P. 1
Psikologi Komunikasi - Resensi Buku

Psikologi Komunikasi - Resensi Buku

|Views: 1,305|Likes:
Published by Jessica Gultom

More info:

Published by: Jessica Gultom on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

TUGAS BEDAH BUKU PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Buku Yang Dikarang Oleh Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc

Anggota Kelompok: Muhammad Adam Firdaus 102050040 Juven Martua Sitompul 102050036 Rizal Muhammad Ladonu 102050001

4.1 Persepsi Interpersonal Persepsi menurut Gordon E. Allport (1955:23), percept adalah pengalaman fenomenologis tentang objek, yakni bagaimana objek atau situasi itu tampak pada pelaku persepsi. Persepsi interpersonal mempunyai objek seorang manusia. Namun, bedakan antara objek benda, dengan manusia sebagai objek. Untuk memudahkan, kita bisa membuat contoh dengan perbedaan bila kita melihat jam dinding dengan David Beckham. Jika kita melihat jam dinding, pasti sebagian besar responden akan menganggap jam dinding itu bentuknya bulat atau kotak, mempunyai 12 angka, ada 3 jarum, dan masing-masing jarum mendefinisikan detik, menit, dan jam. Namun berbeda hal jika objek tersebut David Beckham. Kita pasti akan melihat objek itu pemarah, ganteng, flamboyan, hebat. Namun yang kesemua itu relatif di masing-masing mata responden. Jadi itulah maksudnya persepsi kita tentang manusia sebagai objeknya. 4.1.1 Faktor yang mempengaruhinya Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi kita terhadap seseorang itu. Yakni deskripsi verbal, petunjuk proksemik, petunjuk kinesik, petunjuk wajah, petunjuk paralinguistik, dan petunjuk artifaktual. Adapun maksud dari deskripsi verbal: Yaitu memang karena dipengaruhi oleh deskripsi kata-kata orang. Contoh misalnya, si Budi orangnya cerdas, terampil, rajin, hangat, teguh, praktis, dan waspada. Sedangkan si Cecep, orangnya cerdas, terampil, rajin, dingin, teguh, praktis, dan waspada. Sifatnya terlihat sama, namun ada yang beda yaitu hangat dan dingin. Kata hangat dan dingin inilah yang membentuk penilaian kita terhadap orang lain. Kata-kata semacam ini disebut central organizing trait. Tapi biasanya, orang-orang justru lebih mengungkapkan kata central trait tersebut baru mendeskripsikan watak yang lain. Petunjuk Proksemik: Bisa dikatakan, kita lebih menilai kepada “jarak”. Adapun jarak yang dimaksud disini adalah jarak hubungan kita dengan orang yang menjadi objek tersebut. Petunjuk Kinesik: Berasal dari kata kinetik, yang dapat juga diartikan gerak. Artinya, kita berpersepsi terhadap orang lain bisa dilihat dari gerakan tubuhnya. Bila dia bersikap seperti tegak lurus, siapakah orang ini. Bila badannya bungkuk siapakah orang ini, dan seterusnya.

Petunjuk Wajah: Seperti halnya mengetahui gerak-gerik seseorang. Wajah pun bisa dijadikan petunjuk untuk memahami orang lain. Namun agak sulit melihat dari wajah walaupun wajah sudah lama menjadi patokan untuk mempersepsi wajah orang lain. Karena wajah yang cemberut belum tentu mendeskripsikan bahwa dia seorang yang pemarah. Petunjuk Paralinguistik: Yang dimaksud dengan paralinguistik adalah cara bagaimana orang mengucapkan lambang-lambang verbal. Jadi, cara bagaimana itu maksudnya adalah cara dia berbicara, mengungkapkan sesuatu, dialek, atau tempo bicaranya. Suara keras akan dipersepsi sebagai marah-marah. Tempo bicara yang lambat, bisa dikatakan dia peragu, atauu menjaga perasaan lawan bicaranya. Dialek juga penting, bagaimana ketika Anda bertemu dengan orang Batak, atau Madura yang sebagian besar berbicara dengan suara keras atau menggunakan dialek yang agak berani, lalu apa persepsi Anda? Mungkin belum tentu dia orangnya pemarah. Petunjuk Artifaktual: Lebih kepada penampilan objek yang kita pahami. Bisa jadi penilaian kita terhadap orang yang suka mengenakan perhiasan adalah orang yang kaya. Tanpa kita sadari, melalui bawah sadar kita, kita membenci orang lain tanpa sebab. Bisa jadi itu karena penampilan yang dikenakan orang lain. 4.1.2 Faktor Yang Mempengaruhi Personal Pada Persepsi Interpersonal Yaitu pengalaman, motivasi, dan kepribadian. 4.1.3 Tahap-tahap Hubungan Interpersonal Pada tahap-tahap hubungan interpersonal, dimulai dari perkenalan, kemudian masuk kepada proses pembentukan kesan. Orang akan melahirkan informasi dengna memasukkan pengalaman pada kategori yang ada. Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara hubungan, maka diperlukan tindakan-tidakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor yang amat penting dalam memeliharan ini yaitu keakraban, kontrol, respons yang tepat, dan nada emosional yang tepat. 4.1.3 Faktor-faktor Yang Menumbuhkan Hubungan Interpersonal Dalam Komunikasi Interpersonal     Kepercayaan Kejujuran Sikap Suportif Sikap Terbuka

4.2 Teori Tentang Hubungan Interpersonal Model Pertukaran Sosial Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya.bila model pertukaran sosial memandang hubungan interpersonal sebagai transaksi dagang, model peranan melihatnya sebagai panggung sandiwara. Model Peranan Bila model pertukaran sosial memandang hubungan interpersonal sebagai transaksi dagang, model peranan melihatnya sebagai panggung sandiwara. Di sini setiap orang harus memainkan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat masyarakat. Model Permainan Dalam model ini, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam permainan. Mendasari permainan ini adalah tiga bagian kepribadian manusia yaitu orang tua, orang dewasa, dan anakanak. Dalam hubungan interpersonal, kita menampilkan salah satu aspek kepribadian kita (orang tua, orang dewasa, anak), dan orang lain membalasnya dengan sala satu aspek itu juga. Misalkan, satu hari saya sedang sakit, demam dan ingin meminta perhatian istri pada penderitaan saya (ini kepribadian anak). Istri saya menyadari rasa sakit saya, dan ia mau merawat saya seperti seorang ibu (ini kepribadian orang tua). Hubungan interpersonal saya akan berlangsung baik. Transkaksi yang terjadi bersifat komplementer. Bila istri saya tidak begitu menghiraukan penyakit saya dan memberi saran, “pergilah ke dokter”. Aku sudah bilang engkau kecapaian”, yang terjadi adalah silang(anak dibalas dengan orang dewasa). 4.3 Atraksi Interpersonal Atraksi disini bisa dikatakan ketertarikan kita pada komunikan. Karena pentingnya peranan atraksi interpersonal, kita ingin membicarakan faktor-faktor yang menyebabkan mengapa persona stimuli menarik kita. Sebagaimana sesering kita bicarakan dalam bagian-bagian lain, di sini pun faktor personal dan situasional menentukan siapa yang tertarik pada siapa. Yang menyebabkan saya tertarik kepada Anda boleh jadi sifat-sifat yang Anda miliki (misalnya, Anda cantik), atau suasana emosional saya (misalnya, saya sedang kesepian). Sebenarnya kedua faktro ini dalam kenyataan sering tumpang tindih, sehingga pembagian di bawah ini hanyalah untuk meudahkan penjelasan saja.

4.3.1 Pengaruh Atraksi Interpersonal Pada Komunikasi Interpersonal   Penafsiran Pesan dan Penilaian Efektivitas Komunikasi

4.3.2 Faktor-faktor Personal Yang Mempengaruhi Atraksi Interpersonal     Kesamaan Karakteristik Personal Tekanan Emosional Harga Diri Yang Rendah Isolasi Sosial

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->