P. 1
Makalah Metode Pembelajaran Pkn

Makalah Metode Pembelajaran Pkn

|Views: 1,764|Likes:
Published by marginaferlan

More info:

Published by: marginaferlan on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2015

pdf

text

original

Makalah Metode Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Salah satu tugas guru adalah mengajar. Hal ini menyebabkanadanya tuntutan kepada setiap guru untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana seharusnya mengajar. Dengan kata lain, setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi mengajar. Guru akan memiliki kompetensi mengajar jika, guru paling tidak memiliki pemahaman dan penerapan secara taktis berbagai metode belajar mengajar serta hubungannya dengan belajar disamping kemampuan - kemampuan lain yang menunjang. Bertolak dan bermuara pada kebutuhan sebagai guru, maka makalah ini di sajikan tentang berbagai metode belajar mengajar agar mampu melaksanakan tugas utama guru yaitu mengajar. Apabila telah memiliki kemampuan dalam penguasaan penggunaan metode pembelajaran IPS secara mendalam. Pengajaran IPS pada pendidikan dasar menengah dengan cara mengenalkan masalah – masalah social melalui pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kepekaan untuk menghadapi dan memecahkan masalah social tersebut. Sesuai dengan karakteristik anak SD dan seusianya, metode ceramah akan menyebabkan siswa bersikap pasif dan tentunya menjadi pelajaran hafalan yang membosankan. Oleh karena itu, guru di harapkan mampu menguasai metode – metode yang cocok untuk pembelajaran IPS agar siswa lebih tertarik pada peljaran tersebut. I.2. Masalah Banyak sekali teori – teori yang menjelaskan tentang metode untuk pembelajaran, namun kita belum mengetahui metode apa yang baik dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan IPS khususnya di SD.

I.3.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka masalah “Metode Pembelajaran IPS di SD“ dapat di

rumuskan sebagai berikut : 1. 2. I.4. 1. 2. 3. Bagaimana metode pembelajaran Pendidikan IPS SD ? Apasajakah macam – macam metode pembelajaran PIPS SD ? Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dan manfaat dari pembuatan makalh ini yaitu : Untuk mengetahui apa itu metode pembelajaran Pendidikan IPS di SD Untuk mengetahui macam – macam metode pembelajaran Pendidikan IPS di SD Diharapkan dapat menerapkan metode yang cocok dan baik untuk peserta didik.

BAB II PEMBAHASAN II. 1 Pengertian Metode Pembelajaran Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu “Methodos” yang berarti cara berani atau cara berjalan yang di tempuh. Menurut Winarno Surakhmad, metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan ( 1976 : 74 ). Sedangkan pengertian pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Nursid Suaatmadja, metode pembelajaran adalah suatu cara yang fungsinya merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan ( 1984 : 95 ). Menurut S Hamid Hasan, metode pengajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada siswa dalam belajar ( 1992 : 4). Dari dua pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa metode pengajaran IPS itu adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas – luasnya dalam rangka mencapai tujuan pengajaran secara efektif. Didalam proses belajar mengajara di perlukan suatu metode yang sesuaidengan situasi dan kondisi yang ada. Metode pembelajaran seharusnya tepat guna yaitu mampu memfunfsikan si anak didik untuk belajar sendiri sesuai dengan Student Active Learning (SAL). II. 2 Macam – macam metode Metode – metode untuk mata pelajaran IPS cukup beraneka ragam. Keanekaragaman meliputi klasifikasi maupun penamaan suatu metode bahkan juga tingkat daya guna dan hasil guna suatu metode. Secara garis besar, metode pembelajaran IPS dapat di klasifikasikan atas dua macam yaitu : a. 1. Metode Interaksi Edukatif didalam kelas, meliputi Metode Ceramah

Metode ceramah adalah suatu bentuk pengajaran dimana dosen atau guru mengalihkan informasi kepada sekelompok besar atau siswa dengan cara yang terutama bersifat verbal. ( Tjipto Utomo dan Ruitjer ; 1985:184 ). Ada tiga unsure di dalam metode ceramah, yaitu : § Adanya sekelompok siswa yang akan menerima informasi. § Adanya guru yang memberian informasi secara lisan. § Adanya sejumlah informasi yang akan disampaikan ke kelompok siswa. Metode ceramah ini lebih tepat digunakan bila proses pembelajaran memiliki kondisi sebagai berikut: § Tujuan dasar pembelajaran adalah menyampaikan informasi baru. § Isi pembelajaran bersifat langka, misalnya berupa penemuan baru. § Isi pelajaran harus diorganisasikan dan disajikan dalam sebuah cara khusus keompok tertentu. § Membangkitkan minat terhadap pelajaran. § Isi pelajaran tidak diingat dalam waktu yang lama. § Sebagai pengantar penggunaan metode yang lain dan pengarah penyelesaian tugas mengajar. Metode ceramah ini kurang sesuai digunakan jika : § Tujuan pelajaran bukan tujuan perolehan informasi. § Isi pelajaran perlu diingat dalam waktu yang cukup lama. § Isi pelajaran komplek, rinci, dan abstrak. § Pencapaian tujuan yang merprasyaratkan partisipasi siswa. § Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan kognitif tingkat tinggi seperti analisis, sintesis dan evaluasi. § Para siswa yang intelegensinya atau pengalaman pendidikannya rata – rata atau dibawah rata – rata. Metode ceramah ini juga memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan metode ceramah adalah sebagai berikut :

§ Murah, dikarenakan efisien dalam emanfaatan waktu, dapat menyajikan ide – ide secara lebih jelas. Seorsng guru dapat menguasai sejumlah siswa dan memudahkan penyajian sejumlah materi pelajaran. § Mudah di sesuaikan (adaptebel), hal ini dikarenakan dapat di sesuaikan dengan para siswa tertentu, pokok permasalahan, keterbatasan waktu, dan keterbatasan peralatan. Selain itu daapat disesuaikan dengan jadwal guru ketidaksediaan bahan – bahan tertulis. § Dapat mengembangkan kemampuan mendengar para siswa. § Merupakan penguatan bagi guru dan siswa. § Dapat mengkaitkan secara langsung isi pelajaran dengan siswa maupun guru pengalaman dalam kehidupan sehari – hari. Adapun kelemahan dari metode ceramah, yaitu : § Cenderung terjadi proses komunikasi di kelas yang sifatnya satu arah. § Centering kearah pembelajaran berdasarkan keinginan guru atau yang disebut dengan guru sentries. § Menurunnya perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung, bila ceramah dilakukan lebih 20 menit. § Dengan ceramah hanya mampu menghasilkan ingatan dalam diri siswa dalam jangka waktu yang pendek. § Merugikan bagi sisa yang memiliki tipe pengamatan auditif. § Merugikan siswa yang mampu belajar sendiri dari pada diceramahi secara klasikal. § Tidak efektif untuk mengajarkan ketrampilan motorik dan menanamkan sifat kepada siswa. Prosedur pemakaian metode ceramah yaitu sebagai berikut : 1. Tahap persiapan ceramah, meliputi : § Mengorganisasikan isi pelajaran yang akan diceramahi. § Mempersiapkan penguasaan isi pelajaran yang akan di ceramahkan. § Memilih dan mempersiapkan media instruksional dan atau alat bantu yang akan digunakan dalam ceramah.

2.

Tahap awal ceramah, meliputi :

§ Meningkatkan hubungan guru dan siswa. § Meningkatkan perhatian siswa. § Mengemukakan pokok – pokok isi ceramah. 3. Tahap pengembangan ceramah, meliputi :

§ Keterangan yang akan diberikan hendaklah secara singkat dan jelas. § Penggunaan papan tulis sebagai upaya visualisasi pokok – pokok masalah yang akan di terangkan. § Keterangan ulang dengan menggunakan istilah atau kata – kata lain yang lebih jelas. § Perinci dan perluas isi pelajaran. § Carilah balikan (feed back) sebanyak – banyaknya dalam berceramah. § Harus dapat mengatur alokasi waktu ceramah. 4. Tahap akhir ceramah, meliputi :

§ Pembuatan rangkuman dari garis – garis besar isi pelajaran yang diceramahkan § Penjelasan hubungan isi pelajaran yang diceramahkan dengan isi pelajaran berikutnya. § Penjelasan tentang kegiatan pertemuan berikutnya. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan ceramah, Tjipto Utomo Ruijter menyarankan agar guru bersedia : 1. 2. Menyadari apa kehendak akan dicapai dengan ceramah yang diberikan dalampelajarannya. Menganalisis hal – hal yang dilakukannya sebagai guru pada waktu memberikan ceramah.

3. 2.

Berlatih terus berceramah, karena tidak satu perubahan pun yang berhasil dengan “ sekali jadi ”. Metode Tanya Jawab

Pertanyaan dapat dilihat dari beberapa model belajar – mengajar. Baik itu metode cermah,diskusi kerja kelompok atau metode yang lainnya. Pertanyaan boleh berasal darisiswa maupun guru.. untuk mengerti metode Tanya jawab, ada tiga istilah yang perlu dimengerti terlebih dahulu. Tiga istilah ini adalah pertanyaan, respon, dan reaksi. Pertanyaan dapat ditandai dengan kata – kata atau kalimat yang digunakan untuk memperoleh respon verbal. Respons dapat menunjuk kepada pemenuhan dari yang diharapkan sebuah jawaban. Sedangkan reaksi dapat menunju kepada perubahan dan penilaiaan terhadap pertanyaan dan respons (Hyman, 1974 : 289-290). Metode Tanya jawab adalah sebagai format interaksi antara guru dan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respons lisan, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan baru pada diri siswa. Ada beberapa alasan mengapa seorang guru menggunakan metode Tanya jawab dalam proses pembelajaran IPS, yaitu : I. belajar mengajar. II. III. IV. mengekspresikan diri V. sebelumnya untuk belajar sesuatu yang baru. Tujuan pemakaian metode tanya jawab yaitu sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Mengecek pemehaman siswa sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran. Membimbing para siswa untuk memperoleh suatu ketrampilan yang kognitif maupun sosial. Memberikan rasa aman kepada siswa melalui pertanyaan yang dipastikan menjawabnya. Mendorong siswa untuk melakukan penemuan (inquiri) dalam memperjelas suatu masalah. Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi kelas. Memberikan kesempatan siswa menggunakan pengetahuan Membangkitkan, mendorong, menuntun dan atau Membangkitkan keterlibatan mental siswa, dengan menjawab Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membimbing pikiran siswa yang sitematis, kreatif, dan kritis pada diri siswa. pertanyaan dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat mewujudkan cara belajar siswa aktif. Membangkitkan atau menimbulkan keingintahuan siswa terhadap isi permaslahan yang sedang dibicarakan, sehingga mendorong minat siswa yang berprestasi dalam proses

Jenis – jenis pertanyaan Sadker mengklasifikasikan pertanyaan itu berdasarkan Taksonomi Bloom, yaitu 6 (enam) jenis pertanyaan dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi, diantaranya yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pertanyaan pengetahuan atau ingatan (knowledge or recall quetions) Pertanyaan pemahaman (comprehension quetions) Pertanyaan penerapan (apllication quetions) Pertanyaan analis (analisysis quetions) Pertanyaan sintesis (synthesis quetions) Pertanyaan evaluasi (evaluation quetions)

Dari enam jenis pertanyaan berdasarkan Taksonomi Bloom diatas, maka tiga dari atas dapat dikatagorikan pertanyaan kognitif tingkat rendah dan tiga pertanyaan berikutnya termasuk pertanyaan tingkat tinggi. 3. Metode Diskusi atau metode Musyawarah

Metode diskusi dalam pengajaran IPS yaitu suatu cara penyajian materi pelajaran dimana siswa dibedakan kepada suatu masalah, baik berupa pertanyaan maupun berupa pertanyaan yang bersifat problemik untuk dibahas atau dipecahkan oleh siswa secara bersama – sama.

Dalam suatu metode pembelajaran biasanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Adapun kekurangan dan kelebiahan dari metode diskusi yaitu : Kelebihan metode diskusi yakni : · · · Dapat menggarap kreativitas dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Siswa dapat mengeluarkan pendapat, sikap, dan aspirasi secara bebas dalam rangka mengembangkan sikap Hasil diskusi (pemikiran bersama) lebih baik bila dibandingkan dengan pendapat sendiri

demokratis.

Sedangkan kelemahan dari metode diskusi yaitu: · · · · Tidak mudah menentukan atau mencari masalah yang akan didiskusikan. Pembicaraan sering didominasi oleh siswa tertentu. Diskusi lebih banyak memerlukan waktu. Bila kegiatan ini tidak terarah, maka pembahasan masalah sering mengembang (tidak tuntas).

Metode diskusi memiliki jenis yang berbeda – beda adapun jenis – jenis metode diskusi yaitu : § Diskusi kelompok kecil § Diskusi kelompok besar atau kelas § Diskusi umum (masal) Untuk melakukan metode diskusi ini harus memperhatikan langkah – langkah pelaksanaanya. Adapun langkah – langkah untuk melakukan metode diskusi yaitu : a. Tahap persiapan § Menentukan masalah yang akan didistribusikan § Merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam diskusi § Menentukan peserta diskusi § Menentukan waktu dan tempat diskusi. b. Tahap pelaksanaan diskusi

§ Menentukan perangkat organisasi diskusi § Mengemukakan topik dan tujuan diskusi § Mengembangkan pengantar dan masalah yang akan didiskusikan § Pelaksanaan diskusi yang dipandu oleh pimpinan diskusi. c. Tahap tindak lanjut

§ Membuat rumusan, kesimpulan hasil diskusi § Pembahasan ulang, penilaian terhadap pelaksanaan diskusi, sebagai masukan untuk diskusi berikutnya. 4. Metode Penugasan ( pemberian tugas )

Metode pemberian tugas dapat disamakan dengan metode resitasi (recitation method). Dimana metode resitasi ini bersama dengan metode ceramah, merupakan dua metode yang paling tua, yang digunakan oleh guru yang bekerja dengan kelompok – kelompok siswa. (Hyman, 1974 : 189). Metode penugasan dalam pengajaran IPS adalah suatu penyajian bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dan memberikan laporan sebagai hasil tugas yang dikerjakan. Metode ini mengacu kepada penerapan unsur – unsur “ Learning by doing” Didalam metode penugasan memiliki kelibihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari metode penugasan ini yaitu : 1. 2. Relevan dengan prinsip cara belajar siswa aktif (CBSA) Dapat mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa

3. 4. 5. 6.

Dapat memperdalam materi pembelajaran Dapat merangsang gairah belajar siswa Dapat mengembangkan kreativitas melatih rasa tanggung jawab pada diri siswa Dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas siswa.

Adapun kelemahan dari metode ini yaitu : 1. 2. 3. Kadang – kadang tidak terjadi ke relevanan antara tugas dengan materi yang dipelajari. Kurang adanya balikan bagi guru. Pengerjaan tugas kurang kontrol bila dilaksanakan di luar jam pelajaran.

Ada berberapa jenis tugas yang dapat diberikan diantara yaitu : a. b. c. d. Membuat rangkuman materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru didalam kelas. Membuat makalah atau laporan hasil observasi. Melakukan observasi ke lapangan. Mengadakan latihan – latihan ketrampilan.

Metode penugasan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Adapun cara pelaksanaan metode penugasan yaitu : a. Melakukan persiapan dengan cara : § Merumuskan masalah dengan jelas § Mengemukakan tujuan pelaksanaan tugas § Menentukan jenis tugas baik kelompok maupun individu § Memberikan penjelasan atau pengarahan sebelum pengarahan tugas § Menentukan limit waktu pelaksanaan b. Pelaksanaan tugas dengan cara :

§ Mengadakan bimbingan dalampelaksanaan tugas § Memberikan motivasi atau dorongan § Memberikan pelayanan kebutuhan c. Pertanggung jawaban dari penilaian tugas :

§ Pelaporan secara lisan maupun tulisan, tindakan atau demonstrasi § Melakukan penilaian terhadap tugas berdasarkan laporan yang telah disampaikan. 5. Metode Kerja Kelompok Kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar mengajar yang memiliki kadar CBSA yang tinggi. Metode kerja kelompok dapat diartikan sebagai format belajar mengajar yang menitik beratkan kepada interaksi antara anggota yang satu dengan anggota yank lain dalam satu kelompok guna menyelesaikan tugas – tugas secara bersama – sama. Adapun tujuan dari pengguanaan metode kerja kelompok yaitu : · · · Memupuk kemauan dan kemampuan berkerja sama bagi siswa. Untuk meningkatkan keterlibatan sosial emosional siswa. Untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap PBM.

Pengelompokan di bagi beberapa jenis yaitu : § Pengelompokan berdasarkan perbedaan – perbedaan individu. § Pengelompokan berdasarkan ketersediaan siswa. § Pengelompokan berdasarkan partisipasi siswa. § Pengelompokan berdasarkan pembagian pekerjaan.

Peranan guru dan variabel lain sangat mempengaruhi keberhasilan kerja kelompok diantaranya yaitu : § Tujuan harus jelas sebagai pedoman. § Adanya interaksi positif dan kondusif diantara anggota kelompok. § Adanya kepemimpinan kelompok untuk mengatur kerjasama dalam kelompok. § Adanya suasana kerja kelompok yang baik dan menyenangkan. § Mengetahui kesulitan tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Peranan guru dalam pelaksanaan kerja kelompok § Sebagai pengelola, mengorganisir dan mengatur tempat duduk siswa. § Sebagai pengamat, pengenal dan membantu siswa jika diperlukan. § Sebagai pemberi saran dan penilai. Adapun prosedur dari pemakaian metode kerja kelompok yaitu : a) Rambu – rambu yang harus diperhatikan § Cara pengamatan masalah atau penuaian tugas. § Kemampuan kelompok. § Sarana pemikiran yang akan dilakukan. § Ciri – ciri yang harus diperhatikan dalam kerja. b) Prosedur pemakaian kerja kelompok

§ Pemilihan topik atau tugas yang perlu di selesaikan secara kelompok. § Pembentukan kelompok sesuai dengan tujuan. § Pembagian topik yang harus dikerjakan setiap kelompok. § Melakukan proses kerja kompok. § Melakukan penilaian terhadap hasil kerja kelompok. 6. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi yaitu merupakan format belajar mengajar yang secara sengaja, menunjukan atau memperagakan tindakan, proses atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau orang lain kepada seluruh atau sebagian siswa. Metode demonstrasi disertai dengan penjelasan, ilustrasi, dan pertanyaan lisan atau peragaan secara tepat. (dalam Canci, 1986 : 38). Adapun tujuan dari penerapan metode demonstrasi adalah sebagai berikut : § Untuk menggunakan prosedur tertu dalam mengajar (prosedur kerja, prosedur pelaksanaan). § Dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi siswa. § Dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam menggunakan prosedur. Tujuan pengajaran demonstrasi menurut Winanarno Surachnat, yaitu : § Untuk mengajarkan suatu proses. § Untuk menginformasikan bahan yang di perlukan didalam proses pembelajaran. § Untuk mengkongkritkan informasi yang disampaikan kepada siswa. Kelebihan dari metode demonstrasi yaitu: § Dapat memberikan gambaran kongkrit. § Siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. § Dapat memusatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. § Dapat merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan baru. Kekurangannya atau kelemahan dari metode demonstrasi yaitu § Memerlukan persiapan yang matang.

§ Menurut peralatan yang mengacu untuk semua siswa. § Menentukan kegiatan lanjutan (follow up). Langkah – langkah pelaksanaan metode demonstrasi : a. · · · · b. · · · c. · · Persiapan Menentukan adanya kesesuaian antara metode dengan tujuan yang akan dicapai. Menganalisa kebutuhan peralatan yang diperlukan. Mencoba peralatan dan menganalisis waktu. Merangsang jenis – jenis besar tentang langkah – langkah demontrasi. Pelaksanaan Mempersiapkan peralatan dari bahan yang akan digunakan. Memberikan pengantar tentang demonstrasi yang akan dilaksanakan. Meragakan tindakan, proses sesuatu yang disertai pelajaran. Tindak lanjut (follow up) Mendiskusikan tentang beragam tindakan (petunjuk). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan. kegiatan sesuai dengan tindakan yang telah

diragakan. 7. Metode Karyawisata

Merupakan suatu kegiatan belajar mengajar dimana siswa dibawa ke suatu objek di luar kelas untuk mempelajari suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran. Tujuan dari metode karyawisata yaitu : · · · Agar siswa dapat membandingkan apa yang mereka pelajari di dalam kelas secara teoritis dengan keadaan Untuk menghilangkan kejenuhan belajar siswa. Sebagai reaksi stabil belajar. nyata di lapangan atau membandingkan antara teori dengan praktik penggunaannya.

Kelebihan metode karyawisata yaitu : § Siswa akan memperoleh pengalaman langsung. § Dapat meningkatkan minat perhatian siswa dalam mempelajari sesuatu. § Dapat memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh siswa dalam kelas. Kekurangan metode karyawisata yaitu : § Memelihara persiapan yang relative lama dan cukup matang. § Memerlukan sarana dan biaya yang relative tinggi. § Biasanya persiapan kurang matang untuk dapat menggabungkan tujuan. § Memiliki resiko yang tinggi. Langkah – langkah pelaksanaan metode demonstrasi : a. Persiapan § Merumuskan tujuan pelaksanaan. § Membentuk tempat, waktu, biaya pelaksanaan. § Membentuk krituk pelaksanaan dan pembagian tugas. § Mempersiapkan lembar observasi atau pertentangan – pertentangan untuk merekam data di lapangan. b. Pelaksanaan

§ Mengadakan pengawasan dan bimbingan terhadap siswa. § Menunjukkan hal – hal yang penting pada saat karyawisata yang berhubungan dengan materi pelajaran. § Menjaga ketertiban dan sopan santun di lapangan. § Mencatat hal – hal penting untuk bahan lapangan. c. Tindak lanjut

§ Membuat laporan karyawisata untuk tiap kelompok atau tiap individu untuk bahan diskusi. § Melaksanakan diskusi hasil karyawisata. § Kemudian membuat laporan lengkap hasil diskusi. 8. Metode Simulasi

Metode simulasi merupakan format interaksi belajar mengajar dalam pengajaran IPS yang didalamnya menampakkan adanya perilaku pura – pura dari orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Jenis – jenis simulasi yaitu § Permainan simulasi (simulation games). § Permainan peran (role playing). § Sosio drama dan psiko drama. Adapun tujuan dari penggunaan metode simulasi yaitu : § Untuk mendorong partisipasi dan pengembangan sikap siswa. § Mengembangkan persuasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. § Dapat menimbulkan interaksi yang sehat dan hangat antar siswa. § Memperkenal dan melatih peranan kepemimpinan pada diri siswa. § Memanfaatkan bakat dan kemampuan siswa sebagai sumber belajar. Keuntungan dari pengguanaan metode simulasi yaitu : § Dapat menciptakan kesenangan dan kegembiraan pada diri siswa dalam proses pembelajaran. § Dapat mengurangi keabstrakan pada diri siswa dalam proses pembelajaran. § Dapat memberikan pengarahan dan petunjuk sederhana dalam proses pembelajaran. § Dapat melatih siswa berfikr secara kritis. Adapun kelemahan dari penggunaan metode simulasi : § Memerlukan waktu relatif lebih lama dan biaya yang relatif mahal. § Memerlukan sistem pengelompokan yang cakap luwes dan kompleks § Banyak menuntut imajinasi dan improfisasi guru dan siswa dalam pelaksanaannya § Sulit bagi siswa berperan sesuai dengan peranan tokoh yang dimainkan Adapun langkah – langkah pelaksanaan metode simulasi yaitu sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 9. Memiliki situasi, masalah atau pemain yang tepat Mengorganisasi kegiatan sehingga jelas dan tepat Memberikan petunjuk yang jelas kepada siswa yang menjadi simulator Menjawab pertanyaan – pertanyaan yang ada kaitanya dengan materi pelajaran Membantu mempersiapkan para pemain Menetapkan alokasi waktu Melaksanakan simulasi sesuai yang telah direncanakan Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi Mengadakan kegiatan ulang Metode Inquiri dan Discovery ( mencari dan menemukan )

Metode penemuan ( discovery methode) sebagai prosedur yang menekankan belajar secara individual, manipulasi objek atau pengaturan atau pengondisian objek, dan eksperimentasi lain oleh siswa sebelum generalisasi atau penarikan kesimpulan dibuat. Adapun tujuan dari metode penemuan adalah sebagai berikut : § Meningkatkan ketertiban siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. § Mengarahkan siswa sebagai pelajar seumur hidup. § Mengurangi ketergantungan siswa kepada guru dalam proses pembelajaran. § Melatih siswa memanfaatkan sumber informasi dalam lingkungan. Kentungan menggunakan metode penemuan yaitu : § Membantu untuk memperbaiki proses penguasaan pengetahuan dan ketrampilan bagi para siswa. § Pengetahuan yang diperoleh setiap siswa bersifat individual, oleh karena itu lebih erat melekat pada diri siswa, § Dapat menimbulkan kegairan belajar belajar siswa. § Memberi kesempatan siswa maju terus dalam belajar. § Memperkuat konsep diri siswa dengan lebih percaya diri. § Metode ini kegiatanya lebih berpusat kepada siswa. Kelemahan metode penemuan yaitu : § Memerlukan persiapan, kemampuan berfikir yang tinggi. § Keberhasilan sulit dicapai bila diikuti oleh siswa dengan jumlah yang besar. § Membutuhkan peralatan dan fasilitas yang memadai. Langkah – langkah pelaksanaan dengan menggunakan metode penemuan menurut Gilstrap, Richard Surachman dan Dermo M. yaitu : § Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa. § Memilih konsep, penertian dan prinsip yang akan di pelajari. § Pemilihan masalah dan bahan pembelajaran. § Menjelaskan tugas – tugas yang akan dilakukan dalam pembelajaran. § Mempersiapkan alat – alat dan suasana belajar. § Mengecek pemahaman siswa. § Melaksanakan proses penemuan dengan mengumpulkan data. § Membantu dan membimbing siswa dalam menganalisa data. § Membentuk siswa dalam menemukan masalah, kaidah, prinsip dan ide – ide berdasarkan hasil penemuan. 10. Bermain Peran ( role playing ) Bermain adalah sebuah proses belajar melalui bermain peran yang dapat mengembangkan pemahaman, dan identifikasi terhadap nilai. Siswa dalam bermain peran menempatkan diri pada posisi orang lain, apabila ia memenghayati peran itu, ia akan memahami tidak saja apa yang telah dilakukan orang tersebut. Dalam bermain peran dituntut siswa yang berkualitas, yang diharapkan mampu menghayati posisi yang diinginkan. Siswa harus mengetahui dan memahami terlebih dahuluinformasi tentang tujuan dan peran yang akan dimainkan, untuk itu perlu didiskusikan dulu dengan antar anggota kelompok untuk membangun simpati terhadap suatu nilai, yaitu nilai – nilai yang sudah dinyatakan secara lebih spesifik. 11. Social Drama ( socio drama) Drama sosial merupakan bermain peran yang berhubungan dengan isu sosial yang disebut dengan Joyce and Well (1980 ; 254) dengan istilah interpersonal conflict. Drama sosial hanya membatasi diri dari pada permasalahan yang berkenaan dengan aspeksosial masyarakat.

Permasalahan yang mungkin muncul antara siswa setelah suatu sosial akan sama halnya dengan apa yang sudah dikemukakandalam bermain peran. Oleh karena itu, selain aspek positif yang tercapai dalam penanamannilai melalui drama sosial, guru harus berupaya untuk menghilangkan aspek negatif yang mungkin terjadi diantara siswa yang memegang peranan tersebut b. 1. Pendekatan Pembelajaran IPS Pendekatan Pembelajaran tradisional Pendekatan pembelajaran IPS dibedakan menjadi dua yaitu : Pembelajaran tradisional adalah suatu pendekatan dimana didalam proses pembelajaran hanya menyampaikan materi pembelajaran didalam dengan metode pendekatan yang monoton dan relative tetap setiap kali mengajar. Dalam pendekatan tradisional guru lebih memegang peranan penting dengan siswanya. Hal ini menjadikan siswa kurang aktif bahkan lebih cenderung bersifat pasif. Untuk itu guru dituntut lebih mengembangkan pendekatan yang menjanjikan, agar siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar. 2. Pendekatan “Inquiry”

Penggunaan pendekatan pembelajaran “Inquiry” akan memberikan suasana atau iklim yang lebih semangat yang membuat siswa menjadi aktif didalam kelas. Peran guru dalam proses pembelajarannya hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator, siswa lebih di prioritaskan sebagai “student center” Ciri – ciri pendekatan inkuiri yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dalam proses belajar – mengajar lebih banyak melemparkan permasalahan kepada siswa untuk dianalisa dan Interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa lebih bersifat multi arah Guru lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswanya yang berfikir secara kritis dan ilmiah. Dalam proses belajar mengajar guru dalam menyampaikan informasi materi bukan hanya bersifat pengetahuan, Strategi, metode dan teknik mengajar yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar lebih bervariatif. Dalam proses pembelajaran lebih memperlihatkan kadar cara belajar siswa aktif (CBSA) yang tinggi. kemudian mencari beberapa alternatif perpecahanya.

tetapi menanamkan sifat dan memberikan ketrampilan praktis kepada siswa

BAB III PENUTUP III. 1. Kesimpulan Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas-luasnya dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran secara efektif. Secara garis besarnya metode pembelajaran IPS itu dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu: 1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. 2. Metode Interaksi Edukatif didalam kelas: Metode ceramah Metode tanya jawab Metode diskusi Metode kerja kelompok Metode demonstrasi Metode karyawisata Metode simulasi Metode Inquiry dan Discovery Metode bermain peran ( Role Playing ) Metode sosial drama Pendekatan pembelajaran IPS:

a. b. III.2.

Pembelajaran tradisional Inquiry Saran Yang perlu diingat bahwa tidak ada suatu model pengajaran yang paling baik dan sempurna. Setiap

metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi metode yang paling baik adalah metode yang cocok dan relevan dengan materi dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sehingga guru disarankan untuk memahami dan dapat menginovasikan metode-metode dalam penerapan belajar mengajar.

Metode Pembelajaran Efektif [8/31/2008 04:38:00 AM | 79 comments ] Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.

Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:

1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan: 1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: • Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. • Setiap siswa mendapat peran. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Menyajikan materi sebagai pengantar.

3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. 5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 7. Kesimpulan / rangkuman. Kebaikan: 1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. Melatih berpikir logis dan sistematis. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.

Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Langkah-langkah: 1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 6. Kesimpulan. Kelebihan: • Setiap siswa menjadi siap semua. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kelemahan:

• Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru

Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.

f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.

Metode Jigsaw Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.

Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team)

Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaanpertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. 4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 4045 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40

Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup.

Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa.

Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 7. KKesimpulan. Kebaikan: 1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kekurangan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2. Memakan waktu yang lama.

Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi: a. Perencanaan. b. Praktek mengajar. c. Observasi. d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. 2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. 4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui. 5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: - Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. - Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.

Makalah Metode Pembelajaran BAB I PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang

Salah satu tugas guru adalah mengajar. Hal ini menyebabkanadanya tuntutan kepada setiap guru untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana seharusnya mengajar. Dengan kata lain, setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi mengajar. Guru akan memiliki kompetensi mengajar jika, guru paling tidak memiliki pemahaman dan penerapan secara taktis berbagai metode belajar mengajar serta hubungannya dengan belajar disamping kemampuan - kemampuan lain yang menunjang. Bertolak dan bermuara pada kebutuhan sebagai guru, maka makalah ini di sajikan tentang berbagai metode belajar mengajar agar mampu melaksanakan tugas utama guru yaitu mengajar. Apabila telah memiliki kemampuan dalam penguasaan penggunaan metode pembelajaran IPS secara mendalam. Pengajaran IPS pada pendidikan dasar menengah dengan cara mengenalkan masalah – masalah social melalui pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kepekaan untuk menghadapi dan memecahkan masalah social tersebut. Sesuai dengan karakteristik anak SD dan seusianya, metode ceramah akan menyebabkan siswa bersikap pasif dan tentunya menjadi pelajaran hafalan yang membosankan. Oleh karena itu, guru di harapkan mampu menguasai metode – metode yang cocok untuk pembelajaran IPS agar siswa lebih tertarik pada peljaran tersebut.

I.2.

Masalah

Banyak sekali teori – teori yang menjelaskan tentang metode untuk pembelajaran, namun kita belum mengetahui metode apa yang baik dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan IPS khususnya di SD.

I.3.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka masalah “Metode Pembelajaran IPS di SD“ dapat di rumuskan sebagai berikut : 1. 2. Bagaimana metode pembelajaran Pendidikan IPS SD ? Apasajakah macam – macam metode pembelajaran PIPS SD ?

I.4.

Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dan manfaat dari pembuatan makalh ini yaitu :

1. 2.

Untuk mengetahui apa itu metode pembelajaran Pendidikan IPS di SD Untuk mengetahui macam – macam metode pembelajaran Pendidikan IPS di SD

3.

Diharapkan dapat menerapkan metode yang cocok dan baik untuk peserta didik.

BAB II PEMBAHASAN

II. 1

Pengertian Metode Pembelajaran

Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu “Methodos” yang berarti cara berani atau cara berjalan yang di tempuh. Menurut Winarno Surakhmad, metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan ( 1976 : 74 ). Sedangkan pengertian pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Nursid Suaatmadja, metode pembelajaran adalah suatu cara yang fungsinya merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan ( 1984 : 95 ). Menurut S Hamid Hasan, metode pengajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada siswa dalam belajar ( 1992 : 4). Dari dua pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa metode pengajaran IPS itu adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas – luasnya dalam rangka mencapai tujuan pengajaran secara efektif. Didalam proses belajar mengajara di perlukan suatu metode yang sesuaidengan situasi dan kondisi yang ada. Metode pembelajaran seharusnya tepat guna yaitu mampu memfunfsikan si anak didik untuk belajar sendiri sesuai dengan Student Active Learning (SAL).

II. 2

Macam – macam metode

Metode – metode untuk mata pelajaran IPS cukup beraneka ragam. Keanekaragaman meliputi klasifikasi maupun penamaan suatu metode bahkan juga tingkat daya guna dan hasil guna suatu metode. Secara garis besar, metode pembelajaran IPS dapat di klasifikasikan atas dua macam yaitu : a. 1. Metode Interaksi Edukatif didalam kelas, meliputi Metode Ceramah

Metode ceramah adalah suatu bentuk pengajaran dimana dosen atau guru mengalihkan informasi kepada sekelompok besar atau siswa dengan cara yang terutama bersifat verbal. ( Tjipto Utomo dan Ruitjer ; 1985:184 ). Ada tiga unsure di dalam metode ceramah, yaitu : § Adanya sekelompok siswa yang akan menerima informasi. § Adanya guru yang memberian informasi secara lisan. § Adanya sejumlah informasi yang akan disampaikan ke kelompok siswa.

Metode ceramah ini lebih tepat digunakan bila proses pembelajaran memiliki kondisi sebagai berikut: § Tujuan dasar pembelajaran adalah menyampaikan informasi baru. § Isi pembelajaran bersifat langka, misalnya berupa penemuan baru. § Isi pelajaran harus diorganisasikan dan disajikan dalam sebuah cara khusus keompok tertentu. § Membangkitkan minat terhadap pelajaran. § Isi pelajaran tidak diingat dalam waktu yang lama. § Sebagai pengantar penggunaan metode yang lain dan pengarah penyelesaian tugas mengajar.

Metode ceramah ini kurang sesuai digunakan jika : § Tujuan pelajaran bukan tujuan perolehan informasi. § Isi pelajaran perlu diingat dalam waktu yang cukup lama. § Isi pelajaran komplek, rinci, dan abstrak. § Pencapaian tujuan yang merprasyaratkan partisipasi siswa. § Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan kognitif tingkat tinggi seperti analisis, sintesis dan evaluasi.

§ Para siswa yang intelegensinya atau pengalaman pendidikannya rata – rata atau dibawah rata – rata.

Metode ceramah ini juga memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan metode ceramah adalah sebagai berikut : § Murah, dikarenakan efisien dalam emanfaatan waktu, dapat menyajikan ide – ide secara lebih jelas. Seorsng guru dapat menguasai sejumlah siswa dan memudahkan penyajian sejumlah materi pelajaran. § Mudah di sesuaikan (adaptebel), hal ini dikarenakan dapat di sesuaikan dengan para siswa tertentu, pokok permasalahan, keterbatasan waktu, dan keterbatasan peralatan. Selain itu daapat disesuaikan dengan jadwal guru ketidaksediaan bahan – bahan tertulis. § Dapat mengembangkan kemampuan mendengar para siswa. § Merupakan penguatan bagi guru dan siswa. § Dapat mengkaitkan secara langsung isi pelajaran dengan siswa maupun guru pengalaman dalam kehidupan sehari – hari.

Adapun kelemahan dari metode ceramah, yaitu : § Cenderung terjadi proses komunikasi di kelas yang sifatnya satu arah. § Centering kearah pembelajaran berdasarkan keinginan guru atau yang disebut dengan guru sentries. § Menurunnya perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung, bila ceramah dilakukan lebih 20 menit. § Dengan ceramah hanya mampu menghasilkan ingatan dalam diri siswa dalam jangka waktu yang pendek. § Merugikan bagi sisa yang memiliki tipe pengamatan auditif. § Merugikan siswa yang mampu belajar sendiri dari pada diceramahi secara klasikal. § Tidak efektif untuk mengajarkan ketrampilan motorik dan menanamkan sifat kepada siswa.

Prosedur pemakaian metode ceramah yaitu sebagai berikut : 1. Tahap persiapan ceramah, meliputi :

§ Mengorganisasikan isi pelajaran yang akan diceramahi.

§ Mempersiapkan penguasaan isi pelajaran yang akan di ceramahkan. § Memilih dan mempersiapkan media instruksional dan atau alat bantu yang akan digunakan dalam ceramah.

2.

Tahap awal ceramah, meliputi :

§ Meningkatkan hubungan guru dan siswa. § Meningkatkan perhatian siswa. § Mengemukakan pokok – pokok isi ceramah.

3.

Tahap pengembangan ceramah, meliputi :

§ Keterangan yang akan diberikan hendaklah secara singkat dan jelas. § Penggunaan papan tulis sebagai upaya visualisasi pokok – pokok masalah yang akan di terangkan. § Keterangan ulang dengan menggunakan istilah atau kata – kata lain yang lebih jelas. § Perinci dan perluas isi pelajaran. § Carilah balikan (feed back) sebanyak – banyaknya dalam berceramah. § Harus dapat mengatur alokasi waktu ceramah.

4.

Tahap akhir ceramah, meliputi :

§ Pembuatan rangkuman dari garis – garis besar isi pelajaran yang diceramahkan § Penjelasan hubungan isi pelajaran yang diceramahkan dengan isi pelajaran berikutnya. § Penjelasan tentang kegiatan pertemuan berikutnya.

Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan ceramah, Tjipto Utomo Ruijter menyarankan agar guru bersedia : 1. 2. 3. ”. Menyadari apa kehendak akan dicapai dengan ceramah yang diberikan dalampelajarannya. Menganalisis hal – hal yang dilakukannya sebagai guru pada waktu memberikan ceramah. Berlatih terus berceramah, karena tidak satu perubahan pun yang berhasil dengan “ sekali jadi

2.

Metode Tanya Jawab

Pertanyaan dapat dilihat dari beberapa model belajar – mengajar. Baik itu metode cermah,diskusi kerja kelompok atau metode yang lainnya. Pertanyaan boleh berasal darisiswa maupun guru.. untuk mengerti metode Tanya jawab, ada tiga istilah yang perlu dimengerti terlebih dahulu. Tiga istilah ini adalah pertanyaan, respon, dan reaksi. Pertanyaan dapat ditandai dengan kata – kata atau kalimat yang digunakan untuk memperoleh respon verbal. Respons dapat menunjuk kepada pemenuhan dari yang diharapkan sebuah jawaban. Sedangkan reaksi dapat menunju kepada perubahan dan penilaiaan terhadap pertanyaan dan respons (Hyman, 1974 : 289-290). Metode Tanya jawab adalah sebagai format interaksi antara guru dan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respons lisan, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan baru pada diri siswa. Ada beberapa alasan mengapa seorang guru menggunakan metode Tanya jawab dalam proses pembelajaran IPS, yaitu : I. Membangkitkan atau menimbulkan keingintahuan siswa terhadap isi permaslahan yang sedang dibicarakan, sehingga mendorong minat siswa yang berprestasi dalam proses belajar mengajar. II. Membangkitkan, mendorong, menuntun dan atau membimbing pikiran siswa yang sitematis, kreatif, dan kritis pada diri siswa. III. Membangkitkan keterlibatan mental siswa, dengan menjawab pertanyaan dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat mewujudkan cara belajar siswa aktif. IV. mengekspresikan diri V. Memberikan kesempatan siswa menggunakan pengetahuan sebelumnya untuk belajar sesuatu yang baru. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk

Tujuan pemakaian metode tanya jawab yaitu sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Mengecek pemehaman siswa sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran. Membimbing para siswa untuk memperoleh suatu ketrampilan yang kognitif maupun sosial. Memberikan rasa aman kepada siswa melalui pertanyaan yang dipastikan menjawabnya. Mendorong siswa untuk melakukan penemuan (inquiri) dalam memperjelas suatu masalah. Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi kelas.

Jenis – jenis pertanyaan Sadker mengklasifikasikan pertanyaan itu berdasarkan Taksonomi Bloom, yaitu 6 (enam) jenis pertanyaan dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi, diantaranya yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pertanyaan pengetahuan atau ingatan (knowledge or recall quetions) Pertanyaan pemahaman (comprehension quetions) Pertanyaan penerapan (apllication quetions) Pertanyaan analis (analisysis quetions) Pertanyaan sintesis (synthesis quetions) Pertanyaan evaluasi (evaluation quetions)

Dari enam jenis pertanyaan berdasarkan Taksonomi Bloom diatas, maka tiga dari atas dapat dikatagorikan pertanyaan kognitif tingkat rendah dan tiga pertanyaan berikutnya termasuk pertanyaan tingkat tinggi.

3.

Metode Diskusi atau metode Musyawarah

Metode diskusi dalam pengajaran IPS yaitu suatu cara penyajian materi pelajaran dimana siswa dibedakan kepada suatu masalah, baik berupa pertanyaan maupun berupa pertanyaan yang bersifat problemik untuk dibahas atau dipecahkan oleh siswa secara bersama – sama. Dalam suatu metode pembelajaran biasanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Adapun kekurangan dan kelebiahan dari metode diskusi yaitu : Kelebihan metode diskusi yakni : · Dapat menggarap kreativitas dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.

· Siswa dapat mengeluarkan pendapat, sikap, dan aspirasi secara bebas dalam rangka mengembangkan sikap demokratis. · Hasil diskusi (pemikiran bersama) lebih baik bila dibandingkan dengan pendapat sendiri

Sedangkan kelemahan dari metode diskusi yaitu: · · · · Tidak mudah menentukan atau mencari masalah yang akan didiskusikan. Pembicaraan sering didominasi oleh siswa tertentu. Diskusi lebih banyak memerlukan waktu. Bila kegiatan ini tidak terarah, maka pembahasan masalah sering mengembang (tidak tuntas).

Metode diskusi memiliki jenis yang berbeda – beda adapun jenis – jenis metode diskusi yaitu : § Diskusi kelompok kecil § Diskusi kelompok besar atau kelas § Diskusi umum (masal)

Untuk melakukan metode diskusi ini harus memperhatikan langkah – langkah pelaksanaanya. Adapun langkah – langkah untuk melakukan metode diskusi yaitu : a. Tahap persiapan

§ Menentukan masalah yang akan didistribusikan § Merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam diskusi § Menentukan peserta diskusi § Menentukan waktu dan tempat diskusi.

b.

Tahap pelaksanaan diskusi

§ Menentukan perangkat organisasi diskusi § Mengemukakan topik dan tujuan diskusi § Mengembangkan pengantar dan masalah yang akan didiskusikan § Pelaksanaan diskusi yang dipandu oleh pimpinan diskusi.

c.

Tahap tindak lanjut

§ Membuat rumusan, kesimpulan hasil diskusi § Pembahasan ulang, penilaian terhadap pelaksanaan diskusi, sebagai masukan untuk diskusi berikutnya.

4.

Metode Penugasan ( pemberian tugas )

Metode pemberian tugas dapat disamakan dengan metode resitasi (recitation method). Dimana metode resitasi ini bersama dengan metode ceramah, merupakan dua metode yang paling tua, yang digunakan oleh guru yang bekerja dengan kelompok – kelompok siswa. (Hyman, 1974 : 189).

Metode penugasan dalam pengajaran IPS adalah suatu penyajian bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dan memberikan laporan sebagai hasil tugas yang dikerjakan. Metode ini mengacu kepada penerapan unsur – unsur “ Learning by doing” Didalam metode penugasan memiliki kelibihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari metode penugasan ini yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Relevan dengan prinsip cara belajar siswa aktif (CBSA) Dapat mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa Dapat memperdalam materi pembelajaran Dapat merangsang gairah belajar siswa Dapat mengembangkan kreativitas melatih rasa tanggung jawab pada diri siswa Dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas siswa.

Adapun kelemahan dari metode ini yaitu : 1. 2. 3. Kadang – kadang tidak terjadi ke relevanan antara tugas dengan materi yang dipelajari. Kurang adanya balikan bagi guru. Pengerjaan tugas kurang kontrol bila dilaksanakan di luar jam pelajaran.

Ada berberapa jenis tugas yang dapat diberikan diantara yaitu : a. b. c. d. Membuat rangkuman materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru didalam kelas. Membuat makalah atau laporan hasil observasi. Melakukan observasi ke lapangan. Mengadakan latihan – latihan ketrampilan.

Metode penugasan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Adapun cara pelaksanaan metode penugasan yaitu : a. Melakukan persiapan dengan cara :

§ Merumuskan masalah dengan jelas § Mengemukakan tujuan pelaksanaan tugas

§ Menentukan jenis tugas baik kelompok maupun individu § Memberikan penjelasan atau pengarahan sebelum pengarahan tugas § Menentukan limit waktu pelaksanaan

b.

Pelaksanaan tugas dengan cara :

§ Mengadakan bimbingan dalampelaksanaan tugas § Memberikan motivasi atau dorongan § Memberikan pelayanan kebutuhan

c.

Pertanggung jawaban dari penilaian tugas :

§ Pelaporan secara lisan maupun tulisan, tindakan atau demonstrasi § Melakukan penilaian terhadap tugas berdasarkan laporan yang telah disampaikan. 5. Metode Kerja Kelompok

Kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar mengajar yang memiliki kadar CBSA yang tinggi. Metode kerja kelompok dapat diartikan sebagai format belajar mengajar yang menitik beratkan kepada interaksi antara anggota yang satu dengan anggota yank lain dalam satu kelompok guna menyelesaikan tugas – tugas secara bersama – sama.

Adapun tujuan dari pengguanaan metode kerja kelompok yaitu : · · · Memupuk kemauan dan kemampuan berkerja sama bagi siswa. Untuk meningkatkan keterlibatan sosial emosional siswa. Untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap PBM.

Pengelompokan di bagi beberapa jenis yaitu : § Pengelompokan berdasarkan perbedaan – perbedaan individu. § Pengelompokan berdasarkan ketersediaan siswa. § Pengelompokan berdasarkan partisipasi siswa. § Pengelompokan berdasarkan pembagian pekerjaan.

Peranan guru dan variabel lain sangat mempengaruhi keberhasilan kerja kelompok diantaranya yaitu : § Tujuan harus jelas sebagai pedoman. § Adanya interaksi positif dan kondusif diantara anggota kelompok. § Adanya kepemimpinan kelompok untuk mengatur kerjasama dalam kelompok. § Adanya suasana kerja kelompok yang baik dan menyenangkan. § Mengetahui kesulitan tugas yang harus dikerjakan secara kelompok.

Peranan guru dalam pelaksanaan kerja kelompok § Sebagai pengelola, mengorganisir dan mengatur tempat duduk siswa. § Sebagai pengamat, pengenal dan membantu siswa jika diperlukan. § Sebagai pemberi saran dan penilai. Adapun prosedur dari pemakaian metode kerja kelompok yaitu : a) Rambu – rambu yang harus diperhatikan

§ Cara pengamatan masalah atau penuaian tugas. § Kemampuan kelompok. § Sarana pemikiran yang akan dilakukan. § Ciri – ciri yang harus diperhatikan dalam kerja.

b)

Prosedur pemakaian kerja kelompok

§ Pemilihan topik atau tugas yang perlu di selesaikan secara kelompok. § Pembentukan kelompok sesuai dengan tujuan. § Pembagian topik yang harus dikerjakan setiap kelompok. § Melakukan proses kerja kompok. § Melakukan penilaian terhadap hasil kerja kelompok.

6.

Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi yaitu merupakan format belajar mengajar yang secara sengaja, menunjukan atau memperagakan tindakan, proses atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau orang lain kepada seluruh atau sebagian siswa. Metode demonstrasi disertai dengan penjelasan, ilustrasi, dan pertanyaan lisan atau peragaan secara tepat. (dalam Canci, 1986 : 38). Adapun tujuan dari penerapan metode demonstrasi adalah sebagai berikut : § Untuk menggunakan prosedur tertu dalam mengajar (prosedur kerja, prosedur pelaksanaan). § Dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi siswa. § Dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam menggunakan prosedur.

Tujuan pengajaran demonstrasi menurut Winanarno Surachnat, yaitu : § Untuk mengajarkan suatu proses. § Untuk menginformasikan bahan yang di perlukan didalam proses pembelajaran. § Untuk mengkongkritkan informasi yang disampaikan kepada siswa.

Kelebihan dari metode demonstrasi yaitu: § Dapat memberikan gambaran kongkrit. § Siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. § Dapat memusatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. § Dapat merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan baru.

Kekurangannya atau kelemahan dari metode demonstrasi yaitu § Memerlukan persiapan yang matang. § Menurut peralatan yang mengacu untuk semua siswa. § Menentukan kegiatan lanjutan (follow up).

Langkah – langkah pelaksanaan metode demonstrasi : a. · Persiapan Menentukan adanya kesesuaian antara metode dengan tujuan yang akan dicapai.

· · ·

Menganalisa kebutuhan peralatan yang diperlukan. Mencoba peralatan dan menganalisis waktu. Merangsang jenis – jenis besar tentang langkah – langkah demontrasi.

b. · · ·

Pelaksanaan Mempersiapkan peralatan dari bahan yang akan digunakan. Memberikan pengantar tentang demonstrasi yang akan dilaksanakan. Meragakan tindakan, proses sesuatu yang disertai pelajaran.

c. ·

Tindak lanjut (follow up) Mendiskusikan tentang beragam tindakan (petunjuk).

· Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan. kegiatan sesuai dengan tindakan yang telah diragakan.

7.

Metode Karyawisata

Merupakan suatu kegiatan belajar mengajar dimana siswa dibawa ke suatu objek di luar kelas untuk mempelajari suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran.

Tujuan dari metode karyawisata yaitu : · Agar siswa dapat membandingkan apa yang mereka pelajari di dalam kelas secara teoritis dengan keadaan nyata di lapangan atau membandingkan antara teori dengan praktik penggunaannya. · · Untuk menghilangkan kejenuhan belajar siswa. Sebagai reaksi stabil belajar.

Kelebihan metode karyawisata yaitu : § Siswa akan memperoleh pengalaman langsung. § Dapat meningkatkan minat perhatian siswa dalam mempelajari sesuatu. § Dapat memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh siswa dalam kelas.

Kekurangan metode karyawisata yaitu : § Memelihara persiapan yang relative lama dan cukup matang. § Memerlukan sarana dan biaya yang relative tinggi. § Biasanya persiapan kurang matang untuk dapat menggabungkan tujuan. § Memiliki resiko yang tinggi. Langkah – langkah pelaksanaan metode demonstrasi : a. Persiapan

§ Merumuskan tujuan pelaksanaan. § Membentuk tempat, waktu, biaya pelaksanaan. § Membentuk krituk pelaksanaan dan pembagian tugas. § Mempersiapkan lembar observasi atau pertentangan – pertentangan untuk merekam data di lapangan.

b.

Pelaksanaan

§ Mengadakan pengawasan dan bimbingan terhadap siswa. § Menunjukkan hal – hal yang penting pada saat karyawisata yang berhubungan dengan materi pelajaran. § Menjaga ketertiban dan sopan santun di lapangan. § Mencatat hal – hal penting untuk bahan lapangan.

c.

Tindak lanjut

§ Membuat laporan karyawisata untuk tiap kelompok atau tiap individu untuk bahan diskusi. § Melaksanakan diskusi hasil karyawisata. § Kemudian membuat laporan lengkap hasil diskusi.

8.

Metode Simulasi

Metode simulasi merupakan format interaksi belajar mengajar dalam pengajaran IPS yang didalamnya menampakkan adanya perilaku pura – pura dari orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Jenis – jenis simulasi yaitu § Permainan simulasi (simulation games). § Permainan peran (role playing). § Sosio drama dan psiko drama.

Adapun tujuan dari penggunaan metode simulasi yaitu : § Untuk mendorong partisipasi dan pengembangan sikap siswa. § Mengembangkan persuasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. § Dapat menimbulkan interaksi yang sehat dan hangat antar siswa. § Memperkenal dan melatih peranan kepemimpinan pada diri siswa. § Memanfaatkan bakat dan kemampuan siswa sebagai sumber belajar.

Keuntungan dari pengguanaan metode simulasi yaitu : § Dapat menciptakan kesenangan dan kegembiraan pada diri siswa dalam proses pembelajaran. § Dapat mengurangi keabstrakan pada diri siswa dalam proses pembelajaran. § Dapat memberikan pengarahan dan petunjuk sederhana dalam proses pembelajaran. § Dapat melatih siswa berfikr secara kritis. Adapun kelemahan dari penggunaan metode simulasi : § Memerlukan waktu relatif lebih lama dan biaya yang relatif mahal. § Memerlukan sistem pengelompokan yang cakap luwes dan kompleks § Banyak menuntut imajinasi dan improfisasi guru dan siswa dalam pelaksanaannya § Sulit bagi siswa berperan sesuai dengan peranan tokoh yang dimainkan Adapun langkah – langkah pelaksanaan metode simulasi yaitu sebagai berikut : 1. 2. Memiliki situasi, masalah atau pemain yang tepat Mengorganisasi kegiatan sehingga jelas dan tepat

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 9.

Memberikan petunjuk yang jelas kepada siswa yang menjadi simulator Menjawab pertanyaan – pertanyaan yang ada kaitanya dengan materi pelajaran Membantu mempersiapkan para pemain Menetapkan alokasi waktu Melaksanakan simulasi sesuai yang telah direncanakan Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi Mengadakan kegiatan ulang Metode Inquiri dan Discovery ( mencari dan menemukan )

Metode penemuan ( discovery methode) sebagai prosedur yang menekankan belajar secara individual, manipulasi objek atau pengaturan atau pengondisian objek, dan eksperimentasi lain oleh siswa sebelum generalisasi atau penarikan kesimpulan dibuat. Adapun tujuan dari metode penemuan adalah sebagai berikut : § Meningkatkan ketertiban siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. § Mengarahkan siswa sebagai pelajar seumur hidup. § Mengurangi ketergantungan siswa kepada guru dalam proses pembelajaran. § Melatih siswa memanfaatkan sumber informasi dalam lingkungan.

Kentungan menggunakan metode penemuan yaitu : § Membantu untuk memperbaiki proses penguasaan pengetahuan dan ketrampilan bagi para siswa. § Pengetahuan yang diperoleh setiap siswa bersifat individual, oleh karena itu lebih erat melekat pada diri siswa, § Dapat menimbulkan kegairan belajar belajar siswa. § Memberi kesempatan siswa maju terus dalam belajar. § Memperkuat konsep diri siswa dengan lebih percaya diri. § Metode ini kegiatanya lebih berpusat kepada siswa.

Kelemahan metode penemuan yaitu : § Memerlukan persiapan, kemampuan berfikir yang tinggi. § Keberhasilan sulit dicapai bila diikuti oleh siswa dengan jumlah yang besar.

§ Membutuhkan peralatan dan fasilitas yang memadai.

Langkah – langkah pelaksanaan dengan menggunakan metode penemuan menurut Gilstrap, Richard Surachman dan Dermo M. yaitu : § Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa. § Memilih konsep, penertian dan prinsip yang akan di pelajari. § Pemilihan masalah dan bahan pembelajaran. § Menjelaskan tugas – tugas yang akan dilakukan dalam pembelajaran. § Mempersiapkan alat – alat dan suasana belajar. § Mengecek pemahaman siswa. § Melaksanakan proses penemuan dengan mengumpulkan data. § Membantu dan membimbing siswa dalam menganalisa data. § Membentuk siswa dalam menemukan masalah, kaidah, prinsip dan ide – ide berdasarkan hasil penemuan.

10. Bermain Peran ( role playing ) Bermain adalah sebuah proses belajar melalui bermain peran yang dapat mengembangkan pemahaman, dan identifikasi terhadap nilai. Siswa dalam bermain peran menempatkan diri pada posisi orang lain, apabila ia memenghayati peran itu, ia akan memahami tidak saja apa yang telah dilakukan orang tersebut. Dalam bermain peran dituntut siswa yang berkualitas, yang diharapkan mampu menghayati posisi yang diinginkan. Siswa harus mengetahui dan memahami terlebih dahuluinformasi tentang tujuan dan peran yang akan dimainkan, untuk itu perlu didiskusikan dulu dengan antar anggota kelompok untuk membangun simpati terhadap suatu nilai, yaitu nilai – nilai yang sudah dinyatakan secara lebih spesifik.

11. Social Drama ( socio drama) Drama sosial merupakan bermain peran yang berhubungan dengan isu sosial yang disebut dengan Joyce and Well (1980 ; 254) dengan istilah interpersonal conflict. Drama sosial hanya membatasi diri dari pada permasalahan yang berkenaan dengan aspeksosial masyarakat. Permasalahan yang mungkin muncul antara siswa setelah suatu sosial akan sama halnya dengan apa yang sudah dikemukakandalam bermain peran. Oleh karena itu, selain aspek positif yang tercapai dalam penanamannilai melalui drama sosial, guru harus berupaya untuk menghilangkan aspek negatif yang mungkin terjadi diantara siswa yang memegang peranan tersebut

b.

Pendekatan Pembelajaran IPS

Pendekatan pembelajaran IPS dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Pendekatan Pembelajaran tradisional

Pembelajaran tradisional adalah suatu pendekatan dimana didalam proses pembelajaran hanya menyampaikan materi pembelajaran didalam dengan metode pendekatan yang monoton dan relative tetap setiap kali mengajar. Dalam pendekatan tradisional guru lebih memegang peranan penting dengan siswanya. Hal ini menjadikan siswa kurang aktif bahkan lebih cenderung bersifat pasif. Untuk itu guru dituntut lebih mengembangkan pendekatan yang menjanjikan, agar siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar.

2.

Pendekatan “Inquiry”

Penggunaan pendekatan pembelajaran “Inquiry” akan memberikan suasana atau iklim yang lebih semangat yang membuat siswa menjadi aktif didalam kelas. Peran guru dalam proses pembelajarannya hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator, siswa lebih di prioritaskan sebagai “student center” Ciri – ciri pendekatan inkuiri yaitu : 1. Dalam proses belajar – mengajar lebih banyak melemparkan permasalahan kepada siswa untuk dianalisa dan kemudian mencari beberapa alternatif perpecahanya. 2. Interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa lebih bersifat multi arah

3. Guru lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswanya yang berfikir secara kritis dan ilmiah. 4. Dalam proses belajar mengajar guru dalam menyampaikan informasi materi bukan hanya bersifat pengetahuan, tetapi menanamkan sifat dan memberikan ketrampilan praktis kepada siswa 5. Strategi, metode dan teknik mengajar yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar lebih bervariatif. 6. Dalam proses pembelajaran lebih memperlihatkan kadar cara belajar siswa aktif (CBSA) yang tinggi. BAB III

PENUTUP

III. 1. Kesimpulan

Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas-luasnya dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran secara efektif. Secara garis besarnya metode pembelajaran IPS itu dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu: 1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Metode Interaksi Edukatif didalam kelas: Metode ceramah Metode tanya jawab Metode diskusi Metode kerja kelompok Metode demonstrasi Metode karyawisata Metode simulasi Metode Inquiry dan Discovery Metode bermain peran ( Role Playing ) Metode sosial drama

2. a. b.

Pendekatan pembelajaran IPS: Pembelajaran tradisional Inquiry

III.2. Saran Yang perlu diingat bahwa tidak ada suatu model pengajaran yang paling baik dan sempurna. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi metode yang paling baik adalah metode yang cocok dan relevan dengan materi dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sehingga guru disarankan untuk memahami dan dapat menginovasikan metodemetode dalam penerapan belajar mengajar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->