MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Permasalahan Yang Timbul Dari Pilkada

FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2005

Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR. mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota. 2 . diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. DPRD di tahun 2004. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.BAB I PENDAHULUAN Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Tetapi masih dapat dikatakan suses. DPR. DPD. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan.

Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. oleh rakyat. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan.BAB II PEMBAHASAN A. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. DPR. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat. Bupati dan Wali Kota. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945. bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung. kabupaten. untuk rakyat. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. dan kota dipilih secara demokratis. masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. Hal ini telah diatur dalam UU 3 . Gubernur. 2. 1. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. DPD.

Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. persiapan kertas suara. hingga pelaksanaan pilkada ini. stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Karena itu. 4. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing.No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya. 5. Mulai dari seleksi bakal calon. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). 3. Disadari atau tidak. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah. Pengangkatan. 4 . Pengesahan. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini. dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. B.

Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. Misalnya saja di Jakarta. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Ini sangat berbahaya sekali.Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Selain masalah dari para bakal calon. jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Money politik Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Dalam seperti : 1. sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon 5 . Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat.

2. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. Berbah.Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan. 4. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. 6 . Tegaltirto. juga terjadi hal tersebut. 3. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai. Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho. Kampanye negatif Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. spanduk. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. selebaran. Karena untuk biaya ini. Pendahuluan start kampanye Tindakan ini paling sering terjadi. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Yaitu salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Intimidasi Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sleman. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. biaya itu. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut.

Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. 3. Memilih dengan hati nurani. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat. bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik. Semua warga saling menghargai pendapat. BAB III KESIMPULAN 7 . Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. 4. Solusi Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi.C. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain : 1. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain. maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar. 2.

Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya berdemokrasi.Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri. Manusia yang baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan kepentingan rakyat. kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. Ini semua dapat digunakan untuk pembelajaran politik masyarakat. menghargai pendapat. Semoga untuk pemilihan umum yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. DAFTAR PUSTAKA 8 . Sehingga pemilihan umum dapar berjalan dengan lancar. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya.

15 Juli 2005 2. Hasan Shadily. www.com edisi selasa.Optimisme hadapi pilkada langsung.9 Miliar .id edisi Jum’at. Abraham Panumbangan (mahasiswa fisipol UMY). 22 Februari 2005 4. 3.kompas.com edisi Rabu. Ma’ruf (Mentri Dalam Negeri). 2000. www. Suardi Abubakar.kr. Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU. dkk. Ensiklopedi Umum . 30 Maret 2005 5. dkk.1.Jakarta: Yudhistira. M.1973. 9 .co. www. Redaksi Kompas. APBN-P 2005 Bantu Rp 464.kompas.Masih perlu waktu.

Barulah pada 11 Juli 2006. terutama perlindungan untuk istri dan anak. yang dalam UU tersebut ditentukan bahwa yang harus diikuti adalah kewarganegaraan ayahnya. Lahirnya undang-undang ini disambut gembira oleh sekelompok kaum ibu yang menikah dengan warga negara asing. namun secara garis besar Undang-undang baru yang memperbolehkan dwi kewarganegaraan terbatas ini sudah memberikan pencerahan baru dalam mengatasi persoalan-persoalan yang lahir dari perkawinan campuran. Globalisasi informasi. Seiring berjalannya waktu UU ini dinilai tidak sanggup lagi mengakomodir kepentingan para pihak dalam perkawinan campuran. jalur perkenalan yang membawa pasangan berbeda kewarganegaraan menikah antara lain adalah perkenalan melalui internet. kemudian bekas teman kerja/bisnis. dan transportasi telah menggugurkan stigma bahwa kawin campur adalah perkawinan antara ekspatriat kaya dan orang Indonesia.[2] Menurut survey yang dilakukan oleh Mixed Couple Club. dan sahabat pena. bekas teman sekolah/kuliah. UU kewarganegaraan yang lama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal. walaupun pro dan kontra masih saja timbul. sehingga anak yang lahir dari perkawinan campuran hanya bisa memiliki satu kewarganegaraan. perkawinan campuran didefinisikan dalam Undang-undang No. pasal 57 : ”Yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan. Dalam perundang-undangan di Indonesia.” Selama hampir setengah abad pengaturan kewarganegaraan dalam perkawinan campuran antara warga negara indonesia dengan warga negara asing. pendidikan. Pengaturan ini menimbulkan persoalan 10 . Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam perkawinan campuran adalah masalah kewarganegaraan anak.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. DPR mengesahkan Undang-Undang Kewarganegaraan yang baru.STATUS HUKUM ANAK HASIL PERKAWINAN CAMPURAN BERDASARKAN HUKUM INDONESIA[1] I. ekonomi. mengacu pada UU Kewarganegaraan No. berkenalan saat berlibur.[3] Dengan banyak terjadinya perkawinan campur di Indonesia sudah seharusnya perlindungan hukum dalam perkawinan campuran ini diakomodir dengan baik dalam perundangundangan di indonesia. PENDAHULUAN Perkawinan campuran telah merambah seluruh pelosok Tanah Air dan kelas masyarakat. karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia.62 Tahun 1958. Perkawinan campur juga terjadi pada tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja dari negara lain.

Apakah kewarganegaraan ganda ini akan menimbulkan masalah bagi anak? II. Dengan lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru. Namun tidak berarti semua manusia cakap bertindak dalam lalu lintas hukum. Anak yang lahir dari perkawinan campuran memiliki kemungkinan bahwa ayah ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda sehingga tunduk pada dua yurisdiksi hukum yang berbeda.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah : “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. Dengan demikian anak dapat dikategorikan sebagai subjek hukum yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum. tentu ibu akan kesulitan mendapat pengasuhan anaknya yang warga negara asing. Seseorang yang tidak cakap karena belum dewasa diwakili oleh orang tua atau walinya dalam melakukan perbuatan hukum. Orang-orang yang tidak memiliki kewenangan atau kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum diwakili oleh orang lain. Berdasarkan UU Kewarganegaraan yang lama. termasuk anak yang masih dalam kandungan.” Dalam hukum perdata. wanita bersuami. diketahui bahwa manusia memiliki status sebagai subjek hukum sejak ia dilahirkan. Menarik untuk dikaji karena dengan kewarganegaraan ganda tersebut. mereka yang digolongkan tidak cakap adalah mereka yang belum dewasa. Bagaimana pengaturan status hukum anak yang lahir dari perkawinan campuran sebelum dan sesudah lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru? 2. ANAK SEBAGAI SUBJEK HUKUM Definisi anak dalam pasal 1 angka 1 UU No. Secara garis besar perumusan masalah adalah sebagai berikut : 1. anak hanya mengikuti kewarganegaraan ayahnya. dan mereka yang dibawah pengampuan.[4] Manusia sebagai subjek hukum berarti manusia memiliki hak dan kewajiban dalam lalu lintas hukum. III. sangat menarik untuk dikaji bagaimana pengaruh lahirnya UU ini terhadap status hukum anak dari perkawinan campuran. PENGATURAN MENGENAI ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN A.apabila di kemudian hari perkawinan orang tua pecah. Menurut Teori Hukum Perdata Internasional 11 . namun berdasarkan UU Kewarganegaraan yang baru anak akan memiliki dua kewarganegaraan. Berdasarkan pasal 1330 KUHP. berikut komparasinya terhadap UU Kewarganegaraan yang lama. Pasal 2 KUHP memberi pengecualian bahwa anak yang masih dalam kandungan dapat menjadi subjek hukum apabila ada kepentingan yang menghendaki dan dilahirkan dalam keadaan hidup. maka anak akan tunduk pada dua yurisdiksi hukum.

Permasalahan dalam perkawinan campuran Ada dua bentuk perkawinan campuran dan permasalahannya: a. Sejak dahulu diakui bahwa soal keturunan termasuk status personal[6]. demi stabilitas dan kehormatan dari seorang istri dan hak-hak maritalnya. Apabila suami WNA bila ingin memperoleh kewarganegaraan Indonesia maka harus memenuhi persyaratan yang ditentukan bagi WNA biasa. Kecondongan ini sesuai dengan prinsip dalam UU Kewarganegaraan No. seorang perempuan warga negara Indonesia yang kawin dengan seorang asing bisa kehilangan kewarganegaraannya. Swiss dan kelompok negara-negara sosialis. Italia.[8] Sistem kewarganegaraan dari ayah adalah yang terbanyak dipergunakan di negara-negara lain. Prof.62 tahun 1958.Sudargo Gautama menyatakan kecondongannya pada sistem hukum dari ayah demi kesatuan hukum dalam keluarga. apakah perkawinan orang tuanya sah sehingga anak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya.62 Tahun 1958 1. bahwa semua anak–anak dalam keluarga itu sepanjang mengenai kekuasaan tertentu orang tua terhadap anak mereka (ouderlijke macht) tunduk pada hukum yang sama. B.[9] Dalam sistem hukum Indonesia. kecuali apabila dengan kehilangan kewarganegaraan tersebut. ia menjadi tanpa kewarganegaraan. sehingga anak dianggap sebagai anak luar nikah yang hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya. untuk menentukan status anak dan hubungan antara anak dan orang tua. Yunani.[7] Umumnya yang dipakai ialah hukum personal dari sang ayah sebagai kepala keluarga (pater familias) pada masalah-masalah keturunan secara sah.[10] Kecondongan pada sistem hukum ayah demi kesatuan hukum.[11] Karena sulitnya 12 . apabila selama waktu satu tahun ia menyatakan keterangan untuk itu. namun dalam hal kewarganegaraan ibu berbeda dari ayah. terutama bila anak-anak tersebut masih dibawah umur. memiliki tujuan yang baik yaitu kesatuan dalam keluarga. Negara-negara common law berpegang pada prinsip domisili (ius soli) sedangkan negara-negara civil law berpegang pada prinsip nasionalitas (ius sanguinis). Pria Warga Negara Asing (WNA) menikah dengan Wanita Warga Negara Indonesia (WNI) Berdasarkan pasal 8 UU No. lalu terjadi perpecahan dalam perkawinan tersebut maka akan sulit bagi ibu untuk mengasuh dan membesarkan anak-anaknya yang berbeda kewarganegaraan. Hal ini adalah demi kesatuan hukum dalam keluarga dan demi kepentingan kekeluargaan. Menurut UU Kewarganegaraan No. atau perkawinan tersebut tidak sah.Menurut teori hukum perdata internasional.62 tahun 1958. seperti misalnya Jerman. perlu dilihat dahulu perkawinan orang tuanya sebagai persoalan pendahuluan[5].

62 Tahun 1958 apabila seorang perempuan WNA menikah dengan pria WNI. maka pemohonan untuk menjadi WNI harus mengikuti persyaratan yang berlaku bagi WNA biasa.” Dalam ketentuan UU kewarganegaraan ini. bila masa itu terlewati . Bila suami meninggal maka ia akan kehilangan sponsor dan otomatis keberadaannya di Indonesia menjadi tidak jelas Setiap kali melakukan perjalanan keluar negri memerlukan reentry permit yang permohonannya harus disetujui suami sebagai sponsor. Permohonan untuk menjadi WNI pun harus dilakukan maksimal dalam waktu satu tahun setelah pernikahan. Anak hasil perkawinan campuran Indonesia menganut asas kewarganegaraan tunggal. Bila dengan sponsor suami hanya dapat bekerja sebagai tenaga sukarela. dimana kewarganegaraan anak mengikuti ayah. Artinya sebagai istri/ibu dari WNI. Keterangan tentang bertempat tinggal dan berada di Indonesia itu tidak berlaku terhadap anak-anak yang karena ayahnya memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia menjadi tanpa kewarga-negaraan.[13] Untuk dapat tinggal di Indonesia perempuan WNA ini mendapat sponsor suami dan dapat memperoleh izin tinggal yang harus diperpanjang setiap tahun dan memerlukan biaya serta waktu untuk pengurusannya. anak yang lahir dari perkawinan campuran bisa menjadi warganegara Indonesia dan bisa menjadi warganegara asing : 1. sesuai pasal 13 ayat (1) UU No. ia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia tapi pada saat yang sama ia juga harus kehilangan kewarganegaraan asalnya.dll) maka banyak pasangan seperti terpaksa hidup dalam keterpisahan. 2.62 Tahun 1958 : “Anak yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya sebelum ayah itu memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia.[15] Seorang wanita WNA tidak dapat bekerja kecuali dengan sponsor perusahaan.62 Tahun 1958). turut memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia setelah ia bertempat tinggal dan berada di Indonesia. Menjadi warganegara Indonesia Apabila anak tersebut lahir dari perkawinan antara seorang wanita warga negara asing dengan pria warganegara Indonesia (pasal 1 huruf b UU No.[14] Bila suami meninggal tanah hak milik yang diwariskan suami harus segera dialihkan dalam waktu satu tahun. budaya. perempuan ini kehilangan hak berkontribusi pada pendapatan rumah tangga. keluarga besar. Wanita Warga Negara Asing (WNA) yang menikah dengan Pria Warga Negara Indonesia (WNI) Indonesia menganut azas kewarganegaraan tunggal sehingga berdasarkan pasal 7 UU No.[12] b.mendapat ijin tinggal di Indonesia bagi laki laki WNA sementara istri WNI tidak bisa meninggalkan Indonesia karena satu dan lain hal( faktor bahasa. pekerjaan pendidikan. maka 13 .

Adapun asas-asas yang dianut dalam Undang-Undang ini sebagai berikut:[20] 1. namun dalam praktek hal ini sulit dilakukan. juga mengakibatkan kewarganegaraan anak yang belum dewasa (belum berusia 18 tahun/ belum menikah) menjadi hilang (apabila anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya). Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan.[16] Bila suami meninggal dunia dan anak anak masih dibawah umur tidak jelas apakah istri dapat menjadi wali bagi anak anak nya yang menjadi WNI di Indonesia.kewarganegaraan anak mengikuti ayahnya. walaupun pada pasal 3 UU No.[18] Anak tersebut sejak lahirnya dianggap sebagai warga negara asing sehingga harus dibuatkan Paspor di Kedutaan Besar Ayahnya. 4. 2. dan dibuatkan kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang harus terus diperpanjang dan biaya pengurusannya tidak murah. Menurut UU Kewarganegaraan Baru 1. Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam 14 . Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. Menjadi warganegara asing Apabila anak tersebut lahir dari perkawinan antara seorang wanita warganegara Indonesia dengan warganegara asing. 3. Masih terkait dengan kewarganegaraan anak. si anak terpaksa harus kehilangan kewarganegaraan Indonesianya. hilangnya kewarganegaraan ayah juga mengakibatkan hilangnya kewarganegaraan anak-anaknya yang memiliki hubungan hukum dengannya dan belum dewasa (belum berusia 18 tahun atau belum menikah). Dalam hal terjadi perceraian. kalaupun Ibu dapat memberikan kewarganegaraannya.[19] C. yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini. Hilangnya kewarganegaraan ibu.62 Tahun 1958. akan sulit bagi ibu untuk mengasuh anaknya. Pengaturan Mengenai Anak Hasil Perkawinan Campuran Undang-Undang kewarganegaraan yang baru memuat asas-asas kewarganegaraan umum atau universal. dalam UU No. Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran.[17] 2.62 tahun 1958 dimungkinkan bagi seorang ibu WNI yang bercerai untuk memohon kewarganegaraan Indonesia bagi anaknya yang masih di bawah umur dan berada dibawah pengasuhannya. Bila suami (yang berstatus pegawai negeri)meningggal tidak jelas apakah istri (WNA) dapat memperoleh pensiun suami. bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.

apakah pemberian kewaranegaraan ini akan menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari atau tidak. maka seorang anak berarti akan tunduk pada ketentuan negara nasionalnya. wewenang hukum. Dalam hal status personal indonesia menganut asas konkordasi. misalnya dalam hal penentuan status personal yang didasarkan pada asas nasionalitas. Namun perlu ditelaah. (mengikuti pasal 6 AB Belanda. Memiliki kewarganegaraan ganda berarti tunduk pada dua yurisdiksi.[21] Mengenai hilangnya kewarganegaraan anak.[25] Pemberian kewarganegaraan ganda ini merupakan terobosan baru yang positif bagi anak-anak hasil dari perkawinan campuran. yang antaranya tercantum dalam Pasal 16 A.[26] Dalam jurisprudensi indonesia yang termasuk status personal antara lain perceraian. Undang-Undang ini pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). lalu pengaturan status 15 . maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI.B. Indonesia memiliki sistem hukum perdata internasional peninggalan Hindia Belanda. Kewarganegaraan Ganda Pada Anak Hasil Perkawinan Campuran Berdasarkan UU ini anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNI dengan pria WNA.[22] 2. pembatalan perkawinan. maka hilangnya kewarganegaraan ayah atau ibu (apabila anak tersebut tidak punya hubungan hukum dengan ayahnya) tidak secara otomatis menyebabkan kewarganegaraan anak menjadi hilang. maka orang-orang asing yang berada dalam wilayah Republik indonesia dipergunakan juga hukum nasional mereka sepanjang hal tersebut masuk dalam bidang status personal mereka. Berdasarkan pasal 16 AB tersebut dianut prinsip nasionalitas untuk status personal. Bila ketentuan antara hukum negara yang satu dengan yang lain tidak bertentangan maka tidak ada masalah. soal nama. tetap berada di bawah lingkungan kekuasaan hukum nasional indonesia.[27] Bila dikaji dari segi hukum perdata internasional. Hal ini berati warga negara indonesia yang berada di luar negeri. dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka ia harus menentukan pilihannya. sama-sama diakui sebagai warga negara Indonesia. namun bagaimana bila ada pertentangan antara hukum negara yang satu dengan yang lain. Kewarganegaraan ganda yang diberikan kepada anak dalam Undang-Undang ini merupakan suatu pengecualian. kewarganegaraan ganda juga memiliki potensi masalah.[24] Pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin.[23] Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda . yang disalin lagi dari pasal 3 Code Civil Perancis). sebaliknya. sepanjang mengenai hal-hal yang terkait dengan status personalnya . menurut jurisprudensi. soal status anak-anak yang dibawah umur. perwalian anak-anak.Undang-Undang ini. dan kewenangan melakukan perbuatan hukum.

Misalkan anak tersebut hendak menikahi pamannya sendiri (hubungan darah garis lurus ke atas).[32] Penulis kurang setuju dengan kritik yang disampaikan oleh KPC Melati tersebut. Padahal KPC Melati berharap aturan tersebut bisa berlaku sepanjang hayat si anak. Sebagai contoh adalah dalam hal perkawinan. Sebagai contoh dapat dianalogikan sebagai berikut : 16 . dimana dalam setiap perbuatan hukum tersebut. dan menilai masuknya prinsip ini ke UU yang baru merupakan langkah maju. Kritisi terhadap UU Kewarganegaraan yang baru Walaupun banyak menuai pujian. Lalu bagaimana bila ketentuan yang satu melanggar asas ketertiban umum[28] pada ketentuan negara yang lain. Salah satu pujian sekaligus kritik yang terkait dengan status kewarganegaraan anak perkawinan campuran datang dari KPC Melati (organisasi para istri warga negara asing). Enggi memuji kerja DPR yang mengakomodasi prinsip dwi kewarganegaraan. terdapat syarat materil dan formil yang perlu dipenuhi. apalagi bila hukum yang satu bertentangan dengan hukum yang lain. anak hasil perkawinan campur selalu mengikuti kewarganegaraan bapak mereka.personal anak itu akan mengikuti kaidah negara yang mana. lalu ketentuan mana yang harus diikutinya.1 tahun 1974). Syarat materil[30] harus mengikuti hukum Indonesia sedangkan syarat formil[31] mengikuti hukum tempat perkawinan dilangsungkan. untuk hal-hal yang terkait dengan status personalnya akan diatur dengan hukum nasionalnya. seperti mereka usulkan. Menurut hemat penulis. lahirnya UU baru ini juga masih menuai kritik dari berbagai pihak. kewarganegaraan ganda sepanjang hayat akan menimbulkan kerancuan dalam menentukan hukum yang mengatur status personal seseorang. Hanya saja KPC Melati menyayangkan aturan warga negara ganda bagi anak hasil perkawinan campur hanya terbatas hingga si anak berusia 18 tahun. berdasarkan syarat materiil hukum Indonesia hal tersebut dilarang (pasal 8 UU No. “Ketua KPC Melati Enggi Holt mengatakan. hal tersebut diizinkan. Sebab selama ini. maka akan membingungkan bila hukum nasional nya ada dua. Penulis berpendapat karena undang-undang kewarganegaraan ini masih baru maka potensi masalah yang bisa timbul dari masalah kewarganegaraan ganda ini belum menjadi kajian para ahli hukum perdata internasional. menurut hukum Indonesia. Undang-Undang Kewarganegaraan menjamin kewarganegaraan anak hasil perkawinan antar bangsa. Ketika seorang anak yang belum berusia 18 tahun hendak menikah[29] maka harus memuhi kedua syarat tersebut. Karena begitu seseorang mencapat taraf dewasa. 3. namun berdasarkan hukum dari negara pemberi kewarganegaraan yang lain. ia akan banyak melakukan perbuatan hukum. Hal tersebut yang tampaknya perlu dipikirkan dan dikaji oleh para ahli hukum perdata internasional sehubungan dengan kewarganegaraan ganda ini.

Bagaimana bila anak tersebut perlu sekali melakukan pemilihan kewarganegaraan sebelum menikah. memberi pencerahan yang positif. penulis cenderung mengkritisi pasal 6 UU Kewarganegaraan yang baru. karena UU baru ini mengizinkan kewarganegaraan ganda terbatas untuk anak hasil perkawinan campuran. maka anak diperbolehkan untuk memilih kewarganegaraannya sebelum pernikahan itu dilangsungkan. Menurut hukum Indonesia hal tersebut dilarang dan melanggar ketertiban hukum. Maka akan timbul kerancuan hukum mana yang harus diikutinya dalam hal pemenuhan syarat materiil perkawinan khususnya. Seharusnya bila memang pernikahan itu membutuhkan suatu penentuan status personal yang jelas. terutama dalam hubungan anak dengan ibunya. pemegang kewarganegaraan ganda. karena sangat terkait dengan penentuan hukum untuk status personalnya. Hal ini penting untuk mengindari penyelundupan hukum. IV. karena pengaturan perkawinan menurut ketentuan negara yang satu ternyata bertentangan dengan ketentuan negara yang lain. terutama untuk mengantisipasi potensi masalah. UU Kewarganegaraan yang baru ini penerapannya semoga dapat terus dikritisi oleh para ahli hukum perdata internasional. Penulis juga menganalogikan sejumlah potensi masalah yang bisa timbul dari kewarganegaraan ganda pada anak. Seiring berkembangnya zaman dan sistem hukum. dimana anak diizinkan memilih kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau sudah menikah. ia hendak melakukan pernikahan sesama jenis. KESIMPULAN Anak adalah subjek hukum yang belum cakap melakukan perbuatan hukum sendiri sehingga harus dibantu oleh orang tua atau walinya yang memiliki kecakapan. Pengaturan status hukum anak hasil perkawinan campuran dalam UU Kewarganegaraan yang baru.“Joko. sedangkan menurut hukum Belanda hal tersebut diperbolehkan. *** Beberapa Tulisan Terkait Lainnya: • • • Prosedur Perkawinan Campuran di Indonesia Status Anak Luar Kawin Perkawinan Campuran Kewarganegaraan Ganda untuk Anak ----- 17 . termasuk terkait dengan status anak.” Terkait dengan persoalan status anak. Indonesia dan Belanda. dan menghindari terjadinya pelanggaran ketertiban umum yang berlaku di suatu negara. UU Kewarganegaraan yang baru ini menuai pujian dan juga kritik.

hal. [10] Ibid.91. [7] Ibid. Sudargo. dan Akhmad Budi Cahyono. Jakarta: Gitama Jaya Jakarta. hal.php?mod= %20publisher&op=view%20article&artid=46. [16] Lihat pasal 15 ayat (2) dan 16 (1) UU No. Mencermati Isi Rancangan UU Kewarganegaraan. [12] Mixed Couple Indonesia. Jilid III Bagian I. 1995. Hukum Perdata Internasional Indonesia. hal. B. atas waktunya guna memperkaya wawasan Law Blog ini.Catatan Kaki: [1] Terima kasih saya sampaikan kepada Chandra Karina. op. diakses 12 August 2006.mixedcouple.80 [8] Ibid.81. hal.com/articles/mod.php? mod=publisher&op=viewarticle&artid=51. hal.86. op. 18 .com/articles/mod. hal. [9] Ibid. [2] Nuning Hallet. [3] Ibid. http://www.3. [6] Statuta personalia adalah kelompok kaidah yang mengikuti kemana ia pergi. Suatu Pengantar.62 Tahun 1958 [17] Mixed Couple Indonesia. Masalah yang saat ini dihadapi keuargal perkawinan campuran. [11] Cara pewarganegaraan ini mengikuti ketentuan pasal 5 UU No.. 2005. Surini Ahlan Sjarif. [15] Lihat pasal 21 UU Pokok Agraria No. [4] Sri Susilowati Mahdi.5 Tahun 1960. Hukum Perdata. http://www.mixedcouple. Bandung: Penerbit Alumni.21.cit. [14] Ibid. [13] Ibid.62 Tahun 1958. [5] Sudargo Gautama.. diakses 12 Agustus 2006.cit. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Program Hukum Transnasional).. Buku ke-7.

[19] Pasal 15 UU No. [32] UU Kewarganegaraan Baru Tentang Diskriminasi dan Kewarganegaraan Ganda. hal.62 Tahun 1958. yaitu bapak.13. kewarganegaraan anak mengikuti orang tua. [28] Ketertiban umum dapat diartikan sebagai sendi-sendi azasi hukum nasional sang hakim. Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia. hal. bukan sebelum. Perkawinan Campuran 19 . 1977.nl/tema/temahukdanham/ %20uu_kewarganegaraan_baru060713. [22] Pasal 25 UU Kewarganegaraan RI yang baru [23] Pasal 4 huruf c dan d UU Kewarganegaraan RI yang baru.ranesi.62 Tahun 1958.[18] Anak yang lahir dari perkawinan seperti ini tidak termasuk dalam definisi warga Negara yang tercantum dalam pasal 1 UU No.cit. Labels: Hukum Internasional. [20] Lihat penjelasan UU Kewarganegaraan yang baru. op. http://www.133. Liputan KBR 68H. Indonesia menganut asas ius sanguinis. Bandung: Binacipta. diakses 12 Agustus 2006. sedangkan pemilihan kewarganegaraan berdasar pasal 6 UU Kewarganegaraan yang baru dilakukan sesudah perkawinan. Kewarganegaraan. [31] Syarat formil adalah syarat yang menyangkut formalitas yang harus dipenuhi sebelum perkawinan dilangsungkan.cit.. [30] Syarat materiil adalah syarat yang menyangkut pribadi calon mempelai dan larangan-larangan menikah. op. Sudargo Gautama. [21] Ibid. sehingga dapat digolongkan sebagai warga negara asing. [24] Pasal 6 ayat (1) UU Kewarganegaraan RI yang baru [25] Pasal 6 ayat (3) UU Kewarganegaraan RI yang baru [26] Gautama.66.. [29] Karena belum berusi 18 tahun ia belum memilih kewarganegaraannya. hal. Syarat formil biasanya terkait dengan urusan administrasi perkawinan. [27] Gautama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful