Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati (sumber: foto-foto.com) Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia danBelanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.

Latar Belakang
Masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan status quo di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia, oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Misi pendahuluan
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

Jalannya perundingan
Dalam perundingan ini Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin olehWim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook, dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan
Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi: 1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. 2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949. 3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. 4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia
Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946,

kekuasaan. Kesepakatan Hasil pertemuan ini adalah:  Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya  Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar  Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta  Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang Pada tanggal 22 Juni. Jakarta. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini. dan pada tanggal 21 Juli 1947. Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan. Pada tanggal 20 Juli 1947. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham. dan kewajiban kepada Indonesia Pasca perjanjian Pada 6 Juli.J. Jakarta. gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatera (15 Agustus). Delegasi Indonesia pada perjanjian Renville. meletuslah Agresi Militer Belanda I. tampak di antaranya Agus Salim dan Achmad Soebardjo Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral. USS Renville. Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke Yogyakarta. yang terdiri dari Amerika Serikat. Delegasi Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap. kecuali masalah Papua Belanda. Pelanggaran Perjanjian Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi. yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN). Australia. USS Renville .dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusatagar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati. Gubernur Jendral H. Abdul Kadir Wijoyoatmojo. (juga disebut Perjanjian Roem-Van Roijen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R. Committee of Good Offices for Indonesia. Maksud pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama. ibukota sementara Republik Indonesia. kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Roijen dan Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI pada tanggal 13 Juli 1949. Pada 3 Agustus. Pada 13 Juli. Mohammad Roem dan Herman van Roijen. dan Belgia. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda. sebuah pertemuan lain diadakan dan menghasilkan keputusan:  Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948  Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak  Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak.

dan pada bulan Februari 1948. Kartosuwiryo. perjanjian Roem-van Roijen. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). kemudian ia mendirikan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). yang menolak jabatan Menteri Muda Pertahanan dalam Kabinet Amir Syarifuddin. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia. Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar. mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Latar belakang Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. Hasil konferensi Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:  Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat. kecuali Papua bagian barat. seperti yang terjadi antara Karawang dan Bekasi. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai TNI. dan sesekali unit pasukan TNI juga terlibat baku tembak dengan tentara Belanda. Belanda hanya mengakui Jawa tengah. Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi. tapi pertempuran terus terjadi antara tentara Belanda dengan berbagai laskar-laskar yang tidak termasuk TNI. Menganggap Negara Indonesia telah Kalah dan Bubar. Yogyakarta.Gencatan senjata Pemerintah RI dan Belanda sebelumnya pada 17 Agustus 1947 sepakat untuk melakukan gencatan senjata hingga ditandatanganinya Persetujuan Renville. Belanda dari 23 Agustus hingga 2 [1] November 1949. dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun. sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda 3. perjanjian Renville. Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. lewat perundingan Linggarjati. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional. S. Isi perjanjian 1. Hingga pada 7 Agustus 1949. Meja Bundar Suasana sidang Konferensi Meja Bundar Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag. di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu. Setelah Soekarno dan Hatta ditangkap di Yogyakarta.[2][3][4][5] .M. dan Sumatra sebagai bagian wilayah Republik Indonesia 2. dan Konferensi Meja Bundar. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta Pasca perjanjian Sebagai hasil Persetujuan Renville. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serahterima.

Sir Archibald Clark Kerr dan Lord Killearn. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan NKRI Timeline Text view Event Date: Event Title: Event Description: Presiden Soekarno (didampingi Bung Hatta) memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal tersebut di DKI Jakarta. 3. setelah mendengarkan pernyataan Belanda dalam perundingan awal Indonesia-Belanda. beserta masalah dalam negeri akan diurus pihak Indonesia. Tentara Belanda segera ditarik dari Indonesia. Pada perundingan ini. pemerintahan sementara negara dilantik. di perundingan ini. Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada Konstitusinja. Negara ini berpresiden Dr. Presiden Soekarno 08/17/1945 memproklamasikan Indonesia 02/10/1946 Perundingan Awal Indonesia-Belanda Perundingan Awal 02/10/1946 Indonesia-Belanda (continue) Pemerintah RI 03/12/1946 menyampaikan Usul Balasan kepada Belanda 03/24/1946 Negara Sumatera Timur dibentuk untuk BFO . 3. Van Mook.Tengku Mansyur. yang dipimpin oleh Laksamana Lord Louis Mountbatten. J Van Mook. Indonesia Serikat telah dibentuk seperti republik federasi berdaulat yang terdiri dari 16 negara yang memiliki persamaan persekutuan dengan Kerajaan Belanda. dengan Hatta sebagai Perdana Menteri membentuk Kabinet Republik Indonesia Serikat. Pada tanggal ini. Pembentukan RIS Tanggal 27 Desember 1949. Pemerintah RI. 2. perundingan pertama Indonesia dengan Belanda pertama setelah penjajahan Jepang dilakukan. dengan monarch Belanda sebagai kepala negara  Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat 1. H. 4. Gagasan inipun diberikan oleh Panglima Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Soekarno menjadi Presidennya. menyampaikan pernyataan pemerintah Belanda yang berkata bahwa Indonesia akan dijadikan negara commonwealth. AFNEI adalah sebuah pasukan dibawah komando South East Asia Command (SEAC). Hal ini dilakukan karena sedang tak ada orang yang memegang kekuasaan Indonesia pada saat itu. rantjangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Keradjaan Nederland. RI harus diakui sebagai negara berdaulat penuh atas wilayah bekas Hindia Belanda. 2. Perundingan ini diadakan oleh pihak Sekutu (Inggris). Keradjaan Nederland menjerahkan kedaulatan atas Indonesia jang sepenuhnja kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersjarat lagi dan tidak dapat ditjabut. Perundingan ini bertujuan untuk menghindari konflik antara Indonesia dan Belanda. Negara Sumatera Timur dibentuk agar BFO menambah wilayahnya. Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dr. Hal ini pun dilakukan tanpa sepengetahuan Jepang dahulu. dan balasan itu berisi sebagai berikut: 1. membalas pernyataan Belanda. Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949 [6] Rantjangan Piagam Penjerahan Kedaulatan. yaitu Letnan Jenderan Christison. tetapi masalah luar negeri akan diurus oleh pemerintahan Belanda. Federasi Indonesia Belanda akan dilaksanakan dalam masa tertentu. beberapa orang yang terlibat termasuk penengah dari Inggris. dan karena itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat. dan beberapa orang dari pihak Indonesia. Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia. Saat perundingan belangsung. semua aksi militer harus dihentikan.

Sir Achibald Clark Kerr mengundang pihak Indonesia berunding di Hooge Veluwe. Hal ini diawali oleh pernyataan Van Mook pada tanggal ini yang mengatakan bahwa Belanda Agresi Militer Belanda I tak mau melakukan perundingan dengan Indonesia lagi. ada juga kelebihannya. Van Arbeck. Soejo Santoso. Presiden negara ini adalah Cokorde Gde Raka Sukawati. Sedangkan delegasi Belanda terdiri dari Dr. Abdoel Karim Pringgodigdo. Pihak Belanda melakukan agresi militernya yang pertama. Tetapi perundingan ini tak sesuai harapan. Perundingan ini bertujuan untuk menentukan wilayahwilayah yang akan menjadi kekuasaan Belanda dan RI lagi. India Aksi India dan Australia dan Australia meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengdakan sidang. Pada perundingan ini. jauh dari kota.03/30/1946 04/14/1946 04/25/1946 11/10/1946 11/10/1946 12/24/1946 07/20/1947 07/21/1947 07/31/1947 08/01/1947 08/04/1947 12/08/1947 Negara Sumatera Selatan Negara Sumatera Selatan dibentuk agar menambah kekuasaan wilayah BFO. Walaupun banyak kerugian yang pihak Agresi Militer Belanda I Indonesia dapat. Van Royen. Pada hari kedua Agresi Militer Belanda I Belanda menyerang berbagai wilayah yang saat itu dikuasai RI. Indonesia-Belanda Karena PBB. Negara Indonesia Timur Negara Indonesia Timur (NIT) dibentuk oleh BFO untuk penambahan kekuasaan. dijalankan. delegasi Indonesia terdiri dari Mr. Malam hari pada tanggal itu. yaitu perhatian dunia internasional (negara-negara lain. negara ini berpresiden Abdul Malik dibentuk untuk BFO Pada tanggal ini. Soewandi. yang setelah perundingan sebelumnya mempertemukan pihak Indonesia dengan pihak Belanda. Logemann. Perundingan ini bertujuan untuk menentukan daerah kekuasaan RI dan Belanda di Indonesia. Batas akhir perluasan wilayah Belanda itulah yang dituntut sudah terhenti sebagai garis demarkasi. Setelah aksi agresi kedua pihak (Indonesia dan Belanda) dihentikan oleh Perundingan Renville . dan dr. Sultan Hamiday. Mr. delegasi Belanda yang diketuai Schermerhorn. di (continue) intisari perundingan ini ada bagian yang mengatakan dahwa Indonesia dan Belanda akan membentuk negara serikat (RIS). Tetapi perundingan ini gagal karena kedua pihak mempertahankan Perundingan Hooge prinsip. Perundingan ini diawali oleh Lord Killearn. Karena ini. Perundingan ini pun diakhiri pada tanggal 25 April 1946 Veluwe (continue) Setelah perundingan sebelumnya gagal. pasukan Belanda menyerbu berbagai gedung yang dimiliki Republik. dan delegasi Inggris sebagai penengah yang diketuai oleh Perundingan Linggadjati Lord Killearn. Mengetahui keadaan Indonesia pada saat itu yang sedang mendesak. Perundingan Hooge Soedarsono. Dr. Perundingan Linggadjati. Tetapi Belanda masih mencoba memeperluaskan area Belanda diresmikan kekuasaannya. Aksi Dewan Keamanan Karena aksi-aksi Belanda yang keras. delegasi Indonesia yang diketuai Sutan Syahrir. kedua pihak diresmikan telah berhenti aksi tembakAksi Fisik Indonesiamenembak. Selain itu. Pasukan RI berpindah ke daerah pedesaan. dan Prof. Agresi ini dilakukan karena ada penafsiran keputusan hasil perundingan sebelumnya dari pihak Indonesia dan Belanda. PBB memerintahkan kedua pihak PBB pada konflik untuk menghentikan aksi fisik mereka. PBB meminta Indonesia dan Belanda menghentikan aksi agresi Indonesia-Belanda terhadap sesama. seperti India dan Australia) yang memberikan simpati kepada RI dan membuat pihak belanda terdesak statusnya. Van Mook. yang diselenggarakan di daerah di sebelah selatan Cirebon bernama Linggadjati Perundingan Linggadjati atau Linggardjati. yang lalu dinamakan Garis Van Mook. Ada tiga pihak yang bersangkutan di perundingan ini. dibentuk untuk BFO Setelah kegagalannya Perundingan Linggadjati. terhadap Aksi Agresi Hasilnya. Veluwe Prof. Hal ini tentunya memberikan kerugian fatal untuk RI pada saat itu.

Palar.PBB. ada Richard Kirby Perundingan Renville 12/08/1947 untuk Australia. PBB juga memberikan perintah pada KTN untuk memberi laporan lengkap kepada Dewan Keamanan PBB tentang situasi Indonesia sejak Agresi Militer Belanda II. sebelum Presiden Soekarno. dan Dr. mereka juga mengganti KTN menjadi United Nations Comission 01/24/1949 for Indonesia (UNCI) yang dipimpin oleh Merle Cochran. Karena ini. dan Frank Graham untuk (continue) AS. Negara Jawa Timur 11/26/1948 Negara ini berpresiden R. . Achmad Kusumonegoro. Tak hanya itu.A. Serangan itu pun berhasil. kuasa membuat PDRI diberikan kepada Mr. pembebasan presiden. diresmikan untuk BFO Negara Pasundan dibentuk oleh BFO. wapres. Hal ini diselenggarakan di Hotel Des Indes. mereka kembali ke cara perundingan. dibentuk untuk BFO Sebelum tanggal ini. Belanda malah mengingkari perjanjian perundingan sebelumnya. Untuk lanjutan resolusinya Dewan Keamanan PBB. Pihak Indonesia diwakili oleh Mohammad Roem. sementata Belanda memilih Belgia. Sebuah sidang pun diadakan oleh PBB. RI memilih Australia. mereka mengadakan sidang kabinet. Serangan tersebut pun terjadi karena adanya Serangan Umum Satu 03/01/1949 propaganda Belanda bahwa pasukan TNI sudah hancur. Tjakraningrat. PBB (continue) Pejuang Indonesia yang terus berjuang di wilayah Yogyakarta yang dikuasai Belanda melakukan sebuah serangan terhadap Belanda pada Maret 1949 untuk mengambil kembali Yogyakarta. Dunia internasional yang mendesak PBB untuk mengeluarkan resolusi untuk menghentikan tindakan Belanda kepada Indonesia. Perundingan selanjutnya diadakan di sebuah kapal perang AS bernama USS Renville yang sedang berlabuh di Teluk Jakarta. Sebenarnya. L. Kedua negara yangtelah dipilih memilih AS untuk anggota KTN ketiga. PBB pun berseru kepada kedu pihak untuk memilih Komisi Tiga Negara (KTN) untuk menjadi penengah di perundingan ini. dan R. Delegasi pihak Indonesia dan Belanda yang datang pada Perundingan tersebut adalah Amir Syarifuddin untuk ketua delegasi Indonesia.T. Agresi tersebut bertujuan untuk menguasai Yogyakarta agresi ini pun berefek kepada pihak RI.P.A. Belanda. dan pemimpin-pemimpin RI yang PBB ditawan oleh Belanda. Serangan ini dipimpin oleh Letkol Soeharto. Sudarsono yang sedang berada di India. Abdulkadir Wijoatmojo. Amir Syarifuddin diturunkan jabatannya.A. pada tanggal ini 04/14/1949 Perundingan Roem-Royen diadakan Perundingan Roem-Royen. Mr. hasi perundingan ini sangat merugikan Indonesia. Negara ini berpresiden R. ingin lebih banyak untuk dikuasai karena ketidakpuasannya. yang sudah merugikan banyak untuk Indonesia. DKI Jakarta.A. yang dinyatakan pada tanggal ini. untuk perwakilan negara lain. serangan dilangsungkan bersama dengan rakyat Yogyakarta. Sidang itu pun memberikan resolusi pada konflik Sidang Dewan Keamanan 01/24/1949 ini. Sidang Dewan Keamanan Serta. A. Keberhasilan Maret 1949 serangan itu ditentukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Negara ini Negara Madura 02/20/1948 berpresiden R.N. Negara Madura diresmikan mejadi negara oleh BFO. Maramis. Pagi harinya. Jika ia tak berhasil dalam melakukan hal tersebut. Hasil sidang tersebut adalah memberi mandat kepada Menteri Pidato Beel dan Agresi Kemakmuran. Wapres Hatta dan pimpinan nasional lainnya ditangkap oleh pasukan Belanda. Dari pidato tersebut. Syarifuddin Prawiranegara (sedang berada di 12/18/1948 Militer Belanda II Sumatera) agar membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (continue) (PDRI).A. Negara Pasundan 03/05/1948 Wiranatakoesoemah dibentuk untuk BFO Negara Jawa Timur dibentuk agar wilayah kekuasaan BFO menambah. Belanda Pidato Beel dan Agresi 12/18/1948 melepas ikatannya dengan hasil Perundingan Renville dengan Militer Belanda II menyatakan Pidato Beel. Belanda melakukan Agresi Militer II. Tetapi. Paul van Zeeland untuk Belgia.

H. Belanda. Tak ada kata sepakat dari kedua pihak yang berbeda pendirian. pencapaian didapatkan pada tanggal 2 November 1949. Konferensi Meja Bundar Setelah melewati perundingan yang sangat lama waktunya. dan Merle Cochran untuk UNCI. Roem-Royen yang bertujuan untuk mempersiapkan hal-hal apa saja untuk dibicarakan pada KMB. Untuk mempersiapkan diri mereka untuk Konferensi Meja Lanjutan Perundingan Bundar (KMB). Pada tanggal ini. Van Maarseveen. Presiden Soekarno adn Wapres Hatta beserta pimpinan lainnya kembali ke Yogya. ada Pertujuan Roem-Royen pencapaian persetujuan yang dikenal sebagai Roem-Royen Statements.05/07/1949 07/06/1949 07/19/1949 07/30/1949 08/23/1949 sementara pihak Belanda diwakili oleh Dr. KII dilakukan 2 kali. . yang membuat Indonesia puas akan upayanya dan membuat RIS pun menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Delegasi pihakpihak yang hadir adalah Moh. sebagai tindakan lanjut dari perundingan Roem-Royen. yang pertama dilakukan di Yogyakarta sampai 22 Konferensi InterJuli 1949 dan dipimpin oleh Moh. Sultan Hamid II untuk BFO. pihak RI melakukan Konferensi Inter-Indonesia (KII). J. Van Royen. Hal ini dilaksanakan di Den Haag. Indonesia Pertama KII kedua diselenggarakan di Jakarta sampai 2 Agustus 1949 dan Konferensi Indonesia dipimpin oleh Sultan Hamid Kedua KMB merupakan puncak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Walau pada saat perundingan tersebut tak ada pihak yang sepakat. Hatta untuk Indonesia. Hatta.