P. 1
Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati

|Views: 1,451|Likes:
Published by Ira Fitri Auliana

More info:

Published by: Ira Fitri Auliana on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati (sumber: foto-foto.com) Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia danBelanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.

Latar Belakang
Masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan status quo di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia, oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Misi pendahuluan
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

Jalannya perundingan
Dalam perundingan ini Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin olehWim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook, dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan
Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi: 1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. 2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949. 3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. 4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia
Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946,

Pada 3 Agustus. Delegasi Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap. yang terdiri dari Amerika Serikat. Kesepakatan Hasil pertemuan ini adalah:  Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya  Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar  Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta  Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang Pada tanggal 22 Juni. Gubernur Jendral H. dan kewajiban kepada Indonesia Pasca perjanjian Pada 6 Juli.J. gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatera (15 Agustus). USS Renville . Pada tanggal 20 Juli 1947. (juga disebut Perjanjian Roem-Van Roijen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN). Jakarta. kekuasaan. Abdul Kadir Wijoyoatmojo. sebuah pertemuan lain diadakan dan menghasilkan keputusan:  Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948  Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak  Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak. Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan. Pelanggaran Perjanjian Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham. kecuali masalah Papua Belanda. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini. meletuslah Agresi Militer Belanda I. Mohammad Roem dan Herman van Roijen. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R. kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Roijen dan Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI pada tanggal 13 Juli 1949. dan pada tanggal 21 Juli 1947. ibukota sementara Republik Indonesia. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi. yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok. tampak di antaranya Agus Salim dan Achmad Soebardjo Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral. Delegasi Indonesia pada perjanjian Renville. Committee of Good Offices for Indonesia. Pada 13 Juli. Australia. USS Renville. Maksud pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama.dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusatagar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati. dan Belgia. Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke Yogyakarta. Jakarta.

perjanjian Renville. lewat perundingan Linggarjati. kecuali Papua bagian barat. Isi perjanjian 1. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Meja Bundar Suasana sidang Konferensi Meja Bundar Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag. mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Menganggap Negara Indonesia telah Kalah dan Bubar. dan Konferensi Meja Bundar. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta Pasca perjanjian Sebagai hasil Persetujuan Renville.M. kemudian ia mendirikan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). seperti yang terjadi antara Karawang dan Bekasi. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serahterima. pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai TNI. Yogyakarta. dan pada bulan Februari 1948. yang menolak jabatan Menteri Muda Pertahanan dalam Kabinet Amir Syarifuddin. sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Belanda dari 23 Agustus hingga 2 [1] November 1949. dan sesekali unit pasukan TNI juga terlibat baku tembak dengan tentara Belanda. dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia. Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).[2][3][4][5] . Belanda hanya mengakui Jawa tengah. tapi pertempuran terus terjadi antara tentara Belanda dengan berbagai laskar-laskar yang tidak termasuk TNI.Gencatan senjata Pemerintah RI dan Belanda sebelumnya pada 17 Agustus 1947 sepakat untuk melakukan gencatan senjata hingga ditandatanganinya Persetujuan Renville. Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar. Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi. Setelah Soekarno dan Hatta ditangkap di Yogyakarta. Kartosuwiryo. S. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda 3. Hasil konferensi Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:  Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat. di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu. Latar belakang Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. perjanjian Roem-van Roijen. dan Sumatra sebagai bagian wilayah Republik Indonesia 2. Hingga pada 7 Agustus 1949. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional. Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.

3. dengan Hatta sebagai Perdana Menteri membentuk Kabinet Republik Indonesia Serikat. Pembentukan RIS Tanggal 27 Desember 1949. 2. pemerintahan sementara negara dilantik. dan beberapa orang dari pihak Indonesia. yang dipimpin oleh Laksamana Lord Louis Mountbatten. Saat perundingan belangsung. Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada Konstitusinja. Perundingan ini bertujuan untuk menghindari konflik antara Indonesia dan Belanda. dan balasan itu berisi sebagai berikut: 1. 2. semua aksi militer harus dihentikan. J Van Mook. Negara Sumatera Timur dibentuk agar BFO menambah wilayahnya. 3. Pada tanggal ini. Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dr. Presiden Soekarno 08/17/1945 memproklamasikan Indonesia 02/10/1946 Perundingan Awal Indonesia-Belanda Perundingan Awal 02/10/1946 Indonesia-Belanda (continue) Pemerintah RI 03/12/1946 menyampaikan Usul Balasan kepada Belanda 03/24/1946 Negara Sumatera Timur dibentuk untuk BFO . di perundingan ini. dengan monarch Belanda sebagai kepala negara  Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat 1. Soekarno menjadi Presidennya. Tentara Belanda segera ditarik dari Indonesia. setelah mendengarkan pernyataan Belanda dalam perundingan awal Indonesia-Belanda. perundingan pertama Indonesia dengan Belanda pertama setelah penjajahan Jepang dilakukan. Pemerintah RI. Gagasan inipun diberikan oleh Panglima Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). AFNEI adalah sebuah pasukan dibawah komando South East Asia Command (SEAC). H. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan NKRI Timeline Text view Event Date: Event Title: Event Description: Presiden Soekarno (didampingi Bung Hatta) memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal tersebut di DKI Jakarta. Hal ini dilakukan karena sedang tak ada orang yang memegang kekuasaan Indonesia pada saat itu. Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949 [6] Rantjangan Piagam Penjerahan Kedaulatan. Sir Archibald Clark Kerr dan Lord Killearn. Keradjaan Nederland menjerahkan kedaulatan atas Indonesia jang sepenuhnja kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersjarat lagi dan tidak dapat ditjabut. menyampaikan pernyataan pemerintah Belanda yang berkata bahwa Indonesia akan dijadikan negara commonwealth. Perundingan ini diadakan oleh pihak Sekutu (Inggris). rantjangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Keradjaan Nederland. Hal ini pun dilakukan tanpa sepengetahuan Jepang dahulu. Pada perundingan ini.Tengku Mansyur. RI harus diakui sebagai negara berdaulat penuh atas wilayah bekas Hindia Belanda. Negara ini berpresiden Dr. Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia. membalas pernyataan Belanda. tetapi masalah luar negeri akan diurus oleh pemerintahan Belanda. yaitu Letnan Jenderan Christison. Federasi Indonesia Belanda akan dilaksanakan dalam masa tertentu. beberapa orang yang terlibat termasuk penengah dari Inggris. 4. beserta masalah dalam negeri akan diurus pihak Indonesia. Indonesia Serikat telah dibentuk seperti republik federasi berdaulat yang terdiri dari 16 negara yang memiliki persamaan persekutuan dengan Kerajaan Belanda. Van Mook. dan karena itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.

Perundingan ini pun diakhiri pada tanggal 25 April 1946 Veluwe (continue) Setelah perundingan sebelumnya gagal. Walaupun banyak kerugian yang pihak Agresi Militer Belanda I Indonesia dapat. Ada tiga pihak yang bersangkutan di perundingan ini. delegasi Indonesia yang diketuai Sutan Syahrir.03/30/1946 04/14/1946 04/25/1946 11/10/1946 11/10/1946 12/24/1946 07/20/1947 07/21/1947 07/31/1947 08/01/1947 08/04/1947 12/08/1947 Negara Sumatera Selatan Negara Sumatera Selatan dibentuk agar menambah kekuasaan wilayah BFO. Negara Indonesia Timur Negara Indonesia Timur (NIT) dibentuk oleh BFO untuk penambahan kekuasaan. seperti India dan Australia) yang memberikan simpati kepada RI dan membuat pihak belanda terdesak statusnya. dan Prof. Van Mook. Mr. Pada hari kedua Agresi Militer Belanda I Belanda menyerang berbagai wilayah yang saat itu dikuasai RI. Perundingan ini diawali oleh Lord Killearn. yang lalu dinamakan Garis Van Mook. Sultan Hamiday. Tetapi Belanda masih mencoba memeperluaskan area Belanda diresmikan kekuasaannya. Perundingan Linggadjati. Hal ini diawali oleh pernyataan Van Mook pada tanggal ini yang mengatakan bahwa Belanda Agresi Militer Belanda I tak mau melakukan perundingan dengan Indonesia lagi. Karena ini. Aksi Dewan Keamanan Karena aksi-aksi Belanda yang keras. Veluwe Prof. Sedangkan delegasi Belanda terdiri dari Dr. Malam hari pada tanggal itu. Pihak Belanda melakukan agresi militernya yang pertama. kedua pihak diresmikan telah berhenti aksi tembakAksi Fisik Indonesiamenembak. Presiden negara ini adalah Cokorde Gde Raka Sukawati. Dr. delegasi Indonesia terdiri dari Mr. Tetapi perundingan ini gagal karena kedua pihak mempertahankan Perundingan Hooge prinsip. yang diselenggarakan di daerah di sebelah selatan Cirebon bernama Linggadjati Perundingan Linggadjati atau Linggardjati. pasukan Belanda menyerbu berbagai gedung yang dimiliki Republik. di (continue) intisari perundingan ini ada bagian yang mengatakan dahwa Indonesia dan Belanda akan membentuk negara serikat (RIS). India Aksi India dan Australia dan Australia meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengdakan sidang. dijalankan. Pasukan RI berpindah ke daerah pedesaan. delegasi Belanda yang diketuai Schermerhorn. dan delegasi Inggris sebagai penengah yang diketuai oleh Perundingan Linggadjati Lord Killearn. Perundingan ini bertujuan untuk menentukan daerah kekuasaan RI dan Belanda di Indonesia. Pada perundingan ini. PBB meminta Indonesia dan Belanda menghentikan aksi agresi Indonesia-Belanda terhadap sesama. Perundingan ini bertujuan untuk menentukan wilayahwilayah yang akan menjadi kekuasaan Belanda dan RI lagi. Soewandi. Logemann. Van Arbeck. jauh dari kota. ada juga kelebihannya. negara ini berpresiden Abdul Malik dibentuk untuk BFO Pada tanggal ini. Batas akhir perluasan wilayah Belanda itulah yang dituntut sudah terhenti sebagai garis demarkasi. terhadap Aksi Agresi Hasilnya. Perundingan Hooge Soedarsono. PBB memerintahkan kedua pihak PBB pada konflik untuk menghentikan aksi fisik mereka. Van Royen. Mengetahui keadaan Indonesia pada saat itu yang sedang mendesak. Tetapi perundingan ini tak sesuai harapan. Selain itu. Setelah aksi agresi kedua pihak (Indonesia dan Belanda) dihentikan oleh Perundingan Renville . Sir Achibald Clark Kerr mengundang pihak Indonesia berunding di Hooge Veluwe. yaitu perhatian dunia internasional (negara-negara lain. Hal ini tentunya memberikan kerugian fatal untuk RI pada saat itu. dibentuk untuk BFO Setelah kegagalannya Perundingan Linggadjati. Soejo Santoso. Agresi ini dilakukan karena ada penafsiran keputusan hasil perundingan sebelumnya dari pihak Indonesia dan Belanda. dan dr. Abdoel Karim Pringgodigdo. yang setelah perundingan sebelumnya mempertemukan pihak Indonesia dengan pihak Belanda. Indonesia-Belanda Karena PBB.

L. dan pemimpin-pemimpin RI yang PBB ditawan oleh Belanda. Negara ini berpresiden R. mereka kembali ke cara perundingan. yang dinyatakan pada tanggal ini.A. ada Richard Kirby Perundingan Renville 12/08/1947 untuk Australia. Sebenarnya. Tetapi. Serangan itu pun berhasil. wapres. Pihak Indonesia diwakili oleh Mohammad Roem. Agresi tersebut bertujuan untuk menguasai Yogyakarta agresi ini pun berefek kepada pihak RI. DKI Jakarta.A. Karena ini. hasi perundingan ini sangat merugikan Indonesia. Belanda Pidato Beel dan Agresi 12/18/1948 melepas ikatannya dengan hasil Perundingan Renville dengan Militer Belanda II menyatakan Pidato Beel. pembebasan presiden. Delegasi pihak Indonesia dan Belanda yang datang pada Perundingan tersebut adalah Amir Syarifuddin untuk ketua delegasi Indonesia. Belanda. Sudarsono yang sedang berada di India. Palar. Perundingan selanjutnya diadakan di sebuah kapal perang AS bernama USS Renville yang sedang berlabuh di Teluk Jakarta. sementata Belanda memilih Belgia. Achmad Kusumonegoro. Tjakraningrat. Serangan tersebut pun terjadi karena adanya Serangan Umum Satu 03/01/1949 propaganda Belanda bahwa pasukan TNI sudah hancur. Maramis. dan Frank Graham untuk (continue) AS. Hal ini diselenggarakan di Hotel Des Indes.A. Dari pidato tersebut. pada tanggal ini 04/14/1949 Perundingan Roem-Royen diadakan Perundingan Roem-Royen. Negara Jawa Timur 11/26/1948 Negara ini berpresiden R. serangan dilangsungkan bersama dengan rakyat Yogyakarta. sebelum Presiden Soekarno. Negara ini Negara Madura 02/20/1948 berpresiden R. mereka juga mengganti KTN menjadi United Nations Comission 01/24/1949 for Indonesia (UNCI) yang dipimpin oleh Merle Cochran. ingin lebih banyak untuk dikuasai karena ketidakpuasannya. Sidang itu pun memberikan resolusi pada konflik Sidang Dewan Keamanan 01/24/1949 ini. Belanda melakukan Agresi Militer II. RI memilih Australia. dan R. untuk perwakilan negara lain.T. diresmikan untuk BFO Negara Pasundan dibentuk oleh BFO. dibentuk untuk BFO Sebelum tanggal ini. Negara Pasundan 03/05/1948 Wiranatakoesoemah dibentuk untuk BFO Negara Jawa Timur dibentuk agar wilayah kekuasaan BFO menambah. Jika ia tak berhasil dalam melakukan hal tersebut. Syarifuddin Prawiranegara (sedang berada di 12/18/1948 Militer Belanda II Sumatera) agar membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (continue) (PDRI).A. Untuk lanjutan resolusinya Dewan Keamanan PBB. . PBB juga memberikan perintah pada KTN untuk memberi laporan lengkap kepada Dewan Keamanan PBB tentang situasi Indonesia sejak Agresi Militer Belanda II. Serangan ini dipimpin oleh Letkol Soeharto. Paul van Zeeland untuk Belgia. Sidang Dewan Keamanan Serta. Wapres Hatta dan pimpinan nasional lainnya ditangkap oleh pasukan Belanda. Mr. dan Dr. Kedua negara yangtelah dipilih memilih AS untuk anggota KTN ketiga.A. PBB (continue) Pejuang Indonesia yang terus berjuang di wilayah Yogyakarta yang dikuasai Belanda melakukan sebuah serangan terhadap Belanda pada Maret 1949 untuk mengambil kembali Yogyakarta.PBB. Amir Syarifuddin diturunkan jabatannya. kuasa membuat PDRI diberikan kepada Mr. Keberhasilan Maret 1949 serangan itu ditentukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Negara Madura diresmikan mejadi negara oleh BFO. A. Belanda malah mengingkari perjanjian perundingan sebelumnya. Dunia internasional yang mendesak PBB untuk mengeluarkan resolusi untuk menghentikan tindakan Belanda kepada Indonesia. Sebuah sidang pun diadakan oleh PBB. Abdulkadir Wijoatmojo.N. Pagi harinya. Hasil sidang tersebut adalah memberi mandat kepada Menteri Pidato Beel dan Agresi Kemakmuran. PBB pun berseru kepada kedu pihak untuk memilih Komisi Tiga Negara (KTN) untuk menjadi penengah di perundingan ini. yang sudah merugikan banyak untuk Indonesia. Tak hanya itu. mereka mengadakan sidang kabinet.P.

05/07/1949 07/06/1949 07/19/1949 07/30/1949 08/23/1949 sementara pihak Belanda diwakili oleh Dr. pencapaian didapatkan pada tanggal 2 November 1949. Sultan Hamid II untuk BFO. pihak RI melakukan Konferensi Inter-Indonesia (KII).H. Belanda. dan Merle Cochran untuk UNCI. Pada tanggal ini. Van Maarseveen. ada Pertujuan Roem-Royen pencapaian persetujuan yang dikenal sebagai Roem-Royen Statements. yang pertama dilakukan di Yogyakarta sampai 22 Konferensi InterJuli 1949 dan dipimpin oleh Moh. Hatta untuk Indonesia. Indonesia Pertama KII kedua diselenggarakan di Jakarta sampai 2 Agustus 1949 dan Konferensi Indonesia dipimpin oleh Sultan Hamid Kedua KMB merupakan puncak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal ini dilaksanakan di Den Haag. Delegasi pihakpihak yang hadir adalah Moh. yang membuat Indonesia puas akan upayanya dan membuat RIS pun menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Roem-Royen yang bertujuan untuk mempersiapkan hal-hal apa saja untuk dibicarakan pada KMB. Untuk mempersiapkan diri mereka untuk Konferensi Meja Lanjutan Perundingan Bundar (KMB). Hatta. Walau pada saat perundingan tersebut tak ada pihak yang sepakat. Presiden Soekarno adn Wapres Hatta beserta pimpinan lainnya kembali ke Yogya. KII dilakukan 2 kali. sebagai tindakan lanjut dari perundingan Roem-Royen. . Tak ada kata sepakat dari kedua pihak yang berbeda pendirian. Van Royen. Konferensi Meja Bundar Setelah melewati perundingan yang sangat lama waktunya. J.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->