BUDIDAYA PADI SISTEM JAJAR LEGOWO Cara tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik produksi

yang memungkinkan tanaman padi dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Padi yang merupakan tanaman pangan utama penduduk, sebagian besar diproduksi di lahan sawah. Belum optimalnya produktivitas padi lahan sawah antara lain karena serangan hama, penyakit dan gulma. Melalui perbaikan cara tanam padi dengan sitem jajar legowo diharapkan selain dapat meningkatkan produksi, pengendalian organisme pengganggu dan pemupukan mudah dilakukan PENGERTIAN Legowo adalah cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan tanaman kemudian diselingi oleh 1 baris kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir ½ kali jarak tanaman pada baris tengah. Cara tanam jajar legowo untuk padi sawah secara umum bisa dilakukan dengan berbagai tipe yaitu: legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya. Namun dari hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1. Pengertian jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). Pengertian jajar legowo 2 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 2 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam 1/2 kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 2 : 1 adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). Modifikasi jarak tanam pada cara tanam legowo bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Secara umum, jarak tanam yang dipakai adalah 20 cm dan bisa dimodifikasi menjadi 22,5 cm atau 25 cm sesuai pertimbangan varietas padi yang akan ditanam atau tingkat kesuburan tanahnya.

Dengan cara tanam ini. Tujuan dari cara tanam jajar legowo 2 : 1 adalah : 1. 5 cm. tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm tergantung dari kesuburan tanahnya. jarak tanam dalam barisan 12. Pada tanah dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22cm x 22 cm. Pemilihan ukuran jarak tanam bertujuan agar mendapat hasil yang optimal. 2. 5.5 . Menekan serangan penyakit karena rendahnya kelembaban dibandingkan dengan cara tanam biasa. sedangkan untuk varietas padi yang punya penampilan lebih lebat dan tinggi perlu diberi jarak tanam yang lebih lebar misalnya antara 22. jarak tanam dalam barisan 15 cm. Pemupukan lebih efisien. 3. Jarak tanam dalam barisan 10 cm tidak perlu dilakukan penyiangan karena gulma akan kalah berkompetisi dengan pertumbuhaan tanaman padi. Demikian juga pada tanah yang kurang subur cukup digunakan jarak tanam 20 cm. Pada cara tanam ini penyiangan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan landak/osrok cukup satu arah yaitu searah dalam barisan dan tidak perlu dipotong sepertimpada cara tanam bujur sangkar (2 arah). Pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan daripada cara tanam biasa. Pada tanah yang kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel 20 cm x 20 cm. biaya penyiangan dapat di tekan sampai 50 %. kegiatan pemamtauan dan pelaksanaan pengendalian penyakit dapat lebih mudah dilaksanakan. Jajar Legowo 2 : 1 (40 cm x (20 cm x 10 – 15 cm)) adalah salah satu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap dua barisan tanam.5 cm atau pada tanah yang sangat subur jarak tanamnya 25 cm. Pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm. menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm. sedangkan pada tanah yang lebih subur perlu diberi jarak tanam yang lebih lebar misalnya 22. Populasi tanaman bertambah 30 %. Disamping itu. 4. Memamfaatkan radiasi surya bagi tanaman pinggir.25 cm. . karena lahan lebih terbuka. seperti varietas Ciherang cukup dengan jarak 20 cm. 6. Adanya lorong-lorong yang berjarak 40 cm sinar matahari dan sirkulasi udara dapat berjalan optimal dan kelembaban dapat ditekan sehingga perkembangan hama/penyakit dapat diminimalisir.Jarak tanam untuk padi yang sejenis dengan varietas IR-64. Tanaman relatif aman dari serangan tikus.

penyakit. Menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air. 2. Dalam hitungan per hektar maka jumlah populasi tanaman dengan jarak tanam tegel mencapai + 160. dan gulma lebih mudah.000 rumpun. Agar pengaruh dari border effect ini dapat dirasakan oleh tanaman. populasi tanaman sebanyak 16 rumpun.5 cm (rapat). 4. Artinya pada jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm. .JAJAR LEGOWO 2 : 1 (50 cm x ( 25 x 12.5 cm. dengan legowo 2 mencapai + 210. Penggunaan pupuk lebih berdaya guna. Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi (efek tanaman pinggir).000 rumpun. Sementara barisan tanaman membujur barat – timur. Dimana untuk setiap dua lajur tanaman padi diambil jarak tanam 25 cm dan diberikan satu lajur yang kosong tanpa tanaman. Hal ini untuk memberikan kesmepatan pada tanaman untuk mendapatkan pencahayaan sinar mata matahari yang maksimal. diberikan jarak 12. Sehingga mampu meningkatkan populasi tanaman padi kira kira 30%. Beberapa keuntungan lain dari pelaksanaan tanam jajar legowo 2 adalah : 1. Sementara untuk setiap baris tanaman (jarak antar tanaman) Keuntungan Jarak Tanam Legowo 2 Dibandingkan dengan jarak tanam tegel (persegi) dengan ukuran 25 cm x 25 cm. 3. mencapai 21 rumpun. Hal ini untuk memberikan efek atau pengaruh pinggiran yang diharapkan. Pengendalian hama. maka pembuatan lajur tanaman sebaiknya melintang utara selatan.5 ) cm ) = 21 Clumps/ m2 Legowo 2 jarak tanam yang dianjurkan adalah dengan mengambil ukuran 50 cm x 25 cm x 12. jika dihitung jarak tanam legowo 2 mampu memberikan tambahan populasi dalam 1 meter persegi sebanyak 5 rumpun. sedangkan pada legowo 2. atau untuk mina padi. saluran pengumpul keong mas.

adalah penggunaan caplak dengan dua ukuran. Selain itu.5 cm – 12.Kendala Jarak Tanam Legowo 2 Diantara yang menjadi faktor kesulitan dalam melaksanakan tanam legowo 2. bagi petani yang belum terbiasa dengan legowo 2 ini. untuk membuat lajur legowo. dan caplak kedua dengan ukuran 12.5 cm) Kendala Jarak Tanam Legowo 2 . Pola Caplakan untuk tanam legowo 2 (50 cm x 25 cm x 12. Yakni caplak dengan ukuran 25 cm – 25 cm – 50 cm. awalnya akan mengalami kesulitan. Karena belum terbiasa dengan pola setiap dua jajar tanaman dikosongkan satu jajar. maka pada saat tandur.5 cm untuk membuat baris legowo.5 cm – 12.

Lebih tahan roboh. Karena belum terbiasa dengan pola setiap dua jajar tanaman dikosongkan satu jajar. Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan. TUJUAN LEGOWO Tujuan cara tanam legowo adalah : 1. 3. . kelembaban akan semakin berkurang. dan caplak kedua dengan ukuran 12.Pada tahap awal pertumbuhan lebih terang dan kondisi demikian ternyata tidak disukai tikus.Diantara yang menjadi faktor kesulitan dalam melaksanakan tanam legowo 2. Semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman. Mengurangi kemungkinan serangan hama. . . Selain itu. maka pada saat tandur.5 cm – 12. Dengan demikian. .5 cm untuk membuat baris legowo. JARAK TANAM 20 cm x 20 cm = 16 Clumps/ m2 Keuntungan dengan menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm : . maka proses fotosintesis oleh daun tanaman akan semakin tinggi sehingga akan mendapatkan bobot buah yang lebih berat. jarak tanam pada tipe legowo 4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). adalah penggunaan caplak dengan dua ukuran. . 2. awalnya akan mengalami kesulitan.Efisiensi pemberian pupuk lebih besar.5 cm – 12. sehingga serangan penyakit juga akan berkurang.Memudahkan kegiatan penyiangan dan pemupukan. untuk membuat lajur legowo. terutama tikus. bagi petani yang belum terbiasa dengan legowo 2 ini. JAJAR LEGOWO 4 : 1 (40 cm x ( 20 x 10) cm ) = 40 Clumps/ m2 Pengertian jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Pada lahan yang relatif terbuka.Hasil gabah lebih tinggi karena memanfaatkan asas pengaruh barisan pinggir. Pada lahan yang relatif terbuka. Menekan serangan penyakit. hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya. Yakni caplak dengan ukuran 25 cm – 25 cm – 50 cm.

Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit.4. Ratakan dan datarkan sebaik mungkin. sehingga 1 kali jalan dapat melalukan pemupukan 2 barisan legowo. Bertambahnya populasi tanaman akan memberikan harapan peningkata produktivitas hasil TEKNIK PENERAPAN 1. 2. Pada alur pinggir kiri dan kanan dari setiap barisan legowo. 5. Posisi orang yang melaksakan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit bisa leluasa pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo. populasi tanaman akan bertambah sekitar 30 %. Bahan untuk alat garis tanam bisa digunakan kayu atau bahan lain yang tersedia serta biaya terjangkau. 4. Cara laju tanam sebaiknya maju agar perpotongan garis untuk lubang tanam bisa terlihat dengan jelas. Khusus cara pemupukan pada legowo 2 : 1 boleh dengan cara ditabur di tengah alur dalam barisan legowonya. Penyiangan . Gunakan 1-3 bibit per lubang tanam pada perpotongan garis yang sudah terbentuk. Tanam Umur bibit padi yang digunakan sebaiknya kurang dari 21 hari. populasi tanaman ditambah dengan cara menyisipkan tanaman di antara 2 lubang tanam yang tersedia. Pupuk ditabur ke kiri dan ke kanan dengan merata. yang penting populasi tanaman yang ditanam dapat terpenuhi. Namun apabila kebiasaan tanam mundur juga tidak menjadi masalah. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan cara tabur. 3. Pembuatan Baris Tanam Persiapkan alat garis tanam dengan ukuran jarak tanam yang dikehendaki. Posisi orang yang melakukan pemupukan berada pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo. Misal pada legowo 2 : 1. 1-2 hari sebelumnya dilakukan pembuangan air sehingga lahan dalam keadaan macak-macak. Lahan sawah yang telah siap ditanami. Menambah populasi tanaman. Selanjutnya dilakukan pembentukan garis tanam yang lurus dan jelas dengan cara menarik alat garis tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya serta dibantu dengan tali yang dibentang dari ujung ke ujung lahan.

sehingga 1 kali jalan dapat melakukan penyemprotan 2 barisan legowo. cukup dilakukan ke satu arah sejajar legowo dan tidak perlu dipotong seperti penyiangan pada cara tanam bujur sangkar. Sisa gulma yang tidak tersiang dengan alat siang di tengah barisan legowo bisa disiang dengan tangan. Pengendalian Hama dan Penyakit Pada pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan alat semprot atau handsprayer. posisi orang berada pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo. bahkan sisa gulma pada barisan pinggir legowo sebenarnya tidak perlu diambil karena dengan sendirinya akan kalah persaingan dengan pertumbuhan tanaman padi. 5. . Penyemprotan diarahkan ke kiri dan ke kanan dengan merata.Penyiangan bisa dilakukan dengan tangan atau dengan menggunakan alat siang seperti landak/gasrok. Apabila penyiangan dilakukan dengan alat siang.