Biografi Abdurrahman bin Auf (Sahabat Rosul yang kaya raya dan di jamin masuk surga

)
oleh BIOGRAFI TOKOH DUNIA DAN PENGUSAHA SUKSES pada 20 Mei 2011 jam 23:06 Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang kaya raya dan dermawan karena kemahirannya dalam berdagang. Ia termasuk salah satu sahabat nabi yang permulaan menerima Islam (Assabiqunal Awwaluun). Abdurrahman memeluk agama Islam sebelum Rasulullah saw menjadi rumah al-Arqam sebagai pusat dakwah.Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT dua hari sesudah Abu Bakar al-Shiddiq masuk Islam.

Abdurrahman bin 'Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup serta termasuk salah seorang dari enam orang anggota syura.

Kelahiran

Abdurrahman bin 'Auf dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun Gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Dengan demikian Abdurrahman dilahirkan pada tahun 581M. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amru dan dalam satu pendapat lain Abdul Ka'bah. Lalu Nabi s.a.w. menggantikannya menjadi Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdu Manaf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah al-Qurasyi al-Zuhri. Nasabnya bertemu dengan Nabi s.a.w. pada Kilab bin Murrah. Kinayahnya adalah Abu Muhammad sedangkan laqabnya al-Shadiq al-Barr. Ibunya bernama Asysyifa binti 'Auf bin Abdu bin al-Harits bin Zuhrah.

Kepribadian

Adalah sosok yang sangat bersegera dalam berinfak. Dialah Abdurrahman bin ‘auf, putih kulitnya, lebat rambutnya, banyak bulu matanya, mancung hidungnya, panjang gigi taringnya yang bagian atas, panjang rambutnya sampai menutupi kedua telinganya, panjang lehernya, serta lebar kedua bahunya. Dia adalah sahabat yang pandai berdagang dan sangat ulet. Maka mulailah ia menjual dan membeli. Selang beberapa saat ia sudah mengumpulkan keuntungan dari perdagangannya.

Disamping itu, ia juga sosok pejuang yang pemberani. Ia mengikuti peperangan-peperangan bersama Rasulullah. Pada waktu perang Badr, ia berhasil membunuh salah satu dari musuh-musuh Allah, yaitu Umair bin Utsman bin Ka’ab At Taimi. Keberaniannya juga nampak tatkala perang Uhud, medan dimana banyak diantara kaum muslimin yang lari, namun ia tetap ditempatnya dan terus berperang Sehingga diriwayatkan, ia mengalami luka-luka sekitar dua puluh sekian luka. Akan tetapi perjuangannya di medan perang masih lebih ringan, jika dibanding dengan perjuangannya dalam harta yang dimilikinya.

Tatkala masuk ke kota Madinah. ‘Aku melihat Abdurrahman masuk surga dengan keadaan merangkak’.” Beliau juga terkenal senang berbuat baik kepada orang lain. yang ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Abdurrahman. Tidak menjadi penghalang untuk menjadi dermawan. Maka diinfakkanlah kafilah dagang tersebut. janganlah engkau menyakiti salah seorang dari Ahli Badr (yang mengikuti perang Badr). Ketika Aisyah mendapatkan bagiannya. ”Sesungguhnya aku melihat.” . ”Apa yang dijanjikan oleh allah dan RasulNya berupa rizki dan kebaikan serta pahala yang banyak. ”Aku mendengar Rasulullah bersabda. tidak akan memperhatikan sepeninggalku. ialah ketika ia menjual tanah seharga empat puluh ribu dinar. Kekayaan yang dimilikinya. ”Telah datang kafilah Abdurrahman bin ‘Auf. Maka berkata Ummul Mukminin. terdengarlah suara hiruk pikuk. Diantara kedermawanannya. terdiri dari tujuh ratus onta yang membawa kebutuhan-kebutuhan. ia berkata. Abdurrahman menjawab. ”Aku ingin masuk surga dengan keadaan berdiri. menjadikan perdagangannya semakin berhasil. bahwa ia berfatwa tatkala Rasulullah masih hidup.Keuletannya berdagang serta doa dari Rasulullah. Puncak dari kebaikannya kepada orang lain. juga termasuk salah seorang sahabat yang mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah.” Suatu ketika datanglah kafilah dagang Abdurrahman di kota Madinah. ”Wahai Rasulullah.” ”Apa itu?” tanya Rasulullah. ialah tatkala Rasulullah ingin melaksanakan perang Tabuk. Ini merupakan keutamaan yang tidak dimiliki orang lain. Yaitu sebuah peperangan yang membutuhkan banyak perbekalan. Abdurrahman bin Auf selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. maka tidak akan bisa menyamai amalannya. ”Wahai Abdurrahman. Setelah Rasulullah wafat. maka Rasulullah bersabda. Semoga Allah memberinya air minum dari mata air Salsabila di surga. Abdurrahman bin Auf. kecuali orang-orang yang bersabar.” Diantara keistimewaan Abdurrahman bin Auf. Terbukti tatkala terjadi suatu masalah antara dia dan Khalid bin Walid. terutama kepada Ummahatul Mukminin. yang kemudian dibagikannya kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan muhajirin dan Anshar. Rasulullah juga pernah shalat di belakangnya pada waktu perang tabuk. apa yang telah engkau tinggalkan untuk keluargamu?” Dia menjawab. sehingga ia termasuk salah seorang sahabat yang kaya raya. Seandainya engkau berinfak dengan emas sebesar gunung Uhud. Maka datanglah Abdurrahman bin ‘Auf dengan membawa dua ratus ‘uqiyah emas dan menginfakkannya di jalan allah.” Maka bertanyalah Rasulullah kepadanya. Sehingga berkata Umar bin Khattab. aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik dari yang telah aku infakkan.” Ummul Mukminin berkata. Abdurrahman mengatakan. ”Suara apakah ini?” Maka dijawab. Mneyertainya apabila mereka berhaji. ”Wahai Khalid.” Ketika mendengarkan berita tersebut. tidak menjadikannya lalai. bahwa Abdurrahman adalah orang yang berdosa karena dia tidak meninggalkan untuk keluarganya sesuatu apapun. Dia juga pernah memberikan kepada mereka sebuah kebun yagn nilainya sebanyak empat ratus ribu. ”Sungguh aku mendengar Rasulullah bersabda.

a. maka jadikanlah dua raka’at. ”Demi Allah. ”Apa yang sedang kalian lakukan?” Umar menjawab.Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat hendak melakukan hijrah ke Madinah. Di kota Madinah. Berkata Ibnu Abbas: Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Umar bin Khattab.” Tatkala kami sedang demikian. Rasulullah SAW banyak mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshor.w.” kemudian ia menyebutkan pertanyaannya. sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh Nabi s. Abdurrahman berkata. . sekalipun maut akan menjemputnya. apabila ragu satu raka’at atau dua raka’at.Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT dua hari sesudah Abu Bakar al-Shiddiq masuk Islam. Apakah engkau pernah mendengarnya?” Dia menajawab. ”Aku mendengar Rasulullah bersabda. Seperti layaknya para muhajirin lainnya yang meninggalkan kota Mekkah. ”apakah engkau pernah mendegnar hadits dari Rasulullah yang memerintahkan seseorang apabila lupa dalam shalatnya. sehingga tidak tahu apakah ia menambah atau mengurangi. sehingga keraguannya di dalam menambah.Disamping memiliki sifat yang pemurah dan dermawan.Di antaranya Abdurrahman yang dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi' al-Anshory Ra. Maka Umar berkata. kemudian salam. dan apabila ia ragu dua raka’at atau tiga raka’at. Ia tetap sadar dan konsisten membenarkan dan mengikuti risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Lantaran konsistennya dalam menegakkan panjipanji Islam dan menjadi pengikut setia Rasulullah. tidak pernah wahai Amirul Mukminin.” Apa yang engkau dengar wahai Abdurrahman?” Maka ia menjawab. demi Allah. datanglah Abdurrahman bin Auf dan berkata. maka jadikanlah satu raka’at. Seperti orang-orang yang pertama masuk islam lainnya. kemudian ia menjadi salah seorang pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasulnya. ”Tidak pernah. ia juga sahabat yang faqih dalam masalah agama. Namun hal tersebut tidak membuatnya bergeming sedikitpun. ”Aku bertanya kepada Ibnu Abbas. Abdurrahman bin Auf di samping meninggalkan kota kelahirannya Mekkah juga meninggalkan seluruh harta yang dimilikinya sehingga setibanya di Madinah beliau tidak memiliki apapun harta dan bahkan beliau tidak memiliki isteri. Abdurrahman termasuk orang yang menjadi pelopor kaum Muslimin untuk mengikuti ajakan Nabi yang mulia ini. apabila lupa salah seorang diantara kalian di dalam shalatnya. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah (sekarang Ethiopia-red) bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum Quraisy yang tak henti-hentinya menteror mereka. maka jadikanlah tiga raka’at. kemudian sujud dua kali dan dia dalam keadaan duduk sebelum salam.) dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Ansari tatkala tiba di Madinah. ”aku pernah mendengarkan tentang hal itu dari Rasulullah.” Hijrah Bersama Rasul Abdurrahman memeluk agama Islam sebelum Rasulullah saw menjadi rumah al-Arqam sebagai pusat dakwah.Abdurrahman pun tidak luput dari penyiksaan dan tekanan kaum kafir Quraisy. Diriwayatkan dari Anas bin Malik. dan apa yang dia perbuat?” Aku menjawab. dan apabila ia ragu tiga raka’at atau empat raka’at.

Lalu Rasulullah s. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri.a.Lalu Sa'ad berkata kepadanya: Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta.a. Walaupun Sa'ad bin al-Rabi' menawarkannya didasarkan oleh niat tulus ikhlas namun Abdurrahman bin Auf bukanlah tipe manusia yang memanfaatkan kesempatan sehingga beliau menolak secara halus dengan ungkapan semoga Allah memberkatimu. melainkan memegang teguh nilai itu. Keuntungannya berlipat. pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Hal ini digambarkan ketika Sa'ad bin al-Rabi' menawarkan setengah kekayaannya untuk dibagi percuma dan istrinya yang dicintai untuk dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf. Merekapun menunjukkan pasar. Para pedagang gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. Semua gembira. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. pilihlah dan ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri. tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. aku telah menikah. Kemudian tidak lama berselang iapun sudah dipenuhi oleh wewangian (menikah). Dari pengamatannya ia tahu. Abdurrahman keluar dari kemiskinan. Abdurrahman. Persaudaraan ini membuahkan hasil yang sangat kuat sekali bagi terjalinnya ikatan yang sangat kuat di antara keduanya.w. Kegigihannya dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak". Abdurahman mendapat bagi hasil. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. bertanya: "apa gerangan yang terjadi denganmu?". Abdurrahman bin Auf boleh miskin materi. bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada. Bila dari berdagang itu terdapat keuntungan. Rasulullah s. Jangankan meminta. Abdurrahman menjawab semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu. sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mal. Baginda bertanya: apa maharnya? Ia menjawab: "emas sebesar biji kurma". Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. Dari keuntungan itu. keluargamu dan hartamu.w. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut. Abdurrahman bukan hanya tahu. lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga saya bisa mentalaknya untukmu. 'Tangan di bawah' sama sekali bukan perilaku mulia. Mereka berbondong pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Kreativitas Abdurrahman pun muncul. Ia menjawab:" Wahai Rasulullah. sangat jeli melihat keadaan Abdurrahman bin Auf sehingga beliau dipersaudarakan dengan Sa'ad bin alRabi' yang merupakan salah seorang penduduk Madinah yang mempunyai banyak harta. ia menghimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang lain. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara cermat. Sumbangan di Jalan Allah SWT . Baginda bertanya kembali: "buatlah walimah (pesta perkawinan) walaupun dengan satu ekor kambing". Tak perlu makan waktu lama. maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak.

w. lalu tatkala menjelang malam beliau duduk sendiri di rumahnya. Hal ini seperti diceritakan oleh Ibnu Abbas r. Keutamaan Abdurrahman bin Auf .w. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk menyumbangkan hartanya di jalan Allah dan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa beliau menyumbangkan setengah dari hartanya.a.. Maka ia menyumbangkan sebanyak seratus lima puluh ribu dinar kepada mereka. Hal ini seperti disebutkan Zuhri bahwa Abdurrahman bin Auf menyumbangkan setengah dari hartanya sebanyak empat ribu dirham pada masa Rasulullah s. dan semua penghasilannya bersumber dari perniagaan. turunlah Jibril dan berkata: Wahai Muhammad sesungguhnya Allah berfirman kepadamu: kirimkanlah salam saya buat Abdurrahman dan terimalah semua memonya kemudian kembalikanlah semua kepadanya dan katakan kepadanya:Allah telah menerima sedekahmu dan ia adalah wakil Allah dan wakil RasulNya maka kembangkanlah hartanya sesuai dengan kemauannya.Laba dari perniagaannya yang semakin meningkat dari ke hari tidaklah menyebabkan beliau menjadi manusia yang pelit dan kikir serta jauh dari jalan Allah.w. kemudian beliau menyumbangkan empat ribu dirham. lalu Uthman dan beberapa orang lainnya datang menemuinya: lalu orang-orang bertanya kepadanya: Wahai Abu Umar. Dan Abu Amr berkata: dalam satu riwayat disebutkan bahwa beliau memerdekakan sebanyak tiga puluh hamba dalam satu hari.a. dan tidak ada satupun yang disisakannya kecuali dibagikan semuanya kepada kaum fakir. Kemurahan hatinya untuk menyumbangkan hartanya di jalan tidak hanya berhenti dengan menyumbangkan setengah dari hartanya bahkan dalam kesempatan lainnya disebutkan bahwa beliau menyumbangkan keseluruhan hartanya. bukankah anda orang kaya? Ia berkata: ini adalah waslah dari Abdurrahman dan bukan sedekah. kemudian lima ratus kuda perang di jalan Allah. kemudian empat puluh dinar. maka tatkala sembuh beliau menyumbangkan sendiri dengan tangannya.a.a.: saya akan memberikan sebanyak empat ratus dinar ke atas semua pasukan Badar. Ketika menunaikan shalat shubuh di belakang Rasulullah s. bahwa manakala Abdurrahman bin Auf ditimpa oleh sebuah penyakit beliau mewasiatkan sepertiga hartanya. kemudian berkata: Wahai shahabat Rasulullah s. Disamping menyumbangkan hartanya untuk fakir miskin dan orang-orang tertentu beliau juga diceritakan merupakan orang yang paling banyak memerdekan hamba. kemudian seribu lima ratus tunggangan/ rahilah di jalan Allah. bahkan beliau menulis bajunya yang dipakainya dalam memo tersebut. Dalam sebuah riwayat Ja'far bin Burqan berkata: saya pernah mendengar bahwa Abdurrahman bin Auf telah memerdekan hamba sebanyak tiga puluh ribu jiwa. lalu menuliskan sebuah memo untuk dibagikan semua hartanya kepada para muhajirin dan Anshar. dan kelolalah hartanya sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya dan ia tidak akan diminta pertanggungjawab dan beritahulah kabar gembir (ia dijamin masuk syurga). dan ia termasuk harta yang halal.

pemilihan kota Habsyah (Ethiopia) sebagai tujuan hijrah pada masa itu disebabkan Habsyah adalah merupakan sebuah negara yang tidak mempunyai ikatan diplomasi dengan negara-negara Arab sehingga dalam hukum international di era modern disebutkan bahwa negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik maka tidak boleh melakukan ektradisi terhadap orang yang berlindung di dalam negaranya. Dan ternyata setelah mendengarkan penjelasan dari Ja'far bin Abi Thalib. Ali. berkata: sepuluh orang yang dijamin masuk syurga: Abu Bakar. Ketika itu ia mencuba untuk menghentikan shalat jemaah tersebut dengan kembali mengumandangkan azan namun Nabi s. Beliau berkata: beliau telah menyebutkan satu persatu dari yang sembilan orang dan kemudian berhenti sejenak pada bilang yang kesepuluh.a.a.a.w. Tidak mengherankan akhirnya beliau merupakan di antara para shahabat yang mendapatkan beberapa keistimewaan di antaranya: 1. Najasyi mengembalikan semua hadiah yang diberikan oleh utusan Quraisy dan mengusir keduanya serta menjamin keamanan seluruh kaum muslimin di negaranya. melarangnya sehingga Nabi s. Abdurrahman bin Auf.a.w. (orang yang yang kesepuluh adalah) Abu alA'war (kinayah terhadap Sa'id bin Zaid).a.a. Umar. Zubair. Calon Penghuni Syurga Beliau merupakan salah seorang shahabat Nabi s. Setelah buang hajat Nabi s. Dan ini merupakan pemilihan yang sangat tepat dari Rasulullah s. dan diceritakan bahwa ketika utusan Quraisy membujuk Najasyi agar mengusir para muhajirin dari bumi Habsyah. . Dalam satu hadits lainnya diriwayatkan oleh al-Mughirah: Nabi tidak meninggal sehingga menjadi makmum orang shalih dari ummatnya. berhijrah ke Habsyah pada gelombang pertama.a. Dalam cerita panjang lebar Amr bin Wahab mengatakan bahwa al-Mughirah bin Syu'bah menyebutkan bahwa menjelang shubuh hari Nabi mengajak al-Mughirah untuk menemaninya membuang hajat. Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Sa'ad bin Abi Waqqas. memintanya untuk mengambalikan air wudhu' namun ternyata mereka sudah terlambat karena rombongan sedang menunaikan shalat yang diimami oleh Abdurrahman bin Auf.w. Menurut para ulama. beliau berkata bahwa saya tidak akan melakukan kecuali setelah mengetahui alasan dari pribadi tersebut. menjadi makmun kepada Abdurrahman bin Auf. 2.w. Maka orang bertanya-tanya: kami memohon kepadamu atas nama Allah siapakah orang yang kesepuluh? Beliau menjawab: kalian meminta keseriusan saya atas nama Allah. Menjagi Imam Shalat Nabi SAW Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dalam satu peperangan Nabi s.w.w. menjadi makmum Abdurrahman bin Auf.a. yang dijamin masuk syurga Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zayd berkata: Rasulullah s.Keislaman Abdurrahman bin Auf sejak dini menjadikan beliau sebagai pribadi yang paling pertama menghadapi kerasnya penentangan dari penduduk Quraisy Mekkah. sehingga akhirnya beliau dan beberapa shahabat lainnya diizinkan oleh Nabi s. Utsman.w.w. Thalhah.

Kecintaan Nabi SAW. juga bersabda: "Engkau adalah orang kepercayaan penduduk bumi dan engkau juga orang kepercayaan penduduk langit. Rasulullah s.a.w. 5. bersabda: "Sesungguhnya yang akan menjaga kamu sekalian sepeninggalku adalah al-Shadiq al-Bar (Abdurrahman bin Auf).w telah ridha terhadap mereka.a.a. Ummu Salamah r. Ya Allah hidangkanlah minuman mata air syurga kepada Abdurrahman bin Auf.w bersabda: semoga Allah memberkati apa yang telah engkau tinggalkan dan apa yang telah engkau sumbangkan.w. Adapun tentang Abdurrahman bin Auf diceritakan bahwa ia menyumbangkan empat ribu dirham kepada Nabi s. lalu Nabi s. memakaikan surban dan menyalipnya pada ke dua bahunya lalu berkata kepadanya: pergilah dengan mengucapkan bismillah dan mewasiatkannya beberapa wasiat.w. pada perag Uhud.w. terhadap Abdurrahman bin Auf r. 4. salah seorang dari lapan orang yang terdahulu masuk syurga.a.w pernah mengutusnya ke Dumah al-Jandal. Nabi s. 6. dan berkata kepadanya: jika Allah memberi kemenangan kepadamu maka kawinilah anak perempuan dari pemimpin mereka.w. . lalu turunlah Jibril berkata: Sesungguhnya Allah mengirimkan salam untukmu dan berkata: kirimkanlah salam saya kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan berita gembira beliau masuk syurga. salah seorang dari lima orang yang masuk Islam dalam tangan Abu Bakar.a.a. salah seorang dari enam orang anggota syurga yang disaksikan oleh Umar bahwa Rasulullah s. berkata: "manakala kafilah dagang Abdurrahman bin Auf kembali dari Syam langsung dibawa kepada Nabi s.a. atau disebutkan berkata anak perempuan raja mereka sedangkan pemimpin mereka adalah al-Asbagh bin Tha'labah al-Kalibi lalu iapun mengawini anak perempuannya Tamadhur dan ia adalah ibu dari anaknya Abi Salamah.a.a. salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk syurga. Penghargaan Nabi SAW Abu Umar dan beberapa orang lainnya berkata: Abdurrahman bin Auf ikut dalam perang Badar dan semua peperangan lainnya. Ayat al-Quran yang memujinya Al-Quran memuji keutamaannya. Salam dan berita masuk syurga dari Allah SWT Ibnu Abbas r. di antaranya seperti yang diriwayatkan dari Saib tentang firman Allah ta'ala (alBaqarah:267) diturunkan untuk Uthman dan Abdurrahman bin Auf.a.w. beliau tetap setia membentengi Nabi s.3.a. lalu ia berkata: sebenarnya saya punya delapan ribu dirham (akan tetapi) saya tinggalkan empat ribu dirham untuk diri sendiri dan keluarga sedangkan empat ribu dirham saya sumbangkan di jalan Allah maka Nabi s. menceritakan bahwa Nabi s. berdoa untuknya agar dimasukkan syurga..a.

Ia berkata: lepaskanlah ia karena sesungguhnya ia telah dituliskan sebagai lelaki bahagian sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya. menceritakan bahwa peminum khamar Nabi SAW dijatuhkan hukuman jilid dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali dan demikian juga Abu Bakar. Kepercayaan Nabi SAW terhadap kekuatan imannya Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud berkata: Bahwa Rasulullah SAW. menceritakan ketika Umar diangkat menjadi Khalifah: sesungguhnya orang kampung telah datang ke kota. karena aku pernah mendengar Rasulullah s. Keilmuannya Ibnu Abbas r. Tiba-tiba muncullah Abdurrahman bin Auf yang menghilang beberapa saat karena buang hajat lalu berkata: Sesungguhnya saya sangat mengertia masalah ini. memberikan sesuatu kepada orang ramai padahal saya ada di tengah orang-orang tersebut. apa pendapat kalian tentang hukum peminum khamar? Lalu . dan meminta pendapat.w. 10.a. maka aku takut Rasulullah s.a. berkata: Saya tidak marah kepadanya akan tetapi telah menyerahkannya kepada keimanannya.a. sehingga muncullah berbagai pendapat namun beliau menyetujui pendapat untuk kembali (agar tidak meneruskan perjalanan).w. bersabda: apabila terjadi penyakit menular di suatu tempat maka janganlah kamu masuk ke dalamnya dan apabila terjadi di suatu tempat sedangkan kamu berada di dalamnya maka janganlah kamu keluar darinya karena lari dari penyakit tersebut. 9.a. 8.a. lalu Rasulullah s. Beliau berkata: lalu Umar masuk menemui Nabi s. lalu Abdurrahman bin Auf keluar dari barisan tersebut dalam keadaan menangis. dan menceritakan peristiwa yang dialami oleh Abdurrahman bin Auf.w. Seterusnya Anas r.a. Orang yang sudah bahagia dalam perut ibunya Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf berkata: manakala Abdurrahman bin Auf terlelap sebentar kemudian bangun kembali lalu bercerita: sesungguhnya telah datang kepadaku dua orang malaikat yang berperawakan menakutkan lalu keduanya berkata: ikuti bersama kami untuk diadukan kepada Allah.a.w. lalu mengumpulkan semua shahabat Rasulullah s.w. memberikan (sesuatu) kepada khalayak ramai dan tidak memberikan apapun kepada Abdurrahmah bin Auf sedangkan ia berada dalam khalayak tersebut.w.7. Ia berkata: lalu keduanya dijumpai oleh seorang malaikat maka berkata: mau dibawa kemana lelaki tersebut? Keduanya menjawab: kami mau mengadukannya kepada Allah. maka Umar bin Khattab melihat dan berkata: apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab: Rasulullah s.a. bahwa ketika Umar menuju ke Syam dan manakala sampai di Sara' beliau dikabarkan bahwa Syam telah dilanda oleh penyakit waba' (penyakit menular).a. tidak memberikan sesuatu kepadaku disebabkan oleh hal yang tidak disukai dariku. Rujukan Umar Anas r.

sehingga mendapatkan laba yang sangat banyak dan meninggalkan sebanyak seribu unta.a. Diriwayatkan oleh Ibnu al-Najjar di dalam kitab Akhbar al-Madinah dengan sanadnya dari Abdurrahman bn Humaid dari Bapaknya berkata: ketika ajal hendak menjemputnya Aisyah mengirimkan seseorang kepadanya supaya dikuburkan di sisi Rasulullah s. namun beliau masih meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sekali. Harta Warisan Abdurrahman bin Auf meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan.w.a. Abu Amr berkata: beliau adalah seorang pedagang sukses dalam bidang bidang perniagaan. dan kedua saudaranya. beliau menceritakan bahwa di antara harta peninggalan Abdurrahman bin Auf adalah emas murni sehingga tangan para tukang merasa kewalahan (lecet) untuk membagikannnya dan empat orang isterinya masing-masing menerima harta warisan sebanyak delapan puluh ribu dinar. Wafat Abdurrahman bin Auf meninggal pada tahun 31H.a. 11.w. Hal yang sangat menarik sekali bahwa walaupun sudah menyumbangkan hampir keseluruhan hartanya di jalan Allah SWT.Abdurrahman bin Auf berkata: kita menetapkan hukumannya di bawah hukuman hudud maka (Umarpun) menetapkan hukuman sebanyak delapan puluh kali jilid. . Dalam sebuah riwayat dari Muhammad. dalam pendapat lain disebutkan pada tahun 32H ketika berumur 75tahun. Sa'id bin Jubair berkata: Abdurrahman bin Auf tidak dapat dibedakan di antara hamba sahayanya. tiga ratus kambing. Dalam pendapat lain disebutkan berumur 72tahun. Ketawadhuannya Walaupun beliau merupakan sosok shahabat Nabi s. Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi' yang diimami oleh Utsman berdasarkan wasiatnya. seratus kuda perang yang digembalakan di daerah Naqi' dan mempunyai lahan pertanian sehingga kebutuhan keluarganya setahun dipasok dari hasil tanaman tersebut. maka ia menjawab: saya tidak mau menyempitkan ruang rumahmu karena sesungguhnya saya telah berjanji kepada Ibnu Maz'un siapa saja yang meninggal maka akan dikuburkan di sisi sahabatnya dan dengan demikian makam Utsman bin Maz'un dan Abdurrahman bin Auf berada di sisi qubah Ibrahim bin Nabi s. yang telah dijanjikan masuk syurga namun beliau titel tersebut tidak menyebabkan beliau lupa diri.w.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful