87526003 Pemikiran Politik Al Maududi Dan Sayyid Qutb

KONSEP NEGARA ISLAM MENURUT MAUDUDI DAN SAYYID QUTB

Muhammad Adinda Rizki Rakhmansyah (1006692373) Miftah Ardhian (1006692386)

ac. Hasan Al-Banna. Diakses pada Tanggal 17 November 2011. Mereka yang berpendapat bahwa Islam tidak ada sama sekali kaitannya dengan urusan-urusan kenegaraan seperti Ali Abd-Raziq dan Thaha Husein. sehingga dapat mengatur segala aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan negara. Dilatar belakangi oleh keadaan seperti inilah lahir pemikir-pemikir islam yang mencoba untuk mencari solusi dengan mengemukakan ide pembaharuan di bidang politik khususnya.pdf.usu. 1 . ekonomi dan juga masalah keagamaan yang memicu munculnya gerakan pemurnian dan pembaruan islam. 3. Mereka yang berpendapat bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna.Latar Belakang Pemikiran Islam di masa kontemporer mulai muncul di sekitaran abad 19 yang di latar belakangi oleh keadaan umat Islam yang mengalami kemunduran oleh karena faktor internal seperti krisis di dalam kepemimpinan.id/bitstream/123456789/1626/1/arab-rahimah6. 1. http://repository. Faktor eksternal sebagai pemicu dari munculnya gerakan-gerakan pemurnian dan pembaruan ini adalah masuknya pengaruh barat yang melakukan intervensi terhadap banyak negara-negara Islam baik di bidang ekonomi ataupun juga militer. dalam hal ini keterkaitan antara Islam dan negara.Maududi. Pandangan Politik Maududi Tentang Negara Islam. kami mengutip pernyataan Munawir Sjadzali. Sikap yang penjajah dari barat inilah menyebabkan banyak negara Islam yang membenci dan timbulnya semangat anti-barat di kalangan umat Islam di banyak negara. Sayyid Qutb.1 bahwa terdapat tiga aliran yang berbeda mengenai hal ini. 2.27 WIB. sosial. Tokoh-tokoh yang masuk ke dalam golongan pertama ini adalah Abu A’la Al. Dalam kaitan antara negara dan Islam. Mereka yang berpendapat bahwa Islam adalah agama yang lengkap dengan perangkat tata-nilai kehidupan bernegara tapi tidak memuat bagaimana sistem Munawir Sjadzali dalam Rahimah. Pukul 11.

Kedua tokoh ini memiliki sejarah perjalanan yang hampir sama.ketatanegaraan baik di dalam Al-Quran atau pun juga di dalam Hadits seperti yang dikemukakan oleh Dr. Rumusan Masalah 1. sedangkan Sayyid Qutb berasal dari Ikhwanul Muslimin di Mesir. Muhammad Husein Haikal. Maududi dengan Jama’at Islami. Mereka berdua pun akhirnya tersingkir oleh rezim militer. Sama-sama berasal dari organisasi politik.Maududi ? 2.Maududi (1903-1979) dan juga Sayyid Qutb (1906-1966). Mereka berdua juga ikut berjuang dalam arus revolusi di negaranya masing-masing. Kali ini kami akan membahas tentang tokoh pembaruan islam yang hidup di abad ke 20 yaitu Abu A’la Al. bersama Nasser saat itu. Bagaimanakah Konsep negara Islam yang dikemukakan oleh Sayyid Qutb dan Abu A’la Al. dan juga ia merupakan anggota dewan yang menghasilkan Undang-undang dasar Islam di Pakistan. Maududi merupakan salah satu inisiator dari lepasnya Pakistan dari India. Sayyid Qutb hampir serupa. dan akhirnya dipenjarakan. Bagaimanakah konsep pemerintahan ideal menurut Sayyid Qutb? . menggulingkan pemerintahan mesir di dasawarsa 50an. bahkan Sayyid Qutb harus menerima bahwa dirinya tewas oleh tiang gantungan.

4 Hanya hukum Allah yang paling benar melalui kitab-kitab yang dibawa oleh para rasulnya dan manusia tidak berhak untuk membuat hukum. “ Perbandingan Pemikiran Politik Islam Abu A’la Al. mengenai kekuasaan tertinggi atau kedaulatan. lengkap dengan cara dan petunjuk untuk mengatur kehidupan manusia. 2 . Aturan-aturan ini juga pada akhirnya yang membimbing masyarakat dan harus dipatuhi didalam kehidupannya. 2001).Konsep Negara Islam Menurut Al-Maududi Ada tiga buah dasar keyakinan yang ada di dalam diri Maududi mengenai Kenegaraan menurut Islam2 yaitu yang pertama adalah. Yang terakhir adalah sistem politik Islam merupakan suatu sistem yang Universal dan tidak mengenal batas-batas dan ikatan-ikatan geografi bahasa dan kebangsaan. cukup dengan kembali kepada sistem Islam dengan merujuk kepada pola semasa Khulafa ar-Rasydin sebagai model atau contoh sistem kenegaraan menurut Islam.”(Tesis Magister Sains. (Magelang: Indonesiatera. Konsep negara Islam yang dikemukakan Maududi merupakan konsep yang bersifat kepada Teo-demokrasi. maka di dalam Teo-demokrasi hanya Allah yang menjadi satu-satunya pemilik kekuasaan tertinggi. Kedua. 78. 50. Universitas Indonesia. termasuk kehidupan berpolitik sehingga umat Islam tidaklah perlu atau bahkan dilarang untuk menggunakan sistem politik dari Barat. maka rakyat hanya sebagai pelaksana-pelaksana perintah Allah dimuka bumi. Kamaruzzaman.3 Hal ini karena menurut alMaududi kedaulatan paling tinggi hanya dimiliki oleh Allah. 3 Munifah Syanwani. bukan demokrasi. Relasi Islam dan negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis.Maududi dengan Pemikiran dan Gerakan Partai Bulan Bintang di Indonesia. sedangkan peran manusia terbatas oleh batas-batas aturan Tuhan. Berbeda dengan demokrasi yang mengatakan bahwa kedaulatan mutlak ada di tangan rakyat. 4 Ibid. Hukum yang pada nantinya dibuat oleh manusia pada nantinya tidak boleh berlawanan dengan wahyu dasar dari Allah. adalah hanya kepada Allah. Baik negara ataupun juga rakyat dituntut agar menjalani hukum-hukum sebagaimana yang tercantum baik di dalam kitab suci Al-Quran ataupun juga di dalam sunah Rasulullah. 2004). Islam merupakan agama yang paripurna.

Bisa saja dia berbuat dosa dan kesalahan.Maududi dalam Munifah Syanwani. Dalam teori kedaulatan Tuhan. Dasar Negara Maududi dari awal sangat jelas menekankan bahwa Islam merupakan dasar utama dari sebuah negara. Abu A’la Al. Universitas Indonesia. Kedua. 2004). penguasa adalah wakil Tuhan di muka bumi. amar ma’ruf nahi munkar disyariatkan. 3. Apapun yang mereka lakukan mendapat legitimasi dari tuhan. yang baik menurut mereka (Paus. 54. hukum tertinggi di negara tersebut adalah 5 Abdul Aziz.”( Tesis Magister Sains.2011). seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan Khulafa ar-Rasyidin. kedaulatan ada ditangan Allah. Sedang dalam Islam seorang khalifah bukan orang ma’shum. Dalam teori kedaulatan Tuhan. raja atau pun biarawan menjadi wakil tuhan di bumi. Dalam teori kedaulatan Tuhan. Sedang dalam Islam. Karena itulah. Sedang dalam Islam. yaitu Kitabullah (kitab-kitab Allah) dan Sunnah Rasul-Nya. penguasa bersifat ma’shum. penguasa mengadopsi hukum-hukum syara’ berdasarkan ijtihad yang sahih dengan acuan dan pedoman yang jelas. Namum ada 3 (Tiga) perbedaan antara teori kedaulatan Tuhan dengan Konsep Theodemokrasi yaitu5: 1.Konsep Teo-demokrasi terdengar mirip dengan konsep Teokrasi (Kedaulatan Tuhan)yang pernah terjadi di Eropa dimana paus.Maududi dengan Pemikiran dan Gerakan Partai Bulan Bintang di Indonesia. didalam urusan kekuasaan dan penerapan hukum-hukum Syari’ah Islam. seorang khalifah dalam negara Khilafah adalah wakil umat dan bukan wakil Tuhan. (Jakarta: Pustaka Alvabet. 131. Chiefdom Madinah: Salah Paham Negara Islam. Ada empat ciri utama dari negeri Islam6 yaitu: Pertama. penguasa atau gerejawan membuat undangundang atau hukum yang berasal dari dirinya sendirinya. “ Perbandingan Pemikiran Politik Islam Abu A’la Al. 2. tanpa suatu acuan dan pedoman yang jelas dari wahyu Tuhan. 6 . Raja) tentu juga baik Tuhan dan juga sebaliknya.

Sehingga sulit bagi Maududi untuk memahami bahwa mereka tidak bisa mengerti makna dan tujuan-tujuan ajaran Nabi Muhammad SAW. 2001). 3. . Alasan Maududi mengapa digunakan konvensikonvensi ini adalah karena para sahabat Nabi Muhammad SAW ini telah digembleng langsung oleh Nabi Muhammad SAW.Maududi dalam Kamaruzzaman. untuk kemudian dikembangkan menjadi suatu tatanan sosial positif. 4. dan biografi yang sangat penting mengenai zaman keemasan tersebut. Fuqaha (ketentuan para ahli hukum) ternama.7 Yaitu: 1. Bagaimana empat khalifah pertama mengelola negara Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW dilestarikan ke dalam kitab hadits.Syari’ah. Ketiga. Konvensi-konvensi Khulafa ar-Rasyidin. Al-Quran adalah sumber utama dan paling penting karena memuat seluruh perintah dan pedoman paling fundamental dari Allah. Ketentuan yang membentuk sumber keempat ini adalah keputusan para Ahli hukum peringkat atas mengenai masalah perundang-undangan di zaman mereka. (Magelang: Indonesiatera. Al-Sunnah. Al-Sunnah merupakan pengalaman praktis prinsipprinsip Al-Quran ke berbagai masalah dalam kehidupan. Dalam pandangan Maududi terdapat empat buah sumber Undang-undang dasar Islam. Relasi Islam dan negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. Pemerintahan yang diinginkan Islam adalah pemerintahan yang Demokratis. 76. 2. Tarikh. yang dalam artian berarti berdasarkan kepada Ketuhanan dimana negara menjamin kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama dan berekspresi baik secara lisan atau 7 Abu A’la Al. pemerintah merupakan pemegang amanah Allah untuk melaksanakan kehendak-kehendak-Nya dan yang Keempat pemerintah tidak boleh melakukan perbuatan yang melampaui batas-batas yang telah ditetapkan Allah. Merupakan pedoman bagaimana Rasulullah SAW menjabarkan Al-Quran kedalam bentuk praktisnya.

dan yudikatif. Studi Kasus Pengaruh Gerakan Dakwah dan Politik Ikhwanul Muslimin terhadap Partai Keadilan Sejahtera. Pandangan Politik Maududi Tentang Negara Islam.9 Dalam proses legislasi digunakan empat bentuk Ijtihad yaitu ta’wil (Penafsiran). Badan legislatif atau menurut Maududi adalah “Lembaga Penengah dan Pemberi Fatwa” (Ahl Al-Hall wa Al-‘Aqd) hanya bertugas untuk menyusun peraturan-peraturan Syari’ah untuk kemudian disusun ke dalam pasal-pasal dalam undang-undang. Diakses pada Tanggal 17 November 2011. tidak diperkenankan warga negara non-Muslim untuk mendirikan partai politik. Op. memberikan definisi yang jelas mengenai ketentuan hukum tersebut dan membuat peraturan pelaksanaan hukum Allah tersebut. maka semua partai politik yang berideologi selain Islam. ijtihad (deduksi). 10 M Din Syamsuddin dalam Mishbahul Ulum. http://repository. hukum yang dianut oleh suatu negara menurut Maududi adalah Hukum Islam. dan Istihsan. Universitas Indonesia. yang didalam sistem pemerintahan modern dikenal sebagai badan eksekutif. Fungsi Amir di dalam pemerintahan adalah untuk Rahimah. 2004). Sumber yang digunakan dalam hukum Islam berasal dari Al-Quran dan juga Al-Hadits.usu. Qiyas (analogi). + 8 . 33. cit. dan juga karena dasar negara adalah Islam.tulisan (masih didalam batas-batas ajaran agama Islam tentunya). “Relasi Islam dan Negara. Pukul 11.pdf. Akan tetapi dalam berpolitik.27 WIB.” (Tesis Magister Sains.ac.8 Hukum Sesuai dengan dasar negara. Selain karena adanya larangan bahwa warga negara non Muslim untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan. legislatif. tidak diperkenankan untuk membentuk partai selain partai Islam. Eksekutif (Amir) memiliki tanggung jawab tinggi sebagai pengelola administratif sebuah negara.id/bitstream/123456789/1626/1/arab-rahimah6.10 Struktur Pemerintahan Maududi menawarkan konsep struktur pemerintahan dengan adanya tiga buah badan. 9 Kamaruzzaman. 89.

maka 11 Kamaruzzaman. . Yudikatif memperoleh wewenang nya langsung dari Syari’at dan hanya bertanggung jawab kepada Allah. Op. seperti: 1. Sedangkan didalam badan yudikatif. Maududi juga berpendapat bahwa badan yudikatif juga diberi wewenang untuk menguji peraturan-peraturan yang bertentangan dengan Syari’ah Islam dan jika terbukti berlawanan dengan Syari’ah. Dalam hal ini. Jika terdapat pedoman-pedoman yang jelas dari Allah dan Rasulullah.melaksanakan dan menegakkan pedoman-pedoman Allah yang disampaikan di dalam Al-Quran dan Al-Sunnah. Semua orang yang memiliki keyakinan terhadap konstitusi Islam. dan hakim akan dilantik oleh Amir. ekonomi ataupun juga politik. namun apabila hakim telah menjabat maka ia wajib untuk melaksanakan peradilan sesuai dengan cara-cara yang telah ditentukan oleh Allah. legislatif memiliki beberapa fungsi11. Lembaga legislatif menurut Maududi. Semua pejabat dan alat negara tidak ada yang terbatas dari jangkauan hukum. kekuasaan yang dimiliki oleh yudikatif tidaklah diletakkan dibawah eksekutif. maka hakim berhak untuk membatalkan peraturan tersebut. maka seorang Amir wajib untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Sebuah dewan Syura atau dewan penasehat harus dipilih oleh rakyat untuk membantu dan memberikan bimbingan kepada Amir dalam tugasnya mengelola negara. Maududi mengatakan bahwa lembaga yudikatif haruslah bersifat independen. Hakim-hakim harus ditunjuk oleh pemerintah. semua pihak baik itu rakyat biasa ataupun juga pejabat tinggi negara memperoleh kedudukan yang setara dimata hukum. meskipun legislatif tidak dapat mengubah ataupun juga menggantinya. Hal ini karena Islam adalah persamaan hak dan akan selalu berpegang kepada hal ini baik di bidang sosial. Amir hanya dapat menduduki jabatannya selama ia masih memperoleh kepercayaan dari rakyat nya dan apabila rakyat telah kehilangan kepercayaan terhadap Amir yang telah mereka pilih. adalah lembaga penengah dan pemberi fatwa. cit. baik itu laki-laki ataupun perempuan maka ia berhak untuk memilih seorang Amir. 89.

Partai-partai dapat mengajukan calon-calonnya dalam pemilihan umum tersebut. tentunya masih dengan menjaga jiwa hukum Islam. Seorang anggota legislatif hanya akan menyuarakan aspirasi rakyat dan bukan partai politik yang mencalonkannya di dalam Pemilu tersebut. menurut apa yang terbaik nantinya. Jika pedoman yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits terdapat kemungkinan interpretasi lebih dari satu. Dalam cara pembentukan lembaga legislatif. Akan tetapi setelah masuk parlemen. dan juga menciptakan peraturan-peraturan dan Undang-undang.hanya legislatif-lah yang berkompeten untuk menegakkan ke dalam susunan dan bentuk pasal demi pasal. Konsep Negara dan Pemerintahan Sayyid Qutb Sayyid Qutb saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa beliau adalah seorang tokoh muslim yang banyak menuai kontroversi akan pemikiran-pemikirannya. maka legislatif-lah yang berhak untuk mengambil keputusan mengenai penafsiran mana yang akan masuk ke dalam peraturan ataupun undang-undang. nantinya tidak akan ada pengelompokan berdasarkan partai. beliau dianggap berkaitan dengan munculnya gerakan radikalisme yang ada saat ini. menggunakan definisi yang relevan. Jika terdapat isyarat yang tidak jelas didalam Al-Quran dan Hadits maka fungsi lembaga legislatif ini adalah untuk menegakkan hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah yang sama. 2. dalam makalah kali ini penulis membatasi hanya membahas tentang konsep negara . 3. Apabila dalam suatu masalah. Maududi mengatakan bahwa anggota-anggota badan legislatif dapat dipilih sesuai dengan tata cara pemilihan umum modern yang kita kenal sekarang ini. tidak ditemukan satupun pedoman yang dasar dari Al-Quran atau Hadits. dan juga tidak ada di dalam konvensi Khulafa arRasyidin. namun. maka kita harus mengartikan bahwa Allah telah membiarkan kita untuk bebas melakukan legislasi mengenai masalah tersebut. 4.

yaitu konsep negara Islam menurut Sayyid Qutb.pdf . dan sanggup pula memelihara diri terhadap godaan untuk menyeleweng dari agama Allah SWT. Peta Pemikiran Politik Islam Modern dan Kontemporer.00 13 Ibid.muslimdiary. http://www.dan pemerintahan yang diusung oleh Sayyid Qutb. 14 Sukron Kamil. dan didirikan atas tiga prinsip: keadilan penguasa. yang sanggup mempertahankan diri terhadap permusuhan. pemerintahan supranasional.13 2.14 Sayyid Qutb. dan politik pemerintahan dalam Islam. tetapi daerah tidak sebagai jajahan. 21. tiga dasar politik pemerintahan Islam. dan bahwa mereka berkumpul dalam sebidang tanah yang dilindungi oleh bendera Islam. Konsep Pemerintahan Supranasional Sayyid Qutb menginginkan bentuk pemerintahan supra nasional (kesatuan seluruh dunia Islam) yang sentralistis. http://www.paramadina. mitos yang mengatakan bahwa agama dan negara merupakan dua hal yang terpisah.id/downloads/Jurnal%20Universitas%20Paramadina/Jurnal%20UPM%20V 12 . 1. Konsep Negara Islam Sayyid Qutb Seperti hal nya Maududi.ac. mempersamakan pemeluk agama. negara tidak bisa ada tanpa agama dan agama pun tidak bisa ada tanpa hukum dan sistem. Beberapa studi tentang Islam. Karena itu. namun pemerintahan ini bercirikan penghormatan pada supremasi hukum Islam (syari’ah). tidak terdapat dalam Islam.12 Negara Islam itu dimulai semenjak kaum Muslimin itu baru berupa sekumpulan kecil manusia. Pukul 21. ketaatan rakyat karena hasil pilihannya dan permusyawarahan antara penguasa dan rakyat.com/downloads/bbrp%20studi%20ttg%20islam%20%20Sayyid%20Quthb. Meskipun ia tidak mempersoalkan sistem pemerintahan apapun sesuai dengan sistem kondisi masyarakat. Sayyid Qutb pun mencanangkan negara Islam sebagai pokok pemikirannya. Diakses Tanggal 11 desember 2011. beliau berpendapat bahwa negara tidak bisa dilepaskan dari agama dan agama pun tidak bisa berdiri tanpa hukum dan sistem.

Sungguh ini merupakan nilai keadilan yang belum pernah dicapai oleh Hukum Internasional manapun dan juga oleh hukum lokal manapun sampai detik ini. Sejarah. Dengan demikian ol-3%20No-1. Setiap individu berhak menikmati keadilan yang sama. dan Pemikiran. tidak ada diskriminasi antara mereka yang muncul karena nasab dan kekayaan. jika seorang penguasa menjalankan pemerintahan tidak sesuai dengan tuntunan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. (Jakarta: Universitas Indonesia. karena uang dan pangkat sebagaimana yang ada pada umat di luar Islam.%2009-2003/314-sukron.teori mati. 15 .pdf . Islam dan Tata Negara: Ajaran.30 WIB. tetapi telah terbukti dalam kenyataan hidup sehari-hari.3. sedangkan teknis pelaksanaanya secara khusus tidak diterapkan. melainkan karena mereka melaksanakan syari’at Allah dan Rasul-Nya. Tiga Prinsip Dasar Politik Pemerintahan Islam 15 : a. Musyawarah Antara Penguasa dengan Masyarakat Musyawarah merupakan salah satu prinsip pemerintahan Islam. Diakes pada tanggal 11 Desember 2011. Pukul 15. Munawir Sjadzali. b. Keadilan Penguasa Seorang penguasa dalam mengeluarkan keputusan dan kebijakannya tidak terpengaruh oleh kepentingan atau keuntungan bagi kalangan tertentu. Ketaatan Rakyat Ketaatan kepada pemegang kekuasaan (pemerintah) merupakan kelanjutan dari ketaatan terhadap Allah swt dan Rasul-Nya. Suatu keadilan tidak terpengaruh oleh sebab apapun juga. 1990) . maka hilanglah kewajiban kita untuk tunduk dan taat pada penguasa tersebut. Yang paling penting untuk diketahui tentang keadilan Islam ini adalah bahwa ia bukan sematamata sekedar teori. Jadi. c. sebab menaati waliul amri dalam Islam bukanlah karena jabatan mereka. walaupun antara kaum Muslimin dan non Islam itu terdapat permusuhan dan kebencian.

16 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Sayyid Qutb adalah seorang pemikir yang mengedepankan kedaulatan Tuhan dalam pembentukan negara dan menjalankan pemerintahan. Tujuannya adalah agar penguasa mengetahui apakah keputusan dan kebijakan yang telah diambilnya benar-benar sesuai dengan kondisi dan dapat diterima oleh masyarakat secara keseluruhan. sudah jelas bahwa baik Maududi ataupun juga Sayyid Qutb melihat bahwa Islam adalah agama yang paripurna. Menurut Sayyid Qutb dunia dipahami memakai kerangka dualism. Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi Hingga Masa Kini. Yang tidak hanya mengatur kehidupan sosial semata namun juga kehidupan politik yang lebih 16 Moussalli dalam Anthony Black. Kemurnian ajaran Islam menjadi pedoman dalam menjalankan pikiran-pikirannya. Sayyid Qutb mengambil langkah yang sangat menarik. Musyawarah juga merupakan sistem dan lembaga tertinggi yang telah ditetapkan oleh Islam. sesungguhnya hal tersebut dilakukan agar tidak terjadinya penyimpangan terhadap ajaran agama Islam. 581. 2006). Sayyid Qutb berpegang teguh pada dasar hukum yang menjadi pedomannya yaitu Al-Quran dan As-Sunnah serta Hadits. . walaupun banyak menuai kontroversi karena dianggap membangkitkan gerakan radikalisme. Dalam perjalanannya untuk mewujudkan pemikirannya tentang negara Islam. beliau menyatakan bahwa ada “Partai Tuhan (hizb Allah)” (yang mematuhi ajaran Tuhan) dan “Partai Setan” (yang tidak mematuhi ajaran Tuhan). (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta. Sehingga bukan hanya bagi kepentingan tertentu saja. sesuai dengan ajaran yang ada dalam Islam. PENUTUP Kesimpulan Dari Pembahasan kelompok kami. namun.bentuknya tergantung pada kebutuhan saja.

melainkan adalah Al-Quran dan juga Al-Hadits.luas cakupannya. Menurut mereka berdua. dimana negaranegara di masa mereka lebih memilih mengadopsi nilai-nilai barat ketimbang memilih menggunakan ajaran Agama mereka sendiri. pemikiran kedua tokoh ini di abad ke 20 merupakan suatu terobosan. kekuasaan tertinggi adalah berada di Allah SWT. . Meskipun demikian. Kedua tokoh ini juga mengingatkan bahwa sumber hukum paling utama bukanlah hukum buatan manusia. Meskipun konsep negara dan pemerintahan yang mereka kemukakan nampak sulit untuk terealisasikan karena dibutuhkan adanya tatanan masyarakat yang memiliki fondasi ke-Imanan atau kepercayaan yang sangat kuat terhadap Agama Islam dalam hal ini adalah soal pertanggung jawaban kekuasaan. Kedua tokoh ini juga melihat paham demokrasi yang selama ini memberikan mandat kekuasaan tertinggi kepada rakyat adalah suatu kesalahan. Sehingga pemimpin di suatu negara bertanggung jawab kepada Allah. Sehingga mereka melihat bahwa adanya pemisahan antara agama dengan politik. seperti yang terjadi di negara-negara di masa itu adalah sesuatu yang salah.

2006.Daftar Pustaka Sumber Buku Aziz. Sejarah.paramadina. Universitas Indonesia.30 WIB. 2011.ac. Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. 1990 Syanwani. 2004. 2001. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Black. Kamaruzzaman. Sukron. Pukul 15. Diakses pada tanggal 11 Desember 2011. Chiefdom Madinah: Salah Paham Negara Islam. Magelang: Indonesiatera. . Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi Hingga Masa Kini. Anthony.” Tahun 2004. “Relasi Islam dan Negara. Universitas Indonesia. dan Pemikiran. Sumber Internet Kamil. Peta Pemikiran Politik Islam Modern dan Kontemporer. Jakarta: Pustaka Alvabet. “Perbandingan Pemikiran Politik Islam Abu A’la Al. Studi Kasus Pengaruh Gerakan Dakwah dan Politik Ikhwanul Muslimin terhadap Partai Keadilan Sejahtera. Sjadzali. Munawir.” Tesis Magister Sains.pdf .Maududi dengan Pemikiran dan Gerakan Partai Bulan Bintang di Indonesia.%2009-2003/314-sukron. Ulum. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta. 2004. Islam dan Tata Negara: Ajaran.id/downloads/Jurnal%20Universitas%20Paramadi na/Jurnal%20UPM%20Vol-3%20No-1. http://www. Tesis Magister Sains. Munifah. Misbahul. Abdul.

Pukul 21.pdf. http://repository. Diakses pada Tanggal 17 November 2011.id/bitstream/123456789/1626/1/arab-rahimah6. Pukul 11.usu.27 WIB.ac.muslimdiary.com/downloads/bbrp%20studi%20ttg%20islam%20%20Sayyid%20Quthb. Qutb. Beberapa studi tentang Islam. Sayyid. Pandangan Politik Maududi Tentang Negara Islam.00 . Diakses Tanggal 11 desember 2011. http://www.Rahimah.pdf .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful