P. 1
Istorsi Syiah Dibalik Ajakan

Istorsi Syiah Dibalik Ajakan

|Views: 9|Likes:
Published by ZaenalArifin

More info:

Published by: ZaenalArifin on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2014

pdf

text

original

istorsi Syiah Dibalik Ajakan “Persatuan” Umat

Published On Saturday, February 11, 2012 By admin. Under: Pengamat.

oleh: Fahmi Salim, MA HARI Kamis (09/02/2012), harian Republika, memuat iklan “terselubung” dari Yayasan Muslim Indonesia Bersatu (YMIB) berjudul ”MELAWAN POLITIK ADU DOMBA DENGAN PERSATUAN UMAT”. (Artikel ini juga dikutip situs Syiah, IRIB). Tulisan setengah halaman ini berisi ajakan taqrib (pendekatan) Sunni-Syiah. Iklan berisi ajakan membangun persatuan ummat, khususnya antara Muslim Ahlu Sunnah wal-Jamaah dengan pengikut Syiah ini juga mengutip pernyataan berbagai ulama Sunni, seolah-olah nampak indah. Agar tak berpotensi menjadi distorsi, berikut kami tulis tujuh catatan penting. Pertama. Menyatakan Sunnah Syiah adalah dua mazhab besar dalam Islam adalah kebohongan publik, sebab faktanya Syiah bukan mazhab seperti yang dikenal dalam Islam, tapi firqoh/sekte yang suka menyamar dengan istilah mazhab Ahlul Bait atau mazhab Jakfari, jumlah mereka pun tak bisa dikatakan besar sebab Cuma 10% dari total 1,6 miliar Muslim dunia. Kedua. Syiah Imamiyah 12 suka mengklaim dan menyamar dengan sebutan mazhab Jakfari, ini juga kebohongan public. Sebab faktanya, Imam Jakfar asshodiq tak pernah mendirikan mazhab fiqih sebagaimana lazimnya sebab beliau tidak meninggalkan karya tulis fiqih/ushulfiqh/musnad hadits seperti halnya para imam mazhab arba’ah (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad). Istilah mazhab Jakfari lebih tepat disebut mitos. Lagipula perbedaan Sunni Syiah lebih besar bukan pada perbedaan/ikhtilaf fiqih/furu’iyah, tapi lebih besar pada perbedaan ushul/pokok seperi akidah imamah, tahrif al-Quran, pengkafiran para sahabat dan ummahat mukminin dll.

Sebab yang menulisnya adalah ulama Syiah yang namanya mirip Ibnu Qutaybah. dan jika bertentangan berarti salah (sesat). Ahlusunnah sudah punya pengalaman pahit dan berulang-ulang dengan gaya distorsi Syiah semacam ini. mereka telah memalsukan kitab Al-Imamah wa Al-Siyasah yang dinisbatkan kepada Ibnu Qutaybah (tokoh Ahlusunnah) padahal itu sebuah dusta. Terkait fatwa Syeikh Mahmud Syaltut. ulama Sunni yang awalnya mendukung upaya taqrib seperti Hasan Albanna.Ketiga. jika sesuai berarti benar. Di era modern. dinilai sesat. apalagi ulama Mesir tidak bersinggungan langsung dengan komunitas Syiah. Said Hawa dll yang mengetahui persis sepak terjang kesesatan Syiah Imamiyah sama seperti yang tertera dalam kitab-kitab Milal Wa Nihal. tapi sudah jelas kriteria dan mekanismenya. Sebagai fatwa. karena memang sudah lama punah sejak masa Shalahudin al Ayyubi berkuasa dan merubah orientasi Al Azhar yang tadinya pusat penyebaran Syiah Ismailiyah Rofidhoh menjadi Sunni 100%. . Penilaian itu bukan hak orang perorang. tapi sebatas pernyataan saat diwawancarai soal mazhab Jakfari. Akhirnya beliau menolak seruan taqrib karena ibarat orang mengajak salaman berbaikan. Keempat. hal itu tidak pernah dimuat secara resmi dalam kitab-kitab fatwa Mahmud Syaltut yang dihimpun oleh Syeih Qaradhawi atas perintah dan supervisi Syeikh Syaltut. ini juga distorsi Syiah. contoh Musthofa Siba’i kecewa dan marah besar dengan Syarafudin Abdul Husen Musawi yang mengajak ukhuwah dan persatuan Sunni-Syiah ternyata setelah itu. Namun berbeda dengan ulama-ulama dan tokoh Al Ikhwan al Muslimun yang tinggal di Suriah dan Libanon seperti Musthofa As-Siba’i. apalagi Imamiyah 12 sejak era tabi’in sudah dibilang sesat sampai sekarang. dia menulis buku yang menghantam dan mencaci maki Abu Hurairoh RA sebagai perawi hadist terbanyak. di mana beliau nyatakan boleh beribadah dengan mazhab fiqih Jakfari –bukan akidah imamiyahnya—yang kemudian ditranskip dan diedarkan luas oleh majalah Risalah Islam yang menjadi corong organisasi taqrib yang awalnya berbasis di Kairo. Sebelum ada gerakan taqrib antar mazhab. Penilaian sesat tidaknya suatu aliran/sekte itu jelas patokannya harus ditimbang dengan dalil-dalil al-Quran dan Sunnah Nabi. dan Syeih Al Azhar Mahmud Syaltut itu berangkat dari husnuzhon dan terprovokasi oleh isu persatuan Islam melawan musuh bersama. termasuk Zaidiyah (yang moderat sekalipun). (Pengalaman beliau ini ditulis dalam kitab Assunnah Wa Makanatuha Fi Tasyri’ Islami) Kelima. seluruh ulama sepakat menyatakan bahwa semua sekte Syiah. tapi kakinya malah menendang dan mulutnya meludahi kita (Sunni) dengan menebar kebencian kepada para sahabat Nabi. Jauh sebelumnya. Skandal ini sudah lama diungkap oleh para pakar sejarah.

Risalah fi Ta’akkud al-Akhdz bil Mazahib al-Arba’ah dlll) bahkan juga dari pemuka Habaib Ahlul Bait di Indonesia seperti Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (1906-1969. Risalah Ahlisunnah wal Jamaah. Apalagi hanya sekedar hasil wawancara yang diasosiasikan sebagai fatwa. lahir di Surabaya dan dimakamkan di Komplek Al-Hawi Jakarta) menulis kitab “Ar-Ra’at Al- . Keenam. Kejadian di Sampang adalah bukti otentik bahwa hal itu murni karena profokasi da’i-da’i Syiah yang menuduh al-Qur’an palsu dan mencaci maki sahabat dan istri Nabi.)صلى ال عليه و سلم‬ Sebut saja buku “Dialog Sunnah-Syiah”. Opini seperti itu terlalu kerdil dan terlampau menyederhankan persoalan. Sebab penentang Syiah bukanlah cuma Wahabi. “40 Masalah Syiah”. Abdul Qadir Al-Jailani menulis kitab “AlGhunyah” yang mengkritik habis sekte Syiah. Isu persatuan umat yang diopinikan Syiah amat lucu dan aneh. ulama Asy’ariyah dalam teologi. pihak Syiah juga selalu menggiring opini bahwa politik adu domba antara Sunni-Syiah adalah selalu Wahabi di belakangnya. Juga telah mengkritik Syiah tak kalah kerasnya di Indonesia dan yang paling keras menyesatkan Syiah adalah pendiri Nahdatul Ulama (NU). sehingga menimbulkan kemarahan warga Sampang yang dikenal taat beragama dan penganut Sunni-NU. beliau tegas mengharamkan seperti dalil-dalil Ahlusunnah dan menegaskan bahwa jika ada agama yang menghalalkan nikah semacam itu maka mustahil itu bersumber dari Allah Tuhan semesta alam. Hadratus Syekh Hasyim Asyari dalam berbagai kitab yang beliau tulis (Muqadimah Qanun Asasi. Di sisi lain. Salim al-Bisyri. Ketujuh. sebab dalam fatwa Syaltut yang resmi tentang nikah mut’ah. mulai dari ujung Barat seperti Ibnu Hazm (Andalusi) sampai paling Timur. Abulhasan Annadawi (India). telah ada jauh lebih dulu sebelum lahirnya Zionisme dan negara Amerika. “Saqifah dan Kecuali Ali”.Demikian pula kitab Al-Muraja’at yang isinya surat menyurat palsu yang dikarang oleh Abdul Husen Syarafudin Musawi yang kemudian dinisbatkan kepada Syeikh Al-Azhar. Bagaimana Sunni bisa menerima ajakan persatuan itu sementara fakta bukubuku Syiah yang beredar bicara lain. Jadi. Perlu dicatat. tapi seluruh ulama 4 mazhab. Syiah sering pula mengopinikan adu-domba yang didalangi Zionis dan Amerika. Skandal ini juga sudah diungkap oleh para ulama al-Azhar dan para pembantu terdekat Syeikh Salim. bahwa penilaian terhadap kesesatan Syiah dengan segala sektenya. ulama Sufiyah seperti. banyak berisi hujatan dan fitnah kepada para sahabat dan istri-istri Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (‫. ini tentu jadi pertanyaan besar. umat tidak bisa ditipu dengan jargon-jargon semacam itu. Jadi sungguh tidak logis dan mustahil beliau berfatwa membolehkan mengambil mazhab Jakfari-Syiah Imamiyah yang artinya sama saja menghalalkan kawin mut’ah yang beliau haramkan.

tapi bisa bekerjasama dalam hal-hal keduniaan. Habib Salim bahkan mengkafirkan Syiah Rofidhoh karena telah dianggap mencaci para khulafa’ rasyidin di dalam kitab tsb (h. sudah tak ada lagi buku-buku bernuansa caci-maki dan fitnah terhadap sahabat dan Ahlul Bayt (istri Nabi). Jika hal ini terus dilakukan.com/read/21086/10/02/2012/distorsi-syiahdibalik-ajakan-%E2%80%9Cpersatuan%E2%80%9D-umat. Meski kita Ahlussunah berbeda dengan Syiah dalam banyak hal. silahkan share dengan mengklik tombol di bawah ini • • . di lapangan akan melahirkan resistensi mayoritas Sunni di kemudian hari. dengan catatan tidak memanfaatkan kerjasama dan hubungan itu dengan upaya tasyi’ (melakukan Syiahisasi) terhadap penganut Sunni di Indonesia.Ghamidhoh fi Naqdh Kalam Ar-Rofidhoh”.* Penulis adalah Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Sumber : http://hidayatullah. amiin.7-8 dan 11). bukan tidak mungkin. padahal jelas Habib Salim bukan pengikut Wahabi tapi Sunni-Syafi’i seperti layaknya ulama-ualam hadramaut. Semoga Allah menunjuki kita ke jalan yang lurus dan benar.html Jika anda suka dengan berita atau artikel di atas. Yang juga lebih penting.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->