Standar kompetensi

Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik.

Kompetensi dasar
Menerapkan hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertical dan gerak melingkar beraturan.

Materi Pembelajaran
• Hukum-hukum Newton tentang gerak. o Hukum I Newton o Hukum II Newton o Hukum III Newton • Gaya Gesek

Indikator
1. Mengidentifikasi hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mengilustrasikan gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda. 3. Menjelaskan pengertian gaya gesekan serta contohnya aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menerapkan hukum Newton pada gerak lurus, gerak vertical, dan gerak melingkar beraturan. 5. Menghitung besarnya gaya-gaya yang bekerja pada benda menggunakan Hukun-hukum Newton.

Dinamika Gerak

1

Analisis Konsep No 1 Label konsep Gaya Definisi konsep Besaran vector yang dapat mengakibatkan perubahan kecepatan Ukuran kelembamam suatu benda Perubahan posisi tiap satu satuan waktu Perubahan kecepatan tiap satu satuan waktu Jenis konsep Posisi konsep koordinat contoh Sub ordinat Percepatan Massa Gesekan Gravitasi Dorongan Neraca Kecepatan Cahaya Percepatan tangensial Percepatan radial Noncontoh -

Super ordinat konkrit momentum

2 3 4

Massa Kecepatan Percepatan

konkrit abstrak abstrak

Berat Posisi Kecepatan

Jarak Kelajuan -

Percepatan -

Berat -

Dinamika Gerak

2

Peta Konsep Hukum I Newton Berlaku Resultan gaya nol Dinamika Gerak Didasarkan Pada Hukum II Newton Berlaku Resultan gaya ≠ O Hukum III Newton Berlaku Aksi = .reaksi Gaya Jenisnya Gaya berat Gaya Normal Gaya Gesek Gaya Sentripetal Dinamika Gerak 3 .

pada tahun 1687 Isaac Newton menyatakan hukum pertamanya tentang gerak. dan tanpa adanya gaya. Lalu. ketika pedal rem diinjak. A. ternyata Isaac Newton mobil masih tetap bergerak. pandangan bangsa Yunani ini beralasan. Hukum-hukum ini dasar dari mekanika klasik. Sesuai dengan Hukum I Newton: Setiap benda akan tetapa diam atau bergerak dalam suatu garis lurus kecuali ada gaya yang bekerja padanya. bila tidak ada gaya yang bekerja maka benda tersebut akan terus diam. Apakah dinding tembok bergerak? Ternyata tidak. Inersia (disebut juga kelembaman) sebuah benda merupakan kecenderungan sebuah benda untuk mempertahankan keadaannya Dinamika Gerak 4 . pada sebuah mobil yang sedang bergerak di lantai yang sangat licin. HUKUM-HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Hukum gerak Newton adalah hukum sains yang ditemukan oleh Isaac Newton mengenai sifat gerak benda. sebuah benda yang sedang bergerak pada permukaan horizontal yang licin sempurna (tanpa gesekan) akan tetap terus bergerak dengan kelajuan konstan. sebuah benda yang sedang bergerak akan segera berhenti. yang sekarang kita kenal sebagai Hukum I Newton.DINAMIKA GERAK “Apa yang menyebabkan benda bergerak?”. sejak zaman dahulu telah yakin bahwa tarikan atau dorongan. Orang pertama yang menyangkal pandangan kuno bangsa Yunani tersebut adalah Galileo. tetapi nanti akan kita ketahui bahwa ternyata pandangan tersebut tidak tepat dan bagian Fisika yang mengkaji hubungan gerak dan gaya disebut dinamika. Hukum ini melibatkan sifat benda. Sebuah benda akan cenderung diam. Berdasarkan pada pendapat Galileo tersebut. Menurut “Prinsip Inersia” yang diusulkan Galileo. Tampaknya. yang disebut gaya. Bangsa Yunani. Hukum I Newton Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa pendapat yang menyatakan benda bergerak karena adanya gaya adalah salah? Cobalah anda dorong sekuat tenaga tembok dinding rumah anda. yaitu inersia. adalah yang menyebabkan sebuah benda bergerak.

Bervariasi m M Tetap Dari percobaan ini diperoleh hasil bahwa percepatan benda berbanding terbalik dengan massa benda. bahwa ketika kita mendorong benda yang berat. Hukum I Newton akan lebih mudah dipahami apabila kita menyatakannya dengan: sebuah benda akan bergerak dengan kelajuan konstan kecuali jika pada benda bekerja gaya yang tidak seimbang. sehingga memerlukan gaya yang lebih besar untuk mengubah keadaan gerak benda. Pada percobaan pertama. kita bisa melakukan dua percobaan mengukur percepatan benda jika massanya bervariasi dan jika gayanya bervariasi. atau sebuah benda yang bergerak akan bergerak lurus dengan kelajuan konstan. yang ditandai bergeraknya benda dari keadaan diam. Kita dapat mengatakan bahwa gaya yang dihasilkan oleh dua orang tersebut berada dalam keadaan seimbang.terhadap perubahan-perubahan gerak padanya. sebuah benda yang diam cenderung tetap diam. Hasil ini sesuai dengan intuisi kita. sedangkan beban M yang bertindak sebagai gaya tarik harus tetap. Hukum II Newton Dari Hukum I Newton kita ketahui bahwa gaya total yang bekerja pada benda bisa menimbulkan percepatan pada benda. kita memvariasikan nilai m. tetapi ketika kita mendorong gaya yang ringan. Dengan demikian. Dinamika Gerak 5 . Seberapa besar inersia sebuah benda dinyatakan oleh besaran massa. Dengan kata lain. gerakan benda yang kita dorong pun lambat. Dalam percobaan ini. Yang menjadi pertanyaan kita barangkali adalah berapakah percepatan (a) yang dihasilkan oleh sebuah gaya F pada sebuah benda yang bermassa m? untuk mengetahui jawabannya. semakin besar inersianya. Semakin besar massa sebuah benda. dua orang tersebut mendorong peti dengan gaya yang sama besar tetapi berlawaan arah. Bagaimanakah dengan dua orang yang mendorong sebuah peti besar dari dua sisi yang berlawanan? Apakah memenuhi hukum I Newton?. sehingga tidak merubah keadaan gerak peti. dimana massa benda kita buat bervariasi. Karena itu Hukum I Newton disebut Hukum Inersia. gaya yang menarik beban (beban) kita pertahankan tetap nilainya.

yang menyatakan: Dinamika Gerak 6 . Jika dituliskan matematika. massa benda kita pertahankan tetap nilainya.jika dituliskan secara matematika. dimana gaya yang kita buat bervariasi. benda bergerak lebih lambat. hasil percobaan ini adalah a: 1 m Pada percobaan kedua. Dalam percobaan ini kita memvariasikan nilai beban M yang bertindak sebagai gaya tarik. jika pada gaya bekerja lebih dari satu gaya. bahwa ketika kita mendorong benda dengan lebih kuat. Bervariasi m M Tetap Dari percobaan ini diperoleh hasil bahwa percepatan benda berbanding lurus dengan besarnya gaya yang bekerja pada benda. hasil percobaan ini adalah a ~F dari dua hasil percobaan tersebut bisa kita tuliskan hubungan antara gaya. maka persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut: ∑F = m a Persamaan tersebut merupakan ungkapan matematis dari Hukum II Newton. Hasil ini sesuai dengan intuisi kita. sementara ketika mendorong benda dengan gaya yang kecil.Tetap benda yang kita dorong akan bergerak lebih cepat. massa. dan percepatan. yaitu a= F atau F = ma m secara umum. sedangkan massa m yang bertindak sebagai beban harus tetap. benda akan bergerak lebih cepat.

dan berbanding terbalik dengan massa benda. makin jauh dari pusat bumi.Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda sebanding dan searah dengan resultan gaya. Merupakan ukuran kelembaman sebuah benda. Besarnya tergantung pada keadaan percepatan gravitasi di tempat benda itu berada. Dari Hukum II Newton ini kita dapat menyimpulkan bahwa gaya sebesar 1 Newton dapat menyebabkan percepatan sebesar 1 m/s2 pada benda yang bermassa 1 kg. dijelaskan secara kuantitatif. selain punya besar juga punya arah yang menuju kepusat bumi. Hukum III Newton Dinamika Gerak 7 . makin besar sifat lembamnya. Merupakan ukuran besarnya gaya tarik bumi terhadap suatu benda. W=mg ket: m = massa benda (kg) g = percepatan gravitasi (m/s2) W = gaya berat atau gaya benda (kg m/s2) atau Newton disingkat N) 2. Untuk melihat perbedaannya. Ia akan memiliki jumlah materi yang sama dan akan memiliki inersia yang sama pula. hanya memiliki besar saja. karena gaya gravitasi di bulan lebih kecil. gaya berat makin kecil. Berat • • • Merupakan besaran vector. Berat dan Massa Istilah massa dan berat seringkali membingungkan. gaya sebesar 2 Newton dapat menyebabkan percepatan sebesar 1 m/s2 pada benda yang bermassa 2 kg atau percepatan sebesar 2 m/s2 pada benda yang bermassa 1 kg. Pada Hukum I Newton tersirat pengertian gaya secara kualitatif. pada ketidakhadiran gesekan. Massa • • Merupakan besaran scalar. yang dapat mengubah gerak benda. Makin besar massa sebuah benda. akan lebih sukar memulainya bergerak atau menghentikannya ketika sedang bergerak. namun massanya akan tetap sama. 1. namun penting untuk membedakan keduanya. sedangkan dalam Hukum II Newton ini gaya. kita andaikan membawa sebuah benda ke bulan. Benda akan memiliki berat hanya kira-kira seperenam beratnya ketika berada di bumi.

disana harus ada sebuah gaya bekerja padanya untuk membuat dia bergerak. Kejadian yang sama juga terjadi ketika anda mendorong dinding sebuah tembok bangunan (lihat gambar dibawah). ketika anda menekan tangan anda pada sebuah benda. dan bekerja Dinamika Gerak 8 . karena gaya itu bekerja pada pagar pembatas. Dia mendorong pagar pembatas. maka akan anda rasakan bahwa meja juga menekan tangan anda. misalnya meja belajar anda.Perhatikan pemain ski es. Akan anda rasakan sebuah gaya yang mendorong anda dalam arah yang berlawanan dengan arah dorongan anda terhadap tembok. Semakin kuat anda mendorong tembok semakin kuat pula itu melawan dorongan anda. dan kemudian dia mulai bergerak ke arah belakang. Pasangan gaya yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. Pada contoh-contoh di atas gaya selalu berpasangan dimana keduanya sama besar. Ini terbukti dari rasa sakit yang anda rasakan pada tangan anda bila anda menekan meja dengan kuat. Gaya yang diberikan pagar pembatas sama dan berlawanan terhadap gaya yang dilakukan pada pagar pembatas.Dengan jelas. Gaya yang dilakukan pada pagar pembatas tak dapat membuat dia bergerak. Sebuah gaya harus dilakukan padanya untuk membuat dia mulai bergerak dan gaya itu hanya dapat dilakukan oleh pagar pembatas. karena sangat sedikit gesekan antara sepatu skinya dan es. tetapi arahnya berlawanan. dia akan bergerak secara bebas jika ada sebuah gaya bekerja padanya. Sebagai demonstrasi lain.

tariklah ujung neraca pegas yang bebas sampai pada skala tertentu. Artinya. Hukum III Newton bisa kita tuliskan sebagai berikut: Dinamika Gerak 9 . Anda dapat melakukan percobaan berikut untuk membuktikannya. maka kedua gaya merupakan pasangan gaya aksi-reaksi. sediakan dua buah neraca pegas. Dalam kalimat yang lebih sederhana mungkin akan lebih jelas bila kita menyatakan Hukum III Newton ini sebagai berikut: jika benda pertama melakukan gaya pada benda kedua. Bagaimanakah cara kita membuktikan bahwa besarnya gaya aksi sama dengan besarnya gaya reaksi? Secara sederhana. Pertama. biasanya biasanya disebutkan bahwa gaya aksi adalah gaya yang kita lakukan. karena kedua gaya bekerja pada benda yang berbeda. hanya saja arahnya berlawanan. besar gaya yang dikerjakan oleh neraca pegas kedua pada neraca pegas pertama sama dengan besar gaya yang dikerjakan neraca pegas pertama pada neraca pegas kedua. Neraca 1 Neraca 2 Dari percobaan diatas akan anda dapatkan bahwa skala yang ditunjukkan oleh neraca pegas kedua yang bebas sama dengan skala yang ditunjukkan oleh neraca pegas pertama yang terikat. meskipun sebenarnya bisa dipertukarkan. Perlahanlahan. sedangkan neraca pegas yang lain Anda biarkan bebas (lihat Gambar di bawah). Newton menyatakan pasangan aksi-reaksi ini dalam Hukum III Newton yang berbunyi: Untuk setiap gaya aksi yang dilakukan selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan atau gaya interaksi antara dua buah benda selalu sama besar tetapi arahnya berlawanan. tetapi arahnya berlawanan dengan arah yang diberikan benda pertama. Dengan demikian. misalnya statif.pada dua buah benda berbeda ini disebut sebagai pasangan gaya aksi-reaksi. yang terbukti bahwa besar keduanya sama. Ulangi tarikan Anda untuk skala-skala lain yang berbeda. yang satu Anda ikatkan di tempat yang tetap. maka benda kedua akan melakukan gaya yang sama besar pada benda pertama. Harus diingat bahwa gaya yang dimaksudkan dalam Hukum III Newton ini bekerja pada dua buah benda yang berbeda. Secara matematis. Gaya mana yang merupakan gaya aksi dan gaya mana yang merupakan gaya reaksi pada dasarnya tidak bisa ditentukan. karena pasangan aksi reaksi selalu muncul bersamaan. Catat skala yang ditunjukan oleh kedua neraca pegas. namun demikian. dalam soal-soal fisika.

Dengan berdasarkan diagram-diagram pada langkah 4. yaitu ketika benda diam.FA = -FB Yang bisa dibaca sebagai “gaya benda A yang bekerja pada benda B sama dengan negatif gaya benda B yang bekerja pada benda A”. kita perjelas dulu pengertian tegangan yang akan banyak kita pakai nantinya. ∑Fy = m ay Selesaikan kedua persamaan ini untuk besaran yang ditanyakan . khususnya Hukum II Newton untuk menganalisis keseimbangan gaya pada suatu benda atau system. Aplikasi Hukum Newton Pada bagian ini akan kita bahas bagaimana menggunakan hukum-hukum Newton. Pilihlah sumbu koordinat x dan y yang memudahkan dalam perhitungan. bila kita sudah terbiasa dengan soal-soal semacam ini. sebaiknya kita ikuti petunjuk umum berikut ini: 1. Sebelum melangkah lebih jauh. Keseimbangan gaya yang akan kita analisis merupakan keseimbangan static. Tegangan pada tali adalah tarikan yang dilakukan oleh satu bagian tali. Tampaknya langkah-langkah tersebut cukup panjang. sehingga untuk menyelesaikan suatu soal. Gambarkan sebuah diagram gaya untuk masing-masing benda secara terpisah. 4. Biasanya akan lebih mudah bila sumbu x atau sumbu y sejajar dengan arah percepatan (perkiraan arah percepatan). misalnya akibat suatu beban yang digantungkan pada ujung tali. tuliskan Hukum II Newton dalam bentuk komponennya: ∑Fx = m ax . Gambarlah diagram yang menggambarkan system yang akan ditinjau. Dalam menganalisis soal-soal yang menyangkut keseimbangan gaya yang menyangkut Hukum II Newton. Berat benda dalam sebuah lift Dinamika Gerak 10 . 2. Sebenarnya. diperlukan mungkin lebih dari satu halaman kertas. Gambarkan semua gaya eksternal yang bekerja pada masing-masing benda. kita bisa lebih cepat dan tepat melakukan kelima langkah di atas. 5. 3.

tidak ada perbedaan sama sekali dengan ketika orang tersebut berada di luar lift. ketika lift akan bergerak. Dengan demikian total gaya yang bekerja pada orang yang berada dalam lift sama dengan nol. lantai lift mengerjakan gaya ke atas pada orang. Lift diam Dalam kasus ini. Jadi. Gaya gravitasi bumi menarik massa orang yang berada di dalam lift dengan sebesar mg Newton. sementara ketika lift akan berhenti. W=mg mg W=mg Lift bergerak ke atas atau ke bawah dengan kecepatan tetap v ∑F=0 mg W= mg Hukum I Newton mengatakan bahwa untuk menjaga agar suatu benda yang sedang bergerak tetap bergerak dengan kecepatan tetap. anda merasakan ada tambahan berat pada tubuh anda. anda merasakan berat badan anda lebih ringan pembahasan berikut menyangkut seseorang yang bermassa m yang ada di dalam lift dimana percepatan gravitasinya g. pada Dinamika Gerak 11 . tidak diperlukan suatu gaya. orang tersebut meneken lantai lift dengan gaya sebesar berat badannya. Dengan demikian. yaitu sebesar m g Newton. yang besarnya sama dengan mg juga. Menurut Hukum III Newton.Barangkali anda pernah merasakan ketika anda sedang di dalam lift.

Berdasarkan Hukum III Newton. tetap saja gaya gravitasi memberikan gaya ke bawah kepada orang sebesar m g. maka lantai lift juga memberikan percepatan yang sama besarnya pada orang yang berada dalam lift.m a a = m (g . Akan tetapi.a) Dinamika Gerak 12 . berat badan orang di dalam lift sama dengan berat badannya ketika diam di permukaan tanah. sehingga gaya total orang yang diberikan orang kepada lantai lift sama dengan W’ = m g + m a = m ( g + a) Dengan demikian berat baru orang W’ yang berada dalam lift dengan dipercepat ke atas adalah W’ = m (g + a) Lift dipercepat ke bawah W’ = m g . Lift dipercepat ke atas m a a W’ = m g + m a W’ = m (g + a) mg W’ Jika lift bergerak ke atas dengan percepatan a. orang yang di dalam lift akan memberikan gaya reaksi. yaitu gaya yang besarnya sama dengan m a tetapi arahnya ke bawah.lift yang yang bergerak dengan kecepatan tetap.

Dengan demikian.m a = m (g . maka selalu timbul gaya gesekan yang melawan arah gerak benda. yaitu sebesar m a. GAYA GESEKAN Setiap benda yang bergerak dan dalam gerakannya itu bersentuhan (kontak) dengan benda lain. maka lift dan orang di dalamnya akan mengalami gerak jatuh bebas. Akibatnya. berat orang yang di dalam lift W’ sama dengan nol.mg W’ ma Karena lantai lift tidak bisa memberikan gaya ke bawah pada orang. gesekan yang merugikan dan yang menguntungkan Dinamika Gerak 13 . maka sebagian dari gaya gravitasi m g digunakan untuk mempercepat orang tersebut ke bawah. yaitu W’ = m g .a) Lift jatuh bebas (tali lift putus) Jika tiba-tiba saja dalam suatu kecelakaan tali lift putus. berat orang yang berat di dalam lift yang sedang dipercepat ke bawah adalah sisa gaya yang ada. Tali putus W’ = 0 W’ = 0 B. Artinya. gaya gesekan itu melawan gaya yang menggerakkan benda. 1.

gesekan statis dan gesekan kinetis misalkan sebuah balok yang beratnya w diletakkan pada lantai. Balok memberikan gaya tekan pada lantai sebesar w.gaya gesekan dalam keadaan tertentu ada yang bersifat merugikan. gaya geseknya lebih kecil daripada gaya gesek (statis) maksimum. Gesekan antara poros yang bergerak dengan bantalannya 3). contoh gaya gesekan yang menguntungkan 1). Gesekan pada system rem Sistem rem ini memanfaatkan gaya gesekan. Artinya. Gesekan antara torak (piston) dengan silinder Gesekan yang terjadi pada bagian-bagian mesin ini dapat di kurangi dengan cara memberikan minyak pelumas. Tapi ada juga yang bersifat menguntungkan. contoh gaya gesekan yang merugikan 1). selama balok itu masih diam. a. Ketika balok sudah bergerak. asbes Dinamika Gerak 14 . bila gaya F di perbesar. gaya fs pun makin besar. yaitu gesekan antara firodo (bahan yang kasar) dengan rodanya sendiri. gaya gesek yang timbul pada balok yang masih diam ini disebut gaya gesek statis (fs). saat ini balok tepat saat akan bergerak. gaya tekan ini diimbangi oleh lantai dengan memberikan gaya normal N (N = w). Balok masih diam (seimbang) karena gaya F masih dapat diimbangi oleh gaya gesek fs. Pada balok. kemudian di berikan gaya F cukup kecil. Gesekan pada kontak dua roda gigi 2). 2). 2. sehingga benda dalam keadaan seimbang (diam). bila gaya F ditambah lagi sedikit saja maka benda akan bergerak. b. Gesekan antara mesin gerinda dengan perkakas yang di asah Perkakas yang di asah atau di haluskan dengan mesin gerinda memanfaatkan gaya gesek betu gerinda yang berputar dengan benda yang di asah. Bila gaya F terus diperbesar suatu saat gaya fs akan mencapai harga maksimumnya (fsm). Gaya gesek yang timbul saat benda sudah bergerak ini di sebut gaya gesek kinetis (fk).

dapat disimpulkan bahwa gaya gesek terdiri atas dua jenis. Gaya gesek kinetis terjadi pada saat benda sudah bergerak. Gaya gesek kinetis lebih kecil daripada gaya gesek statis (fk < fs). yaitu gaya gesek statis (fs) dan gaya gesek kinetis (fk).Dari uraian tersebut. Contoh Benda dalam keadaan diam ∑F = 0 N N–W=0 N=W W Benda diberikan gaya ( F1 ) N ∑Fx = 0 → N = W ∑F = 0 ∑Fy = 0 → ƒs1 = F1 F1 ƒs1 W Gaya diperbasar (F2) N ∑Fx = 0 → N = W F2 ƒs2 ∑F = 0 ∑Fy = 0 → ƒs1 = F1 W Dinamika Gerak 15 . Gaya gesek statis terjadi pada saat benda masih diam.

Bila berat lukisan 20 N. Sebuah lukisan digantungkan pada dinding rumah. GERAK LURUS Contoh 1. tentukan tegangan pada masing-masing tali? Dinamika Gerak 16 . θ1 = 300 dan θ2 = 450.Benda akan tepat bergerak ƒsmax ∑F = 0 µsN ∑Fy = 0 → ƒsmax = F3 ƒsmax = µsN ∑Fx = 0 → N = W Gaya diperbasar (F4) N F3 ƒk µkN W a benda bergerak C.Gaya diperbasar (F3) N F3 . seperti terlihat pada gambar di bawah.

22 T1) (1/2 21/2) .68 N Karena T1 = 14.(ii) Dari (i) diperoleh: T1 cos 300 = T2 cos 450 T2 = T1 cos 300/cos 450 = 1. Sebuah Peti besar bermassa 60 kg meluncur pada sebuah bidang miring yang memiliki sudut kemiringan 200 terhadap horizontal.20 = 0 1.91 N 2. maka T2 = 1... jika lukisan tersebut dalam keadaan seimbang.68 N. diperoleh T1 sin 300 + T2 sin 450 – w = 0 T1 (1/2) + (1.22 T1 ke dalam (ii).(i) ∑Fy = T1 sin 300 + T2 sin 450 – w = 0 …….68 N) = 17. Dinamika Gerak 17 . Berdasarkan gambar ∑Fx = T1 cos 300 – T2 cos 450 = 0 ………….Penyelesaian: Berdasarkan gambar. berlaku: ∑F = T1 + T2 + w = 0 Persamaan ini dapat diuraikan dengan menggambarkan komponen-komponen gaya pada sumbu x dan y seperti pada gambar ..22 T1 Dengan memasukkan nilai T2 = 1.363 T1 = 20 T1 = 14. Tentukan besarnya percepatan yang dialami peti tersebut dan gaya normal yang bekerja padanya.22 (14.

3 m/s2 Dari (ii) diperoleh N = w cos θ N = mg cos θ = (60 kg)(9. Selanjutnya.8 m/s2) cos 200 N = 550 N D.g θ W=m. kemudian ember tersebut kita ikatkan pada seutas tali. Untuk mempermudah perhitungan.Penyelesaian: N y x N am. Pada sumbu x: ∑Fx = w sin θ = ma ………. komponen pecepatan dalam arah sumbu y.8 m/s2) sin 200 a = 3. kita putarkan aember dan tali tersebut membentuk lingkaran vertical.g W sin θ W W cos θ Diagram keadaan peti dan diagram gayanya ditunjukkan pada gambar. kita pilih sumbu x sejajar dengan bidang miring. GERAK VERTIKAL Misalkan pada sebuah ember kecil kita masukkan air (misalnya seperempat volume ember).perlu diperhatikan bahwa dengan memilih sumbu x sejajar dengan bidang miring (dan sejajar dengan percepatan). Akan kita dapatkan bahwa ember tersebut dapat Dinamika Gerak 18 .(1) Pada sumbu y: ∑Fy = N – w cos θ = 0 ……(ii) Dari (i) diperoleh W sin θ = ma Mg sin θ = ma a = g sin θ = (9. ay = 0.

Penyelesaian: Pada batu bekerja dua gaya. Hitunglah tegangan pada tali ketika batu berada (a) di titik rendah. tegangan tali T menuju pusat lingkaran danberat mg menjauhi pusat lingkaran. maka air akan berada di tempatnya. Ketika ember berada pada posisi paling atas.berputar tanpa ada air yang tumpah. dalam bentuk persamaan vector. Dengan kata lain. (c) di titik di mana tali membentuk sudut θ dengan garis vertical. yaitu gaya tegangan tali (T) dan gaya berat batu itu sendiri (mg). Jika vB adalah kecepatan batu pada titik terendah. maka gaya sentripetal adalah F=T–mg= 2 m vB r 2 m vB +mg r atau T = b Dinamika Gerak c 19 . kemudian diputar secara vertical. yarat air dalam ember tidak tumpah dapat dituliskan dengan m v2 mg< r atau v 2 > gr Contoh Sebuah batu diikatkan pada seutas tali. r air di dalam ember tidak tumpah. Dalam pernyataan matematis. (b) di titik tertinggi. bila berat air mg lebih kecil daripada gaya sentripetal m v2 . sesuai hukum II Newton berlaku ∑F = T + m g = m a (a) pada titik terendah lihat gambar (a) .

Pada sumbu –y. Perhatikan diagram gaya pada sebuah mobil yang sedang berbelok melewati suatu lintasan yang miring berikut ini. GERAK MELINGKAR Gerak Mobil dalam Jalanan Miring dan Berbelok Jika kita perhatikan. sehingga bila vT adalah kecepatan pada titik tertinggi.a (b) pada titik tertinggi lihat gambar (b). maka gaya sentripetal adalah F=T+mg= atau T= m v T2 –mg r m v T2 r (c) Perhatikan gambar (c). Dinamika Gerak 20 . baik T maupun mg sama-sama menuju pusat lingkaran berarah kebawah. Kemiringan tersebut memang disengaja untuk memberikan percepatan sentripetal pada mobil yang sedang berbelok. Pada sumbu –x berlaku M g sinθ = m aT Dimana aT adalah percepatan tangensial. pada jalan raya yang berbelok akan kita dapati bahwa permukaan jalan tersebut miring. T menuju pusat sedangkan m g cosθ menjauhi pusat sehingga gaya sentripetal adalah F = T – m g cosθ = m v2 r m v2 + m g cosθ r Dengan demikian aT = g sinθ dan T = E.

akan kita peroleh m v2 N sinθ = r N cosθ m g tanθ = v2 gr Persamaan tersebut merupakan persamaan umum yang berlaku pada gerak sebuah mobil yang sedang berbelok melewati suatu lintasan yang miring. Contoh Dinamika Gerak 21 .Berdasarkan hukum II Newton.(ii) Bila persamaan (i) kita bagi dengan persamaan (ii). Ternyata. persamaan yang diperoleh sama dengan persamaan untuk ayunan kerucut..(i) r Pada sumbu y berlaku N cosθ = m g……………………………………………………………. pada sumbu x berlaku N sinθ = m a N sinθ = m v2 ……………………………………………………….

5 T = 50 N Gaya keatas pesawat sama dengan berat pesawat ditambah komponen vertical T. Gaya ke atas = 5 N + T cos 300 = 5 N + 50 ( = 48 N.5 kg) ( π rad/s)2 (5 m) F= 2. Hitung gaya tegangan pada tali control dan gaya ke atas pesawat. Kesimpulan Dinamika Gerak 22 1 3)N 2 .5 π2 N Karena F = komponen mendatar T.5π 2 = N cos 60° 0. Percepatan gravitasi g = 10 m/s2.5 Kg dan memiliki panjang tali control OA sepanjang 10 m terbang pada suatu lintasan melingkar horizontal seperti tampak pada gambar. Penyelesaian : Gaya sentripental F = 2 m vB = mω2r r Gaya F ini merupakan komponen mendatar dari tegangan tali T Dari gambar diketahui r = (10 m) sin 300 = 5 m ω= 2π 2π = = π rad/s T 2s maka: F = m ω2r = (0.Sebuah model pesawat terbang A yang massanya 0. Waktu yang diperlukan untuk melingkar satu kali sama dengan 20 sekon. Tali control membentuk sudut 600 dengan bidang lintasan pesawat. maka F = T cos 600 T= F 2.

: Gerak lift yang dipercepat. Bandung : Armico Dinamika Gerak 23 .2000. M.• • Benda bergerak bukan hanya karena adanya gaya. Gerak palu memukul paku. DAFTAR PUSTAKA Foster. Fisika 1 SMK Teknologi dan Industri.Bob. gerak mobil dengan kecepatan konstan. dan gerak melingkar beraturan. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jilid 1 Erlangga : Jakarta Suratman.Erlangga : Jakarta Tipler. 1999. : Peluncuran sebuah roket. kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaannya. 1991. misalnya: Hukum Newton I Hukum Newton II Hukum Newton III • Hukum Newton dapat diterapkan pada gerak lurus. gerak vertical. namun karena ada Penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari bisa dilihat dalam : Gerak mobil di jalan licin. Paul A.Fisika SMU kelas I. contoh sederhana.

Dinamika Gerak 24 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful