Pedoman Teknis

DAFTAR PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

No.

Judul Standar

Nomor Standar

Ruang Lingkup

Jumlah Hal

A. Umum 1. Tanah 1 Panduan geoteknik 1 : Proses pembentukan dan sifat-sifat dasar tanah lunak

Pt T-08-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002

2

Panduan geoteknik 2 : Penyelidikan tanah lunak desain dan pekerjaan lapangan

Pt T-09-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002

3

Panduan geoteknik 3 : Pengujian tanah lunak pengujian laboratorium

Pt M-01-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002

4

Panduan geoteknik 4 : Desain dan konstruksi

Pt T-10-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002

5

Tata cara identifikasi awal daerah longsoran

6

Cara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium

Pt T-03-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI M-01-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 Pd T-06-2004-B

Tanah lunak yang diuraikan pada panduan ini terdiri dari dua tipe, yang didasarkan atas bahan pembentuknya:  Tanah inorganik yang berasal dari pelapukan batuan yang diikuti oleh transportasi dan proses-proses lainnya.  Gambut yang berasal dari materi tumbuh-tumbuhan yang mengalami berbagai tingkat pembusukan (decomposition).  Panduan ini tidak membahas pekerjaan struktur atau permasalahan yang berkaitan dengan perkerasan jalan pada tanah lunak. Tetapi beberapa petunjuk yang diberikan pada Panduan ini dan Panduan Geoteknik lainnya dapat pula dimanfaatkan untuk keperluankeperluan tersebut.  Panduan ini membahas tentang Penyelidikan Lapangan untuk keperluan pekerjaan kegeoteknikan yang meliputi studi meja, peninjauan awal dan investigasi lapangan. Hal ini kadang juga dikenal dengan istilah ”Penyelidikan Tanah”.  Panduan ini membahas tentang pengujian-pengujian yang dilaksanakan di laboratorium untuk keperluan evaluasi terhadap stabilitas, daya dukung dan penurunan dari kontruksi jalan yang dibangun di atas tanah lunak.  Panduan ini juga menguraikan mengenai lempung inorganik dan lempung organik, gambut, dan penekanan khusus diberikan untuk tindakan pencegahan yang harus diambil ketika melakukan pengujian terhadap lempung organik dan dan gambut serta interpretasi terhadap data yang dihasilkannya. Sedangkan uji untuk material timbunan yang dipadatkan (misalnya untuk mendapatkan nilai maksimum dari kepadatan kering (dry density), nilai CBR (California Bearing Ratio) tidak akan dibahas dalam panduan ini. Panduan ini memberikan informasi dan advis dalam desain dan pelaksanaan konstruksi jalan di atas tanah lunak. Panduan ini mengidentifikasikan bermacam solusi yang memungkinkan untuk berbagai kondisi yang berbeda, serta mengemukakan secara umum kelebihan dan kekurangannya. Karenanya panduan ini memberikan metodologi untuk memilih desain yang paling cocok, dan menjelaskan bagaimana caranya Perekayasa Geoteknik yang ditunjuk (Designated Geotechnical Engineer) mengembangkan dan merekam proses pengambilan keputusannya. Pedoman teknis ini merupakan metode tata cara identifikasi awal daerah longsoran badan jalan dan sekitarnya. Pedoman ini dapat digunakan sebagai bahan/ informasi awal untuk penanggulangan darurat maupun penentuan. Standar ini menentukan besaran keruntuhan satu dimensi yang terjadi bila tanah tak jenuh digenangi atau dibasahi dengan cairan. Standar ini menentukan besaran potensi keruntuhan yang terjadi pada suatu tegangan vertikal dan indeks potensi keruntuhan. Cara uji meliputi pengaturan dan penyiapan benda uji peralatan, serta prosedur untuk mengukur perubahan tinggi benda uji sehubungan dengan terjadinya keruntuhan. Pedoman ini dimaksudkan sebagai penuntun bagi praktisi di dalam mendesain timbunan jalan di atas tanah gambut

160

105

146

178

18

13

7

Perencanaan konstruksi timbunan jalan di atas gambut dengan metode

43

Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni

83

Pedoman Teknis
No. Judul Standar prapembebanan Nomor Standar Ruang Lingkup dengan metode prapembebanan. Berbagai teknik analisis stabilitas dan penurunan timbunan yang umum digunakan oleh perekayasa diuraikan terlebih dahulu. Kemudian kriteria desain penimbunan dan evaluasi performa timbunan dengan pemantauan (monitoring) secara praktis dibahas. Pedoman ini memberikan panduan untuk menerapkan geomembran sebagai suatu metode untuk mengontrol prilaku tanah ekspansif pada konstruksi jalan. Pedoman ini membahas mengenai spesifikasi material dan metode instalasi yang diperlukan dalam penerapan geomembran sebagai penghalang kelembaban vertikal (vertical moisture barrier). Pada lampiran, pedoman ini menguraikan secara ringkas mengenai prilaku dan cara mengidentifikasi tanah ekspansif. Aspek-aspek desain dan instalasi yang dibahas di sini mengacu pada keadaan dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di Indonesia. Ruang lingkup pedoman ini menekankan perencanaan penanggulangan keruntuhan lereng pada deposit residual di daerah pegunungan dan perbukitan. Keruntuhan lereng (slope failure) dan stabilitas galian dan timbunan pada tanah lunak dan ekspansif tidak termasuk dalam ruang lingkup pedoman ini. Pedoman ini merupakan pelengkap dari Buku Tata Cara Penanggulangan Longsoran SNI 03.1962 - 1990. Pedoman ini mengatur tata cara perencanaan penggunaan tailing untuk lapis pondasi dan lapis pondasi bawah sistem perkerasan jalan. Penggunaan tailing yang diatur dalam pedoman ini adalah sebagai bahan tambah untuk memperbaiki gradasi agregat atau sebagai bahan pengganti dari material yang diperlukan. Standar ini menetapkan kaidah dan tata cara penentuan persentase dari butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong, atau pipih dan lonjong. Pengujian ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan berat dan jumlah butiran. Tata cara ini mencakup bahan-bahan yang digunakan untuk beton, cara pengujian kuat tekan, cara pelaksanaan pembuatan beton. Spesifikasi ini mencakup persyaratan bahan-bahan dan perbandingan campuran yang harus digunakan untuk menghasilkan beton kinerja tinggi. Jumlah Hal

8

Penanganan tanah ekspansif dengan geomembran sebagai penghalang kelembaban vertikal

Pd T-11-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004

30

9

Rekayasa penanganan keruntuhan lereng jalan pada tanah residual dan batuan

Pd T-09-2005-B

100

2.
10

Batuan, Sedimen, Agregat Penggunaan tailing untuk lapisan pondasi dan lapisan pondasi bawah

11

Cara uji butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong

Pd T-14-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 RSNI T-01-2005 Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 498/KPTS/M/2005 Pt T-05-2000-C Pt S-08-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-09-2000-C Pt T-37-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt M-01-2000-C

20

17

3.
12 13

Beton, Semen, Perkerasan Beton Semen Tata cara pengerjaan beton di lapangan Spesifikasi campuran beton kinerja tinggi dengan abu terbang

20 6

14 15

Pedoman penggunaan piber semen untuk bangunan Tata cara penilaian dan penerimaan beton normal selama pelaksanaan bangunan

Pedoman ini mencakup cara penyimpanan, pemotongan dan pemasangan fiber semen. Tata cara ini mencakup ketentuan penilaian dan penerimaan beton normal yang mempunyai kekuatan tekan yang disyaratkan fe tidak lebih dari 55 Mpa selama pelaksanaan penilaian dan penerimaan. Fiber semen merupakan bahan alternatif sebagai pengganti kayu yang potensinya semakin berkurang penggunaan fiber semen lebih aman dibandingkan dengan asbes semen yang ada karena kadar asbesnya lebih kecil dari 5 %. Tata cara ini digunakan untuk memenuhi efisiensi dan meningkatkan mutu produk. Tata cara ini mencakup persyaratan, bahan dan cara pembuatan. Tata cara ini digunakan untuk memenuhi efisiensi dan meningkatkan mutu produksi. Tata cara ini mencakup persyaratan, bahan dan cara pembuatannya.

20 15

16

Metode memperbaiki bahan bangunan fiber semen

15

17 18

Tata cara pembuatan bata semen berlubang Tata cara pembuatan genteng semen cetak tangan

Pt T-06-2000-C Pt T-07-2000-C

16 18

Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni

84

Pedoman Teknis
No. 19 Judul Standar Tata cara pelaksanaan beton padat giling (BPG) Nomor Standar Pt T-07-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI M-04-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 RSNI S-05-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 Pd T-05-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-04-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup Tata cara ini sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan BPG yang meliputi persyaratan dan ketentuan peralatan serta bahan, persiapan penghamparan, pencampuran, penghamparan, pemadatan, pengujian serta pengendalian mutu, sehingga diperoleh lapisan BPG sesuai yang direncanakan. Metode ini mencakup penentuan perubahan panjang dan mortar dan beton keras menggunakan semen hidrolik yang disebabkan selain tekanan luar dan perubahan temperature. Jumlah Hal 21

20

Metode pengujian perubahan panjang untuk mortar dan beton keras menggunakan semen hidrolik

16

21

Spesifikasi beton berserat dan beton semprot

Spesifikasi ini mencakup seluruh jenis beton berserat yang diperuntukkan bagi pembeli yang bahan-bahannya dicampur merata dan dapat diambil contohnya dan diuji di tempat penyerahan. Spesifikasi ini tidak mencakup penempatan, pemadatan, perawatan atau perlindungan beton berserat sesudah diterima oleh pembeli. Pedoman ini menguraikan prosedur pelaksanaan perkerasan jalan beton semen, baik pada jalan baru maupun pada jalan lama (lapis tambah beton semen). Pedoman mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu lintas. a. Tata cara ini mencakup langkah-langkah pembuatan beton kekuatan tinggi yang dimaksudkan untuk memperoleh beton dengan kekuatan tekan optimum dan memenuhi persyaratan untuk beton kekuatan tinggi; b. Tata cara ini menetapkan metode pemilihan dan pemeriksaan bahan baku, rancang campuran, cara pelaksanaan dan pemeriksaan hasil percobaan susunan campuran beton kekuatan tinggi; c. Pelaksanaan pembuatan beton kekuatan tinggi harus diawasi oleh tenaga ahli, dan hasil pengujian sebagai pengendali mutu harus disahkan oleh laboratorium uji yang terakreditasi. Pedoman ini mengatur langkah-langkah dalam pemasangan bantalan karet agar tidak terjadi kerusakan akibat pemasangan yang salah selain itu pedoman ini memberikan petunjuk mengenai tata cara pemilihan bahan-bahan/produksi bantalan karet agar bantalan karet dapat berfungsi secara optimum. Pedoman ini merupakan acuan untuk pelaksanaan pekerjaan pembetonan jalan dan jembatan. Cakupan beton yang dimaksud dalam pedoman ini adalah beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland yang mempunyai berat isi sekitar 22 kN/mm3 (2200 kg/m3) sampai dengan 24 kN/mm3 (2400 kg/m3) dan mempunyai kuat tekan (berdasarkan benda uji silinder) antara 10 MPa sampai dengan 65 MPa (setara dengan K-125 sampai dengan K-800 berdasarkan benda uji kubus). Pedoman ini mengatur tata cara perencanaan campuran lapis fondasi agregat semen untuk lapis fondasi dan lapis fondasi bawah sistem perkerasan jalan beraspal. Dalam pembuatan rancangan campuran lapis fondasi agregat semen menggunakan bahan agregat kelas A atau agregat kelas B untuk lapis fondasi atau agregat kelas C untuk lapis fondasi bawah. Campuran lapis fondasi agregat semen merupakan campuran agregat dengan menambahkan semen dan air. Penggunaan semen yang diatur dalam pedoman ini adalah sebagai bahan tambah untuk memperbaiki kekuatan (daya dukung) lapis fondasi.

24

22

Pelaksanaan perkerasan jalan beton semen

37

23

Tata cara pembuatan dan pelaksanaan beton berkekuatan tinggi

63

24

Pelaksanaan pemasangan bantalan karet pada jembatan

Pd T-06-2005-B

21

25

Pelaksanaan pekerjaan beton untuk jalan dan jembatan

Pd T-07-2005-B

26

26

Pedoman perencanaan campuran lapis fondasi agregat semen (LFAS)

Permen No.16/PRT/M/2007

14

Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni

85

kuantitas air baku. Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis bak penampung air dari pasangan bata untuk air bersih yang mencakup bentuk ukuran. fungsi dan kekuatan. bahan.360/KPTS/M/2004 9 33 Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonik (D 4381-84) Metode uji koefisien kelulusan air tanah pada tanah gambut jenuh dengan tinggi tekan tetap Metode uji kelulusan air pada tanah tak jenuh menggunakan sel triaksial 12 34 12 35 32 36 Tata Cara Perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman Monteith (FAO) RSNI T-01-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. penyimpanan. ukuran. penanganan dan perhitungan. perubahan dan perilaku benda uji dapat diketahui melalui peralatan pengukur tekanan dan pengukur perubahan volume. menjelaskan persyaratan data iklim. Spesifikasi ini berisi persyaratan teknis yang meliputi bahan.360/KPTS/M/2004 RSNI M-03-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. penyaringan data. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi tanaman acuan dengan tujuan terbatas untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potential tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. komponen. Standar ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi dalam rangka penentuan serahan optimum yang dihasilkan semur tersebut melalui analisis dara uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) menggunakan metode Hantush-Bierschenk). peralatan.id/satminkal/balitbang/sni 86 . topografi yang diperlukan.Pedoman Teknis No.360/KPTS/M/2004 RSNI T-03-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah 26 38 Tata cara penentuan tinggi muka air tanah pada lubang bor dengan sumur pantau (D 4750-87) 15 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. ukuran. fungsi dan ekuatan atau struktur dengan kapasitas 2M³ sampai dengan 10M³. Tata cara ini adalah untuk memperoleh kontinuitas. 27 Pt S-11-2000-C Spesifikasi ini membahas tentang bentuk. Metode uji ini menguraikan penentuan koefisien kelulusan air dari benda uji gambut jenuh air berbentuk silindris yang memiliki koefisien kelulusan air lebih besar dari 1x10-5 cm/ detik kondisi benda uji harus dibuat sama seperti kondisi asli di lapangan.360/KPTS/M/2004 RSNI M-02-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. Metode uji ini dapat pula digunakan untuk tanah tak terganggu atau contoh tanah yang dipadatkan dengan menggunakan prinsip dasar satu dimensi dan aliran laminar yang melalui material seperti tanah dan batuan. fungsi. Dalam pengujian ini nilai gradient hidraulik. perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah. Pedoman perhitungan hujan maksimum boleh jadi mencakup data yang digunakan. ketentuan mengenai pengoperasian pembubuhan Alumunium Sulfat. bentuk. struktur dan gambar dari IPAG. serta evaluasi hasil perhitungan hujan maksimum boleh jadi (HMBJ). Metode uji ini digunakan untuk melakukan pengukuran kelulusan air pada tanah yang jenuh dengan menggunakan sel triaksial di laboratorium.360/KPTS/M/2004 19 37 Tata Cara Perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan metode Hersfield RSNI T-02-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no.go. Metode ini meliputi penentuan kadar pasir dari slari bentonik yang digunakan dalam teknik-teknik pemboran tanah dan konstruksi pembuatan dinding haling yang menggunakan slari bentonik. melindungi sarana pengambilan air baku agar lama operasi sesuai dengan perencanaan bagi keperluan pengelola. Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur tinggi muka air di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau yang menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. bahan. sehingga diharapkan akan diperoleh nilai kelulusan air yang memuaskan. Tata cara ini mencakup. Air Tanah Spesifikasi instalasi sederhana pengolahan air gambut individual dengan memanfaatkan tanah liat setempat Tata cara pembubuhan alumunium sulfat pada unit IPA Tata cara pemeliharaan sarana pengambilan air baku Spesifikasi bak penampungan air hujan untuk air bersih dari pasangan bata Spesifikasi komponen struktur lantai tingkat komposit kayu-beton untuk gedung dan rumah Tata cara analisis data pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan Metode Hantush Beirschenk Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 12 4. bahan. Ada tiga pilihan cara pengukuran 28 29 Pt T-54-2000-C Pt T-55-2000-C 16 16 30 Pt S-05-2000-C 10 31 Pt S-10-2000-C 15 32 RSNI T-06-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 RSNI M-01-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no.pu. Kadar pasir diberikan dalam persen (%) perbandingan volume. komponenstruktur lantai komposit kayu beton untuk bangunan gedung dan rumah. Pedoman ini membahas tentang langkah perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode PenmanMonteith. Judul Standar Air.

metode pemeriksaan dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah juga digunakan dalam penentuan muka air static pada lubang bor atau sumur pantau.id/satminkal/balitbang/sni 87 . Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan. kebocoran saluran dan bendungan. dan akuifer. Tata cara pengukuran ini meliputi: a.360/KPTS/M/2004 17 41 Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan dengan menggunakan infiltrometer cincin ganda (D 3385-88) RSNI T-06-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. b. yang digunakan dalam proses kalibrasi model aliran air tanah. batas lapisan. Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer. Alat ukur dengan tanda bunyi 3. Penggunaan hasil pengukuran untuk kepentingan penelitian dalam mempelajari arah dan gerakan air zona tak jenuh. b.Pedoman Teknis No. di permukaan tanah atau pada kedalaman tertentu dalam galian. pemasangan serta pengoperasian tensiometer.67) m air. pada tanah yang memiliki koefisien permeabilitas (k) antara 10 –6m/s sampai 10-2m/s c. Alat ukur dengan tanda nyala (Elektrik) Cara pengukuran dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur dengan muka air tanah dangkal. Standar ini membahas teknik kuantitatif. atau tergantung spesifikasi tensiometer yang didesain khusus dapat mengukur sampai dengan – 153 m. RSNI T-08-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. Sebagai suatu teknik yang cepat dalam menguji kadar air batuan dan tanah di tempat secara tidak langsung pada kedalaman tertentu tanpa terganggu. 17 Jumlah Hal 39 Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah di tempat dengan metode Penduga Neutron RSNI T-04-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. Alat ukur dengan pemberat 2. Dapat digunakan untuk pemantauan dan analisis statistik. dan kedalaman akuifer. karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama.360/KPTS/M/2004 24 43 Tata cara pembandingan hasil simulasi model aliran air tanah terhadap informasi lapangan.360/KPTS/M/2004 21 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahanan kegiatan pengeboran air tanah.360/KPTS/M/2004 16 42 Tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer RSNI T-07-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. kebutuhan irigasi. Batas pengukuran tensiometer buku adalah (0–8. ketebalan. dan informasi lapangan berupa data pengukuran. studi imbuhan air tanah. pemasangan pipa dan saringan. pemilihan jenis tensiometer. dan kualitatif yang menghasilkan ukuran derajat keterkaitan antara hasil simulasi model aliran air tanah. imbuhan air tanah. efisiensi drainase.360/KPTS/M/2004 40 Tata cara penentuan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal dan long normal dalam rangka eksplorasi air tanah RSNI T-05-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. untuk mempelajari pembuangan limbah cair. Standar ini membahas mengenai tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi. Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah menggunakan infiltrometer cincin ganda. Penggunaan hasil pengukuran untuk memperkirakan kadar air tanah.go.360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup yaitu : 1. membantu dalam menentukan ketebalan. ke dalaman akuifer.pu. Judul Standar Nomor Standar no. Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini : a. Tata cara ini dapat dilakukan : a. manajemen irigasi. pada lahan kosong atau pada tempat bervegetasi. evaluasi tangki septic. b.

44 Judul Standar Tata cara penerapan model aliran air tanah Nomor Standar RSNI T-09-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. 50 Bendung Tata cara desain hidraulik bangunan pengambil pada bendung tyrol 51 Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS Pd T-01-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 RSNI T-05-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 Tata cara ini digunakan untuk mendesain hidraulik bangunan pengambil pada bendung Tyrol. penyimpanan dan pemanfaatan data kualitas air dalam rangka pemantauan kualitas air agar data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. penerapan dan pendokumentasian model aliran air tanah. c. Pedoman ini hanya membahas indeks kekeringan titik pada setiap pos hujan. Pedoman ini hanya berlaku untuk data kualitas air permukaan dan air tanah tidak termasuk air limbah dan air laut. Secara garis besar diuraikan langkah-langkah pengembangan suatu model aliran air tanah untuk menirukan perilaku sistem akuifer yang telah dipelajari di lapangan. Pedoman ini membahas tata cara penghitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN.Pedoman Teknis No.360/KPTS/M/2004 RSNI T-11-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. Bendungan. Pedoman ini merupakan panduan untuk pengawasan. Sumber Daya Air Bendung. uji gradasi dan pencampuran. Tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dapat digunakan untuk jenis banuan air seperti bottom controller. Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur laju infiltrasi dari air yang melewati permukaan tanah lempung dengan laju infiltrasi berkisar antara 1x10-10 m/s sampai 1x10-7 m/s menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin dalam tertutup. Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS dan kelengkapannya yangmerupakan bagian dari bangunan air. 15 Jumlah Hal 15 45 Tata cara penentuan gradient bahan filter pelindung pada bangunan tipe urugan RSNI T-10-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. bukan kekeringan wilayah (regional drought). yang dalam konteks ini merujuk kepada model matematik. penyimpanan data dan pemanfaatan data. T-19-2004-A 44 b. Tata cara ini digunakan untuk menguraikan ketentuan tentang gradasi bahan filter pelindung yang tepat guna pembuatan filter dari bahan alami pada bendungan urugan. Indeks kekeringan yang dihasilkan mencakup durasi kekeringan dan jumlah kekeringan dengan berbagai periode ulang. Pantai 5. T-03-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd. Standar ini tidak mengidentifikasi perangkat lunak tertentu berupa program komputer spesifik atau algoritma.360/KPTS/M/2004 Pd. a. B. untuk memecahkan persoalan spesifik aliran air tanah setempat. Standar ini merupakan salah satu dari rangkaian standar-standar yang dibuat mengenai model air tanah dan tidak dimaksudkan bahwa semua hal telah tercakup dengan lengkap. agar keamanan bendungan urugan tersebut dapat dipelihara dengan baik. Irigasi. Pedoman ini mencakup tiga bagian yaitu pengawasan keabsahan data. atau yang disiapkan dari bahan alami (misal : batuan) dengan cara penghancuran. T-02-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 23 46 Tata cara pengukuran lapangan laju infiltrasi menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin bagian dalam yang tertutp Perhitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN 24 47 26 48 Pemberian air pada lahan dengan Sistem Surjan 49 Pengawasan dan penyimpanan serta pemanfaatan data kualitas air Pd. Sungai. pengayakan. Pedoman ini membahas prosedur tata cara atau teknik menata lahan dan mengatur pemberian air dengan sistem surjan pada sustu areal yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan lapangan serta operasi dan pemeliharaan.pu. digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan kekeringan dalam suatu seri data hujan dan dan untuk kapasitas bendung. Jenis bangunan ini digunakan terutama di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung. bangunan 24 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.id/satminkal/balitbang/sni 88 .go.360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup Standar ini menguraikan prinsip umum mengenai pengembangan.

yang rinciannya dapat dilihat pada pedoman PdT-31-2000-03. T-08-2004-A 27 25 10 55 Perencanaan bendung karet isi udara Pd. Perilaku bendungan tipe urugan dan ebatmen. konsep dan pertimbangan sistem desain instrumentasi untuk tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul. kualifikasi personil dan pertanggung jawaban. cause way dan submersile bridge. T-01-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd.Pedoman Teknis No. bangunan terjun. pasangan batu belah. metode dan penggunaannya. bangunan plimpah samping. pembersihan. batasan deskripsi. Pertimbangan otomatisasi antara lain meliputi tinjauan umum. misalnya : pada kasus bendung untuk pembangkit listrik tenaga air. Tata cara kerja alat dari masing-masing jenis. serta proses uji mutu konstruksi bendungan tipe urugan (tanah dan batu). Peralatan dan proses pelaksanaan pengurugan. cetakan beton Jumlah Hal 52 Perencanaan hidraulik bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji 53 Pembuatan bendung bronjong dengan sekat semi kedap air pada irigasi desa 54 Instrumentasi tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul Pd. Konsep dan pertimbangan sistem desain instrumentasi geoteknik mencakup tinjauan umum. dan perencanaan instalasi yang dikaitkan dengan kemudahan dalam operasi. pelaksanaan operasi. 4. konsep dasar dan desain sistem instrumentasi. desain dan pelaksanaan. T-04-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd. Pengelolaan data. 5. T-09-2004-A 32 56 Uji mutu konstruksi untuk pondasi dan tubuh bendung tipe urugan Pd. timbunan tanah. serta pemeliharaan sistem otomatisasi. 4. Penggunaan material. Penilaian ulang secara kontinu untuk pemantauan jangka panjang. 2. 6. Pemasangan dan pemeliharaan instrumentasi antara lain meliputi tinjauan umum.id/satminkal/balitbang/sni 89 . Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup utama. dan pemeliharaan. galian tanah. Pencatatan dan pelaporan pekerjaan. Pedoman ini berlaku untuk bendung karet isi udara dengan pengempisan secara otomatis. desain perencanaan penempatan. bendung. Pedoman ini tidak membahas mengenai metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan kontruksi bendungan. guna mengendalikan tinggi muka air udik. waduk. perencanaan hidraulik. personil. Pedoman ini membahas tentang uji mutu konstruksi bendungan tipe urugan. Bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji sangat sesuai untuk diterapkan pada kasus yang memerlukan kapasitas pelimpah yang besar pada bentang yang relatif sempit/ terbatas. indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan persiapan. bangunan pelimpah kantong lahar. perencanaan tata letak. Pedoman ini merupakan acuan dalam pembuatan bendung beronjong dengan sekat semikedap air pada irigasi desa. peralatan dan proses penggalian di borowarea dan kauri. karakteristik tujuan.pu. Organisasi lapangan dan tanggung jawab. 3. Pedoman ini mencakup tiga bagian kegiatan. dokumentasi dan pemeliharaan. pembersihan. M-01-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 57 Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier Pd T-01-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 38 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. 5. Isi pedoman mencakup kriteria perencanaan. Pedoman analisis harga satuan pekerjaan ini memuat indeks bahan bangunan. penggunaan. serta pengendalian rembesan. bengunan pembagi debit. karakteristik dari rekayasa geoteknik. dengan memberikan penjelasan prinsip-prinsip yang terdiri dari : 1. pelimpah. perencanaan stabilitas. Pedoman ini memberikan prinsip-prinsip tentang pelaksanaan.go. analisis dan pelaporan. 2. 3. prosedur. pengupasan dan penggalian. upaya perolehan. yang meliputi secara rinci tentang : 1. yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan atau menahan intrusi air laut di alur sungai. beton. pembesian. plesteran. Perbaikan fondasi dan ebatmen yang mencakup tinjauan umum. yaitu meliputi perencanaan.

id/satminkal/balitbang/sni 90 . dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai.go. dalam pedoman ini diuraikan prinsip-prinsip : interpretasi hasil uji tanah. Pedoman ini menetapkan penyusunan program penyelidikan. penyelidikan air tanah. Pedoman ini merupakan bagian yang rinci dari pd t-072004-a. 72 Jumlah Hal 58 Analisis daya dukung tanah pondasi dangkal bangunan air 59 Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 1. penyusunan laporan hasil penyelidikan geoteknik. pertimbangan penyusunan kontrak penyelidikan. Dalam pedoman ini diuraikan prinsip-prinsip analisis daya dukung sebagai berikut.Pedoman Teknis No. Penyusunan program penyelidikan. metode pengeboran dan deskripsi log bor Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 2. untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pengujian lapangan dan laboratorium 60 Pd T-02-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pd T-03.pu.2-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 105 134 61 Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 3. pelaksana.1-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pd T-03. pengujian laboratorium tanah dan jaminan mutu. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip pengujian lapangan dan laboratorium Pengujian lapangan (insitu testing). Pedoman ini menetapkan interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. interpretasi hasil uji batuan teknik.3-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 110 62 Perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen Pd T-04-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 63 Metode pengolahan data klimatologi Pd M-18-1995-03 Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana. Metode ini bertujuan untuk mengolah dan menyajikan data klimatologi secara tepat dan akurat dan mendapatkan data klimatologi yang andal dan siap pakai. Pedoman ini dapat digunakan untuk perbaikan muara sungai dengan luas daerah aliran sungai < 500 km2 atau sungai dengan lebar < 200 m. yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. 65 Metode penentuan volume gambut olahan Pt M-02-2000-A Metode ini mencakup pengukuran volume gambut yang telah diolah dalam bentuk urai dan dinyatakan dalam meter kubik. pengujian laboratorium batuan dan jaminan mutu. Judul Standar Nomor Standar 330/KPTS/M/2002 Ruang Lingkup dan pintu air sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan jaringan irigasi tersier yang dikerjakan dengan cara manual. Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. Interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik Pd T-03. Pedoman ini menetapkan analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air untuk keperluan desain bangunan dan fondasi bangunan air. 131 64 Metode penentuan lokasi dan pembangunan pos klimatologi Pd M-19-1995-03 Metode ini bertujuan untuk mendapatkan lokasi pos klimatologi yang tepat serta pembangunan pos klimatologi yang baik dan benar agar diperoleh hasil pengamatan yang akurat bagi perencana dan pengguna data. yaitu khusus untuk jeti tipe rubble mound. Metode ini digunakan untuk mengetahui kuantitas gambut dalam transaksi komersial. metode pengeboran dan deskripsi log bor. Pedoman ini menetapkan pengujian lapangan dan laboratorium.

karakteristik bahan yang dipadatkan. stabilitas galian. pengendalian air tanah. pembuangan sisa galian dan lain-lain. kecocokan bahan timbunan dan urugan. Tata cara ini mndeskripsikan secara ringkas tentang halhal yang perlu diperhatikan dan tindakan penyelamatan apabila tirade kecelakaan pada pekerjaan tanah.Pedoman Teknis No. faktor lingkungan dan geometri lapangan. desain sarana-sarana penggalian. peninjauan terhadap bangunan yang sudah ada. sistem drainase serta peninjauan kondisi lapangan tempat pembuatan timbunan dan urugan.go. sumuran dan terowongan pada pekerjaan tanah Pt T-47-2000-A Tata cara ini mencakup pertimbangan-pertimbangan di dalam desain paritan. Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. analisis stabilitas lereng. dan air permukaan. 72 Tata cara pelaksanaan paritan pada pekerjaan tanah Pt T-45-2000-A 73 Tata cara desain paritan. 66 Judul Standar Tata cara penggalian pada pekerjaan tanah Nomor Standar Pt T-39-2000-A Ruang Lingkup Tata cara ini mencakup tata cara penggalian pada pekerjaan tanah yang meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng penggalian. cara-cara penggalian untuk berbagai kondisi paritan dan jenis peralatan yang digunakan untuk penggalian. kelayakan pekerjaan. 69 Tata cara pemasangan dan pembacaan alat ukur regangan tanah/tiltmeter Pt T-42-2000-A Tata cara ini untuk digunakan sebagai acuan dan pegangan dalam melaksanakan pemasangan alat ukur regangan di bawah permukaan tanah untuk pemantauan gerakan tanah serta bertujuan untuk menjamin pemasangan alat ukur regangan tanah di bawah permukaan dengan benar dan berfungsi dengan baik sehingga dapat menghasilkan data gerakan tanah yang teliti. Tata cara ini mendeskripsikan tentang keadaan dan investigasi lapangan pada pekerjaan tanah yang mencakup uraian kondisi lingkungan. Jumlah Hal 67 Tata cara deskripsi keadaan dan penyelidikan lapangan pada pekerjaan tanah Pt T-40-2000-A 68 Tata cara penimbunan dan bahan urugan pada pekerjaan tanah Pt T-41-2000-A Tata cara ini mencakup cara-cara pembuatan timbunan dan urugan umum pada pekerjaan tanah yang meliputi halhal yang mempengaruhi seperti desain faktor keamanan. 70 Tata cara pelaksanaan pekerjaan tanah Bagian 1 : Keselamatan dalam pekerjaan tanah Pt T-43-2000-A 71 Tata cara pemadatan tanah pada pekerjaan tanah Pt T-44-2000-A Tata cara ini mencakup cara pemadatan yang meliputi metode pemadatan. pelaksanaan dan pengendalian mutu pemadatan di lapangan. dan bahan pertimbangan praktis terhadap metode penggalian. pemantauan stabilitas serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kemanan lereng galian. resiko longsoran dan perubahan bentuk yang diizinkan terhadap bangunan yang ada disekitarnya.id/satminkal/balitbang/sni 91 .pu. sumuran. dan sumuran dalam pada pekerjaan tanah yang meliputi pertimbangan kondisi lapangan. Tata cara ini mencakup tata cara pelaksanaan paritan pada pekerjaan tanah yang meliputi metode pelaksanaan.

.Menentukan kapasitas tampungan banjir pada waduk. pengawasan.T-07-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pedoman ini merupakan tata cara penerapan teknologi tepat guna bidang pekerjaan umum agar diterapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat melalui proses pendampingan.go. yang mengalami prakompresi. Interpretasi tentang kondisi. 2.Pedoman Teknis No. Standar ini membahas tentang stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan. tekanan air pori dan faktor keamanan minimum untuk desain. dan evaluasi duplikasi pada bangunan. 6. prosedur dan laporan. seperti diuraikan secara singkat dalam bagan alir pada lampiran gambar A. Pengarahan dan penggunaan PDVP dalam desain bangunan air.id/satminkal/balitbang/sni 92 .1. 76 Bendungan Metode perhitungan kapasitas tampungan pada waduk Pt M-03-2000-A Metode ini meliputi hal sebagai berikut : . dan desain PDVP. Analisis stabilitas untuk bendungan tipe urugan dianjurkan dilaksanakan berdasarkan standar ini akan diberikan dalam suatu dokumentasi teknis untuk analisis stabilitas.Memuat ketentuan. Standar ini memberikan prinsip umum cara desain bendungan tipe urugan tanah homogen. T-14-2004-A 91 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.Penentuan beban gempa menggunakan peta zona gempa dengan cara menentukan percepatan gempa maksimum di permukaan tanah untuk desain 58 79 Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan 31 80 Desain dan konstruksi pita drain vertikal prefabrikasi (PDVP) 71 81 Analisis stabilitas bendungan tipe urugan akibat gempa bumi Pd.Petunjuk umum pemilihan parameter gempa untuk desain bendungan dan bangunan pengairan. dengan mempertimbangkan kondisi pembebanan. sifat-sifat teknik material. dan pertimbangan biaya bangunan yang menggunakan PDVP Pedoman ini menjelaskan Analisis stabilitas bendungan tipe urugan akibat beban gempa. T-13-2004-A 65 78 Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan Standar ini dimaksudkan untuk menentukan agar semua aspek pengendalian rembesan air dipertimbangkan baik dalam desain bendungan tipe urugan baru maupun desain untuk modifikasi bendungan tipe urugan lama serta memberi rekomendasi praktis dalam analisis rembesan air. serta pembahasan parameter tanah. Informasi tentang jenis dan karakteristik PDVP. desain dan konstruksi.pu. Pedoman ini khusus membahas penerapan TTG bidang pekerjaan umum yang didanai oleh APBN dan APBD (Provinsi/Kabupaten/Kota). . Pedoman ini menjelaskan prinsip-prinsip tentang penggunaan pita drain vertical prefabrikasi (PDVP) atau drain sumbu untuk konstruksi bangunan air (bendungan urugan) yang terdiri dari: 1. 74 Judul Standar Pedoman operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara Nomor Standar Pd T-05-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Ruang Lingkup Pedoman ini menetapkan tata cara operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara (khusus tabung karet) dengan pengempisan secara otomatis. zonal dan membran serta tanggul penutup/tanggul banjir. Petunjuk praktis dalam evaluasi. yang terdiri dari : . 77 Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan RSNI T-01-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 RSNI M-02-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 RSNI M-03-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 Pd. 3. Menghitung penelusuran banjir dengan metode Modified Puls. yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan menahan intrusi air laut yang di bangun pada alur sungai. Jumlah Hal 115 75 Pedoman penerapan teknologi tepat guna bidang pekerjaan umum Pd. cara pemasangan.

selain dari debit banjir. Verifikasi peramalan. pelaksana dan pengambil keputusan dalam kaitannya dengan pekerjaan perbaikan muara sungai. atau mengevaluasi pelaksanaan pengukuran dan pemetaan teritris sungai. Metode analisis stabilitas bendungan urugan. T-07-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 85 Pengukuran dan pemetaan teritris sungai Pd. Pengembangan prosedur peramalan. 2. Dengan adanya buku pedoman ini. akibat beban gempa dengan cara koefisien gempa dan cara dinamik. 23 44 43 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. khususnya para praktisi yang akan menyusun rencana pengukuran dan pemetaan teritris sungai. 3. Teknik peramalan. Rincian mengenai berbagai teknik peramalan. masingmasing akan dibahas pada pedoman khusus tersendiri. Jumlah Hal 82 Rekayasa sosial pembangunan bendungan 03/PRT/M/2009 54 7. Pedoman ini dapat digunakan untuk mengembangkan dan melaksanakan peramalan ketersediaan air dan aliran rendah. Pedoman ini mendeskripsikan secara jelas para pemangku kepentingan dan perannya. Pedoman ini akan ditindaklanjuti dengan tata cara desain. tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi sehingga permasalahan sosial yang terjadi dapat diminimalisasi atau dikurangi. Disini diberikan pula rincian dari hasil suatu kegiatan Pengukuran dan pemetaan teritris sungai.go. 83 Sungai Peramalan debit aliran sungai Pd. melaksanakan Pengukuran dan pemetaan teritris sungai. Disamping itu. Pembuatan pedoman umum perbaikan muara sungai dengan jeti ini bertujuan untuk membantu para perencana. atau sungai dengan lebar normal < 200 m. Pedoman ini berisi ketentuan dasar yang memberikan arah mengenai bagaimana melakukan Pengukuran dan pemetaan teritris sungai.id/satminkal/balitbang/sni 93 . 7. permasalahan sosial yang sering terjadi pada setiap tahapan pembangunan bendungan. mulai dari tahap persiapan. buku ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dan pengajaran. pengolahan data dan penyajian hasil. 4. T-06-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 84 Perbaikan muara sungai dengan Jeti Pd.Pedoman Teknis No. Pedoman ini menetapkan tata cara rekayasa sosial pembangunan bendungan sebagai acuan umum pelaksanaan pembangunan agar para pelaksana pembangunan bendungan dapat memahami permasalahan sosial yang muncul pada tahap prakonstruksi.Penentuan parameter dinamik untuk tanah dan batuan dengan cara uji lapangan .pu. Pedoman ini dapat digunakan bagi berbagai pihak yang berkaitan dengan penanganan sungai. T-10-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pedoman ini membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan prosedur dan melaksanakan peramalan debit aliran sungai. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup bendungan beserta bangunan pelengkapnya dan bangunan air lainnya. . tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi pembangunan bendungan. 6. Pelayanan peramalan debit aliran sungai . Diseminasi peramalan. Yang dimaksud muara sungai disini adalah muara sungai dengan daerah aliran sungai < 50 km2. Data untuk peramalan. uji laboratorium dan cara empiris. Pedoman umum ini membahas : 1. cara melaksanakan rekayasa sosial pada tahap prakonstruksi. perbaikan muara sungai yang jumlahnya sangat banyak tersebut dapat dikerjakan dengan lancar dan terarah. Pedoman ini bersifat umum untuk menanggulangi proses penutupan muara sungai dan untuk stabilisasi muara sungai. 5. Jenis dan akurasi peramalan debit aliran sungai . pengumpulan data. agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. .Penjelasan proses likuifaksi bila terjadi gempa bumi dan gempa imbas pada waktu pengisian waduk.

Pedoman ini membahas ketentuan dasar tentang persyaratan untuk mendesain bendung pengendali dasar sungai. Pedoman ini menguraikan persyaratan. bangunan pengendali dasar sungai). b. dan bangunan pengendali sungai (krib pengarah arus. Tanggung jawab pemeliharaan bangunan persungaian. 2. Pedoman ini dibuat untuk memudahkan perencana/ peneliti/ pelaksana pekerjaan dalam merencanakan system peramalan banjir dan peringatan dini banjir. data yang diperlukan untuk peramalan. terutama pada sungai lahar.go. metode yang dapat digunakan. ketentuan-ketentuan dan cara perencanaan teknis tanggul pada sungai lahar dengan kondisi dasar sungai sudah stabil dan secara umum terbuat dari tanah non kohesif. jembatan siphon. Komponen-komponen pemeliharaan bangunan persungaian. pelindung tebing. 86 Judul Standar Pemeliharaan bangunan persungaian Nomor Standar Pd. f. program pelak-sanaan. dan talang. intake) untuk keperluan irigasi/industri. 29 Jumlah Hal 65 87 Perencanaan teknis bendung pengendali dasar sungai Pd. Inventarisasi dan pemeriksaan kondisi bangunan persungaian serta alur sungai yang mempengaruhinya. ketentuanketentuan dan pengerjaan pembuatan peta bahaya akibat longsoran tebing sungai dan limpasan aliran debris serta berlaku untuk pembuatan peta bahaya akibat aliran debris untuk daerah vulkanik dan non-vulkanik yang rawan terhadap aliran debris. Pedoman ini membahas persyaratan-persyaratan. bangunan sungai dan fasilitas penunjangnya. bangunan sungai dan fasilitas penunjangnya. Bangunan sungai yang keberadaannya menjadi tanggung jawab instansi pengelola sungai adalah bangunan pengendali banjir (tanggul. 21 Pedoman ini membahas tentang persyaratan. persyaratan.pu. ketentuan dalam penempatan stasiun telemetri. Monitoring adanya bahaya yang mengancam bangunan persungaian. 3. Pelaksanaan pemeliharaan bangunan persungaian dan fasilitas penunjangnya yang bersifat pemeliharaan pencegahan.id/satminkal/balitbang/sni 94 . T-16-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd. d.Pedoman Teknis No. Pedoman ini dipakai bersama-sama dengan standar lain yang berlaku dan sesuai dengan peraturan yang terkait. struktur drainase. perencanaan. T-12-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 38 88 Perencanaan teknis bangunan tanggul sungai lahar 89 Pengamanan bangunan sabo dari gerusan lokal 90 Pembuatan peta bahaya akibat aliran debris Pd. c. 4. dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan baik fisik maupun nonfisik yang terdiri dari : a. T-17-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd. T-18-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd. e. Dalam pedoman ini diuraikan beberapa ketentuan yang mencakup : data dan informasi yang diperlukan. instrumentasi/ peralatan yang diperlukan. sedang bangunan yang berada di sungai namun keberadaannya tidak menjadi tanggung jawab pengelola sungai adalah bangunan pengambilan (bendung. yaitu pemeliharaan alur sungai. yaitu pemeliharaan alur sungai. T-23-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 30 91 Prakiraan dan peringatan dini banjir 41 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. bendung pembagi aliran). ketentuan dan prosedur perencanaan teknis pengamanan bangunan sabo terhadap kerusakan yang terjadi akibat dari proses interaksi degradasi dan gerusan lokal. pemeliharaan korektip dan pemeliharaan darurat. persyaratan mengenai fungsi. T-11-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup Pedoman ini terdiri dari pokok bahasan yang mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan. Pedoman ini membahas hal-hal sebagai berikut : 1. keamanan hidraulik dan struktur.

13/PRT/M/2008 Ruang Lingkup organisasi yang diperlukan. pada waktu banjir air sungai tidak melimpah. T-15-2004-A 378 97 Perencanaan hidraulik dan operasi serta pemeliharaan bangunan penangkap air tipe pusair Monitoring dan evaluasi hasil penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam rangka pengisian waduk 52 98 Pd. Lokasi pos duga air ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak merubah kondisi sungai. T-05-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd. Tata cara ini juga mencakup jenis dan penggunaan blangko-blangko dalam rangka pengoperasian jaringan irigasi teknis. 15 Jumlah Hal 93 Tata cara pembangunan pos duga air tipe konsol di sungai/saluran terbuka Permen PU No.go. tersedia lokasi untuk pemasangan sarana pengukuran debit seperti kereta gantung atau kabel gantung melintang. standar operasi dan peringatan dini banjir. 33 8. bendungan. Pedoman teknik membangun kincir air tipe PUSAIR untuk irigasi desa ini mencakup : merancang dan membangun kincir air tipe PUSAIR. kesepakatan dengan pemilik tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pos duga air. Ketentuan tersebut antara lain seperti penentuan lokasi di sungai atau saluran terbuka. 92 Pedoman tata cara pemasangan batu kosong untuk perlindungan lereng tanggul sungai bagian luar Permen PU No. bangunan kincir air digunakan untuk penyediaan air terutama air irigasi desa dan pedoman ini tidak mencakup tinjauan terhadap sosial dan biaya. tersedia lokasi pengukuran debit dari muka air rendah sampai tinggi.pu. Pedoman teknik membangun kincir air tipe PUSAIR untuk irigasi desa ini mencakup : merancang dan membangun kincir air tipe PUSAIR. alur sungai lurus sejauh lebih dari 4 kali lebar sungai rata-rata pada saat banjir. penyebaran aliran di penampang baik pada saat air kecil. serta kerapatan jumlah pos duga air dalam suatu DAS sesuai dengan SNI 03-2526-1991. jembatan dan lainlain sehingga keberadaannya tidak mengganggu bangunan yang sudah ada maupun bangunan yang akan dibangun. 6. tidak terkena pengaruh pengempangan atau aliran lahar. 94 Irigasi : rancangan sni. yang meliputi: rencana operasi dan prosedur operasi jaringan irigasi teknis. guling dan amblas dari rencana lokasi pos duga air. pedoman Tata cara operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi teknis Pd T-04-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Tata cara ini membahas tentang prosedur tata cara operasi jaringan irigasi teknis dalam satu wilayah pengelolaan. mudah dicapai terutama pada saat banjir. pemantauan dan evaluasi. T-20-2004-A 18 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. pelaksanaan. sedang maupun banjir merata dan mengumpul. Pedoman monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka pengisian waduk meliputi hal-hal sebagai berikut : 95 96 Tata cara pemeliharaan jaringan irigasi teknis Pedoman teknik pembangunan kincir air tipe pusair untuk irigasi desa RSNI T-03-2002 Pd. lokasi sedapat mungkin dekat dengan tempat tinggal penduduk. kemungkinan pemasangan telemetring. tersedianya penampang kendali baik alam maupun buatan. Tata cara ini membahas tetntang prosedur pemeliharaan jaringan irigasi teknis yang meliputi perencanaan. 05/PRT/M/2009 Pedoman ini menetapkan tata cara pemasangan batu kosong untuk perlindungan lereng tanggul bagian luar khususnya tanggul yang terbuat dari tanah nonkohesif.id/satminkal/balitbang/sni 95 . Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan pemasangan batu kosong untuk perlindungan lereng bagian luar Pedoman ini menetapkan tata cara pembangunan pos duga air tipe konsol di sungai/saluran terbuka yang membahas ketentuan-ketentuan dan cara/tahapan pelaksanaan pembangunan pos duga air tipe konsol.Pedoman Teknis No. bangunan kincir air digunakan untuk penyediaan air terutama air irigasi desa dan pedoman ini tidak mencakup tinjauan terhadap social dan biaya. tidak mengganggu aliran dan disesuaikan dengan rencana pengembangan sumber daya air pada DAS tersebut seperti pembangunan bangunan air lainnya seperti bendung. pertimbangan tentang kondisi geoteknik ketahanan bangunan terhadap geser. Judul Standar Nomor Standar 5.

Melakukan prediksi debit air masuk ke masing-masing waduk untuk tahun yang akan datang. 2. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional tiap-tiap waduk yang telah dilakukan pada bulan sebelumnya. data hubungan antara TMA dengan volume tampungan dan 5. prosedur perhitungan. metode dalam penyusunan pola operasi waduk.id/satminkal/balitbang/sni 96 . Pedoman ini berlaku khusus Jumlah Hal 99 Pengoperasian waduk kaskade pola listrik-listrik multiguna Pd. Pedoman ini adalah untuk memudahkan perencana/ pelaksana pengoperasian dalam menyusun pola operasi serta pedoman pengoperasian suatu waduk. 8. dan seri 300-750. Evaluasi terhadap hasil penerapan TMC yang meliputi analisis teknis hidrologi. Pd. data rencana pemeliharaan turbin serta pintupintu air dari setiap waduk. 4. data debit aliran masuk ke masing-masing waduk. perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta.go. penentuan kapasitas waduk. T-25-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 24 101 Pengisian kekosongan data hujan dengan metode korelasi distandardisasi non linear bertingkat Pd. 3. T-24-2004-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 23 103 Penguatan masyarakat petani pemakai air dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Pd T-06-2005-A Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah 30 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. data karakteristik waduk-waduk seperti data tinggi muka air (TMA) waduk. Pedoman ini tidak mencakup bahasan untuk mendesain pembangkit listrik tenaga air turbin lain di saluran irigasi. Pedoman pengisian data hujan dengan metode ini mencakup hubungan korelasi dan regresi antar seri data pengisi dan yang diisi. Data yang dikumpulkan terdiri dari : i.Pedoman Teknis No. Pengumpulan data yang terdiri dari : 1. 2. tabel hubungan antara TMA dengan luas permukaan waduk.pu. Penerapan pedoman ini memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain jumlah stasiun minimal 3 buah. Panduan untuk merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan turbin tipe MdCCF seri 225-750. 6. selama dan pasca pelaksanaan TMC. kendala yang dihadapi. 3. 4. tabel hubungan antara TMA dengan volume tampungan. persamaan dasar simulasi waduk. dan tidak mencakup tinjauan sosial dan ekonomi. Pedoman ini menetapkan tata cara pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P) jaringan irigasi pada suatu daerah irigasi dalam hal ini. klasifikasi pemanfaatan waduk. Penggunaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro ini terutama ditujukan untuk memanfaatkan potensi tenaga pada bangunan terjun dan got miring di saluran irigasi di desa-desa yang belum terjangkau listrik PLN. b. Pedoman Pengoperasian waduk kaskade pola listrik-listrikmultiguna meliputi : a. data kebutuhan air irigasi. Evaluasi melibatkan para pengelola waduk dan semua pihak terkait dengan operasional waduk kaskade. iii. data tinggi muka air (TMA) tiap waduk. data debit sungai. Ruang Lingkup Monitoring data yaitu pengumpulan data hidrologi sebelum. 3. prosedur pembuatan pola operasi waduk. evaluasi perhitungan dan contoh perhitungannya. data curah hujan dan contoh air hujan. inflow ke waduk dan outflow dari waduk. 5. T-22-2004-A 47 102 Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro tipe mdccf di saluran irigasi. prosedur operasi waduk. b. Pedoman ini menguraikan tentang pengoperasian waduk tunggal dengan berbagai hal-hal yang perlu diketahui/ ditentukan sebelumnya antara lain : 1. 9. pendekatan dalam pola operasi. c. 7. 1. Membuat pola operasi waduk kaskade dengan prinsip pembagian berimbang (equal sharing). analisis manfaat dan analisis kualitas air. T-21-2004-A 22 100 Pedoman pengoperasian waduk tunggal Pd. Judul Standar Nomor Standar a. ii. 2. Pedoman ini meliputi: data yang digunakan beserta persyaratannya.

Pada dasrnya pelaksanaan TTG ini sepenuhnya dilaksanakan oleh petani pemakai air yang tergabung dalam P3A dan dibimbing oleh pendamping yang mempunyai kemampuan bidang teknis dan kelembagaan pengelolaan irigasi Pedoman ini memuat mengenai ketentuan peran P3A dalam penerapan TTG. Pedoman ini digunakan 41 97 . Aspal. b) menghindari pembangunan baru di kawasan rawan tsunami. perencanaan penempatan/lokasi dan desain bangunan infrastruktur untuk penanggulangan (mitigasi) bahaya bencana tsunami. perkerasan jalan beraspal 107 Pedoman perencanaan tebal perkerasan Pt T-01-2002-B lentur Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. pembuatan zonasi tsunami dan aplikasi analisis perhitungan.id/satminkal/balitbang/sni Pedoman ini meliputi ketentuan umum perencanaan. kelembagaan penerapan TTG dan pembiayaanya Pedoman ini khusu untuk irigasi teknis tanaman pangan atau pertanian.Pedoman Teknis No. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip umum perencanaan tata guna lahan.pu. d) perencanaan umum dan konstruksi bangunan infrastruktur untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 4).go. 105 Pantai Metode pengujian bathimetri menggunakan alat perum gema SK SNI M-38-1993-03 106 Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami 06/PRT/M/2009 Metode pengukuran bathimetri menggunakan alat perum gema ini : 1) membahas persyaratan ketentuan-ketentuan dan cara pengaturan. Jalan dan jembatan 10. yang meliputi hal-hal sebagai berikut: pengertian risiko tsunami untuk masyarakat umum: bencana. aspal karet. tata cara penerapannya secara partisipatif. asbuton. untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi (harta benda) di masa mendatang (Prinsip 2). untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi di masa mendatang (Prinsip 3). dengan kala ulang perencanaan yang perlu diantisipasi yang sering terjadi di daerah pantai dan pesisir pantai. jenis TTG bidang Irigasi. e) mitigasi bangunan infrastruktur (prasarana) terhadap risiko bencana tsunami dengan pembangunan kembali dan rencana tata guna lahan dan pembangunan proyek (Prinsip 5). Pedoman ini menetapkan perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami. kerawanan dan penyingkapan (dampak) tsunami (Prinsip 1). c) penentuan lokasi dan konfigurasi pembangunan baru di kawasan rawan tsunami. Judul Standar Nomor Standar Nomor : 330/KPTS/M/2002 SE No. g) perencanaan kegiatan evakuasi vertikal dan horisontal (Prinsip 7). dan bukan untuk irigasi dan tamabak Jumlah Hal 104 Pedoman peran perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi 23 9. 2) untuk perairan dengan kedalaman sampai 120 M. f) perencanaan dan penentuan lokasi bangunan prasarana dan fasilitas kritis. a) 23 98 C. metode perencanaan dan contoh-contoh perencanaan. ketentuan teknis perencanaan. untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 6). 08/SE/M/2009 Ruang Lingkup untuk irigasi tanaman pangan atau pertanian bukan rawa dan tambak. Pedoman ini hanya berlaku untuk konstruksi perkerasan yang menggunakan material bergradasi lepas (granular material dan batu pecah) dan berpengikat. uraian deskripsi. pendekatan P3A dalam penerapannya. Pedoman ini mentepakan tata cara penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi melalui pendampingan kepada P3A pada suatu daerah irigasi.

Pedoman pemeriksaan peralatan penghampar campuran beraspal (asphalt finisher) ini menguraikan tentang tata cara pemeriksaan alat penghampar mekanis campuran beraspal Pedoman ini merupakan acuan dan peganagan pelaksana. Survei ini bertujuan untuk menginventarisasi titik-titik referensi yang berada dalam suatu ruas jalan serta menginventarisasi panjang suatu ruas jalan. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup untuk : o perencanaan perkerasan jalan baru o perencanaan pelapisan tambahan (overlay) o perencanaan konstruksi bertahap (stage construction). Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan LASBUTAG agar diperoleh penggunaan bahan dan waktu yang efisien serta memenuhi mutu yang ditentukan. serta kendaraan survei. Pedoman ini lebih difokuskan penggunaannya untuk ruas jalan antar kota.5 mm dan ukuran nominal 12. Pedoman ini meliputi penyiapan campuran asbuton dengan cara panas terdiri dari campuran asbuton. Pedoman ini juga memuat tahapan pelaksanaan survei. 07/SE/M/2009 18 Metode uji Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. proses pencampuran. digunakan sebagai lapis aus dengan ukuran nominal 9. Pedoman ini memberikan arahan dalam pelaksanaan survei penentuan titik referensi jalan yang berfungsi sebagai titik acuan pengukuran jarak dalam pembinaan sistem jaringan jalan. pengawas lapangan dan pihak lain yang berkepentingan dalam pelaksanaan penghamparan campuran beraspal agar pengguna dapat mengetahui kondisi perlalatan 28 111 Pedoman Pelaksanaan lapis campuran beraspal panas PERMEN Nomor 28/PRT/M/2007 47 112 Survei kondisi jalan tanah dan atau kerikil PERMEN Nomor 15/PRT/M/2007 25 113 Pemberlakuan pedoman pemeriksaan peralatan penghampar campuran beraspal (Asphalt Finisher) SE No. agregat dan peremaja yang dicampur di Unit Pencampur Aspal. Pedoman ini dapat digunakan sebagai pendukung untuk melengkapi pangkalan data (data base) jalan dan/atau acuan dalam pelaksanaan pemeliharaan serta penilaian hasil pekerjaan peningkatan atau pembangunan jalan baru.id/satminkal/balitbang/sni 98 .pu.Pedoman Teknis No. penghamparan dan pemadatan. Pedoman ini sebagai acuan perencanaan dan pelaksanaan asbuton butir campuran dingin.5 mm serta untuk lapis antara dengan ukuran nominal 19 mm pada perkerasan jalan beraspal dengan lalu lintas selama umur rencana  1 juta ESA. Pedoman ini juga meliputi penghamparan dan pemadatan campuran pada lapis pondasi antara dan lapis aus. personil. ketentuan-ketentuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan survei yang menyangkut peralatan dan bahan. Pedoman ini mencakup tata cara survei kondisi jalan kerikil dan atau tanah (termasuk stabilisasi tanah dan atau kerikil) yang dilakukan secara manual (visual).go. Selain itu pedoman ini mengatur tata cara pengendalian dan pengujian mutu bahan maupun siar muai Jumlah Hal 108 Pedoman asbuton campuran panas 109 Pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug untuk jembatan Pd T-07-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-13-2005-B Sudah revisi (Proses penetapan SNI) 43 22 110 Tata cara pelaksanaan survai jalan Judul berubah menjadi : Tata cara survai titik referensi jalan PERMEN Nomor 17/PRT/M/2007 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai lokasi jenis dan jarak antara titik-titik referensi pada suatu ruas jalan serta menentukan titik awal dan titik akhir dari ruas jalan tersebut yang akan digunakan pada survai-survai jalan berikutnya atau untuk keperluan lain dalam pembinaan jaringan jalan. Pedoman survei ini terdiri dari persiapan survei dan prosedur pelaksanaannya. Pedoman ini menetapkan proses pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug yang dimulai dari persiapan bahan dan peralatan.

Alat yang digunakan sama dengan alat pada pengujian daktilitas aspal kecuali bentuk cetakannya yang dimodifikasi. harus digunakan metode uji alternatif pengganti.id/satminkal/balitbang/sni 99 . peralatan.5 mm (1 inci) sampai dengan 38 mm (1.4 mm (1 inc) sampai dengan 38 mm (1. Metode ini tidak cocok untuk geotekstil hasil rajutan yang dijahit.1.360/KPTS/M/2004 RSNI M-01-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 21 118 Cara uji beban putus dan elongasi pada geotekstil dengan metode grab 16 119 Cara uji indeks tahanan tusuk geotekstil. titik lembek.1. Standar ini menetapkan kaidah-kaidah dan langkah kerja dalam menilai kuat keliman geotekstil. penyiapan benda uji. Cara ini membahas ketentuan pemisahan aspal dari campuran beraspal dengan cara refluks menggunakan tabung gelas. Substansi yang diatur dalam standar ini meliputi prinsip pengujian. Standar ini mencakup prosedur untuk mengidentifikasi aspal emulsi kationik mantap cepat. Cara uji dalam standar ini menggunakan benda uji yang lebih sempit dibandingkan dengan benda uji yang digunakan dalam ASTM D 4884. Pengujian ini meliputi pengukuran stabilitas dan pelelehan (flow) suatu campuran beraspal dengan butir agregat berukuran maksimum dari 25. Metode pengujian yang dimuat pada standar ini tidak dapat digunakan untuk beberapa pengujian karakteristik geotekstil tipe anyaman atau produk yang memiliki bukaan lubang besar.360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup Cara uji kelarutan aspal secara khusus menguraikan alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja untuk mendapatkan hasil kelarutan aspal.360/KPTS/M/2004 RSNI M-07-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. penghitungan dan laporan. Cara uji ini dapat digunakan untuk hampir semua jenis geotekstil seperti geotekstil dengan bahan Jumlah Hal 9 115 Cara uji ekstraksi aspal dari campuran beraspal menggu-nakan tabung refluks gelas Cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat maksimum dari 25.pu. hasil pengujian sesuai standar ini hanya dapat digunakan untuk membandingkan kekuatan dan elongasi antara bahan dengan struktur serat yang sama sebab dalam pengujian ini bahan yang berbeda akan berunjuk kerja secara berbeda pula sesuai karakteristik bahan. Pada cara uji ini dicantumkan pula langkah pengerjaan dan perhitungan jumlah aspal yang terlarut pada trichloroethylene (TCE) atau 1. seperti Geonet dan Geogrid.360/KPTS/M/2004 RSNI M-06-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. Meski berguna untuk pengendalian mutu dan pengujian penerimaan untuk suatu struktur serat tertentu. pengambilan contoh. Data yang dihasilkan dari cara uji ini berupa nilai tahanan keliman terhadap gaya tarik dalam posisi memanjang atau tegak lurus arah keliman. Standar ini menetapkan kaidah-kaidah dan cara mengukur indeks tahanan tusuk untuk menentukan karakteristik geotekstil.Pedoman Teknis No. Cara uji ini menetapkan prosedur uji indeks untuk menentukan beban putus dan elongasi pada geotekstil dengan menggunakan metode grab. Cara uji dilakukan untuk menentukan derajat kelarutan dalam trichloroethylene (TCE) atau 1. Standar ini meliputi pengukuran sifat-sifat tarik geotekstil dengan menggunakan benda uji berbentuk pita yang dijepit pada sisi lebarnya dimana dimensi lebarnya tersebut adalah besar. Aspal yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pemeriksaan sifat fisik aspal antara lain: penetrasi.1 trichloroethane.5 inci) dengan alat marshall Cara uji identifikasi aspal emulsi kationik mantap cepat 116 117 RSNI M-05-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no.go. geomembran. Untuk geotekstil jenis ini. ditentukan berdasarkan ketidak mampuan aspal emulsi kationik mantap cepat untuk menyelimuti pasir lisika yang membedakan dari kelas kationik mantap sedang dan mantap lambat.5 inci). 114 Judul Standar Cara uji kelarutan aspal Nomor Standar RSNI M-04-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. dan produk sejenis lainnya. Cara uji elastisitas aspal dengan alat daktilitas secara khusus menguraikan alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja untuk mendapatkan nilai hasil elastisitas aspal khususnya aspal yang dimodifikasi polimer jenis elastomer. daktalitas. prosedur. geomembran dan produk sejenis lainnya RSNI M-02-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI M-03-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 15 120 Cara uji kuat keliman jahit atau ikat panas geotekstil 17 121 Cara uji elastisitas aspal dengan daktilitas RSNI M-05-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI M-04-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 25 122 Cara uji sifat tarik geotekstil dengan metode pita lebar 10 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.1 trichloroethane pada bahan aspal yang tidak atau sedikit mengandung mineral.

bukan anyaman. membran. sebagai lapis pondasi dan pondasi bawah. Beban-beban. stabilisasi. desain konstruksi jalan di atas tanah ekspansif serta teknik penanganan dengan metode penggantian material. dan bahan yang diratakan. yang digunakan sebagai acuan dalam menilai mutu aspal keras untuk pekerjaan perkerasan.360/KPTS/M/2004 RSNI T-02-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI T-03-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pd T-10-2005-B 12 126 Spesifikasi Spesifikasi aspal keras berdasarkan kekentalan 11. Pedoman ini memberikan informasi dan petunjuk dalam merencanakan desain konstruksi. ketentuan. Pedoman ini menetapkan persyaratan. geomembran dan pembebanan. ketentuan bahan. Pedoman ini mengatur tata cara penggunaan agregat slag besi dan baja pada proses pembuatan campuran beraspal panas yang meliputi persyaratan agregat slag besi dan baja. persyaratan aspal keras Pen 40.Pedoman Teknis No. geotekstil denganbahan berlapis. Jenis perkerasan yang di daur ulang mencakup perkerasan beraspal yang telah tua atau perkerasan beton semen. Perhitungan tebal lapis tambah yang diuraikan dalam pedoman ini hanya berlaku untuk konstruksi perkerasan lentur atau konstruksi perkerasan dengan lapis pondasi agregat dengan lapis permukaan menggunakan bahan pengikat aspal. bahan yang dirajut. Standar Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan ini digunakan untuk merencanakan jembatan jalan raya dan jembatan pejalan kaki di Indonesia. Judul Standar Nomor Standar 330/KPTS/M/2002 123 Penggunaan agregat slag besi dan baja untuk campuran beraspal panas Pd T-04-2005-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pd T-05-2005-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Ruang Lingkup anyaman. aksi-aksi dan metoda penerapannya boleh dimodifikasi dalam kondisi tertentu. manajemen air. Pedoman meliputi penjelasan mengenai ciri-ciri kerusakan jalan di atas tanah ekspansif.pu.go. peralatan laboratorium. didasarkan atas lendutan yang dihasilkan dari pengujian lendutan langsung dengan menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) dan lendutan balik dengan menggunakan alat Benkelman Beam (BB). Spesifikasi ini mencakup. identifikasi tanah ekspansif. Pedoman ini merupakan tata cara penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan. dengan seizin pejabat yang berwenang. Jumlah Hal 30 124 Perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur dengan metode lendutan 37 125 Perencanaan campuran lapis pondasi hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen Pd T-08-2005-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI S-01-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. perencanaan campuran dan cara penentuan kadar semen campuran hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen. Pedoman ini memuat deskripsi berbagai faktor dan parameter yang digunakan dalam perhitungan serta memuat contoh perhitungan. yang menggunakan bahan baja dengan panjang bentang tidak lebih dari 100 meter. perencanaan campuran dan pelaksanaan campuran.id/satminkal/balitbang/sni 100 . Pedoman ini memberikan petunjuk mengenai prinsipprinsip penggunaan stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk dalam pembuatan konstruksi timbunan untuk jalan yang meliputi : kriteria penggunaan stabilisasi dangkal tanah lunak dengan semen atau cerucuk untuk desain timbunan jalan serta evaluasi dan aplikasinya pada 25 126 129 Penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan 70 130 Stabilisasi dangkal tanah lunak untuk konstruksi timbunan jalan (dengan semen dan cerucuk) Pd T-11-2005-B 63 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. Pedoman ini menetapkan kaidah-kaidah dan tata cara perhitungan lapis tambah perkerasan lentur berdasarkan kekuatan struktur perkerasan yang ada yang diilustrasikan dengan nilai lendutan. persyaratan bahan lainnya. Pen 60 dan Pen 80. Penilaian kekuatan struktur perkerasan yang ada. tetapi bukan merupakan petunjuk yang mendalam untuk desain detail. 127 Jalan dan jembatan Pembebanan untuk jembatan 128 Perencanaan struktur baja untuk jembatan Standar ini menetapkan ketentuan pembebanan dan aksiaksi lainnya yang akan digunakan dalam perencanaan jembatan jalan raya termasuk jembatan pejalan kaki dan bangunan-bangunan sekunder yang terkait dengan jembatan.

Selain itu pedoman ini menguraikan tahapan pelaksanaan audit yang dilengkapi dengan daftar periksa yang diperlukan dalam pelaksanaan audit.Pedoman Teknis No.id/satminkal/balitbang/sni 101 . Pedoman pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini mencakup ketentuan umum. 138 Jalan tol Analisis resiko investasi jalan tol Pd T-01-2005-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan tata cara dalam menilai resiko investasi jalan tol. jalur perambatan. Untuk proyek-proyek yang hanya melakukan studi kelayakan tanpa melalui kegiatan pra studi kelayakan. Dalam bagian i ini disajikan ketentuan-ketentuan dan cara-cara perhitungan komponen biaya tidak tetap (running cost). yang mencakup hal-hal antara lain jenis-jenis resiko. Pedoman ini mencakup uraian tentang ketentuan umum. Biaya tidak tetap (running cost) Pd T-15-2005-B 133 Mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan Pd T-16-2005-B 134 Audit keselamatan jalan Pd T-17-2005-B 135 studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pd T-18-2005-B 136 Pra Studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pd T-19-2005-B Pedoman ini merupakan panduan dalam melakukan perhitungan biaya operasi kendaraan (bok) pada ruas jalan. Jumlah Hal 131 Perencanaan lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan corrugated steel plate (csp) Pd T-12-2005-B 36 132 Perhitungan biaya operasi kendaraan Bagian 1. perhitungan dan pelaporan serta contoh-contoh penggunaannya. dan penerima kebisingan. Pedoman pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang ini mencakup ketentuan umum. 29 39 62 31 34 137 Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan Pd T-20-2005-B 46 12. nterpretasi kondisi dan cara pemasangan serta desain stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk. Pedoman audit keselamatan jalan ini menetapkan ketentuan dan prosedur pelaksanaan audit keselamatan jalan mulai dari tahap perencanaan awal hingga tahap percobaan atau beroperasinya jalan tersebut secara penuh. ketentuan teknis. dimensi. Tata cara yang diuraikan dalam pedoman ini termasuk tahapan persiapan. pengumpulan data.go. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana lapangan dalam upaya penanggulangan dampak kebisingan yang terjadi akibat lalu lintas jalan. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup timbunan jalan yang mengalami prakompresi. pengelompokan resiko. ketentuan teknik.pu. Pedoman ini mengatur tentang tindak lanjut dari kegiatan pra studi kelayakan untuk menganalisis secara lebih rinci beberapa alternatif rute terpilih yang diusulkan. Pedoman ini membahas masalah perencanaan sistem lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP). dan cara pengerjaan pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan. 29 139 Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar jalan tol Pd T-22-2005-B 28 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. cara penempatan. dan cara pengerjaan. maupun pembangunan jalan dan jembatan. analisis resiko dan penetapan faktor resiko investasi. dan teknis pelaksanaan audit. Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pedoman ini meliputi bahan. Pedoman ini berlaku untuk pengadaan tanah lebih besar dari 1 (satu) hektar maupun kurang dari 1 (satu) hektar. administratif. informasi tentang jenis dan karakteristik stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk serta pembahasan parameter tanah. Pedoman ini mencakup ketentuan-ketentuan dan tata cara pengadaan tanah dalam penyiapan ruang milik jalan (RUMIJA) untuk pembangunan jalan umum maupun jalan tol. Hal-hal yang diatur dalam pedoman ini. termasuk persyaratan umum. Di samping itu dibahas pula mengenai teknik pengelolaan resiko dan alokasi resiko antara pemerintah dan swasta. Pedoman ini menetapkan tata cara mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan yang meliputi penanganan pada sumber kebisingan. dan prosedur mitigasi. maka pelaksanaannya menggunakan kedua pedoman tersebut. baik untuk kegiatan peningkatan.

ketentuan teknis. Tata cara ini meliputi deskripsi. 35 18 142 Pd T-15-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pt T-02-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pd T-12-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-12-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 20 143 Tata cara perencanaan geometrik persimpangan sebidang Tata cara ini meliputi deskripsi.Pedoman Teknis No. kawasan industri serta kawasan pariwisata. kawasan militer. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup ketentuan teknis pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang untuk kawasan budidaya disekitar jalan tol. Pekerjaan jalan tersebut mengambil sebagian atau seluruh dari DAMIJA yang diperkirakan bisa menggangu arus lalu lintas dan keselamatan keselamatan pemakai jalan. Tata cara perencanaan marka jalan imengatur pengelompokkan marka jalan menurut fungsinya.go. penggunaan serta penempatannya. lingkungan dan tuntutan lalu lintas yang ada yang dilakukan melalui rekayasa dan manajemen lalu lintas. dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan perkotaan. kawasan perdagangan dan jasa. Pedoman teknis perencanaan perambuan sementara bagi pekerjaan jalan. ketentuan-ketentuan. ketentuan umum. yang untuk utilitas yang sejajar jalan dan melintang jalan baik bawah maupun di atas tanah. 140 Lalu lintas Pedoman penempatan utilitas pada daerah milik jalan 141 Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan Tata cara perencanaan pemisah jalan (separator jalan) Pd T-13-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 RSNI T-13-2004 Pedoman ini mengatur penempatan utilitas pada daerah milik jalan (DAMIJA) dan jembatan. Sedangkan kawasan lain yang memerlukan pengaturan seperti kawasan pendidikan. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan teknis perencaan pemisah jalan. Pedoman ini meliputi deskripsi. Tata cara ini meliputi deskripsi. Pedoman teknis penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan merupakan acuan dan pegangan bagi perencana maupun instansi yang berwenang dalam pembinaan jalan dan lalu lintas untuk melakukan penanganan kemacetan lalu lintas pada skala lokal.pu. Tata cara perencanaan marka jalan ini diterapkan dalam perencanaan ruas serta persimpangan jalan baik jalan dalam kota maupun jalan luar kota. ketentuan umum. bentuk dan ukuran. ketentuan-ketentuan. ketentuan teknis dan cara pengerjaan persimpangan sebidang tanpa budaran (roundabout) dan perlintasan kereta api yang diperuntukan bagi perencanaan maupun perancangan. jembatan dan fasilitas prasarana perkotaan merupakan acuan atau tata cara untuk penempatan rambu sementara meliputi deskripsi. ketentuan teknis. Modelmodel penanganan yang dicakup dalam pedoman ini merupakan hasil optimalisasi geometrik jalan. dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan perkotaan. bandar udara dan sebagainya akan diatur dalam pedoman tersendiri. kawasan cagar budaya. Kawasan budidaya yang diatur meliputi pengaturan kawasan fungsional yaitu kawasan perumahan. Jumlah Hal 13. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya disekitar jalan tol akan menjadi lebih tertata dan tidak menimbulkan dampak langsung terhadap pelayanan jalan tol. dan cara 31 144 Marka jalan 25 145 Perambuan sementara untuk pekerjaan jalan 26 146 Geometri jalan perkotaan Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan RSNI T-14-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No : 360/KPTS/M/2004 Pd T-08-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 147 Penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan 90 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.id/satminkal/balitbang/sni 102 . dan tata cara perencanaan bagi pihak yang terkait dengan pekerjaan jalan. ketentuan umum.

Pedoman ini mengatur tata cara pencacahan lalu lintas dengan cara manual pada ruas jalan dan persimpangan untuk berbagai tujuan penggunaan data. Pedoman ini mengatur kaidah-kaidah perencanaan geometri bundaran pada persimpangan sebidang. selain jalan bebas hambatan. lebar jalur masuk dan lajur putaran. ketentuan teknis. seperti analisis geometri. alinyemen vertikal.go. Pedoman ini mencakup tata cara survei kondisi rinci jalan beraspal di perkotaan yang melakukan secara manual (visual) termasuk kompilasi data. fasilitas pejalan kaki dan fasilitas pendukung lainnya. ukuran dan bukan. 156 Lingkungan jalan/ perumahan Prediksi kebisingan akibat lalu lintas Pd T-10-2004-B Tata cara prediksi kebisingan akibat lalu lintas memuat 35 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. dan penggunaan lahan sisi jalan.pu. seperti penggunaan simpang tak sebidang atau pengaturan sistem jaringan. Definisi dan istilah. penempatan. yaitu tahap identifikasi lokasi rawan kecelakaan. Pedoman perencanaan media jalan ini mengatur tentang ketentuan umum yang menyangkut keberadaan dan fungsi serta ketentuan teknis lainnya. Jumlah Hal 148 Penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas Pd T-09-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 62 149 Survei inventarisasi geometri jalan perkotaan 150 Perencanaan median jalan 151 Penentuan klasifikasi fungsi jalan di kawasan perkotaan 152 Survei pencacahan lalu liontas dengan cara manual Pd T-16-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-17-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-18-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-19-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-20-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pedoman ini memuat tata cara tentang pelaksanaan survei dalam rangka mendapatkan data geometri dari jalan perkotaan termasuk persimpangan. organisasi. peralatan dan langkah-langkah pelaksanaan survei. Ketentuan teknis. akses jalan dan akses lahan. Ketentuan umum. tahap analisis data. Pedoman ini mencakup ketentuan umum.id/satminkal/balitbang/sni 103 . dan Prosedur Penanganan. termasuk penempatan halte dan drainase. ciri-ciri dan kriteria untuk fungsi ruas jalan. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup perencanaan serta penanganan kemacetan jangka pendek sebelum melakukan penanganan dengan rekayasa yang lebih kompleks. termasuk sistem jaringan jalan. kinerja lalu lintas dan struktur perkerasan jalan maupun manajemen lalu lintas. alinyemen horisontal. yang meliputi : penampang melintang. yang terdiri atas sistem jaringan primer dan sekunder. Kriteria yang ada dalam pedoman ini merupakan perangkat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Kabupaten. Acuan Normatif. 155 Survei kondisi rinci jalan beraspal di perkotaan Pd S-01-2004-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-21-2004-B 51 33 14. Pedoman ini juga memuat ketentuan berbagai besaran geometri komponen bundaran. dimensi pulau pemisah. kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota pada kawasan budidaya. Pedoman ini mencakup tata cara survei. 35 22 40 36 153 Perencanaan bundaran untuk persimpangan sebidang 44 154 Kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota. seperti diameter bundaran. radius atau jari-jari masuk.Pedoman Teknis No. tahap pemilihan teknik penanganan serta tahap monitoring dan evaluasi. ketentuan pemarkaan dan perambutan. serta cara/ prosedur perencanaannya. Pedoman ini memuat berbagai parameter yang digunakan untuk merancang berbagai jenis bundaran pada persimpangan sebidang. Pedoman ini mencakup tata cara penentuan klasifikasi fungsi jalan di kawasan perkotaan. Pedoman ini disusun terdiri atas Ruang Lingkup. Penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas ini menguraikan metode penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yang terbagi kedalam empat tahapan penyelidikan. Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai pendukung untuk melengkapi pangkalan data (data base) jalan perkotaan. Tata cara survei ini terdiri dari persiapan survei dan produser pelaksanaannya.

Substansi yang diatur dalam pedoman ini adalah inspeksi dan pemeliharaan saluran beserta sarana pelengkapnya. ketentuan. Pedoman ini menetapkan ketentuan-ketentuan dan tata cara Inspeksi dan Pemeliharaan Drainase jalan baik yang bersifat rutin maupun khusus. Inspeksi dan pemeliharaan drainase jalan Pd T-14-2005-B 161 Pemeriksaan inventarisasi jembatan Pd T-21-2005-B 162 Pemerikasaan peralatan unit produksi campuran berasphal (asphalt mixing plant) Pd T-03-2005-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 163 Perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan metode the gross output (human capital) Pd T-02-2005-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata cara ini membahas ketentuan-ketentuan penyusunan program pemeliharaan jalan perkotaan.go.id/satminkal/balitbang/sni 104 . ketentuan. Pedoman ini menentukan metode penanggulangan erosi permukaan lereng jalan dengan tanaman yang mencakup persyaratan tentang lereng jalan. pelaksanaan. jenis drum. termasuk gorong-gorong untuk mengembalikan kinerja dan kondisinya sehingga dapat berfungsi sesuai perencanaan awal. Pedoman ini sebagai acuan dan pegangan bagi pelaksana. papan lapis. pedoman ini memberikan tuntunan untuk menghitung faktor-faktor penting yang digunakan dalam formula penghitungan biaya. dan merupakan bagian dari data kondisi jembatan secara umum. venir komposit dan lapisan komposit. 159 160 Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Tata cara penyusunan program pemeliharaan jalan kota. berikut contoh penggunaannya. Tata cara ini memuat tentang pelaksanaan pemilihan kayu konstruksi secara masinal dan ketentuan yang harus digunakan meliputi istilah dan definisi. Pedoman pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal ini menguraikan tentang tata cara pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal jenis timbangan. Pedoman kapasitas lingkungan jalan ini merupakan suatu pedoman untuk melakukan perhitungan kapasitas lingkungan jalan di daerah perkotaan baik pada tahap perencanaan maupun pada tahap evaluasi suatu kegiatan peningkatan atau pembangunan jalan. Selain itu. 35 52 44 17 D. jenis menerus. Pedoman ini menguraikan formula yang dipergunakan dalam perhitungan. 6 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. Pedoman ini juga mencakup pembuatan teras bila menggunakan tanaman penutup tanah sedang dan tanaman penutup tanah tinggi. 164 Kayu Metode pengujian lentur panel kayu struktural Tata cara pemilahan kayu konstruksi secara masinal. Cipta karya 16. Judul Standar Nomor Standar Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup prosedur penghitungan tingkat kebisingan di ruas jalan perkotaan dan antar kota yang diakibatkan oleh lalu lintas dengan menggunakan model prediksi Calcullation of Road Traffic Noise (CoRTN) serta ketentuan-ketentuan umum maupun teknis berkaitan dengan pengukuran dan penghitungan parameter berpengaruh. pada jembatan-jembatan yang belum pernah didata dalam pemutahiran data. yang digunakan untuk memperoleh data administratif dan data teknis. Pd M-18-2000-03 165 Pd T-05-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis. Pedoman ini mencakup tata cara pelaksanaan pemeriksaan inventarisasi jembatan. papan serat teratur. Pedoman ini menetapkan prosedur untuk melakukan perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan kota dan jalan antar kota berdasarkan metode the gross output atau human capital. perencanaan pelaksanaan penanganan dan pemeliharaan. Jumlah Hal 157 Penanggulangan erosi permukaan lereng jalan dengan tanaman Pt T-04-2002-B Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pd T-13-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 24 158 Perhitungan kapasitas lingkungan 15.pu. pengawas lapangan dan pihak lain yang berkepentingan dalam pelaksanaan campuran beraspal panas agar pengguna dapat mengetahui kondisi peralatan. penentuan hasil pemilahan kayu konstruksi. penyajian hasil dan penilaian dampak kebisingan dari variabel-variabel berpengaruh dalam model prediksi kebisingan.Pedoman Teknis No. dan asumsi yang diberlakukan untuk faktor-faktor dalam penghitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas. dan tata cara kalibrasi bukaan bin dingin. tanaman.

Spesifikasi ini dibatasi untuk material dengan ketebalan sampai dengan 200 mm. 167 Tata cara pengawetan bambu dengan cara tekanan 11 17. aspek pemanfaatan ruang dan aspek pembangunan prasarana perkotaan. pelat dan batang untuk Permukiman dan konstruksi yang menggunakan las. dimana pengurangan berat dan penambahan durabilitas dianggap penting. yang mencakup definisi. Pd T-10-2004-C Pedoman ini menetapkan tujuan. 168 Baja Spesifikasi baja berkekuatan tinggi dengan kadar alloy columbium vanadium rendah 169 Spesifikasi baja berkekuatan tinggi dengan kadar alloy rendah yang mempunyai titik leleh minimum 345 mpa dan ketebalan 100 mm Spesifikasi ini mencakup empat mutu baja structural berkekuatan tinggi dengan campuran ColombiumVanadium berkadar rendah. Petunjuk teknis ini meliputi istilah. pelaksanaan. ketentuan. Penilaian kesesuaian Prasarana Wilayah Nomor ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian proses : 360/KPTS/M/2004 perencanaan. Penilaian kesesuaian penataan ruang dilakukan oleh seluruh stakeholder pembangunan dan difasilitasi oleh pemerintah melalui Dinas Instansi terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Keputusan Menteri pelaku. konstruksi lainnya yang menggunakan paku keling. bangunan. keluaran. Baja dengan mutu 60 (415 Mpa) dan 65 (450 Mpa) dimaksudkan untuk konstruksi jembatan yang menggunakan paku keeling atau baut. aspek kependudukan. paku keeling atau baut Prasarana Wilayah terutama ditunjukan untuk digunakan pada jembatan dan Nomor : 360/KPTS/M/2004 bangunan yang dilas. mencakup: gambar Prasarana Wilayah Nomor arsitektural berikut cara pengukuran. baut atau las. Standar ini meliputi tata cara untuk pengawetan kayu balok dengan ukuran tebal  5 cm dan lebar  10 cm dari serangan organisme perusak pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pestisida.id/satminkal/balitbang/sni 105 . kawasan Tata cara penyusunan skenario pembangunan perkotaan dalam rangka penyusunan program pembangunan prasarana kota terpadu Penilaian kesesuaian vertical rencana tata ruang 17 171 30 172 Tata cara pelaksanaan dokumentasi bangunan dan kawasan yang dilestarikan 16 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. pengendalian proses dan dampak dari pembangunan. format photo dan Pt-T-32-2000-C 9 8 18.Pedoman Teknis No. turap dan batang baja dengan mutu 42 (290 Mpa) dan mutu 50 (345 Mpa) dimaksudkan untuk konstruksi bangunan yang menggunakan paku keling. Jika terekspos langsung terhadap cuaca. 170 Tata ruang. dan pengendalian penataan ruang guna tercapainya pembangunan yang mensejahterakan masyarakat dan berkelanjutan melalui upaya koordinasi. RSNI S-09-2004 Spesifikasi ini meliputi baja berkekuatan tinggi berkadar Keputusan Menteri alloy rendah berbentuk profil. baut atau las pada konstruksi jembatan. Keluaran dari kegiatan penilaian kesesuaian adalah rekomendasi substansi penyesuaian dan kesepakatan langkah penyesuaian serta penetapan instansi yang bertanggung jawab atas konsekwensi dari penyesuaian yang harus dilakukan. Tata cara ini membahas ketentuan dan cara pengerjaan penyusunan skenario pembangunan perkotaan melalui kajian mengenai mengenai rencana tata ruang yang meliputi aspek fungsi kota. Ketahanan korosi terhadap cuaca dari baja ini pada hamper segala jenis lingkungan relative lebih baik dari pada baja karbon structural dengan atau tanpa tambahan tembaga. proses. ketentuan-ketentuan dan cara pengawetan. dan konstruksi lainnya. substansi.go. berbentuk pelat. Pd T-03-2004-C Tata cara ini mencakup cara dan lingkup dalam Keputusan Menteri melaksanakan pendokumentasian bangunan dan kawasan Permukiman dan yang memiliki nilai untuk dilestarikan. Judul Standar Nomor Standar Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-06-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-07-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 RSNI S-08-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup penandaan dan pengelompkkan. untuk beberapa pemakaian baja ini dapat digunakan tanpa dilapis cat. definisi. dan pelaksanaan pengawetan.pu. penyesuaian. 7 Jumlah Hal 166 Pengawetan kayu pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pasak dan pentil injeksi. dan konsekwensi dari penilaian Permukiman dan kesesuaian vertical penataan ruang.

pengendalian pemanfaatan ruang. dan tata cara pelaksanaan penataan ruang di kawasan reklamasi pantai. Ruang lingkup materi pedoman ini membahas tentang pengelolaan kawasan budidaya di kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan beserta fasilitas penunjangnya. peran masyarakat. 2) pengadaan lahan. membuat kesimpulan mengenai bangunan yang akan didokumentasikan. Pedoman ini diperuntukkan bagi penyusunan penataan ruang kawasan reklamasi pantai di perkotaan. 4) pelaksanaan pembangunan RTH. 7) kawasan perdagangan dan jasa. Tahanan referensi yang 10 10 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. c) Tahapan penyediaan dan pemanfaatan RTH publik meliputi: 1) perencanaan. e) pemanfaatan RTH untuk penggunaan lain seperti pemasangan reklame Jumlah Hal 173 Penataan ruang kawasan reklamasi pantai Permen PU No. Laporan histories juga merupakan upaya untuk menyatukan informasi. Pedoman ini dimaksudkan untuk menunjang penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan Kota dalam hal pengelolaaan kawasan budidaya. d) penyediaan dan pemanfaatan RTH privat yang dilaksanakan oleh masyarakat termasuk pengembang disesuaikan dengan ketentuan perijinan pembangunan. yang dapat digunakan bagi kegiatan penelitian. Pedoman ini mencakup ketentuan tentang persyaratan. Pendokumentasian bangunan dapat merupakan langkah awal dalam menentukan pelestarian bangunan. b) penyediaan dan pemanfaatan RTH publik yang dilaksanakan oleh pemerintah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. dan penulisan serta penyimpanan data. 40/PRT/M/2007 38 174 Kriteria teknis penataan ruang kawasan budidaya Permen PU No. Fasilitas penunjang meliputi fasilitas sosial dan fasilitas fisik.id/satminkal/balitbang/sni 106 . 5) kawasan pariwisata.Pedoman Teknis No. Kawasan budidaya yang diatur dalam pedoman ini meliputi: 1) kawasan hutan produksi (termasuk hutan rakyat). baik melalui analisa terhadap bangunan itu sendiri dan sejarahnya. baik yang akan maupun yang sudah direklamasi. 4) kawasan peruntukan industri. Judul Standar Nomor Standar : 360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup gambar. Ketentuan prosedur perencanaan RTH adalah sebagai berikut: a) penyediaan RTH harus disesuaikan dengan peruntukan yang telah ditentukan dalam rencana tata ruang (RTRW Kota/RTR Kawasan Perkotaan/RDTR Kota/RTR Kawasan Strategis Kota/Rencana Induk RTH) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.go. 6) kawasan permukiman. atau dengan memposisikan pada konteks yang tepat. 3) kawasan pertambangan. 2) kawasan pertanian. 5) pemanfaatan dan pemeliharaan. 176 Struktur bangunan Tata cara perbaikan struktur beton bertulang akibat kerusakan atau keropos dengan beton agregat prepak Spesifikasi untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan struktural untuk metode LRDF Pt-T-31-2000-C 177 RSNI S-07-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Tata cara ini mencakup : perbaikan komponen struktur beton bertulang yang mengalami kerusakan atau keropos akibat pelaksanaan pembetonan yang kurang baik dengan beton agregat prepak supaya komponen struktur ini dapat memenuhi mutu sesuai kriteria perencanaan.41/PRT/M/2007 42 175 Penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan Permen PU No. perencanaan tata ruang. maupun merupakan aktivitas dari pelestarian itu sendiri (preserve by documenting). 3) perancangan teknik. pemanfaatan ruang.pu. Spesifikasi ini mencakup prosedur untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan struktural untuk digunakan dalam desain factor beban dan tahanan (DFBT).05/PRT/M/2008 19.

perendam bata. Metode pengujian ini menyediakan penurunan sifat lentur posisi tidak kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang dipilah secara maksimal berdasarkan kekuatannya dengan pembebanan dua titik. Petunjuk teknis ini menetapkan metode pemeriksaan bangunan setelah terbakar. pengadukan. atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung.id/satminkal/balitbang/sni 107 . ketentuan dan cara pengerjaan penyusunan program pembangunan prasarana kota terpadu meliputi perumusan rencana. sehingga diperoleh gambaran kondisi fisik bangunan dan keandalan struktur berdasarkan sisa kekuatan yang ada. persyaratan modulus elastisitas dan keteguhan lentur mutlak untuk kayu bangunan yang dipilah secara masinal. perumahan Tata cara pengerjaan pasangan dan plesteran dinding Pt-T-03-2000-C 187 188 Tata cara perencanaan rumah darurat sistem knock down Tata cara penyusunan program pembangunan prasarana kota terpadu (P3KT). ukuran. Judul Standar Nomor Standar Nomor : 11/KPTS/M/2003 178 Tata cara perencanaan konstruksi kayu indonesia RSNI T-02-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Pd T-08-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Ruang Lingkup diturunkan dari spesifikasi ini berlaku untuk desain struktur yang disebut dalam kombinasi beban dalam ASCE 7-88.Pedoman Teknis No. Tata cara in membahas persyaratan. penurunan modulus elastisitas bentang panjang dari kayu dan dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang mengalami lentur terpusat ditengah bentang. 186 Rumah dan gedung. pengujian elemen struktur dan uji pembebanan. 120 Jumlah Hal 179 Pemeriksaan konstruksi bangunan beton bertulang pasca kebakaran 180 181 Spesifikasi kelas kekuatan kayu bangunan struktural yang dipilah secara masinal Metode pengujian kekuatan tekan aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu Metode pengujian lentur posisi tegak kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan pembebanan titik ketiga Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan beban terpusat di tengah bentang Metode pengujian kekuatan tarik aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu Pd S-01-2005-C RSNI T-06-2005 182 RSNI T-07-2005 183 RSNI T-08-2005 184 RSNI T-09-2005 185 RSNI M-06-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pedoman teknis ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan bangunan pasca kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kerusakan struktur dengan melakukan serangkaian pemeriksaan baik secara visual. Metode pengujian ini mencakup penurunan keteguhan lentur dan modulus elastisitas posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang dipilah secara maksimal pada pengujian lentur posisi tidur dengan pembebanan titik ketiga. untuk mengetahui kelayakan teknis dan derajat kerusakan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menetukan langkah perbaikan. Pelaksanaan pemeriksaan bangunan pasca kebakaran harus dilakukan oleh tenaga ahli yang sesuai dengan bidangnya. Pt T-08-2000-C Pt-T-10-2000-C Tata cara ini digunakan dalam pekerjaan pasangan dan plesteran yang meliputi pemilihan bahan yang baik. dan hasilnya disyahkan oleh instansi yang berwenang. pemasangan dan perawatan sehingga didapatkan suatu pasangan yang baik dan pengikatan yang sempurna. Tata cara ini meliputi persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur kayu untuk bangunan gedung. Metode pengujian ini menyediakan prosedur. 13 10 5 8 8 5 19 20.pu. perumusan program dan perumusan proyek yang memenuhi 13 11 10 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. perkuatan atau tindakan teknis lainnya dalam upaya pemanfaatan kembali. Metode pengujian ini menyediakan prosedur-prosedur untuk penurunan kekuatan tekan aksial kayu yang digunakan secara struktural dari kayu ukuran komersial atau kayu yang dipotong dari kayu ukuran komersial.go. cara penakaran bahan. Tata cara ini mencakup spesifikasi teknis dari bahan bangunan sistem knock down dan rencana anggaran dan biaya pembuatan rumah darurat sistem knock down. Spesifikasi ini memuat ketentuan mengenai jenis. Metode pengujian ini menyediakan prosedur-prosedur penurunan kekuatan tarik aksial kayu yang dipilah secara maksimal dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang digunakan secara struktural.

elemen. elemen. Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi tekis pekerjaan pengecatan tembok. Jumlah Hal 15 190 Pt-T-30-2000-C 12 191 192 Pt-T-38-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt-S-01-2000-C 13 11 193 Spesifikasi rumah sangat sederhana k21 Pt-S-02-2000-C 14 194 Spesifikasi rumah transmigrasi non panggung RTNP-36 dari kayu sistem siap Pt-S-03-2000-C 19 195 196 Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan Tata cara perencanaan saluran air hujan untuk lingkungan permukiman Penerapan sistem penghijauan dilingkungan permukiman Pt T-22-2000-C Pt T-23-2000-C 17 19 197 198 Penerapan drainase berwawasan lingkungan di kawasan permukiman 199 Tata cara pelaksanaan survai swadaya dalam penyeleng-garaan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) 200 Tata cara pembuatan proposal teknis dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) 201 Tata cara pemilihan dan penentuan lokasi dalam penyelenggaraan Pt T-12-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-15-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-20-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-21-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-22-2002-C Keputusan Menteri 13 28 23 9 Pedoman teknis ini menguraikan kriteria-kriteria pemilihan dan penentuan lokasi perumahan agar harga rumah.Pedoman Teknis No. ukuran bahan. persyaratan teknis dan penerapan sistem penghijauan dengan tanaman jenis pohon. Tata cara ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun rancangan peraturan-peraturan. kekuatan. Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan pemasangan kunci engsel. Saluran Air Hujan dan retensi pada lapangan terbuka atau pada lapangan parkir di daerah permukiman atau perkantoran menggunakan paving block atau grass block. gerendel. pengecatan kayu. pemugaran rumah. struktur dan kinerja dari komponen dan elemen fasilitas tempat bermain di ruang terbuka rumah susun sederhana untuk usia 1-5 tahun dan usia 6-12 tahun. yaitu : pembangunan baru. rel penggantung pintu dan kaca. dan kinerja bangunan rumah sangat sederhana K-21 dan berlaku untuk bangunan yang didirikan diatas lahan kering. ukuran. Tata cara ini mencakup persyaratan teknis serta arahan dalam perencanaan saluran air hujan untuk lingkungan permukiman. 189 Judul Standar Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan lantai untuk bangunan rumah dan gedung Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kunci. kekuatan dan kinerja bangunan RTNP-36 dan jamban keluarga dan berlaku untuk bangunan non panggung yang terbuat dari kayu dengan sistem sistem siap pakai. dan data pendukung. Pedoman teknis ini meliputi : alasan pengadaan rumah. parkit. rangkuman rencana pembangunan. marmer. budaya. ubin keramik. standarstandar yang terkait dan kepentingan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. perbaikan lingkungan serta sosial. bahan. Spesifikasi ini mencakup uraian tentang bentuk. Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis tentang bentuk. komponen. Petunjuk teknis menguraikan istilah dan definisi. alat gantungan dan kaca untuk bangunan rumah dan gedung Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pengecatan dan finishing dinding untuk bangunan rumah dan gedung Spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana Nomor Standar Pt-T-27-2000-C Ruang Lingkup persyaratan teknis dan administrastif. Pedoman teknis ini memuat pengertian. kait angin.736 jiwa/ha. vinil. Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis tentang bentuk. rel penggantung pintu dan kaca.pu. fungsi. pada lingkungan rumah susun yang mempunyai KDB 50 % dan KLB 1.id/satminkal/balitbang/sni 108 . dan ekonomi masyarakat setempat. Pedoman teknis ini dalam pelaksanaannya sesuai dengan jenis kegiatan Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Kelompok yang akan dilakukan. dimensi fungsi. doorcloser. granit. perdu dan rumput di kawasan permukiman. door holder.go.25 atau dengan kepadatan maksimum = 1. komponen. Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan lantai ubin PC. baja atau besi. pelitur dan pemasangan wall peper. door stop. terutama dilahan kering dengan kemiringan 0-15 %. biaya 15 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. persyaratan umum dan teknis mengenai lokasi penempatan Sumur Resapan Air Hujan. fungsi.

pelaksanaan pembangunan (construction).pu.  daftar keinginan sarana dan utilitas bangunan serta persyaratan sarana dan utilitas bangunan rumah. Pedoman teknis ini meliputi : 1. Tata cara disusun sebagai acuan bagi para pelaksana pemeliharaan bangunan gedung selama gedung dioperasikan.pemasangan pipa saniter air kotor dan air bersih. . Pedoman teknis ini meliputi :  daftar keinginan kebutuhan ruang dan persyaratan besaran ruang minimum. . Standar ini meliputi pekerjaan : .pembuatan bak air dari pasangan batu bata dan teraso. Standar ini digunakan untuk bangunan lebih tinggi dari dua lantai. Standar ini meliputi pekerjaan : . perhitungan debit limpahan. Pemeliharaan bangunan gedung Pt T-01-2003-C Pd T-09-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-01-2005-C 21 16 210 Perencanaan rumah maisonet 10 211 Tata cara pemilihan lokasi prioritas Pd T-03-2005-C 45 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. perencanaan pelaksanaan (pre construction). . Standar tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung dengan menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ini meliputi perencanaan struktur dan konstruksi serta pengawasan pelaksanaan di lapangan.pembuatan pondasi sumuran.go. penga wasan/ pengendalian (controling). bak mandi fibreglas. Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan. 2. Tata cara ini merupakan pedoman dalam menentukan 20 Jumlah Hal 202 Perencanaan tapak dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) 24 203 Tata cara perancangan rumah dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) 31 204 Tata cara pelaksanaan pembangunan dalam penyeling-garaan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) 23 205 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan 206 Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jarring kawat baja tiga dimensi (PJKB3D) las pabrikan 207 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pipa dan saniter RSNI T-15-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 208 209 Perencanaan saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman.pemasangan kloset duduk.pembuatan tiang pancang. serta contoh perhitungan.  daftar keinginan pemilihan bahan bangunan dan struktur serta persyaratan bahan dan struktur. Pedoman ini tidak digunakan untuk acuan perencanaan rumah maisonet split. Judul Standar perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Nomor Standar Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-23-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-24-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-25-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI T-12-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 RSNI T-05-2006-C Sudah revisi (Proses penetapan SNI) Ruang Lingkup transportasi dan pengeluaran keperluan hidup lainnya relatif terjangkau oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. 3. sebagai arahan desain dan spesifikasi teknis yang diperuntukkan bagi para perencana pembangunan perumahan.pembuatan pondasi batu kali dalam berbagai komposisi spesi. maupun untuk rumah maisonet susun tumpuk. Pedoman ini meliputi perencanaaan tapak pada pembangunan baru P2BPK. urinoir. klosest jongkok. Petunjuk teknis ini memberikan petunjuk kepada kelompok mengenai tata cara serta ketentuan-ketentuan dalam menyusun rencana tapak melalui suatu perencanaan partisipatif dalam bentuk program P2BPK.pemasangan anstamping/batu kosong. wastafel dan floor drain. yang memuat cara dan persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk memelihara komponen dan utilitas bangunan. .id/satminkal/balitbang/sni 109 . badcuip. bak cuci piring. . Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan. maka kekuatan strukturnya harus dihitung oleh perencana struktur dan disetujui oleh pejabat yang berwenang.Pedoman Teknis No. Pedoman ini digunakan sebagai acuan dalam perencanaan rumah maisonet. Petunjuk teknis ini memuat istilah dan definisi. perhitungan dimensi saluran. khususnya untuk membangun perumahan melalui pola pembangunan bertumpu pada kelompok. persyaratan umum dan teknis.

danau. kanal. Ruang bangunan dapat memberikan kemudahan jangkauan vertical. 44 Jumlah Hal 21. berat komponen sekunder dibatasi di bawah 10 persen dari berat mati total strukturnya. Pt-T-01-2000-C Tata cara ini mencakup klasifikasi singkat kerusakan dan jenis pemeriksaan. serta memberikan keleluasaan gerak atau sirkulasi antara pengguna kursi roda dengan pengunjung lainnya. Untuk komponen sekunder yang beratnya melebihi 23 21 17 221 Perancangan komponen arsitektural. ruangan.Pedoman Teknis No. kebakaran. horizontal dan memutar. sehingga air harus diangkut dari sungai. dan elektrikal dengan batasan sebagai berikut : i.pu. ii.permukiman tidak bersusun dan bersusun. serta berlaku untuk semua jenis bangunan kecuali untuk bangunan rumah yang tingginya kurang dari 2 tingkat. 212 Keselamatan bangunan. elektronik/ pengolah data RSNI S-07-2004 219 Metode uji ketahanan api pintu rakitan RSNI M-08-2004 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-11-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-12-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 220 Pemeriksaan awal kerusakan bangunan beton bertulang akibat gempa Standar ini memuat persyaratan perencanaan dan perancangan bangunan dan fasilitasnya untuk memberikan pelayanan bagi pengguna kursi roda. area. mencakup perumahan . teluk. waduk atau sumber air serupa lainnya yang tersedia sebagai pasokan hisap. Tata cara ini merupakan salah satu langkah yang diperlukan dalam rangka mengurangi resiko kerusakan. sungai kecil. tetapi pengujian seperti ini tidak menjelaskan ketentuan penyesuaian untuk digunakan setelah terbakar. Standar ini dimaksudkan untuk mengidentifikasikan dan menetapkan kebutuhan minimum pasokan air untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan kawasan sekitarnya yang tidak memiliki sistem jaringan hidran kebakaran yang mencukupi dan andal. berat komponen sekunder dibatasi di bawah 20 persen dari berat mati total lantai yang dibebani. Standar ini menjelaskan suatu cara untuk mengestimasi ancaman bahaya relatif terhadap keselamatan jiwa yang diakibatkan oleh kebakaran sesuai jenis penggunaan bangunan.id/satminkal/balitbang/sni 110 . kolam. Persyaratan bangunan sesuai fungsi ruang dan perletakan bendabenda di dalamnya. atau lingkungan operasional yang khusus dan proteksi peralatan dari bahaya kebakaran. Standar ini digunakan untuk pintu rakitan dari berbagai bahan dan jenis konstruksi yang digunakan pada bukaan dinding untuk menghambat penjalaran api. Pedoman ini meliputi persyaratan pada perancangan komponen arsitektural. mekanikal. sumur. Pengujian yang dilakukan sesuai dengan metode ini akan mencatat kinerja dari pintu rakitan selama pengujian berlangsung. Pedoman ini meliputi persyaratan untuk memproteksi computer elektronik sebagai peralatan pengolah data termasuk persyaratan konstruksi bangunan. mekanikal dan elektrikal terhadap beban gempa 21 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. Judul Standar untuk pengembangan perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan Nomor Standar Ruang Lingkup lokasi prioritas untuk pengembangan perumahan dan permukiman yang meliputi: acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk penataan kawasan permukiman yang sudah ada serta acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk pembangunan lokasi perumahan – permukiman baru pada lahan kosong atau lahan yang sebelumnya tidak dipergunakan sebagai fungsi hunian.go. Tata cara ini digunakan mengembalikan bentuk arsitektur bangunan agar semua peralatan/ perlengkapan dapat berfungsi kembali. Petunjuk teknis ini digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi kerusakan bangunan beton bertulang atau bangunan dinding pemikul yang mengalami kerusakan akibat gempa. gempa Tata cara pemeriksaan bangunan pasca kebakaran Tata cara perencanaan rumah sederhana tahan gempa Tata cara perbaikan kerusakan bangunan perumahan rakyat akibat gempa bumi Standar pasokan air untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan sekitarnya 213 214 215 Pt-T-02-2000-C Pt-T-04-2000-C RSNI S-10-2002 17 28 8 216 Tata cara pengklasifikasian jenis penggunaan bangunan berdasarkan peringkat ancaman bahaya kebakaran RSNI T-11-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 RSNI T-20-2004 19 217 Tata cara perencanaan ruang dan aksesibilitas bangunan bagi pengguna kursi roda 218 Proteksi pada peralatan komputer.

Pedoman ini digunakan sebagai petunjuk dalam perancangan rambu-rambu di dalam bangunan gedung umum. peringatan.go. Sedangkan Manajemen Penanggulangan kebakaran lingkungan dan manajemen penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung lebih merupakan partisipasi masyarakat dalam menyediakan proteksi kebakaran di sekitarnya. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup tersebut di atas harus dihitung secara tersendiri. 11/ KPTS/ 2000. penentuan dimensi. Jumlah Hal 222 Perbaikan kerusakan bangunan sederhana berbasis dinding pasangan pasca kebakaran 223 Pendetailan konstruksi rumah tinggal sederhana tahan gempa berbasis pasangan 224 Metode penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran perkotaan Pd T-13-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-14-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd M-01-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 24 20 225 Perencanaan rambu-rambu di dalam bangunan gedung Pd T-02-2005-C 226 Pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung Pd T-11-2005-C 227 Rencana tindak darurat kebakaran pada bangunan gedung Pd T-12-2005-C 228 Pembuangan asap dan panas akibat kebakaran RSNI T-04-2005 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 RSNI T-05-2005 229 22. 34 22 31 28 35 18 Pt T-24-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 101 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. supaya memudahkan pejalan kaki berjalan menuju area ruang. sehingga diperoleh informasi tingkat keandalan dari bangunan tersebut. serta komunikasi darurat. 230 Metode pengujian penyerapan bunyi pada bahan akustik dengan metode tabung Air bersih. Pedoman ini meliputi tata cara : peletakan.id/satminkal/balitbang/sni 111 .Pedoman Teknis No. Pedoman ini mencakup petunjuk dalam pembuatan rencana untuk memperkecil kemungkinan timbulnya kebakaran dan meminimalkan dampak keadaan darurat yang ditimbulkannya melalui deteksi dini. Petunjuk teknis ini berisi pendetailan konstruksi rumah tinggal sederhana tidak bertingkat tahan gempa dengan pemikul beton bertulang atau pasangan. Manajemen penanggulangan kebakaran kota meliputi upaya proteksi kebakaran kota yang akan dipenuhi dengan adanya instansi kebakaran kota sebagai suatu public service dalam suatu WMK. tindakan penanggulangan. sedangkan pasal 11 berlaku bagi bangunan yang menggunakan springkler. Standar ini meliputi ketentuan metode uji untuk mengukur faktor penyerapan bunyi yang datang tegak lurus terhadap suatu bahan akustik. pasif. Tata cara ini digunakan untuk menjamin pelaksanaan penilaian kinerja PDAM secara menyeluruh untuk memperoleh klasifikasi kinerja PDAM bagi keperluan penilai.pu. prosedur penyelamatan/evakuasi. Standar ini mencakup tata cara perancangan sistem pembuangan darurat produk pembakaran dari kebakaran dalam bangunan gedung. dan tidak termasuk yang diatur dalam petunjuk teknis ini. penggunaan warna. bagi semua personil yang bekerja atau berada di dalam gedung maupun pihak manajemen dalam melaksanakan tindakan menghadapi keadaan darurat akibat kebakaran di gedung tersebut. yaitu ketentuan teknis manajemen kebakaran perkotaan. serta mendapatkan pesan tentang peraturan. Petunjuk teknis ini memberikan penjelasan cara perbaikan bangunan sederhana berbasis dinding pasangan yang mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat akibat peristiwa gempa atau mengalami kerusakan sejenis akibat peristiwa selain gempa. penggunaan huruf. ruang atau tempat tertentu. air minum. plambing Tata cara penilaian kinerja PDAM Metode ini mencakup langkah-langkah penyusunan pospos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran (WMK) perkotaan untuk melengkapi ketentuan pada Kepmeneg PU No. penggunaan simbol. peringatan dan informasi yang diperlukan. Pasal 4 sampai dengan 10 berlaku untuk bangunan satu lantai tanpa springkler dengan metode perhitungan secara manual maupun berbasis komputer. Pedoman ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan keselamatan bangunan terhadap bahaya kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keandalan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kelengkapan upaya pencegahan kebakaran yang bersifat aktif.

Tata cara ini memuat tentang ketentuan bahan. peralatan. peralatan. bongkar pasang. penyimpanan. Tata cara ini mencakup pengawasan kebocoran pipa transmisi dan distribusi. 231 Judul Standar Tata cara pengoperasian dan pemelihaan terminal air Nomor Standar 37/KPTS/M/2000 Pt T-25-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-26-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-28-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-29-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-33-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-34-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-35-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-36-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-20-2000-C Pt T-21-2000-C Ruang Lingkup Tata cara ini digunakan untuk memperoleh kontinuitas operasi dan lama masa operasi sesuai dengan perencanaan. Tata cara ini memuat tentang ketentuan pengangkutan. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan instalasi perpipaan mengenai air minum. peralatan. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai penanggung. Tata cara ini mencakup ketentuan pemeliharaan pompa tangan dangkal dan cara pengerjaannya. ukuran. Jumlah Hal 10 232 Tata cara pemeliharaan jaringan pipa transmisi dan pipa distribusi air minum 21 233 Tata cara pembubuhan kaporit pada unit pipa 17 234 Tata cara pembubuhan gas khlor pada unit pipa ipa 14 235 Tata cara pemeliharaan pompa tangan dangkal untuk air bersih 11 236 Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan bangunan pengaduk lambat secara mekanis pada ipa Tata cara overhaul pompa sentrifugal dan submersibel pada sarana sistem penyediaan air bersih Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan mobil tangki untuk air minum Tata cara perencanaan air bersih pedesaan dengan kran umum Tata cara dasar perencanaan plambing untuk air minum. pendosisan. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh kelangsungan kinerja pipa transmisi. air limbah. Tata cara ini berlaku bagi sistem plambing dan bagian dari padanya yang dipasang didalam persil gedung dan bangunan untuk hunian yang dipasang. distribusi dan perlengkapannya. cara pembubuhan dan penanganan kebocoran gas klhor. Tata cara ini mencakup pemeriksaan. bahan. bahan dan suku cadang serta cara pengoperasian dan pemeliharaan Tata cara ini mencakup ketentuan dan persyaratan dalam penilaian desa. fungsi dan kekuatan atau struktur dengan kapasitas 2m³ sampai dengan 10 m³.pu.Pedoman Teknis No. bahan. bagi penanggungjawab terminalair. Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis bak ferrosemen untuk menampung air hujan untk air bersih yang mencakup bentuk. fungsi dan peralatan bangunan pengaduk lambat secara mekanis.id/satminkal/balitbang/sni 31 . bahan. pemilihan 14 239 240 39 130 241 Spesifikasi bak penampung air hujan untuk air bersih dari ferro semen Pt S-04-2000-C 13 242 Spesifikasi bak penampung air hujan untuk air bersih dari pasangan bata Pt S-05-2000-C 13 243 Tata cara penanggulangan air minum Pt T-60-2000-C 27 244 Pemanfaatan pompa Pt T-11-2002-C Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb 112 diatas dapat diunduh (download) di www. bagi keperluan pengelola. ukuran. fungsi dan kekuatan atau struktur dengan kapasitas 2 m3 sampai dengan 10 m3. Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis bak penampung air hujan dari pasangan bata untuk air bersih yang mencakup bentuk. pembubuhan. air limbah dan air hujan Tata cara ini memuat ketentuan mengenaiteknisi. peralatan dan bahan. peralatan. jaringan pipa transmisi dan distribusi. ketentuan mengenai identifikasi kebocoran. bahan suku cadang. Pedoman teknis ini meliputi istilah dan definisi. bahan pelaksana dan cara pengerjaan.go. penyimpanan dan cara pembubuhan kaporit ke dalam instalasi penjernihan. tahapan perencanaan dan perencanaan teknis air bersih pedesaan dengan kran umum. Tata cara ini memuat ketentuan tentang pemeliharaan. dan air hujan dengan perlengkapannya yang melayani hunian pada gedung dan persil. 22 237 25 238 Tata cara ini memuat ketentuanteknisi. bahan. teknis. peralatan dan teknisi.

Wilayah Nomor : tidak termasuk air limbah non rumah tangga. 31 249 Tata cara perencanaan plambing 250 251 252 253 254 Tata Cara Perencanaan ini mencakup : 1) sistem plambing yang baru untuk air minum. persampahan. pemasangan dan RSNI T-16-2004 Tata cara ini memuat : pengujian pipa pvc untuk air limbah di Keputusan Menteri a) cara pengadaan dan pemasangan pada jaringan pipa dalam bangunan gedung Permukiman dan Prasarana air limbah rumah tangga. persyaratan teknis mengenai bentuk.Pedoman Teknis No. 360/KPTS/M/2004 c) pengaliran air di bawah tekanan sampai suhu 45 0C untuk penyediaan air minum. pemasang-an dan RSNI T-17-2004 Tata cara ini mencakup : pengujian pipa pvc untuk penyediaan air Keputusan Menteri a) penanganan pipa termasuk di dalamnya cara minum Permukiman dan Prasarana penyimpanan dan pengangkutan. Jumlah Hal 245 Sistem penyediaan air bersih komersil untuk permukiman 246 Penanganan air bersih dan plp di pesantren * Pedoman teknis ini sebagai pegangan atau acuan dalam penerapan penyedian air bersih komersial di lingkungan permukiman. persyaratan plambing Keputusan Menteri teknik. Spesifikasi instalasi pengolahan air Pd S-01-2004-C Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi. * Pedoman teknis ini bertujuan untuk pemerataan pelayanan air bersih di suatu kawasan permukiman dan dengan maksud untuk menghindari pencemaran sumber air di lingkungan permukiman sehingga kesehatan masyarakat meningkat. drainase.id/satminkal/balitbang/sni 113 . penentuan teknologi di Pondok Pesantren yang meliputi : air bersih. dan MCK. Judul Standar hidram dalam penyediaan air bersih Nomor Standar Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-14-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-18-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-03-2003-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Pt S-01-2003-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 RSNI T-01-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Ruang Lingkup lokasi dan pemasangan. air buangan. air hujan. bahan. dan bahan destilator surya atap kaca (DSAK) untuk kapasitas 5 liter/ hari. Tata cara pemeliharaan system RSNI T-15-2004 Tata cara ini mencakup persyaratan umum. 20 27 247 Tata cara perencanaan penye-diaan air bersih dengan destilasi surya atap kaca (DSAK) 16 248 Spesifikasi destilasi surya atap kaca (DSAK) Petunjuk Teknis ini meliputi perencanaan dan perhitungan sistem destilator surya atap kaca. d) pengujian kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik di lapangan. Tata cara pengadaan. persyaratan system berpindah-pindah (mobile) Keputusan Menteri teknis tentang bentuk.go. air Wilayah Nomor : limbah. 360/KPTS/M/2004 Tata cara pengadaan. cara pemeliharaan berupa tindakan pemeriksaan Permukiman dan Prasarana dan pembersihan pada system plambing air minum. ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil. 360/KPTS/M/2004 Tata cara perencanaan instalasi Pd T-01-2004-C Tata cara ini meliputi istilah dan definisi serta persyaratan pengolahan air system berpindah-pindah Keputusan Menteri yang berlaku untuk instalasi pengolahan air untuk air (mobile) Permukiman dan minum sistem berpindah-pindah kapasitas 0. kapasitas 0. Pedoman teknis ini mencakup kebutuhan air. air hujan dan fitingnya. timbulan sampah. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi. dengan kapasitas maksimum 5 liter/ hari.pu. dan fungsi. ukuran. pengoperasian dan pemeliharaan pompa hidram sistem tunggal. 360/KPTS/M/2004 b) pemasangan pipa PVC dan fitingnya dapat disambungkan dengan bahan pipa jenis lain.5 – 1 Liter/ Prasarana Wilayah detik yang dapat memenuhi kebutuhan masak dan minum Nomor : bagi 500-1000 orang. ukuran. Wilayah Nomor : b) pemasangan pipa sebagai penyaluran air minum. air limbah.5 l/ detik Permukiman dan Spesifikasi teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Prasarana Wilayah perencana dan pelaksana untuk pembuatan instalasi 16 15 17 19 18 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. 2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan. dan perlengkapannya.

Jumlah Hal 15 256 Pd T-06-2005-C 35 257 Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 3. ukuran. Pedoman ini merupakan buku ketiga dari Pedoman penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM). Pembiayaan Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 5. pelaksanaan fisik dan pengoperasian serta pemeliharaan prasarana dan sarana penyediaan air minum berbasis masyarakat. yang bertujuan untuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam pelaksanaannya. ukuran.id/satminkal/balitbang/sni 114 . pemasaran kompos. Spesifikasi ini mencakup pengertian teknis menganai bentuk. ketentuan-ketentuan teknis pengomposan.Pedoman Teknis No. fungsi dan kekuatan dari area penimbunan sampah dengan sistem lahan urug terkendali. pemakaian meksimum 50 orang dengan waktu pengurasan minimum 2 tahun. pembiayaan. Hasilnya dilaporkan pada perorangan atau institusi yang berkaitan dengan pengadaan/pelayanan air minum berbasis masyarakat. perencanaan. Pedoman ini meliputi sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pada tahap persiapan. pembangunan prasarana dan sarana serta pemantauan dan evaluasi dalam upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat. kelembagaan. perencanaan. Pedoman penyelenggaraan Pd T-05-2005-C Ruang Lingkup pengolahan air system berpindah-pindah. 262 Air limbah Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofolter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Sanitasi & persampahan Spesifikasi kompos rumah tangga Pd T-04-2005-C 18 263 Spesifikasi area penimbunan sampah dengan sistem lahan urug terkendali di tpa sampah 264 265 Tata cara perencanaan cubluk kembar Spesifikasi cubluk kembar Pt S-06-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt S-07-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-19-2000-C Pt S-09-2000-C Keputusan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Nomor : 37/KPTS/M/2000 Pt T-13-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11 Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis mengenai bentuk. Kelembagaan Pd T-07-2005-C 31 258 259 260 Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 4. dan kinerja dari komposter rumah tangga untuk melayani maksimum 5 orang. bahan/elemen/komponen.go. fungsi. kriteria perencanaan dan cara pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan tangki biofilter kapasitas sampai 50 orang. Pedoman ini meliputi peran dan fungsi para pelaku terkait. Pedoman umum Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 2. Petunjuk teknis ini meliputi aspek pemberdayaan masyarakat. Pedoman ini ini meliputi tata cara pemilihan jenis. kelembagaan dan pendanaan usaha pengomposan. Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana PAM BM yang mandiri dan berkelanjutan. 261 24. Pembangunan prasarana dan sarana Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 6. Pedoman ini memuat tata cara pembiayaan dalam kegiatan meliputi biaya penyelenggaraan dan mobilisasi dana penyediaan air minum berbasis masyarakat. bahan. pembangunan. Tata cara ini mencakup pengertian. minimal pelayanan 5 tahun. bentuk. fungsi dan kekuatan dari cubluk kembar. pengelolaan dan pengembangan PAM BM. 12 23 13 266 Pengelolaan sampah dengan sistem daur ulang pada lingkungan Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www. 2. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi Pd T-08-2005-C Pd T-09-2005-C 35 Pd T-10-2005-C 18 23. ukuran. Spesifikasi ini mencakup : 1. Tata cara ini mencakup persyaratan. ukuran dan penempatan cubluk. proses pembentukan organisasi/ kepengurusan dan perangkat pendukung yang diperlukan dalam organisasi penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM).pu. pengertian. Judul Standar Nomor Standar Nomor : 360/KPTS/M/2004 255 Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 1. persyaratan teknis mengenai bentuk. persyaratan dan ketentuan teknis dalam pemilihan lokasi. Tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang menyangkut pelaku terkait dan tahapan kegiatan serta prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam rangka penyelenggaraan PAM BM. bahan. Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam penyelenggaraan.

Spesifikasi ini mencakup bata dan ubin pejal yang cocok digunakan sebagai komponen konstruksi pasangan untuk bagian dalam dan luar bangunan yang akan terkena pengaruh zat kimia dan lingkungannya. bahan dan konstruksi serta dimensi dari sarana umum mandi kakus prefab rangka besi/ baja dan kapsul. persyaratan umum. persyaratan teknis. Tata cara ini meliputi pendahuluan dan persyaratan pemasangan dan pengoperasian komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 (satu) keluarga (5-7) dan komunal untuk melayani 10 keluarga (50-70 jiwa).Pedoman Teknis No. persyaratan teknis mengenai bentuk. kakus prefab 10 274 25. 3) saringan air rumah tangga (sarut). pengoperasian. Petunjuk teknis ini mencakup istilah dan definisi. Petunjuk teknis ini mencakup mekanisme pelaksanaan pengelolaan air limbah rumah tangga secara komunal pada kawasan permukiman dengan jumlah pelayanan 4 KK hingga 100 KK. 4) komposter rumah tangga.id/satminkal/balitbang/sni 115 . dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah dengan menggunakan tangki biofilter. 2) sumur resapan air hujan. * Tata cara ini bertujuan untuk memberikan masukan dalam prosedur pelaksanaan pembangunan.go. kriteria perencanaan dan cara pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan tangki biofilter kapasitas sampai 50 orang. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi. 267 Judul Standar Pengelolaan air limbah non kakus (grey water) Nomor Standar 330/KPTS/M/2002 Pt T-16-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-17-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-19-2002-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 330/KPTS/M/2002 Pt T-02-2003-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Pd T-15-2003 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Pd T-02-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd S-02-2004-C Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Pd T-04-2005-C Ruang Lingkup Tata cara ini memuat persyaratan umum dan persyaratan teknis mengenai tata cara pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah non kakus model hibrid yang berkapasitas 2 m3/hari atau cakupan pelayanan 4 KK (16 – 20 jiwa). sehingga dapat membantu upaya pelestarian lingkungan. Tata cara ini mencakup persyaratan. volume satuan kerja untuk : 1) saluran air hujan pracetak. persyaratan umum. Jumlah Hal 11 268 Penerapan pengelolaan air limbah secara komunal pada kawasan penghijauan 13 269 Tata cara perencanaan tpa pasang surut 23 270 Pemasyarakatan produk teknologi air bersih dan plp bidang ukm 271 Tata cara pemasangan dan pengoperasian komposter individual dan komunal 272 Pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter 10 273 Spesifikasi sarana umum mandi. Pedoman teknis ini memuat pengertian.pu. * Tata cara perencanaan bangunan TPA di Daerah Pasang Surut ini dimaksudkan sebagai pegangan atau acuan bagi perencana dan pelaksana dalam upaya pembangunan TPA sampah yang dikhususkan untuk daerah pasang surut. 275 Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Dan lain-lain Spesifikasi bata dan ubin pejal tahan kimia 17 RSNI S-04-2002 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 11/KPTS/M/2003 8 Catatan : untuk mendapatkan dokumen e-file pedoman tsb diatas dapat diunduh (download) di www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful