual telah dikebiri. sebagaimana sistem Sosialisme. karena masyarakat telah kehilangan hasrat untuk memperoleh keuntungan (profit motives). Mereka berpendapat bahwa harta adalah milik negara.

yaitu barang-barang yang mutlak diperlukan manusia dalam kehidupan sehari-haru seperti air. Barang-barang yang tabiat kepemilikannya menghalangi adanya penguasaan individu seperti. pelacuran dan perbuatan maksiyat lain. Benda-benda ini tampak pada tiga macam. mencakup upaya menghidupkan tanah mati (ihyau al-mawat).a. . mencuri. menipu. hibah. 2. gas). Islam juga melarang seorang muslim untuk mendapatkan harta melalui cara korupsi. Barang tambang dalam jumlah besar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 3) Kebutuhan harta untuk mempertahankan hidup. api (bahan bakar. kerjasama mudharabah. jalan. padang rumput (hutan). seperti emas. mencari bahan tambang. yaitu: 1. seperti judi. Harta dapat diperoleh melalui bekerja. secara umum ada lima macam: 1) Bekerja (al 'amal). Sedang harta yang diperoleh tanpa adanya curahan daya dan upaya mencakup. udara. dan 5) Harta yang diperoleh individu tanpa harus bekerja. barang temuan. hadiah. barang dan uang modal. Fasilitas umum. diyat. sungai. Kepemilikan Individu (al-Milkiyah Fardiyah) Kepemilikan individu adalah izin Syaari (Allah SWT) kepada individu untuk memanfaatkan barang dan jasa. Adapun sebab-sebab pemilikan (asbabu al-tammaluk) individu. 2) Warisan (al-irts). riba. listrik. masjid dan sebagainya. berburu. wasiat. lautan. santunan. Kepemilikan Umum (al-Milkiyah ?Amah) Pemilikan umum adalah izin dari Syaari' (Allah SWT) kepada masyarakat secara bersama untuk memanfaatkan benda. 4) Pemberian negara (i'thau al-daulah) dari hartanya untuk kesejahteraan rakyat berupa tanah pertanian. Sebab hal ini pasti merugikan orang lain dan menimbulkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat. perak. minyak dan sebagainya. mahar. perantara (samsara). bekerja sebagai pegawai. 3. danau. Islam melarang seorang muslim memperoleh barang dan jasa dengan cara yang tidak diridhai Allah SWT. b.

Pabrik-pabrik umum. jika barang-barang tersebut bisa diperoleh dengan mudah tanpa harus mengeluarkan dana yang besar seperti. Misalnya. fa'i. Sedangkan jika pemanfaatannya membutuhkan eksplorasi dan eksploitasi yang sulit. Misalnya harta ghanimah. pemanfaatan air disungai atau sumur.Ketiga macam benda di atas telah ditetapkan oleh syara' sebagai kepemilikan umum. serta terakumulasinya kekayaan pada sejumlah individu. Dengan cara ini rakyat dapat memperoleh beberapa kebutuhan pokoknya dengan murah. bukan milik negara. Atas dasar ini. dan mengaturnya untuk kepentingan masyarakat umum. Seorang individu tidak boleh memanfaatkan atau mengelola barang dan jasa yang bukan menjadi miliknya. mengembalikan ternak di padang penggembalaan dan sebagainya. Negara tidak boleh menjual aset-aset milik umum. . bukan milik negara. tambang. Kepemilikan Negara (al-Milkiyah Daulah) Kepemilikan negara adalah izin dari Syaari' atas setiap harta yang hak pemanfaatannya berada di tangan negara. yaitu air. dan api. padang rumput. prinsip dasar dari pemanfaatan adalah kepemilikan. Hubungan negara dengan kepemilikan umum sebatas mengelola. Laut adalah milik umum. Masyarakat umum bisa secara langsung memanfaatkan sekaligus mengelola barang-barang 'umum' tadi. Sebab. negara tidak boleh menjual asset yang bukan menjadi miliknya kepada individuindividu masyarakat. karena ada kebijakan dari Pemerintah. tidak boleh memanfaatkan atau mengelola barang yang bukan menjadi miliknya. berdasarkan sabda Rasulullah Saw: Manusia berserikat (punya anadil) dalam tiga hal. Timbulnya dominasi ekonomi. lebih banyak disebabkan karena kelompokkelompok tersebut telah menguasai aset-aset umum. c. privatisasi BUMN atas sektor publik. pengelolaan milik umum ini dilakukan hanya oleh negara untuk seluruh rakyat dengan cara diberikan cuma-cuma atau dengan harga murah. Demikian pula negara. Pengelolaan terhadap kepemilikan umum pada prinsipnya dilakukan oleh negara. atau sektor-sektor yang menjadi hajat hidup masyarakat banyak. dan lain-lain adalah milik umum. (HR. Ibnu Majah). sedangkan dari sisi pemanfaatannya dinikmati oleh masyarakat umum.

Islam melarang beberapa aktivitas-aktivitas pengembangan harta. penipuan dalam jual beli. manajemen dan jasa. ushr. Islam tidak mengatur secara teknis tentang budidaya tanaman. .khumus. Pemanfaatan harta dibagi menjadi dua topik yang sangat penting. jizyah 1/5 harta rikaz. harta orang murtad. Islam telah mengatur hukum-hukum tentang syirkah dan jual beli. Pemanfaatan Kepemilikan (al-Tasharuf al-Milkiyah) Kejelasan konsep kepemilikan sangat berpengaruh terhadap konsep pemanfaatan harta milik (tasharuf al-mal). dan tanah milik negara. Milik negara digunakan untuk berbagai keperluan yang menjadi kewajiban negara seperti menggaji pegawai. yakni: (a) Pengembangan harta (tanmiyatu al-mal). Islam hanya mendorong pengembangan harta sebatas pada sektor riil saja. namun Islam hanya mengatur pada aspek hukum tentang pengembangan harta. harta orang yang tidak memiliki ahli waris. judi. Pengembangan Harta (Tanmiyatu al-Mal) Pengembangan harta adalah upaya-upaya yang berhubungan dengan cara dan sarana yang dapat menumbuhkan pertambahan harta. a. yakni siapa sesungguhnya yang berhak mengelola dan memanfaatkan harta tersebut Pemanfaatan pemilikan adalah cara sesuai hukum syara seorang muslim memperlakukan harta miliknya. Islam melarang seorang muslim menelantarkan tanahnya lebih dari tiga tahun. atau tentang teknik rekayasa industri. larangan menyewakan tanah. semisal hukum perjanjian dan pengupahan. monopoli. bolehnya seseorang memiliki tanah terlantar tersebut bila ia mengolahnya. riba nashi'ah pada perbankan. jual beli barang haram dan sebagainya. Islam juga mengatur hukum produksi barang. Islam hanya mengatur pada aspek hukum tentang pengembangan harta. dan (b) infaq harta (infaqu al-mal). Dalam perdagangan. Dalam sektor pertanian misalnya. dan riba fadhal pada pasar modal. Menimbun. II. musaqah. misalnya. kharaj. keperluan jihad dan sebagainya. dan lain-lain. Demikian pula dalam hal perindustrian. industri dan perdagangan. yakni sektor pertanian. Dalam sektor pertanian misalnya.

hibah. melainkan hanya menjadi jaminan pertukaran saja. serta mencela keras sikap bakhil. Infaq Harta (Infaqu al-Mal) Infaq harta adalah pemanfaatan harta dengan atau tanpa ada kompensasi atau perolehan balik. serta untuk kepentingan ibadah. seperti riswah (sogok). maka pengeluaran seseorang merupakan penghasilan bagi orang lain. di mana produksi tidak menjadi jaminan konsumsi. Demikian pula sebaliknya. Islam tidak hanya mendorong kaum muslim untuk memanfaatkan hartanya dengan kompensasi atau perolehan balik yang bersifat materi saja. dan taraf (membeli barang atau jasa haram). sedekah pada fakir miskin dan orang yang memerlukan (terlibat hutang. infaq untuk jihad fii sabilillah. dalam kehidupan ekonomi modern seperti saat ini.b. III. Pelarangan pemanfaatan harta pada jalan-jalan tersebut akan menutup pintu untuk kegiatan-kegiatan tersebut. nafkah anak dan istri. keperluan pengobatan dan musibah). tadbir. Berbeda dengan sistem Kapitalisme. dorongan untuk memberi hadiah. israf. Islam telah melarang umatnya untuk menggunakan hartanya pada halhal yang dilarang oleh hukum syara'. Sebab. Akan tetapi mekanisme ini akan berjalan dengan alami dan otomatis. Islam mendorong ummatnya untuk menginfaqkan hartanya untuk kepentingan umat yang lain -terutama pihak yang sangat membutuhkan. Konsep Distribusi Kekayaan (Tauzi al-Tsarwah) Islam telah menetapkan sistem distribusi kekayaan diantara manusia dengan cara sebagai berikut: a) Mekanisme Pasar Mekanisme pasar adalah bagian terpenting dari konsep distribusi. b) Bentuk Transfer Dan Subsidi . jika konsep kepemilikan dan konsep pemanfaatan harta berjalan sesuai dengan hokum Islam. yang telah terbukti telah menimbulkan apa yang dinamakan dengan pembengkakan biaya (karena ada biaya siluman). misalnya zakat. akan tetapi juga mendorong ummatnya untuk memperhatikan dan menolong pihak-pihak yang memperhatikan dan menolong pihak-pihak yang membutuhkan.

Untuk menjamin keseimbangan ekonomi bagi pihak yang tidak mampu bergabung dalam mekanisme pasar -karena alasan-alasan tertentu. Islam menghargai setiap muslim yang bekerja keras dan menganggapnya sebagai bagian dar ibadah. barang dan uang sebagai modal kepada yang memerlukan. Islam mendorong setiap manusia untuk bekerja dan meraih sebanyakbanyaknya materi. Keunggulan sains dan teknologi di masa kejayaan Islam sedikit telah memberikan gambaran bagaimana kesungguhan umat Islam untuk "menguasai dunia untu menuju akhirat". khususnya kalangan fakir miskin. Wajibnya muzakki membayar zakat yang diberikan kepada mustahik. Islam membolehkan tiap manusia mengusahakan harta sebanyak ia mampu. b. cacat. 3. Pembagian harta negara seperti tanah. berketrampilan tinggi. berpengetahuan. Suatu ketika. Sektor swasta didorong untuk berkembang semaksimal mungkin. akan mendorong dan menumbuhkan kreatifitas manusia secara optimal. 5. Larangan menimbun emas dan perak walaupun dikeluarkan zakatnya. Rasulullah mencium tangan sahabat Saad bin Muadz yang amat kasar lantaran . dengan kepribadian yang terguh. Keterkaitan pada masing-masing sektor/konsep dan realisasi falah pada tiga konsep ini. dan c. 4. pengembangan SDM yang unggul -beriman. 2.mutlak diperlukan. Pemberian harta waris kepada ahli waris. Negara boleh mengolah dan mendistribusikannya secara cuma-cuma atau dengan harga murah. Atas dasar ini. Nabi Muhammad sangat menghargai orang yang bekerja keras untuk mendapatkan nafkah. Motif untuk menghasilkan produk bermutu tinggi dengan harga murah agar unggul dalam persaingan bebas. mengembangkan dan memanfaatkannya sepanjang tidak melanggar ketentuan agama. Setiap warga negara berhak memanfaatkan pemilikan umum. idiot dan sebagainya-maka Islam menjamin kebutuhan mereka dengan berbagai cara sebagai berikut: 1. seperti.

jihad fi sabilillah. Perjudian. Abdurrahman bin Auf. aktivitas-aktivitas semacam ini justru akan menghambat produktivitas manusia. Islam telah melarang aktivitas perjudian. minuman keras. sekaligus akan berpengaruh kepada sektor-sektor ekonomi lainnya. Islam tidak melarang umatnya untuk memiliki sebanyak-banyaknya harta. Seperti haji. semisal penimbunan barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh publik. akan disita oleh negara dan diberikan kepada orang yang mau menggarapnya. valas. Sebaliknya. akan berdampak kemerosotan akhlaq dan etika masyarakat. serta menurunkan produktivitas pekerja dan buruh pabrik. serta investasi di sektor-sektor maksiyat. sebelum wafatnya menghibahkan 50. Islam juga melarang kaum muslim melakukan aktivitas yang dapat melabilkan ketangguhan mekanisme pasar. motif-motif individu untuk meraih sebanyak-banyaknya barang dan jasa akan mendorong produktivitas individu-individu yang ada di dalam masyarakat tersebut. penipuan. seperti Abu Bakar. tidak sedikit para sahabat yang dikenal sebagai konglomerat. Harta yang dimiliki seorang muslim tidak boleh dimanfaatkan dan dikembangkan dengan cara yang bertentangan dengan syari'at Islam. Bahkan ada beberapa kewajiban Islam yang menuntut dan membutuhkan kemampuan keuangan yang cukup. suatu hal yang diupayakan dalam pembangunan manusia.Dalam sejarah.000 dinar setara dengan 5 milyar rupiah untuk umat pada saat itu. Abdurrahman bin Auf. affani yuhibbuhuma allahu tala (Dua tangan yang dicintai Allah SWT). Optaimalisasi fungsi tanah akan mendorong kegiatan ekonomi terutama sektor pertanian. negara akan mengambil tindakan tegas bagi para pelanggarnya. Bahkan akan melahirkan masyarakat malas yang enggan melakukan inovasi dan produksi secara maksimal. jika motif-motif ini dikekang. . Ini menunjukkan bahwa. Tanah sebagai salah satu komponen ekonomi. Untuk mencegah tindakan-tindakan semacam ini. bahkan dieliminir. serta dominasi atas sektor-sektor umum. Tanah yang ditelantarkan lebih dari tiga tahun tanah oleh pemiliknya. maka akan menimbulkan turunnya produktivitas barang dan jasa. aktivitas tersebut akan mengeliminir nilai-nilai kemanusiaan dan menghancurkan sendi-sendi masyarakat. serta kewajiban-kewajiban Islam lainnya. Utsman bin Affan. riba.habis bekerja keras. Disis lain. harus difungsikan secar optimal. Sebab. seraya berkata. Bahkan lebih keji lagi.

pertanian. produksi. bila hendak menghancurkan suatu negeri. wajib mengeluarkan zakat kepada pihak yang berhak (mustahiK). Pemerintah juga harus bertindak adil kepada rakyat. Pemerintah harus menjaga agar . Pemerintah Islam bertugas mengatur kehidupan seluruh masyarakat dengan cara Islam. Bukan hanya diantara orang kaya dan mampu saja (melalui mekanisme ekonomis). Mamaksa di luar keridhaan pemilik tanah adalah tindkan kedzhaliman.tidak ada seorangpun. Islam juga mengingatkan orang yang berkecukupan untuk tidak membelanjakan hartanya secara israf. dan taraf (berlebih-lebihan). Dari sini. pasar) hanya kepada pihak tertentu yang kebetulan dekat dengan penguasa. harta waris harus dibagikan kepada ahli warisnya. tidak semua orang berkesempatan. tadzbir. khususnya yang berhasil mendapatkan kekayaan. termasuk negara. membiarkan golongan mutrafin (hartawan) untuk berbuat sekehendak hatinya. termasuk dibebani kewjibankewajiban lain. Allah SWT. semisal zakat. Dalam hal usaha. tetapi juga diantara orang-orang miskin dan orang yang membutuhkan (melalui mekanisme non-ekonomis. tetapi berdampak ekonomis). Bagi pihak yang mampu mengeluarkan zakat. Pemberian hak istimewa kepada seseorang berarti telah mendzalimi pihak yang lain. sikap angkuh dan sombong. harta akan beredar secara otomatis. industri dan jasa. termasuk ketika ia dengan kekuatannya berkolusi menciptakan praktek monopoli. Ini didasarkan pada suatu kenyataan bahwa. Seluruh hak memiliki hak yang sama. Individu-individu tertentu. pada setiap harta sesungguhnya terdapat hak orang lain. berkemampuan dan mendapatakan keberuntungan yang sama. Di sisi lain. Islam telah mendorong individu-individu tersebut untuk berinfak kepada orang lain. pemerintah mendorong berkembangnya sektor riil -perdagangan. Islam mengutuk berbanggabangga dengan banyaknya harta. Oleh karena itu. kecuali dengan kerelaan si pemilik. berhak meminta paksa atau membeli paksa tanah milik perseorangan. Diingatkan. setelah kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi ia wajib menolong orang-orang yang membutuhkan. apalagi bila tanah itu adalah gantungan hidupnya. Sebab. Pemerintah tidak boleh memberikan hak-hak istimewa (monopoli) dalam bentuk apapun (monopoli bahan baku.

sehingga pengangguran akan berkurang. untuk melindungi hak-hak mereka. Negara juga mendorong berkembangnya usaha kecil dan menengah. Pada dasarnya. pemerintah mengeluarkan undang-undang . yang itu berarti akan menghasilkan pertumbuhan sekaligus pemerataan. ketrampilan dan teknologi maupun dalam hal regulasi. pasar. Para pengusaha diperbolehkan bersaing. seperti perdagangan uang. yang berarti tidak menimbulkan efek secara langsung terhadap kegiatan ekonomi secara luas. Diantaranya adalah. terdapat 10 triliun uang yang beredar di lantai bursa. Bila 80% di antaranya terinvestasikan dalam berbagai perusahaan lewat pasar perdana. yakni kayla yakuna duulatan bayna al-aghniai minkum (agar harta tersebut tidak beredar di kalangan orang-orang kaya diantara kalian saja). Berkembangnya kegiatankegiatan ekonomi riil akan berdampak pada terserapnya tenaga kerja.perdagangan bebas (free trade) berjalan fair. pasar modal dan sebagainya. perbankan dengan riba. sistem kepegawaian harus mengikuti pula aturan Islam. Bila diperlukan. bila diteliti dengan mendalam sektor-sektor semacam ini telah menyebabkan hal-hal yang merugikan perekonomian secara umum. Ijin negara untuk hanya mengembangkan sector riil (investasi) jelas berefek pada terbukanya lapangan pekerjaan dalam jumlah yang cukup berarti. adanya akad kepegawaian yang jelas -mencakup hak dan kewajiban pegawai kemudian membayar sesuai kerja yang dilakukan secara wajar membayar upah sebelum kering dan semua berjalan antaradhin (dengan saling ridha tanpa kedzaliman satu sama lain). yakni beredarnya uang hanya diantara orang kaya saja. Sebagaimana telah disebutkan di dalam Islam. berapa pabrik dapat didirikan. negara tidak mentolerir sedikitpun berkembangnya sector non riil. Negara harus mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan di berbagai wilayah agar kesenjangan antar kawasan tidak terjadi. Data saat ini menunjukkan bahwa. Disisi lain. berapa tenaga kerja yang dapat diserap. akan tetapi dilarang saling menikam. dan memberikan kesempatan yang sama dengan usaha besar baik dalam akses pendanaan. Andai saja uang sejumlah itu diinvestasikan di sektor riil. Pada sisi lain. berarti terdapat tidak kurang 2 triliun rupiah yang melayang-layang. kesejahteraan naik dan merata. Kebijakan ini pada gilirannya juga akan mendorong pemerataan kesejahteraan.

biaya hidup dapat ditekan. maka kebutuhan dasar penduduk akan dengan mudah tercukupi.perlindungan usaha kecil. Peningkatan kesejahteraan juga dicapai dengan cara memberikan kepada individu dalam memanfaatkan pemilikan umum (air. Selain itu swastanisasi sektor publik biaanya menjadikan harga produk lebih mahal. Bila rakyat dapat memperoleh kebutuhan pokoknya dengan harga murah. sumberdaya alam) maupun musibah. Jaminan sosial (social security) semacam ini jelas akan meningkatkan kesejahteraan golongan miskin dan memberikan perlindungan pada masyarakat dalam kesulitan ekonomi. Swastanisasi memang cenderung lebih efisien. minyak. Ini juga perwujudan upaya tawazun (penyeimbangan) yang dilakukan negara terlebih bila terdapat ketimpangan pendapatan dan kesempatan. kegiatan ekonomi (perdagangan. tetapi ini bertentangan dengan prinsip pemilikan umum dan tugas negara sebagai pelayan rakyat. Disamping menjadi kewajiban para karib kerabat dan tetangganya untuk . Untuk lapisan masyarakat yang memang benar-benar miskin atau tidak memiliki kemampuan. atau barang dan uang untuk modal usaha. Apalagi bila negara dengan kemampuannya memberikan subsidi (apalagi cuma-cuma) untuk kesehatan. pendidikan dan sarana sosial lain. Optimalisasi sumberdaya yang tidak selalu menghasilkan optimalisasi distribusi dapat diatasi. Uang yang ada dapat digunakan untuk keperluan lain bagi kesejahteraan mereka. negara sesuai dengan prinsip tawazun tadi. agar (duulah) kesempatan dan harta tidak hanya beredar diantara orang kaya saja (Qs. Kepemilikan umum semacam ini dikelola hanya oleh negara. listrik dan lainnya) secara gratis atau dengan harga murah. pertanian dan industri) yang sehat akan mendistribusikan kekayaan secara normal. Ini harus dihindari karena jelas akan merugikan rakyat banyak. tidak kepada kaum Anshar yang umumnya sudah kaya. Ini adalah wujud perlakuan adil negara pada semua pengusaha. berhak memberikan miliknya berupa tanah. Tetapi dalam faktanya selalu saja dimungkinkan terjadinya anomali yang disebabkan baik karena faktor alamiah (kelemahan fisik.59: 7-8). sebagaimana langkah Rasulullah yang hanya membagikan harta fa'i Bani Nadlir kepada kaum Muhajirin yang umumnya miskin. Secara teoritis. gas. yang pada gilirannya menyebabkan distribusi normal yang diharapkan tidak berjalan sehingga terjadi ketimpangan.

Dengan mata uang ini. Dengan demikian.mendorong dengan memberikan zakat atau infaq. Islam melarang keras praktek pemberian suap atau komisi pada pegawai pemerintah. Dengan cara lain. bukan menjadi lapisan yang kian terpinggirkan. yang bekerja benar-benar demi kepentingan kesejahteraan rakyat. Harapnnya. menjadikan uang Islam tidak tergantung pada mata uang manapun. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan emas dan perak sebagai mata uang negara. Peran seperti ini hanya mungkin dilakukan bila pemerintah digerakkan oleh para birokrat yang memiliki kepribadian mulia. yang berarti pula meningkatnya laju proses pemiskinan -karena uang ditangan rakyat makin tidak bernilai alias harga barang makin tak terjangkau-tidak akan terjadi. proteksi. . khususnya dari pihak swasta kuat. Kontrol masyarakat dan individu agar negara serta masyarkat berjalan sesuai dengan koridor hukum Islam merupakan kewajiban penting bagi kaum muslimin. Selain kontrol dari negara. Tidak juga terjerumus terlalu jauh mengatur sehingga memberikan monopoli. Untuk menjaga agar sistem ekonomi Islam sesuai dengan aturan Islam. Atas dasar ini pegawai negeri harus mendapat gaji yang layak. atau ekstrim yang lain pemerintah terlalu lemah sehingga tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi penyimpangan para pelaku ekonomi. Untuk menjaga mental birokrat agar tetap bertindak jujur dan objektif. inflasi yang berakibat penurunan nilai mata uang. peran dan fungsi negara -untuk mengontrol pelaksanaan sistem ekonomi Islam. Ia akan mengukur dengan dirinya. dimana nilai intrinsik sama dengan nilai nominal. setelah ini mereka dapat mengikuti derap kemajuan ekonomi masyarakat.menjadi sangat signifikan. hak istimewa kepada pengusaha tertentu). bersih. mereka yang tidak terikutkan dalam mobilitas ekonomi ditolong secara sengaja. Jelaslah. negara dalam Islam berfungsi sangat sentral karena fungsinya sebagai ri'ayatu suuni al-ummah (pengatur kehidupan umat) agar tenang secara politis dan sejahtera secara ekonomi. atau mendominasi perekonomian seperti dalam sistem sosialis. harus ada pula pengawasan dari masyarakat. Jadi tidak sekedar berfungsi minimal (minimalist state) seperti dalam sistem pasar bebas.

” Merujuk pada Bahmueller (1997).". "Masyarakat kota. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Nurcholis Majid. bahwa istilah tersebut merujuk kepada masyarakat Islam yang pernah dibangun Nabi di negeri Madinah.Kedua. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris. karena Madani adalah juga merupakan derivat dari kata Arab Tamaddun atau Madaniah yang berarti peradaban. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. karena Madani adalah derivat dari kata Bahasa Arab.5. Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Konsep Masyarakat Madani MASYARAKAT MADANI Pertama. Dalam hal ini kita dapat melihat bahwa Nurcholis berusaha melakukan pendekatan antara konsep masyarakat Madani yang tadinya terlahir sebagai reaksi terhadap realitas kepolitikan ORBA dengan Islam. Hal ini mudah untuk dimengerti karena sebenarnya konsep masyarakat Madani yang ingin di wujudkan di negeri ini sebagai acuan masyarakat ideal yang tidak pernah terwujud sebelumnya di masa ORBA adalah sebuah konsep masyarakat yang menjadi prasyarat terciptanya alam demokrasi. yaitu dengan mengidentikan masyarakat Madani dengan masyarakat Rasulullah di Madinah. Msyarakat yang berperadaban. . Menurut Blakeley dan Suggate (1997).. ada beberapa karakteristik masyarakat madani. masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market. diantaranya: 1. Dalam Bahasa Inggris ini dikenal sebagai civility atau civilization. sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. yaitu masyarakat yang menjujung tingggi nilai-nilai peradaban.maka dari makna ini masyarakat Madani dapat berarti sama dengan civil society. Madinah yang berarti kota. ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil.

Namun demikian. kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya. yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani. dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. Apabila diurai. dua kriteria tersebut menjadi tujuah prasyarat masyarakat madani sbb: . Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim- rejim totaliter. 5.2. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu- individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Dari beberapa ciri tersebut. 7. 4. Bila kita kaji. taken for granted. 6. 3. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukanmasukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. yang hampa udara. maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. civil responsibility dan civil resilience).

ada beberapa ramburambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley. Adanya jaminan. Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa: 1. dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. hukum. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi. keluarga. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas . dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembagalembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. dan kelompok dalam masyarakat. terbuka dan terpercaya. 1992). 2. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. 3. 5. Pluralisme versus rasisme. Adanya hak. Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. 7. 4. 6.1. meritokrasi dan keadilan sosial. Dengan kata lain. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. 2. Sentralisme versus lokalisme. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.

3. Konsep konsumsi dan produksi dalam ekonomi konvensional dan ekonomi syariah . Elitisme dan communalisme. diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan. kekuasaan dan prestise. pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. dan struktural. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan. organisasional. Secara struktural. pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia. Pluralisme menghindari penyeragaman.” Sebaliknya. yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan. Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis. 6. seperti kata Kleden (2000:5). rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya.terhadap minoritas dan sebaliknya. Karena. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual. Pada tingkat organisasi. diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan. Pada tingkat individu. aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan.

mengapa suatu produk diproduksi. sehingga dapat menjadikan kebutuhan riil masyarakat terabaikan. Berdasarkan pertimbangan kemashlahatan (altruistic considerations) itulah. Semua orang diberikan kebebasan untuk melakukan usaha produksi. konsumsi Perilaku produksi merupakan usaha seseorang atau kelompok untuk melepaskan dirinya dari kefakiran. Metwally asumsiasumsi produksi. Sedangkan motif perilakunya adalah keutamaan mencari nafkah. dilakukan secara profesional (amanah & itqan) dan berusaha pada sesuatu yang halal. kebutuhan dan kewajiban.Dalam ekonomi Islam. perusahaan diberikan kebebasan untuk berproduksi. apa yang diproduksi. 1. Menurut Yusuf Qardhawi (1995). produksi meliputi aktivitas produksi sebagai berikut.M. berapa kuantitas produksi. harus dilakukan untuk barang halal dengan proses produksi dan pasca produksi yang tidak menimbulkan ke-madharatan. Sebaliknya dalam sistem konvensional. menurut M. Kurva permintaan pasar tidak dapat memberikan data sebagai landasan bagi suatu perusahaan dalam mengambil keputusan tentang kuantitas produksi. produksi mempunyai motif kemaslatan. bagaimana proses produksi dilakukan dan siapa yang memproduksi? Berikut akan dijelaskan sekilas mengenai ketujuh aktivitas produksi. Demikian pula. produksi atau proses pabrikasi (manufacturing) merupakan suatu aktivitas fungsional yang dilakukan oleh setiap perusahaan untuk menciptakan suatu barang atau jasa sehingga dapat mencapai nilai tambah (value added). menurut Muhammad Abdul Mannan3. secara eksternal perilaku produksi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan setiap individu sehingga dapat membangun kemandirian ummat. namun cenderung terkonsentrasi pada output yang menjadi permintaan pasar (effective demand). Apa yang diproduksi . Dari sudut pandang fungsional. kapan produksi dilakukan. Karena itu dalam sebuah perusahaan misalnya. Dari fungsinya demikian. menjaga semua sumber daya (flora-fauna dan alam sekitar). pertimbangan perilaku produksi tidak semata-mata didasarkan pada permintaan pasar (given demand conditions).

pembatasan hukum dan regulasi. murahnya sumber-sumber ekonomi c. Bagaimana proses produksi dilakukan: input. market share yang dimasuki dan dikuasai.Terdapat dua pertimbangan yang mendasari pilihan jenis dan macam suatu produk yang akan diproduksi. Siapa yang memproduksi. bagaimana memproduksi (how). yang merupakan pertanyaan umum dalam teori produksi tentu saja merujuk pada motifasi-motifasi Islam dalam produksi. faktor sdm. indovidu Dengan demikian masalah barang apa yang harus diproduksi (what). faktor intern meliputi. faktor modal. ada kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat(primer. negara. apakah akan mengatasi kebutuhan eksternal atau menunggu tingkat kesiapan perusahaan.proses – out put . 4. tertier) dan ada manfaat positif bagi perusahan dan masyarakat (harus memenuhi kategori etis dan ekonomi) 2. Dimana produksi itu dilakukan a. akses pasar yang efektif dan efisien d. kemudahan memperoleh suplier bahan dan alat-alat produksi b. kebutuhan ekonomi. Kapan produksi dilakukan Penetapan waktu produksi. untuk siapa produksi tersebut (for whom). kelompok masyarakat. intern dan ekstern. Adapun faktor ekstern meliputi adanya jumlah kebutuhan masyarakat. . biaya-biaya lainnya yang efisien 6. 3. bergantung kepada motif dan resiko Jumlah pruduksi dipengaruhi dua faktor. berapa jumlahnya (how much). alasan ekonomi b. alasan sosial dan kemanusiaan c. alasan politik 5. Berapa kuantitas yang diproduksi. faktor sumber daya lainnya.out come 7. Mengapa suatu produk diproduksi a. sekunder. sarana dan prasarana yang dimiliki perusahan.

pegunungan. ingat lagi pandangan al-Qur’an tentang harta benda yang disebut sebagai Fadlum minallah) sebagai media untuk kehidupan di dunia ini. secanggih alat untuk menghitung nikmat Allah pasti tidak akan menghitungnya.70.18.10-11. Pada ayat ke lima di atas.66. dan menimbulkan kerusakan di muka bumi. 14. menyebarkan permusuhan. Di sinilah manusia tinggal berusaha secara optimal sebagai media untuk meraih rezeki itu. al-Qur’an memberikan landasan bagi aktivita produksi? Secara spesifik di antara ayat-ayat al-Qur’an yang dapat dijadikan sumber nilai dan pesan mengenai tema ini adalah Qs al-Baqarah(2): 22. Dari urutan surat-suratnya. tanah perkebunan. . lautan dengan kekayaannya. kaum kerabat dengan cara yang baik tanpa kikir dan boros. an-Nahl(16): 5-9. lalu kita diarahkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan kepada saudara kita.Bagaimanakah.66. 69. berlawanan dengan sunnatullah. 80.81 al-Maidah(5): 62-64.70.81. 14. binatang ternak. 69. yang mengandung makna bahwa kegiatan produksi dilakukan secara berkesinambungan tanpa melakukan kerusakan. anNahl(16): 5-9. 80.68. Sifat ekonom muslim dengan demikian dalam perilaku produksi selayaknya mengikuti gambaran pada surat an-Nahl. Pada surat al-Isra(17): 30 Allah menegaskan.10-11. 65. Dia lah yang menjamin atau telah menyediakan rezeki untuk manusia. QS al-Maidah(5): 62-64.68. dapat diambil pelajaran bahwa setelah kita sebagai pelaku ekonomi mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di sekitar kita (dalam ayat-ayat diatas.67. 65. Hal ini terlihat dari penggunaan fi’il mudhari’. dalam mushaf al-Qur’an ayat-ayat di atas terdiri atas.67. alBaqarah(2): 22. Produsen muslim sama sekali sebaiknya tidak tergoda oleh kebiasaan dan perilaku ekonom-ekonom yang bersifat seperti digambarkan pada surat al-Maidah di atas yaitu menjalankan dosa. Dengan demikian mengambil pelajaran dan berguru kepada alam merupakan bagian dari aplikasi syukur atas nikmat Allah yang tiada pernak terhitung itu. Walau bagaimanapun. Dari paparan terjemahan dalam kedua surat di atas. memakan harta terlarang.18. kaum miskin.

Menurut Mannan. Demikian pula menurut Ghazali bahwa dalam perilaku produksi dan konsumsi bertujuan mencapai posisi muzakki dengan berusaha mendapatkan harta sebanyak yang kita mampu.18. Karena kurva permintaan pasar tidak cukup memberikan data untuk sebuah perusahaan mengambil keputusan. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. bahwa fungsi kepuasan perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh variable tingkat keuntungan (level of profits) tapi juga oleh variable pengeluaran yang bersifat charity atau good deeds. Pendapat ini didukung oleh M. Dengan demikian. namun rambu-rambu syariah membuat corak prilaku produksi tidak seperti yang dibangun system konvensional. hal ini dapat di katakan optimal. namun cenderung lebih terkonsentrasi pada output yang memang menjadi permintaan pasar (effective demand). Dalam system konvensional. berdasarkan pertimbangan kemashlahatan (altruistic considerations) perilaku produksi tidak hanya menyandarkan pada kondisi permintaan pasar (given demand conditions). Ini dilakukan dengan semangat hidup hemat dan tidak bermewah-mewah. Perilaku produksi yang ada pada konvensional terfokus pada maksimalisasi keuntungan (profit oriented). Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah. sebagai perwujudan perhatian perusahaan terhadap kondisi pasar. tapi berdasarkan nilai kemashlahatan baik bagi perusahaan maupun lingkungannya (pertimbangan kebutuhan masyarakat. Boleh saja pada suatu kondisi (pada satu pilihan output dengan konsekwensi harga tertentu) oleh dinilai tidak optimal. perusahaan diberikan kebebasan untuk berproduksi.M. menurut Muhammad Abdul Mannan. kemandirian negara dll). Memang diakui pula bahwa dalam Islam orientasi keuntungan menjadi salah satu tujuan dari aktifitas produksi. keseimbangan output sebuah perusahaan hendaknya lebih luas. namun tetap membelanjakannya di jalan Allah SWT. niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Dengan kata lain perilaku produksi dana konsumsi dalah perilaku yang bertujuan menjauhi posisi . dimana kebutuhan riil dari masyarakat tidak dapat begitu saja mempengaruhi prioritas produksi sebuah perusahaan. Metwally.

Menjalankan usaha-usaha yang halal (permissible conduct). Terdapat empat prinsip utama dalam sistem ekonomi Islam yang diisyaratkan dalam al Qur’an: 1. tindakan ekonomi diperuntukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan hidup(needs) bukan pemuasan keinginan (wants). . menjadikan system bagi hasil (profit-loss sharing) dengan instrumen mudharabah dan musyarakah sebagai pengganti sistem kredit (credit system) termasuk bunga (interest rate). meliputi bahan baku. 3. proses. proses yang benar dan pengelolaan dan pengembangan yang benar pula. Dengan nilai amanah itulah manusia dituntut untuk menyikapi harta benda untuk mendapatkannya dengan cara yang benar. Selain zakat terdapat pula instrumen sejenis yang bersifat sukarela (voluntary) yaitu infak. yang bermakna bahwa. produksi manajemen. shadaqah. Harta bukanlah tujuan. out put produksi hingga proses distribusi dan konsumsi harus dalam kerangka halal. sehingga apa yang dimiliki manusia hanyalah amanah. terlihat model perilaku muslim dalam menyikapi harta. Harta merupakan pokok kehidupan (an-Nisa(4) :5) yang merupakan karunia Allah (an-Nisa(4) :32.fakir. 2. dan hadiah. Islam memandang segala yang ada di di atas bumi dan seisinya adalah milik Allah SWT. Implementasi zakat (implementation of zakat) dan mekanismenya pada tataran negara merupakan obligatory zakat system bukan voluntary zakat system. Penghapusan Riba (prohibition of riba). Dari empat prinsip demikian. wakaf. sesuai dengan peringatan Rasulullah SAW bahwa kefakiran mendekatkan manusia pada kekufuran. 4. Hidup hemat dan tidak bermewah-mewah (abstain from wasteful and luxurius living). jauh dari maisir dan gharar. ia hanya sekedar alat untuk menumpuk pahala demi tercapainya falah (kebahagiaan dunia dan akhirat).

Ketika keimanan ada pada tingkat yang kurang baik. harta merupakan asset yang menjadi hak pribadi. Motif berkonsumsi dalam Islam pada dasarnya adalah mashlahah (public interest or general human good) atas kebutuhan dan kewajiban. 3.Sebaliknya dalam perspektif konvensional. mashlahah. Dengan demikian dapat disimpulkan tiga karakteristik perilaku ekonomi dengan menggunakan tingkat keimanan sebagai asumsi. 1. Menurut beliau uang dalam Islam adalah public goods yang bersifat flow concept sedangkan kapital merupakan private goods yang bersifat stock concept. Sementara itu menurut konvensional uang dan kapital merupakan private goods. 2. Membahas harta. maka harta menjadi hak penuh si pemiliknya. Ketika keimanan ada pada tingkat yang cukup baik. Islam memposisikan sebagai bagian dari aktifitas ekonomi yang bertujuan mengumpulkan pahala menuju falah (kebahagiaan dunia dan akherat). Demikian pula dalam konsumsi. ego. terletak pada perbedaan cara pandang. dimasukan dalam pembahasan uang dan kapital. maka motif berekonomi tentu saja akan didominasi oleh nilai-nilai individualistis (selfishness). kebutuhan dan kewajiban. Dengan demikian perbedaan Islam dan konvensional tentang harta. . Namun pada tingkatan praktis. Islam cenderung melihat harta berdasarkan flow concept sedangkan konvensional memandangnya berdasarkan stock concept. prilaku ekonomi (economic behavior) sangat ditentukan oleh tingkat keyakinan atau keimanan seseorang atau sekelompok orang yang kemudian membentuk kecenderungan prilaku konsumsi dan produksi di pasar. maka motifnya tidak didominasi hanya oleh tiga hal tadi tapi juga kemudian akan dipengaruhi secara signifikan oleh ego. maka motif berkonsumsi atau berproduksi akan didominasi oleh tiga motif utama tadi. Sepanjang kepemilikan harta tidak melanggar hukum atau undang-undang. keinginan dan rasionalisme. rasionalisme (materialisme) dan keinginankeinganan yang bersifat individualistis. Ketika keimanan ada pada tingkat yang buruk.

al-Mulk (67): 15. 88. memproporsionalkan antara kebutuhan dan keinginan dalam aktivitas konsumsi? Diakui bahwa aktifitas ekonomi berawal dari kebutuhan manusia untuk terus hidup (survive) di dunia. Dalam al-Qur’an ajaran tentang konsumsi dapat diambil dari kata kulu dan isyrabu terdapat sebanyak 21 kali. 36. almursalat(77): 43.Sementara itu Yusuf Qardhawi menyebutkan beberapa variabel moral dalam berkonsumsi. 46 l dan ain-lain. 161. 160. al-Anfal(8): 69. 81. 141. Hicks menjelaskan tentang konsumsi dengan menggunakan parameter kepuasan melalui konsep kepuasan (utility) yang tergambar dalam kurva indifference (tingkat kepuasan yang sama). 187. namun ketika . Sir John R. al-Haqqah(69): 24. al-A’raf(7):31. at-Tur(52): 19. Diantara ayat-ayat konsumsi dalam al-Qur’an adalah Albaqarah(2): 168. berhemat. al-Maidah(5): 4. Dengan demikian aktifitas konsumsi merupakan salah satu aktifitas ekonomi manusia yang bertujuan untuk meningkatkan ibadah dan keimanan kepada Allah SWT dalam rangka mendapatkan kemenangan. Segala keperluan untuk bertahan untuk hidup akan sekuat tenaga diusahakan sendiri. Sedangkan makan dan minumlah (kulu wasyrabu) sebanyak enam kali. menjauhi hutang. Toha(20): 54. Hicks mengungkapkan bahwa individu berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya melalui aktifitas konsumsi pada tingkat kepuasan yang maksimal menggunakan tingkat pendapatannya (income sebagai budget constraint). menjauhi kebakhilan dan kekikiran. belum termasuk derivasi dari akar kata akala dan syaraba selain fi’il amar di atas sejumlah 27 kali. Jumlah ayat mengenai ajaran konsumsi. al-Mukminun(23): 51. Bagaimanakah. alHajj(22): 28. Saba(34): 15. an Nahl (16): 114. kedamaian dan kesejahteraan akherat (falah). 142. Sedangkan pada perspektif. konvensional aktifitas konsumsi sangat erat kaitannya dengan maksimalisasi kepuasan (utility). baik dengan membelanjakan uang atau pendapatannya untuk keperluan dirinya maupun untuk amal shaleh bagi sesamanya. al-Isra(17): 26-28. tidak bermewah-mewah. konsumsi atas alasan dan pada barang-barang yang baik (halal). di antaranya. 172. al-An’am(6) 118.

tapi juga tergantung pada sesuatu yang bersifat abstrak. Interaksi inilah yang sebenarnya merepresentasikan interaksi permintaan dan penawaran. kenyamanan dan aktualisasi. Dengan demikian diperlukan peran negara dalam memastikan hal ini. Berdasarkan teori Maslow. Kepuasan dapat timbul dan dirasakan oleh seorang manusia muslim ketika harapan mendapat kredit poin dari Allah SWT melalui amal shalehnya semakin besar. masyarakat sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya. keperluan hidup berawal dari pemenuhan keperluan yang bersifat dasar (basic needs). Di akui ada beberapa mekanisme dalam system ekonomi Islam yang tidak akan berjalan efektif jika tidak ada campur tangan negara. seperti amal shaleh yang manusia perbuat. Sayang teori Maslow ini merujuk pada pola pikir individualisticmaterialistik. Pemenuhan keperluan hidup manusia secara kualitas memiliki tahapantahapan pemenuhan. Dalam Islam tahapan pemenuhan keperluan hidup boleh jadi seperti yang Maslow gambarkan. Parameter kepuasan dalam ekonomi Islam bukan hanya terbatas pada benda-benda konkrit (materi). Ketika.” (QS .9 Beliau mengungkapkan firman Allah yang mengatakan: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan Lukman(31): 20) untukmu nikmat-Nya lahir dan bathin. kemudian pemenuhan keperluan hidup yang lebih tinggi kualitasnya seperti keamanan. interaksi konsumsi dan produksi. maka tidak akan ada implikasi negatif yang muncul. namun pemuasan keperluan hidup setelah tahapan pertama (kebutuhan dasar) akan dilakukan ketika secara kolektif yaitu kebutuhan dasar masyarkat sudah pada posisi yang aman. sehingga memunculkan pasar sebagai wadah interaksi ekonomi.keperluan hidup tidak dapat dipenuhi sendiri menyebabkan adanya berbagai interaksi untuk proses pemenuhan keperluan hidup manusia. Pandangan ini tersirat dari bahasan ekonomi yang dilakukan oleh Hasan Al Banna.

Dengan standar kamashlahatan. . Contoh sederhana menggambarkan perbedaan kedua kata ini dapat dilihat dalam perilaku konsumsi pada air untuk menghilangkan dahaga. Namun perlu diingat bahwa konsep keperluan dasar dalam Islam sifatnya tidak statis. Kebutuhan (needs) didefinisikan sebagai segala keperluan dasar manusia untuk kehidupannya. Sementara keinginan (wants) didefinisikan sebagai desire (kemauan) manusia atas segala hal. ia bergantung pada kondisi perekonomian serta ukuran kemashlahatan. Dari pembahasan keperluan hidup manusia. Islam memiliki nilai moral yang ketat dalam memasukkan “keinginan” (wants) dalam motif aktifitas ekonomi. Dengan demikian sangat jelas terlihat bahwa perilaku ekonomi Islam tidak didominasi oleh nilai alamiah yang dimiliki oleh setiap individu. menegaskan bahwa ruang lingkup keilmuan ekonomi Islam lebih luas dibandingkan dengan ekonomi konvensional. artinya keperluan dasar pelaku ekonomi bersifat dinamis merujuk pada tingkat ekonomi yang ada pada masyarakat. Ruang lingkup keinginan lebih luas dari kebutuhan. konsumsi barang tertentu dapat saja dinilai kurang berkenan ketika sebagian besar ummat atau masyarakat dalam keadaan susah. penting untuk di bahas perbedaan kebutuhan dan keinginan. tapi juga berbicara cukup luas tentang pemuasan materi yang bersifat abstrak. yang tentu lebih mahal dan lebih memuaskan keinginan.Apa yang diungkapkan Hasan Al Banna. Kebutuhan seseorang untuk menghilangkan dahaga mungkin cukup dengan segelas air putih. Ekonomi Islam bukan hanya berbicara tentang pemuasan materi yang bersifat fisik. pada tingkat ekonomi yang lebih baik barang tersebut telah menjadi kebutuhan. Dengan demikian parameter yang membedakan definisi kebutuhan dan keinginan tidak bersifat statis. tapi seseorang dengan kemampuan dan keinginannya dapat saja memenuhi kebutuhan itu dengan segelas wishky. motif “kebutuhan” (needs) lebih mendominasi dan menjadi nafas dalam roda perekonomian dan bukan keinginan. Pada tingkat ekonomi tertentu sebuah barang yang dulu dikonsumsi akibat motifasi keinginan. pemuasan yang lebih berkaitan dengan posisi manusia sebagai hamba Allah SWT. Mengapa? Dalam banyak ketentuan perilaku ekonomi Islam.

. Nilai ini diyakini sebagai tuntunan utama dalam hidup dan kehidupan manusia.Terdapat nilai diluar diri manusia yang kemudian membentuk perilaku ekonomi.