BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN

PERUSAHAAN UMUM BULOG
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003

Nomor Tanggal

: 37.A/Auditama V/GA/XII/2004 : 31 Desember 2004

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 pesawat 517 Fax. (021) 5700380.

DAFTAR ISI Halaman I. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN II. DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 2. Dasar Penugasan …………………………………………………................. Ruang Lingkup Audit ………………………………………………………... i v v v

III. LAPORAN KEUANGAN 1. Neraca per 31 Desember 2003 ……………………………………................. 2. Laporan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 3. Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………………………. 4. Laporan Perubahan Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 5. Laporan Laba (Rugi) Per Segmen Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………….. 6. Catatan atas Laporan Keuangan. a. Gambaran Umum Perusahaan …………………………………………… b. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi …………………………………………… c. Penjelasan Akun-Akun Neraca dan Laba (Rugi) ……………………….. 7
7 10 22

1 3

4

5

6

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

laporan perubahan ekuitas. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. atas dasar pengujian. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Perusahaan mencatat aset kelolaan yang merupakan aset-aset yang berasal dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog yang belum diakui sebagai penyertaan modal negara pada Perum i BPK RI/AUDITAMA KN V . serta laporan laba rugi. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.A/Auditama V/GA/XII/2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003. Laporan keuangan. Neraca awal Perum Bulog tanggal 21 Januari 2003 yang merupakan neraca pembukaan diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya bertanggal 28 April 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas neraca awal tersebut. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan.

Menurut pendapat kami.00. Perubahan-perubahan aset kelolaan dicatat oleh perusahaan dalam akun lain dalam perusahaan.570. atas laporan keuangan.1 atas laporan Keuangan menjelaskan bahwa dalam tahun 2003 Perum Bulog menerima pendapatan lain-lain dari restitusi pajak yang merupakan pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai atas nama LPND Bulog tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No.916. dan hasil usaha.847. 141/WPJ. Catatan No. seperti dalam pendapatan lain-lain.194. dan pendapatan ditangguhkan. 3. Menurut pendapat kami. 3. No.07/KP.26.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.07/KP. posisi keuangan Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003. ii BPK RI/AUDITAMA KN V . karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut belum dapat dibuat dan manajemen berkeyakinan. perusahaan belum menerapkan PSAK Nomor 57 tentang Kewajiban Diestimasi. diantaranya adanya pelunasan piutang dalam aset kelolaan.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003. penjualan persediaan rusak dalam aset kelolaan. 81/WPJ. kewajiban yang mungkin timbul berkaitan dengan diberlakukannya Undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. dan No. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kewajiban Kontijensi. agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. perubahan tersebut seharusnya dicatat dalam aset kelolaan itu sendiri sehingga tidak membuat posisi keuangan perusahaan menjadi lebih tinggi dari seharusnya (overstated).433. 90/WPJ. dalam semua hal yang material.Bulog dalam akun Aktiva Lain-lain di kelompok Aktiva dan di akun Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan di kelompok Pasiva masing-masing sebesar Rp492. tentang penerapan Undangundang Nomor 13 Tahun 2003.07/KP. kecil kemungkinan untuk terjadi pemutusan hubungan kerja yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya.172. kecuali untuk dampak tidak dicatatnya perubahan-perubahan aset kelolaan. dan Aktiva Kontinjensi terhadap kewajibankewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam aset kelolaan tersebut oleh perusahaan tidak dicatat dalam aset kelolaan baik di Aktiva Lain-lain maupun di Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan sehingga saldo aset kelolaan tidak berubah. Oleh karena itu. Seperti dijelaskan dalam Catatan No. seperti yang kami uraikan dalam paragraf di atas.29. Dalam tahun 2003 terjadi perubahan-perubahan atas aset kelolaan.

31 Desember 2004 iii BPK RI/AUDITAMA KN V . Misnoto. D-1416 Jakarta. MA Register Negara No.37.Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami laporkan kepada manajemen Perum Bulog dalam suatu laporan terpisah nomor . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Ak. Drs.B /Auditama V/GA/XII/2004 tanggal 31 Desember 2004.

DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT .

b. Kepres No. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. d. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Dasar Penugasan a.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1.2/8/2003 tanggal 19 Agustus 2004. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan Perum Bulog (Persero) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2003. 114/S/VII-XV/5/2003 tanggal 28 Mei 2003 perihal Pelaksanaan audit Laporan Keuangan BUMN Tahun Buku 2003 Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan Perum Bulog tahun buku 2003. b. Audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. e. 18 tahun 2004 tentang Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Tahun 2003. Undang-undang No. 23 F dan 23 G. Surat BPK-RI No. 43/ST/VII-XV. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Instruksi Presiden Republik Indonesi Nomor 9 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kebijakan Perberasan. f. 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog c. Peraturan Pemerintah No. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas. c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan yang kami uji mencakup: a. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. 2. v BPK RI/AUDITAMA KN V . d. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E.

SK Menteri Keuangan N0. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perum Bulog l. Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan tahun 2003 o. f. m. Keputusan Menteri Keuangan RI N0. r. SK Menteri Keuangan RI No. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-17/KA/01/2003 Tentang Tata Kerja Satuan Tugas Operasional Pengadaan Gabah Dalam Negeri (SATGAS ADA DN). Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-04/KA/01/2003 Tentang Pedoman Umum Pengadaan Dalam Negeri Melalui Pola Kemitraan Dengan Pusat Pengolahan Padi Terpadu (P3T). Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-18/KA/01/2003 Pengadaan Dalam Negeri. Keputusan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog Nomor: KEP-01/TPP. 353/KMK 02/04 tentang PL 480 h. Beras Dan Karung Plastik Dalam Rangka vi BPK RI/AUDITAMA KN V . Keputusan Menteri Keuangan No. k. SK Meneg BUMN No. SK Direksi Perum Bulog No. 340/KMK. i. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK. n.02/2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan PERUM BULOG dalam rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan.03/2002 tanggal 4 Agustus 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan N0. KEP-182/MBU/2003 tanggal 27 Maret 2003 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog dengan tugas melakukan inventarisasi kekayaan termasuk hutang piutang Bulog yang akan diusulkan menjadi modal Perum Bulog.BULOG/2003 tanggal 10 April 2003 tentang Pembentukan Sub Tim dan Sekretariat Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 339/KMK. j.e. 520/KMK. q. 138/KMK. p.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan Perum Bulog Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan. 339/KMK. Tentang Tatacara Teknis Pemeriksaan Kualitas Gabah. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003 ( Master Budget Versi Baru Perum) g.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat Pendiriannya.04/2000 tentang Jenis-jenis Harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan untuk Keperluan Penyusutan. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : Kep-16/Ka/01/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Gabah Dan Beras Dalam Negeri Tahun 2003.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Harga Pembelian Beras oleh Pemerintah kepada PERUM BULOG Tahun 2003.

Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-19/KA/01/2003 Tentang Pengolahan/Giling Gabah Pengadaan Dalam Negeri. z. Printer. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA vii BPK RI/AUDITAMA KN V . x. Kep – 142/KA/07/2002 tentang Peraturan Pergudangan di Lingkungan Badan Urusan Logistik (Buku Hijau). Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 23 Agustus 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. KEP-08/UP/01/2003 Tanggal 16 Januari 2003 Tentang Harga Pembelian Gabah Oleh Kontraktor Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri Dari Petani/Kelompok Tani. SPP dst Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. t. SE Dirjen Pajak N0. SE-07/PJ.42/2002 Tanggal 5 Agustus 2002 tentang Penghitungan Penyusutan atas Komputer. y. Harga Pokok Beras & Anggaran Biaya & Pendapatan (Master Budget) Tahun 2003 bb. 162/KA 08/2001 tentang Kewenangan Penandatanganan Cek. Keputusan Direksi Perum BULOG No. Keputusan Kepala BULOG No. Keputusan Bersama Kepala Badan Bimas Republik Indonesia Dan Nomor : 02/SKB/BBKP/I/2003 Kepala w. Scanner dan sejenisnya. aa.s. Keputusan Bersama Direktur Jenderal Bina Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia Dan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : /Skb/Bpphp/ I/2003 Tanggal Januari 2003 u. v. Kep– /Up/01/2003 Tentang Persyaratan Kualitas Gabah/Beras Untuk Pengadaan Dalam Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Badan Urusan Logistik Negeri Tahun 2003. Keputusan No. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan tata Kerja Perum BULOG.

LAPORAN KEUANGAN .

12.997.12.873 2.607) 38.893 10.758.018.899.102.465.295.582 12.3 3.13.944.948.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.206.687 506.396.2 3.286.377.926.1 3.735.066.545.747.763.874 1.013.585.027.591.423.485.009 5.9 3.483 392.594.404.1 3. 1 .3 3.4 3.674.585.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Uang Muka Piutang.943.829) 106.016.090.651.829.078 635.8 3. setelah dikurangi dengan penyisihan piutang sebesar Rp1.268.301 299.833 (12. 17.060.944 575.500 426.164) 122.259 13.073.12.939.963.12.838 271.762.928.563 (6.205 1.294.5 1.897.358.847.7 3.883.796.820.401.142.028.920.009.615 - 3.944 tahun 2003 Pendapatan YMH Diterima Biaya Dibayar Di Muka Persediaan Pajak Dibayar Di Muka Biaya Ditangguhkan Aktiva Lancar Lainnya JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA PAJAK TANGGUHAN AKTIVA TETAP Tanah Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin-mesin Akumulasi Penyusutan Mesin-Mesin Kendaraan Akumulasi Penyusutan Kendaraan Inventaris Akumulasi Penyusutan Inventaris JUMLAH AKTIVA TETAP AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 3.647.001.737.414.620.203.920.027 33.178.274 11.062.316.4 3.604.570.744 19.985.907.162.276.835 1.061.541.986.393.221.636.575.010.12.10 1.368.000 60.613.500 12.11 Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.910 4.5 3.736 3.953 (97.002.439 614.2 3.687 495.264.916.596.6 3.001.974 5.624 (34.019.030 14.000 15.545.182.624 1.866 2.229.630 66.721.758 68.353.343.074.065.901.000.310) 3.942.

096 10.830.898.17 3.570.030 14.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Bank Hutang Usaha Hutang Pajak Biaya YMH Dibayar Pendapatan Ditangguhkan Beban L/C Yang Belum Dilimpahkan JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK KEWAJIBAN JANGKA PANJANG KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN EKUITAS Modal Akumulasi Laba (Rugi) JUMLAH EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.727 6.120.126 492.229 1.1 3.433 3.025.127 17.219.049 52.991 12.551.127 6.21.670 25.607 - 3.349.354.879.203.685.15 3.879.564.243.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.572.930.354.800 9.673.2 6.737.539.127 (507.400) 5.279.21.191.758.564.195.411 14.543.838.824 7.847.915.268.354.674.916.116.071.763.879.613.182 725.054.674.177 - 5.20 783.052.16 3.358 1.018.373.485.798.899.19 9.161 1.410.514.090.14 3. 2 .359.461.741.339.18 3.206.999.564.013 7.

153.538.365.009.373.263.2 3.382.262.2 3.24.075 7.554) 785.190.254 1.379.679 152.314.856.762.24.26.015) 19.862.985.26.759 1.24.615 19.780 201.598.2 3.2 3.627.172.020.267 132.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA (RUGI) Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan PENDAPATAN USAHA Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba (Rugi) Kotor Biaya Usaha Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai Biaya Umum Biaya Pajak Biaya Susut Biaya Penyisihan dan Penyusutan Biaya Eksploitasi Umum Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan Lain-lain Biaya Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penghasilan (Beban) PPh Badan Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih 3.554 1.22 3.2 3.236.759 29.340.944.081.295 157.108 (1.739.154.085.284.207.1 3.017 413.912.174.23 8.615 (507.339.400) (507.24.24.821 37.373.400) 3.944.1 3.24.27.2 Catatan Jumlah 3.682 434.009.25 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 3 .565.908 1.890.24.2 3.287.864.327.339.2 3.756 628.539 (526.645.191.607.27.2 3.383.159.874.335.686.1 3.24.954.802.683 349.929.

045.431) (66.379.027.774 30.383.327.981.128.187.539) 1.062.287.699.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penyesuaian Untuk : • Pendapatan dan Biaya Lain-Lain • Beban Bunga Laba Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja • Kenaikan Investasi Jangka Pendek • Penurunan Uang Muka • Kenaikan Piutang • Kenaikan Pendapatan Yang Masih Hrs Diterima • Kenaikan Biaya Dibayar Di Muka • Kenaikan Persediaan • Kenaikan Biaya Yg Ditangguhkan • Kenaikan Aktiva LainLain • Kenaikan Hutang Kas Dihasilkan Dari Operasi • Penerimaan Jasa Giro Dan Bunga Deposito • Penerimaan Subsidi Pemerintah • Penerimaan Sewa • Penerimaan dana bantuan gaji PNS • Penerimaan Restitusi Pajak • Pembayaran Bunga • Pembayaran Pajak • Pembayaran Provisi • Pembayaran Administrasi Jasa Giro • Penerimaan (Pembayaran) Lainnya Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi • Penambahan Aktiva Tetap • Penambahan Aktiva LainLain • Hasil Penjualan Aktiva Tetap Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan • Penambahan Kekayaan • Penambahan Kekayaan Yang Belum Distatuskan Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan Penurunan Kas Dan Setara Kas Kas Dan Setara Kas Awal Periode Kas Dan Setara Kas Akhir Periode (526.841.150.111.384.013.646.353.585) (7.414.693 290.172.326.926.779.693 (700.482.095.718) 1.449.862.214) (34.286.015) (628.263.617.984.862.388.906) 3.368.474.554 (614.990.136.474) (759.189.893.013.428.125) (131.623.644.301.272) (2.554.486.286) 290.494.987.103) (20.367 4.577.108) (94.194.769) (849.134 (330.453 3.268.137) (10.099) 280.885.329 230.950 (141.327.798 77.332.157 1.500) 2.680.044.364 82.943.258.847 (1.077) (6.688.314.284.108 132.981.324.756.062.483.083.439 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 4 .737.974) (1.287.163.565.

879.125 Cadangan Saldo Laba Rugi (507.847.373.879.354.125 (507.354.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Uraian Saldo per 21 Januari 2003 Penyertaan Modal Negara Dana Bulog Modal Donasi Laba (Rugi) Tahun Berjalan Saldo per 31 Desember 2003 Modal Ditempatkan Penyertaan Modal 6.879.373.564.339.339.373.564.339.725 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 5 .125 6.400) (507.400) Jumlah 6.191.564.539.354.400) 5.

295 157.672.170.081.944.415.088.805 15.327) 17.400) (507.121 17.874.645.772.Biaya Lain-Lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba(rugi) Sebelum PPh Badan .607.Biaya Penjualan .121 (989.902.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA RUGI PER SEGMENTASI USAHA Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) No.554 1.772.206) Non Segmen 622.236.747.737.108 (1.739.379.607.Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih Segmentasi Usaha Pelayanan Publik Komersial 8.206) (989.329.262.584 1.172.263.929.267 132.254 1.411.207.802.565.312 480.821 37.312 1.679 152.223.415.329.806.862.683 349.683 349.912.510.944.985.075 7.890.190.373.Pajak Kini .806.539.490 141.190.954.382.954.113.203.Pendapatan Lain-Lain .314.479.759 29.108 (1.254 1.340.227 (1.153.159.912.672.756 628.263.539.494 1.154.287.383.682 435.340.762.494 482.017 413.784 482.615.565.267 132.707.598.780 201.821 37.645.554) 785.Penjualan .262.802.335.856.554 1.009.682 435.473.009.172.287.479.081.203.314.339.762.627.191.373.874.627.615.598.554) 163.Harga Pokok Penjualan Laba (rugi) Kotor (2-3) Biaya Usaha .862.473.236.615 (507.020.759 29.Jumlah Biaya Umum dan Administrasi Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain .667 1.339.327.985.476.327.Biaya Umum dan Administrasi ● Biaya Pegawai ● Biaya Umum ● Biaya Pajak ● Biaya Susut ● Biaya Penyisihan dan Penyusutan ● Biaya Eksploitasi Umum .864.538.170.929.117.153.015) 19.804.780 201.615 19.902.679 152.667 1.804. 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Pendapatan Usaha .584 1.739.154.539 (526.007.578 147.191.286.284.017 413.856.400) 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 6 .784 Jumlah 8.627.864.903.382.890.113.178 480.737.075 7.207.

CATATAN LAPORAN KEUANGAN .

dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. Perum Bulog berupaya untuk mendapatkan profit. 1. maksud dan tujuan perusahaan adalah sebagai berikut : • Sifat usaha dari Perusahaan adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perusahaan.7 Tahun 2003. Pendirian Perusahaan Perusahaan Umum BULOG selanjutnya disebut Perusahaan adalah badan usaha yang didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. pengelolaan cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu.1. Dengan demikian.3. terutama dalam kegiatan publik.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1. Perum BULOG melaksanakan penugasan pemerintah yaitu: penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) dan pengamanan stock dalam rangka ketahanan pangan. • Maksud didirikannya Perusahaan adalah : o o untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan. maka Perum BULOG mempunyai dua tugas. Kegiatan Usaha Pokok Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. sifat. 7 tahun 2003. dan stabilisasi harga. Sifat. 1. Perusahaan menyelenggarakan kegiatan usaha-usaha logistik pangan pokok serta usaha lainnya yang dapat menunjang tercapainya For A Brighter Future 7 . GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Dalam tugas publik. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berstatus Perum. pengelolaan kegiatan Bulog tidak sepenuhnya dapat mengikuti kaedah-kaedah sebagaimana perusahaan umum lainnya. • Tujuan Perusahaan adalah turut serta membangun ekonomi nasional khususnya dalam rangka pelaksanaan program pembangunan nasional di bidang pangan.2. sedangkan dalam tugas komersial. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan PP No. yaitu tugas publik dan tugas komersil.

For A Brighter Future 8 . Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha perusahaan. Pengadaan beras untuk penyediaan dan penyaluran beras bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan sebagaimana dimaksud dalam angka 1. 3. yaitu: o Tersedianya kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. Visi Perusahaan “Menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan” Adapun penjabaran visi tersebut adalah sebagai berikut: • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam rangka memantapkan Ketahanan Pangan Nasional dari berbagai aspek.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) maksud dan tujuan Perusahaan. Dalam penugasan tersebut Perum Bulog diwajibkan : 1. baik tepat waktu. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. 1. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. sesuai PP Nomor 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog pasal 6 ayat 2 huruf b disebutkan bahwa ” dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. Menyediakan dan menyalurkan beras untuk menanggulangi keadaan darurat dan menjaga stabilisasi harga beras dalam negeri melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah. jumlah dan tempat. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan”. cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. Pengadaan untuk cadangan beras pemerintah sebagaimana dimasud dalam angka 1. 9 tahun 2002 tentang Penetapan Kebijakan Perberasan Nasional.4. Menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan. 2. Perum Bulog menerima penugasan pemerintah khususnya untuk stabilisasi harga gabah/beras sebagaimana yang tertuang dalam Inpres No. pengelolaan. kualitas.

Misi Perusahaan Berdasarkan visi perusahaan diatas. • • Menyelenggarakan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat kepada stakeholders. Menjalankan usaha dalam bidang produksi. pemasaran dan jasa di bidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya Pangan dan bidang usaha lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas. Pencapaian kinerja yang produktif dan penciptaan nilai (value creation). Pemenuhan kepentingan dan kepercayaan terhadap pemegang saham. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan secara berkelanjutan. Pemberdayaan dan pengembangan SDM • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti senantiasa memiliki kepekaan atas tanggung jawabnya terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan serta taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam melaksanakan bisnis. Melayani hasil produksi pangan dari petani dan memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) o o Sebagai pengendali harga pangan di tingkat Produsen dan Konsumen. For A Brighter Future 9 . 1. yang memberikan manfaat kepada perekonomian Nasional. maka Perum Bulog memiliki misi sebagai berikut: • • Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pangan nasional. efisiensi dan kemampuan untuk menghasilkan laba. • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti profesional dan kompetitif dalam: o o o o o Pelaksanakan tugas publik dan komersial dalam bidang usaha pangan berskala Nasional dan Internasional.5. baik petani (produsen) maupun konsumen (masyarakat). Pemenuhan kepuasan pelanggan.

Periode Laporan Interim adalah triwulanan. Simatupang . Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan • Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan Asumsi Kelangsungan Usaha dan atas Dasar Akrual. & IT Direktur Umum dan SDM : : : : : Widjanarko Puspoyo Saean Achmady Bambang Budi Prasetyo Tito Pranolo Agus Saefullah 2.dan Kantor Pusat) Laporan unit kerja hanya For A Brighter Future 10 . pengukuran aktiva. kewajiban. pendapatan dan beban diakui pada periode terjadinya.P.1.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1. • Laporan Keuangan Gabungan merupakan penggabungan dari laporan yang disusun oleh seluruh unit kerja (Subddivre. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2.Rachmad Pambudy . Divre. • Laporan Keuangan disusun berdasarkan Nilai Historis : o o Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas atau sebesar nilai wajar untuk memperoleh aktiva tersebut. Direksi dan Dewan Pengawas Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Ketua Dewan Pengawas Anggota Dewan Pengawas : : M.A . disusun untuk keperluan manajemen dan memudahkan dalam penyusunan Laporan Keuangan. • • Laporan Arus Kas disusun dengan mengunakan metode tidak langsung. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban.6. Laporan Interim merupakan laporan antar periode. atau dalam keadanan tertentu dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kawajiban dalam kegiatan usaha normal.Anshari Ritonga Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi Direktur Pengemb.Sudar S.

diakui sebagai beban atau pendapatan periode yang bersangkutan. Piutang • Piutang Usaha. 2. • Laporan Keuangan disusun terdiri dari : o o o o o Neraca Laporan Laba-Rugi Arus Kas Perubahan Ekuitas Catatan Atas Laporan Keuangan 2. merupakan Piutang yang timbul diluar dari kegiatan usaha Perum Bulog. Setara Kas terdiri dari rekening giro dalam bentuk rupiah maupun Mata Uang Asing dan Uang Dalam Perjalanan. Kas dan Setara Kas • Kas. • Setara Kas. • Semua alat-alat likuid yang tidak segera diperlukan oleh perusahaan disimpan dalam bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. For A Brighter Future 11 .2. • Piutang Lainnya. merupakan Piutang yang timbul dari kegiatan usaha Perum Bulog. merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid. Selisih antara Piutang yang diakui dengan realisasi penyelesaian dengan Pemerintah. • Piutang transaksi dengan Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih kepada Pemerintah.3. adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Perusahan dalam bentuk Rupiah maupun Mata Uang Asing. • Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan laporan gabungan perusahaan dengan anak perusahaan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja masing-masing unit kerja dan merupakan bagian dari laporan keuangan perusahaan yang lengkap. berjangka pendek yang dengan cepat dapat dijadikan Kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai signifikan. terdiri dari piutang yang terjadi dari transaksi dengan Pemerintah dan transaksi non Pemerintah.

Pengalihan Piutang Usaha (Anjak Piutang) • Anjak piutang dengan resource diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. bila berumur kurang dari setahun dan pembayarannya lancar (kontinyu). 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Piutang transaksi dengan non Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih setelah diperhitungkan dengan penyisihan. • Piutang usaha kepada Non Pemerintah : o o o o Piutang lancar. Besarnya penyusutan 15%. bila berumur lebih dari setahun. • Penghapusan Piutang dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. bila berumur lebih dari setahun. • Berdasarkan hasil analisis piutang masing-masing debitur.4. • Kriteria piutang ditentukan oleh umur piutang dan tingkat kolektabilitas piutang per debitur. Piutang kurang lancar. sedangkan tingkat kolektabilitas piutang ditentukan oleh kemampuan bayar debitur. Piutang macet. • Piutang usaha kepada Pemerintah dikategorikan sebagai Piutang Lancar. Piutang diragukan. Besarnya penyusutan 50%. tidak ada pembayaran. Besarnya penyusutan 0%. sulit diharapkan untuk dapat ditagih dan bermasalah (sengketa/peradilan). tidak ada pembayaran dan diragukan pengembaliannya. terhadap Piutang Usaha dilakukan Penyisihan Piutang. sesuai dengan Keputusan Menteri. Besarnya penyusutan 0%. Besarnya penyusutan 100% • Piutang Usaha yang diklasifikasikan sebagai diragukan dan macet dikelompokan dalam kelompok Aktiva Lain-Lain. • Selisih antara nilai piutang yang dialihkan dengan dana yang diterima ditambah For A Brighter Future 12 . bila berumur lebih dari setahun dan ada pembayaran namun tidak lancar. Umur piutang ditentukan/dihitung sejak timbul/terjadinya piutang (dalam satuan bulan).

Persediaan • Pengelompokan Persediaan o Persediaan Barang Dagangan Barang dagangan yang siap untuk dijual dalam kegiatan normal Perusahaan. Obat-obatan untuk perawatan Persediaan Komoditi Dagangan. Biaya-biaya yang terkait langsung dengan pengolahan/ prosessing barang dagangan diakui sebagai biaya perolehan.5. Harga beli/harga pengadaan barang dagangan dan biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian/pengadaan diakui sebagai biaya perolehan. For A Brighter Future 13 . Khusus untuk karung pembungkus bekas baik (yang masih dapat digunakan) dinilai sebesar 75% dari harga pembelian yang terakhir dari jenis karung yang bersangkutan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dengan retensi. antara lain Karung/Karplas/ Kartago. Barang dagangan yang dalam proses pengolahan Barang dagangan dalam perjalanan (dalam proses pemin dahan/movement) o Persediaan Barang Pelengkap/Pembantu : Tidak dimaksudkan untuk dijual Diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha yang terkait dengan barang dagangan. 2. • Penilaian Persediaan : o Barang Dagangan Berdasarkan biaya perolehan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. sisa/saldo Barang Pelengkap/ Pembantu diakui sebagai Persediaan dan dinilai menurut harga pembelian/pengadaan/penerimaan terakhir. o Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli/harga pengadaan/harga penerimaan Barang Pelengkap/ Pembantu selama periode diakui sebagai beban periode yang bersangkutan. diakui sebagai beban bunga selama periode anjak piutang. Pada akhir periode (tanggal neraca) berdasarkan pemeriksaan fisik (stock opname).

Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement regional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Divre yang bersangkutan. Harga penerimaan barang dagangan atas kegiatan giling/prosessing dan reprosessing diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga pokok bahan baku barang dagangan yang digiling/prosessing atau reprosessing. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian LN diakui pada saat penerimaan barang. penerimaan barang dagangan atas kegiatan movement (nasional/regional) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga For A Brighter Future 14 . o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli barang pelengkap/pembantu atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga beli DN. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement nasional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Bulog Pusat (dilimpahkan). Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli LN/harga import. o Biaya Perolehan Barang Dagangan Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian DN adalah biayabiaya yang terkait langsung dengan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang. Harga penerimaan barang pelengkap/pembantu atas kegiatan penerimaan movement diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga pelimpahan (SH-5). Harga beli DN.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Harga Perolehan Persediaan o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Dagangan Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli DN.

Investasi • Deposito berjangka disajikan sebesar nilai nominalnya sebagai investasi jangka pendek .6. Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar diakui pada periode berjalan. • Investasi dalam bentuk penyertaan saham : o o Perusahaan mempunyai kepemilikan saham kurang dari 20% disajikan sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi. Aktiva Tetap • Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau 15 For A Brighter Future . Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar disajikan sebagai komponen ekuitas.7.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan giling/ prosessing dan reprosessing adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan giling/prosessing atau reprosessing diakui pada saat penerimaan barang. o Untuk dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) disajikan sebesar harga perolehan disesuaikan dengan amortisasi premi atau amortisasi diskonto sebagai investasi jangka panjang. Perusahaan mempunyai kepemilikan saham 20% s/d 50% disajikan dengan metode ekuitas sebesar nilai perolehan setelah diperhitungkan dengan bagian laba/rugi bersih perusahaan asosiasi serta dikurangi dengan pendapatan deviden 2. sesuai dengan Keputusan Menteri. disajikan sebesar nilai wajar. • Penghapusan Persediaan dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/ keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. o Investasi dalam bentuk surat beharga yang tidak memenuhi kreterian untuk diperdagangkan atau untuk dimiliki. 2. • Investasi dalam bentuk surat berharga (efek) yang nilai wajarnya tersedia dapat berupa efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) : o Untuk diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar sebagai investasi jangka pednek.

Inventaris Kantor. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. Pada akhir masa manfaat ekonomis nilai sisa adalah Rp 1. yaitu bangunan permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi. pembelian. pabrik dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula. Rumjab masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GSP. Kantor. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun. semua Inventaris (Inventaris Gudang. yaitu bangunan permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GBB. GDT. yang dipergunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal Perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. • • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap sesuai ketentuan perpajakan. o Kelompok-II. o o Kelompok-III. LPND Bulog adalah hasil penilaian berdasarkan hasil Inventasisasi dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban (IPKK) LPND Bulog.. Inventaris Laboratorium dan Inventaris Lainnya) kecuali Alat Pengatur For A Brighter Future 16 . Inventaris Rumdis. GBM. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. • Pengeluaran setelah perolehan (Subsequent Expenditures) pada properti. • Terhadap Aktiva Tetap dilakukan penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Methode).PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dibangun terlebih dahulu. Kelompok-IV. Aktiva tetap bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. • Nilai perolehan aktiva tetap eks. • Biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah Kas atau setara Kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva tetap tersebut dalam kondisi siap untuk dipergunakan. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi.(nilai residu=Rp1). • Aktiva tetap bukan bangunan dikelompokan : o Kelompok-I.

biaya pegawai langsung.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Udara (AC. 2. rumah dinas dan laboratorium yang For A Brighter Future 17 . rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan. serta Kedaraan Roda Dua (Motor. Truck. Aktiva Tidak Berwujud • • Aktiva Tidak Berwujud disajikan dalam Aktiva Lain-lain Terhadap Aktiva Tidak Berwujud dilakukan Penyusutan (Amortisasi) dengan menggunakan metode garis lurus (straight line methode) Periode Penyusutan (Amortisasi) ditetapkan maksimal selama 20 (dua puluh) tahun. Kipas Angin dan sejenisnya). Kapitalisasi Pengeluaran Modal/Biaya • Terhadap pembelian inventaris kantor. Alat Pengatur Udara (AC. gudang. LPND Bulog berdasarkan taksiran Sisa Masa Manfaat Ekonomis. • Akumulasi biaya aktiva dalam pembangunan akan direklasifikasi ke aktiva tetap yang bersangkutan dan kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat pembangunan selesai dan aktiva tersebut siap untuk dipergunakan.10. 2. diakui sebagai beban pada periode yang bersangkutan • Terhadap pembelian inventaris kantor. Kipas Angin dan sejenisnya) dan MesinMesin masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 8 tahun. Sepeda dan sejenisnya) masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 4 tahun. seperti Kendaraan Roda Empat (Mobil. gudang. Speedboad dan sejenisnya). • Aktiva tetap yang masa manfaatnya dalam satu periode kurang dari 6 bulan tidak dilakukan penyusutan dalam periode yang bersangkutan • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap eks.9. o Kelompok-II. biaya tidak langsung dalam pembangunan tersebut dan biaya-biaya pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva selama masa pembangunan. yang dinyatakan berdasarkan biaya pembangunan.8. Bus. Aktiva dalam Pembangunan • Aktiva dalam pembangunan meliputi bangunan dan prasarana lainnya. 2.

gudang. Bantuan Pemerintah/Subsidi • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN untuk memperoleh suatu aktiva. diadministrasikan secara tersendiri di luar neraca 2. Kantor Menteri Negara BUMN dan LPND Bulog • Setiap penambahan dan pengurangan penyertaan modal Negara dalam Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Penerbitan obligasi dalam rangka pengarahan dana masyarakat oleh Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Struktur modal Perusahaan terdiri dari : o o o o Modal Negara Modal Donasi Cadangan Umum Akumulasi Laba-Rugi 2. diakui sebagai Pos Dana APBN yang selanjutnya akan diakui sebagai penambahan penyertaan modal Negara setelah ada penetapan dari Pemerintah • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan penggantian pembiayaan atas penugasan Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan sesuai dengan peruntukannya • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan subsidi Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan For A Brighter Future 18 . merupakan Kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terbagi atas saham • Besarnya modal Perusahaan pada saat pendirian adalah sebesar seluruh nilai kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama yang dilakukan oleh Departmen Keuangan.11. Modal • Modal PERUM BULOG. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan.12.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) sifatnya sebagai sarana diakui sebagai aktiva • Terhadap inventaris kantor.

diakui dengan menggunakan dasar Akrual.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN berupa bantuan Gaji PNS diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan 2. merupakan beban yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi 2. Pajak Penghasilan • Perusahaan menerapkan metode pajak tangguhan dalam perhitungan beban pajak penghasilan • Aktiva dan Kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak mendatang yang timbul dari perbedaan antara jumlah tercatat menurut Laporan Keuangan dengan dasar pengenaan pajak menurut ketentuan perpajakan For A Brighter Future 19 . selisih kurs. Beban keuangan ini mencakup beban bunga. 2. merupakan pendapatan yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi • Beban. yaitu beban yang memiliki hubungan yang jelas dengan pengakuan pendapatan • Beban Ditangguhkan. yaitu diakui pada saat kejadian.14. kecuali: o o • Subsidi beban Pemerintah yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku Tagihan bunga atas Piutang yang digolongkan sebagai Piutang diragukan dan macet Pendapatan Ditangguhkan. Biaya Pinjaman • Biaya atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan atau pemasangan aktiva dalam pembangunan dikapitalisasi.13. Pengakuan Pendapatan dan Beban • Pendapatan. diakui dengan menggunakan dasar Akrual.15. amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya. • Kapitalisasi biaya-biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan aktiva tetap telah selesai dan siap untuk digunakan.

biaya peyusutan aktiva tetap untuk masing-masing segmen dihitung BUP TPP TP • = = = Beban Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Perum Bulog Kontribusi biaya/beban usaha Komersil di hitung berdasarkan formula : BUK = TPK TP x 100 % For A Brighter Future 20 . Kontribusi Biaya/Beban Usaha Kontribusi biaya/beban usaha biaya pegawai.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Koreksi fiskal akibat ayat-2 tersebut diakui sebagai beban/pendapatan periode kini (berjalan) 2. • Selisih akibat perbedaan kurs pada saat terjadi transaksi dengan tanggal neraca diakui sebagai Pendapatan/Biaya periode yang bersangkutan. Aktiva dan Kewajiban moneter dalam mata uang Asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah. 2. Transaksi dan Saldo Dalam Mata uang Asing • • Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan menggunakan Mata Uang Rupiah. dengan mengunakan Kurs Tengah Bank Indonesia. menggunakan kurs yang terjadi pada saat transaksi. • Pada tanggal Neraca.17. biaya umum dan biaya berdasarkan formula sebagi berikut : • Kontribusi biaya/beban usaha Penugasan Pemerintah (PSO) di hitung berdasarkan formula : BUP = TPP TP x 100 % penyisihan piutang.16. Transaksi dalam Mata Uang Asing selama periode akuntansi dijabarkan dalam mata uang Rupiah.

18. diakui pada periode akuntansi berjalan. Koreksi Pembukuan Periode Lalu Terhadap koreksi-koreksi pembukuan yang timbul akibat kesalahan pada periode akuntansi yang lalu.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) BUK TPK TP • = = = Beban Usaha Komersil Total Penghasilan Usaha Komersil Total Penghasilan Perum Bulog Penyajian Laporan Keuangan TA 2003 yang telah dilakukan Kontribusi biaya/beban usaha hanya pada Laporan Keuangan Gabungan Bulog. 2. disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. For A Brighter Future 21 .

282.342.395.Bank Rakyat Indonesia 1.098.492 1.323.028 Jumlah tersebut merupakan saldo buku kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat.337.299.545.662.014.015.414.866 575.282.655.737.838 Jumlah tersebut merupakan setara kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003. terdiri dari : .866 4.Uang Dalam Perjalanan 1.313.730.1.Kas Valas . rekonsiliasi terdiri dari : Berdasarkan Bank : .Kas manajemen .098.113. telah sesuai dengan hasil kas opname pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 yang diklasifikasikan sesuai tujuan penggunaannya terdiri dari : .607.335 4.292 570.073.1.208.439 4.023.1 KAS DAN SETARA KAS Kas 1.406 98.483 1.1 3.728.Bank Bukopin .323.122 158.132 1.503.573 Bank Jumlah 1.395.741 1.648.084.378.208.2 Setara Kas 1.854.866 3.286.342.Kas Eksploitasi .573 3.581.303.157 302.081.852.655.653.989.739 4.102.113.273.258 319.307 140. PENJELASAN AKUN-AKUN NERACA DAN LABA (RUGI) 21-01-2003 3.627.100.055 For A Brighter Future 22 .081 9.527.303.838 563.894.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.Kas lain-lain 1.989.287.110.110.546 tersebut merupakan dana yang ada di Bank di Divre-Divre dan Bulog Pusat telah sesuai dengan hasil pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.856.337.Bank .028 570.273.546 7.028.313.081 563.

Lainnya Jumlah 64.986.098.178 563.353.081 21-01-2003 54.296 5.233.219 563.724.850.840.988 11.579 9.273.545.668.323.239.617 40.199.Droping Dana Manajemen .446.048 452.081 75.Jaminan .303.197.323.000.000 Jumlah tersebut merupakan penempatan dana Bulog dalam bentuk deposito berjangka 3 s/d 6 bulan diperpanjang secara otomatis (rollover) di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 dalam bentuk rupiah dan US $ terdiri dari : For A Brighter Future 23 .700.015.697 29.284 Uang Dalam Perjalanan 9.334.494 1.Bank BNI .926.292 Jumlah tersebut merupakan transfer dana yang masih dalam perjalanan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.855.549.313.028.555.Satgas .704.389 61.Manajemen .525.031 950.356 26.724.546 56.158.098.669.959.475 7.929.924.809.775.492 7.014. terdiri dari : .682.982.899.083 3.Bank Mandiri . INVESTASI JANGKA PENDEK 614.687 13.777.Investasi .500 2.215 1.Dana Cadangan .492 290.Lainnya Jumlah 3.648.743 145.655.648.850.237.195.845 tersebut termasuk penerimaan pembayaran imbal dagang RI-Rusia sebesar Rp 795.446.513.313.817 6.664.510.515 995.028.997.273.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .Eksploitasi .085.292 3.655.014.2.312.196 9.729 12.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukannya : .256.015.570.033.806.845 1.189.546 Jumlah lainnya sebesar Rp 950.098.514.

500 21-01-2003 1.000 141.613 868.295.Bank Mandiri .Uang Muka Pengadaan .652 5.500 343.886 12.274 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat setelah diperhitungkan dengan akumulasi penyisihan piutang pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.4.813 15.000 684.500 1.000 3.010.022.301 299.000.545.353.000 2.404.353.000 1.000.000.005.112.000 141. PIUTANG 635.457.918.099.Deposito Dalam US $ Jumlah 360.938.3.073.842.000 614.901.500 614.Uang Muka Eksploitasi .000.078 3.000.450.000 129.500.926.200.570.140.674.198.751 4.514. UANG MUKA 12.000 2.Deposito Dalam Rupiah .250.010.Uang Muka Manajemen .603.963.Bank Bukopin .565.944 9.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan penempatan : .926.829.626.570.227.944 15.720.Uang Muka Lain-Lain Jumlah 7.550.353.000 254. terdiri dari : For A Brighter Future 24 .713.293.Bank Rakyat Indonesia .294.625 2.300.833.237.478.078 Jumlah tersebut merupakan pemberian uang muka di Divre-Divre dan Bulog Pusat yang belum dipertanggungjawabkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .682 2.073.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan bank : .000 327.964.986.986.999.000.000 1.000.018.000.963.295.

202.508.070.206.498.398 6.214.Piutang Pemerintah (Imbal Dagang) .532 245.500 Jumlah pendapatan lainnya sebagian besar merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan. Lihat Catatan No.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.944 27.187.684.625.393.656 73.964.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 3.700 126.670.Piutang Departemen Lainnya .027.795.Piutang BUMN .523 6.806.264 8.Piutang Swasta .520.Piutang Klaim .679.448 471.Piutang Depkeu .091.802.438.393.000 271.179.723 12.597 636.674.399.182.142.905 3.872.4. 3.Lainnya Jumlah 4.206. PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA 11.866 297.529.500 265.Jasa Giro/Deposito .2 Piutang Lainnya .369 1.882 54.Piutang Golongan Anggaran Pusat .488.Piutang Pegawai .142.488.769 21-01-2003 103.700.268.079.142.905 1.827 (78.670.1 Piutang Usaha .418 (1.000.718.838 6.112.072.Lain-Lain .733.295) 1.124 7.379 1.714 11.342. penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN X.369 297.4.529.905 1.838 271.956.281.649) 634.654 262.733.500 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang masih harus diterima di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .670.308.584.624.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 810.869.5.218.896.28.133.090.182.4.488. For A Brighter Future 25 .580 14.

837 4.088.7.237.559.104 392.270.650.284.238.221.977 32.910 5.721.450.052.603 persediaan barang 32.344.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.539.758 4.897 dagangan dan barang 4.726.939.814.663 5.104 426.905 27.585.050.334 Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dan barang pelengkap/pembantu di gudang di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.585.357 pelengkap/pembantu dalam proses/di PP di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.936.907.762.706.Biaya Umum dan Pegawai .009 Jumlah tersebut merupakan biaya dibayar dimuka di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.7.274.775 680.025.098.437.Obat-Obatan (PQC) Jumlah 3.612.158.215. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 426.520 251.652 4.038.502.928.009 3.1 PERSEDIAAN Persediaan di Gudang 5.Beras .223.483 21-01-2003 392. terdiri dari : . terdiri dari : Barang Dagangan .098.718.301.7.494.Gabah .2 Persediaan Dalam Proses Jumlah tersebut merupakan nilai 48.483 365.574 63.Karung Pembungkus .050.294.Biaya Lainnya Jumlah 384.922 52.227.986.583 4.449.264.468.009 3. terdiri dari : For A Brighter Future 26 .Gula Pasir Jumlah Barang Pelengkap/Pembantu .274.571 157.379 42.544.6.977 46.721.664.611. 3.548.435.

Beras .510 21-01-2003 44.093 3.126.Obat-Obatan (PQC) 1.184.035.408.529.069.344 292.120 420.512.464 Barang Pelengkap/Pembantu .254.686.Gula Pasir 292.4.126.Karung Pembungkus 3.121.8.961 704.527 dagangan dan barang pelengkap/pembantu dalam perjalanan di Divre-Divre (movement regional) dan Bulog Pusat (movement nasional) pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Barang Dagangan .814. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 68.782.126.7.580.310 611.811 602.630 - Jumlah tersebut merupakan pajak dibayar dimuka (tidak final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : For A Brighter Future 27 .716 602.811 47.260 - Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dalam proses import di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.396.707.036.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Barang Dagangan .000 9.223.698. 3.028.942.Gabah Barang Pelengkap/Pembantu .993.7.686.105.Karung Pembungkus .464 persediaan barang 60.512.439.121.310 1.622.174.132 2.3.224.135.764. Pengadaan LN (Import) Dalam Penyelesaian 2.587 1. Persediaan Dalam Perjalanan Jumlah tersebut merupakan nilai 294.

Deposito Yang Dijaminkan .874 1. 22 .000 3.002.401.Pos Dalam Penyelesaian Jumlah 2.974 - Jumlah tersebut merupakan biaya yang telah direalisir tetapi belum menjadi beban TA 2003 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.847.366.049 16.500.581 68.540.562.Selisih Lur OPK .001.906 41.592.556.HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan .259 Jumlah tersebut merupakan Aktiva Lancar Lainnya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.390.572.194.10.847.331. 3.596.004. AKTIVA LANCAR LAINNYA 5.596.435.027.178. terdiri dari: .385 21.817 1.572.385 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari: For A Brighter Future 28 .874 1.479.1 Bank Hasil Penjualan (HP) 2.435.403.986. BIAYA DITANGGUHKAN 66.942.217.556.390.591.PPH Ps.066.735 5.151 393.002.001.339.530.646 10.630 21-01-2003 - 3.436.259 3.439 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .596.056.PPN Jumlah 52.054 475.10.591.339.Bank Hasil Penjualan (HP) .331.646 1.066.692.9.028.764.

356.10.507.110.Jaminan L/C Imbal Dagang RI-Rusia .692.656 13.000.331.572.102 295.Bank Mandiri .622 1.000.570 206.152.646 21-01-2003 1.028.514.598.Jaminan L/C Lainnya Jumlah 944.576 162.366.000.000.224.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan Bank : .339.692.439 21.435 11.217.Bank Rakyat Indonesia .3 Deposito Yang Dijaminkan 2.339.390.000.299 936.390.825.991 1.000 386.065.500.906 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.731.556.026.225 118.435.382.506 44.Jaminan L/C Pengadaan Komoditi .596.447.HP Karung Jumlah 3.915 2.403.627.000 - Jumlah tersebut merupakan Deposito yang dijaminkan di Bulog Pusat Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .364.Jaminan L/C Kredit Operasional .556.000.570.572.390.766 2.004.512.928.HP Beras .Bank BNI .435.000 404.810.385 1.10.Bank Bukopin .156.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .004.000 2.646 1.572.648.Jaminan L/C Dana Talangan Gula .394 43.500.000 2.000.000 268.052.641.527.948.331.720 415.500.673.2 HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan 2.385 10.285 330.HP Gula Pasir . 3.966.000 - For A Brighter Future 29 .

479.341.094 30 1.007 135.4 Selisih Lur OPK 3.767.12.5 Pos Dalam Penyelesaian 475.306.615 - Jumlah tersebut merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan waktu yang boleh dikurangkan terhadap penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak kini.817 3.009.1 Tanah .038 28.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3. AKTIVA TETAP 3.Tanah Untuk Bangunan 1.307.12.074.943. 3.056.11.10.986.Lainnya Jumlah 2.236 337.396.284.Ayat Silang . Rincian perhitungan.530.452.891 For A Brighter Future .311.779 393.194.944.10.562.562.817 Jumlah tersebut merupakan pos dalam penyelesaian di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .27.278.149.687 2.383.358.492 475.885.465. AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 19.056.764.054 21-01-2003 41. 3.194.Transaksi Hubungan Antar Kantor (RAK) .969.017.001.401.907.178.735 364.687 Jumlah tersebut merupakan nilai buku aktiva tetap yaitu nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.530. lihat catatan butir 3.735 393.151 Jumlah tersebut merupakan BA penjualan/distribusi beras kepada penerima manfaat (raskin) di Divre-Divre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.620.

102 754.616 77.045.773.678.481.582 1.12.027 12.524.961.820.158.493 555.Pickup .Tanah Lainnya Jumlah 3.000 .476.100.198.000 1.016.956 141.539.310.478.182.843.529 2.985.905.649.377.483 2.563 (6.423.484 1.725 5.580.029 80.252.000.397 1.310.025.2 Bangunan .633.025.Mesin Pabrik .Gudang .685.110 2.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.023.803.000 330.000 48.000 330.581 738.783.Pabrik .Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .888.Lainnya .185.001.546.533.Truck .Lainnya .950.900.283.239.624 21-01-2003 311.Genset/Pembangkit Listrik .027 5.783.964.Tanah Kosong .534.540.790.267 1.953 (97.Sepeda Motor For A Brighter Future 31 5.054.Jeep .897.122.786.000 594.846 1.465.705.Tanah Untuk Gudang .12.279.818.552 6.Rumah Dinas .233.607) 116.222 1.697 46.109.000 1.885.133 100.901.985.169.758.920.019.801.3 Mesin-Mesin .061.840.000 5.950 12.143.318.789 410.758.520 1.391.Bus .815.001.633.883.100 1.900.164) 963.362.000 4.000 19.000 22.Combi/Mini Bus .820 919.016.100.196 122.548.641 53.820.111.463 165.Dryer .880.920.368.AC Sentral .851 1.755.833.898.162.813.065.900 2.000 594.Sedan .Rice Miling Unit .Gedung Kantor .205 131.581.4 Kendaraan .290.702 553.109 38.558 790.223.306 112.12.099.649.178.276.575.999.000.

3.733.Akumulasi Penyusutan Jumlah 65.Uang Muka .609 57.000 33.997.669.835.235.465.5 Inventaris .310) 71.060.229.806.215.835 492.341.300.058 4.141.743 261.762.000 33.696 6.433 495.236.835.062.647.998.664.997.004 21-01-2003 185.030.696 6.061.861 8.712 3.948.800 146.Tanah .800 146.820.861 8.1 AKTIVA LAIN-LAIN Assets Kelolaan 506.448 60.215.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.13.735.433 964.Bangunan 964.482.642 840.736 492.404.829) 25.Pos Dalam Penyelesaian .916.13.Piutang .Uang Dalam Perjalanan .858.235.605.842.845.733.541.062.314 199.833 (12.433 Jumlah tersebut merupakan assets eks.023 5.585.067.144 32.712.830.987.712 3.Inventaris Rumah Tangga .152 106.650.202.744.516.352.433 For A Brighter Future 32 .796.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .Lainnya .570.747.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .Inventaris Gudang .013.141.609 57.664.541.674.873 60.236 5. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.Inventaris Kantor .000 38.067.019.880.702 17.236.873 3.149 1.000 30.570.916.546.845.943 481.341.Inventaris Lainnya .920.579.174 2.796.199.Persediaan .594.352.613.605.Persediaan Dalam Perjalanan .624 (34.12.806.945.174 2.Inventaris Laboratorium .743 261.744.

Manajemen .066.053 3.674.000.359.700.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .414.112.175 295.225.830.427.387.690.936.131 191.731.Perhitungan Bunga .106.389.195.268.303 3.266.570.673.Bank Rakyat Indonesia .506.444.Kendaraan .Lainnya Jumlah 7.673.433 2.758.673.Gula Pasir .186 278.513.860.250 902.Bank Bukopin .830.680.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .264.489.257.236.Eksploitasi .470.518.973.270 5.2 Aktiva Lain-Lain .332 492.990.685 812.284 9.Lainnya Jumlah 2.576.758.591.817.358 3.061.641 153.999.229 For A Brighter Future 33 .13.180.100 11.674.903.229 Jumlah tersebut merupakan pinjaman/kredit Bulog kepada Bank di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Berdasarkan Bank : .211 2.422.225.Mesin-Mesin .972.799 7.402 9.300 248.602.358 4.863 552.359.899.830.433 21-01-2003 9.742.Beras/Gabah .118 68.916.901.112 24.575.419.916.533 181. HUTANG BANK 9.14.Bank Mandiri .611 5.972.209.652.320.899.128.199.128.699.912.799 7.410.229 6.332 492.758.320.015.860.097.652.359.999.195.318 1.112 24.570.CPO .Aktiva Lainnya Jumlah 3.Inventaris .162 111.282.430.518.388.999.157.162 111.182 9.674.032.Bangunan Dalam Pelaksanaan .843 98.358 5.302 13.823 943.

457 266.645 266.488 242.684.789.Lainnya Jumlah 3.628.325.892.288 25.508.15.440.236.15.15.Hutang Lainnya Jumlah For A Brighter Future 34 45.Hutang Biaya Beras/Gabah .158 74.615.054.670.478.645 848.15.3 Hutang Biaya 411.182 999.599.488 293.917 964.305.599.354.2 Hutang Penyaluran 410.976.320 21-01-2003 1.424.632 999.873 189.384.325.461.484.803.Karung Pembungkus Jumlah 3.013.Hutang Kepada Pemerintah (Beras LN) .596.316.630.810 161.543.713 Jumlah tersebut merupakan hutang pihak ketiga di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .279.Beras .055 427.328.965.320.257 445.863.331 3.733.052.316.628.424.201.911 34.287 60.832.013.350.596.099.681.685 7.469 189.290 242.917 848.297.862 16.288 258.667 193.054.170 354.063 34.013 445.1 HUTANG USAHA Hutang Pengadaan 1.573.556.529.543 Jumlah tersebut merupakan hutang pengadaan barang dagangan/pelengkap di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .160.Hutang Biaya Gusir .030 2.071.469 Jumlah tersebut merupakan hutang biaya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .556.543 354.116.551.Golongan Anggaran .15.681.655.457 Jumlah tersebut merupakan hutang peyaluran di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .Hutang Jaminan .018.508. 3.616.824 7.789.462.4 Hutang Pihak Ketiga 766.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.478.573.Hutang Biaya Karung Jumlah 3.507.354.320 427.713 .049.

968 265.009.056.968 335.750.22 .349. BEBAN L/C YANG BELUM DILIMPAHKAN 52.613.349.750.009.327.365.PPH Ps.434 768.611 3.915.352 389.411 3.670 21-01-2003 725.727.411 Jumlah tersebut merupakan biaya yang masih harus dibayar di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .427.838.988.096 35 1.120.765.19.23 Jumlah 3.553 6.911.656.151.461.838.Biaya Lainnya Jumlah 4.737.345.674.991 9.685.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.553 401.161 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang diterima namun belum dapat diakui sebagai pendapatan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.934.1 PPH .21 .PPH Ps.965 17. 3.898.117 389.453 5.168 5.054.695. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 25.2 PPN 768.219.070 2.514.739.18.946.195.16.16. HUTANG PAJAK 7.160.Biaya Eksploitasi .728.972 120.025.147 245.888 9.049 14.PPH Ps.Biaya Umum dan Biaya Pegawai .461.832 3.448 118.17.824 For A Brighter Future .561.415 25.939.870.915.991 1. PENDAPATAN DITANGGUHKAN 12.800 Jumlah tersebut merupakan pajak terutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.116.16.

Bangunan .570.20.733.Tanah .000. pengadaan mesin-mesin pengolah gabah/beras.570.236.Uang Dalam Perjalanan .433 Jumlah tersebut merupakan aset eks.778.236.835.537.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .433 492.773.134 1.155.2 Assets Kelolaan 31.733.735 1.352.916.120.126 170.712 3.Mesin .916. dan inventaris yang dananya berasal dari Pemerintah/APBN dalam tahun 2003.930. KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN 783.743 261.800 964.835.Piutang .Lainnya Jumlah 35.106.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 21-01-2003 Jumlah tersebut merupakan realisasi penarikan kredit di Divre-Divre yang belum dilimpahkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .893 15.054.333 170.20.754.141.800 .180.605.096 1. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.341.570.341.743 261.070 52.605.Beras/Gabah .683.861 8.712 3. dengan rincian : .Kendaraan .683.896.006 34.Gula pasir .861 8.784.Inventaris Jumlah 3.551.824 3.Uang Muka .433 - 3.082.335.916.853 492.700.1 Pos APBN Jumlah tersebut merupakan tambahan aktiva Perum Bulog meliputi pembangunan sarana UPGB.604.899.674.Persediaan For A Brighter Future 36 964.20.853 492.537.141.125.089 407.514 104.514.352.

570.Pos Dalam Penyelesaian .195.320.433 - Jumlah kekayaan negara yang belum distatuskan lainnya sebagian besar berkaitan dengan aset-aset LPND.Mesin-Mesin .332 492.518.191.235.127 Jumlah tersebut merupakan penyertaan modal pemerintah kepada Perusahaan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.3 Lainnya 146.916.Kendaraan .067.539.Tanah .215.860.652.564. yaitu belum dicatatnya aset-aset LPND dalam aset Perum Bulog atau salah mencatat jumlah aset-aset LPND ke dalam aset Perum Bulog.899.845.744.564.744.112 24.879.518.127 6.570.20.652.128.195.609 57.21.609 57.127 6.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 . 3.332 492.847.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003. 3.899.Aktiva Lainnya Jumlah 3.373.329.400) - Jumlah tersebut merupakan kerugian Perusahaan pada TA 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) For A Brighter Future 37 .696 6.564.174 2.354.845.799 7.840 21-01-2003 146.916.354.972.433 120.433 9.806.215.339. 3.799 7.320.806.Bangunan .860.1 EKUITAS Modal Pemerintah 5.Inventaris .235.Persediaan Dalam Perjalanan .664.112 24.433 9.21.162 111.727 6.067.696 6.443.128.354.879.664.2 Akumulasi Laba (Rugi) (507.162 111.879.972.174 2.21.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.22. 3.22.1 PENJUALAN Pelayanan Publik (PSO) 8.985.912.081.075 8.985.912.081.075

Jumlah tersebut merupakan realisasi hasil penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Beras - Penjualan Kepada Golongan Anggaran Pusat - Penjualan Kepada Golongan Departemen - Penjualan Kepada BUMN - Penjualan Kepada OPK/Raskin - Penjualan Beras Lainnya dan Karung 782.904.259.399 158.533.461.897 1.003.655.600 6.772.718.742.615 76.789.394.265 7.791.949.513.776 Gula Pasir Penjualan Eksport CPO 723.635.561.786 470.327.005.513

3.23.

HARGA POKOK PENJUALAN

7.645.739.190.254

Jumlah tersebut merupakan harga pokok penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Penjualan Gula Pasir - Penjualan karung - Penjualan CPO Jumlah 6.559.863.217.510 613.654.000.714 1.894.966.517 470.327.005.513 7.645.739.190.254

3.24. 3.24.1

BIAYA USAHA Biaya Penjualan

1.207.607.627.267 37.191.954.683

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penjualan di Divre-Divre selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003)

For A Brighter Future

38

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.24.2 Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai 1.170.415.672.584 349.856.262.780

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya pegawai di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Gaji dan Honor - Tunjangan - Kesehatan - Kesejahteraan - Biaya Pegawai Lainnya Jumlah Biaya Umum 107.990.728.565 167.593.363.886 39.469.041.409 24.334.401.538 10.468.727.382 349.856.262.780 201.929.382.017

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Biaya Operasional - Biaya Pemeliharaan - Biaya kantor - Biaya Rapat/Seminar - Biaya Litbang - Biaya Diklat - Biaya Umum Lainnya Jumlah Biaya Pajak 47.844.457.795 54.149.802.330 39.898.954.570 8.295.333.931 5.959.603.950 2.316.772.781 43.464.456.660 201.929.382.017 413.236.759

Jumlah tersebut merupakan beban biaya pajak (final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003), diluar pajak badan. Biaya Susut periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : For A Brighter Future 39 29.802.153.679

Jumlah tersebut merupakan biaya susut barang dagangan di Divre-Divre selama

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003

- Beras - Gabah - Gula Pasir - Karung Jumlah Biaya Penyisihan Piutang dan Penyusutan Aktiva

28.111.085.813 186.000 892.131.866 798.750.000 29.802.153.679 152.874.864.682

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penyisihan piutang dan penyusutan aktiva tetap di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Biaya Penyisihan Piutang : - Biaya Penyisihan Piutang Usaha - Biaya Penyisihan Piutang Lainnya Jumlah Biaya Penyusutan Aktiva Tetap - Biaya Penyusutan Bangunan - Biaya Penyusutan Mesin-Mesin - Biaya Penyusutan Kendaraan - Biaya Penyusutan Inventaris Jumlah Biaya Eksploitasi Umum 97.423.368.164 6.019.883.606 12.920.594.802 34.747.674.166 151.111.520.738 434.365.686.759 1.074.063.292 689.280.652 1.763.343.944

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Gabah - Gula Pasir Jumlah For A Brighter Future 40 429.208.072.281 5.114.218.939 43.395.539 434.365.686.759

26.862.888 23. stabilitas harga gabah/beras.529 72.532.327.108 Jumlah biaya/bunga bank beras/gabah sebagian besar merupakan beban bunga kredit bank untuk pengadaan Beras/Gabah sesuai penugasan oleh Pemerintah.287.499.829.379.421 3.Pendapatan Sewa Assets . BIAYA/BUNGA BANK 1.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung 1.862.180. 3.262.Jasa Giro dan Bunga Deposito 785.646.955.295 83.26.335.345.085. 3.908 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi penggunaan karung di DivreDivre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003).538.947.108 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya dan beban pinjaman (bunga) di Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : .Beras/Gabah . serta tugas untuk selalu menjaga penyediaan stock yang cukup untuk ketahanan pangan.539 Jumlah tersebut merupakan realisasi pendapatan dan biaya lain-lain di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari: 3. pengelolaan cadangan beras pemerintah. dan distribusi raskin.287.327.773.855 7.798 234.25.710.400.Karung .167. PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN 628.1 Pendapatan Lain-Lain .984.138 1.688.488 For A Brighter Future 41 .174.Gula Pasir .Beras/Gabah .Gula Pasir .428.314.082 810.Lainnya Jumlah 1.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Hasil Klaim/Denda - Subsidi Pemerintah (Subsidi Perawatan Persediaan) - Laba Penjualan Assets - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah 6.122.262.772 82.189.258.453 350.958.950 196.706.504.105 98.561.246.924 785.538.335.295

Pendapatan Gula pasir merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan, penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN IX, PT PN XI dan PT RNI berdasarkan Surat Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (Menperindag) No.198/MPP/II/2003 tanggal 21 Februari 2003. Jumlah pendapatan lain-lain lainnya sebagian besar merupakan penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang sebesar Rp77.943.163.367. Di dalam pendapatan lain-lain lainnya tersebut, juga termasuk restitusi pajak yang merupakan realisasi pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 yang diterima dalam tahun 2003 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No. 81/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003, No. 90/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003, dan No. 141/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.194.172.847. berupa bantuan Gaji PNS untuk tahun 2003

3.26.2

Biaya Lain-Lain - Beras/Gabah - Gula Pasir - Karung - Biaya Adm Jagir/Deposito - Biaya Pajak Budep/JAgir - Biaya Provisi - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah

157.159.020.756 10.064.451.132 5.406.561.665 276.104.781 7.150.301.272 25.507.864.473 20.187.990.585 69.017.816.410 19.547.930.438 157.159.020.756

For A Brighter Future

42

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.27. PAJAK PENGHASILAN BADAN 19.009.944.615

Jumlah tersebut merupakan taksiran pajak penghasilan badan tahun 2003 yang terdiri dari: - Pajak Kini - Pajak Tangguhan Jumlah 19.009.944.615 19.009.944.615

Untuk keperluan perhitungan pajak tangguhan, Aktiva Tetap eks LPND dianggap sebagai aktiva tetap perolehan baru pada awal tahun 2003 dan disusut dengan manfaat ekonomis sesuai ketentuan perpajakan. 3.27.1 Pajak Kini Rincian taksiran pajak penghasilan sebagai berikut : - Pajak penghasilan bukan final - Pajak penghasilan final Jumlah 25.507.864.473 25.507.864.473 -

Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan rugi setelah pajak adalah sebagai berikut : Laba (Rugi) sebelum pajak Perbedaan temporer : - Penyusutan aktiva tetap - Beban penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal - Pendapatan restitusi pajak - Beban pegawai - Beban umum - Beban lain-lain For A Brighter Future 43 (4.194.172.847) 61.727.037.414 8.230.699.694 31.350.284.982 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 (526.383.284.015)

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Penyusutan aktiva kendaraan & rumah jabatan - Penghasilan jasa giro & bunga deposito - Pendapatan sewa tanah/bangunan - Beban berhubungan dengan penghasilan final Jumlah Laba (Rugi) Fiskal Jumlah pajak dibayar Pajak dibayar dimuka : - PPh pasal 22 - PPh pasal 23 - PPh pasal 25 Jumlah Lebih bayar pajak 3.27.2 Pajak Tangguhan Rincian taksiran pajak tangguhan sebagai berikut : Saldo awal aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Biaya penyusutan aktiva tetap beda waktu : - Biaya penyusutan komersil - Dikurangi biaya penyusutan beda tetap - Biaya penyusutan komersil beda waktu - Dikurangi biaya penyusutan menurut fiskal Jumlah Biaya penyisihan piutang Jumlah beda waktu Penghasilan (beban) pajak tangguhan (30 %) Saldo akhir aktiva (kewajiban) pajak tangguhan 151.111.520.738 18.882.720.314 132.228.800.424 70.625.662.317 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 19.009.944.615 19.009.944.615 52.540.592.049 52.540.592.049 52.540.592.049 19.009.944.615 18.882.720.314 (234.955.829.488) (3.428.646.798) 28.829.180.151 (93.558.726.578) (556.575.528.542)

For A Brighter Future

44

pos dalam penyelesaian. Kementrian BUMN. BPKP dan Perum Bulog.570. Dalam PP tersebut dinyatakan bahwa besarnya modal Perusahaan pada saat Peraturan Pemerintah mulai berlaku adalah sebesar seluruh nilai Kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama dilakukan oleh Departemen Keuangan.6.1. Tanggal 21 Desember 2004 membahas piutang beras Cuba dengan Direktur Deplu Amerika Latin dan Caribia atas undangan Deputy Sekneg Bidang dukungan Kebijakan Kantor Sekneg.51. persediaan dalam proses dan aktiva lain-lain serta lainnya. dan LPND Bulog.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 3. KD-267/DS200/09/2004 tanggal 3 September 2004.28.00. bangunan dalam pelaksanaan.354.419. Kantor Menteri Negara BUMN. Hasil kerja sub tim bidang I berkaitan dengan Piutang Cuba per 31 Desember 1999 sebesar USD28. piutang. dan piutang tidak lancar Sub Tim Bidang II untuk penyelesaian aktiva tetap.564.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat pendiriannya.127.916. Nilai penyertaan Modal Negara yang ditetapkan sebagai modal Perum Bulog pada saat pendiriannya adalah sebesar Rp. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA. Nilai kekayaan Negara yang belum ditetapkan statusnya tersebut secara definitif ditetapkan kemudian oleh Menteri Keuangan sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Perum Bulog berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan oleh Tim Interdep yang keanggotaannya terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan dan Perum Bulog. Direksi Perum Bulog kemudian membentuk Tim Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog dengan Keputusan Direksi No. aktiva lain-lain bangunan dan aktiva tetap rusak Sub Tim Bidang III untuk penyelesaian uang dalam perjalanan. Perum Bulog per 31 For A Brighter Future 45 . Perkembangan Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog Pendirian Perum Bulog didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 tahun 2003 yang diundangkan tanggal 20 Januari 2003. Berdasarkan hasil inventarisasi tim terpadu/gabungan kemudian diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK.00. Tim terdiri dari tiga sub tim. • • • Sub Tim Bidang I untuk penyelesaian uang muka.433.913. yaitu. Nilai penyertaan modal Negara tersebut belum termasuk kekayaan negara yang belum ditetapkan statusnya sebesar Rp492. Piutang beras Pemerintah Zanzibar kepada Pemerintah Indonesia cq. Tim tersebut terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan.879. 3.28.

00. aktiva lain/aktiva tetap rusak dan bangunan dalam pelaksanaan sebesar Rp119.00 ditambah beras sejumlah 7. dan menstimulasi kualitas kelembagaan pangan masyarakat.900.000. Untuk pelaksanaan pembayaran tersebut Perum Bulog telah menandatangani perjanjian dengan Departemen Pertahanan Republik For A Brighter Future 46 .28.2.28. Nilai kontrak pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua Helikopter MI-35P beserta suku cadang. Program Imbal Beli Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia Pada tanggal 24 April 2003 telah ditandatangani Kontrak Pengadaan Pesawat Sukhoi dan Helikopter MI.922.10 ton dengan kualitas 15% broken.melalui skema imbal beli antara Pemerintah RI yang diwakili oleh Perum Bulog sebagai pembeli. Sasaran proyek tahun 2004 adalah perbaikan & penyelesaian sarana pergudangan bulog. Rapat terakhir sub tim bidang II tanggal 15 Desember 2004 sepakat untuk membentuk tim pemeriksaan terhadap kendaraan dinas yang akan dihapuskan di Kantor Pusat. Penerimaan Dana APBN untuk Proyek tahun 2004 Dalam tahun 2004 Perum Bulog masih menerima dana yang berasal dari APBN. P/336011321002.000. inventaris.510. Perum Bulog.000.837. Tujuan pembangunan proyek adalah peningkatan kualitas cadangan pangan nasional. Mengingat saat ini Pemerintah Zanzibar sedang dalam kesulitan keuangan maka piutang tersebut tidak dapat dibayar kembali kepada Pemerintah Indonesia cq. P/336011321001 dan No. meningkatkan pengembangan sarana logistik nasional.474.681.042. yang nantinya akan dilelang. pengembangan sarana pasca panen 28 unit. Mabes TNI sebagai pemakai dan FSUE Rosoboronexport mewakili Pemerintah Federasi Rusia sebagai penjual. Sub Tim Bidang II sepakat agar nilai tanah & bangunan. mesin-mesin. masing-masing dengan perjanjian No. Perum Bulog menerima Anggaran Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Bulog dalam rupiah murni sebesar Rp128.000.924.124 diusulkan untuk distatuskan menjadi PMN dengan dasar nilai buku/perolehan. Dan DIPP Nomor 522/DIPP/0/2004 sebesar Rp49.00.3.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) September 1995 sebesar Tan Shiling 650. 3. kendaraan.000. 001/LIII/1/-/2004 tanggal 1 Januari 2004. Berdasarkan surat pengesahan Daftar Isian Proyek Tahun Anggaran 2004 No.00. aktiva lain bangunan. pengembangan dan pemantapan sarana sistem informasi logistik Bulog. 3. peralatan dan training adalah sebesar USD192. Pembayaran atas pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter kepada Perum Bulog bersumber dari APBN tahun 2003 dan 2004.

570. 2 unit SU-30 MK dan 2 unit holikopter MI-35P.000.151.838.00 1.162.46 149.21 Rp Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2004 melalui APBN tahun 2004 sebesar Rp991.22.537.00 143. Pasal 4 perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Dephan akan membayar kepada perum Bulog sejumlah US$192.660.034.979.000.371.000.026.330.342.685.Tahap IV .930.Tahap II .76 8.593.000.01 364. biaya provisi & Adm bank.716.402.00 16.93 Rp 220.000.593.900.400. Disamping itu Perum Bulog masih menanggung biaya bunga bank. Perum Bulog berkewajiban melakukan pembayaran baik dengan uang muka maupun cicilan pembayarn melalui pembelian komoditas dari suplier lokal.626.607.Tahap V Sisa Pembayaran Tunai Total 38.830.107.01 Uang Muka Pengiriman Komoditas .Tahap III .00.57 83.479.005.000.856.778.185.27 347.535.Tahap I Total Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2003 melalui APBN tahun 2003 sebesar Rp.260. beban pajak.000.000. Dalam tahun 2004 Perum Bulog telah melakukan pengiriman komoditas sebagai berikut: USD Pengiriman Komoditas .969.07 328.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Indonesia yang bernomor PK/11/XI/2003 / PKK-107/11/2003 tanggal 19 Nopember 2003 tentang pembayaran pengadaan 2 unit pesawat tempur sukhoi SU-27SK.858.525. Dalam tahun 2003 Perum Bulog telah melakukan kewajibannya sebagai berikut : USD 26.661.58 37.835. Secara keseluruhan terdapat kekurangan penggantian sebagai berikut: For A Brighter Future 47 .422.00.11 37.760.66 347.856.995.16 36.941.000.518.219.969. Sebagai pihak pembeli.000.415.778.00 atau ekuivalen USD77.221.00 atau ekuivalen USD115.896.71 319.00.93 42.350. Dari total pembayaran dan penggantian oleh pemerintah maka terdapat kekurangan penggantian karena selisih kurs sebesar Rp54.809.

330. sehingga bagian laba Perusahaan adalah sebesar For A Brighter Future 48 .706.00 115.593.568.000.000.778.00 623.342.151.4.00 1.400.316. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Impor dengan PT Perkebunan X Perum Bulog dan PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) melakukan kerjasama Pengadaan.900.896.995.00 77.000.616.400.995.652. 67/II/02/2003 tanggal 26 Pebruari 2003 dengan jangka waktu selama enam bulan terhitung mulai 1 Pebruari s/d 31 Juli 2003 dengan addendum perjanjian No.646. Penyimpanan dan Penyaluran Gula Kristal Putih Import tanggal 14 Januari 2004.38 268.368.141.644.809.000.607.95 145.00 192.186. Berdasarkan perhitungan tersebut laba yang diperoleh KSO adalah sebesar Rp7.007.00 54.092.000.861.969.86.759.260.570.900. Perjanjian Kerjasama Pengadaan.22 660.856.995.22 68.05 42.932.00 Rp 364.930.55 Atas kekurangan penggantian tersebut Perum Bulog telah meminta penggantian kepada Pemerintah dengan mengirimkan surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Pertahanan dalam surat No.838.000.402.21 1.919.221.93 149.01 1.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) USD Pembayaran 2003 Pembayaran 2004 Total Pembayaran Penggantian 2003 Penggantian 2004 Total Penggantian Kekurangan Penggantian karena selisih Kurs Biaya bunga bank Beban Pajak (PPN 10%) Biaya Provisi & Adm Bank Total Kekurangan Penggantian 16.769. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Import dengan PTPN X dengan perjanjian No.400/II/2004 tanggal 7 Oktober 2004 perihal permohonan penggantian kekurangan biaya dalam rangka pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter tempur Mi-35P.28.268. Sampai laporan keuangan ini dibuat Perum Bulog belum menerima jawaban atas surat tersebut.734. 3.000.641.00 991.185.000. B-585/II/DK. PKK93/10/2003 tanggal 13 Oktober 2003 Pada tanggal 14 Januari 2004 Perusahaan dan PTPN X melakukan perhitungan laba rugi KSO gula pasir import tahun 2003 yang dituangkan dalam Berita Acara Perhitungan Rampung Kerjasama Operasi Pengadaan.07 192.

Oleh karena itu dalam laporan keuangan tahun 2003 tidak ada kewajiban perusahaan yang berkaitan dengan dana pensiun. Ayat (1) menetapkan dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja. Dalam tahun 2004 karyawan Perum Bulog akan Jiwasraya.43 yang merupakan 50% laba KSO.570.2 PESANGON PHK Dalam Undang-undang No. Ayat (3) menetapkan perhitungan uang penghargaan masa kerja berdasarkan lamanya masa kerja. mengacu kepada pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 57.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang diikutsertakan pada program Tunjangan Hari Tua (THT) pada Asuransi Ketenagakerjaan.29. 3. (3) dan (4). Kriteria pengakuan dan pengukuran kewajiban perusahaan terhadap karyawannya sebagaimana diuraikan di atas. Ayat (4) menetapkan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Hal tersebut berkaitan dengan status karyawan Perum Bulog yang masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). For A Brighter Future 49 . yaitu Bab XII mengenai Pemutusan Hubungan Kerja pasal 156 ayat (1). pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pesangon hak yang seharusnya diterima.823. 3. yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi. terdapat pasal-pasal yang mengatur kewajiban hukum bagi perusahaan terhadap karyawannya.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Rp3. 3. Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruksi) sebagai akibat peristiwa masa lalu.1 IMBALAN KERJA KARYAWAN DANA PENSIUN Dalam tahun 2003 Perum Bulog belum menyelenggarakan program dana pensiun tersendiri bagi karyawannya. (2). Kewajiban diestimasi menurut paragraph 15 PSAK 57 harus diakui apabila ketiga kondisi berikut dipenuhi : a. Ayat (2) menetapkan perhitungan besarnya uang pesangon berdasarkan lamanya masa kerja.29.959.29. Seperti PNS lainnya program pensiun karyawan Perum Bulog masih diikutkan pada program pensiun pegawai negeri sipil pada PT Taspen. kewajiban kontinjensi dan aktiva kontinjensi.

390. maka kedua persyaratan di atas belum terpenuhi. For A Brighter Future 50 .403. sedangkan bagian lainnya UDP yaitu HP yang belum dilimpahkan sebesar Rp21.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) b.385 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Hutang Pengadaan. Berdasarkan kondisi yang terjadi di perusahaan.30 REKLASIFIKASI AKUN Dalam rangka perbandingan antara Neraca 31 Desember 2003 dan Neraca 21 Januari 2003.158.556. kecil kemungkinan untuk terjadi Pemutusan Kerja (PHK) yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya.724.855.217.817 dan UDP manajemen lainnya sebesar Rp6. dan c. Akun-akun yang direklasifikasi adalah sebagai berikut: o Kas. namun manajemen berkeyakinan. Bank dan sebagian UDP dikelompokkan kembali dalam akun Kas & Setara Kas. Dengan demikian estimasi kewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. Besar kemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya. uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak terhadap karyawan tetap. Hutang Penyaluran. Estimasi yang handal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.906 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Bank HP sebesar Rp1. Perusahaan akan memiliki kewajiban yang sama berupa pembayaran uang pesangon. maka dilakukan reklasifikasi akun-akun dalam neraca pembuka sehingga penyajiannya dapat disesuaikan dengan penyajian neraca per 31 Desember 2003. yaitu akun Hutang Usaha.331. Bagian UDP yang dikelompokan dalam Kas dan Setara Kas yaitu Dana Manajemen sebesar Rp290. Hutang Biaya dan Hutang Pihak Ketiga dikelompokan dalam satu akun. apabila terjadi pemberhentian terhadap karyawan. 3.475. dan estimasi yang handal belum dapat dilakukan.

. 5738740. (021) 5700380. 5704395 pesawat 517 Fax.31 Jakarta Pusat 10210 Telp.B /Auditama V/GA/ XII /2004 : 31 Desember 2004 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jl. (021) 5700380. Gatot Subroto No.BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM BULOG Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN dan PENGENDALIAN INTERN Nomor Tanggal : 37. 5738727. 5720957.

. …………………………… III. …………………………………………… 3.. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9. a.. ……….000.………………………………….. ………………. Pengadaan Furniture sebesar Rp1. ……………………….. e.096. b. II.80 juta ……………………….499.27 juta..07 juta …. ……………….. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4. c.43 juta ….890. 15 dan 16 sebesar Rp7. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3. Pengadaan Pallet / Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1.DAFTAR ISI Halaman I.000.060.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253..421. Lampiran B 1.. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50.………………………. LAMPIRAN A 1. Renovasi Gedung Bulog Lt 14.. 2. …………………. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS PENGENDALIAN INTERN ……………………………………………………………….29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1.. IV.859. f.75 juta ……... LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG UNDANGAN ………………………. d. Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut yang termasuk unsur PPN Sebesar 10 %.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV ii BPK RI / AUDITAMA KN V 1 3 3 3 4 4 5 6 9 12 15 .00 dilakukan dengan cara pemilihan / penunjukan langsung ……………………………………………….364 juta ………………… …………………………………………….

97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan..Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian... 16 18 19 21 23 24 iii BPK RI / AUDITAMA KN V . Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan surat SH-5 (surat hutang 5) oleh kantor pusat …………………………….158. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. 7. 8. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank …………………………………………………………………. ………………………………………. 4. ……………………….55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog ……………………………………………………………….. Pemanfaatan rumah perusahaan. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7. ………………… 6. 5.619.

Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. serta laporan laba rugi. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan persyaratan bantuan. dalam semua hal yang material. peraturan. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. berkaitan dengan unsur yang kami uji.B/Auditama V/GA/ XII /2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. peraturan. kontrak. Namun. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Perusahaan Umum Bulog mematuhi. dan telah menerbitkan laporan nomor 37. dan bantuan yang berlaku bagi Perusahaan Umum Bulog merupakan tanggung jawab manajemen. laporan perubahan ekuitas. Kepatuhan terhadap hukum. kontrak. Oleh karena itu. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas.A/Auditama V/GA/ XII / 2004 tanggal 31 Desember 2004. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. tidak ada .

Namun. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran A . M i s n o t o. MA Register Negara No. Drs. peraturan. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi dewan audit. kontrak. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi. manajemen dan dewan pengawas. D-1416 Jakarta.satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa Perusahaan Umum Bulog tidak mematuhi. 31 Desember 2004 2 BPK RI / AUDITAMA KN V . Ak. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. dalam semua hal yang material. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. pasal-pasal tersebut.

431.27 juta. Setelah dilakukan negosiasi harga menjadi Rp1. 15 dan 16. tetapi yang mengajukan penawaran hanya PT GSE. Kabulog menyatakan maximum biaya per lantai Rp1 milyar sesuai disposisi Kabulog tanggal 27 Januari 2003 .000. B-188A/IV/04/2003 tanggal 1 April 2003 kepada PT Bimal dengan nilai kontrak sebesar Rp6.1. Dalam rangka merubah penampilan interior maupun exterior gedung Bulog serta M/E (Mekanikal Elektrikal) Bulog menganggarkan biaya sebesar Rp10 milyar. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50 juta dilakukan dengan cara pemilihan/penunjukan langsung.270.000.081.00 dan mendapat persetujuan Dirut tanggal 8 Agustus 2003.722.45%. Dari pemeriksaan atas beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan diketahui terdapat kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50. Namun Dirut menyetujui dua perusahaan yaitu PT Graha Sarana Estetika (PT GSE) dan PT Bijak Manunggal Lestari (PT Bimal) untuk mengajukan harga dan harga di negosiasi turun 40.00. Oleh karena itu dilakukan pengadaan furniture untuk Lantai 14.979. Setelah memperhatikan penawaran PT BIMAL dan PT AAC serta memperhatikan hasil negosiasi selanjutnya Kabulog menerbitkan surat penunjukkan langsung perusahaan rancang bangun renovasi gedung Bulog I No.499.499. 457/Plt.057. Tim telah mengundang PT GSE dan PT Bimal untuk mengajukan penawaran. Pengadaan Furniture sebesar Rp1. Berikut ini beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan tersebut.000. Karena waktu yang mendesak maka tim pengadaan mengusulkan pengadaan dengan metode penunjukkan langsung termasuk untuk Konsultan Manajemen Konstruksi. 3 BPK RI / AUDITAMA KN V .000. a. Kemudian dibuatkan Perjanjian Jual beli No. 15 dan 16 maka diperlukan juga furniture untuk mengisi lantai tersebut.00.000.845. Untuk pengadaan furniture Tim Renovasi telah melakukan survey ke beberapa perusahaan yang hasil surveynya telah disampaikan kepada Direktur Utama dengan surat tertanggal 28 Juli 2003. Pekerjaan renovasi gedung Bulog dikelompokkan menjadi 5 paket pekerjaan. dilakukan dengan cara pemilihan atau penunjukan langsung.000.SESTAMA-DEKU/01/2003 tanggal 29 Januari 2003 kepada Kabulog.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253.000.00 dan ditambah nilai konsultan perencanaan sebesar Rp373. B-181/III/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 kepada PT AAC yang berdasarkan Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Fee Manajemen Konstruksi tanggal 18 September 2003 dengan PT AAC disebutkan nilai kontrak sebesar Rp253. Renovasi Gedung Bulog Lt 14.096. b.43 juta Sehubungan dengan renovasi lantai 14. Dalam tahun 2003 Perum Bulog melakukan beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan barang.00. PJB-30A/09/2003 tanggal 3 September 2003. Harga penawaran PT GSE sebesar Rp1. Dari hasil survey tersebut direkomendasikan lima rekanan yang memenuhi kriteria. dan surat penunjukkan manajemen konstruksi No. sesuai surat Deku/Plt Sestama No. 15 dan 16 sebesar Rp7.

Rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras berawal dari pertemuan Coffee Morning tanggal 4 September 2002 antara Direksi dan staf untuk segera mempersiapkan rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras impor agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama.75 juta . Pengadaan mesin penggilingan dilakukan dengan pemilihan langsung dengan jumlah peserta yang mengajukan penawaran adalah tiga perusahaan. 02/PP-MPG/01/2003 tanggal 9 Januari 2003 mengenai laporan klarifikasi dan negosiasi atas pembukaan Surat Penawaran Harga Penunjukkan Langsung kepada PT Kutama Makmur. d. Hal tersebut diikuti dengan diterbitkan Surat Perintah Kabulog No. B-482/III/10/2003 tanggal 29 Oktober 2003 kepada PT Kutama Makmur dengan nilai sebesar Rp1. Untuk Pengadaan alat pengering mekanis perum Bulog melakukannya dengan penunjukan langsung.060. Nota Intern tersebut disetujui oleh Kabulog tanggal 21 Januari 2003. plastik sungkup. Dalam surat tersebut terdapat persetujuan dari Kabulog. Pada tanggal 6 Januari 2003 Didiawat mengundang empat rekanan untuk menghadiri penawaran harga penyediaan plastik sheet fumigasi pada tanggal 8 Januari 2003. 002/Deops/I/2003 kepada Kabulog tanggal 15 Januari 2003 antara lain menyebutkan bahwa mengingat pelaksanaan CO2 stack beras luar negeri tersebut waktunya diperkirakan akan dimulai Februari 2003 atau paling lambat Maret 2003. Kemudian Ketua Panitia Pengadaan MPG membuat surat kepada Kabulog dengan No.890. Pada saat pembukaan penawaran.364 juta. 01/PPAPN/X/2003 tanggal 16 Oktober 2003 kepada Dirut melaporkan proses pengadaan alat pengering mekanis dilakukan dengan metode penunjukkan langsung dan hal tersebut telah disetujui oleh Dirut tanggal 24 Oktober 2003. Selanjutnya dibuat Perjanjian antara Bulog dengan PT Kutama Makmur Indonesia No. maka dimintakan persetujuan Kabulog agar pengadaan sarana CO2 (antara lain plastik dasar. gas CO2. PRIN-17/01/2003 tanggal 22 Januari 2003 tentang pembentukan panitia pengadaan sarana perawatan dengan CO2 stack. Kemudian ditetapkan Surat Penetapan Penyedia Jasa oleh Direktur Pengembangan & IT No. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3. Mengingat pertemuan tersebut di atas dan hanya satu perusahaan yang menyatakan sanggup maka kemudian dibuat Nota Intern Direkrut Operasi (Deops) No. Tanggal 23 Januari 2003 dilakukan 4 BPK RI / AUDITAMA KN V . PKK-1B/01/2003 tanggal 17 Januari 2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.00.00. Dalam rangka meningkatkan operasional Perum Bulog maka dilakukan pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) dan Alat Pengering Mekanis dalam tahun 2003. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4. lem plastik dan lain-lain) dilakukan dengan sistem penunjukan langsung. Dari empat rekanan yang diundang hanya PT MCP yang menyatakan sanggup melaksanakan pekerjaan tersebut. Dalam rangka perawatan stock beras yang dimiliki Bulog maka dilakukan perawatan dengan sistem CO2 stack dengan cara pengasapan (gassing) untuk sebagian beras impor dengan tujuan agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1.c. Salah satu sarana pengasapan adalah plastik sheet untuk menutup beras pada saat pengasapan. dari tiga rekanan tersebut yang hadir hanya dua rekanan dan akhirnya PT Kutama Makmur terpilih sebagai pelaksana pengadaan mesin MPG karena harganya terendah.000.496.287.364.000.890. Panitia Pengadaan dengan surat No.

000.240 unit.000. Dalam proses pemilihan langsung.859.01/IV/2003 tanggal 28 April 2003 dengan nilai Rp2. Kemudian Divre DKI Jakarta melalui No.552.000.71 MT ETA Tanjung Priok tanggal 8-10 April 2003 dan Telex Bulog No.060.03/06/2003 tgl 20 Juni 2003.000.750. Kemudian dibuatkan Surat Perjanjian Pemborongan No.000 ton milik Bulog.951. Pengadaan Pallet/Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1. Selanjutnya dilakukan tender ulang tetapi tender ulang inipun gagal karena dari evaluasi tidak ada rekanan yang memenuhi syarat. Pengadaan pallet/flonder plastik tersebut diusulkan sama pengadaan sebelumnya.T-997/ 05082003 tanggal 8 Mei 2003 menyebutkan kedatangan gula pasir sebanyak 50.240 unit Pallet/Flonder. Untuk pengadaan pallet/flonder plastik tersebut telah memperoleh ijin prinsip dari Bulog dengan surat No. maka Divre DKI Jakarta memerlukan pallet/flonder plastik. Sehubungan kedatangan kapal beras eks USA PL 480 sebanyak 21.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2.859. Untuk itu dibentuk panitia lelang pengadaan berdasarkan perintah Ka Divre Jabar No.00 untuk kedatangan gula pasir milik PTPN XI sebanyak 40. Pengadaan atas pallet/flonder terjadi di Divre DKI dan Divre Jabar. Pada akhirnya pihak panitia lelang pengadaan melakukan tahap pemilihan langsung. Akhirnya ditetapkan CV Karya Putra sebagai pemenang dengan harga terendah.SPP.800. dan telex No.000 ton pada tanggal 15 Maret 2003.00. e.00/unit.000 unit dengan disain yang diajukan PT Yanasurya Bhaktipersada dengan prosedur penunjukan langsung karena kebutuhan mendesak. dan PT MCP bersedia menurunkan harga menjadi Rp3. B-136/I/08/2003 tanggal 11 Agustus 2003. 381/03042003 tanggal 4 Maret 2003 tentang kedatangan gula pasir untuk stok nasional sebesar 20. panitia melakukan penilaian hanya kepada dua rekanan yang menawarkan pekerjaan pembuatan Pallet/Flonder.000.00 termasuk PPN sebanyak 7.000 ton pada bulan Mei 2003.000. Oleh karena harga penawaran PT MCP lebih tinggi dari HPS maka pada tanggal 27 Januari 2003 dilakukan negosiasi harga.03/04/2003 tanggal 1 April 2003 dengan nilai Rp 1.80 juta .000. Tender pengadaan tersebut ditawarkan kepada rekanan/kontraktor melalui media massa dan Lima rekanan mengajukan penawaran. 01/PL/DJ/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 mengundang PT Yanasurya Bhakti persada untuk negosiasi harga yang dilakukan tanggal 31 Maret 2003. Disamping DKI di Divre Jawa Barat juga terdapat pengadaan flonder sebanyak 7. Disamping itu dibutuhkan juga flonder senilai Rp 970. Selanjutnya dibuat surat perjanjian No. Setelah itu ditindak lanjuti dengan membuat perjanjian melalui kontrak perjanjian No. 5 BPK RI / AUDITAMA KN V . Berkaitan dengan penyimpanan beras digudang dan dalam usaha menanggulangi kerusakan beras dibutuhkan Pallet/flonder sebagai alas penumpukan beras. 154/1.undangan pengambilan dokumen pengadaan sarana perawatan CO2 Stack tahun 2003 oleh Deops kepada PT MCP.SP-01/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. 94/1.00. dan disepakati harga Rp388. Kabulog dengan surat No. 569/03252003 kepada Divre DKI Jakarta menyetujui pengadaan pallet/flonder plastik sejumlah 4. Tender gagal karena dokumen yang dimasukan oleh rekanan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan.

S-2262/D. dan atau b. Pengadaan barang / jasa yang setelah dilakukan pelelangan ulang ternyata jumlah 6 BPK RI / AUDITAMA KN V . baik teknis maupun harga. Sesuai perjanjian kerjasama antara lain disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwa pengunduran dan / atau perpanjangan masa pelaksanaan pekerjaan atau pekerjaan tambah kurang tidak dibenarkan kecuali terjadi force majeur. menyangkut keamanan dan keselamatan Negara yang ditetapkan oleh Presiden.SPMK-37/PPTSLB/XI/2003 tanggal 5-11-2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp9. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan.KTR-31/PPTSLB/XI/2003 tanggal 4 -11-2003 dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) No.2/05/2000 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan Keppres No.071. e.07 juta. Sesuai dengan surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas No. d. Untuk pekerjaan yang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang / jasa. 18 tahun 2000 tetntang pedoman pelaksanaan pengadaan barang / jasa di instansi pemerintah menyatakan antara lain : Penunjukan langsung dapat dilakukan : a. Dalam Bab I Petunjuk Umum point 7f yang berbunyi : Pemilihan langsung adalah pengadaan barang/jasa tanpa melalui pelelangan dan hanya diikuti oleh penyedia barang / jasa yang memenuhi syarat.00 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 40 hari kalender Selain itu proses klarifikasi dan negosiasi harga oleh tim penunjukan langsung sesuai Berita Acara klarifikasi dan negosiasi harga No. Untuk memenuhi salah satu sarana penunjang produksi beras dalam rangka pasca panen.BA-03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 tanggal 29-10-2003 bukan merupakan negosiasi karena harga penawaran tersebut di atas hanya dibandingkan dengan Pagu Anggaran sehingga tidak terlihat adanya nilai perubahan penawaran yang dilakukan oleh tim penunjukan langsung terhadap nilai penawaran rekanan. Kriteria pemilihan langsung : a. Spesifikasi teknis dan gambar tidak mengarah kepada satu merk / produk tertentu.421. Bulog melakukan pengadaan alat/mesin timbangan otomatis kapasitas 50 Kg (Rice Balance Machine) Model LCS 50 sebanyak 42 unit untuk digunakan di gudang-gudang pengolahan gabah/beras pada Unit Pengilingan Gabah dan Beras (UPGB) diseluruh Indonesia yang menggunakan Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari APBN tahun 2003.f. b. S-42/A/2000 dan No. c.000. Untuk pekerjaan yang berskala kecil dengan nilai maksimum Rp 50.000. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9. dilakukan dengan cara membandingkan penawaran dan melakukan negosiasi. dan atau c. Sesuai perjanjian apabila terjadi keterlambatan dalam jangka waktu penyelesaian akan dikenakan denda.000.421. sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.00. Pengadaan alat/mesin timbangan otomatis tersebut dilaksanakan melalui penunjukan langsung oleh Pimpinan Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Tahun anggaran 2003 kepada rekanan PT Kutama Makmur Indonesia dengan Surat Perjanjian /kontrak No. Penanganan darurat untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan pengadaan barang/ jasanya masih memungkinkan untuk menggunakan proses pemilihan langsung.

Di samping itu.000. disimpulkan bahwa kegiatan fisik pekerjaan renovasi diperkirakan baru dapat dimulai pada bulan September 2003 sedangkan kebutuhan akan ruang Direksi dan Dewan Pengawas sudah mendesak. Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak mengikuti ketentuan Keppres No. 4. preliminary desain.5 % per tahun. 18 tahun 2000. 15 dan 16 dilakukan dengan cara Penunjukan Langsung Pekerjaan Jasa Rancang Bangun (turnkey) kepada PT BIMAL dan Konsultan Manajemen Konstruksi kepada PT Alpindo Arga Cipta.penyedia barang / jasa yang lulus prakualifikasi atau yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta. 15. Sehingga sasaran untuk menghindari ekonomi biaya tinggi pada Pilot Project RMU dapat dicapai.431. Pengadaan MPG dilakukan dengan cara Pemilihan Langsung dari MPG eks import karena harganya jauh dibawah harga produksi dalam negeri (± 59%) walaupun diterapkan preferensi harga sebesar 15% sebagaimana ketentuan pasal 22 ayat 2 Keppres No. pembayaran pengadaan MPG ke PT Kutama Makmur dapat diangsur selama 24 bulan dengan bunga 6. Dari beberapa contoh yang disampaikan. berdasarkan hasil negosiasi.00 masih berada dalam batas-batas kewajaran. Panitia mengundang sebanyak-banyaknya calon peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 3 (tiga) calon penyedia barang / jasa untuk mengajukan penawaran berdasarkan dokumen pengadaan yang diberikan kepada calon peserta pemilihan langsung.499. Dilihat dari standar kualitas dan nilai artistiknya. penunjukan langsung dan swakelola ayat 1 prosedur pemilihan langsung butir b pelaksanaan angka 1 dan 2 menyatakan bahwa : a. Berkaitan dengan permasalahan di atas Direksi Perum Bulog menanggapi sebagai berikut : 1. pemilihan langsung dapat diikuti oleh 2 (dua) peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran ulang berdasarkan dokumen lelang yang telah disesuaikan untuk pemilihan langsung. Perum BUlog berpendapat bahwa harga negosiasi sebesar Rp 1. dan 16 bahwa dari analisa jadwal kegiatan pengadaan dengan tahapan kegiatan (penyusunan konsep. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di Perum Bulog tidak memberikan kesempatan adanya persaingan usaha secara terbuka. Dalam Bab II yaitu prosedur pengadaan barang jasa pemborongan dan jasa lainnya bagian B prosedur pemilihan langsung. 3. b. 2. Pengadaan APM dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada PT Kutama Makmur dengan pertimbangan sebagai berikut : 7 BPK RI / AUDITAMA KN V . Untuk renovasi lantai 14. detail desain dan pelelangan) yang berurutan. maka Kabulog memutuskan pekerjaan renovasi lantai 14. Dalam hal pemilihan langsung dilakukan akibat terjadinya lelang ulang gagal. 15 dan 16 Gedung Bulog I didasarkan atas adanya penawaran dan contoh-contoh furniture yang diajukan oleh rekanan Perum Bulog di mana produk yang ditawarkan merupakan barang jadi. Perum Bulog memilih dan menyetujui contoh-contoh furniture yang diajukan oleh PT Graha Sarana Estetika diminta untuk mengajukan penawaran harganya. Proses pengadaan furniture lantai 14. 18 tahun 2000.

Klarifikasi dan negosiasi telah dilakukan oleh panitia penunjukan langsung sesuai dengan Berita Acara No. metode pengadaan pengadaan 42 unit timbangan dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) yang jadwal waktunya lebih singkat. Disamping itu hasil pelaksanaan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan pekerjaan dilaksanakan selesai tepat pada waktunya.00 disepakati dinegosiasi menjadi Rp9.2.I.000. barang spesifik. Namun demikian untuk masa yang akan datang apabila terjadi lagi kegagalan tender 2 (dua) kali. Pengadaan plastic sheet CO2 stack dilakukan melalui penunjukan langsung dengan pertimbangan waktu sangat singkat / mendesak dan telah disetujui Kabulog. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog melakukan proses tender untuk kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di atas Rp50. ternyata lebih menguntungkan dibanding penunjukan langsung.421. prosedur penunjukan langsung sudah sesuai Keppres 18/ tahun 2000 serta kewajaran harga dan syarat teknis telah terpenuhi karena harga sudah memperhatikan harga pengadaan sarana CO2 stack tahun 1996 yang merupakan tahun terakhir perawatan beras dilakukan dengan CO2 stack dan inflasi dalam kurun waktu 6 tahun. d.a. 5. APM Kaneko telah diuji oleh Puslitbang Bulog dengan hasil memenuhi persyaratan. maka sesuai dengan ketentuan Keppres 18 tahun 2000.421. b.1. Keadaan tertentu yakni pelaksanaan pekerjaan tidak dapat ditunda. 18 tahun 2000 lampiran I Bab I. 6.000 sesuai peraturan yang ada. c. Dasar penunjukan langsung adalah Keppres No. 1. atau harus dilakukan segera.Cii. Dengan melaksanakan pemilihan terhadap 2 (dua) rekanan setelah 2 (dua) kali gagal tender. BA03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 dengan hasil : Harga penawaran sebesar Rp9.251. PT Kutama Makmur adalah Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) Alat Pengering Mekanis “Kaneko” Cina.071. Harganya lebih murah dibanding produk dalam negeri. Minimnya hasil negosiasi ini karena pengajuan anggaran ke Dep Keu RI telah direncanakan seakurat mungkin untuk meminimalisir Sisa Anggaran Proyek (SIAP) sehingga siapapun yang mengajukan penawaran. Agar terjadi kesinambungan teknologi antara MPG dan APM yang diadakan oleh PT Kutama Makmur.4a (1) dan b (2) yang berbunyi : 1. maka proses pemilihan langsung akan dilakukan sesuai saran BPK. Atas permasalahan flonder di atas Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan sampai laporan ini dibuat. nilainya tidak akan jauh dari pagu anggaran.000. Namun demikian pihak Divre Jawa Barat menjelaskan bahwa proses pengadaan barang / jasa telah dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan dalam Keppres 18 tahun 2000 antara lain pasal 12 ayat (2).000. Plastik sheet CO2 stack adalah barang spesifik karena tidak tersedia di pasaran umum dan hanya Bulog yang menggunakan teknologi CO2 stack untuk beras serta syarat teknis sudah memenuhi persyaratan sesuai hasil Litbang Bulog. Pengadaan barang khusus. Dengan demikian menurut hemat kami. Mengingat jadwal waktu yang tersedia untuk melaksanakan pengadaan 42 unit timbangan dari batas TA 2003 yang dapat mengakibatkan “hangusnya” anggaran.00. bahkan beras hasil gilingannya melebihi persyaratan minimum Bulog.C. 7. karena telah terjadi persaingan harga sehingga harga flonder per unit cukup wajar dan lebih rendah dari owner estimate (OE) yang ditetapkan. 8 BPK RI / AUDITAMA KN V .

laporan perubahan ekuitas.B/Auditama V/GA/XII/ 2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. 9 BPK RI / AUDITAMA KN V . kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. dan telah menerbitkan laporan nomor 37. dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. serta laporan laba rugi. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.A/Auditama V/GA/ XII/ 2004 tanggal 31 Desember 2004. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Manajemen Perusahaan Umum Bulog bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan Perusahaan Umum Bulog untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003.

Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Operasi • Administrasi • Keuangan Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. Begitu juga.diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. bukan keyakinan absolut. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan 10 BPK RI / AUDITAMA KN V . kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. serta kami menentukan risiko pengendalian. Untuk tujuan laporan ini.

M i s n o t o. Ak. Namun. D-1416 Jakarta. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. 31 Desember 2004 11 BPK RI / AUDITAMA KN V . MA Register Negara No.pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Drs.

00 29.810.000.00 1 s.000.581. berupa Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM).040. Dalam penyaluran beras Raskin/PKPS-BBM. 1) Divisi Regional Jawa Tengah Jumlah piutang Per Sub Divre Raskin Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah PKPS BBM Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah 19.075.154.d 1.00 355.00 Divre Sumut 4.540.000. Berikut ini data kelambatan penyetoran dibeberapa divre yang diperiksa.810.000.525.057.00 1 s.464.080. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada Kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi.d 24 bulan 12 BPK RI / AUDITAMA KN V .00 202.000.000.521. Sumut.003.00 2 s.820.264.00 6.810.00 10.757.811.00 19.007.00 6.007.500.000.00 11.000.700.00 Divre Sulsel 6.d 8 bulan 1 s. diketahui piutang Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 adalah sebagai berikut : Divre Piutang Raskin/PKPS BBM Divre Jateng 5.500.294.540. diketahui adanya kelambatan penyetoran HP.000.00 199.840.000.855. Berdasarkan Laporan Keuangan Perum Bulog Tahun 2003 pada Divre Jateng. Jabar dan Sulsel.00 1 bulan 1 s.950.706.000.800.00 Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pertanggungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) dari Satgas Raskin dan PKPS BBM pada bulan Desember 2003 diketahui adanya kelambatan penyetoran.000.000.d 2 bulan 1 s. Perum Bulog ditugaskan menyalurkan beras untuk keluarga miskin yang rawan pangan dengan tujuan untuk mengatasi persoalan gizi.765.00 793.300.00 103.00 78.00 761.00 16. Perum Bulog mengakui piutang pada saat diterbitkan Delivery Order (DO). Dalam rangka mengemban tugas pemerintah.00 330.769.00 78.000.d 2 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 16.851.820.765.200.040.800.00 2.00 202.00 4.00 805.d 2 bulan 133.00 247.674.839.840.000.067. Berdasarkan pemeriksaan laporan rekapitulasi pertangungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 pada beberapa Divre.00 4.00 347.950.540.00 Divre Jabar 12.665.040.000.00 12.500.000.301.286.070.331.000.075.855.811.00 10.00 182.500.d 2 bulan 1 s.5 bulan 2.000.525.620.00 199.1.00 355.00 31 Desember 2003 Jumlah penyetoran tahun 2004 Jangka waktu Sisa yang belum penyetoran disetor per 30 Agustus 2004 79.00 761.000.863.219.040.040.214.793.

Sidempuan/Wil IV Jumlah 257.00 552.d 9 bulan 1 s.484.Sidempuan/Wil IV Jumlah PKPS BBM Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.00 842.000.839.00 2.000.721.133.037.301.620.d 3 bulan 1 s.000.00 22.000.00 3.000.00 tahun 2004 penyetoran 1 s.500.00 1.00 12.682.000.d 6 bulan 3.446.00 1.00 Sisa yang belum disetor per 30 September 2004 4) Divisi Regional Selawesi Selatan Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Polmas / Wil I Sub Divre Pare-Pare / Wil II Sub Divre Sidrap / Wil III Sub Divre Wajo / Wil IV Sub Divre Bulukumba / Wil V Sub Divre Palopo / Wil VI Sub Divre Makassar /Wil VII Jumlah 211.00 tahun 2004 211.d 4 bulan 1.310.000.00 95.d 10 bulan 1 s.139.500.d 9 bulan 62.d 5 bulan 2 s.000.000.548.894.320.d 5 bulan 1 s.000.785.300.000.264.000.00 1 s.00 68.00 109.000.00 2.000.00 penyetoran 1 s.00 501.00 tahun 2004 penyetoran disetor per 31 Oktober 2004 3) Divisi Regional Jawa Barat Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Banten /Wil I Sub Divre Cianjur /Wil II Sub Divre Cirebon /Wil III Sub Divre Indramayu /Wil IV Sub Divre Krawang /Wil V Sub Divre Subang /Wil VI Sub Divre Ciamis /Wil VII Sub Divre Bandung /Wil VIII Jumlah 417.125.978.090.790.00 6.d 2 bulan 1 s.320.000.00 704.600.00 704.521.00 1.d 8 bulan 1 s.015.d 2 bulan Sisa yang belum disetor per 30 Oktober 2004 - 1.000.000.000.378.000.640.d 7 bulan 167.d 10 bulan 221.500.748.00 733.d 8 bulan 1 s.950.00 6.00 14.445.000.00 1.780.041.980.619.000.523.d 7 bulan 1 s.000.00 2.508.253.264.00 484.080.000.851.000.00 80.000.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.770.00 552.00 257.00 39.040.139.00 257.000.d 9 bulan 1 s.563.00 189.00 36.000.785.00 2 s.000.695.980.712.450.848.d 6 bulan 3 s.000.d 2 bulan 1 s.000.620.00 17.d 4 bulan 2 s.00 842.00 2.370.166.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.950.000.00 3.954.697.00 999.080.668.000.780.000.508.451.00 1 s.500.550.500.000.593.600.00 2.000.000.510.d 9 bulan 1 s.299.00 1.783.2) Divisi Regional Sumatra Utara Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu Sisa yang belum 31 Desember 2003 Raskin Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.d 2 bulan 1 s.000.00 1.00 3.000.593.166.790.00 109.404.510.136.712.d 8 bulan 1 s.595.000.000.000.00 3.105.080.000.000.950.00 13 BPK RI / AUDITAMA KN V .303.00 4.00 4 s.529.000.197.00 276.471.00 11.133.127.848.548.000.00 407.00 1.00 733.000.

Uang hasil penjualan harus disetor ke rekening hasil penjualan (rekening Bulog) selambat-lambatnya 1X 24 jam dari tanggal diterimanya uang hasil penjualan per titik distribusi oleh pelaksana distribusi.00 WIB dan setoran yang diterima diatas jam 14. b. Pembayaran harga beras Raskin dan PKPS-BBM bidang pangan Rp 1. Berdasarkan Surat Edaran Ka. maka prinsip pembayaran tunai dapat dikecualikan dengan syarat Kades/Lurah/Camat/Bupati/Walikota membuat jaminan tertulis sesuai format MJ dan pelunasannya harus sudah selesai pada bulan bersangkutan.000.B-505/II/07/2002 tanggal 9 Juli 2002 dan Berita kawat No.Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan Tahun 2003. Perum Bulog tidak dapat segera memanfaatkan uang HP dan perusahaan menanggung beban bunga kredit komersil..1370/07092002 tanggal 7 September 2002 diantaranya menyatakan setiap hari dana hasil penjualan yang ada di rekening Sub Dolog (Sub Divre). Berpotensi terjadinya penyalahgunaan dana yang belum disetor oleh oknum petugas. c. Kanlog. memang benar masih banyaknya piutang raskin yang lambat dan macet penyetorannya hal tersebut disebabkan : a. b. a. Untuk piutang macet pada Sub Divre Pekalongan karena petugas Satgas Raskin yang bertugas di Kab. antara lain menyatakan : a.00 WIB ditransfer keesokan harinya. Terbatasnya petugas pengumpul HPB di lingkungan Pemda maupun Sub-sub Divre dibanding luasnya sasaran wilayah penyaluran Raskin. 14 BPK RI / AUDITAMA KN V . Transfer tersebut pada tanggal yang sama telah diterima di rekening Bulog untuk bank yang telah On Line System dan untuk yang Off Line System diterima di rekening Bulog selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal transfer. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. c.Bulog No. d. Proses rekonsiliasi yang belum berjalan dengan baik antara catatan Satgas Raskin dengan catatan Keuangan dan Akuntansi di Kantor Subdivre. Divre (Dolog) Operasional ditransfer ke rekening Bulog untuk setoran yang diterima sampai jam 14. Apabila ada penerima manfaat tidak mampu untuk membayar tunai. b. Titik distribusi terletak di daerah yang sangat jauh dari bank penyetoran HPB. Hal tersebut disebabkan pengendalian Tim Raskin/PKPS-BBM Perum Bulog terhadap pelaksanaan setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik dan aparat Pemda masi kurang optimal. d. Hal tersebut mengakibatkan. Berdasarkan bukti transfer dan daftar perincian mutasi harian.per kg dari penerima manfaat kepada pelaksana Distribusi dan dari pelaksana distribusi kepada Satgas Raskin harus tunai.Pekalongan saat itu kurang kontrol terhadap setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik. pada setiap bulannya Kadolog/Kasubdolog/Kakanlog dan pihak bank setempat melakukan rekonsiliasi atas penyetoran uang HP Raskin/PKPS-BBM tersebut dengan membuat rekonsiliasi bank.

00 39. Dalam pelaksanaan operasional Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Pogram Kompensasi Pengganti Subsidi (PKPS) Bahan Bakar Minyak (BBM) diperlukan armada pengangkutan untuk mendistribusikan beras ke titik-titik distribusi.295.124.00. f. Berikut perhitungan biaya angkut pada tiga kantor Sub Divre di wilayah Divre Sumatra Utara : Nama Sub Divre Biaya Angkutan (Inclusive PPN) 1 Pematang Siantar Kisaran Padang Sidempuan Jumlah 2 478.026.060. biasanya H+5 atau bahkan lebih.191.64 312. Penyaluran dan penerimaan setoran uang hasil penjualan melalui perjenjang yang panjang yaitu dimulai dari aparat tingkat RT/RW dan Desa.82 213.349.595. Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut Termasuk unsur PPN Sebesar 10 %.36 55.365. Perlu di informasikan bahwa sebagian besar kasus keterlambatan penyetoran HP penjualan Beras Raskin/PKPS-BBM disebabkan uang digunakan/dipinjam oleh Oknum Aparat Desa/Pemda untuk keperluan pribadi dan hal tersebut telah diakui oleh aparat di Tingkat Kabupaten.18 4=2-3 43.T. Kisaran dan Padang Sidempuan.00 15.135.100.463.295.550.623.00 608.00 3.36 3. sampai aparat Pemda Tingkat II.335.T.T206/02052003 dan Teleks Kadivre No. biaya angkutan tersebut termasuk salah satu biaya distribusi Raskin.46 15 BPK RI / AUDITAMA KN V .e.690.922.731.436. Jumlah biaya distribusi tergantung dari jumlah kuantum beras yang akan didistribusikan dan tarif angkut yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah.204.846.2148/10152002 dan No.404.00 0 51.291. BPK-RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog lebih mengoptimalkan penyetoran HP penjualan Beras Raskin / PKPS BBM serta mengambil tindakan tegas atas keterlambatan yang terjadi.595.275.268.181.444.096.00 Biaya angkutan yg seharusnya diserahkan ke pemilik angkutan 3=100/110 x 2 434.473. Ketika menggunakan jasa angkutan dari perusahaan angkutan non PKP.354. Atas potongan tersebut Sub Divre akan menyetor ke Kas Negara dan bukti Surat Setoran Pajak (SSP) akan diserahkan pada perusahaan angkutan tersebut.463.466. Lambatnya transfer yang dilakukan BRI Unit/Cabang yaitu bila Satgas memantau perjalanan HPB dari BRI Unit yang masih melaksanakan transfer secara manual ke BRI Cabang.104.730.636. 2.668.82 PPN 10% PPN yang dipotong oleh Sub Divre (PKP) 5 36.82 213.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 maka dalam Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN.00 2.64 553. Untuk perusahaan angkutan yang PKP maka Sub Divre akan membayarkan biaya angkut sebesar tarif angkut setelah memotong PPN 10%. sesuai laporan pertanggungjawaban realisasi Biaya Operasional (BOP) Raskin dan PKPS BBM (Laporan ML-3 ) jumlah biaya angkutan adalah sebesar Rp3.18 2.954.64 260.040.489.00 Nilai PPN yang termasuk dibayarkan kepada pengusaha Non PKP 6=4-5 7.780. Berdasarkan Teleks Bulog No. Sub Divre membayar biaya angkut sebesar plafon BOP Raskin dan PKPS BBM yang didalam plafon tersebut termasuk unsur PPN sesuai telek Bulog tersebut di atas.135.444. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Sub Divre Pematang Siantar.436.963.

PKK156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002.T. T. Angkutan perorangan tersebut pada umumnya dilakukan untuk angkutan daerah yang sulit dijangkau dan medannya cukup sulit sehingga tarif angkutannya berbeda/lebih tinggi.300. Berdasarkan Teleks Bulog No. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian.104. Hal tersebut mengakibatkan terdapat pembayaran biaya angkutan sebesar Rp260.2148/10152002 dan No. 16 BPK RI / AUDITAMA KN V .623.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 menyatakan bahwa Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN. Dari hasil pemeriksaan atas pengelolaan Hotel Bandara Surabaya dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : • Selama tahun 2003 PT JSJ baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp168.46.00.T. • PT JSJ mengajukan kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan terlebih dahulu oleh PT JSJ dengan usulan perhitungan sebesar Rp836.000.2148/10152002 dan No.46 kepada pengusaha angkutan Non PKP yang dapat dihindari. angkutan raskin di Divre Sumut yang menggunakan jasa angkutan perorangan tidak dilakukan pemotongan PPN karena non PKP.000. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog dalam membayarkan biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP dengan besaran yang tidak termasuk unsur PPN dalam tarif yang ditetapkan. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.00. nilai jasa angkutan ditetapkan maksimal sebesar plafon yang tersedia yaitu plafon termasuk alokasi PPN.000.000.104. Perbaikan tersebut merupakan perbaikanperbaikan di luar kamar yang dilakukan oleh PT JSJ terlebih dahulu dan kemudian minta persetujuan Perum Bulog untuk dikompensasi dengan kewajiban PT JSJ.T.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 yang menyatakan bahwa BOP Raskin dan PKPS BBM tahun 2003 sudah termasuk PPN 10%.764.500.T. Dengan kondisi tersebut. Dalam laporan keuangan 31 Desember 2003 Perum Bulog mempunyai hotel dengan nilai pembelian sebesar Rp3. Untuk mengelolanya dilakukan kerjasama dengan PT Jalasutra Sarana Jaya (PT JSJ) yang dituangkan dengan perjanjian No.T. 3.623. Hal tersebut terjadi karena Sub Divre tidak sepenuhnya melaksanakan Teleks Bulog No.00.Dari data di atas diketahui bahwa terdapat pembayaran biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP termasuk PPN sebesar Rp260.

363.Berdasarkan hasil evaluasi Divisi Jasa diketahui bahwa PT JSJ tidak menunjukkan hasil kinerja pengelolaan hotel yang baik. Prima Athera Utama tidak menyerahkan bank garansi.000. Sedangkan berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan CV.00. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa: • CV.000. • Belum melunasi kewajiban PT JSJ yang diambil alih sebesar Rp 113.000.705. Pengelola yang baru masih mempunyai hubungan keluarga dengan pengelola yang lama.000.00 dari yang seharusnya Rp420.000.1 dimana disebutkan bahwa Pihak Pertama (Perum Bulog) berhak menerima hasil pengelolaan hotel setiap bulannya sebesar Rp60.00.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004. Sisa kewajiban ini akan menjadi tanggungjawab pengelola yang baru yaitu CV Prima Athera Utama. Dalam pasal 4 tentang jaminan ayat 1 disebutkan bahwa Pihak Kedua harus menyerahkan jaminan berupa Bank Garansi kepada Pihak Kesatu sebesar Rp120.00 belum termasuk pajak-pajak.000.000. • Sampai dengan bulan Nopember 2004 CV. • CV PAU meminta kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan oleh CV.405.000.00. Sejak tanggal 31 Maret 2004 pengelola hotel Bandara Surabaya beralih kepada CV Prima Athera Utama. Prima Athera Utama yang dituangkan dengan perjanjian No.000. Oleh karena itu PT JSJ mengundurkan diri sebagai pengelola hotel Bandara Surabaya dengan surat No. Berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dituangkan dengan perjanjian No. sesuai dengan perjanjian No. Sebelum dilakukan pembatalan perjanjian dengan PT JSJ dilakukan perhitungan hak dan kewajiban antara kedua belah pihak yang tertuang dalam Berita Acara Perhitungan Kompensasi Hak dan Kewajiban Hotel Bandara Surabaya dengan Perum Bulog tanggal 12 Maret 2004.000.405.255. Sisa kewajiban PT JSJ sebesar Rp93.00 maka pihak pengelola tetap membayar sebesar Rp53.PKK-156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 huruf g dimana disebutkan bahwa Pihak Kesatu (Perum Bulog) berhak menerima 10% setiap bulannya dari penerimaan kotor pengelolaan hotel dan apabila 10% nilainya kurang dari Rp53. Pasal 5 ayat 2 disebutkan bahwa apabila Pihak Kedua tidak dapat memenuhi kewajibankewajibannya dalam hal pembagian keuntungan yang menjadi hak Pihak Kesatu selama 2 triwulan maka Pihak Kesatu dapat memutuskan perjanjian ini secara sepihak dan tertulis kepada Pihak Kedua. sehingga sisa kewajiban CV PAU dan tanggungan hutang PT JSJ kepada Perum Bulog per 31 Oktober 2004 dengan kewajiban seluruhnya menjadi sebesar Rp260. Prima Athera Utama baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp12.00.300.383.972.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 butir 1. Sampai akhir pemeriksaan uang tersebut belum pernah diterima oleh Perum Bulog.283.00 17 BPK RI / AUDITAMA KN V . Prima Athera Utama dengan usulan perhitungan sebesar Rp420.000.429.00.00.000.00 dan ditambah biaya balik nama listrik sebesar Rp19.95/DIR/2/2004 tanggal 21 Pebruari 2004.

Dengan tidak adanya Bank Garansi maka Perum Bulog tidak mendapat penggantian atas kerugian akibat wanprestasi pengelola Hotel Bandara Surabaya tersebut. Hal ini terjadi karena Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi yang terdapat dalam klausul perjanjian kerjasama operasi.821.085.00 b. Hal ini mengakibatkan : a. Perum Bulog belum menerima haknya dari hasil pengelolaan hotel dimana sebagian dari penerimaan tersebut telah dikompensasikan terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan baik oleh pihak PT Jalasutra Sarana Jaya maupun oleh CV Prima Athera Utama. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog melaksanakan kerjasama sesuai dengan perjanjian yang disepakati. Membuat surat kepada pihak pengelola (CV Prima Athera Utama) pada tanggal 24 Desember 2004 yang isinya menyampaikan besarnya nilai kewajiban yang harus diselesaikan sesuai temuan BPK yaitu Rp260.00. proses tindaklanjut atas temuan BPK terhadap kelemahan. dan pelanggaran atas perjanjian segera diambil tindakan. 4. membuat addendum pejanjian kerjasama pengelolan Hotel Bandara Surabaya dengan mencantumkan salah satu klausul kompensasi dalam rangka perbaikan atas fisik bangunan dengan kewajiban pihak pengelola kepada Perum Bulog (pasal 3 perjanjian PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004) Khusus dalam menentukan batas waktu dan sanksi yang akan diberikan kepada pengelola Hotel Bandara Surabaya. beban bea balik listrik dari nama Subdolog Surabaya Utara ke Hotel Bandara Surabaya dan kewajiban menyerahkan Bank Garansi sebesar Rp120.000. Selama tahun 2003 Divre Jakarta Raya tidak pernah melakukan rekonsiliasi bank terhadap rekening koran yang diterima setiap bulannya dengan catatan akuntansi. PT Jalasutra Sarana Jaya dan CV Prima Athera Utama masih mempunyai hutang kepada Perum Bulog sebesar Rp260. c.363. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat selisih antara catatan 18 BPK RI / AUDITAMA KN V .405.61.405.00 dengan rincian kewajiban bulanan. b. Ayat 5 disebutkan bahwa dalam hal terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak maka Pihak Pertama secara sepihak berhak mencairkan Bank Garansi. Perum Bulog perlu untuk mempersiapkan calon pengganti yang sanggup/bersedia melanjutkan pengelolaan dengan kondisi yang ada seperti sekarang ini. Pasal 6 tentang sanksi-sanksi antara lain menyebutkan bahwa : Ayat 2 disebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak menyerahkan Bank Garansi maka Pihak Pertama berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak.000.dilengkapi surat kuasa pencairan yang mempunyai masa berlaku sampai dengan tanggal 31 Juli 2005. Atas masalah tersebut Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank Divre Jakarta Raya telah menempatkan dana pada bank Bukopin per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.225.363.kelemahan pengelolaan Hotel Bandara Surabaya akan dilaksanakan oleh Perum Bulog melalui tahapan sebagai berikut : a.

perusahaan dengan bank sebesar Rp200. Dari analisa lebih lanjut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut. c. Namun demikian pihak Divisi Regional DKI menjelaskan bahwa sesuai anjuran BPK terhadap Rekonsiliasi Bank. Rumah di Pos Pengumben sejumlah 143 rumah b. Mess sejumlah 2 rumah h. Rumah dinas yang berubah bentuk menjadi tempat usaha dan disewakan kepada pihak ketiga oleh kopel Perum Bulog sampai dengan akhir pemeriksaan belum diketahui serah terima dan perjanjian sewa atau bagi hasil pendapatan atas sewanya. 5. Rumah di Sunter Podomoro sejumah 52 rumah c. Pejabat Perum Bulog yang dimutasikan ke Divre akan tetapi masih menempati rumah dinas sebanyak 17 rumah.718. d. rekonsiliasi akan dilaksanakan lebih intensif lagi per tiga bulanan. Rumah dinas yang kosong dan tidak dimanfaatkan sejumlah 12 rumah. b.510. mess dan pesanggrahan yang diperuntukkan untuk karyawan Perum Bulog sejumlah 245 rumah dengan rincian adalah sebagai berikut : a.15 catatan menurut perusahaan sebesar Rp94. Kampung Kandang Cilandak sejumlah 2 rumah f. Rumah di Madrasah Cipete sejumlah 8 rumah e. Seharusnya saldo bank menurut catatan perusahaan sama dengan saldo bank menurut menurut bank. BPK RI menyarankan agar dibuat rekonsiliasi bank secara periodik. Dari sejumlah 245 rumah diatas telah dilakukan cek fisik di Pos Pengumben dan BPTP Tambun dan diperoleh data sebagai berikut : a. Rumah di Rawa Domba sejumlah 5 rumah d. Atas selisih tersebut sudah dilakukan koreksi dalam laporan keuangan tahun 2003.47. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Perum Bulog memiliki sejumlah rumah perusahaan.85 sedangkan menurut bank sebesar Rp295.792. Hal tersebut di atas mengakibatkan saldo bank pada catatan perusahaan tidak selalu sama dengan saldo menurut catatan Bank.998.374.613. Pemanfaatan rumah perusahaan. 19 BPK RI / AUDITAMA KN V . Rumah dinas yang masih ditempati karyawan yang sudah pensiun bahkan beberapa diantaranya bermasalah dan telah sampai ke pengadilan sebanyak 24 rumah. BPTP Tambun sejumlah 23 rumah g. Atas permasalahan ini sampai akhir pemeriksaan Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan. Hal tersebut terjadi karena Divre Jakarta Raya tidak melakukan rekonsiliasi catatan perusahaan dengan rekening Koran bank secara rutin. Pesanggrahan sejumlah 10 rumah.

Mess dan Pesanggrahan.000.000. 1.000 x 12 bln x 17 rumah).725. tetapi tidak efektif. 20 BPK RI / AUDITAMA KN V .00. Bagi karyawan yang masih menempati rumah meskipun yang bersangkutan sudah dimutasi ke Divre.000.835.000 x 12 bln x 12 rumah ). Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang Rumah Perusahaan. Peralihan Tempat atau berakhirnya masa bakti diterima dan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima rumah termasuk inventaris rumah yang ada pada rumah dinas. Berdasarkan Keputusan Direksi Perum Bulog Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang rumah perusahaan. 1. mess dan pesanggrahan Perum Bulog Direksi Perum Bulog Pasal 8 ayat 1 mengenai berakhirnya penghunian rumah dinas jabatan berakhir apabila. berdasarkan kebijakan Perum Bulog kepada pejabat dimaksud diberikan tenggang waktu 90 hari TMT SK Mutasi. Oleh karena itu dinas akan memberikan teguran-teguran keras dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Untuk 24 rumah yang masih ditempati oleh karyawan yang sudah pensiun Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp15. b.00 (Rp25. Ayat 3.600. Penghunian rumah dinas pegawai berakhir apabila. Hal ini mengakibatkan Perum Bulog menanggung kerugian atas pembayaran tunjangan perumahan minimal sebesar Rp19.835. dinas akan memberikan surat teguran.a. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : a. c.3 Status rumah telah berubah berdasarkan Surat Keputusan Ka Bulog 1.4 Telah berakhir masa bakti/ pensiun.1 Pejabat tidak lagi menduduki suatu jabatan 1. Kalau melebihi batas waktu di atas. Sedangkan untuk 17 rumah yang masih ditempati karyawan yang sudah dimutasi ke Divre akan tetapi masih menempati rumah perusahaan Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp510.00(Rp 25. Dalam hal penghunian berakhir rumah dinas jabatan dan rumah dinas pegawai harus diserahkan kepada dinas dalam keadaan baik selambat-lambatnya dalam tempo 90 (sembilan puluh) hari kerja berturut-turut terhitung tanggal Surat Keputusan Peralihan Jabatan. karena yang bersangkutan memilih menempati rumah sendiri dan kepada pejabat dimaksud tidak diberikan uang tunjangan sewa rumah.00.00.3 Telah berakhir masa bakti/ pensiun Ayat 2.000. Rumah yang kosong saat ini tidak ditempati oleh yang berhak.000.2 Pegawai dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1.2 Pejabat dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1. d. b. Dengan demikian total kerugian yang ditanggung oleh Perum Bulog sebesar Rp19. Perum Bulog selama 2003 tidak melakukan penghematan atas pemanfaatan 12 rumah perusahaan yang dibiarkan kosong sehingga Perum Bulog harus mengeluarkan biaya untuk tunjangan sewa rumah atas 12 karyawan yang seharusnya menempati rumah tersebut minimal senilai Rp 3.1 Pegawai telah memperoleh rumah dinas jabatan Badan Urusan Logistik 1. Tetapi bagi penghuni baru sudah diterapkan perjanjian penempatan rumah peusahaan sesuai dengan ketentuan dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan lebih tegas.

500. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog segera menertibkan penggunaan rumah perusahaan.986.050.383 366.500. Dari angka tersebut setelah ditelusuri lebih lanjut diketahui masih terdapat uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sebesar Rp7. Rumah yang bermasalah di pengadilan. sebelumnya adalah lahan kosong bekas kebakaran pada peristiwa Mei 1998.328.110.750.158.000 21 BPK RI / AUDITAMA KN V .456.500 1.397 344.158.456.000 19.000 251.600 519.850.000 15. 6.700.97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan.000.375.000. Dari hasil pemeriksaan atas catatan akuntansi. yang pada saatnya harus dipertanggungjawabkan dengan didukung bukti pengeluaran yang sah sesuai dengan waktu dan rencana pengembalian uang muka tersebut. mess dan pesanggrahan dan melakukan tindakan hukum yang lebih tegas serta membuat perjanjian dengan para pengguna agar terdapat kepastian hukum.000 11.473.777.627.337.375.000 179.000 570.000. oleh Kopel diminta untuk dimanfaatkan dan dinas menyetujuinya. perincian uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sampai dengan 31 Desember 2003 untuk Kantor Pusat adalah sebagai berikut : UANG MUKA UM pusdiklat UM roagri UM rogasar UM rolur ras UM roran UM robea UM ditak UM sekretariat UM ropeg UM ditkum 2002 143.000.000 251.629 19. d.500 1.355.c.972. sampai saat ini masih belum ada putusan pengadilan dan masalah ini sekarang masih ditangani oleh Divisi Hukum. Poliklinik/Apotik dan salon Lutuye.388.286.000 58.657. kemudian dibangun dan dipergunakan tempat usaha sampai sekarang dan akan dibuatkan perjanjian antara Perum Bulog dengan Kopel untuk menentukan batasan penggunaan fasilitas tersebut terhadap Kopel (BOT).850 715.986 21.919. Saldo dalam perkiraan uang muka menunjukkan bahwa uang muka yang telah diberikan tersebut sampai saat penutupan periode akuntansi 31 Desember 2003 belum dipertanggungjawabkan.000 JUMLAH 304. diketahui perkiraan uang muka dengan COA 1107XXXXXX menunjukkan saldo seluruhnya berjumlah Rp 8.850 730.000 58. Berdasarkan laporan keuangan Kantor Pusat Perum Bulog per 31 Desember 2003. Tempat usaha Bakmi Japos.750. Akibat belum adanya putusan pengadilan maka yang bersangkutan tidak mau menyerahkan rumah.00.629 11. Uang muka tersebut merupakan uang muka yang telah dibayarkan oleh perusahaan dan telah diterima oleh petugas yang berhak dan ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan/operasional perusahaan.110.600 530.000 390.000 11.00.000 2003 (diatas 30 hari kalender) 161.050.046. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7.337.

Bagian Akuntansi belum menerima bukti-bukti pengeluaran yang telah diverifikasi.511 94.500.112. antara lain adalah : a.830.500. b.000 741. Alasan utama belum dilakukan pertanggungjawaban.709.102.158.000 1.316. Kelambatan pertangungjawaban uang muka intern setelah batas waktu yang ditetapkan dalm ayat (1) pasal ini.000 18.UM dirsarlog UM dit ren UM diktihal UM sesper UM divisi IT UM div ortala UM divisi umum UM counter trade UM lainnya 39.85% dan sisanya belum.354.000 6. namun ada beberapa yang tidak memenuhi ketentuan aturan keputusan Kabulog No.000 21. merupakan kelalaian penanggung jawab uang muka dan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil.872. Keterlambatan pertanggungjawaban uang muka mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : a.354.000 449. b. Manajemen Perum Bulog belum melaksanakan fungsi pengawasan yang optimal berkaitan dengan pertanggungjawaban uang muka. namun belum dipertanggungjawabkan.112.830. Berpotensi terjadinya penyimpangan dan kerugian perusahaan.000 7.872. b.858 39.000.000 186.000 18. Kep-69/KS/03/1998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertangguangjawaban Uang Muka di lingkungan Bulog yaitu melebihi ketentuan batas diatas 30 hari kalender.000 741. sehingga cenderung mengabaikan dan tidak beritikad sungguh-sungguh untuk mempertanggungjawabkan uang muka.500. b.615 646. Pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak segera memberikan pertanggungjawaban. Pejabat yang diserahi uang muka kurang memahami hakekat pertanggungjawaban uang muka.000 1.000 9.473 Uang muka tersebut telah dipergunakan untuk kegiatan/operasi perusahaan.720.972.720. Hal tersebut terjadi karena : a.102.655. 22 BPK RI / AUDITAMA KN V . Keputusan Kabulog No: KEP-69/KA/03/998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertanggungjawaban Uang Muka di Lingkungan Badan Urusan Logistik pasal 3 ayat 1 dan 5 menyatakan : a.511 94.000 21.000 186.300.000 9.000 646. Direksi Perum Bulog menjelaskan bahwa secara administrasi pertanggungjawaban uang muka TA 2002 dan 2003 telah dapat diselesaikan.300.000. Efektivitas penggunaan uang muka terhadap maksud dan tujuan dikeluarkannya uang muka tidak diketahui dengan jelas.500. Dari kelebihan waktu tersebut yang telah diselesaikan sebanyak +/. Pertangungjawaban uang muka intern oleh penanggung jawab uang muka dilakukan segera atau selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah selesai kegiatan yang mempergunakan uang muka intern.

00 + Rp6. Dengan terlambatnya saldo piutang ABRI/Hankam dilimpahkan ke Pusat (Bulog). Namun demikian saldo tersebut belum dilimpahkan ke Bulog untuk ditagihkan. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : 23 BPK RI / AUDITAMA KN V .963.790. pihak Divisi Anggaran melalui Sub Verifikasi telah meminta kepada personil yang menggunakan uang muka tersebut untuk diselesaikan pertanggungjawaban administrasinya. dengan nilai penjualan Rp6. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1. Total penyaluran beras ABRI/Hankam tahun 2003 adalah sebesar 2.514. Butir CC.844.551. pihak Divisi Anggaran akan lebih aktif untuk menerbitkan surat teguran atas uang muka yang pertanggungjawaban melebihi batas waktu.592. 7.078.00) Berdasarkan bukti pelimpahan piutang ABRI/Hankam diketahui bahwa pengiriman daftar penyimpulan ke kantor pusat Perum Bulog sering terlambat/ tidak dilakukan setiap bulan.514.619.031.202.963. maka Perum Bulog terlambat menagihkan piutang tersebut yang pada akhirnya akan menghambat likuiditas Perum Bulog pada umumnya.398 Kg.677. Hal tersebut disebabkan Divre Kalimantan Selatan sering terlambat memintakan legalisir ke KPKN dan terlambat melimpahkan saldo piutangnya ke Pusat.790.00. walaupun ada beberapa Divisi yang secara struktur organisasi saat ini tidak ada namun pihak verifikasi telah menghubungi personil yang bertanggungjawab terhadap hal itu.00 dan sudah termasuk dalam laporan gabungan Perum Bulog.55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat (Bulog) Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui saldo piutang ABRI per 31 Desember 2003 di Divre Kalsel adalah sebesar Rp1.00 ( Rp411.078. Atas temuan BPK ini.00. Disebutkan agar Dolog/Subdolog setiap bulan secara rutin mengirimkan daftar penyimpulan dan rekap Daftar Penyimpulan yang telah diverifikasi/disetujui KPKN ke Dirbia (Direktorat Pembiayaan) Bulog rangkap 2. Dari sisa yang ada saat ini beberapa pertanggungjawaban uang muka telah diselesaikan administrasinya.677. Saldo awal piutang ABRI/Hankam yang tercatat per tanggal 21 Januari 2003 adalah sebesar Rp411. BPK RI menyarankan agar atas uang muka yang belum dipertanggungjawabkan penggunaannya segera dipertanggungjawabkan dan Divisi Anggaran lebih tegas dalam meminta pertanggungjawaban uang muka. Berdasarkan berita kawat Bulog nomor 661/04042003 Butir AA.640. Agar diketahui bahwa akibat keterlambatan pengiriman dokumen ke Bulog berarti kerugian juga bagi Bulog.619. Sehingga total tagihan yang harus dilimpahkan pada tahun 2003 adalah Rp7.Terhadap sisa tersebut.

Namun demikian dapat kami jelaskan bahwa: a.00 belum dilimpahkan ke kantor pusat (Bulog). pembangunan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPBG) serta mesin Rice Milling Unit (RMU). Namun dari informasi yang kami terima. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog mengistruksikan supaya piutang Raskin di Divre-divre segera dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog agar dapat segera ditagihkan dan memberi sanksi atas keterlambatan yang terjadi.844. b. terdapat piutang ABRI/Hankam untuk seluruh divre kalimantan selatan sebesar Rp1. Sebagian dokumen berkas Daftar Penyimpulan berdasarkan KU-106 memang terjadi keterlambatan pengirimannya. Pengadaan aktiva tetap tersebut dapat berupa pembelian Aktiva Tetap (AT) untuk Subdivre maupun Divre yang dibayar di BULOG seperti pengadaan aktiva pendukung kegiatan di kantor seperti kendaraan. dan Dep Keu datang ke Banjarmasin untuk meneliti dan merekonsiliasi jumlah Daftar Penyimpulan untuk satu tahun anggaran 2003 yang dibuat oleh Divre Kalsel dengan dilegalisir oleh KPKN Banjarmasin. BPKP Pusat. 8. penagihan HPB TNI oleh BULOG dilaksanakan secara bertahap/periodik dan pada akhir tahun anggaran tim penagihan HPB TNI-AD yang terdiri dari. untuk selanjutnya Daftar Penyimpulan yang telah dilegalisir tersebut dipakai sebagai dasar penagihan dari sisa penagihan untuk keseluruhan tagihan yang diajukan oleh BULOG tahun 2003. Subdivre/Divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre/BULOG.551. namun surat pengantar tersebut sudah dikirim ke Bulog.619. sedangkan secara administrasi BULOG (Biro Teknis) mengirimkan Surat Hutang 5 (SH-5) yang mencantumkan spesifikasi teknis dan nilai barang. berdasarkan bukti dasar BA Penerimaan dan SH-5.Memang benar. Selanjutnya AT secara fisik dikirimkan ke Subdivre/divre dengan membuat Berita Acara Penerimaan. Subdivre/Divre akan membukukan penerimaan aktiva tetap. BULOG. Sedangkan untuk pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre / Divre dengan pembayaran seluruhnya di BULOG mekanismenya Subdivre maupun Divre membukukan penambahan aktiva tetap berdasarkan Surat Pelimpahan dari BULOG (SH-5) yang didukung 24 BPK RI / AUDITAMA KN V . Keterlambatan pelimpahan HPB TNI-AD sebesar tersebut diatas adalah disebabkan karena seksi keuangan terlambat menyerahkan sebagian dokumen pengantar Daftar Penyimpulan atas HPB TNI-AD ke seksi Akuntansi. Berdasarkan Pedoman Pembukuan dari Biro Akuntasi BULOG perolehan aktiva di Subdivre maupun di Divre dapat dibedakan menjadi pembelian aktiva tetap yang dibayar di BULOG dan pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre/Divre yang dibayar di BULOG dengan mekanisme: Untuk pembelian aktiva tetap untuk Sub Divre/Divre yang dibayar di BULOG mekanismenya adalah BULOG membayar kepada rekanan atas pembelian AT sesuai ketentuan yang berlaku. sehingga seksi akuntasi belum dapat membuku/melimpahkan HPB TNI-AD tersebut. komputer maupun pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre atau Divre seperti pembangunan gedung kantor. Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan Surat Hutang (SH-5) oleh kantor pusat Dalam rangka menunjang kegiatan usahanya. Perum BULOG melakukan pengadaan aktiva tetap.

Proyek pembangunan rehabilitasi atap gudang dengan nilai total Rp15. Berita Acara Serah Terima proyek rehabilitasi atap gudang tersebut telah dibuat bulan pada akhit bulan Oktober 2003 dan pertengahan bulan Desember 2003 namun demikian sampai dengan saat pemeriksaan berakhir (31 Desember 2004) belum dibuatkan SH-5 oleh Kantor Pusat.BA Serah Terima dari Kontraktor dimana subdivre / divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre / BULOG dengan melampirkan SH-5 nya. Menurut ketentuan akuntansi Bulog seharusnya pada saat barang diterima di Subdivre atau Divre dan telah di buat Berita Acara Serah Terima (BAST) nya di Divre dan Subdivre. Dalam tahun 2003 Divre Jatim telah melaksanakan rehabilitasi atap gudang dengan dana APBN. Madura selesai pada tanggal 5 Januari 2004. Pengadaan Komputer. Namun sampai dengan pemeriksaan berakhir belum pernah diterbitkan SH-5 nya. sebagai dasar pencatatan dan pengakuan aktiva. Penambahan atau rehab aktiva tersebut adalah : a.000 dilakukan tersebar di gudang-gudang Sub-sub Divre di Jawa Timur. Hal tersebut mengakibatkan terhadap aktiva yang telah diterima dan dimanfaatkan oleh subdivre/divre belum dapat dibandingkan dengan beban biaya atas aktiva tersebut. sedangkan proses relokasi di Wiro Tuban selesai pada tanggal 5 Juni 2003 namun sampai dengan pemeriksaan berakhir (Desember 2004) belum di buatkan SH-5. Berdasarkan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan diketahui bahwa pembangunan gudang atau relokasi di Bangkalan. • Proyek Pembangunan Gedung Rice Milling Plant diwilayah Divre Jawa Timur telah diterima sekitar triwulan IV tahun 2003 namun. Berdasarkan hasil pemeriksaan. kantor pusat langsung membuatkan SH-5. c. Rehabilitasi Atap Gudang.sampai dengan akhir pemeriksaan (31 Desember 2004) belum diterbitkan SH-5nya. Hal tersebut terjadi karena Kantor Pusat Perum Bulog kurang perhatian terhadap perlunya penerbitan SH 5 secara tepat waktu. Berdasarkan hasil pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Jawa Timur di temukan beberapa pembangunan atau rehab bangunan yang telah selesai pembangunan fisiknya dan telah dibuat berita acara serah terima fisik namun sampai dengan akhir Desember 2003 belum dibuatkan SH-5 dari Kantor Pusat sehingga Subdivre maupun Divre tidak dapat mencatat aktiva yang bersangkutan baik secara administrasi maupun akuntansi walaupun aktiva tersebut telah memberikan manfaat kepada Subdivre atau Divre. antara Berita Acara Penerimaan Barang dan pembuatan SH-5 dapat diuraikan sebagai berikut : • Komputer beserta assesorisnya dari Pusat sudah diterima sekitar bulan Oktober sampai dengan Desember 2003. Relokasi gudang di Wiro Tuban dan Bangkalan Selama tahun 2003 terdapat 2 proyek relokasi gudang yaitu proyek relokasi 1 (satu) gudang GSP dari Jember ke Bangkalan dan proyek relokasi 1 (satu) gudang GBB dari Buduran ke Tuban. dan Gedung RMU Pengadaan Komputer dan Gedung Rice Milling Unit (RMU) didanai dengan APBN.733. 25 BPK RI / AUDITAMA KN V .962. b.

Memang benar beberapa perolehan aktiva tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 belum dibuatkan SH-5. Sedangkan untuk relokasi Rp869. Subdivre pengirim akan menghapus nilai aktiva tetap (nilai awal ditambah biaya pembongkaran.500. BPK RI menyarankan agar Kantor Bulog Pusat segera membuat SH-5 secepatnya setelah aktiva tetap diserahkan ke daerah. 26 BPK RI / AUDITAMA KN V .594. pengangkutan dan pemasangan kembali). Setelah diterbitkan SH-5. Untuk proyek yang didanai APBN belum diterbitkan SH-5 sehingga belum dicatat sebagai penambahan aktiva tetap.00 akan dibuatkan SH-5 yang akan dicatat pada neraca Subdivre Bojonegoro.000. Divre dan Subdivre akan mencatat setelah menerima SH-5 dari Perum bulog Pusat sebagai bukti dasar. demikian pula penambahan aktiva tetap/inventaris yang pelaksanaan pengadaannya melalui Bulog Pusat.000. Untuk rehabilitasi atap gudang akan segera dibuatkan SH-5.00 akan dibuatkan SH-5 untuk Subdivre Madura ditambah nilai Inventaris dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban IPKK dari gudang GSP yang direlokasi untuk Subdivre Jember pada gudang Pecoro akan dihapuskan 1 (satu) GSP yang direlokasi dan relokasi 1 (satu) gudang GBB dari GBB Buduran Sidoarjo ke GBB Wire Tuban dengan biaya relokasi Rp1.908.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful