P. 1
Skripsi_isolasi Dan Identifikasi Senyawa Fenolik Dari Kulit Akar Artocarpus Dadah Miq.

Skripsi_isolasi Dan Identifikasi Senyawa Fenolik Dari Kulit Akar Artocarpus Dadah Miq.

|Views: 1,148|Likes:
Published by Indarto Al-kimia
Tumbuhan Artocarpus dadah Miq. merupakan salah satu spesies Artocarpus dari famili Moraceae yang termasuk tumbuhan langka di alam. Tumbuhan ini dikenal sebagai sumber utama senyawa turunan fenolik yaitu senyawa flavon di atau tri-oksigenasi dan terisoprenilasi pada posisi C-3, dan juga dikenal sebagai sumber utama senyawa fenolik turunan flavonoid, aril-benzofuran, stilbenoid dan santon turunan flavonoida, yang memiliki aktivitas biologi sebagai promotor antitumor, antibakteri, antifungal, antiimflamatori, antikanker dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa fenolik yang terkandung dalam tumbuhan A. dadah yang diperoleh dari desa Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.

Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pengumpulan dan persiapan sampel kemudian ekstraksi, isolasi, dan pemurnian senyawa menggunakan metode KCV, kromatografi flash, KKG, dan KLT, sedangkan identifikasi senyawa dilakukan menggunakan spektroskopi ultraungu-tampak (UV-VIS) dan inframerah (IR). Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi tiga senyawa, yang salah satunya diperkirakan senyawa flavonoid berdasarkan data spektrum UV-VIS dan IR yang juga memiliki aktivitas tinggi terhadap sel murine leukemia P-388 dengan IC50 3,1 μg/mL. Berdasarkan data spektrum IR untuk dua senyawa yang lain terdapat serapan –OH pada daerah 3200-3500 cm-1, serapan C=C aromatik di daerah 1600-1400 cm-1, sehingga diperkirakan kedua senyawa tersebut merupakan senyawa golongan fenolik.
Tumbuhan Artocarpus dadah Miq. merupakan salah satu spesies Artocarpus dari famili Moraceae yang termasuk tumbuhan langka di alam. Tumbuhan ini dikenal sebagai sumber utama senyawa turunan fenolik yaitu senyawa flavon di atau tri-oksigenasi dan terisoprenilasi pada posisi C-3, dan juga dikenal sebagai sumber utama senyawa fenolik turunan flavonoid, aril-benzofuran, stilbenoid dan santon turunan flavonoida, yang memiliki aktivitas biologi sebagai promotor antitumor, antibakteri, antifungal, antiimflamatori, antikanker dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa fenolik yang terkandung dalam tumbuhan A. dadah yang diperoleh dari desa Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.

Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pengumpulan dan persiapan sampel kemudian ekstraksi, isolasi, dan pemurnian senyawa menggunakan metode KCV, kromatografi flash, KKG, dan KLT, sedangkan identifikasi senyawa dilakukan menggunakan spektroskopi ultraungu-tampak (UV-VIS) dan inframerah (IR). Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi tiga senyawa, yang salah satunya diperkirakan senyawa flavonoid berdasarkan data spektrum UV-VIS dan IR yang juga memiliki aktivitas tinggi terhadap sel murine leukemia P-388 dengan IC50 3,1 μg/mL. Berdasarkan data spektrum IR untuk dua senyawa yang lain terdapat serapan –OH pada daerah 3200-3500 cm-1, serapan C=C aromatik di daerah 1600-1400 cm-1, sehingga diperkirakan kedua senyawa tersebut merupakan senyawa golongan fenolik.

More info:

Published by: Indarto Al-kimia on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Spektroskopi merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara menganalisis

spektrum suatu senyawa dan interaksi antara energi cahaya dan materi (Anwar

dkk, 1994). Teknik spektroskopi dapat digunakan untuk mengidentifikasi struktur

suatu senyawa dan mempelajari karakteristik ikatan dari suatu senyawa tersebut

karena senyawa akan menyerap energi cahaya pada panjang gelombang tertentu

(Fessenden, 1999). Metode spektroskopi yang dipakai pada penelitian ini antara

lain, spektroskopi ultraungu-tampak (UV-VIS) dan spektroskopi inframerah (IR).

1. Spektroskopi ultraungu-tampak (UV-VIS)

Spektroskopi serapan ultraungu-tampak merupakan cara yang sangat berguna

dalam menganalisis senyawa flavonoid. Metode spektroskopi ini berguna untuk

mengetahui jenis flavonoid dan menentukan pola oksigenasinya. Selain itu,

kedudukan gugus fungsi hidroksil pada inti flavonoid dapat ditentukan dengan

cara menambahkan pereaksi geser ke dalam larutan cuplikan dan mengamati

pergeseran puncak yang terjadi. Spektrum flavonoid ditentukan dalam larutan

encer yang tidak menyerap pada panjang gelombang pengukuran. Pelarut yang

biasa digunakan yaitu metanol, air, dan etanol 95% (Markham, 1988).

Spektrum khas flavonoid terdiri dari dua pita yaitu pada rentang 240-285 nm (Pita

II) dan 300-550 nm (Pita I). Kedudukan yang tepat dan kekuatan dari pita

tersebut akan memberikan informasi yang berguna mengenai sifat flavonoid serta

pola oksigenasinya. Rentang utama yang diperkirakan untuk setiap jenis

flavonoid dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Rentang serapan spektrum ultraungu-tampak untuk flavonoid.

Pita II (nm)

Pita I (nm)

Jenis Flavonoid

250-280

310-350

Flavon

250-280

330-360

Flavonol (3-OH tersubstitusi)

250-280

350-385

Flavonol (3- OH bebas)

245-275

310-330

Isoflavon

275-295

300-390

Flavanon dan dihidroflavon

230-270

340-390

Calkon

230-270

380-430

Auron

270-280

465-560

Antosianidin dan antosianin

Sumber: Markham, 1988

2. Spektoskopi inframerah (IR)

Pada spektroskopi inframerah (IR), senyawa organik akan menyerap berbagai

frekuensi radiasi elektromagnetik inframerah. Molekul-molekul senyawa akan

menyerap sebagian atau seluruh radiasi itu. Penyerapan ini berhubungan dengan

adanya sejumlah vibrasi yang terkuantisasi dari atom-atom yang berikatan secara

kovalen pada molekul-molekul itu. Penyerapan ini juga berhubungan dengan

adanya perubahan momen dipol dari ikatan kovalen pada waktu terjadinya vibrasi

(Supriyanto, 1999).

Pada pengukuran senyawa organik, lazimnya digunakan daerah 650-4000 cm -1
.

Daerah di bawah frekuensi 650 cm -1

dinamakan daerah inframerah jauh dan

daerah di atas frekuensi 4000 cm -1

dinamakan inframerah dekat (Sudjadi, 1983).

Daerah antara 1400-4000 cm -1

merupakan daerah khusus yang berguna untuk

identifikasi gugus fungsional. Daerah ini menunjukkan absorpsi yang disebabkan

oleh vibrasi uluran. Daerah antara 1400-700 cm -1

(daerah sidik jari) seringkali

sangat rumit karena menunjukkan absorpsi yang disebabkan oleh vibrasi uluran

dan tekukan (Fessenden, 1999). Karakteristik frekuensi uluran beberapa gugus

molekul ditunjukkan pada Tabel 5.

Tabel 5. Karakteristik frekuensi uluran beberapa gugus molekul

Gugus

Serapan (cm-1

)

Gugus

Serapan(cm-1

)

OH

3600

CH2

2930
2860
1470

NH2

3400

CH

3300

H

Ar

3060

CO

1200-1000

CH2

3030
2870
1460
1375

CC

1650

CN

1600

CN

1200-1000

CC

1200-1000

CO

1750-1600

Sumber : Banwell (1994).

Spektroskopi inframerah dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa

flavonoid berdasarkan gugus fungsional utama senyawa flavon. Spektrum

inframerah senyawa flavonoid memberikan puncak serapan untuk gugus hidroksil

dengan vibrasi pada bilangan gelombang 3400 cm-1

, vibrasi ulur gugus C=O dari

sistem karbonil terkonjugasi terdapat pada daerah serapan 1700-1600 cm-1

, dan

vibrasi ulur C-H alifatik ditunjukkan oleh serapan pada daerah 3000-2800 cm-1

(Ihsan, 2000).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->