BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN

PERUSAHAAN UMUM BULOG
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003

Nomor Tanggal

: 37.A/Auditama V/GA/XII/2004 : 31 Desember 2004

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 pesawat 517 Fax. (021) 5700380.

DAFTAR ISI Halaman I. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN II. DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 2. Dasar Penugasan …………………………………………………................. Ruang Lingkup Audit ………………………………………………………... i v v v

III. LAPORAN KEUANGAN 1. Neraca per 31 Desember 2003 ……………………………………................. 2. Laporan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 3. Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………………………. 4. Laporan Perubahan Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 …………………………………………………….................................. 5. Laporan Laba (Rugi) Per Segmen Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 ………………………………………………….. 6. Catatan atas Laporan Keuangan. a. Gambaran Umum Perusahaan …………………………………………… b. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi …………………………………………… c. Penjelasan Akun-Akun Neraca dan Laba (Rugi) ……………………….. 7
7 10 22

1 3

4

5

6

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Perusahaan mencatat aset kelolaan yang merupakan aset-aset yang berasal dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog yang belum diakui sebagai penyertaan modal negara pada Perum i BPK RI/AUDITAMA KN V . kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Neraca awal Perum Bulog tanggal 21 Januari 2003 yang merupakan neraca pembukaan diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya bertanggal 28 April 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas neraca awal tersebut. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. serta laporan laba rugi. Laporan keuangan.A/Auditama V/GA/XII/2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. laporan perubahan ekuitas. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. atas dasar pengujian.

0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.194. atas laporan keuangan. penjualan persediaan rusak dalam aset kelolaan. tentang penerapan Undangundang Nomor 13 Tahun 2003. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam aset kelolaan tersebut oleh perusahaan tidak dicatat dalam aset kelolaan baik di Aktiva Lain-lain maupun di Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan sehingga saldo aset kelolaan tidak berubah. dan hasil usaha. karena estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut belum dapat dibuat dan manajemen berkeyakinan. posisi keuangan Perum Bulog tanggal 31 Desember 2003.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003. Dalam tahun 2003 terjadi perubahan-perubahan atas aset kelolaan. kecuali untuk dampak tidak dicatatnya perubahan-perubahan aset kelolaan.916.07/KP. Menurut pendapat kami. dan Aktiva Kontinjensi terhadap kewajibankewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Menurut pendapat kami. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 3. 3.29. kecil kemungkinan untuk terjadi pemutusan hubungan kerja yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya.1 atas laporan Keuangan menjelaskan bahwa dalam tahun 2003 Perum Bulog menerima pendapatan lain-lain dari restitusi pajak yang merupakan pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai atas nama LPND Bulog tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No.Bulog dalam akun Aktiva Lain-lain di kelompok Aktiva dan di akun Bantuan Pemerintah yang Belum Distatuskan di kelompok Pasiva masing-masing sebesar Rp492. dalam semua hal yang material. diantaranya adanya pelunasan piutang dalam aset kelolaan.07/KP. seperti yang kami uraikan dalam paragraf di atas.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003. Catatan No. seperti dalam pendapatan lain-lain. Kewajiban Kontijensi. ii BPK RI/AUDITAMA KN V . dan No. agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.847. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar.172. Oleh karena itu.433. perubahan tersebut seharusnya dicatat dalam aset kelolaan itu sendiri sehingga tidak membuat posisi keuangan perusahaan menjadi lebih tinggi dari seharusnya (overstated). dan pendapatan ditangguhkan.00.570.26. 81/WPJ. No. 141/WPJ. 90/WPJ. perusahaan belum menerapkan PSAK Nomor 57 tentang Kewajiban Diestimasi. kewajiban yang mungkin timbul berkaitan dengan diberlakukannya Undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. Perubahan-perubahan aset kelolaan dicatat oleh perusahaan dalam akun lain dalam perusahaan.07/KP. Seperti dijelaskan dalam Catatan No.

B /Auditama V/GA/XII/2004 tanggal 31 Desember 2004. 31 Desember 2004 iii BPK RI/AUDITAMA KN V . D-1416 Jakarta. Drs. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami laporkan kepada manajemen Perum Bulog dalam suatu laporan terpisah nomor . MA Register Negara No.37. Misnoto. Ak.

DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT .

Undang-undang No. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. 23 F dan 23 G. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan Perum Bulog tahun buku 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 43/ST/VII-XV. Peraturan Pemerintah No. v BPK RI/AUDITAMA KN V .2/8/2003 tanggal 19 Agustus 2004.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. e. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan Perum Bulog (Persero) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2003. b. 114/S/VII-XV/5/2003 tanggal 28 Mei 2003 perihal Pelaksanaan audit Laporan Keuangan BUMN Tahun Buku 2003 Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Dasar Penugasan a. b. d. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kepres No. Kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan yang kami uji mencakup: a. 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas. 2. 18 tahun 2004 tentang Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Tahun 2003. f. Instruksi Presiden Republik Indonesi Nomor 9 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kebijakan Perberasan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. c. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. d. Audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Surat BPK-RI No.

03/2002 tanggal 4 Agustus 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan N0. KEP-182/MBU/2003 tanggal 27 Maret 2003 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog dengan tugas melakukan inventarisasi kekayaan termasuk hutang piutang Bulog yang akan diusulkan menjadi modal Perum Bulog.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan Perum Bulog Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan. p.e. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-04/KA/01/2003 Tentang Pedoman Umum Pengadaan Dalam Negeri Melalui Pola Kemitraan Dengan Pusat Pengolahan Padi Terpadu (P3T).02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat Pendiriannya. SK Menteri Keuangan RI No.04/2000 tentang Jenis-jenis Harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan untuk Keperluan Penyusutan. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003 ( Master Budget Versi Baru Perum) g. Distribusi dan Pengendalian Harga Beras Tahun 2003. m. 520/KMK. j.02/2003 tentang Anggaran Biaya dan Pendapatan PERUM BULOG dalam rangka Pelaksanaan Tugas Pemerintah Melalui Pengelolaan Persediaan. 138/KMK. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-18/KA/01/2003 Pengadaan Dalam Negeri. SK Meneg BUMN No. r. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-17/KA/01/2003 Tentang Tata Kerja Satuan Tugas Operasional Pengadaan Gabah Dalam Negeri (SATGAS ADA DN). Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK. q.BULOG/2003 tanggal 10 April 2003 tentang Pembentukan Sub Tim dan Sekretariat Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog. Keputusan Tim Penyelesaian Pendirian Perum Bulog Nomor: KEP-01/TPP. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : Kep-16/Ka/01/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Gabah Dan Beras Dalam Negeri Tahun 2003. SK Direksi Perum Bulog No. Beras Dan Karung Plastik Dalam Rangka vi BPK RI/AUDITAMA KN V . 340/KMK. Tentang Tatacara Teknis Pemeriksaan Kualitas Gabah. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 339/KMK. Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan tahun 2003 o.02/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Harga Pembelian Beras oleh Pemerintah kepada PERUM BULOG Tahun 2003. i. k. f. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perum Bulog l. Keputusan Menteri Keuangan No. Keputusan Menteri Keuangan RI N0. n. 339/KMK. 353/KMK 02/04 tentang PL 480 h. SK Menteri Keuangan N0.

Keputusan Bersama Kepala Badan Bimas Republik Indonesia Dan Nomor : 02/SKB/BBKP/I/2003 Kepala w. Scanner dan sejenisnya. Kep-01/Dirut/05/2003 tentang Organisasi dan tata Kerja Perum BULOG. Keputusan No. Keputusan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : KEP-19/KA/01/2003 Tentang Pengolahan/Giling Gabah Pengadaan Dalam Negeri. 162/KA 08/2001 tentang Kewenangan Penandatanganan Cek. x. Kep– /Up/01/2003 Tentang Persyaratan Kualitas Gabah/Beras Untuk Pengadaan Dalam Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Badan Urusan Logistik Negeri Tahun 2003.42/2002 Tanggal 5 Agustus 2002 tentang Penghitungan Penyusutan atas Komputer. KEP-08/UP/01/2003 Tanggal 16 Januari 2003 Tentang Harga Pembelian Gabah Oleh Kontraktor Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri Dari Petani/Kelompok Tani. Keputusan Direksi Perum BULOG No. Kep – 142/KA/07/2002 tentang Peraturan Pergudangan di Lingkungan Badan Urusan Logistik (Buku Hijau). SE Dirjen Pajak N0. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA vii BPK RI/AUDITAMA KN V . aa. y. SPP dst Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Keputusan Bersama Direktur Jenderal Bina Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia Dan Kepala Badan Urusan Logistik Nomor : /Skb/Bpphp/ I/2003 Tanggal Januari 2003 u. Printer. SE-07/PJ.s. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 23 Agustus 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. Keputusan Kepala BULOG No. v. z. t. Harga Pokok Beras & Anggaran Biaya & Pendapatan (Master Budget) Tahun 2003 bb.

LAPORAN KEUANGAN .

647.604.847.001.074.7 3.065.575.563 (6.829) 106.944.439 614.585.747.500 12.295.545.268.545.585.796.997.910 4.596.3 3.294.401.396.465.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Uang Muka Piutang.000 60.829.162.986.893 10.028.613.316.907.736 3.687 495.582 12.002. 1 .953 (97.838 271.142.2 3.205 1.570.974 5.178.928.5 3.674.229.483 392.8 3.485.963.897.018.985.423.12.607) 38. 17.206.221.948.264.721.013.019.737.4 3.591.943.624 1.060.203.000. setelah dikurangi dengan penyisihan piutang sebesar Rp1.920.899.1 3.182.541.944 tahun 2003 Pendapatan YMH Diterima Biaya Dibayar Di Muka Persediaan Pajak Dibayar Di Muka Biaya Ditangguhkan Aktiva Lancar Lainnya JUMLAH AKTIVA LANCAR INVESTASI JANGKA PANJANG AKTIVA PAJAK TANGGUHAN AKTIVA TETAP Tanah Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin-mesin Akumulasi Penyusutan Mesin-Mesin Kendaraan Akumulasi Penyusutan Kendaraan Inventaris Akumulasi Penyusutan Inventaris JUMLAH AKTIVA TETAP AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 3.010.353.12.620.762.027.078 635.500 426.164) 122.274 11.6 3.944 575.630 66.090.377.4 3.062.009.404.393.874 1.286.3 3.001.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.763.414.687 506.073.000 15.030 14.358.259 13.833 (12.835 1.758.10 1.883.873 2.615 - 3.735.343.866 2.9 3.310) 3.744 19.2 3.368.061.12.12.5 1.926.1 3.009 5.11 Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.066.102.12.820.651.301 299.13.920.758 68.636.939.027 33.276.901.624 (34.594.942.916.016.

673.572.539.354.018.879.514.410.177 - 5.090.564.737.071.229 1.674.758.916.14 3.19 9.899.054.400) 5.195.411 14.991 12.570.013 7.268.359.203.025.838.685.052.354.243.18 3.15 3.21.167 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini.798.670 25.800 9.127 17. 2 .898.182 725.674.127 (507.847.20 783.358 1.16 3.279.433 3.030 14.485.879.049 52.339.21.127 6.219.607 - 3.PERUSAHAAN UMUM BULOG NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2003 DAN 21 JANUARI 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Bank Hutang Usaha Hutang Pajak Biaya YMH Dibayar Pendapatan Ditangguhkan Beban L/C Yang Belum Dilimpahkan JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK KEWAJIBAN JANGKA PANJANG KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN EKUITAS Modal Akumulasi Laba (Rugi) JUMLAH EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 31-12-2003 21-01-2003 3.191.824 7.161 1.349.727 6.116.930.2 6.373.830.999.564.879.915.763.354.613.17 3.543.206.120.741.461.096 10.551.564.1 3.126 492.

2 3.607.263.2 3.24.153.314.26.2 3.25 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 3 .912.24.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA (RUGI) Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Perkiraan PENDAPATAN USAHA Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba (Rugi) Kotor Biaya Usaha Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai Biaya Umum Biaya Pajak Biaya Susut Biaya Penyisihan dan Penyusutan Biaya Eksploitasi Umum Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Pendapatan Lain-lain Biaya Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penghasilan (Beban) PPh Badan Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih 3.190.373.287.295 157.908 1.262.382.020.2 3.554 1.081.23 8.017 413.862.340.759 29.159.379.085.944.365.856.539 (526.400) (507.015) 19.075 7.615 (507.2 3.400) 3.27.284.762.191.929.172.009.954.874.254 1.27.327.2 3.554) 785.682 434.627.267 132.615 19.26.944.154.756 628.985.679 152.24.24.686.24.565.108 (1.22 3.864.335.1 3.236.645.759 1.2 3.373.24.009.207.24.780 201.383.598.2 Catatan Jumlah 3.538.890.339.2 3.1 3.821 37.339.24.802.683 349.1 3.174.739.

045.015) (628.013.083.483.150.136.847 (1.194.774 30.565.554.737.943.062.617.383.987.287.453 3.111.384.284.906) 3.332.077) (6.623.474) (759.449.027.981.439 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 4 .189.353.326.367 4.693 290.718) 1.214) (34.688.539) 1.137) (10.974) (1.095.287.329 230.099) 280.693 (700.108 132.841.368.756.364 82.500) 2.263.125) (131.044.482.324.585) (7.862.379.984.554 (614.779.494.157 1.388.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Laba (Rugi) Sebelum PPh Badan Penyesuaian Untuk : • Pendapatan dan Biaya Lain-Lain • Beban Bunga Laba Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja • Kenaikan Investasi Jangka Pendek • Penurunan Uang Muka • Kenaikan Piutang • Kenaikan Pendapatan Yang Masih Hrs Diterima • Kenaikan Biaya Dibayar Di Muka • Kenaikan Persediaan • Kenaikan Biaya Yg Ditangguhkan • Kenaikan Aktiva LainLain • Kenaikan Hutang Kas Dihasilkan Dari Operasi • Penerimaan Jasa Giro Dan Bunga Deposito • Penerimaan Subsidi Pemerintah • Penerimaan Sewa • Penerimaan dana bantuan gaji PNS • Penerimaan Restitusi Pajak • Pembayaran Bunga • Pembayaran Pajak • Pembayaran Provisi • Pembayaran Administrasi Jasa Giro • Penerimaan (Pembayaran) Lainnya Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi • Penambahan Aktiva Tetap • Penambahan Aktiva LainLain • Hasil Penjualan Aktiva Tetap Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan • Penambahan Kekayaan • Penambahan Kekayaan Yang Belum Distatuskan Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan Penurunan Kas Dan Setara Kas Kas Dan Setara Kas Awal Periode Kas Dan Setara Kas Akhir Periode (526.286) 290.926.798 77.428.990.431) (66.699.258.187.108) (94.414.950 (141.981.128.474.286.486.134 (330.327.327.163.646.885.268.769) (849.062.103) (20.862.577.314.893.680.644.172.272) (2.301.013.

564.191.564.539.400) (507.339.125 Cadangan Saldo Laba Rugi (507.879.879.564.125 6.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) Uraian Saldo per 21 Januari 2003 Penyertaan Modal Negara Dana Bulog Modal Donasi Laba (Rugi) Tahun Berjalan Saldo per 31 Desember 2003 Modal Ditempatkan Penyertaan Modal 6.373.373.354.339.879.373.354.400) Jumlah 6.400) 5.354.339.847.125 (507.725 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 5 .

170.615.565.864.121 17.382.203.737.262.172.821 37.415.223.737.227 (1.Biaya Lain-Lain Jumlah Pendapatan dan Biaya Lain-Lain Laba(rugi) Sebelum PPh Badan .759 29.415.254 1.682 435.985.627.262.329.287.121 (989.683 349.554) 785.802.615.382.554 1.902.494 1.236.Pendapatan Lain-Lain .113.154.017 413.206) (989.890.108 (1.667 1.379.772.739.954.772.PERUSAHAAN UMUM BULOG LAPORAN LABA RUGI PER SEGMENTASI USAHA Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 (dalam Rupiah penuh) No.929.207.327) 17.565. 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Pendapatan Usaha .784 482.108 (1.339.081.554 1.539 (526.411.Penjualan .627.254 1.020.707.821 37.784 Jumlah 8.113.287.804.806.944.856.295 157.314.672.756 628.679 152.312 1.598.339.510.912.473.627.607.615 (507.739.554) 163.Pajak Kini .284.944.667 1.598.584 1.015) 19.Harga Pokok Penjualan Laba (rugi) Kotor (2-3) Biaya Usaha .153.236.286.075 7.862.864.383.170.340.856.267 132.340.607.890.327.191.645.645.263.804.081.009.762.017 413.682 435.759 29.314.538.805 15.159.Biaya Penjualan .747.476.154.153.479.088.075 7.335.373.672.780 201.400) 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 6 .203.912.806.207.539.762.172.263.190.Biaya Umum dan Administrasi ● Biaya Pegawai ● Biaya Umum ● Biaya Pajak ● Biaya Susut ● Biaya Penyisihan dan Penyusutan ● Biaya Eksploitasi Umum .312 480.985.117.679 152.327.539.802.267 132.190.373.954.473.009.929.584 1.Jumlah Biaya Umum dan Administrasi Jumlah Biaya Usaha Laba (Rugi) Usaha Biaya / Bunga Bank Laba (Rugi) Sebelum Pendapatan dan Biaya Lain-Lain .862.780 201.329.683 349.Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) PPh Badan Laba (Rugi) Aktivitas Normal Pos Luar Biasa Laba (Rugi) Bersih Segmentasi Usaha Pelayanan Publik Komersial 8.494 482.479.178 480.874.191.206) Non Segmen 622.615 19.902.400) (507.874.490 141.578 147.903.007.

CATATAN LAPORAN KEUANGAN .

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1. Dalam tugas publik. sifat. maka Perum BULOG mempunyai dua tugas. Perusahaan menyelenggarakan kegiatan usaha-usaha logistik pangan pokok serta usaha lainnya yang dapat menunjang tercapainya For A Brighter Future 7 . Dengan demikian. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Sifat. 7 tahun 2003. • Tujuan Perusahaan adalah turut serta membangun ekonomi nasional khususnya dalam rangka pelaksanaan program pembangunan nasional di bidang pangan. terutama dalam kegiatan publik. yaitu tugas publik dan tugas komersil.1. 1. dan stabilisasi harga. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan. 1. • Maksud didirikannya Perusahaan adalah : o o untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. pengelolaan cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. pengelolaan kegiatan Bulog tidak sepenuhnya dapat mengikuti kaedah-kaedah sebagaimana perusahaan umum lainnya. maksud dan tujuan perusahaan adalah sebagai berikut : • Sifat usaha dari Perusahaan adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perusahaan.2. Pendirian Perusahaan Perusahaan Umum BULOG selanjutnya disebut Perusahaan adalah badan usaha yang didirikan dengan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 2003. Perum Bulog berupaya untuk mendapatkan profit. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berstatus Perum. Kegiatan Usaha Pokok Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut.3. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan PP No. sedangkan dalam tugas komersial. Perum BULOG melaksanakan penugasan pemerintah yaitu: penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) dan pengamanan stock dalam rangka ketahanan pangan. dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) maksud dan tujuan Perusahaan. Dalam penugasan tersebut Perum Bulog diwajibkan : 1. cadangan pangan Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha perusahaan. Perum Bulog menerima penugasan pemerintah khususnya untuk stabilisasi harga gabah/beras sebagaimana yang tertuang dalam Inpres No. 2. Pengadaan beras untuk penyediaan dan penyaluran beras bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan sebagaimana dimaksud dalam angka 1. 1. Visi Perusahaan “Menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan” Adapun penjabaran visi tersebut adalah sebagai berikut: • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam rangka memantapkan Ketahanan Pangan Nasional dari berbagai aspek.4. pengelolaan. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. For A Brighter Future 8 . jumlah dan tempat. sesuai PP Nomor 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog pasal 6 ayat 2 huruf b disebutkan bahwa ” dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. 9 tahun 2002 tentang Penetapan Kebijakan Perberasan Nasional. Pengadaan untuk cadangan beras pemerintah sebagaimana dimasud dalam angka 1. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan”. yaitu: o Tersedianya kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. baik tepat waktu. dilakukan dengan mengutamakan pengadaan beras yang berasal dari gabah petani dalam negeri. Menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan. Menyediakan dan menyalurkan beras untuk menanggulangi keadaan darurat dan menjaga stabilisasi harga beras dalam negeri melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah. 3. kualitas.

Pemenuhan kepentingan dan kepercayaan terhadap pemegang saham. Misi Perusahaan Berdasarkan visi perusahaan diatas. yang memberikan manfaat kepada perekonomian Nasional. Pemberdayaan dan pengembangan SDM • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti senantiasa memiliki kepekaan atas tanggung jawabnya terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan serta taat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam melaksanakan bisnis. maka Perum Bulog memiliki misi sebagai berikut: • • Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pangan nasional.5. Melayani hasil produksi pangan dari petani dan memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan secara berkelanjutan. • • Menyelenggarakan ekonomi di bidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat kepada stakeholders. Pemenuhan kepuasan pelanggan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) o o Sebagai pengendali harga pangan di tingkat Produsen dan Konsumen. For A Brighter Future 9 . baik petani (produsen) maupun konsumen (masyarakat). Pencapaian kinerja yang produktif dan penciptaan nilai (value creation). pemasaran dan jasa di bidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya Pangan dan bidang usaha lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas. • Menjadi Perusahaan Umum di bidang Pangan yang handal dalam arti profesional dan kompetitif dalam: o o o o o Pelaksanakan tugas publik dan komersial dalam bidang usaha pangan berskala Nasional dan Internasional. 1. Menjalankan usaha dalam bidang produksi. efisiensi dan kemampuan untuk menghasilkan laba.

pendapatan dan beban diakui pada periode terjadinya. Laporan Interim merupakan laporan antar periode. kewajiban. & IT Direktur Umum dan SDM : : : : : Widjanarko Puspoyo Saean Achmady Bambang Budi Prasetyo Tito Pranolo Agus Saefullah 2.P. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan • Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan Asumsi Kelangsungan Usaha dan atas Dasar Akrual. • Laporan Keuangan Gabungan merupakan penggabungan dari laporan yang disusun oleh seluruh unit kerja (Subddivre. pengukuran aktiva.Sudar S.dan Kantor Pusat) Laporan unit kerja hanya For A Brighter Future 10 .PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 1.Rachmad Pambudy .1. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban. Periode Laporan Interim adalah triwulanan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. atau dalam keadanan tertentu dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kawajiban dalam kegiatan usaha normal. • • Laporan Arus Kas disusun dengan mengunakan metode tidak langsung. • Laporan Keuangan disusun berdasarkan Nilai Historis : o o Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas atau sebesar nilai wajar untuk memperoleh aktiva tersebut. Divre.A . Direksi dan Dewan Pengawas Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Ketua Dewan Pengawas Anggota Dewan Pengawas : : M. Simatupang .Anshari Ritonga Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi Direktur Pengemb. disusun untuk keperluan manajemen dan memudahkan dalam penyusunan Laporan Keuangan.6.

diakui sebagai beban atau pendapatan periode yang bersangkutan. merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid.3. • Setara Kas. • Semua alat-alat likuid yang tidak segera diperlukan oleh perusahaan disimpan dalam bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.2. terdiri dari piutang yang terjadi dari transaksi dengan Pemerintah dan transaksi non Pemerintah. • Laporan Keuangan disusun terdiri dari : o o o o o Neraca Laporan Laba-Rugi Arus Kas Perubahan Ekuitas Catatan Atas Laporan Keuangan 2. 2. adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Perusahan dalam bentuk Rupiah maupun Mata Uang Asing. For A Brighter Future 11 . • Piutang transaksi dengan Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih kepada Pemerintah. Setara Kas terdiri dari rekening giro dalam bentuk rupiah maupun Mata Uang Asing dan Uang Dalam Perjalanan. berjangka pendek yang dengan cepat dapat dijadikan Kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai signifikan. Piutang • Piutang Usaha. • Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan laporan gabungan perusahaan dengan anak perusahaan. • Piutang Lainnya. Kas dan Setara Kas • Kas. merupakan Piutang yang timbul diluar dari kegiatan usaha Perum Bulog. merupakan Piutang yang timbul dari kegiatan usaha Perum Bulog. Selisih antara Piutang yang diakui dengan realisasi penyelesaian dengan Pemerintah.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja masing-masing unit kerja dan merupakan bagian dari laporan keuangan perusahaan yang lengkap.

tidak ada pembayaran. • Selisih antara nilai piutang yang dialihkan dengan dana yang diterima ditambah For A Brighter Future 12 . bila berumur lebih dari setahun. Besarnya penyusutan 0%. sedangkan tingkat kolektabilitas piutang ditentukan oleh kemampuan bayar debitur. • Kriteria piutang ditentukan oleh umur piutang dan tingkat kolektabilitas piutang per debitur. bila berumur kurang dari setahun dan pembayarannya lancar (kontinyu). 2. Besarnya penyusutan 50%. bila berumur lebih dari setahun dan ada pembayaran namun tidak lancar. bila berumur lebih dari setahun. • Piutang usaha kepada Pemerintah dikategorikan sebagai Piutang Lancar. Umur piutang ditentukan/dihitung sejak timbul/terjadinya piutang (dalam satuan bulan). sesuai dengan Keputusan Menteri.4. Piutang diragukan. terhadap Piutang Usaha dilakukan Penyisihan Piutang. tidak ada pembayaran dan diragukan pengembaliannya. • Berdasarkan hasil analisis piutang masing-masing debitur. • Penghapusan Piutang dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. Besarnya penyusutan 100% • Piutang Usaha yang diklasifikasikan sebagai diragukan dan macet dikelompokan dalam kelompok Aktiva Lain-Lain. Besarnya penyusutan 0%. Piutang kurang lancar. • Piutang usaha kepada Non Pemerintah : o o o o Piutang lancar. Piutang macet. Besarnya penyusutan 15%.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Piutang transaksi dengan non Pemerintah diakui berdasarkan jumlah yang dapat ditagih setelah diperhitungkan dengan penyisihan. Pengalihan Piutang Usaha (Anjak Piutang) • Anjak piutang dengan resource diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. sulit diharapkan untuk dapat ditagih dan bermasalah (sengketa/peradilan).

o Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli/harga pengadaan/harga penerimaan Barang Pelengkap/ Pembantu selama periode diakui sebagai beban periode yang bersangkutan. diakui sebagai beban bunga selama periode anjak piutang. Barang dagangan yang dalam proses pengolahan Barang dagangan dalam perjalanan (dalam proses pemin dahan/movement) o Persediaan Barang Pelengkap/Pembantu : Tidak dimaksudkan untuk dijual Diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha yang terkait dengan barang dagangan. Persediaan • Pengelompokan Persediaan o Persediaan Barang Dagangan Barang dagangan yang siap untuk dijual dalam kegiatan normal Perusahaan. 2.5.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dengan retensi. • Penilaian Persediaan : o Barang Dagangan Berdasarkan biaya perolehan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Harga beli/harga pengadaan barang dagangan dan biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian/pengadaan diakui sebagai biaya perolehan. antara lain Karung/Karplas/ Kartago. sisa/saldo Barang Pelengkap/ Pembantu diakui sebagai Persediaan dan dinilai menurut harga pembelian/pengadaan/penerimaan terakhir. Khusus untuk karung pembungkus bekas baik (yang masih dapat digunakan) dinilai sebesar 75% dari harga pembelian yang terakhir dari jenis karung yang bersangkutan. For A Brighter Future 13 . Biaya-biaya yang terkait langsung dengan pengolahan/ prosessing barang dagangan diakui sebagai biaya perolehan. Obat-obatan untuk perawatan Persediaan Komoditi Dagangan. Pada akhir periode (tanggal neraca) berdasarkan pemeriksaan fisik (stock opname).

Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement nasional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Bulog Pusat (dilimpahkan). o Biaya Perolehan Barang Dagangan Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian DN adalah biayabiaya yang terkait langsung dengan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembelian LN diakui pada saat penerimaan barang.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Harga Perolehan Persediaan o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Dagangan Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli DN. Harga beli DN. Harga penerimaan barang dagangan atas kegiatan giling/prosessing dan reprosessing diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga pokok bahan baku barang dagangan yang digiling/prosessing atau reprosessing. Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan movement regional diakui pada saat pengiriman/ penerimaan barang dan sebagai beban Divre yang bersangkutan. o Harga Beli/Harga Penerimaan Barang Pelengkap/Pembantu Harga beli barang pelengkap/pembantu atas kegiatan pembelian DN diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga beli DN. Harga beli barang dagangan atas kegiatan pembelian LN (import) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga beli LN/harga import. Harga penerimaan barang pelengkap/pembantu atas kegiatan penerimaan movement diakui pada saat penerimaan barang sebagai beban/biaya periode yang bersangkutan berdasarkan harga pelimpahan (SH-5). penerimaan barang dagangan atas kegiatan movement (nasional/regional) diakui pada saat penerimaan barang berdasarkan harga For A Brighter Future 14 .

Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar diakui pada periode berjalan. Investasi • Deposito berjangka disajikan sebesar nilai nominalnya sebagai investasi jangka pendek . disajikan sebesar nilai wajar. • Penghapusan Persediaan dari Neraca berdasarkan Keputusan Direksi atas dasar hasil/ keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB) antara Direksi dan Dewan Pengawas. Perusahaan mempunyai kepemilikan saham 20% s/d 50% disajikan dengan metode ekuitas sebesar nilai perolehan setelah diperhitungkan dengan bagian laba/rugi bersih perusahaan asosiasi serta dikurangi dengan pendapatan deviden 2.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Biaya perolehan barang dagangan atas kegiatan giling/ prosessing dan reprosessing adalah biaya-biaya yang terkait langsung dengan giling/prosessing atau reprosessing diakui pada saat penerimaan barang. • Investasi dalam bentuk surat berharga (efek) yang nilai wajarnya tersedia dapat berupa efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) : o Untuk diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar sebagai investasi jangka pednek.6. Aktiva Tetap • Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau 15 For A Brighter Future .7. o Untuk dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) disajikan sebesar harga perolehan disesuaikan dengan amortisasi premi atau amortisasi diskonto sebagai investasi jangka panjang. • Investasi dalam bentuk penyertaan saham : o o Perusahaan mempunyai kepemilikan saham kurang dari 20% disajikan sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi. Laba/rugi yang timbul dari pengukuran nilai wajar disajikan sebagai komponen ekuitas. sesuai dengan Keputusan Menteri. o Investasi dalam bentuk surat beharga yang tidak memenuhi kreterian untuk diperdagangkan atau untuk dimiliki. 2.

• Aktiva tetap bukan bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GSP. • Nilai perolehan aktiva tetap eks. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. • Terhadap Aktiva Tetap dilakukan penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Methode).PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) dibangun terlebih dahulu.(nilai residu=Rp1). • • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap sesuai ketentuan perpajakan. o o Kelompok-III. GDT. pembelian. GBM. yaitu bangunan permanen yang dibangun sesuai standar Bulog seperti GBB. Pada akhir masa manfaat ekonomis nilai sisa adalah Rp 1. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 10 tahun. • Biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah Kas atau setara Kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva tetap tersebut dalam kondisi siap untuk dipergunakan. o Kelompok-II. Inventaris Laboratorium dan Inventaris Lainnya) kecuali Alat Pengatur For A Brighter Future 16 . semua Inventaris (Inventaris Gudang. Inventaris Kantor. yaitu bangunan semi permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi. Kelompok-IV. Rumjab masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun. • Pengeluaran setelah perolehan (Subsequent Expenditures) pada properti. pabrik dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula. LPND Bulog adalah hasil penilaian berdasarkan hasil Inventasisasi dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban (IPKK) LPND Bulog. yang dipergunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal Perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Aktiva tetap bangunan dikelompokan : o Kelompok-I. Kantor. Inventaris Rumdis. yaitu bangunan permanen yang dibangun tidak sesuai dengan standar Bulog seperti bangunan yang diperoleh dari kompensasi.. masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 20 tahun.

9. Kipas Angin dan sejenisnya) dan MesinMesin masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 8 tahun. diakui sebagai beban pada periode yang bersangkutan • Terhadap pembelian inventaris kantor. Kapitalisasi Pengeluaran Modal/Biaya • Terhadap pembelian inventaris kantor. 2. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan. rumah dinas dan laboratorium yang For A Brighter Future 17 .10. Speedboad dan sejenisnya). Alat Pengatur Udara (AC. Kipas Angin dan sejenisnya).PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Udara (AC. biaya tidak langsung dalam pembangunan tersebut dan biaya-biaya pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva selama masa pembangunan. Sepeda dan sejenisnya) masa manfaat ekonomis ditetapkan selama 4 tahun. • Akumulasi biaya aktiva dalam pembangunan akan direklasifikasi ke aktiva tetap yang bersangkutan dan kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat pembangunan selesai dan aktiva tersebut siap untuk dipergunakan. • Aktiva tetap yang masa manfaatnya dalam satu periode kurang dari 6 bulan tidak dilakukan penyusutan dalam periode yang bersangkutan • Masa manfaat ekonomis aktiva tetap eks. Bus. Aktiva Tidak Berwujud • • Aktiva Tidak Berwujud disajikan dalam Aktiva Lain-lain Terhadap Aktiva Tidak Berwujud dilakukan Penyusutan (Amortisasi) dengan menggunakan metode garis lurus (straight line methode) Periode Penyusutan (Amortisasi) ditetapkan maksimal selama 20 (dua puluh) tahun. o Kelompok-II. Aktiva dalam Pembangunan • Aktiva dalam pembangunan meliputi bangunan dan prasarana lainnya. gudang.8. serta Kedaraan Roda Dua (Motor. gudang. seperti Kendaraan Roda Empat (Mobil. biaya pegawai langsung. Truck. 2. yang dinyatakan berdasarkan biaya pembangunan. LPND Bulog berdasarkan taksiran Sisa Masa Manfaat Ekonomis. 2.

diadministrasikan secara tersendiri di luar neraca 2. gudang. diakui sebagai Pos Dana APBN yang selanjutnya akan diakui sebagai penambahan penyertaan modal Negara setelah ada penetapan dari Pemerintah • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan penggantian pembiayaan atas penugasan Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan sesuai dengan peruntukannya • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang terkait dengan subsidi Pemerintah diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan For A Brighter Future 18 .12.11. merupakan Kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terbagi atas saham • Besarnya modal Perusahaan pada saat pendirian adalah sebesar seluruh nilai kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama yang dilakukan oleh Departmen Keuangan. Modal • Modal PERUM BULOG.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) sifatnya sebagai sarana diakui sebagai aktiva • Terhadap inventaris kantor. rumah dinas dan laboratorium yang sifatnya sebagai perlengkapan. Bantuan Pemerintah/Subsidi • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN untuk memperoleh suatu aktiva. Kantor Menteri Negara BUMN dan LPND Bulog • Setiap penambahan dan pengurangan penyertaan modal Negara dalam Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Penerbitan obligasi dalam rangka pengarahan dana masyarakat oleh Perusahaan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah • Struktur modal Perusahaan terdiri dari : o o o o Modal Negara Modal Donasi Cadangan Umum Akumulasi Laba-Rugi 2.

Pajak Penghasilan • Perusahaan menerapkan metode pajak tangguhan dalam perhitungan beban pajak penghasilan • Aktiva dan Kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak mendatang yang timbul dari perbedaan antara jumlah tercatat menurut Laporan Keuangan dengan dasar pengenaan pajak menurut ketentuan perpajakan For A Brighter Future 19 . Biaya Pinjaman • Biaya atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan atau pemasangan aktiva dalam pembangunan dikapitalisasi. diakui dengan menggunakan dasar Akrual. yaitu beban yang memiliki hubungan yang jelas dengan pengakuan pendapatan • Beban Ditangguhkan. Beban keuangan ini mencakup beban bunga. Pengakuan Pendapatan dan Beban • Pendapatan.14.13.15. diakui dengan menggunakan dasar Akrual. amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya. merupakan pendapatan yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi • Beban.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN berupa bantuan Gaji PNS diakui sebagai pendapatan periode yang bersangkutan 2. selisih kurs. 2. merupakan beban yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi 2. yaitu diakui pada saat kejadian. • Kapitalisasi biaya-biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan aktiva tetap telah selesai dan siap untuk digunakan. kecuali: o o • Subsidi beban Pemerintah yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku Tagihan bunga atas Piutang yang digolongkan sebagai Piutang diragukan dan macet Pendapatan Ditangguhkan.

biaya umum dan biaya berdasarkan formula sebagi berikut : • Kontribusi biaya/beban usaha Penugasan Pemerintah (PSO) di hitung berdasarkan formula : BUP = TPP TP x 100 % penyisihan piutang. 2. menggunakan kurs yang terjadi pada saat transaksi.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) • Koreksi fiskal akibat ayat-2 tersebut diakui sebagai beban/pendapatan periode kini (berjalan) 2. biaya peyusutan aktiva tetap untuk masing-masing segmen dihitung BUP TPP TP • = = = Beban Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Usaha Penugasan Pemerintah Total Penghasilan Perum Bulog Kontribusi biaya/beban usaha Komersil di hitung berdasarkan formula : BUK = TPK TP x 100 % For A Brighter Future 20 .16.17. • Pada tanggal Neraca. Kontribusi Biaya/Beban Usaha Kontribusi biaya/beban usaha biaya pegawai. Aktiva dan Kewajiban moneter dalam mata uang Asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah. • Selisih akibat perbedaan kurs pada saat terjadi transaksi dengan tanggal neraca diakui sebagai Pendapatan/Biaya periode yang bersangkutan. Transaksi dalam Mata Uang Asing selama periode akuntansi dijabarkan dalam mata uang Rupiah. dengan mengunakan Kurs Tengah Bank Indonesia. Transaksi dan Saldo Dalam Mata uang Asing • • Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan menggunakan Mata Uang Rupiah.

2.18. For A Brighter Future 21 . disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. Koreksi Pembukuan Periode Lalu Terhadap koreksi-koreksi pembukuan yang timbul akibat kesalahan pada periode akuntansi yang lalu. diakui pada periode akuntansi berjalan.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) BUK TPK TP • = = = Beban Usaha Komersil Total Penghasilan Usaha Komersil Total Penghasilan Perum Bulog Penyajian Laporan Keuangan TA 2003 yang telah dilakukan Kontribusi biaya/beban usaha hanya pada Laporan Keuangan Gabungan Bulog.

648.2 Setara Kas 1.856.414.989. telah sesuai dengan hasil kas opname pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 yang diklasifikasikan sesuai tujuan penggunaannya terdiri dari : .1 3.081 9.Uang Dalam Perjalanan 1.627.378.741 1.303.303.073.014.102.989.342.028 570.406 98.110.1 KAS DAN SETARA KAS Kas 1.292 570.081 563.323.299.Bank Bukopin .546 7.852.282.286.581.098.Kas manajemen .081. terdiri dari : .545.055 For A Brighter Future 22 .730.273.439 4.307 140.337.132 1.335 4.492 1.015.662.313.395.110.854.573 3.866 3.337.Kas Valas .1.342.737.313.023.395.Kas lain-lain 1.503.323.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.084.028 Jumlah tersebut merupakan saldo buku kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat.287.655.098.894.113.208.258 319.866 4.028.483 1.546 tersebut merupakan dana yang ada di Bank di Divre-Divre dan Bulog Pusat telah sesuai dengan hasil pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.Bank Rakyat Indonesia 1.113.282.838 563.208.Bank .573 Bank Jumlah 1.527.1.273.866 575. PENJELASAN AKUN-AKUN NERACA DAN LABA (RUGI) 21-01-2003 3.728.122 158. rekonsiliasi terdiri dari : Berdasarkan Bank : .607.655.157 302.Kas Eksploitasi .653.739 4.100.838 Jumlah tersebut merupakan setara kas di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.

199.850.929.446.664.446.256.570.500 2.081 21-01-2003 54.323.197. INVESTASI JANGKA PENDEK 614.014.514.668.Bank Mandiri .682.546 56.015.048 452.195.845 tersebut termasuk penerimaan pembayaran imbal dagang RI-Rusia sebesar Rp 795.Manajemen .083 3.239.389 61.Eksploitasi .546 Jumlah lainnya sebesar Rp 950.312.085.475 7.986.098.273. terdiri dari : .323.098.899.Droping Dana Manajemen .303.924.775.855.729 12.233.Jaminan .334.700.215 1.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .296 5.926.081 75.000.806.655.178 563.724.015.648.Satgas .845 1.Investasi .809.284 Uang Dalam Perjalanan 9.356 26.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukannya : .313.982.617 40.579 9.237.850.510.158.988 11.513.000 Jumlah tersebut merupakan penempatan dana Bulog dalam bentuk deposito berjangka 3 s/d 6 bulan diperpanjang secara otomatis (rollover) di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 dalam bentuk rupiah dan US $ terdiri dari : For A Brighter Future 23 .014.028.997.031 950.196 9.669.817 6.545.743 145.525.777.033.353.687 13.492 7.549.959.273.555.697 29.028.492 290.840.515 995.292 3.313.Lainnya Jumlah 3.Dana Cadangan .Lainnya Jumlah 64.2.292 Jumlah tersebut merupakan transfer dana yang masih dalam perjalanan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.098.724.Bank BNI .655.704.648.189.219 563.494 1.

545.353.000.500 1.570.450.550.625 2.000.720.353. PIUTANG 635.000.000 614.986.Bank Bukopin .918.964.000 2.751 4.140.000.514.500.842.833.000 2.999.3.944 15.010.Bank Rakyat Indonesia .652 5.901.963.099.293.682 2.926.000 141.000 1.Bank Mandiri .886 12.404.301 299.Uang Muka Manajemen .000.565.938.478.198.926.078 Jumlah tersebut merupakan pemberian uang muka di Divre-Divre dan Bulog Pusat yang belum dipertanggungjawabkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .500 21-01-2003 1.000 684.626.457.294.000 1.005.000.674.570.300.Deposito Dalam Rupiah .Deposito Dalam US $ Jumlah 360. UANG MUKA 12.000.000 3.073.078 3.000 141.274 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat setelah diperhitungkan dengan akumulasi penyisihan piutang pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.112.022.963.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan bank : .000 254.250.829.944 9.813 15.Uang Muka Lain-Lain Jumlah 7.000 327.500 614.295.237.200.603.073.713.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan penempatan : .353.613 868. terdiri dari : For A Brighter Future 24 .000 129.010.986.295.Uang Muka Pengadaan .227.4.Uang Muka Eksploitasi .000.018.500 343.

Piutang Depkeu .206.399.806.Piutang Golongan Anggaran Pusat .342.295) 1.Lainnya Jumlah 4.802.281.684.2 Piutang Lainnya .624.393.112.Piutang Swasta . PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA 11.700.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 3.498.769 21-01-2003 103.214. Lihat Catatan No.379 1.1 Piutang Usaha .Lain-Lain .896.656 73.369 1.838 271.488.700 126.827 (78.142.532 245.838 6.670.795.529.090.520.438.488.124 7.674.179.264 8.182.625.418 (1.905 3.448 471.872.393.944 27.654 262.584.869.866 297.649) 634.718. penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN X.Jasa Giro/Deposito .523 6.500 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang masih harus diterima di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .Piutang BUMN .218.308.398 6.182.000.905 1.28.268.Piutang Pemerintah (Imbal Dagang) .964.670.079.369 297.529.133.714 11.Piutang Departemen Lainnya . 3.Piutang Pegawai .4.027.500 Jumlah pendapatan lainnya sebagian besar merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan.Piutang Klaim .206.733.733. For A Brighter Future 25 .882 54.723 12.4.679.000 271.508.580 14.070.670.Akumulasi Penyisihan Piutang Jumlah 810.072.488.597 636.500 265.202.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.142.905 1.956.091.4.5.187.142.

664.Beras .468.611.379 42.344.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.539.922 52.726.977 32.Biaya Lainnya Jumlah 384.837 4.357 pelengkap/pembantu dalam proses/di PP di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.907.223.905 27. terdiri dari : For A Brighter Future 26 .449.Gula Pasir Jumlah Barang Pelengkap/Pembantu .098.936.583 4.502.603 persediaan barang 32.571 157.663 5.098.284.574 63.483 21-01-2003 392.050.706.238. 3.721.264.Karung Pembungkus .7.158.814.7.721.104 392.274.559.038.520 251.483 365.585.050.585.104 426. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 426.544.334 Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dan barang pelengkap/pembantu di gudang di Divre-Divre pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.897 dagangan dan barang 4.6.Gabah .548.775 680.025.928.494.1 PERSEDIAAN Persediaan di Gudang 5.088.986.910 5.274.435.437. terdiri dari : .2 Persediaan Dalam Proses Jumlah tersebut merupakan nilai 48.758 4.762.009 3.650.939.009 Jumlah tersebut merupakan biaya dibayar dimuka di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.215.237.450.009 3.977 46.718.Obat-Obatan (PQC) Jumlah 3.221. terdiri dari : Barang Dagangan .301.7.227.270.052.652 4.294.Biaya Umum dan Pegawai .612.

174.069. Persediaan Dalam Perjalanan Jumlah tersebut merupakan nilai 294.993. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 68.464 persediaan barang 60.529.698.Gula Pasir 292.121.260 - Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan barang dagangan dalam proses import di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.121.814.587 1.223.8.184.7.580.310 611.630 - Jumlah tersebut merupakan pajak dibayar dimuka (tidak final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : For A Brighter Future 27 .464 Barang Pelengkap/Pembantu .105.126.439.782.7.132 2.224.512.686.035.000 9.527 dagangan dan barang pelengkap/pembantu dalam perjalanan di Divre-Divre (movement regional) dan Bulog Pusat (movement nasional) pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Barang Dagangan .961 704.126.510 21-01-2003 44. Pengadaan LN (Import) Dalam Penyelesaian 2.Gabah Barang Pelengkap/Pembantu .PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Barang Dagangan .310 1.512.135.036.764.396.Karung Pembungkus 3.344 292.686.622.093 3.716 602.707.811 602.126.Obat-Obatan (PQC) 1.254.4.811 47.Karung Pembungkus .Beras .942.3.028. 3.408.120 420.

001. BIAYA DITANGGUHKAN 66.874 1.331.Deposito Yang Dijaminkan .435.10.066.646 10.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .596.817 1.066.500.178.004.592.974 - Jumlah tersebut merupakan biaya yang telah direalisir tetapi belum menjadi beban TA 2003 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003.390.259 Jumlah tersebut merupakan Aktiva Lancar Lainnya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.002.556.PPH Ps.339.HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan .056.646 1.Pos Dalam Penyelesaian Jumlah 2.906 41.572.581 68.331.435.735 5.Selisih Lur OPK .339.591.027. 22 .596.692.942.Bank Hasil Penjualan (HP) .572. AKTIVA LANCAR LAINNYA 5. terdiri dari: .540.028.479.401.385 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari: For A Brighter Future 28 .439 2.530.10.764.217.556.630 21-01-2003 - 3.001.390.151 393.1 Bank Hasil Penjualan (HP) 2.847.366.591.596.986.9.194.054 475.874 1.403.049 16.PPN Jumlah 52.259 3.002.436. 3.000 3.385 21.562.847.

366.646 1.572.766 2.928.000.627.102 295.403.HP Gula Pasir .966.Jaminan L/C Pengadaan Komoditi .656 13.825.500.299 936.000 386.028.556.000 268.692.390.217.596.447.512.156.527.572.Jaminan L/C Imbal Dagang RI-Rusia .390.000.000.Bank Mandiri .641.576 162.224.152.110.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Berdasarkan Bank : .HP Karung Jumlah 3.435.026.385 1.Jaminan L/C Lainnya Jumlah 944.948.225 118.000 404.331.000 - For A Brighter Future 29 .385 10.052.731.339.004.514.648.692.390.356.906 Jumlah tersebut merupakan dana hasil penjualan komoditi yang ada di bank di DivreDivre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.915 2.285 330.673.394 43.10.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .435.065.570 206.507.364.000 2.570.000.622 1.Bank Bukopin .000 - Jumlah tersebut merupakan Deposito yang dijaminkan di Bulog Pusat Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .000 2.10.000.506 44.331.500.339.3 Deposito Yang Dijaminkan 2.598. 3.Jaminan L/C Dana Talangan Gula .646 21-01-2003 1.2 HP Komoditi Yang Belum Dilimpahkan 2.720 415.572.382.810.Bank Rakyat Indonesia .991 1.556.Bank BNI .000.Jaminan L/C Kredit Operasional .500.000.439 21.HP Beras .435 11.004.

178.307.969.278.054 21-01-2003 41.5 Pos Dalam Penyelesaian 475. AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 19.074.284.27.944.562. 3.396.12.017.4 Selisih Lur OPK 3.007 135.10. AKTIVA TETAP 3.530.001.687 2.492 475.Lainnya Jumlah 2.056.311.Ayat Silang .056.779 393.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.452.194.1 Tanah .687 Jumlah tersebut merupakan nilai buku aktiva tetap yaitu nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.12. Rincian perhitungan.530.094 30 1.885.194.764.562.009.620.11.236 337.149. 3.767.Tanah Untuk Bangunan 1. lihat catatan butir 3.735 393.383.986.817 3.10.479.306.943.907.341.465.817 Jumlah tersebut merupakan pos dalam penyelesaian di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .Transaksi Hubungan Antar Kantor (RAK) .615 - Jumlah tersebut merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan waktu yang boleh dikurangkan terhadap penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak kini.891 For A Brighter Future .151 Jumlah tersebut merupakan BA penjualan/distribusi beras kepada penerima manfaat (raskin) di Divre-Divre yang belum dilimpahkan ke Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.358.401.038 28.735 364.

164) 963.318.552 6.198.900 2.705.649.045.000 1.985.Dryer .025.182.520 1.000 5.Rice Miling Unit .100.000 .377.920.920.000.Lainnya .158.961.820.027 5.391.758.820.276.607) 116.100.641 53.Tanah Untuk Gudang .027 12.633.953 (97.534.524.758.883.801.463 165.205 131.061.290.025.100 1.178.12.252.616 77.880.580.000 330.368.000 4.582 1.3 Mesin-Mesin .901.143.000 1.999.697 46.000.783.310.950 12.Truck .846 1.Sedan .099.558 790.000 594.2 Bangunan .533.478.624 21-01-2003 311.678.Combi/Mini Bus .840.956 141.000 22.484 1.267 1.109.540.888.581 738.239.109 38.898.Rumah Dinas .Gedung Kantor .820 919.905.110 2.4 Kendaraan .306 112.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.Tanah Lainnya Jumlah 3.233.279.001.185.581.222 1.000 48.019.Genset/Pembangkit Listrik .054.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .833.789 410.023.725 5.773.Tanah Kosong .196 122.223.483 2.Mesin Pabrik .Pickup .529 2.851 1.362.029 80.016.755.476.897.818.122.546.843.685.310.133 100.985.481.AC Sentral .001.702 553.169.000 19.12.575.649.783.Sepeda Motor For A Brighter Future 31 5.885.548.633.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.12.950.162.000 330.563 (6.Lainnya .813.065.Gudang .423.815.465.283.111.900.786.539.000 594.900.Bus .964.803.493 555.397 1.790.Pabrik .Jeep .102 754.016.

733.Persediaan .820.736 492.149 1.Uang Muka .202.000 30.916.845.987.806.998.920.594.835.916.664.796.833 (12.Inventaris Lainnya .000 33.Akumulasi Penyusutan Jumlah 65.835.235.Inventaris Rumah Tangga .570.236 5.829) 25.404.023 5.696 6.Persediaan Dalam Perjalanan .Bangunan 964.858.873 3.062.609 57.845.1 AKTIVA LAIN-LAIN Assets Kelolaan 506.236.Inventaris Laboratorium .579.314 199.Lainnya .310) 71.Tanah .997.796.141.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .743 261.873 60.747.744.541.997.624 (34.669.735.482.733. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.433 495.352.712 3.067.448 60.664.465.433 Jumlah tersebut merupakan assets eks.141.152 106.235.433 For A Brighter Future 32 .144 32.585.Inventaris Kantor .642 840.061.000 38.609 57.674.060.341.Piutang .835 492.861 8.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari : .570.806.605.215.800 146.800 146.229.948.943 481.Inventaris Gudang .744.516.Akumulasi Penyusutan Jumlah 3.647.067.945.842.341.352.613.030.5 Inventaris .650.12.546.058 4.019.605.13.Uang Dalam Perjalanan .Pos Dalam Penyelesaian .861 8.433 964.743 261.236.762. 3.696 6.13.300.830.712 3.712.174 2.702 17.880.062.000 33.215.541.199.013.004 21-01-2003 185.174 2.

843 98.112.731.518.700.Aktiva Lainnya Jumlah 3.303 3.032.211 2.999. HUTANG BANK 9.300 248.427.674.270 5.673.Bank Bukopin .320.358 3.Bank Rakyat Indonesia .674.180.758.162 111.199.332 492.282.422.118 68.106.053 3.973.112 24.Bank Lainnya Jumlah Berdasarkan peruntukan : .611 5.830.066.823 943.903.Kendaraan .CPO .652.Inventaris .229 6.673.570.410.742.591.359.817.302 13.Lainnya Jumlah 7.Gula Pasir .699.131 191.358 4.513.899.13.000.225.015.489.430.097.863 552.799 7.061.100 11.195.652.389.175 295.182 9.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 .433 2.266.257.972.Lainnya Jumlah 2.320.Perhitungan Bunga .2 Aktiva Lain-Lain .916.236.912.Mesin-Mesin .Bank Mandiri .268.758.533 181.209.899.433 21-01-2003 9.128.Bangunan Dalam Pelaksanaan .359.860.830.674.506.332 492.Eksploitasi .999.990.936.916.Beras/Gabah .162 111.999.576.387.758.358 5.Manajemen .799 7.250 902.570.680.673.157.186 278.128.112 24.901.195.972.402 9.229 For A Brighter Future 33 .575.641 153.602.685 812.264.225.388.444.419.860.229 Jumlah tersebut merupakan pinjaman/kredit Bulog kepada Bank di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : Berdasarkan Bank : .690.414.284 9.470.359.14.318 1.830.518.

15.507.030 2.Hutang Kepada Pemerintah (Beras LN) .645 266.667 193.917 964.911 34.596.054.Hutang Lainnya Jumlah For A Brighter Future 34 45.616.684.543 Jumlah tersebut merupakan hutang pengadaan barang dagangan/pelengkap di Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .469 189.630.15.325.350.789.599.297.384.Karung Pembungkus Jumlah 3.170 354.440.054.063 34.099.287 60.320 21-01-2003 1.Hutang Jaminan .424.596.713 .424.685 7.320 427.15.461.508.655.15.279.462.543.478.713 Jumlah tersebut merupakan hutang pihak ketiga di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .484.316.965.917 848.055 427.573.488 293.645 848.488 242.160.236.863.1 HUTANG USAHA Hutang Pengadaan 1.873 189.354.4 Hutang Pihak Ketiga 766.325.478.628.331 3.052.288 258.803.670.810 161.Hutang Biaya Gusir .071.862 16.615.457 266.832.049.182 999.013.Lainnya Jumlah 3.508.201.013 445.892.Hutang Biaya Karung Jumlah 3.976.3 Hutang Biaya 411.733.290 242.457 Jumlah tersebut merupakan hutang peyaluran di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .158 74.551.018.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.116.469 Jumlah tersebut merupakan hutang biaya di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .529.316.Hutang Biaya Beras/Gabah .556.320.681.328.288 25.257 445.573. 3.824 7.681.Beras .013.2 Hutang Penyaluran 410.628.599.15.632 999.556.354.Golongan Anggaran .543 354.305.789.

765.365.147 245.800 Jumlah tersebut merupakan pajak terutang di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : 3.448 118.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 3.972 120. PENDAPATAN DITANGGUHKAN 12.898.685.168 5.965 17.219.2 PPN 768. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 25.025.453 5.16.911.411 3. 3.427.049 14.461.23 Jumlah 3.838.151.991 1.674.18.946.611 3.19.16.461.824 For A Brighter Future .737.728.160.695.870.988.PPH Ps.327.22 .415 25.968 335.345.096 35 1.888 9.PPH Ps.915.991 9.739.915.195.838.21 .Biaya Umum dan Biaya Pegawai .968 265.1 PPH .056.16.349.120.Biaya Lainnya Jumlah 4.434 768.054.Biaya Eksploitasi .561.553 6.514.349.934.17.009.832 3.939.727.750.613.070 2.352 389.553 401.009.116.161 Jumlah tersebut merupakan pendapatan yang diterima namun belum dapat diakui sebagai pendapatan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.PPH Ps. BEBAN L/C YANG BELUM DILIMPAHKAN 52. HUTANG PAJAK 7.656.670 21-01-2003 725.750.411 Jumlah tersebut merupakan biaya yang masih harus dibayar di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .117 389.

700.125.433 Jumlah tersebut merupakan aset eks.155.916.070 52.352.Inventaris Jumlah 3.514.1 Pos APBN Jumlah tersebut merupakan tambahan aktiva Perum Bulog meliputi pembangunan sarana UPGB.Tanah . dan inventaris yang dananya berasal dari Pemerintah/APBN dalam tahun 2003.433 - 3.853 492.784. dengan rincian : .537.Piutang .674.773.Mesin .893 15.096 1.835. LPND Bulog yang tidak sehat dan statusnya belum ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.126 170.006 34.352.335.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 21-01-2003 Jumlah tersebut merupakan realisasi penarikan kredit di Divre-Divre yang belum dilimpahkan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .082. pengadaan mesin-mesin pengolah gabah/beras.735 1.134 1.Uang Muka .089 407.861 8.433 492.604.Gula pasir .683.824 3.853 492.Bangunan .20.743 261.341.861 8.733.20.605.106.Persediaan For A Brighter Future 36 964.20.754.570.2 Assets Kelolaan 31.778.236.605.916.570.Uang Dalam Perjalanan .Lainnya Jumlah 35.514 104.570.000.551.930.141.800 .896.733.899.683.712 3.341.120.054.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di Divre-Divre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003 terdiri dari : .333 170.712 3.916.800 964.180.835.Beras/Gabah .236.Kendaraan . KEKAYAAN NEGARA YANG BELUM DISTATUSKAN 783.743 261.537.141.

609 57.879.744.354.195.3 Lainnya 146.860.Pos Dalam Penyelesaian .696 6.339.696 6.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 di DivreDivre dan Bulog Pusat pada tanggal 31 Desember 2003 dan 21 Januari 2003.215.845.067. 3.235.664.840 21-01-2003 146.744.1 EKUITAS Modal Pemerintah 5.727 6.Kendaraan .127 Jumlah tersebut merupakan penyertaan modal pemerintah kepada Perusahaan sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor : 344/KMK.564.845.879.127 6.174 2.799 7.21.191.329.21.570.112 24.652.Aktiva Lainnya Jumlah 3.899.320.320.664.Mesin-Mesin .354.433 - Jumlah kekayaan negara yang belum distatuskan lainnya sebagian besar berkaitan dengan aset-aset LPND.400) - Jumlah tersebut merupakan kerugian Perusahaan pada TA 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) For A Brighter Future 37 .806.899.Inventaris .879.112 24.443.564.433 9.235.972.916.518.570.847.128.609 57.20.127 6.067.195.Tanah .433 9.Persediaan Dalam Perjalanan .539. 3.2 Akumulasi Laba (Rugi) (507.433 120.332 492.972.373.564.128. yaitu belum dicatatnya aset-aset LPND dalam aset Perum Bulog atau salah mencatat jumlah aset-aset LPND ke dalam aset Perum Bulog.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 . 3.806.21.652.518.916.354.162 111.860.332 492.Bangunan .215.162 111.174 2.799 7.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.22. 3.22.1 PENJUALAN Pelayanan Publik (PSO) 8.985.912.081.075 8.985.912.081.075

Jumlah tersebut merupakan realisasi hasil penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Beras - Penjualan Kepada Golongan Anggaran Pusat - Penjualan Kepada Golongan Departemen - Penjualan Kepada BUMN - Penjualan Kepada OPK/Raskin - Penjualan Beras Lainnya dan Karung 782.904.259.399 158.533.461.897 1.003.655.600 6.772.718.742.615 76.789.394.265 7.791.949.513.776 Gula Pasir Penjualan Eksport CPO 723.635.561.786 470.327.005.513

3.23.

HARGA POKOK PENJUALAN

7.645.739.190.254

Jumlah tersebut merupakan harga pokok penjualan pada segmentasi usaha PSO selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Penjualan Gula Pasir - Penjualan karung - Penjualan CPO Jumlah 6.559.863.217.510 613.654.000.714 1.894.966.517 470.327.005.513 7.645.739.190.254

3.24. 3.24.1

BIAYA USAHA Biaya Penjualan

1.207.607.627.267 37.191.954.683

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penjualan di Divre-Divre selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003)

For A Brighter Future

38

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.24.2 Biaya Umum dan Administrasi Biaya Pegawai 1.170.415.672.584 349.856.262.780

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya pegawai di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Gaji dan Honor - Tunjangan - Kesehatan - Kesejahteraan - Biaya Pegawai Lainnya Jumlah Biaya Umum 107.990.728.565 167.593.363.886 39.469.041.409 24.334.401.538 10.468.727.382 349.856.262.780 201.929.382.017

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Biaya Operasional - Biaya Pemeliharaan - Biaya kantor - Biaya Rapat/Seminar - Biaya Litbang - Biaya Diklat - Biaya Umum Lainnya Jumlah Biaya Pajak 47.844.457.795 54.149.802.330 39.898.954.570 8.295.333.931 5.959.603.950 2.316.772.781 43.464.456.660 201.929.382.017 413.236.759

Jumlah tersebut merupakan beban biaya pajak (final) di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003), diluar pajak badan. Biaya Susut periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : For A Brighter Future 39 29.802.153.679

Jumlah tersebut merupakan biaya susut barang dagangan di Divre-Divre selama

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003

- Beras - Gabah - Gula Pasir - Karung Jumlah Biaya Penyisihan Piutang dan Penyusutan Aktiva

28.111.085.813 186.000 892.131.866 798.750.000 29.802.153.679 152.874.864.682

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya penyisihan piutang dan penyusutan aktiva tetap di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : Biaya Penyisihan Piutang : - Biaya Penyisihan Piutang Usaha - Biaya Penyisihan Piutang Lainnya Jumlah Biaya Penyusutan Aktiva Tetap - Biaya Penyusutan Bangunan - Biaya Penyusutan Mesin-Mesin - Biaya Penyusutan Kendaraan - Biaya Penyusutan Inventaris Jumlah Biaya Eksploitasi Umum 97.423.368.164 6.019.883.606 12.920.594.802 34.747.674.166 151.111.520.738 434.365.686.759 1.074.063.292 689.280.652 1.763.343.944

Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi umum di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : - Beras - Gabah - Gula Pasir Jumlah For A Brighter Future 40 429.208.072.281 5.114.218.939 43.395.539 434.365.686.759

pengelolaan cadangan beras pemerintah. serta tugas untuk selalu menjaga penyediaan stock yang cukup untuk ketahanan pangan.955.379.862.Pendapatan Sewa Assets .908 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya eksploitasi penggunaan karung di DivreDivre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003).Beras/Gabah .26.Gula Pasir .888 23.287.108 Jumlah biaya/bunga bank beras/gabah sebagian besar merupakan beban bunga kredit bank untuk pengadaan Beras/Gabah sesuai penugasan oleh Pemerintah.984.108 Jumlah tersebut merupakan realisasi biaya dan beban pinjaman (bunga) di Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari : .Jasa Giro dan Bunga Deposito 785.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 31-12-2003 Biaya Eksploitasi Penggunaan Karung 1.262.829.314.174.085.1 Pendapatan Lain-Lain .688.287.180. stabilitas harga gabah/beras.295 83. PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN 628.26.488 For A Brighter Future 41 . 3.532.529 72.138 1. 3.167.Beras/Gabah .862.335.421 3.327.773.345.499.327.855 7. BIAYA/BUNGA BANK 1.947.710.Gula Pasir .646.082 810.Lainnya Jumlah 1.428.538.798 234.400. dan distribusi raskin.Karung .539 Jumlah tersebut merupakan realisasi pendapatan dan biaya lain-lain di Divre-Divre dan Bulog Pusat selama periode tahun 2003 (21 Januari s/d 31 Desember 2003) terdiri dari: 3.25.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Hasil Klaim/Denda - Subsidi Pemerintah (Subsidi Perawatan Persediaan) - Laba Penjualan Assets - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah 6.122.262.772 82.189.258.453 350.958.950 196.706.504.105 98.561.246.924 785.538.335.295

Pendapatan Gula pasir merupakan pendapatan dari Kerja Sama Operasi pengadaan, penyimpanan dan penyaluran gula kristal putih impor dengan PT PN IX, PT PN XI dan PT RNI berdasarkan Surat Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (Menperindag) No.198/MPP/II/2003 tanggal 21 Februari 2003. Jumlah pendapatan lain-lain lainnya sebagian besar merupakan penerimaan dana yang berasal dari Pemerintah/APBN yang sebesar Rp77.943.163.367. Di dalam pendapatan lain-lain lainnya tersebut, juga termasuk restitusi pajak yang merupakan realisasi pengembalian kelebihan pajak pertambahan nilai tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 yang diterima dalam tahun 2003 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak No. 81/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 6 Juni 2003, No. 90/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 12 Juni 2003, dan No. 141/WPJ.07/KP.0109/2003 tanggal 7 Oktober 2003 senilai Rp4.194.172.847. berupa bantuan Gaji PNS untuk tahun 2003

3.26.2

Biaya Lain-Lain - Beras/Gabah - Gula Pasir - Karung - Biaya Adm Jagir/Deposito - Biaya Pajak Budep/JAgir - Biaya Provisi - Selisih Kurs - Lainnya Jumlah

157.159.020.756 10.064.451.132 5.406.561.665 276.104.781 7.150.301.272 25.507.864.473 20.187.990.585 69.017.816.410 19.547.930.438 157.159.020.756

For A Brighter Future

42

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
3.27. PAJAK PENGHASILAN BADAN 19.009.944.615

Jumlah tersebut merupakan taksiran pajak penghasilan badan tahun 2003 yang terdiri dari: - Pajak Kini - Pajak Tangguhan Jumlah 19.009.944.615 19.009.944.615

Untuk keperluan perhitungan pajak tangguhan, Aktiva Tetap eks LPND dianggap sebagai aktiva tetap perolehan baru pada awal tahun 2003 dan disusut dengan manfaat ekonomis sesuai ketentuan perpajakan. 3.27.1 Pajak Kini Rincian taksiran pajak penghasilan sebagai berikut : - Pajak penghasilan bukan final - Pajak penghasilan final Jumlah 25.507.864.473 25.507.864.473 -

Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan rugi setelah pajak adalah sebagai berikut : Laba (Rugi) sebelum pajak Perbedaan temporer : - Penyusutan aktiva tetap - Beban penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal - Pendapatan restitusi pajak - Beban pegawai - Beban umum - Beban lain-lain For A Brighter Future 43 (4.194.172.847) 61.727.037.414 8.230.699.694 31.350.284.982 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 (526.383.284.015)

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh)

31-12-2003
- Penyusutan aktiva kendaraan & rumah jabatan - Penghasilan jasa giro & bunga deposito - Pendapatan sewa tanah/bangunan - Beban berhubungan dengan penghasilan final Jumlah Laba (Rugi) Fiskal Jumlah pajak dibayar Pajak dibayar dimuka : - PPh pasal 22 - PPh pasal 23 - PPh pasal 25 Jumlah Lebih bayar pajak 3.27.2 Pajak Tangguhan Rincian taksiran pajak tangguhan sebagai berikut : Saldo awal aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Biaya penyusutan aktiva tetap beda waktu : - Biaya penyusutan komersil - Dikurangi biaya penyusutan beda tetap - Biaya penyusutan komersil beda waktu - Dikurangi biaya penyusutan menurut fiskal Jumlah Biaya penyisihan piutang Jumlah beda waktu Penghasilan (beban) pajak tangguhan (30 %) Saldo akhir aktiva (kewajiban) pajak tangguhan 151.111.520.738 18.882.720.314 132.228.800.424 70.625.662.317 61.603.138.107 1.763.343.944 63.366.482.051 19.009.944.615 19.009.944.615 52.540.592.049 52.540.592.049 52.540.592.049 19.009.944.615 18.882.720.314 (234.955.829.488) (3.428.646.798) 28.829.180.151 (93.558.726.578) (556.575.528.542)

For A Brighter Future

44

127. bangunan dalam pelaksanaan.879. aktiva lain-lain bangunan dan aktiva tetap rusak Sub Tim Bidang III untuk penyelesaian uang dalam perjalanan. dan piutang tidak lancar Sub Tim Bidang II untuk penyelesaian aktiva tetap.354. Perkembangan Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog Pendirian Perum Bulog didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 tahun 2003 yang diundangkan tanggal 20 Januari 2003. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA. pos dalam penyelesaian.28. yaitu. Perum Bulog per 31 For A Brighter Future 45 . Direksi Perum Bulog kemudian membentuk Tim Penyelesaian Aset Kelolaan Eks LPND Bulog dengan Keputusan Direksi No.913. Hasil kerja sub tim bidang I berkaitan dengan Piutang Cuba per 31 Desember 1999 sebesar USD28.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) 3.433. persediaan dalam proses dan aktiva lain-lain serta lainnya.564. BPKP dan Perum Bulog. Nilai kekayaan Negara yang belum ditetapkan statusnya tersebut secara definitif ditetapkan kemudian oleh Menteri Keuangan sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Perum Bulog berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan oleh Tim Interdep yang keanggotaannya terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan dan Perum Bulog.28.1. piutang. Tim tersebut terdiri dari wakil-wakil Departemen Keuangan. Tim terdiri dari tiga sub tim. Kantor Menteri Negara BUMN. Berdasarkan hasil inventarisasi tim terpadu/gabungan kemudian diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 344/KMK.916.51. • • • Sub Tim Bidang I untuk penyelesaian uang muka. dan LPND Bulog.419.00.6. Tanggal 21 Desember 2004 membahas piutang beras Cuba dengan Direktur Deplu Amerika Latin dan Caribia atas undangan Deputy Sekneg Bidang dukungan Kebijakan Kantor Sekneg.00. Dalam PP tersebut dinyatakan bahwa besarnya modal Perusahaan pada saat Peraturan Pemerintah mulai berlaku adalah sebesar seluruh nilai Kekayaan Negara yang dikelola oleh LPND Bulog yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan bersama dilakukan oleh Departemen Keuangan. Nilai penyertaan modal Negara tersebut belum termasuk kekayaan negara yang belum ditetapkan statusnya sebesar Rp492. Nilai penyertaan Modal Negara yang ditetapkan sebagai modal Perum Bulog pada saat pendiriannya adalah sebesar Rp. Piutang beras Pemerintah Zanzibar kepada Pemerintah Indonesia cq. 3. KD-267/DS200/09/2004 tanggal 3 September 2004.02/2004 tanggal 13 Juli 2004 tentang Penetapan Modal Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada saat pendiriannya.570. Kementrian BUMN.

Tujuan pembangunan proyek adalah peningkatan kualitas cadangan pangan nasional. inventaris.922. Perum Bulog menerima Anggaran Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Bulog dalam rupiah murni sebesar Rp128. Rapat terakhir sub tim bidang II tanggal 15 Desember 2004 sepakat untuk membentuk tim pemeriksaan terhadap kendaraan dinas yang akan dihapuskan di Kantor Pusat. 3. Perum Bulog. 3.00. kendaraan.28. Dan DIPP Nomor 522/DIPP/0/2004 sebesar Rp49. Mengingat saat ini Pemerintah Zanzibar sedang dalam kesulitan keuangan maka piutang tersebut tidak dapat dibayar kembali kepada Pemerintah Indonesia cq. Nilai kontrak pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua Helikopter MI-35P beserta suku cadang. Penerimaan Dana APBN untuk Proyek tahun 2004 Dalam tahun 2004 Perum Bulog masih menerima dana yang berasal dari APBN. masing-masing dengan perjanjian No.000.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) September 1995 sebesar Tan Shiling 650. Pembayaran atas pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter kepada Perum Bulog bersumber dari APBN tahun 2003 dan 2004. P/336011321001 dan No. 001/LIII/1/-/2004 tanggal 1 Januari 2004.2. Program Imbal Beli Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia Pada tanggal 24 April 2003 telah ditandatangani Kontrak Pengadaan Pesawat Sukhoi dan Helikopter MI. peralatan dan training adalah sebesar USD192.924.00. pengembangan dan pemantapan sarana sistem informasi logistik Bulog. dan menstimulasi kualitas kelembagaan pangan masyarakat.00 ditambah beras sejumlah 7.900.124 diusulkan untuk distatuskan menjadi PMN dengan dasar nilai buku/perolehan. yang nantinya akan dilelang.510.474. P/336011321002.000. Berdasarkan surat pengesahan Daftar Isian Proyek Tahun Anggaran 2004 No.681. Untuk pelaksanaan pembayaran tersebut Perum Bulog telah menandatangani perjanjian dengan Departemen Pertahanan Republik For A Brighter Future 46 . meningkatkan pengembangan sarana logistik nasional.000.042.10 ton dengan kualitas 15% broken.28.000. Mabes TNI sebagai pemakai dan FSUE Rosoboronexport mewakili Pemerintah Federasi Rusia sebagai penjual.melalui skema imbal beli antara Pemerintah RI yang diwakili oleh Perum Bulog sebagai pembeli. Sasaran proyek tahun 2004 adalah perbaikan & penyelesaian sarana pergudangan bulog.00. Sub Tim Bidang II sepakat agar nilai tanah & bangunan. pengembangan sarana pasca panen 28 unit.000. aktiva lain/aktiva tetap rusak dan bangunan dalam pelaksanaan sebesar Rp119.837.3. aktiva lain bangunan. mesin-mesin.

995.685.479.27 347.93 42.000.371.000.000.01 364.000.525.838.00 1.46 149.16 36.400.71 319.00 143.661.941.350.835.422. Dari total pembayaran dan penggantian oleh pemerintah maka terdapat kekurangan penggantian karena selisih kurs sebesar Rp54.Tahap I Total Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2003 melalui APBN tahun 2003 sebesar Rp.535.00.01 Uang Muka Pengiriman Komoditas .Tahap V Sisa Pembayaran Tunai Total 38.219.57 83.000.21 Rp Sedangkan penggantian yang telah dilakukan pemerintah dalam tahun 2004 melalui APBN tahun 2004 sebesar Rp991. 2 unit SU-30 MK dan 2 unit holikopter MI-35P.000.00.930.026.716.778.005. Dalam tahun 2004 Perum Bulog telah melakukan pengiriman komoditas sebagai berikut: USD Pengiriman Komoditas .896.151.76 8.66 347.979.518.809.034. biaya provisi & Adm bank.900.00 atau ekuivalen USD77.000.830.402.162. beban pajak. Perum Bulog berkewajiban melakukan pembayaran baik dengan uang muka maupun cicilan pembayarn melalui pembelian komoditas dari suplier lokal.607. Pasal 4 perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Dephan akan membayar kepada perum Bulog sejumlah US$192.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Indonesia yang bernomor PK/11/XI/2003 / PKK-107/11/2003 tanggal 19 Nopember 2003 tentang pembayaran pengadaan 2 unit pesawat tempur sukhoi SU-27SK.760.342.Tahap III .330.260.11 37.593.107.22.856.626.415.570.07 328.221.000.000.778.93 Rp 220.000.660. Sebagai pihak pembeli. Dalam tahun 2003 Perum Bulog telah melakukan kewajibannya sebagai berikut : USD 26.858. Disamping itu Perum Bulog masih menanggung biaya bunga bank.00 16.969.969.537.00 atau ekuivalen USD115.856.58 37.00.593.Tahap IV .185. Secara keseluruhan terdapat kekurangan penggantian sebagai berikut: For A Brighter Future 47 .Tahap II .

185.402.734.900.856.646.141.95 145.000.93 149.00 991.22 68.151.995.01 1. Penyimpanan dan Penyaluran Gula Kristal Putih Import tanggal 14 Januari 2004.86.400/II/2004 tanggal 7 Oktober 2004 perihal permohonan penggantian kekurangan biaya dalam rangka pembelian pesawat Sukhoi dan Helikopter tempur Mi-35P.000.861.896.919.969.000.616.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) USD Pembayaran 2003 Pembayaran 2004 Total Pembayaran Penggantian 2003 Penggantian 2004 Total Penggantian Kekurangan Penggantian karena selisih Kurs Biaya bunga bank Beban Pajak (PPN 10%) Biaya Provisi & Adm Bank Total Kekurangan Penggantian 16.268.221.22 660.809.000.995. B-585/II/DK.186.000.21 1.05 42.838. Perjanjian Kerjasama Pengadaan.55 Atas kekurangan penggantian tersebut Perum Bulog telah meminta penggantian kepada Pemerintah dengan mengirimkan surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Pertahanan dalam surat No.00 Rp 364.641. sehingga bagian laba Perusahaan adalah sebesar For A Brighter Future 48 .28. 67/II/02/2003 tanggal 26 Pebruari 2003 dengan jangka waktu selama enam bulan terhitung mulai 1 Pebruari s/d 31 Juli 2003 dengan addendum perjanjian No.00 115.593.652.607.570.932.000.778.368.00 623. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Import dengan PTPN X dengan perjanjian No.400.644.769. PKK93/10/2003 tanggal 13 Oktober 2003 Pada tanggal 14 Januari 2004 Perusahaan dan PTPN X melakukan perhitungan laba rugi KSO gula pasir import tahun 2003 yang dituangkan dalam Berita Acara Perhitungan Rampung Kerjasama Operasi Pengadaan.07 192.00 192.000. Penyimpanan & Penyaluran Gula Kristal Impor dengan PT Perkebunan X Perum Bulog dan PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) melakukan kerjasama Pengadaan.330.000.38 268.930.007.316.706.00 1. 3.260.568. Berdasarkan perhitungan tersebut laba yang diperoleh KSO adalah sebesar Rp7. Sampai laporan keuangan ini dibuat Perum Bulog belum menerima jawaban atas surat tersebut.00 54.092.00 77.4.900.342.400.759.995.

PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) Rp3. (2). mengacu kepada pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 57.29. yaitu Bab XII mengenai Pemutusan Hubungan Kerja pasal 156 ayat (1). Hal tersebut berkaitan dengan status karyawan Perum Bulog yang masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ayat (4) menetapkan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.823.2 PESANGON PHK Dalam Undang-undang No.29.43 yang merupakan 50% laba KSO. yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi. Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruksi) sebagai akibat peristiwa masa lalu. Kewajiban diestimasi menurut paragraph 15 PSAK 57 harus diakui apabila ketiga kondisi berikut dipenuhi : a. For A Brighter Future 49 . pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pesangon hak yang seharusnya diterima. terdapat pasal-pasal yang mengatur kewajiban hukum bagi perusahaan terhadap karyawannya. 3. (3) dan (4). 3. Ayat (2) menetapkan perhitungan besarnya uang pesangon berdasarkan lamanya masa kerja. Kriteria pengakuan dan pengukuran kewajiban perusahaan terhadap karyawannya sebagaimana diuraikan di atas.1 IMBALAN KERJA KARYAWAN DANA PENSIUN Dalam tahun 2003 Perum Bulog belum menyelenggarakan program dana pensiun tersendiri bagi karyawannya.570. Seperti PNS lainnya program pensiun karyawan Perum Bulog masih diikutkan pada program pensiun pegawai negeri sipil pada PT Taspen. 3.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang diikutsertakan pada program Tunjangan Hari Tua (THT) pada Asuransi Ketenagakerjaan. kewajiban kontinjensi dan aktiva kontinjensi.959. Oleh karena itu dalam laporan keuangan tahun 2003 tidak ada kewajiban perusahaan yang berkaitan dengan dana pensiun. Dalam tahun 2004 karyawan Perum Bulog akan Jiwasraya. Ayat (1) menetapkan dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja.29. Ayat (3) menetapkan perhitungan uang penghargaan masa kerja berdasarkan lamanya masa kerja.

724.158.PERUSAHAAN UMUM BULOG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TB 2003 Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 (Dalam Rupiah Penuh) b.385 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Hutang Pengadaan.390.817 dan UDP manajemen lainnya sebesar Rp6. dan c. Akun-akun yang direklasifikasi adalah sebagai berikut: o Kas. Estimasi yang handal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. maka dilakukan reklasifikasi akun-akun dalam neraca pembuka sehingga penyajiannya dapat disesuaikan dengan penyajian neraca per 31 Desember 2003.217. kecil kemungkinan untuk terjadi Pemutusan Kerja (PHK) yang akan mengakibatkan terjadinya arus keluar sumber daya. apabila terjadi pemberhentian terhadap karyawan.403. namun manajemen berkeyakinan. Perusahaan akan memiliki kewajiban yang sama berupa pembayaran uang pesangon.855. sedangkan bagian lainnya UDP yaitu HP yang belum dilimpahkan sebesar Rp21. Hutang Penyaluran.906 dikelompokan dalam akun aktiva lancar lainnya o Bank HP sebesar Rp1.475. Besar kemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya.556. Hutang Biaya dan Hutang Pihak Ketiga dikelompokan dalam satu akun. Dengan demikian estimasi kewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya undang-undang tersebut tidak tampak dalam laporan keuangan. For A Brighter Future 50 .331. 3. Bagian UDP yang dikelompokan dalam Kas dan Setara Kas yaitu Dana Manajemen sebesar Rp290. maka kedua persyaratan di atas belum terpenuhi. dan estimasi yang handal belum dapat dilakukan.30 REKLASIFIKASI AKUN Dalam rangka perbandingan antara Neraca 31 Desember 2003 dan Neraca 21 Januari 2003. Berdasarkan kondisi yang terjadi di perusahaan. yaitu akun Hutang Usaha. uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak terhadap karyawan tetap. Bank dan sebagian UDP dikelompokkan kembali dalam akun Kas & Setara Kas.

(021) 5700380.BPK-RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM BULOG Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN dan PENGENDALIAN INTERN Nomor Tanggal : 37. . (021) 5700380. 5704395 pesawat 517 Fax. 5720957. 5738727. 5738740.B /Auditama V/GA/ XII /2004 : 31 Desember 2004 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jl. Gatot Subroto No.31 Jakarta Pusat 10210 Telp.

Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut yang termasuk unsur PPN Sebesar 10 %.…………………………………. …………………………………………… 3.096.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2. Pengadaan Furniture sebesar Rp1. b. d. f.421..890.000.000.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253.. Lampiran B 1. c. II.75 juta ……. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS PENGENDALIAN INTERN ………………………………………………………………. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4..07 juta …. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi. Renovasi Gedung Bulog Lt 14.. 15 dan 16 sebesar Rp7.. ………………. Pengadaan Pallet / Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1... ………. LAMPIRAN A 1..00 dilakukan dengan cara pemilihan / penunjukan langsung ……………………………………………….. 2.. …………………………… III. a. …………………. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG UNDANGAN ……………………….80 juta ……………………….364 juta ………………… …………………………………………….. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50. ……………….DAFTAR ISI Halaman I..499. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV ii BPK RI / AUDITAMA KN V 1 3 3 3 4 4 5 6 9 12 15 . e.27 juta. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1.859.060. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3. ……………………….. IV.……………………….43 juta ….

Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1.97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan.. Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan surat SH-5 (surat hutang 5) oleh kantor pusat ……………………………. 8. ………………………. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank …………………………………………………………………. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7. 5.619. 4.Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. Pemanfaatan rumah perusahaan. 16 18 19 21 23 24 iii BPK RI / AUDITAMA KN V .158. 7. ………………… 6...55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog ……………………………………………………………….. ……………………………………….

serta laporan laba rugi. Oleh karena itu. Perusahaan Umum Bulog mematuhi. peraturan.B/Auditama V/GA/ XII /2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. tidak ada . kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. dan bantuan yang berlaku bagi Perusahaan Umum Bulog merupakan tanggung jawab manajemen. dan persyaratan bantuan. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kepatuhan terhadap hukum. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. laporan perubahan ekuitas. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. peraturan. kontrak. berkaitan dengan unsur yang kami uji. kontrak. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan telah menerbitkan laporan nomor 37. dalam semua hal yang material.A/Auditama V/GA/ XII / 2004 tanggal 31 Desember 2004. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Namun.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37.

pasal-pasal tersebut. 31 Desember 2004 2 BPK RI / AUDITAMA KN V . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. D-1416 Jakarta. peraturan. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan Perusahaan Umum Bulog terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Ak. MA Register Negara No. M i s n o t o. dalam semua hal yang material. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi dewan audit. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi. manajemen dan dewan pengawas.satu pun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa Perusahaan Umum Bulog tidak mematuhi. kontrak. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran A . Namun. Drs.

Renovasi Gedung Bulog Lt 14. Dalam tahun 2003 Perum Bulog melakukan beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan barang. B-181/III/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 kepada PT AAC yang berdasarkan Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Fee Manajemen Konstruksi tanggal 18 September 2003 dengan PT AAC disebutkan nilai kontrak sebesar Rp253. dan surat penunjukkan manajemen konstruksi No. Dari hasil survey tersebut direkomendasikan lima rekanan yang memenuhi kriteria. Harga penawaran PT GSE sebesar Rp1.1. 457/Plt. 15 dan 16 maka diperlukan juga furniture untuk mengisi lantai tersebut.431.979. Pekerjaan renovasi gedung Bulog dikelompokkan menjadi 5 paket pekerjaan.270.081.27 juta.000. B-188A/IV/04/2003 tanggal 1 April 2003 kepada PT Bimal dengan nilai kontrak sebesar Rp6.45%.845. 15 dan 16 sebesar Rp7. dilakukan dengan cara pemilihan atau penunjukan langsung. Namun Dirut menyetujui dua perusahaan yaitu PT Graha Sarana Estetika (PT GSE) dan PT Bijak Manunggal Lestari (PT Bimal) untuk mengajukan harga dan harga di negosiasi turun 40.00. Karena waktu yang mendesak maka tim pengadaan mengusulkan pengadaan dengan metode penunjukkan langsung termasuk untuk Konsultan Manajemen Konstruksi.00. Dalam rangka merubah penampilan interior maupun exterior gedung Bulog serta M/E (Mekanikal Elektrikal) Bulog menganggarkan biaya sebesar Rp10 milyar. Berikut ini beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan tersebut. Tim telah mengundang PT GSE dan PT Bimal untuk mengajukan penawaran. Oleh karena itu dilakukan pengadaan furniture untuk Lantai 14. Dari pemeriksaan atas beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan diketahui terdapat kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50.000.SESTAMA-DEKU/01/2003 tanggal 29 Januari 2003 kepada Kabulog. Setelah dilakukan negosiasi harga menjadi Rp1. tetapi yang mengajukan penawaran hanya PT GSE.000.057. Setelah memperhatikan penawaran PT BIMAL dan PT AAC serta memperhatikan hasil negosiasi selanjutnya Kabulog menerbitkan surat penunjukkan langsung perusahaan rancang bangun renovasi gedung Bulog I No.499.000. 3 BPK RI / AUDITAMA KN V .00 dan mendapat persetujuan Dirut tanggal 8 Agustus 2003. a. Terdapat beberapa kontrak pekerjaan dan pengadaan yang nilainya lebih dari Rp50 juta dilakukan dengan cara pemilihan/penunjukan langsung. Untuk pengadaan furniture Tim Renovasi telah melakukan survey ke beberapa perusahaan yang hasil surveynya telah disampaikan kepada Direktur Utama dengan surat tertanggal 28 Juli 2003. Kabulog menyatakan maximum biaya per lantai Rp1 milyar sesuai disposisi Kabulog tanggal 27 Januari 2003 . b.722. PJB-30A/09/2003 tanggal 3 September 2003.000.000. Pengadaan Furniture sebesar Rp1.499. sesuai surat Deku/Plt Sestama No. 15 dan 16.52 juta dan penunjukkan konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp253.00 dan ditambah nilai konsultan perencanaan sebesar Rp373.000.43 juta Sehubungan dengan renovasi lantai 14.00.096. Kemudian dibuatkan Perjanjian Jual beli No.

000. maka dimintakan persetujuan Kabulog agar pengadaan sarana CO2 (antara lain plastik dasar.00. Dari empat rekanan yang diundang hanya PT MCP yang menyatakan sanggup melaksanakan pekerjaan tersebut.c.000. PRIN-17/01/2003 tanggal 22 Januari 2003 tentang pembentukan panitia pengadaan sarana perawatan dengan CO2 stack. Pada tanggal 6 Januari 2003 Didiawat mengundang empat rekanan untuk menghadiri penawaran harga penyediaan plastik sheet fumigasi pada tanggal 8 Januari 2003. Pengadaan mesin penggilingan dilakukan dengan pemilihan langsung dengan jumlah peserta yang mengajukan penawaran adalah tiga perusahaan. Untuk Pengadaan alat pengering mekanis perum Bulog melakukannya dengan penunjukan langsung.00. Kemudian Ketua Panitia Pengadaan MPG membuat surat kepada Kabulog dengan No.890. 02/PP-MPG/01/2003 tanggal 9 Januari 2003 mengenai laporan klarifikasi dan negosiasi atas pembukaan Surat Penawaran Harga Penunjukkan Langsung kepada PT Kutama Makmur.364. lem plastik dan lain-lain) dilakukan dengan sistem penunjukan langsung. Tanggal 23 Januari 2003 dilakukan 4 BPK RI / AUDITAMA KN V . d. plastik sungkup. 01/PPAPN/X/2003 tanggal 16 Oktober 2003 kepada Dirut melaporkan proses pengadaan alat pengering mekanis dilakukan dengan metode penunjukkan langsung dan hal tersebut telah disetujui oleh Dirut tanggal 24 Oktober 2003. B-482/III/10/2003 tanggal 29 Oktober 2003 kepada PT Kutama Makmur dengan nilai sebesar Rp1. PKK-1B/01/2003 tanggal 17 Januari 2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4. Panitia Pengadaan dengan surat No. Dalam surat tersebut terdapat persetujuan dari Kabulog.496.29 juta dan Alat Pengering Mekanis sebesar Rp1. Dalam rangka meningkatkan operasional Perum Bulog maka dilakukan pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) dan Alat Pengering Mekanis dalam tahun 2003. Hal tersebut diikuti dengan diterbitkan Surat Perintah Kabulog No. 002/Deops/I/2003 kepada Kabulog tanggal 15 Januari 2003 antara lain menyebutkan bahwa mengingat pelaksanaan CO2 stack beras luar negeri tersebut waktunya diperkirakan akan dimulai Februari 2003 atau paling lambat Maret 2003. Kemudian ditetapkan Surat Penetapan Penyedia Jasa oleh Direktur Pengembangan & IT No.364 juta. Pengadaan Plastik Sheet CO2 Stack Untuk Gassing Senilai Rp3. Salah satu sarana pengasapan adalah plastik sheet untuk menutup beras pada saat pengasapan. Pengadaan Mesin Penggilingan Gabah (MPG) sebesar Rp4. Dalam rangka perawatan stock beras yang dimiliki Bulog maka dilakukan perawatan dengan sistem CO2 stack dengan cara pengasapan (gassing) untuk sebagian beras impor dengan tujuan agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama. Selanjutnya dibuat Perjanjian antara Bulog dengan PT Kutama Makmur Indonesia No. gas CO2. dari tiga rekanan tersebut yang hadir hanya dua rekanan dan akhirnya PT Kutama Makmur terpilih sebagai pelaksana pengadaan mesin MPG karena harganya terendah.287.890. Pada saat pembukaan penawaran. Mengingat pertemuan tersebut di atas dan hanya satu perusahaan yang menyatakan sanggup maka kemudian dibuat Nota Intern Direkrut Operasi (Deops) No.060.75 juta . Nota Intern tersebut disetujui oleh Kabulog tanggal 21 Januari 2003. Rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras berawal dari pertemuan Coffee Morning tanggal 4 September 2002 antara Direksi dan staf untuk segera mempersiapkan rencana perawatan dengan sistem CO2 bagi sebagian beras impor agar biaya perawatan lebih hemat dan daya simpan lebih lama.

Sehubungan kedatangan kapal beras eks USA PL 480 sebanyak 21.00. Untuk itu dibentuk panitia lelang pengadaan berdasarkan perintah Ka Divre Jabar No. 381/03042003 tanggal 4 Maret 2003 tentang kedatangan gula pasir untuk stok nasional sebesar 20. Kabulog dengan surat No. Dalam proses pemilihan langsung.000.undangan pengambilan dokumen pengadaan sarana perawatan CO2 Stack tahun 2003 oleh Deops kepada PT MCP.240 unit Pallet/Flonder.00 untuk kedatangan gula pasir milik PTPN XI sebanyak 40.T-997/ 05082003 tanggal 8 Mei 2003 menyebutkan kedatangan gula pasir sebanyak 50.859.859. Selanjutnya dibuat surat perjanjian No.000.000 ton pada tanggal 15 Maret 2003.00/unit.SPP. 5 BPK RI / AUDITAMA KN V . 569/03252003 kepada Divre DKI Jakarta menyetujui pengadaan pallet/flonder plastik sejumlah 4. Untuk pengadaan pallet/flonder plastik tersebut telah memperoleh ijin prinsip dari Bulog dengan surat No.000. 94/1. Berkaitan dengan penyimpanan beras digudang dan dalam usaha menanggulangi kerusakan beras dibutuhkan Pallet/flonder sebagai alas penumpukan beras. dan telex No. 01/PL/DJ/03/2003 tanggal 28 Maret 2003 mengundang PT Yanasurya Bhakti persada untuk negosiasi harga yang dilakukan tanggal 31 Maret 2003.060.00. dan disepakati harga Rp388.00 termasuk PPN sebanyak 7. Kemudian dibuatkan Surat Perjanjian Pemborongan No. Tender pengadaan tersebut ditawarkan kepada rekanan/kontraktor melalui media massa dan Lima rekanan mengajukan penawaran.951. dan PT MCP bersedia menurunkan harga menjadi Rp3.000.01/IV/2003 tanggal 28 April 2003 dengan nilai Rp2. Disamping DKI di Divre Jawa Barat juga terdapat pengadaan flonder sebanyak 7. e.000. Disamping itu dibutuhkan juga flonder senilai Rp 970. Kemudian Divre DKI Jakarta melalui No.03/06/2003 tgl 20 Juni 2003.552 juta dan Rp970 juta serta Divre Jawa Barat senilai Rp2.800. panitia melakukan penilaian hanya kepada dua rekanan yang menawarkan pekerjaan pembuatan Pallet/Flonder.03/04/2003 tanggal 1 April 2003 dengan nilai Rp 1.552. Tender gagal karena dokumen yang dimasukan oleh rekanan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan. 154/1. maka Divre DKI Jakarta memerlukan pallet/flonder plastik.80 juta .750.000 unit dengan disain yang diajukan PT Yanasurya Bhaktipersada dengan prosedur penunjukan langsung karena kebutuhan mendesak. Pengadaan Pallet/Flonder Plastik di Divre DKI Jakarta senilai Rp1.000 ton pada bulan Mei 2003.000 ton milik Bulog. Pada akhirnya pihak panitia lelang pengadaan melakukan tahap pemilihan langsung. Pengadaan pallet/flonder plastik tersebut diusulkan sama pengadaan sebelumnya.71 MT ETA Tanjung Priok tanggal 8-10 April 2003 dan Telex Bulog No.SP-01/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Setelah itu ditindak lanjuti dengan membuat perjanjian melalui kontrak perjanjian No. Oleh karena harga penawaran PT MCP lebih tinggi dari HPS maka pada tanggal 27 Januari 2003 dilakukan negosiasi harga. Pengadaan atas pallet/flonder terjadi di Divre DKI dan Divre Jabar. Akhirnya ditetapkan CV Karya Putra sebagai pemenang dengan harga terendah.240 unit. Selanjutnya dilakukan tender ulang tetapi tender ulang inipun gagal karena dari evaluasi tidak ada rekanan yang memenuhi syarat.000. B-136/I/08/2003 tanggal 11 Agustus 2003.000.

000. Untuk pekerjaan yang berskala kecil dengan nilai maksimum Rp 50. Kriteria pemilihan langsung : a. Dalam Bab I Petunjuk Umum point 7f yang berbunyi : Pemilihan langsung adalah pengadaan barang/jasa tanpa melalui pelelangan dan hanya diikuti oleh penyedia barang / jasa yang memenuhi syarat. Sesuai perjanjian kerjasama antara lain disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwa pengunduran dan / atau perpanjangan masa pelaksanaan pekerjaan atau pekerjaan tambah kurang tidak dibenarkan kecuali terjadi force majeur. 18 tahun 2000 tetntang pedoman pelaksanaan pengadaan barang / jasa di instansi pemerintah menyatakan antara lain : Penunjukan langsung dapat dilakukan : a. Untuk memenuhi salah satu sarana penunjang produksi beras dalam rangka pasca panen. Pengadaan alat/mesin timbangan otomatis tersebut dilaksanakan melalui penunjukan langsung oleh Pimpinan Proyek Pengembangan Teknologi dan Sarana Logistik Tahun anggaran 2003 kepada rekanan PT Kutama Makmur Indonesia dengan Surat Perjanjian /kontrak No.2/05/2000 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan Keppres No. Sesuai dengan surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas No. dan atau b. S-2262/D.KTR-31/PPTSLB/XI/2003 tanggal 4 -11-2003 dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) No. Penanganan darurat untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan pengadaan barang/ jasanya masih memungkinkan untuk menggunakan proses pemilihan langsung.07 juta.421. Spesifikasi teknis dan gambar tidak mengarah kepada satu merk / produk tertentu. b.00. sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.SPMK-37/PPTSLB/XI/2003 tanggal 5-11-2003 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.00 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 40 hari kalender Selain itu proses klarifikasi dan negosiasi harga oleh tim penunjukan langsung sesuai Berita Acara klarifikasi dan negosiasi harga No. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan. c. Pengadaan mesin timbangan otomatis Model LCS 50 sebanyak 42 buah senilai Rp9.421.000. e. d. menyangkut keamanan dan keselamatan Negara yang ditetapkan oleh Presiden. Untuk pekerjaan yang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang / jasa. dilakukan dengan cara membandingkan penawaran dan melakukan negosiasi. Bulog melakukan pengadaan alat/mesin timbangan otomatis kapasitas 50 Kg (Rice Balance Machine) Model LCS 50 sebanyak 42 unit untuk digunakan di gudang-gudang pengolahan gabah/beras pada Unit Pengilingan Gabah dan Beras (UPGB) diseluruh Indonesia yang menggunakan Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari APBN tahun 2003. Sesuai perjanjian apabila terjadi keterlambatan dalam jangka waktu penyelesaian akan dikenakan denda.071. dan atau c.f.BA-03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 tanggal 29-10-2003 bukan merupakan negosiasi karena harga penawaran tersebut di atas hanya dibandingkan dengan Pagu Anggaran sehingga tidak terlihat adanya nilai perubahan penawaran yang dilakukan oleh tim penunjukan langsung terhadap nilai penawaran rekanan. Pengadaan barang / jasa yang setelah dilakukan pelelangan ulang ternyata jumlah 6 BPK RI / AUDITAMA KN V . baik teknis maupun harga.000. S-42/A/2000 dan No.

Perum Bulog memilih dan menyetujui contoh-contoh furniture yang diajukan oleh PT Graha Sarana Estetika diminta untuk mengajukan penawaran harganya. b. dan 16 bahwa dari analisa jadwal kegiatan pengadaan dengan tahapan kegiatan (penyusunan konsep. preliminary desain. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di Perum Bulog tidak memberikan kesempatan adanya persaingan usaha secara terbuka. 4.499.431. 15 dan 16 Gedung Bulog I didasarkan atas adanya penawaran dan contoh-contoh furniture yang diajukan oleh rekanan Perum Bulog di mana produk yang ditawarkan merupakan barang jadi. Perum BUlog berpendapat bahwa harga negosiasi sebesar Rp 1. 2. 15. Dari beberapa contoh yang disampaikan. berdasarkan hasil negosiasi. Di samping itu. Pengadaan MPG dilakukan dengan cara Pemilihan Langsung dari MPG eks import karena harganya jauh dibawah harga produksi dalam negeri (± 59%) walaupun diterapkan preferensi harga sebesar 15% sebagaimana ketentuan pasal 22 ayat 2 Keppres No. Berkaitan dengan permasalahan di atas Direksi Perum Bulog menanggapi sebagai berikut : 1. Panitia mengundang sebanyak-banyaknya calon peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 3 (tiga) calon penyedia barang / jasa untuk mengajukan penawaran berdasarkan dokumen pengadaan yang diberikan kepada calon peserta pemilihan langsung. Sehingga sasaran untuk menghindari ekonomi biaya tinggi pada Pilot Project RMU dapat dicapai. Dilihat dari standar kualitas dan nilai artistiknya. Pengadaan APM dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada PT Kutama Makmur dengan pertimbangan sebagai berikut : 7 BPK RI / AUDITAMA KN V .5 % per tahun. Dalam hal pemilihan langsung dilakukan akibat terjadinya lelang ulang gagal. Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak mengikuti ketentuan Keppres No. Proses pengadaan furniture lantai 14. 18 tahun 2000. Untuk renovasi lantai 14. 18 tahun 2000. Dalam Bab II yaitu prosedur pengadaan barang jasa pemborongan dan jasa lainnya bagian B prosedur pemilihan langsung.000. penunjukan langsung dan swakelola ayat 1 prosedur pemilihan langsung butir b pelaksanaan angka 1 dan 2 menyatakan bahwa : a. maka Kabulog memutuskan pekerjaan renovasi lantai 14. pemilihan langsung dapat diikuti oleh 2 (dua) peserta pemilihan langsung yang memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran ulang berdasarkan dokumen lelang yang telah disesuaikan untuk pemilihan langsung. 15 dan 16 dilakukan dengan cara Penunjukan Langsung Pekerjaan Jasa Rancang Bangun (turnkey) kepada PT BIMAL dan Konsultan Manajemen Konstruksi kepada PT Alpindo Arga Cipta. detail desain dan pelelangan) yang berurutan.penyedia barang / jasa yang lulus prakualifikasi atau yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta. disimpulkan bahwa kegiatan fisik pekerjaan renovasi diperkirakan baru dapat dimulai pada bulan September 2003 sedangkan kebutuhan akan ruang Direksi dan Dewan Pengawas sudah mendesak.00 masih berada dalam batas-batas kewajaran. pembayaran pengadaan MPG ke PT Kutama Makmur dapat diangsur selama 24 bulan dengan bunga 6. 3.

6. Mengingat jadwal waktu yang tersedia untuk melaksanakan pengadaan 42 unit timbangan dari batas TA 2003 yang dapat mengakibatkan “hangusnya” anggaran.C. ternyata lebih menguntungkan dibanding penunjukan langsung. Namun demikian pihak Divre Jawa Barat menjelaskan bahwa proses pengadaan barang / jasa telah dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan dalam Keppres 18 tahun 2000 antara lain pasal 12 ayat (2).Cii. Dengan melaksanakan pemilihan terhadap 2 (dua) rekanan setelah 2 (dua) kali gagal tender.00.000. 7.I.00 disepakati dinegosiasi menjadi Rp9.421. Keadaan tertentu yakni pelaksanaan pekerjaan tidak dapat ditunda. PT Kutama Makmur adalah Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) Alat Pengering Mekanis “Kaneko” Cina. maka sesuai dengan ketentuan Keppres 18 tahun 2000.4a (1) dan b (2) yang berbunyi : 1. Plastik sheet CO2 stack adalah barang spesifik karena tidak tersedia di pasaran umum dan hanya Bulog yang menggunakan teknologi CO2 stack untuk beras serta syarat teknis sudah memenuhi persyaratan sesuai hasil Litbang Bulog. c.071. Dengan demikian menurut hemat kami.000. bahkan beras hasil gilingannya melebihi persyaratan minimum Bulog. Atas permasalahan flonder di atas Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan sampai laporan ini dibuat. karena telah terjadi persaingan harga sehingga harga flonder per unit cukup wajar dan lebih rendah dari owner estimate (OE) yang ditetapkan. Klarifikasi dan negosiasi telah dilakukan oleh panitia penunjukan langsung sesuai dengan Berita Acara No.000. Namun demikian untuk masa yang akan datang apabila terjadi lagi kegagalan tender 2 (dua) kali. maka proses pemilihan langsung akan dilakukan sesuai saran BPK. 8 BPK RI / AUDITAMA KN V . Minimnya hasil negosiasi ini karena pengajuan anggaran ke Dep Keu RI telah direncanakan seakurat mungkin untuk meminimalisir Sisa Anggaran Proyek (SIAP) sehingga siapapun yang mengajukan penawaran.a.2.251. Pengadaan plastic sheet CO2 stack dilakukan melalui penunjukan langsung dengan pertimbangan waktu sangat singkat / mendesak dan telah disetujui Kabulog.421. atau harus dilakukan segera. Agar terjadi kesinambungan teknologi antara MPG dan APM yang diadakan oleh PT Kutama Makmur. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog melakukan proses tender untuk kontrak pekerjaan dan pengadaan barang di atas Rp50. BA03/ABT-TIMB/PPTSLB/10/2003 dengan hasil : Harga penawaran sebesar Rp9. 1. b. metode pengadaan pengadaan 42 unit timbangan dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada Agen TUnggal Pemegang Merk (ATPM) yang jadwal waktunya lebih singkat. APM Kaneko telah diuji oleh Puslitbang Bulog dengan hasil memenuhi persyaratan.1. 5. nilainya tidak akan jauh dari pagu anggaran. Pengadaan barang khusus. Harganya lebih murah dibanding produk dalam negeri. d. Dasar penunjukan langsung adalah Keppres No. prosedur penunjukan langsung sudah sesuai Keppres 18/ tahun 2000 serta kewajaran harga dan syarat teknis telah terpenuhi karena harga sudah memperhatikan harga pengadaan sarana CO2 stack tahun 1996 yang merupakan tahun terakhir perawatan beras dilakukan dengan CO2 stack dan inflasi dalam kurun waktu 6 tahun. barang spesifik. Disamping itu hasil pelaksanaan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan pekerjaan dilaksanakan selesai tepat pada waktunya.000 sesuai peraturan yang ada. 18 tahun 2000 lampiran I Bab I.

Manajemen Perusahaan Umum Bulog bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern.B/Auditama V/GA/XII/ 2004 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca Perusahaan Umum Bulog tanggal 31 Desember 2003. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 37. dan telah menerbitkan laporan nomor 37. serta laporan laba rugi. laporan perubahan ekuitas. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan Perusahaan Umum Bulog untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut.A/Auditama V/GA/ XII/ 2004 tanggal 31 Desember 2004. dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. 9 BPK RI / AUDITAMA KN V .

Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Operasi • Administrasi • Keuangan Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. bukan keyakinan absolut. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan 10 BPK RI / AUDITAMA KN V . kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. serta kami menentukan risiko pengendalian. Begitu juga.diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. Untuk tujuan laporan ini. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang.

Drs. kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B. MA Register Negara No. M i s n o t o. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. 31 Desember 2004 11 BPK RI / AUDITAMA KN V . D-1416 Jakarta. Ak. Namun.

810. diketahui piutang Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 adalah sebagai berikut : Divre Piutang Raskin/PKPS BBM Divre Jateng 5.00 182.00 761.219.301. Jabar dan Sulsel.840.000.00 78.5 bulan 2.500.294.00 761.540.000.000.00 1 bulan 1 s.00 199.00 78.950.040.075.300.00 1 s. Perum Bulog ditugaskan menyalurkan beras untuk keluarga miskin yang rawan pangan dengan tujuan untuk mengatasi persoalan gizi.00 31 Desember 2003 Jumlah penyetoran tahun 2004 Jangka waktu Sisa yang belum penyetoran disetor per 30 Agustus 2004 79.765.840.665.00 10.00 2 s.00 355.00 199.810.007.950.811.286.855.00 202.700.500.000.820.540.200.706.d 2 bulan 133.851.765.674.000.863.057.00 805.00 16. Penyetoran sebagian hasil penjualan (HP) beras Operasi Pasar Khusus Beras Keluarga Miskin (OPK Raskin) dan Operasi Pasar Khusus Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (OPK PKPS BBM) oleh Divre kepada Kantor Pusat mengalami kelambatan dan belum dilakukan rekonsiliasi.000.00 103.00 6.793.800.007.00 793.000.500. 1) Divisi Regional Jawa Tengah Jumlah piutang Per Sub Divre Raskin Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah PKPS BBM Sub Divre Semarang (Wil I) Sub Divre Pati (Wil II) Sub Divre Surakarta (Wil III) Sub Divre Banyumas (Wil IV) Sub Divre Kedu (Wil V) Sub Divre Pekalongan (Wil VI) Jumlah 19.d 8 bulan 1 s.d 1.000.810.040.080.067.00 347.000.00 Divre Sumut 4.800.000.00 6.040.003.00 29.00 1 s.264.00 355.00 11.154.00 4.00 19.00 Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pertanggungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) dari Satgas Raskin dan PKPS BBM pada bulan Desember 2003 diketahui adanya kelambatan penyetoran. Berdasarkan Laporan Keuangan Perum Bulog Tahun 2003 pada Divre Jateng.000. Dalam rangka mengemban tugas pemerintah.769.000.000. diketahui adanya kelambatan penyetoran HP.581.000.000.214.855.00 10.000.075.00 Divre Jabar 12.000.620. Perum Bulog mengakui piutang pada saat diterbitkan Delivery Order (DO).040.1.040.000. Sumut.000.331.540.811.00 202.820.00 247.d 24 bulan 12 BPK RI / AUDITAMA KN V .070.464.00 2.839. berupa Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM).d 2 bulan 1 s.000. Berikut ini data kelambatan penyetoran dibeberapa divre yang diperiksa.521.500.d 2 bulan 1 s.00 Divre Sulsel 6.d 2 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 16.00 12. Dalam penyaluran beras Raskin/PKPS-BBM.757.00 4.525. Berdasarkan pemeriksaan laporan rekapitulasi pertangungjawaban keuangan Hasil Penjualan (HP) Raskin dan PKPS BBM per 31 Desember 2003 pada beberapa Divre.525.00 330.

980.450.d 5 bulan 1 s.695.000.000.d 7 bulan 1 s.500.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.090.00 501.00 36.000.080.00 704.d 2 bulan 1 s.839.d 2 bulan 1 s.000.000.000.00 189.000.000.Sidempuan/Wil IV Jumlah 257.00 704.548.00 1.d 9 bulan 62.000.000.00 842.00 1.300.00 12.253.000.510.d 9 bulan 1 s.127.00 3.484.301.000.446.d 7 bulan 167.950.00 80.Sidempuan/Wil IV Jumlah PKPS BBM Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.721.000.697.000.000.d 9 bulan 1 s.00 6.000.00 tahun 2004 211.471.000.00 2.00 3.500.00 733.d 10 bulan 1 s.00 552.451.894.593.320.d 4 bulan 1.595.600.550.264.00 1 s.783.00 tahun 2004 penyetoran disetor per 31 Oktober 2004 3) Divisi Regional Jawa Barat Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Banten /Wil I Sub Divre Cianjur /Wil II Sub Divre Cirebon /Wil III Sub Divre Indramayu /Wil IV Sub Divre Krawang /Wil V Sub Divre Subang /Wil VI Sub Divre Ciamis /Wil VII Sub Divre Bandung /Wil VIII Jumlah 417.00 2 s.00 842.d 8 bulan 1 s.00 2.d 6 bulan 3 s.000.2) Divisi Regional Sumatra Utara Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu Sisa yang belum 31 Desember 2003 Raskin Sub Divre Medan /Wil I Sub Divre P.310.954.780.000.00 109.000.780.00 1.000.000.00 13 BPK RI / AUDITAMA KN V .303.d 10 bulan 221.105.00 penyetoran 1 s.139.000.133.000.00 tahun 2004 penyetoran 1 s.00 3.848.00 39.790.000.500.000.Siantar/Wil II Sub Divre Kisaran/Wil III Sub Divre P.620.d 5 bulan 2 s.000.000.950.00 276.548.790.000.712.521.00 733.000.529.125.404.041.508.00 2.000.785.d 8 bulan 1 s.00 Sisa yang belum disetor per 30 September 2004 4) Divisi Regional Selawesi Selatan Sub Divre Jumlah piutang Per Jumlah penyetoran Jangka waktu 31 Desember 2003 Sub Divre Polmas / Wil I Sub Divre Pare-Pare / Wil II Sub Divre Sidrap / Wil III Sub Divre Wajo / Wil IV Sub Divre Bulukumba / Wil V Sub Divre Palopo / Wil VI Sub Divre Makassar /Wil VII Jumlah 211.00 2.320.d 3 bulan 1 s.600.848.619.00 4 s.d 4 bulan 2 s.000.00 3.510.978.00 1.593.682.00 257.133.00 1.00 11.950.d 2 bulan Sisa yang belum disetor per 30 Oktober 2004 - 1.037.00 95.00 14.000.00 1.712.640.000.378.139.00 4.d 9 bulan 1 s.000.00 17.445.000.d 8 bulan 1 s.264.00 999.668.00 1 s.000.00 257.00 22.197.040.000.523.000.166.00 109.166.000.748.d 6 bulan 3.00 552.620.000.000.00 68.d 2 bulan 1 s.000.00 1.000.000.080.508.00 2.080.015.785.500.000.00 407.980.563.770.00 6.00 484.370.299.851.500.136.

Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa.per kg dari penerima manfaat kepada pelaksana Distribusi dan dari pelaksana distribusi kepada Satgas Raskin harus tunai. b. pada setiap bulannya Kadolog/Kasubdolog/Kakanlog dan pihak bank setempat melakukan rekonsiliasi atas penyetoran uang HP Raskin/PKPS-BBM tersebut dengan membuat rekonsiliasi bank. Kanlog. d. memang benar masih banyaknya piutang raskin yang lambat dan macet penyetorannya hal tersebut disebabkan : a. Hal tersebut disebabkan pengendalian Tim Raskin/PKPS-BBM Perum Bulog terhadap pelaksanaan setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik dan aparat Pemda masi kurang optimal.B-505/II/07/2002 tanggal 9 Juli 2002 dan Berita kawat No..Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Program Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan Tahun 2003. Berpotensi terjadinya penyalahgunaan dana yang belum disetor oleh oknum petugas. antara lain menyatakan : a. Untuk piutang macet pada Sub Divre Pekalongan karena petugas Satgas Raskin yang bertugas di Kab. Apabila ada penerima manfaat tidak mampu untuk membayar tunai. Berdasarkan bukti transfer dan daftar perincian mutasi harian. Pembayaran harga beras Raskin dan PKPS-BBM bidang pangan Rp 1.Bulog No.00 WIB dan setoran yang diterima diatas jam 14.Pekalongan saat itu kurang kontrol terhadap setoran keuangan HPB Raskin yang dilakukan oleh Satgas Non Organik.00 WIB ditransfer keesokan harinya. a. Perum Bulog tidak dapat segera memanfaatkan uang HP dan perusahaan menanggung beban bunga kredit komersil. b. b. d. maka prinsip pembayaran tunai dapat dikecualikan dengan syarat Kades/Lurah/Camat/Bupati/Walikota membuat jaminan tertulis sesuai format MJ dan pelunasannya harus sudah selesai pada bulan bersangkutan. 14 BPK RI / AUDITAMA KN V . Titik distribusi terletak di daerah yang sangat jauh dari bank penyetoran HPB. Divre (Dolog) Operasional ditransfer ke rekening Bulog untuk setoran yang diterima sampai jam 14. Berdasarkan Surat Edaran Ka. Proses rekonsiliasi yang belum berjalan dengan baik antara catatan Satgas Raskin dengan catatan Keuangan dan Akuntansi di Kantor Subdivre. Terbatasnya petugas pengumpul HPB di lingkungan Pemda maupun Sub-sub Divre dibanding luasnya sasaran wilayah penyaluran Raskin. Transfer tersebut pada tanggal yang sama telah diterima di rekening Bulog untuk bank yang telah On Line System dan untuk yang Off Line System diterima di rekening Bulog selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal transfer. Uang hasil penjualan harus disetor ke rekening hasil penjualan (rekening Bulog) selambat-lambatnya 1X 24 jam dari tanggal diterimanya uang hasil penjualan per titik distribusi oleh pelaksana distribusi.000. c. c.1370/07092002 tanggal 7 September 2002 diantaranya menyatakan setiap hari dana hasil penjualan yang ada di rekening Sub Dolog (Sub Divre). Hal tersebut mengakibatkan.

Terdapat Pembayaran Biaya Angkut Beras Raskin dan PKPS BBM untuk pengusaha angkutan Non PKP di Divre Sumut Termasuk unsur PPN Sebesar 10 %.444.T.473.e.00 Nilai PPN yang termasuk dibayarkan kepada pengusaha Non PKP 6=4-5 7.00 15.096.354.T206/02052003 dan Teleks Kadivre No.463.00.46 15 BPK RI / AUDITAMA KN V .00 39.82 213.181.595.36 3. Berdasarkan Teleks Bulog No.404.466. Atas potongan tersebut Sub Divre akan menyetor ke Kas Negara dan bukti Surat Setoran Pajak (SSP) akan diserahkan pada perusahaan angkutan tersebut.135.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 maka dalam Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN. Dalam pelaksanaan operasional Beras Keluarga Miskin (Raskin) dan Pogram Kompensasi Pengganti Subsidi (PKPS) Bahan Bakar Minyak (BBM) diperlukan armada pengangkutan untuk mendistribusikan beras ke titik-titik distribusi.690. f.040. Berikut perhitungan biaya angkut pada tiga kantor Sub Divre di wilayah Divre Sumatra Utara : Nama Sub Divre Biaya Angkutan (Inclusive PPN) 1 Pematang Siantar Kisaran Padang Sidempuan Jumlah 2 478.963. Penyaluran dan penerimaan setoran uang hasil penjualan melalui perjenjang yang panjang yaitu dimulai dari aparat tingkat RT/RW dan Desa. BPK-RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog lebih mengoptimalkan penyetoran HP penjualan Beras Raskin / PKPS BBM serta mengambil tindakan tegas atas keterlambatan yang terjadi.00 Biaya angkutan yg seharusnya diserahkan ke pemilik angkutan 3=100/110 x 2 434.436. Sub Divre membayar biaya angkut sebesar plafon BOP Raskin dan PKPS BBM yang didalam plafon tersebut termasuk unsur PPN sesuai telek Bulog tersebut di atas.18 2.550.64 553.489.954.268.275.730. Untuk perusahaan angkutan yang PKP maka Sub Divre akan membayarkan biaya angkut sebesar tarif angkut setelah memotong PPN 10%.204.64 312. Perlu di informasikan bahwa sebagian besar kasus keterlambatan penyetoran HP penjualan Beras Raskin/PKPS-BBM disebabkan uang digunakan/dipinjam oleh Oknum Aparat Desa/Pemda untuk keperluan pribadi dan hal tersebut telah diakui oleh aparat di Tingkat Kabupaten.295.00 3.T.060.846.365.191.623. sampai aparat Pemda Tingkat II. biaya angkutan tersebut termasuk salah satu biaya distribusi Raskin.595. Kisaran dan Padang Sidempuan.026.291.731.780.104.00 2.295.135.00 0 51. Lambatnya transfer yang dilakukan BRI Unit/Cabang yaitu bila Satgas memantau perjalanan HPB dari BRI Unit yang masih melaksanakan transfer secara manual ke BRI Cabang.36 55.18 4=2-3 43. Ketika menggunakan jasa angkutan dari perusahaan angkutan non PKP.668.100.2148/10152002 dan No. sesuai laporan pertanggungjawaban realisasi Biaya Operasional (BOP) Raskin dan PKPS BBM (Laporan ML-3 ) jumlah biaya angkutan adalah sebesar Rp3.82 PPN 10% PPN yang dipotong oleh Sub Divre (PKP) 5 36.444. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Sub Divre Pematang Siantar. Jumlah biaya distribusi tergantung dari jumlah kuantum beras yang akan didistribusikan dan tarif angkut yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah.436.922.463. 2.82 213.636. biasanya H+5 atau bahkan lebih.64 260.335.124.00 608.349.

BPK RI menyarankan agar Perum Bulog dalam membayarkan biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP dengan besaran yang tidak termasuk unsur PPN dalam tarif yang ditetapkan.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 menyatakan bahwa Tarif BOP Raskin dan PKPS BBM sudah termasuk PPh dan PPN. Hal tersebut mengakibatkan terdapat pembayaran biaya angkutan sebesar Rp260. 16 BPK RI / AUDITAMA KN V .000. Angkutan perorangan tersebut pada umumnya dilakukan untuk angkutan daerah yang sulit dijangkau dan medannya cukup sulit sehingga tarif angkutannya berbeda/lebih tinggi.Dari data di atas diketahui bahwa terdapat pembayaran biaya angkut kepada pengusaha angkutan non PKP termasuk PPN sebesar Rp260. 3. angkutan raskin di Divre Sumut yang menggunakan jasa angkutan perorangan tidak dilakukan pemotongan PPN karena non PKP.764.227/02262003 tanggal 27 Pebruari 2003 yang menyatakan bahwa BOP Raskin dan PKPS BBM tahun 2003 sudah termasuk PPN 10%.PKK156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002. Dari hasil pemeriksaan atas pengelolaan Hotel Bandara Surabaya dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : • Selama tahun 2003 PT JSJ baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp168.00.000.46 kepada pengusaha angkutan Non PKP yang dapat dihindari.T. • PT JSJ mengajukan kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan terlebih dahulu oleh PT JSJ dengan usulan perhitungan sebesar Rp836.000. nilai jasa angkutan ditetapkan maksimal sebesar plafon yang tersedia yaitu plafon termasuk alokasi PPN.T. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. Pelaksanaan kerjasama pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dilanjutkan oleh CV Prima Athera Utama tidak sesuai perjanjian.00.00.300.2148/10152002 dan No. Dengan kondisi tersebut.T.46.206/02052003 dan Teleks Kadivre No.206/02052003 dan Teleks Kadivre No. Untuk mengelolanya dilakukan kerjasama dengan PT Jalasutra Sarana Jaya (PT JSJ) yang dituangkan dengan perjanjian No. Hal tersebut terjadi karena Sub Divre tidak sepenuhnya melaksanakan Teleks Bulog No. Dalam laporan keuangan 31 Desember 2003 Perum Bulog mempunyai hotel dengan nilai pembelian sebesar Rp3. Berdasarkan Teleks Bulog No.623. Perbaikan tersebut merupakan perbaikanperbaikan di luar kamar yang dilakukan oleh PT JSJ terlebih dahulu dan kemudian minta persetujuan Perum Bulog untuk dikompensasi dengan kewajiban PT JSJ.T.104.000.500.104.T.2148/10152002 dan No. T.623.

255.00 dari yang seharusnya Rp420. Prima Athera Utama baru menyetorkan pembagian hasil sebesar Rp12. Pengelola yang baru masih mempunyai hubungan keluarga dengan pengelola yang lama.Berdasarkan hasil evaluasi Divisi Jasa diketahui bahwa PT JSJ tidak menunjukkan hasil kinerja pengelolaan hotel yang baik.405. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa: • CV. • CV PAU meminta kompensasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembelian barang yang bersifat investasi yang dilakukan oleh CV. Prima Athera Utama dengan usulan perhitungan sebesar Rp420.363.95/DIR/2/2004 tanggal 21 Pebruari 2004. Sejak tanggal 31 Maret 2004 pengelola hotel Bandara Surabaya beralih kepada CV Prima Athera Utama.000.000.00.00 maka pihak pengelola tetap membayar sebesar Rp53.00 dan ditambah biaya balik nama listrik sebesar Rp19. Pasal 5 ayat 2 disebutkan bahwa apabila Pihak Kedua tidak dapat memenuhi kewajibankewajibannya dalam hal pembagian keuntungan yang menjadi hak Pihak Kesatu selama 2 triwulan maka Pihak Kesatu dapat memutuskan perjanjian ini secara sepihak dan tertulis kepada Pihak Kedua. Berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan PT Jalasutra Sarana Jaya yang dituangkan dengan perjanjian No. sehingga sisa kewajiban CV PAU dan tanggungan hutang PT JSJ kepada Perum Bulog per 31 Oktober 2004 dengan kewajiban seluruhnya menjadi sebesar Rp260.705. • Belum melunasi kewajiban PT JSJ yang diambil alih sebesar Rp 113.00 17 BPK RI / AUDITAMA KN V .000.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 butir 1.405.000.000.000.300.PKK-156/07/2002 tanggal 29 Juli 2002 disebutkan : Pada pasal 3 tentang hak dan kewajiban : Ayat 1 huruf g dimana disebutkan bahwa Pihak Kesatu (Perum Bulog) berhak menerima 10% setiap bulannya dari penerimaan kotor pengelolaan hotel dan apabila 10% nilainya kurang dari Rp53.PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004.383. Sebelum dilakukan pembatalan perjanjian dengan PT JSJ dilakukan perhitungan hak dan kewajiban antara kedua belah pihak yang tertuang dalam Berita Acara Perhitungan Kompensasi Hak dan Kewajiban Hotel Bandara Surabaya dengan Perum Bulog tanggal 12 Maret 2004. Sedangkan berdasarkan perjanjian pengelolaan Hotel Bandara Surabaya antara Perum Bulog dengan CV.00.283.000.972. Prima Athera Utama yang dituangkan dengan perjanjian No. Oleh karena itu PT JSJ mengundurkan diri sebagai pengelola hotel Bandara Surabaya dengan surat No.00.00.00 belum termasuk pajak-pajak.1 dimana disebutkan bahwa Pihak Pertama (Perum Bulog) berhak menerima hasil pengelolaan hotel setiap bulannya sebesar Rp60.429.000. • Sampai dengan bulan Nopember 2004 CV. Sisa kewajiban ini akan menjadi tanggungjawab pengelola yang baru yaitu CV Prima Athera Utama. sesuai dengan perjanjian No.000. Prima Athera Utama tidak menyerahkan bank garansi. Sampai akhir pemeriksaan uang tersebut belum pernah diterima oleh Perum Bulog. Dalam pasal 4 tentang jaminan ayat 1 disebutkan bahwa Pihak Kedua harus menyerahkan jaminan berupa Bank Garansi kepada Pihak Kesatu sebesar Rp120.000.000. Sisa kewajiban PT JSJ sebesar Rp93.00.00.000.

Hal ini mengakibatkan : a.61.821.00 dengan rincian kewajiban bulanan. proses tindaklanjut atas temuan BPK terhadap kelemahan.363. Dengan tidak adanya Bank Garansi maka Perum Bulog tidak mendapat penggantian atas kerugian akibat wanprestasi pengelola Hotel Bandara Surabaya tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat selisih antara catatan 18 BPK RI / AUDITAMA KN V .kelemahan pengelolaan Hotel Bandara Surabaya akan dilaksanakan oleh Perum Bulog melalui tahapan sebagai berikut : a. Pasal 6 tentang sanksi-sanksi antara lain menyebutkan bahwa : Ayat 2 disebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak menyerahkan Bank Garansi maka Pihak Pertama berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak.363. Ayat 5 disebutkan bahwa dalam hal terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak maka Pihak Pertama secara sepihak berhak mencairkan Bank Garansi. PT Jalasutra Sarana Jaya dan CV Prima Athera Utama masih mempunyai hutang kepada Perum Bulog sebesar Rp260. Membuat surat kepada pihak pengelola (CV Prima Athera Utama) pada tanggal 24 Desember 2004 yang isinya menyampaikan besarnya nilai kewajiban yang harus diselesaikan sesuai temuan BPK yaitu Rp260.000. Hal ini terjadi karena Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi yang terdapat dalam klausul perjanjian kerjasama operasi.000. beban bea balik listrik dari nama Subdolog Surabaya Utara ke Hotel Bandara Surabaya dan kewajiban menyerahkan Bank Garansi sebesar Rp120.dilengkapi surat kuasa pencairan yang mempunyai masa berlaku sampai dengan tanggal 31 Juli 2005. Atas masalah tersebut Direksi Perum Bulog memberi tanggapan bahwa. dan pelanggaran atas perjanjian segera diambil tindakan. c. membuat addendum pejanjian kerjasama pengelolan Hotel Bandara Surabaya dengan mencantumkan salah satu klausul kompensasi dalam rangka perbaikan atas fisik bangunan dengan kewajiban pihak pengelola kepada Perum Bulog (pasal 3 perjanjian PKK-77/03/2004 tanggal 31 Maret 2004) Khusus dalam menentukan batas waktu dan sanksi yang akan diberikan kepada pengelola Hotel Bandara Surabaya. Perum Bulog belum menerima haknya dari hasil pengelolaan hotel dimana sebagian dari penerimaan tersebut telah dikompensasikan terhadap perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan baik oleh pihak PT Jalasutra Sarana Jaya maupun oleh CV Prima Athera Utama.225. Bagian Akuntansi Divre Jakarta Raya tidak melakukan Rekonsiliasi Bank Divre Jakarta Raya telah menempatkan dana pada bank Bukopin per 31 Desember 2003 sebesar Rp7. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog melaksanakan kerjasama sesuai dengan perjanjian yang disepakati.085. Selama tahun 2003 Divre Jakarta Raya tidak pernah melakukan rekonsiliasi bank terhadap rekening koran yang diterima setiap bulannya dengan catatan akuntansi.00.405.405.00 b. b. Perum Bulog perlu untuk mempersiapkan calon pengganti yang sanggup/bersedia melanjutkan pengelolaan dengan kondisi yang ada seperti sekarang ini. 4.

perusahaan dengan bank sebesar Rp200. Atas selisih tersebut sudah dilakukan koreksi dalam laporan keuangan tahun 2003. Atas permasalahan ini sampai akhir pemeriksaan Direksi Perum Bulog belum memberikan tanggapan.510. 5. Rumah di Sunter Podomoro sejumah 52 rumah c.613. Dari analisa lebih lanjut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut. Hal tersebut di atas mengakibatkan saldo bank pada catatan perusahaan tidak selalu sama dengan saldo menurut catatan Bank. BPTP Tambun sejumlah 23 rumah g. Pemanfaatan rumah perusahaan. Rumah di Pos Pengumben sejumlah 143 rumah b. d. Mess sejumlah 2 rumah h.15 catatan menurut perusahaan sebesar Rp94.792. b. Pesanggrahan sejumlah 10 rumah. mess dan pesanggrahan Perum Bulog belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Perum Bulog memiliki sejumlah rumah perusahaan.85 sedangkan menurut bank sebesar Rp295.998. Rumah di Madrasah Cipete sejumlah 8 rumah e. Dari sejumlah 245 rumah diatas telah dilakukan cek fisik di Pos Pengumben dan BPTP Tambun dan diperoleh data sebagai berikut : a. Namun demikian pihak Divisi Regional DKI menjelaskan bahwa sesuai anjuran BPK terhadap Rekonsiliasi Bank. 19 BPK RI / AUDITAMA KN V . Hal tersebut terjadi karena Divre Jakarta Raya tidak melakukan rekonsiliasi catatan perusahaan dengan rekening Koran bank secara rutin. Rumah dinas yang masih ditempati karyawan yang sudah pensiun bahkan beberapa diantaranya bermasalah dan telah sampai ke pengadilan sebanyak 24 rumah. rekonsiliasi akan dilaksanakan lebih intensif lagi per tiga bulanan.374. BPK RI menyarankan agar dibuat rekonsiliasi bank secara periodik. Rumah dinas yang berubah bentuk menjadi tempat usaha dan disewakan kepada pihak ketiga oleh kopel Perum Bulog sampai dengan akhir pemeriksaan belum diketahui serah terima dan perjanjian sewa atau bagi hasil pendapatan atas sewanya. Seharusnya saldo bank menurut catatan perusahaan sama dengan saldo bank menurut menurut bank. mess dan pesanggrahan yang diperuntukkan untuk karyawan Perum Bulog sejumlah 245 rumah dengan rincian adalah sebagai berikut : a. Pejabat Perum Bulog yang dimutasikan ke Divre akan tetapi masih menempati rumah dinas sebanyak 17 rumah.47. Rumah dinas yang kosong dan tidak dimanfaatkan sejumlah 12 rumah.718. Rumah di Rawa Domba sejumlah 5 rumah d. c. Kampung Kandang Cilandak sejumlah 2 rumah f.

000. Dalam hal penghunian berakhir rumah dinas jabatan dan rumah dinas pegawai harus diserahkan kepada dinas dalam keadaan baik selambat-lambatnya dalam tempo 90 (sembilan puluh) hari kerja berturut-turut terhitung tanggal Surat Keputusan Peralihan Jabatan. Perum Bulog selama 2003 tidak melakukan penghematan atas pemanfaatan 12 rumah perusahaan yang dibiarkan kosong sehingga Perum Bulog harus mengeluarkan biaya untuk tunjangan sewa rumah atas 12 karyawan yang seharusnya menempati rumah tersebut minimal senilai Rp 3. Tetapi bagi penghuni baru sudah diterapkan perjanjian penempatan rumah peusahaan sesuai dengan ketentuan dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan lebih tegas. dinas akan memberikan surat teguran. mess dan pesanggrahan Perum Bulog Direksi Perum Bulog Pasal 8 ayat 1 mengenai berakhirnya penghunian rumah dinas jabatan berakhir apabila. Penghunian rumah dinas pegawai berakhir apabila. Hal ini mengakibatkan Perum Bulog menanggung kerugian atas pembayaran tunjangan perumahan minimal sebesar Rp19. Untuk 24 rumah yang masih ditempati oleh karyawan yang sudah pensiun Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp15.000. Oleh karena itu dinas akan memberikan teguran-teguran keras dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Sedangkan untuk 17 rumah yang masih ditempati karyawan yang sudah dimutasi ke Divre akan tetapi masih menempati rumah perusahaan Perum Bulog dirugikan minimal senilai Rp510. 1.3 Status rumah telah berubah berdasarkan Surat Keputusan Ka Bulog 1. Hal ini disebabkan Perum Bulog tidak tegas dalam menerapkan sanksi-sanksi sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang Rumah Perusahaan.00(Rp 25. Kalau melebihi batas waktu di atas.00 (Rp25.1 Pejabat tidak lagi menduduki suatu jabatan 1. Bagi karyawan yang masih menempati rumah meskipun yang bersangkutan sudah dimutasi ke Divre.835.600. 1.2 Pejabat dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1. Berdasarkan Keputusan Direksi Perum Bulog Nomor Kep142/KA/09/1999 tentang rumah perusahaan. d. 20 BPK RI / AUDITAMA KN V .1 Pegawai telah memperoleh rumah dinas jabatan Badan Urusan Logistik 1.00. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : a. c.000 x 12 bln x 17 rumah). Peralihan Tempat atau berakhirnya masa bakti diterima dan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima rumah termasuk inventaris rumah yang ada pada rumah dinas.00.725. Dengan demikian total kerugian yang ditanggung oleh Perum Bulog sebesar Rp19. b.000.a.00.000.835. berdasarkan kebijakan Perum Bulog kepada pejabat dimaksud diberikan tenggang waktu 90 hari TMT SK Mutasi. tetapi tidak efektif. Mess dan Pesanggrahan. Rumah yang kosong saat ini tidak ditempati oleh yang berhak.2 Pegawai dimutasikan/dialihtugaskan ke daerah lain 1. Ayat 3.3 Telah berakhir masa bakti/ pensiun Ayat 2. b.4 Telah berakhir masa bakti/ pensiun.000.000 x 12 bln x 12 rumah ). karena yang bersangkutan memilih menempati rumah sendiri dan kepada pejabat dimaksud tidak diberikan uang tunjangan sewa rumah.

000 21 BPK RI / AUDITAMA KN V . sebelumnya adalah lahan kosong bekas kebakaran pada peristiwa Mei 1998. BPK RI menyarankan agar Perum Bulog segera menertibkan penggunaan rumah perusahaan.337.600 519.629 19.000 58. Pertanggungjawaban uang muka sebesar Rp7.050.000 179.337.355. Akibat belum adanya putusan pengadilan maka yang bersangkutan tidak mau menyerahkan rumah.158. Dari hasil pemeriksaan atas catatan akuntansi. Berdasarkan laporan keuangan Kantor Pusat Perum Bulog per 31 Desember 2003.473. perincian uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sampai dengan 31 Desember 2003 untuk Kantor Pusat adalah sebagai berikut : UANG MUKA UM pusdiklat UM roagri UM rogasar UM rolur ras UM roran UM robea UM ditak UM sekretariat UM ropeg UM ditkum 2002 143.456.500 1.750.046. Tempat usaha Bakmi Japos.375.850.919. oleh Kopel diminta untuk dimanfaatkan dan dinas menyetujuinya. kemudian dibangun dan dipergunakan tempat usaha sampai sekarang dan akan dibuatkan perjanjian antara Perum Bulog dengan Kopel untuk menentukan batasan penggunaan fasilitas tersebut terhadap Kopel (BOT).629 11.c.850 715. Dari angka tersebut setelah ditelusuri lebih lanjut diketahui masih terdapat uang muka yang belum dipertanggungjawabkan diatas tiga puluh hari kalender sebesar Rp7. sampai saat ini masih belum ada putusan pengadilan dan masalah ini sekarang masih ditangani oleh Divisi Hukum. 6.110.000 15.000.158. diketahui perkiraan uang muka dengan COA 1107XXXXXX menunjukkan saldo seluruhnya berjumlah Rp 8.000.000 58. mess dan pesanggrahan dan melakukan tindakan hukum yang lebih tegas serta membuat perjanjian dengan para pengguna agar terdapat kepastian hukum. Saldo dalam perkiraan uang muka menunjukkan bahwa uang muka yang telah diberikan tersebut sampai saat penutupan periode akuntansi 31 Desember 2003 belum dipertanggungjawabkan.000 251.972.000 11.627.383 366.110.700. Uang muka tersebut merupakan uang muka yang telah dibayarkan oleh perusahaan dan telah diterima oleh petugas yang berhak dan ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan/operasional perusahaan.286.050.750.500.600 530.97 juta belum dilaksanakan sesuai ketentuan.500 1.328.000 19.00.500.000 390.456. d.00.397 344.388.657.000 11.777. Rumah yang bermasalah di pengadilan. yang pada saatnya harus dipertanggungjawabkan dengan didukung bukti pengeluaran yang sah sesuai dengan waktu dan rencana pengembalian uang muka tersebut.000.850 730.000 251.986 21.000 2003 (diatas 30 hari kalender) 161.000.000 JUMLAH 304.375. Poliklinik/Apotik dan salon Lutuye.000 570.986.

511 94. sehingga cenderung mengabaikan dan tidak beritikad sungguh-sungguh untuk mempertanggungjawabkan uang muka.354. Berpotensi terjadinya penyimpangan dan kerugian perusahaan. 22 BPK RI / AUDITAMA KN V .000 186. Pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak segera memberikan pertanggungjawaban.720.354.102. Kep-69/KS/03/1998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertangguangjawaban Uang Muka di lingkungan Bulog yaitu melebihi ketentuan batas diatas 30 hari kalender. Efektivitas penggunaan uang muka terhadap maksud dan tujuan dikeluarkannya uang muka tidak diketahui dengan jelas. Manajemen Perum Bulog belum melaksanakan fungsi pengawasan yang optimal berkaitan dengan pertanggungjawaban uang muka.473 Uang muka tersebut telah dipergunakan untuk kegiatan/operasi perusahaan.830.500.UM dirsarlog UM dit ren UM diktihal UM sesper UM divisi IT UM div ortala UM divisi umum UM counter trade UM lainnya 39.000 18.000 741.872.720.830.316. antara lain adalah : a.655.158.000 9.000 21.000 18. Keterlambatan pertanggungjawaban uang muka mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : a. Dari kelebihan waktu tersebut yang telah diselesaikan sebanyak +/. namun ada beberapa yang tidak memenuhi ketentuan aturan keputusan Kabulog No.972.102. Bagian Akuntansi belum menerima bukti-bukti pengeluaran yang telah diverifikasi. b. Pertangungjawaban uang muka intern oleh penanggung jawab uang muka dilakukan segera atau selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah selesai kegiatan yang mempergunakan uang muka intern. merupakan kelalaian penanggung jawab uang muka dan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil. b.500. Pejabat yang diserahi uang muka kurang memahami hakekat pertanggungjawaban uang muka. b.112.500.000 9.85% dan sisanya belum.000.709.000 21.300. Alasan utama belum dilakukan pertanggungjawaban.000 6.112.000 1. b.000 1.511 94. Hal tersebut terjadi karena : a.858 39.500.000 7.300.000 741.872.000 646.000 449. Keputusan Kabulog No: KEP-69/KA/03/998 tanggal 30 Maret 1998 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertanggungjawaban Uang Muka di Lingkungan Badan Urusan Logistik pasal 3 ayat 1 dan 5 menyatakan : a. Kelambatan pertangungjawaban uang muka intern setelah batas waktu yang ditetapkan dalm ayat (1) pasal ini.000 186.000.615 646. Direksi Perum Bulog menjelaskan bahwa secara administrasi pertanggungjawaban uang muka TA 2002 dan 2003 telah dapat diselesaikan. namun belum dipertanggungjawabkan.

00 ( Rp411.677.844.031.398 Kg.078. Namun demikian saldo tersebut belum dilimpahkan ke Bulog untuk ditagihkan.078.619. Direksi Perum Bulog memberi tanggapan sebagai berikut : 23 BPK RI / AUDITAMA KN V .00 dan sudah termasuk dalam laporan gabungan Perum Bulog.619.514.640.677. BPK RI menyarankan agar atas uang muka yang belum dipertanggungjawabkan penggunaannya segera dipertanggungjawabkan dan Divisi Anggaran lebih tegas dalam meminta pertanggungjawaban uang muka.790.790. dengan nilai penjualan Rp6. Butir CC.551.00) Berdasarkan bukti pelimpahan piutang ABRI/Hankam diketahui bahwa pengiriman daftar penyimpulan ke kantor pusat Perum Bulog sering terlambat/ tidak dilakukan setiap bulan. Disebutkan agar Dolog/Subdolog setiap bulan secara rutin mengirimkan daftar penyimpulan dan rekap Daftar Penyimpulan yang telah diverifikasi/disetujui KPKN ke Dirbia (Direktorat Pembiayaan) Bulog rangkap 2.963. Agar diketahui bahwa akibat keterlambatan pengiriman dokumen ke Bulog berarti kerugian juga bagi Bulog. Total penyaluran beras ABRI/Hankam tahun 2003 adalah sebesar 2. walaupun ada beberapa Divisi yang secara struktur organisasi saat ini tidak ada namun pihak verifikasi telah menghubungi personil yang bertanggungjawab terhadap hal itu.00 + Rp6. Dari sisa yang ada saat ini beberapa pertanggungjawaban uang muka telah diselesaikan administrasinya.514. Terdapat Piutang ABRI/Hankam untuk seluruh Divre Kalimantan Selatan sebesar Rp1.202. Dengan terlambatnya saldo piutang ABRI/Hankam dilimpahkan ke Pusat (Bulog). 7.00. Hal tersebut disebabkan Divre Kalimantan Selatan sering terlambat memintakan legalisir ke KPKN dan terlambat melimpahkan saldo piutangnya ke Pusat. Berdasarkan berita kawat Bulog nomor 661/04042003 Butir AA. maka Perum Bulog terlambat menagihkan piutang tersebut yang pada akhirnya akan menghambat likuiditas Perum Bulog pada umumnya. pihak Divisi Anggaran akan lebih aktif untuk menerbitkan surat teguran atas uang muka yang pertanggungjawaban melebihi batas waktu.592. Atas temuan BPK ini.55 juta belum dilimpahkan ke kantor Pusat (Bulog) Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui saldo piutang ABRI per 31 Desember 2003 di Divre Kalsel adalah sebesar Rp1. Saldo awal piutang ABRI/Hankam yang tercatat per tanggal 21 Januari 2003 adalah sebesar Rp411.Terhadap sisa tersebut.00. Sehingga total tagihan yang harus dilimpahkan pada tahun 2003 adalah Rp7.963. pihak Divisi Anggaran melalui Sub Verifikasi telah meminta kepada personil yang menggunakan uang muka tersebut untuk diselesaikan pertanggungjawaban administrasinya.

Keterlambatan pelimpahan HPB TNI-AD sebesar tersebut diatas adalah disebabkan karena seksi keuangan terlambat menyerahkan sebagian dokumen pengantar Daftar Penyimpulan atas HPB TNI-AD ke seksi Akuntansi. Sebagian dokumen berkas Daftar Penyimpulan berdasarkan KU-106 memang terjadi keterlambatan pengirimannya. Sedangkan untuk pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre / Divre dengan pembayaran seluruhnya di BULOG mekanismenya Subdivre maupun Divre membukukan penambahan aktiva tetap berdasarkan Surat Pelimpahan dari BULOG (SH-5) yang didukung 24 BPK RI / AUDITAMA KN V . Subdivre/Divre akan membukukan penerimaan aktiva tetap. terdapat piutang ABRI/Hankam untuk seluruh divre kalimantan selatan sebesar Rp1. Pengadaan aktiva tetap tersebut dapat berupa pembelian Aktiva Tetap (AT) untuk Subdivre maupun Divre yang dibayar di BULOG seperti pengadaan aktiva pendukung kegiatan di kantor seperti kendaraan. sedangkan secara administrasi BULOG (Biro Teknis) mengirimkan Surat Hutang 5 (SH-5) yang mencantumkan spesifikasi teknis dan nilai barang. BPK RI menyarankan agar Direksi Perum Bulog mengistruksikan supaya piutang Raskin di Divre-divre segera dilimpahkan ke kantor Pusat Bulog agar dapat segera ditagihkan dan memberi sanksi atas keterlambatan yang terjadi. b. Perum BULOG melakukan pengadaan aktiva tetap. sehingga seksi akuntasi belum dapat membuku/melimpahkan HPB TNI-AD tersebut. BULOG. Selanjutnya AT secara fisik dikirimkan ke Subdivre/divre dengan membuat Berita Acara Penerimaan.Memang benar. 8. namun surat pengantar tersebut sudah dikirim ke Bulog. BPKP Pusat. berdasarkan bukti dasar BA Penerimaan dan SH-5.00 belum dilimpahkan ke kantor pusat (Bulog). Beberapa perolehan aktiva di Divre Jatim terlambat dibuatkan Surat Hutang (SH-5) oleh kantor pusat Dalam rangka menunjang kegiatan usahanya. Namun dari informasi yang kami terima. untuk selanjutnya Daftar Penyimpulan yang telah dilegalisir tersebut dipakai sebagai dasar penagihan dari sisa penagihan untuk keseluruhan tagihan yang diajukan oleh BULOG tahun 2003. Namun demikian dapat kami jelaskan bahwa: a. dan Dep Keu datang ke Banjarmasin untuk meneliti dan merekonsiliasi jumlah Daftar Penyimpulan untuk satu tahun anggaran 2003 yang dibuat oleh Divre Kalsel dengan dilegalisir oleh KPKN Banjarmasin.551. pembangunan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPBG) serta mesin Rice Milling Unit (RMU). penagihan HPB TNI oleh BULOG dilaksanakan secara bertahap/periodik dan pada akhir tahun anggaran tim penagihan HPB TNI-AD yang terdiri dari. Berdasarkan Pedoman Pembukuan dari Biro Akuntasi BULOG perolehan aktiva di Subdivre maupun di Divre dapat dibedakan menjadi pembelian aktiva tetap yang dibayar di BULOG dan pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre/Divre yang dibayar di BULOG dengan mekanisme: Untuk pembelian aktiva tetap untuk Sub Divre/Divre yang dibayar di BULOG mekanismenya adalah BULOG membayar kepada rekanan atas pembelian AT sesuai ketentuan yang berlaku. Subdivre/Divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre/BULOG. komputer maupun pembangunan / rehabilitasi bangunan di Subdivre atau Divre seperti pembangunan gedung kantor.844.619.

sampai dengan akhir pemeriksaan (31 Desember 2004) belum diterbitkan SH-5nya. dan Gedung RMU Pengadaan Komputer dan Gedung Rice Milling Unit (RMU) didanai dengan APBN. antara Berita Acara Penerimaan Barang dan pembuatan SH-5 dapat diuraikan sebagai berikut : • Komputer beserta assesorisnya dari Pusat sudah diterima sekitar bulan Oktober sampai dengan Desember 2003. Berdasarkan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan diketahui bahwa pembangunan gudang atau relokasi di Bangkalan. Relokasi gudang di Wiro Tuban dan Bangkalan Selama tahun 2003 terdapat 2 proyek relokasi gudang yaitu proyek relokasi 1 (satu) gudang GSP dari Jember ke Bangkalan dan proyek relokasi 1 (satu) gudang GBB dari Buduran ke Tuban. Menurut ketentuan akuntansi Bulog seharusnya pada saat barang diterima di Subdivre atau Divre dan telah di buat Berita Acara Serah Terima (BAST) nya di Divre dan Subdivre. b. sebagai dasar pencatatan dan pengakuan aktiva. Madura selesai pada tanggal 5 Januari 2004. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Jawa Timur di temukan beberapa pembangunan atau rehab bangunan yang telah selesai pembangunan fisiknya dan telah dibuat berita acara serah terima fisik namun sampai dengan akhir Desember 2003 belum dibuatkan SH-5 dari Kantor Pusat sehingga Subdivre maupun Divre tidak dapat mencatat aktiva yang bersangkutan baik secara administrasi maupun akuntansi walaupun aktiva tersebut telah memberikan manfaat kepada Subdivre atau Divre. Proyek pembangunan rehabilitasi atap gudang dengan nilai total Rp15. kantor pusat langsung membuatkan SH-5. sedangkan proses relokasi di Wiro Tuban selesai pada tanggal 5 Juni 2003 namun sampai dengan pemeriksaan berakhir (Desember 2004) belum di buatkan SH-5. Hal tersebut mengakibatkan terhadap aktiva yang telah diterima dan dimanfaatkan oleh subdivre/divre belum dapat dibandingkan dengan beban biaya atas aktiva tersebut.BA Serah Terima dari Kontraktor dimana subdivre / divre membuat dan mengirimkan KN ke Divre / BULOG dengan melampirkan SH-5 nya. Berdasarkan hasil pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan. Berita Acara Serah Terima proyek rehabilitasi atap gudang tersebut telah dibuat bulan pada akhit bulan Oktober 2003 dan pertengahan bulan Desember 2003 namun demikian sampai dengan saat pemeriksaan berakhir (31 Desember 2004) belum dibuatkan SH-5 oleh Kantor Pusat.962. c. Pengadaan Komputer. Dalam tahun 2003 Divre Jatim telah melaksanakan rehabilitasi atap gudang dengan dana APBN. • Proyek Pembangunan Gedung Rice Milling Plant diwilayah Divre Jawa Timur telah diterima sekitar triwulan IV tahun 2003 namun. 25 BPK RI / AUDITAMA KN V .000 dilakukan tersebar di gudang-gudang Sub-sub Divre di Jawa Timur.733. Penambahan atau rehab aktiva tersebut adalah : a. Rehabilitasi Atap Gudang. Hal tersebut terjadi karena Kantor Pusat Perum Bulog kurang perhatian terhadap perlunya penerbitan SH 5 secara tepat waktu. Namun sampai dengan pemeriksaan berakhir belum pernah diterbitkan SH-5 nya.

Untuk proyek yang didanai APBN belum diterbitkan SH-5 sehingga belum dicatat sebagai penambahan aktiva tetap. pengangkutan dan pemasangan kembali).Memang benar beberapa perolehan aktiva tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 belum dibuatkan SH-5.908.000. Subdivre pengirim akan menghapus nilai aktiva tetap (nilai awal ditambah biaya pembongkaran. Sedangkan untuk relokasi Rp869.00 akan dibuatkan SH-5 untuk Subdivre Madura ditambah nilai Inventaris dan Penilaian Kekayaan dan Kewajiban IPKK dari gudang GSP yang direlokasi untuk Subdivre Jember pada gudang Pecoro akan dihapuskan 1 (satu) GSP yang direlokasi dan relokasi 1 (satu) gudang GBB dari GBB Buduran Sidoarjo ke GBB Wire Tuban dengan biaya relokasi Rp1. Setelah diterbitkan SH-5.500.000. Untuk rehabilitasi atap gudang akan segera dibuatkan SH-5. demikian pula penambahan aktiva tetap/inventaris yang pelaksanaan pengadaannya melalui Bulog Pusat. BPK RI menyarankan agar Kantor Bulog Pusat segera membuat SH-5 secepatnya setelah aktiva tetap diserahkan ke daerah.00 akan dibuatkan SH-5 yang akan dicatat pada neraca Subdivre Bojonegoro. 26 BPK RI / AUDITAMA KN V .594. Divre dan Subdivre akan mencatat setelah menerima SH-5 dari Perum bulog Pusat sebagai bukti dasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful