MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Permasalahan Yang Timbul Dari Pilkada

FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2005

Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih. Tetapi masih dapat dikatakan suses. 2 . Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya.BAB I PENDAHULUAN Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR. DPD. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004. DPRD di tahun 2004. DPR.

Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945. oleh rakyat. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. 1. dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Gubernur. Hal ini telah diatur dalam UU 3 . Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. 2. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. DPR. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. kabupaten. dan kota dipilih secara demokratis. Bupati dan Wali Kota. bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung.BAB II PEMBAHASAN A. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. untuk rakyat. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. DPD. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat. masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi.

Pengangkatan. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005. B. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Karena itu. hingga pelaksanaan pilkada ini. Disadari atau tidak. Mulai dari seleksi bakal calon. stock kepemimpinan nasional amat terbatas. jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta. 3. persiapan kertas suara.No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan. Pengesahan. dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan. 4. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. 5. maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya. 4 . Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing.

Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Dalam seperti : 1. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah. para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. Money politik Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Misalnya saja di Jakarta. pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum. sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Ini sangat berbahaya sekali. Selain masalah dari para bakal calon. Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah.Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon 5 . Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta. jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra.

selebaran.Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan. 4. juga terjadi hal tersebut. Pendahuluan start kampanye Tindakan ini paling sering terjadi. Sleman. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho. 2. 6 . spanduk. Kampanye negatif Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. Tegaltirto. Karena untuk biaya ini. Intimidasi Intimidasi ini juga sangat bahaya. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Yaitu salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. 3. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. biaya itu. Berbah. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya.

Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar. Solusi Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Memilih dengan hati nurani. 3. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik. BAB III KESIMPULAN 7 . Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. 4. 2. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain : 1.C. Semua warga saling menghargai pendapat.

menghargai pendapat. Semoga untuk pemilihan umum yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. DAFTAR PUSTAKA 8 . Manusia yang baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini semua dapat digunakan untuk pembelajaran politik masyarakat. Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya berdemokrasi. Sehingga pemilihan umum dapar berjalan dengan lancar.Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri.

Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta. 9 . Abraham Panumbangan (mahasiswa fisipol UMY). www. 22 Februari 2005 4. 15 Juli 2005 2. dkk.Masih perlu waktu. Suardi Abubakar. www. M. Ensiklopedi Umum . Redaksi Kompas.1. 3. www.kompas.1973. 2000. dkk.kompas. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.co.com edisi Rabu. APBN-P 2005 Bantu Rp 464.com edisi selasa.id edisi Jum’at.9 Miliar .Optimisme hadapi pilkada langsung.kr. Ma’ruf (Mentri Dalam Negeri). 30 Maret 2005 5. Hasan Shadily.Jakarta: Yudhistira.

Dalam perundang-undangan di Indonesia. terutama perlindungan untuk istri dan anak. Lahirnya undang-undang ini disambut gembira oleh sekelompok kaum ibu yang menikah dengan warga negara asing. Perkawinan campur juga terjadi pada tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja dari negara lain.” Selama hampir setengah abad pengaturan kewarganegaraan dalam perkawinan campuran antara warga negara indonesia dengan warga negara asing.[2] Menurut survey yang dilakukan oleh Mixed Couple Club. namun secara garis besar Undang-undang baru yang memperbolehkan dwi kewarganegaraan terbatas ini sudah memberikan pencerahan baru dalam mengatasi persoalan-persoalan yang lahir dari perkawinan campuran. dan sahabat pena. Pengaturan ini menimbulkan persoalan 10 .62 Tahun 1958. perkawinan campuran didefinisikan dalam Undang-undang No. karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia. bekas teman sekolah/kuliah. dan transportasi telah menggugurkan stigma bahwa kawin campur adalah perkawinan antara ekspatriat kaya dan orang Indonesia. UU kewarganegaraan yang lama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal. DPR mengesahkan Undang-Undang Kewarganegaraan yang baru.STATUS HUKUM ANAK HASIL PERKAWINAN CAMPURAN BERDASARKAN HUKUM INDONESIA[1] I. mengacu pada UU Kewarganegaraan No. PENDAHULUAN Perkawinan campuran telah merambah seluruh pelosok Tanah Air dan kelas masyarakat. Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam perkawinan campuran adalah masalah kewarganegaraan anak. walaupun pro dan kontra masih saja timbul. pendidikan. Globalisasi informasi. jalur perkenalan yang membawa pasangan berbeda kewarganegaraan menikah antara lain adalah perkenalan melalui internet. Barulah pada 11 Juli 2006. kemudian bekas teman kerja/bisnis. yang dalam UU tersebut ditentukan bahwa yang harus diikuti adalah kewarganegaraan ayahnya. pasal 57 : ”Yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan. berkenalan saat berlibur. ekonomi.[3] Dengan banyak terjadinya perkawinan campur di Indonesia sudah seharusnya perlindungan hukum dalam perkawinan campuran ini diakomodir dengan baik dalam perundangundangan di indonesia. sehingga anak yang lahir dari perkawinan campuran hanya bisa memiliki satu kewarganegaraan. Seiring berjalannya waktu UU ini dinilai tidak sanggup lagi mengakomodir kepentingan para pihak dalam perkawinan campuran.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

wanita bersuami. Namun tidak berarti semua manusia cakap bertindak dalam lalu lintas hukum. tentu ibu akan kesulitan mendapat pengasuhan anaknya yang warga negara asing. PENGATURAN MENGENAI ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN A. ANAK SEBAGAI SUBJEK HUKUM Definisi anak dalam pasal 1 angka 1 UU No. Secara garis besar perumusan masalah adalah sebagai berikut : 1. berikut komparasinya terhadap UU Kewarganegaraan yang lama. Pasal 2 KUHP memberi pengecualian bahwa anak yang masih dalam kandungan dapat menjadi subjek hukum apabila ada kepentingan yang menghendaki dan dilahirkan dalam keadaan hidup. mereka yang digolongkan tidak cakap adalah mereka yang belum dewasa. dan mereka yang dibawah pengampuan. anak hanya mengikuti kewarganegaraan ayahnya. Berdasarkan UU Kewarganegaraan yang lama. Berdasarkan pasal 1330 KUHP.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah : “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. maka anak akan tunduk pada dua yurisdiksi hukum. Apakah kewarganegaraan ganda ini akan menimbulkan masalah bagi anak? II.” Dalam hukum perdata. diketahui bahwa manusia memiliki status sebagai subjek hukum sejak ia dilahirkan. Menurut Teori Hukum Perdata Internasional 11 . Dengan lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru. Bagaimana pengaturan status hukum anak yang lahir dari perkawinan campuran sebelum dan sesudah lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru? 2. namun berdasarkan UU Kewarganegaraan yang baru anak akan memiliki dua kewarganegaraan. Seseorang yang tidak cakap karena belum dewasa diwakili oleh orang tua atau walinya dalam melakukan perbuatan hukum. sangat menarik untuk dikaji bagaimana pengaruh lahirnya UU ini terhadap status hukum anak dari perkawinan campuran. III.apabila di kemudian hari perkawinan orang tua pecah. Menarik untuk dikaji karena dengan kewarganegaraan ganda tersebut. termasuk anak yang masih dalam kandungan. Dengan demikian anak dapat dikategorikan sebagai subjek hukum yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum. Orang-orang yang tidak memiliki kewenangan atau kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum diwakili oleh orang lain.[4] Manusia sebagai subjek hukum berarti manusia memiliki hak dan kewajiban dalam lalu lintas hukum. Anak yang lahir dari perkawinan campuran memiliki kemungkinan bahwa ayah ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda sehingga tunduk pada dua yurisdiksi hukum yang berbeda.

terutama bila anak-anak tersebut masih dibawah umur. atau perkawinan tersebut tidak sah.[8] Sistem kewarganegaraan dari ayah adalah yang terbanyak dipergunakan di negara-negara lain.[7] Umumnya yang dipakai ialah hukum personal dari sang ayah sebagai kepala keluarga (pater familias) pada masalah-masalah keturunan secara sah. seorang perempuan warga negara Indonesia yang kawin dengan seorang asing bisa kehilangan kewarganegaraannya. sehingga anak dianggap sebagai anak luar nikah yang hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya. namun dalam hal kewarganegaraan ibu berbeda dari ayah. memiliki tujuan yang baik yaitu kesatuan dalam keluarga. apabila selama waktu satu tahun ia menyatakan keterangan untuk itu.[11] Karena sulitnya 12 .[10] Kecondongan pada sistem hukum ayah demi kesatuan hukum. Pria Warga Negara Asing (WNA) menikah dengan Wanita Warga Negara Indonesia (WNI) Berdasarkan pasal 8 UU No. Apabila suami WNA bila ingin memperoleh kewarganegaraan Indonesia maka harus memenuhi persyaratan yang ditentukan bagi WNA biasa. seperti misalnya Jerman.Sudargo Gautama menyatakan kecondongannya pada sistem hukum dari ayah demi kesatuan hukum dalam keluarga. perlu dilihat dahulu perkawinan orang tuanya sebagai persoalan pendahuluan[5]. Italia. Permasalahan dalam perkawinan campuran Ada dua bentuk perkawinan campuran dan permasalahannya: a. Yunani. bahwa semua anak–anak dalam keluarga itu sepanjang mengenai kekuasaan tertentu orang tua terhadap anak mereka (ouderlijke macht) tunduk pada hukum yang sama. Swiss dan kelompok negara-negara sosialis. B.62 Tahun 1958 1.62 tahun 1958. Kecondongan ini sesuai dengan prinsip dalam UU Kewarganegaraan No. Negara-negara common law berpegang pada prinsip domisili (ius soli) sedangkan negara-negara civil law berpegang pada prinsip nasionalitas (ius sanguinis). Prof. apakah perkawinan orang tuanya sah sehingga anak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya. kecuali apabila dengan kehilangan kewarganegaraan tersebut. Menurut UU Kewarganegaraan No. demi stabilitas dan kehormatan dari seorang istri dan hak-hak maritalnya.[9] Dalam sistem hukum Indonesia. Sejak dahulu diakui bahwa soal keturunan termasuk status personal[6].Menurut teori hukum perdata internasional. lalu terjadi perpecahan dalam perkawinan tersebut maka akan sulit bagi ibu untuk mengasuh dan membesarkan anak-anaknya yang berbeda kewarganegaraan. untuk menentukan status anak dan hubungan antara anak dan orang tua.62 tahun 1958. ia menjadi tanpa kewarganegaraan. Hal ini adalah demi kesatuan hukum dalam keluarga dan demi kepentingan kekeluargaan.

62 Tahun 1958 apabila seorang perempuan WNA menikah dengan pria WNI. turut memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia setelah ia bertempat tinggal dan berada di Indonesia. dimana kewarganegaraan anak mengikuti ayah. Keterangan tentang bertempat tinggal dan berada di Indonesia itu tidak berlaku terhadap anak-anak yang karena ayahnya memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia menjadi tanpa kewarga-negaraan.mendapat ijin tinggal di Indonesia bagi laki laki WNA sementara istri WNI tidak bisa meninggalkan Indonesia karena satu dan lain hal( faktor bahasa. anak yang lahir dari perkawinan campuran bisa menjadi warganegara Indonesia dan bisa menjadi warganegara asing : 1. Bila suami meninggal maka ia akan kehilangan sponsor dan otomatis keberadaannya di Indonesia menjadi tidak jelas Setiap kali melakukan perjalanan keluar negri memerlukan reentry permit yang permohonannya harus disetujui suami sebagai sponsor. 2.[14] Bila suami meninggal tanah hak milik yang diwariskan suami harus segera dialihkan dalam waktu satu tahun. maka pemohonan untuk menjadi WNI harus mengikuti persyaratan yang berlaku bagi WNA biasa.62 Tahun 1958).” Dalam ketentuan UU kewarganegaraan ini. Artinya sebagai istri/ibu dari WNI. sesuai pasal 13 ayat (1) UU No. perempuan ini kehilangan hak berkontribusi pada pendapatan rumah tangga.dll) maka banyak pasangan seperti terpaksa hidup dalam keterpisahan. bila masa itu terlewati .[13] Untuk dapat tinggal di Indonesia perempuan WNA ini mendapat sponsor suami dan dapat memperoleh izin tinggal yang harus diperpanjang setiap tahun dan memerlukan biaya serta waktu untuk pengurusannya. pekerjaan pendidikan. ia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia tapi pada saat yang sama ia juga harus kehilangan kewarganegaraan asalnya.[12] b.[15] Seorang wanita WNA tidak dapat bekerja kecuali dengan sponsor perusahaan. Bila dengan sponsor suami hanya dapat bekerja sebagai tenaga sukarela. Permohonan untuk menjadi WNI pun harus dilakukan maksimal dalam waktu satu tahun setelah pernikahan. budaya. Anak hasil perkawinan campuran Indonesia menganut asas kewarganegaraan tunggal. Menjadi warganegara Indonesia Apabila anak tersebut lahir dari perkawinan antara seorang wanita warga negara asing dengan pria warganegara Indonesia (pasal 1 huruf b UU No. Wanita Warga Negara Asing (WNA) yang menikah dengan Pria Warga Negara Indonesia (WNI) Indonesia menganut azas kewarganegaraan tunggal sehingga berdasarkan pasal 7 UU No. maka 13 .62 Tahun 1958 : “Anak yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya sebelum ayah itu memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia. keluarga besar.

Adapun asas-asas yang dianut dalam Undang-Undang ini sebagai berikut:[20] 1. dan dibuatkan kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang harus terus diperpanjang dan biaya pengurusannya tidak murah. juga mengakibatkan kewarganegaraan anak yang belum dewasa (belum berusia 18 tahun/ belum menikah) menjadi hilang (apabila anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya). si anak terpaksa harus kehilangan kewarganegaraan Indonesianya.[18] Anak tersebut sejak lahirnya dianggap sebagai warga negara asing sehingga harus dibuatkan Paspor di Kedutaan Besar Ayahnya. hilangnya kewarganegaraan ayah juga mengakibatkan hilangnya kewarganegaraan anak-anaknya yang memiliki hubungan hukum dengannya dan belum dewasa (belum berusia 18 tahun atau belum menikah). yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini. 4. Bila suami (yang berstatus pegawai negeri)meningggal tidak jelas apakah istri (WNA) dapat memperoleh pensiun suami. Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan.62 Tahun 1958. Dalam hal terjadi perceraian.[17] 2. walaupun pada pasal 3 UU No. namun dalam praktek hal ini sulit dilakukan. Hilangnya kewarganegaraan ibu.[19] C. Masih terkait dengan kewarganegaraan anak. 2. kalaupun Ibu dapat memberikan kewarganegaraannya. Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. bukan berdasarkan negara tempat kelahiran. 3. dalam UU No. Menurut UU Kewarganegaraan Baru 1.62 tahun 1958 dimungkinkan bagi seorang ibu WNI yang bercerai untuk memohon kewarganegaraan Indonesia bagi anaknya yang masih di bawah umur dan berada dibawah pengasuhannya. Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam 14 . Menjadi warganegara asing Apabila anak tersebut lahir dari perkawinan antara seorang wanita warganegara Indonesia dengan warganegara asing. Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. Pengaturan Mengenai Anak Hasil Perkawinan Campuran Undang-Undang kewarganegaraan yang baru memuat asas-asas kewarganegaraan umum atau universal.kewarganegaraan anak mengikuti ayahnya. akan sulit bagi ibu untuk mengasuh anaknya.[16] Bila suami meninggal dunia dan anak anak masih dibawah umur tidak jelas apakah istri dapat menjadi wali bagi anak anak nya yang menjadi WNI di Indonesia.

sama-sama diakui sebagai warga negara Indonesia. Dalam hal status personal indonesia menganut asas konkordasi. sebaliknya.[23] Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda . yang disalin lagi dari pasal 3 Code Civil Perancis). menurut jurisprudensi. pembatalan perkawinan. sepanjang mengenai hal-hal yang terkait dengan status personalnya .Undang-Undang ini. kewarganegaraan ganda juga memiliki potensi masalah. yang antaranya tercantum dalam Pasal 16 A. apakah pemberian kewaranegaraan ini akan menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari atau tidak. Undang-Undang ini pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). wewenang hukum. misalnya dalam hal penentuan status personal yang didasarkan pada asas nasionalitas. tetap berada di bawah lingkungan kekuasaan hukum nasional indonesia. Memiliki kewarganegaraan ganda berarti tunduk pada dua yurisdiksi.B.[21] Mengenai hilangnya kewarganegaraan anak. Hal ini berati warga negara indonesia yang berada di luar negeri. dan kewenangan melakukan perbuatan hukum.[22] 2. maka orang-orang asing yang berada dalam wilayah Republik indonesia dipergunakan juga hukum nasional mereka sepanjang hal tersebut masuk dalam bidang status personal mereka. maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI. maka hilangnya kewarganegaraan ayah atau ibu (apabila anak tersebut tidak punya hubungan hukum dengan ayahnya) tidak secara otomatis menyebabkan kewarganegaraan anak menjadi hilang. (mengikuti pasal 6 AB Belanda. namun bagaimana bila ada pertentangan antara hukum negara yang satu dengan yang lain. perwalian anak-anak.[24] Pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin. Bila ketentuan antara hukum negara yang satu dengan yang lain tidak bertentangan maka tidak ada masalah.[27] Bila dikaji dari segi hukum perdata internasional. soal nama. Berdasarkan pasal 16 AB tersebut dianut prinsip nasionalitas untuk status personal. soal status anak-anak yang dibawah umur. Kewarganegaraan ganda yang diberikan kepada anak dalam Undang-Undang ini merupakan suatu pengecualian. dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka ia harus menentukan pilihannya. Namun perlu ditelaah. lalu pengaturan status 15 .[25] Pemberian kewarganegaraan ganda ini merupakan terobosan baru yang positif bagi anak-anak hasil dari perkawinan campuran. maka seorang anak berarti akan tunduk pada ketentuan negara nasionalnya. Kewarganegaraan Ganda Pada Anak Hasil Perkawinan Campuran Berdasarkan UU ini anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNI dengan pria WNA. Indonesia memiliki sistem hukum perdata internasional peninggalan Hindia Belanda.[26] Dalam jurisprudensi indonesia yang termasuk status personal antara lain perceraian.

lalu ketentuan mana yang harus diikutinya. Kritisi terhadap UU Kewarganegaraan yang baru Walaupun banyak menuai pujian. Sebagai contoh adalah dalam hal perkawinan. kewarganegaraan ganda sepanjang hayat akan menimbulkan kerancuan dalam menentukan hukum yang mengatur status personal seseorang. Menurut hemat penulis. Hanya saja KPC Melati menyayangkan aturan warga negara ganda bagi anak hasil perkawinan campur hanya terbatas hingga si anak berusia 18 tahun. untuk hal-hal yang terkait dengan status personalnya akan diatur dengan hukum nasionalnya. Ketika seorang anak yang belum berusia 18 tahun hendak menikah[29] maka harus memuhi kedua syarat tersebut. Syarat materil[30] harus mengikuti hukum Indonesia sedangkan syarat formil[31] mengikuti hukum tempat perkawinan dilangsungkan. lahirnya UU baru ini juga masih menuai kritik dari berbagai pihak. namun berdasarkan hukum dari negara pemberi kewarganegaraan yang lain. 3. seperti mereka usulkan. Lalu bagaimana bila ketentuan yang satu melanggar asas ketertiban umum[28] pada ketentuan negara yang lain. Enggi memuji kerja DPR yang mengakomodasi prinsip dwi kewarganegaraan. Salah satu pujian sekaligus kritik yang terkait dengan status kewarganegaraan anak perkawinan campuran datang dari KPC Melati (organisasi para istri warga negara asing). “Ketua KPC Melati Enggi Holt mengatakan. Hal tersebut yang tampaknya perlu dipikirkan dan dikaji oleh para ahli hukum perdata internasional sehubungan dengan kewarganegaraan ganda ini. apalagi bila hukum yang satu bertentangan dengan hukum yang lain. Sebagai contoh dapat dianalogikan sebagai berikut : 16 . ia akan banyak melakukan perbuatan hukum. Karena begitu seseorang mencapat taraf dewasa.[32] Penulis kurang setuju dengan kritik yang disampaikan oleh KPC Melati tersebut. hal tersebut diizinkan. dan menilai masuknya prinsip ini ke UU yang baru merupakan langkah maju. anak hasil perkawinan campur selalu mengikuti kewarganegaraan bapak mereka. maka akan membingungkan bila hukum nasional nya ada dua. Penulis berpendapat karena undang-undang kewarganegaraan ini masih baru maka potensi masalah yang bisa timbul dari masalah kewarganegaraan ganda ini belum menjadi kajian para ahli hukum perdata internasional.1 tahun 1974). Padahal KPC Melati berharap aturan tersebut bisa berlaku sepanjang hayat si anak. Sebab selama ini. berdasarkan syarat materiil hukum Indonesia hal tersebut dilarang (pasal 8 UU No. Misalkan anak tersebut hendak menikahi pamannya sendiri (hubungan darah garis lurus ke atas). menurut hukum Indonesia. Undang-Undang Kewarganegaraan menjamin kewarganegaraan anak hasil perkawinan antar bangsa. dimana dalam setiap perbuatan hukum tersebut.personal anak itu akan mengikuti kaidah negara yang mana. terdapat syarat materil dan formil yang perlu dipenuhi.

Seiring berkembangnya zaman dan sistem hukum. Seharusnya bila memang pernikahan itu membutuhkan suatu penentuan status personal yang jelas.” Terkait dengan persoalan status anak. maka anak diperbolehkan untuk memilih kewarganegaraannya sebelum pernikahan itu dilangsungkan. IV. dimana anak diizinkan memilih kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau sudah menikah. ia hendak melakukan pernikahan sesama jenis.“Joko. sedangkan menurut hukum Belanda hal tersebut diperbolehkan. memberi pencerahan yang positif. dan menghindari terjadinya pelanggaran ketertiban umum yang berlaku di suatu negara. karena pengaturan perkawinan menurut ketentuan negara yang satu ternyata bertentangan dengan ketentuan negara yang lain. terutama dalam hubungan anak dengan ibunya. Hal ini penting untuk mengindari penyelundupan hukum. *** Beberapa Tulisan Terkait Lainnya: • • • Prosedur Perkawinan Campuran di Indonesia Status Anak Luar Kawin Perkawinan Campuran Kewarganegaraan Ganda untuk Anak ----- 17 . Bagaimana bila anak tersebut perlu sekali melakukan pemilihan kewarganegaraan sebelum menikah. Maka akan timbul kerancuan hukum mana yang harus diikutinya dalam hal pemenuhan syarat materiil perkawinan khususnya. UU Kewarganegaraan yang baru ini menuai pujian dan juga kritik. Penulis juga menganalogikan sejumlah potensi masalah yang bisa timbul dari kewarganegaraan ganda pada anak. Indonesia dan Belanda. termasuk terkait dengan status anak. terutama untuk mengantisipasi potensi masalah. penulis cenderung mengkritisi pasal 6 UU Kewarganegaraan yang baru. UU Kewarganegaraan yang baru ini penerapannya semoga dapat terus dikritisi oleh para ahli hukum perdata internasional. Menurut hukum Indonesia hal tersebut dilarang dan melanggar ketertiban hukum. karena UU baru ini mengizinkan kewarganegaraan ganda terbatas untuk anak hasil perkawinan campuran. karena sangat terkait dengan penentuan hukum untuk status personalnya. KESIMPULAN Anak adalah subjek hukum yang belum cakap melakukan perbuatan hukum sendiri sehingga harus dibantu oleh orang tua atau walinya yang memiliki kecakapan. pemegang kewarganegaraan ganda. Pengaturan status hukum anak hasil perkawinan campuran dalam UU Kewarganegaraan yang baru.

op. hal. [10] Ibid. [12] Mixed Couple Indonesia. hal.mixedcouple. dan Akhmad Budi Cahyono.com/articles/mod.Catatan Kaki: [1] Terima kasih saya sampaikan kepada Chandra Karina. Suatu Pengantar. [6] Statuta personalia adalah kelompok kaidah yang mengikuti kemana ia pergi. [13] Ibid. [5] Sudargo Gautama. diakses 12 August 2006. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Program Hukum Transnasional). Surini Ahlan Sjarif.php? mod=publisher&op=viewarticle&artid=51. [4] Sri Susilowati Mahdi. Jakarta: Gitama Jaya Jakarta.5 Tahun 1960. 18 . http://www..com/articles/mod..php?mod= %20publisher&op=view%20article&artid=46.21. Hukum Perdata Internasional Indonesia. http://www. Masalah yang saat ini dihadapi keuargal perkawinan campuran. Buku ke-7. Hukum Perdata.cit.. Sudargo. [16] Lihat pasal 15 ayat (2) dan 16 (1) UU No. Jilid III Bagian I. [2] Nuning Hallet. atas waktunya guna memperkaya wawasan Law Blog ini. [15] Lihat pasal 21 UU Pokok Agraria No. hal. 2005. hal. hal.3. [9] Ibid.cit.62 Tahun 1958 [17] Mixed Couple Indonesia. [14] Ibid. Bandung: Penerbit Alumni. B. hal. diakses 12 Agustus 2006.62 Tahun 1958.91.80 [8] Ibid. [11] Cara pewarganegaraan ini mengikuti ketentuan pasal 5 UU No. 1995.mixedcouple. Mencermati Isi Rancangan UU Kewarganegaraan. op. [3] Ibid. [7] Ibid.81.86.

Kewarganegaraan.62 Tahun 1958. [30] Syarat materiil adalah syarat yang menyangkut pribadi calon mempelai dan larangan-larangan menikah. hal. [28] Ketertiban umum dapat diartikan sebagai sendi-sendi azasi hukum nasional sang hakim. [24] Pasal 6 ayat (1) UU Kewarganegaraan RI yang baru [25] Pasal 6 ayat (3) UU Kewarganegaraan RI yang baru [26] Gautama. Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia. [31] Syarat formil adalah syarat yang menyangkut formalitas yang harus dipenuhi sebelum perkawinan dilangsungkan.nl/tema/temahukdanham/ %20uu_kewarganegaraan_baru060713. Labels: Hukum Internasional. bukan sebelum.ranesi.13. op. hal.cit.cit. [22] Pasal 25 UU Kewarganegaraan RI yang baru [23] Pasal 4 huruf c dan d UU Kewarganegaraan RI yang baru.62 Tahun 1958. sedangkan pemilihan kewarganegaraan berdasar pasal 6 UU Kewarganegaraan yang baru dilakukan sesudah perkawinan. Liputan KBR 68H. diakses 12 Agustus 2006.66. Sudargo Gautama. sehingga dapat digolongkan sebagai warga negara asing. [32] UU Kewarganegaraan Baru Tentang Diskriminasi dan Kewarganegaraan Ganda. kewarganegaraan anak mengikuti orang tua. 1977. Perkawinan Campuran 19 .133. Indonesia menganut asas ius sanguinis. [20] Lihat penjelasan UU Kewarganegaraan yang baru. yaitu bapak.. [21] Ibid. op. hal. [27] Gautama.[18] Anak yang lahir dari perkawinan seperti ini tidak termasuk dalam definisi warga Negara yang tercantum dalam pasal 1 UU No.. Syarat formil biasanya terkait dengan urusan administrasi perkawinan. [29] Karena belum berusi 18 tahun ia belum memilih kewarganegaraannya. http://www. [19] Pasal 15 UU No. Bandung: Binacipta.