BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN

PERUSAHAAN UMUM BULOG
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003

Nomor Tanggal

: 37.A/Auditama V/GA/XII/2004 : 31 Desember 2004

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 pesawat 517 Fax. (021) 5700380.

DAFTAR ISI Halaman I. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN II. DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 2. Dasar Penugasan …………………………………………………................. Ruang Lingkup Audit ………………………………………………………... i v v v

III. LAPORAN KEUANGAN 1. Neraca per 31 Desember 2003 ……………………………………................. 2. Laporan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 3. Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………………………. 4. Laporan Perubahan Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 5. Laporan Laba (Rugi) Per Segmen Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………….. 6. Catatan atas Laporan Keuangan. a. Gambaran Umum Perusahaan …………………………………………… b. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi …………………………………………… c. Penjelasan Akun-Akun Neraca dan Laba (Rugi) ……………………….. 7
7 10 22

1 3

4

5

6

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.A/Auditama V/GA/XII/2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003. serta laporan laba rugi. Neraca awal Perum Bulog tanggal 21 Januari 2003 yang merupakan neraca pembukaan diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya bertanggal 28 April 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas neraca awal tersebut. Perusahaan mencatat aset kelolaan yang merupakan aset-aset yang berasal dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog yang belum diakui sebagai penyertaan modal negara pada Perum i BPK RI/AUDITAMA KN V . Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Laporan keuangan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. laporan perubahan ekuitas. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. atas dasar pengujian.

Kewajiban Kontijensi. Seperti dijelaskan dalam Catatan No. kewajiban yang mungkin timbul berkaitan dengan diberlakukannya Undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. No. dalam semua hal yang material. 141/WPJ. Catatan No. agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.172. Menurut pendapat kami. karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut belum dapat dibuat dan manajemen berkeyakinan.00.433. kecil kemungkinan untuk terjadi pemutusan hubungan kerja yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya. dan hasil usaha.847. perubahan tersebut seharusnya dicatat dalam aset kelolaan itu sendiri sehingga tidak membuat posisi keuangan perusahaan menjadi lebih tinggi dari seharusnya (overstated). seperti dalam pendapatan lain-lain.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4. Perubahan-perubahan aset kelolaan dicatat oleh perusahaan dalam akun lain dalam perusahaan. 3.1 atas laporan Keuangan menjelaskan bahwa dalam tahun 2003 Perum Bulog menerima pendapatan lain-lain dari restitusi pajak yang merupakan pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai atas nama LPND Bulog tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No.07/KP.26. 90/WPJ. dan No. Menurut pendapat kami. 3.29. ii BPK RI/AUDITAMA KN V . laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. dan pendapatan ditangguhkan. diantaranya adanya pelunasan piutang dalam aset kelolaan. 81/WPJ.570.07/KP. seperti yang kami uraikan dalam paragraf di atas. tentang penerapan Undangundang Nomor 13 Tahun 2003.194. kecuali untuk dampak tidak dicatatnya perubahan-perubahan aset kelolaan. atas laporan keuangan.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam aset kelolaan tersebut oleh perusahaan tidak dicatat dalam aset kelolaan baik di Aktiva Lain-lain maupun di Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan sehingga saldo aset kelolaan tidak berubah. Oleh karena itu. dan Aktiva Kontinjensi terhadap kewajibankewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.07/KP. posisi keuangan Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003. perusahaan belum menerapkan PSAK Nomor 57 tentang Kewajiban Diestimasi.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003.916. Dalam tahun 2003 terjadi perubahan-perubahan atas aset kelolaan. penjualan persediaan rusak dalam aset kelolaan.Bulog dalam akun Aktiva Lain-lain di kelompok Aktiva dan di akun Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan di kelompok Pasiva masing-masing sebesar Rp492.

Ak. Drs. D-1416 Jakarta.B /Auditama V/GA/XII/2004 tanggal 31 Desember 2004. MA Register Negara No.Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami laporkan kepada manajemen Perum Bulog dalam suatu laporan terpisah nomor . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.37. Misnoto. 31 Desember 2004 iii BPK RI/AUDITAMA KN V .

DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT .

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Instruksi Presiden Republik Indonesi Nomor 9 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kebijakan Perberasan.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 2. 18 tahun 2004 tentang Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Tahun 2003. e. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan yang kami uji mencakup: a. Kepres No. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.2/8/2003 tanggal 19 Agustus 2004. 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan Perum Bulog (Persero) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2003. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. f. c. 114/S/VII-XV/5/2003 tanggal 28 Mei 2003 perihal Pelaksanaan audit Laporan Keuangan BUMN Tahun Buku 2003 Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 23 F dan 23 G. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 43/ST/VII-XV. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. d. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Undang-undang No. Dasar Penugasan a. Audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. Surat BPK-RI No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan Perum Bulog tahun buku 2003. d. b. 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog c. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. b. Peraturan Pemerintah No. v BPK RI/AUDITAMA KN V .

353/KMK 02/04 tentang PL 480 h. Beras Dan Karung Plastik Dalam Rangka vi BPK RI/AUDITAMA KN V . Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-18/KA/01/2003 Pengadaan Dalam Negeri. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 339/KMK. SK Direksi Perum Bulog No. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat Pendiriannya. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perum Bulog l. q. r.04/2000 tentang Jenis-jenis Harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan untuk Keperluan Penyusutan. 520/KMK.BULOG/2003 tanggal 10 April 2003 tentang Pembentukan Sub Tim dan Sekretariat Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003.e. f. i. n.03/2002 tanggal 4 Agustus 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan N0. Keputusan Menteri Keuangan RI N0. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003 ( Master Budget Versi Baru Perum) g. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-04/KA/01/2003 Tentang Pedoman Umum Pengadaan Dalam Negeri Melalui Pola Kemitraan Dengan Pusat Pengolahan Padi Terpadu (P3T).02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan Perum Bulog Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-17/KA/01/2003 Tentang Tata Kerja Satuan Tugas Operasional Pengadaan Gabah Dalam Negeri (SATGAS ADA DN). Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan tahun 2003 o. p. 138/KMK. k. Keputusan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog Nomor: KEP-01/TPP. SK Meneg BUMN No. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : Kep-16/Ka/01/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Gabah Dan Beras Dalam Negeri Tahun 2003. m. j. Tentang Tatacara Teknis Pemeriksaan Kualitas Gabah. SK Menteri Keuangan N0. SK Menteri Keuangan RI No.02/2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan PERUM BULOG dalam rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Harga Pembelian Beras oleh Pemerintah kepada PERUM BULOG Tahun 2003. 340/KMK. 339/KMK. Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-182/MBU/2003 tanggal 27 Maret 2003 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog dengan tugas melakukan inventarisasi kekayaan termasuk hutang piutang Bulog yang akan diusulkan menjadi modal Perum Bulog.

aa. Keputusan Bersama Direktur Jenderal Bina Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia Dan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : /Skb/Bpphp/ I/2003 Tanggal Januari 2003 u. Scanner dan sejenisnya. Kep– /Up/01/2003 Tentang Persyaratan Kualitas Gabah/Beras Untuk Pengadaan Dalam Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Badan Urusan Logistik Negeri Tahun 2003. Printer. x. Keputusan Direksi Perum BULOG No. z. y. v. Harga Pokok Beras & Anggaran Biaya & Pendapatan (Master Budget) Tahun 2003 bb. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA vii BPK RI/AUDITAMA KN V . Keputusan Kepala BULOG No. SE-07/PJ. Kep – 142/KA/07/2002 tentang Peraturan Pergudangan di Lingkungan Badan Urusan Logistik (Buku Hijau).42/2002 Tanggal 5 Agustus 2002 tentang Penghitungan Penyusutan atas Komputer. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan tata Kerja Perum BULOG. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 23 Agustus 2004 sampai dengan 31 Desember 2004.s. KEP-08/UP/01/2003 Tanggal 16 Januari 2003 Tentang Harga Pembelian Gabah Oleh Kontraktor Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri Dari Petani/Kelompok Tani. Keputusan No. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-19/KA/01/2003 Tentang Pengolahan/Giling Gabah Pengadaan Dalam Negeri. 162/KA 08/2001 tentang Kewenangan Penandatanganan Cek. Keputusan Bersama Kepala Badan Bimas Republik Indonesia Dan Nomor : 02/SKB/BBKP/I/2003 Kepala w. t. SE Dirjen Pajak N0. SPP dst Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.

LAPORAN KEUANGAN .

8 3.651.164) 122.591.221.310) 3.758.721.030 14.2 3.944 575.758 68.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.607) 38.013.142.027 33.001.829.604.647.368.820.414.203.926.10 1.747.974 5.000 60.630 66.485.066.1 3.5 1.027.276.301 299.4 3.9 3.613.074.883.585.5 3.674.343.866 2.874 1.986.264.016.205 1.295.907. setelah dikurangi dengan penyisihan piutang sebesar Rp1.065.763.624 (34.3 3.4 3.736 3.12. 1 .500 12.009 5.268.002.13.294.948.920.6 3.744 19.483 392.2 3.620.009.594.286.404.916.735.229.829) 106.401.893 10.439 614.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Uang Muka Piutang.465.835 1.028.500 426.000 15.953 (97.596. 17.396.423.541.944 tahun 2003 Pendapatan YMH Diterima Biaya Dibayar Di Muka Persediaan Pajak Dibayar Di Muka Biaya Ditangguhkan Aktiva Lancar Lainnya JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA PAJAK TANGGUHAN AKTIVA TETAP Tanah Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin-mesin Akumulasi Penyusutan Mesin-Mesin Kendaraan Akumulasi Penyusutan Kendaraan Inventaris Akumulasi Penyusutan Inventaris JUMLAH AKTIVA TETAP AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 3.997.206.12.615 - 3.944.897.353.582 12.11 Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.274 11.062.636.585.316.358.570.838 271.182.545.928.019.377.090.737.162.12.833 (12.393.073.1 3.12.939.12.575.563 (6.985.102.762.873 2.001.910 4.078 635.060.687 506.901.010.061.545.178.624 1.259 13.943.942.899.000.847.796.7 3.963.018.3 3.920.687 495.

741.243.879.514.674.899.21.177 - 5.161 1.685.674.19 9.206.052.613.930.670 25.14 3.21.127 (507.279.229 1.030 14.268.373.564.116.847.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.915. 2 .120.354.071.349.572.354.551.339.17 3.049 52.018.358 1.013 7.879.539.727 6.991 12.410.564.20 783.191.054.564.838.18 3.126 492.830.127 17.1 3.090.916.898.203.737.433 3.485.219.359.400) 5.411 14.824 7.758.673.15 3.570.195.800 9.025.999.354.763.2 6.096 10.182 725.798.127 6.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Bank Hutang Usaha Hutang Pajak Biaya YMH Dibayar Pendapatan Ditangguhkan Beban L/C Yang Belum Dilimpahkan JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK KEWAJIBAN JANGKA PANJANG KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN EKUITAS Modal Akumulasi Laba (Rugi) JUMLAH EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.16 3.879.543.607 - 3.461.

821 37.172.554) 785.383.015) 19.2 3.802.27.762.085.25 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 3 .159.2 3.23 8.24.284.24.1 3.1 3.339.24.009.174.929.24.327.554 1.862.26.615 (507.153.009.154.262.207.539 (526.2 3.538.780 201.295 157.627.27.1 3.686.190.373.108 (1.287.890.236.683 349.373.400) (507.944.263.615 19.24.679 152.081.314.254 1.607.2 3.365.24.075 7.2 3.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA (RUGI) Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan PENDAPATAN USAHA Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba (Rugi) Kotor Biaya Usaha Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai Biaya Umum Biaya Pajak Biaya Susut Biaya Penyisihan dan Penyusutan Biaya Eksploitasi Umum Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan Lain-lain Biaya Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penghasilan (Beban) PPh Badan Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih 3.26.22 3.335.864.682 434.2 Catatan Jumlah 3.912.020.2 3.759 29.645.2 3.985.2 3.756 628.739.400) 3.908 1.24.382.267 132.944.598.191.24.565.340.339.954.017 413.874.856.759 1.379.

286) 290.483.187.774 30.885.943.798 77.150.779.077) (6.327.926.103) (20.383.554 (614.974) (1.893.565.439 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 4 .841.045.332.258.987.314.368.099) 280.157 1.137) (10.044.984.324.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penyesuaian Untuk : • Pendapatan dan Biaya Lain-Lain • Beban Bunga Laba Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja • Kenaikan Investasi Jangka Pendek • Penurunan Uang Muka • Kenaikan Piutang • Kenaikan Pendapatan Yang Masih Hrs Diterima • Kenaikan Biaya Dibayar Di Muka • Kenaikan Persediaan • Kenaikan Biaya Yg Ditangguhkan • Kenaikan Aktiva LainLain • Kenaikan Hutang Kas Dihasilkan Dari Operasi • Penerimaan Jasa Giro Dan Bunga Deposito • Penerimaan Subsidi Pemerintah • Penerimaan Sewa • Penerimaan dana bantuan gaji PNS • Penerimaan Restitusi Pajak • Pembayaran Bunga • Pembayaran Pajak • Pembayaran Provisi • Pembayaran Administrasi Jasa Giro • Penerimaan (Pembayaran) Lainnya Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi • Penambahan Aktiva Tetap • Penambahan Aktiva LainLain • Hasil Penjualan Aktiva Tetap Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan • Penambahan Kekayaan • Penambahan Kekayaan Yang Belum Distatuskan Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan Penurunan Kas Dan Setara Kas Kas Dan Setara Kas Awal Periode Kas Dan Setara Kas Akhir Periode (526.577.950 (141.327.585) (7.414.428.128.486.482.015) (628.474.769) (849.353.214) (34.013.284.431) (66.027.862.384.474) (759.194.111.388.617.554.500) 2.013.688.062.125) (131.268.693 290.108 132.718) 1.644.108) (94.379.623.364 82.847 (1.981.287.990.287.453 3.367 4.172.301.272) (2.263.981.095.134 (330.862.906) 3.326.329 230.737.163.756.494.646.693 (700.286.083.062.189.680.699.539) 1.449.136.

339.539.354.373.339.725 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 5 .400) 5.564.400) (507.125 6.191.879.125 (507.400) Jumlah 6.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Uraian Saldo per 21 Januari 2003 Penyertaan Modal Negara Dana Bulog Modal Donasi Laba (Rugi) Tahun Berjalan Saldo per 31 Desember 2003 Modal Ditempatkan Penyertaan Modal 6.354.564.564.373.879.125 Cadangan Saldo Laba Rugi (507.879.354.339.847.373.

494 1.267 132.236.805 15.327.227 (1.476.411.784 482.172.287.890.821 37.615 19.172.806.784 Jumlah 8.739.682 435.672.682 435.108 (1.954.985.007.191.856.327) 17.203.804.667 1.985.554 1. 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Pendapatan Usaha .254 1.607.539.607.554) 163.747.020.159.Pendapatan Lain-Lain .207.286.756 628.287.267 132.Jumlah Biaya Umum dan Administrasi Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain .598.473.383.802.Pajak Kini .327.578 147.473.864.108 (1.Penjualan .806.679 152.340.191.707.154.856.121 (989.017 413.954.929.615.121 17.262.667 1.645.627.170.170.236.113.683 349.335.382.314.203.015) 19.912.154.339.929.739.737.762.075 7.339.081.207.510.117.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA RUGI PER SEGMENTASI USAHA Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) No.081.400) (507.263.780 201.340.479.902.539 (526.494 482.584 1.802.373.153.902.565.490 141.615.009.415.874.645.Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih Segmentasi Usaha Pelayanan Publik Komersial 8.539.538.312 1.178 480.944.862.190.075 7.772.009.017 413.314.Biaya Penjualan .153.415.479.295 157.190.903.206) Non Segmen 622.862.584 1.759 29.804.400) 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 6 .672.554 1.373.329.912.382.262.329.263.627.284.113.762.683 349.254 1.312 480.565.223.088.679 152.772.379.Biaya Umum dan Administrasi ● Biaya Pegawai ● Biaya Umum ● Biaya Pajak ● Biaya Susut ● Biaya Penyisihan dan Penyusutan ● Biaya Eksploitasi Umum .Biaya Lain-Lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba(rugi) Sebelum PPh Badan .821 37.864.737.874.554) 785.615 (507.944.890.759 29.627.206) (989.780 201.Harga Pokok Penjualan Laba (rugi) Kotor (2-3) Biaya Usaha .598.

CATATAN LAPORAN KEUANGAN .

dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. 1.2. Sifat. dan stabilisasi harga. Kegiatan Usaha Pokok Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. Perusahaan menyelenggarakan kegiatan usaha-usaha logistik pangan pokok serta usaha lainnya yang dapat menunjang tercapainya For A Brighter Future 7 . sifat. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Perum Bulog berupaya untuk mendapatkan profit. yaitu tugas publik dan tugas komersil. maksud dan tujuan perusahaan adalah sebagai berikut : • Sifat usaha dari Perusahaan adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perusahaan. pengelolaan kegiatan Bulog tidak sepenuhnya dapat mengikuti kaedah-kaedah sebagaimana perusahaan umum lainnya. Pendirian Perusahaan Perusahaan Umum BULOG selanjutnya disebut Perusahaan adalah badan usaha yang didirikan dengan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 2003. Perum BULOG melaksanakan penugasan pemerintah yaitu: penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) dan pengamanan stock dalam rangka ketahanan pangan. pengelolaan cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. maka Perum BULOG mempunyai dua tugas. Dalam tugas publik. • Maksud didirikannya Perusahaan adalah : o o untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan PP No.1.3. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berstatus Perum. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan. terutama dalam kegiatan publik. 1.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1. • Tujuan Perusahaan adalah turut serta membangun ekonomi nasional khususnya dalam rangka pelaksanaan program pembangunan nasional di bidang pangan. Dengan demikian. 7 tahun 2003. sedangkan dalam tugas komersial.

dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. 1. kualitas. yaitu: o Tersedianya kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. Pengadaan beras untuk penyediaan dan penyaluran beras bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan sebagaimana dimaksud dalam angka 1. jumlah dan tempat. 9 tahun 2002 tentang Penetapan Kebijakan Perberasan Nasional. 2. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan”. cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. pengelolaan. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. Pengadaan untuk cadangan beras pemerintah sebagaimana dimasud dalam angka 1.4.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) maksud dan tujuan Perusahaan. 3. baik tepat waktu. sesuai PP Nomor 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog pasal 6 ayat 2 huruf b disebutkan bahwa ” dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. Visi Perusahaan “Menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan” Adapun penjabaran visi tersebut adalah sebagai berikut: • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam rangka memantapkan Ketahanan Pangan Nasional dari berbagai aspek. Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha perusahaan. Dalam penugasan tersebut Perum Bulog diwajibkan : 1. Menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan. Menyediakan dan menyalurkan beras untuk menanggulangi keadaan darurat dan menjaga stabilisasi harga beras dalam negeri melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah. Perum Bulog menerima penugasan pemerintah khususnya untuk stabilisasi harga gabah/beras sebagaimana yang tertuang dalam Inpres No. For A Brighter Future 8 .

• • Menyelenggarakan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat kepada stakeholders. baik petani (produsen) maupun konsumen (masyarakat).PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) o o Sebagai pengendali harga pangan di tingkat Produsen dan Konsumen. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan secara berkelanjutan. Pencapaian kinerja yang produktif dan penciptaan nilai (value creation). maka Perum Bulog memiliki misi sebagai berikut: • • Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pangan nasional. 1. For A Brighter Future 9 . efisiensi dan kemampuan untuk menghasilkan laba. yang memberikan manfaat kepada perekonomian Nasional. • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti profesional dan kompetitif dalam: o o o o o Pelaksanakan tugas publik dan komersial dalam bidang usaha pangan berskala Nasional dan Internasional. Melayani hasil produksi pangan dari petani dan memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. Pemenuhan kepuasan pelanggan. Misi Perusahaan Berdasarkan visi perusahaan diatas. Menjalankan usaha dalam bidang produksi. Pemberdayaan dan pengembangan SDM • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti senantiasa memiliki kepekaan atas tanggung jawabnya terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan serta taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam melaksanakan bisnis. Pemenuhan kepentingan dan kepercayaan terhadap pemegang saham.5. pemasaran dan jasa di bidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya Pangan dan bidang usaha lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas.

Periode Laporan Interim adalah triwulanan. Divre. Direksi dan Dewan Pengawas Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Ketua Dewan Pengawas Anggota Dewan Pengawas : : M. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban. • Laporan Keuangan disusun berdasarkan Nilai Historis : o o Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas atau sebesar nilai wajar untuk memperoleh aktiva tersebut.dan Kantor Pusat) Laporan unit kerja hanya For A Brighter Future 10 . IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2.Anshari Ritonga Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi Direktur Pengemb.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1. pendapatan dan beban diakui pada periode terjadinya. • • Laporan Arus Kas disusun dengan mengunakan metode tidak langsung.P. & IT Direktur Umum dan SDM : : : : : Widjanarko Puspoyo Saean Achmady Bambang Budi Prasetyo Tito Pranolo Agus Saefullah 2. pengukuran aktiva. atau dalam keadanan tertentu dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kawajiban dalam kegiatan usaha normal. Simatupang . kewajiban.Rachmad Pambudy .6.A . • Laporan Keuangan Gabungan merupakan penggabungan dari laporan yang disusun oleh seluruh unit kerja (Subddivre. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan • Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan Asumsi Kelangsungan Usaha dan atas Dasar Akrual. Laporan Interim merupakan laporan antar periode.1.Sudar S. disusun untuk keperluan manajemen dan memudahkan dalam penyusunan Laporan Keuangan.

• Laporan Keuangan disusun terdiri dari : o o o o o Neraca Laporan Laba-Rugi Arus Kas Perubahan Ekuitas Catatan Atas Laporan Keuangan 2. Kas dan Setara Kas • Kas. • Semua alat-alat likuid yang tidak segera diperlukan oleh perusahaan disimpan dalam bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Perusahan dalam bentuk Rupiah maupun Mata Uang Asing. • Piutang Lainnya. terdiri dari piutang yang terjadi dari transaksi dengan Pemerintah dan transaksi non Pemerintah. Selisih antara Piutang yang diakui dengan realisasi penyelesaian dengan Pemerintah. merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid. 2. diakui sebagai beban atau pendapatan periode yang bersangkutan. • Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan laporan gabungan perusahaan dengan anak perusahaan. merupakan Piutang yang timbul dari kegiatan usaha Perum Bulog. Setara Kas terdiri dari rekening giro dalam bentuk rupiah maupun Mata Uang Asing dan Uang Dalam Perjalanan. • Piutang transaksi dengan Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih kepada Pemerintah.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja masing-masing unit kerja dan merupakan bagian dari laporan keuangan perusahaan yang lengkap. For A Brighter Future 11 .3. Piutang • Piutang Usaha. merupakan Piutang yang timbul diluar dari kegiatan usaha Perum Bulog. • Setara Kas. berjangka pendek yang dengan cepat dapat dijadikan Kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai signifikan.2.

Umur piutang ditentukan/dihitung sejak timbul/terjadinya piutang (dalam satuan bulan).PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Piutang transaksi dengan non Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih setelah diperhitungkan dengan penyisihan. • Berdasarkan hasil analisis piutang masing-masing debitur. Piutang macet. • Selisih antara nilai piutang yang dialihkan dengan dana yang diterima ditambah For A Brighter Future 12 . sedangkan tingkat kolektabilitas piutang ditentukan oleh kemampuan bayar debitur. Piutang diragukan. sesuai dengan Keputusan Menteri. Besarnya penyusutan 50%. Besarnya penyusutan 15%. Besarnya penyusutan 100% • Piutang Usaha yang diklasifikasikan sebagai diragukan dan macet dikelompokan dalam kelompok Aktiva Lain-Lain. Besarnya penyusutan 0%. • Kriteria piutang ditentukan oleh umur piutang dan tingkat kolektabilitas piutang per debitur. Besarnya penyusutan 0%. bila berumur lebih dari setahun. • Penghapusan Piutang dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. bila berumur kurang dari setahun dan pembayarannya lancar (kontinyu). 2.4. Pengalihan Piutang Usaha (Anjak Piutang) • Anjak piutang dengan resource diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. • Piutang usaha kepada Non Pemerintah : o o o o Piutang lancar. sulit diharapkan untuk dapat ditagih dan bermasalah (sengketa/peradilan). bila berumur lebih dari setahun. bila berumur lebih dari setahun dan ada pembayaran namun tidak lancar. tidak ada pembayaran dan diragukan pengembaliannya. Piutang kurang lancar. terhadap Piutang Usaha dilakukan Penyisihan Piutang. • Piutang usaha kepada Pemerintah dikategorikan sebagai Piutang Lancar. tidak ada pembayaran.

For A Brighter Future 13 . Biaya-biaya yang terkait langsung dengan pengolahan/ prosessing barang dagangan diakui sebagai biaya perolehan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dengan retensi. o Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli/harga pengadaan/harga penerimaan Barang Pelengkap/ Pembantu selama periode diakui sebagai beban periode yang bersangkutan. Obat-obatan untuk perawatan Persediaan Komoditi Dagangan. • Penilaian Persediaan : o Barang Dagangan Berdasarkan biaya perolehan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Pada akhir periode (tanggal neraca) berdasarkan pemeriksaan fisik (stock opname). sisa/saldo Barang Pelengkap/ Pembantu diakui sebagai Persediaan dan dinilai menurut harga pembelian/pengadaan/penerimaan terakhir. Persediaan • Pengelompokan Persediaan o Persediaan Barang Dagangan Barang dagangan yang siap untuk dijual dalam kegiatan normal Perusahaan.5. Harga beli/harga pengadaan barang dagangan dan biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian/pengadaan diakui sebagai biaya perolehan. 2. diakui sebagai beban bunga selama periode anjak piutang. Khusus untuk karung pembungkus bekas baik (yang masih dapat digunakan) dinilai sebesar 75% dari harga pembelian yang terakhir dari jenis karung yang bersangkutan. Barang dagangan yang dalam proses pengolahan Barang dagangan dalam perjalanan (dalam proses pemin dahan/movement) o Persediaan Barang Pelengkap/Pembantu : Tidak dimaksudkan untuk dijual Diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha yang terkait dengan barang dagangan. antara lain Karung/Karplas/ Kartago.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Harga Perolehan Persediaan o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Dagangan Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli DN. penerimaan barang dagangan atas kegiatan movement (nasional/regional) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga For A Brighter Future 14 . Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement nasional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Bulog Pusat (dilimpahkan). Harga beli DN. Harga penerimaan barang dagangan atas kegiatan giling/prosessing dan reprosessing diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga pokok bahan baku barang dagangan yang digiling/prosessing atau reprosessing. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian LN diakui pada saat penerimaan barang. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement regional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Divre yang bersangkutan. Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli LN/harga import. Harga penerimaan barang pelengkap/pembantu atas kegiatan penerimaan movement diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga pelimpahan (SH-5). o Biaya Perolehan Barang Dagangan Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian DN adalah biayabiaya yang terkait langsung dengan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang. o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli barang pelengkap/pembantu atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga beli DN.

• Investasi dalam bentuk penyertaan saham : o o Perusahaan mempunyai kepemilikan saham kurang dari 20% disajikan sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan giling/ prosessing dan reprosessing adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan giling/prosessing atau reprosessing diakui pada saat penerimaan barang. sesuai dengan Keputusan Menteri.7. Investasi • Deposito berjangka disajikan sebesar nilai nominalnya sebagai investasi jangka pendek . 2.6. Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar diakui pada periode berjalan. Perusahaan mempunyai kepemilikan saham 20% s/d 50% disajikan dengan metode ekuitas sebesar nilai perolehan setelah diperhitungkan dengan bagian laba/rugi bersih perusahaan asosiasi serta dikurangi dengan pendapatan deviden 2. o Untuk dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) disajikan sebesar harga perolehan disesuaikan dengan amortisasi premi atau amortisasi diskonto sebagai investasi jangka panjang. Aktiva Tetap • Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau 15 For A Brighter Future . disajikan sebesar nilai wajar. • Penghapusan Persediaan dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/ keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. o Investasi dalam bentuk surat beharga yang tidak memenuhi kreterian untuk diperdagangkan atau untuk dimiliki. Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar disajikan sebagai komponen ekuitas. • Investasi dalam bentuk surat berharga (efek) yang nilai wajarnya tersedia dapat berupa efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) : o Untuk diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar sebagai investasi jangka pednek.

Inventaris Laboratorium dan Inventaris Lainnya) kecuali Alat Pengatur For A Brighter Future 16 . semua Inventaris (Inventaris Gudang. Inventaris Rumdis. o Kelompok-II. yang dipergunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal Perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Pada akhir masa manfaat ekonomis nilai sisa adalah Rp 1. • • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap sesuai ketentuan perpajakan. GBM. Aktiva tetap bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. pembelian. • Biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah Kas atau setara Kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva tetap tersebut dalam kondisi siap untuk dipergunakan. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. pabrik dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula. • Nilai perolehan aktiva tetap eks. • Terhadap Aktiva Tetap dilakukan penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Methode). LPND Bulog adalah hasil penilaian berdasarkan hasil Inventasisasi dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban (IPKK) LPND Bulog. Kantor. Rumjab masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun. o o Kelompok-III. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GSP. Kelompok-IV.. yaitu bangunan permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GBB. • Aktiva tetap bukan bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun.(nilai residu=Rp1).PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dibangun terlebih dahulu. yaitu bangunan permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi. GDT. Inventaris Kantor. • Pengeluaran setelah perolehan (Subsequent Expenditures) pada properti.

2. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan. Alat Pengatur Udara (AC. Speedboad dan sejenisnya). Kipas Angin dan sejenisnya). Kipas Angin dan sejenisnya) dan MesinMesin masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 8 tahun. o Kelompok-II. yang dinyatakan berdasarkan biaya pembangunan. serta Kedaraan Roda Dua (Motor. seperti Kendaraan Roda Empat (Mobil. LPND Bulog berdasarkan taksiran Sisa Masa Manfaat Ekonomis.8. diakui sebagai beban pada periode yang bersangkutan • Terhadap pembelian inventaris kantor. rumah dinas dan laboratorium yang For A Brighter Future 17 . biaya pegawai langsung. Bus. • Akumulasi biaya aktiva dalam pembangunan akan direklasifikasi ke aktiva tetap yang bersangkutan dan kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat pembangunan selesai dan aktiva tersebut siap untuk dipergunakan. • Aktiva tetap yang masa manfaatnya dalam satu periode kurang dari 6 bulan tidak dilakukan penyusutan dalam periode yang bersangkutan • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap eks.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Udara (AC. gudang. 2. 2. Aktiva dalam Pembangunan • Aktiva dalam pembangunan meliputi bangunan dan prasarana lainnya. gudang. Aktiva Tidak Berwujud • • Aktiva Tidak Berwujud disajikan dalam Aktiva Lain-lain Terhadap Aktiva Tidak Berwujud dilakukan Penyusutan (Amortisasi) dengan menggunakan metode garis lurus (straight line methode) Periode Penyusutan (Amortisasi) ditetapkan maksimal selama 20 (dua puluh) tahun.10. biaya tidak langsung dalam pembangunan tersebut dan biaya-biaya pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva selama masa pembangunan. Truck.9. Sepeda dan sejenisnya) masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 4 tahun. Kapitalisasi Pengeluaran Modal/Biaya • Terhadap pembelian inventaris kantor.

12.11. Bantuan Pemerintah/Subsidi • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN untuk memperoleh suatu aktiva. Modal • Modal PERUM BULOG. diadministrasikan secara tersendiri di luar neraca 2. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan. diakui sebagai Pos Dana APBN yang selanjutnya akan diakui sebagai penambahan penyertaan modal Negara setelah ada penetapan dari Pemerintah • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan penggantian pembiayaan atas penugasan Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan sesuai dengan peruntukannya • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan subsidi Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan For A Brighter Future 18 . merupakan Kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terbagi atas saham • Besarnya modal Perusahaan pada saat pendirian adalah sebesar seluruh nilai kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama yang dilakukan oleh Departmen Keuangan. Kantor Menteri Negara BUMN dan LPND Bulog • Setiap penambahan dan pengurangan penyertaan modal Negara dalam Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Penerbitan obligasi dalam rangka pengarahan dana masyarakat oleh Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Struktur modal Perusahaan terdiri dari : o o o o Modal Negara Modal Donasi Cadangan Umum Akumulasi Laba-Rugi 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) sifatnya sebagai sarana diakui sebagai aktiva • Terhadap inventaris kantor. gudang.

merupakan pendapatan yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi • Beban. Pajak Penghasilan • Perusahaan menerapkan metode pajak tangguhan dalam perhitungan beban pajak penghasilan • Aktiva dan Kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak mendatang yang timbul dari perbedaan antara jumlah tercatat menurut Laporan Keuangan dengan dasar pengenaan pajak menurut ketentuan perpajakan For A Brighter Future 19 . merupakan beban yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi 2. diakui dengan menggunakan dasar Akrual. amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya. Biaya Pinjaman • Biaya atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan atau pemasangan aktiva dalam pembangunan dikapitalisasi.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN berupa bantuan Gaji PNS diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan 2.14. yaitu diakui pada saat kejadian. diakui dengan menggunakan dasar Akrual.13.15. Pengakuan Pendapatan dan Beban • Pendapatan. yaitu beban yang memiliki hubungan yang jelas dengan pengakuan pendapatan • Beban Ditangguhkan. selisih kurs. Beban keuangan ini mencakup beban bunga. • Kapitalisasi biaya-biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan aktiva tetap telah selesai dan siap untuk digunakan. 2. kecuali: o o • Subsidi beban Pemerintah yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku Tagihan bunga atas Piutang yang digolongkan sebagai Piutang diragukan dan macet Pendapatan Ditangguhkan.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Koreksi fiskal akibat ayat-2 tersebut diakui sebagai beban/pendapatan periode kini (berjalan) 2. menggunakan kurs yang terjadi pada saat transaksi. biaya peyusutan aktiva tetap untuk masing-masing segmen dihitung BUP TPP TP • = = = Beban Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Perum Bulog Kontribusi biaya/beban usaha Komersil di hitung berdasarkan formula : BUK = TPK TP x 100 % For A Brighter Future 20 . dengan mengunakan Kurs Tengah Bank Indonesia.17. Transaksi dan Saldo Dalam Mata uang Asing • • Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan menggunakan Mata Uang Rupiah. biaya umum dan biaya berdasarkan formula sebagi berikut : • Kontribusi biaya/beban usaha Penugasan Pemerintah (PSO) di hitung berdasarkan formula : BUP = TPP TP x 100 % penyisihan piutang. Kontribusi Biaya/Beban Usaha Kontribusi biaya/beban usaha biaya pegawai. • Pada tanggal Neraca. Transaksi dalam Mata Uang Asing selama periode akuntansi dijabarkan dalam mata uang Rupiah. • Selisih akibat perbedaan kurs pada saat terjadi transaksi dengan tanggal neraca diakui sebagai Pendapatan/Biaya periode yang bersangkutan. Aktiva dan Kewajiban moneter dalam mata uang Asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah. 2.16.

diakui pada periode akuntansi berjalan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) BUK TPK TP • = = = Beban Usaha Komersil Total Penghasilan Usaha Komersil Total Penghasilan Perum Bulog Penyajian Laporan Keuangan TA 2003 yang telah dilakukan Kontribusi biaya/beban usaha hanya pada Laporan Keuangan Gabungan Bulog. disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. Koreksi Pembukuan Periode Lalu Terhadap koreksi-koreksi pembukuan yang timbul akibat kesalahan pada periode akuntansi yang lalu. 2.18. For A Brighter Future 21 .

073.838 563.545.337.989.483 1.Kas Eksploitasi .292 570.739 4.854.378.648.282.653. PENJELASAN AKUN-AKUN NERACA DAN LABA (RUGI) 21-01-2003 3.323.2 Setara Kas 1.098.655.546 tersebut merupakan dana yang ada di Bank di Divre-Divre dan Bulog Pusat telah sesuai dengan hasil pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.110.102.Kas Valas .866 3.028.838 Jumlah tersebut merupakan setara kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.081 563.098.055 For A Brighter Future 22 .527.015. rekonsiliasi terdiri dari : Berdasarkan Bank : .132 1.573 3.607.406 98.866 4.208.208.741 1.Kas lain-lain 1.307 140.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.258 319.856.028 570.Uang Dalam Perjalanan 1.273.323.282.395.728.100.286.395. terdiri dari : .Bank Rakyat Indonesia 1.081.989.730.113.866 575.Kas manajemen .627.342.122 158.342.337.023.1.655.581.1 KAS DAN SETARA KAS Kas 1.Bank .546 7.313.439 4.737. telah sesuai dengan hasil kas opname pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 yang diklasifikasikan sesuai tujuan penggunaannya terdiri dari : .113.303.299.503.492 1.081 9.303.414.1 3.014.028 Jumlah tersebut merupakan saldo buku kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat.852.Bank Bukopin .1.335 4.273.573 Bank Jumlah 1.157 302.313.084.110.287.662.894.

855.655.700.081 21-01-2003 54.196 9.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukannya : .239.579 9.000.098.Dana Cadangan .515 995.353. terdiri dari : .546 Jumlah lainnya sebesar Rp 950.850.724.219 563.Investasi .215 1.389 61.Bank BNI .197.446.546 56.015.028.303.081 75. INVESTASI JANGKA PENDEK 614.Bank Mandiri .256.492 290.189.284 Uang Dalam Perjalanan 9.323.2.000 Jumlah tersebut merupakan penempatan dana Bulog dalam bentuk deposito berjangka 3 s/d 6 bulan diperpanjang secara otomatis (rollover) di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 dalam bentuk rupiah dan US $ terdiri dari : For A Brighter Future 23 .809.845 tersebut termasuk penerimaan pembayaran imbal dagang RI-Rusia sebesar Rp 795.840.446.Lainnya Jumlah 3.033.997.Eksploitasi .048 452.743 145.513.273.555.924.850.525.655.292 3.475 7.929.806.323.697 29.669.031 950.682.Droping Dana Manajemen .570.729 12.014.664.085.988 11.549.313.158.648.510.494 1.959.687 13.986.668.704.233.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .617 40.926.083 3.Lainnya Jumlah 64.098.845 1.Jaminan .237.313.Satgas .500 2.195.178 563.982.648.514.Manajemen .015.545.775.899.724.356 26.199.014.492 7.296 5.312.334.777.028.273.098.817 6.292 Jumlah tersebut merupakan transfer dana yang masih dalam perjalanan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.

751 4.010.944 9.Bank Mandiri .022.613 868.918.099.963.500 614.000 1.295.886 12.550.713. PIUTANG 635.964.250.000 684.112.570.603.625 2.000 254.500.000.005.000 141.200.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan penempatan : .073.478.010.986.000 2.000.353.Deposito Dalam Rupiah .000 1.000.545.000.842.652 5.237.570.227.078 Jumlah tersebut merupakan pemberian uang muka di Divre-Divre dan Bulog Pusat yang belum dipertanggungjawabkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .986.000 3.295.944 15.450.353.018.000.274 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat setelah diperhitungkan dengan akumulasi penyisihan piutang pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.Uang Muka Pengadaan .457.720.294.626.500 1.Uang Muka Manajemen .078 3.999.000.000.301 299. terdiri dari : For A Brighter Future 24 .PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan bank : .000 327.813 15.4.000 141.Uang Muka Lain-Lain Jumlah 7.514.3.Uang Muka Eksploitasi .Bank Bukopin .000 129.926.926.198.300.674.682 2. UANG MUKA 12.963.073.500 21-01-2003 1.Deposito Dalam US $ Jumlah 360.829.000 2.404.000.293.000 614.500 343.901.565.140.Bank Rakyat Indonesia .833.938.353.

3.498.000 271. Lihat Catatan No. penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN X.090.802.580 14.Piutang Departemen Lainnya .670.827 (78.182.723 12.654 262.308.523 6.656 73.649) 634.268.142.488.905 1.700.027.206.714 11.187.Piutang Swasta .Jasa Giro/Deposito .091.Lainnya Jumlah 4.500 Jumlah pendapatan lainnya sebagian besar merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan.896.112.Piutang Klaim .532 245.438.905 1.733.218.733.202.399.398 6.670.838 6.072.206.500 265.806.964.718.142.597 636.079.124 7.529.2 Piutang Lainnya .905 3.448 471.500 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang masih harus diterima di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .872.488.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.28.142. PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA 11.838 271.679.281.070.4.264 8.4.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 810.944 27.Piutang Depkeu .882 54.179.520.5.869.488. For A Brighter Future 25 .508.Piutang Pegawai .Piutang Golongan Anggaran Pusat .182.624.369 1.295) 1.369 297.133.956.214.684.674.379 1.700 126.1 Piutang Usaha .625.418 (1.670.769 21-01-2003 103.Piutang BUMN .000.Piutang Pemerintah (Imbal Dagang) .4.529.342.584.393.866 297.Lain-Lain .Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 3.795.393.

612.814.977 32.837 4.664.437.379 42.009 Jumlah tersebut merupakan biaya dibayar dimuka di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.Biaya Lainnya Jumlah 384.274.Karung Pembungkus .706.544.1 PERSEDIAAN Persediaan di Gudang 5.936.650.237.721.227.Beras . terdiri dari : For A Brighter Future 26 .025.986.483 21-01-2003 392.Gula Pasir Jumlah Barang Pelengkap/Pembantu .7.7.223.009 3.483 365.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.775 680.435.897 dagangan dan barang 4.520 251.038.718.721.104 392.050.098.Biaya Umum dan Pegawai .449.7.468.284.910 5.Gabah .977 46.6.726.050.603 persediaan barang 32. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 426.344.215.652 4. terdiri dari : .270.907.088.264.758 4.928.274.583 4.939.922 52.502.574 63.009 3.559.539.905 27.238.098.052. terdiri dari : Barang Dagangan .663 5.611.571 157. 3.762.104 426.334 Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dan barang pelengkap/pembantu di gudang di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.585.450.357 pelengkap/pembantu dalam proses/di PP di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.158.585.494.548.2 Persediaan Dalam Proses Jumlah tersebut merupakan nilai 48.301.Obat-Obatan (PQC) Jumlah 3.221.294.

121.Gula Pasir 292.529.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Barang Dagangan .707.344 292.Karung Pembungkus 3.260 - Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dalam proses import di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.121.132 2.184. Pengadaan LN (Import) Dalam Penyelesaian 2.035.716 602.126.439.036.512.Gabah Barang Pelengkap/Pembantu . Persediaan Dalam Perjalanan Jumlah tersebut merupakan nilai 294. 3.7.811 47.120 420.126.464 persediaan barang 60.686.224.698.7.396.126.811 602.028.254.Karung Pembungkus .3.Beras .093 3.961 704.814.630 - Jumlah tersebut merupakan pajak dibayar dimuka (tidak final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : For A Brighter Future 27 .782.105.993.512.8.Obat-Obatan (PQC) 1.174.510 21-01-2003 44.622.4.686.764.408.135.310 611.942.310 1.464 Barang Pelengkap/Pembantu . PAJAK DIBAYAR DIMUKA 68.223.000 9.587 1.527 dagangan dan barang pelengkap/pembantu dalam perjalanan di Divre-Divre (movement regional) dan Bulog Pusat (movement nasional) pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Barang Dagangan .580.069.

735 5.151 393.001.974 - Jumlah tersebut merupakan biaya yang telah direalisir tetapi belum menjadi beban TA 2003 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.001.000 3.581 68. 22 .646 1.066.764.692.366.556. terdiri dari: .847.435.217.572.Bank Hasil Penjualan (HP) .9.817 1.500.027.572.596.259 3.049 16.028.630 21-01-2003 - 3.054 475.596.556.Selisih Lur OPK .066.479. BIAYA DITANGGUHKAN 66.390.385 21.385 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari: For A Brighter Future 28 .540.259 Jumlah tersebut merupakan Aktiva Lancar Lainnya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003. 3.HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan .436.591.874 1.331. AKTIVA LANCAR LAINNYA 5.942.331.530.PPN Jumlah 52.178.339.596.10.906 41.002.986.591.562.874 1.592.390.847.403.004.339.194.401.1 Bank Hasil Penjualan (HP) 2.439 2.10.435.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .PPH Ps.056.646 10.Deposito Yang Dijaminkan .Pos Dalam Penyelesaian Jumlah 2.002.

731.000 - For A Brighter Future 29 .Bank BNI .356.000.10.000.627.598.026.766 2.390.Jaminan L/C Dana Talangan Gula .000.331.435 11.390.906 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.596.570 206.000 404.000 386.556.000.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan Bank : .656 13.810.156.339.110.825.000 268.285 330.Bank Rakyat Indonesia .576 162.331.000 2.641.Jaminan L/C Lainnya Jumlah 944.435.646 1.339.028.556.HP Karung Jumlah 3.052.000 - Jumlah tersebut merupakan Deposito yang dijaminkan di Bulog Pusat Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .Bank Mandiri .500.506 44.004.HP Beras .HP Gula Pasir .382.225 118.966.385 10.065.Jaminan L/C Kredit Operasional .217.948.364.152.000.572.692.394 43.915 2.390.622 1.673.000.Jaminan L/C Imbal Dagang RI-Rusia .366.299 936.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .991 1.10.527.385 1.500.507.648.000 2.514.102 295.646 21-01-2003 1.Jaminan L/C Pengadaan Komoditi .2 HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan 2.224.447.004.720 415.928.403.572.692.3 Deposito Yang Dijaminkan 2.570.000. 3.572.512.500.Bank Bukopin .435.439 21.

3. AKTIVA TETAP 3.479.907.056.735 364. 3.311.017.001.4 Selisih Lur OPK 3.779 393.5 Pos Dalam Penyelesaian 475.278.056.1 Tanah .969.10.Ayat Silang .007 135.735 393.465.194.151 Jumlah tersebut merupakan BA penjualan/distribusi beras kepada penerima manfaat (raskin) di Divre-Divre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.038 28.562.12.817 Jumlah tersebut merupakan pos dalam penyelesaian di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : . Rincian perhitungan.11.12.Lainnya Jumlah 2.562.Tanah Untuk Bangunan 1.492 475.383.943.149.236 337.194.620.817 3.Transaksi Hubungan Antar Kantor (RAK) .944.764.615 - Jumlah tersebut merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan waktu yang boleh dikurangkan terhadap penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak kini.530.358.530.306.074.687 2.094 30 1.054 21-01-2003 41. lihat catatan butir 3.401.341.178. AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 19.767.307.27.885.986.396.452.891 For A Brighter Future .284.687 Jumlah tersebut merupakan nilai buku aktiva tetap yaitu nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.10.009.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.

AC Sentral .12.000 594.985.318.624 21-01-2003 311.122.000 330.901.000 .563 (6.164) 963.900 2.397 1.000 5.Tanah Lainnya Jumlah 3.789 410.267 1.143.790.964.233.Rice Miling Unit .783.920.000 1.185.Jeep .548.582 1.019.552 6.755.529 2.888.198.000 22.905.158.493 555.025.169.999.846 1.524.Pabrik .481.279.027 5.306 112.310.883.465.484 1.540.Rumah Dinas .820 919.Gudang .290.920.773.276.109 38.Sepeda Motor For A Brighter Future 31 5.000 594.818.961.000 19.520 1.581 738.813.758.205 131.Gedung Kantor .016.Tanah Untuk Gudang .162.885.111.898.045.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.697 46.558 790.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .100.133 100.956 141.000 4.4 Kendaraan .000 48.Pickup .783.851 1.423.029 80.833.100.Combi/Mini Bus .758.843.Bus .880.705.801.222 1.027 12.023.539.Lainnya .702 553.Sedan .616 77.099.283.182.362.Tanah Kosong .109.483 2.110 2.950 12.546.000 1.953 (97.463 165.Dryer .016.840.633.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.178.239.678.534.310.607) 116.478.061.581.803.12.950.100 1.102 754.633.820.897.820.065.786.12.900.476.000 330.533.685.Truck .815.Genset/Pembangkit Listrik .001.000.001.Lainnya .223.3 Mesin-Mesin .252.649.2 Bangunan .985.900.054.575.Mesin Pabrik .196 122.368.641 53.000.580.377.391.025.649.725 5.

861 8.144 32.067.Tanah .664.Persediaan .174 2.433 For A Brighter Future 32 .433 964.605.Pos Dalam Penyelesaian .997.916.215.300.352.236 5.880.647.465.215.873 60.833 (12.516.341.058 4.000 33.609 57.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.997.1 AKTIVA LAIN-LAIN Assets Kelolaan 506.Persediaan Dalam Perjalanan .613.702 17.735.Inventaris Kantor .800 146.650.845.800 146.674.733.236.796.Inventaris Laboratorium .235.Inventaris Rumah Tangga .000 33.000 38.585.744.733.Lainnya . 3.174 2.579.13.Piutang .030.820.229.744.448 60.842.743 261.712 3.023 5.916.712.067.149 1.061.858.060.Akumulasi Penyusutan Jumlah 65.570.987.835.948.13.796.570.835 492.404.920.664.835.Uang Muka .998.236.945.004 21-01-2003 185.Bangunan 964.062.433 495.696 6.712 3.000 30.482.696 6.806.314 199.762.310) 71.Inventaris Lainnya .235.141.Inventaris Gudang .845.141.Uang Dalam Perjalanan .PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .736 492.861 8.352.12.873 3.433 Jumlah tersebut merupakan assets eks. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.829) 25.152 106.669.642 840.830.743 261.5 Inventaris .02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .202.341.546.541.541.609 57.806.624 (34.199.605.943 481.062.747.019.594.013.

410.916.225.830.680.402 9.699.570.433 21-01-2003 9.199.Gula Pasir .157.742.209.899.990.673.Lainnya Jumlah 2.758.318 1.Beras/Gabah .000.860.112.518.999.359.106.430.Lainnya Jumlah 7.388.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .999.652.358 5.513.128.799 7.576.972.Eksploitasi .731.CPO .229 6.061.602.Bank Mandiri .Mesin-Mesin .641 153.533 181.489.097.211 2.284 9.830.912.611 5.Bank Bukopin .302 13.674.162 111.690.999.229 For A Brighter Future 33 .422.652.433 2.470.863 552.758.673.843 98.225.195.Bangunan Dalam Pelaksanaan . HUTANG BANK 9.389.175 295.387.817.195.112 24.973.673.282.972.015.899.916.266.257.860.320.250 902.332 492.162 111.427.518.100 11.823 943.300 248.359.128.414.236.830.053 3.758.Manajemen .700.674.2 Aktiva Lain-Lain .14.936.Aktiva Lainnya Jumlah 3.419.444.180.901.359.032.591.131 191.570.332 492.186 278.Bank Rakyat Indonesia .066.Inventaris .Perhitungan Bunga .112 24.903.182 9.506.13.358 4.303 3.229 Jumlah tersebut merupakan pinjaman/kredit Bulog kepada Bank di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Berdasarkan Bank : .674.268.118 68.Kendaraan .799 7.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .264.358 3.270 5.320.685 812.575.

733.862 16.354.052.599.15.Karung Pembungkus Jumlah 3.320 427.328.789.616.320.Lainnya Jumlah 3.713 .529.15.2 Hutang Penyaluran 410.013 445.054.Golongan Anggaran .457 266.201.655. 3.Beras .810 161.063 34.596.316.573.Hutang Biaya Gusir .325.670.Hutang Kepada Pemerintah (Beras LN) .4 Hutang Pihak Ketiga 766.424.457 Jumlah tersebut merupakan hutang peyaluran di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .508.116.055 427.508.182 999.279.484.462.3 Hutang Biaya 411.543 354.917 848.596.917 964.15.290 242.681.257 445.615.018.Hutang Biaya Beras/Gabah .297.331 3.681.440.049.099.628.632 999.469 Jumlah tersebut merupakan hutang biaya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .15.071.543.488 293.15.873 189.599.911 34.630.556.832.Hutang Jaminan .158 74.789.424.803.976.478.469 189.488 242.236.551.628.892.320 21-01-2003 1.288 25.384.965.305.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.543 Jumlah tersebut merupakan hutang pengadaan barang dagangan/pelengkap di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .170 354.667 193.461.684.288 258.Hutang Lainnya Jumlah For A Brighter Future 34 45.054.013.556.863.1 HUTANG USAHA Hutang Pengadaan 1.507.030 2.350.316.478.824 7.645 848.645 266.013.354.573.713 Jumlah tersebut merupakan hutang pihak ketiga di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .Hutang Biaya Karung Jumlah 3.287 60.160.325.685 7.

838.116.739.PPH Ps.800 Jumlah tersebut merupakan pajak terutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.946.972 120.611 3.19.Biaya Umum dan Biaya Pegawai .Biaya Eksploitasi .365.838.888 9.16.824 For A Brighter Future .514.1 PPH .025.349.161 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang diterima namun belum dapat diakui sebagai pendapatan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.965 17.750.18.870.915.968 335.147 245.168 5.Biaya Lainnya Jumlah 4.117 389.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3. 3.120. BEBAN L/C YANG BELUM DILIMPAHKAN 52.991 9.352 389.195. HUTANG PAJAK 7.461.685.461.695.453 5.737.832 3.009. PENDAPATAN DITANGGUHKAN 12.898.17.21 .415 25.968 265.613.096 35 1.16.2 PPN 768.434 768.988.765.327.670 21-01-2003 725. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 25.056.16.411 3.561.345.674.553 6.23 Jumlah 3.22 .427.349.727.750.160.009.553 401.070 2.PPH Ps.219.934.656.151.911.448 118.054.939.991 1.915.411 Jumlah tersebut merupakan biaya yang masih harus dibayar di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .PPH Ps.728.049 14.

054.700.070 52.733.712 3.514 104.20.Piutang .773.006 34.899.106.861 8.537.853 492.20.604.683.930.743 261.141. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.Bangunan .896.916.125.Beras/Gabah .126 170.570.433 - 3.893 15.236.352.2 Assets Kelolaan 31.551.605.835.1 Pos APBN Jumlah tersebut merupakan tambahan aktiva Perum Bulog meliputi pembangunan sarana UPGB.333 170.514.155.743 261.570.712 3.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .683.605.236.134 1.733.800 964.352.335.082.735 1.784.096 1.824 3.754.Inventaris Jumlah 3.Gula pasir .Kendaraan .916.Tanah . dengan rincian : .800 .180.Persediaan For A Brighter Future 36 964. pengadaan mesin-mesin pengolah gabah/beras.433 Jumlah tersebut merupakan aset eks. dan inventaris yang dananya berasal dari Pemerintah/APBN dalam tahun 2003.433 492.Uang Dalam Perjalanan .674.120.835.000.Lainnya Jumlah 35.916.Mesin .Uang Muka .089 407.341.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 21-01-2003 Jumlah tersebut merupakan realisasi penarikan kredit di Divre-Divre yang belum dilimpahkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .861 8.778. KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN 783.570.853 492.537.341.20.141.

696 6.879.162 111.195.320.664.899.067. yaitu belum dicatatnya aset-aset LPND dalam aset Perum Bulog atau salah mencatat jumlah aset-aset LPND ke dalam aset Perum Bulog.860.744.879.1 EKUITAS Modal Pemerintah 5.845.127 Jumlah tersebut merupakan penyertaan modal pemerintah kepada Perusahaan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.329.840 21-01-2003 146.Pos Dalam Penyelesaian .21.320.067.195.806.564.215.847.400) - Jumlah tersebut merupakan kerugian Perusahaan pada TA 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) For A Brighter Future 37 .916.539.354.433 9.664.570.235. 3.127 6.570.Inventaris .799 7.972.174 2.652.191.128.652.799 7.972.112 24.174 2.518.916.354.696 6.162 111.21.806.609 57.879.Bangunan .21.127 6.433 9.899.Mesin-Mesin .215.433 - Jumlah kekayaan negara yang belum distatuskan lainnya sebagian besar berkaitan dengan aset-aset LPND.845.2 Akumulasi Laba (Rugi) (507.128.433 120.860.Tanah .518.609 57.Kendaraan .564.235.20. 3.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 . 3.564.373.339.443.332 492.744.3 Lainnya 146.112 24.Persediaan Dalam Perjalanan .354.Aktiva Lainnya Jumlah 3.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.727 6.332 492.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.22. 3.22.1 PENJUALAN Pelayanan Publik (PSO) 8.985.912.081.075 8.985.912.081.075

Jumlah tersebut merupakan realisasi hasil penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Beras - Penjualan Kepada Golongan Anggaran Pusat - Penjualan Kepada Golongan Departemen - Penjualan Kepada BUMN - Penjualan Kepada OPK/Raskin - Penjualan Beras Lainnya dan Karung 782.904.259.399 158.533.461.897 1.003.655.600 6.772.718.742.615 76.789.394.265 7.791.949.513.776 Gula Pasir Penjualan Eksport CPO 723.635.561.786 470.327.005.513

3.23.

HARGA POKOK PENJUALAN

7.645.739.190.254

Jumlah tersebut merupakan harga pokok penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Penjualan Gula Pasir - Penjualan karung - Penjualan CPO Jumlah 6.559.863.217.510 613.654.000.714 1.894.966.517 470.327.005.513 7.645.739.190.254

3.24. 3.24.1

BIAYA USAHA Biaya Penjualan

1.207.607.627.267 37.191.954.683

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penjualan di Divre-Divre selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003)

For A Brighter Future

38

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.24.2 Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai 1.170.415.672.584 349.856.262.780

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya pegawai di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Gaji dan Honor - Tunjangan - Kesehatan - Kesejahteraan - Biaya Pegawai Lainnya Jumlah Biaya Umum 107.990.728.565 167.593.363.886 39.469.041.409 24.334.401.538 10.468.727.382 349.856.262.780 201.929.382.017

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Biaya Operasional - Biaya Pemeliharaan - Biaya kantor - Biaya Rapat/Seminar - Biaya Litbang - Biaya Diklat - Biaya Umum Lainnya Jumlah Biaya Pajak 47.844.457.795 54.149.802.330 39.898.954.570 8.295.333.931 5.959.603.950 2.316.772.781 43.464.456.660 201.929.382.017 413.236.759

Jumlah tersebut merupakan beban biaya pajak (final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003), diluar pajak badan. Biaya Susut periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : For A Brighter Future 39 29.802.153.679

Jumlah tersebut merupakan biaya susut barang dagangan di Divre-Divre selama

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003

- Beras - Gabah - Gula Pasir - Karung Jumlah Biaya Penyisihan Piutang dan Penyusutan Aktiva

28.111.085.813 186.000 892.131.866 798.750.000 29.802.153.679 152.874.864.682

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penyisihan piutang dan penyusutan aktiva tetap di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Biaya Penyisihan Piutang : - Biaya Penyisihan Piutang Usaha - Biaya Penyisihan Piutang Lainnya Jumlah Biaya Penyusutan Aktiva Tetap - Biaya Penyusutan Bangunan - Biaya Penyusutan Mesin-Mesin - Biaya Penyusutan Kendaraan - Biaya Penyusutan Inventaris Jumlah Biaya Eksploitasi Umum 97.423.368.164 6.019.883.606 12.920.594.802 34.747.674.166 151.111.520.738 434.365.686.759 1.074.063.292 689.280.652 1.763.343.944

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Gabah - Gula Pasir Jumlah For A Brighter Future 40 429.208.072.281 5.114.218.939 43.395.539 434.365.686.759

421 3.Beras/Gabah .26.Jasa Giro dan Bunga Deposito 785.646.180.Gula Pasir .1 Pendapatan Lain-Lain .335. 3.773.085.379.Beras/Gabah .532.26.174.529 72.287. serta tugas untuk selalu menjaga penyediaan stock yang cukup untuk ketahanan pangan.855 7.947.295 83.539 Jumlah tersebut merupakan realisasi pendapatan dan biaya lain-lain di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari: 3.Gula Pasir .955.138 1.710.862.888 23.984.538. BIAYA/BUNGA BANK 1.287. dan distribusi raskin. pengelolaan cadangan beras pemerintah.Pendapatan Sewa Assets .798 234.262. 3.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung 1.327.108 Jumlah biaya/bunga bank beras/gabah sebagian besar merupakan beban bunga kredit bank untuk pengadaan Beras/Gabah sesuai penugasan oleh Pemerintah.862.25.314.108 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya dan beban pinjaman (bunga) di Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : .345.428.908 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi penggunaan karung di DivreDivre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003). stabilitas harga gabah/beras.167.400.499.082 810.829.327.688. PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN 628.Karung .Lainnya Jumlah 1.488 For A Brighter Future 41 .

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Hasil Klaim/Denda - Subsidi Pemerintah (Subsidi Perawatan Persediaan) - Laba Penjualan Assets - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah 6.122.262.772 82.189.258.453 350.958.950 196.706.504.105 98.561.246.924 785.538.335.295

Pendapatan Gula pasir merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan, penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN IX, PT PN XI dan PT RNI berdasarkan Surat Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (Menperindag) No.198/MPP/II/2003 tanggal 21 Februari 2003. Jumlah pendapatan lain-lain lainnya sebagian besar merupakan penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang sebesar Rp77.943.163.367. Di dalam pendapatan lain-lain lainnya tersebut, juga termasuk restitusi pajak yang merupakan realisasi pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 yang diterima dalam tahun 2003 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No. 81/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003, No. 90/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003, dan No. 141/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.194.172.847. berupa bantuan Gaji PNS untuk tahun 2003

3.26.2

Biaya Lain-Lain - Beras/Gabah - Gula Pasir - Karung - Biaya Adm Jagir/Deposito - Biaya Pajak Budep/JAgir - Biaya Provisi - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah

157.159.020.756 10.064.451.132 5.406.561.665 276.104.781 7.150.301.272 25.507.864.473 20.187.990.585 69.017.816.410 19.547.930.438 157.159.020.756

For A Brighter Future

42

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.27. PAJAK PENGHASILAN BADAN 19.009.944.615

Jumlah tersebut merupakan taksiran pajak penghasilan badan tahun 2003 yang terdiri dari: - Pajak Kini - Pajak Tangguhan Jumlah 19.009.944.615 19.009.944.615

Untuk keperluan perhitungan pajak tangguhan, Aktiva Tetap eks LPND dianggap sebagai aktiva tetap perolehan baru pada awal tahun 2003 dan disusut dengan manfaat ekonomis sesuai ketentuan perpajakan. 3.27.1 Pajak Kini Rincian taksiran pajak penghasilan sebagai berikut : - Pajak penghasilan bukan final - Pajak penghasilan final Jumlah 25.507.864.473 25.507.864.473 -

Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan rugi setelah pajak adalah sebagai berikut : Laba (Rugi) sebelum pajak Perbedaan temporer : - Penyusutan aktiva tetap - Beban penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal - Pendapatan restitusi pajak - Beban pegawai - Beban umum - Beban lain-lain For A Brighter Future 43 (4.194.172.847) 61.727.037.414 8.230.699.694 31.350.284.982 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 (526.383.284.015)

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Penyusutan aktiva kendaraan & rumah jabatan - Penghasilan jasa giro & bunga deposito - Pendapatan sewa tanah/bangunan - Beban berhubungan dengan penghasilan final Jumlah Laba (Rugi) Fiskal Jumlah pajak dibayar Pajak dibayar dimuka : - PPh pasal 22 - PPh pasal 23 - PPh pasal 25 Jumlah Lebih bayar pajak 3.27.2 Pajak Tangguhan Rincian taksiran pajak tangguhan sebagai berikut : Saldo awal aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Biaya penyusutan aktiva tetap beda waktu : - Biaya penyusutan komersil - Dikurangi biaya penyusutan beda tetap - Biaya penyusutan komersil beda waktu - Dikurangi biaya penyusutan menurut fiskal Jumlah Biaya penyisihan piutang Jumlah beda waktu Penghasilan (beban) pajak tangguhan (30 %) Saldo akhir aktiva (kewajiban) pajak tangguhan 151.111.520.738 18.882.720.314 132.228.800.424 70.625.662.317 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 19.009.944.615 19.009.944.615 52.540.592.049 52.540.592.049 52.540.592.049 19.009.944.615 18.882.720.314 (234.955.829.488) (3.428.646.798) 28.829.180.151 (93.558.726.578) (556.575.528.542)

For A Brighter Future

44

Nilai kekayaan Negara yang belum ditetapkan statusnya tersebut secara definitif ditetapkan kemudian oleh Menteri Keuangan sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Perum Bulog berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan oleh Tim Interdep yang keanggotaannya terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan dan Perum Bulog. dan LPND Bulog.00.354. Kantor Menteri Negara BUMN. Hasil kerja sub tim bidang I berkaitan dengan Piutang Cuba per 31 Desember 1999 sebesar USD28.879.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat pendiriannya. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA. Tim tersebut terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan.00. KD-267/DS200/09/2004 tanggal 3 September 2004.913. Tanggal 21 Desember 2004 membahas piutang beras Cuba dengan Direktur Deplu Amerika Latin dan Caribia atas undangan Deputy Sekneg Bidang dukungan Kebijakan Kantor Sekneg. BPKP dan Perum Bulog. Piutang beras Pemerintah Zanzibar kepada Pemerintah Indonesia cq. yaitu.127. Berdasarkan hasil inventarisasi tim terpadu/gabungan kemudian diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 3. persediaan dalam proses dan aktiva lain-lain serta lainnya.433. 3. Tim terdiri dari tiga sub tim.1.570. bangunan dalam pelaksanaan.51. Perum Bulog per 31 For A Brighter Future 45 . Kementrian BUMN.916. dan piutang tidak lancar Sub Tim Bidang II untuk penyelesaian aktiva tetap. Dalam PP tersebut dinyatakan bahwa besarnya modal Perusahaan pada saat Peraturan Pemerintah mulai berlaku adalah sebesar seluruh nilai Kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama dilakukan oleh Departemen Keuangan. Nilai penyertaan Modal Negara yang ditetapkan sebagai modal Perum Bulog pada saat pendiriannya adalah sebesar Rp.564. • • • Sub Tim Bidang I untuk penyelesaian uang muka.6. Perkembangan Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog Pendirian Perum Bulog didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 tahun 2003 yang diundangkan tanggal 20 Januari 2003.419. Nilai penyertaan modal Negara tersebut belum termasuk kekayaan negara yang belum ditetapkan statusnya sebesar Rp492. pos dalam penyelesaian. aktiva lain-lain bangunan dan aktiva tetap rusak Sub Tim Bidang III untuk penyelesaian uang dalam perjalanan.28.28. piutang. Direksi Perum Bulog kemudian membentuk Tim Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog dengan Keputusan Direksi No.

922. Rapat terakhir sub tim bidang II tanggal 15 Desember 2004 sepakat untuk membentuk tim pemeriksaan terhadap kendaraan dinas yang akan dihapuskan di Kantor Pusat. mesin-mesin. pengembangan dan pemantapan sarana sistem informasi logistik Bulog. Penerimaan Dana APBN untuk Proyek tahun 2004 Dalam tahun 2004 Perum Bulog masih menerima dana yang berasal dari APBN. Untuk pelaksanaan pembayaran tersebut Perum Bulog telah menandatangani perjanjian dengan Departemen Pertahanan Republik For A Brighter Future 46 . Mengingat saat ini Pemerintah Zanzibar sedang dalam kesulitan keuangan maka piutang tersebut tidak dapat dibayar kembali kepada Pemerintah Indonesia cq. masing-masing dengan perjanjian No.00. aktiva lain/aktiva tetap rusak dan bangunan dalam pelaksanaan sebesar Rp119. Berdasarkan surat pengesahan Daftar Isian Proyek Tahun Anggaran 2004 No. Mabes TNI sebagai pemakai dan FSUE Rosoboronexport mewakili Pemerintah Federasi Rusia sebagai penjual.124 diusulkan untuk distatuskan menjadi PMN dengan dasar nilai buku/perolehan. Program Imbal Beli Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia Pada tanggal 24 April 2003 telah ditandatangani Kontrak Pengadaan Pesawat Sukhoi dan Helikopter MI.28.000.510.042.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) September 1995 sebesar Tan Shiling 650. P/336011321001 dan No. pengembangan sarana pasca panen 28 unit. Dan DIPP Nomor 522/DIPP/0/2004 sebesar Rp49.28.000.474. Pembayaran atas pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter kepada Perum Bulog bersumber dari APBN tahun 2003 dan 2004. kendaraan. 001/LIII/1/-/2004 tanggal 1 Januari 2004. dan menstimulasi kualitas kelembagaan pangan masyarakat. Nilai kontrak pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua Helikopter MI-35P beserta suku cadang.melalui skema imbal beli antara Pemerintah RI yang diwakili oleh Perum Bulog sebagai pembeli.00. Sub Tim Bidang II sepakat agar nilai tanah & bangunan.000. Perum Bulog. Tujuan pembangunan proyek adalah peningkatan kualitas cadangan pangan nasional. peralatan dan training adalah sebesar USD192. Sasaran proyek tahun 2004 adalah perbaikan & penyelesaian sarana pergudangan bulog.000. 3.924.681.000.00 ditambah beras sejumlah 7. P/336011321002.900. inventaris.10 ton dengan kualitas 15% broken.2.3.837.00. meningkatkan pengembangan sarana logistik nasional. Perum Bulog menerima Anggaran Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Bulog dalam rupiah murni sebesar Rp128. yang nantinya akan dilelang. aktiva lain bangunan. 3.

11 37.979.778.400.00.941.000.000.000.969.838.607. 2 unit SU-30 MK dan 2 unit holikopter MI-35P.778.00 16.27 347.034.01 364.Tahap II .535.809.858.Tahap IV .626. Dalam tahun 2004 Perum Bulog telah melakukan pengiriman komoditas sebagai berikut: USD Pengiriman Komoditas .57 83.930.185.00 atau ekuivalen USD77.66 347.000.000.22.402.661.900. biaya provisi & Adm bank.415.260.00 1.71 319.350.537.570.Tahap III .000.162.330. Disamping itu Perum Bulog masih menanggung biaya bunga bank.Tahap I Total Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2003 melalui APBN tahun 2003 sebesar Rp.01 Uang Muka Pengiriman Komoditas .856.026.969.005.593.716.342.00.00.479. Secara keseluruhan terdapat kekurangan penggantian sebagai berikut: For A Brighter Future 47 .422.219.107.685.760.371. Sebagai pihak pembeli.896.00 143. Dalam tahun 2003 Perum Bulog telah melakukan kewajibannya sebagai berikut : USD 26.58 37.660.07 328.Tahap V Sisa Pembayaran Tunai Total 38.856.21 Rp Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2004 melalui APBN tahun 2004 sebesar Rp991.525.518. Pasal 4 perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Dephan akan membayar kepada perum Bulog sejumlah US$192. beban pajak. Dari total pembayaran dan penggantian oleh pemerintah maka terdapat kekurangan penggantian karena selisih kurs sebesar Rp54.593.000.835.76 8.000.00 atau ekuivalen USD115.16 36.000.93 Rp 220.830.46 149.000.93 42.151.995. Perum Bulog berkewajiban melakukan pembayaran baik dengan uang muka maupun cicilan pembayarn melalui pembelian komoditas dari suplier lokal.221.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Indonesia yang bernomor PK/11/XI/2003 / PKK-107/11/2003 tanggal 19 Nopember 2003 tentang pembayaran pengadaan 2 unit pesawat tempur sukhoi SU-27SK.

221.759.55 Atas kekurangan penggantian tersebut Perum Bulog telah meminta penggantian kepada Pemerintah dengan mengirimkan surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Pertahanan dalam surat No. B-585/II/DK.861.570.568.007.330.00 77.93 149.402.00 623.000.900.969.607.644.07 192.734.00 54.400.260.000. 67/II/02/2003 tanggal 26 Pebruari 2003 dengan jangka waktu selama enam bulan terhitung mulai 1 Pebruari s/d 31 Juli 2003 dengan addendum perjanjian No.316.00 115.400.00 1.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) USD Pembayaran 2003 Pembayaran 2004 Total Pembayaran Penggantian 2003 Penggantian 2004 Total Penggantian Kekurangan Penggantian karena selisih Kurs Biaya bunga bank Beban Pajak (PPN 10%) Biaya Provisi & Adm Bank Total Kekurangan Penggantian 16.919.652.706.151.22 68. Berdasarkan perhitungan tersebut laba yang diperoleh KSO adalah sebesar Rp7.186. 3.95 145.900.4.000.838.856.995.00 192.05 42.185.995.268.641. Penyimpanan dan Penyaluran Gula Kristal Putih Import tanggal 14 Januari 2004.141.01 1.000.38 268.930.342.809.932.769.092.28.778.646.000.400/II/2004 tanggal 7 Oktober 2004 perihal permohonan penggantian kekurangan biaya dalam rangka pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter tempur Mi-35P.00 991.22 660.000. PKK93/10/2003 tanggal 13 Oktober 2003 Pada tanggal 14 Januari 2004 Perusahaan dan PTPN X melakukan perhitungan laba rugi KSO gula pasir import tahun 2003 yang dituangkan dalam Berita Acara Perhitungan Rampung Kerjasama Operasi Pengadaan.86. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Import dengan PTPN X dengan perjanjian No.896.000. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Impor dengan PT Perkebunan X Perum Bulog dan PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) melakukan kerjasama Pengadaan.995.00 Rp 364.368.21 1. Perjanjian Kerjasama Pengadaan.616. sehingga bagian laba Perusahaan adalah sebesar For A Brighter Future 48 .593.000. Sampai laporan keuangan ini dibuat Perum Bulog belum menerima jawaban atas surat tersebut.

Ayat (1) menetapkan dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja. Ayat (2) menetapkan perhitungan besarnya uang pesangon berdasarkan lamanya masa kerja.1 IMBALAN KERJA KARYAWAN DANA PENSIUN Dalam tahun 2003 Perum Bulog belum menyelenggarakan program dana pensiun tersendiri bagi karyawannya. Hal tersebut berkaitan dengan status karyawan Perum Bulog yang masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).823. 3. kewajiban kontinjensi dan aktiva kontinjensi. Oleh karena itu dalam laporan keuangan tahun 2003 tidak ada kewajiban perusahaan yang berkaitan dengan dana pensiun. mengacu kepada pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 57.43 yang merupakan 50% laba KSO.570. Ayat (3) menetapkan perhitungan uang penghargaan masa kerja berdasarkan lamanya masa kerja. terdapat pasal-pasal yang mengatur kewajiban hukum bagi perusahaan terhadap karyawannya. (3) dan (4). Dalam tahun 2004 karyawan Perum Bulog akan Jiwasraya. Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruksi) sebagai akibat peristiwa masa lalu.959. 3.29.29.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Rp3. pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pesangon hak yang seharusnya diterima. Seperti PNS lainnya program pensiun karyawan Perum Bulog masih diikutkan pada program pensiun pegawai negeri sipil pada PT Taspen. (2).29. Kewajiban diestimasi menurut paragraph 15 PSAK 57 harus diakui apabila ketiga kondisi berikut dipenuhi : a. 3. Ayat (4) menetapkan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang diikutsertakan pada program Tunjangan Hari Tua (THT) pada Asuransi Ketenagakerjaan.2 PESANGON PHK Dalam Undang-undang No. Kriteria pengakuan dan pengukuran kewajiban perusahaan terhadap karyawannya sebagaimana diuraikan di atas. For A Brighter Future 49 . yaitu Bab XII mengenai Pemutusan Hubungan Kerja pasal 156 ayat (1). yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi.

uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak terhadap karyawan tetap. 3. Berdasarkan kondisi yang terjadi di perusahaan. maka kedua persyaratan di atas belum terpenuhi.403. Akun-akun yang direklasifikasi adalah sebagai berikut: o Kas. namun manajemen berkeyakinan. kecil kemungkinan untuk terjadi Pemutusan Kerja (PHK) yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya. dan c.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) b. yaitu akun Hutang Usaha. Dengan demikian estimasi kewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan.30 REKLASIFIKASI AKUN Dalam rangka perbandingan antara Neraca 31 Desember 2003 dan Neraca 21 Januari 2003.906 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Bank HP sebesar Rp1. maka dilakukan reklasifikasi akun-akun dalam neraca pembuka sehingga penyajiannya dapat disesuaikan dengan penyajian neraca per 31 Desember 2003. sedangkan bagian lainnya UDP yaitu HP yang belum dilimpahkan sebesar Rp21. Bank dan sebagian UDP dikelompokkan kembali dalam akun Kas & Setara Kas.385 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Hutang Pengadaan. Besar kemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya.331.217.855.724.475. Bagian UDP yang dikelompokan dalam Kas dan Setara Kas yaitu Dana Manajemen sebesar Rp290. Perusahaan akan memiliki kewajiban yang sama berupa pembayaran uang pesangon. For A Brighter Future 50 .556. dan estimasi yang handal belum dapat dilakukan.390.817 dan UDP manajemen lainnya sebesar Rp6. Estimasi yang handal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Hutang Biaya dan Hutang Pihak Ketiga dikelompokan dalam satu akun. Hutang Penyaluran. apabila terjadi pemberhentian terhadap karyawan.158.

5738727. . 5704395 pesawat 517 Fax.B /Auditama V/GA/ XII /2004 : 31 Desember 2004 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jl. (021) 5700380.31 Jakarta Pusat 10210 Telp. (021) 5700380. 5720957. Gatot Subroto No. 5738740.BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM BULOG Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN dan PENGENDALIAN INTERN Nomor Tanggal : 37.

…………………………………. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG UNDANGAN ……………………….00 dilakukan dengan cara pemilihan / penunjukan langsung ……………………………………………….552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2.890..096. IV. …………………………………………… 3.060. f. a. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3.000.. LAMPIRAN A 1.07 juta …. ……………………….DAFTAR ISI Halaman I. c.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253. Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut yang termasuk unsur PPN Sebesar 10 %. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS PENGENDALIAN INTERN ………………………………………………………………... …………………………… III. ……………….. Renovasi Gedung Bulog Lt 14.. ……………….43 juta …. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4. II. Pengadaan Furniture sebesar Rp1.364 juta ………………… ……………………………………………. d.. 2. Lampiran B 1. Pengadaan Pallet / Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1. b.……………………….000. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi. 15 dan 16 sebesar Rp7.499. …………………..75 juta …….80 juta ………………………....859.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1.421.. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50.. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV ii BPK RI / AUDITAMA KN V 1 3 3 3 4 4 5 6 9 12 15 . e.27 juta. ……….

16 18 19 21 23 24 iii BPK RI / AUDITAMA KN V .Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian. Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan surat SH-5 (surat hutang 5) oleh kantor pusat ……………………………. ……………………….619.55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog ………………………………………………………………..158. 7.. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7.. 5.. 8. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank …………………………………………………………………. ………………………………………. Pemanfaatan rumah perusahaan. ………………… 6. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1. 4. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan.97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan.

tidak ada . dan persyaratan bantuan. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dalam semua hal yang material. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum.B/Auditama V/GA/ XII /2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. peraturan. dan bantuan yang berlaku bagi Perusahaan Umum Bulog merupakan tanggung jawab manajemen. peraturan. Perusahaan Umum Bulog mematuhi. kontrak. kontrak. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. berkaitan dengan unsur yang kami uji. laporan perubahan ekuitas. Namun. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Kepatuhan terhadap hukum. Oleh karena itu.A/Auditama V/GA/ XII / 2004 tanggal 31 Desember 2004. serta laporan laba rugi. dan telah menerbitkan laporan nomor 37. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.

dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran A . kontrak. Drs. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi dewan audit. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. M i s n o t o. 31 Desember 2004 2 BPK RI / AUDITAMA KN V .satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa Perusahaan Umum Bulog tidak mematuhi. Ak. MA Register Negara No. Namun. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi. manajemen dan dewan pengawas. pasal-pasal tersebut. D-1416 Jakarta. peraturan. dalam semua hal yang material.

Renovasi Gedung Bulog Lt 14.000. Dari hasil survey tersebut direkomendasikan lima rekanan yang memenuhi kriteria. tetapi yang mengajukan penawaran hanya PT GSE. 3 BPK RI / AUDITAMA KN V . Kemudian dibuatkan Perjanjian Jual beli No.00.45%. 15 dan 16 maka diperlukan juga furniture untuk mengisi lantai tersebut. 15 dan 16 sebesar Rp7.000.722. Pengadaan Furniture sebesar Rp1. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50 juta dilakukan dengan cara pemilihan/penunjukan langsung. Dalam tahun 2003 Perum Bulog melakukan beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan barang. PJB-30A/09/2003 tanggal 3 September 2003. Kabulog menyatakan maximum biaya per lantai Rp1 milyar sesuai disposisi Kabulog tanggal 27 Januari 2003 . B-188A/IV/04/2003 tanggal 1 April 2003 kepada PT Bimal dengan nilai kontrak sebesar Rp6. Karena waktu yang mendesak maka tim pengadaan mengusulkan pengadaan dengan metode penunjukkan langsung termasuk untuk Konsultan Manajemen Konstruksi. sesuai surat Deku/Plt Sestama No.000.057.270.000.096.000.000.43 juta Sehubungan dengan renovasi lantai 14.499.27 juta. Namun Dirut menyetujui dua perusahaan yaitu PT Graha Sarana Estetika (PT GSE) dan PT Bijak Manunggal Lestari (PT Bimal) untuk mengajukan harga dan harga di negosiasi turun 40. Tim telah mengundang PT GSE dan PT Bimal untuk mengajukan penawaran.081.SESTAMA-DEKU/01/2003 tanggal 29 Januari 2003 kepada Kabulog.845.00.00 dan ditambah nilai konsultan perencanaan sebesar Rp373.00 dan mendapat persetujuan Dirut tanggal 8 Agustus 2003.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253. Pekerjaan renovasi gedung Bulog dikelompokkan menjadi 5 paket pekerjaan. Dalam rangka merubah penampilan interior maupun exterior gedung Bulog serta M/E (Mekanikal Elektrikal) Bulog menganggarkan biaya sebesar Rp10 milyar. dilakukan dengan cara pemilihan atau penunjukan langsung. b. Harga penawaran PT GSE sebesar Rp1.979.499. a. Oleh karena itu dilakukan pengadaan furniture untuk Lantai 14.00.1. 15 dan 16.431. Berikut ini beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan tersebut. Setelah memperhatikan penawaran PT BIMAL dan PT AAC serta memperhatikan hasil negosiasi selanjutnya Kabulog menerbitkan surat penunjukkan langsung perusahaan rancang bangun renovasi gedung Bulog I No. B-181/III/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 kepada PT AAC yang berdasarkan Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Fee Manajemen Konstruksi tanggal 18 September 2003 dengan PT AAC disebutkan nilai kontrak sebesar Rp253. 457/Plt. Untuk pengadaan furniture Tim Renovasi telah melakukan survey ke beberapa perusahaan yang hasil surveynya telah disampaikan kepada Direktur Utama dengan surat tertanggal 28 Juli 2003.000. Dari pemeriksaan atas beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan diketahui terdapat kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50. Setelah dilakukan negosiasi harga menjadi Rp1. dan surat penunjukkan manajemen konstruksi No.

PRIN-17/01/2003 tanggal 22 Januari 2003 tentang pembentukan panitia pengadaan sarana perawatan dengan CO2 stack. Pada saat pembukaan penawaran. Kemudian ditetapkan Surat Penetapan Penyedia Jasa oleh Direktur Pengembangan & IT No.364 juta.00.060.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1. Hal tersebut diikuti dengan diterbitkan Surat Perintah Kabulog No. Salah satu sarana pengasapan adalah plastik sheet untuk menutup beras pada saat pengasapan. B-482/III/10/2003 tanggal 29 Oktober 2003 kepada PT Kutama Makmur dengan nilai sebesar Rp1. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4. lem plastik dan lain-lain) dilakukan dengan sistem penunjukan langsung.890. Dalam rangka perawatan stock beras yang dimiliki Bulog maka dilakukan perawatan dengan sistem CO2 stack dengan cara pengasapan (gassing) untuk sebagian beras impor dengan tujuan agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama. PKK-1B/01/2003 tanggal 17 Januari 2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.496.75 juta .00. Selanjutnya dibuat Perjanjian antara Bulog dengan PT Kutama Makmur Indonesia No. Untuk Pengadaan alat pengering mekanis perum Bulog melakukannya dengan penunjukan langsung. gas CO2. Dari empat rekanan yang diundang hanya PT MCP yang menyatakan sanggup melaksanakan pekerjaan tersebut. Dalam surat tersebut terdapat persetujuan dari Kabulog. Kemudian Ketua Panitia Pengadaan MPG membuat surat kepada Kabulog dengan No. Pada tanggal 6 Januari 2003 Didiawat mengundang empat rekanan untuk menghadiri penawaran harga penyediaan plastik sheet fumigasi pada tanggal 8 Januari 2003. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3.c. 002/Deops/I/2003 kepada Kabulog tanggal 15 Januari 2003 antara lain menyebutkan bahwa mengingat pelaksanaan CO2 stack beras luar negeri tersebut waktunya diperkirakan akan dimulai Februari 2003 atau paling lambat Maret 2003.364. 02/PP-MPG/01/2003 tanggal 9 Januari 2003 mengenai laporan klarifikasi dan negosiasi atas pembukaan Surat Penawaran Harga Penunjukkan Langsung kepada PT Kutama Makmur.000. Panitia Pengadaan dengan surat No. Mengingat pertemuan tersebut di atas dan hanya satu perusahaan yang menyatakan sanggup maka kemudian dibuat Nota Intern Direkrut Operasi (Deops) No.000. maka dimintakan persetujuan Kabulog agar pengadaan sarana CO2 (antara lain plastik dasar. Tanggal 23 Januari 2003 dilakukan 4 BPK RI / AUDITAMA KN V . Dalam rangka meningkatkan operasional Perum Bulog maka dilakukan pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) dan Alat Pengering Mekanis dalam tahun 2003. Pengadaan mesin penggilingan dilakukan dengan pemilihan langsung dengan jumlah peserta yang mengajukan penawaran adalah tiga perusahaan. d. 01/PPAPN/X/2003 tanggal 16 Oktober 2003 kepada Dirut melaporkan proses pengadaan alat pengering mekanis dilakukan dengan metode penunjukkan langsung dan hal tersebut telah disetujui oleh Dirut tanggal 24 Oktober 2003. Nota Intern tersebut disetujui oleh Kabulog tanggal 21 Januari 2003. dari tiga rekanan tersebut yang hadir hanya dua rekanan dan akhirnya PT Kutama Makmur terpilih sebagai pelaksana pengadaan mesin MPG karena harganya terendah. plastik sungkup.287. Rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras berawal dari pertemuan Coffee Morning tanggal 4 September 2002 antara Direksi dan staf untuk segera mempersiapkan rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras impor agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama.890.

800.951.71 MT ETA Tanjung Priok tanggal 8-10 April 2003 dan Telex Bulog No.000 ton pada bulan Mei 2003. Selanjutnya dilakukan tender ulang tetapi tender ulang inipun gagal karena dari evaluasi tidak ada rekanan yang memenuhi syarat. dan PT MCP bersedia menurunkan harga menjadi Rp3. Berkaitan dengan penyimpanan beras digudang dan dalam usaha menanggulangi kerusakan beras dibutuhkan Pallet/flonder sebagai alas penumpukan beras.SP-01/I/2003 tanggal 2 Januari 2003.000.SPP. dan telex No.000.000.T-997/ 05082003 tanggal 8 Mei 2003 menyebutkan kedatangan gula pasir sebanyak 50. Disamping DKI di Divre Jawa Barat juga terdapat pengadaan flonder sebanyak 7.000. Selanjutnya dibuat surat perjanjian No. Dalam proses pemilihan langsung. Kemudian Divre DKI Jakarta melalui No. 5 BPK RI / AUDITAMA KN V . dan disepakati harga Rp388. Pengadaan Pallet/Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1.859.552. Pengadaan atas pallet/flonder terjadi di Divre DKI dan Divre Jabar.undangan pengambilan dokumen pengadaan sarana perawatan CO2 Stack tahun 2003 oleh Deops kepada PT MCP.000 unit dengan disain yang diajukan PT Yanasurya Bhaktipersada dengan prosedur penunjukan langsung karena kebutuhan mendesak. 381/03042003 tanggal 4 Maret 2003 tentang kedatangan gula pasir untuk stok nasional sebesar 20.000. Pada akhirnya pihak panitia lelang pengadaan melakukan tahap pemilihan langsung.00 termasuk PPN sebanyak 7.000.000 ton milik Bulog.000. Untuk pengadaan pallet/flonder plastik tersebut telah memperoleh ijin prinsip dari Bulog dengan surat No.240 unit. 154/1.01/IV/2003 tanggal 28 April 2003 dengan nilai Rp2. Setelah itu ditindak lanjuti dengan membuat perjanjian melalui kontrak perjanjian No.060.00/unit.03/06/2003 tgl 20 Juni 2003. Pengadaan pallet/flonder plastik tersebut diusulkan sama pengadaan sebelumnya. 569/03252003 kepada Divre DKI Jakarta menyetujui pengadaan pallet/flonder plastik sejumlah 4. Oleh karena harga penawaran PT MCP lebih tinggi dari HPS maka pada tanggal 27 Januari 2003 dilakukan negosiasi harga.240 unit Pallet/Flonder.00. 94/1.00. Kabulog dengan surat No. B-136/I/08/2003 tanggal 11 Agustus 2003. Kemudian dibuatkan Surat Perjanjian Pemborongan No. Tender pengadaan tersebut ditawarkan kepada rekanan/kontraktor melalui media massa dan Lima rekanan mengajukan penawaran.80 juta .859. e. Disamping itu dibutuhkan juga flonder senilai Rp 970. 01/PL/DJ/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 mengundang PT Yanasurya Bhakti persada untuk negosiasi harga yang dilakukan tanggal 31 Maret 2003. Untuk itu dibentuk panitia lelang pengadaan berdasarkan perintah Ka Divre Jabar No. panitia melakukan penilaian hanya kepada dua rekanan yang menawarkan pekerjaan pembuatan Pallet/Flonder.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2. Sehubungan kedatangan kapal beras eks USA PL 480 sebanyak 21.000 ton pada tanggal 15 Maret 2003. maka Divre DKI Jakarta memerlukan pallet/flonder plastik.00 untuk kedatangan gula pasir milik PTPN XI sebanyak 40. Akhirnya ditetapkan CV Karya Putra sebagai pemenang dengan harga terendah. Tender gagal karena dokumen yang dimasukan oleh rekanan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan.750.03/04/2003 tanggal 1 April 2003 dengan nilai Rp 1.

Pengadaan barang / jasa yang setelah dilakukan pelelangan ulang ternyata jumlah 6 BPK RI / AUDITAMA KN V . Pengadaan alat/mesin timbangan otomatis tersebut dilaksanakan melalui penunjukan langsung oleh Pimpinan Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Tahun anggaran 2003 kepada rekanan PT Kutama Makmur Indonesia dengan Surat Perjanjian /kontrak No. S-2262/D.KTR-31/PPTSLB/XI/2003 tanggal 4 -11-2003 dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) No. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9. b.BA-03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 tanggal 29-10-2003 bukan merupakan negosiasi karena harga penawaran tersebut di atas hanya dibandingkan dengan Pagu Anggaran sehingga tidak terlihat adanya nilai perubahan penawaran yang dilakukan oleh tim penunjukan langsung terhadap nilai penawaran rekanan.00.000. Spesifikasi teknis dan gambar tidak mengarah kepada satu merk / produk tertentu. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan. Untuk memenuhi salah satu sarana penunjang produksi beras dalam rangka pasca panen. dan atau b.071. dan atau c. Kriteria pemilihan langsung : a. d. sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.2/05/2000 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan Keppres No. 18 tahun 2000 tetntang pedoman pelaksanaan pengadaan barang / jasa di instansi pemerintah menyatakan antara lain : Penunjukan langsung dapat dilakukan : a. Bulog melakukan pengadaan alat/mesin timbangan otomatis kapasitas 50 Kg (Rice Balance Machine) Model LCS 50 sebanyak 42 unit untuk digunakan di gudang-gudang pengolahan gabah/beras pada Unit Pengilingan Gabah dan Beras (UPGB) diseluruh Indonesia yang menggunakan Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari APBN tahun 2003. Sesuai dengan surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas No. c. Sesuai perjanjian apabila terjadi keterlambatan dalam jangka waktu penyelesaian akan dikenakan denda. Untuk pekerjaan yang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang / jasa. baik teknis maupun harga. Sesuai perjanjian kerjasama antara lain disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwa pengunduran dan / atau perpanjangan masa pelaksanaan pekerjaan atau pekerjaan tambah kurang tidak dibenarkan kecuali terjadi force majeur.000.SPMK-37/PPTSLB/XI/2003 tanggal 5-11-2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.00 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 40 hari kalender Selain itu proses klarifikasi dan negosiasi harga oleh tim penunjukan langsung sesuai Berita Acara klarifikasi dan negosiasi harga No. e. Penanganan darurat untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan pengadaan barang/ jasanya masih memungkinkan untuk menggunakan proses pemilihan langsung.000.421. S-42/A/2000 dan No. Dalam Bab I Petunjuk Umum point 7f yang berbunyi : Pemilihan langsung adalah pengadaan barang/jasa tanpa melalui pelelangan dan hanya diikuti oleh penyedia barang / jasa yang memenuhi syarat. Untuk pekerjaan yang berskala kecil dengan nilai maksimum Rp 50. dilakukan dengan cara membandingkan penawaran dan melakukan negosiasi.f. menyangkut keamanan dan keselamatan Negara yang ditetapkan oleh Presiden.07 juta.421.

Dari beberapa contoh yang disampaikan. pembayaran pengadaan MPG ke PT Kutama Makmur dapat diangsur selama 24 bulan dengan bunga 6. 15 dan 16 dilakukan dengan cara Penunjukan Langsung Pekerjaan Jasa Rancang Bangun (turnkey) kepada PT BIMAL dan Konsultan Manajemen Konstruksi kepada PT Alpindo Arga Cipta. Proses pengadaan furniture lantai 14.00 masih berada dalam batas-batas kewajaran. Berkaitan dengan permasalahan di atas Direksi Perum Bulog menanggapi sebagai berikut : 1. 18 tahun 2000. 15 dan 16 Gedung Bulog I didasarkan atas adanya penawaran dan contoh-contoh furniture yang diajukan oleh rekanan Perum Bulog di mana produk yang ditawarkan merupakan barang jadi. berdasarkan hasil negosiasi. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di Perum Bulog tidak memberikan kesempatan adanya persaingan usaha secara terbuka. preliminary desain. Perum BUlog berpendapat bahwa harga negosiasi sebesar Rp 1. pemilihan langsung dapat diikuti oleh 2 (dua) peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran ulang berdasarkan dokumen lelang yang telah disesuaikan untuk pemilihan langsung. 3. b. 15. Untuk renovasi lantai 14. dan 16 bahwa dari analisa jadwal kegiatan pengadaan dengan tahapan kegiatan (penyusunan konsep. 18 tahun 2000. Sehingga sasaran untuk menghindari ekonomi biaya tinggi pada Pilot Project RMU dapat dicapai. penunjukan langsung dan swakelola ayat 1 prosedur pemilihan langsung butir b pelaksanaan angka 1 dan 2 menyatakan bahwa : a. Dalam hal pemilihan langsung dilakukan akibat terjadinya lelang ulang gagal.5 % per tahun. maka Kabulog memutuskan pekerjaan renovasi lantai 14. Dilihat dari standar kualitas dan nilai artistiknya. disimpulkan bahwa kegiatan fisik pekerjaan renovasi diperkirakan baru dapat dimulai pada bulan September 2003 sedangkan kebutuhan akan ruang Direksi dan Dewan Pengawas sudah mendesak. 4.499. Panitia mengundang sebanyak-banyaknya calon peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 3 (tiga) calon penyedia barang / jasa untuk mengajukan penawaran berdasarkan dokumen pengadaan yang diberikan kepada calon peserta pemilihan langsung. Perum Bulog memilih dan menyetujui contoh-contoh furniture yang diajukan oleh PT Graha Sarana Estetika diminta untuk mengajukan penawaran harganya. detail desain dan pelelangan) yang berurutan.000. Di samping itu.431.penyedia barang / jasa yang lulus prakualifikasi atau yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta. Pengadaan APM dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada PT Kutama Makmur dengan pertimbangan sebagai berikut : 7 BPK RI / AUDITAMA KN V . Pengadaan MPG dilakukan dengan cara Pemilihan Langsung dari MPG eks import karena harganya jauh dibawah harga produksi dalam negeri (± 59%) walaupun diterapkan preferensi harga sebesar 15% sebagaimana ketentuan pasal 22 ayat 2 Keppres No. Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak mengikuti ketentuan Keppres No. Dalam Bab II yaitu prosedur pengadaan barang jasa pemborongan dan jasa lainnya bagian B prosedur pemilihan langsung. 2.

ternyata lebih menguntungkan dibanding penunjukan langsung.421. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog melakukan proses tender untuk kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di atas Rp50. Keadaan tertentu yakni pelaksanaan pekerjaan tidak dapat ditunda.2.421. atau harus dilakukan segera. BA03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 dengan hasil : Harga penawaran sebesar Rp9. Pengadaan plastic sheet CO2 stack dilakukan melalui penunjukan langsung dengan pertimbangan waktu sangat singkat / mendesak dan telah disetujui Kabulog. Mengingat jadwal waktu yang tersedia untuk melaksanakan pengadaan 42 unit timbangan dari batas TA 2003 yang dapat mengakibatkan “hangusnya” anggaran. nilainya tidak akan jauh dari pagu anggaran. 6.000. Agar terjadi kesinambungan teknologi antara MPG dan APM yang diadakan oleh PT Kutama Makmur. metode pengadaan pengadaan 42 unit timbangan dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) yang jadwal waktunya lebih singkat.000 sesuai peraturan yang ada. PT Kutama Makmur adalah Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) Alat Pengering Mekanis “Kaneko” Cina. Atas permasalahan flonder di atas Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan sampai laporan ini dibuat. Dasar penunjukan langsung adalah Keppres No.I. prosedur penunjukan langsung sudah sesuai Keppres 18/ tahun 2000 serta kewajaran harga dan syarat teknis telah terpenuhi karena harga sudah memperhatikan harga pengadaan sarana CO2 stack tahun 1996 yang merupakan tahun terakhir perawatan beras dilakukan dengan CO2 stack dan inflasi dalam kurun waktu 6 tahun. APM Kaneko telah diuji oleh Puslitbang Bulog dengan hasil memenuhi persyaratan.071. Dengan demikian menurut hemat kami.00 disepakati dinegosiasi menjadi Rp9. Dengan melaksanakan pemilihan terhadap 2 (dua) rekanan setelah 2 (dua) kali gagal tender. 18 tahun 2000 lampiran I Bab I. karena telah terjadi persaingan harga sehingga harga flonder per unit cukup wajar dan lebih rendah dari owner estimate (OE) yang ditetapkan. Minimnya hasil negosiasi ini karena pengajuan anggaran ke Dep Keu RI telah direncanakan seakurat mungkin untuk meminimalisir Sisa Anggaran Proyek (SIAP) sehingga siapapun yang mengajukan penawaran. d.C.a. maka proses pemilihan langsung akan dilakukan sesuai saran BPK. 5. Pengadaan barang khusus. 8 BPK RI / AUDITAMA KN V .Cii. Harganya lebih murah dibanding produk dalam negeri.000.251.000.4a (1) dan b (2) yang berbunyi : 1. Klarifikasi dan negosiasi telah dilakukan oleh panitia penunjukan langsung sesuai dengan Berita Acara No. 7. b.1. 1. bahkan beras hasil gilingannya melebihi persyaratan minimum Bulog. Plastik sheet CO2 stack adalah barang spesifik karena tidak tersedia di pasaran umum dan hanya Bulog yang menggunakan teknologi CO2 stack untuk beras serta syarat teknis sudah memenuhi persyaratan sesuai hasil Litbang Bulog. c.00. maka sesuai dengan ketentuan Keppres 18 tahun 2000. Disamping itu hasil pelaksanaan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan pekerjaan dilaksanakan selesai tepat pada waktunya. barang spesifik. Namun demikian untuk masa yang akan datang apabila terjadi lagi kegagalan tender 2 (dua) kali. Namun demikian pihak Divre Jawa Barat menjelaskan bahwa proses pengadaan barang / jasa telah dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan dalam Keppres 18 tahun 2000 antara lain pasal 12 ayat (2).

Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta laporan laba rugi.A/Auditama V/GA/ XII/ 2004 tanggal 31 Desember 2004. laporan perubahan ekuitas. Manajemen Perusahaan Umum Bulog bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. dan telah menerbitkan laporan nomor 37. dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan Perusahaan Umum Bulog untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003.B/Auditama V/GA/XII/ 2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. 9 BPK RI / AUDITAMA KN V .

Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan 10 BPK RI / AUDITAMA KN V . serta kami menentukan risiko pengendalian. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Untuk tujuan laporan ini. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Operasi • Administrasi • Keuangan Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Begitu juga. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. bukan keyakinan absolut.

D-1416 Jakarta. M i s n o t o. Namun. MA Register Negara No. Drs. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Ak. 31 Desember 2004 11 BPK RI / AUDITAMA KN V .

540.301.855.264.620.000.154.525.d 24 bulan 12 BPK RI / AUDITAMA KN V .075.007.d 8 bulan 1 s.000. berupa Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM).00 29.769.057.851.00 1 s.464. 1) Divisi Regional Jawa Tengah Jumlah piutang Per Sub Divre Raskin Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah PKPS BBM Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah 19.810.855.00 78. Perum Bulog mengakui piutang pada saat diterbitkan Delivery Order (DO).331.00 4. diketahui adanya kelambatan penyetoran HP.757.00 761.00 6.00 761.863.793.5 bulan 2.00 Divre Sulsel 6.00 6.00 793.00 11.00 805.286.820.665.d 2 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 16.219.00 78.000.00 2.000.200.525.00 347.00 199.706.000.765. Berikut ini data kelambatan penyetoran dibeberapa divre yang diperiksa.840.820.000.00 10.500.00 199. Perum Bulog ditugaskan menyalurkan beras untuk keluarga miskin yang rawan pangan dengan tujuan untuk mengatasi persoalan gizi.d 2 bulan 1 s. Dalam penyaluran beras Raskin/PKPS-BBM.040.00 31 Desember 2003 Jumlah penyetoran tahun 2004 Jangka waktu Sisa yang belum penyetoran disetor per 30 Agustus 2004 79.067.1.00 247.839.003.000.00 2 s.d 2 bulan 133.000.075.000.00 202.00 12.500.040.000.840.00 202.000.007.950.000.700.765.000.000.040.540.d 1.214.00 330.000.811.811.00 4.040.000.00 Divre Jabar 12.000.040.00 Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pertanggungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) dari Satgas Raskin dan PKPS BBM pada bulan Desember 2003 diketahui adanya kelambatan penyetoran.00 355.d 2 bulan 1 s.00 16.070.00 10.800.950.810.810.00 355. Berdasarkan pemeriksaan laporan rekapitulasi pertangungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 pada beberapa Divre. Jabar dan Sulsel.500. Sumut.00 19. Dalam rangka mengemban tugas pemerintah.521.581.800. diketahui piutang Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 adalah sebagai berikut : Divre Piutang Raskin/PKPS BBM Divre Jateng 5.000.00 182.000.080.540.294.000.00 103.00 1 bulan 1 s.00 1 s. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada Kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi.00 Divre Sumut 4. Berdasarkan Laporan Keuangan Perum Bulog Tahun 2003 pada Divre Jateng.674.500.300.

500.697.548.00 80.980.839.000.d 9 bulan 62.00 36.950.000.d 9 bulan 1 s.510.00 Sisa yang belum disetor per 30 September 2004 4) Divisi Regional Selawesi Selatan Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Polmas / Wil I Sub Divre Pare-Pare / Wil II Sub Divre Sidrap / Wil III Sub Divre Wajo / Wil IV Sub Divre Bulukumba / Wil V Sub Divre Palopo / Wil VI Sub Divre Makassar /Wil VII Jumlah 211.620.510.303.000.000.000.00 109.d 8 bulan 1 s.00 tahun 2004 penyetoran 1 s.00 733.00 13 BPK RI / AUDITAMA KN V .848.523.320.d 4 bulan 2 s.000.000.780.00 407.000.133.d 7 bulan 167.790.00 501.548.000.090.00 1.080.d 8 bulan 1 s.748.640.848.00 2.00 999.d 6 bulan 3 s.d 10 bulan 221.125.600.780.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.508.00 3.000.593.139.370.d 5 bulan 2 s.000.000.301.000.105.529.550.d 2 bulan 1 s.000.00 17.950.000.950.00 484.000.445.595.00 1.00 1.197.00 1 s.00 6.300.00 95.264.d 10 bulan 1 s.600.000.2) Divisi Regional Sumatra Utara Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu Sisa yang belum 31 Desember 2003 Raskin Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.000.00 3.000.000.d 5 bulan 1 s.d 9 bulan 1 s.894.00 552.000.451.620.d 4 bulan 1.00 22.446.00 tahun 2004 penyetoran disetor per 31 Oktober 2004 3) Divisi Regional Jawa Barat Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Banten /Wil I Sub Divre Cianjur /Wil II Sub Divre Cirebon /Wil III Sub Divre Indramayu /Wil IV Sub Divre Krawang /Wil V Sub Divre Subang /Wil VI Sub Divre Ciamis /Wil VII Sub Divre Bandung /Wil VIII Jumlah 417.000.Sidempuan/Wil IV Jumlah PKPS BBM Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.695.712.d 6 bulan 3.d 2 bulan 1 s.000.484.00 257.d 2 bulan 1 s.00 6.139.000.080.015.00 3.785.080.127.320.00 penyetoran 1 s.00 189.721.000.521.980.000.00 842.000.404.00 1 s.d 2 bulan Sisa yang belum disetor per 30 Oktober 2004 - 1.000.593.136.00 11.500.500.000.000.d 9 bulan 1 s.00 704.00 2 s.00 257.000.00 2.378.790.00 tahun 2004 211.500.00 552.000.00 1.508.619.000.299.000.682.00 4.d 3 bulan 1 s.851.264.00 109.00 842.d 8 bulan 1 s.000.770.00 14.000.500.166.00 3.253.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.133.783.00 733.00 1.000.000.041.000.310.040.00 276.00 12.668.00 2.00 39.00 68.000.000.785.037.563.00 2.00 704.712.166.d 7 bulan 1 s.00 2.000.954.Sidempuan/Wil IV Jumlah 257.000.000.000.00 1.471.00 1.00 4 s.000.450.978.

b. Apabila ada penerima manfaat tidak mampu untuk membayar tunai. Kanlog.00 WIB dan setoran yang diterima diatas jam 14.1370/07092002 tanggal 7 September 2002 diantaranya menyatakan setiap hari dana hasil penjualan yang ada di rekening Sub Dolog (Sub Divre). c. Terbatasnya petugas pengumpul HPB di lingkungan Pemda maupun Sub-sub Divre dibanding luasnya sasaran wilayah penyaluran Raskin.B-505/II/07/2002 tanggal 9 Juli 2002 dan Berita kawat No. Berdasarkan bukti transfer dan daftar perincian mutasi harian. Proses rekonsiliasi yang belum berjalan dengan baik antara catatan Satgas Raskin dengan catatan Keuangan dan Akuntansi di Kantor Subdivre. Divre (Dolog) Operasional ditransfer ke rekening Bulog untuk setoran yang diterima sampai jam 14. b. Hal tersebut disebabkan pengendalian Tim Raskin/PKPS-BBM Perum Bulog terhadap pelaksanaan setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik dan aparat Pemda masi kurang optimal. Untuk piutang macet pada Sub Divre Pekalongan karena petugas Satgas Raskin yang bertugas di Kab. Pembayaran harga beras Raskin dan PKPS-BBM bidang pangan Rp 1. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa.Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan Tahun 2003.Bulog No. a. b. antara lain menyatakan : a.Pekalongan saat itu kurang kontrol terhadap setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik. Berdasarkan Surat Edaran Ka. Uang hasil penjualan harus disetor ke rekening hasil penjualan (rekening Bulog) selambat-lambatnya 1X 24 jam dari tanggal diterimanya uang hasil penjualan per titik distribusi oleh pelaksana distribusi. c. Titik distribusi terletak di daerah yang sangat jauh dari bank penyetoran HPB. Berpotensi terjadinya penyalahgunaan dana yang belum disetor oleh oknum petugas. d. Hal tersebut mengakibatkan.00 WIB ditransfer keesokan harinya.. 14 BPK RI / AUDITAMA KN V . Perum Bulog tidak dapat segera memanfaatkan uang HP dan perusahaan menanggung beban bunga kredit komersil. maka prinsip pembayaran tunai dapat dikecualikan dengan syarat Kades/Lurah/Camat/Bupati/Walikota membuat jaminan tertulis sesuai format MJ dan pelunasannya harus sudah selesai pada bulan bersangkutan. pada setiap bulannya Kadolog/Kasubdolog/Kakanlog dan pihak bank setempat melakukan rekonsiliasi atas penyetoran uang HP Raskin/PKPS-BBM tersebut dengan membuat rekonsiliasi bank.000. Transfer tersebut pada tanggal yang sama telah diterima di rekening Bulog untuk bank yang telah On Line System dan untuk yang Off Line System diterima di rekening Bulog selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal transfer.per kg dari penerima manfaat kepada pelaksana Distribusi dan dari pelaksana distribusi kepada Satgas Raskin harus tunai. memang benar masih banyaknya piutang raskin yang lambat dan macet penyetorannya hal tersebut disebabkan : a. d.

46 15 BPK RI / AUDITAMA KN V .436. Penyaluran dan penerimaan setoran uang hasil penjualan melalui perjenjang yang panjang yaitu dimulai dari aparat tingkat RT/RW dan Desa.00 39.e.668.124.444.100.64 312.444.026.623. 2.060. Berdasarkan Teleks Bulog No. Dalam pelaksanaan operasional Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Pogram Kompensasi Pengganti Subsidi (PKPS) Bahan Bakar Minyak (BBM) diperlukan armada pengangkutan untuk mendistribusikan beras ke titik-titik distribusi.295. BPK-RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog lebih mengoptimalkan penyetoran HP penjualan Beras Raskin / PKPS BBM serta mengambil tindakan tegas atas keterlambatan yang terjadi. Perlu di informasikan bahwa sebagian besar kasus keterlambatan penyetoran HP penjualan Beras Raskin/PKPS-BBM disebabkan uang digunakan/dipinjam oleh Oknum Aparat Desa/Pemda untuk keperluan pribadi dan hal tersebut telah diakui oleh aparat di Tingkat Kabupaten.690.365.64 553.82 213.730.489.463.780.82 213.82 PPN 10% PPN yang dipotong oleh Sub Divre (PKP) 5 36.466.T.636.096.00 3.731.354.18 2.64 260.181. biaya angkutan tersebut termasuk salah satu biaya distribusi Raskin.00 Biaya angkutan yg seharusnya diserahkan ke pemilik angkutan 3=100/110 x 2 434. Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut Termasuk unsur PPN Sebesar 10 %.404.00 Nilai PPN yang termasuk dibayarkan kepada pengusaha Non PKP 6=4-5 7.204. Berikut perhitungan biaya angkut pada tiga kantor Sub Divre di wilayah Divre Sumatra Utara : Nama Sub Divre Biaya Angkutan (Inclusive PPN) 1 Pematang Siantar Kisaran Padang Sidempuan Jumlah 2 478.550.18 4=2-3 43. biasanya H+5 atau bahkan lebih. Lambatnya transfer yang dilakukan BRI Unit/Cabang yaitu bila Satgas memantau perjalanan HPB dari BRI Unit yang masih melaksanakan transfer secara manual ke BRI Cabang.463.191.963.00 2. Ketika menggunakan jasa angkutan dari perusahaan angkutan non PKP. f.00 15.595. sampai aparat Pemda Tingkat II.295.291. Atas potongan tersebut Sub Divre akan menyetor ke Kas Negara dan bukti Surat Setoran Pajak (SSP) akan diserahkan pada perusahaan angkutan tersebut.275. Kisaran dan Padang Sidempuan.436.335.954.040. Jumlah biaya distribusi tergantung dari jumlah kuantum beras yang akan didistribusikan dan tarif angkut yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah. Untuk perusahaan angkutan yang PKP maka Sub Divre akan membayarkan biaya angkut sebesar tarif angkut setelah memotong PPN 10%.135.595.846.268.349.104.00 608.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 maka dalam Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN.T.135.473.00 0 51.T206/02052003 dan Teleks Kadivre No. Sub Divre membayar biaya angkut sebesar plafon BOP Raskin dan PKPS BBM yang didalam plafon tersebut termasuk unsur PPN sesuai telek Bulog tersebut di atas.36 3.00. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Sub Divre Pematang Siantar. sesuai laporan pertanggungjawaban realisasi Biaya Operasional (BOP) Raskin dan PKPS BBM (Laporan ML-3 ) jumlah biaya angkutan adalah sebesar Rp3.36 55.922.2148/10152002 dan No.

Untuk mengelolanya dilakukan kerjasama dengan PT Jalasutra Sarana Jaya (PT JSJ) yang dituangkan dengan perjanjian No. Dari hasil pemeriksaan atas pengelolaan Hotel Bandara Surabaya dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : • Selama tahun 2003 PT JSJ baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp168.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 yang menyatakan bahwa BOP Raskin dan PKPS BBM tahun 2003 sudah termasuk PPN 10%. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog dalam membayarkan biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP dengan besaran yang tidak termasuk unsur PPN dalam tarif yang ditetapkan.000.000. Hal tersebut mengakibatkan terdapat pembayaran biaya angkutan sebesar Rp260.104.46 kepada pengusaha angkutan Non PKP yang dapat dihindari. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa.2148/10152002 dan No. Hal tersebut terjadi karena Sub Divre tidak sepenuhnya melaksanakan Teleks Bulog No.46. • PT JSJ mengajukan kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan terlebih dahulu oleh PT JSJ dengan usulan perhitungan sebesar Rp836.00. 16 BPK RI / AUDITAMA KN V .764. 3. nilai jasa angkutan ditetapkan maksimal sebesar plafon yang tersedia yaitu plafon termasuk alokasi PPN.T.Dari data di atas diketahui bahwa terdapat pembayaran biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP termasuk PPN sebesar Rp260. angkutan raskin di Divre Sumut yang menggunakan jasa angkutan perorangan tidak dilakukan pemotongan PPN karena non PKP. Perbaikan tersebut merupakan perbaikanperbaikan di luar kamar yang dilakukan oleh PT JSJ terlebih dahulu dan kemudian minta persetujuan Perum Bulog untuk dikompensasi dengan kewajiban PT JSJ.T.104.000.T.2148/10152002 dan No. T.T.000.00.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 menyatakan bahwa Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN.PKK156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002.T. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian.623.623. Angkutan perorangan tersebut pada umumnya dilakukan untuk angkutan daerah yang sulit dijangkau dan medannya cukup sulit sehingga tarif angkutannya berbeda/lebih tinggi.00.300.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.500. Dengan kondisi tersebut. Dalam laporan keuangan 31 Desember 2003 Perum Bulog mempunyai hotel dengan nilai pembelian sebesar Rp3. Berdasarkan Teleks Bulog No.

Sisa kewajiban PT JSJ sebesar Rp93.300.00. Prima Athera Utama baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp12.000.000.000.00 belum termasuk pajak-pajak.00 dari yang seharusnya Rp420.00.00.00.363.95/DIR/2/2004 tanggal 21 Pebruari 2004. sesuai dengan perjanjian No.000.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 butir 1.000. Sejak tanggal 31 Maret 2004 pengelola hotel Bandara Surabaya beralih kepada CV Prima Athera Utama.00 17 BPK RI / AUDITAMA KN V .972. Berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dituangkan dengan perjanjian No.000.PKK-156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 huruf g dimana disebutkan bahwa Pihak Kesatu (Perum Bulog) berhak menerima 10% setiap bulannya dari penerimaan kotor pengelolaan hotel dan apabila 10% nilainya kurang dari Rp53. sehingga sisa kewajiban CV PAU dan tanggungan hutang PT JSJ kepada Perum Bulog per 31 Oktober 2004 dengan kewajiban seluruhnya menjadi sebesar Rp260. Prima Athera Utama dengan usulan perhitungan sebesar Rp420.255.405.Berdasarkan hasil evaluasi Divisi Jasa diketahui bahwa PT JSJ tidak menunjukkan hasil kinerja pengelolaan hotel yang baik.405.00 dan ditambah biaya balik nama listrik sebesar Rp19.000. Oleh karena itu PT JSJ mengundurkan diri sebagai pengelola hotel Bandara Surabaya dengan surat No. Sampai akhir pemeriksaan uang tersebut belum pernah diterima oleh Perum Bulog.705. • Sampai dengan bulan Nopember 2004 CV.283. Sebelum dilakukan pembatalan perjanjian dengan PT JSJ dilakukan perhitungan hak dan kewajiban antara kedua belah pihak yang tertuang dalam Berita Acara Perhitungan Kompensasi Hak dan Kewajiban Hotel Bandara Surabaya dengan Perum Bulog tanggal 12 Maret 2004. • Belum melunasi kewajiban PT JSJ yang diambil alih sebesar Rp 113.383. Prima Athera Utama yang dituangkan dengan perjanjian No. Sisa kewajiban ini akan menjadi tanggungjawab pengelola yang baru yaitu CV Prima Athera Utama.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa: • CV.000.000.00 maka pihak pengelola tetap membayar sebesar Rp53.00.1 dimana disebutkan bahwa Pihak Pertama (Perum Bulog) berhak menerima hasil pengelolaan hotel setiap bulannya sebesar Rp60. Prima Athera Utama tidak menyerahkan bank garansi.000. Sedangkan berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan CV. • CV PAU meminta kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan oleh CV. Pengelola yang baru masih mempunyai hubungan keluarga dengan pengelola yang lama. Dalam pasal 4 tentang jaminan ayat 1 disebutkan bahwa Pihak Kedua harus menyerahkan jaminan berupa Bank Garansi kepada Pihak Kesatu sebesar Rp120.429. Pasal 5 ayat 2 disebutkan bahwa apabila Pihak Kedua tidak dapat memenuhi kewajibankewajibannya dalam hal pembagian keuntungan yang menjadi hak Pihak Kesatu selama 2 triwulan maka Pihak Kesatu dapat memutuskan perjanjian ini secara sepihak dan tertulis kepada Pihak Kedua.00.000.000.

dan pelanggaran atas perjanjian segera diambil tindakan.00.61. Atas masalah tersebut Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. Dengan tidak adanya Bank Garansi maka Perum Bulog tidak mendapat penggantian atas kerugian akibat wanprestasi pengelola Hotel Bandara Surabaya tersebut.kelemahan pengelolaan Hotel Bandara Surabaya akan dilaksanakan oleh Perum Bulog melalui tahapan sebagai berikut : a. membuat addendum pejanjian kerjasama pengelolan Hotel Bandara Surabaya dengan mencantumkan salah satu klausul kompensasi dalam rangka perbaikan atas fisik bangunan dengan kewajiban pihak pengelola kepada Perum Bulog (pasal 3 perjanjian PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004) Khusus dalam menentukan batas waktu dan sanksi yang akan diberikan kepada pengelola Hotel Bandara Surabaya. Membuat surat kepada pihak pengelola (CV Prima Athera Utama) pada tanggal 24 Desember 2004 yang isinya menyampaikan besarnya nilai kewajiban yang harus diselesaikan sesuai temuan BPK yaitu Rp260. Pasal 6 tentang sanksi-sanksi antara lain menyebutkan bahwa : Ayat 2 disebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak menyerahkan Bank Garansi maka Pihak Pertama berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak.405. Selama tahun 2003 Divre Jakarta Raya tidak pernah melakukan rekonsiliasi bank terhadap rekening koran yang diterima setiap bulannya dengan catatan akuntansi.363. Perum Bulog belum menerima haknya dari hasil pengelolaan hotel dimana sebagian dari penerimaan tersebut telah dikompensasikan terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan baik oleh pihak PT Jalasutra Sarana Jaya maupun oleh CV Prima Athera Utama. Ayat 5 disebutkan bahwa dalam hal terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak maka Pihak Pertama secara sepihak berhak mencairkan Bank Garansi.405. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank Divre Jakarta Raya telah menempatkan dana pada bank Bukopin per 31 Desember 2003 sebesar Rp7. b.000.821. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog melaksanakan kerjasama sesuai dengan perjanjian yang disepakati.00 dengan rincian kewajiban bulanan.dilengkapi surat kuasa pencairan yang mempunyai masa berlaku sampai dengan tanggal 31 Juli 2005. c.000. Hal ini terjadi karena Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi yang terdapat dalam klausul perjanjian kerjasama operasi.085. Hal ini mengakibatkan : a.363. beban bea balik listrik dari nama Subdolog Surabaya Utara ke Hotel Bandara Surabaya dan kewajiban menyerahkan Bank Garansi sebesar Rp120. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat selisih antara catatan 18 BPK RI / AUDITAMA KN V . Perum Bulog perlu untuk mempersiapkan calon pengganti yang sanggup/bersedia melanjutkan pengelolaan dengan kondisi yang ada seperti sekarang ini. proses tindaklanjut atas temuan BPK terhadap kelemahan.225. PT Jalasutra Sarana Jaya dan CV Prima Athera Utama masih mempunyai hutang kepada Perum Bulog sebesar Rp260.00 b. 4.

5. Atas permasalahan ini sampai akhir pemeriksaan Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan. Pesanggrahan sejumlah 10 rumah. Rumah dinas yang berubah bentuk menjadi tempat usaha dan disewakan kepada pihak ketiga oleh kopel Perum Bulog sampai dengan akhir pemeriksaan belum diketahui serah terima dan perjanjian sewa atau bagi hasil pendapatan atas sewanya.613. Atas selisih tersebut sudah dilakukan koreksi dalam laporan keuangan tahun 2003. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Perum Bulog memiliki sejumlah rumah perusahaan. mess dan pesanggrahan yang diperuntukkan untuk karyawan Perum Bulog sejumlah 245 rumah dengan rincian adalah sebagai berikut : a. Hal tersebut di atas mengakibatkan saldo bank pada catatan perusahaan tidak selalu sama dengan saldo menurut catatan Bank.15 catatan menurut perusahaan sebesar Rp94. Dari analisa lebih lanjut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut. Dari sejumlah 245 rumah diatas telah dilakukan cek fisik di Pos Pengumben dan BPTP Tambun dan diperoleh data sebagai berikut : a.374. BPK RI menyarankan agar dibuat rekonsiliasi bank secara periodik.792. Rumah di Pos Pengumben sejumlah 143 rumah b. 19 BPK RI / AUDITAMA KN V . Pemanfaatan rumah perusahaan. Kampung Kandang Cilandak sejumlah 2 rumah f. Rumah di Rawa Domba sejumlah 5 rumah d.85 sedangkan menurut bank sebesar Rp295. Rumah dinas yang masih ditempati karyawan yang sudah pensiun bahkan beberapa diantaranya bermasalah dan telah sampai ke pengadilan sebanyak 24 rumah. Mess sejumlah 2 rumah h.718. Rumah dinas yang kosong dan tidak dimanfaatkan sejumlah 12 rumah.510. Rumah di Madrasah Cipete sejumlah 8 rumah e. Seharusnya saldo bank menurut catatan perusahaan sama dengan saldo bank menurut menurut bank. Pejabat Perum Bulog yang dimutasikan ke Divre akan tetapi masih menempati rumah dinas sebanyak 17 rumah. d.998. Rumah di Sunter Podomoro sejumah 52 rumah c. rekonsiliasi akan dilaksanakan lebih intensif lagi per tiga bulanan. c. Hal tersebut terjadi karena Divre Jakarta Raya tidak melakukan rekonsiliasi catatan perusahaan dengan rekening Koran bank secara rutin. b. Namun demikian pihak Divisi Regional DKI menjelaskan bahwa sesuai anjuran BPK terhadap Rekonsiliasi Bank.47.perusahaan dengan bank sebesar Rp200. BPTP Tambun sejumlah 23 rumah g.

d.000. Dalam hal penghunian berakhir rumah dinas jabatan dan rumah dinas pegawai harus diserahkan kepada dinas dalam keadaan baik selambat-lambatnya dalam tempo 90 (sembilan puluh) hari kerja berturut-turut terhitung tanggal Surat Keputusan Peralihan Jabatan.a.4 Telah berakhir masa bakti/ pensiun. 1. 1. dinas akan memberikan surat teguran.835.000.1 Pegawai telah memperoleh rumah dinas jabatan Badan Urusan Logistik 1.3 Telah berakhir masa bakti/ pensiun Ayat 2. Perum Bulog selama 2003 tidak melakukan penghematan atas pemanfaatan 12 rumah perusahaan yang dibiarkan kosong sehingga Perum Bulog harus mengeluarkan biaya untuk tunjangan sewa rumah atas 12 karyawan yang seharusnya menempati rumah tersebut minimal senilai Rp 3.00(Rp 25. Mess dan Pesanggrahan. Sedangkan untuk 17 rumah yang masih ditempati karyawan yang sudah dimutasi ke Divre akan tetapi masih menempati rumah perusahaan Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp510.00. Dengan demikian total kerugian yang ditanggung oleh Perum Bulog sebesar Rp19. Berdasarkan Keputusan Direksi Perum Bulog Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang rumah perusahaan. Rumah yang kosong saat ini tidak ditempati oleh yang berhak.725.000.000.2 Pejabat dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1.00. tetapi tidak efektif. b. Ayat 3. karena yang bersangkutan memilih menempati rumah sendiri dan kepada pejabat dimaksud tidak diberikan uang tunjangan sewa rumah.00 (Rp25. Oleh karena itu dinas akan memberikan teguran-teguran keras dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Peralihan Tempat atau berakhirnya masa bakti diterima dan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima rumah termasuk inventaris rumah yang ada pada rumah dinas.000 x 12 bln x 12 rumah ).835. b.000.2 Pegawai dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1.000 x 12 bln x 17 rumah). berdasarkan kebijakan Perum Bulog kepada pejabat dimaksud diberikan tenggang waktu 90 hari TMT SK Mutasi. Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang Rumah Perusahaan. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : a. Hal ini mengakibatkan Perum Bulog menanggung kerugian atas pembayaran tunjangan perumahan minimal sebesar Rp19. Tetapi bagi penghuni baru sudah diterapkan perjanjian penempatan rumah peusahaan sesuai dengan ketentuan dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan lebih tegas. Bagi karyawan yang masih menempati rumah meskipun yang bersangkutan sudah dimutasi ke Divre.00.3 Status rumah telah berubah berdasarkan Surat Keputusan Ka Bulog 1. c. mess dan pesanggrahan Perum Bulog Direksi Perum Bulog Pasal 8 ayat 1 mengenai berakhirnya penghunian rumah dinas jabatan berakhir apabila. 20 BPK RI / AUDITAMA KN V . Penghunian rumah dinas pegawai berakhir apabila. Kalau melebihi batas waktu di atas. Untuk 24 rumah yang masih ditempati oleh karyawan yang sudah pensiun Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp15.600.1 Pejabat tidak lagi menduduki suatu jabatan 1.

yang pada saatnya harus dipertanggungjawabkan dengan didukung bukti pengeluaran yang sah sesuai dengan waktu dan rencana pengembalian uang muka tersebut. Rumah yang bermasalah di pengadilan.500 1.850 730.750. diketahui perkiraan uang muka dengan COA 1107XXXXXX menunjukkan saldo seluruhnya berjumlah Rp 8.000 570.158.375.000.000 JUMLAH 304.337. Dari angka tersebut setelah ditelusuri lebih lanjut diketahui masih terdapat uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sebesar Rp7.629 11.110.050.629 19.500.328.000 179.c.473.500 1.000 21 BPK RI / AUDITAMA KN V .000 390. 6.000 2003 (diatas 30 hari kalender) 161.000.986.000.777. Berdasarkan laporan keuangan Kantor Pusat Perum Bulog per 31 Desember 2003.456.110. oleh Kopel diminta untuk dimanfaatkan dan dinas menyetujuinya.700.750.972.397 344.337.000 11.046.355.383 366. mess dan pesanggrahan dan melakukan tindakan hukum yang lebih tegas serta membuat perjanjian dengan para pengguna agar terdapat kepastian hukum. Dari hasil pemeriksaan atas catatan akuntansi.500.000 19.456.388. sebelumnya adalah lahan kosong bekas kebakaran pada peristiwa Mei 1998.627.000 251. Uang muka tersebut merupakan uang muka yang telah dibayarkan oleh perusahaan dan telah diterima oleh petugas yang berhak dan ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan/operasional perusahaan. Akibat belum adanya putusan pengadilan maka yang bersangkutan tidak mau menyerahkan rumah.375.00. Poliklinik/Apotik dan salon Lutuye.000 11.600 519. Saldo dalam perkiraan uang muka menunjukkan bahwa uang muka yang telah diberikan tersebut sampai saat penutupan periode akuntansi 31 Desember 2003 belum dipertanggungjawabkan.986 21.00. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog segera menertibkan penggunaan rumah perusahaan.000 251.657.000 58.000. kemudian dibangun dan dipergunakan tempat usaha sampai sekarang dan akan dibuatkan perjanjian antara Perum Bulog dengan Kopel untuk menentukan batasan penggunaan fasilitas tersebut terhadap Kopel (BOT).050.919.600 530.97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan.000 58. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7. Tempat usaha Bakmi Japos. d.158.850 715.000 15.286.850. perincian uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sampai dengan 31 Desember 2003 untuk Kantor Pusat adalah sebagai berikut : UANG MUKA UM pusdiklat UM roagri UM rogasar UM rolur ras UM roran UM robea UM ditak UM sekretariat UM ropeg UM ditkum 2002 143. sampai saat ini masih belum ada putusan pengadilan dan masalah ini sekarang masih ditangani oleh Divisi Hukum.

102.000 1.300. Efektivitas penggunaan uang muka terhadap maksud dan tujuan dikeluarkannya uang muka tidak diketahui dengan jelas. Manajemen Perum Bulog belum melaksanakan fungsi pengawasan yang optimal berkaitan dengan pertanggungjawaban uang muka. Berpotensi terjadinya penyimpangan dan kerugian perusahaan.102. b.473 Uang muka tersebut telah dipergunakan untuk kegiatan/operasi perusahaan.316.85% dan sisanya belum. Keterlambatan pertanggungjawaban uang muka mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : a.500.300.500.872. Dari kelebihan waktu tersebut yang telah diselesaikan sebanyak +/. 22 BPK RI / AUDITAMA KN V .000 646. Bagian Akuntansi belum menerima bukti-bukti pengeluaran yang telah diverifikasi.655.972. b.000 9. sehingga cenderung mengabaikan dan tidak beritikad sungguh-sungguh untuk mempertanggungjawabkan uang muka.000.830.000 186.720. namun belum dipertanggungjawabkan. Direksi Perum Bulog menjelaskan bahwa secara administrasi pertanggungjawaban uang muka TA 2002 dan 2003 telah dapat diselesaikan.511 94.615 646.000 21. b.000 741.000.000 6.UM dirsarlog UM dit ren UM diktihal UM sesper UM divisi IT UM div ortala UM divisi umum UM counter trade UM lainnya 39.500. Hal tersebut terjadi karena : a. Keputusan Kabulog No: KEP-69/KA/03/998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertanggungjawaban Uang Muka di Lingkungan Badan Urusan Logistik pasal 3 ayat 1 dan 5 menyatakan : a. namun ada beberapa yang tidak memenuhi ketentuan aturan keputusan Kabulog No.354.709.000 741.000 9.000 21. b. merupakan kelalaian penanggung jawab uang muka dan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil.000 18.158.000 18. Kep-69/KS/03/1998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertangguangjawaban Uang Muka di lingkungan Bulog yaitu melebihi ketentuan batas diatas 30 hari kalender. Kelambatan pertangungjawaban uang muka intern setelah batas waktu yang ditetapkan dalm ayat (1) pasal ini.354.112. Alasan utama belum dilakukan pertanggungjawaban.000 186.872. Pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak segera memberikan pertanggungjawaban.000 1.511 94.112. antara lain adalah : a. Pertangungjawaban uang muka intern oleh penanggung jawab uang muka dilakukan segera atau selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah selesai kegiatan yang mempergunakan uang muka intern.720.500.830.000 7.858 39.000 449. Pejabat yang diserahi uang muka kurang memahami hakekat pertanggungjawaban uang muka.

Saldo awal piutang ABRI/Hankam yang tercatat per tanggal 21 Januari 2003 adalah sebesar Rp411. dengan nilai penjualan Rp6. Sehingga total tagihan yang harus dilimpahkan pada tahun 2003 adalah Rp7.592.00 ( Rp411.619.00 + Rp6. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1. Agar diketahui bahwa akibat keterlambatan pengiriman dokumen ke Bulog berarti kerugian juga bagi Bulog.790.Terhadap sisa tersebut. Hal tersebut disebabkan Divre Kalimantan Selatan sering terlambat memintakan legalisir ke KPKN dan terlambat melimpahkan saldo piutangnya ke Pusat.398 Kg.078.031. Berdasarkan berita kawat Bulog nomor 661/04042003 Butir AA.514.619.202.00.677.844. Dari sisa yang ada saat ini beberapa pertanggungjawaban uang muka telah diselesaikan administrasinya.551. Butir CC. 7.640.00 dan sudah termasuk dalam laporan gabungan Perum Bulog. pihak Divisi Anggaran akan lebih aktif untuk menerbitkan surat teguran atas uang muka yang pertanggungjawaban melebihi batas waktu. Dengan terlambatnya saldo piutang ABRI/Hankam dilimpahkan ke Pusat (Bulog). pihak Divisi Anggaran melalui Sub Verifikasi telah meminta kepada personil yang menggunakan uang muka tersebut untuk diselesaikan pertanggungjawaban administrasinya.790.514. Atas temuan BPK ini. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : 23 BPK RI / AUDITAMA KN V .078.00. walaupun ada beberapa Divisi yang secara struktur organisasi saat ini tidak ada namun pihak verifikasi telah menghubungi personil yang bertanggungjawab terhadap hal itu.963. Total penyaluran beras ABRI/Hankam tahun 2003 adalah sebesar 2. BPK RI menyarankan agar atas uang muka yang belum dipertanggungjawabkan penggunaannya segera dipertanggungjawabkan dan Divisi Anggaran lebih tegas dalam meminta pertanggungjawaban uang muka. Disebutkan agar Dolog/Subdolog setiap bulan secara rutin mengirimkan daftar penyimpulan dan rekap Daftar Penyimpulan yang telah diverifikasi/disetujui KPKN ke Dirbia (Direktorat Pembiayaan) Bulog rangkap 2. maka Perum Bulog terlambat menagihkan piutang tersebut yang pada akhirnya akan menghambat likuiditas Perum Bulog pada umumnya.55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat (Bulog) Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui saldo piutang ABRI per 31 Desember 2003 di Divre Kalsel adalah sebesar Rp1.963.677. Namun demikian saldo tersebut belum dilimpahkan ke Bulog untuk ditagihkan.00) Berdasarkan bukti pelimpahan piutang ABRI/Hankam diketahui bahwa pengiriman daftar penyimpulan ke kantor pusat Perum Bulog sering terlambat/ tidak dilakukan setiap bulan.

Namun dari informasi yang kami terima. namun surat pengantar tersebut sudah dikirim ke Bulog. untuk selanjutnya Daftar Penyimpulan yang telah dilegalisir tersebut dipakai sebagai dasar penagihan dari sisa penagihan untuk keseluruhan tagihan yang diajukan oleh BULOG tahun 2003. Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan Surat Hutang (SH-5) oleh kantor pusat Dalam rangka menunjang kegiatan usahanya. BULOG. b. pembangunan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPBG) serta mesin Rice Milling Unit (RMU). terdapat piutang ABRI/Hankam untuk seluruh divre kalimantan selatan sebesar Rp1. Subdivre/Divre akan membukukan penerimaan aktiva tetap. dan Dep Keu datang ke Banjarmasin untuk meneliti dan merekonsiliasi jumlah Daftar Penyimpulan untuk satu tahun anggaran 2003 yang dibuat oleh Divre Kalsel dengan dilegalisir oleh KPKN Banjarmasin. berdasarkan bukti dasar BA Penerimaan dan SH-5. Selanjutnya AT secara fisik dikirimkan ke Subdivre/divre dengan membuat Berita Acara Penerimaan. sedangkan secara administrasi BULOG (Biro Teknis) mengirimkan Surat Hutang 5 (SH-5) yang mencantumkan spesifikasi teknis dan nilai barang. komputer maupun pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre atau Divre seperti pembangunan gedung kantor. penagihan HPB TNI oleh BULOG dilaksanakan secara bertahap/periodik dan pada akhir tahun anggaran tim penagihan HPB TNI-AD yang terdiri dari. Subdivre/Divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre/BULOG. Berdasarkan Pedoman Pembukuan dari Biro Akuntasi BULOG perolehan aktiva di Subdivre maupun di Divre dapat dibedakan menjadi pembelian aktiva tetap yang dibayar di BULOG dan pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre/Divre yang dibayar di BULOG dengan mekanisme: Untuk pembelian aktiva tetap untuk Sub Divre/Divre yang dibayar di BULOG mekanismenya adalah BULOG membayar kepada rekanan atas pembelian AT sesuai ketentuan yang berlaku.551. Pengadaan aktiva tetap tersebut dapat berupa pembelian Aktiva Tetap (AT) untuk Subdivre maupun Divre yang dibayar di BULOG seperti pengadaan aktiva pendukung kegiatan di kantor seperti kendaraan.844. Keterlambatan pelimpahan HPB TNI-AD sebesar tersebut diatas adalah disebabkan karena seksi keuangan terlambat menyerahkan sebagian dokumen pengantar Daftar Penyimpulan atas HPB TNI-AD ke seksi Akuntansi.Memang benar. BPKP Pusat. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog mengistruksikan supaya piutang Raskin di Divre-divre segera dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog agar dapat segera ditagihkan dan memberi sanksi atas keterlambatan yang terjadi. 8. Namun demikian dapat kami jelaskan bahwa: a. Perum BULOG melakukan pengadaan aktiva tetap.00 belum dilimpahkan ke kantor pusat (Bulog). Sebagian dokumen berkas Daftar Penyimpulan berdasarkan KU-106 memang terjadi keterlambatan pengirimannya. sehingga seksi akuntasi belum dapat membuku/melimpahkan HPB TNI-AD tersebut. Sedangkan untuk pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre / Divre dengan pembayaran seluruhnya di BULOG mekanismenya Subdivre maupun Divre membukukan penambahan aktiva tetap berdasarkan Surat Pelimpahan dari BULOG (SH-5) yang didukung 24 BPK RI / AUDITAMA KN V .619.

sebagai dasar pencatatan dan pengakuan aktiva. Berdasarkan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan diketahui bahwa pembangunan gudang atau relokasi di Bangkalan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Jawa Timur di temukan beberapa pembangunan atau rehab bangunan yang telah selesai pembangunan fisiknya dan telah dibuat berita acara serah terima fisik namun sampai dengan akhir Desember 2003 belum dibuatkan SH-5 dari Kantor Pusat sehingga Subdivre maupun Divre tidak dapat mencatat aktiva yang bersangkutan baik secara administrasi maupun akuntansi walaupun aktiva tersebut telah memberikan manfaat kepada Subdivre atau Divre. b. kantor pusat langsung membuatkan SH-5. 25 BPK RI / AUDITAMA KN V .BA Serah Terima dari Kontraktor dimana subdivre / divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre / BULOG dengan melampirkan SH-5 nya. Penambahan atau rehab aktiva tersebut adalah : a. Berdasarkan hasil pemeriksaan. Dalam tahun 2003 Divre Jatim telah melaksanakan rehabilitasi atap gudang dengan dana APBN. Hal tersebut mengakibatkan terhadap aktiva yang telah diterima dan dimanfaatkan oleh subdivre/divre belum dapat dibandingkan dengan beban biaya atas aktiva tersebut. Menurut ketentuan akuntansi Bulog seharusnya pada saat barang diterima di Subdivre atau Divre dan telah di buat Berita Acara Serah Terima (BAST) nya di Divre dan Subdivre. Hal tersebut terjadi karena Kantor Pusat Perum Bulog kurang perhatian terhadap perlunya penerbitan SH 5 secara tepat waktu. Berita Acara Serah Terima proyek rehabilitasi atap gudang tersebut telah dibuat bulan pada akhit bulan Oktober 2003 dan pertengahan bulan Desember 2003 namun demikian sampai dengan saat pemeriksaan berakhir (31 Desember 2004) belum dibuatkan SH-5 oleh Kantor Pusat. Rehabilitasi Atap Gudang.sampai dengan akhir pemeriksaan (31 Desember 2004) belum diterbitkan SH-5nya. Relokasi gudang di Wiro Tuban dan Bangkalan Selama tahun 2003 terdapat 2 proyek relokasi gudang yaitu proyek relokasi 1 (satu) gudang GSP dari Jember ke Bangkalan dan proyek relokasi 1 (satu) gudang GBB dari Buduran ke Tuban. Namun sampai dengan pemeriksaan berakhir belum pernah diterbitkan SH-5 nya.000 dilakukan tersebar di gudang-gudang Sub-sub Divre di Jawa Timur. • Proyek Pembangunan Gedung Rice Milling Plant diwilayah Divre Jawa Timur telah diterima sekitar triwulan IV tahun 2003 namun. Madura selesai pada tanggal 5 Januari 2004. c.733. Berdasarkan hasil pemeriksaan. dan Gedung RMU Pengadaan Komputer dan Gedung Rice Milling Unit (RMU) didanai dengan APBN. Pengadaan Komputer. Proyek pembangunan rehabilitasi atap gudang dengan nilai total Rp15.962. sedangkan proses relokasi di Wiro Tuban selesai pada tanggal 5 Juni 2003 namun sampai dengan pemeriksaan berakhir (Desember 2004) belum di buatkan SH-5. antara Berita Acara Penerimaan Barang dan pembuatan SH-5 dapat diuraikan sebagai berikut : • Komputer beserta assesorisnya dari Pusat sudah diterima sekitar bulan Oktober sampai dengan Desember 2003.

pengangkutan dan pemasangan kembali).000. Untuk rehabilitasi atap gudang akan segera dibuatkan SH-5. Setelah diterbitkan SH-5. Untuk proyek yang didanai APBN belum diterbitkan SH-5 sehingga belum dicatat sebagai penambahan aktiva tetap. Sedangkan untuk relokasi Rp869.00 akan dibuatkan SH-5 untuk Subdivre Madura ditambah nilai Inventaris dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban IPKK dari gudang GSP yang direlokasi untuk Subdivre Jember pada gudang Pecoro akan dihapuskan 1 (satu) GSP yang direlokasi dan relokasi 1 (satu) gudang GBB dari GBB Buduran Sidoarjo ke GBB Wire Tuban dengan biaya relokasi Rp1.908.594. 26 BPK RI / AUDITAMA KN V . demikian pula penambahan aktiva tetap/inventaris yang pelaksanaan pengadaannya melalui Bulog Pusat. Subdivre pengirim akan menghapus nilai aktiva tetap (nilai awal ditambah biaya pembongkaran. BPK RI menyarankan agar Kantor Bulog Pusat segera membuat SH-5 secepatnya setelah aktiva tetap diserahkan ke daerah.500.000.Memang benar beberapa perolehan aktiva tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 belum dibuatkan SH-5.00 akan dibuatkan SH-5 yang akan dicatat pada neraca Subdivre Bojonegoro. Divre dan Subdivre akan mencatat setelah menerima SH-5 dari Perum bulog Pusat sebagai bukti dasar.