PROPOSAL PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI TEKNIK MENULIS SEMITERPIMPIN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 NGIMBANG TAHUN

PELAJARAN 2009/2010 Proposal PTK ini Diajukan untuk Memperoleh Dana Penelitian dari Sekolah Standar Nasional (SSN)

Oleh Sujak, S.Pd., M.Pd Pembina TK I / IV b NIP.131990728

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

1

PROPOSAL PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI TEKNIK MENULIS SEMITERPIMPIN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 NGIMBANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Oleh Sujak. Guru jarang membimbing siswa menulis surat pribadi secara kretif. dan mampu menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi. guru wajib melaksanakan pembelajaran yang bisa mengarah pada tercapainya tujuan yang disyaratkan oleh Depdiknas tersebut. M. Apalagi para guru selain mata pelajaran bahasa Indonesia sering menulis dengan ejaan yang kurang benar. menulis kembali dongeng yang telah didengarkan dengan sistematika dan ejaan yang tepat. Hal seperti ini dilakukan secara terus menerus sampai siswa kelas IX. Menurut Ditjen Mandikdasmen Depdiknas (2006:7) siswa SMP harus mampu menulis pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang efektif. VIII. menulis surat pribadi. Sebagian besar guru di SD dan SMP Negeri 2 Ngimbang memeberi tugas menulis pada siswa. 2 . Latar Belakang Menulis merupakan salah satu dari keterampilan berbahasa yang harus diajarkan siswa mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Karena berdasarkan pada pengalaman yang sudah didata pada siswa yang sekarang kelas VIII dan kelas IX maka guru kelas VII berupaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan sebuah teknik yang mengarah pada bimbingan siswa secara kontinyu. 1. Namun kenyataan di kelas berbeda dengan tujuan tersebut. Menurut hasil wawancara guru sebagai peneliti dengan para siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang menyatakan bahwa para siswa mengalami kesulitan karena konsep dasar menulis belum pernah diajarkan baik di SD maupun ketika di SMP. Hal ini terjadi karena siswa menulis surat pribadi hanya berdasarkan contohcontoh yang ada. Siswa masih banyak menulis dengan ide yang meloncat-loncat.Pd 1. Siswa belum diberi kepercayaan menulis surat pribadi dengan kreativitasnya sendiri. Karena demikian guru perlu mengarahkan siswa agar mau menulis surat pribadi dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan kreatif. siswa kelas VII juga belum bisa menulis surat pribadi dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. isi. Selain siswa belum mampu menulis pengalaman pribadi yang paling mengesankan.. Siswa mengalami kebuntuan dalam menulis pengalaman pribadi tersebut dikarenakan guru belum membimbing secara intensif pada tahapan-tahapan menulis tersebut. Ejaan masih banyak mengalami kesalahan.Pd. Guru hanya duduk di depan kelas atau guru meninggalkan kelas untuk mengerjakan tugas-tugas lain di luar PBM. ternyata 95 % siswa mengatakan guru tidak pernah membimbing menulis dalam proses pembelajaran di kelas. Guru jarang membimbing menulis dengan arahan-arahan secara rutin dalam proses pembelajaran dan jarang melihat siswa yang sedang menulis di kelas. Padahal pengalaman pribadi yang dialaminya merupakan kenyataan nyata dalam hidupnya. Hal itu dikarenakan bimbingan guru secara rutin belum pernah dilakukan sehingga para siswa selalu berbuat kesalahan pada saat menulis tersebut. Dengan adanya aturan di atas seharusnya siswa SMP kelas VII sudah dapat menulis pengalaman pribadi. Ini terbukti angket yang peneliti edaran pada semua siswa kelas VII. Berdasarkan itu. dan bahasa. dan IX. S. Hampir setengah dari jumlah siswa setiap kelasnya belum mampu mengembangkan idenya dalam tulisan pengalaman pribadi dengan runtut. Hal seperti itu bisa dilakukan oleh siswa jika guru membimbing siswa secara rutin dalam proses belajar mengajar.

Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini berada dalam lingkup pengajaran. Adapun judul penelitian ini adalah Peningkatan Menulis Melalui Teknik Semiterpimpin Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang Tahun Pelajaran 2009/2010. Variabel-variabel itu akan mempengaruhi jalannya penelitian ini. Manfaat tersebut bisa secara teoritis maupun secara praktis. penelitian ini dapat memberi sumbangan informasi kepada para guru tentang pembelajaran keterampilan menulis pengalam pribadi dan menulis surat pribadi di kelas VII SMP dengan teknik menulis semiterpimpin. 3.Bimbingan siswa secara kontinyu dalam proses menulis di kelas pada penelitian ini menggunakan teknik menulis semiterpimpin. Variabel proses mencakup perilaku guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran. yang di dalamnya ada berbagai variabel yang terlibat. 1. mengajarkan keterampilan menulis pengalaman pribadi dn surat pribadi dan perilaku siswa dalam proses menulis kreatif tersebut. 1. Secara teoritis. Adapun tujuan secara khusus adalah: 1. Ingin mendeskripsikan peningkatan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap perevisian. 1. ruang lingkup ini dibatasi pada hal-hal berikut. penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi teori pembelajaran menulis pengalam pribadi dan menulis surat pribadi di kelas VII SMP.. Sesuai dengan masalah penelitian di atas maka ruang lingkup penelitian ini terfokus pada variabel proses dan variabel hasil pembelajaran membaca. Bagaimanakah meningkatkan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap pengedrafan? 2. Secara praktis. 2. pelaksanaan. Berdasarkan cakupan variabel proses. Bagaimanakah meningkatkan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semiterpimpin pada tahappempublikasian? 1. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini adalah ingin mendiskripsikan cara meningkatkan pemelajaran menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin. Peneliti menggunakan teknik ini karena dianggap cocok dan sesuai dengan permasalahan yang ada dalam kegiatan menulis di SMP Negeri 2 Ngimbang. 4. Ingin mendeskripsikan peningkatan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap pembublikasian. 2. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru atau yang lain. dan evaluasi. Ingin mendeskripsikan peningkatan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semi terpimpin pada tahap pengedrafan. 1. Aspek pembelajaran yang diteliti meliputi perencanaan. peneliti membatasi pada lingkup yang lebih sempit. 3 . 3. dan berdasarkan masalah penelitian tersebut. Bagaimanakah meningkatkan menulis siswa kelas VII dengan teknik menulis semiterpimpin pada tahap perevisian? 3. Masalah Penelitian Secara umum masalah penelitian ini adalah ”Bagaimanakah meningkatkan pembelajaran menulis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang dengan teknik menulis semiterpimpin? Secara terperinci rumusan penelitian itu sebagai berikut: 1. 5. Karena terlalu banyaknya variabel. variabel hasil.

imaji. Pembelajaran menulis menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi ditekankan pada pelaksanaan tahap pengedrfan. sastrawan Lubis (1997:53) mengatakan bahwa kreativitas seorang sastrawan adalah kemampuan untuk menyuling manusia dan kehidupannya. dan masa mendatang. lingkungan hidupnya. 1. 7. 7. Berdasarkan pendapat tersebut. sejarah bangsanya dan negerinya.”lebih baik”. dan menandai ciptaannya ini dengan citra kepribadiannya. dan kemudian menuangkannya dalam kerangka ciptaannya. Selain berdasarkan pendapat di atas. keberaniannya. masa kini. kreativitas berarti daya cipta atau kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu (Depdikbud. Teknik menulis semiterpimpin dapat diterapkan pada siswa kelas VII SMP. 3. kejujurannya. proses berpikir. tulisan sebagai mediumnya dan merupakan penyampai gagasan penulis kepada khalayak. berbentuk puisi atau prosa. kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. Asumsi Penelitian Asumsi yang dijadikan landasan pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Moustakas (1967) dalam Munandar (1999:24) kreativitas merupakan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungannya diri sendiri. Di samping itu. dan menulis surat pribadi. hubungan. tahap perevisian. pengalaman masyarakatnya. keyakinannya. suara. Percy (1982:10) kreativitas merupakan respon individual atas gagasan. kebudayaan dan sistem nilai bangsanya baik yang homogin maupun yang beragamragam. Siswa sudah mengenal ejaan yang disempurnakan 1. Pesan tersebut berupa isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. 1995:530).2.1 . dengan alam dan dengan orang lain. Kajian Pustaka 7. penulis yang kreatif juga harus berani mengungkapkan sesuatu yang baru walaupun banyak yang menentang. Pengertian tersebut jika disederhanakan baru dan bermanfaat. dan pada tahap pempublikasian. Tentang definisi kreativitas tersebut di antaranya adalah pendapat Rhodes dalam Munadar (1999:24-24) mengatakan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan dari mewujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. 4 . Karena kreativitas merupakan konsep yang luas dan berdemensi yang sangat luas maka pengertian kreativitas tersebut bermacam-macam. nilainilai yang dipegangnya. Keterampilan menulis yang diteliti ditekankan pada menulis pengalaman pribadi. penulis menganggap bahwa kreativitas seorang penulis sangat dibutuhkan karena mereka akan mencari saripati kehidupan sosial masyarakat dan dituangkan dalam karya kreatifnya. 2. 6. dan simulasi lain yang ditemukan pada lingkungan masa lalu. Kemampuan menulis pengalaman pribadi dan surat pribadi sudah pernah diajarkan di kelas VI SD/MI. kebenarannya. Sebagaimana pendapat Wycoff dalam Marzuki (2002:44) kreativitas adalah “baru”: suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda: “unik”:”berbeda”. dan rasa keindahannya.2 Kreativitas Berdasarkan makna leksikal. Menurut Akhadiyah (1997:8) menulis tersebut mengandung unsur komuniksai. Siswa sudah mengenal komposisi surat pribadi 4. 3. Pengertian Menulis Menulis merupakan kegiatan produktif yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya.

(5) lebih membutuhkan privasi dan kesendirian daripada orang pada umumnya. cenderung kreatif dalam melakukan berbagai hal––tetapi takterus selalu memiliki bakat yang hebat. memiliki (dan menyadari) “saat-saat puncak” yang kaya hidup dan bermanfaat––saat-saat kegembiraan yang amat sangat. (3) spontan. memiliki daya cipta dengan pandangan yang segar. Hal ini sesuai dengan pendapat Percy (1981:115) yang menyatakan bahwa kegiatan menulis kreatif yang dilakukan terus-menerus sangat membantu pengembangan kemampuan seseorang untuk menggunakan dan menguasai bahasa sebagai alat ekspresi dan berkomunikasi verbal dan nonverbal. orang/anak akan dapat kreatif jika mampu mengaplikasikan lima belas ciri tersebut di atas. orang lain. Cerita hasil tulisann orang kreatif lebih berkesan dan menarik pembaca untuk menikmati secara keseluruhan karya tersebut. penuh dengan kebaikan. Mereka mau menjadi dirinya sendiri. bahkan menyukai keambiguan. tidak terlalu memutuhkan pujian dan popularitas. 7. (2) ekspresif––orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaan. dan tidak takut terhadap hal yang belum dikenalnya. (10) membentuk ikatan persahabatan yang kuat dengan orang dalam jumlah yang relatif sedikit. penulis selalu berusaha merekayasa penggunaan bahasa secara optimal agar tercipta pemakaian bahasa yang bergaya dan efektif serta berbeda dengan gaya pemakaian bahasa penulis yang lain. Dengan demikian. merasa puas dengan diri sendiri dan swatantra. langsung. (15) mampu melepaskan diri dari pengaruh budaya. Menurut Moslow dalam Wycoff (1991:47) orang/siswa yang ingin menggunakan seluruh potensinya dalam rangka memaksimalkan kreativitasnya harus memiliki beberapa ciri khas. dan memiliki kemampuan mengatasi stres. dan mungkin misi dalam hidup. dan tahu kapan harus mengikuti atau meninggalkan suatui kebiasaan. di antaranya adalah: (1) keberanian––orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. Kreativitas mengolah bahasa dalam dunia sastra sangat bergantung pada kemampuan sastrawan/penulis dalam menggunakan kata-kata dalam bahasa itu. (2) menerima diri sendiri. (13) memiliki rasa humor mendalam dan penuh filsafat. (4) beroreintasi pada masalah (bukan orientasi pada diri sendiri). pada umumnya. yang bersifat membangun. baik bekerja untuk mencapai hasil maupun hasil yang dicapai itu sendiri. (3) humor–– homor berkaitan erat dengan kreativitas. termasuk anak-anak. (14) kreatif. bukannya menjatuhkan. (6) mandiri. penulis semakin kreatif dalam mengembangkan kreativitas menulisnya. altruistik (mementingkan orang lain). (9) memiliki rasa persaudaraan mendalam dengan seluruh umat manusia. serta sifat manusia. sabar. mampu membandingkan berbagai budaya secara objektif. 5 . Mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. mampu berkonsentrasi penuh. orisinal. (12) beretika kuat dan bermoral dengan cara-cara yang khas (tidak harus selalu secara konvensional. memiliki filsafat hidup. Pembahasan tentang pengolahan bahasa juga berdasarkan pendapat Kayam (1988) menyebutkan sebagai bahasa yang khusus ditemukan. (4) intituitif–– orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadiannya. Siswa yang tidak kreatif pada dasarnya karena kurang bisa memanfaatkan potensi dirinya. Berbeda dengan hasil karya orang yang kurang kreatif. mampu mencintai dengan lebih dalam.3 Kemampuan Mengolah Bahasa Melalui kreativitas. (11) demokratis tak berburuk sangka. (7) mampu meghagai pengalaman yang biasa dan sederhana. dapat menikmati. Semakin kaya kosakata.Semua orang mempunyai kreativitas. Kreativitas siswa SMP barang tentu berbeda dengan mahasiswa. alami. di antaranya adalah: (1) menerima kenyataan dengan akurat dan objektif: menerima. punya semangat hidup. (8) memiliki rasa humor yang tinggi. timbul dari hati yang dalam. dan murni. Adapun Wycoff (1991:49) hanya menyebutkan empat ciri orang yang kreatif. tidak egois. dan apa adanya terhadap hidup. diciptakan. dikembangkan untuk menceritakan dan menjelaskan dunia rekaan (dunia sastra) yang abstrak dan di luar jangkauan pembacanya. sederhana.

Metode Penelitian 8. Berdasarkan itu. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran menulis kreatif dan meningkatkan hasil pembelajaran menulis yang terjadi pada situasi kelas yang konkret. persiapan tindakan. Menurut pendapat Kurt Lewin (dalam Sukamto. mengembangkan langkah tindakan pertama. Dengan bantuan teknik ini diharapkan siswa mengalami kemudahan di dalam menuangkan ide ke dalam paragraf. 6 .3). kegiatan menulis perlu mendapat bimbingan dari guru. Tindakan seperti itu dilakukan terus-menerus sampai ada perbaikan. Pertama. penelitian ini dirancang dengan langkah-langkah yang meliputi: studi pendahuluan. Mampu tidaknya siswa dalam pembelajaran itu sangat bergantung pada tindakan guru. perencanaan umum tindakan.7. kemudian direfleksikan kembali permasalahannya maka guru tersebut dapat dikatakan pula sebagai penelitian tindakan kelas sebab penelitian tindakan kelas menurut Carr dan Kemmis (dalam McNiff. Ini dimaksudkan untuk memberi penilaian terhadap prektik yang dilakukan dalam situasi konkret. siswa. Menurut Widyamartaya (1990:9) pengetahuan dan keterampilan menulis dapat dibagi menjadi tiga. kritis terhadap praktik mengajar yang dilakukan. Teknik menulis semiterpimpin dalam penelitian ini adalah teknik menulis dengan disediakannya panduan carta agar siswa mudah menuangkan ide. susunan paragraf. peneliti mengadakan perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya. Di samping tujuan di atas. Karena itu menulis itu sulit oleh sebab itu. diharapkan pula penelitian ini dapat menghasilkan interpretasi dan penilaian terhadap praktik yang dilakukan dalam proses belajar-mengajar kritis yang terjadi di dalam kelas. Tindakan guru seperti itu bila dicatat. Berdasarkan pendapat Lewin itu. Prosedur penelitian tindakan terdiri atas beberapa tahap. 1997:1. melaksanakan langkah tindakan pertama. Penelitian tindakan pada penelitian ini terfokus pada rumusan permasalahan dan tujuan penelitian. pilihan kata. hubungan kata. hubungan paragraf. Selain pendapat di atas. Guru akan dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswanya jika guru tersebut mau melihat kembali pembelajaran yang diberikan kepada siswanya. dan siap terhadap perubahan. Elliot (1991:60) mengatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas praktik. kepala sekolah) dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) dengan tujuan untuk mengembangkan rasionalisasi dari praktik pendidikan yang sedang dialami guru. pelaksanaan tindakan. strategi penyampaian ide. 8. menemukan masalah umum. di antaranya adalah: identifikasi ide awal. 1. ketiga gaya yang di antaranya adalah ejaan. dan refleksi. pengorganiosasian dan bahasa. pilihan kata.2000:11). yang pemfokusannya dilaksanakan dalam kegiatan di kelas sehingga penelitiannya berupa penelitian tindakan kelas. Berdasarkan siklus dasar ini. terutama deskripsi peningkatan kualitas pembelajaran menulis kreatif di kelas. setiap siklus penelitian tindakan selalu ada aktivitas dasar. Tujuan utama penelitian ini ingin mendeskripsikan kemampuan siswa dalam pembelajaran di kelas. mengevaluasi dan merevisi perencanaan umum. analisis. kedua. subtansi bahan yang berupa ide. Adapun McNiff (1992:4) mengatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan melalui perubahan dengan mendorong guru untuk menyadari praktik mengajar mereka. 1992:2) adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri (self-reflective) secara kolektif yang melibatkan partisipan (guru. susunan kalimat.4 Menulis Semiterpimpin Menulis merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya (Akhdiah.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan.

bahan atau materi yang digunakan dalam pembelajaran. (3) Sujak. (2) Trinil L.2 Persiapan Penelitian Untuk meningkatkan proses menulis pengalaman pribadi dan menulis pribadi dan produknya dengan teknik menulis semiterpimpin.Pd sebagai guru kelas VII di SMP 2 Ngimbang. Setelah selesai tindakan setiap siklusnya. Sukadi. 8. Sebelum mengajar di SMP ini.1 Identifikasi Awal dan Setting Penelitian Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran membaca di kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang Kabupaten Lamongan. maupun dalam proses perencanaan. yang pengalaman mengajar di sekolah ini sudah mencapai 4 tahun. peneliti sebagai guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Ngimbang perlu mengadakan perencanaan pembelajaran yang tepat 7 . Setelah itu.1. Adapun pengalaman guru sebagai peneliti dan kolaborator dalam penelitian ini sebagai berikut. guru. Kedua. VIID. maupun penilaian. sebagai guru kelas IXA. Identifikasi awal ini dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran menulis. yang pengalaman mengajar di SMP Negeri 2 Ngimbang sudah mencapai 10 tahun. Ketiga. dan satu guru kontrak. Pertama. 8. Latar belakang guru kelas IIIB tersebut adalah Sarjana (S1) dengan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Jombang. yang nilai keterampilan menulis siswa kelasVII pada kelompok yang paling bawah.. Berdasarkan temuan itu. terutama kegiatan menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi di kelas VII Adapun tempat penelitian tindakan kelas di SMP Negeri 2 Ngimbang. Semua guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan tersebut berijazah S1. guru tersebut mengajar di SMP Negeri 2 Lamongan. (1) Drs. Ketiga guru tersebut berkolaborasi dalam pengajaran di kelas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah. Pemilihan SMP Negeri 2 Ngimbang ini didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut. Perencanaan tindakan kelas disusun bersama antara guru dan peneliti. Rencana tindakan itu dilaksanakan dalam siklus-siklus pembelajaran. Dengan adanya latar belakang yang berbeda-beda itu perlu adanya penanganan proses belajar mengajar yang tepat.1. alur penelitian ini diuraikan pada bagian berikut ini. S. Keempat. baik permasalahan yang ada dalam siswa. Pengalaman mengajar di SMP Negeri 2 Ngimbang sudah 15 tahun. Secara terperinci. Guru tersebut sebelumnya sudah berpengalaman mengajar di MTs Ngimbang dan di MA Ngimbang adalah sarjana (S1) dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro. Langkah awal kegiatan penelitian ini dimulai dari identifikasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran.Pd sebagai guru kelas VIII. rencana pembelajaran. SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan merupakan salah satu sekolah yang mengikuti ulangan umum bersama di kabupaten Lamongan. yang berupa tujuan pembelajaran. peneliti dan guru mengadakan refleksi untuk menentukan dasar tindakan perbaikan pada pelaksanaan siklus berikutnya hingga tujuan penelitian tercapai. Subjek penelitian ini meliputi guru dan siswa kelas VIIA. Pendidikan terakhir guru yang mengajar di kelasVII tersebut adalah S2 Universitas Negeri Malang dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan merupakan tempat peneliti berdinas sehingga peneliti mengetahui kondisi sekolah tersebut dengan jelas. satuan pelajaran. Lamongan lokasinya di daerah perbatasan kabupaten Lamongan dan Kabupaten Jombang sehingga siswa yang belajar di SMP itu berlatar belakang yang berbeda-beda. Kabupaten Lamongan.Langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. pelaksanaan. M. SMP Negeri 2 Ngimbang. baik berkaitan dengan perancanaan. diadakan analisis hasil permasalahan dan diperoleh temuan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang tepat sehingga kurang bisa mengembangkan kemampuan menulis secara maksimal. dan VIIC. penilaian. tenaga guru yang berlatar belakang bahasa Indonesia tiga guru tetap. VIIB. satu guru bantu.C. peneliti bersama-sama guru menyusun rencana tindakan untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis.

yang berkaitan dengan hasil mengerjakan tugas pada saat proses pembelajaran dan hasil evaluasi belajar. terutama penulisan kata dan ejaan 4. yang meliputi proses pembelajaran pada tahap pengedrafan. dan kolaborator mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan.3 Siklus Penelitian Penelitian ini direncanakan tiga siklus. Untuk itu.1. Setiap siklusnya terdiri atas dua pertemuan. 2. pemaknaan. 1. Siswa mencocokkan penulisan dengan karta yang sudah disiapkan guru.1. Siswa mendiskusikan kembali tulisan yang selesai ditulis. Guru memberi pengarahan tentang tata cara perevisian 2. Perumusan TPK itu dibuat dalam satuan pelajaran. 8. Siswa menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang mengesankan. peneliti akan menguraikan data penelitian yang meliputi data proses. Penyusunan skenario pembelajaran dengan teknik menulis semiterpimpinuntuk mengatasi permasalahan tersebut 8. Perumusan tujuan pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi. Guru membimbing siswa dalam menulis draf dengan karta tersebut Pertemuan Kedua ( 2 x 40 menit) Tahap Perevisian 1. Siswa mendapat bimbingan menulis dengan arahan guru dalam proses pembelajaran 3. peneliti. tahap perevisiandan tahap pempublikasian. Siswa menulis pengalaman pribadi yang paling mengeankan dengan pilihan kata dan ejaan 5. penjelasan dan menyimpulkan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan. guru dan kolaburator merencanakan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut.dengan mempertimbangkan lingkungan sekolah. yang membimbing siswa dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi dengan peta semantik. 5. data hasil pembelajaran.1 Data 8 . dan rencana pembelajaran. dan pengalaman siswa.2. Hasil yang diperoleh berupa temuan tingkat efektivitas pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis surat pribadi dengan teknik menulis semiterpimpin. Setiap pertemuan direncanakan dengan durasi waktu 2 x 40 menit. Pertemuan Pertama (2 x 40 menit) Tahap Pengedrafan 1. Siswa dibimbing guru dalam perevisian tulisan 6.2 Data Penelitian Pada bagian ini. 3. Pertemuan kedua merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama. Guru memotivasi siswa untuk menemukan tema/topik yang paling mengesankan. 8. .4 Refleksi Guru sebagai peneliti. Adapun rencana tindakan pada siklus pertama sebagai berikut. 2. Siswa berdiskusi tentang penggunaan pilihan kata dan ejaan dengan menggunakan karta yang sudah disiapkan oleh guru 6. Kegiatan yang dilakukan meliputi: analisis. serta subjek penelitian yang meliputi guru. Siswa dan guru mendiskusikan urutan pokok-pokok pengalaman tersebut 4. Siswa merencanakan pempublikasian tulisan di mading 8. sintesis.

Setelah data terkumpul. Foto digunakan untuk mendokumentasikan data tentang peristiwa yang terjadi dalam proses menulis kreatif dengan peta semantik/peta pikiran/peta semantik. Pengumpulan data dilakukan setiap siklus penelitian 9 . hasil menulis pertama (sebelum direvisi). siswa terhadap temannya. Dokumentasi ini berupa program satuan pembelajaran. yang digunakan menjaring data kerja siswa selama proses pembelajaran. dokumentasi yang berupa LKS. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang rencana pembelajaran di kelas. Data perencanaan. Data pelaksanaan pembelajaran berupa deskrepsi pembelajaran selama kegiatan belajar mengajar. dokumen tasi dan foto (Moleong. terutama setiap pertemuan kedua dan ketiga setiap siklusnya. hasil menulis setelah direvisi. didengar. Adapun instrumen penunjang adalah pedoman observasi. Data hasil belajar diambil dari hasil siswa menulis. pelaksanaan. mereduksi.Data penelitian meliputi data perencanaan. analisis data dilakukan selama proses pembelajaran. dan dipikirkan selama dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi dan menulis pribadidengan peta semantik/peta pikiran/peta semantik. dan mempublikasikan karyanya. menulis. Hal ini berdasarkan pendapat Rofi’uddin (1998:36) analisis data kualitatif dapat bersifat linier (mengalir) maupun bersifat sirkuler. Catatan lapangan digunakan untuk mendeskripsikan segala yang dilihat. menceritakan kembali isi bacaan dalam proses pembelajaran. menetapkan peta semantik yang akan dikembangkan mencadi karangan. menjawab pertanyaan. Berdasarkan pendapat itu. Selain itu. yang pelaksanaannnya dilakukan dalam proses belajar mengajar.3 Teknik Analisis Data Dalam penelitian tindakan kelas ini. dan evaluasi dikumpulkan dalam waktu pelaksanaan pembelajaran dan penilaian. sebagaimana yang dinyatakan oleh Bogdan dan Biklen (1982) bahwa peneliti adalah orang yang paling mengetahui seluruh data dan cara menyikapinya. Yang termasuk data-data tersebut berupa proses pengemabangan karangan. 1995:153). catatan lapangan. peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif. hasil kerja siswa dalam menyusun pertanyaan. menentukan kata-kata kunci yang bersumberkan dari fokus. dan siswa terhadap bahan pembelajaran. Data tersebut akan terekam dalam catatan lapangan. dan menyimpulkan data itu. data pelaksanaan pembelajaran. merevisi karangan. Aktivitas yang dijaring dalam pedoman observasi ini berupa interaksi guru terhadap siswa. Peneliti akan lebih mudah mengamati aktivitas guru dan siswa bila sudah disiapkan pedoman observasinya. catatan lapangan ini digunakan untuk mencatat hasil refleksi dari peneliti dan kolaborator. Data-data itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan dalam pembelajaran.2. Pedoman observasi digunakan untuk menjaring data dalam proses belajar mengajar. 8. Selain itu.2 Instrumen Penelitian Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini dengan menggunakan instrumen utama dan instrumen penunjang. peneliti menganalis. Data perencanaan pembelajaran berupa dokumen persiapan pembelajaran yang dibuat secara kolaboratif antara guru dan kolaborator. dan data evaluasi. 3. Kolaborator akan mencatat semua kejadian yang ada dalam proses pembelajaran dan refleksi. berdiskusi. dirasakan. Instrumen utama adalah peneliti. baik peristiwa siswa menentukan topik atau fokus menulis di tengah selembar kertas. Data ini dikumpulkan sebelum pembelajaran. dan evaluasi pembelajaran. kegiatan belajar-mengajar termasuk materi dan media. Semua peristiwa yang terjadi di kelas dalam pembelajaran itu difoto. Data perencanaan meliputi perumusan tujuan.

menjelaskan hubungan sebab-akibat dan akhirnya peneliti menyimpulkan. Proses penelaahan data diawali dengan transkripsi data hasil pengamatan. membuang data yang tidak perlu. kesimpulan yang bersifat sementara itu diuji kembali berdasarkan data-data yang baru terkumpulkan sehingga hasil menyimpulkan akan lebih mantap. Penelaahan data tersebut dilakukan secara menyeluruh sejak awal data dikumpulkan sampai seluruh data penelitian terkumpul. Adapun taraf keberhasilan tindakan dan rambu-rambu analisis hasil menulis cerpen sebagai alat untuk menentukan keberhasilan sebagai berikut. dan guru dalam pra menulis. kreteria di atas juga berlaku untuk hasil pembelajaran. Kedua data itu dibandingkan dengan hasil observasi peneliti di kelas saat pelaksanaan pembelajaran. negatif. Kegiatan reduksi data meliputi pengkatagorian dan pengklasifikasian data. (4) mendapat skor tiga bila tiga indikator yang muncul. Setelah diklasifikasikan dan dikelompokkan dilanjutkan pada penyimpulan. (2) mereduksi data. guru dan peneliti berdiskusi untuk menetapkan pembelajaran siklus berikutnya dengan menyiapkan perencanaan pembelajaran. Data-data yang telah diklasifikasikan dipaparkan menurut jenis masalah penelitian. peneliti akan dapat menarik kesimpulan dengan mudah. (3) menyimpulkan dan verifikasi. saat penulisan. Kreteria kualifikasi itu berlaku pada aspek pembelajaran. Dengan adanya pemaparan informasi itu. Setelah proses pembelajaran selesai. guru dalam proses pembelajaran dan dibuktikan dengan hasil proses pembelajaran siswa dalam bentuk lembar kerja siswa. kemudian menganalisis. yang langkah-langkahnya sebagai berikut: (1) menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan. Penyimpulan pada langkah ini masih bersifat sementara karena baru berdasarkan fenomenafenomena yang terjadi dalam tindakan. Data tersebut dipilah-pilah berdasarkan fokus siswa. pencatatan. Penelitian dinyatakan berhasil jika hasil penelitian itu berkualifikasi baik (B) atau sangat baik (SB). dan pengaturan masalah sesuai dengan permasalahan yang ada dalam penelitian tindakan kelas ini. yang meliputi aktivitas siswa. Akhirnya guru dan peneliti memutuskan perencanaan siklus berikutnya. 10 . dan dokumentasi ditelaah oleh peneliti dan guru. memberi kode. Kegiatan trianggulasi ini dilakukan dengan jalan mengecek kembali hasil wawancara terhadap siswa setelah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan hasil angket pembelajaran menulis dengan peta semantik. yang di dalamnya melibatkan kegiatan pengkatagorian dan pengklasifikasian. (3) mendapat skor dua bila dua indikator yang muncul. Proses seperti ini dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan tindakan siklusnya. Setelah kegiatan itu. Untuk menafsirkan dan menyimpulkan hasil penelitian ditentukan kreteria keberhasilan. peneliti akan lebih memahami proses tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran. Reduksi data dilakukan peneliti setelah data terkumpul. Pedoman yang digunakan analisis data dalam penelitian ini berdasarkan pendapat Rofi’uddin (1998:36). data penelitian dipaparkan dalam bentuk naratif dan dilengkapi dengan tabel. Adapun kreteria penilaian terhadap pencapaian masing-masing deskriptor adalah: (1) mendapat skor nol bila tidak satu pun indikator muncul. Untuk mempermudah penyimpulan data. menerangkan dan menyimpulkan.tindakan kelas. mencatat kejadian-kejadian positif. Pemaparan data dilakukan dengan menampilkan satuan-satuan informasi secara sistematis. Selain itu. dan pascapenulisan. Penyimpulan hasil penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan cara menafsirkan makna suatu fenomena yang terjadi selama tindakan berlangsung. Pengujian keabsahan data dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan silang (trianggulasi) data. Untuk memperjelas analisis. peneliti menyederhanakan data itu dengan cara membuat ringkasan. memaknai. Data penelitian yang telah terkumpul baik melalui observasi. Dengan adanya penyimpulan setiap siklus. (2) mendapat skor satu bila satu indikator yang muncul.

00 Rp 1.000.000.200. Pembuatan Rp 400.000.00 5. Anggaran /Sumber Dana Pemasukan Uraian Jumlah Dana dari SSN Rp 2.00 2 Untuk ATK Rp300.000.00 4.000.00 instrumen Rp 300.000.00 3 Untuk penulisan komputer Rp 200.00 Pengeluaran Uraian Jumlah 1.000.00 peneliti Rp 200. ATK Rp 400.00 3 Untuk penjilidan dan penggandaan Rp 250.000. Penulisan laporan 11 .00 5 Untuk transportasi Rp 100.00 9.00 4 Untuk konsumsi Rp 100. Transportasi Rp 300.Tabel 8.000. Anggaran Anggaran pelaksanaan penelitian tindakan kelas diperoleh dari dana SSN dengan perincian sebagai berikut: No. Konsumsi Rp 200.000.000.000.000.2 Rambu-rambu Analisis Hasil Menulis Pencapain TujuanSkor/Nilai Kualifikasi Pembelajaran 85-100 % 4 Sangat Baik (SB) 65-84 % 3 Baik (B) 55-64 % 2 Cukup (C) 45-54 % 1 Kurang (K) 0-44 % 0 Sangat Kurang (SK) Tingkat Keberhasilan Pembelajaran Berhasil Berhasil Tidak Berhasil Tidak Berhasil Tidak Berhasil 1.000.1 Taraf Keberhasilan Tindakan Pencapain TujuanSkor/Nilai Kualifikasi Tingkat Keberhasilan Pembelajaran Pembelajaran 85-100 % 3 Sangat Baik (SB) Berhasil 65-84 % 2 Baik (B) Berhasil 55-64 % 1 Kurang (K) Tidak Berhasil 0-54 % 0 Sangat Kurang (SK) Tidak Berhasil Tabel 8.00 2.00 3.000.000. Uraian Jumlah Uamg 1 Untuk pembuatan proposal Penelitian Rp50. Referensi /buku referensi 6.00 penelitian Rp 400.

Penjilidan Jumlah Pemasukan Rp2. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk SLTP. The Action Research Planner. Menulis Kreatif: Dasar-Dasar dan Petunjuk Penerapannya. 1997. SCU.200. dan Mc Taggart.200. New York: Delacorte Press. 1991. 1988. Jakarta: gramedia. Munandir. Munandar. 1987. Petunjuk Praktis Mengarang Cerita Anak-anak.00 Daftar Pustaka Akhadiyah. Sukamto. Bobbi. 12 . W.000. Jakarta: Gramedia. Kemmis S. Penelitian Tindakan (Action Research). Rancangan Sistem Pengajaran. 1994. Eneste. DePorter. 1999.7. 1982. Jakarta: Depdikbud. 2002. 2002. Liotohe. Balancing Process and Product. R. Quantum Teaching. terjemahan oleh Ary Nilandari. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).00 Jumlah Pengeluaran Rp2. 2000. Teaching Writing. Bandung: Kaifa. S. Accelerated Learning for 21 St Century. Second Edition. Kreativitas dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. malang IKIP Malang. 1991. 2002. Rose. Jakarta: Depdikbud.K. 1999. Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya mengarang.000. Puskur. Tomskin. Gail E. Menulis. Colin. Inc. Victoria: Deakin University. New york: Macmillan Collage Publishing Company. Pamusuk. Jakarta: balai Pustaka. Jakarta: Depdikbud. Roekhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.