P. 1
Membentuk Karakter Cara Islam

Membentuk Karakter Cara Islam

|Views: 122|Likes:
Published by Nafisah Yudhiarti

More info:

Published by: Nafisah Yudhiarti on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2012

pdf

text

original

Membentuk Karakter Cara Islam by Anis Matta Anda pernah mendengar kata “split personality”?

atau kepribadian yang terpecah? Maka semua itu berhubungan dengan proses pembentukan karakter seorang manusia. Karakter yang ada di dalam dirinya. Maka buku ini akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan karakter manusia dan proses pembentukannya, serta langkahlangkah apa yang harus dilakukan untuk membentuk karakter cara islam. Krisis Moral dan Kepribadian Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial. Penyebab terjadinya krisis moral adalah : 1. Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika 2. Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya 3. Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral 4. Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah (SWT), kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38) Akhlak Dalam Semua Sisi Kehidupan Akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap, natural, dan refleks. Jadi, jika nilai islam mencakup semua sektor kehidupan manusia, maka perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia itu. Akhlak = Iman + Amal Shalih Maka akhlak Laa Ilaaha Illallaah sebagai kumpulan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan memasuki individu manusia dan merekonstruksi visi, membangun mentalitas, serta membentuk akhlak dan karakternya. Demikianlah, Laa Ilaaha Illallaah sebagai kumpulan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan memasuki masyarakat manusia dan mereformasi sistem, serta membangun budaya dan mengembangkan peradabannya. Walaupun islam merinci satuan akhlak terpuji, namun dengan pengamatan mendalam, kita menemukan satuan tersebut sesungguhnya mengakar pada induk karakter tertentu. Sedangkan akhlak tercela seperti penyakit syubhat dan syahwat, sama bersumber dari kelemahan akal dan jiwa. Pembentukan prilaku Faktor-faktor pembentuk perilaku antara lain : Faktor internal : 1. Instink biologis, seperti lapar, dorongan makan yang berlebihan dan berlangsung lama akan menimbulkan sifat rakus, maka sifat itu akan menjadi perilaku tetapnya, dan seterusnya 2. Kebutuhan psikologis, seperti rasa aman, penghargaan, penerimaan, dan aktualisasi diri

dan pengalaman Proses pembelajaran Dalam konsep Islam. lalu tertutup. dan penguatan tanggung jawab kepada Allah (SWT) swt Ambivalensi Kejiwaan Manusia Ambivalensi adalah dua garis jiwa yang berbeda bahkan berlawanan. dan penyempurnaan. Fungsinya : 1. tetapi terbuka bagi semua bentuk perbaikan. Muktasabah. sebab sumber karakter perolehan ada dan bersifat tetap. keteladanan. dan sebagainya Faktor eksternal 1. melekat. seakan simfoni indah orkestra handal. Berikan atau tentukan arah kecenderungan jiwa secara benar dan natural.15 tahun) Perilaku kesadaran. jika garis jiwa yang ambivalen berjalan dan bergerak secara harmonis. Tahapan perkembangan perilaku Tahap I (0 . yaitu sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannya ia diciptakan. Merekatkan sisi-sisi kepribadian manusia tetap utuh 2. pembiasaan. metode pengembangannya adalah perumusan visi dan misi hidup. baik sifat fisik maupun jiwa. Atur posisi dan komposisi garis jiwa itu secara benar. yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berfikir seseorang seperti mitos. Walaupun demikian. dan pelibatan Tahap III ( 15 tahun ke atas) Kontrol internal atas perilaku. karakter tidak sekali terbentuk. dan hilangkan semua kecenderungan jiwa yang salah 2. Kebutuhan pemikiran. penguatan (imbalan) dan pelemahan (hukuman). 2. Namun. pembimbingan. setelah melalui mekanisme latihan. yaitu sifat yang sebelumnya tidak ada namun diperoleh melalui lingkungan alam dan sosial. pelatihan. Maka langkah yang harus ditempuh agar simfoni tersebut mengalun indah dan harmonis adalah : 1. metode pengambangannya adalah penanaman nilai melalui dialog. Menjaga dinamika perkembangan jiwa manusia Seseorang akan memiliki tingkat kesehatan mental yang baik. namun saling berhadapan. agama. sumber karakter itu hanya bisa bekerja efektif jika kesiapan dasar seseorang berpadu dengan kemauan kuat untuk berubah dan berkembang. pendidikan. metode pengembangannya adalah pengarahan. Karenanya orang yang membawa sifat kasar bisa memperoleh sifat lembut. Memperluas wilayah kepribadian manusia dengan tetap menjaga pusat keseimbangannya 3. 3. fitriyah.3. Lingkungan keluarga 2. tetap ada perbedaan mendasar tentang objek dan alasan yang . Lingkungan pendidikan Islam membagi akhlak menjadi dua yaitu : 1. pengembangan. Lingkungan sosial 3. Lihat ekspresinya dalam bentuk sikap dan perilaku kesehariannya Garis jiwa yang ambivalen ada dalam diri manusia sejak ia lahir sampai ia mati.10 tahun) Perilaku lahiriyah. indoktrinasi Tahap II ( 11 . dan latihan yang sistematis. dan mewarnai semua sisi kehidupannya.

Ini secara langsung terkait dengan unsur keyakinan. menyimpang. penguatan. tidak berdasar. Nilai membentuk pola pikir seseorang yang secara keseluruhan ke luar dalam bentuk rumusan visinya 3. dan sahabat menjawab “Iya. sebelum berkembang menjadi gagasan yang utuh Doa. yaitu arah yang akan menentukan motifnya. Terapi kognitif Cara yang paling efektif untuk memperbaiki karakter dan mengembangkannya adalah dengan memperbaiki cara berfikir Langkah : Pengosongan. mungkin agama. arah baru. Tindakan yang harmonis akan mengukir lahir dari warna perasaan yang kuat dan harmonis Langkah : Pengarahan. Itu hanya mungkin jika perasaan dikaitkan secara kuat dengan pikiran kita Penguatan. yang membentuk kesadaran baru. Pembentukan Kepribadian Kepribadian terbentuk setelah melalui proses : 1. sebelum kita melakukan suatu tindakan. dan pengendalian bagi mental kita 3. logika baru. Mentalitas mengalir memasuki wilayah fisik dan melahirkan tindakan yang secara keseluruhan disebut sikap 5. ya rasulullah !” Lalu rasul bersabda. Adanya nilai yang diserap seseorang dari berbagai sumber. pada tahapan usia yang berbeda pula. Gizi makanan yang baik dan mencukupi kebutuhan 2. berarti mengisi kembali benak kita dengan nilai-nilai baru dari sumber keagamaan kita. “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?” Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali. Perbaikan fisik Sebagaimana ahli kesehatan mengatakan bahwa dasar-dasar kesehatan itu tercipta melalui perpaduan yang baik antara tiga unsur : 1. Sikap yang dominan dalam diri seseorang secara kumulatif mencitrai dirinya adalah kepribadian Tiga langkah merubah karakter 1. berarti kita harus menemukan sejumlah sumber tertentu yang akan menguatkan perasaan itu dalam jiwa kita. ideologi.melahirkan garis jiwa menjadi perilaku. Kontrol. baik dari segi agama maupun akal yang lurus Pengisian. Terapi mental Warna perasaan kita adalah cermin bagi tindakan kita. berarti perasaan-perasaan kita harus diberi arah yang jelas. berarti kita harus memunculkan kekuatan tertentu dalam diri yang berfungsi mengendalikan semua warna perasaan diri kita Doa. kemauan. berarti kita harus mengontrol pikiran-pikiran baru yang melintas dalam benak kita. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan relaksasi tubuh Hadist riwayat Imam Ahmad : Rasulullah berkata. “Orang yang paling baik akhlaknya . Olahraga yang teratur dalam kadar yang cukup 3. Visi turun ke wilayah hati dan membentuk suasana jiwa yang secara keseluruhan keluar dalam bentuk mentalitas 4. dan lensa baru dalam cara memandang berbagai masalah Kontrol. berarti kita mengharapkan adanya dorongan Ilahiyah yang berfungsi membantu semua proses pengarahan. dan sebagainya 2. berarti mengosongkan benak kita dari berbagai bentuk pemikiran yang salah. Setiap perasaan haruslah mempunyai alasan lahir yang jelas. berarti bahwa kita mengharapkan unsur pencerahan Ilahi dalam cara berfikir kita 2. dan tekad yang dalam yang memenuhi jiwa.

“membuang sifat-sifat yang hina dan menghiasinya dengan sifat-sifat mulia” 4. As Suddi. tabiat dan sifat. sehingga bersegera untuk melaksanakan segala yang dicintai Alloh dan di ridloi-Nya dan menjauhi segala yang dibenci dan dimurkai-Nya dengan sukarela dan lapang dada” (Makarimul Akhlaq/23) . Keutamaan akhlaq yang baik Syaikh Salim bin „Ied Al Hilali menyebutkan keutamaan-keutamaan akhlaq yang mulia yaitu : 1. Abu Malik. II. Syaikh Salim bin „Ied Al Hilali berkata “Dengan ini menjadi jelas bahwa akhlaq yang agung dimana Nabi disifati dengannya adalah dien yang mencakup semua perintah-perintah Alloh Ta‟alaa dan larangan-Nya. dan Ibnu Zaid. Rabi bin Anas. Pendapat lain menyebutkan bahwa akhlaq yang baik adalah berbuat kebaikan dan menahan diri dari keburukan. Allah swt. Al Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah menyebutkan beberapa pendapat tentang definisi akhlaq didalam bukunya Madarijus Saalikin antara lain akhlaq yang baik adalah berderma. Demikian pula pendapat Mujahid. 2. Imam Ibnu Qudamah menyebutkan dalam Mukhtashor Minhajul Qoshidiin bahwa akhlaq merupakan ungkapan tentang kondisi jiwa. padahal akhlaq juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatinggi. Ada lagi yang mengatakan. Aisyah ra pernah ditanya tentang akhlaq Nabi Saw. jika perbuatan itu baik maka disebut akhlaq yang baik. Definisi Akhlaq Beberapa definisi akhlaq antara lain adalah : 1. lalu beliau menjawab bahwa akhlaq Beliau Saw adalah Al Quran. 3. tidak menyakiti orang lain dan tangguh menghadapi penderitaan. yang begitu mudah menghasilkan perbuatan tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan. Menurut Ibnu Abbas Ra ketika menafsirkan firman Alloh Subhanahu wa Ta‟alaa dalam surat Al Qolam ayat 4 yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang agung”. Ad Dhahak. dan jika buruk maka disebut akhlaq yang buruk. karena segala perintah yang terdapat didalam Al Quran beliau laksanakan dan segala larangan yang terdapat didalamnya beliau tinggalkan.Akhlaq menurut ahli ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ilmu syar‟i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlaq hanya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama manusia saja. Didalam Shohih Muslim. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab masuknya orang yang memiliki akhlaq yang mulia tersebut kedalam Jannah (surga) . Syaikh „Utsaimin menerangkan tentang hakikatnya adalah potret batin manusia yaitu jiwa dan kepribadiannya (Makarimul Akhlaq. I. Ibnul Atsir menyebutkan dalam An Nihayah (2/70) tentang “al khuluqu” dan “al khulqu” yang berarti dien. hal 9).com .Menggapai Kemuliaan Akhlaq dakwatanua. akhlaq yang agung tersebut adalah dien yang agung (Islam).

392. Beliau Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat dengan majelisnya dariku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaqnya diantara kalian” (hadits riwayat Tirmidzi (2018) dengan sanad yang hasan. “Tentu wahai Rosululloh. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai Alloh Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Hamba-hamba Alloh yang paling dicintai-Nya adalah yang paling baik akhlaqnya diantara mereka” (hadits riwayat Thabrani (471) dan Hakim (4/399-401) 3. beliau bersabda. 1923). maka beliau menjawab yang artinya “Takwa kepada Alloh dan akhlaq yang baik”. Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Sesuatu yang paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat adalah akhlaq yang baik” (hadits riwayat Abu Daud (4799). dengan sanad yang hasan) Hadits lainnya yaitu dari Abu Huroiroh Rodliyallohu „anhu bahwasannya Rosululloh Saw pernah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan banyak manusia yang masuk Jannah. beliau ditanya pula tentang penyebab yang menjadikan banyak manusia masuk neraka. 4/377 dan Syarhu As Sunnah 13/79-80. Ibnu Hibban (Mawarid. Ibnu Hibban (481) dan selain mereka) 5. Akhlaq yang mulia merupakan sebaik-baik amalan manusia Rosululloh Saw bersabda yang artinya ” Wahai Abu Dzar. Ibnu Majah (4246). dan memiliki penguat yang diriwayatkan Imam Ahmad (2/189) dengan sanad yang shohih. keduanya itu sangat ringan dipikul dan sangat berat dalam timbangan dibandingkan selain keduanya?” Abu Dzar menjawab.Nabi Saw bersabda yang artinya “Saya adalah penjamin bagi orang yang meninggalkan mira (debat kusir) meskipun ia ada dipihak yang benar dengan mendapatkan rumah di jannah terendah dan bagi orang yang baik akhlaqnya akan mendapatkan rumah di jannah yang tertinggi” (hadits riwayat Abu Daud/4800. Al Baghowi (Ma‟alim At Tanziil. Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal. Akhlaq yang mulia mendapatkan timbangan yang paling berat di hari kiamat. dan Bukhori (Al Adab Al Mufrod. Hakim (1/60) dan selainnya). maka beliau menjawab “mulut dan kemaluan” (diriwayatkan Tirmidzi (2003). 442). 442). Akhlaq yang mulia meninggikan derajat seseorang disisi Alloh Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya seseorang itu dengan sebab akhlaqnya yang baik. sehingga kesimpulannya hadits ini shohih lighoirihi) 4. Sanad hadits ini hasan 2. Beliau Saw juga bersabda yang artinya “Sesungguhnya seorang muslim yang dibimbing lurus (oleh Alloh) benar-benar akan mencapai derajat ahli shaum dan ahli ibadah (sholat) yang selalu melantunkan ayat-ayat Alloh disebabkan karakternya yang mulia dan akhlaqnya yang baik” (hadits shohih riwayat Ahmad (2/17 dan 220) 6. . Akhlaq yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai Rosululloh Saw. sungguh akan mencapai derajat orang yang sholat malam dan shaum di siang hari” (hadits shohih riwayat Abu Daud (4798). 10). maukah aku tunjukkan kepadamu dua hal . Ahmad (2/291. Ahmad (6/446-448). Al Khoroithi (Makarimul Akhlaq hal.”.

Hadits ini derajatnya hasan 7. 4/220) dan lain-lain. 6/159) Dari uraian tentang definisi dan keutamaan akhlaq diatas. semoga menjadikan kita dapat mengerti tentang akhlaq menurut ahli „ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu „ilmu syar‟i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlaq hanya sebagai sesuatu yang berkaitan tentang hubungan manusia dengan sesama manusia saja. tidak ada amalan manusia yang menyamai keduanya. keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur” (hadits shohih riwayat Ahmad. Yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar. padahal akhlaq juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatingg. Wallahu a‟lam .“Engkau harus berakhlaq yang baik dan harus banyak diam. Yang ada di atas Arsy sana. sehingga hanya Dialah yang Mahatahu tentang apa yang terbaik buat para hamba-Nya sehingga Dia memerintahkannya melalui KalamNya yang mulia yaitu Al Quran dan melalui lisan utusannya yang mulia yaitu Nabi Muhammad Saw. demi yang jiwaku berada ditangan-Nya. Al Bazzar (Kasyful Atsar.” (diriwatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam As Shamt (112 dan 554). Dialah Pencipta manusia. dan tidak ada yang serupa dengan-Nya yaitu Alloh Subhanahu wa Ta‟alaa. Akhlaq yang mulia menambah umur 8. Akhlaq yang mulia menjadikan rumah makmur Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Akhlaq yang baik dan bertetangga yang baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->