http://abusyahalam.blogspot.com/2010/10/teori-hukum-ohm.

html Teori Hukum Ohm Hukum Ohm menyatakan: “Besarnya kuat arus (I) yang melalui konduktor antara dua titik berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan(V) di dua titik tersebut, dan berbanding terbalik dengan hambatan atauresistansi(R) di antara mereka” Dengan kata lain bahwa besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah hambatan (R) selalu berbanding lurus dengan beda potensial(V) yang diterapkan kepadanya.

Hukum Ohm dikemukakan oleh Georg Simon Ohm, fisikawan dari Jerman pada tahun 1825. Hukum Ohm kemudian dipublikasikan pada tahun 1827 melalui sebuah paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically“. Berikut ini contoh penerapan Hukum Ohm untuk menghidupkan lampu LED.

Menghitung Resistor Seri Pada rangkaian beberapa resistor yang disusun seri, maka dapat diperoleh nilai resistor totalnya dengan menjumlah semua resistor yang disusun seri tersebut. Hal ini mengacu pada pengertian bahwanilai kuat arus disemua titik pada rangkaian seri selalu sama.

Menghitung Resistor Paralel Pada rangkaian beberapa resistor yang disusun secara paralel, perhitungan nilai resistor totalnya mengacu pada pengertian bahwa besar kuat arus yang masuk ke percabangan sama denganbesar kuat arus yang keluar dari percabangan (I in = I out). Dengan mengacu pada perhitungan Hukum Ohm maka dapat diperoleh rumus sebagai berikut.

Menghitung Kapasitor Seri Pada rangkaian kapasitor yang disusun seri maka nilai kapasitor totalnya diperoleh dengan perhitungan berikut.

Menghitung Kapasitor Paralel Pada rangkaian beberapa kapasitor yang disusun secara paralel maka nilai kapasitor totalnya adalah penjumlahan dari semua nilai kapasitor yang disusun paralel tersebut.

sumber : http://abisabrina.wordpress.com/2010/08/13/hukum-ohm-dan-rangkaian-seri-paralel/ http://yuksinau.com/teori-dasar-listrik-hukum-ohm/ teori dasar hokum ohm Setelah kita mengenal istilah tegangan, arus, dan hambatansekarang lebih berkembang menjadi sebuah rumus. Bagaimanakah hubungan antara kuat arus, tegangan listrik dan hambatan tersebut? Seorang ahli fisika dari Jerman, George Simon Ohmpada tahun 1826 berhasil menemukan hubungan antara arus, tegangan dan hambatan tersebut. Rumus dalam teori dasar listrik yang disebut hukum ohm berasal dari sebuah percobaan dalam satu rangkaian listrik yang beliau lakukan. Apakah yang dia temukan? “Kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar pada suhu tetap.” Sehingga dapat disimpulkan : “Hasil bagi antara beda potensial (V) dan kuat arus (I) cenderung sama. Nilai hasil bagi (V) dan (I) tersebut adalah nilai penghambat atau resistan (R)” Maka akan berlaku rumus : R = V/I atau V = I x R

Yups Hukum Ohm adalah rumus listrik sederhana yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. http://yuksinau.000 K Ω . Dengan satu tabel diagram tapi memiliki banyak rumus mempermudah untuk menghafalnya.000 Ω 1 M Ω = 1. Ini merupakan dasar yang harus diketahui oleh penggemar elektronika. Di mana : V = tegangan dengan satuan Volt I = arus dengan satuan Ampere R = resistansi dengan satuan Ohm P = daya dengan satuan Watt Konversi satuan : 1 Ohm = 1 Ω 1 K Ohm = 1 K Ω 1 M Ohm = 1 M Ω 1 K Ω = 1.com/tabel-sederhana-dalam-hukum-ohm/  Tabel Sederhana dalam Hukum Ohm Di bawah ini beberapa rumus Hukum Ohm yang sering dipakai dalam perhitungan elektronika.

hanya bedanya ohm lebih pada arus yang mengalir pada konduktor yang memiliki beda potensial. yang merasakan rasa "ngereunyeud" -nya.. walau deskripsi tadi mungkin belum terlalu nyambung dengan materi yang akan kita bahasa hari ini. setelah kita memahami teori maka kita rasakan keberadaan nya dui alam ini.com) Di pertengahan abad 19 Gustav Robert Kirchoff (1824 – 1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian di kenal dengan Hukum Kirchoff. langsung saja ya. baik tertutup atau pada percabangan. ini saya ambil dari berbagai sumber. FEBRUARY 22. sedangkan kirchoff menelaah kuat arus pada rangkaian. tapi mungkin ini baru terasa oleh orang yang pernah ke "stroom" sama listrik. tapi langkah lebih baiknya kita menyadari apa yang ada di sekitar kita. keduanya sama membahas tentang arus. Yang kemudian di kenal sebagai hukum Kirchoff I. Oke dalam bahasan kali ini akan di berikan dua bahasan langsung yaitu tentang hukum yang di ungkapkan olehKirchoff dan oleh Ohm. Hukum ini berbunyi “ Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan”.. Secara matematis dinyatakan Bila digambarkan dalam bentuk rangkaian bercabang maka akan diperoleh sebagai berikut:: .com/2009/02/hukum-kirchoff-dan-hukum-ohm. K = Kilo (103)) http://basicsphysics.blogspot.000. HUKUM KIRCHOFF 1 (source : alljabbar.000 Ω (M = Mega (106).. orang-orang terdahulu dari kita telah meneliti hal-hal ini. yah terlalu banyak cuap cuap mungkin akan membuat bosan. atau sebaliknya. setelah kita menyadari barulah kita fahami teori nya...wordpress..html hukum Kirchoff dan Hukum Ohm SUNDAY. tapi dibalik semua itu.1 M Ω = 1. 2009 Posted by eka_sugandi Dalam kehidupan sehari hari kadang kita tak menyadari tentang apa yang kita rasakan.

Arus yang mengalir dari kutub negatif ke kutup positif di dalam elemen dianggap positif. atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap.dada. Perhatikan gambar berikut! Hukum Kirchoff 2 berbunyi : " Dalam rangkaian tertutup. Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut.net) Hukum Kirchoff secara keseluruhan ada 2.Latihan Soal Perhatikan gambar berikut! Hitunglah besar I3! Hukum Kirchoff 2 (source : wahab. Hukum Kirchoff 2 dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup). Jumlah aljabbar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol". Dari gambar diatas kuat arus yang mengalir dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa aturan sebagai berikut :    Tentukan arah putaran arusnya untuk masing-masing loop.blog. . setelah yang diatas dijelaskan tentang hukum beliau yang ke 1. Arus yang searah dengan arah perumpamaan dianggap positif.

Jika hasil perhitungan kuat arus positif maka arah perumpamaannya benar.3 ohm R2 = 1.lib.2 ohm E2 = 12 V dan r2 = 0. bila negatif berarti arah arus berlawanan dengan arah pada perumpamaan.5 ohm R3 = 0.ac. I2 dan I3) Hukum Ohm (source : ebooks.id) Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor I=V/R HUKUM OHM UNTUK RANGKAIAN TERTUTUP I=nE R + n rd I=n R + rd/p .25 ohm R1 = 0. Latihan soal : Masih dari gambar di atas bila diketahui : E1 = 10 V dan r1 = 0.5 ohm maka tentukan besar dan arah kuat arus yang mengalir melalui tiap cabang (tentukanah I1.unair.  Pada loop dari satu titik cabang ke titik cabang berikutnya kuat arusnya sama.

W = V I t = V²t/R = I²Rt Joule = Watt... Jakarta : Penebit Erlangga http://electronicandlife.1998. P = W/t = V I = V²/R = I²R Referensi lainnya        E-dukasi.blogspot. 2001. I = I1 + I2 + I3 + . P. 1991.html .. I = I1 = I2 = I3 = ..n = banyak elemen yang disusun seri E = ggl (volt) rd = hambatan dalam elemen R = hambatan luar p = banyaknya elemen yang disusun paralel RANGKAIAN HAMBATAN DISUSUN SERI DAN PARALEL SERI R = R1 + R2 + R3 + . Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan).. Douglas C. Terjemahan.jam DAYA LISTRIK (P) adalah energi listrik yang terpakai setiap detik.. Jakarta : Penerbit Erlangga Tipler... Jakarta : Penerbit Erlangga Halliday dan Resnick.....com ui.Watt.com/2010/03/prinsip-dasar-hukum-ohm. ENERGI DAN DAYA LISTRIK ENERGI LISTRIK (W) adalah energi yang dipakai (terserap) oleh hambatan R.net gurumuda.A.detik KWH = Kilo.edu Giancoli.edu upi. PARALEL 1=1+1+1 R R1 R2 R3 V = V1 = V2 = V3 = . V = V1 + V2 + V3 + . Fisika Jilid I. Fisika Jilid I (terjemahan).

Atau tegangan yang jatuh pada R1 adalah = R1 * I = 2K * 4. Kemudian bahwa tegangan yang jatuh pada tahanan yang lebih besar akan selalu lebih besar dari tegangan yang jatuh pada tahanan yang lebih kecil dengan asumsi rangkaian terhubung seri. Hukum ohm menyatakan bahwa besarnya tegangan yang jatuh pada suatu tahanan adalah perkalian antara nilai tahanan tersebut dengan arus yang melaluinya ( V = I R ).5 mA = 9 volt.Gambar Rangkaian Hukum Ohm Pada dasarnya setiap hukum yang telah terbukti kebenarannya itu selalu sejalan dengan hukumhukum yang lain. Dimana setiap tahanan diberi satuan ohm sesuai dengan nama orang yang menemukannya. . hukum kirchoff atau hukum yang lainnya. Seperti halnya hukum ohm yang sejalan dengan hukum pembagi tegangan. Tidak bisa dipungkiri bahwa mau tidak mau anda yang ingin belajar tentang elektro harus memahami aturan ohm ini. Bila kita ingin sedikit membuat catatan kecil dalam otak kita dari kedua rangkaian tersebut adalah bahwa arus yang mengalir pada tahanan yang lebih besar akan selalu lebih kecildengan asumsi tegangan supply adalah sama. dengan catatan tegangan supply telah diketahui terlebih dahulu. Karena nantinya pada rangkaian elektronika yang lebih komplek anda bisa menghitung besarnya arus yang mengalir atau tegangan yang jatuh dalam suatu beban atau rangkaian. Anda bisa menghitung tegangan dari suatu tahanan tanpa mencari arus pada tahanan tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan hukum pembagi tegangan. Kemudian kita amati rangkaian sebelah kanan dimana tahanannya diganti dengan 3Kohm maka arus yang mengalir adalah 9 / 3K = 3 mA. Dari rangkaian sebelah kiri diatas jika kita hitung dengan menggunakan hukum ohm maka arus yang mengalir melaui R1 adalah = VR1 / R1 = 9 v / 2K ohm = 4.5 mA.

dimana V adalah beda potensial antara kedua ujung hambatan. Bagian kedua huku ohm ini tidak seluruhnya benar. ( Bueche ) Hambatan suatu pengantar terhadap aliran muatan disebabkan oleh benturan yang sering terjadi antara elektron-elektron yang bergerak dengan atom-atom stasioner. PENDAHULUAN 1.00 – 09. 1994 ) 1. 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui arus dan tegangan yang mengalir. ( Cromer. ohm jugamenyatakan. bahwa R adalah suatu konstanta yang tidak bergantung pada v maupun I. Tujuan dari praktikum ini adalah menentukan tahanan suatu penghantar dan kuat arus dan tahanan dalam suatu rangkaian dengan menggunakan prinsip hukum ohm. Hubungan V=IR dapat diterapkan pada resistor apa saja. Bila beda potensial diterapkan sepanjang kawat medan elektrik yang ditimbulkan menerapkan kakas pada setiap elektron didalam kawat. tanggal 8 Desember 2009. dan I adalah arus yang mengalir didalamnya.3 Waktu dan Tempat Praktikum fisika dasar tentang hukum ohm ini dilaksanakan pada hari selasa.com/2009/12/praktikum-hukum-ohm.blogspot. sedangkan R adalah hambatan (Resistensi) Resistor tersebut.html praktikum hukum ohm 1. Akan tetapi. TINJAUAN PUSTAKA . 2.1 Latar Belakang Hukum Ohm semulanya terdiri atas dua bagian. Sering hubungan ini dinamai hukum ohm. Praktikum fisika dasar tentang hukum ohm ini dilaksanakan di laboratorium Ilmu-ilmu Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. yakni V= IR. Pukul 07. Bagian pertama tidak lain ialah definisi hambatan.00 WIB.http://adhariyan.

2004). Jumlah aljabar arus sesaat yang measuki titik cabang adalah nol. Ohm menentukan sebuah persamaan yang simple menjelaskan hubungan antara tegangan. The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Perjanjian ini dapat dirumuskan: Q=Stto I (t) dt 2. Jumlah aljabar tegangan terpasang sesaat dalam suatu sosok tertutup sama dengan jumlah aljabar tegangan balik sesaat dalam sosok tersebut. dan hukum tersebut menyatakn bahwa besarnya arus yang memasuki titik cabang sama dengan besar arus yang meninggalkannya.2 Hukum Kircouff Hukum ini dapat dinyatakan sebagai : 1. bersimbol I Hambatan dinyatakan dengan ohm. bersimbol V atau E (Anonymous.2. Sebaliknya kehambatan hanya bergantung pada sifat bahan penghantar. arus dan hambatan yang saling hubungan E=I.Ditemukan oleh George Simon Ohm dan dipublikasikan pada sebuah paper pada tahun 1820.1 Hukum Ohm Hubungan antara tegangan arus dan hambatan ini disebut hokum Ohm. Pada dasarnya hokum kedua menyatakan integral medan listrik disekeliling sosok. bersimbol R Tegangan dinyatakan dengan volt.R I=E/R R=I/E • Keterangan : Arus dinyatakan dengan Ampere. Prinsip Ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkain. 2. Penghantar yang bentuknay mudah yang . Arti dari hukum yang pertama jelas jika arus yang menuju ketitik cabang disebut positif maka arus yang berlawanan arahnya harus disebut negative. dan bergantung hanya pada sifat bahan penyussun maupun geometernya. 2.3 Hambatan jenis Hambatan merupakan sifat ssasaran bahan yang bersangkutan. namun kita perlu menetapkan perjanjian tanda.

4 Rangkaian Seri R = R₁ + R₂ + . tahanan-tahanan tersebut dihubungkan sedemikian rupa seperti pada gambar sehingga arus I yang sama mengalir pada setiap tahanan. I I = I₁ + I₁ +. I Dalam rangkaian seri.. I V = V₁ + V₁ + .. Tiap muatan yang sama di R₁.... Pada rangkaian seri kuat arus (I) yang melalui masing-masing tahanan yang besar tegangan (V) berbanding terbalik dengan hambatan (R). (Finn..dicairkan terutam oleh hambatannya disebut penghambat atau resistor biasanya dilambangkan dengan. Hambatan seri R : R1 + R2 Hambatan pararel 1/R : 1/R1 + 1/R2 (Reitz. 1994) Kebanyakan rangkaian listrik tidaklah hanya terdiri dari beberapa sumber tegangan dan resistor yang dihubungkan seri.5 Rangkaian Paralel . (Sutrisno. R₂.Rn ∆V₁ = R₁ .. Hal ini sesuai dengan hukum ohm. 1994) 2...In ∆V₃ = Rn . 1979) 2. Penghambat dapat dihubungkan dengsan satu yang lain mermbentuk jaringan hambatan. akan melalui R₂ dan R₃ juga hingga arus yang melalui R₁. R₃ haruslah sama.Vn Jadi ∆V₂ = R₂ .

METODOLOGI 3. • Kabel Penghubung : untuk menghubungkan kutub positif dan kutub negatif dalam rangkaian listrik. • Lampu : sebagai indikator adanya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian listrik. • Amperemeter : untuk mengukur tegangan yang mengalir dalam rangkaian listrik.1 Alat dan Fungsi Alat-alat yang digunakan pada praktikum fisika dasar tentang hukum ohm adalah : • Power Supply : sebagai sumber arus listrik yang digunakan.3. • Penjebit Buaya : untuk membantu menjebit kabel agar arus listrik tetap mengalir. . • Resistor atau Tahanan geser : digunakan sebagai hamabatan pada arus listrik yang mengalir.

0. amperemeter.3. power supply volmeter. resistor Diatur rangkaian seri Diatur rangkaian paralel Dipastikan stop kontak dalam keadaan ON Dinaikan tegangan dari nilai minimum sampai maximum yaitu dari 7. lampu. 0.2 Skema kerja Disiapkan alat-alatnya seperti penjepit buaya.5 Ω . 0. kabel penghubung.5 V sampai 9 V secara bergantian Diatur resistor suatu rangkaian secara berturut-turut dari 0.33 Ω.22 Ω.1 Ω.

Amperemeter 5. Power Supply 2. Resistor 3.dan 1Ω Dicatat nilai yang diberikan oleh amperemeter dan voltmeter Hasil 3. Lampu . Voltmeter 4. Amperemeter 5. Power Supply 2.3 Gambar Rangkaian • Rankaian Seri 12345 • Keterangan Gambar : 1. Resistor 3. Lampu • Rangkaian Paralel 12345 • Keterangan Gambar : 1. Voltmeter 4.

4.33 4 2.2 Merang Mati 3 9 0. PEMBAHASAN 4.1 Data Pengamatan • Rangkaian Seri No Tegangan Sumber (V) Resitor (Ω) Voltmeter (V) Amperemeter (A) Nyala Lampu Lampu 1 Lampu 2 1 9 0.2 Terang Mati 4 9 0.5 3 2 Agak redup Mati .22 4 2.1 5 2.2 Terang Mati 2 9 0.

81 Ω R₄ = = = 1.3 Mati Redup 4.5 6 3.1 6 2.33 6 2.8 Redup Mati 1 12 0.5 6 2.1 2 2.6 Terang Redup 4 12 0.27 Ω R₂ = = = 1.6 Terang Redup 3 12 0.2 Redup Mati 3 7.33 6 3.5 1 2 Mati Mati 5 7.2 Redup Mati 2 7.5 Ω R₅ = = = 0.6 Redup Redup 5 9 1 5 3.2 Data Perhitungan • Rangkaian Seri 9 V R₁ = = = 2.8 Redup Sangat Redup 4 9 0.2 Mati Mati 4 7.1 6 4.5 1 1 2.5 0.5 9 1 2 2.22 6 2.81 Ω R₃ = = = 1.71 Ω ∑R = R₁ + R₂ + R₃ + R₄ + R₅ .5 0.4 Terang Redup 2 9 0.5 0.6 Terang Redup 5 12 1 5 2.5 0.8 Terang Redup 2 12 0.22 1 2.33 1 2.4 Terang Redup • Rangkaian Paralel No Tegangan Sumber (V) Resitor (Ω) Voltmeter (V) Amperemeter (A) Nyala Lampu Lampu 1 Lampu 2 1 7.8 Mati Mati 1 9 0.22 6 4 Terang Redup 3 9 0.

4 .│² = 1.1 – 2.31 – 2.│² = │2. 10⁻² │ R₅ .│² = │2.│² = │2.23│² = 6.71 = 8.4 .057 = 1.│² = │0.7 .61 .1 Ω ∑R = R₁ + R₂ + R₃ + R₄ + R₅ = 2.I = 100% .A = 1.31 – 2.5% = 96. 10⁻³ │ R₅ .81 -1.1 = 11.1 .27-1.31 + 2.31 + 2. 10⁻² │ R₃ .31 + 2.44 .│² = │1. 10⁻¹ ∑│ .62 – 0.14 .= 2.│² = │2.31 Ω R₃ = = = 2.677 • Rangkaian Seri 12 V R₁ = = = 2.│² = │2. 100% = .34 Ralat Mutlak (A) A = = = 0.31 Ω R₅ = = = 2.234 Ω │R₁ .61 .27 + 1.62│² = 1.81 + 1.│² = 4.62│² = 4. 10⁻¹ │ R₂ .5 -1.23│² = 6.│² = │1.│² = │2.23│² = 1.31 – 2. 100% = 3.23│² = 6.│² = │1. 10⁻³ │ R₃ .71 -1.1 Ω = = = 1.43 .14 + 2.31 Ω R₄ = = = 2. 10⁻² ∑│ .62 Ω │R₁ .62 + 0.225 .3.17 Ω = = = 2. 100% = 0. 10⁻³ │ R₂ .035 .057 Ralat Nisbi (I) I = .62│² = 8.81 + 1.5% Hasil Perhitungan Hp₁ = . 10⁻² │ R₄ .62│² = 3.057 = 1.81 -1. 10⁻² .5% Keseksamaan (K) K = 100% .281 .2.14 Ω R₂ = = = 2. 10⁻³ │ R₄ .4 .23│² = 8.563 Hp₂ = + A = 1.62│² = 3.5 + 0.

5 – 0.31 – 0.│² = │0. 10⁻⁴ │ R₅ .I = 100% .45 = 1.│² = │0. 100% = 0.384 Ω │R₁ .384│² = 5.36 + 0.36 – 0. 100% =9.76 . 10⁻³ │ R₃ .93 .2.23 – 2. 100% = .232 • Rangkaian Paralel 7.099% = 99.803 .Ralat Mutlak (A) A = = = 2.384│² = 7.45 – 0.215 .023 . 100% = . 10⁻³ Ralat Nisbi (I) I = .90% Hasil Perhitungan Hp₁ = .3 Ω R₄ = = = 0.45 Ω ∑R = R₁ + R₂ + R₃ + R₄ + R₅ = 0. 10⁻³ Ralat Nisbi (I) I = .31 Ω R₃ = = = 0.I = 100% .06 .031 │ R₂ .5 + 0.384│² = 5.29% = 97.5 Ω R₁ = = = 0.384│² = 0.36 Ω R₅ = = = 0.031 Ralat Mutlak (A) A = = = 8.31 + 0.48 . 10⁻³ = 2.215 . 100% = 2.36 .27 Hp₂ = + A = 2.0.A = 2.│² = │0. 10⁻⁴ .23 + 2. 100% =0.099% Keseksamaan (K) K = 100% .3 + 0.5 Ω R₂ = = = 0.384│² = 4.29% Keseksamaan (K) K = 100% . 10⁻³ ∑│ .71% Hasil Perhitungan . 10⁻³ │ R₄ .│² = │0.92 Ω = = = 0.215 .│² = │0. 10⁻³ = 2.│² = 0.3 – 0.

45 – 0.26 Ω R₄ = = = 0. 10⁻³ │ R₃ .│² = │0. 10⁻⁵ ∑│ .A = 0.306│² = 1.306 – 8.306 Ω │R₁ .384 + 8.A = 0.27 + 0. 10⁻³ │ R₅ .I = 100% .314 . 10⁻³ Ralat Nisbi (I) I = .306│² = 2.│² = │0.45 Ω R₂ = = = 0.116 .25 – 0.73% = 97.021 │ R₂ . 10⁻³ │ R₄ .367 . 10⁻³ = 0.028 Ralat Mutlak (A) A = = = 8.26 + 0.30 Ω ∑R = R₁ + R₂ + R₃ + R₄ + R₅ = 0.306 + 8. 100% = .367 . 100% = 2.27 Ω R₅ = = = 0.25 + 0.26 – 0.73% Keseksamaan (K) K = 100% .306│² = 0.136 .45 + 0.296 .53 Ω = = = 0.375 Hp₂ = + A = 0.27% Hasil Perhitungan Hp₁ = .027 .30 – 0. 10⁻³ = 0.306│² = 3.27 – 0.│² = │0.297 Hp₂ = + A = 0.367 .25 Ω R₃ = = = 0.803 . 100% =0.392 • Rangkaian Paralel 9 V R₁ = = = 0. 10⁻³ = 0.│² = │0.Hp₁ = .│² = │0. 10⁻³ = 0.803 .│² = 0.384 – 8.306│² = 3.30 = 1.6 .2.

1Ω dan diameter perubahan angka pada amperemeter dan voltmeter.langkah pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Setelah itu ulangi lagi percobaaan di atas dengan tegangan 12volt dan hambatan yang masih sama.3 Analisa Prosedur Pada percobaan fisika dasar tentang hokum ohm. Kemudian diatur tegangan geser 0. serta diamati pula nyaladan perubahan nyala angka lampu dan dicatat hasilnya .kabel penghubung sebagai penghubung kutuk positif dan negatif dalam rangkaian listrik dan penjepit bauya sebagai penjepit kabel agar arus listrik tetap mengalir. 0.4. voltmeter membentuk suatu rangkaian seri .1Ω dalam proses pergantian tegangan atau hambatan geser.. tahanan geser.alat yang dibutuhkan adalahb power supply yang digunakan resistor digunakan sebagai hanbatan arus listrik yang digunakan dalam rangkaian listrik. 0.ampremeter sebagai arus listrik yang mengalir. 0. Baru setelah itu diganti dengan hambatan 0. . yang dimaksud rangkaian seri adalah bila salah satu kabel mpda lampu dilepas maka lampu satunya akan mati juga.voltmeter sebagai pengukur tegangan listrik. Setelah alat disiapkan.22Ω.33Ω. Setelah itu nyalakan stop kontak dan pada power supply dengan memutar knop pada tegangan 9 volt. a.langkah selanjutnya adalah merangkai rangkaian menjadi rangkaian seridan parallel. Pada rangkaian seri Dihubungkan sumber arus DC atas power supply.5Ω. matikan dulu power supply agar tidak tersebgat arus listrik. Amperemeter.

ampremeter dan voltmeter membentuk suatu rangkaian paralel. pada hambatan 0. pada lampu 1 nyalanya redup dan lampu 2 nyalanya redup dan hambatan (R) nya ternilai 2.21 Ω lalu pada hambatan 0. begitu juga nyala lampunya. tahanan geser.5A.setelah itu dicatat pada data hasil pengamatan. ralat nisbi sebesar 4%.2A sedangkan tegangan sebesar 6 volt dan hambatan (R) sebesar 2. Untuk nilai ralat mutlak (A) adalah 0.0Ω untuk kuat arus bernilai 2.lalu ulangi lagi percobaan diatas dengan menggunakan tegangan 12volt dan hambatan yang masih sama. yang dimaksud = ud rangkaian paralel adalah jika salah satu kabel pada lampu tidak dihubungkan . tegangan 7volt untuk pada lampu 1 nyalanya redup dan lampu 2 nyalanya redup hambatan(R) bernilai 2.b.10Ω.71Ω. Pada hambatan 0. maka lampu lainya tetap menyala.5 ampere. 4.5Ω. Pada rangkaian seri dengan menggunakan tegangan 12 volt degan hambatan 0.1Ω diketahui bahwa kuat arus yang mengalir 2.22 Ω. pada lampu nyalanya redup pada lampu 1 nyalanya redup dan lampu 2 nyalanya terang dan didapatkan hambatan (R) adalah 2. adalah 3.8A tegangan 9V pada lampu 1 dan 2 nyala lampu terang dan untuk hambatan Ra.92Ω.22Ω.10.73Ω dan nyala lampu 1 redup dan lampu 2 juga redup untuk jumlah hambatan ‖Ṝ‖ aja adalah 2.33Ω kuat arus yang diperoleh adalah 28A.8Ω. Kemudian atur tahanan geser pada 0. Setelah itu diganti dengan tahanan geser. pada hambatan 0.5Ω sedangkan nyala lampu 1 nyalanya redup dan lampu 2 nyalanya redup untuk nilai hambatan (R) adalah 2.33 Ω kuat arus bernilai . keseksamaan 96% dan hasil pengamatannya adalah Hp 2=2. Pada hambatan 0.5 volt. matikan dulu power supply agar tidak tersengat arus listrik. Kemudian kemudian stop kontak pada power supply ditekan tombol on lalu arus tegangan pada power supply dengan memutar knop pada tegangan 9volt. Pada rangkaian parallel Dihubungkan sumber arus DC / powersupply. tegangan 9V pada lampu 1 nyala terang dan lampu kedua terang dan untuk hambatan (R)adalah 3. Sedangkan pada 1.1Ω dan amati perubaahan pda voltmeter dan amperemeter.4 ampere.5Ωkuat arus ternilai 2.tegangan 9volt.1Ω didpatkan kuat arus listrik yang mengalir adalah 2.73Ω.4A tegangan 0. kuat arus yang mangalir 2.83.4 Ω pada hambatan 0.4 Analisa Hasil Berdasrkan data hasil pengamatan dan perhitungan hasil pada rangkaian seri dengan digunakan tegangan 9volt dan hambatan 0. tegangan 7 volt. sedangkan untuk jumlah ∑│Ṛ‒Ṝ│²=0. kuat arus yang mengalir 2.

84 Ω tegangan 2V untuk lampu 1 nyalanya redup dan lampu 2 nyala redup untuk nilai hambatannya adalah 0.31 dan Hp2=0.hambatanya 3. Pada hambatan 0.83 Ω. untuk hambtan (R)adalah 3. tegangan 3V.41 sedangkan ∑│Ṛ‒Ṝ│²=0.untuk lampu 1 sangat redup dan lampu 2 sangat redup nilai hambatannya 0.67 Ω.5V.33kuat arus bernilai 5A.27. ∑│Ṛ‒Ṝ│² =0.8A.75 dan jumlah nilai ralat mutlak 0.22 kuat arus sebesar 6A. Pada rangkaian paralel nenggunakan tegangan 9volt dengan hanbatan 0. Untuk jumlah hambatan ‖Ṝ‖ adalah 3.pada hambatan 0.55. Sedangkan pada hambatan 1. tegangan 3V untuk pada lampu 1 nylanya lebih redup dan lampu 2 redup sedangkan untuk hambatannya 0.6A dan tegangan 8V dan nyala lampu 1 lebih redup dan lampu 2 redup . untuk lampu 1 nyalanya lebih redup dan lampu 2 redup dan nilai hambatannya 0.10. keseksamaan 76% dan untuk hasil pengamatan.pada hambatan0.45. nilai kuat arus 4.kuat arus 4. Ralat nisbi 93%.5 Ω kuat arus 4A sedangkan 1 volt. tegangan 5v.07 Ω. untuk lampu 1 terang 2 untuk nyala lampu 2 lebih terang dan hambatanya sebesar 0.6A tegangan 2. sedangkan untuk nyala lampu1 redup dan lampu 2 redup.24 Ω.10. Untuk hasil dari pengamatan rangkaian pararel dengan menggunakan 7. ralat nisbi 24%.21 dan untuk ralat mutlak dan ralat nisbi 18% keseksamaan 82% dan hasil pengamatan Hp1 sebesar 0.4A tegangan 2V untuk lampu 1 redup dan lampu 2 juga redup nilai hambatan 0. Sedangkan pada 1.51.29.1 Ω tegangan 1V dan untuk nyala lampu 1 dan 2 redup dan nilai hambatannya 0.1 Ω adalah kuat arus 4. Untuk jumlah hambatan ‖Ṝ‖ =0.5A tegangan 7V dan nyala lampu C lebih redup dan lampu 2 redup sedangkan untuk hambatanya adalah 2.08 Ω.45 untuk Hp2 = 0. Pada hambatan 0.33.pada hambatan 0.kuat arus 4.5 Ω nilai kuat arus 4. Nyala lampu 1 terang dan lampu ke 2 lebih terang untuk hambatannya bernilai 0.43 Ω.43 Ω pada hambatan 0.5 volt dan hambatan 0.65 Ω .1 Ω Didapatkan kuat arus yang mengalir adalah 6A. sedangkan keseksamaan 93% dan untuk hasil pengamatan 2.0 Ω .04 Ω .29 untuk jumlah hambatan ‖Ṝ‖ adakah 0.sedangkan ∑│Ṛ‒Ṝ│² = 0.4 Ω. Pada hambatan 0.22 Ω. Sedangkan untuk nilai ralat mutlaknya 0.87 dan 3.2. Hp1=0.0 Ω kuat arus 2.tegangan 4V dan nyala lampu 1 terang dan lampu ke 2 lebih terang dan hambatannya bernilai 0.65. . tegangan 2.6A.5 Ωkuat arus 2.42 Ω.

0.8%.72.0 Ω dan ralat mutlak 0.045 dan ralat nisbi 8. Hubungan J=¶.22 dan ralat nisbi 79%.5 Ω.595.F sering di kenal dengan Hukum Ohm 2.1%dan hasl pengamatan Hp1=2.1.33 Ω.5 Ω.amperemeter. Hukum kirchoff 1 berbunyi”jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus keluar dari titik percabangan”.5V pada rangkaian seri pada hambatan (R)=0.1Ω.keseksamaan 9.54 dan Hp2=2.22 Ω. 6.5 Ω.60 dan ralat nisbi 22. Pada tegangan 9V pada rangkaian seri pada hambatan (R)=0. kirchoff.0.dan 1. Mengetahui cara kerja Hk.22 Ω.0. Alat-alat yang digunakan pratikum ini adalah:power supply.98.dan 1.0.33 Ω.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan ini adalah: 1.lampu.1%. 4.0 Ω dan ralat mutlak 0.2%dan hasl pengamatan Hp1=0.0 Ω dan ralat mutlak 0.2 .penghubung.0.22 Ω.33 Ω. 5.dan 1. 2.resistor.0 Ω dan ralat mutlak 0. 3.19%dan hasl pengamatan Hp1=0. Pada tegangan 7.0.3%.keseksamaan 54.keseksamaan 92.1%dan hasil pengamatan Hp1=2.0.22 Ω.1Ω.dan 1.0. Hukum kirchoff 2 berbunyi”dalam rangkaian tertutup jumlah aljabar gel(F) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol”.505 dan Hp2=0.0.11 dan ralat nisbi 45. Pada tegangan 9V pada rangkaian seri pada hambatan (R)=0. 8. 5.13 dan Hp2=0.5 Ω. Pada tegangan 12V pada hambatan (R)= .penjepit buaya.0.5. kirchoff.36 dan Hp2=3. TujuanTujuan kami melakukan praktikum ini adalah: Untuk membuktikan kebenaran Hk.keseksamaan 92.0.voltmeter. PENUTUP 5.0.1Ω.2 Saran Pada pratikum ini sebaiknya alat-alat lebih modern lagi dan diperbarui lagi kemudain para pratikum sebelumnya melaksanakan pratikum sebaiknya di pelajari dahulu buku panduan pratikumnya. 7.kabel.1Ω.35.33 Ω.

J 27. Arus yang keluar percabanganDapat diilustrasikan bahwa arus yang mengalir samadengan aliran sungai. Arus pada satu titik percabangan = 0 18. Kirchoff¶s Voltage Law (KVL) 26. = 8. 20. 0 http://taghyr. 16. = 31. umlah arus yang memasuki suatu percabangan atau node atau simpul samadengan arus yangmeninggalkan percabangan atau node atau simpul. dengan kata lain jumlah aljabar semua arusyang memasuki sebuah percabangan atau node atau simpul samadengan nol. 29. 24.com/2008/08/20/pengertian-hambatan-arus-tegangan-dan-bunyi-hukumohm/ . 22. Kirchoff¶s Current Law (KCL) 13. ika sebuah penghantar atau resistansi atau hantaran dilewati oleh sebuah arus maka padakedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda potensial. R 11. Secara matematis : 15. dimana tentunya jumlah debit air yang masuk akansamadengan jumlahdebit air yang keluar dari percabangan tersebut. Artinya bahwa aliran sungai akan terbagi sesuai dengan jumlah percabangan yang ada. J 5. . atau penjumlahan tegangan pada masing-masing komponen penyusunnya yang membentuk satu lintasan tertutup akan bernilai samadengan nol. atau Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan melintasi berbagai jenis bahan pengantar adalah berbanding lurus dengan arusyang mengalir melalui bahan tersebut. 19. Secara matematis : 6. I 9. Secara matematis : 28. 10. J 14. Hukum Ohm 4.Dasar Teori 3. Arus yang masuk percabangan = 21. V 30. Hukum Kirchoff II / 25. 23. V 7. umlah tegangan pada suatu lintasan tertutup samadengan nol.wordpress. dimana pada saatmenemui percabangan maka aliran sungai tersebut akan terbagi sesuai proporsinya pada percabangan tersebut. Hukum Kirchoff I / 12. 17.

V= I . tinggi atau ekstra tinggi. Muatan Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. rendah. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R = V/I atau di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. SI untuk arus listrik adalah ampere (A). I = Q/T Pada zaman dulu. 3. Hambatan Arus Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Tegangan Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah. dinyatakan dalam satuan volt. listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R). Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif. Tegangan dan Bunyi Hukum Ohm 20082008 1. Arus.Pengertian Hambatan.R . Satuan 2. sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.

Ampere. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik. sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa. isi. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron. kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa. walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum. dan I untuk intensity (arus). Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. 4. Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan.Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V). volt dari seorang Italia Alessandro Volta. Dalam hal ini. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal. . Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. dan sering juga disebut dengan aliran. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. tegangan . V untuk voltage (tegangan). Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian. banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik. Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan). Amp dari orang perancis Andre M. panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik. dan dikenali secara internasional. maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan.dan hambatan. Hukum OHm Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. dan ohm dari orang german Georg Simon ohm. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus. atau bergerak berlawanan.

ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan. atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound. Pada kasus ini. satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar). Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt.000. I = E/R . dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian. sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah. The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Dalam british unit. R = E/I .000. dan hambatan yang saling berhubungan.Salah satu dasar dalam perhitungan elektro. kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial.000. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). electron. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada sebuah rangkian.000. ohm menemukan sebuah persamaan yang simple. Masukkan ini dalam suatu persamaan. Maka kesimplannya. Ini yang menyebabkan electron mengalir. I R = = E I / R R Hambatan dinyatakan dengan • Hukum Ohm: E = IR .250. 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. HUKUM OHM E I R=I/E Kesimpulan • • • Tegangan Arus dinyatakan dinyatakan dengan nilai volts amps. arus dan hambatan ini disebut hokum ohm.000. arus. Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. disimbolkan dan ohms dengan diberi diberi E atau dengan symbol symbol : V. yang sering dibahas mengenai satuan couloumb.

terpasang sebuah lampu dengan tegangan 220 Volt. R atau P = V2/ R Dimana P V : : daya. setelah di ukur dengan amper meter arusnya adalah 2 ampere.Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan : P = V . I atau P = I2 . berapakah hambatan pada lampu tersebut. dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 10 ampere. 2 = 440 Watt = = 220 2 : : Volt Amper . hitunglah daya yang di serap lampu tersebut ? JAWAB dik V I Dit : Daya……………. tegangan dalam dalam satuan satuan : watt volt I : arus dalam satuan ampere Contoh Soal Latihan: Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu rumah tangga tersebut adalah 220 Volt.I P = 220.? JAWAB R = V/R R = 220/10 = 22 ohm Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm Contoh Soal Latihan: = = 220 10 : : Volt Amper Didalam suatu rumah tinggal. hitunglah? JAWAB dik V I Dit : hambatan…………….? JAWAB P = V.