“Pengamen Jalanan”

By: Septiko_Hanamatsu (Septiana Triwiningsih)

Dawai gitar diam tak bergerak Tenang, termenung di atas boxer lusuhku Ku gelengkan kepala botakku yang penuh tatto Sembari berharap Ku temui kendaraan besar yang sarat akan penumpang Ting.......... Dawai gitar Ku petik seraya langkah kakiku yang kian cepat Dan senyuman termanis Ku suguhkan untuk semuanya „Ibu-ibu, bapak-bapak, selamat siang Maaf mengganggu kenyamanan Anda sejenak.....‟ Itulah pendahuluan yang selalu aku utarakan Dawai gitar Ku paksa bergetar „Pernah ada rasa cinta antara kita kini tinggal kenangan......‟ Lagu favoritku.. Kesunyian ruang berjalan pun pecah akan suara cemprengku Ya...Suara cemprengku modal utama untuk mengais rezeki penyambung hidup Selesai...... Saatnya ku tadahkan tanganku dengan dibumbui senyuman termanisku lagi Senyumanla yang menjadi pembuka dan penutup konser tunggalku Walau sering Ku memanipulasinya Bak koruptor tanpa dosa Yah.... Begitulah aku Terik siang dan dinginnya sang malam Adalah teman setiaku dalam bergelut dengan kehidupan Aku...... Si Pengamen Jalanan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful