Biografi Abdurrahman bin Auf (Sahabat Rosul yang kaya raya dan di jamin masuk surga

)
oleh BIOGRAFI TOKOH DUNIA DAN PENGUSAHA SUKSES pada 20 Mei 2011 jam 23:06 Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang kaya raya dan dermawan karena kemahirannya dalam berdagang. Ia termasuk salah satu sahabat nabi yang permulaan menerima Islam (Assabiqunal Awwaluun). Abdurrahman memeluk agama Islam sebelum Rasulullah saw menjadi rumah al-Arqam sebagai pusat dakwah.Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT dua hari sesudah Abu Bakar al-Shiddiq masuk Islam.

Abdurrahman bin 'Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup serta termasuk salah seorang dari enam orang anggota syura.

Kelahiran

Abdurrahman bin 'Auf dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun Gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Dengan demikian Abdurrahman dilahirkan pada tahun 581M. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amru dan dalam satu pendapat lain Abdul Ka'bah. Lalu Nabi s.a.w. menggantikannya menjadi Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdu Manaf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah al-Qurasyi al-Zuhri. Nasabnya bertemu dengan Nabi s.a.w. pada Kilab bin Murrah. Kinayahnya adalah Abu Muhammad sedangkan laqabnya al-Shadiq al-Barr. Ibunya bernama Asysyifa binti 'Auf bin Abdu bin al-Harits bin Zuhrah.

Kepribadian

Adalah sosok yang sangat bersegera dalam berinfak. Dialah Abdurrahman bin ‘auf, putih kulitnya, lebat rambutnya, banyak bulu matanya, mancung hidungnya, panjang gigi taringnya yang bagian atas, panjang rambutnya sampai menutupi kedua telinganya, panjang lehernya, serta lebar kedua bahunya. Dia adalah sahabat yang pandai berdagang dan sangat ulet. Maka mulailah ia menjual dan membeli. Selang beberapa saat ia sudah mengumpulkan keuntungan dari perdagangannya.

Disamping itu, ia juga sosok pejuang yang pemberani. Ia mengikuti peperangan-peperangan bersama Rasulullah. Pada waktu perang Badr, ia berhasil membunuh salah satu dari musuh-musuh Allah, yaitu Umair bin Utsman bin Ka’ab At Taimi. Keberaniannya juga nampak tatkala perang Uhud, medan dimana banyak diantara kaum muslimin yang lari, namun ia tetap ditempatnya dan terus berperang Sehingga diriwayatkan, ia mengalami luka-luka sekitar dua puluh sekian luka. Akan tetapi perjuangannya di medan perang masih lebih ringan, jika dibanding dengan perjuangannya dalam harta yang dimilikinya.

‘Aku melihat Abdurrahman masuk surga dengan keadaan merangkak’. Yaitu sebuah peperangan yang membutuhkan banyak perbekalan. Tidak menjadi penghalang untuk menjadi dermawan. terdiri dari tujuh ratus onta yang membawa kebutuhan-kebutuhan. tidak menjadikannya lalai. Seandainya engkau berinfak dengan emas sebesar gunung Uhud. ”Aku mendengar Rasulullah bersabda. bahwa Abdurrahman adalah orang yang berdosa karena dia tidak meninggalkan untuk keluarganya sesuatu apapun. Rasulullah juga pernah shalat di belakangnya pada waktu perang tabuk. ”Sesungguhnya aku melihat. Maka diinfakkanlah kafilah dagang tersebut. bahwa ia berfatwa tatkala Rasulullah masih hidup. Abdurrahman menjawab. ”Wahai Rasulullah. tidak akan memperhatikan sepeninggalku.” Maka bertanyalah Rasulullah kepadanya. Maka berkata Ummul Mukminin. maka tidak akan bisa menyamai amalannya. terdengarlah suara hiruk pikuk. Abdurrahman bin Auf. janganlah engkau menyakiti salah seorang dari Ahli Badr (yang mengikuti perang Badr). ”Suara apakah ini?” Maka dijawab. Dia juga pernah memberikan kepada mereka sebuah kebun yagn nilainya sebanyak empat ratus ribu. Maka datanglah Abdurrahman bin ‘Auf dengan membawa dua ratus ‘uqiyah emas dan menginfakkannya di jalan allah.” Suatu ketika datanglah kafilah dagang Abdurrahman di kota Madinah. Terbukti tatkala terjadi suatu masalah antara dia dan Khalid bin Walid. ”Apa yang dijanjikan oleh allah dan RasulNya berupa rizki dan kebaikan serta pahala yang banyak. Mneyertainya apabila mereka berhaji. maka Rasulullah bersabda. Setelah Rasulullah wafat. ialah tatkala Rasulullah ingin melaksanakan perang Tabuk. sehingga ia termasuk salah seorang sahabat yang kaya raya. yang ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Abdurrahman. ”Wahai Khalid.” Ketika mendengarkan berita tersebut. Sehingga berkata Umar bin Khattab. Abdurrahman bin Auf selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. terutama kepada Ummahatul Mukminin. Semoga Allah memberinya air minum dari mata air Salsabila di surga. menjadikan perdagangannya semakin berhasil. yang kemudian dibagikannya kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan muhajirin dan Anshar. Kekayaan yang dimilikinya. Ketika Aisyah mendapatkan bagiannya.” Beliau juga terkenal senang berbuat baik kepada orang lain. ”Sungguh aku mendengar Rasulullah bersabda.Keuletannya berdagang serta doa dari Rasulullah. ialah ketika ia menjual tanah seharga empat puluh ribu dinar. Ini merupakan keutamaan yang tidak dimiliki orang lain. Tatkala masuk ke kota Madinah. ”Aku ingin masuk surga dengan keadaan berdiri. ia berkata.” . kecuali orang-orang yang bersabar.” Ummul Mukminin berkata. apa yang telah engkau tinggalkan untuk keluargamu?” Dia menjawab. aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik dari yang telah aku infakkan. juga termasuk salah seorang sahabat yang mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah. Diantara kedermawanannya. ”Telah datang kafilah Abdurrahman bin ‘Auf. ”Wahai Abdurrahman.” Diantara keistimewaan Abdurrahman bin Auf.” ”Apa itu?” tanya Rasulullah. Puncak dari kebaikannya kepada orang lain. Abdurrahman mengatakan.

Berkata Ibnu Abbas: Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Umar bin Khattab. ”Aku mendengar Rasulullah bersabda. ”Tidak pernah. ”aku pernah mendengarkan tentang hal itu dari Rasulullah. dan apabila ia ragu dua raka’at atau tiga raka’at.) dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Ansari tatkala tiba di Madinah.Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT dua hari sesudah Abu Bakar al-Shiddiq masuk Islam. sehingga keraguannya di dalam menambah.” Hijrah Bersama Rasul Abdurrahman memeluk agama Islam sebelum Rasulullah saw menjadi rumah al-Arqam sebagai pusat dakwah. demi Allah. sekalipun maut akan menjemputnya. . Namun hal tersebut tidak membuatnya bergeming sedikitpun.w. sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh Nabi s. tidak pernah wahai Amirul Mukminin.” Apa yang engkau dengar wahai Abdurrahman?” Maka ia menjawab.” kemudian ia menyebutkan pertanyaannya. maka jadikanlah dua raka’at. Abdurrahman termasuk orang yang menjadi pelopor kaum Muslimin untuk mengikuti ajakan Nabi yang mulia ini. dan apa yang dia perbuat?” Aku menjawab. ”Demi Allah. dan apabila ia ragu tiga raka’at atau empat raka’at. sehingga tidak tahu apakah ia menambah atau mengurangi.Abdurrahman pun tidak luput dari penyiksaan dan tekanan kaum kafir Quraisy. Maka Umar berkata. maka jadikanlah tiga raka’at.Di antaranya Abdurrahman yang dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi' al-Anshory Ra. ”Apa yang sedang kalian lakukan?” Umar menjawab. Lantaran konsistennya dalam menegakkan panjipanji Islam dan menjadi pengikut setia Rasulullah. Seperti orang-orang yang pertama masuk islam lainnya. Abdurrahman berkata. datanglah Abdurrahman bin Auf dan berkata. ”apakah engkau pernah mendegnar hadits dari Rasulullah yang memerintahkan seseorang apabila lupa dalam shalatnya. Diriwayatkan dari Anas bin Malik. Apakah engkau pernah mendengarnya?” Dia menajawab. ”Aku bertanya kepada Ibnu Abbas. Abdurrahman bin Auf di samping meninggalkan kota kelahirannya Mekkah juga meninggalkan seluruh harta yang dimilikinya sehingga setibanya di Madinah beliau tidak memiliki apapun harta dan bahkan beliau tidak memiliki isteri. Di kota Madinah.” Tatkala kami sedang demikian. Rasulullah SAW banyak mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshor.Disamping memiliki sifat yang pemurah dan dermawan. kemudian salam. maka jadikanlah satu raka’at. kemudian sujud dua kali dan dia dalam keadaan duduk sebelum salam. kemudian ia menjadi salah seorang pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasulnya. ia juga sahabat yang faqih dalam masalah agama. apabila ragu satu raka’at atau dua raka’at. apabila lupa salah seorang diantara kalian di dalam shalatnya. Ia tetap sadar dan konsisten membenarkan dan mengikuti risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat hendak melakukan hijrah ke Madinah.a. Seperti layaknya para muhajirin lainnya yang meninggalkan kota Mekkah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah (sekarang Ethiopia-red) bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum Quraisy yang tak henti-hentinya menteror mereka.

lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga saya bisa mentalaknya untukmu. ia menghimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. Abdurrahman. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. melainkan memegang teguh nilai itu. Sumbangan di Jalan Allah SWT . Walaupun Sa'ad bin al-Rabi' menawarkannya didasarkan oleh niat tulus ikhlas namun Abdurrahman bin Auf bukanlah tipe manusia yang memanfaatkan kesempatan sehingga beliau menolak secara halus dengan ungkapan semoga Allah memberkatimu. Para pedagang gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. Kegigihannya dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak". ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri. Tak perlu makan waktu lama.a. Hal ini digambarkan ketika Sa'ad bin al-Rabi' menawarkan setengah kekayaannya untuk dibagi percuma dan istrinya yang dicintai untuk dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bukan hanya tahu. Keuntungannya berlipat. bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada.a. Merekapun menunjukkan pasar. Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang lain. 'Tangan di bawah' sama sekali bukan perilaku mulia. Rasulullah s. Abdurrahman bin Auf boleh miskin materi. Dari pengamatannya ia tahu. keluargamu dan hartamu. Kemudian tidak lama berselang iapun sudah dipenuhi oleh wewangian (menikah). sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mal. Ia menjawab:" Wahai Rasulullah. pilihlah dan ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Baginda bertanya kembali: "buatlah walimah (pesta perkawinan) walaupun dengan satu ekor kambing". tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara cermat.w. Mereka berbondong pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Dari keuntungan itu. maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak. pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Baginda bertanya: apa maharnya? Ia menjawab: "emas sebesar biji kurma". Abdurahman mendapat bagi hasil. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. aku telah menikah.w. Semua gembira. Persaudaraan ini membuahkan hasil yang sangat kuat sekali bagi terjalinnya ikatan yang sangat kuat di antara keduanya. Abdurrahman keluar dari kemiskinan. sangat jeli melihat keadaan Abdurrahman bin Auf sehingga beliau dipersaudarakan dengan Sa'ad bin alRabi' yang merupakan salah seorang penduduk Madinah yang mempunyai banyak harta. Bila dari berdagang itu terdapat keuntungan. bertanya: "apa gerangan yang terjadi denganmu?". Abdurrahman menjawab semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut. Kreativitas Abdurrahman pun muncul. Jangankan meminta. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. Lalu Rasulullah s.Lalu Sa'ad berkata kepadanya: Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta.

Disamping menyumbangkan hartanya untuk fakir miskin dan orang-orang tertentu beliau juga diceritakan merupakan orang yang paling banyak memerdekan hamba. Ketika menunaikan shalat shubuh di belakang Rasulullah s. kemudian berkata: Wahai shahabat Rasulullah s. dan kelolalah hartanya sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya dan ia tidak akan diminta pertanggungjawab dan beritahulah kabar gembir (ia dijamin masuk syurga).: saya akan memberikan sebanyak empat ratus dinar ke atas semua pasukan Badar. dan tidak ada satupun yang disisakannya kecuali dibagikan semuanya kepada kaum fakir.Laba dari perniagaannya yang semakin meningkat dari ke hari tidaklah menyebabkan beliau menjadi manusia yang pelit dan kikir serta jauh dari jalan Allah.a.w. bukankah anda orang kaya? Ia berkata: ini adalah waslah dari Abdurrahman dan bukan sedekah. Hal ini seperti diceritakan oleh Ibnu Abbas r.a.a.w.a. dan semua penghasilannya bersumber dari perniagaan. kemudian empat puluh dinar. Dan Abu Amr berkata: dalam satu riwayat disebutkan bahwa beliau memerdekakan sebanyak tiga puluh hamba dalam satu hari. Maka ia menyumbangkan sebanyak seratus lima puluh ribu dinar kepada mereka. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk menyumbangkan hartanya di jalan Allah dan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa beliau menyumbangkan setengah dari hartanya. kemudian seribu lima ratus tunggangan/ rahilah di jalan Allah. kemudian beliau menyumbangkan empat ribu dirham. turunlah Jibril dan berkata: Wahai Muhammad sesungguhnya Allah berfirman kepadamu: kirimkanlah salam saya buat Abdurrahman dan terimalah semua memonya kemudian kembalikanlah semua kepadanya dan katakan kepadanya:Allah telah menerima sedekahmu dan ia adalah wakil Allah dan wakil RasulNya maka kembangkanlah hartanya sesuai dengan kemauannya. dan ia termasuk harta yang halal.w.. Dalam sebuah riwayat Ja'far bin Burqan berkata: saya pernah mendengar bahwa Abdurrahman bin Auf telah memerdekan hamba sebanyak tiga puluh ribu jiwa. Kemurahan hatinya untuk menyumbangkan hartanya di jalan tidak hanya berhenti dengan menyumbangkan setengah dari hartanya bahkan dalam kesempatan lainnya disebutkan bahwa beliau menyumbangkan keseluruhan hartanya. lalu tatkala menjelang malam beliau duduk sendiri di rumahnya. bahwa manakala Abdurrahman bin Auf ditimpa oleh sebuah penyakit beliau mewasiatkan sepertiga hartanya. Hal ini seperti disebutkan Zuhri bahwa Abdurrahman bin Auf menyumbangkan setengah dari hartanya sebanyak empat ribu dirham pada masa Rasulullah s. kemudian lima ratus kuda perang di jalan Allah. bahkan beliau menulis bajunya yang dipakainya dalam memo tersebut. Keutamaan Abdurrahman bin Auf . lalu menuliskan sebuah memo untuk dibagikan semua hartanya kepada para muhajirin dan Anshar. maka tatkala sembuh beliau menyumbangkan sendiri dengan tangannya. lalu Uthman dan beberapa orang lainnya datang menemuinya: lalu orang-orang bertanya kepadanya: Wahai Abu Umar.

Tidak mengherankan akhirnya beliau merupakan di antara para shahabat yang mendapatkan beberapa keistimewaan di antaranya: 1. Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Sa'ad bin Abi Waqqas. berhijrah ke Habsyah pada gelombang pertama. beliau berkata bahwa saya tidak akan melakukan kecuali setelah mengetahui alasan dari pribadi tersebut. Calon Penghuni Syurga Beliau merupakan salah seorang shahabat Nabi s.a.a. Utsman. Dalam cerita panjang lebar Amr bin Wahab mengatakan bahwa al-Mughirah bin Syu'bah menyebutkan bahwa menjelang shubuh hari Nabi mengajak al-Mughirah untuk menemaninya membuang hajat.w. yang dijamin masuk syurga Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zayd berkata: Rasulullah s. Najasyi mengembalikan semua hadiah yang diberikan oleh utusan Quraisy dan mengusir keduanya serta menjamin keamanan seluruh kaum muslimin di negaranya. Ketika itu ia mencuba untuk menghentikan shalat jemaah tersebut dengan kembali mengumandangkan azan namun Nabi s. Ali.a.w. .a.a. Dan ini merupakan pemilihan yang sangat tepat dari Rasulullah s. Abdurrahman bin Auf. Thalhah. Setelah buang hajat Nabi s. 2. Dalam satu hadits lainnya diriwayatkan oleh al-Mughirah: Nabi tidak meninggal sehingga menjadi makmum orang shalih dari ummatnya. Beliau berkata: beliau telah menyebutkan satu persatu dari yang sembilan orang dan kemudian berhenti sejenak pada bilang yang kesepuluh. menjadi makmum Abdurrahman bin Auf. Dan ternyata setelah mendengarkan penjelasan dari Ja'far bin Abi Thalib. Umar.Keislaman Abdurrahman bin Auf sejak dini menjadikan beliau sebagai pribadi yang paling pertama menghadapi kerasnya penentangan dari penduduk Quraisy Mekkah. (orang yang yang kesepuluh adalah) Abu alA'war (kinayah terhadap Sa'id bin Zaid). melarangnya sehingga Nabi s.a.w.a.w.w.w. berkata: sepuluh orang yang dijamin masuk syurga: Abu Bakar.w.a. menjadi makmun kepada Abdurrahman bin Auf. dan diceritakan bahwa ketika utusan Quraisy membujuk Najasyi agar mengusir para muhajirin dari bumi Habsyah. Menurut para ulama. Menjagi Imam Shalat Nabi SAW Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dalam satu peperangan Nabi s. sehingga akhirnya beliau dan beberapa shahabat lainnya diizinkan oleh Nabi s. pemilihan kota Habsyah (Ethiopia) sebagai tujuan hijrah pada masa itu disebabkan Habsyah adalah merupakan sebuah negara yang tidak mempunyai ikatan diplomasi dengan negara-negara Arab sehingga dalam hukum international di era modern disebutkan bahwa negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik maka tidak boleh melakukan ektradisi terhadap orang yang berlindung di dalam negaranya. Zubair. Maka orang bertanya-tanya: kami memohon kepadamu atas nama Allah siapakah orang yang kesepuluh? Beliau menjawab: kalian meminta keseriusan saya atas nama Allah. memintanya untuk mengambalikan air wudhu' namun ternyata mereka sudah terlambat karena rombongan sedang menunaikan shalat yang diimami oleh Abdurrahman bin Auf.w.

a. Penghargaan Nabi SAW Abu Umar dan beberapa orang lainnya berkata: Abdurrahman bin Auf ikut dalam perang Badar dan semua peperangan lainnya.w pernah mengutusnya ke Dumah al-Jandal.. .w telah ridha terhadap mereka. lalu ia berkata: sebenarnya saya punya delapan ribu dirham (akan tetapi) saya tinggalkan empat ribu dirham untuk diri sendiri dan keluarga sedangkan empat ribu dirham saya sumbangkan di jalan Allah maka Nabi s. Ya Allah hidangkanlah minuman mata air syurga kepada Abdurrahman bin Auf.a. 5.w. beliau tetap setia membentengi Nabi s. Kecintaan Nabi SAW. salah seorang dari lima orang yang masuk Islam dalam tangan Abu Bakar.w bersabda: semoga Allah memberkati apa yang telah engkau tinggalkan dan apa yang telah engkau sumbangkan. lalu Nabi s. bersabda: "Sesungguhnya yang akan menjaga kamu sekalian sepeninggalku adalah al-Shadiq al-Bar (Abdurrahman bin Auf).w. pada perag Uhud.a.3.a. Nabi s. salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk syurga.a.w.w.a. lalu turunlah Jibril berkata: Sesungguhnya Allah mengirimkan salam untukmu dan berkata: kirimkanlah salam saya kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan berita gembira beliau masuk syurga.a.a. Ayat al-Quran yang memujinya Al-Quran memuji keutamaannya.a.a. berkata: "manakala kafilah dagang Abdurrahman bin Auf kembali dari Syam langsung dibawa kepada Nabi s. 6. di antaranya seperti yang diriwayatkan dari Saib tentang firman Allah ta'ala (alBaqarah:267) diturunkan untuk Uthman dan Abdurrahman bin Auf. atau disebutkan berkata anak perempuan raja mereka sedangkan pemimpin mereka adalah al-Asbagh bin Tha'labah al-Kalibi lalu iapun mengawini anak perempuannya Tamadhur dan ia adalah ibu dari anaknya Abi Salamah. salah seorang dari lapan orang yang terdahulu masuk syurga. Rasulullah s. memakaikan surban dan menyalipnya pada ke dua bahunya lalu berkata kepadanya: pergilah dengan mengucapkan bismillah dan mewasiatkannya beberapa wasiat. dan berkata kepadanya: jika Allah memberi kemenangan kepadamu maka kawinilah anak perempuan dari pemimpin mereka. menceritakan bahwa Nabi s. berdoa untuknya agar dimasukkan syurga. juga bersabda: "Engkau adalah orang kepercayaan penduduk bumi dan engkau juga orang kepercayaan penduduk langit. terhadap Abdurrahman bin Auf r. salah seorang dari enam orang anggota syurga yang disaksikan oleh Umar bahwa Rasulullah s. 4. Adapun tentang Abdurrahman bin Auf diceritakan bahwa ia menyumbangkan empat ribu dirham kepada Nabi s. Salam dan berita masuk syurga dari Allah SWT Ibnu Abbas r.a.w.a.w. Ummu Salamah r.

10. lalu mengumpulkan semua shahabat Rasulullah s.a. maka Umar bin Khattab melihat dan berkata: apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab: Rasulullah s. Ia berkata: lepaskanlah ia karena sesungguhnya ia telah dituliskan sebagai lelaki bahagian sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya. Keilmuannya Ibnu Abbas r. memberikan (sesuatu) kepada khalayak ramai dan tidak memberikan apapun kepada Abdurrahmah bin Auf sedangkan ia berada dalam khalayak tersebut. Beliau berkata: lalu Umar masuk menemui Nabi s. lalu Abdurrahman bin Auf keluar dari barisan tersebut dalam keadaan menangis.a. Orang yang sudah bahagia dalam perut ibunya Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf berkata: manakala Abdurrahman bin Auf terlelap sebentar kemudian bangun kembali lalu bercerita: sesungguhnya telah datang kepadaku dua orang malaikat yang berperawakan menakutkan lalu keduanya berkata: ikuti bersama kami untuk diadukan kepada Allah. bersabda: apabila terjadi penyakit menular di suatu tempat maka janganlah kamu masuk ke dalamnya dan apabila terjadi di suatu tempat sedangkan kamu berada di dalamnya maka janganlah kamu keluar darinya karena lari dari penyakit tersebut. 8.w. Seterusnya Anas r. Tiba-tiba muncullah Abdurrahman bin Auf yang menghilang beberapa saat karena buang hajat lalu berkata: Sesungguhnya saya sangat mengertia masalah ini. dan meminta pendapat.7. karena aku pernah mendengar Rasulullah s.w.a. 9.a. sehingga muncullah berbagai pendapat namun beliau menyetujui pendapat untuk kembali (agar tidak meneruskan perjalanan). Ia berkata: lalu keduanya dijumpai oleh seorang malaikat maka berkata: mau dibawa kemana lelaki tersebut? Keduanya menjawab: kami mau mengadukannya kepada Allah. berkata: Saya tidak marah kepadanya akan tetapi telah menyerahkannya kepada keimanannya.a.a.w.a. Kepercayaan Nabi SAW terhadap kekuatan imannya Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud berkata: Bahwa Rasulullah SAW.a.w. bahwa ketika Umar menuju ke Syam dan manakala sampai di Sara' beliau dikabarkan bahwa Syam telah dilanda oleh penyakit waba' (penyakit menular).a. maka aku takut Rasulullah s. apa pendapat kalian tentang hukum peminum khamar? Lalu . memberikan sesuatu kepada orang ramai padahal saya ada di tengah orang-orang tersebut.w. lalu Rasulullah s.w. tidak memberikan sesuatu kepadaku disebabkan oleh hal yang tidak disukai dariku. Rujukan Umar Anas r. menceritakan ketika Umar diangkat menjadi Khalifah: sesungguhnya orang kampung telah datang ke kota. dan menceritakan peristiwa yang dialami oleh Abdurrahman bin Auf. menceritakan bahwa peminum khamar Nabi SAW dijatuhkan hukuman jilid dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali dan demikian juga Abu Bakar.

. Dalam pendapat lain disebutkan berumur 72tahun.a. Dalam sebuah riwayat dari Muhammad. beliau menceritakan bahwa di antara harta peninggalan Abdurrahman bin Auf adalah emas murni sehingga tangan para tukang merasa kewalahan (lecet) untuk membagikannnya dan empat orang isterinya masing-masing menerima harta warisan sebanyak delapan puluh ribu dinar. yang telah dijanjikan masuk syurga namun beliau titel tersebut tidak menyebabkan beliau lupa diri.w. dan kedua saudaranya.Abdurrahman bin Auf berkata: kita menetapkan hukumannya di bawah hukuman hudud maka (Umarpun) menetapkan hukuman sebanyak delapan puluh kali jilid. Wafat Abdurrahman bin Auf meninggal pada tahun 31H. Diriwayatkan oleh Ibnu al-Najjar di dalam kitab Akhbar al-Madinah dengan sanadnya dari Abdurrahman bn Humaid dari Bapaknya berkata: ketika ajal hendak menjemputnya Aisyah mengirimkan seseorang kepadanya supaya dikuburkan di sisi Rasulullah s. 11.a.a. dalam pendapat lain disebutkan pada tahun 32H ketika berumur 75tahun. sehingga mendapatkan laba yang sangat banyak dan meninggalkan sebanyak seribu unta. Ketawadhuannya Walaupun beliau merupakan sosok shahabat Nabi s. Abu Amr berkata: beliau adalah seorang pedagang sukses dalam bidang bidang perniagaan. Sa'id bin Jubair berkata: Abdurrahman bin Auf tidak dapat dibedakan di antara hamba sahayanya. Hal yang sangat menarik sekali bahwa walaupun sudah menyumbangkan hampir keseluruhan hartanya di jalan Allah SWT. tiga ratus kambing. seratus kuda perang yang digembalakan di daerah Naqi' dan mempunyai lahan pertanian sehingga kebutuhan keluarganya setahun dipasok dari hasil tanaman tersebut. maka ia menjawab: saya tidak mau menyempitkan ruang rumahmu karena sesungguhnya saya telah berjanji kepada Ibnu Maz'un siapa saja yang meninggal maka akan dikuburkan di sisi sahabatnya dan dengan demikian makam Utsman bin Maz'un dan Abdurrahman bin Auf berada di sisi qubah Ibrahim bin Nabi s. Harta Warisan Abdurrahman bin Auf meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan. Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi' yang diimami oleh Utsman berdasarkan wasiatnya. namun beliau masih meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sekali.w.w.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful