Apa dan Siapa Habib Umar bin Hafidz?

Oleh: Sayyid Abdul Qadir Umar Mauladdawilah Nasab beliau adalah: Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abibakar bin Idrus bin Husein bin Syeikh Abibakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbat bin Ali Khali‘ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidallah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidi bin Jakfar Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sorot matanya tajam, raut mukanya tampak bercahaya, bibirnya tersenyum mengembang, janggut merahnya hampir menutupi leher. Itulah ciri fisik Habib Umar bin Hafidz yang khas. Suaranya yang lantang, badannya yang tegak dengan dibalut jubah dan sorbannya yang dikenakan semakin menambah kewibaannya. Pribadinya santun dan rendah hati. Beliau memiliki akhlak yang terpuji dan memberikan contoh yang diajarkan Rasulullah dengan perilaku yang nyata pada dirinya. Beliau adalah berkah bagi kaum muslimin saat ini. Nasab beliau adalah: Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abibakar bin Idrus bin Husein bin Syeikh Abibakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbat bin Ali Khali‘ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidallah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali AlUraidi bin Jakfar Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Habib Umar lahir di Kota Tarim, sebuah kota yang terkenal dengan sebutan “Kota Seribu Wali”. Sebutan itu tidaklah mengada-ada bagi kota tertua di Negeri Hadramaut wilayah Yaman Selatan ini. Dari sinilah banyak bermunculan para auliya’, orang-orang shaleh, ulama yang ikhlas dan mengamalkan ilmunya ke seantero penjuru bumi. Mereka terdiri dari golongan kaum yang dekat dengan Allah. Salah satunya adalah Habib Umar bin Hafidz yang lahir di Tarim pada hari Senin, 4 Muharram 1388 H bertepatan dengan 27 Mei 1963 M, sebelum fajar. Beliau dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan cahaya keilmuan yang diwarisi dari para keturunan suci dan mulia. Di kota inilah beliau tumbuh dalam didikan keluarga yang penuh dengan keimanan, ketakwaan, ilmu dan akhlak yang luhur. Sedari kecil beliau ditanamkan nilai-nilai kebajikan yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tumbuh dalam lingkungan Ahlussunnah wal jama’ah, yang bermadzhabkan Syafi’i dengan Thariqah Bani Alawi, sebagaimana para leluhurnya yang mulia. Guru pertama beliau tak lain adalah ayahnya sendiri Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, seorang Mufti Kota Tarim yang juga merupakan pejuang. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam

(Kakak kandung yang sekaligus berperan sebagai pengganti ayah bagi Habib Umar semenjak sang ayahandanya syahid). jika kemudian Habib Umar kecil yang yatim kemudian tumbuh menjadi sosok pemuda yang gemar mempelajari ilmu-ilmu keislaman. 5. Sejak saat itu Habib Umar tak pernah lagi melihat sang ayah hingga saat ini. 3. 4. Guru-guru beliau yang berada di Kota Tarim : 1. Namun keyatiman beliau tidak menghalangi sedikitpun langkahnya untuk menuntut ilmu. sekaligus guru utama beliau) 2. Al-Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. khususnya yang berada di Kota Tarim. Meskipun berusia masih muda. Memang jika kita pelajari jejak langkah para ulama dan habaib terdahulu. Al-Habib Abdullah bin Syeikh Al-Aydrus. karena Allah telah memberikannya sesuatu yang khusus. berani mengatakan kebenaran dan mengajarkan hukum-hukum suci nan mulia dalam Islam. Asy-Syeikh Taufiq Aman. Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz.. Bakat dan kecerdasan beliau yang merupakan hasil didikan ruhani dan jasmani dari ayahanda dan para gurunya telah menjadikannya mampu menghafal Al-Qur’an pada usia yang sangat muda dan juga menghafal berbagai teks matan ilmu fiqih. Jadi tidaklah mengherankan. bahasa Arab dan berbagai ilmu keislaman lainnya.Hal itu tidak lain karena mereka telah melakukan kaderisasi serta mujahadah dan doa yang tulus. bilamana mereka meninggal dan anak-anaknya masih kecil. Komunis menganggap beliau merupakan batu sandungan mereka. Munshib Al-Habib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abibakar. Al-Habib Umar bin Alwi Al-Kaaf. Maka pada suatu waktu dalam masjid. Sejak itu ia semakin bersemangat dan berjuang keras agar dapat melanjutkan cita-cita sang ayah untuk mensyiarkan Agama Allah. Pada saat itu negeri Yaman Selatan dikuasai oleh Uni Soviet yang berfaham komunis dan anti agama.yang mengabdikan hidupnya demi tersebarnya syiar Islam. Semenjak kecil. 8. Kealiman Habib Umar ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi keluarga dan kerabat. ketika Habib Umar sedang menemani ayahnya untuk menunaikan Shalat Jumat. 6. Musuh utama mereka adalah para ulama Islam yang merupakan penghalang besar bagi penyebaran ideologi mereka. Semenjak membawa rida’ sang ayah. 7. Al-‘Allamah Al-Habib Muhammad bin Alwi bin Syihabuddin. Habib Umar kecil menjadikan hal itu sebagai suatu pertanda bahwa ia harus meneruskan tanggung jawab sang ayah untuk menyebarkan Islam. kain Habib Umar kecil pun kemudian pulang ke rumahnya sendirian dengan membawa rida’ milik ayahnya. Melihat sepak terjang Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz (ayah Habib Umar). agar kelak para keturunannya dapat istiqamah mengikuti ajaran dan tuntutan para pendahulunya yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Semua itu juga didukung oleh lingkungan yang kondusif di Kota Tarim yang aman dari segala bentuk kemaksiatan. Mereka . Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz diculik oleh gerombolan komunis.. mereka tidak khawatir akan masa depan pendidikan anak-anaknya.(Ayah. kala itu Habib Umar telah benar-benar memahami Al-Qur’an. hadis. Al-Habib Abdullah bin Hasan Bilfaqih. Habib Umar tumbuh menjadi seorang Yatim.

.mengkhawatirkan akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke Kota Baidha’ yang terletak di Yaman Utara. Di Kota Baidha’. Beliau juga menimba ilmu dari Asy-Syeikh Al-Musnid Muhammad Isa Al-Fadani dan Al-‘Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani yang berada di KotaMakkah. beliau tak kenal lelah dalam berdakwah mensyiarkan Agama Allah. Hampir tak ada satu tempat pun yang terlewatkan dalam dakwah beliau untuk mengenalkan kembali cinta Allah dan Rasul-Nya (mahhabatullah wa rasulihi) shallallahu ‘alaihi was sallam pada hati kaum muslimin. keikhlasannya serta keuletannya. Beliau jarang sekali tidur. Selain kepada Al-Habib Muhammad Al-Haddar beliau juga belajar dan menerima ijazah dari Al-Habib Zein bin Ibrahin bin Smith (Yang kini berada di Madinah). Pada bulan Rajab tahun 1302 H bertepatan bulan April 1982 M beliau bertemu Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assagaf yang berada di Kota Jeddah. Merekapun membantu dalam perjuangan dakwahnya. yang kemudian menjadi mertua beliau. Perjuangan Habib Umar yang ikhlas dan keteguhannya dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Negeri Yaman Utara. Al-Habib Abdul Qadir menyaksikan bahwa di dalam diri Habib Umar muda terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga beliau terhindar dari orang-orang yang ingin mencelakainya. Di sana beliau berguru kepada Al-Imam Al-‘Arif Billah Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar. Mereka kemudian menjadi sosok pemuda yang bangga dengan identitas keislamannya. Beliaupun mengunjungi para ulama yang berada di Yaman. usahanya sangat gigih untuk mengembalikan umat Islam agar mereka berjalan di garis para salafunasshalihin yang tiada lain adalah cerminan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan kesabaran. salah satunya di Kota Ta’iz. Di Hijaz beliau berkesempatan untuk menimba ilmu dan memperoleh ijazah dari para ulama besar disana. Beliaupun juga berkesempatan menimba ilmu dan memperoleh ijazah dari kedua pilar keadilan di Hijaz. dan memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. yaitu Al-Habib Al-Jawwad Ahmad Masyhur bin Toha Al-Haddad (Jeddah) dan Al-Habib Abubakar Attas bin Abdullah Al-Habsyi (Makkah). Al-Musnid Al-Habib Ibrahim bin Agil bin Yahya yang begitu perhatian dan cinta kepada Habib Umar. banyak para pemuda yang tertarik dengan metode pengajaran beliau. di bawah bimbingan Habib Umar mereka seakan terbangun dari tidur yang panjang dan kelam. Beliau banyak merintis beberapa majelis taklim didaerah Hadramaut. Setelah beberapa bulan di kota Baidha’ beliau kemudian melakukan perjalanan ibadah Haji di Tanah Suci serta mengunjungi makam datuknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah. Semenjak itu nama Habib Umar bin Hafidz mulai tersohor. karena kegigihan dan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaiki serta mempopularkan ajaran-ajaran para Salafuna Alawiyin. Sayyid Muda itu tiba di Kota Baidha’ pada awal bulan Saffar tahun 1402 H bertepatan dengan bulan September tahun 1981 M. selain belajar beliau juga berdakwah hingga ke pelosok yang umumnya masih dihuni oleh kaum Badui yang masih primitif. telah mendapat dukungan dan simpatik dari para ulama yang berada di sana. Disana beliau belajar dan mengambil ijazah kepada Mufti Ta‘iz.. Kerja kerasnya tak sia-sia.

Inggris. Kedua. Beliau mendapatkan undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan kuat untuk belajar tentang Thariqah Alawiyah. setiap khutbah dan tausiah yang beliau sampaikan membuat dejak kagum bagi orang yang menyimaknya. beliau singgah ke Kota Syihir.. dan tamu tersebut berkata: “Baiklah Habib tapi saya tetap akan menunggu anda”. Amerika Serikat. setiap orang yang mendengarkan ceramahnya. Oman. Emirat. aku bertamu kepada yang maha tunggal dan jika aku bertamu kepada-Nya. Bertahun-tahun kota itu beliau tinggalkan dan waktu dihabiskan untuk belajar. Selain aktif berdakwah di berbagai belahan dunia. syuria dan juga dari negara-negara Arab lainnya. Selain da’i Habib Umar juga merupakan seorang yang mumpuni dalam ilmu hadis. Malam harinya beliau pergunakan. Sudan. Beliau mendirikan Pondok Pesantren Darul Mustafa tersebut dengan tiga tujuan: Pertama. Kenya. Singapura. bertepatan dengan tahun 1993 M. lalu beliau tidak keluar dari tempat shalatnya hingga kemudian dikumandangkannya adzan subuh.. beliau . da’i yang ikhlas. Yaman Selatan. lalu Habib Umar izin kepada tamu tersebut untuk shalat malam. sekeras apapun hatinya pasti akan menitikkan air mata.Kesohoran dan ketenaran Habib Umar tidak mengurangi sedikit pun niat dasar beliau. hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia. menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah (ber-amar ma’ruf nahi munkar). mengajarkan berbagai disiplin ilmu keislaman secara ber-talaqqi (bertatap muka) dan para pengajarnya adalah para ahli yang memiliki sanad keilmuan yang dapat dipertanggung jawabkan. Habib Umar adalah seorang orator ulung. Dari pesantren inilah ajaran para salafuna shalihin diserukan. Sekembalinya dari Oman. Mesir. sebelum ke Tarim. maka Habib Umar pun mengangguk. Selain itu beliau juga ahli dalam ilmu tafsir Al-Qur’an. Yaman. Malaysia. berdakwah guna membentuk ruh Islami orang-orang di sekelilingnya. antum meninggalkan saya hingga subuh?”. Tanzania. Ketiga. Dalam waktu yang demikian singkat. walupun orang yang menyimaknya tidak mengerti bahasa arab. Yaman Timur. Sedangkan siang harinya beliau pergunakan untuk khidmah kepada umat. Setelah dari Hijaz. Kepulauan Comoro. Kanada. Bagaimana tidak. Beliau belajar kepada para ulama yang berada di kota tersebut sambil berdakwah. Hadramaut. aku merasakan kelezatan dan aku lupa pada semua selain-Nya”. beribadah dan bertafakur kehadirat Allah. Pernah dikasahkan pada suatu hari seorang tamu bersikeras ingin duduk bersama beliau hingga tengah malam. Darul Mustafa merupakan hadiah terbesar beliau bagi dunia. maka Tamu itupun berkata: “Habibana. Para muridnya banyak berasal dari Indonesia. Pada tahun 1414 H. Negara Oman menjadi fase dakwah beliau kemudian. beliau berkata: “Maafkan saya. Tidak berlebihan kalau beliau dijuluki “Singa Podium”. Habib Umar tinggal di Tarim. Setelah itu beliaupun kembali ke kampung halamannya di Kota Tarim. beliaupun mengabadikan ajaran-ajarannya dengan membangun Pondok Pesantren Darul Mustafa. beliau banyak hafal hadis berikut matan dan sanadnya dari dirinya hingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam. menyucikan diri dan memperbaiki akhlak. Saudi Arabia. Pakistan. Beliaupun menyambut baik undangan tersebut dan kemudian mengajar dan berdakwah di sana hingga beberapa tahun. penduduk Tarim telah menyaksikan berkumpulnya para murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan karena pernah dikuasai oleh kaum atheis komunis. menyebarkan ilmu yang bermanfaat serta berdakwah menyeru kepada jalan yang diridhai Allah subhanallahu ta’ala dan sesuai dengan apa-apa yang diajarkan oleh Rasulullah dan para salafuna shalihin.

Adz-Dzakirah Al-Musyarrafah. Beberapa kitab karangannya antara lain: Is’af At-Thalibi. Solo mengeluh kepada Al-Imam Al-‘Arif billah Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf. sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya." (Riwayat alBukhari) . memudahkan segala urusan beliau. yang berisi bait-bait syair pujian terhadap Rasulullah. sesatlah mereka dan menyesatkan orang lain. Emirat. Ridho Al-Kholaq bi bayan Makarimal Akhlaq.a. Sehinggalah tiada lagi orang yang alim (ulama) yang tinggal. manusia akan melantik ketua mereka yang jahil. setiap awal Bulan Muharram beliau sempatkan datang ke Indonesia guna memberikan nasehat.Dan karya beliau yang paling monumental adalah Dhiyaullami’ bidzikri Mauliduhu Asy-syafi’. Lalu Al-Habib Abdul Qadir pun mengutus Habib Umar bin Hafidz untuk mengingatkan dan menggugah ghirah para Alawiyin di Indonesia. menjadikan keturunnanya dan para anak muridnya sebagai penerus dakwah beliau dan menggolongkan kita semua termasuk sebagai orang-orang yang suka berkumpul bersama kaum shalihin seperti beliau. Hingga saat ini beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran dakwah Islam. Maka. Yaman Utara. Kini. Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak mencabut (menghilangkan) ilmu daripada manusia. Selain melakukan kaderisasi. Ketika itu. Malaysia. Syarah Mandzumah -Sanad Al-‘Ulwi. Jeddah tentang keadaan para Alawiyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.. mereka mengeluarkan fatwa tanpa asas ilmu. (Dikutip dari buku “Habib Umar bin Hafidz Singa Podium”) ----------------------------------Ingatlah kepada satu peringatan daripada Rasulullah saw: Daripada Abdullah bin 'Amr r. Mereka menyampaikan apa-apa yang telah mereka peroleh dari ilmu yang telah di ajarkan oleh Habib Umar untuk menyebarkan kebaikan serta rahmat bagi makhluk Allah. Amin….. Tetapi Allah mencabut ilmu dengan mencabut roh (mematikan) para ulama. di Indonesia lebih dikenal dengan Maulid Dhiyaullami’ atau Maulid Habib Umar.juga mengawasi perkembangan Pondok Pesantren Darul Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemen beliau. Darul Mustafa kini telah memiliki lebih dari 30 cabang yang tersebar di berbagai tempat di Hadramaut. Tidak ketinggalan pula di Indonesia. memanjangkan usia beliau. Sebelumnya Al-Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi. Habib Umar juga merupakan ulama yang produktif dalam menulis. Tahun 1994 M adalah awal kedatangan beliau ke Indonesia. Indonesia. Taujihat At-Thullab. ilmu serta mengingatkan kita akan Thariqah Alawiyin. Hijaz. Apabila orang menanyakan sesuatu. Para murid yang telah belajar di Darul Mustafa kemudian berdakwah di daerah asalnya masing-masing. Semoga Allah menjaga kesehatan beliau.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful