BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN

PERUSAHAAN UMUM BULOG
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003

Nomor Tanggal

: 37.A/Auditama V/GA/XII/2004 : 31 Desember 2004

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 pesawat 517 Fax. (021) 5700380.

DAFTAR ISI Halaman I. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN II. DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 2. Dasar Penugasan …………………………………………………................. Ruang Lingkup Audit ………………………………………………………... i v v v

III. LAPORAN KEUANGAN 1. Neraca per 31 Desember 2003 ……………………………………................. 2. Laporan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 3. Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………………………. 4. Laporan Perubahan Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 5. Laporan Laba (Rugi) Per Segmen Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………….. 6. Catatan atas Laporan Keuangan. a. Gambaran Umum Perusahaan …………………………………………… b. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi …………………………………………… c. Penjelasan Akun-Akun Neraca dan Laba (Rugi) ……………………….. 7
7 10 22

1 3

4

5

6

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Neraca awal Perum Bulog tanggal 21 Januari 2003 yang merupakan neraca pembukaan diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya bertanggal 28 April 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas neraca awal tersebut. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. laporan perubahan ekuitas. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Perusahaan mencatat aset kelolaan yang merupakan aset-aset yang berasal dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog yang belum diakui sebagai penyertaan modal negara pada Perum i BPK RI/AUDITAMA KN V . Laporan keuangan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. atas dasar pengujian. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. serta laporan laba rugi.A/Auditama V/GA/XII/2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003.

Seperti dijelaskan dalam Catatan No.570.916. karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut belum dapat dibuat dan manajemen berkeyakinan.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003. Oleh karena itu. seperti yang kami uraikan dalam paragraf di atas. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. posisi keuangan Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003. tentang penerapan Undangundang Nomor 13 Tahun 2003. kewajiban yang mungkin timbul berkaitan dengan diberlakukannya Undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. 90/WPJ. Catatan No. No. agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.07/KP. seperti dalam pendapatan lain-lain. penjualan persediaan rusak dalam aset kelolaan. perusahaan belum menerapkan PSAK Nomor 57 tentang Kewajiban Diestimasi. 3.433.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.847.194. 141/WPJ. atas laporan keuangan. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam aset kelolaan tersebut oleh perusahaan tidak dicatat dalam aset kelolaan baik di Aktiva Lain-lain maupun di Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan sehingga saldo aset kelolaan tidak berubah.Bulog dalam akun Aktiva Lain-lain di kelompok Aktiva dan di akun Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan di kelompok Pasiva masing-masing sebesar Rp492. kecil kemungkinan untuk terjadi pemutusan hubungan kerja yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya. dan pendapatan ditangguhkan.172. Kewajiban Kontijensi. dan No. kecuali untuk dampak tidak dicatatnya perubahan-perubahan aset kelolaan.1 atas laporan Keuangan menjelaskan bahwa dalam tahun 2003 Perum Bulog menerima pendapatan lain-lain dari restitusi pajak yang merupakan pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai atas nama LPND Bulog tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No.07/KP. ii BPK RI/AUDITAMA KN V . dan hasil usaha. dan Aktiva Kontinjensi terhadap kewajibankewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. 81/WPJ.07/KP.26. perubahan tersebut seharusnya dicatat dalam aset kelolaan itu sendiri sehingga tidak membuat posisi keuangan perusahaan menjadi lebih tinggi dari seharusnya (overstated). dalam semua hal yang material. Perubahan-perubahan aset kelolaan dicatat oleh perusahaan dalam akun lain dalam perusahaan.00. Dalam tahun 2003 terjadi perubahan-perubahan atas aset kelolaan.29. Menurut pendapat kami. diantaranya adanya pelunasan piutang dalam aset kelolaan. Menurut pendapat kami. 3.

37. D-1416 Jakarta. Drs. MA Register Negara No. 31 Desember 2004 iii BPK RI/AUDITAMA KN V . Ak.B /Auditama V/GA/XII/2004 tanggal 31 Desember 2004. Misnoto. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami laporkan kepada manajemen Perum Bulog dalam suatu laporan terpisah nomor .

DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT .

perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan Perum Bulog tahun buku 2003. Undang-undang No. Kepres No. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan Perum Bulog (Persero) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2003. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Peraturan Pemerintah No. v BPK RI/AUDITAMA KN V . 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas. 114/S/VII-XV/5/2003 tanggal 28 Mei 2003 perihal Pelaksanaan audit Laporan Keuangan BUMN Tahun Buku 2003 Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. e. Surat BPK-RI No. b. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. f. c. 43/ST/VII-XV. 2. 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Instruksi Presiden Republik Indonesi Nomor 9 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kebijakan Perberasan.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan yang kami uji mencakup: a.2/8/2003 tanggal 19 Agustus 2004. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. d. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Dasar Penugasan a. 23 F dan 23 G. b. 18 tahun 2004 tentang Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Tahun 2003. d.

i. 339/KMK.03/2002 tanggal 4 Agustus 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan N0. 138/KMK. k. r. Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan tahun 2003 o. KEP-182/MBU/2003 tanggal 27 Maret 2003 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog dengan tugas melakukan inventarisasi kekayaan termasuk hutang piutang Bulog yang akan diusulkan menjadi modal Perum Bulog. p.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat Pendiriannya. Keputusan Menteri Keuangan No.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan Perum Bulog Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-04/KA/01/2003 Tentang Pedoman Umum Pengadaan Dalam Negeri Melalui Pola Kemitraan Dengan Pusat Pengolahan Padi Terpadu (P3T). j. Keputusan Menteri Keuangan RI N0. SK Meneg BUMN No. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-17/KA/01/2003 Tentang Tata Kerja Satuan Tugas Operasional Pengadaan Gabah Dalam Negeri (SATGAS ADA DN). Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 339/KMK. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perum Bulog l. Keputusan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog Nomor: KEP-01/TPP. n. SK Menteri Keuangan RI No. SK Menteri Keuangan N0. 520/KMK.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Harga Pembelian Beras oleh Pemerintah kepada PERUM BULOG Tahun 2003. m. SK Direksi Perum Bulog No. 340/KMK. Beras Dan Karung Plastik Dalam Rangka vi BPK RI/AUDITAMA KN V .BULOG/2003 tanggal 10 April 2003 tentang Pembentukan Sub Tim dan Sekretariat Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog. q. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003 ( Master Budget Versi Baru Perum) g. 353/KMK 02/04 tentang PL 480 h. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : Kep-16/Ka/01/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Gabah Dan Beras Dalam Negeri Tahun 2003.04/2000 tentang Jenis-jenis Harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan untuk Keperluan Penyusutan. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-18/KA/01/2003 Pengadaan Dalam Negeri. f. Tentang Tatacara Teknis Pemeriksaan Kualitas Gabah.02/2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan PERUM BULOG dalam rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan.e.

Keputusan No. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-19/KA/01/2003 Tentang Pengolahan/Giling Gabah Pengadaan Dalam Negeri. SE-07/PJ. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan tata Kerja Perum BULOG. Printer. Kep – 142/KA/07/2002 tentang Peraturan Pergudangan di Lingkungan Badan Urusan Logistik (Buku Hijau).s. Kep– /Up/01/2003 Tentang Persyaratan Kualitas Gabah/Beras Untuk Pengadaan Dalam Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Badan Urusan Logistik Negeri Tahun 2003. Keputusan Bersama Kepala Badan Bimas Republik Indonesia Dan Nomor : 02/SKB/BBKP/I/2003 Kepala w. Keputusan Kepala BULOG No. SPP dst Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.42/2002 Tanggal 5 Agustus 2002 tentang Penghitungan Penyusutan atas Komputer. z. Harga Pokok Beras & Anggaran Biaya & Pendapatan (Master Budget) Tahun 2003 bb. KEP-08/UP/01/2003 Tanggal 16 Januari 2003 Tentang Harga Pembelian Gabah Oleh Kontraktor Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri Dari Petani/Kelompok Tani. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA vii BPK RI/AUDITAMA KN V . t. SE Dirjen Pajak N0. Keputusan Bersama Direktur Jenderal Bina Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia Dan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : /Skb/Bpphp/ I/2003 Tanggal Januari 2003 u. aa. x. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 23 Agustus 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. y. 162/KA 08/2001 tentang Kewenangan Penandatanganan Cek. Scanner dan sejenisnya. Keputusan Direksi Perum BULOG No. v.

LAPORAN KEUANGAN .

2 3.268.12.943.835 1.9 3.926.10 1.203.630 66.206.229.953 (97.736 3.866 2.5 1.897.735.744 19.11 Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.893 10.596.142.276. setelah dikurangi dengan penyisihan piutang sebesar Rp1.090.985.997.027 33.901.591.500 426.074.483 392.027.061. 17.3 3.883.974 5.948.182.6 3.651.582 12.259 13.944 tahun 2003 Pendapatan YMH Diterima Biaya Dibayar Di Muka Persediaan Pajak Dibayar Di Muka Biaya Ditangguhkan Aktiva Lancar Lainnya JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA PAJAK TANGGUHAN AKTIVA TETAP Tanah Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin-mesin Akumulasi Penyusutan Mesin-Mesin Kendaraan Akumulasi Penyusutan Kendaraan Inventaris Akumulasi Penyusutan Inventaris JUMLAH AKTIVA TETAP AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 3.12.594.12.368.295.016.687 506.920.030 14.343.4 3.613.939.000 60.7 3.647.358.636.615 - 3.762.066.073.286.028.944 575.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Uang Muka Piutang.758 68.009.060.162.377.018.541.164) 122.829.316.010.907.485. 1 .737.178.393.899.687 495.12.002.721.423.916.001.763.465.310) 3.563 (6.874 1.747.264.847.620.833 (12.585.944.439 614.607) 38.829) 106.000.5 3.001.796.873 2.4 3.8 3.942.000 15.062.758.624 (34.500 12.624 1.019.604.065.570.585.221.401.545.13.102.414.910 4.009 5.013.1 3.674.404.1 3.3 3.078 635.575.12.838 271.928.2 3.274 11.545.963.396.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.920.205 1.294.820.986.301 299.353.

564.127 (507.359.14 3.013 7.741.21.030 14.195.991 12.564.182 725.20 783.758.354.400) 5.126 492.120.539.607 - 3.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.243.673.879.433 3.930.15 3.358 1.564.071.206.999.485.737.551.229 1.838.847.674.2 6.21.916.219.052.613.054.674.824 7.096 10.18 3.570. 2 .800 9.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Bank Hutang Usaha Hutang Pajak Biaya YMH Dibayar Pendapatan Ditangguhkan Beban L/C Yang Belum Dilimpahkan JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK KEWAJIBAN JANGKA PANJANG KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN EKUITAS Modal Akumulasi Laba (Rugi) JUMLAH EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.543.879.049 52.268.915.127 17.177 - 5.1 3.17 3.373.018.899.203.879.898.798.161 1.127 6.461.19 9.685.339.349.830.354.090.025.727 6.191.410.116.572.279.763.411 14.16 3.514.354.670 25.

954.2 Catatan Jumlah 3.190.015) 19.295 157.759 1.759 29.856.382.615 19.365.929.27.2 3.862.554 1.912.24.2 3.645.2 3.944.24.565.017 413.287.890.339.153.207.236.24.075 7.985.172.24.263.154.615 (507.327.26.739.340.085.2 3.864.400) (507.020.262.009.24.627.538.191.762.081.335.373.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA (RUGI) Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan PENDAPATAN USAHA Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba (Rugi) Kotor Biaya Usaha Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai Biaya Umum Biaya Pajak Biaya Susut Biaya Penyisihan dan Penyusutan Biaya Eksploitasi Umum Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan Lain-lain Biaya Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penghasilan (Beban) PPh Badan Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih 3.1 3.874.539 (526.780 201.27.607.756 628.683 349.159.009.373.22 3.383.314.1 3.23 8.554) 785.254 1.2 3.679 152.682 434.25 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 3 .108 (1.26.24.908 1.686.802.24.2 3.339.2 3.598.400) 3.24.284.944.379.1 3.2 3.174.267 132.821 37.

680.449.554.314.368.327.981.027.779.287.353.774 30.718) 1.324.326.258.329 230.095.885.268.272) (2.077) (6.045.187.486.062.483.414.134 (330.108) (94.157 1.099) 280.981.482.327.769) (849.474.439 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 4 .990.974) (1.284.388.943.013.111.367 4.083.585) (7.847 (1.539) 1.150.128.163.737.577.428.286) 290.617.841.364 82.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penyesuaian Untuk : • Pendapatan dan Biaya Lain-Lain • Beban Bunga Laba Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja • Kenaikan Investasi Jangka Pendek • Penurunan Uang Muka • Kenaikan Piutang • Kenaikan Pendapatan Yang Masih Hrs Diterima • Kenaikan Biaya Dibayar Di Muka • Kenaikan Persediaan • Kenaikan Biaya Yg Ditangguhkan • Kenaikan Aktiva LainLain • Kenaikan Hutang Kas Dihasilkan Dari Operasi • Penerimaan Jasa Giro Dan Bunga Deposito • Penerimaan Subsidi Pemerintah • Penerimaan Sewa • Penerimaan dana bantuan gaji PNS • Penerimaan Restitusi Pajak • Pembayaran Bunga • Pembayaran Pajak • Pembayaran Provisi • Pembayaran Administrasi Jasa Giro • Penerimaan (Pembayaran) Lainnya Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi • Penambahan Aktiva Tetap • Penambahan Aktiva LainLain • Hasil Penjualan Aktiva Tetap Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan • Penambahan Kekayaan • Penambahan Kekayaan Yang Belum Distatuskan Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan Penurunan Kas Dan Setara Kas Kas Dan Setara Kas Awal Periode Kas Dan Setara Kas Akhir Periode (526.474) (759.987.646.172.125) (131.137) (10.862.500) 2.044.383.379.431) (66.301.554 (614.494.453 3.693 (700.906) 3.688.287.263.756.108 132.286.015) (628.862.693 290.332.893.062.926.565.699.644.984.194.103) (20.798 77.950 (141.384.214) (34.013.189.623.136.

879.339.354.725 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 5 .125 Cadangan Saldo Laba Rugi (507.354.125 (507.400) Jumlah 6.125 6.373.564.539.564.354.339.191.564.847.400) 5.373.400) (507.879.339.879.373.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Uraian Saldo per 21 Januari 2003 Penyertaan Modal Negara Dana Bulog Modal Donasi Laba (Rugi) Tahun Berjalan Saldo per 31 Desember 2003 Modal Ditempatkan Penyertaan Modal 6.

739.615 (507.784 482.679 152.874.088.340.327) 17.206) (989.373.584 1.170.327.254 1.821 37.121 (989.864.113.802.627.203.479.254 1.821 37.081.020.314.017 413.017 413.081.494 1.759 29.903.565.476.154.762.075 7.739.538.Penjualan .615.672.584 1.578 147.009.329.295 157.382.Harga Pokok Penjualan Laba (rugi) Kotor (2-3) Biaya Usaha .902.Biaya Umum dan Administrasi ● Biaya Pegawai ● Biaya Umum ● Biaya Pajak ● Biaya Susut ● Biaya Penyisihan dan Penyusutan ● Biaya Eksploitasi Umum .784 Jumlah 8.314.874. 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Pendapatan Usaha .383.Pajak Kini .804.607.287.565.227 (1.683 349.598.312 480.856.Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih Segmentasi Usaha Pelayanan Publik Komersial 8.267 132.902.340.335.009.539.263.539 (526.473.490 141.Pendapatan Lain-Lain .747.075 7.190.286.627.206) Non Segmen 622.479.598.554 1.339.667 1.554) 163.864.Biaya Penjualan .929.772.554) 785.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA RUGI PER SEGMENTASI USAHA Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) No.985.236.159.805 15.170.153.172.153.554 1.780 201.262.510.287.400) (507.154.267 132.400) 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 6 .172.954.627.411.236.912.178 480.679 152.762.856.262.862.015) 19.707.Jumlah Biaya Umum dan Administrasi Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain .108 (1.203.890.667 1.415.615.862.207.772.954.191.473.737.806.802.759 29.929.890.113.329.912.312 1.284.737.645.607.985.682 435.539.780 201.263.615 19.415.191.Biaya Lain-Lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba(rugi) Sebelum PPh Badan .108 (1.804.207.683 349.494 482.944.223.756 628.645.339.007.672.806.327.190.682 435.373.379.944.382.117.121 17.

CATATAN LAPORAN KEUANGAN .

1. Perum Bulog berupaya untuk mendapatkan profit. Dengan demikian. Kegiatan Usaha Pokok Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. maksud dan tujuan perusahaan adalah sebagai berikut : • Sifat usaha dari Perusahaan adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perusahaan.2. maka Perum BULOG mempunyai dua tugas. Dalam tugas publik. • Maksud didirikannya Perusahaan adalah : o o untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Pendirian Perusahaan Perusahaan Umum BULOG selanjutnya disebut Perusahaan adalah badan usaha yang didirikan dengan Peraturan Pemerintah No.1. dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1. 1. Perum BULOG melaksanakan penugasan pemerintah yaitu: penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) dan pengamanan stock dalam rangka ketahanan pangan. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berstatus Perum. sedangkan dalam tugas komersial. yaitu tugas publik dan tugas komersil. pengelolaan kegiatan Bulog tidak sepenuhnya dapat mengikuti kaedah-kaedah sebagaimana perusahaan umum lainnya. 7 tahun 2003. pengelolaan cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu.7 Tahun 2003. sifat. Perusahaan menyelenggarakan kegiatan usaha-usaha logistik pangan pokok serta usaha lainnya yang dapat menunjang tercapainya For A Brighter Future 7 . • Tujuan Perusahaan adalah turut serta membangun ekonomi nasional khususnya dalam rangka pelaksanaan program pembangunan nasional di bidang pangan. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan PP No. dan stabilisasi harga. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan. Sifat. terutama dalam kegiatan publik.3.

Menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan. yaitu: o Tersedianya kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan”. Dalam penugasan tersebut Perum Bulog diwajibkan : 1. 9 tahun 2002 tentang Penetapan Kebijakan Perberasan Nasional. Pengadaan beras untuk penyediaan dan penyaluran beras bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan sebagaimana dimaksud dalam angka 1. kualitas. Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha perusahaan. jumlah dan tempat. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri.4. Pengadaan untuk cadangan beras pemerintah sebagaimana dimasud dalam angka 1. 1. pengelolaan. 2. Menyediakan dan menyalurkan beras untuk menanggulangi keadaan darurat dan menjaga stabilisasi harga beras dalam negeri melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. baik tepat waktu.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) maksud dan tujuan Perusahaan. cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. sesuai PP Nomor 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog pasal 6 ayat 2 huruf b disebutkan bahwa ” dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. Perum Bulog menerima penugasan pemerintah khususnya untuk stabilisasi harga gabah/beras sebagaimana yang tertuang dalam Inpres No. 3. For A Brighter Future 8 . Visi Perusahaan “Menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan” Adapun penjabaran visi tersebut adalah sebagai berikut: • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam rangka memantapkan Ketahanan Pangan Nasional dari berbagai aspek.

Melayani hasil produksi pangan dari petani dan memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan secara berkelanjutan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) o o Sebagai pengendali harga pangan di tingkat Produsen dan Konsumen. maka Perum Bulog memiliki misi sebagai berikut: • • Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pangan nasional. Pemenuhan kepuasan pelanggan. baik petani (produsen) maupun konsumen (masyarakat). Menjalankan usaha dalam bidang produksi. yang memberikan manfaat kepada perekonomian Nasional. For A Brighter Future 9 . Pemberdayaan dan pengembangan SDM • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti senantiasa memiliki kepekaan atas tanggung jawabnya terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan serta taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam melaksanakan bisnis.5. Misi Perusahaan Berdasarkan visi perusahaan diatas. pemasaran dan jasa di bidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya Pangan dan bidang usaha lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas. Pencapaian kinerja yang produktif dan penciptaan nilai (value creation). • • Menyelenggarakan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat kepada stakeholders. 1. efisiensi dan kemampuan untuk menghasilkan laba. Pemenuhan kepentingan dan kepercayaan terhadap pemegang saham. • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti profesional dan kompetitif dalam: o o o o o Pelaksanakan tugas publik dan komersial dalam bidang usaha pangan berskala Nasional dan Internasional.

kewajiban.Sudar S.P. Direksi dan Dewan Pengawas Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Ketua Dewan Pengawas Anggota Dewan Pengawas : : M. pendapatan dan beban diakui pada periode terjadinya.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1.dan Kantor Pusat) Laporan unit kerja hanya For A Brighter Future 10 . Periode Laporan Interim adalah triwulanan. Laporan Interim merupakan laporan antar periode. pengukuran aktiva. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. Simatupang . & IT Direktur Umum dan SDM : : : : : Widjanarko Puspoyo Saean Achmady Bambang Budi Prasetyo Tito Pranolo Agus Saefullah 2.Rachmad Pambudy . Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban. • Laporan Keuangan Gabungan merupakan penggabungan dari laporan yang disusun oleh seluruh unit kerja (Subddivre.1. Divre. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan • Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan Asumsi Kelangsungan Usaha dan atas Dasar Akrual.A . atau dalam keadanan tertentu dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kawajiban dalam kegiatan usaha normal. • Laporan Keuangan disusun berdasarkan Nilai Historis : o o Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas atau sebesar nilai wajar untuk memperoleh aktiva tersebut.Anshari Ritonga Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi Direktur Pengemb. disusun untuk keperluan manajemen dan memudahkan dalam penyusunan Laporan Keuangan.6. • • Laporan Arus Kas disusun dengan mengunakan metode tidak langsung.

2. • Setara Kas. adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Perusahan dalam bentuk Rupiah maupun Mata Uang Asing. merupakan Piutang yang timbul dari kegiatan usaha Perum Bulog. 2. Setara Kas terdiri dari rekening giro dalam bentuk rupiah maupun Mata Uang Asing dan Uang Dalam Perjalanan. terdiri dari piutang yang terjadi dari transaksi dengan Pemerintah dan transaksi non Pemerintah. • Semua alat-alat likuid yang tidak segera diperlukan oleh perusahaan disimpan dalam bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. For A Brighter Future 11 . Selisih antara Piutang yang diakui dengan realisasi penyelesaian dengan Pemerintah. • Piutang Lainnya. Piutang • Piutang Usaha.3. • Laporan Keuangan disusun terdiri dari : o o o o o Neraca Laporan Laba-Rugi Arus Kas Perubahan Ekuitas Catatan Atas Laporan Keuangan 2. merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid. berjangka pendek yang dengan cepat dapat dijadikan Kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai signifikan. • Piutang transaksi dengan Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih kepada Pemerintah. merupakan Piutang yang timbul diluar dari kegiatan usaha Perum Bulog. Kas dan Setara Kas • Kas.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja masing-masing unit kerja dan merupakan bagian dari laporan keuangan perusahaan yang lengkap. diakui sebagai beban atau pendapatan periode yang bersangkutan. • Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan laporan gabungan perusahaan dengan anak perusahaan.

bila berumur lebih dari setahun.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Piutang transaksi dengan non Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih setelah diperhitungkan dengan penyisihan. tidak ada pembayaran dan diragukan pengembaliannya. • Berdasarkan hasil analisis piutang masing-masing debitur. terhadap Piutang Usaha dilakukan Penyisihan Piutang. • Kriteria piutang ditentukan oleh umur piutang dan tingkat kolektabilitas piutang per debitur. Besarnya penyusutan 50%. Piutang kurang lancar. Besarnya penyusutan 0%. bila berumur lebih dari setahun. Piutang macet. tidak ada pembayaran. • Piutang usaha kepada Non Pemerintah : o o o o Piutang lancar. sedangkan tingkat kolektabilitas piutang ditentukan oleh kemampuan bayar debitur. Besarnya penyusutan 100% • Piutang Usaha yang diklasifikasikan sebagai diragukan dan macet dikelompokan dalam kelompok Aktiva Lain-Lain. sesuai dengan Keputusan Menteri. sulit diharapkan untuk dapat ditagih dan bermasalah (sengketa/peradilan). Umur piutang ditentukan/dihitung sejak timbul/terjadinya piutang (dalam satuan bulan). bila berumur lebih dari setahun dan ada pembayaran namun tidak lancar. Besarnya penyusutan 0%. bila berumur kurang dari setahun dan pembayarannya lancar (kontinyu). • Piutang usaha kepada Pemerintah dikategorikan sebagai Piutang Lancar. Pengalihan Piutang Usaha (Anjak Piutang) • Anjak piutang dengan resource diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan.4. • Penghapusan Piutang dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. Besarnya penyusutan 15%. 2. Piutang diragukan. • Selisih antara nilai piutang yang dialihkan dengan dana yang diterima ditambah For A Brighter Future 12 .

antara lain Karung/Karplas/ Kartago. Khusus untuk karung pembungkus bekas baik (yang masih dapat digunakan) dinilai sebesar 75% dari harga pembelian yang terakhir dari jenis karung yang bersangkutan. diakui sebagai beban bunga selama periode anjak piutang. Persediaan • Pengelompokan Persediaan o Persediaan Barang Dagangan Barang dagangan yang siap untuk dijual dalam kegiatan normal Perusahaan.5. o Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli/harga pengadaan/harga penerimaan Barang Pelengkap/ Pembantu selama periode diakui sebagai beban periode yang bersangkutan. Harga beli/harga pengadaan barang dagangan dan biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian/pengadaan diakui sebagai biaya perolehan. sisa/saldo Barang Pelengkap/ Pembantu diakui sebagai Persediaan dan dinilai menurut harga pembelian/pengadaan/penerimaan terakhir. Barang dagangan yang dalam proses pengolahan Barang dagangan dalam perjalanan (dalam proses pemin dahan/movement) o Persediaan Barang Pelengkap/Pembantu : Tidak dimaksudkan untuk dijual Diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha yang terkait dengan barang dagangan. Obat-obatan untuk perawatan Persediaan Komoditi Dagangan. • Penilaian Persediaan : o Barang Dagangan Berdasarkan biaya perolehan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dengan retensi. For A Brighter Future 13 . Biaya-biaya yang terkait langsung dengan pengolahan/ prosessing barang dagangan diakui sebagai biaya perolehan. Pada akhir periode (tanggal neraca) berdasarkan pemeriksaan fisik (stock opname).

Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian LN diakui pada saat penerimaan barang. o Biaya Perolehan Barang Dagangan Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian DN adalah biayabiaya yang terkait langsung dengan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang. Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli LN/harga import. Harga beli DN. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement regional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Divre yang bersangkutan. o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli barang pelengkap/pembantu atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga beli DN.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Harga Perolehan Persediaan o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Dagangan Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli DN. Harga penerimaan barang dagangan atas kegiatan giling/prosessing dan reprosessing diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga pokok bahan baku barang dagangan yang digiling/prosessing atau reprosessing. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement nasional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Bulog Pusat (dilimpahkan). penerimaan barang dagangan atas kegiatan movement (nasional/regional) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga For A Brighter Future 14 . Harga penerimaan barang pelengkap/pembantu atas kegiatan penerimaan movement diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga pelimpahan (SH-5).

Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar diakui pada periode berjalan.7.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan giling/ prosessing dan reprosessing adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan giling/prosessing atau reprosessing diakui pada saat penerimaan barang. Investasi • Deposito berjangka disajikan sebesar nilai nominalnya sebagai investasi jangka pendek . disajikan sebesar nilai wajar. o Investasi dalam bentuk surat beharga yang tidak memenuhi kreterian untuk diperdagangkan atau untuk dimiliki. Perusahaan mempunyai kepemilikan saham 20% s/d 50% disajikan dengan metode ekuitas sebesar nilai perolehan setelah diperhitungkan dengan bagian laba/rugi bersih perusahaan asosiasi serta dikurangi dengan pendapatan deviden 2. 2. Aktiva Tetap • Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau 15 For A Brighter Future . • Investasi dalam bentuk penyertaan saham : o o Perusahaan mempunyai kepemilikan saham kurang dari 20% disajikan sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi. • Penghapusan Persediaan dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/ keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. sesuai dengan Keputusan Menteri. o Untuk dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) disajikan sebesar harga perolehan disesuaikan dengan amortisasi premi atau amortisasi diskonto sebagai investasi jangka panjang.6. • Investasi dalam bentuk surat berharga (efek) yang nilai wajarnya tersedia dapat berupa efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) : o Untuk diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar sebagai investasi jangka pednek. Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar disajikan sebagai komponen ekuitas.

Pada akhir masa manfaat ekonomis nilai sisa adalah Rp 1. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi. LPND Bulog adalah hasil penilaian berdasarkan hasil Inventasisasi dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban (IPKK) LPND Bulog. • Terhadap Aktiva Tetap dilakukan penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Methode). o Kelompok-II. o o Kelompok-III. • Aktiva tetap bukan bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GSP. yaitu bangunan permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GBB. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. Kelompok-IV. GDT. Kantor. • Biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah Kas atau setara Kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva tetap tersebut dalam kondisi siap untuk dipergunakan. yang dipergunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal Perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Inventaris Kantor. Rumjab masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. yaitu bangunan permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dibangun terlebih dahulu. Inventaris Laboratorium dan Inventaris Lainnya) kecuali Alat Pengatur For A Brighter Future 16 . • • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap sesuai ketentuan perpajakan. semua Inventaris (Inventaris Gudang.. GBM. Inventaris Rumdis. • Pengeluaran setelah perolehan (Subsequent Expenditures) pada properti. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun.(nilai residu=Rp1). Aktiva tetap bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. • Nilai perolehan aktiva tetap eks. pabrik dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula. pembelian.

Kipas Angin dan sejenisnya). serta Kedaraan Roda Dua (Motor.9.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Udara (AC. yang dinyatakan berdasarkan biaya pembangunan. o Kelompok-II. • Aktiva tetap yang masa manfaatnya dalam satu periode kurang dari 6 bulan tidak dilakukan penyusutan dalam periode yang bersangkutan • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap eks.8. Truck. Kapitalisasi Pengeluaran Modal/Biaya • Terhadap pembelian inventaris kantor. diakui sebagai beban pada periode yang bersangkutan • Terhadap pembelian inventaris kantor. Aktiva dalam Pembangunan • Aktiva dalam pembangunan meliputi bangunan dan prasarana lainnya. LPND Bulog berdasarkan taksiran Sisa Masa Manfaat Ekonomis. • Akumulasi biaya aktiva dalam pembangunan akan direklasifikasi ke aktiva tetap yang bersangkutan dan kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat pembangunan selesai dan aktiva tersebut siap untuk dipergunakan. gudang. Bus. 2. Alat Pengatur Udara (AC.10. Kipas Angin dan sejenisnya) dan MesinMesin masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 8 tahun. Speedboad dan sejenisnya). 2. rumah dinas dan laboratorium yang For A Brighter Future 17 . seperti Kendaraan Roda Empat (Mobil. gudang. Aktiva Tidak Berwujud • • Aktiva Tidak Berwujud disajikan dalam Aktiva Lain-lain Terhadap Aktiva Tidak Berwujud dilakukan Penyusutan (Amortisasi) dengan menggunakan metode garis lurus (straight line methode) Periode Penyusutan (Amortisasi) ditetapkan maksimal selama 20 (dua puluh) tahun. 2. biaya tidak langsung dalam pembangunan tersebut dan biaya-biaya pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva selama masa pembangunan. biaya pegawai langsung. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan. Sepeda dan sejenisnya) masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 4 tahun.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) sifatnya sebagai sarana diakui sebagai aktiva • Terhadap inventaris kantor. diadministrasikan secara tersendiri di luar neraca 2. diakui sebagai Pos Dana APBN yang selanjutnya akan diakui sebagai penambahan penyertaan modal Negara setelah ada penetapan dari Pemerintah • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan penggantian pembiayaan atas penugasan Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan sesuai dengan peruntukannya • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan subsidi Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan For A Brighter Future 18 . merupakan Kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terbagi atas saham • Besarnya modal Perusahaan pada saat pendirian adalah sebesar seluruh nilai kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama yang dilakukan oleh Departmen Keuangan.12. gudang.11. Bantuan Pemerintah/Subsidi • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN untuk memperoleh suatu aktiva. Kantor Menteri Negara BUMN dan LPND Bulog • Setiap penambahan dan pengurangan penyertaan modal Negara dalam Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Penerbitan obligasi dalam rangka pengarahan dana masyarakat oleh Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Struktur modal Perusahaan terdiri dari : o o o o Modal Negara Modal Donasi Cadangan Umum Akumulasi Laba-Rugi 2. Modal • Modal PERUM BULOG. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan.

2. Biaya Pinjaman • Biaya atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan atau pemasangan aktiva dalam pembangunan dikapitalisasi. yaitu diakui pada saat kejadian. merupakan pendapatan yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi • Beban.14. diakui dengan menggunakan dasar Akrual. Pengakuan Pendapatan dan Beban • Pendapatan. amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN berupa bantuan Gaji PNS diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan 2. Beban keuangan ini mencakup beban bunga. kecuali: o o • Subsidi beban Pemerintah yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku Tagihan bunga atas Piutang yang digolongkan sebagai Piutang diragukan dan macet Pendapatan Ditangguhkan. yaitu beban yang memiliki hubungan yang jelas dengan pengakuan pendapatan • Beban Ditangguhkan. selisih kurs. • Kapitalisasi biaya-biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan aktiva tetap telah selesai dan siap untuk digunakan.13.15. diakui dengan menggunakan dasar Akrual. merupakan beban yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi 2. Pajak Penghasilan • Perusahaan menerapkan metode pajak tangguhan dalam perhitungan beban pajak penghasilan • Aktiva dan Kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak mendatang yang timbul dari perbedaan antara jumlah tercatat menurut Laporan Keuangan dengan dasar pengenaan pajak menurut ketentuan perpajakan For A Brighter Future 19 .

Transaksi dalam Mata Uang Asing selama periode akuntansi dijabarkan dalam mata uang Rupiah. biaya umum dan biaya berdasarkan formula sebagi berikut : • Kontribusi biaya/beban usaha Penugasan Pemerintah (PSO) di hitung berdasarkan formula : BUP = TPP TP x 100 % penyisihan piutang. Transaksi dan Saldo Dalam Mata uang Asing • • Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan menggunakan Mata Uang Rupiah.16. 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Koreksi fiskal akibat ayat-2 tersebut diakui sebagai beban/pendapatan periode kini (berjalan) 2. menggunakan kurs yang terjadi pada saat transaksi. biaya peyusutan aktiva tetap untuk masing-masing segmen dihitung BUP TPP TP • = = = Beban Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Perum Bulog Kontribusi biaya/beban usaha Komersil di hitung berdasarkan formula : BUK = TPK TP x 100 % For A Brighter Future 20 . • Selisih akibat perbedaan kurs pada saat terjadi transaksi dengan tanggal neraca diakui sebagai Pendapatan/Biaya periode yang bersangkutan. Aktiva dan Kewajiban moneter dalam mata uang Asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah. dengan mengunakan Kurs Tengah Bank Indonesia.17. Kontribusi Biaya/Beban Usaha Kontribusi biaya/beban usaha biaya pegawai. • Pada tanggal Neraca.

Koreksi Pembukuan Periode Lalu Terhadap koreksi-koreksi pembukuan yang timbul akibat kesalahan pada periode akuntansi yang lalu.18. disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) BUK TPK TP • = = = Beban Usaha Komersil Total Penghasilan Usaha Komersil Total Penghasilan Perum Bulog Penyajian Laporan Keuangan TA 2003 yang telah dilakukan Kontribusi biaya/beban usaha hanya pada Laporan Keuangan Gabungan Bulog. diakui pada periode akuntansi berjalan. For A Brighter Future 21 . 2.

503.378.581.292 570.730.527.653.406 98.546 tersebut merupakan dana yang ada di Bank di Divre-Divre dan Bulog Pusat telah sesuai dengan hasil pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.728.545.098. PENJELASAN AKUN-AKUN NERACA DAN LABA (RUGI) 21-01-2003 3.337.Kas manajemen .342.110.741 1.113.028.414.081 9.102.110.Kas lain-lain 1.648.655.655.Kas Valas .113.Bank .838 Jumlah tersebut merupakan setara kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.989.273.015.Bank Bukopin .1 3.313.Bank Rakyat Indonesia 1.737.483 1.2 Setara Kas 1.1. rekonsiliasi terdiri dari : Berdasarkan Bank : .098.303.299.854.1.1 KAS DAN SETARA KAS Kas 1.028 Jumlah tersebut merupakan saldo buku kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat.081.132 1.662.157 302.894.303. terdiri dari : .852.273.739 4.100.866 4.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.208.337.607.838 563.028 570.323.282.287.258 319.546 7.335 4.989.866 3.395. telah sesuai dengan hasil kas opname pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 yang diklasifikasikan sesuai tujuan penggunaannya terdiri dari : .055 For A Brighter Future 22 .023.Uang Dalam Perjalanan 1.573 3.856.313.073.342.282.395.627.122 158.573 Bank Jumlah 1.014.286.492 1.Kas Eksploitasi .084.307 140.866 575.439 4.208.081 563.323.

986.197.743 145.704.850.959.982.215 1.545.729 12.655.845 tersebut termasuk penerimaan pembayaran imbal dagang RI-Rusia sebesar Rp 795.Bank Mandiri .233.313.724.655.237.648.668.323.Droping Dana Manajemen . INVESTASI JANGKA PENDEK 614.555.353.617 40.777.579 9.273.256.513.546 56.669.014.2.514.697 29.Bank BNI .000.926.312.085.323.239. terdiri dari : .682.817 6.292 Jumlah tersebut merupakan transfer dana yang masih dalam perjalanan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.313.083 3.724.033.840.500 2.014.292 3.515 995.178 563.303.Lainnya Jumlah 3.988 11.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukannya : .809.855.Investasi .475 7.664.687 13.273.284 Uang Dalam Perjalanan 9.296 5.549.Manajemen .081 75.219 563.446.334.Satgas .015.Lainnya Jumlah 64.028.081 21-01-2003 54.028.924.446.199.546 Jumlah lainnya sebesar Rp 950.899.031 950.048 452.700.775.Jaminan .570.000 Jumlah tersebut merupakan penempatan dana Bulog dalam bentuk deposito berjangka 3 s/d 6 bulan diperpanjang secara otomatis (rollover) di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 dalam bentuk rupiah dan US $ terdiri dari : For A Brighter Future 23 .806.389 61.015.525.492 290.845 1.098.098.510.195.Eksploitasi .492 7.997.158.494 1.648.196 9.189.850.Dana Cadangan .098.929.356 26.

000 1.000 684.652 5.000 129.Uang Muka Pengadaan .000 327.500.833.000 141.3.545. terdiri dari : For A Brighter Future 24 .000 254.613 868.713.Bank Rakyat Indonesia .Bank Bukopin .112.478.500 343.944 15.944 9.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan bank : .000.200. PIUTANG 635.986.078 3.294.000 3.000 1.300.500 21-01-2003 1.550.963.227.570.274 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat setelah diperhitungkan dengan akumulasi penyisihan piutang pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.005.Deposito Dalam Rupiah .073.450.674.018.000 2.751 4.295.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan penempatan : .964.237.682 2.500 614.500 1.353.625 2.901.986.926.000.Uang Muka Lain-Lain Jumlah 7.000.720.Uang Muka Manajemen .829.000.000.963.926.Uang Muka Eksploitasi .301 299.918.198.000 141.000. UANG MUKA 12.Deposito Dalam US $ Jumlah 360.000.842.010.353.570.404.457.4.514.000.022.010.886 12.565.Bank Mandiri .000 614.000 2.999.250.073.140.293.813 15.078 Jumlah tersebut merupakan pemberian uang muka di Divre-Divre dan Bulog Pusat yang belum dipertanggungjawabkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .353.099.295.938.603.626.

529.905 3.488.500 Jumlah pendapatan lainnya sebagian besar merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan.Jasa Giro/Deposito .905 1.529.Lainnya Jumlah 4.133.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.700.281.679.072.379 1.079.869.488. 3.4.733.944 27.684.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 810.398 6.718.654 262.2 Piutang Lainnya .438.264 8. penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN X.656 73.218.142.4.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 3.649) 634.214.806.393.500 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang masih harus diterima di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .Piutang Golongan Anggaran Pusat .714 11.520.674.142.202.Piutang Pemerintah (Imbal Dagang) .500 265.369 297.733.000.295) 1.124 7.1 Piutang Usaha .182.580 14.670.Piutang Pegawai .700 126.523 6.827 (78.795.000 271. Lihat Catatan No.142.070.206.187.4.112.508.597 636.418 (1.532 245.179.268.723 12.206.838 6.488.393.28.872.5.802.625.866 297. PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA 11.399.369 1.956.091.584.882 54.182.905 1.964.Lain-Lain .Piutang Depkeu .090.342.624.448 471. For A Brighter Future 25 .Piutang BUMN .896.670.670.Piutang Swasta .838 271.Piutang Departemen Lainnya .308.Piutang Klaim .769 21-01-2003 103.498.027.

437.706.548.Biaya Lainnya Jumlah 384.603 persediaan barang 32.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.104 426.907.052.221.559. 3.Gula Pasir Jumlah Barang Pelengkap/Pembantu .612.905 27.585.544.2 Persediaan Dalam Proses Jumlah tersebut merupakan nilai 48. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 426.Karung Pembungkus .227.104 392.344.088.762.158.284.009 3.664.977 46.483 365.922 52.928.520 251. terdiri dari : For A Brighter Future 26 .009 Jumlah tersebut merupakan biaya dibayar dimuka di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.910 5.7.6.009 3.718.449.Beras .775 680.721.050.098.264.294.274.468.936.7.237.025.483 21-01-2003 392.Obat-Obatan (PQC) Jumlah 3.450.814.585.650.274.502.494.652 4.357 pelengkap/pembantu dalam proses/di PP di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.837 4.977 32. terdiri dari : Barang Dagangan .611.7.583 4.726.571 157.435.215.897 dagangan dan barang 4.238.379 42.038.663 5.Biaya Umum dan Pegawai .539.050.1 PERSEDIAAN Persediaan di Gudang 5. terdiri dari : .334 Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dan barang pelengkap/pembantu di gudang di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.270.301.986.939.Gabah .721.223.098.758 4.574 63.

184.Karung Pembungkus 3.464 Barang Pelengkap/Pembantu .686. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 68.310 1.132 2.135.344 292. 3.811 602.035.Gula Pasir 292.764.Beras .814.686.000 9.4.512.126.Karung Pembungkus .464 persediaan barang 60.120 420.121.126.512.707.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Barang Dagangan .782.Obat-Obatan (PQC) 1.408. Pengadaan LN (Import) Dalam Penyelesaian 2.630 - Jumlah tersebut merupakan pajak dibayar dimuka (tidak final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : For A Brighter Future 27 .993.224.716 602.439.396.587 1.3. Persediaan Dalam Perjalanan Jumlah tersebut merupakan nilai 294.036.105.174.7.310 611.811 47.254.527 dagangan dan barang pelengkap/pembantu dalam perjalanan di Divre-Divre (movement regional) dan Bulog Pusat (movement nasional) pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Barang Dagangan .121.223.529.069.Gabah Barang Pelengkap/Pembantu .7.260 - Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dalam proses import di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.961 704.126.942.622.028.580.8.093 3.698.510 21-01-2003 44.

817 1.735 5.001.331.10.PPH Ps.002.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .479.906 41.004.PPN Jumlah 52.764.000 3.591.500.630 21-01-2003 - 3.562.HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan .403.646 1.027.056.847.331.692.556.942.339.435.436.Selisih Lur OPK .178.390. AKTIVA LANCAR LAINNYA 5.259 3.259 Jumlah tersebut merupakan Aktiva Lancar Lainnya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.596.986.339.Pos Dalam Penyelesaian Jumlah 2.10.002.847.540.556.Deposito Yang Dijaminkan .9. terdiri dari: .151 393.435.1 Bank Hasil Penjualan (HP) 2.596. BIAYA DITANGGUHKAN 66.001.596.572.439 2.572.592. 3.049 16.646 10.Bank Hasil Penjualan (HP) .385 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari: For A Brighter Future 28 . 22 .401.066.028.217.066.974 - Jumlah tersebut merupakan biaya yang telah direalisir tetapi belum menjadi beban TA 2003 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.591.874 1.390.385 21.874 1.194.530.366.581 68.054 475.

364.224.339.000 386.622 1.004.692.000.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .403.000 2.Jaminan L/C Pengadaan Komoditi .Bank BNI .447.439 21.Jaminan L/C Lainnya Jumlah 944.512.500.000 - For A Brighter Future 29 .000.500.570 206.928.000 2.Jaminan L/C Kredit Operasional .000 - Jumlah tersebut merupakan Deposito yang dijaminkan di Bulog Pusat Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .000 268.435.10.720 415.299 936.000.385 10.000.HP Karung Jumlah 3.646 21-01-2003 1.217.Jaminan L/C Dana Talangan Gula .506 44.026.692.HP Gula Pasir .000.110.Bank Rakyat Indonesia .052.390.Bank Mandiri .3 Deposito Yang Dijaminkan 2.Jaminan L/C Imbal Dagang RI-Rusia .641.648.390.598.385 1.596. 3.004.102 295.435.646 1.556.152.2 HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan 2.507.394 43.572.556.390.966.065.766 2.810.000.572.731.656 13.576 162.673.10.331.028.331.000.339.435 11.514.500.HP Beras .Bank Bukopin .527.366.991 1.627.906 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.382.825.156.285 330.915 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan Bank : .570.572.948.000 404.356.225 118.

12.11.149.943.094 30 1.986.396.Tanah Untuk Bangunan 1.383.764.001.194.056. AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 19.687 Jumlah tersebut merupakan nilai buku aktiva tetap yaitu nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.401.151 Jumlah tersebut merupakan BA penjualan/distribusi beras kepada penerima manfaat (raskin) di Divre-Divre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.562.969.1 Tanah .284. 3.194.891 For A Brighter Future .465.779 393. lihat catatan butir 3.12. AKTIVA TETAP 3.Ayat Silang .817 Jumlah tersebut merupakan pos dalam penyelesaian di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .562.341.056.311.452.4 Selisih Lur OPK 3.479.615 - Jumlah tersebut merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan waktu yang boleh dikurangkan terhadap penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak kini.767.Lainnya Jumlah 2.530.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.306.054 21-01-2003 41.074.358.178.236 337.Transaksi Hubungan Antar Kantor (RAK) .27.5 Pos Dalam Penyelesaian 475.492 475.007 135.735 364.530.017. Rincian perhitungan.038 28.009.620.278.10.307.907.735 393.885.817 3. 3.687 2.10.944.

368.900.Pickup .483 2.546.Tanah Lainnya Jumlah 3.Genset/Pembangkit Listrik .233.813.905.223.000 1.783.2 Bangunan .649.758.AC Sentral .Mesin Pabrik .100 1.065.318.122.758.950 12.100.465.100.267 1.000 594.001.678.198.196 122.12.484 1.552 6.Gedung Kantor .3 Mesin-Mesin .162.481.027 5.524.885.790.956 141.169.463 165.563 (6.000 1.019.953 (97.185.423.815.783.000.133 100.Combi/Mini Bus .833.222 1.158.883.025.310.755.607) 116.283.029 80.143.4 Kendaraan .Truck .725 5.964.581 738.290.961.000.000 .182.851 1.685.027 12.000 22.820 919.581.478.Bus .649.773.000 19.000 48.985.Gudang .Tanah Untuk Gudang .001.624 21-01-2003 311.493 555.276.702 553.000 594.099.164) 963.705.999.391.025.111.109 38.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.820.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.239.582 1.801.Rice Miling Unit .803.Sedan .818.846 1.016.575.641 53.920.397 1.985.534.362.Tanah Kosong .843.000 4.Pabrik .633.045.Lainnya .920.000 330.306 112.900 2.616 77.279.820.476.000 5.016.023.697 46.Dryer .897.377.539.109.540.252.Sepeda Motor For A Brighter Future 31 5.054.533.12.950.205 131.789 410.900.529 2.12.178.520 1.901.061.558 790.898.633.840.Lainnya .880.786.Jeep .000 330.310.Rumah Dinas .102 754.548.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .888.580.110 2.

215.842.916.546.141.030.800 146.448 60.796.Inventaris Kantor .744.013.664.215.433 Jumlah tersebut merupakan assets eks.235.Bangunan 964.062.835.674.Persediaan Dalam Perjalanan .845.341.Inventaris Gudang .845.997.997.004 21-01-2003 185.433 964.152 106.920.712 3.943 481.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .880.669.061.236.948.702 17.149 1.314 199.000 30.650.Akumulasi Penyusutan Jumlah 65.858.482.000 33.465.747. 3.642 840.000 38.Pos Dalam Penyelesaian .712 3.141.202.12.861 8.229.Tanah .300.873 3.Uang Dalam Perjalanan .624 (34.833 (12.744.352.796.058 4.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .174 2.605.570.067.647.433 For A Brighter Future 32 .696 6.Lainnya .605.Inventaris Laboratorium .067.570.762.998.5 Inventaris .835 492.352.019.541.696 6.743 261.516.Piutang .735.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.310) 71.987.664.Uang Muka .835.830.585.800 146.174 2.236.236 5.806.Inventaris Lainnya .829) 25.144 32.199.023 5.404.613.736 492.235.743 261.13.820.594.060.Persediaan .1 AKTIVA LAIN-LAIN Assets Kelolaan 506.916. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.Inventaris Rumah Tangga .873 60.945.712.062.000 33.861 8.733.13.609 57.806.609 57.433 495.579.341.541.733.

433 2.817.602.430.112 24.433 21-01-2003 9.611 5.389.282.162 111.112 24.131 191.175 295.470.916.999.860.128.419.300 248.402 9.444.Aktiva Lainnya Jumlah 3.199.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .936.570.320.250 902.518.Gula Pasir .641 153.229 For A Brighter Future 33 .332 492.CPO .830.972.673.13.097.863 552.211 2.680.264.112.Perhitungan Bunga .320.576.157.225.387.799 7.257.830.Mesin-Mesin .860.843 98.Beras/Gabah .999.066.699.100 11.032.Bank Bukopin .673.990.Lainnya Jumlah 7.575.973.Eksploitasi .2 Aktiva Lain-Lain .700.Manajemen .000.506.912.359.Bangunan Dalam Pelaksanaan .053 3.758.Lainnya Jumlah 2.899.518.823 943.731.358 4.685 812.162 111.236.570.229 Jumlah tersebut merupakan pinjaman/kredit Bulog kepada Bank di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Berdasarkan Bank : .Kendaraan .061.318 1.302 13.358 3.591.513.268.899.410.284 9.972.758.225.414.358 5.489.195.270 5.674.186 278.674.359.180.195.758.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .690.Bank Rakyat Indonesia .427.Bank Mandiri .652. HUTANG BANK 9.674.266.830.332 492.916.182 9.303 3.Inventaris .799 7.422.106.742.901.14.118 68.999.533 181.359.209.388.652.229 6.903.015.673.128.

4 Hutang Pihak Ketiga 766.596.789.049.15.384.556.628.488 293.462.013.071.325.320.328.325.965.290 242.Hutang Jaminan .616.628.488 242.3 Hutang Biaya 411.551.630.508.508.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.713 Jumlah tersebut merupakan hutang pihak ketiga di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .160.15.733.316.15.15.645 848.013.257 445.556.543 354.354.645 266.170 354.862 16.670.469 Jumlah tersebut merupakan hutang biaya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .469 189.681.350.457 266.681.461.424.832.055 427.789.543.201.863.Hutang Kepada Pemerintah (Beras LN) .478.Karung Pembungkus Jumlah 3.632 999.236.331 3.054.596.543 Jumlah tersebut merupakan hutang pengadaan barang dagangan/pelengkap di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .297.288 258.15.063 34.Hutang Lainnya Jumlah For A Brighter Future 34 45.484.685 7.529.354.573. 3.279.615.158 74.1 HUTANG USAHA Hutang Pengadaan 1.599.013 445.288 25.917 848.099.911 34.917 964.478.287 60.424.824 7.Hutang Biaya Karung Jumlah 3.Lainnya Jumlah 3.507.599.Golongan Anggaran .182 999.Beras .684.320 427.457 Jumlah tersebut merupakan hutang peyaluran di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .305.810 161.054.803.018.976.655.Hutang Biaya Beras/Gabah .2 Hutang Penyaluran 410.052.316.320 21-01-2003 1.Hutang Biaya Gusir .440.873 189.116.030 2.713 .892.573.667 193.

BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 25.168 5. 3.Biaya Lainnya Jumlah 4.613.219.611 3.674.161 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang diterima namun belum dapat diakui sebagai pendapatan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.915.Biaya Umum dan Biaya Pegawai .009.22 .195.16.427.739.750.750.838.765.888 9.934.16.23 Jumlah 3.116.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.151.838.514.096 35 1.695.972 120.120.PPH Ps.117 389.461.054.352 389.448 118.461.365. PENDAPATAN DITANGGUHKAN 12.345.17.553 6.160.009.991 9. BEBAN L/C YANG BELUM DILIMPAHKAN 52.991 1.327.PPH Ps.147 245.18.968 335.832 3.19.16.025.056.070 2.349.824 For A Brighter Future .453 5.411 3.21 .946.685.737.411 Jumlah tersebut merupakan biaya yang masih harus dibayar di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .349.670 21-01-2003 725.1 PPH .965 17.727.049 14.434 768.553 401.968 265.561.870.Biaya Eksploitasi .2 PPN 768. HUTANG PAJAK 7.728.911.656.988.415 25.939.898.800 Jumlah tersebut merupakan pajak terutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.PPH Ps.915.

141.082.236.341.089 407.333 170.743 261.433 Jumlah tersebut merupakan aset eks.784.126 170.700.743 261.861 8.896.20. dan inventaris yang dananya berasal dari Pemerintah/APBN dalam tahun 2003.605.733.Persediaan For A Brighter Future 36 964.20.778.551.514.2 Assets Kelolaan 31.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .754.433 - 3.733.054.861 8.134 1.893 15.773.916.1 Pos APBN Jumlah tersebut merupakan tambahan aktiva Perum Bulog meliputi pembangunan sarana UPGB. pengadaan mesin-mesin pengolah gabah/beras.916.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 21-01-2003 Jumlah tersebut merupakan realisasi penarikan kredit di Divre-Divre yang belum dilimpahkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .Lainnya Jumlah 35.20.120.735 1.Uang Dalam Perjalanan .335.000.712 3.141.570.096 1.236. dengan rincian : .125.433 492. KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN 783.853 492.835.930.835.604.Piutang .352.712 3.514 104.Kendaraan .899.Bangunan .Tanah .683.800 .605.006 34. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.Gula pasir .352.674.155.Mesin .570.537.800 964.570.916.Beras/Gabah .683.341.180.537.106.Uang Muka .853 492.070 52.824 3.Inventaris Jumlah 3.

162 111.972.609 57.799 7.215.Tanah .191.840 21-01-2003 146.609 57. 3.564.128.21.354.727 6.400) - Jumlah tersebut merupakan kerugian Perusahaan pada TA 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) For A Brighter Future 37 .Pos Dalam Penyelesaian .067.2 Akumulasi Laba (Rugi) (507.696 6.972.564.20.916.806.235.664.518.112 24.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .195.652.744.1 EKUITAS Modal Pemerintah 5.570.Bangunan .354.860.847.127 6.235.845.539.845.899.433 - Jumlah kekayaan negara yang belum distatuskan lainnya sebagian besar berkaitan dengan aset-aset LPND. 3.215.174 2.433 9.174 2.916.21.879.3 Lainnya 146.332 492.373.879.433 9.Aktiva Lainnya Jumlah 3.443. 3.744.Mesin-Mesin .02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.127 6.354.162 111.696 6.127 Jumlah tersebut merupakan penyertaan modal pemerintah kepada Perusahaan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.Persediaan Dalam Perjalanan .067.Inventaris .21.320.518.339.799 7.564.570.112 24.652. yaitu belum dicatatnya aset-aset LPND dalam aset Perum Bulog atau salah mencatat jumlah aset-aset LPND ke dalam aset Perum Bulog.664.879.Kendaraan .128.320.806.332 492.860.195.899.329.433 120.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.22. 3.22.1 PENJUALAN Pelayanan Publik (PSO) 8.985.912.081.075 8.985.912.081.075

Jumlah tersebut merupakan realisasi hasil penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Beras - Penjualan Kepada Golongan Anggaran Pusat - Penjualan Kepada Golongan Departemen - Penjualan Kepada BUMN - Penjualan Kepada OPK/Raskin - Penjualan Beras Lainnya dan Karung 782.904.259.399 158.533.461.897 1.003.655.600 6.772.718.742.615 76.789.394.265 7.791.949.513.776 Gula Pasir Penjualan Eksport CPO 723.635.561.786 470.327.005.513

3.23.

HARGA POKOK PENJUALAN

7.645.739.190.254

Jumlah tersebut merupakan harga pokok penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Penjualan Gula Pasir - Penjualan karung - Penjualan CPO Jumlah 6.559.863.217.510 613.654.000.714 1.894.966.517 470.327.005.513 7.645.739.190.254

3.24. 3.24.1

BIAYA USAHA Biaya Penjualan

1.207.607.627.267 37.191.954.683

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penjualan di Divre-Divre selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003)

For A Brighter Future

38

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.24.2 Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai 1.170.415.672.584 349.856.262.780

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya pegawai di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Gaji dan Honor - Tunjangan - Kesehatan - Kesejahteraan - Biaya Pegawai Lainnya Jumlah Biaya Umum 107.990.728.565 167.593.363.886 39.469.041.409 24.334.401.538 10.468.727.382 349.856.262.780 201.929.382.017

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Biaya Operasional - Biaya Pemeliharaan - Biaya kantor - Biaya Rapat/Seminar - Biaya Litbang - Biaya Diklat - Biaya Umum Lainnya Jumlah Biaya Pajak 47.844.457.795 54.149.802.330 39.898.954.570 8.295.333.931 5.959.603.950 2.316.772.781 43.464.456.660 201.929.382.017 413.236.759

Jumlah tersebut merupakan beban biaya pajak (final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003), diluar pajak badan. Biaya Susut periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : For A Brighter Future 39 29.802.153.679

Jumlah tersebut merupakan biaya susut barang dagangan di Divre-Divre selama

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003

- Beras - Gabah - Gula Pasir - Karung Jumlah Biaya Penyisihan Piutang dan Penyusutan Aktiva

28.111.085.813 186.000 892.131.866 798.750.000 29.802.153.679 152.874.864.682

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penyisihan piutang dan penyusutan aktiva tetap di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Biaya Penyisihan Piutang : - Biaya Penyisihan Piutang Usaha - Biaya Penyisihan Piutang Lainnya Jumlah Biaya Penyusutan Aktiva Tetap - Biaya Penyusutan Bangunan - Biaya Penyusutan Mesin-Mesin - Biaya Penyusutan Kendaraan - Biaya Penyusutan Inventaris Jumlah Biaya Eksploitasi Umum 97.423.368.164 6.019.883.606 12.920.594.802 34.747.674.166 151.111.520.738 434.365.686.759 1.074.063.292 689.280.652 1.763.343.944

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Gabah - Gula Pasir Jumlah For A Brighter Future 40 429.208.072.281 5.114.218.939 43.395.539 434.365.686.759

335.174.855 7.955.529 72.646. dan distribusi raskin.Gula Pasir .Jasa Giro dan Bunga Deposito 785.Karung .26.180.862.421 3.379.688.262.295 83.984.829.539 Jumlah tersebut merupakan realisasi pendapatan dan biaya lain-lain di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari: 3.773.1 Pendapatan Lain-Lain . pengelolaan cadangan beras pemerintah. 3.Gula Pasir .400.287.428.538.085.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung 1.908 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi penggunaan karung di DivreDivre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003). PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN 628.Beras/Gabah .710.888 23. stabilitas harga gabah/beras.082 810.499. serta tugas untuk selalu menjaga penyediaan stock yang cukup untuk ketahanan pangan.327.167.108 Jumlah biaya/bunga bank beras/gabah sebagian besar merupakan beban bunga kredit bank untuk pengadaan Beras/Gabah sesuai penugasan oleh Pemerintah.488 For A Brighter Future 41 .314.Beras/Gabah .108 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya dan beban pinjaman (bunga) di Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : .Pendapatan Sewa Assets .26.138 1.862.287. BIAYA/BUNGA BANK 1.345.947.Lainnya Jumlah 1.798 234. 3.25.532.327.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Hasil Klaim/Denda - Subsidi Pemerintah (Subsidi Perawatan Persediaan) - Laba Penjualan Assets - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah 6.122.262.772 82.189.258.453 350.958.950 196.706.504.105 98.561.246.924 785.538.335.295

Pendapatan Gula pasir merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan, penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN IX, PT PN XI dan PT RNI berdasarkan Surat Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (Menperindag) No.198/MPP/II/2003 tanggal 21 Februari 2003. Jumlah pendapatan lain-lain lainnya sebagian besar merupakan penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang sebesar Rp77.943.163.367. Di dalam pendapatan lain-lain lainnya tersebut, juga termasuk restitusi pajak yang merupakan realisasi pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 yang diterima dalam tahun 2003 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No. 81/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003, No. 90/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003, dan No. 141/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.194.172.847. berupa bantuan Gaji PNS untuk tahun 2003

3.26.2

Biaya Lain-Lain - Beras/Gabah - Gula Pasir - Karung - Biaya Adm Jagir/Deposito - Biaya Pajak Budep/JAgir - Biaya Provisi - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah

157.159.020.756 10.064.451.132 5.406.561.665 276.104.781 7.150.301.272 25.507.864.473 20.187.990.585 69.017.816.410 19.547.930.438 157.159.020.756

For A Brighter Future

42

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.27. PAJAK PENGHASILAN BADAN 19.009.944.615

Jumlah tersebut merupakan taksiran pajak penghasilan badan tahun 2003 yang terdiri dari: - Pajak Kini - Pajak Tangguhan Jumlah 19.009.944.615 19.009.944.615

Untuk keperluan perhitungan pajak tangguhan, Aktiva Tetap eks LPND dianggap sebagai aktiva tetap perolehan baru pada awal tahun 2003 dan disusut dengan manfaat ekonomis sesuai ketentuan perpajakan. 3.27.1 Pajak Kini Rincian taksiran pajak penghasilan sebagai berikut : - Pajak penghasilan bukan final - Pajak penghasilan final Jumlah 25.507.864.473 25.507.864.473 -

Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan rugi setelah pajak adalah sebagai berikut : Laba (Rugi) sebelum pajak Perbedaan temporer : - Penyusutan aktiva tetap - Beban penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal - Pendapatan restitusi pajak - Beban pegawai - Beban umum - Beban lain-lain For A Brighter Future 43 (4.194.172.847) 61.727.037.414 8.230.699.694 31.350.284.982 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 (526.383.284.015)

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Penyusutan aktiva kendaraan & rumah jabatan - Penghasilan jasa giro & bunga deposito - Pendapatan sewa tanah/bangunan - Beban berhubungan dengan penghasilan final Jumlah Laba (Rugi) Fiskal Jumlah pajak dibayar Pajak dibayar dimuka : - PPh pasal 22 - PPh pasal 23 - PPh pasal 25 Jumlah Lebih bayar pajak 3.27.2 Pajak Tangguhan Rincian taksiran pajak tangguhan sebagai berikut : Saldo awal aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Biaya penyusutan aktiva tetap beda waktu : - Biaya penyusutan komersil - Dikurangi biaya penyusutan beda tetap - Biaya penyusutan komersil beda waktu - Dikurangi biaya penyusutan menurut fiskal Jumlah Biaya penyisihan piutang Jumlah beda waktu Penghasilan (beban) pajak tangguhan (30 %) Saldo akhir aktiva (kewajiban) pajak tangguhan 151.111.520.738 18.882.720.314 132.228.800.424 70.625.662.317 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 19.009.944.615 19.009.944.615 52.540.592.049 52.540.592.049 52.540.592.049 19.009.944.615 18.882.720.314 (234.955.829.488) (3.428.646.798) 28.829.180.151 (93.558.726.578) (556.575.528.542)

For A Brighter Future

44

913.879.127.00.564. dan LPND Bulog. Kementrian BUMN.354. Kantor Menteri Negara BUMN.51. Perum Bulog per 31 For A Brighter Future 45 .916. Nilai penyertaan modal Negara tersebut belum termasuk kekayaan negara yang belum ditetapkan statusnya sebesar Rp492. KD-267/DS200/09/2004 tanggal 3 September 2004. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA. aktiva lain-lain bangunan dan aktiva tetap rusak Sub Tim Bidang III untuk penyelesaian uang dalam perjalanan. Tanggal 21 Desember 2004 membahas piutang beras Cuba dengan Direktur Deplu Amerika Latin dan Caribia atas undangan Deputy Sekneg Bidang dukungan Kebijakan Kantor Sekneg. yaitu.433. Piutang beras Pemerintah Zanzibar kepada Pemerintah Indonesia cq. pos dalam penyelesaian. Berdasarkan hasil inventarisasi tim terpadu/gabungan kemudian diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK. Hasil kerja sub tim bidang I berkaitan dengan Piutang Cuba per 31 Desember 1999 sebesar USD28.419.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 3. Tim terdiri dari tiga sub tim. BPKP dan Perum Bulog. Tim tersebut terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan. dan piutang tidak lancar Sub Tim Bidang II untuk penyelesaian aktiva tetap.6. Perkembangan Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog Pendirian Perum Bulog didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 tahun 2003 yang diundangkan tanggal 20 Januari 2003.1. Nilai kekayaan Negara yang belum ditetapkan statusnya tersebut secara definitif ditetapkan kemudian oleh Menteri Keuangan sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Perum Bulog berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan oleh Tim Interdep yang keanggotaannya terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan dan Perum Bulog. bangunan dalam pelaksanaan. persediaan dalam proses dan aktiva lain-lain serta lainnya.28.28. Nilai penyertaan Modal Negara yang ditetapkan sebagai modal Perum Bulog pada saat pendiriannya adalah sebesar Rp.00. Direksi Perum Bulog kemudian membentuk Tim Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog dengan Keputusan Direksi No. Dalam PP tersebut dinyatakan bahwa besarnya modal Perusahaan pada saat Peraturan Pemerintah mulai berlaku adalah sebesar seluruh nilai Kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama dilakukan oleh Departemen Keuangan.570. 3. • • • Sub Tim Bidang I untuk penyelesaian uang muka. piutang.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat pendiriannya.

inventaris. Tujuan pembangunan proyek adalah peningkatan kualitas cadangan pangan nasional. Pembayaran atas pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter kepada Perum Bulog bersumber dari APBN tahun 2003 dan 2004.837.510.2.000. meningkatkan pengembangan sarana logistik nasional.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) September 1995 sebesar Tan Shiling 650. Dan DIPP Nomor 522/DIPP/0/2004 sebesar Rp49.00. Sub Tim Bidang II sepakat agar nilai tanah & bangunan. yang nantinya akan dilelang. 3.000.042.000. aktiva lain/aktiva tetap rusak dan bangunan dalam pelaksanaan sebesar Rp119. pengembangan sarana pasca panen 28 unit. Perum Bulog menerima Anggaran Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Bulog dalam rupiah murni sebesar Rp128. mesin-mesin.00. pengembangan dan pemantapan sarana sistem informasi logistik Bulog.3. Rapat terakhir sub tim bidang II tanggal 15 Desember 2004 sepakat untuk membentuk tim pemeriksaan terhadap kendaraan dinas yang akan dihapuskan di Kantor Pusat.900. kendaraan. Berdasarkan surat pengesahan Daftar Isian Proyek Tahun Anggaran 2004 No. Sasaran proyek tahun 2004 adalah perbaikan & penyelesaian sarana pergudangan bulog.28. Nilai kontrak pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua Helikopter MI-35P beserta suku cadang. Untuk pelaksanaan pembayaran tersebut Perum Bulog telah menandatangani perjanjian dengan Departemen Pertahanan Republik For A Brighter Future 46 .melalui skema imbal beli antara Pemerintah RI yang diwakili oleh Perum Bulog sebagai pembeli.28.00 ditambah beras sejumlah 7.000. Penerimaan Dana APBN untuk Proyek tahun 2004 Dalam tahun 2004 Perum Bulog masih menerima dana yang berasal dari APBN.924. masing-masing dengan perjanjian No. peralatan dan training adalah sebesar USD192.10 ton dengan kualitas 15% broken.00. Program Imbal Beli Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia Pada tanggal 24 April 2003 telah ditandatangani Kontrak Pengadaan Pesawat Sukhoi dan Helikopter MI. Mengingat saat ini Pemerintah Zanzibar sedang dalam kesulitan keuangan maka piutang tersebut tidak dapat dibayar kembali kepada Pemerintah Indonesia cq.474.922. P/336011321002. 3. Mabes TNI sebagai pemakai dan FSUE Rosoboronexport mewakili Pemerintah Federasi Rusia sebagai penjual. dan menstimulasi kualitas kelembagaan pangan masyarakat. aktiva lain bangunan. Perum Bulog. P/336011321001 dan No.000.681.124 diusulkan untuk distatuskan menjadi PMN dengan dasar nilai buku/perolehan. 001/LIII/1/-/2004 tanggal 1 Januari 2004.

000.838.Tahap II .162.969.46 149.415.00 1.593.22. Dari total pembayaran dan penggantian oleh pemerintah maka terdapat kekurangan penggantian karena selisih kurs sebesar Rp54.626.11 37.479.Tahap III .01 364. Secara keseluruhan terdapat kekurangan penggantian sebagai berikut: For A Brighter Future 47 .260.221.07 328.941.000.760.000.27 347. Dalam tahun 2003 Perum Bulog telah melakukan kewajibannya sebagai berikut : USD 26.537.005.107.00.969.995.Tahap I Total Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2003 melalui APBN tahun 2003 sebesar Rp. Perum Bulog berkewajiban melakukan pembayaran baik dengan uang muka maupun cicilan pembayarn melalui pembelian komoditas dari suplier lokal.000.219.57 83. Disamping itu Perum Bulog masih menanggung biaya bunga bank. Pasal 4 perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Dephan akan membayar kepada perum Bulog sejumlah US$192.034.16 36.00 atau ekuivalen USD77.593.896.21 Rp Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2004 melalui APBN tahun 2004 sebesar Rp991.000.979.350.809.778.00 16.000.525.00.330.930. Dalam tahun 2004 Perum Bulog telah melakukan pengiriman komoditas sebagai berikut: USD Pengiriman Komoditas .607.66 347.000.01 Uang Muka Pengiriman Komoditas .Tahap V Sisa Pembayaran Tunai Total 38.856.000. biaya provisi & Adm bank.342.93 Rp 220.58 37.660.151.518.93 42.00 143.570.185.76 8.685.026.400.858.830.371. Sebagai pihak pembeli.71 319.000.402.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Indonesia yang bernomor PK/11/XI/2003 / PKK-107/11/2003 tanggal 19 Nopember 2003 tentang pembayaran pengadaan 2 unit pesawat tempur sukhoi SU-27SK.422.778.835. beban pajak.716.535.900.856.00.00 atau ekuivalen USD115. 2 unit SU-30 MK dan 2 unit holikopter MI-35P.661.Tahap IV .000.

Sampai laporan keuangan ini dibuat Perum Bulog belum menerima jawaban atas surat tersebut.221.00 192. Penyimpanan dan Penyaluran Gula Kristal Putih Import tanggal 14 Januari 2004.995.00 115.268.000. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Impor dengan PT Perkebunan X Perum Bulog dan PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) melakukan kerjasama Pengadaan.896. PKK93/10/2003 tanggal 13 Oktober 2003 Pada tanggal 14 Januari 2004 Perusahaan dan PTPN X melakukan perhitungan laba rugi KSO gula pasir import tahun 2003 yang dituangkan dalam Berita Acara Perhitungan Rampung Kerjasama Operasi Pengadaan.01 1.646.21 1.616.93 149.368.186.641. 3.400.000.969.185.000.000.402.22 660.4.00 Rp 364.759.00 54.593.769.22 68.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) USD Pembayaran 2003 Pembayaran 2004 Total Pembayaran Penggantian 2003 Penggantian 2004 Total Penggantian Kekurangan Penggantian karena selisih Kurs Biaya bunga bank Beban Pajak (PPN 10%) Biaya Provisi & Adm Bank Total Kekurangan Penggantian 16.778.95 145.400/II/2004 tanggal 7 Oktober 2004 perihal permohonan penggantian kekurangan biaya dalam rangka pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter tempur Mi-35P.151. B-585/II/DK.856.900.838.00 1.260.342.05 42.932.652.570.141.38 268.809.400.28.00 623.007.000.930.55 Atas kekurangan penggantian tersebut Perum Bulog telah meminta penggantian kepada Pemerintah dengan mengirimkan surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Pertahanan dalam surat No.000.092.86.995.07 192.000. Perjanjian Kerjasama Pengadaan.734.607.316. 67/II/02/2003 tanggal 26 Pebruari 2003 dengan jangka waktu selama enam bulan terhitung mulai 1 Pebruari s/d 31 Juli 2003 dengan addendum perjanjian No.900.568.706. sehingga bagian laba Perusahaan adalah sebesar For A Brighter Future 48 .00 991.330.919.861.00 77. Berdasarkan perhitungan tersebut laba yang diperoleh KSO adalah sebesar Rp7.644.000.995. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Import dengan PTPN X dengan perjanjian No.

Seperti PNS lainnya program pensiun karyawan Perum Bulog masih diikutkan pada program pensiun pegawai negeri sipil pada PT Taspen. kewajiban kontinjensi dan aktiva kontinjensi. Hal tersebut berkaitan dengan status karyawan Perum Bulog yang masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). For A Brighter Future 49 .2 PESANGON PHK Dalam Undang-undang No.29. Kewajiban diestimasi menurut paragraph 15 PSAK 57 harus diakui apabila ketiga kondisi berikut dipenuhi : a.570. yaitu Bab XII mengenai Pemutusan Hubungan Kerja pasal 156 ayat (1). mengacu kepada pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 57. Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruksi) sebagai akibat peristiwa masa lalu.823. Ayat (2) menetapkan perhitungan besarnya uang pesangon berdasarkan lamanya masa kerja. Kriteria pengakuan dan pengukuran kewajiban perusahaan terhadap karyawannya sebagaimana diuraikan di atas. Ayat (1) menetapkan dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja. 3.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Rp3. (2).959.29. terdapat pasal-pasal yang mengatur kewajiban hukum bagi perusahaan terhadap karyawannya. (3) dan (4).29.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang diikutsertakan pada program Tunjangan Hari Tua (THT) pada Asuransi Ketenagakerjaan. Ayat (4) menetapkan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi. 3.43 yang merupakan 50% laba KSO. Oleh karena itu dalam laporan keuangan tahun 2003 tidak ada kewajiban perusahaan yang berkaitan dengan dana pensiun.1 IMBALAN KERJA KARYAWAN DANA PENSIUN Dalam tahun 2003 Perum Bulog belum menyelenggarakan program dana pensiun tersendiri bagi karyawannya. pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pesangon hak yang seharusnya diterima. Ayat (3) menetapkan perhitungan uang penghargaan masa kerja berdasarkan lamanya masa kerja. Dalam tahun 2004 karyawan Perum Bulog akan Jiwasraya. 3.

uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak terhadap karyawan tetap. namun manajemen berkeyakinan. kecil kemungkinan untuk terjadi Pemutusan Kerja (PHK) yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya. maka kedua persyaratan di atas belum terpenuhi.556. yaitu akun Hutang Usaha. Besar kemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya. Akun-akun yang direklasifikasi adalah sebagai berikut: o Kas. dan estimasi yang handal belum dapat dilakukan.158. maka dilakukan reklasifikasi akun-akun dalam neraca pembuka sehingga penyajiannya dapat disesuaikan dengan penyajian neraca per 31 Desember 2003. Estimasi yang handal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Berdasarkan kondisi yang terjadi di perusahaan. Bank dan sebagian UDP dikelompokkan kembali dalam akun Kas & Setara Kas.385 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Hutang Pengadaan.30 REKLASIFIKASI AKUN Dalam rangka perbandingan antara Neraca 31 Desember 2003 dan Neraca 21 Januari 2003.217. apabila terjadi pemberhentian terhadap karyawan. Bagian UDP yang dikelompokan dalam Kas dan Setara Kas yaitu Dana Manajemen sebesar Rp290.724. For A Brighter Future 50 .403.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) b. Hutang Penyaluran.817 dan UDP manajemen lainnya sebesar Rp6.906 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Bank HP sebesar Rp1.390.855. Dengan demikian estimasi kewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. Hutang Biaya dan Hutang Pihak Ketiga dikelompokan dalam satu akun. dan c.475. sedangkan bagian lainnya UDP yaitu HP yang belum dilimpahkan sebesar Rp21. Perusahaan akan memiliki kewajiban yang sama berupa pembayaran uang pesangon. 3.331.

(021) 5700380. .B /Auditama V/GA/ XII /2004 : 31 Desember 2004 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jl. (021) 5700380. 5704395 pesawat 517 Fax.31 Jakarta Pusat 10210 Telp. Gatot Subroto No. 5738740.BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM BULOG Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN dan PENGENDALIAN INTERN Nomor Tanggal : 37. 5738727. 5720957.

421. ………………. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV ii BPK RI / AUDITAMA KN V 1 3 3 3 4 4 5 6 9 12 15 . Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi.07 juta ….DAFTAR ISI Halaman I.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1. Lampiran B 1.... Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4.……………………….. f. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS PENGENDALIAN INTERN ……………………………………………………………….43 juta ….…………………………………. d. …………………………… III. …………………. ……….. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3. II.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2.. Renovasi Gedung Bulog Lt 14.. b.890. LAMPIRAN A 1. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9. ……………………….364 juta ………………… ……………………………………………. Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut yang termasuk unsur PPN Sebesar 10 %. e.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253.27 juta. c. a..000..80 juta ……………………….859.000.... …………………………………………… 3. IV. 2.00 dilakukan dengan cara pemilihan / penunjukan langsung ………………………………………………. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG UNDANGAN ……………………….060. ………………. Pengadaan Pallet / Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1.75 juta ……. Pengadaan Furniture sebesar Rp1.096..499. 15 dan 16 sebesar Rp7.

97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1. ………………………. 8.Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian.619. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7.. ………………… 6.55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog ………………………………………………………………. 4.. Pemanfaatan rumah perusahaan. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank …………………………………………………………………. Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan surat SH-5 (surat hutang 5) oleh kantor pusat ……………………………. 7. 5.158... 16 18 19 21 23 24 iii BPK RI / AUDITAMA KN V . mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. ……………………………………….

A/Auditama V/GA/ XII / 2004 tanggal 31 Desember 2004. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. kontrak. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.B/Auditama V/GA/ XII /2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. dan persyaratan bantuan. serta laporan laba rugi.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. peraturan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Perusahaan Umum Bulog mematuhi. peraturan. Oleh karena itu. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. laporan perubahan ekuitas. tidak ada . berkaitan dengan unsur yang kami uji. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Namun. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kontrak. Kepatuhan terhadap hukum. dalam semua hal yang material. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. dan bantuan yang berlaku bagi Perusahaan Umum Bulog merupakan tanggung jawab manajemen. dan telah menerbitkan laporan nomor 37.

M i s n o t o. dalam semua hal yang material. peraturan. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi dewan audit. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran A .satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa Perusahaan Umum Bulog tidak mematuhi. Ak. Drs. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. kontrak. pasal-pasal tersebut. 31 Desember 2004 2 BPK RI / AUDITAMA KN V . D-1416 Jakarta. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Namun. manajemen dan dewan pengawas. MA Register Negara No.

00.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253. Namun Dirut menyetujui dua perusahaan yaitu PT Graha Sarana Estetika (PT GSE) dan PT Bijak Manunggal Lestari (PT Bimal) untuk mengajukan harga dan harga di negosiasi turun 40. Kemudian dibuatkan Perjanjian Jual beli No. Pengadaan Furniture sebesar Rp1.499.SESTAMA-DEKU/01/2003 tanggal 29 Januari 2003 kepada Kabulog. b.499. PJB-30A/09/2003 tanggal 3 September 2003.431. Harga penawaran PT GSE sebesar Rp1. Kabulog menyatakan maximum biaya per lantai Rp1 milyar sesuai disposisi Kabulog tanggal 27 Januari 2003 . Berikut ini beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan tersebut.00.27 juta. Setelah dilakukan negosiasi harga menjadi Rp1. Karena waktu yang mendesak maka tim pengadaan mengusulkan pengadaan dengan metode penunjukkan langsung termasuk untuk Konsultan Manajemen Konstruksi.43 juta Sehubungan dengan renovasi lantai 14. Setelah memperhatikan penawaran PT BIMAL dan PT AAC serta memperhatikan hasil negosiasi selanjutnya Kabulog menerbitkan surat penunjukkan langsung perusahaan rancang bangun renovasi gedung Bulog I No. a. Dari hasil survey tersebut direkomendasikan lima rekanan yang memenuhi kriteria. 3 BPK RI / AUDITAMA KN V .45%.845.1.000. dan surat penunjukkan manajemen konstruksi No.000. 15 dan 16 maka diperlukan juga furniture untuk mengisi lantai tersebut.00 dan mendapat persetujuan Dirut tanggal 8 Agustus 2003. Tim telah mengundang PT GSE dan PT Bimal untuk mengajukan penawaran. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50 juta dilakukan dengan cara pemilihan/penunjukan langsung. 457/Plt.979.00 dan ditambah nilai konsultan perencanaan sebesar Rp373. Dari pemeriksaan atas beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan diketahui terdapat kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50. tetapi yang mengajukan penawaran hanya PT GSE.722. Pekerjaan renovasi gedung Bulog dikelompokkan menjadi 5 paket pekerjaan. Renovasi Gedung Bulog Lt 14. Oleh karena itu dilakukan pengadaan furniture untuk Lantai 14.000.000.057. sesuai surat Deku/Plt Sestama No. 15 dan 16.00. Dalam rangka merubah penampilan interior maupun exterior gedung Bulog serta M/E (Mekanikal Elektrikal) Bulog menganggarkan biaya sebesar Rp10 milyar.000.270. Untuk pengadaan furniture Tim Renovasi telah melakukan survey ke beberapa perusahaan yang hasil surveynya telah disampaikan kepada Direktur Utama dengan surat tertanggal 28 Juli 2003.000.096. Dalam tahun 2003 Perum Bulog melakukan beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan barang.081.000. B-181/III/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 kepada PT AAC yang berdasarkan Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Fee Manajemen Konstruksi tanggal 18 September 2003 dengan PT AAC disebutkan nilai kontrak sebesar Rp253. B-188A/IV/04/2003 tanggal 1 April 2003 kepada PT Bimal dengan nilai kontrak sebesar Rp6. 15 dan 16 sebesar Rp7. dilakukan dengan cara pemilihan atau penunjukan langsung.

Pada tanggal 6 Januari 2003 Didiawat mengundang empat rekanan untuk menghadiri penawaran harga penyediaan plastik sheet fumigasi pada tanggal 8 Januari 2003.75 juta . Nota Intern tersebut disetujui oleh Kabulog tanggal 21 Januari 2003. Dari empat rekanan yang diundang hanya PT MCP yang menyatakan sanggup melaksanakan pekerjaan tersebut. dari tiga rekanan tersebut yang hadir hanya dua rekanan dan akhirnya PT Kutama Makmur terpilih sebagai pelaksana pengadaan mesin MPG karena harganya terendah. Salah satu sarana pengasapan adalah plastik sheet untuk menutup beras pada saat pengasapan.364.890. Hal tersebut diikuti dengan diterbitkan Surat Perintah Kabulog No. 002/Deops/I/2003 kepada Kabulog tanggal 15 Januari 2003 antara lain menyebutkan bahwa mengingat pelaksanaan CO2 stack beras luar negeri tersebut waktunya diperkirakan akan dimulai Februari 2003 atau paling lambat Maret 2003. gas CO2.000. Panitia Pengadaan dengan surat No. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4. PKK-1B/01/2003 tanggal 17 Januari 2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.287. Untuk Pengadaan alat pengering mekanis perum Bulog melakukannya dengan penunjukan langsung. Tanggal 23 Januari 2003 dilakukan 4 BPK RI / AUDITAMA KN V . d. Kemudian Ketua Panitia Pengadaan MPG membuat surat kepada Kabulog dengan No. maka dimintakan persetujuan Kabulog agar pengadaan sarana CO2 (antara lain plastik dasar. Dalam surat tersebut terdapat persetujuan dari Kabulog.c.890. B-482/III/10/2003 tanggal 29 Oktober 2003 kepada PT Kutama Makmur dengan nilai sebesar Rp1. Dalam rangka perawatan stock beras yang dimiliki Bulog maka dilakukan perawatan dengan sistem CO2 stack dengan cara pengasapan (gassing) untuk sebagian beras impor dengan tujuan agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3.364 juta. plastik sungkup.496. 01/PPAPN/X/2003 tanggal 16 Oktober 2003 kepada Dirut melaporkan proses pengadaan alat pengering mekanis dilakukan dengan metode penunjukkan langsung dan hal tersebut telah disetujui oleh Dirut tanggal 24 Oktober 2003. Rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras berawal dari pertemuan Coffee Morning tanggal 4 September 2002 antara Direksi dan staf untuk segera mempersiapkan rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras impor agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama. lem plastik dan lain-lain) dilakukan dengan sistem penunjukan langsung. Dalam rangka meningkatkan operasional Perum Bulog maka dilakukan pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) dan Alat Pengering Mekanis dalam tahun 2003.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1.000. Mengingat pertemuan tersebut di atas dan hanya satu perusahaan yang menyatakan sanggup maka kemudian dibuat Nota Intern Direkrut Operasi (Deops) No.00. Pada saat pembukaan penawaran. Kemudian ditetapkan Surat Penetapan Penyedia Jasa oleh Direktur Pengembangan & IT No. Pengadaan mesin penggilingan dilakukan dengan pemilihan langsung dengan jumlah peserta yang mengajukan penawaran adalah tiga perusahaan. Selanjutnya dibuat Perjanjian antara Bulog dengan PT Kutama Makmur Indonesia No.060. 02/PP-MPG/01/2003 tanggal 9 Januari 2003 mengenai laporan klarifikasi dan negosiasi atas pembukaan Surat Penawaran Harga Penunjukkan Langsung kepada PT Kutama Makmur.00. PRIN-17/01/2003 tanggal 22 Januari 2003 tentang pembentukan panitia pengadaan sarana perawatan dengan CO2 stack.

000.01/IV/2003 tanggal 28 April 2003 dengan nilai Rp2.000 ton pada tanggal 15 Maret 2003. Setelah itu ditindak lanjuti dengan membuat perjanjian melalui kontrak perjanjian No. 381/03042003 tanggal 4 Maret 2003 tentang kedatangan gula pasir untuk stok nasional sebesar 20.71 MT ETA Tanjung Priok tanggal 8-10 April 2003 dan Telex Bulog No.060.859.000 unit dengan disain yang diajukan PT Yanasurya Bhaktipersada dengan prosedur penunjukan langsung karena kebutuhan mendesak. Sehubungan kedatangan kapal beras eks USA PL 480 sebanyak 21. Berkaitan dengan penyimpanan beras digudang dan dalam usaha menanggulangi kerusakan beras dibutuhkan Pallet/flonder sebagai alas penumpukan beras. Tender pengadaan tersebut ditawarkan kepada rekanan/kontraktor melalui media massa dan Lima rekanan mengajukan penawaran.240 unit.00 untuk kedatangan gula pasir milik PTPN XI sebanyak 40.859. Kemudian dibuatkan Surat Perjanjian Pemborongan No. Untuk itu dibentuk panitia lelang pengadaan berdasarkan perintah Ka Divre Jabar No.000. Akhirnya ditetapkan CV Karya Putra sebagai pemenang dengan harga terendah.00.undangan pengambilan dokumen pengadaan sarana perawatan CO2 Stack tahun 2003 oleh Deops kepada PT MCP.000.552. Kabulog dengan surat No.240 unit Pallet/Flonder.SPP. Dalam proses pemilihan langsung. Disamping itu dibutuhkan juga flonder senilai Rp 970.951.SP-01/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. 94/1. Oleh karena harga penawaran PT MCP lebih tinggi dari HPS maka pada tanggal 27 Januari 2003 dilakukan negosiasi harga. e.000 ton pada bulan Mei 2003.000.000. Untuk pengadaan pallet/flonder plastik tersebut telah memperoleh ijin prinsip dari Bulog dengan surat No.750. Tender gagal karena dokumen yang dimasukan oleh rekanan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan.T-997/ 05082003 tanggal 8 Mei 2003 menyebutkan kedatangan gula pasir sebanyak 50.000.800. 154/1. dan PT MCP bersedia menurunkan harga menjadi Rp3. dan disepakati harga Rp388. Kemudian Divre DKI Jakarta melalui No.80 juta .00. 569/03252003 kepada Divre DKI Jakarta menyetujui pengadaan pallet/flonder plastik sejumlah 4. panitia melakukan penilaian hanya kepada dua rekanan yang menawarkan pekerjaan pembuatan Pallet/Flonder.03/04/2003 tanggal 1 April 2003 dengan nilai Rp 1. B-136/I/08/2003 tanggal 11 Agustus 2003.000. Pengadaan pallet/flonder plastik tersebut diusulkan sama pengadaan sebelumnya.00 termasuk PPN sebanyak 7.000 ton milik Bulog. Pengadaan Pallet/Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1. dan telex No.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2. Selanjutnya dibuat surat perjanjian No. 01/PL/DJ/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 mengundang PT Yanasurya Bhakti persada untuk negosiasi harga yang dilakukan tanggal 31 Maret 2003. Disamping DKI di Divre Jawa Barat juga terdapat pengadaan flonder sebanyak 7. Pengadaan atas pallet/flonder terjadi di Divre DKI dan Divre Jabar. Selanjutnya dilakukan tender ulang tetapi tender ulang inipun gagal karena dari evaluasi tidak ada rekanan yang memenuhi syarat.00/unit. maka Divre DKI Jakarta memerlukan pallet/flonder plastik. Pada akhirnya pihak panitia lelang pengadaan melakukan tahap pemilihan langsung.03/06/2003 tgl 20 Juni 2003. 5 BPK RI / AUDITAMA KN V .

421. Pengadaan barang / jasa yang setelah dilakukan pelelangan ulang ternyata jumlah 6 BPK RI / AUDITAMA KN V . dan atau b.000.421.07 juta. baik teknis maupun harga. S-42/A/2000 dan No. Bulog melakukan pengadaan alat/mesin timbangan otomatis kapasitas 50 Kg (Rice Balance Machine) Model LCS 50 sebanyak 42 unit untuk digunakan di gudang-gudang pengolahan gabah/beras pada Unit Pengilingan Gabah dan Beras (UPGB) diseluruh Indonesia yang menggunakan Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari APBN tahun 2003. c.000. Untuk pekerjaan yang berskala kecil dengan nilai maksimum Rp 50. Untuk pekerjaan yang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang / jasa. e. Penanganan darurat untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan pengadaan barang/ jasanya masih memungkinkan untuk menggunakan proses pemilihan langsung. dilakukan dengan cara membandingkan penawaran dan melakukan negosiasi. Sesuai dengan surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas No. Sesuai perjanjian kerjasama antara lain disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwa pengunduran dan / atau perpanjangan masa pelaksanaan pekerjaan atau pekerjaan tambah kurang tidak dibenarkan kecuali terjadi force majeur. Spesifikasi teknis dan gambar tidak mengarah kepada satu merk / produk tertentu. b.2/05/2000 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan Keppres No.f. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan.00. dan atau c. menyangkut keamanan dan keselamatan Negara yang ditetapkan oleh Presiden.00 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 40 hari kalender Selain itu proses klarifikasi dan negosiasi harga oleh tim penunjukan langsung sesuai Berita Acara klarifikasi dan negosiasi harga No. Dalam Bab I Petunjuk Umum point 7f yang berbunyi : Pemilihan langsung adalah pengadaan barang/jasa tanpa melalui pelelangan dan hanya diikuti oleh penyedia barang / jasa yang memenuhi syarat.SPMK-37/PPTSLB/XI/2003 tanggal 5-11-2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.BA-03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 tanggal 29-10-2003 bukan merupakan negosiasi karena harga penawaran tersebut di atas hanya dibandingkan dengan Pagu Anggaran sehingga tidak terlihat adanya nilai perubahan penawaran yang dilakukan oleh tim penunjukan langsung terhadap nilai penawaran rekanan. S-2262/D. Kriteria pemilihan langsung : a. d.KTR-31/PPTSLB/XI/2003 tanggal 4 -11-2003 dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) No. sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai perjanjian apabila terjadi keterlambatan dalam jangka waktu penyelesaian akan dikenakan denda.071.000. Untuk memenuhi salah satu sarana penunjang produksi beras dalam rangka pasca panen. Pengadaan alat/mesin timbangan otomatis tersebut dilaksanakan melalui penunjukan langsung oleh Pimpinan Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Tahun anggaran 2003 kepada rekanan PT Kutama Makmur Indonesia dengan Surat Perjanjian /kontrak No. 18 tahun 2000 tetntang pedoman pelaksanaan pengadaan barang / jasa di instansi pemerintah menyatakan antara lain : Penunjukan langsung dapat dilakukan : a. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9.

4. dan 16 bahwa dari analisa jadwal kegiatan pengadaan dengan tahapan kegiatan (penyusunan konsep. Dalam hal pemilihan langsung dilakukan akibat terjadinya lelang ulang gagal. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di Perum Bulog tidak memberikan kesempatan adanya persaingan usaha secara terbuka. Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak mengikuti ketentuan Keppres No.000. Dilihat dari standar kualitas dan nilai artistiknya. detail desain dan pelelangan) yang berurutan. disimpulkan bahwa kegiatan fisik pekerjaan renovasi diperkirakan baru dapat dimulai pada bulan September 2003 sedangkan kebutuhan akan ruang Direksi dan Dewan Pengawas sudah mendesak.499. Perum Bulog memilih dan menyetujui contoh-contoh furniture yang diajukan oleh PT Graha Sarana Estetika diminta untuk mengajukan penawaran harganya. pembayaran pengadaan MPG ke PT Kutama Makmur dapat diangsur selama 24 bulan dengan bunga 6. maka Kabulog memutuskan pekerjaan renovasi lantai 14. 18 tahun 2000. Berkaitan dengan permasalahan di atas Direksi Perum Bulog menanggapi sebagai berikut : 1. penunjukan langsung dan swakelola ayat 1 prosedur pemilihan langsung butir b pelaksanaan angka 1 dan 2 menyatakan bahwa : a. 3. Perum BUlog berpendapat bahwa harga negosiasi sebesar Rp 1. Pengadaan MPG dilakukan dengan cara Pemilihan Langsung dari MPG eks import karena harganya jauh dibawah harga produksi dalam negeri (± 59%) walaupun diterapkan preferensi harga sebesar 15% sebagaimana ketentuan pasal 22 ayat 2 Keppres No. Dalam Bab II yaitu prosedur pengadaan barang jasa pemborongan dan jasa lainnya bagian B prosedur pemilihan langsung. 15 dan 16 dilakukan dengan cara Penunjukan Langsung Pekerjaan Jasa Rancang Bangun (turnkey) kepada PT BIMAL dan Konsultan Manajemen Konstruksi kepada PT Alpindo Arga Cipta. 2. 15 dan 16 Gedung Bulog I didasarkan atas adanya penawaran dan contoh-contoh furniture yang diajukan oleh rekanan Perum Bulog di mana produk yang ditawarkan merupakan barang jadi.431. preliminary desain. 18 tahun 2000. Dari beberapa contoh yang disampaikan. Di samping itu. Proses pengadaan furniture lantai 14. Sehingga sasaran untuk menghindari ekonomi biaya tinggi pada Pilot Project RMU dapat dicapai. berdasarkan hasil negosiasi.penyedia barang / jasa yang lulus prakualifikasi atau yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta. Untuk renovasi lantai 14. Pengadaan APM dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada PT Kutama Makmur dengan pertimbangan sebagai berikut : 7 BPK RI / AUDITAMA KN V . 15. pemilihan langsung dapat diikuti oleh 2 (dua) peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran ulang berdasarkan dokumen lelang yang telah disesuaikan untuk pemilihan langsung. Panitia mengundang sebanyak-banyaknya calon peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 3 (tiga) calon penyedia barang / jasa untuk mengajukan penawaran berdasarkan dokumen pengadaan yang diberikan kepada calon peserta pemilihan langsung.00 masih berada dalam batas-batas kewajaran.5 % per tahun. b.

00.I. 18 tahun 2000 lampiran I Bab I. maka sesuai dengan ketentuan Keppres 18 tahun 2000. Harganya lebih murah dibanding produk dalam negeri. Plastik sheet CO2 stack adalah barang spesifik karena tidak tersedia di pasaran umum dan hanya Bulog yang menggunakan teknologi CO2 stack untuk beras serta syarat teknis sudah memenuhi persyaratan sesuai hasil Litbang Bulog. BA03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 dengan hasil : Harga penawaran sebesar Rp9.a.421. karena telah terjadi persaingan harga sehingga harga flonder per unit cukup wajar dan lebih rendah dari owner estimate (OE) yang ditetapkan. Minimnya hasil negosiasi ini karena pengajuan anggaran ke Dep Keu RI telah direncanakan seakurat mungkin untuk meminimalisir Sisa Anggaran Proyek (SIAP) sehingga siapapun yang mengajukan penawaran. c. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog melakukan proses tender untuk kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di atas Rp50. 5. bahkan beras hasil gilingannya melebihi persyaratan minimum Bulog. 1. 6.421. Disamping itu hasil pelaksanaan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan pekerjaan dilaksanakan selesai tepat pada waktunya. Pengadaan plastic sheet CO2 stack dilakukan melalui penunjukan langsung dengan pertimbangan waktu sangat singkat / mendesak dan telah disetujui Kabulog. Klarifikasi dan negosiasi telah dilakukan oleh panitia penunjukan langsung sesuai dengan Berita Acara No. atau harus dilakukan segera. Atas permasalahan flonder di atas Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan sampai laporan ini dibuat. Dengan melaksanakan pemilihan terhadap 2 (dua) rekanan setelah 2 (dua) kali gagal tender. 7. maka proses pemilihan langsung akan dilakukan sesuai saran BPK.251. ternyata lebih menguntungkan dibanding penunjukan langsung.000.00 disepakati dinegosiasi menjadi Rp9. Namun demikian untuk masa yang akan datang apabila terjadi lagi kegagalan tender 2 (dua) kali.C. prosedur penunjukan langsung sudah sesuai Keppres 18/ tahun 2000 serta kewajaran harga dan syarat teknis telah terpenuhi karena harga sudah memperhatikan harga pengadaan sarana CO2 stack tahun 1996 yang merupakan tahun terakhir perawatan beras dilakukan dengan CO2 stack dan inflasi dalam kurun waktu 6 tahun.000 sesuai peraturan yang ada. barang spesifik. b. Dengan demikian menurut hemat kami. Namun demikian pihak Divre Jawa Barat menjelaskan bahwa proses pengadaan barang / jasa telah dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan dalam Keppres 18 tahun 2000 antara lain pasal 12 ayat (2).000. d.071. APM Kaneko telah diuji oleh Puslitbang Bulog dengan hasil memenuhi persyaratan. Agar terjadi kesinambungan teknologi antara MPG dan APM yang diadakan oleh PT Kutama Makmur. 8 BPK RI / AUDITAMA KN V . Pengadaan barang khusus.4a (1) dan b (2) yang berbunyi : 1.1. Keadaan tertentu yakni pelaksanaan pekerjaan tidak dapat ditunda. metode pengadaan pengadaan 42 unit timbangan dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) yang jadwal waktunya lebih singkat. PT Kutama Makmur adalah Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) Alat Pengering Mekanis “Kaneko” Cina. nilainya tidak akan jauh dari pagu anggaran.000.Cii. Dasar penunjukan langsung adalah Keppres No.2. Mengingat jadwal waktu yang tersedia untuk melaksanakan pengadaan 42 unit timbangan dari batas TA 2003 yang dapat mengakibatkan “hangusnya” anggaran.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Manajemen Perusahaan Umum Bulog bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. laporan perubahan ekuitas. 9 BPK RI / AUDITAMA KN V . Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan Perusahaan Umum Bulog untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003.A/Auditama V/GA/ XII/ 2004 tanggal 31 Desember 2004. dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. dan telah menerbitkan laporan nomor 37.B/Auditama V/GA/XII/ 2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta laporan laba rugi. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Operasi • Administrasi • Keuangan Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. Untuk tujuan laporan ini. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Begitu juga. bukan keyakinan absolut. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan 10 BPK RI / AUDITAMA KN V . serta kami menentukan risiko pengendalian. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi.diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

D-1416 Jakarta. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B. M i s n o t o. Namun. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. 31 Desember 2004 11 BPK RI / AUDITAMA KN V .pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Ak. Drs. MA Register Negara No.

040.851.464.000.950.000.000.075.525.00 12.040.00 78.769.d 2 bulan 133.525.00 347.581.00 805.040.800.00 199.00 330.00 Divre Sumut 4.00 202.070.840.000.00 4.00 202.301.820.521.d 1.839.00 247.00 1 s. Jabar dan Sulsel.950.200.003.540.219.00 6. Sumut.765.855.00 1 bulan 1 s.057.000.00 761.294.00 11.00 16.067.00 1 s.500. Dalam rangka mengemban tugas pemerintah.000.00 Divre Sulsel 6.000.00 Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pertanggungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) dari Satgas Raskin dan PKPS BBM pada bulan Desember 2003 diketahui adanya kelambatan penyetoran.007.820.540.1.665.540.000. Perum Bulog mengakui piutang pada saat diterbitkan Delivery Order (DO).00 4.d 2 bulan 1 s.00 199.d 2 bulan 1 s.00 2 s. 1) Divisi Regional Jawa Tengah Jumlah piutang Per Sub Divre Raskin Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah PKPS BBM Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah 19.757. Berdasarkan Laporan Keuangan Perum Bulog Tahun 2003 pada Divre Jateng.d 2 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 16.00 103.d 8 bulan 1 s. berupa Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM).800.793.811.300.00 182.00 10.810.286.00 793.040.00 355.000.000.811.00 6. diketahui piutang Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 adalah sebagai berikut : Divre Piutang Raskin/PKPS BBM Divre Jateng 5.00 31 Desember 2003 Jumlah penyetoran tahun 2004 Jangka waktu Sisa yang belum penyetoran disetor per 30 Agustus 2004 79.000.00 761.500.000.000.00 355. Dalam penyaluran beras Raskin/PKPS-BBM.000.00 2.500.000.d 24 bulan 12 BPK RI / AUDITAMA KN V .331.840.00 19.500.154.075.00 Divre Jabar 12.000.810.765.007.000.000.855.00 10. diketahui adanya kelambatan penyetoran HP.620.706.674.5 bulan 2.000.00 29.000.700. Perum Bulog ditugaskan menyalurkan beras untuk keluarga miskin yang rawan pangan dengan tujuan untuk mengatasi persoalan gizi.264. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada Kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi. Berdasarkan pemeriksaan laporan rekapitulasi pertangungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 pada beberapa Divre.810. Berikut ini data kelambatan penyetoran dibeberapa divre yang diperiksa.00 78.863.080.040.214.

00 1.954.00 276.00 1.000.00 1.00 1 s.00 68.300.Sidempuan/Wil IV Jumlah PKPS BBM Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.d 2 bulan 1 s.00 2.301.000.500.264.d 5 bulan 2 s.790.00 tahun 2004 penyetoran disetor per 31 Oktober 2004 3) Divisi Regional Jawa Barat Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Banten /Wil I Sub Divre Cianjur /Wil II Sub Divre Cirebon /Wil III Sub Divre Indramayu /Wil IV Sub Divre Krawang /Wil V Sub Divre Subang /Wil VI Sub Divre Ciamis /Wil VII Sub Divre Bandung /Wil VIII Jumlah 417.d 4 bulan 2 s.500.950.550.000.000.00 109.00 484.00 13 BPK RI / AUDITAMA KN V .695.712.00 11.000.000.000.000.00 501.548.00 2.529.00 704.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.000.264.000.136.378.404.00 3.000.619.00 2 s.851.748.839.00 12.508.950.090.000.000.105.000.080.548.000.127.2) Divisi Regional Sumatra Utara Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu Sisa yang belum 31 Desember 2003 Raskin Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.d 8 bulan 1 s.471.00 1.000.00 257.450.697.668.510.000.682.000.640.00 2.000.451.253.00 6.620.000.080.000.00 1.Sidempuan/Wil IV Jumlah 257.770.166.000.d 6 bulan 3.000.00 80.d 7 bulan 167.d 4 bulan 1.041.000.000.133.978.000.595.500.299.000.508.197.d 3 bulan 1 s.00 733.00 14.00 704.00 552.d 10 bulan 1 s.080.593.d 2 bulan Sisa yang belum disetor per 30 Oktober 2004 - 1.00 1.00 189.00 tahun 2004 penyetoran 1 s.00 3.303.d 8 bulan 1 s.446.133.00 22.600.00 6.445.000.139.00 407.00 257.00 17.980.d 9 bulan 1 s.00 3.785.600.000.00 2.00 Sisa yang belum disetor per 30 September 2004 4) Divisi Regional Selawesi Selatan Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Polmas / Wil I Sub Divre Pare-Pare / Wil II Sub Divre Sidrap / Wil III Sub Divre Wajo / Wil IV Sub Divre Bulukumba / Wil V Sub Divre Palopo / Wil VI Sub Divre Makassar /Wil VII Jumlah 211.040.484.000.d 2 bulan 1 s.d 2 bulan 1 s.510.000.00 1.00 penyetoran 1 s.d 7 bulan 1 s.593.712.523.125.00 552.00 2.00 1 s.00 36.320.00 4.000.000.950.d 9 bulan 1 s.166.000.d 6 bulan 3 s.139.000.00 4 s.780.563.037.521.500.894.721.000.00 39.000.000.500.000.370.00 109.00 842.d 9 bulan 1 s.d 10 bulan 221.00 999.790.000.848.785.780.000.d 5 bulan 1 s.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.00 842.000.d 8 bulan 1 s.00 tahun 2004 211.000.015.848.000.980.00 3.000.00 95.000.d 9 bulan 62.783.620.00 733.310.320.

b. Pembayaran harga beras Raskin dan PKPS-BBM bidang pangan Rp 1.B-505/II/07/2002 tanggal 9 Juli 2002 dan Berita kawat No. memang benar masih banyaknya piutang raskin yang lambat dan macet penyetorannya hal tersebut disebabkan : a. Uang hasil penjualan harus disetor ke rekening hasil penjualan (rekening Bulog) selambat-lambatnya 1X 24 jam dari tanggal diterimanya uang hasil penjualan per titik distribusi oleh pelaksana distribusi. b. Terbatasnya petugas pengumpul HPB di lingkungan Pemda maupun Sub-sub Divre dibanding luasnya sasaran wilayah penyaluran Raskin.00 WIB dan setoran yang diterima diatas jam 14.Pekalongan saat itu kurang kontrol terhadap setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik. Divre (Dolog) Operasional ditransfer ke rekening Bulog untuk setoran yang diterima sampai jam 14. Apabila ada penerima manfaat tidak mampu untuk membayar tunai. Kanlog. Berdasarkan bukti transfer dan daftar perincian mutasi harian. Hal tersebut mengakibatkan. maka prinsip pembayaran tunai dapat dikecualikan dengan syarat Kades/Lurah/Camat/Bupati/Walikota membuat jaminan tertulis sesuai format MJ dan pelunasannya harus sudah selesai pada bulan bersangkutan.Bulog No. 14 BPK RI / AUDITAMA KN V . Hal tersebut disebabkan pengendalian Tim Raskin/PKPS-BBM Perum Bulog terhadap pelaksanaan setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik dan aparat Pemda masi kurang optimal.per kg dari penerima manfaat kepada pelaksana Distribusi dan dari pelaksana distribusi kepada Satgas Raskin harus tunai. Untuk piutang macet pada Sub Divre Pekalongan karena petugas Satgas Raskin yang bertugas di Kab.1370/07092002 tanggal 7 September 2002 diantaranya menyatakan setiap hari dana hasil penjualan yang ada di rekening Sub Dolog (Sub Divre).000.Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan Tahun 2003. antara lain menyatakan : a. c. Transfer tersebut pada tanggal yang sama telah diterima di rekening Bulog untuk bank yang telah On Line System dan untuk yang Off Line System diterima di rekening Bulog selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal transfer. Berpotensi terjadinya penyalahgunaan dana yang belum disetor oleh oknum petugas. c.00 WIB ditransfer keesokan harinya. Titik distribusi terletak di daerah yang sangat jauh dari bank penyetoran HPB. d. Proses rekonsiliasi yang belum berjalan dengan baik antara catatan Satgas Raskin dengan catatan Keuangan dan Akuntansi di Kantor Subdivre. a. Perum Bulog tidak dapat segera memanfaatkan uang HP dan perusahaan menanggung beban bunga kredit komersil. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. d. b. pada setiap bulannya Kadolog/Kasubdolog/Kakanlog dan pihak bank setempat melakukan rekonsiliasi atas penyetoran uang HP Raskin/PKPS-BBM tersebut dengan membuat rekonsiliasi bank. Berdasarkan Surat Edaran Ka..

436.00 15. Lambatnya transfer yang dilakukan BRI Unit/Cabang yaitu bila Satgas memantau perjalanan HPB dari BRI Unit yang masih melaksanakan transfer secara manual ke BRI Cabang.64 553.463.668.466. Berikut perhitungan biaya angkut pada tiga kantor Sub Divre di wilayah Divre Sumatra Utara : Nama Sub Divre Biaya Angkutan (Inclusive PPN) 1 Pematang Siantar Kisaran Padang Sidempuan Jumlah 2 478.595.64 260.00 608. sampai aparat Pemda Tingkat II.104.922.100. Ketika menggunakan jasa angkutan dari perusahaan angkutan non PKP.335.444.2148/10152002 dan No.64 312.36 3.963.780. Perlu di informasikan bahwa sebagian besar kasus keterlambatan penyetoran HP penjualan Beras Raskin/PKPS-BBM disebabkan uang digunakan/dipinjam oleh Oknum Aparat Desa/Pemda untuk keperluan pribadi dan hal tersebut telah diakui oleh aparat di Tingkat Kabupaten.82 213.135. biaya angkutan tersebut termasuk salah satu biaya distribusi Raskin.181.954. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Sub Divre Pematang Siantar. BPK-RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog lebih mengoptimalkan penyetoran HP penjualan Beras Raskin / PKPS BBM serta mengambil tindakan tegas atas keterlambatan yang terjadi.135.623.00 3. Berdasarkan Teleks Bulog No.275.00 Nilai PPN yang termasuk dibayarkan kepada pengusaha Non PKP 6=4-5 7. Dalam pelaksanaan operasional Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Pogram Kompensasi Pengganti Subsidi (PKPS) Bahan Bakar Minyak (BBM) diperlukan armada pengangkutan untuk mendistribusikan beras ke titik-titik distribusi. biasanya H+5 atau bahkan lebih.730. Untuk perusahaan angkutan yang PKP maka Sub Divre akan membayarkan biaya angkut sebesar tarif angkut setelah memotong PPN 10%.463.00 2.291.82 213.18 2.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 maka dalam Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN.040.349.846.00 39.T. Kisaran dan Padang Sidempuan. Jumlah biaya distribusi tergantung dari jumlah kuantum beras yang akan didistribusikan dan tarif angkut yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah.436.e.18 4=2-3 43. Sub Divre membayar biaya angkut sebesar plafon BOP Raskin dan PKPS BBM yang didalam plafon tersebut termasuk unsur PPN sesuai telek Bulog tersebut di atas. sesuai laporan pertanggungjawaban realisasi Biaya Operasional (BOP) Raskin dan PKPS BBM (Laporan ML-3 ) jumlah biaya angkutan adalah sebesar Rp3. Penyaluran dan penerimaan setoran uang hasil penjualan melalui perjenjang yang panjang yaitu dimulai dari aparat tingkat RT/RW dan Desa.595.00. Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut Termasuk unsur PPN Sebesar 10 %.731.489.204.T.00 Biaya angkutan yg seharusnya diserahkan ke pemilik angkutan 3=100/110 x 2 434.295.268.T206/02052003 dan Teleks Kadivre No.404.191.444.096.354. Atas potongan tersebut Sub Divre akan menyetor ke Kas Negara dan bukti Surat Setoran Pajak (SSP) akan diserahkan pada perusahaan angkutan tersebut.295.473.060.46 15 BPK RI / AUDITAMA KN V .00 0 51.365.550. f.124.690.82 PPN 10% PPN yang dipotong oleh Sub Divre (PKP) 5 36. 2.026.636.36 55.

104.T. Dengan kondisi tersebut.764. Berdasarkan Teleks Bulog No.623. nilai jasa angkutan ditetapkan maksimal sebesar plafon yang tersedia yaitu plafon termasuk alokasi PPN. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. • PT JSJ mengajukan kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan terlebih dahulu oleh PT JSJ dengan usulan perhitungan sebesar Rp836.000. Untuk mengelolanya dilakukan kerjasama dengan PT Jalasutra Sarana Jaya (PT JSJ) yang dituangkan dengan perjanjian No.000.PKK156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002.623. T.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.T.2148/10152002 dan No.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 menyatakan bahwa Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN.00.000.T.104.500.T. 3.2148/10152002 dan No. Angkutan perorangan tersebut pada umumnya dilakukan untuk angkutan daerah yang sulit dijangkau dan medannya cukup sulit sehingga tarif angkutannya berbeda/lebih tinggi. angkutan raskin di Divre Sumut yang menggunakan jasa angkutan perorangan tidak dilakukan pemotongan PPN karena non PKP. Dalam laporan keuangan 31 Desember 2003 Perum Bulog mempunyai hotel dengan nilai pembelian sebesar Rp3.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 yang menyatakan bahwa BOP Raskin dan PKPS BBM tahun 2003 sudah termasuk PPN 10%.00.T. Hal tersebut terjadi karena Sub Divre tidak sepenuhnya melaksanakan Teleks Bulog No.46.00. Dari hasil pemeriksaan atas pengelolaan Hotel Bandara Surabaya dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : • Selama tahun 2003 PT JSJ baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp168.300. 16 BPK RI / AUDITAMA KN V . Hal tersebut mengakibatkan terdapat pembayaran biaya angkutan sebesar Rp260.46 kepada pengusaha angkutan Non PKP yang dapat dihindari.000. Perbaikan tersebut merupakan perbaikanperbaikan di luar kamar yang dilakukan oleh PT JSJ terlebih dahulu dan kemudian minta persetujuan Perum Bulog untuk dikompensasi dengan kewajiban PT JSJ.Dari data di atas diketahui bahwa terdapat pembayaran biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP termasuk PPN sebesar Rp260. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog dalam membayarkan biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP dengan besaran yang tidak termasuk unsur PPN dalam tarif yang ditetapkan. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian.

000.000.000.405. Prima Athera Utama dengan usulan perhitungan sebesar Rp420. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa: • CV.000. Sejak tanggal 31 Maret 2004 pengelola hotel Bandara Surabaya beralih kepada CV Prima Athera Utama. Dalam pasal 4 tentang jaminan ayat 1 disebutkan bahwa Pihak Kedua harus menyerahkan jaminan berupa Bank Garansi kepada Pihak Kesatu sebesar Rp120. sesuai dengan perjanjian No.00.00.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004.00. Oleh karena itu PT JSJ mengundurkan diri sebagai pengelola hotel Bandara Surabaya dengan surat No.000. Sedangkan berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan CV.405.300.000.00.255. • Sampai dengan bulan Nopember 2004 CV. Berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dituangkan dengan perjanjian No. Sisa kewajiban PT JSJ sebesar Rp93.00. Pengelola yang baru masih mempunyai hubungan keluarga dengan pengelola yang lama.383. Prima Athera Utama tidak menyerahkan bank garansi.00 maka pihak pengelola tetap membayar sebesar Rp53.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 butir 1.972.000.000.705.363.00 dan ditambah biaya balik nama listrik sebesar Rp19.00 17 BPK RI / AUDITAMA KN V .Berdasarkan hasil evaluasi Divisi Jasa diketahui bahwa PT JSJ tidak menunjukkan hasil kinerja pengelolaan hotel yang baik. Pasal 5 ayat 2 disebutkan bahwa apabila Pihak Kedua tidak dapat memenuhi kewajibankewajibannya dalam hal pembagian keuntungan yang menjadi hak Pihak Kesatu selama 2 triwulan maka Pihak Kesatu dapat memutuskan perjanjian ini secara sepihak dan tertulis kepada Pihak Kedua.95/DIR/2/2004 tanggal 21 Pebruari 2004.PKK-156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 huruf g dimana disebutkan bahwa Pihak Kesatu (Perum Bulog) berhak menerima 10% setiap bulannya dari penerimaan kotor pengelolaan hotel dan apabila 10% nilainya kurang dari Rp53. Sebelum dilakukan pembatalan perjanjian dengan PT JSJ dilakukan perhitungan hak dan kewajiban antara kedua belah pihak yang tertuang dalam Berita Acara Perhitungan Kompensasi Hak dan Kewajiban Hotel Bandara Surabaya dengan Perum Bulog tanggal 12 Maret 2004.283.000.00 dari yang seharusnya Rp420. sehingga sisa kewajiban CV PAU dan tanggungan hutang PT JSJ kepada Perum Bulog per 31 Oktober 2004 dengan kewajiban seluruhnya menjadi sebesar Rp260.000.1 dimana disebutkan bahwa Pihak Pertama (Perum Bulog) berhak menerima hasil pengelolaan hotel setiap bulannya sebesar Rp60. • Belum melunasi kewajiban PT JSJ yang diambil alih sebesar Rp 113.000. Prima Athera Utama baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp12. Sisa kewajiban ini akan menjadi tanggungjawab pengelola yang baru yaitu CV Prima Athera Utama. • CV PAU meminta kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan oleh CV. Sampai akhir pemeriksaan uang tersebut belum pernah diterima oleh Perum Bulog.429.00 belum termasuk pajak-pajak.000. Prima Athera Utama yang dituangkan dengan perjanjian No.00.

b. Hal ini terjadi karena Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi yang terdapat dalam klausul perjanjian kerjasama operasi.363.363. proses tindaklanjut atas temuan BPK terhadap kelemahan. Perum Bulog belum menerima haknya dari hasil pengelolaan hotel dimana sebagian dari penerimaan tersebut telah dikompensasikan terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan baik oleh pihak PT Jalasutra Sarana Jaya maupun oleh CV Prima Athera Utama.00 dengan rincian kewajiban bulanan. Hal ini mengakibatkan : a.00 b. Perum Bulog perlu untuk mempersiapkan calon pengganti yang sanggup/bersedia melanjutkan pengelolaan dengan kondisi yang ada seperti sekarang ini. Pasal 6 tentang sanksi-sanksi antara lain menyebutkan bahwa : Ayat 2 disebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak menyerahkan Bank Garansi maka Pihak Pertama berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak. c. beban bea balik listrik dari nama Subdolog Surabaya Utara ke Hotel Bandara Surabaya dan kewajiban menyerahkan Bank Garansi sebesar Rp120. membuat addendum pejanjian kerjasama pengelolan Hotel Bandara Surabaya dengan mencantumkan salah satu klausul kompensasi dalam rangka perbaikan atas fisik bangunan dengan kewajiban pihak pengelola kepada Perum Bulog (pasal 3 perjanjian PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004) Khusus dalam menentukan batas waktu dan sanksi yang akan diberikan kepada pengelola Hotel Bandara Surabaya.000. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat selisih antara catatan 18 BPK RI / AUDITAMA KN V .405. PT Jalasutra Sarana Jaya dan CV Prima Athera Utama masih mempunyai hutang kepada Perum Bulog sebesar Rp260.61. Membuat surat kepada pihak pengelola (CV Prima Athera Utama) pada tanggal 24 Desember 2004 yang isinya menyampaikan besarnya nilai kewajiban yang harus diselesaikan sesuai temuan BPK yaitu Rp260. Selama tahun 2003 Divre Jakarta Raya tidak pernah melakukan rekonsiliasi bank terhadap rekening koran yang diterima setiap bulannya dengan catatan akuntansi.405. Dengan tidak adanya Bank Garansi maka Perum Bulog tidak mendapat penggantian atas kerugian akibat wanprestasi pengelola Hotel Bandara Surabaya tersebut. dan pelanggaran atas perjanjian segera diambil tindakan.dilengkapi surat kuasa pencairan yang mempunyai masa berlaku sampai dengan tanggal 31 Juli 2005.225. Ayat 5 disebutkan bahwa dalam hal terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak maka Pihak Pertama secara sepihak berhak mencairkan Bank Garansi. 4. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog melaksanakan kerjasama sesuai dengan perjanjian yang disepakati.00.000.085. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank Divre Jakarta Raya telah menempatkan dana pada bank Bukopin per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.821.kelemahan pengelolaan Hotel Bandara Surabaya akan dilaksanakan oleh Perum Bulog melalui tahapan sebagai berikut : a. Atas masalah tersebut Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa.

510.792. Kampung Kandang Cilandak sejumlah 2 rumah f. Atas selisih tersebut sudah dilakukan koreksi dalam laporan keuangan tahun 2003.85 sedangkan menurut bank sebesar Rp295. 5.perusahaan dengan bank sebesar Rp200. Mess sejumlah 2 rumah h.718. Dari sejumlah 245 rumah diatas telah dilakukan cek fisik di Pos Pengumben dan BPTP Tambun dan diperoleh data sebagai berikut : a. 19 BPK RI / AUDITAMA KN V . Rumah dinas yang berubah bentuk menjadi tempat usaha dan disewakan kepada pihak ketiga oleh kopel Perum Bulog sampai dengan akhir pemeriksaan belum diketahui serah terima dan perjanjian sewa atau bagi hasil pendapatan atas sewanya. Namun demikian pihak Divisi Regional DKI menjelaskan bahwa sesuai anjuran BPK terhadap Rekonsiliasi Bank. Rumah di Rawa Domba sejumlah 5 rumah d.613. Hal tersebut di atas mengakibatkan saldo bank pada catatan perusahaan tidak selalu sama dengan saldo menurut catatan Bank. mess dan pesanggrahan yang diperuntukkan untuk karyawan Perum Bulog sejumlah 245 rumah dengan rincian adalah sebagai berikut : a. Rumah di Pos Pengumben sejumlah 143 rumah b. b. Pemanfaatan rumah perusahaan. Pesanggrahan sejumlah 10 rumah. rekonsiliasi akan dilaksanakan lebih intensif lagi per tiga bulanan. Dari analisa lebih lanjut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut. d.374.998. BPTP Tambun sejumlah 23 rumah g. Hal tersebut terjadi karena Divre Jakarta Raya tidak melakukan rekonsiliasi catatan perusahaan dengan rekening Koran bank secara rutin. Rumah di Madrasah Cipete sejumlah 8 rumah e. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Perum Bulog memiliki sejumlah rumah perusahaan. Rumah dinas yang masih ditempati karyawan yang sudah pensiun bahkan beberapa diantaranya bermasalah dan telah sampai ke pengadilan sebanyak 24 rumah. BPK RI menyarankan agar dibuat rekonsiliasi bank secara periodik.47. Rumah di Sunter Podomoro sejumah 52 rumah c. Rumah dinas yang kosong dan tidak dimanfaatkan sejumlah 12 rumah. Atas permasalahan ini sampai akhir pemeriksaan Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan. c. Seharusnya saldo bank menurut catatan perusahaan sama dengan saldo bank menurut menurut bank.15 catatan menurut perusahaan sebesar Rp94. Pejabat Perum Bulog yang dimutasikan ke Divre akan tetapi masih menempati rumah dinas sebanyak 17 rumah.

Rumah yang kosong saat ini tidak ditempati oleh yang berhak.00(Rp 25. Dengan demikian total kerugian yang ditanggung oleh Perum Bulog sebesar Rp19.000.00 (Rp25. Sedangkan untuk 17 rumah yang masih ditempati karyawan yang sudah dimutasi ke Divre akan tetapi masih menempati rumah perusahaan Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp510.000.000 x 12 bln x 17 rumah).1 Pegawai telah memperoleh rumah dinas jabatan Badan Urusan Logistik 1. Oleh karena itu dinas akan memberikan teguran-teguran keras dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan.a.000. 20 BPK RI / AUDITAMA KN V . Perum Bulog selama 2003 tidak melakukan penghematan atas pemanfaatan 12 rumah perusahaan yang dibiarkan kosong sehingga Perum Bulog harus mengeluarkan biaya untuk tunjangan sewa rumah atas 12 karyawan yang seharusnya menempati rumah tersebut minimal senilai Rp 3.2 Pegawai dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1.835. Bagi karyawan yang masih menempati rumah meskipun yang bersangkutan sudah dimutasi ke Divre.725. 1. Ayat 3.000 x 12 bln x 12 rumah ). Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang Rumah Perusahaan.1 Pejabat tidak lagi menduduki suatu jabatan 1.00. mess dan pesanggrahan Perum Bulog Direksi Perum Bulog Pasal 8 ayat 1 mengenai berakhirnya penghunian rumah dinas jabatan berakhir apabila.00. b.835. Kalau melebihi batas waktu di atas.2 Pejabat dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1. c. tetapi tidak efektif. dinas akan memberikan surat teguran. Peralihan Tempat atau berakhirnya masa bakti diterima dan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima rumah termasuk inventaris rumah yang ada pada rumah dinas. karena yang bersangkutan memilih menempati rumah sendiri dan kepada pejabat dimaksud tidak diberikan uang tunjangan sewa rumah. b. Tetapi bagi penghuni baru sudah diterapkan perjanjian penempatan rumah peusahaan sesuai dengan ketentuan dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan lebih tegas. Berdasarkan Keputusan Direksi Perum Bulog Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang rumah perusahaan.4 Telah berakhir masa bakti/ pensiun. 1. Untuk 24 rumah yang masih ditempati oleh karyawan yang sudah pensiun Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp15. Mess dan Pesanggrahan. d.000. berdasarkan kebijakan Perum Bulog kepada pejabat dimaksud diberikan tenggang waktu 90 hari TMT SK Mutasi.000. Hal ini mengakibatkan Perum Bulog menanggung kerugian atas pembayaran tunjangan perumahan minimal sebesar Rp19. Dalam hal penghunian berakhir rumah dinas jabatan dan rumah dinas pegawai harus diserahkan kepada dinas dalam keadaan baik selambat-lambatnya dalam tempo 90 (sembilan puluh) hari kerja berturut-turut terhitung tanggal Surat Keputusan Peralihan Jabatan.3 Status rumah telah berubah berdasarkan Surat Keputusan Ka Bulog 1. Penghunian rumah dinas pegawai berakhir apabila. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : a.600.3 Telah berakhir masa bakti/ pensiun Ayat 2.00.

500.110.388.050.c.500 1.986.000 390.000 15.000 251.97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan.000 11.000 179.050.700.850 715. d.000 11.286.00.000.500.750. Tempat usaha Bakmi Japos. Akibat belum adanya putusan pengadilan maka yang bersangkutan tidak mau menyerahkan rumah.383 366.972.000.850. oleh Kopel diminta untuk dimanfaatkan dan dinas menyetujuinya.850 730.600 530. sampai saat ini masih belum ada putusan pengadilan dan masalah ini sekarang masih ditangani oleh Divisi Hukum.750. diketahui perkiraan uang muka dengan COA 1107XXXXXX menunjukkan saldo seluruhnya berjumlah Rp 8.00.375.629 11.355.777.627. Rumah yang bermasalah di pengadilan.000 251.000 58. 6.375.657.328.500 1. perincian uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sampai dengan 31 Desember 2003 untuk Kantor Pusat adalah sebagai berikut : UANG MUKA UM pusdiklat UM roagri UM rogasar UM rolur ras UM roran UM robea UM ditak UM sekretariat UM ropeg UM ditkum 2002 143. Dari hasil pemeriksaan atas catatan akuntansi.000 21 BPK RI / AUDITAMA KN V . Berdasarkan laporan keuangan Kantor Pusat Perum Bulog per 31 Desember 2003. mess dan pesanggrahan dan melakukan tindakan hukum yang lebih tegas serta membuat perjanjian dengan para pengguna agar terdapat kepastian hukum. sebelumnya adalah lahan kosong bekas kebakaran pada peristiwa Mei 1998.158.473. kemudian dibangun dan dipergunakan tempat usaha sampai sekarang dan akan dibuatkan perjanjian antara Perum Bulog dengan Kopel untuk menentukan batasan penggunaan fasilitas tersebut terhadap Kopel (BOT).986 21. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog segera menertibkan penggunaan rumah perusahaan.046. Saldo dalam perkiraan uang muka menunjukkan bahwa uang muka yang telah diberikan tersebut sampai saat penutupan periode akuntansi 31 Desember 2003 belum dipertanggungjawabkan.919.600 519.397 344.000 JUMLAH 304.000 19.110. Poliklinik/Apotik dan salon Lutuye.158.000 58. Dari angka tersebut setelah ditelusuri lebih lanjut diketahui masih terdapat uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sebesar Rp7. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7. yang pada saatnya harus dipertanggungjawabkan dengan didukung bukti pengeluaran yang sah sesuai dengan waktu dan rencana pengembalian uang muka tersebut.000 570.456.337.000.000. Uang muka tersebut merupakan uang muka yang telah dibayarkan oleh perusahaan dan telah diterima oleh petugas yang berhak dan ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan/operasional perusahaan.000 2003 (diatas 30 hari kalender) 161.629 19.337.456.

Pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak segera memberikan pertanggungjawaban.354.85% dan sisanya belum. Hal tersebut terjadi karena : a.000.300. b. namun ada beberapa yang tidak memenuhi ketentuan aturan keputusan Kabulog No.720.000. Pejabat yang diserahi uang muka kurang memahami hakekat pertanggungjawaban uang muka.102.000 18.112.000 18. Kelambatan pertangungjawaban uang muka intern setelah batas waktu yang ditetapkan dalm ayat (1) pasal ini.112.500. Direksi Perum Bulog menjelaskan bahwa secara administrasi pertanggungjawaban uang muka TA 2002 dan 2003 telah dapat diselesaikan.500.000 21. antara lain adalah : a. namun belum dipertanggungjawabkan. Dari kelebihan waktu tersebut yang telah diselesaikan sebanyak +/.000 1. Efektivitas penggunaan uang muka terhadap maksud dan tujuan dikeluarkannya uang muka tidak diketahui dengan jelas.000 646. Kep-69/KS/03/1998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertangguangjawaban Uang Muka di lingkungan Bulog yaitu melebihi ketentuan batas diatas 30 hari kalender.500.830.000 741.000 741. Alasan utama belum dilakukan pertanggungjawaban. Pertangungjawaban uang muka intern oleh penanggung jawab uang muka dilakukan segera atau selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah selesai kegiatan yang mempergunakan uang muka intern.000 449.511 94. 22 BPK RI / AUDITAMA KN V .300.000 9. Berpotensi terjadinya penyimpangan dan kerugian perusahaan. Keputusan Kabulog No: KEP-69/KA/03/998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertanggungjawaban Uang Muka di Lingkungan Badan Urusan Logistik pasal 3 ayat 1 dan 5 menyatakan : a.UM dirsarlog UM dit ren UM diktihal UM sesper UM divisi IT UM div ortala UM divisi umum UM counter trade UM lainnya 39.000 6. sehingga cenderung mengabaikan dan tidak beritikad sungguh-sungguh untuk mempertanggungjawabkan uang muka. merupakan kelalaian penanggung jawab uang muka dan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil.872.000 9. b. Manajemen Perum Bulog belum melaksanakan fungsi pengawasan yang optimal berkaitan dengan pertanggungjawaban uang muka.000 21.972.720. b.000 7.102.500.655.000 186.473 Uang muka tersebut telah dipergunakan untuk kegiatan/operasi perusahaan.872. Bagian Akuntansi belum menerima bukti-bukti pengeluaran yang telah diverifikasi. Keterlambatan pertanggungjawaban uang muka mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : a.709.511 94.000 1.316.858 39.000 186. b.354.830.158.615 646.

pihak Divisi Anggaran melalui Sub Verifikasi telah meminta kepada personil yang menggunakan uang muka tersebut untuk diselesaikan pertanggungjawaban administrasinya.790.619.00.55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat (Bulog) Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui saldo piutang ABRI per 31 Desember 2003 di Divre Kalsel adalah sebesar Rp1. Berdasarkan berita kawat Bulog nomor 661/04042003 Butir AA.551.078. Namun demikian saldo tersebut belum dilimpahkan ke Bulog untuk ditagihkan. Hal tersebut disebabkan Divre Kalimantan Selatan sering terlambat memintakan legalisir ke KPKN dan terlambat melimpahkan saldo piutangnya ke Pusat. Disebutkan agar Dolog/Subdolog setiap bulan secara rutin mengirimkan daftar penyimpulan dan rekap Daftar Penyimpulan yang telah diverifikasi/disetujui KPKN ke Dirbia (Direktorat Pembiayaan) Bulog rangkap 2.514.790.677.00 + Rp6. Dengan terlambatnya saldo piutang ABRI/Hankam dilimpahkan ke Pusat (Bulog). Atas temuan BPK ini.677. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1. BPK RI menyarankan agar atas uang muka yang belum dipertanggungjawabkan penggunaannya segera dipertanggungjawabkan dan Divisi Anggaran lebih tegas dalam meminta pertanggungjawaban uang muka. Saldo awal piutang ABRI/Hankam yang tercatat per tanggal 21 Januari 2003 adalah sebesar Rp411. Butir CC.592.00.00 ( Rp411.078. dengan nilai penjualan Rp6.398 Kg.963. Total penyaluran beras ABRI/Hankam tahun 2003 adalah sebesar 2.844. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : 23 BPK RI / AUDITAMA KN V . Agar diketahui bahwa akibat keterlambatan pengiriman dokumen ke Bulog berarti kerugian juga bagi Bulog.963. Sehingga total tagihan yang harus dilimpahkan pada tahun 2003 adalah Rp7.00) Berdasarkan bukti pelimpahan piutang ABRI/Hankam diketahui bahwa pengiriman daftar penyimpulan ke kantor pusat Perum Bulog sering terlambat/ tidak dilakukan setiap bulan.640. maka Perum Bulog terlambat menagihkan piutang tersebut yang pada akhirnya akan menghambat likuiditas Perum Bulog pada umumnya. 7. pihak Divisi Anggaran akan lebih aktif untuk menerbitkan surat teguran atas uang muka yang pertanggungjawaban melebihi batas waktu. Dari sisa yang ada saat ini beberapa pertanggungjawaban uang muka telah diselesaikan administrasinya.202.514.031.619.Terhadap sisa tersebut. walaupun ada beberapa Divisi yang secara struktur organisasi saat ini tidak ada namun pihak verifikasi telah menghubungi personil yang bertanggungjawab terhadap hal itu.00 dan sudah termasuk dalam laporan gabungan Perum Bulog.

penagihan HPB TNI oleh BULOG dilaksanakan secara bertahap/periodik dan pada akhir tahun anggaran tim penagihan HPB TNI-AD yang terdiri dari.00 belum dilimpahkan ke kantor pusat (Bulog). BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog mengistruksikan supaya piutang Raskin di Divre-divre segera dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog agar dapat segera ditagihkan dan memberi sanksi atas keterlambatan yang terjadi. Subdivre/Divre akan membukukan penerimaan aktiva tetap. b. Sebagian dokumen berkas Daftar Penyimpulan berdasarkan KU-106 memang terjadi keterlambatan pengirimannya.Memang benar. BULOG. komputer maupun pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre atau Divre seperti pembangunan gedung kantor. Subdivre/Divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre/BULOG. sehingga seksi akuntasi belum dapat membuku/melimpahkan HPB TNI-AD tersebut. terdapat piutang ABRI/Hankam untuk seluruh divre kalimantan selatan sebesar Rp1. namun surat pengantar tersebut sudah dikirim ke Bulog. untuk selanjutnya Daftar Penyimpulan yang telah dilegalisir tersebut dipakai sebagai dasar penagihan dari sisa penagihan untuk keseluruhan tagihan yang diajukan oleh BULOG tahun 2003. Selanjutnya AT secara fisik dikirimkan ke Subdivre/divre dengan membuat Berita Acara Penerimaan. Namun demikian dapat kami jelaskan bahwa: a. BPKP Pusat.551. dan Dep Keu datang ke Banjarmasin untuk meneliti dan merekonsiliasi jumlah Daftar Penyimpulan untuk satu tahun anggaran 2003 yang dibuat oleh Divre Kalsel dengan dilegalisir oleh KPKN Banjarmasin. sedangkan secara administrasi BULOG (Biro Teknis) mengirimkan Surat Hutang 5 (SH-5) yang mencantumkan spesifikasi teknis dan nilai barang. Berdasarkan Pedoman Pembukuan dari Biro Akuntasi BULOG perolehan aktiva di Subdivre maupun di Divre dapat dibedakan menjadi pembelian aktiva tetap yang dibayar di BULOG dan pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre/Divre yang dibayar di BULOG dengan mekanisme: Untuk pembelian aktiva tetap untuk Sub Divre/Divre yang dibayar di BULOG mekanismenya adalah BULOG membayar kepada rekanan atas pembelian AT sesuai ketentuan yang berlaku.844. Sedangkan untuk pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre / Divre dengan pembayaran seluruhnya di BULOG mekanismenya Subdivre maupun Divre membukukan penambahan aktiva tetap berdasarkan Surat Pelimpahan dari BULOG (SH-5) yang didukung 24 BPK RI / AUDITAMA KN V . pembangunan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPBG) serta mesin Rice Milling Unit (RMU). Keterlambatan pelimpahan HPB TNI-AD sebesar tersebut diatas adalah disebabkan karena seksi keuangan terlambat menyerahkan sebagian dokumen pengantar Daftar Penyimpulan atas HPB TNI-AD ke seksi Akuntansi. Namun dari informasi yang kami terima. Pengadaan aktiva tetap tersebut dapat berupa pembelian Aktiva Tetap (AT) untuk Subdivre maupun Divre yang dibayar di BULOG seperti pengadaan aktiva pendukung kegiatan di kantor seperti kendaraan. Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan Surat Hutang (SH-5) oleh kantor pusat Dalam rangka menunjang kegiatan usahanya. 8. berdasarkan bukti dasar BA Penerimaan dan SH-5.619. Perum BULOG melakukan pengadaan aktiva tetap.

Penambahan atau rehab aktiva tersebut adalah : a.000 dilakukan tersebar di gudang-gudang Sub-sub Divre di Jawa Timur. Hal tersebut mengakibatkan terhadap aktiva yang telah diterima dan dimanfaatkan oleh subdivre/divre belum dapat dibandingkan dengan beban biaya atas aktiva tersebut. dan Gedung RMU Pengadaan Komputer dan Gedung Rice Milling Unit (RMU) didanai dengan APBN. Berdasarkan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan diketahui bahwa pembangunan gudang atau relokasi di Bangkalan. Hal tersebut terjadi karena Kantor Pusat Perum Bulog kurang perhatian terhadap perlunya penerbitan SH 5 secara tepat waktu. c. 25 BPK RI / AUDITAMA KN V . Menurut ketentuan akuntansi Bulog seharusnya pada saat barang diterima di Subdivre atau Divre dan telah di buat Berita Acara Serah Terima (BAST) nya di Divre dan Subdivre. Proyek pembangunan rehabilitasi atap gudang dengan nilai total Rp15. Berdasarkan hasil pemeriksaan. kantor pusat langsung membuatkan SH-5. Dalam tahun 2003 Divre Jatim telah melaksanakan rehabilitasi atap gudang dengan dana APBN. sedangkan proses relokasi di Wiro Tuban selesai pada tanggal 5 Juni 2003 namun sampai dengan pemeriksaan berakhir (Desember 2004) belum di buatkan SH-5. Namun sampai dengan pemeriksaan berakhir belum pernah diterbitkan SH-5 nya.733. antara Berita Acara Penerimaan Barang dan pembuatan SH-5 dapat diuraikan sebagai berikut : • Komputer beserta assesorisnya dari Pusat sudah diterima sekitar bulan Oktober sampai dengan Desember 2003. b. Madura selesai pada tanggal 5 Januari 2004.962. Relokasi gudang di Wiro Tuban dan Bangkalan Selama tahun 2003 terdapat 2 proyek relokasi gudang yaitu proyek relokasi 1 (satu) gudang GSP dari Jember ke Bangkalan dan proyek relokasi 1 (satu) gudang GBB dari Buduran ke Tuban. sebagai dasar pencatatan dan pengakuan aktiva. Pengadaan Komputer. Berita Acara Serah Terima proyek rehabilitasi atap gudang tersebut telah dibuat bulan pada akhit bulan Oktober 2003 dan pertengahan bulan Desember 2003 namun demikian sampai dengan saat pemeriksaan berakhir (31 Desember 2004) belum dibuatkan SH-5 oleh Kantor Pusat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Jawa Timur di temukan beberapa pembangunan atau rehab bangunan yang telah selesai pembangunan fisiknya dan telah dibuat berita acara serah terima fisik namun sampai dengan akhir Desember 2003 belum dibuatkan SH-5 dari Kantor Pusat sehingga Subdivre maupun Divre tidak dapat mencatat aktiva yang bersangkutan baik secara administrasi maupun akuntansi walaupun aktiva tersebut telah memberikan manfaat kepada Subdivre atau Divre. Berdasarkan hasil pemeriksaan. • Proyek Pembangunan Gedung Rice Milling Plant diwilayah Divre Jawa Timur telah diterima sekitar triwulan IV tahun 2003 namun. Rehabilitasi Atap Gudang.BA Serah Terima dari Kontraktor dimana subdivre / divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre / BULOG dengan melampirkan SH-5 nya.sampai dengan akhir pemeriksaan (31 Desember 2004) belum diterbitkan SH-5nya.

00 akan dibuatkan SH-5 untuk Subdivre Madura ditambah nilai Inventaris dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban IPKK dari gudang GSP yang direlokasi untuk Subdivre Jember pada gudang Pecoro akan dihapuskan 1 (satu) GSP yang direlokasi dan relokasi 1 (satu) gudang GBB dari GBB Buduran Sidoarjo ke GBB Wire Tuban dengan biaya relokasi Rp1.594. Subdivre pengirim akan menghapus nilai aktiva tetap (nilai awal ditambah biaya pembongkaran. Divre dan Subdivre akan mencatat setelah menerima SH-5 dari Perum bulog Pusat sebagai bukti dasar.000. BPK RI menyarankan agar Kantor Bulog Pusat segera membuat SH-5 secepatnya setelah aktiva tetap diserahkan ke daerah. Setelah diterbitkan SH-5. Untuk proyek yang didanai APBN belum diterbitkan SH-5 sehingga belum dicatat sebagai penambahan aktiva tetap.908.000. Sedangkan untuk relokasi Rp869.500.Memang benar beberapa perolehan aktiva tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 belum dibuatkan SH-5. pengangkutan dan pemasangan kembali). Untuk rehabilitasi atap gudang akan segera dibuatkan SH-5. demikian pula penambahan aktiva tetap/inventaris yang pelaksanaan pengadaannya melalui Bulog Pusat.00 akan dibuatkan SH-5 yang akan dicatat pada neraca Subdivre Bojonegoro. 26 BPK RI / AUDITAMA KN V .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful