ASAL-USUL NYI SUBANG LARANG

TUGAS INI DI BUAT UNTUK MEMENUHI NILAI BAHASA INDONESIA

IRA RAISYAH

SMAN 1 PAGADEN

Penulis IRA.KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Dan lebih memperhatikan atau melestarikan kebudayaan yang ada di daerahnya masing-masing.R . Sehingga dengan sedikit pengetahuan tersebut pembaca bisa lebih menghargai segala bentuk peninggalan dari para pejuang yang telah menyebarkan agama islam khususnya di tataran sunda. Karena dengan bantuannya akhirnya saya mampu menyelesaikan tugas ini. Mudah – mudahan karya yang saya buat bisa bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi yang membacanya. Yang telah memberikan kesehatan lahir dan bathin. Ucapan terima kasih kepada semua yang membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini yang berbentuk tenaga. maupun materi. Sehingga saya mampu menyelesaikan tugas penelitian tentang LEGENDA NYI SUBANG LARANG. waktu.

Nyi Subang Larang merupakan putri Ki Gedeng Tapa yang merupakan pendiri Kerajaan Japura yang pernah mendapat cinderamata berupa mercusuar dari Laksaman Ceng Ho. ditemukan. ternyata istri Prabu Siliwangi ini seorang Muslimah dan pendiri pesantren besar di masanya. Beliau merupakan murid 'Syeikh Qurra' yang juga tokoh penyebar Islam setingkat wali yang menyebarkan Islam di wilayah Karawang. Nyi Subang Larang menikah dengan Pamanah Rasa yang bergelar Prabu Siliwangi dan melahirkan beberapa orang . Ternyata. mendadak ramai dikunjungi oleh masyarakat dan para pejabat tinggi negara setempat. Kabupaten Subang. Bagaimana sesungguhnya sosok Nyi Subang Larang ini? Berdasarkan riwayat sejarah. Uniknya. Nyi Subang Larang lantas mendirikan pesantren besar bernama "Kobong Amparan Alit" di kawasan Teluk Agung yang kini berada di lingkungan Desa Nanggerang Kecamatan Binong. Belakangan nama "Kobong Amparan Alit" berubah menjadi "Babakan Alit" yang juga berada di sekitar kawasan Teluk Agung Desa Nanggerang. 'Syeikh Qurra'. Berdasarkan data-data sejarah. Kecamatan Binong.ASAL-USUL NYI SUBANG LARANG Kawasan Teluk Agung yang terletak di Desa Nanggerang. Nyi Subang Larang bernama asli Kubang Kencana Ningrum. kawasan yang juga dikenal Astana Panjang atau Muara Jati ini merupakan saksi sejarah riwayat perjalanan hidup seorang tokoh legendaris wanita tatar Pasundan (Jawa Barat) pada sekitar abad 16-17 masehi yang juga merupakan istri Prabu Siliwangi. pemimpin pasukan Kerajaan dari negeri China. Sepulangnya berguru kepada Syeikh Qurra. Subang Larang merupakan satu dari dua tokoh srikandi atau pejuang (pahlawan) wanita Tatar Sunda pada masa itu dimana beliau merupakan figur seorang muslimah (penganut agama Islam). Ketika beliau berguru kepada seorang tokoh penyebar Islam dari Pulau Bata Kabupaten Karawang. yakni Nyi Subang Larang. namanya kemudian diganti oleh Syeikh Qurra’ menjadi "Sub Ang" yang bermakna "Pahlawan Berkuda". di kawasan ini pula Nyi Subang Larang diyakini dimakamkan. Selanjutnya.

. Berkaitan dengan penemuan situs Subang Larang ini pula. Tidak akan ada Cirebon. Diantara abdi dalem yang membawa jasad Nyi Subang Larang adalah tokoh yang kini dimakamkan di kawasan makam keramat Gelok yang terletak di Kp. mendirikan pesantren besar dan dimakamkan di akhir hayatnya.keturunan yang kelak menjadi orang-orang besar. Demikian halnya. Subang Larang lantas diboyong oleh sang suami untuk tinggal di Bogor yang ketika itu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran. diantaranya Raden Kian Santang yang bergelar Pangeran Cakra Buana yang merupakan pendiri cikal bakal Kerajaan Cirebon. Cipicung Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara Subang. Namun. kalau tidak ada Nyi Subang Larang. situs Subang Larang ramai dikunjungi peziarah serta diharapkan bisa menjadi tujuan wisata religi nantinya. kerajaan Sumedang Larang. Sebab sejarah tatar Sunda tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan hidup seorang Subang Larang. Berdasarkan bukti dan penuturan sejarah yang diterima saat ini. jasad atau layon-nya kemudian dibawa oleh para abdi dalemnya untuk dimakamkan di kawasan Teluk Agung tersebut. hampir semua penduduk yakin bahwa di kawasan Teluk Agung Desa Nanggerang inilah Nyi Subang Larang pernah hidup. Dan ketika beliau wafat. Pakuan Pajajaran dan kerajaan Sunda lainnya tidak mungkin dilepaskan dari perjalanan Nyi Subang Larang. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar siap mengucurkan anggaran Rp. Subang Larang kerap mengunjungi pesantrennya di kawasan Teluk Agung yang sekarang terletak di Desa Nanggerang Kecamatan Binong. Raden Kian Santang sendiri merupakan seorang muslim sekaligus tokoh penyebar Islam. meskipun tinggal di Bogor.500 juta rupiah untuk revitalisasi dan pemeliharaan kawasan situs serta pemberdayaan ekonomi warga sekitar. Pada saat menikah dengan Prabu Siliwangi. Dan hingga saat ini.

Banyak yang berharap penemuan situs itu akan menjadi pencerahan yang nantinya bisa menjadi acuan terhadap tabir yang menyelimuti riwayat tanah Sunda. Yayasan Gelok Cipunagara. Sonjaya. Endang. Diharapkan dengan dikukuhkannya situs tersebut akan menambah tempat wisata Subang sekaligus dapat mengangkat dan mengingatkan kembali pengisi Kabupaten Subang untuk mengingat sejarah era terdahulunya. langsung membeberkan riwayat Nyai Subang Larang. “Subang Larang adalah pimpinan Gelok tentunya situs Subang Larang dapat dijadikan lokasi wisata akan lebih ramai dikunjungi orang dari pada lokasi situs Gelok yang saya tempati. yang kemudian menjadikan Islam sebagai agama secara aman dan damai.Ketua Yayasan Gelok Cipunagara. Nyai Subang Larang merupakan santri Syekh Quro atau Syekh Hasanuddin yang digembleng di Pesantren Syeh Quro di Karawang. Dituturkan Endang. ketua yayasan itu. . Endang membeberkan. Gelok saja yang merupakan kepercayaan Subang Larang pengunjungnya ribuan apalagi Subang Larang sebagai atasannya. Syah Bandar Cirebon. saat disemat lambang kujang oleh Acil Bimbo. ketika menyaksikan Ketua Yayasan Subang Larang. Kedamaian tersebut diawali adanya pernikahan yang kedua Sang Prabu Siliwangi dengan Nyai Subang Larang yang merupakan putri Ki Gedeng Tapa. Terkait penemuan situs Nyai Subang Larang itu.” ucap Endang. Kecamatan Binong. masa jayanya kepemimpinan Eyang Prabu Siliwangi pada abad ke-15. sejarah Nyai Subanglarang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kabupaten Subang. SITUS Nyai Subang Larang akhirnya terkuak di Desa Nangerang. Dinasti Eyang Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Nyai Subang Larang.

Raden Pamanah Rasa sebagai Maharaja Pakuan Pajajaran dengan gelar Sang Prabu Siliwangi. Adapun kedudukan Ki Gedeng Tapa adalah sebagai Syahbandar di Cirebon. menuturkan bahwa Ki Gedeng Sindangkasih memiliki kewenangan yang sangat besar.melahirkan tiga orang putra dan putri. Yakni Pangeran Walangsungsang. Menggantikan Ki Gedeng Sindangkasih setelah wafat. Ki Gedeng Tapa dikenal pula dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati. Syekh Quro yang dikenal pula dengan nama Syekh Hasanuddin. memegang peranan penting dalam masuknya pengaruh ajaran Islam ke keluarga Sang Prabu Siliwangi. Nyai Lara Santang dan Raja Sangara. menjadikan putrinya. Dalam Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari-CPCN karya Pangeran Arya Cirebon yang ditulis pada tahun 1720 m atas dasar Negarakerta Bumi. Ki Gedeng Tapa dan Sang Prabu Siliwangi memiliki kesamaan pewarisan. Persahabatan Ki Gedeng Tapa dengan Syekh Quro. Sementara Isteri yang ketiganya ketiga. Yang mana keduanya memperoleh kekuasaan berasal dari Ki Gedeng Sindangkasih setelah wafat. Binong yang sebelumnya ditemukan situs ponggawa utamanya bernama Gelok di Cipunagara yang ramai dikunjungi orang dan diwadahi dengan nama Yayasan Gelok Cipunagara. Atas peristiwa pergantian kedudukan tersebut. . Subang Larang masantren di Pesantren Syekh Quro. dilanjutkan Endang. Adapun Istri keduanya bernama Subang Larang putri dari Ki Gedeng Tapa yang kini situsnya telah ditemukan di Bangerang. Kewengannya tidak hanya sebagai Syahbandar di Cirebon semata. Endang mengisahkan istri pertama Eyang Prabu Siliwangi adalah Nyi Ambet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih. Hubungan antara keduanya dikuatkan dengan pertalian pernikahan. Nyai Aciputih Putri dari Ki Dampu Awang. Saat itu. Dia juga memiliki kewenangan mengangkat menantunya.

. Ada yang bermaksud untuk membayar rasa kepenasarannya dan ada pula yang bermaksud tawasul atau jiarah kubur bersama – sama memanjatkan doa yang di pimpin salah satu ulama yang sudah biasa memimpin pengajian tersebut sekaligus penjaga makam Nyi Subang Larang. Setelah di temukannya makam Nyi Subang Larang. baik dari daerah Jawa Barat maupun daerah-daerah lainnya. Dan pada akhirnya Legenda Nyi Subang larangpun telah banyak di kenal oleh semua lapisan masyarakat.Makam nyai subang larang yang terlihat sederhana di selimuti kain berwarna hijau tersebut menambah keyakinan bahwa benarnya jasad Nyi Subang Larang di makamkan di desa Nanggerang Kecamatan Binong Kabupaten Subang. Para pengunjung yang melihat keberadaan makam nyi subang larang dengan berbagai tujuan.

Ibu Subang Larang menikah dengan Maharaja Dwi Pangga dari Keraton Jogjakarta dan mempunyai seorang anak bernama Raden Jaya Winata yang kemudian menikah dengan salah satu putri dari Dipati Ukur yaitu Nyi Mas Sabrang Lor. Oleh Ayahnya. beliau adalah putri dari hasil pernikahan Eyang Prabu Siliwangi dengan Nyi Mas Rambut Kasih.Hi . Jaka Tingkir di masukan ke pesantren Syech Quro Nahdatul A'en Karawang.SINOPSIS Mengenai silsilah Nyi Mas Ayu Subang Larang sendiri. Ibu Subang mempunyai seorang adik laki-laki yang bernama Joko Tingkir. ( saudara seayah lain Ibu) yaitu hasil dari pernikahan Eyang Prabu Siliwangi dengan Dewi Khona'ah yang merupakan selir Eyang Prabu Siliwangi. Nara Sumber: Masykur S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful