MAKALAH ASKEB V ANTENATAL CARE (ANC

)

Disusun oleh : NOR’ AISAH NIM : 102101025

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES ) INSAN SE AGUNG BANGKALAN 2012

Apakah tujuan program anternatal care? . B. Petugas kesehatan ini kemudian di jadikan sebuah program yang di sebut Antenatal care. Program ini sebuah program untuk mengarahkan dan memberikan informasi tentang hal-hal yang harus dilakukan seorang ibu hamil agar janin nya tetap sehat dan terjadi kelahiran normal bagi bayi. Rumusan Masalah Dari pembahasan ini kita bisa menarik sebuah rumusan masalah sebagai berikut: 1. Latar Belakang Masalah Seorang ibu hamil membutuhkan informasi tentang kehamilannya itu baik ibu yang mengandung dan janin yang ada dalam kandungannya. Apa yang dimaksud dengan anternatal care? 2. Maka perlunya pengawasan dan pendidikan yang diberikan oleh seorang petugas kesehatan kepada ibu hamil.BAB I PENDAHULUAN A.

Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999) tujuan ANC adalah menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal. 2. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak. termasuk riwayat penyakti secara umum. dan masa nifas. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. 7. serta menghasilkan bayi yang sehat. 5. Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana.Menurut Maternal Neonatal Health asuhan antenatal atau yang dikenal antenatal care merupakan prosedur rutin yang dilakukan oleh petugas (dokter/bidan/perawat)dalam membina suatu hubungan daalm proses pelayanan pada ibu hamil untuk persiapan persalinan. melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin.dan nifas. 2. kehamilan. Tujuan khusus adalah 1. B. Dengan memberikan asuhan antenatal care yang baik akan menjadi salah satu tiang penyangga dalam safe motherhood dalam usaha menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Tujuan Dari Antenatal Care Tujuan dari ANC adalah sebagai berikut : 1. 3. persalinan. nifas dan laktasi. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat. maternal dan sosial ibu dan bayi. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. 3.BAB II PEMBAHASAN A. Sedangkan menurut Manuaba (1998) secara khusus pengawasan antenatal bertujuan untuk: . tidak hanya fisik tetapi juga mental. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. dan nifas.persalinan. 4. persalinan. Menurut Depkes RI(1994) tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya. Menurut Rustam Muchtar (1998) adalah :Tujuan umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. kebidanan dan pembedahan 4. persalinan. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Eksklusif. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. Pengertian Antenatal Care ANC adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memantau keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti oleh upaya koreksi terhadap penyimpanan yang ditemukan. 6. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil.

Adapun tujuan dari pemeriksaan kehamilan yang disebut dengan Ante Natal Care (ANC) tersebut adalah : 1. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan. Pemberian imunisasi TT lengkap 5. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN Ada tiga faktor yang mempengaruhi kehamilan. Mempersiapkan agar masa nifas berjalan normal. Dengan mengenali kelainan secara dini. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan janinnya 4. maka persalinan diharapkan dapat berjalan dengan lancar. dan aspek keluarga berencana.1. atau poliklinik kebidanan. faktor psikologis dan faktor sosial budaya dan ekonomi. memberikan informasi yang tepat tentang kehamilan dan persalinan pada ibu hamil. 2. kala nifas. Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat. kala nifas. 4. Bahwa salah satu faktor kesiapan dalam menerima bayi adalah jika ibu dalam keadaan sehat setelah melahirkan tanpa kekurangan suatu apa pun Karena manfaat memeriksakan kehamilan sangat besar. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal C. 3. STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN (7 T) Adapun Standar Pelayanan Kebidanan (7 T) adalah sebagai berikut: 1. petugas kesehatan (bidan atau dokter) akan selalu memberikan saran dan informasi yang sangat berguna bagi ibu dan janinnya 3. laktasi. yaitu faktor fisik. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan. Memantau kemajuan kehamilan. Jika kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar. Ukur Tekanan darah 3. rumah bersalin. Ukur Tinggi fundus uteri 4. maka diharapkan masa nifas pun dapar berjalan dengan lancar 6. puskesmas. seperti yang diharapkan semua pihak 5. karena dalam melakukan pemeriksaan kehamilan.minimal 90 tablet selam masa kehamilan dan bisa diberiakan pada masa nifas 30 tablet 6. persalinan. . Dengan demikian kesehatan ibu dan janin pun dapat dipastikan keadaannya. persalinan. Temu wicara D. Pemberian Tablet zat besi. persalinan. dan nifas. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima bayi. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan diri dan kehamilannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Tes penyakit menular seks (PMS) 7. 2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu. Timbang berat badan 2. maka dianjurkan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil. Faktor fisik seorang ibu hamil dipengaruhi oleh status kesehatan dan status gizi ibu tersebut.

terutama yang berhubungan dengan adat istiadat. Dengan demikian kehamilan harus disambut dan dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat dilalui dengan aman. mengganti pakaian dalamnya setiap kali terasa lembab. c. dan pakaian yang menyerap keringat. Yang terakhir adalah Faktor lingkungan sosial. Ibu hamil harus selalu menjaga kebersihan dirinya. mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal.lesu. Trimester I (Minggu 1-15) berat badan naik tiap minggu 0. Keluarga dengan ekonomi yang cukup dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin. Yang tak kalah penting adalah personal hygiene. Janin dapat mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir nanti jika stress pada ibu tidak tertangani dengan baik.5 kg a. tempe sangat baik untuk dikonsumsi) banyak minum air putih dan mengurangi garam atau makanan yang terlalu asin. Sering kencing dan tidak bias ditunda. Perilaku makan juga harus diperhatikan. Faktor ini mempengaruhi kehamilan dari segi gaya hidup. membuat tabungan bersalin. sehingga ibu akan kesulitan saat proses persalinan. Ibu dapat menderita anemia. kapan dan dimana pun ia berada. budaya dan ekonomi. maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri. Jika ada makanan yang dipantang adat padahal baik untuk gizi ibu hamil. Namun dengan adanya perencanaan yang baik sejak awal. protein (tidak harus selalu protein hewani seperti daging atau ikan. Rasa letih. b. Kekurangan gizi tentu saja akan menyebabkan akibat yang buruk bagi si ibu dan janinnya. merencanakan persalinan di tenaga kesehatan dan melakukan persiapan lainnya dengan baik. bahkan kalau perlu selalu menghindari asap rokok. Yang harus diperhatikan adalah ibu hamil harus banyak mengkonsumsi makanan kaya serat. Di lain pihak kelebihan gizi pun ternyata dapat berdampak yang tidak baik juga terhadap ibu dan janin. Perubahaan payudara: rasa nyeri. Hidung tersumbat dan kadang-kadang terjadi mimisan keputihan .Selain itu status gizi ibu hamil juga merupakan hal yang sangat berpengaruh selama masa kehamilan. persalinan dan masa nifas. sehingga suplai darah yang mengantarkan oksigen dan makanan pada janinnya akan terhambat.lembek dan rasa geli. Ekonomi juga selalu menjadi faktor penentu dalam proses kehamilan yang sehat. maka sebaiknya tetap dikonsumsi. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang akan dialami oleh wanita usia subur yang telah berhubungan seksual. Demikian juga sebaliknya. maka kehamilan dan proses persalinan dapat berjalan dengan baik. Gaya hidup sehat adalah gaya hidup yang digunakan ibu hamil.dan lemah d. Stress yang terjadi pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. PERUBAHAN FISIOLOGI PADA IBU HAMIL 1. Janin akan tumbuh besar melebihi berat normal. sehingga janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dukungan keluarga juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan. menggunakan bra yang menunjang payudara. fasilitas kesehatan dan tentu saja ekonomi. Yang patut diperhatikan adalah bahwa kehamilan bukanlah suatu keadaan patologis yang berbahaya. Mual dan muntah e. E. adat istiadat. Faktor Psikologis yang turut mempengaruhi kehamilan biasanya terdiri dari : Stressor. Seorang ibu hamil sebaiknya tidak merokok. protein nabati seperti tahu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan.

Trimester III berat badan naik tiap 1 kg gram selama 3-4 minggu a. Edema kaki sampai tungkai F. Pigmentasi bertambah. Sakit kepala yang menetap ditakutkan hipertensi.2.dan lengan c. Tai lalat bertambah dileher. Demam 9. Penglihatan kabur 4. Varices pada tugkai. Pergerakan janin berkurang 6.nyeri sampai vulva dan hemoroid 3. Rasa tidak nyaman dan tertekan pada perineum e. Insomnia c. Kedua telapak tangan memerah d. Perubahan kiulit pada abdomen: linia nigra dan stria gravidarum f. SEMBILAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN 1. Kram betis g.jerawat dan kulit berminyak b. Mual muntah 5. Sering pingsang e. 2. Kontraksi Braxton his f. Trimester II (Minggu 16-27)berat badan tiap minggu 1 kg a.wajah. Keluarnya darah atau cairan dari jalan lahir 8. Rasa kwatir dan lemas d. Sembelit g. Kejang . Oedemo pada wajah dan tungkai 3.dada. Nyeri perut yang hebat 7. Sesak nafas b.

baik yang bersifat medis. psikologi dan sosial. 2. harapan penulis kepada pembaca semua agar sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun. Memelihara peningkatan fisik. . serta menjaga kesehatan anak secara fisik. Mendeteksi dan mengobati komplikasi-komplikasi yang timbul selama kehamilan. penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca. B. bedah atau obstetri 3. Oleh karena itu. Kesimpulan Untuk membantu seorang ibu melalui kehamilan dan persalinan yang sehat. Menbantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi. Saran Dengan penulisan makalah ini. Membantu mempersiapkan ibu untuk menyusuai. bidan harus 1. melalui masa nifas yang normal. mental dan sosial ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan. suplemen immunisas 4.BAB III PENUTUP A.

Editor. Ed 2 – Jakarta : EGC. Defli Lutan.. Rustam.DAFTAR PUSTAKA Kontjoro. T.08/No3. Mochtar. . Obstetri Fisiologi. Sinopsis Obstetri. Obstetri Patologi/Rustam Mochtar. 1998.2005. Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat dan Bidan Sebagai Strategi Dalam Peningkatan Mutu Klinis. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful