PROPOSAL PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI TEKNIK MENULIS SEMITERPIMPIN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 NGIMBANG TAHUN

PELAJARAN 2009/2010 Proposal PTK ini Diajukan untuk Memperoleh Dana Penelitian dari Sekolah Standar Nasional (SSN)

Oleh Sujak, S.Pd., M.Pd Pembina TK I / IV b NIP.131990728

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

1

guru wajib melaksanakan pembelajaran yang bisa mengarah pada tercapainya tujuan yang disyaratkan oleh Depdiknas tersebut. dan mampu menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi. Menurut Ditjen Mandikdasmen Depdiknas (2006:7) siswa SMP harus mampu menulis pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang efektif. isi. Padahal pengalaman pribadi yang dialaminya merupakan kenyataan nyata dalam hidupnya. siswa kelas VII juga belum bisa menulis surat pribadi dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. menulis kembali dongeng yang telah didengarkan dengan sistematika dan ejaan yang tepat. ternyata 95 % siswa mengatakan guru tidak pernah membimbing menulis dalam proses pembelajaran di kelas. M. Selain siswa belum mampu menulis pengalaman pribadi yang paling mengesankan.Pd 1. 2 . dan bahasa. Guru jarang membimbing menulis dengan arahan-arahan secara rutin dalam proses pembelajaran dan jarang melihat siswa yang sedang menulis di kelas. Berdasarkan itu.Pd. Hal seperti itu bisa dilakukan oleh siswa jika guru membimbing siswa secara rutin dalam proses belajar mengajar. Menurut hasil wawancara guru sebagai peneliti dengan para siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang menyatakan bahwa para siswa mengalami kesulitan karena konsep dasar menulis belum pernah diajarkan baik di SD maupun ketika di SMP. Guru jarang membimbing siswa menulis surat pribadi secara kretif. Karena demikian guru perlu mengarahkan siswa agar mau menulis surat pribadi dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan kreatif. menulis surat pribadi. Hampir setengah dari jumlah siswa setiap kelasnya belum mampu mengembangkan idenya dalam tulisan pengalaman pribadi dengan runtut.PROPOSAL PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI TEKNIK MENULIS SEMITERPIMPIN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 NGIMBANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Oleh Sujak.. Ini terbukti angket yang peneliti edaran pada semua siswa kelas VII. Hal itu dikarenakan bimbingan guru secara rutin belum pernah dilakukan sehingga para siswa selalu berbuat kesalahan pada saat menulis tersebut. Siswa masih banyak menulis dengan ide yang meloncat-loncat. dan IX. Karena berdasarkan pada pengalaman yang sudah didata pada siswa yang sekarang kelas VIII dan kelas IX maka guru kelas VII berupaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan sebuah teknik yang mengarah pada bimbingan siswa secara kontinyu. S. Apalagi para guru selain mata pelajaran bahasa Indonesia sering menulis dengan ejaan yang kurang benar. 1. Hal seperti ini dilakukan secara terus menerus sampai siswa kelas IX. Hal ini terjadi karena siswa menulis surat pribadi hanya berdasarkan contohcontoh yang ada. Dengan adanya aturan di atas seharusnya siswa SMP kelas VII sudah dapat menulis pengalaman pribadi. Latar Belakang Menulis merupakan salah satu dari keterampilan berbahasa yang harus diajarkan siswa mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Guru hanya duduk di depan kelas atau guru meninggalkan kelas untuk mengerjakan tugas-tugas lain di luar PBM. Sebagian besar guru di SD dan SMP Negeri 2 Ngimbang memeberi tugas menulis pada siswa. Ejaan masih banyak mengalami kesalahan. Siswa belum diberi kepercayaan menulis surat pribadi dengan kreativitasnya sendiri. Namun kenyataan di kelas berbeda dengan tujuan tersebut. Siswa mengalami kebuntuan dalam menulis pengalaman pribadi tersebut dikarenakan guru belum membimbing secara intensif pada tahapan-tahapan menulis tersebut. VIII.

penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi teori pembelajaran menulis pengalam pribadi dan menulis surat pribadi di kelas VII SMP. Ingin mendeskripsikan peningkatan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap perevisian. Masalah Penelitian Secara umum masalah penelitian ini adalah ”Bagaimanakah meningkatkan pembelajaran menulis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang dengan teknik menulis semiterpimpin? Secara terperinci rumusan penelitian itu sebagai berikut: 1. 5. penelitian ini dapat memberi sumbangan informasi kepada para guru tentang pembelajaran keterampilan menulis pengalam pribadi dan menulis surat pribadi di kelas VII SMP dengan teknik menulis semiterpimpin. Manfaat tersebut bisa secara teoritis maupun secara praktis. dan evaluasi. Secara praktis. mengajarkan keterampilan menulis pengalaman pribadi dn surat pribadi dan perilaku siswa dalam proses menulis kreatif tersebut. Variabel-variabel itu akan mempengaruhi jalannya penelitian ini. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru atau yang lain. 1. pelaksanaan. 4. 2.Bimbingan siswa secara kontinyu dalam proses menulis di kelas pada penelitian ini menggunakan teknik menulis semiterpimpin. Sesuai dengan masalah penelitian di atas maka ruang lingkup penelitian ini terfokus pada variabel proses dan variabel hasil pembelajaran membaca. Adapun tujuan secara khusus adalah: 1. Peneliti menggunakan teknik ini karena dianggap cocok dan sesuai dengan permasalahan yang ada dalam kegiatan menulis di SMP Negeri 2 Ngimbang. Karena terlalu banyaknya variabel. Secara teoritis. Bagaimanakah meningkatkan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semiterpimpin pada tahap perevisian? 3. Berdasarkan cakupan variabel proses. ruang lingkup ini dibatasi pada hal-hal berikut.. 1. Bagaimanakah meningkatkan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap pengedrafan? 2. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini adalah ingin mendiskripsikan cara meningkatkan pemelajaran menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin. yang di dalamnya ada berbagai variabel yang terlibat. 2. dan berdasarkan masalah penelitian tersebut. 1. 3. peneliti membatasi pada lingkup yang lebih sempit. 3 . Aspek pembelajaran yang diteliti meliputi perencanaan. variabel hasil. Variabel proses mencakup perilaku guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini berada dalam lingkup pengajaran. Adapun judul penelitian ini adalah Peningkatan Menulis Melalui Teknik Semiterpimpin Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang Tahun Pelajaran 2009/2010. Ingin mendeskripsikan peningkatan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap pengedrafan. 1. 3. Bagaimanakah meningkatkan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semiterpimpin pada tahappempublikasian? 1. Ingin mendeskripsikan peningkatan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap pembublikasian.

Keterampilan menulis yang diteliti ditekankan pada menulis pengalaman pribadi. penulis yang kreatif juga harus berani mengungkapkan sesuatu yang baru walaupun banyak yang menentang. sastrawan Lubis (1997:53) mengatakan bahwa kreativitas seorang sastrawan adalah kemampuan untuk menyuling manusia dan kehidupannya. Di samping itu. dan rasa keindahannya. Teknik menulis semiterpimpin dapat diterapkan pada siswa kelas VII SMP. kebenarannya. Pesan tersebut berupa isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Siswa sudah mengenal ejaan yang disempurnakan 1. berbentuk puisi atau prosa. 7. 7. Kajian Pustaka 7. masa kini.2. hubungan. Pengertian tersebut jika disederhanakan baru dan bermanfaat. kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme.”lebih baik”. 2. tulisan sebagai mediumnya dan merupakan penyampai gagasan penulis kepada khalayak. Siswa sudah mengenal komposisi surat pribadi 4. Pembelajaran menulis menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi ditekankan pada pelaksanaan tahap pengedrfan. Selain berdasarkan pendapat di atas. Percy (1982:10) kreativitas merupakan respon individual atas gagasan. dengan alam dan dengan orang lain. nilainilai yang dipegangnya.1 . 1. 3. imaji. Tentang definisi kreativitas tersebut di antaranya adalah pendapat Rhodes dalam Munadar (1999:24-24) mengatakan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan dari mewujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Sebagaimana pendapat Wycoff dalam Marzuki (2002:44) kreativitas adalah “baru”: suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda: “unik”:”berbeda”. keyakinannya. penulis menganggap bahwa kreativitas seorang penulis sangat dibutuhkan karena mereka akan mencari saripati kehidupan sosial masyarakat dan dituangkan dalam karya kreatifnya. dan simulasi lain yang ditemukan pada lingkungan masa lalu. Karena kreativitas merupakan konsep yang luas dan berdemensi yang sangat luas maka pengertian kreativitas tersebut bermacam-macam. Menurut Akhadiyah (1997:8) menulis tersebut mengandung unsur komuniksai. 3. 6. dan pada tahap pempublikasian. kejujurannya. sejarah bangsanya dan negerinya. kreativitas berarti daya cipta atau kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu (Depdikbud. 1995:530). dan menulis surat pribadi. proses berpikir. 4 . kebudayaan dan sistem nilai bangsanya baik yang homogin maupun yang beragamragam. dan menandai ciptaannya ini dengan citra kepribadiannya. tahap perevisian. dan kemudian menuangkannya dalam kerangka ciptaannya. suara. Berdasarkan pendapat tersebut. keberaniannya. Moustakas (1967) dalam Munandar (1999:24) kreativitas merupakan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungannya diri sendiri. lingkungan hidupnya. Asumsi Penelitian Asumsi yang dijadikan landasan pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1.2 Kreativitas Berdasarkan makna leksikal. Kemampuan menulis pengalaman pribadi dan surat pribadi sudah pernah diajarkan di kelas VI SD/MI. pengalaman masyarakatnya. Pengertian Menulis Menulis merupakan kegiatan produktif yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya. dan masa mendatang.

merasa puas dengan diri sendiri dan swatantra. penulis semakin kreatif dalam mengembangkan kreativitas menulisnya. Adapun Wycoff (1991:49) hanya menyebutkan empat ciri orang yang kreatif. (7) mampu meghagai pengalaman yang biasa dan sederhana. dan tahu kapan harus mengikuti atau meninggalkan suatui kebiasaan. (6) mandiri. (13) memiliki rasa humor mendalam dan penuh filsafat. sederhana. serta sifat manusia. baik bekerja untuk mencapai hasil maupun hasil yang dicapai itu sendiri. orisinal. memiliki filsafat hidup. (14) kreatif. (4) intituitif–– orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadiannya. dan apa adanya terhadap hidup. timbul dari hati yang dalam. Pembahasan tentang pengolahan bahasa juga berdasarkan pendapat Kayam (1988) menyebutkan sebagai bahasa yang khusus ditemukan. (9) memiliki rasa persaudaraan mendalam dengan seluruh umat manusia.3 Kemampuan Mengolah Bahasa Melalui kreativitas. Dengan demikian. Kreativitas mengolah bahasa dalam dunia sastra sangat bergantung pada kemampuan sastrawan/penulis dalam menggunakan kata-kata dalam bahasa itu. dan mungkin misi dalam hidup. Semakin kaya kosakata. orang lain. Siswa yang tidak kreatif pada dasarnya karena kurang bisa memanfaatkan potensi dirinya. Menurut Moslow dalam Wycoff (1991:47) orang/siswa yang ingin menggunakan seluruh potensinya dalam rangka memaksimalkan kreativitasnya harus memiliki beberapa ciri khas. Cerita hasil tulisann orang kreatif lebih berkesan dan menarik pembaca untuk menikmati secara keseluruhan karya tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Percy (1981:115) yang menyatakan bahwa kegiatan menulis kreatif yang dilakukan terus-menerus sangat membantu pengembangan kemampuan seseorang untuk menggunakan dan menguasai bahasa sebagai alat ekspresi dan berkomunikasi verbal dan nonverbal. (2) menerima diri sendiri. (4) beroreintasi pada masalah (bukan orientasi pada diri sendiri). Mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi.Semua orang mempunyai kreativitas. mampu membandingkan berbagai budaya secara objektif. sabar. (12) beretika kuat dan bermoral dengan cara-cara yang khas (tidak harus selalu secara konvensional. (2) ekspresif––orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaan. mampu berkonsentrasi penuh. termasuk anak-anak. Kreativitas siswa SMP barang tentu berbeda dengan mahasiswa. (5) lebih membutuhkan privasi dan kesendirian daripada orang pada umumnya. (8) memiliki rasa humor yang tinggi. (3) spontan. tidak egois. dikembangkan untuk menceritakan dan menjelaskan dunia rekaan (dunia sastra) yang abstrak dan di luar jangkauan pembacanya. penuh dengan kebaikan. langsung. pada umumnya. memiliki (dan menyadari) “saat-saat puncak” yang kaya hidup dan bermanfaat––saat-saat kegembiraan yang amat sangat. dapat menikmati. punya semangat hidup. (15) mampu melepaskan diri dari pengaruh budaya. 5 . dan memiliki kemampuan mengatasi stres. di antaranya adalah: (1) keberanian––orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. mampu mencintai dengan lebih dalam. altruistik (mementingkan orang lain). penulis selalu berusaha merekayasa penggunaan bahasa secara optimal agar tercipta pemakaian bahasa yang bergaya dan efektif serta berbeda dengan gaya pemakaian bahasa penulis yang lain. Mereka mau menjadi dirinya sendiri. diciptakan. dan tidak takut terhadap hal yang belum dikenalnya. 7. cenderung kreatif dalam melakukan berbagai hal––tetapi takterus selalu memiliki bakat yang hebat. dan murni. bahkan menyukai keambiguan. yang bersifat membangun. orang/anak akan dapat kreatif jika mampu mengaplikasikan lima belas ciri tersebut di atas. memiliki daya cipta dengan pandangan yang segar. (11) demokratis tak berburuk sangka. bukannya menjatuhkan. Berbeda dengan hasil karya orang yang kurang kreatif. alami. (3) humor–– homor berkaitan erat dengan kreativitas. (10) membentuk ikatan persahabatan yang kuat dengan orang dalam jumlah yang relatif sedikit. tidak terlalu memutuhkan pujian dan popularitas. di antaranya adalah: (1) menerima kenyataan dengan akurat dan objektif: menerima.

hubungan paragraf. hubungan kata. pengorganiosasian dan bahasa. siswa. kemudian direfleksikan kembali permasalahannya maka guru tersebut dapat dikatakan pula sebagai penelitian tindakan kelas sebab penelitian tindakan kelas menurut Carr dan Kemmis (dalam McNiff. mengevaluasi dan merevisi perencanaan umum. pilihan kata. kegiatan menulis perlu mendapat bimbingan dari guru. ketiga gaya yang di antaranya adalah ejaan. pelaksanaan tindakan. diharapkan pula penelitian ini dapat menghasilkan interpretasi dan penilaian terhadap praktik yang dilakukan dalam proses belajar-mengajar kritis yang terjadi di dalam kelas. penelitian ini dirancang dengan langkah-langkah yang meliputi: studi pendahuluan.7.4 Menulis Semiterpimpin Menulis merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya (Akhdiah. Prosedur penelitian tindakan terdiri atas beberapa tahap. Berdasarkan pendapat Lewin itu. Di samping tujuan di atas. 1. kedua. Berdasarkan itu. 1992:2) adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri (self-reflective) secara kolektif yang melibatkan partisipan (guru. pilihan kata. 1997:1. 8. strategi penyampaian ide. dan siap terhadap perubahan. susunan kalimat. Selain pendapat di atas. Menurut pendapat Kurt Lewin (dalam Sukamto. setiap siklus penelitian tindakan selalu ada aktivitas dasar. menemukan masalah umum. Tujuan utama penelitian ini ingin mendeskripsikan kemampuan siswa dalam pembelajaran di kelas. Dengan bantuan teknik ini diharapkan siswa mengalami kemudahan di dalam menuangkan ide ke dalam paragraf. Ini dimaksudkan untuk memberi penilaian terhadap prektik yang dilakukan dalam situasi konkret.3).2000:11). melaksanakan langkah tindakan pertama. peneliti mengadakan perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya. dan refleksi.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan. persiapan tindakan. Adapun McNiff (1992:4) mengatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan melalui perubahan dengan mendorong guru untuk menyadari praktik mengajar mereka. terutama deskripsi peningkatan kualitas pembelajaran menulis kreatif di kelas. yang pemfokusannya dilaksanakan dalam kegiatan di kelas sehingga penelitiannya berupa penelitian tindakan kelas. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran menulis kreatif dan meningkatkan hasil pembelajaran menulis yang terjadi pada situasi kelas yang konkret. Berdasarkan siklus dasar ini. Tindakan guru seperti itu bila dicatat. mengembangkan langkah tindakan pertama. Mampu tidaknya siswa dalam pembelajaran itu sangat bergantung pada tindakan guru. Elliot (1991:60) mengatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas praktik. perencanaan umum tindakan. Karena itu menulis itu sulit oleh sebab itu. Menurut Widyamartaya (1990:9) pengetahuan dan keterampilan menulis dapat dibagi menjadi tiga. Metode Penelitian 8. Penelitian tindakan pada penelitian ini terfokus pada rumusan permasalahan dan tujuan penelitian. analisis. kepala sekolah) dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) dengan tujuan untuk mengembangkan rasionalisasi dari praktik pendidikan yang sedang dialami guru. Guru akan dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswanya jika guru tersebut mau melihat kembali pembelajaran yang diberikan kepada siswanya. 6 . Teknik menulis semiterpimpin dalam penelitian ini adalah teknik menulis dengan disediakannya panduan carta agar siswa mudah menuangkan ide. kritis terhadap praktik mengajar yang dilakukan. di antaranya adalah: identifikasi ide awal. susunan paragraf. Tindakan seperti itu dilakukan terus-menerus sampai ada perbaikan. Pertama. subtansi bahan yang berupa ide.

tenaga guru yang berlatar belakang bahasa Indonesia tiga guru tetap. (1) Drs. Rencana tindakan itu dilaksanakan dalam siklus-siklus pembelajaran. Langkah awal kegiatan penelitian ini dimulai dari identifikasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran.1. dan satu guru kontrak.C. Kedua. 8. Identifikasi awal ini dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran menulis.2 Persiapan Penelitian Untuk meningkatkan proses menulis pengalaman pribadi dan menulis pribadi dan produknya dengan teknik menulis semiterpimpin. Latar belakang guru kelas IIIB tersebut adalah Sarjana (S1) dengan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Jombang. satu guru bantu. peneliti sebagai guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Ngimbang perlu mengadakan perencanaan pembelajaran yang tepat 7 .1. VIID. satuan pelajaran. guru. Guru tersebut sebelumnya sudah berpengalaman mengajar di MTs Ngimbang dan di MA Ngimbang adalah sarjana (S1) dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro. diadakan analisis hasil permasalahan dan diperoleh temuan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang tepat sehingga kurang bisa mengembangkan kemampuan menulis secara maksimal. Ketiga guru tersebut berkolaborasi dalam pengajaran di kelas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah.Pd sebagai guru kelas VII di SMP 2 Ngimbang. Adapun pengalaman guru sebagai peneliti dan kolaborator dalam penelitian ini sebagai berikut. Sukadi.1 Identifikasi Awal dan Setting Penelitian Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran membaca di kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang Kabupaten Lamongan. Keempat. Semua guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan tersebut berijazah S1. maupun dalam proses perencanaan. Pendidikan terakhir guru yang mengajar di kelasVII tersebut adalah S2 Universitas Negeri Malang dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan merupakan tempat peneliti berdinas sehingga peneliti mengetahui kondisi sekolah tersebut dengan jelas. Secara terperinci. maupun penilaian. rencana pembelajaran. terutama kegiatan menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi di kelas VII Adapun tempat penelitian tindakan kelas di SMP Negeri 2 Ngimbang. penilaian. VIIB. Ketiga. M. S. SMP Negeri 2 Ngimbang. Kabupaten Lamongan. Lamongan lokasinya di daerah perbatasan kabupaten Lamongan dan Kabupaten Jombang sehingga siswa yang belajar di SMP itu berlatar belakang yang berbeda-beda. (2) Trinil L. Berdasarkan temuan itu. Setelah selesai tindakan setiap siklusnya.. pelaksanaan. yang berupa tujuan pembelajaran. yang nilai keterampilan menulis siswa kelasVII pada kelompok yang paling bawah. (3) Sujak. baik permasalahan yang ada dalam siswa. dan VIIC. Sebelum mengajar di SMP ini. 8. Setelah itu. yang pengalaman mengajar di SMP Negeri 2 Ngimbang sudah mencapai 10 tahun. guru tersebut mengajar di SMP Negeri 2 Lamongan. bahan atau materi yang digunakan dalam pembelajaran. sebagai guru kelas IXA.Pd sebagai guru kelas VIII. Dengan adanya latar belakang yang berbeda-beda itu perlu adanya penanganan proses belajar mengajar yang tepat. Subjek penelitian ini meliputi guru dan siswa kelas VIIA. peneliti dan guru mengadakan refleksi untuk menentukan dasar tindakan perbaikan pada pelaksanaan siklus berikutnya hingga tujuan penelitian tercapai. Pertama.Langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pemilihan SMP Negeri 2 Ngimbang ini didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut. Perencanaan tindakan kelas disusun bersama antara guru dan peneliti. peneliti bersama-sama guru menyusun rencana tindakan untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis. SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan merupakan salah satu sekolah yang mengikuti ulangan umum bersama di kabupaten Lamongan. yang pengalaman mengajar di sekolah ini sudah mencapai 4 tahun. Pengalaman mengajar di SMP Negeri 2 Ngimbang sudah 15 tahun. alur penelitian ini diuraikan pada bagian berikut ini. baik berkaitan dengan perancanaan.

Perumusan TPK itu dibuat dalam satuan pelajaran. . 3. Siswa mendapat bimbingan menulis dengan arahan guru dalam proses pembelajaran 3. Siswa berdiskusi tentang penggunaan pilihan kata dan ejaan dengan menggunakan karta yang sudah disiapkan oleh guru 6. sintesis. peneliti. dan pengalaman siswa. Siswa dibimbing guru dalam perevisian tulisan 6.1. Guru memotivasi siswa untuk menemukan tema/topik yang paling mengesankan. tahap perevisiandan tahap pempublikasian. Siswa menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang mengesankan.1 Data 8 . dan kolaborator mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan. pemaknaan.3 Siklus Penelitian Penelitian ini direncanakan tiga siklus. Untuk itu. Siswa merencanakan pempublikasian tulisan di mading 8. yang berkaitan dengan hasil mengerjakan tugas pada saat proses pembelajaran dan hasil evaluasi belajar. 8. Guru memberi pengarahan tentang tata cara perevisian 2. Setiap pertemuan direncanakan dengan durasi waktu 2 x 40 menit. peneliti akan menguraikan data penelitian yang meliputi data proses. penjelasan dan menyimpulkan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Adapun rencana tindakan pada siklus pertama sebagai berikut. Siswa dan guru mendiskusikan urutan pokok-pokok pengalaman tersebut 4. 5.2 Data Penelitian Pada bagian ini.dengan mempertimbangkan lingkungan sekolah. Penyusunan skenario pembelajaran dengan teknik menulis semiterpimpinuntuk mengatasi permasalahan tersebut 8. Siswa menulis pengalaman pribadi yang paling mengeankan dengan pilihan kata dan ejaan 5. yang meliputi proses pembelajaran pada tahap pengedrafan. yang membimbing siswa dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi dengan peta semantik. Pertemuan kedua merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama.1. Perumusan tujuan pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi. dan rencana pembelajaran. 2. Guru membimbing siswa dalam menulis draf dengan karta tersebut Pertemuan Kedua ( 2 x 40 menit) Tahap Perevisian 1. terutama penulisan kata dan ejaan 4. 1. Kegiatan yang dilakukan meliputi: analisis. 8. serta subjek penelitian yang meliputi guru. data hasil pembelajaran. Siswa mendiskusikan kembali tulisan yang selesai ditulis. guru dan kolaburator merencanakan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut.4 Refleksi Guru sebagai peneliti. Setiap siklusnya terdiri atas dua pertemuan. Hasil yang diperoleh berupa temuan tingkat efektivitas pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi dengan teknik menulis semiterpimpin. Siswa mencocokkan penulisan dengan karta yang sudah disiapkan guru.2. Pertemuan Pertama (2 x 40 menit) Tahap Pengedrafan 1. 2.

Selain itu. catatan lapangan ini digunakan untuk mencatat hasil refleksi dari peneliti dan kolaborator. menjawab pertanyaan. 1995:153). dan siswa terhadap bahan pembelajaran. Aktivitas yang dijaring dalam pedoman observasi ini berupa interaksi guru terhadap siswa. Selain itu. Dokumentasi ini berupa program satuan pembelajaran. mereduksi. menentukan kata-kata kunci yang bersumberkan dari fokus. dan mempublikasikan karyanya. Data perencanaan. hasil kerja siswa dalam menyusun pertanyaan. Data perencanaan pembelajaran berupa dokumen persiapan pembelajaran yang dibuat secara kolaboratif antara guru dan kolaborator. Data ini dikumpulkan sebelum pembelajaran. dirasakan. Yang termasuk data-data tersebut berupa proses pengemabangan karangan. terutama setiap pertemuan kedua dan ketiga setiap siklusnya. dokumentasi yang berupa LKS. Pengumpulan data dilakukan setiap siklus penelitian 9 . menulis. peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif. berdiskusi. dan evaluasi dikumpulkan dalam waktu pelaksanaan pembelajaran dan penilaian. Semua peristiwa yang terjadi di kelas dalam pembelajaran itu difoto. Catatan lapangan digunakan untuk mendeskripsikan segala yang dilihat. Kolaborator akan mencatat semua kejadian yang ada dalam proses pembelajaran dan refleksi. menetapkan peta semantik yang akan dikembangkan mencadi karangan.2. catatan lapangan. kegiatan belajar-mengajar termasuk materi dan media.2 Instrumen Penelitian Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini dengan menggunakan instrumen utama dan instrumen penunjang.Data penelitian meliputi data perencanaan. Hal ini berdasarkan pendapat Rofi’uddin (1998:36) analisis data kualitatif dapat bersifat linier (mengalir) maupun bersifat sirkuler. Adapun instrumen penunjang adalah pedoman observasi. dan dipikirkan selama dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis pribadidengan peta semantik/peta pikiran/peta semantik. Data-data itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan dalam pembelajaran. hasil menulis pertama (sebelum direvisi). Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang rencana pembelajaran di kelas. 8. didengar. Data pelaksanaan pembelajaran berupa deskrepsi pembelajaran selama kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pendapat itu. hasil menulis setelah direvisi. yang digunakan menjaring data kerja siswa selama proses pembelajaran. dan data evaluasi. Data perencanaan meliputi perumusan tujuan. baik peristiwa siswa menentukan topik atau fokus menulis di tengah selembar kertas. siswa terhadap temannya. menceritakan kembali isi bacaan dalam proses pembelajaran. Peneliti akan lebih mudah mengamati aktivitas guru dan siswa bila sudah disiapkan pedoman observasinya. yang pelaksanaannnya dilakukan dalam proses belajar mengajar. Foto digunakan untuk mendokumentasikan data tentang peristiwa yang terjadi dalam proses menulis kreatif dengan peta semantik/peta pikiran/peta semantik.3 Teknik Analisis Data Dalam penelitian tindakan kelas ini. Pedoman observasi digunakan untuk menjaring data dalam proses belajar mengajar. Data hasil belajar diambil dari hasil siswa menulis. dan evaluasi pembelajaran. 3. peneliti menganalis. dokumen tasi dan foto (Moleong. Data tersebut akan terekam dalam catatan lapangan. merevisi karangan. Instrumen utama adalah peneliti. dan menyimpulkan data itu. data pelaksanaan pembelajaran. analisis data dilakukan selama proses pembelajaran. pelaksanaan. sebagaimana yang dinyatakan oleh Bogdan dan Biklen (1982) bahwa peneliti adalah orang yang paling mengetahui seluruh data dan cara menyikapinya. Setelah data terkumpul.

mencatat kejadian-kejadian positif. yang di dalamnya melibatkan kegiatan pengkatagorian dan pengklasifikasian. Adapun taraf keberhasilan tindakan dan rambu-rambu analisis hasil menulis cerpen sebagai alat untuk menentukan keberhasilan sebagai berikut. memaknai. Setelah proses pembelajaran selesai. menjelaskan hubungan sebab-akibat dan akhirnya peneliti menyimpulkan. peneliti akan dapat menarik kesimpulan dengan mudah. Data penelitian yang telah terkumpul baik melalui observasi. dan guru dalam pra menulis. (4) mendapat skor tiga bila tiga indikator yang muncul. Setelah kegiatan itu. Kreteria kualifikasi itu berlaku pada aspek pembelajaran. data penelitian dipaparkan dalam bentuk naratif dan dilengkapi dengan tabel. Penyimpulan pada langkah ini masih bersifat sementara karena baru berdasarkan fenomenafenomena yang terjadi dalam tindakan. kesimpulan yang bersifat sementara itu diuji kembali berdasarkan data-data yang baru terkumpulkan sehingga hasil menyimpulkan akan lebih mantap. Reduksi data dilakukan peneliti setelah data terkumpul. menerangkan dan menyimpulkan. Pedoman yang digunakan analisis data dalam penelitian ini berdasarkan pendapat Rofi’uddin (1998:36). Kegiatan trianggulasi ini dilakukan dengan jalan mengecek kembali hasil wawancara terhadap siswa setelah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan hasil angket pembelajaran menulis dengan peta semantik. yang meliputi aktivitas siswa. (3) mendapat skor dua bila dua indikator yang muncul. guru dan peneliti berdiskusi untuk menetapkan pembelajaran siklus berikutnya dengan menyiapkan perencanaan pembelajaran. 10 . kreteria di atas juga berlaku untuk hasil pembelajaran. Untuk memperjelas analisis. Dengan adanya penyimpulan setiap siklus. peneliti akan lebih memahami proses tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran. Pemaparan data dilakukan dengan menampilkan satuan-satuan informasi secara sistematis. Penelaahan data tersebut dilakukan secara menyeluruh sejak awal data dikumpulkan sampai seluruh data penelitian terkumpul. yang langkah-langkahnya sebagai berikut: (1) menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan. Proses penelaahan data diawali dengan transkripsi data hasil pengamatan. kemudian menganalisis. Akhirnya guru dan peneliti memutuskan perencanaan siklus berikutnya. Data tersebut dipilah-pilah berdasarkan fokus siswa. guru dalam proses pembelajaran dan dibuktikan dengan hasil proses pembelajaran siswa dalam bentuk lembar kerja siswa. (2) mendapat skor satu bila satu indikator yang muncul. Kedua data itu dibandingkan dengan hasil observasi peneliti di kelas saat pelaksanaan pembelajaran. peneliti menyederhanakan data itu dengan cara membuat ringkasan. Proses seperti ini dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan tindakan siklusnya. membuang data yang tidak perlu. memberi kode. Pengujian keabsahan data dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan silang (trianggulasi) data. Penyimpulan hasil penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan cara menafsirkan makna suatu fenomena yang terjadi selama tindakan berlangsung. (2) mereduksi data. Untuk mempermudah penyimpulan data. saat penulisan. negatif. (3) menyimpulkan dan verifikasi. dan pengaturan masalah sesuai dengan permasalahan yang ada dalam penelitian tindakan kelas ini. Selain itu. Dengan adanya pemaparan informasi itu. dan dokumentasi ditelaah oleh peneliti dan guru. Adapun kreteria penilaian terhadap pencapaian masing-masing deskriptor adalah: (1) mendapat skor nol bila tidak satu pun indikator muncul. dan pascapenulisan. Untuk menafsirkan dan menyimpulkan hasil penelitian ditentukan kreteria keberhasilan. Kegiatan reduksi data meliputi pengkatagorian dan pengklasifikasian data.tindakan kelas. pencatatan. Data-data yang telah diklasifikasikan dipaparkan menurut jenis masalah penelitian. Penelitian dinyatakan berhasil jika hasil penelitian itu berkualifikasi baik (B) atau sangat baik (SB). Setelah diklasifikasikan dan dikelompokkan dilanjutkan pada penyimpulan.

Konsumsi Rp 200.000.000.00 4. Transportasi Rp 300.000. Pembuatan Rp 400. Anggaran /Sumber Dana Pemasukan Uraian Jumlah Dana dari SSN Rp 2. Referensi /buku referensi 6. ATK Rp 400.Tabel 8.000.000.00 peneliti Rp 200.000.00 5.00 5 Untuk transportasi Rp 100.00 penelitian Rp 400.000.2 Rambu-rambu Analisis Hasil Menulis Pencapain TujuanSkor/Nilai Kualifikasi Pembelajaran 85-100 % 4 Sangat Baik (SB) 65-84 % 3 Baik (B) 55-64 % 2 Cukup (C) 45-54 % 1 Kurang (K) 0-44 % 0 Sangat Kurang (SK) Tingkat Keberhasilan Pembelajaran Berhasil Berhasil Tidak Berhasil Tidak Berhasil Tidak Berhasil 1.00 2.000. Anggaran Anggaran pelaksanaan penelitian tindakan kelas diperoleh dari dana SSN dengan perincian sebagai berikut: No. Uraian Jumlah Uamg 1 Untuk pembuatan proposal Penelitian Rp50. Penulisan laporan 11 .00 9.00 Pengeluaran Uraian Jumlah 1.00 3 Untuk penjilidan dan penggandaan Rp 250.000.00 3 Untuk penulisan komputer Rp 200.00 instrumen Rp 300.000.000.00 4 Untuk konsumsi Rp 100.200.000.000.000.00 Rp 1.1 Taraf Keberhasilan Tindakan Pencapain TujuanSkor/Nilai Kualifikasi Tingkat Keberhasilan Pembelajaran Pembelajaran 85-100 % 3 Sangat Baik (SB) Berhasil 65-84 % 2 Baik (B) Berhasil 55-64 % 1 Kurang (K) Tidak Berhasil 0-54 % 0 Sangat Kurang (SK) Tidak Berhasil Tabel 8.000.00 2 Untuk ATK Rp300.000.00 3.

K. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk SLTP. Penjilidan Jumlah Pemasukan Rp2. 1991. Balancing Process and Product. 1999. 12 . S. Jakarta: balai Pustaka. New york: Macmillan Collage Publishing Company. 1999. 2000. 2002. DePorter. Pamusuk. Liotohe. Petunjuk Praktis Mengarang Cerita Anak-anak. terjemahan oleh Ary Nilandari. Kemmis S.00 Daftar Pustaka Akhadiyah. Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya mengarang. Quantum Teaching. Victoria: Deakin University. 1994. 1987. SCU. 1997. Munandir. R. Munandar.200. Rose. 1991. 1982. Jakarta: Depdikbud.200. Menulis. Menulis Kreatif: Dasar-Dasar dan Petunjuk Penerapannya. Tomskin. Colin. Accelerated Learning for 21 St Century. Bandung: Kaifa.000.7. Eneste. Puskur.000. 1988. dan Mc Taggart. Sukamto. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penelitian Tindakan (Action Research). The Action Research Planner.00 Jumlah Pengeluaran Rp2. malang IKIP Malang. Jakarta: Gramedia. Kreativitas dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Inc. Gail E. Jakarta: Depdikbud. Jakarta: Depdikbud. 2002. New York: Delacorte Press. 2002. Roekhan. Jakarta: gramedia. Second Edition. Bobbi. Teaching Writing. W. Rancangan Sistem Pengajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.