Gaya London (Gaya dispersi

)
Pada waktu membahas struktur elektron,kita mengacu pada peluang untuk meemukan elektron didaerah tertentu pada waktu tertentu. Elektron senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam satu detik. Pada saatberikutnya dipol itu hilang atau bahkan dudah berbalik arahnya. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar dibawah ini.

(a) keadaan normal. Molekul non polar mempunyai sebaran muatan (awan elektron) yang simetris

(b) keadaan sesaat. Pergerakan elektron menghasilkan dipol sesaat.

(c) Dipol terimbas. Dipol sesaat pada molekul sebelah kiri mengimbas molekul disebelah kanannya. Hasilnyaadalah gaya tarik dipol sesaat-dipol terimbas Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas molekul disekitarnya sehingga membentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antar molekul yang lemah. Pemjelasan teoritis ini disebut gaya London (Gaya dispersi) Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat untuk mengimbas suatu dipol disebut polarisabilitas.Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif dan bentuk molekul. Pada,umumnya,makin banyak jumlah elektron dalam molekul makin mudah mengalami polarisasi. Oleh karena itu,makin besar massa molekul relatif,makin kuat gaya londonnya.Misalnya,Radon (Ar=222) mempunyai titik didih lebih tinggi dibanding helium (Ar=4). Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibanding molekul kecil,kompak dan simetris. Gaya london adalah gaya yang relatif yang lebih lemah. Zat yang molekulnya bertarikan hanya berdasarkan gaya london mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah dibanding dengan zat lain yang massa molekulnya relatif lebih sama. Jika molekul-molekulnya kecil,zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar. Contoh hidrogen (H2), Nitrogen(N2), metana (CH4) dan gas-gas mulia.

Asal mula gaya dispersi van der Waals Dipol-dipol yang berubah-ubah sementara Dayatarik yang ada di alam bersifat elektrik. Diagram dalam bentuk lonjong (the lozenge-shaped) menggambarkan molekul kecil yang simetris – H2. serta merta dan pada suatu waktu elektron tersebut mungkin akan ditemukan di bagian ujung molekul. ikatan kovalen) dikenal dengan dayatarik intramolekul. Tanda arsir menunjukkan tidak adanya distorsi secara elektrik. Jika kamu memperlambat gerak molekul melalui pendinginan. membentuk ujung -. Catatan: (dibaca “delta”) berarti “agak” (slightly) – karena itu + berarti “agak positif”. Pada kasus hidrogen dayatarik sangat lemah yang mana molekul membutuhkan pendinginan sampai 21 K (-252°C) sebelum dayatarik cukup kuat untuk mengkondensasi hidrogen menjadi cairan. H2. Gaya van der Waals: gaya dispersion Gaya dispersi (salah satu tipe dari gaya van der Waals adalah yang kita setujui pada halaman ini) yang juga dikenal dengan “gaya London” (dinamakan demikian setelah Fritz London mengusulkan untuk pertama kalinya). Akan tetapi elektron terus bergerak. tidak terlihat mengalami distorsi secara elektrik untuk menghasilkan bagian positif atau bagian negatif. Akan tetapi hanya dalam bentuk rata-rata. Gaya tarik yang mengikat molekul secara tersendiri (sebagai contoh. Pada ujung yang lain sementara akan kekurangan elaktron dan menjadi +. meskipun pada beberapa kasus dayatarik yang terjadi sangatlah lemah. boleh jadi.Apakah dayatarik antarmolekul itu? Ikatan antarmolekul versus ikatan intramolekul Dayatarik antarmolekul adalah dayatarik yang terjadi antara suatu molekul dan molekul tetangganya. bagaimanapun. atau Br2. Dua kata tersebut membingungkan yang mana untuk lebih amannya membuang salah satu diantaranya dan tidak digunakan lagi. . dayatarik cukup besar bagi molekul untuk tetap bersama sampai pada akhirnya membentuk cairan dan kemudian padatan. Istilah “intramolekul” tidak akan digunakan lagi pada bagian ini. Semua molekul mengalami dayatarik antarmolekul. Pada gas seperti hidrogen. Dayatarik antarmolekul yang dimiliki oleh helium lebih lemah – molekul tidak ingin tetap bersama untuk membentuk cairan sampai temperatur menurun sampai 4 K (269°C). Pada molekul yang simetris seperti hidrogen.

Pada kondisi yang terakhir elektron pada bagian kiri molekul dapat bergerak ke ujung yg lain. . meraka akan menolak elektron pada bagian kanan yang satunya. Jika kedua elektron helium berada pada salah satu sisi secara bersamaan. satu molekul lwbih menyukai memiliki polaritas yang lebih besar dibandingkan yang lain pada saat seperti itu – dan karena itu akan menjadi yang paling dominan). elektronnya akan cenderung untuk ditarik oleh ujung yang agak positif pada bagian sebelah kiri. tetapi hal ini menjadikan diagram lebih mudah digambarkan! Pada kenyataannya. inti tidak terlindungi oleh elektron sebagaimana mestinya untuk saat itu. Hal ini menghasilkan dipol terinduksi pada penerimaan molekul. membalikkan polaritas molekul. “Selubung lingkarang” yang konstan dari elektron pada molekul menyebabkan fluktuasi dipol yang cepat pada molekul yang paling simetris. yang berorientasi pada satu cara yang mana ujung + ditarik ke arah ujung – yang lain. yang terdiri dari atom tunggal.Kondisi yang terakhir elektron dapat bergerak ke ujung yang lain. Pada saat terjadi hal ini. seperti helium. Seperti molekul yang ditemukan pada bagian kanan. (kejadian yang tidak disukai. Dipol-dipol sementara yang bagaimana yang membemberikan kenaikan dayaarik antarmolekul Bayangkan sebuah molekul yang memiliki polaritas sementara yang didekati oleh salah satu yang terjadi menjadi termasuk non-polar hanya saat itu saja. Hal ini terjadi pada molekul monoatomik – molekul gas mulia.

sehingga atom Cl bermuatan parsial positif. Pada molekul HCl. Seberapa jauh ukuran molekul memperngaruhi kekuatan ikatan daya dispersi Sebagai contoh.atom Cl memiliki muatan yang lebih besar dan memiliki elektronegatifitas yang besar pula sehingga pasangan elektron ikatan akan tertarik pada atom Cl.Polaritas kedua molekul adalah berkebalikan. karena ukuran dayatarik bervariasi sekali dengan ukuran dan bentuk molekul. Diagram ini menunjukkan bagaimana cacat secara keseluruhan dari molekul yang berikatan secara bersamaan pada suatu padatan dengan menggunakan gaya van der Waals. Pada kondisi yang terakhir. Interaksi Van der Waals terjadi pada kedua molekul tersebut seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. elektronegatifitas atom F lebih besar dibandingkan dengan atom Cl. Hal ini tidak memungkinkan untuk memberikan harga yang eksak. sedangkan atom H bermuatan parsial positif. Selama molekul saling menutup satu sama lain polaritas akan terus berfluktuasi pada kondisi yang selaras karena itu dayatarik akan selalu terpelihara. Tidak ada alasan kenapa hal ini dibatasi pada dua molekul. . kamu akan menggambarkan susunan yang sedikit berbeda selama meraka terus berubah – tetapi tetap selaras. tetapi kamu masih memiliki yang + tertarik -. Pada senyawa ClF. dan menyebabkan pembentukan muatan parsial negatif. Kekuatan gaya dispersi Gaya dispersi antara molekul-molekul adalah lebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen diantara molekul. tentunya.24. terjadinya interaksi antara molekul HCl dengan ClF. Selama molekul saling mendekat pergerakan elektron yang selaras dapat terjadi pada molekul yang berjumlah sangat banyak.